» » » » » » » » Saatnya Rakyat Indonesia Cerdas memilih Pemimpin dan Jangan Mau diadu domba sesama anak bangsa, Bapak Jokowi atau Bapak Prabowo ??!! : Islam Nusantara atau KHILAFAH model ormas Terlarang HTI (Hizbut Tahrir Indonesia)

Saatnya Rakyat Indonesia Cerdas memilih Pemimpin dan Jangan Mau diadu domba sesama anak bangsa, Bapak Jokowi atau Bapak Prabowo ??!! : Islam Nusantara atau KHILAFAH model ormas Terlarang HTI (Hizbut Tahrir Indonesia)

Penulis By on Senin, 13 Agustus 2018 | 1 comment

Pilpres 2019, Pertarungan antara Khilafah dan Islam Nusantara

JAKARTA – Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 bukan sekedar berbicara tentang dua pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang saat ini sudah diketahui, yaitu Paslon Joko Widodo – KH M’aruf Amin dan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno.
Kita semua yakin bahwa kedua pasangan ini memiliki visi-misi yang akan mempengaruhi bangsa ini. Namun, sebagai anak bangsa dan sebagai pewaris NKRI kita harus jeli, kita harus membuka mata dan membuka telinga lebar – lebar.
Mereka tentu “bertarung” dalam arena Pilpres ini tidaklah berdiri sendiri, melainkan banyak pihak yang bekerja dibelakangnya. Lalu, apakah para “pekerja” itu gratis dan tidak meminta imbalan? Apakah kita sebagai anak bangsa rela jika konstelasi Pilpres 2019 dimenangkan oleh Calon yang di belakangnya berdiri ormas – ormas yang selama ini gigih memperjuangkan khilafah?

BacaAda Cukong Besar Dibalik Uang 1 Triliun.
Zombie – Zombie Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang baru saja diberagus secara organisasi sangat jelas berdiri dibelakang salah satu calon. Padahal mereka dengan gamblang mengatakan bahwa demokrasi adalah taghut. Jadi, mereka ikut pilpres hanya untuk mencari tumbal untuk kebangkitannya dari kematian.
Dapat dipastikan jika calon yang mereka usung memenangkan pilpres, mereka akan menuntut untuk dilakukan upacara “puja saji” untuk membangkitkan lagi roh – roh HTI yang sudah mati penasaran karena “dibantai” oleh pemerintahan Jokowi. Jika hal ini sampai terjadi dan HTI kembali bangkit, maka kita, apalagi yang ikut memilih calon yang didukung HTI akan terkena “kutukan” dari arwah para pahlawan, para kiai dan para wali yang telah gugur berjuang memerdekakan republik ini. Mereka akan marah kepada kita yang ikut andil dalam membangkitkan HTI.
Terlebih wabil khusus keluarga NU. Jika sampai menjatuhkan pilihan kepada calon yang didukung HTI maka sama saja telah merobek-robek panji kebesaran NU di hadapan ulama para pendiri NU.
Untuk itu, marilah Pilpres 2019 ini kita niatkan jihad untuk menyempurnakan “kematian” HTI agar arwahnya tenang di alam sana. Juga agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini bisa terus berdiri tegak.
BacaMembaca Strategi Kampanye Prabowo-Sandi.
Nasib NKRI ada di tangan kita semua, masyarakat Indoensia. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak dimulai dari sekarang kapan lagi. Masih mau menunggu negara ini hancur dan kita telah babak belur? [ARN]
Mardani Ali Sera dan Ismail Yusanto HTI Mardani Ali Sera dan Ismail Yusanto HTI

Membaca Strategi Kampanye Prabowo-Sandi

JAKARTA – Pasangan Prabowo-Sandi bersama team kampanye resminya jelas tidak akan mungkin menggunakan issue agama atau SARA dalam kampanye. Kalau mereka lakukan kampanye SARA maka akan kena pinalti oleh Bawaslu. Mereka akan focus kepada penyampaian program sosial, ekonomi dan politik yang bersifat populis. Namun mereka juga sadar bahwa issue ini tidak seksi untuk mendongkrat elektabilitas yang kalah jauh dengan Jokowi. Jadi gimana caranya agar bisa nyalip Jokowi ?
Strategi tempur yang dipakai oleh team Prabowo-Sandi adalah membentuk struktur gerilya dengan mengandalkan kepada shadow team yang bukan secara resmi berada dibawah mereka. Ada dua team. Satu team yaitu barisan buruh yang menuntut naiknya upah dan yang menurut mereka Jokowi berpihak kepada neoliberal dan memberikan kesempatan luas kepada TKA mengambil lapangan kerja. Dan satu lagi adalah barisan gerakan Gantipresisden. Dengan issue perjuangan agama menganti presiden yang tidak amanah. Team buruh akan didukung oleh KSPI dan Gerakan gantipresiden oleh AM, yang keduanya adalah underbow PKS. Itu gerakan sayap kanan.
BacaAda Cukong Besar Dibalik Uang 1 Triliun.
Di sayap kiri ada barisan majelis Rasulullah, Forum Umat islam dan FPI yang dibawah komando Partai Demokrat. Tugasnya menjadi kelompok sorak dari Gerakanganti presiden. Kemudian penyerang tengah Prabowo-Sandi melakukan pendekatan kepada kelompok pengusaha yang merasa dirugikan karena bisnisnya tersumbat akibat kebijakan Jokowi. Juga mereka melakukan pendekatan kepada relawan Jokowi yang merasa kecewa dengan terpilihnya Ma’ruf Amin sebagai Cawapres. Para patron relawan ini akan dijejali dengan janji jabatan kalau Prabowo-Sandi menang dan uang, agar berbalik menyerang kubu Jokowi atau melakukan gerakan Golput.
Gerakan sayap kanan dan kiri, penyerang tengah ini tidak membawa pesan untuk mendukung PS tetapi menjadi pembenaran akan program PS bahwa Jokowi harus diganti. Diganti oleh siapa? Sayap kanan dan kiri tidak akan membahas politik. Mereka hanya menjadi gerakan moral atas nama buruh dan Islam. Tetapi jelas arahnya adalah menggantikan Jokowi dengan PS. Gampang ditebak.
Team formal PS tidak akan pernah membalas serangan issue agama atas keberadaan mereka yang tidak berkaliber ulama seperti Ma’ruf Amin. Mereka justru berbalik memuji Ma’ruf Amin. Namun issue ini dimakan oleh team sayap kanan dengan menyerang Ma’ruf Amin dengan segala dalil yang sehingga membangun persepsi bahwa Ma’ruf Amin adalah ulama yang tidak perlu diikuti karena telah melanggar sumpahnya sebagai ulama yang hanya patuh kepada pemimpin yang amanah. Maklum bagi mereka Jokowi bukan pemimpin amanah. Dan untuk itu, sayap kiri akan segera mengeluarkan itjima ulama Jilid 2 untuk mengendorsed PS -Sandi sebagai pemimpin pilihan Ulama. Well done.
Gerakan sayap kanan dan kiri akan disupply dana oleh penyerang tengah yang berhasil mendapatkan dukungan pengusaha yang anti Jokowi. Serangan akan begelombang dan frontal seperti Pilakda DKI. Dengan bergabungnya SBY di kubu PS maka ini akan jadi perang to be or not to be. Karena sudah masalah personal antara Mega dan SBY. Ini akan sangat keras sekali serangannya. Bagaimana dengan team Jokowi ? Partai koalisi akan lebih focus bagaimana mereka dapat suara di Pileg. Sehingga serangan terhadap Jokowi tidak begitu diperhatikan oleh mereka. Jadi benar benar, relawan Jokowi yang tidak punya kepentingan politik harus tampil digaris depan membela Jokowi. Jadikan ini gerakan moral memenangkan orang baik.
Satu satunya yang kita harapkan adalah tampilnya TNI dan Polri yang netral dan tegas. Sehingga sayap kanan dan kiri itu bisa diantisipasi dengan pedang hukum. Kalau mereka tidak jelas indentitasnya melakukan gerakan ganti presiden atau gerakan buruh ditengah kampanye maka harus ditangkap sesuai UU Pemilu. Baik gerakan melalui sosial media maupun aksi lapangan. PPATK harus semakin berperan untuk mengawasi lalulintas uang agar dapat diteksi money politik kepada sayap kanan maupun sayap kiri PS. Bila TNI netral maka Pemilu 2019 ini pesta untuk Jokowi. [ARN] 

Pilpres 2019 Harus Jadi Ladang Jihad Menyempurnakan Kematian HTI. Kok Bisa?

DutaIslam.Com – Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 bukan sekedar berbicara tentang dua pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang saat ini sudah diketahui, yaitu Paslon Joko Widodo - KH M'aruf Amin dan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. Kita semua yakin bahwa kedua pasangan Bacapres dan Bacawapres ini adalah putra terbaik bangsa. Namun, sebagai anak bangsa dan sebagai pewaris NKRI kita harus jeli, kita harus membuka mata dan membuka telinga lebar - lebar.
Mereka tentu "bertarung" dalam arena Pilpres ini tidaklah berdiri sendiri, melainkan banyak pihak yang bekerja dibelakangnya. Lalu, apakah para "pekerja" itu gratis dan tidak meminta imbalan? Apakah kita sebagai anak bangsa rela jika konstelasi Pilpres 2019 dimenangkan oleh Calon yang di belakangnya berdiri ormas - ormas yang selama ini gigih memperjuangkan khilafah?
Zombie - Zombie Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang baru saja diberagus secara organisasi sangat jelas berdiri dibelakang salah satu calon. Padahal mereka dengan gamblang mengatakan bahwa demokrasi adalah taghut. Jadi, mereka ikut pilpres hanya untuk mencari tumbal untuk kebangkitannya dari kematian.

Dapat dipastikan jika calon yang mereka usung memenangkan pilpres, mereka akan menuntut untuk dilakukan upacara "puja saji" untuk membangkitkan lagi roh - roh HTI yang sudah mati penasaran karena "dibantai" oleh pemerintahan Jokowi. Jika hal ini sampai terjadi dan HTI kembali bangkit, maka kita, apalagi yang ikut memilih calon yang didukung HTI akan terkena "kutukan" dari arwah para pahlawan, para kiai dan para wali yang telah gugur berjuang memerdekakan republik ini. Mereka akan marah kepada kita yang ikut andil dalam membangkitkan HTI.
Terlebih wabil khusus keluarga NU. Jika sampai menjatuhkan pilihan kepada calon yang didukung HTI maka sama saja telah merobek-robek panji kebesaran NU di hadapan ulama para pendiri NU.
Untuk itu, marilah Pilpres 2019 ini kita niatkan jihad untuk menyempurnakan "kematian" HTI agar arwahnya tenang di alam sana. Juga agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini bisa terus berdiri tegak.
Nasib NKRI ada di tangan kita semua, masyarakat Indoensia. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak dimulai dari sekarang kapan lagi. Masih mau menunggu negara ini hancur dan kita telah babak belur? [dutaislam.com/ed/pin]

Bermodus 2019 Ganti Semua, Felix Siauw Serukan Ganti Rezim dan Ganti Sistem

DutaIslam.Com - Dalam sebuah ocehannya, Felix Siauw beberapa waktu lalu ketahuan menyerukan ganti sistem dalam modus 2019 ganti semuanya.
Karena HTI dibubarkan, rezim sekarang memang tak bersahabat dengan HTI. Tapi bagi Felix lagi-lagi diklaimnya tak bersahabat dengan Islam. Mungkin dia sakit hati.
"Rezim yang sekarang ini adalah rezim yang tidak bersahabat dengan Islam, senantiasa menyudutkan Islam," ujar Felix dalam rekaman video yang diposting akun twitter @narkosun, (07/08/2018).
Menurutnya, bukan hanya rezimnya yang tidak berpihak dengan Islam, tapi sistem yang selama ini dipakai di Indonesia juga tak berpihak dengan Islam.
"Yang perlu disepakati lagi adalah bahwa tidak hanya rezim ini yang membuat setidaknya rezim ini yang tidak berpihak pada Islam, tapi sistemnya ini juga tidak berpihak pada Islam," kata Felix. Yang berpihak dengan Islam, maksudmu Khilafah Lix?
"Jadi apa yang kemudian kita sepakati kita tahu dan kita inginkan bersama, 2019 ganti semua, ganti rezimnya, ganti kemudian sistemnya," tambah felix makin kentara modusnya. [dutaislam.com/gg]
 
Felix dan temennya ketika ngoceh ganti sistem.

Duh, Ngomong Persatuan, Tapi Felix Suarakan 2019 Ganti Semua

DutaIslam.Com - Tak Sendirian, Felix Siauw mengunggah foto bareng Abdul Somad, Hanan Attaki, dan Oemar Mita di akun Instagramnya pada Sabtu (11/08/2018). Dalam unggahan fotonya itu, Felix menulis soal persatuan.
Dasar Felix, meskipun nulis persatuan, tetep saja ujung-ujungnya ia suarakan #2019gantisemua di ujung tulisannya. Sebagaimana diketahui sebelumnya, seruan Felix "2019 Ganti Semua" di dalamnya ada seruan "Ganti Sistem" dalam ucapan Felix. Baca: Bermodus 2019 Ganti Semua, Felix Siauw Serukan Ganti Rezim dan Ganti Sistem
 Begini tulisan dia:

"Islam Itu Satu

Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mu'min, dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. - QS 8: 62-63

Andai saya punya satu pinta kepada Allah untuk dikabulkan, untuk saat ini, yang paling penting dan tak bisa ditunda lagi, maka saya akan meminta persatuan ummat Muslim
Sebab ada banyak sekali kebaikan yang terbuka apabila kaum Muslim mau saling bergandeng tangan, saling memahami, dan merapatkan shaf mereka
Sebaliknya, tanpa persatuan, kaum Muslim nothing, bukanlah apa-apa, takkan pernah menjadi apapun, dan hanya menjadi alat saja bagi kepentingan selain Islam
Dan persatuan ini memang sudah sampai masanya, ketika ego bisa ditekan oleh kebahagiaan kebersamaan, ketika kecurigaan bisa hilang dengan duduk bercanda
Inilah yang tak akan didapatkan meski harta sepenuh bumi dikeluarkan, ini yang takkan bisa dibeli meski seluruh manusia mengumpulkan infaknhya, sebab ini pemberian Allah
Allah yang mengikat hati-hati mereka yang beriman, lalu memasukkan kedalam hati mereka cinta-Nya, agar mereka saling mencintai satu samalain karena keagungan-Nya

Yaa Rabb, yang kami minta, begitulah kami dengan para ulama kami, begitulah kami sesama Muslim, perkenankan agar kecintaan ini berbuah persatuan dalam Islam
Persatuan ini akan berbuah saling melindungi, saling memahami, dan saling membantu, dan saat itu terjadi, maka surga sudah dibayar di muka dunia
Semoga kita adalah bagian persatuan itu, paling tidak kita jangan menjadi sebab permusuhan. Andai tangan belum bisa terangkai, minimal hati tak saling bertikai
Uhibbukum fillah, wahai saudara Muslimku
@ustadzabdulsomad
@oemar_mita 
@hanan_attaki 
#felixsiauw #abdulsomad #hananattaki #oemarmita #persatuan #ukhuwah #radikalisromantis #2019gantisemua," ujar Felix.

Apa maksud Felix "Ganti Semua" yang di dalamnya ada "Ganti Sistem" kalau bukan sistem khilafah ala HTI yang dia inginkan? Semoga ada penjelasan tentang ini. [dutaislam.com/gg]
Oemar Mita, Abdul Somad, Hanan Attaki, Felix Siauw. Foto: IG felixsiauw

Sandi sebut uang Rp 1 Trilyun untuk PKS-PAN untuk dana kampanye

JAKARTA – Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Uno akhirnya buka suara terkait adanya dugaan mahar yang dialamatkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief pada dirinya.
Ditemui usai menggelar pertemuan di kediaman Soetrisno Bachir di Jakarta pada Sabtu, 11 Agustus 2018 malam, Sandi menyikapi tuduhan tersebut sebagai dinamika politik yang biasa terjadi menjelang pilpres. Baginya yang terpenting saat ini Partai Demokrat telah bergabung dalam koalisi De Facto bersama Gerindra, PKS, dan PAN.
Baca: Denny Siregar: Tiru Khawarij, Cara Lawan Politik Serang Jokowi
Ia pun menjelaskan uang tersebut sebenarnya akan digunakan sebagai dana kampanye. Sandi berniat mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk berkonsultasi terkait rencana penggunaan dana yang diduga sebagai mahar tersebut.
Sebab dana yang disebut sebagai mahar itu dianggap oleh politisi parpol koalisi De Fakto sebagai dana kampanye yang sah. Oleh karenanya menurut Sandi perlu adanya masukan dari berbagai pihak termasuk KPK.
Baca: TGB: Stop Gunakan Ayat-ayat Perang dalam Berpolitik
Sebelumnya, dalam cuitan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan Sandiaga telah membagikan mahar ke PKS dan PAN masing-masing sebesar Rp500 miliar sehingga totalnya menjadi Rp1 triliun. Mahar tersebut menurut Andi diduga sebagai pelicin agar Sandi bisa menjadi cawapres dari Prabowo Subianto. (SFA)
Sumber: MetrotvNews
Sandiaga Uno, Konpres
Sumber Berita : http://www.salafynews.com/sandi-sebut-uang-rp-1-trilyun-untuk-pks-pan-untuk-dana-kampanye.html

Resmi, JK jadi ketua tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin

JAKARTA – Bakal capres 2019, Joko Widodo (Jokowi) menyebut Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla sudah bersedia menjadi ketua tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Iya (sudah bersedia). Saya sudah bicara dengan beliau,” ujar Jokowi, usai menjalani pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018).
Baca: Kelakar Kaesang Anak Jokowi, Penyakit Bapak Hanya ‘Masuk Angin’
Jokowi mengatakan, keputusan pemilihan ketua tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf ada di tangannya. Oleh karena itu, ia sudah berbicara dengan JK.
Usai menjalani pemeriksaan kesehatan selama 12 jam di RSPAD Gatot Soebroto, Jokowi langsung bertemu dengan para sekjen partai politik pendukungnya.
Partai politik pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin yakni PDI-P, Golkar, PKB, PPP, Nasdem, Hanura, PKPI, PSI, dan Perindo.
Baca: Denny Siregar: Ma’ruf Amin jurus pamungkas Jokowi
Rencananya, pertemuan itu akan membahas terkait dengan pembentukan tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.
Sebelumnya, JK sendiri mengaku siap mempertimbangkan untuk menjadi tim sukses atau tim penasehat Jokowi-Ma’ruf Amin, bila ada tawaran masuk.
Baca: Denny Siregar: Bukan tentang Jokowi, Ini pertarungan NKRI Vs HTI
“Saya tetap menjanjikankan untuk membantu Pak Jokowi. Jadi, sedang saya pertimbangkan bagaimana cara yang terbaik,” kata dia, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (10/8/2018). (SFA)
Jokowi dan Jusuf Kalla

TGB dan Mahfud MD perkuat tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin

JAKARTA – Koalisi Indonesia Kerja (KIK) sedang mengupayakan agar Prof. Mahfud MD dan Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Madji masuk dalam tim sukses atau tim pemenangan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019.
“Betul saat ini kami sedang mengkomunikasikan,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni saat dijumpai di sela rapat sekjen koalisi di sebuah rumah, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2018).
Baca: Saiful Huda: Ma’ruf Amin dan Jurus Kecoh Jokowi
Raja Juli belum mau mengungkapkan Mahfud dan TGB akan ditempatkan di bagian struktur tim pemenangan yang mana.
“Belum bisa disampiakan saat ini,” ujar dia.
Mengenai TGB yang mengatakan bahwa dirinya belum ditawari untuk masuk menjadi timses Jokowi-Ma’ruf, Raja Juli mengatakan, struktur timses memang masih dalam proses penyempurnaan.
Baca: Muhammad Zazuli: Jokowi-Ahok, Tonggak Perubahan Politik Indonesia
Khusus soal TGB, koalisi berpendapat, yang bersangkutan sedang sibuk menangani warganya yang menjadi korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Beliau masih sibuk mengurusi dampak gempa, ya. Tapi insya Allah kalau beliau bersedia, tentu dengan senang hati bergabung dengan tim,” ujar Raja Juli.
Ketika ditanya siapa lagi tokoh yang akan ditarik menjadi timses Jokowi-Ma’uf, Raja Juli tak menjawab secara spesifik.
Baca: Duet Kemanusiaan TGB-Jokowi Tangani Korban Gempa NTB
“Tentu tokoh- tokoh yang selama ini bersuara mendukung Pak Jokowi, memiliki kredibilitas yang baik, mempunyai massa, memiliki pengalaman, tentu juga akan diajak masuk menjadi tim pemenangan,” ujar dia.
Tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf secara umum sudah terbentuk. Struktur tim pemenangan itu dipimpin oleh seorang ketua yang membawahi 11 direktorat.
Sebanyak 11 direktorat itu, yakni perencanaan, konten, komunikasi politik, media dan sosmed, kampanye, pemilih muda, penggalangan dan penjaringan, logistik dan Alat Peraga Kampanye, hukum dan advokasi serta saksi dan relawan.
Masing-masing direktorat dipimpin seorang direktur didampingi oleh sembilan orang wakil direktur. Jabatan tersebut sudah diisi oleh kader partai politik Koalisi Indonesia Kerja.
Sementara, soal ketua tim pemenangan, Raja Juli belum dapat mengungkapkan siapa saja yang dijadikan kandidat. Namun, masing-masing partai politik sudah mengajukan kadernya untuk menjadi ketua tim pemenangan. Usulan itu akan dibawa ke hadapan Jokowi untuk dipilih satu di antaranya.
“Tergantung Pak Presiden saja nanti. Yang penting ketua timses ini menunjukkan kapasitas, kapabilitas, akseptabilitas, ada kewibawaan politik juga. Soal nama, nantilah, enggak enak saya. Biar nanti Pak Presiden,” ujar Raja Juli. (SFA)
Sumber: TribunNews
TGB, Jokowi dan Mahfud MD
Sumber Berita : http://www.salafynews.com/tgb-dan-mahfud-md-perkuat-tim-pemenangan-jokowi-maruf-amin.html

INI BUKAN TENTANG JOKOWI. INI TENTANG NKRI

Kita pernah berseteru dengan Kyai Maruf Amin, itu kenyataan yang tidak bisa disembunyikan. Jangankan kalian, bahkan tulisan saya berjudul "Duh Kyai" menyebar dimana-mana dijadikan senjata untuk melemahkan saya untuk mendukung Jokowi.
Malu? Tidak. Setidaknya saya pernah bersikap, bukan diam melihat ketidakadilan yang ada, pada saat itu. Saya malah bangga bahwa saya pernah dengan berani mengungkapkan sesuatu yang bagi sebagian orang dianggap tabu.
Saya diserang dimana-mana, bahkan dimarahi sebagian warga NU. Tapi itulah saya, apa yang saya ungkapkan tidak perlu persetujuan karena lebih baik disingkirkan dengan kejujuran, daripada hidup dengan kemunafikan.
Tapi bagaimana sekarang?
Pertanyaannya, "Apakah saya perlu memelihara dendam?" Hidup dengan dendam adalah hidup dengan kehinaan. Tidak ada nilai positifnya, bahkan akan menjadi hantu selamanya.
Setidaknya apa yang terjadi mengajarkan kita, bahwa politik itu bukan papan catur yang hitam dan putih warnanya. Politik itu seperti warna-warni kehidupan, yang kadang menyenangkan dan sering menyakitkan.
Tidak pernah ada dendam saya kepada Kyai Maaruf Amin. Bahkan pada saat berseteru, saya dipertemukan dengan beliau oleh Kang Dedi Mulyadi di Purwakarta dan semua baik-baik saja.
Jokowi sudah menetapkan putusan. Bukan putusan yang menyenangkan memang, karena ia tidak bisa menyenangkan semua orang. Tetapi setidaknya ia sudah membuat keputusan yang tepat menurutnya. Dan sebagai rakyat, kita harus ikut apa keputusannya, suka atau tidak, demi sesuatu yang lebih besar.
Bagi saya, ini bukan tentang Jokowi, Prabowo, Maruf Amin, Mahfud MD atau siapapun juga.
Ini tentang pertarungan NKRI versus HTI. Dan saya tidak mungkin berada satu barisan dengan HTI. Saya adalah lawan mereka. Sekarang dan selamanya. Karena saya cinta Indonesia dengan segala kebhinekaannya.
Jadi cukup itu yang menjadi alasan kenapa saya tetap berada di belakang Jokowi. Kita harus melihat gambar yang lebih luas dan lebih besar daripada gambar sosok yang bisa membuat gembira dan kecewa.
Karena itu, wahai para petarung, bertarunglah..
Jangan lemah karena engkau tidak suka. Suka atau tidak itu taruh dibelakang. Yang penting sekarang kita maju perang.
Siap? Seruput dulu secangkir kopinya.
HTI Bubarkan HTI

SECANGKIR KOPI UNTUK JOKOWI

"Jokowi bagi saya bukan hanya sosok, dia adalah simbol. Simbol perjuangan melawan kelompok radikal yang ingin menguasai negeri ini. Hanya dia yang berani membubarkan HTI. Catat. Hanya dia.
Deklarasi
Deklarasi Jokowi di Bali
Dan ketika HTI menyerang balik dengan menunggangi lawan politiknya, masak saya harus diam saja?
Itu berarti saya berkhianat terhadap nilai-nilai perjuangannya.."
Secangkir kopi dari Sanur, Bali.

JANGAN JUAL NAMA AHOK

"Kita harus balas dendam kepada kaum kulit putih!".
Begitu teriak seorang anggota kongres berkulit hitam di Afrika Selatan. Mereka baru saja memenangkan pemilihan dengan Nelson Mandela sebagai Presiden mereka.
Alih-alih dapat pembelaan, Nelson Mandela malah marah.
"Saudaraku sekalian, selama 27 tahun waktuku dipenjara, aku mempelajari mereka. Bahasa mereka. Buku mereka. Puisi mereka. Aku harus mengenal musuhku, sebelum mengalahkan mereka. Dan kita sudah mengalahkan mereka, bukan?
Musuh kita sudah bukan lagi saudara kita sesama bangsa Afrika. Jika kita memusuhi mereka, kita akan kehilangan mereka. Kita harus lebih baik dari itu. Ini bukan waktu untuk membalas dendam. Ini waktu membangun bangsa, bata demi bata. Kalian memilih saya sebagai pemimpin, ijinkan saya memimpin kalian sekarang".
Kata-kata Nelson Mandela ini sangat berpengaruh kepada kaum kulit hitam disana. Bahkan, Francois Pienarr, kapten tim rugby yang berkulit putih, heran dan menyampaikan kekagumannya pada Nelson Mandela, "Bagaimana bisa anda menghabiskan waktu 30 tahun dalam penjara kecil dan keluar lalu memaafkan mereka yang menaruh anda disana?".
Nelson Mandela menjawab, "Memaafkan itu membuat jiwa merdeka. Itu menghapuskan ketakutan. Itulah kenapa memaafkan adalah senjata terkuat sepanjang masa.."
Dialog ini ada dalam film "Invictus", film yang menonjolkan kekuatan Nelson Mandela dalam berjuang untuk merekonsiliasi perpecahan di negaranya. Sekian puluh tahun apartheid, membuat luka menganga di dada kaum kulit hitam di Afrika Selatan. Dan Nelson menjahitnya kembali pelan-pelan.
Ketika berpidato dengan suara keras dan serak saat Ahok diputuskan masuk penjara, saya berkata, "Ahok seperti Nelson Mandela. Penjara tidak akan mengecilkan dia, bahkan akan membuatnya jauh lebih besar dari apa yang dia punya".
Saya pernah bertemu Ahok, di Mako Brimob dua kali. Saya mendengarnya bicara. Dan tampak penjara memerdekakan jiwa dia.
Saya yakin, ketika Ahok keluar nanti, ia sudah pasti akan memaafkan orang-orang yang menaruhnya disana. Karena ia seperti Nelson Mandela, baik dalam sikap maupun integritas terhadap bangsa.
Karena itu jangan jual nama Ahok, seolah-olah anda tahu siapa dia, dengan asumsi bahwa anda mewakilinya terhadap "sakit" yang dia derita.
Ahok jauh lebih besar dari jiwa-jiwa kerdil anda, yang selalu sibuk mengatas-namakannya, dan terus membenci orang-orang yang memenjarakannya. Apalagi dengan bahasa "Golput" demi Ahok yang sudah teraniaya.
Nelson Mandela berkata kepada orang-orang yang mengatasnamakannya, "Engkau berkata tanpa memahami. Engkau hanya mencari yang sesuai pembenaran prasangkamu. Itu ego. Dan itu bukan tentang bagaimana melayani negaramu".
Ahok dan Nelson Mandela adalah pribadi yang sama, jiwa yang merdeka, pribadi besar. Jangan mengecilkannya dengan bicara seolah-olah ia ingin balas dendam. Itu sangat menghinanya. Itu pasti bukan Ahok. Itu anda. Akui sajalah.
Cara menghormati Ahok adalah dengan meneruskan perjuangannya. Ia martir dalam ketidakadilan. Dan biarkan semua berproses dengan caraNya. Yang manusia harus lakukan adalah berusaha, bagaimana menang tanpa membawa dendam.
Seharusnya selain belajar pada secangkir kopi, kita juga harus belajar pada sesendok gula. Yang rela memberikan kenikmatan diantara kepahitan, meski tidak pernah disebut sebagai pahlawan.
Seruput kopinya?
Ahok Ahok

AHOKER VS JOKOWER?

Saya gak pernah paham istilah "Ahoker" dan "Jokower". Saya suka mereka karena gagasannya, bukan karena orangnya..
Kalau cebong kampret, itu jelas..
Karena secara gagasan aja udah beda. Kita melihat sesuatu dengan berdiri, mereka harus terbalik dulu supaya sadar diri.
Jadi konsep Ahoker dan Jokower itu seperti fansclub "Andhika Kangen Band" dan "Incess Sahrini" yang sama-sama lebay, ribut membela idolanya, padahal yang diributkan cuman potongan rambutnya..
Bicara gagasan, karena itu yang mempengaruhi banyak orang. Engkau adalah apa yang kau pikirkan, bukan apa yang orang lain pakai..
Ahoker dan Jokower, bacanya aja udah pengen ketawa. Kayak ABG yang gak dewasa-dewasa..
Mending seruput kopi, biar bisa ketemu jati diri.
Kardus Meme

GALAUNYA PENDUKUNG PRABOWO

Dibalik sedikit keributan ditubuh pendukung Jokowi karena terpilihnya Kyai Ma'ruf Amin, kubu Prabowo sebenarnya seperti kapal kecil terguncang ombak besar.
Mereka gamang, galau dan kecewa yang amat sangat dengan terpilihnya Sandiaga Uno sebagai Cawapres Prabowo. Sejak lama mereka mendesak pendamping Prabowo harus dari kalangan ulama, supaya mereka bisa memperbesar api isu agama.
Bahkan di masjid dan majelis para pendukung mereka, langsung terdiam karena tidak menyangka gerakan akhir Jokowi yang mengangkat Ma'ruf Amin. Mereka merasa kecolongan sekali, karena hanya itulah isu terkuat yang bisa mereka besarkan.
Dengan Sandi, paling isu ekonomi saja yang bisa mereka gaungkan. Ditambah sedikit saja isu anak muda atau milenial yang sama sekali tidak berpengaruh banyak terhadap suara.
Kegalauan ini bisa dilihat dari sikap PBB Yusril Ihza yang netral, tidak mengusung siapapun. Ke Prabowo ogah, ke Jokowi, haram jadah. Yusril dan pendukungnya kecewa berat karena mereka sudah mempersiapkan banyak hal untuk membesarkan isu agama bersama jaringan eks HTI yang mereka bina.
Dari satu sisi ini, Jokowi sudah menang satu langkah. Tapi ia tidak puas, ia harus mengguncang lebih banyak lagi.
Dan guncangan itu datang Kyai Ma'ruf Amin..
"Kami akan merangkul PA 212.." kata Ma'ruf Amin. Kata "merangkul" disini, bisa berarti mematikan langkah lawan. Lawan yang sebenarnya sudah terpojok, semakin gak bisa gerak. Maju kena mundur kena. Atas kena bawah kena. Depan kena, samping kena. Matek dah gua.
Bagaimana gak matek? Kalau PA 212 menyerang Jokowi, berarti mereka menyerang wakilnya. Kalau menyerang wakilnya, mereka akan head to head dengan NU dan itu berat.
Ibarat papan catur, Jokowi berhasil membentengi dirinya dengan menteri, gajah, benteng dan pion sekalian. Semua celah ditutup habis-habisan.
Mungkin keputusan memilih Ma'ruf Amin bukan keputusan yang menyenangkan buat banyak orang. Tetapi antara keputusan menyenangkan dan keputusan tepat itu berbeda. Jokowi berfikir lebih luas, sedangkan banyak dari kita masih hanya berfikir sekian langkah ke depan.
Dia tidak bisa membuat semua orang bahagia. Tapi dia ingin menyelamatkan negara, jangan sampai ada gesekan karena isu agama. "Narasi agama sudah selesai.." Katanya dulu, jauh sebelum penetapan. Saya tidak mengira, inilah senjata yang dia pakai.
Jokowi pernah juga bicara dalam sebuah pertemuan, "Kita hanya sibuk mencounter isu-isu yang mereka bangun. Kita menari di genderang yang mereka bunyikan. Kenapa kita tidak bisa membuat isu duluan, yang menjadikan mereka menari di genderang yang kita mainkan? Ayo, berfikir dari sudut yang berbeda, jangan dari sudut yang mereka ciptakan.."
Lihatlah lawan mulai gamang, sampai harus membentuk Sandiaga Uno menjadi santri. Lawan seperti sedang berimajinasi, mencoba keras merapihkan barisannya kembali.
Akhirnya supaya membangkitkan kepercayaan diri, mereka main pooling-poolingan. Bikin-bikin sendiri, menang-menang sendiri, senang-senang sendiri, puas-puas sendiri.
Mirip ABG lelaki yang sedang mencari jati diri dengan berlama-lama di kamar mandi.
Kopii.. mana kopiii...
Politik Sby dan Keluarga

POLITIK JOKOWI

Kalian tahu?
Dengan menggandeng Kyai Ma’ruf Amin, Jokowi akan jauh lebih bebas menggandeng sahabatnya tanpa diserang isu agama. Itulah "perang" sesungguhnya yang dimenangkan Jokowi, jauh dari apa yang kita kira.
"Apakah aku tidak menghancurkan musuh-musuhku dengan menjadikan mereka teman?", Abraham Lincoln.
Politik Jokowi adalah politik bermartabat, bukan politik yang menghalalkan segala cara. Kita berfikir satu langkah, Jokowi sudah berfikir seribu langkah di depan.
Seruput kopinya, teman.
Luhut Berita Tribun News

Layakkah Sandiaga Uno disebut Santri?

Santri versi saya adalah orang yang pernah nyantri, mondok di pondok pesantren. Dia belajar Islam lebih dalam dari kita yang tidak pernah mondok di pesantren. Indonesia mempunyai pondok pesantren yang sangat banyak tersebar di seluruh pesolok tanah air.
Kaum santri adalah kaum yang memiliki keteguhan hati yang kuat. Tidak mudah terganggu oleh berbagai situasi dan tantangan zaman. Teguh dalam menjaga aqidah Islamiyyah, teguh dalam menjaga persatuan, dan teguh dalam memperjuangkan bangsa Indonesia.
Terbukti dalam sejarahnya santri senantiasa berkiprah dalam membangun bangsa Indonesia. Salah satunya adalah peristiwa resolusi jihad 22 Oktober 1945, dimana para ulama dan santri memiliki semangat juang yang membara untuk mengusir para kolonial Belanda dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. KH. Wahab Hasbullah atas perintah KH. Hasyim Asy’ari mengumpulkan para ulama se-Jawa dan Madura. Dari perkumpulan itu maka terbitlah resolusi jihad melawan kolonial Belanda yang mana salah satu isinya adalah fardlu ‘ain (kewajiban individu) kepada para santri dan masyarakat untuk ikut terjun mengusir para kolonial.
Sebagai bentuk nilai amar ma’ruf nahi munkar dan wujud cinta tanah air atau nasionalisme para santri. Sehingga Presiden Joko Widodo menerbitkan keputusan Presiden RI No.22 tahun 2015. Beliau menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Karena peran santri begitu besar dalam sumbangsih terhadap bangsa Indonesia. Dan tanggal 22 Oktober merupakan salah satu peristiwa penting yang melibatkan para santri dalam mempertahankam kemerdekaan Indonesia.
Adanya penetapan Hari Santri Nasional memberikan penghargaan yang istimewa untuk kaum santri. Yang mana baru-baru ini telah dirayakan oleh seluruh santri di tiap daerah di Indonesia. Akan tetapi ada hal yang paling penting dari adanya hari santri ini, bukan hanya sekedar berhura-hura merayakan hari santri, akan tetapi yang terpenting adalah mengenang dan mengambil banyak pelajaran dari peristiwa hari santri ini.
Saya sangat mengagumi santri. Ketika ada orang yang menyebut seseorang santri sedangkan sepengetahuan saya dia bukan santri, hati ini terasa tergugah untuk mengomentari.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebut bakal cawapres yang mereka usung yakni Sandiaga Uno sebagai cawapres yakni santri post islamisme. Saat memberikan pidato politik dalam deklarasi Prabowo-Sandi di Kertanegara, Sohibul menilai, Prabowo merupakan representasi pemimpin nasionalis.
Menurut saya penyebutkan Sandiaga Uno oleh PKS hanya merupakan pernyataan yang penuh dengan kepentingan politik. Karena bertepatan dengan momentum Pilpres 2019 nanti. Apalagi kubu seberang yaitu kubu petahana Jokowi secara mengejutkan mengambil Cawapres dari kalangan ulama bahkan “Raja Ulama” yaitu Maruf Amin.
PKS ingin memberitahukan kepada publik bahwa pasangan yang diusung oleh koalisi oposisi mengandung unsur religius. Sebagaimana diketahui Prabowo berasal dari kalangan militer bukan dari kalangan religius. Jadi sebenarnya pasangan Prabowo-Uno merupakan simbolik dari militer dan pengusaha.
Sedangkan mayoritas masyarakat Indonesia merupakan beragama Islam. Sehingga kemungkinan besar masyarakat Indonesia mempunyai hasrat keberpihan, keberpilihan kepada pasangan Jokowi – Maruf Amin. Untuk itu PKS menginginkan walaupun dengan cara memaksakan diri menyatakan bahwa Uno merupakan santri post islamisme.
Istilah post-Islamisme atau post-Islamism itu sesungguhnya bukanlah terminologi baru dalam kajian politik Islam. Sekurang-kurangnya gejala model baru gerakan politik Islam itu telah muncul di Timur Tengah pada akhir era 1990-an dan menemukan bentuknya yang lebih jelas pada era 2000-an hingga sekarang.
Ulil Abshar Abdalla, seorang intelektual muslim, sudah menuliskannya secara ringkas tentang post-Islamism itu dalam sebuah makalah seminar di Universitas Indonesia pada 14 November 2011. Artikel yang berjudul Post-Islamisme di Dunia Muslim itu kemudian dipublikasikan ulang di laman Islami.co.
Ciri utama gerakan post-Islamisme, menurut Ulil, adalah kecenderungan mereka yang pragmatis, realistis, bersedia untuk kompromi dengan realitas politik yang tak sepenuhnya ideal dan sesuai dengan skema ideologis murni yang mereka yakini dan bayangkan.
Sementara Sandiaga Uno memang selama ini dikenal sebagai pengusaha yang mulai berkarir politik dan berhasil memenangi kontestasi Pilkada DKI bersama Anies Baswedan. Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan di pesantren, Sohibul menilai Sandiaga telah memiliki spiritualisme seperti santri. Menurut Sandiaga, mungkin dirinya disebut santri post islamisme oleh Sohibul karena pernah menjadi pembina santripreneur.
Nah para pembaca, apakah setuju kalau Sandiaga Uno disebut santri?
Sumber :

Makin Panas! Jika Mahar Sandi Terbukti, PKS dan PAN Terancam Tak Bisa Ikut Pilpres

Bola salju yang digulirkan Andi Arief semakin membesar. Tak bisa dihentikan. Akan menggulung siapa saja yang terlibat. Andi Arief sampai sekarang tidak juga mundur. Tak minta maaf. Dan ini mengindikasikan bahwa apa yang diucapkannya adalah sebuah kenyataan. Karena secara psikologis, jika ada orang yang berbohong dan dapat dibuktikan bahwa dirinya berbohong, maka orang tersebut akan segera meminta maaf. Tetapi Andi Arief tidak. Andi Arief tetap bersikukuh bahwa apa yang disampaikannya adalah benar dan berasal dari Fadli Zon dan kawan-kawan.
Sekedar mengingatkan bahwa ketika Prabowo akan mengambil Sandiaga Uno sebagai cawapresnya, membuat Partai Demokrat meradang. Bagaimana mungkin Prabowo bisa mengambil kadernya sendiri menjadi cawapres sedangkan Gerindra sendiri harus berkoalisi dengan partai lainnya? Ini dirasakan tidak adil oleh Demokrat. Padahal sejak awal Prabowo sudah berjanji akan menjadikan AHY sebagai cawapresnya jika Partai Demokrat bersedia mendukung Prabowo menjadi capres. Tapi di tengah jalan, Partai Gerindra menelikung kesediaan Partai Demokrat bergabung. Janji AHY sebagai cawapres pun diingkari oleh Prabowo. Kekesalan Partai Demokrat ini ditunjukkan dengan tidak bersedianya SBY bertemu dengan Prabowo ketika Prabowo ingin menjelaskan posisi Sandiaga Uno kepada Partai Demokrat.
Meski pun Partai Demokrat telah menyatakan keberatannya atas pemilihan Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo, Gerindra dan koalisinya PAN dan PKS tetap menunjuk Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo. Hal inilah yang memantik tuduhan kepada Sandiaga Uno telah menyerahkan mahar sebesar 500 milyar kepada PAN dan PKS oleh Andi Arief. Bahkan Andi Arief menuduh Prabowo sebagai ‘Jenderal Kardus’ yang mempunyai konotasi seorang jenderal yang doyan duit.
Tuduhan Andi Arief kepada PAN dan PKS yang katanya menerima mahar dari Sandiaga Uno agar merelakan posisi cawapres Prabowo diambil alih oleh Sandiaga Uno kian berbuntut panjang. PKS dan PAN tidak menerima dituduh telah menerima mahar dari Sandiaga Uno. Mereka meminta Andi Arief untuk segera meminta maaf atas tuduhan tersebut. Tetapi sayangnya, bukannya meminta maaf, Andi Arief tetap bersikukuh bahwa informasi tersebut didapatkannya dari tim kecil Gerindra, yang terdiri dari Fadli Zon dan kawan-kawan.
Persoalannya semakin rumit, karena Sangiaga Uno juga sudah mengakui bahwa apa yang dituduhkan oleh Andi Arief itu bukan mahar, tetapi sebagai biaya kampanye. Tetapi, kemudian diralat oleh Sandiaga Uno sendiri. Sandi justru menuduh media telah memelintir pernyataannya. Kemungkinan besar, Sandiaga tidak tahu efek dari pernyataannya tersebut, ketika diingatkan oleh relasinya, baru Sandiaga Uno mengklarifikasi bahwa pernyataannya tersebut telah dipelintir oleh media dan dirinya tidak pernah menyatakan hal demkian.
Namun tuduhan Andi Arief ini, tak berhenti sampai di sini saja. Karena Bawaslu sudah berencana untuk menelusuri tuduhan dari Andi Arief ini. Dan ini yang sangat mengkhawatirkan bagi Sandi, PAN dan PKS. Karena sanksinya sangat berat.
"Dalam hal partai politik terbukti menerima imbalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), partai politik yang bersangkutan dilarang mengajukan calon pada periode berikutnya," bunyi Pasal 228 Ayat (2) UU No 7 tahun 2017.
Menurut UU No.7 Tahun 2017, Pasal 228, Ayat (2), jika PAN dan PKS terbukti menerima mahar dari Sandiaga Uno, maka PKS dan PAN dilarang mengajukan calon pada periode berikutnya. Artinya, PKS dan PAN untuk Pilpres 2024 tidak dapat mengajukan capres dan cawapres lagi. Alias hanya bisa menjadi penonton saja. Ini sungguh sebuah pukulan telak bagi PAN dan PKS. Karena Pilpres berikutnya adalah sebuah kesempatan emas, karena Jokowi sudah tidak dapat lagi dicalonkan kembali. Pertarungan akan menjadi lebih seru, karena sudah tidak ada lagi incumbent. Peserta pilpres akan diisi oleh wajah-wajah baru. Penantang-penantang baru. Maka, akan sangat rugi jika tidak dapat mengikuti pilpres 2024 nanti.
Tapi saya kira ancaman tersebut hanya bagaikan angin lalu saja bagi PKS mau pun PAN. Mereka tidak akan peduli. Toh, tidak akan berpengaruh kepada mereka. Mengusung calon atau pun tidak, tidak ada pengaruhnya bagi PAN dan PKS. Karena untuk mencapai ambang batas parlementer saja mereka kesulitan, bagaimana mungkin mereka bisa mengusung capres dan cawapres? Jangan-jangan tahun 2024 nanti nama PKS dan PAN memang sudah tidak ada lagi.

Tarif Sewa Rusun Bulanan: Ahok 156 Ribu, Anies 272 Ribu, Miskin Warganya!

Kenaikan tarif rusunawa di era Anies ini makin mencekik. Kinerja minus, banjir masih banyak, Kali Item dijadikan barokah, macet makin parah, sampah juga di mana-mana, eh tarif sewa rusun makin naik.
Di sinilah letak kehausan yang hakiki atas keuangan DKI. Semiskin itukah Pemprov DKI sampai-sampai harga sewa dinaikkan? Rasanya DKI tidak miskin, DKI hanya lapar dan haus. Penulis ingin tertawa tapi takut... TOSSA.
Awalnya penulis dari ujung timur Indonesia hanya bisa iba dengan warga Jakarta yang 42 persen itu. Warga Jakarta 58 sih, tidak ya. Bahkan penulis hanya bisa tertawa melihat JKT58 yang kebanyakan adalah warga menengah ke bawah yang tertipu dengan iming-iming tidak jelas mengenai Rumah DP nol rupiah.
Diiming-iingi OK OCE, penggagasnya kabur bawa kardus. Diiming-imingi rumah DP nol rupiah yang akhirnya menjadi rumah DP omong kosong, pendananya malah kabur bawa kardus.
Diiming-imingi pembeli yang akan mencari penjual, eh, penggagasnya kabur. Diiming-imingi OK OCE mart, eh, OK OCE malah jadi ocehan belaka.
Kasihan sekali warga Jakarta. Mereka yang 58 persen itu adalah warga yang ada di bawah garis ekonomi. Mereka ditipu dengan ayat dan mayat oleh pendukung Anies Sandi. Komitmen lima tahun untuk selesaikan Jakarta, hanya dibayar tidak sampai setahun.
Jika banyak pembenci Jokowi yang mengatakan Jokowi tidak menuntaskan tugasnya sebagai gubernur selama 5 tahun, Sandiaga lebih menjijikkan. Jakarta yang hancur lebur itu ditinggalkan sambil bawa kardus. Memang jenderal kardus, dijanjikan oleh cawapres kardusan.
Memang ini menjadi sebuah bagian yang paling lucu dalam politik. Warga Jakarta ditinggal miskin oleh si pembawa kardus itu. Memang lucu. Rusun yang murah sekali di era Ahok diprotes. Sekarang rusun makin naik harganya, warga kok tidak protes? Satu kata untuk para warga JKT 58 adalah…

Kapok?

Akan tetapi, penulis sangsi bahwa mereka ini kapok. Rasanya mereka tidak akan kapok. Mengapa? Otak mereka sudah tumpul. Mereka sudah berhasil dibodoh-bodohi dan dininabobokan oleh kepalsuan kata-kata dari sang pemimpin.
Bayangkan saja, rusun bisa naik nyaris dua kali lipat. Rusunawa itu tarifnya menjadi 272 ribu per bulan untuk warga relokasi dan 535 ribu per bulan untuk warga biasa.
Pergub sudah diteken oleh Anies. Pergub nomor 55 tahun 2018 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Perumahan. Aturan tersebut mengganti Perda Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah.

"Iya benar (ada kenaikan)… Karena ada beberapa pertimbangan untuk diterbitkannya Pergub 55 Tahun 2018" kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Meli Budiastuti kepada detikcom, Selasa (14/8/2018).

Misalnya di rusun Cipinang. Kenaikan sangat dirasa memberatkan warga yang sudah miskin dan hidup di bawah garis batas kemiskinan itu.

Di Rusun Cipinang sendiri misalnya di lantai V bagi warga relokasi tarifnya menjadi Rp 272.000/bulan dari sebelumnya hanya Rp 156.000/bulan. Sementara bagi warga umum di lantai V kenaikan mencapai Rp 535.000/bulan dari sebelumnya hanya Rp 341.000/bulan.

Rusun itu awalnya dibangun Ahok untuk menampung warga relokasi. Rusun itu dibangun dengan begitu baik dan pantas. Pengelolaannya pun sangat baik. Akan tetapi, Anies menaikkan tarif. Entah apakah ada pelayanan yang ditingkatkan, atau hanya isapan jempol belaka?
Atau adakah kongkalikong antara Anies dengan Sandi untuk mengembalikan kardus yang sudah dikeluarkan? Bagaimana ini? Apakah ada yang bisa jelaskan?
Kenapa warga Jakarta yang miskin itu harus diberatkan? Apakah ini adalah bentuk mengusir warga dengan halus? Gubernur usungan Gerindra dan PKS ini benar-benar tidak becus. Sekarang wacana wakil gubernur pengganti Sandi yang kabur bawa kardus itu, mau dari Mardani atau Agus?
Sumpah, makin lunaslah utang-utang para pendukung Anies yang sekarang sudah jatuh, tertimpa tangga, dicelup di kubangan lumpur. Ini adalah sebuah ke-ngakak-an yang super hakiki dan -super Eich Kiu Kiu- alias HQQ.
Selamat datang di Jakarta, kota yang rusun nya pun mahal. Mau Indonesia dipimpin oleh wakil gubernur yang kabur bawa kardus? Pilih mereka.
Jokowi adalah satu-satunya pilihan waras di tengah kerusakan mentalitas Indonesia.
Begitulah kardus-kardus.
Untuk artikel tampan lainnya, bisa dilihat di sini: https://seword.com/author/mawengkang

Risha Dikenalkan Jokowi Kepada Para Pengungsi Gempa Lombok Utara

Luar biasa Jokowi ini tak ada kata lelah. Kesungguhan hatinya untuk rakyat bukan hanya sekedar kata apalagi pencitraan terutama bagi rakyat yang tertimpa bencana seperti yang dialami oleh masyarakat Lombok saat ini. Seandainya waktu gempa dan tsunami Aceh Jokowi sudah menjadi presiden. Yakin warga Aceh akan lebih cepat pulih dan cepat tertangani apalagi bantuan dari luar begitu banyak hingga rawan disalahgunakan. Huss sudah..sudah...kebanyakan mengkhayal.
Dari siang hari begitu sampai di Lombok, Jokowi tak berhenti melihat dan meninjau lokasi gempa di Lombok, terutama di Lombok Utara daerah yang paling berdampak gempa. Hingga tengah malam sebelum beristirahat di tenda Jokowi masih memimpin rapat terbatas. Semoga sehat selalu Pak Presiden.
Di lapangan Kantor Bupati Lombok Utara pada Senin malam (13/08/2018) dengan duduk beralas rumput ditemani Gubernur NTB Tuan Guru Bajang, Jokowi mengenalkan sistem RISHA kepada para pengungsi yang berkumpul disana.
Seperti diketahui siang hari di hari yang sama Jokowi berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma bertolak ke NTB dengan menggunakan pesawat kepresidenan. Setelah itu langsung melanjutkan perjalanannya kembali menggunakan helikopter Superpuma TNIAU menuju Kabupaten Lombok Utara.
Kabupaten Lombok Utara adalah daerah yang paling berdampak gempa. Di sana presiden akan meninjau dapur umum, trauma healing, posko pengungsian korban bencana, dan rumah sakit lapangan.
Senin malam saat bertemu dengan para pengungsi di lapangan kantor Bupati Lombok Utara, Presiden Joko Widodo mengenalkan sistem teknologi pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). Jokowi berpesan kepada warga Lombok agar bersedia membangun kembali rumahnya dengan teknologi rumah tahan gempa.
Selain itu Jokowi memastikan pula bahwa bantuan perbaikan rumah warga terdampak gempa Lombok akan mulai disalurkan secara bertahap mulai besok, Selasa 14 Agustus 2018. Pemerintah menganggarkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk setiap kepala keluarga bagi warga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat.
"Saya hanya ingin pesan, membangunnya nanti akan diawasi oleh Pak Gubernur kemudian akan diberikan bimbingan oleh Pak Menteri PU. Nanti membangunnya harus rumah yang tahan gempa. Namanya sistem RISHA. Jadi kalau ada gempa itu tidak goyah," ujarnya dari keterangan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Senin (13/8/2018).
RISHA merupakan rumah dengan konsep knock down, di mana proses pembangunannya tidak membutuhkan semen dan bata, melainkan dengan menggabungkan panel-panel beton dengan baut. Dengan itu, pembangunan rumah ini dapat diselesaikan dengan waktu jauh lebih cepat.
Adapun teknologi ini menggunakan sistem modular, sehingga mudah dipasang dan lebih cepat penyelesaiannya dibandingkan konstruksi rumah konvensional. Biayanya juga terjangkau, mudah dipindahkan karena knock down, tahan gempa dan dapat dimodifikasi menjadi bangunan kantor, puskesmas, rumah sakit, sekolah, dan lainnya.
Teknologi Risha dinilai dapat mereduksi kesalahan berulang dalam membangun rumah, khususnya kesalahan sistem sambungan penulangan kolom, balok, sloof dan yang lainnya. Dengan teknologi Risha, panel yang digunakan sudah terstandarisasi serta sistem sambungan yang dapat dikendalikan dan dicek pada saat pelaksanaan maupun sesudahnya.
Mengutip laman e-produk Litbang PUPR, pembangunan rumah dengan menerapkan teknologi RISHA telah dilakukan di Aceh sebanyak kurang lebih 10 ribu unit setelah bencana tsunami melanda. Salah satu keunggulan yang didapat dari teknologi ini ialah sifatnya yang fleksibel sehingga mampu menahan goncangan gempa.
Kementerian PUPR menuliskan, setelah melalui proses pengembangan sejak 2004, teknologi pembangunan rumah ini telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Hingga kini, RISHA telah didirikan di lebih dari 60 wilayah di Indonesia dengan jumlah mencapai ratusan ribu unit.
Dalam tahap rehabilitas dan rekonstruksi rumah di Lombok, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, akan dilakukan dengan sistem swakelola dengan konstruksi tahan gempa. Rehab rekon rumah yang rusak akan dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai.
Sebelum istirahat, Jokowi memimpin rapat terbatas di tenda pengungsian dan memberikan arahan. Informasi yang disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, rapat terbatas tersebut digelar di tenda yang dibangun di halaman RSUD Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Sejumlah arahan diberikan Jokowi agar penanganan pascagempa dapat berjalan dengan baik dan segera memulihkan perekonomian wilayah setempat.

Lakukan Kebiasaan Ini, Mari Mengenal Kebiasaan Merakyatnya Jokowi

Merakyatnya Joko Widodo nampaknya tidak bisa dielakan. Sejumlah bukti sudah dilakukan. Bahkan, Jokowi bukan hanya melakukannya hanya sekali. Jokowi selalu melakukannya berulang kali. Artinya, ini bukan pencitraan untuk mempolakan cara pandang kepada Jokowi. Bisa dibilang apa yang dilakukan adalah hidup ala gaya hemat. Kesederhanaan Jokowi pun didapat sebelum dirinya menjabat sebagai Presiden.
Pada saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sudah memulai kesederhanaan tersebut. Hal ini, mendapatkan sorotan dari banyak pihak. Apalagi, saat menjadi seorang Presiden. Jokowi pun menerapkan hal tersebut kepada Gibran dan Kaesang. Bahkan, Kaesang terungkap memiliki kostan kecil di Jakarta. Harus diakui, Jokowi mendidik anak-anakanya melalui kesederhanaan.
Pada artikel sebelumnya saya sempat menulis kesederhanaan Jokowi yang makan di warung pinggir jalan saat kunjungan kerja. Bahkan, Jokowi membawa menterinya untuk makan di tempat tersebut. Lalu, ada apa kesedehanaan Jokowi selama menjadi Presiden?
  1. Pakai jas hanya satu jutaan
Harga jas biasanya memakan harga yang cukup tinggi. Apalagi dijahit melalui desainer ternama di Indonesia. Namun, pada pelantikannya empat tahun kebelakang, Jokowi menyerahkan pembuatan jasnya pada Feng Sin Tailor yang beralamat di Gunung Sahari Jakarta.
Kios Feng Sin Tailor sudah berdiri sejak 1939. Pemiliknya adalah Rusman (60) yang sejak Jokowi terpilih sebagai gubernur DKI, dia telah menjahitkan batik dan kemeja Jokowi. Jokowi mengenal Feng Sin Tailor atas rekomendasi Ahok. Rupanya dulu ayah Rusman adalah penjahit langganan ayah Ahok.
Menurut Rusman, busana jahitannya selalu pas di Jokowi karena tidak pernah diminta membetulkan ulang. Satu stel jas berserta bawahannya dihargai sejutaan saja. Jauh lebih murah daripada jas bermerek atau buatan desainer dengan harga mencapai belasan juta.
Bahkan, hingga detik ini Jokowi berlangganan untuk menjahit baju kepada penjahit di Solo, Suparto. Jokowi berlangganan sejak menjadi Walikota di Solo. Saat ini, Suparto tidak hanya menjahit pakaian Jokowi. Melainkan, menjahit keluarga Jokowi lainnya.
  1. Tahun baru di rumah
Presiden Joko Widodo dalam cuitannya di Twitter curhat kalau dia hanya merayakan tahun baru 2017 di rumah saja. Rumah yang dimaksud memang Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat. Yang mencolok adalah tampilan presiden saat menikmati tahun baru karena memakai sarung kotak-kotak.
  1. Beli sepatu diskon
Kejadian ini bermula saat Jokowi mengunjungi Manado, Oktober lalu. Bahkan, kejadian orang nomor satu Indonesia membeli sepatu diskon membuat heboh masyarakat. Kedatangan Jokowi pun heboh warga yang berada di Manado Town Square. Di salah satu mall terbesar di kota ini, ia menyempatkan diri untuk membeli sepatu buatan dalam negeri dengan diskon 50 persen menjadi Rp 350.000.
  1. Makan dari PKL
Kemarin, Sandiaga makan di salah satu Nasi Goreng, Kebon Jeruk. Namun, hal ini telah Jokowi lakukan. Bahkan, Jokowi menghidangkannya di meja jamuan Istana Bogor saat rapat kabinet berlangsung. Dua gerobak nasi goreng yang biasa mangkal di depan Rumah Sakit Salak didatangkan ke istana untuk menjamu presiden, menteri, awak media, serta staf kepresidenan. Selain nasi goreng, ada pula sekoteng, tauge goreng, sate, dan bakso.
Rupanya Jokowi dan anak-anaknya memang berlangganan nasi dan mie buatan penjaja kaki lima di depan Rumah Sakit Salak. Menurut sekretariat Kepresidenan Darmansjah Djumala, Jokowi ingin mendekatkan rakyat dengan Istana. Ini merupakan pesan kesederhanaan yang ingin disampaikan Jokowi.
  1. Naik pesawat kelas ekonomi
Harga tiket kelas bisnis di sebuah pesawat komersial bisa mencapai tiga kali lebih mahal dari harga tiket kelas ekonomi. Dalam beberapa kesempatan Jokowi terlihat memilih menggunakan kelas ekonomi dibanding menggunakan kelas pertama.
Dia dan istrinya Iriana naik pesawat kelas ekonomi Garuda Indonesia untuk terbang menuju Singapura demi menghadiri wisuda putra bungsunya, Kaesang Pangarep. Padahal, sebagai presiden tentu beliau sanggup untuk membeli tiket bisnis.
Ongkosnya pun berasal dari kocek presiden sendiri karena dia beralasan terbang untuk urusan keluarga. Kebiasaan naik pesawat kelas ekonomi ini sudah dilakukan Jokowi sewaktu masih menjadi walikota Solo. Kebiasaan ini sampai ramai diberitakan media internasional Singapura dan Malaysia.
  1. Potong rambut di langganan anak muda
Pada Sabtu 14 Januari 2017 lalu, Jokow kedapatan sedang memotong rambut di sebuah barber shop langganan anak muda di Bogor. Saat itu Jokowi ditemani dengan putra bungsunya, Kaesang yang datang dengan berpakaian sederhana. Diketahui bahwatarif potong rambut dan penggunaaan pomade Jokowi hanya Rp 60 ribu.
  1. Enggan menggunakan voorijder
Kebiasaan Jokowi ini pada saat dirinya menjadi Gubernur DKI Jakarta. penggunaan voorijder tentu sudah menjadi keperluan wajib setiap gubernur. Tugasnya sebagai pengurai kemacetan saat gubernur menuju suatu lokasi, tentu menjadi kebutuhan vital. Namun Jokowi memilih untuk tidak menggunakan fasilitas tersebut. Bahkan di hari pelantikannya sebagai gubernur, Jokowi yang berangkat ke DPRD dari kediaman mantan gubernur DKI Ali Sadikin di Jalan Borobudur 2, Jakarta Pusat tidak menggunakan jasa voorijder.

Bawaslu Akan Telusuri Tudingan Mahar Rp500 M Sandi, Fadli Zon Ketakutan!

Tudingan Andi Arief bahwa Sandiaga Uno telah memberikan mahar Rp500 milyar kepada PAN dan PKS agar mengikhlaskan dirinya menjadi cawapres kini berbuntut panjang. Apalagi Sandi sempat mengungkapkan bahwa dana tersebut bukan mahar, tetapi dana kampanye untuk partai yang mendukung dirinya dan Prabowo. Namun pernyataan tersebut kemudian diralat oleh Sandiaga Uno sendiri, dengan mengatakan bahwa media telah memelintir pernyataannya. Namun, apa pun bantahan dari Sandiaga Uno, kini dugaan tersebut sudah masuk ranah Bawaslu. Bawaslu akan menelusuri pernyataan Andi Arief tersebut. Jika terbukti maka sanksinya cukup berat. Pencalonan Sandiaga Uno bisa dibatalkan.
Bahkan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra pun mendukung penegak hukum untuk mengusut mahar Sandiaga Uno ini.
"Oleh karena apa yang dikatakan saudara Andi Arief itu diakui Pak Sandiaga Uno bahwa uang itu memang ada, tapi tidak dalam bentuk mahar tapi untuk dana kampanye katanya begitu. Nah ini kan jadi persoalan hukum," kata Yusril di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (13/8).
Yusril menyatakan, aparat penegak hukum perlu mengusut kasus ini untuk memastikan ada atau tidaknya tindak pidana. Dengan demikian, dugaan tersebut tidak berkembang menjadi isu politik dan bahkan fitnah.
"Nah ini kan jadi persoalan hukum, kalau dana kampanye itu diberikan kepada siapa, jumlahnya berapa dan karena ini sudah menjadi masalah hukum saya kira lebih objektif kalau aparat penegak hukum melakukan kajian terhadap masalah ini ya. Melakukan penyelidikan lebih dulu apakah cukup ini sebuah tindak pidana atau tidak," katanya.
Apa yang disarankan oleh Yusril ini adalah sebuah langkah yang sangat baik. Penegak hukum harus segera mengusut dugaan mahar Sandiaga Uno ini untuk memberikan kepastian hukum. Apakah tuduhan Andi Arief ini benar atau tidak. Jika benar, harus segera diusut tuntas. Kalau pun tidak, maka polemik ini harus segera dihentikan. Karena hanya akan menguras energi kita semua.
Dan sepertinya Bawaslu akan segera menelusuri pernyataan Andi Arief yang menuding Sandiaga Uno telah memberikan mahar Rp500 milyar kepada PAN dan PKS agar dirinya diikhlaskan menjadi cawapres Prabowo yang mana selalu menjadi bahan perdebatan antara PKS dan PAN, yang mana saling mengklaim bahwa partainya yang paling berhak mengajukan cawapres mendampingi Prabowo. Tudingan Andi Arief ini karena Partai Demokrat merasa dikhianati oleh Prabowo yang mana sebelumnya sudah menjanjikan AHY sebagai cawapres jika Partai Demokrat bersedia mendukung Prabowo sebagai capres.
Keinginan Bawaslu untuk menelusuri kebenaran mengenai mahar Sandiaga Uno tersebut, membuat Fadli Zon ketar-ketir, ketakutan. Fadli Zon takut terlibat di dalamnya. Bagaimana tidak, jika menurut Andi Arief informasi tentang mahar Sandiaga Uno tersebut justru datang dari Fadli Zon dan kawan-kawan yang berada di tim kecil Gerindra. Kalau sampai masalah mahar ini akan diselidiki oleh Bawaslu, maka mau tidak mau Fadli Zon akan terlibat juga.
Untuk menghindari penyelidikan Bawaslu, Fadli Zon buru-buru mengatakan tidak ada case. Itu ujaran yang tidak berdasar. Artinya Fadli Zon menuding Andi Arief telah membual, omong kosong. Menuduh sembarangan.
"Saya kira tidak ada case (kasus). Itu ujaran tak ada dasar, apalagi tak terjadi apa-apa. Dibicarakan selanjutnya untuk biaya logistik dan lain-lain. Pemenangan pemilu harus ada kontribusi dari kandidat, termasuk Pak Prabowo, Pak Sandi, dari partai seperti apa, persiapkan saksi, atribut, spanduk, baliho, billboard, dan lain-lain," kata Fadli di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).
Tetapi apa yang diharapkan oleh Fadli Zon agar kasus ini segera dihentikan, ternyata tidak mendapatkan respon dari Bawaslu. Bawaslu justru akan segera menelusuri kebenaran mengenai mahar tersebut.
"Kami kan dari Bawaslu mengharapkan kepada pihak yang mengetahui, apabila memang ada usaha dari parpol untuk menerima atau menerima imbalan dari seorang paslon untuk meminta dana atau imbalan kepada parpol, apabila ada pihak yang mengetahui, kami sangat mengharapkan kehadirannya untuk ke Bawaslu," kata Fritz di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (9/8).
"Sehingga saat di Bawaslu melakukan sebuah klarifikasi, kami dapat mendapatkan sebuah informasi secara komprehensif," sambungnya.
Kita harap Fadli Zon segera memberikan klarifikasi ke Bawaslu atas tudingan Andi Arief tersebut. Jika memang tidak mengatakan seperti pernyataan Andi Arief, tentu Fadli Zon tidak takut mengklarifikasi ke Bawaslu, bukan? 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

1 komentar: