Arsip Migo Berita

Jelang PILPRES & PILEG 2019 : Jangan sampai ada Ujaran Kebencian dan HOAX ditempat-tempat ibadah !!

Sumanto Qurtuby: Stop Bicara Politik Praktis di Masjid Jelang Pilpres 2019

JAKARTA – Belakangan ini ramai pembicaraan tentang boleh-tidaknya masjid dijadikan sebagai tempat untuk membincang masalah kepolitikan. Bagaimana menurut pendapat Anda? Berikut opini Sumanto Qurtuby.

Jakarta, pada waktu Pilgub yang lalu, menjadi saksi bisu bagaimana masjid-masjid telah “diperkosa” dan dipolitisasi sedemikian rupa oleh “sindikat busuk” dan gerombolan para “badut” politik-agama yang haus kekuasaan

Baik yang pro maupun kontra sama-sama menjadikan teks-teks keislaman, ayat-ayat Al-Qur’an serta Hadis dan perilaku Nabi Muhammad SAW sebagai acuan atau “basis teologi-keagamaan” untuk memperkuat atau melegitimasi pendapat dan argumen mereka.
Kelompok yang membolehkan misalnya mengatakan dan mengklaim kalau dulu Nabi Muhammad SAW selalu menjadikan masjid sebagai medium untuk membincangkan masalah kepolitikan, selain untuk ceramah dan shalat atau sembahyang.

karena kami CINTA INDONESIA dan NKRI HARGA MATI
 
Saya sendiri berpendapat tidak masalah membicarakan masalah kepolitikan di masjid. Tetapi menjadi masalah kalau masjid dipolitisir atau dipolitisasi sedemikian rupa untuk kepentingan politik praktis–kekuasaan dan menjadikan masjid sebagai alat untuk menyebarkan berbagai hoaks, agitasi, fitnah, kampanye, dan propaganda hitam untuk menjatuhkan lawan politik (meskipun sesama Muslim) dan memecah-belah masyarakat dan umat Islam. Maka, untuk menjaga situasi kondusif di masyarakat yang majemuk, masjid memang sebaiknya jangan digunakan sebagai alat untuk kepentingan politik praktis. Bukan hanya itu saja, masjid idealnya juga jangan dipakai sebagai medium untuk menyebarkan intoleransi dan kebencian terhadap kelompok lain apalagi terhadap sesama umat Islam itu sendiri.
Dalam sejarahnya, memang benar Nabi Muhammad SAW menjadikan masjid sebagai tempat untuk berpolitik. Dulu, masjid, yang secara harfiah berarti “tempat sujud” (atau tempat bersujud/menyembah kepada Tuhan), bukan hanya tempat untuk bersujud, shalat, berdoa, dzikir, wiridan, khotbah dan sebagainya tetapi juga untuk kegiatan sosial, politik, pendidikan, dan kemiliteran. Masjid juga dijadikan sebagai “tempat pengadilan” jika terjadi masalah-masalah hukum menyangkut kaum Muslim. Dengan kata lain, masjid di zaman nabi memiliki multifungsi dari masalah teologi-keagamaan hingga masalah sosial-kemasyarakatan.
Kenapa begitu?
Karena dulu, masjid yang diadopsi dari tradisi pra-Islam Nabatea dan Aram ini, adalah satu-satunya bangunan publik yang dimiliki oleh umat Islam awal. Itupun jumlahnya cuma satu dua. Di zaman Nabi Muhammad SAW hanya ada segelintir masjid, yaitu Masjid Haram (Mekkah), Masjid Nabawi (Madinah), dan Masjid Quba’ (Madinah). Ada pula yang mengatakan termasuk masjid tertua adalah Masjid Sahabat di Massawa, Eritrea, yang dipercaya sebagai masjid pertama di Benua Afrika yang dibangun oleh para sahabat nabi untuk menghindari persekusi yang dilakukan oleh kaum kafir Mekkah. Sejumlah sejarawan menilai Masjid Quba’ sebagai masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW.
Jadi, karena dulu masjid adalah satu-satunya bangunan publik maka sangat wajar kalau semua aktivitas nabi dan umat Islam awal dipusatkan di masjid. Dulu madrasah, perpustakaan, pengadilan, apalagi kantor ormas dan parpol, belum ada. Madrasah, kampus, pengadilan, dan perpustakaan baru ada di abad pertengahan Islam di zaman kerajaan jauh setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, Nabi Muhammad SAW menggunakan masjid sebagai medium berpolitik untuk memperjuangkan kepentingan umat Islam agar mampu bertahan hidup dari gempuran kelompok non-Muslim, khususnya di kawasan Jazirah Arab, yang memusuhi dakwah-dakwah sosial-keagamaan Nabi Muhammad SAW. Perlu diingat, waktu itu tidak semua kaum non-Muslim itu memusuhi Nabi Muhammad SAW. Banyak dari mereka (karena diikat oleh solidaritas suku, kesamaan visi-misi, atau kepentingan politik-ekonomi yang sama) yang membangun koalisi dengan beliau melawan kaum oposan.
Hal ini tentu saja sangat kontras dengan perkembangan mutakhir di Indonesia dimana masjid dan mushala atau langgar digunakan untuk alat penyebaran hoaks, kampanye, dan propaganda busuk guna memusuhi sesama umat Islam itu sendiri yang kebetulan memiliki kepentingan politik yang berbeda dengan “rezim masjid” yang bersekongkol dengan “rezim parpol” tertentu. Masjid bukannnya dipakai untuk berdakwah dan memperjuangkan kesejahteraan umat Islam tetapi malah digunakan untuk memecah-belah kaum Muslim.
Jakarta, pada waktu Pilgub yang lalu, menjadi saksi bisu bagaimana masjid-masjid telah “diperkosa” dan dipolitisasi sedemikian rupa oleh “sindikat busuk” dan gerombolan para “badut” politik-agama yang haus kekuasaan. Bahkan bukan hanya di Jakarta, virus kebusukan, kejahatan, dan politisasi masjid itu juga menular dan menjalar di kawasan lain di Indonesia. Demi memuluskan jalan kepentingan politik praktis kekuasaan, mereka tidak segan-segan memakai cara-cara kotor: menyalahgunakan fungsi masjid, memanipulasi hadis, “memperkosa” ayat, dan “menipu” Tuhan.
Dalam konteks sejarah Islam, Muawiyah bin Abu Sofyan (W.680), pendiri Dinasti Umayah yang berbasis di Damaskus, berserta keturunan, keluarga, teman, pemandu sorak, dan antek-anteknya (kecuali Umar bin Abdul Aziz, W. 720) yang hobi menggunakan dan mempolitisir fungsi masjid dengan cara-cara kotor sebagai alat kampanye dan propaganda hitam untuk kepentingan politik praktis kekuasaan. Oleh mereka, masjid-masjid dipakai untuk mengkhotbahkan dan mewartakan kebusukan dan menyerang umat Islam yang kontra dengan rezim Umayah, khususnya dari kelompok-kelompok Islam-Arab yang menjadi “musuh bebuyutan” Bani Umayah, yaitu faksi Ali dan Bani Hasyim.
Mengembalikan fungsi masjid
Maka, umat Islam kontemporer yang menggunakan cara-cara busuk melalui mimbar-mimbar masjid untuk mengegolkan atau mempertahankan kekuasaan dengan cara menyebarkan kebencian dan caci-maki terhadap sesama umat Islam itu sendiri, pada hakikatnya adalah “keturunan” atau “anak ideologis” dari Muawiyah dan anaknya Yazid yang terkenal dalam sejarah Islam sebagai pemimpin bengal, kejam, dan haus kekuasaan.
Sudah saatnya umat Islam Indonesia harus mengembalikan fungsi masjid untuk kepentingan dakwah dan kegiatan positif yang menyangkut hajat hidup orang banyak serta membangun spirit toleransi di kalangan masyarakat. Sudah saatnya kaum Muslim menghentikan membincang politik praktis di masjid yang lebih banyak membawa kemudlaratan ketimbang kemaslahatan.
Masjid harus dijadikan sebagai “tempat sakral” yang bebas atau steril dari kepentingan politik praktis tertentu. Ingat, jamaah dan komunitas masjid berasal dari beragam kelompok umat Islam, bukan melulu kaum partisan dan pendukung parpol dan paslon tertentu. Para takmir masjid dan jajarannya perlu menyadari pluralitas dan kompleksitas umat Islam.
Maka, demi mewujudkan kemaslahatan umat Islam dan menjaga harmoni masyarakat yang plural dan kompleks itu, para takmir, khotib dan pengurus masjid serta umat Islam pada umumnya wajid hukumnya menjadikan masjid sebagai tempat pemersatu dan bukannya pemecah belah kaum Muslim sehingga misi Islam sebagai “agama rahmat bagi alam semesta” betul-betul terwujud di masyarakat. (SFA)
Artikel ini telah dipbulikasi di DW dengan judul “Mari Hentikan Bicara Politik Praktis di Masjid, Apalagi Jelang Pemilu 2019
Stop Politisasi Masjid

Geram Namanya Dicatut, Kapolri Sebut Bachtiar Nasir Ustadz Tidak Cerdas

JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian geram terhadap sosok Ustadz Bachtiar Nasir karena menyebutnya sebagai tokoh yang mendukung berdirinya idiologi khilafah menggantikan sistem demokrasi di Indonesia.
Tito menceritakan kemarahannya terhadap Bachtiar Nasir berawal dari sebuah video yang viral dikalangan kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dalam tayangan tersebut, Bachtiar Nasir menyampaikan bahwa, Kapolri Tito menyebut sistem khilafah adalah hal yang paling tepat untuk diterapkan sebagai Idiologi Indonesia.
“Kemarin komplain dengan Ustad Bachtiar Nasir karena ada video yang viral, di tengah-tengah masyarakat kelompok HTI. Dan menyampaikan bahwa Indonesia harus menerapkan sistem khilafah. Karena demokrasi liberal tidak benar menghancurkan negara ini. Dan saya berdiskusi dengan orang yang berkopeten itu, yaitu Kapolri Jenderal Tito Profesor Doktor Tito Karnavian,” papar Tito menggambarkan isi video tersebut di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (17/7/2018).
BacaReuters: Agenda Terselubung Bachtiar Nasir Sikat Etnis Cina.
Tito menegaskan, dengan adanya hal tersebut, dirinya langsung menghubungi Bachtiar Nasir untuk melakukan klarifikasi. Menurut Tito, penilaiannya selama ini terhadap Bachtiar Nasir ternyata salah besar.
Dengan adanya hal tersebut, saat ini,Tito menyatakan bahwa Bachtiar Nasir adalah sosok Ustaz yang tidak cerdas. Mengingat, apa yang disampaikannya adalah tidak sesuai dengan kenyataannya.
“Tapi begitu melihat kata-kata ustadz disitu, saya hilang kesan. Kesan saya Ustadz tidak cerdas yang saya lihat,” tegas Tito.
Tito menekankan, dirinya tidak pernah menyampaikan untuk mendukung berdirinya konsep khilafah di Indonesia. Dalam sebuah pernyataannya, Tito memang mengaku telah menyatakan bahwa saat ini Demokrasi Liberal yang telah menjadi potensi pemecah belah bangsa.
“Tapi saya tidak mengatakan ganti khilafah. Tidak sama sekali tidak. Bahkan saya mengatakan khilafah berbahaya sama kaya demokrasi liberal,” tutur mantan Kapolda Metro Jaya itu.
Tito menjelaskan, demokrasi liberal akan bisa diadposi oleh Indonesia ketika kelas menengah sudah besar dibandingkan kelas kecil. Untuk saat ini, kata Tito, Demokrasi Pancasila merupakan idiologi yang paling tepat diterapkan.
“Maka ruang kebebasan yang terlalu bebas itu harus dipotong caranya apa. Misalnya dengan adanya Perppu tentang Ormas kebebasan berserikat dan berkumpul,” ucap Tito.
BacaKupas Tuntas Hubungan Teroris dengan IHH dan IHR Milik Bachtiar Nasir.
Terkait UU Ormas, Tito mengatakan, pemerintah bukan bersikap otoriter terhadap kebebasan berpendapat. Melainkan, untuk menghindari adanya Ormas yang mengancam kedaulatan NKRI dan bertentangan dengan Pancasila.
HTI sendiri merupakan organisasi pertama yang dibubarkan Pemerintah melalui UU Ormas. Kelompok tersebut dinilai telah bertentangan dengan Idiologi Pancasila Indonesia.
“Perppu Itu tujuannya agar memotong orang tidak boleh bebas-sebebasnya. kalau kembali pada negara’ mohon maaf ‘HTI’ atau siapapun ormas yang membahayakan negara sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila, empat pilar bubarkan,” tutup Tito. [ARN]

Eko Kuntadhi: Sinyal Jokowi Lawan Hegemoni Dagang AS

JAKARTA – Pegiat medsos Eko Kuntadhi memaparkan bagaimana Pakde Jokowi melawan hegemoni AS, berikut ulasannya:

“Sebenarnya menangani Trump itu gampang, mas?,” Abu Kumkum sok memberi saran. “Bilang saja, kalau AS menekan Indonesia terus, kita ancam untuk mengekspor PKS kesana. Pasti dia nyerah. Trump pasti gak mau, New York berubah jadi kayak Depok. Semrawut”. “Bener juga, ya…”.

Ketika meresmikan tol Solo-Sragen untuk ruas Kertasura-Sragen, Jokowi menyampaikan pesan yang sebetulnya biasa saja. Pidato yang disampaikan di pintu tol Ngemplak itu, dia meminta agar rest area tol menjual produk lokal.
“Saya minta disetiap rest area, jualannya bukan Mc D, bukan Kentucky, bukan Starbucks, Terus mulai diganti sate, soto, tahu guling, gudeg,” kata Jokowi.
Kita membacanya itu adalah usaha Presiden untuk semakin memajukan produk lokal. Oleh sebab itu dia berharap pengusaha kuliner dari Indonesia diberi akses lebih besar memanfaatkan keberadaan jalan tol. “Produk-produk lokal harus diberi kesempatan agar pengusaha UMKM tidak merasa ditinggalkan dengan adanya pembangunan infrastruktur.”
Tapi, saya melihat ada sebuah sinyal yang disampaikan Jokowi dalam sambutannya. Lihat saja, produk makanan asing yang disebutkan semua berasal dari AS: Kentucky Fried Chicken, Mc Donald, dan Starbuks. Lalu dia berharap digantikan dengan produk lokal.
Kenapa Presiden harus menyebutkan produk makanan asal AS itu? Apa gak cukup dia sebutkan gerai makanan asing saja, misalnya.
Begini. Dalam laporan ‘2016 Top Markets Report Franchising’ yang diterbitkan oleh Departemen Perdagangan AS Indonesia berada pada urutan ke-4 dari 11 negara yang direkomendasikan menjadi tujuan ekspor waralaba mereka. Dengan pertumbuhan omset rata-rata 15% pertahun.
Bukan hanya itu, KFC, Mc Donald atau Starbuck bukan cuma mewakili sebuah merk dagang. Tetapi juga bisa dipersepsikan mewakili kepentingan bisnis AS di Indonesia. Artinya dengan menyebut tiga merek tersebut, Jokowi ingin memberi signal bahwa jika AS mengambil kebijakan yang merugikan kita, pemerintahan Jokowi juga bisa mengambil langkah balasan.
Saat ini Trump memang sedang menjalankan ekonomi AS secara protektif. Semua negara yang neraca dagang AS minus, diperkirakan akan terkena dampaknya. Misalnya AS menaikkan tarif impor baja dan aluminium untuk menahan laju defisit perdagangannya dengan China.
Karena neraca perdagangan kita dengan AS, tergolong surplus, kebijakan protektif Trump itu kemungkinan akan diterapkan juga untuk Indonesia. AS akan menaikkan tarif impor barang-barang asal Indonesia sehingga harganya menjadi tidak kompetitif. Hal ini beresiko pada penurunan ekspor Indonesia.
Tapi Indonesia tampaknya bukan lagi negara yang gemulai. Indonesia memungkinkan bereaksi yang sama jika kebijakan AS merugikan ekonomi kita. “Kalau dia menghalangi minyak sawit kita masuk ke Amerika, kita juga mengurangi impor kedelai dan terigu dari Amerika Serikat. Harus begitu. Kita mengimpor kedelai, jagung, Boeing, gandum. Pesawat saja ada berapa yang kita beli dari sana?” katanya Wapres Jusuf Kalla.
Bukan hanya itu, Kementerian Perdagangan sedang menyiapkan langkah lanjutan untuk melawan kenaikan pajak impor AS, antara lain lewat Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Kalau soal negoisasi bisnis, tampaknya Indonesia bukan lagi anak kecil yang bisa diatur-atur sembarangan oleh AS. Dulu bisa saja mereka berpersepsi begitu. Tapi kini tidak bisa lagi. Saat ini Indonesia dipimpin oleh Jokowi yang koppig membela kepentingan bangsanya. Indonesia bukan lagi negara minder bermental inlander.
Baru saja kemarin kita berhasil memaksa Freeport-McMoRan untuk menandatangani perjanjian divestasi 51% saham Freeport Indonesia. Perusahaan tambang raksasa yang selama ini mengeruk kekayaan bumi Papua, harus merelakan saham mayoritasnya berpindah tangan kepada pemerintah Indonesia.
Jokowi Tendang Freeport
Jokowi Tendang Freeport
“Ketika saya memerintahkan kita harus bertahan dengan angka 51%, banyak yang menakut-nakuti saya tentang resiko menghadapi kepentingan AS. Tapi saya terus perintahkan untuk tetap pada pendirian. Ternyata kita bisa dan gak ada apa-apa,” ujar Jokowi di istana Bogor, ketika saya berkesempatan berbuka puasa bersama.
Di bawah Jokowi, Indonesia kini memang sedang membangun rasa percaya dirinya berhadapan dengan seluruh kepentingan dunia. Jokowi bukan Presiden yang berkata, AS adalah negeri keduanya, hanya untuk mengambil hati penguasa gedung Putih. Tapi dia ingin menegaskan, inilah Indonesia. Sebuah negeri dengan kedaulatan dan kemandiriannya sendiri.
“Sebenarnya menangani Trump itu gampang, mas?,” Abu Kumkum sok memberi saran. “Bilang saja, kalau AS menekan Indonesia terus, kita ancam untuk mengekspor PKS kesana. Pasti dia nyerah. Trump pasti gak mau, New York berubah jadi kayak Depok. Semrawut”. “Bener juga, ya…”. (ARN)
artikel ini sudah dipublikasi dengan judul “Sinyal Melawan AS
Jokowi Resmikan Tol Kertasura-Sragen Jokowi Resmikan Tol Kertasura-Sragen

Ridwan Kamil Bertekad Rubah Jabar dari Sarang Wahabi Jadi Bumi Aswaja

BANDUNG – Jawa Barat dikenal sebagai wilayah yang banyak dihuni kelompok sumbu pendek. Bila dibandingkan dengan daerah lain, sumbu pendek di Jabar termasuk tinggi. Tak heran jika pada 2017 lalu Jabar disebut-sebut paling tinggi soal radikalisme dan terorisme, serta menjadi markas Wahabi dan HTI.
Gubernur Jawa Barat terpilih Ridwan Kamil bertekad menjadikan Jawa Barat sebagai wajah terbaik Ahlussunnah wal Jamaah. Hal ini sampaikan Ridwan dalam rangka mengamini pinangan kerja sama Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah.
BacaJabar Akhirnya Lepas dari Cengkeraman PKS.
“Kami bersedia bekerja sama semaksimal mungkin menjadikan Jawa Barat adalah wajah terbaik dari Ahlussunnah wal Jamaah,” katanya saat memberikan sambutan penutupan Kongres Kelima, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Antarpondok Pesantren Kedelapan, dan MTQ Internasional Kedua di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah 3, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Ahad (15/07/2018) malam.
Ridwan mengaku terinspirasi meneruskan jejak kakeknya, KH Muhyidin, yang menulis kitab tentang keutamaan Aswaja.
“Tidaklah mungkin seorang cucunya yang kebetulan Allah berikan kekuasaan tidak mengamalkan apa yang diwasiatkan, dikarang oleh almarhum kakek saya,” katanya.
Karena itu, selama lima tahun ke depan Ridwan Kami ingin terus berada dekat dengan para ulama agar terus mendapatkan nasihatnya sehingga menghadirkan pemimpin yang adil, dermawan, orang kaya, dan diijabahnya doa kaum duafa.
“Itulah rumus yang akan kita bawa selama lima tahun ke depan,” lanjutnya. [ARN]

Beda Agama Bukan Masalah, Tidak Perlu ada Ajaran dan Ujaran Kebencian!

Ada pepatah yang mengatakan, “Harapan adalah tiang yang menyangga dunia” (Pliny the Elder), oleh sebab itu kita mesti punya harapan, sebab tanpa harapan apalah artinya hidup ini? With no hope, we are dying…. Maka saya pribadi masih punya harapan bahwa Indonesia akan terus hidup dalam perdamaian
Tempo hari saya pernah membaca sebuah tulisan di surat kabar Kompas Minggu. Pada halaman 22 ada sebuah tulisan yang menarik perhatian saya. Sebuah tulisan resensi buku berjudul ‘Telaah Perjumpaan Islam Kristen’ karangan Prof. Hugh Goddard. Tulisan analisisnya ditulis oleh seorang sosiolog muda bernama Bernando Sujibto.

Ini menjadi menarik oleh karena betapa banyaknya peristiwa penting dan menarik hadir silih berganti ketika dua agama besar ini lahir, Islam dan Kristen. Tentu saja ini tidak bermaksud menafikan agama-agama lain yang ada di dunia ini, tapi memang kali ini telaah tersebut adalah khusus membahas dan berfokus pada dua agama besar tersebut, yang oleh sejarah telah dibuktikan kerap kali diperhadap-hadapkan pada dua sisi utama: Perang dan pertikaian serta damai dan saling pengertian.
Buku Prof Hugh ini setidaknya kembali membuka pintu dialogis yang lebih dalam, memahami akar masalah kenapa Islam dan Kristen harus mengalami berbagai perjumpaan, dan apapun hasil perjumpaan tersebut, maka penganut agama masing-masing lah yang kemudian menentukan arahnya akan bermuara ke mana.
Apakah kita mau dan mampu belajar dari sejarah (terutama sejarah kelam dan pahit) untuk kemudian tidak mengulanginya lagi, ataukah kita tetap memilih mengulanginya kembali dengan semangat tidak mau berdamai apapun alasan kebenaran dibalik sikap kita itu? Apakah kita akan lebih memilih jalan keras atau perjumpaan dalam damai? Apakah kita akan lebih menyukai pertikaian atau memilih jalan untuk saling mengerti satu sama lain?
Begini. Sejak diutus sebagai seorang nabi, maka perjumpaan ajaran Muhammad dengan orang-orang Kristen saat itu maupun kaum Yahudi setempat rupa-rupanya telah menjadi biang kontroversi yang dahsyat di belahan jazirah Arab, dan seakan tak pernah kunjung usai. Ada dua arus yang sama-sama berseberangan. Nah, menurut pendapat Prof. Goddard, kedua pandangan tersebut terlalu simplifikasi, oleh sebab itu ia berusaha untuk menempatkan kembali sejarah perjumpaan tersebut secara bijak. Saya sendiri sangat menghormati dan salut terhadap usaha beliau ‘meluruskan’ sejarah.
Sebagai orang ingin selalu belajar, dalam diri saya mengalir darah pembelajar. Untuk itu jugalah maka selama bertahun-tahun, sejak masih di Amerika saya giat mendalami sebuah pelajaran mengenai ilmu perbandingan agama, tapi dari perspektif bukan agama yang saya anut melainkan agama lain yang saya pelajari itu. Namanya teologi religionum.
Seperti yang pernah diulas oleh Dr. Andar, ilmu ini berbeda dengan ilmu religi-religi umum yang mempelajari sejarah, ajaran dan tradisi agama-agama, oleh karena teologi religionum memikirkan hubungan suatu agama (yang kita anut) dengan agama-agama lain secara komprehensif, tidak sekadar dari sisi kitanya.
Sederhananya, sampai dimana atau sejauh mana kita meyakini bahwa Allah juga bertindak dan bersabda di dalam agama-agama yang lain tersebut? Berbeda dengan ilmu religi-religi umumnya, maka yang dipelajari dalam teologi religionum bukan hanya eksistensi agama-agama lain, melainkan bagaimana kita melihat agama-agama yang lain itu dari perspektif iman kita juga. Vice versa. Di sini kita mempelajari apa peran positif yang bisa kita perbuat untuk saling memahami perspektif tiap agama dan bagaimana agama-agama yang berbeda bisa bekerja sama untuk membangun kesejahteraan umat manusia.
Tugas agama-agama di muka bumi ini adalah untuk menghadirkan sorga di bumi. Sorga bagi kaum miskin. Sorga bagi kaum terbuang. Sorga bagi anak-anak terlantar dan putus sekolah. Sorga bagi mereka yang termarginalkan. Sorga yang bisa dinikmati dan tidak hanya lahir dalam imaginasi belaka. Ini yang harusnya diperjuangkan semua agama, bukan berlomba-lomba merasa diri paling benar. Bukan pula mau menang sendiri, dengan cara berdiri sendiri di atas kebenaran kemudian dengan telunjuk terangkat, menuding yang lain itu sesat yang lain itu kafir.
Memang betul bahwa ada begitu banyak perbedaan antara satu agama dengan agama lainnya, dan perbedaan itu tidak untuk ditutupi, melainkan dibuka namun dengan cara elegan serta penuh respek. Perbedaan kemudian dihormati, dihargai dan dirayakan. Perbedaan ditempatkan sebagai sebuah kekayaan dan keindahan.
Secara perlahan, umat manusia pemeluk agama mulai menyadari bahwa Allah yang selama ini hanya kita lihat dari satu perspektif saja ternyata juga bisa dilihat dari perspektif agama lain. Kita saling menghormati perspektif masing-masing agama dan dengan rendah hati mengakui bahwa semua agama berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah di hadapan Allah. Ilmu religi-religi dan teologi religionum merupakan langkah berbeda agama untuk berjumpa dan berdialog. Bagi saya pribadi, di sinilah awal mula perjumpaan dalam suasana perdamaian bisa terwujud.
Pada prakteknya saya sudah banyak sekali berjumpa pada kenyataan-kenyataan mengharukan, di mana orang-orang dari keyakinan berbeda-beda dapat saling tolong menolong dalam meringankan beban. Ada kawan saya yang beragama Kristen dijagai, dibantu, dan dirawat dengan penuh perhatian oleh tetangga sebelah rumahnya yang beragama Islam. Perbedaan itu indah bila kita mau membuka diri dan membuka hati.
Kemuliaan orang yang mengaku dirinya beragama paling paripurna adalah ketika ia mampu menyalurkan sikap dan kasih Allah kepada sesamanya manusia tanpa terlebih dahulu melihat keyakinan dan latarbelakang keimanan orang tersebut.
Hari ini alangkah indahnya bila kita mampu membalut luka sesama kita, walau ia berbeda keyakinan dengan kita. Bila kita sanggup mengulurkan tangan pertolongan tanpa melihat-lihat dulu agama apa yang tertera di KTP orang yang hendak ditolong itu.
Tapi perjumpaan dalam perdamaian tidak akan terwujud bila sifat dan sikap kita fanatik membabibuta terhadap agama yang kita anut. Istilah lain dari terlalu fanatik terhadap agama yang dianutnya disebut sebagai chauvinisme religius, artinya kita itu cinta buta terhadap agama yang kita anut, sehingga nurani kita benar-benar dibutakan untuk hal lain apapun. Istilah ini diambil dari nama seorang prajurit Prancis, yaitu Nicolas Chauvin yang taat secara membabi buta pada perintah Napoleon. Sejak itu orang yang cinta buta terhadap negara disebut chauvinis. Demikian juga yang fanatik dan ekstrim dalam agama disebut chauvinis religius.

Bersikap fanatik memang kadang diperlukan, tapi harus tetap bijak. Fanatisme yang baik itu sesungguhnya adalah ketika kita bersedia mati demi mempertahankan keyakinan kita. Di sisi yang lain, fanatisme yang buruk adalah ketika kita bersedia membunuh orang lain atas nama iaman dan agama yang kita anut. Itu.
“Fanatisme yang baik adalah ketika orang bersedia untuk mati demi mempertahankan keyakinan imannya. Sedangkan fanatisme yang buruk adalah ketika orang bersedia untuk membunuh demi keyakinan iman agamanya.”
Saya ingin kita kembali ke pertanyaan dasar, yaitu apakah Islam dan Kristen dapat berjumpa dalam perdamaian? Sangat mungkin dan sangat bisa. Bukankah itulah yang seharusnya dipercontohkan dan dipertontonkan Indonesia masa kini, sehingga banyak negara lain datang jauh-jauh untuk belajar ke sini?
Kalaupun ada riak-riak terorisme dan aliran garis keras yang membawa-bawa nama agama, itu tidak mewakili mayoritas. Kita hanya perlu membuka diri dan membuka hati. Ingatlah, Allah kita adalah Allah yang cinta damai. Dan saya masih begitu yakin bahwa tidak ada satu agamapun yang tidak ingin perdamaian. Maka, kalau Anda perhatikan ada orang-orang yang sok paling suci dan mulia dalam beragama dan suka mengkafir-kafirkan orang lain, padahal dia sendiri baru pindah agama seperti si Yahya Waloni dan Felix Siauw, Anda boleh tinjau kembali apa ajaran mereka.
Bila ada yang sibuk ngajak-ngajak untuk memerangi orang lain, mengajak angkat bedil untuk berperang melawan siapapun yang tidak seiman, maka silahkan Anda tinjau kembali ajaran mereka. Kalau Anda benar-benar orang beriman, maka jangan pernah nodai keimanan Anda dengan membenci perbedaan.
Dua agama besar ini dapat berjumpa, bila umat dua agama besar ini mau membuka diri dan membuka hati untuk menerima serta merayakan perbedaan. Perjumpaan dalam perdamaian bisa terwujud bila pemuka dua agama ini juga sanggup menjaga hati dan mulut mereka dari ajaran serta ujaran kebencian!

*Begitulah pendapat kura-kura…
Jangan pura-pura tak dengar…..
Yang bertelinga, hendaklah mereka mendengar..….
Yang punya mata, baiklah mereka membaca……..
Yang punya hati, ajaklah mereka merenungkan…..*
Beda Agama Bukan Masalah, Tidak Perlu ada Ajaran dan Ujaran Kebencian!

Rematch Jokowi VS Prabowo adalah Bencana

Sampai saat ini memang belum ada deklarasi resmi Capres dan Cawapres untuk Pilpres 2019 nanti. Walaupun waktu pendaftaran makin dekat Agustus nanti tapi belum juga ada deklarasi. Kedua belah pihak (mungkin lebih) seakan sedang menunggu waktu dan akan mengumumkannya ketika waktu sudah mepet. Kebiasaan kali ya suka menunggu menit-menit akhir.
Awalnya hanya dua tokoh yang diprediksi akan menjadi Capres yaitu Jokowi dan Prabowo. Karena mereka berdua memiliki elektabilitas tertinggi selama ini. Tetapi dinamika politik terus bergulir. Sekarang bergulir wacana Capres alternatif yaitu Anies Baswedan dan Jenderal Gatot. Berbagai pihak mengomentari tentang kemungkinan Capres dan Cawapres untuk Pilpres nanti.

Perhelatan Pilpres 2019 kini mulai semakin terasa, walaupun pelaksanaannya masih tahun depan. Semarak euforia bursa capres dan cawapres kini tengah menggema di bumi nusantara. Para partai politik dan figur publik kini gencar mencari koalisi demi memenangkan konstestasi pilpres.
Mereka layaknya seorang kawan yang mengajak kawan lainnya untuk mengisi lowongan pekerjaan (kekuasaan). Nampaknya bursa capres dan cawapres sangat memikat hati, jiwa, dan raga bagi partai politik dan tokoh lainnya yang menginginkan kekuasaan.
Bursa capres dan cawapres menarik untuk dicermati dalam tiga fase, diantaranya: Pertama, fase pra bursa dilepas ke pasar. Fase ini ditandai dengan banyaknya tokoh politik tertentu yang menjajakan dirinya dengan lata melakukan sejumlah pengabdian reflex kepada masyarakat supaya diliput media dan akhirnya mendapat pujian dari publik.
Mereka giat mengunjungi daerah tertinggal, tempat kumuh, dan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat, namun langkah ini ditempuh sebagai daya jual mereka kepada publik untuk masuk bursa capres dan cawapres. Fase ini juga ditandai dengan maraknya pembuatan baju kaos dengan tulisan tertentu yang menyerang lawan politik satu sama lain maupun tulisan yang mempromosikan dirinya melalui baju kaos.
Bahkan sempat terjadi insiden pada car free day di Jakarta yang menunjukkan kita masih kanak-kanak dalam berdemokrasi. Tak hanya itu, fase ini juga terkadang memengaruhi media sosial dengan perang cibiran dan bully-an kepada figure tertentu.
Kedua, fase saat bursa dilepas ke pasar. Pada fase ini ditandai dengan berbagai babak tarik ulur antara partai politik dan para tokoh publik. Mulai bermunculan tokoh publik mendeklarasikan diri untuk menduduki bursa capres dan cawapres dengan dalih rakyat yang menginginkan mereka untuk maju pada perhelatan pilpres.
Dengan mudahnya mereka mengatasnamakan rakyat. Terlebih lagi, ada juga sebagian tokoh berharap bisa masuk bursa capres atau cawapres dengan getol menganggap dirinyalah yang paling tepat memimpin Indonesia. Mereka biasanya memiliki karakter prontal dan cenderung mengutuk kegelapan yang ada di negeri ini. Beberapa pemilik partai besar lebih memosisikan dirinya untuk bermain di balik layar dengan mengusung figure tertentu, kelak figure tersebut dapat memenuhi hajat pemilik partai ketika memenangkan perhelatan pilpres.
Fase ini juga ditandai dengan ketidakberaturannya persahabatan dan persatuan. Kawan politik bisa seketika berubah menjadi lawan politik. Polarisasi dan sekte-sekte politik tertentu cenderung memecah belah persatuan. Kita tengah berada pada fase ini, maka berhati-hatilah dan biarkanlah mereka bermain apik.
Ketiga, fase pasca bursa dilepas ke pasar. Pada fase ini ditandai dua hal yakni perasaan kecewa dan puas dari masyarakat. Perasaan kecewa dari masyarakat akan terjadi jika yang menjadi capres dan cawapres adalah mereka yang kinerjanya buruk dikala memimpin, bermalas-masalan, dan tidak memiliki inovasi dan gagasan fresh.

Begitupun, jika bursa ini menghasilkan capres dan cawapres yang telah diketahui sepak tergangnya cenderung kurang baik, statis dan itu-itu saja (tidak memberikan kejutan). Namun sebaliknya, masyarakat akan puas jika yang diusung memiliki inovasi dan gagasan fresh, tokoh-tokoh baru yang dianggap tidak terlalu berambisi terhadap kekuasaan. Masyarakat akan semakin puas jika bursa capres dan cawapres berasal dari kemauan dan usulan masyarakat secara langsung.
Kemungkinan besar akan terjadi rematch antara Jokowi dan Prabowo. Berbagai pendapat tentang rematch ini sangat beragama. Menurut saya sendiri kemungkinan besar apabila terjadi rematch kemungkinan Jokowi menang lebih besar. Tapi pendapat Haris Azhar cukup mencengangkan.
Direktur Lokataru, Haris Azhar menuturkan jika pertarungan ulang Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto terjadi di Pilpres 2019, menunjukkan tidak ada perkembangan. Dia menuding hal itu bisa terjadi karena permainan elite semata. Berikut pernyataannya Haris :
"Kalau Jokowi sama Prabowo lagi kita disaster-lah (bencana). Seolah-olah kita ini kayak tidak berkembang bangsa ini. Ini kan hanya manipulasi sejumlah orang seolah cuma dua nama ini saja," kata Haris
Aktivis antikorupsi itu tak sepakat hanya ada satu penantang Jokowi di 2019. Maka dari itu dia dan beberapa tokoh lainnya melakukan uji materi Pasal 222 UU Pemilu tentang ambang batas pencalonan (presidential threshold) 20 persen.
Rematch Jokowi vs Prabowo bencana? Ah berlebihan saya kira. Bukan bencana, biasa saja itu adalah seleksi politik dengan regulasi 20%. Justru menurut jaya kalau PT nya 0% wah itu baru bencana. Repot. Kasihan KPU harus mengurus banyak pasangan Capres dan Cawapres bisa belasan bahkan puluhan. Kebayang deh ribet. Asli.
Rematch Jokowi VS Prabowo adalah Bencana
Sumber Opini : https://seword.com/politik/rematch-jokowi-vs-prabowo-adalah-bencana-HJGKZm2QQ

Re-Post by MigoBerita / Rabu/18072018/11.01Wita/Bjm

AYO Melamar Kerja : Rekrutmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) tidak dipungut biaya apapun

BANJARMASINPOST.CO.ID - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) membuka lowongan kerja untuk jenjang SLTA, mulai 17 Juli 2018 ini.
Lowongan kerja PT KAI yang tersedia meliputi formasi untuk Operasional, Pemeliharaan dan Teknologi Informasi di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero).


Sebagaimana dilansir website recruitment.kai.id, berikut ini merupakan persyaratan yang harus dipenuhi.
KRITERIA PELAMAR :
1. Warga Negara Indonesia (WNI);
2. Jenis Kelamin Pria;
3. Sehat jasmani / rohani;
4. Memiliki ijazah SLTA dengan Nilai UAN rata-rata minimal 6,0 (enam koma nol);
7. Usia pelamar per 01 Agustus 2018 serendah-rendahnya 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 25 (dua puluh lima) tahun;

8. Memiliki tinggi badan :minimal 160 cm untuk formasi Pemeliharaan dan Teknologi Informasi;minimal 165 cm untuk formasi Operasional.
9. Berkelakuan baik;
10. Tidak terlibat narkoba atau psikotropika;
11. Tidak bertato dan tidak bertindik;
12. Tidak pernah dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap;
13. Tidak pernah diberhentikan di anak perusahaan atau institusi lainnya dikarenakan hukuman disiplin;
14. Lulus dalam seleksi calon pekerja baru yang diselenggarakan oleh panitia recruitment PT Kereta Api Indonesia (Persero) tahun 2018.



KETENTUAN LAIN :
1. Penempatan :
a. Formasi Operasional (Masinis, PPKA & Juru Langsir) dan Pemeliharaan (Sarana, Sinyal Telekomunikasi & Listrik dan Jalan Rel & Jembatan) penempatan diprioritaskan di wilayah Divisi Regional I Sumatera Utara,
b. Formasi Teknologi Informasi penempatan di seluruh wilayah kerja perusahaan;
2. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) sesuai dengan kebutuhan Perusahaan;
3. Bersedia mengundurkan diri dari hubungan kerja dengan institusi lainnya apabila telah memenuhi persyaratan dan dinyatakan lulus seleksi.

PERSYARATAN LAMARAN :
1. Ijazah SLTA asli atau fotocopy legalisir;
2. Nilai UAN asli atau fotocopy legalisir;
3. Kartu tanda penduduk (KTP);
4. Pas foto berwarna terbaru.
Keterangan :
1. Dokumen persyaratan umum lamaran poin 1 s.d 3 memakai format pdf dengan ukuran maksimal 2 mb;
2. Pas Foto terbaru, menggunakan format jpg/jpeg dengan ukuran maksimal 2 mb;
3. Untuk nama file-file yang diupload disesuaikan namanya sebagai berikut :
a. Berkas Ijazah nama file dokumen = ijazah-slta.pdf
b. Berkas Nilai UAN nama file dokumen = nilai-slta.pdf
c. Berkas KTP nama file dokumen = ktp.pdf
d. Berkas Foto nama file dokumen = foto.jpg atau foto.jpeg

TAHAPAN SELEKSI
Tahap 1 : Seleksi Administrasi
Tahap 2 : Seleksi Kesehatan Awal
Tahap 3 : Seleksi Psikologi
Tahap 4 : Seleksi Wawancara
Tahap 5 : Seleksi Kesehatan Akhir

PROSEDUR REGISTRASI DAN APPLY
1. Baca seluruh informasi dan prosedur pelaksanaan rekrut serta Buku Panduan Rekrutmen Online yang dapat didownload pada menu PANDUAN - Panduan Registrasi dan Apply.
2. Calon pelamar yang belum memiliki akun, terlebih dahulu melakukan registrasi dan upload dokumen sesuai persyaratan lamaran.
3. Calon pelamar wajib memastikan bahwa email yang digunakan pada saat registrasi adalah email aktif dan data yang diinput harus sesuai identitas diri seperti KTP, Ijazah, dll serta tidak melakukan perubahan data/dokumen setelah melakukan apply sampai proses rekrutmen selesai.
4. Calon pelamar yang sudah memiliki akun di website https://recruitment.kai.id/ harus memastikan bahwa dokumen persyaratan lamaran sudah diupload di akun pelamar yang ada di website.
5. Bagi calon pelamar yang berminat mengikuti rekrut sesuai formasi yang ditawarkan, wajib melakukan proses apply pada akun masing-masing mulai tanggal 17 Juli 2018 s.d 23 Juli 2018 dan hanya bisa mengikuti 1 (satu) event rekrut saja.
6. Bagi calon pelamar yang sudah melakukan upload dan melengkapi data, tetapi tidak melakukan proses apply di akunnya pada tanggal 17 Juli 2018 s.d 23 Juli 2018, maka dianggap tidak mengikuti kegiatan rekrut ini.
7. Lokasi Seleksi berdasarkan pemilihan lokasi daerah (Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, Surabaya, Jember, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Palembang dan Tanjungkarang) oleh pelamar pada saat melakukan APPLY (Pendaftaran) dan kebijakan Panitia Rekrutmen.
8. Pelamar yang lulus seleksi tahap I (Seleksi Administrasi) berhak mengikuti seleksi tahap II (Seleksi Kesehatan Awal) yang akan diumumkan melalui website https://recruitment.kai.id/ rencana tanggal 03 Agustus 2018.
9. Rekrutmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) tidak dipungut biaya apapun dan tidak menggunakan sistem refund atau penggantian biaya transportasi maupun akomodasi yang berkaitan dengan pelaksanaan recruitment dan dimohon untuk mengabaikan pihak-pihak yang menjanjikan dapat membantu meluluskan peserta rekrut.
10. Seleksi penerimaan pekerja menggunakan sistem gugur dan keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat.
Nah, bagi yang berminat mendaftar di lowongan kerja PT KAI, bisa klik info lengkapnya di link ini : Lowongan Kerja PT KAI
Lowongan Kerja Dibuka PT KAI, Info Lengkap, Persyaratan dan Linknya di Sini, Bisa Lulusan SMA
Istimewa
Lowongan Kerja di PT KAI
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/07/18/lowongan-kerja-dibuka-pt-kai-info-lengkap-persyaratan-dan-linknya-di-sini-bisa-lulusan-sma?page=all

Re-Post by MigoBerita / Rabu/18072018/10.44Wita/Bjm

Adnan Oktar alias Harun Yahya Penulis Kenamaan "ditangkap", siapakah dia ?

Penulis Harun Yahya Ditangkap Polisi Turki

islamindonesia.id – Penulis Harun Yahya Ditangkap Polisi Turki
Dilansir dari cnn.com, polisi Turki menangkap televangelis Islam kontroversial Adnan Oktar dalam penggerebegan pagi hari (11/7) di rumahnya yang mewah di kota terbesar di Turki, Istanbul.
Lebih dari 160 orang yang terkait dengan Oktar juga ditangkap dalam operasi yang dipimpin oleh Polisi Departemen Kejahatan Keuangan di lima provinsi. Sementara itu, sebanyak 235 orang masih diburu oleh pihak berwenang.
Siapakah Adnan Oktar? Dunia mengenalnya dengan nama pena Harun Yahya. Salah satu karya terkenalnya berjudul “Atlas of Creation”, sebuah buku yang menantang teori evolusinya Charles Darwin.
Menurutnya, evolusi tidak pernah terjadi, dan itu dibuktikan dengan penemuan fosil hewan masa lalu yang bentuknya masih sama dengan hewan bersangkutan yang hidup di masa kini. Berdasarkan website-nya, Oktar dikatakan telah menulis sebanyak 300 buku dan telah diterjemahkan ke dalam 73 bahasa.
Oktar dan kawanannya dituduh memiliki daftar panjang kejahatan termasuk pelecehan seksual, penculikan anak di bawah umur, dan hubungan seksual dengan anak di bawah umur.



Oktar mempromosikan versi Islamnya sendiri melalui acara diskusi yang disiarkan di saluran TV-nya. Banyak dari penampilan TV-nya yang dianggap aneh oleh masyarakat Turki, mulai dari menari yang diiringi lagu “Gangnam Style”, sampai mengelilingi dirinya sendiri dengan wanita muda glamor dan berpakaian minim yang disebutnya sebagai kitten “anak kucing.”
Pada tahun 1990-an, dia merekrut ratusan wanita dan pria muda ke dalam kelompoknya, yang oleh banyak orang Turki dianggap sebagai aliran sesat. Tetapi kebanyakan orang sebenarnya hanya tahu sedikit tentang apa yang dilakukan oleh Oktar, selebihnya masih menjadi misteri.
Seorang jurnalis dari Broadly Channel, pada Juni 2015 mendapat kesempatan langka untuk dapat masuk ke mansion Oktar di sisi Asia Bosphorus. Di sana dia melihat perangkat rumah yang mewah, sebagian besar ruangan dirancang seperti kamar tidur yang glamor. Dia juga berkesempatan bertemu dengan para kitten.
Oktar juga mengemukakan pendapatnya tentang hijab, “Dalam kasus khusus apabila kemanan wanita dalam bahaya, jika dia tanpa pertahanan, adalah ideal baginya untuk mengenakan hijab untuk melindungi dirinya sendiri. Allah menjelaskannya dengan terang. Selama bagian sexual mereka tertutup, dada mereka tertutup, mereka dapat berpakaian apapun selama itu nyaman,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah artinya berbikini juga diizinkan, Oktar menjawab, “Tentu saja.”
Dalam penggerebegan itu, polisi juga menemukan senjata, senapan, peluru, pelindung tubuh, dan kendaraan lapis baja di mansion-nya. Dilansir dari  aljazeera.com, kepada wartawan ketika sedang digiring oleh polisi, perihal penangkapannya, Oktar mengatakan “Ini adalah konspirasi oleh negara terselebung Inggris.”
Video dokumenter tentang kehidupan Oktar oleh Broadly Channel dapat dilihat di bawah ini:
 
Turkish police officers escort televangelist and leader of a sect, Adnan Oktar (C) on July 11, 2018, in Istanbul, as he is arrested on fraud charges. - Turkish police detained the televangelist on fraud charges on July 11, 2018, notorious for propagating conservative views while surrounded by scantily-clad women he refers to as his "kittens". (Photo by - / DOGAN NEWS AGENCY / AFP) / Turkey OUT (Photo credit should read -/AFP/Getty Images)
Sumber Berita : https://islamindonesia.id/berita/penulis-harun-yahya-ditangkap-polisi-turki.htm

Siapa Adnan Oktar alias Harun Yahya, Penceramah Islam yang Dituduh Punya 'Budak Seks'?

ADNAN Oktar, pendakwah dan penulis buku-buku Islam, ditangkap oleh polisi Turki di Istanbul bersama 235 pengikutnya.
Oktar yang memakai nama pena Harun Yahya, diduga mendirikan kelompok penjahat, melakukan penipuan, dan tindak pelecehan seksual.
Menurut kantor berita Turki, Anadolu, polisi melakukan penggerebekan di beberapa tempat di Turki, termasuk di lima provinsi yang berbeda dan di berbagai lokasi properti milik Oktar.
Polisi mengatakan mereka mencari bukti kejahatan finansial yang diduga dilakukan oleh Oktar.
Oktar sendiri ditahan di rumahnya di Istanbul, di kawasan Cengelkoy, yang merupakan bagian Asia dari kota ini.
Ini untuk kedua kalinya organisasi yang ia jalankan berurusan dengan pihak berwajib yang berujung dengan penahanan dirinya.
Pada 1999 lalu ia juga ditahan dengan tuduhan melakukan intimidasi dan mendirikan kelompok penjahat, namun penyelidikan atas kasus ini kemudian dihentikan.
Oktar yang dikenal sebagai figur flamboyan ini mendirikan organisasi Islam di Istanbul pada 1980-an dan pengaruh serta kekayaannya bertambah secara signifikan, walau bagi pihak luar, sulit memahami dari mana persisnya asal kekayaannya.
Ideologi
Tergantung dari mana Anda melihat, Oktar bisa disebut sebagai 'pemikir yang berbahaya' atau 'pemikir yang berpengaruh'.

Yang pasti, ia dikenal aktif mengampanyekan gerakan anti-Semitisme. Ia menolak Holokaus.
Selain itu, ia percaya bahwa semua yang ada di alam semesta ini diciptakan Tuhan dan menentang keras teori evolusi Charles Darwin.
Dalam wawancara dengan wartawan BBC Andrew Marr pada 2010, Oktar mengatakan bahwa teori Darwin adalah sumber inspirasi utama para teroris era modern.
"Hitler, Mussolini, Stalin dan banyak teroris terkenal lainnya dengan jelas mengatakan bahwa pemikiran mereka dipengaruhi oleh Darwin... tanpa Darwin tidak akan ada terorisme," tegas Oktar.
Ia menegaskan Hitler bisa berkuasa atas peran yang ia sebut sebagai 'elemen negara Inggris'.
Ini adalah teori konspirasi yang mengklaim bahwa terdapat kelompok yang sangat kuat yang punya hubungan dengan pemerintah dan militer yang punya kapasitas memanipulasi dan mengontrol kebijakan pemerintah.
Setelah serangan teroris pada 11 September di Amerika Serikat, Oktar mulai menunjukan dirinya sebagai pegiat lintas agama, seseorang yang mendukung dialog antaragama dan membantu perang terhadap terorisme internasional.
Beberapa tahun lalu, Oktar meluncurkan saluran TV, yang ia manfaatkan sebagai medium untuk menyebarkan keyakinan dan intepretasinya atas Islam.
Di acara yang disiarkan saluran ini, ia tampil dikelilingi beberapa layar komputer dan para perempuan muda setengah telanjang.
Oktar menerbitkan sejumlah buku dengan nama pena Harun Yahya dan beberapa bukunya mengklaim ia telah membongkar 'kerja sama rahasia' yang dilakukan oleh pemerintahan bayangan Inggris di Turki dan di kawasan.
Ia mengatakan investigasi yang ia lakukan menjadi alasan mengapa organisasinya mendapatkan tekanan dan didakwa melakukan tindak kejahatan.
Namun pria yang menentang sistem presidensial di Turki ini malah mendukung penuh Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang belum lama ini terpilih kembali menjadi presiden dengan menggambarkan Erdogan sebagai 'pejuang muda yang berani'.
Gaya hidup flamboyan
Selain berpandangan kontroversial, Oktar diketahui suka bergaya hidup mewah dan ini bisa dilihat dari foto-foto yang diunggah ke media sosial.
Ia tinggal di sebuah Villa mewah di Istanbul dan sering difoto bersama perempuan-perempuan berbusana minim.
Para pengikutnya terlihat tinggal di apartemen mewah yang berlokasi di kawasan eksklusif di kota tersebut, biasanya mereka terdiri dari tiga sampai empat orang dalam satu kelompok.
Menurut media di Turki, para pengikutnya memiliki pekerjaan tetap sedang sebagian lainnya bekerja untuk organisasinya dan bertugas menulis buku, melakukan promosi ke media maupun melakukan perekrutan anggota baru.

Dengan menggunakan nama pena Harun Yahya, ia menulis beberapa buku mengenai teori evolusi dengan pesan bahwa evolusi 'adalah kebohongan'.
Ribuan buku yang diberinya judul 'Atlas of Creation' (Atlas Penciptaan) dikirim kepada para pejabat pemerintah, diplomat asing dan juga wartawan.
Dia juga dikenal sering menggelar iftar atau buka puasa bersama di bulan Ramadan di hotel eksklusif di Istanbul, dengan mengundang media, organisasi internasional, dan para politisi.

Para perempuan pendamping
Yang mungkin paling kontroversial dari kehidupan Oktar adalah para pengikut perempuannya, yang sering terlihat memakai kosmetik tebal dan berpakaian minim.

Beberapa bekas pengikutnya -yang sekarang tentunya tak aktif di organisasi ini- mengklaim bahwa Oktar mencuci otak para pengikut perempuan ini, mengancam mereka, dan menjadikan mereka sebagai 'budak seks'.
Menurut beberapa laporan, kelompok Oktar mengirim orang-orang terpercaya untuk mencari para perempuan cantik dan laki-laki tampan dari keluarga mapan untuk direkrut menjadi anggota atau pengikut.
Diduga sebagian besar perekrutan anggota baru biasanya terjadi di universitas-universitas swasta.
Banyak keluarga yang menyampaikan bahwa jika seorang perempuan direkrut oleh organisasi Oktar, maka mereka akan kehilangan kontak dengan keluarganya dan pihak keluarga tidak akan pernah bisa bertemu dengan mereka.
Saat memberikan bukti dalam penyelidikan polisi pada 1999, mereka mengklaim bahwa para perempuan yang direkrut itu kemudian akan dibujuk untuk berpartisipasi dalam kegiatan seks dan kegiatan tersebut akan difilmkan atau difoto.
Belakangan foto atau video akan digunakan untuk mengancam mereka yang mencoba untuk meninggalkan atau pun menentang kelompok sekte tersebut.
Ketika itu, Ebru Simsek, seorang model Turki menuduh organisasi pemujaan ini telah memerasnya dengan menggunakan ancaman video seks.
Menurut bekas anggota organisasi, apabila seorang perempuan menikah dengan Oktar maka dia akan menjadi 'saudara perempuan' dan setelah menjadi 'saudara perempuan', tak seorang pun dari 'murid' laki-laki Oktar -yang diberi sebutan 'singa'- diizinkan untuk melakukan hubungan seksual dengan mereka.
Bekas anggota ini juga mengatakan, jika anggota tidak menjadi 'saudara perempuan', maka ia akan menjadi 'motor', sebuah istilah populer untuk menggambarkan perempuan yang tidur dengan banyak laki-laki.
Anggota laki-laki dari kelompok organisasi Oktar diperbolehkan mendekati mereka dan melakukan hubungan seks.
Atas klaim-klaim ini, di masa lalu Oktar mengatakan bahwa ini semua adalah serangan terhadap dirinya dan organisasinya, sebagai bagian dari konspirasi global, yang digalang oleh lembaga intelijen Inggris.

Sahabat Israel
Meski mengkritik agama Yahudi, Oktar memiliki hubungan yang baik dengan Israel dalam beberapa tahun belakangan.
Baik dirinya maupun para pengikut organisasinya mengunjungi Israel dalam berbagai kesempatan dan telah bertemu petinggi pendeta Yahudi dan juga para politisi.

Pejabat senior Israel juga membalas kunjungan ini dengan menjumpai Oktar di Turki.
Yang pernah bertemu Oktar di Turki antara lain adalah Ayoub Kara, menteri komunikasi Turki dan anggota parlemen Israel dari Partai Likud.
Kara tampil di stasiun TV milik Oktar, dengan mengatakan, "Saya sangat senang ketika saya di sini di Turki, mendengarkan (Oktar)".
Senada dengan Kara, rabi utama Tel Aviv, Yisrael Meir Lau, di acara TV Oktar mengatakan, "Saya ingin berterima kasih (kepada Anda) atas sambutan yang hangat ini, terima kasih atas undagannya dan terima kasih sudah diberi kesempatan untuk bertemu."
Setahun lalu Oktar mengirim delegasi untuk mengunjungi parlemen Israel, Knesset, bertemu dengan para pejabat senior dan diperkenalkan secara langsung kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
https: img.okeinfo.net content 2018 07 16 18 1922812 siapa-adnan-oktar-alias-harun-yahya-penceramah-islam-yang-dituduh-punya-budak-seks-d5uZSLz8DO.jpg Foto: Facebook.
Sumber Berita : https://news.okezone.com/read/2018/07/16/18/1922812/siapa-adnan-oktar-alias-harun-yahya-penceramah-islam-yang-dituduh-punya-budak-seks?page=4

Re-Post by MigoBerita / Rabu/18072018/10.20Wita/Bjm 

AYO pakai aplikasi LAPOR

SP4N LAPOR ! Inovasi Gerakan Sadar Lapor

KabarKalimantan, Banjarmasin – Demi pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Kota Banjarmasin meluncurkan pencanangan gerakan sadar lapor di Siring Menara Pandang, Banjarmasin, Minggu (15/7/2018).
LAPOR merupakan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) yang diluncurkan serentak di tujuh kota yakni, di Jakarta, Surabaya, Makassar, Palembang, Bandung, Cirebon dan Banjarmasin.


Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor, diwakili Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Siswansyah mengatakan, hadirnya sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik nasional ini merupakan suatu inovasi yang sangat produktif, serta searah dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, melalui sistem ini, pemerintah dapat secara cepat memetakan kebutuhan layanan masyarakat dengan menyediakan akses dan sekaligus memangkas birokrasi yang dapat memperlambat proses pelayanan.
“Untuk itu, bagi seluruh masyarakat khususnya yang hadir pada kesempatan ini, saya berpesan, manfaatkan momen ini untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya. Sehingga, seluruh masyarakat dapat berperan aktif menciptakan pelayanan publik yang berkualitas,” ucap Siswansyah.
Sementara itu, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Pelayanan Publik wilayah II Jeffrey Erlan Muller mengatakan, dengan adanya SP4N-LAPOR ini, masyarakat diberikan kesempatan lebih luas lagi, khususnya dalam meningkatkan partisipasi publik dan juga berbagai kebijakan masyarakat.
Jeffrey menambahkan, LAPOR ini memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengawasi bagaimana menyelenggarakan pelayanan publik itu dilakukan dan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya secara langsung.
“Ruang-ruang inilah yang bisa kita gunakan dengan berbagai macam media sosial dan sarana lainnya,” ucapnya.
Selain itu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menuturkan, semua pengaduan ditindaklanjuti dengan cepat dan tuntas, ini untuk mewujudkan pemerintahan yang responsip dan meningkatkan kepercayaan masyarakat termasuk kemudahan pelayanan publik.
“Program ini bisa menjadi salah satu kanal yang paling lancar arus informasinya. Sehingga masyarakat sudah terbiasa dan akan terus kami sosialisasikan. Jika ada permasalahan silahkan lapor ke SP4N-LAPOR, baik secara nasional atau kanal aplikasi lainnya,” pungkas Ibnu.
Sementara itu, adapun cara agar masyarakat Kalimantan Selatan bisa menyampaikan aspirasinya dapat melalui cara sms dengan mengetik LAPORPAMAN(spasi) isi aduan atau  BANJARMASIN(spasi) isi aduan dan kirim ke 1708, atau bisa download aplikasi LAPOR! Lewat ponsel anda di www.lapor.go.id atau di Google Play.
Sumber Berita : https://redkal.com/sp4n-lapor-inovasi-gerakan-sadar-lapor/










Re-Post by MigoBerita / Selasa/17072018/10.46Wita/Bjm 

Setelah viral "Lalu Muhammad Zohri", ternyata ada Atlit KalSel asal Banjarmasin yang Mendunia atas nama Fauzan Noor

Danrem Antasari Ajak Warga Kalsel Peduli dengan Prestasi Dunia Fauzan Noor

MEMBACA pemberitaan di media massa serta viral di tengah masyarakat Kalimantan Selatan, Danrem 101/Antasari Kolonel Inf Yudianto Putrajaya berinisiatif mengundang Fauzan Noor ke kediaman dinasnya, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (16/7/2018) malam.
FAUZAN Noor merupakan anak muda asal Kalsel yang meraih titel jawara pada kejuaraan dunia karate tradisional yang dihelat di Praha, Republik Ceko, pada Januari 2018 lalu.
Kolonel Inf Yudianto Putrajaya mengatakan, pihaknya tergugah atas prestasi Fauzan yang berhasil mengharumkan nama bangsa di dunia internasional. “Sebelumnya saya tidak tahu, kemudian ada pemberitaan terkait Fauzan. Saya perintahkan Dandim untuk mencari informasinya. Fauzan membawa nama harum daerah serta bangsa dan negara. Saya memberikan apresiasi terhadap Fauzan,” katanya.


Beberapa waktu lalu, pihaknya memberikan pembekalan bela negara bagi ratusan preman dan pengangguran. “Lalu, kenapa kita tidak peduli kepada satu orang?” ucap perwira menengah tinggi TNI AD yang akrab disapa Putra ini.
Ditegaskan Putra apa yang dilakukannya berdasarkan ketulusan dan keikhlasan. “Kami akan mencari peluang yang terbaik. Orang tua Fauzan ingin anaknya menjadi abdi negara. Kita lihat Tuhan mengisyaratkan apa. Dengan prestasinya, ia menjadi orang yang baik. Saya bangga melihat dia berprestasi, sebab tidak semua orang biasa seperti dia,” bebernya.
Fauzan mengucapkan terima kasih atas perhatian Danrem 101/Antasari. Ia berharap Danrem 101/Antasari bisa membantunya. “Dulu saya pernah memasukkan lamaran di Satpol PP Banjarmasin, tapi ditolak dengan alasan tidak ada penerimaan. Katanya, kalau ada yang kosong bisa diterima, tapi sampai sekarang tidak ada kabarnya lagi,” katanya.

Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/07/16/danrem-antasari-ajak-warga-kalsel-peduli-dengan-prestasi-dunia-fauzan-noor/

Dana Pembinaan Seret, Atlet Berprestasi Seperti Fauzan Noor Bertebaran di Kalsel

NAMA Fauzan Noor, hanya satu dari segudang atlet berpretasi asal Kalimantan Selatan yang membawa harum nama daerah. Namun, begitu pemuda asal Banjarmasin berusia 21 tahun ini menjuarai Kejuaraan Karate Tradisional Dunia di Praha, Republik Ceko, pada Januari 2018 lalu, sorotan pun tertuju kepada atlet tersebut.
KETUA Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) Kalimantan Selatan Gusti Perdana Kusuma mengungkapkan wajar jika Fauzan Noor dikirim mewakili Indonesia, karena sebelumnya keluar sebagai juara dalam Kejuaraan Karate Tradisional Asia Ocenia 2017 di IPDN Jatinangor, Jawa Barat, pada 12-13 Agustus 2017 lalu.
Dalam even berskala internasional itu, tim Korda FKTI Kalsel menyabet juara umum dengan raihan lima medali emas, lima perak dan empat perunggu. Fauzan Noor hanya salah satu dari tim yang diutus Kalsel, karena wakil Banua lainnya seperti Gusti Yuliyandhi Putra Kasuma Dan II meraih titel juara. Belum lagi, nama Fikriyan Hidayat dan Rifki Maulana serta atlet muda lainnya.
“Jadi, kalau bicara prestasi di karate tradisional, Kalsel menjadi barometer Indonesia. Sebab, beberapa kali keluar sebagai juara umum. Makanya, nama Fauzan Noor itu melejit, karena meraih juara dunia, kalau juara nasional sudah sering diraih atlet Kalsel,” kata Gusti Perdana Kusuma kepada jejakrekam.com, Senin (16/7/2018) malam.
Menurut Perdana, sangat wajar ketika sorotan negeri ini terhadap anak Indonesia yang berprestasi tak seperti Lalu Muhammad Zohri, sprinter kelas dunia asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjuarai nomor sprint 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia.
“Sebab, sprint atau lari cepat 100 meter itu masuk cabang olahraga resmi Indonesia, jadi ketika juara apalagi juara dunia, tentu akan mudah diketahui. Sedangkan, karate tradisional di bawah binaan FKTI memang tak masuk dalam cabang olahraga di bawah KONI,” ucap mantan anggota DPRD Kalsel ini.
Tak mengherankan, dana pembinaan FKTI bagi atlet berprestasi semacam Fauzan Noor, nyaris tak ada. Gusti Perdana pun mengakui kerap mengocek kantong pribadi untuk memberangkatkan para atlet untuk mengikuti berbagai kejuaraan. “Sebetulnya di Kalsel ini banyak yang jadi juara, tapi tak seheboh Fauzan Noor. Ya, karena dia meraih juara dunia. Kalau juara nasional, banyak di Kalsel,” seloroh Dana-sapaan akrabnya.
Ketua Bidang Organisasi Pembinaan Prestasi KONI Kalsel ini mengakui kalau FKTI tidak diterima lagi sebagai anggota KONI, induk dari semua organisasi cabang olahraga berprestasi. Kini, FKTI berada di bawah pembinaan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI). “KONI menganggap tak boleh ada dua induk organisasi cabang karate. Makanya, yang diakui hanya Forki, dan FKTI sekarang gabung ke FORMI,” tuturnya.
Alhasil, dana pembinaan yang berasal dari APBN atau APBD tak lagi dinikmati FKTI, termasuk di Kalsel. Menurut Dana, semua usulan dana pun ditolak dari KONI, karena semua organisasi cabang olahraga wajib berinduk ke lembaga otoritas keolahragaan nasional itu.
“Makanya, sekarang kami berharap agar FORMI Kalsel bisa mengakomodir segala pembinaan terhadap atlet berprestasi, ya seperti Fauzan Noor. Dulu, pernah kami waktu mengikuti kejurnas tahun 2017 lalu, pernah dibantu hanya Rp 7 juta, padahal biayanya mencapai Rp 30 juta. Ya terpaksa, harus nombok,” pungkas Dana.

Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/07/16/dana-pembinaan-seret-atlet-berprestasi-seperti-fauzan-noor-bertebaran-di-kalsel/

Harumkan Nama Bangsa, KONI Banjarmasin Pastikan Walikota Ibnu Sina Bantu Fauzan

NAMA Fauzan Noor, atlet karate muda yang menjuarai Kejuaraan Dunia Karate Tradisional di Praha, Republik Ceko, pada Januari 2018 lalu, mendadak jadi perhatian publik. Ini dikarenakan, dia bersama sang pelatih, Mustafa harus berangkat ke Benua Eropa itu dengan modal pinjaman dari para sponsor, tanpa ada bantuan dari pemerintah daerah atau lembaga semacam Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI).
KETUA KONI Kota Banjarmasin, Djumadri Masrun mengaku telah mengecek keberadaan Fauzan apakah terdaftar sebagai anggota Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kota Banjarmasin atau Provinsi Kalimantan Selatan.
“Nah, waktu berangkat ke Republik Ceko itu, Fauzan itu atas nama perguruan mana? Ini yang sedang kami lacak. Dari informasi sementara, ternyata Fauzan bukan anggota Forki Banjarmasin maupun Kalsel,” ucap Djumadri Masrun kepada jejakrekam.com, Senin (16/7/2018).
Sebab, menurut Djumadri, ada beberapa perguruan karate yang terdapat di Kalsel di bawah pembinaan Forki seperti Inkai, Inkado, Lemkari dan lainnya. “Nah, dari penelusuran ini, kami meyakini Fauzan ini di bawah pembinaan Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) Kalsel, yang diketuai Gusti Perdana Kesuma. Memang, FKTI bukan anggota KONI,” kata mantan anggota DPRD Kalsel ini.
Dia menepis anggapan jika organisasi induk olahraga ini tak memperhatikan atlet muda berbakat semacam Fauzan. Namun, menurut Djumadri, KONI Banjarmasin juga tak mendapat pemberitahuan dari induk cabang olahraga jika ada anggotanya berangkat mengikuti kejuaraan dunia semacam Fauzan.
“Nah, kalau organisasi yang menaungi Fauzan adalah FKTI, ya wajar kalau KONI tidak tahu. Yang pasti, dari komunikasi dengan Pak Walikota Banjarmasin (Ibnu Sina) akan siap membantu Fauzan yang telah mengharumkan nama daerah di kancah internasional,” tutur Djumadri.
Ia mengungkapkan saat ini ada 36 cabor yang dibina KONI dengan alokasi anggaran mencapai Rp 3,4 miliar dari APBD Banjarmasin 2018. Dana ini diakui Djumadri, telah disalurkan ke cabang-cabang olahraga yang tengah menghelat kompetisi. “Memang tidak banyak yang diterima masing-masing cabor, tapi tetap dibagi-bagi sesuai kebutuhan mereka,” ucap Djumadri.
Politisi PAN ini menegaskan untuk penghargaan prestasi Fauzan yang menjuarai even internasional di Praha, Republik Ceko, telah disikapi Dinas Pemuda dan Olahraga Banjarmasin serta Walikota Ibnu Sina. “Yang pasti, dari komunikasi dengan Pak Wali, beliau siap membantu. Ini komitmen kami bagi atlet asal Banjarmasin seperti Fauzan,” tandasnya.

Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/07/16/harumkan-nama-bangsa-koni-banjarmasin-pastikan-walikota-ibnu-sina-bantu-fauzan/

Re-Post by MigoBerita / Selasa/17072018/09.41Wita/Bjm

FREEPORT telah "direbut" hingga Neno Warisman dan Abu Jibril yang "Anti Jokowi" dan Guru Sekumpul kembali "Dibela"

Tolak Radikalisme dan Penghinaan Terhadap Ulama Aswaja, Ini Empat Poin Petisi Itu

PETISI yang diteken puluhan ribu umat Islam untuk membela para ulama, khusus Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani yang dikenal dengan sebutan Guru Sekumpul Martapura, benar-benar melibatkan para tokoh lintas Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.
AKSI yang dimulai dengan menggelar shalat Zuhur dan Ashar berjamaah di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Kamis (12/7/2018), dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran, serta amalan yang diajarkan ulama-ulama ahlul sunnah wal jamaah (Aswaja).
Di atas surat pernyataan bermaterai Rp 6.000, sang penggagas Sayyid Ahmad Hanafi Bahasyim membubuhkan tandatangan serta didukung sekitar 20 tokoh ulama dari berbagai daerah, seperti Habib Rizky Banjarmasin, H Kamran Tanah Bumbu, H Syarifuddin Tanah Laut, Hasan Kalteng, Syarif Ahmad Al Idrus, H Akhwan Tanjung, H Haris Fadilah, H Ahmad Mubarak,  HM Bayani, Habib Alwi Ba’bud, Guru Saman (kaltim),  KH M Abdul Hamid, H Abdul Rahim (Balikpapan, Kaltim), M Haidhar (Kandangan), H Syarifuddin Balangan, dan HM Affan HR Barabai.



Tergabung dalam Pencinta Ulama Aswaja Kalsel, para ulama dan habaib pun membuat petisi yang berisi empat pernyataan, yakni :
  1. Menolak segala bentuk ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
  2. Menolak paham radikalisme.
  3. Menolak segala bentuk fitnahan daam bentuk apapun kepada para ulama dan habaib, yang berpedoman kepada itiqod ahlul sunnah wal jamaah (aswaja) yang berlandaskan kepada Alquran, Hadits, Ijma Ulama dan Qiyas.
  4. Saling menciptakan suasana yang aman, kondusif di dalam kebebasan beragama.
Para penandatangan petisi ini dimaksudkan dapat digunakan sebagaimana mestinya dan bermanfaat sebagai kekuatan hukum tetap di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/07/12/tolak-radikalisme-dan-penghinaan-terhadap-ulama-aswaja-ini-empat-poin-petisi-itu/

Jaga Marwah Guru Sekumpul, Ribuan Umat Islam Kalsel Bikin Petisi

SERUAN agar umat Islam di Kalimantan Selatan dan sekitarnya, bersatu membela marwah Syekh Zaini Abdul Ghani yang dikenal dengan sebutan Guru Sekumpul, diwujudkan dengan ribuan jamaah memutihi Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Kamis (12/7/2018).
MEREKA mengikuti shalat Zuhur hingga Ashar berjamaah untuk membuktikan bahwa umat Islam di Kalsel berada di garda pendukung almarhum Guru Sekumpul yang dalam beberapa video ustadz-ustadz muda terkesan melecehkan ulama kharismatik asal Martapura itu.
“Petisi yang ditandatangani ribuan jamaah ini di atas kain putih serta surat pernyataan ini sebagai bentuk kecintaan kami kepada ulama Kalsel, khususnya lagi almarhum Guru Sekumpul,” ucap sang penggagas petisi, Habib Ahmad Hanafi Bahasyim kepada wartawan di ruang Sekretariat Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin.

Dia menegaskan upaya silaturahmi umat Islam khususnya dari Banjarmasin, Martapura, Banjarbaru, Samarinda (Kaltim), Palangka Raya (Kalteng) serta daerah lainnya untuk menekan keributan antar jamaah, khususnya umat Islam. Terutama, menurut Habib Ahmad Hanafi Bahasyim, terhadap beredarnya ceramah-ceramah yang terkesan melecehkan Guru Sekumpul, terutama dilakoni para ustadz-ustadz muda dari kelompok tertentu.
“Contohnya, ada foto Abah Guru Sekumpul yang dibuat mainan di medsos. Kita semua melindungi ulama-ulama kita, sebab mereka adalah panutan bagi kita, terkhusus lagi Abah Guru Sekumpul,” kata Habib Hanafi Bahasyim.
Dia memastikan tak hanya menggalang petisi, tindakan penghinaan terhadap ulama Kalsel, khususnya Guru Sekumpul juga tengah didata. “Para pelakunya akan kita laporan ke aparat penegak hukum. Petisi yang digalang pada hari ini adalah bertujuan untuk melindungi ulama ahlul sunnah wal jamaah,” tegas Habib Hanafi Bahasyim.
Ia pun mengungkapkan aksi dukungan dan penggalangan petisi ini juga didukung Imam Masjid Raya Sabilal Muhtadin, KH Saiful Rahman, Habib Hasan Al Kaff serta 20 tokoh utama ulama dari berbagai daerah Banjarmasin, Martapura, Samarinda, Palangka Raya dan lainnya.

Salah satu jamaah yang ikut membubuhkan tanda tangan seperti Herman mengatakan sangat antusias untuk menjaga marwah Guru Sekumpul yang terus dilecehkan dan dihina ustadz-ustadz muda dari video yang beredar di medsos.
“Tercatat, ribuan  jamaah yang menandatangani petisi di atas kain putih sepanjang 10 meter. Ini bentuk dukungan kami dan bentuk kecintaan kepada ulama kita, khususnya Abah Guru Sekumpul,” kata Herman.

Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/07/12/jaga-marwah-guru-sekumpul-ribuan-umat-islam-kalsel-bikin-petisi/

ABU JIBRIL & TERORISME

Sepak terjang Abu Jibril dalam radikalisme dan terorisme sudah sangat lama..
Nama aslinya Fihiruddin Muqti. Dia asli Lombok. Dan ilmu agamanya dia dapat dari Abdullah Sungkar, pengelola pesantren Ngruki Solo.
Bersama Abu Bakar Baasyir, mereka ingin membangkitkan kembali gerakan DI/TII. Dan tahun 1985 mereka kabur ke Malaysia, kemudian tertangkap. Di Malaysia mereka mengubah nama gerakan mereka menjadi Jamaah Islamiyah. Gerakan ini mengirim banyak pengikut mereka untuk ikut perang di Afghanistan.
Anak Abu Jibril sendiri -Muhammad Jibriel bin Abdulrahman- dikirim ke Pakistan dan bergabung bersama Osama bin Laden. Dia pernah ditahan tiga tahun karena tuduhan terorisme.
Di Indonesia Muhammad Jibril mendirikan situs arrahmah.com, situs radikal yang isinya memecah belah bangsa. Salah satu anak abu Jibril sendiri, mati di Suriah tahun 2015, bergabung dengan kelompok teroris al-Qaeda.
Dengan semua "prestasi" itu, bisa dilihat apa visi abu Jibril terhadap Indonesia dan Pancasila. Dan sekarang ia bergabung dengan gerakan lawan politik Jokowi untuk menumbangkannya karena visi Jokowi terhadap Indonesia sangat berseberangan dengannya.
Inilah yang harus kita lawan. Radikalisme dan terorisme, yang bermutasi menjadi dukungan politik untuk melebarkan sayapnya. Jika mereka menang nanti, tumbuh suburlah apa yang mereka semai sekarang ini.
Membela Jokowi bukan hanya membela sosok, tetapi membela simbol perlawanan terhadap intoleransi, radikalisme dan terorisme yang ingin mencari jalan supaya hidup di negeri ini..
Jangan sampai Indonesia nanti seperti Suriah, jika mereka berkuasa disini. Angkat secangkir kopi.
Al Qaeda Anak Abu Jibril

MEDAN PERTARUNGAN FREEPORT

Tanpa keributan berarti, mayoritas saham Freeport sudah berhasil kita kuasai. "Saya telah mendapatkan laporan bahwa holding industri pertambangan kita, PT Inalum, telah mencapai kesepakatan awal dengan Freeport pengolahan untuk meningkatkan kepemilikan kita menjadi 51 persen dari yang sebelumnya 9,36 persen. Alhamdulillah," begitu kata Jokowi seperti dimuat di media-media.
Jokowi patut bersyukur.
3,5 tahun waktu diperlukan untuk negosiasi mendapatkan Freeport kembali. Dan itu bukan pekerjaan mudah. Freeport Mc Moran sebagai pemegang saham terbesar di Freeport tentu tidak mau menyerahkan tambang itu kepada Indonesia begitu saja. Mereka menebarkan banyak ancaman melalui pengamat-pengamat yang dibayar bahwa Indonesia bisa rusuh jika merebut miliknya.
Belum lagi pesimisme yang ditebar bahwa tambang Freeport sudah tidak ada lagi emasnya sehingga Indonesia rugi jika mengeluarkan dana triliunan rupiah untuk membeli saham mayoritas.
Freeport bahkan melakukan pemecatan kepada 3000 karyawannya sebagai bagian dari gertakan itu, berharap ada imbas kepada pemerintah pusat supaya berfikir ulang untuk merebut tambangnya.
Tapi yang tidak dihitung oleh Freeport adalah bahwa tambang itu sudah menjadi sebuah simbol. Simbol kedaulatan Indonesia di tanahnya sendiri. Inilah yang membuat Jokowi bersikeras untuk "merebutnya", tentu dengan melalui negosiasi diatas meja.
Panglima terbaikpun disiapkan. Mulai Ignasius Jonan dipanggil kembali menjadi Menteri, sampai Sri Mulyani turun tangan.
Dan berhasil. Freeport mengalah untuk menjual sahamnya sebesar 51 persen. Kepemilikan mayoritas ini menandakan Indonesia berkuasa atas segala keputusan didalamnya.
Siapapun tahu, tidak mudah mengambil alih Freeport. Kontrak-kontrak sejak lama dikunci supaya Indonesia tidak bisa memiliki. Lobi-lobi politik dan uang bertebaran untuk menghalangi niat pemerintah dalam gerakannya.
Tapi Jokowi membuktikan bahwa dialah macan Asia sebenarnya. Tanpa perlu menepuk dada, ia dengan halus berhasil membuat nama Indonesia harum kembali dimata Internasional.
Penanda-tanganan kesepakatan antara PT Inalum sebagai wakil pemerintah dan Freeport, adalah sebuah sejarah yang harus dicatat oleh generasi muda. Bahwa ada orang-orang yang tidak mementingkan diri sendiri dan berjuang demi bangsa. Mereka bisa saja kaya raya jika mau disuap, tapi mereka tahu bahwa tinta hitam suatu saat akan mencoreng mereka jika melakukan itu.
Indonesia adalah bangsa yang besar jika diisi orang-orang seperti ini.
Angkat secangkir kopi untuk para macan asia ini.
Inalum Penandatanganan

HUTANG UNTUK BELI FREEPORT

"Hutang lagi. Hutang lagi. Beli Freeport aja pake hutang. Yang dibanggain apanya?? Hutang makin bengkak. Indonesia bisa bangkrut !!"
Tulis seorang teman di dinding facebooknya. Hari-harinya memang begitu, penuh dengan kenyinyiran yang sempurna.
Saya tersenyum bacanya. Baginya Jokowi sama sekali gada baiknya. Sama seperti ia melihat mertuanya yang menuntut ia untuk cari kerja, jangan hanya nongkrong di rumah saja.
Ingin saya menjelaskan. Tapi mana dia mau ngerti?? Wong namanya sudah benci. Ah, tapi siapa tau mertuanya baca. Mertuanya membela saya. Bukan karena suka, tapi karena ia lebih benci pada menantunya.
Gini saya jelasin kepada bapak mertua..
Yang mengambil 51 persen saham Freeport adalah PT Inalum, perusahaan pelat merah. Sebenarnya Inalum tidak sendiri, tetapi dia adalah pemimpin dari 3 perusahaan BUMN khusus untuk pertambangan. Mereka menamakan gabungan ini sebagai holding.
Nah, dana dari gabungan perusahaan ini dikumpulkan ada sekitar 88 triliun rupiah. Besar sekali. Dan khusus untuk pengambil alihan saham Freeport, Inalum grup menyediakan dana sebesar 21 triliun rupiah.
"Berapa sih dana untuk mengambil 51 persen saham Freeport ?"
Dari hitung-hitungan, total dana yang harus disiapkan sekitar 54 triliun rupiah.
Wah, berarti Inalum grup kurang 33 triliun rupiah lagi dong? Darimana dana sisanya?
"Pasti pake hutang!" Suara mertua temanku terdengar keras sambil melirik menantunya yang pura-pura sibuk cuci celana. Saking gagapnya, temanku malah mencuci celana dalam ibu mertuanya. Pantas, suaminya marah..
Ya pak mertua, betul. Inalum grup akhirnya hutang. Lebih tepatnya, ditawarin hutang.
"Lha, siapa memangnya yang jaman segini nawarin hutang?? 33 triliun lagi. Kan gede tuh?? Segede biji menantu gua.." Kata mertua sinis, sambil nyindir2 menantunya.
Ada. 11 bank siap memberikan hutang kepada Inalum grup sebesar 33 triliun rupiah. Nah, Inalum tinggal milih tuh, bank mana saja yang bisa memberikan bunga paling rendah. Kan enak..
"Kok bisa? Gimana bayarnya??"
Inilah yang orang banyak tidak tahu. Direktur Freeport McMoran sendiri mengatakan, bahwa dengan kepastian investasi dan operasi sampai tahun 2041, Indonesia bisa mendapatkan untung lebih dari 860 triliun rupiah..
Woww, 860 triliun ??
Dari tahun 2018 ke tahun 2041, ada waktu 23 tahun.
Jadi, kalau 860 triliun dibagi 23 tahun, maka setiap tahunnya Indonesia bisa untung hampir sekitar 35 triliun rupiah.
Jika bisa untung segitu, berarti hutang 33 triliun ke bank gak ada artinya. Ibaratnya, setahun aja selesai tuh hutang. Sisa 22 tahun, tinggal untungnya doang. Pendapatan Indonesia jadi besar. Bisa buat bayar apa saja dan sejahterakan rakyatnya..
"Pantas bank-bank ngiler untuk ngutangin. Soalnya mereka tahu, kalau pendapatan di Freeport besar.. " Akhirnya si mertua mengerti dengan penjelasan ala anak SMP ini. Semakin mengerti, semakin benci dia sama menantunya.
Akhirnya gak tahan, si mertua laki mengangkat sarungnya. Dia berjalan mendekati menantunya yang semakin gagap dengan mencuci beha ibu mertuanya.
"Oi mantu!" Tereak si mertua. "Dengerin tuh penjelasannya. Jangan cuman tereak-tereak hutang hutang aja. Hutang gak papa. Asal bisa bayar.."
Dan mulailah pengadilan terjadi di rumah itu. "Emangnya elu, mantu. Hutang ke gua kagak pernah bayar. Penghasilan aja kagak ada. Kuota minta ma anak gua. Kerjaan nyinyir ke pemerintah. Titel doang sarjana. Ngapain kek elu. Jual jual diri gitu. Kan lumayan meski tampang lu murah..."
Temanku makin gugup. Dia langsung lari sambil membawa celana dalam ibu mertuanya.
"Hei kampret. Lu bawa lari kemana celana istri gua?? Mau lu guna-guna??" Mereka tampak kejar-kejaran sepanjang gang rumah.
Saya tersenyum sambil seruput secangkir kopi. Hidup ini memang indah..
Inalum Tanda Tangan Freeport-Indonesia
Sumber Opini : https://www.dennysiregar.com/2018/07/hutang-untuk-beli-freeport.html

FREEPORT BISA GRATIS, NGAPAIN BAYAR?

"Ngapain beli saham 51 persen?? Tunggu tahun 2021 aja, Freeport sudah 100 persen milik kita. Gratis lagi. Jokowi buang-buang uang!!".
Pagi-pagi tulisan teman saya si mantu muncul lagi. Rupanya dia fesbukan sambil sembunyi diatas genteng. Mertua lakinya nyari di bawah kesana kemari.
Memang secara kontrak, ijin Freeport akan habis di tahun 2021. Dan pemerintah Indonesia bisa tidak meneruskan ijin itu kalau mau, apalagi Freeport sering melanggar janji untuk membayar hak negara.
Dan jika pemerintah tidak meneruskan kontrak, berarti tambang tutup. Freeport hengkang dari bumi Indonesia dan 100 persen tambang jadi punya kita.
"Emangnya kite bisa garap, woi mantuu ?" Teriak si mertua yang baca status mantunya.
Dia pagi ini gemas, karena selain celana dalam istrinya dibawa lari, dompetnya juga. Padahal isi dompet tinggal ceban doang, cuman cukup buat beli kuota.
"Elu aja, mantu, gua tinggalin bengkel. Noh, peralatan ada, tempat ada, cuman elu skill kagak ada. Kerjaan elu cuman ngeceprok di bengkel sambil bayangin warisan gua. Bengkel gua tinggalin seminggu, hancur kagak ada yang mampir.
Gimane Freeport? Itu tambang bukan sembarang tambang. Peralatan mereka khusus dan mahal. Kalo kontrak gak diperpanjang, trus mereka pulang, siapa yang garap? Mau nunggu orang laen yang garap? Butuh waktu 5 tahun lagi, baru orang lain bisa ngerjain tambang itu. Lu kira gampang, kulkas bekas?".
Si mertua laki histeris. Istrinya teriak-teriak dari kamar mandi nanyain celananya. Dia gak bisa keluar, kan malu masa telanjang. Mending kalo bodi masih bagus, ini sudah awut2an..
"Itu di Freeport ada 33 ribu karyawan, tu. 90 persennya pekerja Indonesia. Trus mereka mau dipecatin gitu ?? Rusuh tuh Papua. Orang lapar lu suruh puasa. Papua rusuh, Amerika ikut maen. Mereka juga gak rela investasi mereka di Freeport sia-sia. Bisa kacau Indonesia kayak tahun '65 kalau kita mau maen keras2an kayak gitu..."
Dari kamar mandi teriakan ibu mertua makin kencang. Ditambah gedor-gedor pintu segala. Mertua laki makin histeris, soalnya pake ancaman entar malam gak dapat jatah.
"Belum lagi Freeport pasti bawa masalah ini ke pengadilan Internasional. Kita harus keluar duit lagi untuk bayar pengacara mahal. Dan sesudah tahunan berperkara, kita bisa kalah.
Iklim investasi pasti goncang. Indonesia bisa gak dipercaya investor kalau gini, kagak ada jaminan investasi aman. Rupiah pasti terpuruk karena investor tarik uang dollarnya pulang.
Elu sih senang. Kerjaan cuman ngupil doang, berharap Indonesia rusuh, trus elu demo. Pulang-pulang bawa nasi bungkus, lu bilang habis kerja.. Kerja apaann ?? Cuman tereak2 doang modal gamis ma sorban. Itu juga mukenah istri gua lu pake ke jalan.."
Tiba-tiba terdengar suara genting pecah. Rupanya atap rumah gak tahan menahan bobot temanku si mantu yang naudzubillah. "Brakkkkk!!!" Si mantu terjun bebas ke bawah.
Entah Tuhan punya rencana, si mantu jatuh tepat di kamar mandi dimana emak mertua sedang gak pakaian. Makin menjerit si emak liat mantu jelek melongo kebingungan, dikira dia sekarang sudah di surga bersama bidadari di kayangan. Tapi bidadari kok kisut gitu, pikirnya.
Gemparlah satu kelurahan. Tidak lama ada yang mem-videokan dan menyebarkan di fesbuk dengan caption, "Viral! Seorang menantu pengangguran hendak memperkosa ibu mertua disaat suaminya tidak ada!!". Komen-komenpun berhamburan, "Astaghfirullah, menantu kurang ajar!! Semoga mendapat hidayah!!".
Bahkan ada komen, "Menantu itu pasti Syiah! Syiah bukan Islam!!" Apa hubungannya coba?
Ah, ada ada saja. Mending kuseruput kopi dulu sambil menikmati hidup yang sederhana..
Papua Jonan, Sri Mulyani dan Freeport
 
Re-Post by MigoBerita / Jum'at/13072018/10.26Wita/Bjm