
Migo Berita - Banjarmasin - Guru Khalil Meninggal & Petunjuk Presiden tentang PPKM. Seluruh crew Migo Berita turut berbela sungkawa atas wafatnya tokoh publik di Kabupaten Banjar Sang Kyai Haji Khalillurrahman, semoga beliau diterima disisi-Nya dan yang ditinggalkan sabar dan tabah mengahadapinya. Kemudian ada juga artikel berita tentang petunjuk presiden dalam penanganan PPKM terkini, Kota Banjarmasin pun mulai PPKM level IV Senin tanggal 26 Juli 2021, namun harus dicatat dan di ingat, jangan sampai selalu terulang pemerintah kota kelihatan tidak siap, contoh ketika menyuruh daring atau pembelajaran secara online, bagaimana kesiapan murid, orangtua hingga guru ASN dan guru Honor menghadapinya terkait dengan Kuota internet dan lain sebagainya, agar jelas dan terperinci, sehingga tidak terkesan asal dijalankan aza sesuai intruksi pemerintah pusat, namun pemerintah daerah tidak berkordinasi secara detail diantara dinas terkait didaerah, sehingga akhirnya selalu pemerintah pusat yang disalahkan, ini belajar dari pernyataan pak presiden yang mengatakan bahwa hingga ujung bulan Juli 2021 dana penanganan covid hingga bansos serta ekonomi , daerah sudah menerima dana namun aksinya dilapangan kurang dari 50%..???!!! semoga membaca hingga akhir agar tidak gagal paham.
Guru Halil Mantan Bupati Banjar Wafat
INNALILLAHI WAINNAILAIHIROJIUN. Mantan Bupati Kabupaten
Banjar, KH Khalilurrahman bin KH.Salim Ma’ruf atau yang akrab disapa
Guru Halil meninggal dunia, Minggu (25/7/2021).
DIKABARKAN beliau meninggal dunia di tempat kediaman
almarhum di Martapura. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Banjar, dr Diaudin. “Telah meninggal dunia Bapak KH
Khalilurrahman sekitar pukul 09.45 Wita di rumah kediaman almarhum,”
kata Diaudin.
Kadiskes Kabupaten Banjar ini mengatakan, Almarhum sejak Kamis
(23/7/2021) sudah sakit-sakitan dan mengalami penurunan kesehatan.
“Beliau waktu malam Kamis sudah ada penurunan kesehatan, mengakibatkan
kesulitan tidur, dan dia dipastikan tidak ada gejala Covid-19,” ujarnya.
“Saat ini jenazah masih berada di rumah duka. Rencananya habis shalat
Ashar akan di makamkan di Kawasan Pakauman, di alkah keluarga yang di
dampingkan dengan makam orang tua almarhum, KH Salim Ma’ruf,” ujarnya
Guru Halil merupakan Bupati Banjar periode 2016-2021. Setelah masa
jabatannya berakhir, kepemimpinannya kemudian digantikan sang Wakil
Bupati, Saidi Mansyur yang terpilih menjadi Bupati Banjar periode
2021–2024.
Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2021/07/25/guru-halil-mantan-bupati-banjar-wafat/
Belum Termasuk Bansos, Pemkot Banjarmasin Gelontorkan Dana Rp 34 M untuk PPKM Level IV
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Banjarmasin menyiapkan anggaran
sebesar Rp 34 miliar dalam rangka penerapan Pemberlakuan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV.
DIKETAHUI, kebijakan yang memperketat sejumlah sektor ini bakal diterapkan mulai Senin (26/7) hingga Minggu (8/8) mendatang.
“Anggaran yang masuk ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Banjarmasin
sekitar Rp 34 M. Untuk seluruh SKPD,” ucap Walikota Banjarmasin, Ibnu
Sina di kediaman, Minggu (25/7).
Menurutnya, dana puluhan miliar rupiah tersebut berasal dari refocusing
atau realokasi anggaran. Kata dia, selain untuk memenuhi keperluan
pelaksanaan PPKM level IV, dana tersebut juga digunakan untuk penanganan
Covid-19 selama semester kedua.
Kendati demikian, Ibnu tak menjelaskan secara rinci ke mana saja
anggaran bakal digunakan nanti. Pastinya, dia menyebut ada tiga SKPD
yang mendapat jatah paling banyak.
“Yakni Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Termasuk juga nantinya pelaksanaan
operasi yustisi di Satpol PP,” ungkapnya.
Di sisi lain, hingga kini Pemkot Banjarmasin belum menyiapkan bantuan
sosial (bansos) untuk warga terdampak selama PPKM Level IV diterapkan
hingga dua pekan ke depan.
Ibnu berkata Dinsos Banjarmasin telah mengikuti rapat koordinasi
tingkat provinsi. Saat itu, pihaknya diminta menyampaikan Data Terpadu
Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Mudah-mudahan data itu bisa membantu kita, terkait nanti bantuan sosial apa yang akan diberikan,” ujarnya.
Berkaca pada pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
tahun lalu, total warga Banjarmasin yang mendapat bansos tercatat
sebanyak 52 ribu jiwa.
Menurut Ibnu, pihaknya masih harus mendata terlebih dahulu. Apakah tetap memakai data sebelumnya atau berubah lagi.
Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2021/07/25/belum-termasuk-bansos-pemkot-banjarmasin-gelontorkan-dana-rp-34-m-untuk-ppkm-level-iv/
Pernyataan Presiden RI tentang Perkembangan Terkini PPKM, 25 Juli 2021, dari Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.
Pertama-tama,
saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia
atas pengertian dan dukungannya terhadap pelaksanaan kebijakan
pembatasan kegiatan masyarakat yang dilakukan selama 23 hari terakhir.
Kita tahu saat ini sudah terjadi tren perbaikan dalam pengendalian pandemi COVID-19. Laju penambahan kasus, BOR [Bed Occupancy Rate], dan positivity rate
mulai menunjukkan tren penurunan seperti yang terjadi di beberapa
provinsi di Jawa. Namun demikian, kita harus tetap berhati-hati dalam
menyikapi tren perbaikan ini, tetap harus selalu waspada menghadapi
varian Delta yang sangat menular. Pertimbangan aspek kesehatan harus
dihitung secara cermat dan pada saat yang sama aspek sosial ekonomi
masyarakat, khususnya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari juga harus
diprioritaskan.
Dengan
mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi, dan dinamika sosial,
saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4, dari tanggal
26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021. Namun, kita akan melakukan
beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang
dilakukan secara bertahap, dengan pelaksanaan yang ekstra hati-hati
sebagai berikut:
Pasar rakyat yang menjual sembako sehari-hari diperbolehkan untuk buka seperti biasa dengan protokol kesehatan yang ketat.
Dan,
pasar rakyat yang menjual selain kebutuhan pokok sehari-hari bisa buka
dengan kapasitas maksimum 50 persen sampai dengan pukul 15.00, di mana
pengaturan lebih lanjut dilakukan oleh pemda [pemerintah daerah].
Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry,
pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha-usaha
kecil lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang
ketat sampai dengan pukul 21.00, yang pengaturan teknisnya diatur oleh
pemerintah daerah.
Warung makan,
pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat
usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang
ketat sampai pukul 20.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap
pengunjung 20 menit.
Hal-hal teknis lainnya akan dijelaskan oleh menko [menteri koordinator] dan menteri terkait.
Untuk
mengurangi beban masyarakat akibat COVID-19 ini, pemerintah juga
meningkatkan pemberian bantuan sosial untuk masyarakat dan bantuan untuk
usaha mikro kecil. Dan, penjelasan secara terperinci akan dilakukan
oleh menko atau menteri terkait.
Bapak-Ibu yang saya hormati,
Secara khusus, saya minta kepada para menteri terkait juga segera
melakukan langkah-langkah maksimal untuk membagikan vitamin, suplemen
kepada masyarakat, memberikan dukungan obat-obatan dan konsultasi dokter
terhadap [pasien] isolasi mandiri, serta dukungan pengobatan di rumah
sakit.
Angka kematian harus ditekan
semaksimal mungkin. Dan, untuk daerah-daerah yang memiliki angka
kematian yang tinggi, peningkatan kapasitas rumah sakit, isolasi
terpusat, dan juga ketersediaan oksigen perlu ditingkatkan segera.
Kita
harus selalu waspada. Ada kemungkinan dunia akan menghadapi varian lain
yang lebih menular. Oleh karena itu, saya memerintahkan agar testing [dan] tracing bisa ditingkatkan lebih tinggi dan respons treatment yang cepat untuk menekan laju penularan dan meningkatkan angka kesembuhan.
Penerapan protokol kesehatan yang ketat, serta peningkatan testing, tracing, dan treatment akan menjadi pilar utama penanganan COVID-19 ke depannya. Memakai masker dan menjaga jarak harus terus dilakukan.
Terakhir,
saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, seluruh komponen bangsa untuk
bersatu padu dan bahu membahu melawan COVID-19 ini. Dengan usaha keras
kita bersama, insyaallah kita bisa segera terbebas dari COVID-19 dan
kegiatan sosial ekonomi masyarakat bisa kembali normal.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sumber Utama : https://setkab.go.id/pernyataan-presiden-ri-tentang-perkembangan-terkini-ppkm-darurat-25-juli-2021-dari-istana-merdeka-provinsi-dki-jakarta/
Presiden Jokowi: PPKM Level 4 Dilanjutkan dengan Penyesuaian di Sejumlah Sektor
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)
memutuskan untuk melanjutkan penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dari tanggal 26 Juli hingga tanggal 2
Agustus 2021. Kebijakan tersebut diambil setelah Presiden dan
jajarannya mempertimbangkan sejumlah hal, baik aspek kesehatan, aspek
ekonomi, hingga dinamika sosial.
“Dengan
mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi, dan dinamika sosial,
saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari tanggal 26
Juli sampai dengan 2 Agustus 2021. Namun, kita akan melakukan beberapa
penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang dilakukan
secara bertahap dengan pelaksanaan yang ekstra hati-hati,” ujar Presiden
saat menyampaikan keterangan di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu
(25/07/2021).
Adapun sejumlah penyesuaian yang dilakukan oleh pemerintah dalam penerapan PPKM antara lain sebagai berikut:
Pertama, pasar rakyat yang menjual sembako sehari-hari diperbolehkan untuk buka seperti biasa dengan protokol kesehatan yang ketat.
Kedua,
pasar rakyat yang menjual selain kebutuhan pokok sehari-hari bisa buka
dengan kapasitas maksimal 50 persen sampai dengan pukul 15.00, di mana
pengaturan lebih lanjut dilakukan oleh pemerintah daerah.
Ketiga, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry,
pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha-usaha
kecil lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang
ketat sampai dengan pukul 21.00 yang pengaturan teknisnya diatur oleh
pemerintah daerah.
Keempat,
warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang
memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol
kesehatan yang ketat sampai pukul 20.00 dan maksimal waktu makan untuk
setiap pengunjung 20 menit.
“Hal-hal teknis lainnya akan dijelaskan oleh menko [menteri koordinator] dan menteri terkait,” lanjutnya.
Menurut
Presiden, saat ini sudah terjadi tren perbaikan dalam pengendalian
pandemi COVID-19. Laju penambahan kasus, tingkat keterisian tempat tidur
di rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR), dan positivity rate
mulai menunjukkan tren penurunan seperti yang terjadi di beberapa
provinsi di Jawa. Namun demikian, Kepala Negara mengimbau masyarakat
untuk tetap berhati-hati dalam menyikapi tren perbaikan ini dan tetap
waspada menghadapi varian delta yang sangat menular.
“Pertimbangan
aspek kesehatan harus dihitung secara cermat dan pada saat yang sama,
aspek sosial ekonomi masyarakat, khususnya pemenuhan kebutuhan hidup
sehari-hari juga harus diprioritaskan,” imbuhnya.
Untuk
mengurangi beban masyarakat akibat pandemi COVID-19 ini, pemerintah
juga meningkatkan pemberian bantuan sosial untuk masyarakat dan bantuan
untuk usaha mikro dan kecil. Penjelasan secara terperinci mengenai hal
tersebut akan dilakukan oleh menko atau menteri terkait.
Secara
khusus Kepala Negara juga meminta kepada para menteri terkait untuk
segera melakukan langkah-langkah maksimal untuk membagikan vitamin,
suplemen kepada masyarakat, memberikan dukungan obat-obatan, dan
konsultasi dokter terhadap masyarakat yang melakukan isolasi mandiri,
serta dukungan pengobatan di rumah sakit.
“Angka
kematian harus ditekan semaksimal mungkin dan untuk daerah-daerah yang
memiliki angka kematian yang tinggi, peningkatan kapasitas rumah sakit,
isolasi terpusat, dan juga ketersediaan oksigen perlu ditingkatkan
segera,” tegasnya.
Presiden juga
mengingatkan seluruh masyarakat untuk selalu waspada akan kemungkinan
munculnya varian lain yang lebih menular. Oleh karena itu, Presiden
memerintahkan agar pengetesan dan penelusuran bisa ditingkatkan lebih
tinggi, diikuti dengan perawatan yang cepat untuk menekan laju penularan
dan meningkatkan angka kesembuhan.
“Penerapan protokol kesehatan yang ketat serta peningkatan testing, tracing, dan treatment akan menjadi pilar utama penanganan COVID-19 ke depannya. Memakai masker dan menjaga jarak harus terus dilakukan,” tandasnya.
Menutup pernyataannya, Kepala Negara mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama bahu membahu melawan pandemi ini.
“Terakhir,
saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, seluruh komponen bangsa untuk
bersatu padu dan bahu-membahu melawan COVID-19 ini. Dengan usaha keras
kita bersama, insyaallah kita bisa segera terbebas dari COVID-19 dan
kegiatan sosial ekonomi masyarakat bisa kembali normal,” pungkasnya. (FID/UN)

Presiden Joko Widodo (Foto: BPMI Setpres)
Sumber Utama : https://setkab.go.id/presiden-jokowi-ppkm-level-4-dilanjutkan-dengan-penyesuaian-di-sejumlah-sektor/
PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemerintah Optimalkan Program Perlindungan Sosial
Pemerintah memutuskan untuk
memperpanjang kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
(PPKM) Level 4 mulai dari tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Hal tersebut disampaikan Presiden RI Joko Widodo, dalam pernyataannya, Minggu (25/07/2021) malam, dari Istana Merdeka, Jakarta.
“Dengan
mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi, dan dinamika sosial,
saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4, dari tanggal
26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021. Namun, kita akan melakukan
beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang
dilakukan secara bertahap, dengan pelaksanaan yang ekstra hati-hati,”
ujar Presiden Joko Widodo.
Presiden
menambahkan, seiring dengan penerapan kebijakan tersebut pemerintah
juga terus mengoptimalkan program perlindungan sosial (perlinsos) bagi
masyarakat yang terdampak.
“Untuk
mengurangi beban masyarakat akibat COVID-19 ini, pemerintah juga
meningkatkan pemberian bantuan sosial untuk masyarakat dan bantuan untuk
usaha mikro kecil,” imbuhnya.
Secara
lebih rinci, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
selaku Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional
(KPCPEN) menyampaikan, terdapat sejumlah program perlinsos yang
diberikan kepada masyarakat selama PPKM Level 4.
Pertama,
pemerintah menambah manfaat Kartu Sembako sebesar Rp200 ribu selama dua
bulan untuk 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kedua,
Kartu Sembako PPKM yang diberikan kepada 5,9 juta KPM baru yang
merupakan usulan daerah. Masing-masing KPM memperoleh sebesar Rp200 ribu
per bulan selama enam bulan.
“Kemudian
perpanjangan Bantuan Sosial Tunai untuk dua bulan (Mei-Juni), ini
disalurkan di bulan Juli, [alokasi] sebesar Rp6,14 triliun untuk 10 juta
KPM,” ujar Airlangga, dalam Keterangan Pers mengenai Evaluasi dan
Penerapan PPKM, Minggu (25/07/2021) malam, secara virtual.
Keempat,
pemerintah juga melanjutkan Subsidi Kuota Internet hingga akhir tahun
2021. Ini akan dinikmati oleh 38,1 juta pelajar dan tenaga pendidik
dengan total alokasi anggaran sebesar Rp5,54 triliun.
“Kemudian,
[pemerintah] melanjutkan Diskon Listrik selama tiga bulan
(Oktober-Desember), besarnya Rp1,91 triliun untuk 32,6 juta pelanggan.
Kemudian melanjutkan Bantuan Rekening Minimum Biaya Beban/Abonemen
selama tiga bulan (Oktober-Desember), itu untuk 1,4 juta pelanggan,
besarnya Rp420 miliar,” papar Airlangga.
Selain
itu, pemerintah juga mengalokasikan tambahan anggaran untuk Program
Prakerja serta pemberian Bantuan Subsidi Gaji/Upah untuk Pekerja/Buruh
(BSU).
“Bantuan Subsidi Upah ini
besarnya Rp8,8 triliun dan sisanya Rp1,2 triliun akan diberikan kepada
Kartu Prakerja. Bantuan Subsidi Upah ini diberikan kepada pekerja yang
tercatat di BPJS Ketenagakerjaan dan ini untuk [PPKM] Level 3 dan Level
4, untuk diberikan bantuan ini dua kali Rp600 ribu,” jelas Ketua KPCPEN.
Pemerintah
juga memberikan bantuan beras masing-masing sebanyak 10 kilogram untuk
28,8 juta KPM. Penyalurannya akan dibagi dua tahap, tahap pertama
disalurkan kepada 20 juta KPM dan tahap kedua kepada 8,8 juta KPM.
Tak
hanya itu, pemerintah juga memberikan bantuan kepada pelaku usaha mikro
dan kecil (UMK). Pertama, berupa penambahan Bantuan Produktif Usaha
Mikro (BPUM) yang akan diberikan kepada 3 juta orang penerima baru yang
masing-masing mendapatkan Rp1,2 juta. Kedua, berupa pemberian Bantuan
untuk Warung atau Pedagang Kaki Lima (PKL) sebanyak satu juta penerima
yang masing-masing mendapatkan Rp1,2 juta.
“Pemerintah
juga memberikan bantuan untuk warung dan PKL dengan skema sama dengan
BPUM, yaitu untuk satu juta penerima dengan bantuan Rp1,2 juta dan ini
akan dibagi-bagikan melalui TNI dan Polri sehingga ini diharapkan bisa
memberikan bantuan ke masyarakat secara tunai, terutama di
wilayah-wilayah yang di Level 4,” terang Airlangga.
Selain
itu, pemerintah juga memberikan bantuan untuk dunia usaha selama PPKM
Level 4. Pertama, pemberian insentif fiskal yaitu Pajak Pertambahan
Nilai [PPN] atas sewa toko di pusat perbelanjaan atau mal akan
Ditanggung Pemerintah [DTP] untuk masa pajak bulan Juni sampai dengan
Agustus 2021.
“Kemudian akan
diberikan juga untuk beberapa sektor lain yang terdampak, termasuk
transportasi, HoReKa, pariwisata, yang ini sedang dalam finalisasi,”
pungkasnya. (TGH/UN)

Menko
Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Marinves Luhut Binsar
Pandjaitan
saat memberikan Keterangan Pers mengenai Evaluasi dan
Penerapan PPKM,
Minggu (25/07/2021) malam, secara virtual.
(Sumber:
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)
Sumber Utama : https://setkab.go.id/ppkm-level-4-diperpanjang-pemerintah-optimalkan-program-perlindungan-sosial/
PPKM Level 4 Diperpanjang, Luhut: Pemerintah Tingkatkan Testing dan Tracing Secara Masif
Sejalan dengan
keputusan untuk memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan
Masyarakat (PPKM) Level 4 yang berlaku mulai tanggal 26 Juli hingga 2
Agustus 2021, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan
jajarannya untuk mengintensifkan pengetesan (testing) dan pelacakan (tracing) guna menekan laju penularan COVID-19.
Hal
ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
(Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam Keterangan Pers mengenai
Evaluasi dan Penerapan PPKM, Minggu (25/07/2021) malam, secara virtual.
“Sesuai dengan instruksi dari Bapak Presiden, kegiatan testing dan tracing akan ditingkatkan secara masif, akan dimulai pada tujuh wilayah aglomerasi di Jawa dan Provinsi Bali,” ujar Luhut.
Disampaikan Luhut, kegiatan testing dan tracing ini akan dikoordinasikan oleh TNI-Polri bekerja sama dengan puskesmas di setiap daerah.
“Tadi kami sudah merampungkan meeting yang sudah kami siapkan selama lima hari dan saya kira Panglima TNI sudah sampai kepada persiapan yang sangat baik. Kami diberikan asistensi juga dari ahli–ahli epidemiologi, baik itu dari Universitas Indonesia maupun dari UGM.” imbuhnya.
Selain
itu, pemerintah juga mendorong optimalisasi tempat isolasi terpusat
mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, sampai dengan
tingkat provinsi, khususnya bagi pasien yang memiliki risiko tinggi. Hal
ini dilakukan untuk menekan laju penularan sekaligus menurunkan angka
kematian.
“Ini penting untuk mencegah penularan dan risiko kematian terutama kepada orang tua dan orang [dengan] komorbid, karena hasil temuan kami, kematian yang meningkat pada akhir-akhir ini banyak mengenai orang-orang komorbid dan yang belum divaksin,” ujar Menko Marinves.
Oleh karena itu, imbuh Luhut, pemerintah juga terus mempercepat laju vaksinasi nasional. “Tingkat vaksinasi juga akan dilakukan secara masif dalam bulan-bulan ini, Agustus maupun September, dan seterusnya,” pungkasnya. (DND/UN)

Menko
Marinves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menko Perekonomian Airlangga
Hartarto
saat memberikan Keterangan Pers mengenai Evaluasi dan Penerapan
PPKM,
Minggu (25/07/2021) malam, secara virtual.
(Sumber: Tangkapan
Layar YouTube Sekretariat Presiden)
Sumber Utama : https://setkab.go.id/ppkm-level-4-diperpanjang-luhut-pemerintah-tingkatkan-testing-dan-tracing-secara-masif/
PPKM Level 4 dan Level 3, Luhut: Rapatkan Barisan untuk Bersama Atasi Pandemi
Pemerintah memutuskan melanjutkan
kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4
dan Level 3 yang berlaku mulai dari 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves)
Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan penetapan wilayah yang masuk ke
dalam PPKM tersebut dilakukan berdasarkan level asesmen situasi pandemi
yang mengacu pada ketentuan Badan Kesehatan Dunia atau WHO.
“Sesuai
dengan pengumuman dari Bapak Presiden, mulai tanggal 26 Juli sampai 2
Agustus 2021 akan diberlakukan PPKM Level 4 untuk kabupaten/kota yang
memiliki asesmen WHO level 4, dan [PPKM] Level 3 untuk kabupaten/kota
yang memiliki asesmen WHO level 3 di seluruh Jawa-Bali,” ujar Luhut,
dalam Keterangan Pers mengenai Evaluasi dan Penerapan PPKM, Minggu
(25/07/2021) malam, secara virtual.
Menko Marinves menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam pelaksanaan kebijakan pengendalian pandemi ini. “Penanganan varian Delta ini bisa dapat ditangani dengan baik, dan ekonomi rakyat kecil bisa berjalan, itu berpulang pada kita semua. Saya berharap teman-teman sebangsa dan se-Tanah Air, ayo kita rapatkan barisan untuk kita bersama-sama mengatasi varian Delta ini,” ujarnya.
Ditambahkan
Luhut, pemerintah juga telah mengerahkan semua lini dalam upaya
penanganan pandemi ini, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah,
hingga aparat TNI dan Polri.
“Jadi kerja sama semua, pemda, TNI, Polri juga sejalan, sampai ASN. Saya kira semua, kami coba sudah menyentuh semua lini, bahwa ini adalah kerjaan kita bersama,” imbuhnya.
Dalam
keterangan persnya Menko Marinves menyampaikan, penetapan PPKM Level 3
dan Level 4 di tiap kabupaten/kota ini dikaji berdasarkan tiga indikator
utama, yaitu laju penularan kasus, respons sistem kesehatan berdasarkan
panduan WHO, dan kondisi sosioekonomi masyarakat.
“Presiden
menekankan betul yang terakhir ini, yaitu kondisi sosioekonomi
masyarakat. Jadi kita membuat tiga indikator itu menjadi barometer
kita,” ucapnya.
Sebagaimana
diungkapkan Luhut, PPKM Level 4 Jawa-Bali akan diberlakukan di 95
kabupaten/kota, sedangkan PPKM Level 3 akan diterapkan di 33
kabupaten/kota.
Luhut menambahkan,
ketentuan mengenai PPKM Level 3 dan Level 4 ini dituangkan secara rinci
dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri. Ia pun berharap agar ketentuan
tersebut dapat dilaksanakan oleh semua pihak.
“Pelanggaran
terhadap aturan ini akan kami tindak dengan tegas. Misalnya, industri
yang tidak memenuhi ketentuan kami akan peringatkan, kalau tidak kami
akan beri sanksi mereka berhenti berproduksi. Tentunya semua itu
dilakukan secara persuasif untuk memenuhi ketentuan, karena ini dari kita untuk kita dan apa yang kita lakukan ini akan menyelamatkan juga semua kita,” pungkasnya. (DND/UN)

Menko
Marinves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menko Perekonomian Airlangga
Hartarto
saat memberikan Keterangan Pers mengenai Evaluasi dan Penerapan
PPKM,
Minggu (25/07/2021) malam, secara virtual.
(Sumber: Tangkapan
Layar YouTube Sekretariat Presiden)
Sumber Utama : https://setkab.go.id/ppkm-level-4-dan-level-3-luhut-rapatkan-barisan-untuk-bersama-atasi-pandemi/
Ketika Orang Positif Copid Diikat, Diseret dan Dipukuli
Setelah
setahun lebih hidup bersama virus corona, kita akhirnya dipaksa belajar
untuk menjadi manusia. Masih layak tidak untuk disebut sebagai Manusia?
Saya
sering mendengar cerita ada orang tua yang tidak dirawat oleh
anak-anaknya. Saudara-saudara nya juga menjauh ketika mendengar saudara
yang lain kedapatan positif copid.
Terus
terang saya kurang paham kenapa ada kejadian seperti itu. Apakah mereka
terlalu takut dengan virus nya? ataukah karena pendidikan orang tua
pada anak yang salah atau kurang kasih sayang? Sehingga dengan yakinnya
mereka mau mengorbankan orang tuanya untuk dibiarkan sendiri menghadapi
virus tersebut.
Saya
juga mendengar cerita seorang teman yang terpaksa isolasi mandiri.
Padahal tanpa gejala. Tapi karena pola isolasinya seperti tahanan, hanya
diberi makan dan sepenuhnya di dalam kamar. Tak ada komunikasi atau
perhatian. Maka isolasi berlangsung begitu memprihatinkan. Padahal itu
tanpa gejala.
Setelah
dinyatakan negatif dan bebas dari isolasi, badannya terlihat kurang
fit. Entah karena stress atau karena makanannya kurang bebas. Ga bisa
nambah atau makan di tempat berbeda-beda.
Lalu
pagi ini saya membaca sebuah berita, di Silaen Toba, seseorang yang
dinyatakan positif, diikat dan diseret seperti binatang oleh masyarakat
sekitar karena tidak setuju yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri
di rumah.
Cerita
ini sama seperti banyak kejadian soal tenaga kesehatan yang diusir oleh
warga, karena mereka takut si tenaga kesehatan pulang membawa virus dan
menularkan kepada warga sekitar.
Kira-kira, kenapa ada banyak kejadian seperti ini?
Kalau
pertanyaan itu ditanyakan pada saya, maka jawaban saya adalah
ketakutan. Terlalu melebih-lebihkan. Dan ini melibatkan semua pihak,
termasuk pemerintah atau Satgas.
Mulai
dari razia masker di dalam mobil pribadi, pemakaian masker di rumah
sendiri, sampailah soal cara pemakaman jenazah yang sudah diibungkus
plastik, dimasukkan ke dalam peti, pun petugas yang membawanya masih
harus pakai APD full. Itu jelas propaganda untuk menakut-nakuti
masyarakat.
Di
Jawa Timur beda lagi caranya. Pejabat daerah menggunakan pocong dan
keranda untuk sosialisasi copid. Seolah-olah, yang terkena copid pasti
jadi pocong, pasti mati.
Laporan
dari satgas dan media juga selalu sama. Fokus pada penambahan kasus dan
jumlah kematian. Padahal jumlah orang yang sembuh selalu jauh lebih
tinggi.
Tapi
ya mau bagaimana lagi. Setiap orang punya pilihan dan referensi. Dan
solusi bagi negeri ini adalah belajar untuk berpikir logis.
Selama kita terus belajar untuk memahami bagaimana virus ini bekerja, apa kelemahannya, maka insya Allah kita bisa mengatasinya.
Tidak
mudah memang. Karena ketika divonis positif, itu sama seperti vonis
sisa hidup untuk penyakit tertentu. Pikiran akan ke mana-mana. Sebagian
orang akan panik dan melakukan segala cara untuk cepat sembuh atau
negatif. Bahkan ada juga yang membeli obat-obatan sendiri tanpa resep
dokter.
Padahal sekali lagi, yang dibutuhkan dari situasi seperti sekarang ini adalah ketenangan dan kesabaran.
Kalau
mengedepankan ketakutan, maka kita akan cenderung membeli apa saja yang
dianggap dapat berguna untuk membuat hasilnya menjadi negatif dari
copid. Beli oksigen, beli susu beruang, bahkan ada juga yang menasehati
agar mobil kita diubah menjadi ambulan pribadi.
Pada
akhirnya kita harus kembali bertanya pada diri apakah kita ini masih
manusia yang masih punya akal pikiran? Ataukah kita akan terus
mengedepankan emosi dan nafsu?
Jujur
saya kasihan melihat orang-orang yang terlalu takut dengan copid. Yang
menutup mata pada angka kesembuhan hanya karena ada temannya yang
meninggal dunia. Menganggap copid ini berbahaya sekali, seolah data
kesembuhan itu tidak pernah ada. Seolah penyakit bawaan yang sudah
puluhan tahun diderita itu pun tidak pernah ada.
Tapi ya sekali lagi. Ini soal pilihan. Kita bisa memilih untuk belajar dan tenang.
Saya
tidak setuju dengan tes kepada orang yang sehat dan tanpa gejala. Karena
menurut WHO itu tidak diperlukan. Tapi pemerintah kita turun ke jalanan
untuk memaksa tes kepada semua pengendara. Itupun bentuk ketakutan yang
dilebih-lebihkan. Tapi ya mau gimana lagi? mereka yang punya kuasa.
Kita hanya bisa ikut aturan itu atau menghindarinya demi kewarasan diri.
Sumber Utama : https://seword.com/umum/ketika-orang-positif-copid-diikat-diseret-dan-OiAkznFtgP
Mahalnya Harga Sebuah Kesehatan
Sudah
lebih dari setahun pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Sejak kasus
pertama diumumkan presiden Jokowi pada awal Maret 2020, sudah lebih dari
3 juta kasus positif teridentifikasi di Indonesia. Tidak kurang dari 79
ribu pasien meninggal dunia, termasuk diantaranya dokter dan tenaga
kesehatan. Melihat data statistik, Indonesia berada di peringkat 14
untuk jumlah kasus positif dan berada di posisi 15 untuk jumlah pasien
meninggal. Angka itu yang terdata oleh WHO berdasarkan laporan dari
pemerintah Indonesia. Namun mungkin saja angkanya lebih besar dari itu,
mengingat masih rendahnya angka tracing di Indonesia. Artinya terbuka
kemungkinan adanya kasus positif corona yang tidak terdeteksi.
Mungkin
kita tidak pernah membayangkan ada pada situasi seperti sekarang.
Sebelum ini kita mengenal pandemi flu burung. Namun kondisinya tidak
pernah separah ini. Manusia yang biasanya bergerak bebas tanpa batasan,
tiba-tiba dihadapkan pada situasi dimana kita harus selalu memakai
masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta mencuci tangan. Jujur
saja, sejak pertama kali virus corona terdeteksi di Wuhan, mungkin
tidak ada satupun orang yang akan menyangka bahwa virus tersebut akan
menyebar cepat dan menjadi pandemi di seluruh dunia.
Tidak
pernah terpikirkan sebelumnya bahwa sebuah virus yang berukuran sangat
kecil bisa membuat detak jantung dunia seolah terhenti. Jika kita
memperhatikan berita-berita di dunia sejak bulan Maret 2020, kita akan
melihat bagaimana kota-kota besar di dunia yang sebelumnya seolah tidak
beristirahat seolah terdiam sejenak. Barcelona, Paris, Milan dan
kota-kota besar lainnya tiba-tiba menjadi kota mati. Tidak ada aktivitas
di luar rumah, jalanan kosong, pusat-pusat perbelanjaan dan hiburan
tutup, bahkan tidak ada aktivitas di tempat-tempat wisata yang biasanya
ramai pengunjung. Kondisi itu bahkan berjalan selama berbulan-bulan.
Lockdown tiba-tiba menjadi istilah yang dimengerti semua orang. Padahal
sebelum adanya pandemi ini saya awam dengan istilah tersebut.
Di Indonesia kondisinya tidak jauh berbeda. Sejak corona merebak di
tanah air, kita pernah merasakan berbagai macam situasi, mulai dari PSBB
ketat, PSBB mikro hingga sekarang PPKM darurat. Pembatasan kegiatan
diberlakukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tidak terhitung
besarnya kerugian yang dialami baik oleh kalangan usaha maupun
masyarakat umum. Garuda Indonesia misalkan. Salah satu BUMN terbesar di
Indonesia tersebut mengalami kerugian triliunan rupiah karena mengalami
penurunan pendapatan yang siginifikan. Banyak kios-kios di pusat
perbelanjaan yang ditutup karena tidak ada pembeli. Restoran juga merugi
karena pembeli berkurang. Jika dirupiahkan, mungkin kerugian yang
dialami mencapai puluhan triliun rupiah.
Situasi
di banyak rumah sakit terlihat buruk. Angka keterisian pasien mencapai
80 persen. Para dokter dan tenaga kesehatan kelelahan, beban berat
pekerjaan mereka tanggung tanpa menghiraukan nyawa. Puluhan bahkan
mungkin ratusan dokter dan tenaga kesehatan meregang nyawa. Pemandangan
tidak kalah miris terlihat di TPU yang dijadikan pemakaman khusus untuk
Covid-19. Dalam salah satu wawancara di media, penggali makam
mengungkapkan jika ambulans datang setiap 20 membawa jenazah. Para
dokter, tenaga kesehatan dan penggali makam acapkali bekerja di luar
batas kewajaran. Jika jam kerja normal adalah 8 jam sehari, tidak
demikian dengan mereka. Mereka dituntut siaga 24 jam penuh demi kita
semua. Belum lagi jika kita menghitung petugas di lapangan seperti
Satpol PP, personel TNI maupun Polri.
Situasi
ini memberikan kita banyak pelajaran. Pertama, kita belajar tentang
kedisiplinan. Melalui pandemi ini kita belajar banyak tentang
kedisiplinan. Disiplin menjaga kesehatan, displin memakai masker,
disiplin menjaga jarak serta disiplin mematuhi protokol kesehatan.
Banyak kita lihat orang-orang disekitar kita tidak disiplin. Masih
banyak yang tidak mau menggunakan masker ketika berada di ruang publik.
Ketika diingatkan justru melawan petugas dengan kasar. Padahal itu demi
kebaikan mereka sendiri. Namun tidak dipungkiri banyak orang yang sudah
disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Ini adalah hikmah dari
pandemi ini. Semakin banyak orang yang memahami pentingnya penggunaan
masker di ruang publik.
Kedua,
kita belajar tentang pentingnya menjaga kesehatan. Selama ini banyak
dari kita yang abai dengan kesehatan tubuh kita. Kita bekerja sangat
keras, semuanya demi materi. Uang menjadi pendorong terbesar kita. Namun
kesehatan tidak kita pedulikan. Ancaman penyakit seperti diabetes,
jantung, hipertensi dan maag menjangkit di masyarakat. Namun semenjak
virus corona merebak, pandangan orang-orang berubah. Kesehatan saat ini
menjadi hal yang sangat berharga. Orang-orang yang sebelumnya tidak
pernah berolahraga, sekarang justru rajin. Bahkan banyak orang yang
berjemur di pagi hari, suatu aktivitas yang sebenarnya saat ini sudah
jarang dilakukan.
Ketiga,
belajar berbagi dan saling peduli. Selama ini kita terlalu sering
tenggelam dalam dunia kita sendiri. Tidak perlu malu untuk mengakui
bahwa kita jarang berinteraksi dengan tetangga. Namun pandemi ini
mengajarkan kita bahwa hidup ini perlu berbagi dan peduli. Di lingkungan
tempat tinggal saya misalkan. Jika ada satu keluarga yang terpapar
virus, ketua RT akan mengajak warga untuk saling bantu. Untuk mensuplai
makanan bagi keluarga yang positif, masyarakat secara bergantian memasak
makanan. Itu baru contoh kecil. Contoh lainnya adalah banyak kegiatan
sosial dengan membagikan makanan kepada pengemudi ojek online di
jalanan. Atau orang-orang yang membagikan bahan makanan gratis kepada
mereka yang membutuhkan. Kepedulian terhadap sesama sangat terasa
belakangan ini.
Harus
dipahami bahwa pandemi ini memang membuat situasi menjadi tidak mudah.
Banyak orang kehilangan pekerjaan atau pendapatan mereka. Tidak sedikit
pengusaha yang harus gulung tikar. Pengorbanan pemerintah juga tidak
sedikit. Anggaran besar dikucurkan untuk pencegahan dan penanganan
covid-19. Akibatnya beberapa proyek pembangunan harus dihentikan karena
anggaran sudah tidak tersedia. Kita semua mengalami dampaknya. Namun
tetap ada hal positif yang bisa kita peroleh. Kita hanya perlu bersabar
dengan situasi ini. Tidak perlu saling menyalahkan, sebaliknya justru
saling membantu. Semoga kita semua tetap sehat.
Sumber Utama : https://seword.com/umum/mahalnya-harga-sebuah-kesehatan-HRkj9tMHSZ
Johnny Plate, Menteri Gagal yang Tak Mampu Mengeksekusi Nawacita
Sebelum
Anda memutuskan untuk membaca tulisan ini, saya ingin memberitahu Anda
terlebih dahulu bahwa Anda adalah orang yang sangat bodoh jika menuduh
saya adalah kadrun karena menulis artikel ini.
Mengkritik
ketidakmampuan Johnny Plate dalam kapasitasnya sebagai Menteri
Komunikasi dan Informatika tentu saja tak mungkin dilakukan oleh para
kadrun yang otaknya bodoh-bodoh itu. Faktanya saya ini cebong kelas
akut.
Bagi
saya, dipilihnya Johnny Plate sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika
merupakan kesalahan terbesar dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
Memang
benar dalam dunia persilatan perpolitikkan regional dalam negeri,
penunjukkan Johnny Plate sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika
tentu saja merupakan deal politik antara partai koalisi dan partai
pemenang pemilu.
Dalam
ranah politik memang akan selalu ada praktik tawar-menawar untuk
merangkul partai-partai koalisi. Itu terjadi diseluruh belahan dunia
ini, bukan hanya di Indonesia saja.
Contoh
riilnya, deal antara Surya Paloh dengan PDIP sebagai pemenang pemilu
yang menunjuk Johnny Plate sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika.
Bahasa
kasarnya, penunjukkan Johnny Plate sebagai Menteri Komunikasi dan
Informatika adalah praktik politik balas budi PDIP untuk meredam
suara-suara sinis partai koalisi.
Dalam
hal ini deal antara PDIP dan Nasdem yang merasa telah sangat berjasa
memenangkan pak Jokowi menjadi Presiden sampai dua periode.
Sampai
dengan saat ini sejak penunjukkan Johnny Plate sebagai Menteri
Komunikasi dan Informatika, sikap saya tetap bertahan sedari awal, bahwa
orang ini tidak punya kemampuan menjalankan tugasnya sebagai Menteri
Komunikasi dan Informatika.
Intinya
bagi saya, Johnny Plate tak punya kompetensi yang mumpuni melakukan
berbagai pekerjaan dalam kapasitasnya sebagai Menteri Komunikasi dan
Informatika.
Padahal
kepentingan masyarakat luas dalam persoalan Komunikasi dan Informatika
adalah persoalan yang sangat krusial di negara manapun di dunia ini.
Banyak
persoalan yang tidak dikerjakan oleh Johnny Plate ini sejak dirinya
menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. Berbagai
kegagalannya itu tentu saja tak muat dalam tulisan yang singkat ini.
Namun ada beberapa poin krusial yang saya highlight di artikel ini terkait kegagalan-kegagalannya Johnny Plate. Silahkan disimak dengan seksama.
Jika
ditilik kembali kebelakang, Menkominfo sebelumnya, Rudiantara,
meninggalkan beberapa persoalan krusial yang belum tuntas dikerjakannya.
Yang
pertama adalah persoalan pelaksanaan migrasi penyiaran analog ke
digital. Sejak Johnny Plate didapuk menjadi Menteri Komunikasi dan
Informatika, persoalan tersebut tidak pernah dikerjakannya.
Kenapa?
Sebab Johnny Plate ini pada dasarnya memang tidak memiliki kemampuan
yang mumpuni karena faktanya dirinya ditunjuk hanya berdasarkan deal
politik antara Nasdem dan PDIP. Sampai disini jelas?
Dalam
kapasitasnya sebagai Menteri, Johnny Plate tidak mampu, lebih tepatnya
tidak bisa kerja, untuk menangkal berbagai kepentingan industri dan
politik dalam negeri dalam ranah industri penyiaran.
Akibatnya
fatal bagi kepentingan negara dalam skala global. Sampai detik ini pun
proses revisi UU tersebut tidak pernah disentuhnya demi kepentingan
masyarakat luas. Ada yang membantah?
Yang
kedua, selain gagal merevisi UU Penyiaran, Johnny Plate juga gagal dalam
pelaksanaan Sistem Siaran Jaringan (SSJ) dan pemecahan konsentrasi
kepemilikan media.
SSJ adalah amanat UU Penyiaran untuk menjadikan industri penyiaran tidak tersentralisasi hanya di satu wilayah saja.
Selain
persoalan yang krusial itu, kepemilikan stasiun TV dan Radio juga hanya
terpusat pada segelintir orang yang itu-itu saja, lebih tepatnya saya
sebut dikuasai oleh Kartel Industri Penyiaran.
Persoalan-persoalan
ini gagal ditackle oleh Johnny Plate dalam kapasitasnya sebagai Menteri
Komunikasi dan Informatika. Tanya kenapa?
Padahal
pengaturan persoalan-persoalan tersebut termaktub dengan sangat jelas
dalam UU Penyiaran untuk memastikan industri penyiaran berjalan dalam
relnya sesuai prinsip keadilan informasi dan ekonomi.
Namun
permasalahan-permasalahan tersebut tidak dieksekusi oleh Johnny Plate
karena memang ini orang tidak memiliki kemampuan dan kapabilitas yang
semestinya.
Johnny Plate telah gagal mengakomodir Industri Penyiaran agar tidak dimonopoli oleh para Kartel Industri Penyiaran yang selama ini dimonopoli orang yang itu-itu saja, salah satunya Surya Paloh?
Johnny
Plate juga tidak punya kemampuan yang sahih untuk menata kembali
kepemilikan frekuensi penyiaran yang merupakan bagian dari hajat hidup
orang banyak di negara ini. Karena faktanya memang dia tidak mampu.
Inilah
akibatnya deal dengan partai koalisi yang menunjuk orang dengan latar
belakang yang inkompeten dan tak mampu menghandle pihak-pihak yang sarat
akan kepentingan dalam ranah komunikasi dan informasi di negara ini.
Sejak
Serah Terima Jabatan (Sertijab) dulu, saya sudah skeptis saat Johnny
Plate menyampaikan dua prinsip utama terkait peran Government Public
Relation dan penyediaan infrastruktur digital.
Apakah
Johnny Plate benar-benar memahami persoalan peran Government Public
Relation? Peran ini telah diatur dan termaktub dengan sangat jelas dan
terang-benderang dalam Instruksi Presiden No.9 Tahun 2015.
Inpres
tersebut dengan sangat jelas menugaskan Kemkominfo sebagai koordinator
yang merancang dan menyusun narasi tunggal bagi tiap lembaga
pemerintahan terkait isu yang sedang berkembang di masyarakat.
Salah
satu program kerja Kemkominfo dalam perannya sebagai Government Public
Relation adalah sebagai penentu agenda isu-isu yang berkembang di
masyarakat untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat luas kepada
pemerintah.
Namun
entah kenapa, sampai detik ini hal tersebut tidak disentuh oleh Johnny
Plate, padahal orang ini jabatannya Menteri Komunikasi dan Informatika.
Heran, bukan? Kalau Anda saja heran, apalagi saya.
Lalu
terkait persoalan penyediaan infrastruktur digital. Apakah pihak Johnny
Plate bisa menjawab apa-apa saja yang telah dikerjakan oleh si beliau
ini dalam kaitannya dengan penyediaan infrastruktur digital di negara
ini?
Jika
memang sudah ada yang dikerjakannya, ada yang bisa sebutkan berapa
prosentase pekerjaan proyek penyediaan infrastruktur digital yang sudah
dia kerjakan? Sekali lagi, ada yang bisa jawab?
Makanya
saya bilang Johnny Plate ini adalah Menteri gagal yang tak mampu
mengeksekusi Nawacita yang digaungkan oleh Presiden Jokowi.
Dalam
salah satu poin Nawacita, Presiden Jokowi ingin menata kembali
kepemilikan frekuensi penyiaran yang merupakan bagian dari hajat hidup
orang banyak. Namun Johnny Plate gagal mengeksekusinya. Sudah itu saja,
tak usah dibantah.
Sumber Utama : https://seword.com/umum/johnny-plate-menteri-gagal-yang-tak-mampu-zucybJFJDk
Penjarakan Ahmad Sofian dan Delpedro, Provokator Bhiadhab Jokowi End Game!
Ahmad
Sofian dan Delpedro saat ini mungkin lagi nggak bisa tidur nyenyak.
Mereka lagi berada di dalam pelarian. Pelarian yang tidak akan ada
ujungnya. Mereka bisa lari. Tapi mereka tidak akan bisa bersembunyi sama
sekali. Mau lari sejauh apapun, pasti akan terdeteksi radar.
Saat
ini Ahmad dan Delpedro sedang diburu oleh polisi. Sedang dipantau dari
berbagai tempat. Orang ini adalah sosok yang tidak berhenti di 212, tapi
juga lanjut untuk membela Prabowo dan juga menghancurkan Joko Widodo. You can run, but you can’t hide.
Ahmad
Sofian adalah alumni 212 pendukung Rizieq Shihab yang sekarang sedang
diburu oleh pihak kepolisian. Diburu atas apa? Atas provokasi yang ia
munculkan. Sudah berkali-kali orang ini bikin onar. Dia ini alumni 212
yang mendukung Ahok untuk dipenjara. Dia saat ini sedang dikejar karma.
Ahmad
Sofian, yang paling seru teriak-teriak anti Ahok saat itu, ternyata
bekerja di restauran cepat saji di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta.
Orang ini katanya anti asing, tapi kerja di perusahaan asing. Jadi
ingat sama seorang manusia dungu yang pernah bekerja di restoran pizza,
yang juga berkoar anti asing.
Selama
ini kita tahu bahwa banyak kaum-kaum munafikun yang nggak jelas,
inkonsisten bahkan berani-beraninya mengkhianati apa yang mereka pernah
koar-koarkan. Menolak asing, tapi ternyata makan dan minum dari asing.
Menghidupi diri dan keluarga dari restoran franchise asing.
Tapi
anehnya, orang ini masih saja koar-koar Jokowi harus diturunkan karena
gagal menangani pandemi. Bahkan Delpedro di dalam meeting Zoom yang
dihadiri sama si cadel Lijal dan si dungu Rookie, meminta kepastian dan
jalur-jalur alias peta demo agar bisa menurunkan Jokowi.
Ini
sudah jelas menjadi sebuah aksi yang direncanakan. Ada orang-orang kuat
di belakangnya. Ada para politisat alias politisi sesat, kalau nggak mau
dikatakan politisi bangsat yang sebenarnya lebih mewakili sifat
bajingan mereka ini.
Kembali
ke Ahmad Sofian, saat ini, manusia satu ini sedang diburu polisi.
Netizen memviralkan wajah Ahmad Sofian di Twiter, dan ternyata, menurut
pemberitaan, rumahnya ternyata kosong. Orang ini sudah kabur setelah
ketahuan viral. Kenapa polisi seolah kalah cepat?
Sebenarnya
polisi nggak kalah cepat. Polisi sedang mengulur waktu saja. Mencari
bukti-bukti kuat. Menahan Delpedro adalah cara yang paling baik. Karena
dengan menahan Delpedro, mahasiswa sesat itu, kalau nggak mau dibilang
bangsat, banyak yang bisa dibongkar.
Saya
yakin Delpedro dan Ahmad Sofian ini adalah dua sosok yang tahu banyak
soal demo Jokowi End Game yang ternyata uangnya sudah dibawa kabur
bohir. Apalagi kita tahu bohirnya dari partai berkarat. Mereka ini
bermain-main dengan mahasewa, memberikan PHP.
Makanya
mahasewa jangan goblog. Deal sama politisi itu pasti rugi. Apalagi dari
partai berkarat. Aksi Jokowi End Game dikecam oleh masyarakat.
Demokarat pun kabur bawa duit lari, wajah-wajah provokator seperti
Delpedro dan Ahmad Sofian pun diincar.
Ahmad
Sofian ini berdomisili di Jalan Dukuh, Kelurahan Dukuh, Kecamata Kramat
Jati Jakarta Timur. Dia bukan lagi mahasiswa, tapi dia ini sudah jadi
bapak beranak tiga. Polisi sudah memburu orang ini. Ketua RT daerah
Kelurahan Dukuh pun mengaku kaget karena ada warganya yang diburu
polisi.
Ini
membuktikan bahwa Ahmad Sofian ini diduga jarang bersosialisasi. Jadi
banyak warga yang nggak nyangka. Kenapa? Karena memang mereka aktifnya
di media sosial. Kalau di dunia nyata, mereka membaur begitu cair dengan
warga. Ini ciri khas teroris.

Inilah
gambar penampakan daerah lingkungan rumah Ahmad Sofian. Polisi datang,
membuktikan bahwa memang Ahmad Sofian ini bermasalah, bukan sekadar
fitnah. Orang ini harus ditangkap. Jangan kasih kendor. Karena bisa
saja, Ahmad Sofian ini mungkin jadi orang kunci dalam membongkar kedok
besar.
Kedok
yang lebih besar, bukan dari orang macam Ahmad Sofian maupun Delpedro.
Mereka ini orang dungu yang dijadikan anjing penyerang alias attack dog.
Saya yakin, pasti ada orang-orang besar yang merangkai suasana ini.
Gagalnya demo Jokowi End Game, membuat mereka harus dicari. Ciduk!
Sumber Utama : https://seword.com/politik/penjarakan-ahmad-sofian-dan-delpedro-provokator-jcHMcMf3O5
Skakmat, Said Didu Tanya Karya Pemerintah, Dibalas Jawaban Pecat Dirinya
Mantan
Wakil Sekretaris Menteri BUMN, Muhammad Said Didu mempertanyakan karya
pemerintah sekarang yang layak dipuji. Dia mengaku bahwa ada yang
memintanya agar sekali-sekali memuji keberhasilan pemerintah sekarang.
Kira-kira siapa ya orangnya? Tak itu tidak penting. Yang penting adalah serangan balik telak kepada Said Didu.
Tadi
Said Didu mengatakan dirinya diminta agar sekali-kali memuji pemerintah.
Untuk memenuhi permintaan tersebur, Said Didu meminta apa karya yang
harus ia puji.
“Ada yang bisa bantu? Apa karya pemerintah sskarang yang layak dipuji?” katanya lewat media sosial.
Ada beberapa netizen yang justru balik menyindir laki-laki yang beberapa kali menjabat di BUMN itu.
Para
netizen ini menyindir bahwa salah satu karya pemerintah saat ini, yaitu
memecat Said Didu dari jabatannya di perusahaan BUMN. Senada dengan itu,
ada pula yang mengatakan bahwa pemerintah saat ini patut dipuji karena
tak mempatkan Said Didu dalam kabinet.
“Saya
bantu Du, karya pemerintah yang banyak dipuji dan sebagai langkah yang
tepat adalah memecat kamu,” kata salah satu netizen.
“Salah
satu karya terbaiknya adalah mengeluarkan Anda dari Jabatan Anda dan
membiarkan Anda menjadi seperti sekarang,” kata yang lain.
“Pemerintah sekarang patut dipuji setinggi langit karena tidak menyertakan Said Didu dalam kabinet,” kata yang lainnya.
“Anda ini terlalu congkak pa Didu. Kami tidak membutuh politisi seperti anda,” kata yang lain.
Telak
dan skakmat. Kalau bisa nih, sekalian siapa yang mau kumpulkan jawaban
seperti ini lalu dijadikan sebuah kompilasi komplit dan diserahkan ke
Said Didu biar dia makin emosi dan meledak amarahnya, hehehe.
Seperti
halnya Rizal Ramli dan Refly Harun, Said Didu ini adalah mantan orang
yang didepak dari jabatannya sebelum waktunya. Makanya jangan heran,
banyak yang bilang dia ini sakit hati. Buktinya sudah banyak, yaitu
nyinyir terus kepada pemerintah.
Pada
tahun 2012 silam, menteri BUMN era SBY saat itu yaitu Dahlan Iskan,
diam-diam Menteri memecat Direktur Utama dan Komisaris Utama PT Merpati
Nusantara Airlines. Direktur Utama saat itu Merpati Sardjono Jhony
Tjitrokusumo sedangkan Said Didu adalah Komisaris Utama. Alasannya
adalah karena kinerja Merpati yang tak kunjung membaik.
6
tahun kemudian, yaitu tahun 2018, Said Didu kembali dicopot dari
jabatannya sebagai Komisaris PT Bukit Asam Tbk. Menteri BUMN era Jokowi
saat itu, Rini Soemarno, menjelaskan soal pencopotan Said Didu. Menurut
dia, tindakan Said Didu kerap tidak mewakili sikap pemegang saham.
"Jadi
banyak dalam bicara dalam langkah Pak Said Didu enggak mewakili
pemegang saham," kata Rini. Padahal, menurut dia, komisaris berfungsi
menjaga dan mengawasi direksi untuk menjalankan kepentingan pemegang
saham. Oleh karena itu, semestinya komisaris mesti memiliki pemikiran
yang sejalan dengan pemegang saham.
Sudah
paham, kan, kinerja orang ini seperti apa? Kalau memang kerjanya benar
dan hebat, tak mungkin sampai dipecat. Bahkan dia juga dipecat di era
pemerintahan sebelumnya. Jadi anggap saja memang Said Didu ini tidak
berkompeten, atau istilahnya pemerintah salah pilih orang. Sok hebat,
dipecat, lalu merasa jadi korban dan kemudian dijadikan bahan bakar
untuk menjadi sakit hati dan nyinyir kepada pemerintahan yang sekarang.
Makanya
saya setuju dengan pemerintah yang memecat dirinya. Orang yang hanya
pintar di omongan, tidak dibutuhkan. Kalau hanya modal omongan, saya
juga bisa. Anak kecil juga jago. Negara ini butuh orang yang gerak cepat
dan tidak takut mengeksekusi kebijakan.
Beberapa
hari lalu contohnya, kita lihat betapa banyaknya dana penanganan
Covid-19 yang mengendap belum disalurkan padahal masyarakat sangat
butuh. Kinerja beberapa pemerintah daerah begitu lamban. Ada yang seolah
bergerak sendiri. Ada yang hanya mengolah kata. Ada yang bikin blunder
dalam membuat statement.
Negara ini punya banyak orang yang hanya pintar dan nyinyir doang. Yang kerja beneran itu jumlahnya sedikit sekali.
Pemerintah
patut diberi dua jempol karena tidak menyertakan orang-orang kayak Said
Didu dan lainnya. Dan memang alangkah baiknya tak usah puji pemerintah.
Nyinyir saja biar rakyat bisa bedakan.
Bagaimana menurut Anda?
Sumber Utama : https://seword.com/politik/skakmat-said-didu-tanya-karya-pemerintah-dibalas-w2vCpacqb8
Terciduk! 2 Provokator Dari “Grup Tenis” Penggerak Demo Di Jateng!
Pemerintah
dan rakyat sedang bersama-sama bekerja keras menangani pandemi. Fokus
pada dua hal saja, yakni penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.
Keduanya harus berjalan bersama-sama. Karena kita sendiri sudah tahu
betapa masif imbas pandemi terhadap perekonomian bangsa ini. Pandemi ini
tidak hanya terjadi di Indonesia, juga terjadi di seluruh dunia.
Artinya, kondisi yang sama juga terjadi di negara lain. Termasuk
imbasnya yang membuat roda perekonomian melambat.
Sayangnya,
masih saja ada para pengacau yang bermaksud membodohi rakyat. Seakan
kondisi sulit ini hanya terjadi di Indonesia. Seakan yang sedang
melakukan penanganan pandemi hanya pemerintahan Presiden Jokowi.
Sementara di negara lain pandemi dan kesulitan ekonomi tidak terjadi
gitu? Biadab! Hanya karena ambisi dan kepentingan politik, para pengacau
ini mau mengorbankan rakyat. Rakyat yang lagi kesusahan mau
dimanfaatkan buat mengadakan kekacauan. Chaos! Presiden Jokowi
pun dituntut mundur, tanpa bisa menjawab siapa yang sanggup menggantikan
beliau. Rizal Ramli? Rocky Gerung? Anies Baswedan? AHY? Emangnya mereka
sudah bisa apa? Yakin mereka bisa nyari vaksin hingga ratusan dosis
seperti yang sudah dilakukan oleh Presiden Jokowi? Yakin mereka bisa
bikin ekonomi stabil dengan harga-harga bahan pokok yang juga stabil
seperti Jokowi? Negara lain ekonominya minus hingga 2 digit lho.
Indonesia masih mending. Masih bisa memberi bansos dan berbagai macam
bentuk bantuan buat rakyat. Pasien covid gratis, vaksin gratis!
Tapi
yang namanya syahwat politik dan kebencian pribadi, itu susah cari
obatnya. Bisa dibilang lebih susah ketimbang mencari obat covid. Tidak
heran kalau ada saja sekelompok orang yang hendak bikin kekacauan di
masa pandemi ini. Bukannya membantu pemerintah melawan covid. Atau bantu
tetangga yang kena covid atau yang ekonominya lagi susah. Ini malah mau
menciptakan kekacauan.
Salah
satunya bisa dilihat dari bocoran grup WA yang telah beredar di medsos
beberapa hari ini. Yang saya sempat temukan di Twitter adalah 2 halaman
tangkapan layar grup WA dengan nama grup “Grup tenis semarang”. Terlihat
bahwa anggota grup ini sedang merencanakan aksi demo pada tanggal 24
Juli kemarin. Niatnya jelek banget. Mau “ciptakan kekacauan untuk melumpuhkan perekonomian kota”.
Entah siapa yang berhasil membocorkan isi percakapan di grup WA ini.
Kejadian ini bersamaan dengan beredarnya seruan aksi demo di Jakarta
yang bertajuk “Jokowi End Game”. Sungguh biadab! Sengaja mau bikin
kekacauan di tengah situasi yang sudah sulit.


Tentu
pihak kepolisian tidak diam saja. Apalagi percakapan grup WA ini sudah
bocor ke publik. Boleh dibilang sebagai pertanda bahwa pihak kepolisian
sudah menembus jaringan mereka. Karena tentunya aparat polisi punya
fasilitas yang lebih canggih buat membongkar dan menyelidiki grup WA.
Akhirnya
aparat kepolisian Jawa Tengah berhasil mengamankan 2 orang terduga
provokator aksi demo tersebut. Mereka merencanakan aksi demo di berbagai
lokasi di Jawa Tengah, seperti Semarang, Solo, Sukoharjo, Brebes dan
Kudus. Dilansir suara.com, jpnn.com dan radarcirebon.com, penangkapan ini diumumkan oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi melalui Kabid Humas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy.
Ada 2
orang yang diamankan di Semarang pada Jumat malam lalu (23/7),
berinisial N dan B. Agar tidak terdeteksi petugas, inisiator aksi
sengaja membuat grup WA dengan menggunakan nama grup klub tenis.
Penyelidikan polisi menemukan sempat diadakan zoom meeting pada hari
Kamis tanggal 22 Juli lalu, jam 20.00 WIB dengan host bernama “Elly Al
Yahya”. Pelaku N bertugas sebagai inisiator dan host zoom meeting untuk
rapat aksi pada 24 Juli. Sementara B berperan sebagai penyebar ajakan
aksi di sejumlah media sosial dan grup WA. Sejumlah barang bukti juga
turut diamankan, seperti HP, screenshot pesan ajakan demo di grup WA dan
rekaman zoom meeting.
Pasca
penangkapan ini, Kapolda Jateng menghimbau agar masyarakat tidak mudah
terhasut. “Mari kita ciptakan kesejukan dan berharap pandemi Covid-19
segera berakhir," ujar Kombes Pol M Iqbal. Sumber Sumber Sumber
Bravo!
Gercep! Toh ternyata di Jakarta aksi demo pada hari Sabtu (24/7)
kemarin itu tidak terjadi. Walaupun demikian. Kita tetap harus waspada.
Laporkan secepatnya ke pihak aparat kepolisian jika menemukan provokasi
di aplikasi chat maupun di medsos. Bersama-sama kita libas para pengacau
ini! Dan tetap percaya pada Presiden Jokowi! Sosok yang mampu memimpin
negara dan bangsa ini melewati ujian terberat saat ini.
Sumber Utama : https://seword.com/politik/terciduk-2-provokator-dari-grup-tenis-penggerak-3IxDV4JfQr
Salut! Tak Hanya Jalankan Program Andalan, Johnny Plate Juga Perhatian ke Atlet!
Tulisan
ini sekaligus bisa memberi pertimbangan atas tulisan penulis lain di
seword sebelumnya yang bilang Johnny Plate menteri yang gagal. Bahan
pembanding lain sudah pernah pula saya tulis. Berikut yang akan diangkat
adalah soal kepedulian seorang menteri di luar tupoksinya di pos
kementerian. Cekidot!
Sosok
Jokowi yang terkenal bekerja dalam senyap ternyata juga menurun ke
beberapa menterinya. Dalam diam mereka terus berkarya meski sering
diragukan bahkan dianggap gagal. Makanya saya juga tak akan kapok
menuliskan keberhasilan mereka untuk mengimbangi pemberitaan simpang
siur yang cenderung mendeskritkan kementrian tertentu tanpa tahu kerja
nyata apa yang mereka lakukan.
Rasanya
sudah beberapa kali saya menuliskan mengenai sepak terjang membanggakan
beberapa menteri Jokowi. Mulai dari Sri Mulyani yang tak gentar
berhadapan dengan cendana dan keluarga Bakrie, Erick Tohir yang awalnya
gercep membenahi BUMN meski saat ini agak oleng, hingga sepak terjang
Johnny Plate di Kominfo. Tak hanya sukses mengganti TV analog ke
digital, Johnny juga gencar melakukan literasi digital hingga beasiswa
digital untuk masyarakat luas. Johnny juga peka terhadap ancaman peretas
dengan menggandeng BSSN. Termasuk upaya pembatasan dan pendaftaran SIM
card.
Selain
menjalankan program-program di kementriannya, ternyata sosok Johnny
Plate juga seorang dermawan. Hal ini disampaikan menpora langsung, bahwa
menkominfo akan memberi bonus dari kantong pribadi untuk atlet
berprestasi. Tentu saja hal menggembirakan seperti ini akan menambah
kebanggaan bagi atlet kita yang berprestasi di kancah internasional. Tak
banyak menteri yang peduli pada prestasi anak bangsa seperti Johnny
Plate. Meski ia sering hanya dicap menteri titipan partai, nyatanya
hasil kerjanya ada dan nyata ketimbang menteri-menteri lainnya.
Sebelumnya diberitakan liputan6.com,
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengungkapkan
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate akan
memberikan bonus bagi para atlet peraih medali di Olimpiade Tokyo 2020.
Hal
itu disampaikan Menpora usai mendapatkan telepon dari Menkominfo, yang
mengucapkan selamat atas diraihnya medali perunggu oleh Windy Cantika
Aisyah pada Sabtu (24/7/2021) kemarin.
Melansir
laman resmi Kemenpora, Amali belum menyebutkan rincian dari bonus yang
akan diterima peraih medali emas, perak, dan perunggu di Olimpiade
Tokyo.
"Nanti pada saatnya akan diumumkan," kata Menpora.
"Menkominfo Johnny
G Plate menyampaikan bahwa itu dari dana pribadi beliau dan akan
mengajak teman-temannya juga untuk ikut memberi apresiasi kepada para
pahlawan olahraga nasional yang sudah mengibarkan Merah Putih di kancah
tertinggi perhelatan olahraga dunia," sambung Menpora.
Medali
pertama untuk Indonesia sendiri dipersembahkan oleh Windy Cantika, yang
meraih perunggu di cabang olahraga angkat besi putri nomor 49 kilogram
pada Sabtu kemarin.
Windy
berhasil mengumpulkan poin angkatan total sebanyak 194 kilogram. Medali
ini pun menjadi medali pertama dari atlet berusia 19 tahun tersebut.
"Alhamdulillah
terima kasih atas doa dan dukungannya. Medali ini terutamanya untuk
warga untuk kemerdekaan Indonesia," ujar perempuan asal Bandung ini
melalui media sosial yang ditayangkan Indosiar.
Sementara,
medali kedua untuk Indonesia, yaitu perak, diraih oleh Eko Yuli Irawan
untuk cabang olahraga angkat besi nomor 61 kilogram. Prestasi ini
mengulang capaiannya di Olimpiade Rio de Janeiro pada 2016.
Secara
total, Eko meraih angkatan 302 kilogram, hanya kalah dari lifter
Tiongkok Li Fabin yang sukses meraih 313 kilogram. Sementara, medali
perunggu didapatkan oleh lifter Kazakhstan Igor Son, usai memenangkan
persaingan dengan lifter Arab Saudi, Seraj Abdulrahim.
Mendengar
berita ini, sudah cukup membuktikan rasa nasionalisme seorang Johnny
Plate. Jujur saya sedih membaca salah satu tulisan bahwa menkominfo
layak dipecat karena hanya dianggap menteri titipan dan tak mampu
merealisasikan nawacita Jokowi. Padahal kenyataannya, semua program
kerjanya dijalankan dengan baik dan ditambah perhatiannya untuk putra
putri terbaik bangsa. Jadi ada baiknya sebagai penulis yang baik harus
riset lebih dalam dan perbanyak literasi sebelum mengeluarkan kritikan
apalagi hujatan. Karena tujuan kita menulis salah satunya untuk
mengedukasi, bukan membodohi dengan disinformasi.
Beberapa
waktu yang lalu saya juga sering mengomentari berita dari detik dan
lainnya soal vaksin. Berita asli dari reuters berjudul "Malaysia
menghentikan Sinovac setelah stok habis", mereka pelintir jadi Malaysia
menghentikan Sinovac dan beralih ke vaksin lain. Ada juga berita dari
detik dengan judul 75 persen orang Singapura yang diberi vaksin terpapar
Covid 19. Sontak warganet ngamuk dan menghujat jurnalis detik yang tak
menyebutkan bahwa mereka yang terpapar setelah vaksin bergejalan ringan.
Lihatlah betapa sumber bencana bisa datang dari penulis atau jurnalis
yang seenaknya membuat berita provokatif.
Johnny
Plate sudah buka peluang bagi kita sebangsa tanpa kecual bagi para
pegiat media untuk berliterasi dalam program Gerakan Literasi Nasional.
Kalau penulis dan insan media masih suka membuat artikel sesuka hati ya
jangan katakan Johnny Plate gagal sebagai Menkominfo.
Sumber Utama : https://seword.com/umum/salut-tak-hanya-jalankan-program-andalan-johnny-MQUQblYD1Z
Demo Batal, 6 Pengangguran Ditangkap, Oposisi Kena “Tampar”, Ambyar!
Beberapa
hari lalu beredar poster rencana aksi demo “Jokowi End Game” yang akan
digelar pada tanggal 24 Juli 2021 (Sabtu). Seruan di dalam aksi ini
dilontarkan secara nasional. Di dalam poster itu ada tulisan/seruan,
“Mengundang seluruh elemen masyarakat! Untuk turun ke jalan menolak PPKM
dan menghancurkan Oligarki Istana beserta jajarannya”. Disebut pula
lokasi demo, yakni dari Glodok ke Istana Negara. Dan disertai dengan
logo-logo perusahaan ojek online (ojol), seperti Grab, Gojek dan
ShopeeFood.
Belakangan
pihak driver ojol, dari perusahaannya maupun dari asosiasi atau
komunitasnya, sama-sama menegaskan mereka tidak terlibat dalam rencana
demo tersebut. Jadi yang terjadi adalah pencatutan nama dan logo ojol di
dalam poster seruan demo.
Sementara
itu, di medsos beredar pula nama-nama dan foto serta data, mereka yang
diduga terlibat dalam aksi demo. Sebagai penggerak atau aktivis demo.
Bahkan data nomor HP mereka pun di-ekspos dan disebarkan oleh para
netizen. Salah satunya adalah Delpedro Marhaen, aktivis dari Blok
Politik Pelajar, yang pernah menjadi Ketua BEM UI. Nama Delpedro
mengemuka karena dia pernah melakukan debat terbuka dengan Ade Armando
terkait meme Jokowi buatan BEM UI waktu itu.
Delpedro
membantah dirinya terlibat dalam demo Jokowi End Game. Dia juga mengaku
tidak tahu siapa inisiator demo tersebut. Namun dia mengklaim kebenaran
adanya aksi yang akan dilakukan pada tanggal 24 Juli kemarin. “Tapi, untuk tanggal 24 Juli 2021 jika ditanya akan ada aksi atau tidak? Iya akan ada. Itu tidak bisa dihindarkan akan terjadi karena kita tahu warga sedang marah dengan situasi belakangan ini.” ujarnya dilansir suara.com.
Bahkan Delpedro meminta agar Presiden Jokowi mengakui dan meminta maaf
atas kegagalannya menjalankan pemerintahan, lalu kemudian mundur dari
jabatannya Sumber.
Saya
yakin pihak oposisi sangat berharap agar demo ini terjadi. Karena
gerombolan mereka memang sudah melontarkan narasi permintaan Jokowi
mundur entah sudah berapa ratus kali, sejak tahun-tahun lalu. Ada yang
pakai deklarasi, lewat orasi di demo, maupun pernyataan pribadi.
Nah,
dalam beberapa hari/minggu terakhir ini, Partai Demokrat lah yang
terlihat dan terdengar paling vokal menyuarakan tudingan bahwa
pemerintah gagal mengatasi pandemi. Dari Ibas yang menyebut “failed
nation”, hingga AHY yang mengaitkan turunnya pendapatan nasional per
kapita dengan kemampuan negara menyelamatkan rakyat dari Covid.
Ada lagi politisi Demokrat yang menuduh Presiden Jokowi hobi bikin ribut dengan umat Islam Sumber.
Lalu Andi Arief yang kerap melempar cuitan di Twitter yang isinya
memojokkan Presiden Jokowi. Di antaranya Andi Arief membuat cuitan
seolah Presiden Jokowi minta maaf kepada rakyat karena gagalnya
mewujudkan 7% pertumbuhan ekonomi Sumber. Bahkan ada juga politisi Demokrat yang meminta Presiden Jokowi minta saran ke SBY terkait penanganan pandemi Sumber.
Kalau dibaca ya lucu-lucu sih sebenarnya. Lha wong SBY waktu jadi
presiden saja tidak bisa menangani kebakaran hutan dan meninggalkan
warisan mangkrak nan epik yakni Hambalang. Ada yang percaya dia lebih
tahu cara menangani pandemi daripada Presiden Jokowi?
Rencana
demo Jokowi End Game ini pun menuai kecaman dan keprihatinan dari
publik. Logika saja. Di saat angka Covid meninggi, cari kamar di rumah
sakit saja sulitnya luar biasa, eeeh ada yang mau demo. Rasanya hanya
orang bodoh yang mau. Kita pun siap untuk gantian menyerang kedunguan
para pendemo ini. Ternyata pada hari H, demo tidak terjadi. Entah
dibatalkan karena takut kena Covid atau memang tidak ada peminatnya.
Pihak
kepolisian sudah berjaga-jaga. Ya memang ada yang ditangkap kemarin
itu. Ada 6 orang yang diamankan aparat kepolisian di lokasi demo. Karena
mereka tidak bisa menjelaskan mengapa mereka berada di sana. Sesudah
diusut, ternyata mereka ini tahu ada rencana demo dari medsos. Kemudian
mereka hendak menonton demo itu. Siapa keenam orang ini? Ternyata mereka
adalah pengangguran! Sumber Hehehe… Aya-aya wae!
Padahal
di Delpedro sudah sok iya saja bilang bahwa demo pasti terjadi.
Sekarang lagi ngumpet kali dia ini. Malu karena omongannya terbukti
hanya sekedar isapan jempol. Tidak terbukti! Yang juga ikutan
“tertampar” karena demo nggak jadi, adalah gerombolan oposisi, termasuk
partai Demokrat. Sudah sok iya juga, menuduh Jokowi gagal dan rakyat
sudah tidak percaya, eeh gak ada tuh demonya.
Rakyat
tahu kok betapa kerasnya Presiden Jokowi bekerja. Sukses rebutan vaksin
dengan hasil berjuta-juta buat rakyat. Mencari jalan terbaik di antara
yang terburuk, agar ekonomi tetap jalan walaupun angka covid lagi
tinggi-tingginya. Masih ngasih bansos, vitamin dan obat-obatan buat
rakyat. Semua lembaga pemerintahan termasuk TNI dan Polri pun turun
tangan mempercepat program vaksinasi. Yakin SBY mampu kayak Jokowi?
Sumber Utama : https://seword.com/politik/demo-batal-6-pengangguran-ditangkap-oposisi-kena-L1ZkKu1NL1
Daripada Ikut Demo Turunkan Jokowi, Mending Nonton Aksi Atlet Indonesia Di Olimpiade Tokyo
Saya
tidak anti demonstrasi. Saya menyadari sepenuhnya jika demonstrasi
adalah bagian dari demokrasi. Demonstrasi adalah salah satu bentuk
ekspresi yang diungkapkan lewat aksi unjuk rasa sebagai gerakan protes
yang dilakukan sekumpulan orang dihadapan umum. Biasanya aksi demo ini
dilakukan oleh orang-orang yang tidak setuju dengan kebijakan yang
diambil pemerintah.
Sekalipun
saya tidak anti demonstrasi, tapi ada catatan khusus yang menyertai.
Berdemonstrasilah secara elegan tanpa tindakan anarkis untuk hal-hal
yang memang perlu untuk di demo. Indikatornya adalah berdemonstrasilah
secara sehat untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan untuk
kepentingan pribadi atau golongan sekalipun mengatasnamakan seluruh
rakyat Indonesia.
Indikator
ini sangat penting. Sebab saat ada yang berdemonstrasi untuk
kepentingan pribadi dan golongan, itupun kadang ada juga yang disertai
merusak fasilitas umum negara, di situlah dia sedang mempermalukan
dirinya sendiri karena sedang mempertontonkan kebodohannya di depan
umum. Dan ternyata tak cukup hanya kebodohannya saja yang diperlihatkan
di depan banyak orang, tapi juga kejahatan bahkan ketidakwarasan hati
dan pikirannya juga turut dipamerkan sana sini dengan tidak tahu
malunya.
Di sinilah letak perbedaan antara demonstrasi orang cerdas dan demonstrasi orang bodoh yang jahat bahkan tak waras.
Dari
penjelasan di atas, saya akan mengajukan sebuah pertanyaan untuk kita
jawab bersama. Jika disuruh memilih antara ikut demo anti PPKM yang
ujung-ujungnya pasti berteriak ganti presiden, atau duduk manis di depan
TV menyaksikan atlet-atlet Indonesia berlaga di Olimpiade Tokyo,
kegiatan manakah yang akan kita pilih???
Dan
jawaban Jemima adalah: saya memilih duduk manis di depan TV menyaksikan
atlet-atlet Indonesia berjuang di ajang Olimpiade Tokyo yang baru saja
dibuka kemarin. Hari ini saya menyaksikan betapa serunya atlet-atlet
bulutangkis Indonesia jatuh bangun berusaha memenangkan pertandingan
demi mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah internasional.
Hari
ini saya juga menyaksikan betapa membanggakannya atlet angkat besi putri
Indonesia Windy Cantika Aisah menjadi atlet Indonesia pertama yang
berhasil meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020. Turun di kelas 49kg
putri, Windy yang baru berusia 19 tahun berhasil mendapatkan medali
perunggu dengan total angkatan 194kg.
Mengharukan
dan membanggakan sekali tentunya. Sekalipun lagu Indonesia Raya belum
berkumandang di Tokyo, tapi setidaknya bendera Merah Putih sudah
berkibar di sana. Selamat buat Windy. Terima kasih untuk medali perunggu
yang sudah dipersembahkan dengan kesungguhan hati bagi bangsa dan
negara. Indonesia bangga padamu.
Dari
sinilah saya jadi tergelitik untuk membandingkan dua kegiatan yang
sebetulnya tak layak untuk dibandingkan karena perbedaannya memang
sangat jauh bak langit dan sumur. Yang satunya sangat membanggakan,
sementara yang satunya lagi sangat memalukan bahkan menjijikkan.
Tapi
saya merasa sangat perlu untuk membandingkan dua kegiatan yang sangat
berbeda ini demi membuka pikiran kita. Sukur-sukur ada pembenci Jokowi
yang membaca tulisan saya ini lalu sadar dan bertobat kembali ke jalan
yang benar, menghapus dendam kesumat dan kebenciannya pada Jokowi yang
selama ini bercokol di hati dan pikirannya.
Selama
ini kita sudah terbiasa membaca kalimat “Ganti Presiden” dijadikan
tagar di medsos bahkan diteriakkan dalam berbagai aksi demo di tanah
air. Mau bencana alam gempa, banjir, gunung meleduk, tanah longsor,
jalan macet, kena PHK, DO dari kampus, sampe kucing, ayam dan kambingnya
mati solusinya cuma satu yakni ganti Presiden. Semuanya salah Jokowi.
Semua
pelaku demo ganti Presiden baik itu si penggagas, penyandang dana,
maupun para pendemo yang terjun langsung di lapangan merasa diri lebih
jago dari Jokowi dalam segala hal hingga mereka merasa sangat layak
untuk melengserkan Jokowi secepat mungkin.
Padahal
kalau mau jujur, prestasi mereka sesungguhnya sama sekali tak ada
selain membuat kacau bangsa dan negara. Sebagai penggagas sekaligus
penyandang dana, mereka ini adalah orang-orang pengecut yang tak mampu
bersaing secara sehat adu ide, program, gagasan dan prestasi dengan
Jokowi. Sebagai pendemo yang terjun langsung di lapangan, mereka juga
adalah manusia-manusia pengecut yang takut menghadapi kerasnya
kehidupan. Hidupnya hanya mengandalkan nasi bungkus dan uang hasil
berdemo memaki Jokowi.
Orang-orang
pengecut dan tak berprestasi inilah yang justru paling kencang
meneriakkan kalimat ganti Presiden seakan-akan mereka lebih mampu dalam
segala hal dari Jokowi. Prestasi nol besar tapi sibuk menghujat Jokowi
yang sudah banyak mengukir prestasi mengharumkan nama Indonesia di
tengah dunia Internasional.
Saat
merenungkan ini saya jadi terharu sekaligus geli sendiri. Jika selama
ini Jokowi dalam kapasitasnya sebagai Presiden RI yang melakukan
kunjungan resmi kenegaraan selalu ditandai dengan pengibaran bendera
Merah Putih di luar negeri, yang bisa menyamai prestasi Presiden Jokowi
yang semacam ini hanyalah atlet-atlet Indonesia dan semua anak bangsa
yang mampu mengukir prestasi apapun bidangnya. Bisa olahraga,
pendidikan, seni budaya, bahkan kontes kecantikan dan berbagai macam
kompetisi lainnya yang tak bisa saya sebutkan satu per satu di sini
saking banyaknya bidang yang bisa kita geluti.
Saat
kita berjuang membawa nama bangsa dan negara lalu kita bisa mengukir
prestasi, saat itulah lagu Indonesia Raya diperdengarkan dan bendera
Merah Putih dikibarkan mengharumkan nama Indonesia persis seperti saat
Presiden Indonesia melakukan kunjungan resmi kenegaraan membawa segala
kebaikan untuk NKRI.
Akhirnya
saya bisa mengambil kesimpulan. Sebelum bikin aksi demo sambil menuntut
ganti Presiden, mari berkaca terlebih dulu prestasi apa yang sudah kita
persembahkan untuk bangsa dan negara??? Sebelum bisa mengibarkan
bendera Merah Putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di kancah
internasional seperti yang sudah dilakukan Jokowi, para atlet dan semua
anak bangsa yang berhasil mengharumkan nama Indonesia, jangan terlalu
bermimpi bisa melengserkan Jokowi apapun caranya. Malulah sedikit, tak
perlu banyak-banyak.
Sumber Utama : https://seword.com/umum/daripada-ikut-demo-turunkan-jokowi-mending-nonton-XHzZ0QzAFm
Pasca Demo Jokowi End Game, Kini Giliran Grup Tenis Semarang, Polisi Harus Buru Dalangnya!
Kurang
sehari lagi aturan PPKM diberlalukan, tapi para pengacau negara malah
membuat situasi kian memburuk. Apalah mereka lupa kalau pandemi yang
melanda dunia bukanlah kesalahan pemerintah. Sejauh ini Jokowi sebagai
kepala negara juga tak pernah melakukan kesalahan fatal atau
penyelewengan. Kalau dirasa negara kewalahan mengatasi pandemi, masih
banyak negara-negara lain yang juga kena imbas lebih parah. Masalahnya
di manakah posisi kita saat negara sedang susah? Mendukung dengan
menyebarkan semangat optimisme, atau malah melumpuhkan dengan seruan
mengajak makar dan rusuh.
Kita masih ingat beberapa waktu lalu BEM UI sempat viral lantaran mengunggah meme Jokowi sebagai king of lips service.
Kekecewaan yang mewakili PKS itu dimanfaatkan Demokrat untuk mendukung
aksi turun ke lapangan hingga banyaknya tagar menyuruh Jokowi mundur.
Tak berhenti sampai di sana, ada mahasiswa dari almamater lain yang kini
ikut viral setelah memprovokasi ajakan jokowi end game. Lalu
bermunculan grup-grup whatsapp mencatut nama olahraga, tapi isinya
mengajak berbuat kerusuhan. Untungnya polisi gerak cepat mengamankan.
Seperti dilansir detik.com,
tangkapan layar sebuah grup WhatsApp bernama 'Grup tenis semarang' yang
berisi percakapan mengenai arahan untuk aksi serentak 24 Juli beredar
di media sosial. Di dalam grup itu, ada percakapan yang menyebut aksi
tersebut memiliki tujuan, yakni 'ciptakan kekacauan untuk melumpuhkan
perekonomian kota'.
Menanggapi
beredarnya percakapan tersebut, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono
mengatakan kepolisian tengah menyelidiki 'Grup tenis semarang' tersebut.
Polisi tengah menyelidiki sosok di balik grup percakapan tersebut.
"Ya. Polri masih melakukan penyelidikan," ujar Argo saat dimintai konfirmasi, Sabtu (24/7/2021).
Argo
meminta para peserta aksi mengurungkan niatnya. Menurutnya, jumlah kasus
Corona di Indonesia masih tinggi, sehingga masyarakat lebih baik tetap
berada di rumah.
"Pada
prinsipnya, Polri mengharapkan masyarakat tetap menerapkan 3M dan tetap
di rumah kalau tidak ada yang urgen. Mengingat pandemi COVID masih
tinggi," tuturnya.
Dari
tangkapan layar berisi percakapan 'Grup tenis semarang' itu beredar di
media sosial Twitter. Di dalamnya, seorang anggota grup meminta
perhatian kepada para anggota grup lainnya karena dirinya ingin memberi
sosialisasi terkait aksi 24 Juli.
"Salam
semuanya. Mohon perhatiannya sebentar, mau sedikit memberikan
sosialisasi singkat terkait aksi demonstrasi yang akan kita jalani mulai
24 Juli 2021 ini. Sebelumnya, terima kasih teman-teman sudah bergabung
ke grup ini dan bersedia turut serta dalam aksi demonstrasi baik di
lapangan atau pun di udara," tulis nomor tersebut.
Anggota
grup tersebut mengatakan rencana demonstrasi tersebut merupakan bentuk
luapan amarah masyarakat kepada pemerintah, bukan berupa tuntutan
perubahan kebijakan atau menuntut pemerintah menjadi lebih baik.
Dari
tangkapan layar berisi percakapan 'Grup tenis semarang' itu beredar di
media sosial Twitter. Di dalamnya, seorang anggota grup meminta
perhatian kepada para anggota grup lainnya karena dirinya ingin memberi
sosialisasi terkait aksi 24 Juli.
"Salam
semuanya. Mohon perhatiannya sebentar, mau sedikit memberikan
sosialisasi singkat terkait aksi demonstrasi yang akan kita jalani mulai
24 Juli 2021 ini. Sebelumnya, terima kasih teman-teman sudah bergabung
ke grup ini dan bersedia turut serta dalam aksi demonstrasi baik di
lapangan atau pun di udara," tulis nomor tersebut.
Anggota
grup tersebut mengatakan rencana demonstrasi tersebut merupakan bentuk
luapan amarah masyarakat kepada pemerintah, bukan berupa tuntutan
perubahan kebijakan atau menuntut pemerintah menjadi lebih baik.
Bahkan
nomor tersebut mengingatkan soal digital security. Dia ingin peserta
menghapus konten yang berpotensi terjadi doxing serta menggunakan nama
samaran di Discord.
Kita
lihat betapa aksi-aksi belakangan yang terjadi sengaja disusun rapi agar
tak tercium oleh aparat. Intinya satu, membuat rusuh dan kacau agar
rakyat semakin tak percaya pada pemerintah. Kalau benar terjadi
penggulingan kekuasaan, negara kita juga yang susah. Bukannya terbebas
dari corona, yang ada malah jadi Syuriah kedua. Betapa busuk niat mereka
dikala saudara sebangsanya sedang susah. Jadi aksi seperti ini sudah
seharusnya mendapat hukuman yang setimpal. Baik mereka yang menjadi
pendemo bayaran, provokator lapangan dan media sosial, maupun bandar
yang mensponsori demo.
Rasanya
tak sulit bagi kepolisian untuk melacak sumber aliran dana para
pendemo. Seperti aksi-aksi 212, 411, penolakan pilpres 2019, penolakan
UU omnibus law atau revisi KPK. Sayang sekali kalau cuma aktor lapangan
yang dijerat, sedang bandar demo masih berkeliaran dan siap mengeluarkan
aung tak berseri. Padahal dulu sempat melacak hingga orang yang terkait
cendana dan cikeas. Sayangnya lagi-lagi penyelidikan lebih dalam
dihentikan. Tapi, di saat kondisi genting seperti saat ini, yang paling
utama adalah melumpuhkan bandar demo. Semoga saja polisi segera mengusut
otak dibalik semua aksi ini. Karena mereka juga tak akan berhenti
hingga negeri kita cintai hancur tak bertepi.
Sumber Utama : https://seword.com/politik/pasca-demo-jokowi-end-game-kini-giliran-grup-joDmoL7bLI
Re-post by MigoBerita /Senin/26072021/14.31Wita/Bjm