Heboh! Warga Murakata Masih Takjub Fenomena Alam Hari Ini, Apa Itu?
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Warga Bumi
Murakata, Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah rupanya belum bisa move
on dari fenomena alam, yang terjadi Rabu (6/12/2017) sekitar pukul 18,30
Wita, tepatnya saat azan magrib berkumandang.
Topik ini pun masih ramai diperbicangkan. Kalimat tasbih pun banya di lontarkan nitizen Barabai.
Seperti dikatakan Norwatini, Warga jalan Surapati Kompleks Melati
Barabai. "Masya Allah, indah sekali langit senja tadi," tulisnya yang
mempsting beberapa foto yang diambil menggunakan kamera telepon genggam.
Dia pun mengaku merinding menyaksikan langit yang begitu indah, meski
terjadi hanya beberapa saat. Dia menyebutkan foto itu diambil dari depan
ATM BRI Unit Pasar Garuda Barabai.
"Bersyukurlah masih bisa melihat tanda-tanda kebesaran Allah," komentar Day't Adjha.
"Merinding melihatnya,"komentr nitizen lainnya. Namun, banyak pula
nitizen yang tak sempat menyaksikan fenomena tersebut, karena persiapan
salat magrib, serta aktivitas lainnya.
"Menyesal saya tidak sempat melihat, mungkin belum rezeky,"kata Desy
Yuliana. Bagi warga, melihat fenomena langka itu, sebuah rezeki.
"Dari langit memancar cayaha membentuk empat garis lurus, dengan warna kuning kemerahan.
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/12/06/heboh-warga-murakata-masih-takjub-fenomena-alam-hari-ini-apa-itu
Malam Ini Gerhana Bulan 2017 Masih Bisa Dilihat, Berikut Tata Cara Salat Gerhana Bulan
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Fenomena astronomi
menarik akan terjadi pada Senin (7/8/2017) malam hingga Selasa
(8/8/2017) dini hari sebagaimana diberitakan oleh Kompas.com
Gerhana bulan sebagian ini bisa disaksikan oleh warga Indonesia dari seluruh wilayah.
Ini adalah satu-satunya gerhana bulan yang bisa diamati dari Indonesia di seluruh bagian wilayah.
Ads by AdAsia
Learn More
Gerhana Bulan adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan.
Waktu kejadian Gerhana Bulan Sebagian di Indonesia ini dapat dilihat dari wilayah WIB sampai WIT.
Gerhana ini bisa diamati dari pukul 22.50 WIB dan puncaknya akan terjadi pukul 01.20 pada 8 Agustus.
Ketika ada fenomena seperti ini, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan shalat gerhana bulan.
Anjuran untuk melakukan shalat gerhana bulan juga berikan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Melalui website NU.or.id (4/8/2017) umat Islam yang melihat gerhana
tersebut dalam rentang fase kedua sampai fase keempat disunnahkan
melaksanakan shalat gerhana bulan (khusuful qamar).
Dikutip dari NU.or.id, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul
Ulama (PBNU) melansir hasil obvervasinya bahwa gerhana bulan sebagian
(GBS) akan terjadi pada Senin malam, 7 Agustus 2017 atau bertepatan
dengan 15 Dzulqa’dah 1438 H.
Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Ghazalie Masroeri mengatakan,
fenomena gerhana baik matahari maupun bulan adalah fenomena alam sebagai
bukti kekuasaan Allah.
Maka dari itu mengamati peristiwa gerhana dapat meningkatkan keimanan termasuk dengan menjalankan shalat sunnahnya.
“Lembaga Falakiyah NU mengajak kepada umat untuk melakukan pengamatan
peristiwa GBS. Kemudian menyikapinya dengan dzikir, ibadah, dan amal
saleh,” kata H Ghazalie Masroeri.
Tata cara shalat gerhana bulan sama dengan tata cara shalat gerhana matahari.
Niat Shalat Gerhana Bulan:
" Ushallii Sunnatal Khusuufil-Qomari Rak’ataini Lillahi Ta’alaa "
Artinya : (Saya niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Bulan dua rakaat karena Allah ta’ala) Berikut ini tata cara Shalat Gerhana Bulan: 1. Pertama Takbir Ihram. 2. Membaca doa iftitah, berta’awudz, membaca surat
Al-fatihah, membaca surat yang panjang seperti Al-imran, Al-baqarah dan
lainnya dengan zahr atau bersuara.
Seperti pada HR Bukhari dan Muslim berikut: “Nabi shallallahu ’alaihi
wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana." (HR. Bukhari
no. 1065 dan Muslim no. 901). 3. Takbir terus Ruku’dan disunahkan untuk memanjangkannya. 4. Kemudian bangkit dari ruku dengan mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMIDAH. 5. Lalu i’tidal membaca surat Al-fatihah, membaca surat pendek atau surat panjang lainnya. 6. Sujud, disunahkan pada saat sujud untuk berdoa akan hajat yang akan disampaikan kepada Allah SWT. 7. Duduk diantara dua sujud 8. Setelah Takbir dan itu sujud lagi.
9. Melakukan takbir dan bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at
kedua seperti bagaimana saat gerakan dan baacaan raka’at yang pertama
hanya saja dalam bacaan dan juga gerakan-gerakannya jauh lebih singkat
dari pada rakaat yang sebelumnya. 10. Dan yang terakhir setelah sujud yang terakhir melakukan Tasyahud akhir. 11. Terakhir Salam.
banjarmasinpost.co.id/kompas.com
Gerhana
Bulan langka pada 8 Oktober 2014 diabadikan dari Tangkerang, Pekanbaru,
Riau. Warna merah Bulan lebih pudar, diduga akibat pengaruh kabut asap
yang membiaskan cahaya. Videonya bisa di klik disini :