» » » » » » Blunder KAMMI yang demo anti kenaikan Harga BBM Non Subsidi di KalSel, Lalu organisasi apakah KAMMI itu ?

Blunder KAMMI yang demo anti kenaikan Harga BBM Non Subsidi di KalSel, Lalu organisasi apakah KAMMI itu ?

Penulis By on Senin, 09 Juli 2018 | No comments

MigoBerita-Banjarmasin- Mungkin semua orang di Indonesia hingga dunia akan senang bila kepentingannya dibela habis-habisan, akan tetapi kalau bertujuan politik dan lain sebagainya akan mudah dilihat dan dibaca.
Kita tahu bersama kenaikan BBM Non Subsidi terjadi karena pengaruh dan dampak politik luar negeri khususnya Amerika dengan Dollarnya dan Eropa dengan Euronya, apalagi ditambah dengan gejolak perang di Timur Tengah yang terkenal sebagai Lumbung Minyak Dunia yang sampai hari ini masih terus bergejolak dan ini mempengaruhi Harga Minyak Dunia, hingga imbasnya ke Indonesia, Namun untuk Minyak Bersubsidi tetap dibantu oleh Pemerintah Indonesia. Namun sangat disayangkan "Blunder'' yang dilakukan dengan Aksi Demo yang ingin harga BBM Non Subsidi tidak naik, karena hal itu seperti ingin "Memprovokasi" masyarakat untuk "Tidak menyukai" pemerintahan Jokowi -JK saat ini, padahal sudah jelas, kalau harga BBM Non Subsidi itu bisa Naik dan bisa Turun sesuai mekanisme Pasar Dunia dan Pengaruhnya.
Untuk itu, agar kita mengetahui selayang pandang organisasi KAMMI ada baiknya membaca beberapa artikel berita dibawah ini, sehingga kita paham mengapa KAMMI begitu ngotot "Demo".
(MFF/KNY/R/AR/MigoBerita/Selasa/10072018/11.30Wita/Bjm)


KAMMI Minta Legislator Kalsel Sampaikan Aspirasi Rakyat Tolak Kenaikan Harga BBM

SENIN (9/7/2018), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menyambangi DPRD Kalsel guna menyampaikan aspirasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Mereka ditemui Komisi II dan Komisi III DPRD Kalsel, serta Ketua DPRD Kalsel H Burhanuddin.
MEREKA menyampaikan aspirasinya menolak kenaikan harga BBM, dan meminta transparansi kenaikan harga BBM yang dinilai makin menambah kesengsaraan rakyat.
Ketua Komisi III DPRD Kalsel H Supian HK kepada wartawan menyatakan, kenaikan harga BBM lebih disebabkan kurs mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, yang sudah menembus level Rp 14.500 per 1 dollarnya.
Menurutnya, kewenangan secara khusus berada di pemerintah pusat, namun DPRD Kalsel tetap menyampaikan aspirasi ini ke otoritas pengambil kebijakan.
“DPRD Kalsel tetap akan menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah pusat,” ujar Supian.
Politisi Partai Golkar ini menambahkan, terjadinya kenaikan BBM non subsidi jelas berdampak pada perekonomian secara nasional, bahkan penolakan kenaikan BBM ini tidak saja di Kalsel, tapi di provinsi lainnya.
“Kita akan lihat aksi serupa dari provinsi lain. Ini masalah nasional, bukan Kalsel saja yang harus berjuang,” katanya.
Ketua Umum KAMMI Banjarmasin M Alfiansyah mengatakan, mahasiswa tidak bertindak dengan senjata, namun dengan kata-kata yang keluar dari kemurnian hati dan kejujuran. “Perjuangan mahasiswa tumbuh manakala penguasa tak berpihak kepada rakyat,” tegas Alfiansyah.
Pihaknya menuntut wakil rakyat di Kalsel menyampaikan pernyataan sikap mereka ke pemerintah pusat.

Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/07/09/kammi-minta-legislator-kalsel-sampaikan-aspirasi-rakyat-tolak-kenaikkan-harga-bbm/

Menertawai "Lawakan" Fahri Hamzah Dan Fadli Zon Dalam Acara Keluarga Alumni KAMMI !

Sebelum penulis masuk ke inti tulisan, penulis akan membagikan informasi sekilas tentang KAMMI.
Sekilas Tentang KAMMI
KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) adalah sebuah organisasi mahasiswa muslim yang lahir di era reformasi yaitu tepatnya tanggal 29 Maret 1998 di Malang. Anggotanya tersebar di hampir seluruh PTN di Indonesia. Saat ini, kader KAMMI sudah mampu menjadi pemimpin kampus (Ketua BEM) hampir di 300 kampus.
Itulah sekilas informasi yang penulis dapatkan dari https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kesatuan_Aksi_Mahasiswa_Muslim_Indonesia.
Hal ini sesuai dengan informasi yang penulis dapatkan dari situs KAMMI yang menyebutkan bahwa KAMMI lahir didasari sebuah keprihatinan yang mendalam terhadap krisis nasional tahun 1998 yang melanda Indonesia. Krisis kepercayaan terutama pada sektor kepemimpinan telah membangkitkan kepekaan para pimpinan aktivis dakwah kampus di seluruh Indonesia yang saat itu berkumpul di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam rangka Forum Silahturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FS-LDK) X se-Indonesia. Forum ini dihadiri oleh 59 LDK yang berafiliasi dari 63 kampus (PTN-PTS) diseluruh Indonesia dengan jumlah peserta keseluruhan kurang lebih 200 orang. Momentum tersebut kemudian diambil untuk mendeklarasikan KAMMI yaitu tepatnya pada Ahad tanggal 29 Maret 1998 pukul 13.00 WIB atau bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijah 1418 H yang dituangkan dalam naskah Deklarasi Malang. Klik Sumber.
Dari situs internal KAMMI di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa KAMMI ada di seluruh Indonesia dengan "kedok" Lembaga Dakwah Kampus (LDK) !!!
Catat ya...
Jadi silahkan perhatikan siapa orang-orang LDK yang ada di kampus Anda masing-masing. Dan "pasti" mereka adalah bagian dari KAMMI !!!

Hubungan Antara KAMMI Dengan PKS
Dalam sebuah buku yang berjudul Dilema PKS: Suara dan Syariah, dimana kata pengantarnya ditulis oleh Presiden PKS saat itu (Anis Matta), Burhanuddin Muhtadi menuliskan bahwa para aktivis KAMMI 1998 percaya bahwa partisipasi dan kontribusi dalam sistem demokrasi akan mendatangkan banyak keuntungan untuk gerakan dakwah Islam.
"Tapi beberapa aktivis lain menolak ide itu. Menurut mereka, gerakan dakwah kampus cukup menjadi organisasi non-politik," tulis Burhanuddin.
Berdasarkan survei internal antar kader KAMMI, Burhanuddin menambahkan, mayoritas aktivis setuju mendirikan partai. Akhirnya, pada 20 Juli 1998, berdirilah Partai Keadilan (sekarang Partai Keadilan Sejahtera).
Jadi jelas ya bahwa mayoritas aktivis KAMMI adalah yang mendirikan Partai Keadilan (sekarang Partai Keadilan Sejahtera-PKS). Jadi sudah kelihatan bahwa KAMMI itu "bagian" dari PKS seperti yang diberitakan dalam situs https://nasional.tempo.co/read/460215/kammi-sayap-kampus-tak-resmi-pks.
Karena KAMMI adalah "bagian" dari PKS, makanya jangan heran jika alumni KAMMI mengatakan bahwa sinergi antara Fahri Hamzah dan Anis Matta dapat melambungkan suara PKS pada tahun 2019 yang akan datang. Klik Sumber.
Tolong dicatat, meskipun Anis Matta bukan Presiden PKS lagi, tetapi Anis Matta tetap sebagai salah satu pengurus DPP PKS periode 2015-2020, karena dia adalah Ketua DPP PKS dalam bidang kerjasama Internasional seperti yang dimuat dalam situs http://news.liputan6.com/read/2317445/ini-susunan-pengurus-dpp-pks-periode-2015-2020.
Jadi makin kelihatan "hubungan mesra" antara KAMMI dengan PKS...

Hubungan Antara Fahri Hamzah dengan KAMMI
Yang lagi "dihebohkan" adalah Fahri Hamzah memberikan kartu merah kepada Presiden Jokowi dalam acara musyawarah nasional Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAKAMMI) di Hotel Royal Kuningan pada Sabtu, 3 Februari 2018. Klik Sumber
Dalam acara tersebut, hadir juga Fadli Zon seperti yang terlihat dalam foto berikut ini :
Imgur

Penulis mau ngakak dulu ya ! Wkwkwkwk
Fadli Zon, Fahri Hamzah dikenal sebagai "anti" terhadap Presiden Jokowi, jadi jangan heran jika mereka memberikan kartu sesuka hati mereka. Namanya juga "haters" !!!Wkwkwk
Satu hal yang pasti, apakah Fahri Hamzah dan Fadli Zon BERANI memberikan kartu merah kepada Prabowo ???
Jadi cuekin aja opini "sesat menyesatkan" yang ingin dibentuk oleh Fahri Hamzah dan Fadli Zon dengan memberikan kartu sesuka hatinya kepada pemerintah Presiden Jokowi saat ini.
Maklum mereka kan "anti" Jokowi dan "antek" Prabowo !!! Wkwkwkwk


Lalu, dengan memberikan kartu merah kepada Presiden Jokowi dalam acara Keluarga Alumni KAMMI, apakah Fahri Hamzah mau membentuk opini bahwa mahasiswa memberikan kartu merah kepada Presiden Jokowi ???
Mahasiswa yang mana ???
KAMMI yang merupakan 'bagian" dari PKS yang merupakan partai "anti" pemerintah saat ini ???
Ya iyalah, namanya juga partai "anti" pemerintah, pastilah semua yang dilakukan oleh pemerintah salah di mata mereka !!! Wkwkwk
Lalu, kenapa Fahri Hamzah memberikan kartu merah dalam acara Keluarga Alumni KAMMI saat ini ???
Kenapa Fahri Hamzah tidak melakukan dalam acara organisasi mahasiswa yang lain, kenapa harus KAMMI ???
Jawabannya...karena Fahri Hamzah adalah deklarator dan ketua umum pertama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) seperti yang terlihat dalam situs pribadinya sendiri !!! Wkwkwk
 Imgur

Selain itu, Fahri Hamzah juga merupakan Presiden Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) seperti yang dimuat dalam situs https://nasional.tempo.co/read/819856/fahri-hamzah-terpilih-jadi-presiden-keluarga-alumni-kammi.
Jadi sudah kelihatan bagaimana "cara kerja" Fahri Hamzah ???
Beri kartu merah kepada Presiden Jokowi di acara Keluarga Alumni KAMMI dimana dia sendiri adalah Presiden Keluarga Alumni KAMMI !!! Wkwkwkw
Inikah yang dimaksud dengan membentuk opini "sesat" secara sistematis, terstruktur dan masif ???
Apakah Fahri Hamzah dan Fadli Zon "sengaja" melakukan aksi kartu sesuka hati mereka untuk menutupi "kelemahan" mereka berdua ???
Ada yang tahu apa prestasi Fahri Hamzah dan Fadli Zon untuk bangsa Indonesia saat ini ???
Ataukah "aksi" tersebut dilakukan untuk "mengalihkan" isu tentang apa prestasi Prabowo untuk bangsa Indonesia saat ini ???
Masih percaya sama Fahri Hamzah dan Fadli Zon ???
Masih percaya sama Keluarga Alumni KAMMI ???
Silahkan umat Islam dan rakyat Indonesia menilai sendiri tentang "kelakuan" Fahri Hamzah dan Fadli Zon...
Menertawai "Lawakan" Fahri Hamzah Dan Fadli Zon Dalam Acara Keluarga Alumni KAMMI !
 

Fahri Hamzah - Anis Matta Direkomendasikan KA KAMMI jadi Capres 2019

JAKARTA, NNC - Dua pentolan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah dan Anis Matta diusulkan aktivis Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ( KA KAMMI) sebagai capres dan cawapres di pilpres 2019 mendatang. Keduanya direkomendasikan oleh para aktivis yang didirikan oleh Fahri Hamzah dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas)  2018 di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Minggu (4/2/2018).
" KA KAMMI berbulat hati mengusulkan Presiden KA KAMMI, Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019 Fahri Hamzah dan Inisiator pendirian KAMMI tahun 1998 Anis Matta (Mantan Wakil Ketua DPR RI 2009-2014, untuk menjadi calon Presiden dalam Pilpres 2019," kata Sekjen KA KAMMI Rahman Toha Budiarto saat membacakan rekomendasi.
Menurut Rahman, reformasi di Indonesia sudah berjalan 20 tahun namun belum menunjukkan arah perbaikan.Bahkan, cenderung mengalami kemunduran. Untuk itu, dibutuhkan sosok pemimpin baru yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
" KA KAMMI menganggap bahwa menjelang 20 tahun reformasi ini, Indonesia perlu memperbaiki arahnya, dan akibat penyimpangan yang disebut di atas. Indonesia memerlukan arah baru dan pemimpin baru yang akan mengambil kendali perjalanan bangsa," ujarnya.
Diketahui sebelumnya,  Fahri Hamzah menilai bahwa Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang/TGB) bisa menjadi pemimpin arah baru Indonesia. Da mendukung bila PKS mengusung Anis Matta sebagai calon Presiden dan M Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang) sebagai calon wakil presiden dalam Pilpres 2019 mendatang.
Di mata Fahri Hamzh, duet Anis Matta-TGB mampu membawa arah baru Indonesia yang lebih baik, di luar capres yang ada nanti yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto.
Fahri Hamzah dan Anis Matta
Sumber Berita : http://www.netralnews.com/news/politik/read/126535/fahri.hamzah...anis.matta.direkomendasik

Presidium Alumni KAMMI Angkat Bicara Soal Pemecatan Fahri Hamzah oleh PKS

Jakarta – Presidium keluarga alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia angkat bicara terkait konflik antara Partai Keadilan Sejahtera dengan Fahri Hamzah. Maklum Fahri Hamzah adalah ketua umum pertama KAMMI yang menjabat pada tahun 1998 sampai 1999.
Presidium Nasional Keluarga Alumni KAMMI Fitra Arsil mengatakan, Fahri Hamzah adalah aset sehingga harus dijaga dan dilindungi. “Kami di keluarga alumni KAMMI, prinsip kita bangun jaringan dan bangun SDM. Salah satu yang terkait dihadapi Fahri kami menganggap semua aset kita harus lindungi dan pastikan aset-aset kita terjaga,” kata Fitra saat menggelar keterangan pers usai  Deklarasi Keluarga Alumni KAMMI Jabodetabek di Ballroom Hotel Oasis Amir, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (24/4/2016).
KAMMI, kata Fitra, akan menjaga agar Fahri tetap menjadi aset organisasi dan bangsa.  Hal-hal yang merusak merusak ketokohan dan kepemimpinan Fahri harus dihindari.
“Misalnya menghindari bahwa proses yang terjadi secara emosional sehingga merusak citra Fahri sendiri harus kita hindari karena merusak ketokohan Fahri Hamzah. Kita dukung dan hargai pengadilan,” kata Fitra.
Fahri Hamzah dipecat dari semua jejang keanggotaannya di PKS pada awal bulan ini berdasarkan rekomendari dari Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO). “Majelis Tahkim memutuskan melalui putusan No.02/PUT/MT-PKS/2016 menerima rekomendasi BPDO yaitu memberhentikan Saudara FH dari semua jenjang keanggotaan Partai Keadilan Sejahtera,” begitu keterangan resmi PKS. (Bisma Arif/Sumber Detik.com/24 April 2016)

Sumber Berita : https://www.alumnikammi.org/2018/03/20/presidium-alumni-kammi-angkat-bicara-soal-pemecatan-fahri-hamzah-oleh-pks/

Dilema Fahri, KAMMI, dan PKS

Setelah konflik yang terjadi antara Fahri Hamzah dengan PKS pada beberapa saat lalu. Lantas muncul sebuah organisasi baru yang sebelumnya tidak diprediksi akan memiliki kekuatan cukup signifikan kedepan yakni adalah Keluarga Alumni KAMMI. Jika dilihat dari namanya sudah pasti mereka yang berada didalamnya merupakan mantan kader KAMMI dan bukan pengurus aktif atau anggota KAMMI. Namun, sayangnya semenjak kemunculannya beberapa waktu lalu di hotel Oasis Senen, banyak peserta yang masih memiliki status sebagai anggota dan kader KAMMI.
KAMMI dan PKS Nampak memang tidak bisa dipisahkan. Kemunculan keduanya ditahun yang sama yakni pada 98. Melihat gerakan keduanya sebelumnya nampak saling memperkuat, namun sayangnya pasca konflik yang terjadi antara Fahri Hamzah dengan PKS, seoalah KAMMI terseret pada konflik tersebut. Maklum suka tidak suka basis pengkaderan PKS sebagian besar berasal dari KAMMI dan Fahri Hamzah merupakan Ketua KAMMI pertama.
Semenjak konflik PKS dan Fahri Hamzah ada sebuah demarkasi yang terlihat cukup jelas. Yakni mereka yang memiliki jalan perjuangan revolusioner dan mereka yang memiliki jalan perjuagan permisif. Ini menjadi jelas dimata publik melihat karakter Fahri Hamzah yang meledak-ledak. Kemudian disinkronkan dengan sikap PKS pasca pergantian presiden cukup permisif. Hal tersebut dengan membuka ruang komunikasi dengan presiden, yang notabennya PKS merupakan partai oposisi.
Konflik yang terjadi antara PKS dan Fahri memang tidak bisa diselesaikan secara hukum, karena PKS bukan hanya sebagai partai, melainkan lahir sebagai sebuah entitas masyarakat agamis yang masuk kedalam politik. Dalam tradisi yang kerap terjadi di PKS konflik terkadang tidak diperkenankan karena keputusan yang dibuat dan dikeluarkan oleh pimpinan merupakan keputusan yang wajib dijalankan. Selain itu kader PKS memang tidak terbiasa dengan dinamisasi sebagai bagaimana partai lain. Al hasil Satu-satunya cara yang mampu dilakukan Fahri Hamzah untuk dapat mempertahankan eksistensinya dihadapan publik yakni dengan cara menggunakan lembaga yang sebenarnya menjadi basis pengkaderan PKS.
Kongres Keluarga Alumni KAMMI diadakan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta 12-13 November 2016 dan Bandung 26-27 November 2016.
Sumber Berita : https://www.kompasiana.com/negeridagelan/5828a0015597734223f46038/dilema-fahri-kammi-dan-pks
 

Re-Post by MigoBerita/10072018/11.40Wita/Bjm
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya