Sinoman Hadrah merupakan kesenian
yang sangat jelas mendapat warna Islam dan bentuk kesenian yang tumbuh
dan berkembang di Kalimantan teruatama di Kalimantan Selatan.
Sinoman Hadrah terdiri dari lima
atau enam orang pendendang syair yang sekaligus penabuh rebananya,
kemudian pemutar payung ubur-ubur dan ditambah dengan penari rudat
berjumlah 20 sampai dengan 30 orang atau sesuai dengan jumlah
anggotanya sambil memegang bendera kecil berbentuk segitiga
bertuliskan huruf arab (Asmaul Husna).
Sinoman hadrah adalah kesenian yang
memadukan seni suara (qasidah) dan seni tari. Syair-syair yang
dinyanyikan berisi puji-pujian dan sanjungan kepada Rasulullah, dan juga
syair-syair yang berisikan nasehat – nasehat dan petuah, dimana pesan
pesan tersebut dilantunkan dengan penuh kegembiraan dan perasaan.
Banjarbaru, Senin (10/4). MC Kalsel/Scw / http://mckalsel.id/2017/04/11/kesenian-sinoman-hadrah-berlafazkan-islam/
Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Minggu/16042017/12.03Wita/Bjm
