» » Nggak KAPOK, KalSel di kuasai PRABOWO cs tahun 2024 (2014 dan 2019 juga Prabowo ???!!!)

Nggak KAPOK, KalSel di kuasai PRABOWO cs tahun 2024 (2014 dan 2019 juga Prabowo ???!!!)

Penulis By on Minggu, 03 Desember 2023 | No comments

  


Migo Berita - Banjarmasin -
  Nggak KAPOK, KalSel di kuasai PRABOWO cs tahun 2024 (2014  dan 2019 juga Prabowo ???!!!) , Sekedar mengingatkan masa kampanye untuk pemilihan 2024 sudah dimulai, KPU bilang masa kampanye dari tanggal 28 November 2023 samapai dengan 10 Februari 2024. Nah untuk Warga Kalimantan Selatan, masa tidak paham dengan yang namanya otonomi daerah..?? paham dong... di Pemilu tahun 2014 dan 2019 , Prabowo selalu MENANG di Kalimantan Selatan... Lalu apakah Kalimantan Selatan sekarang sudah kearah yang lebih baik atau malah "Jalan Ditempat", dimana  warga Kalimantan Selatan banyak mengeluh atas perekenomian mereka yang dikatakan mereka "Tidak Ada Perubahan". Jadi apakah masih layak Prabowo untuk kembali MENDULANG suara di Kalimantan Selatan atau akankah Pemilih ANIS dan Pemilih Ganjar yang akan memenangkan hati pemilik suara di Kalimantan Selatan.

Saya Bukan Gibran



Melihat gambar di atas, jelas sekali bagi yang tahu itu adalah foto Kaesang bukan Gibran. Bagi yang tahu lo ya. Apakah di Indonesia ada yang tidak tahu mana Kaesang dan mana Gibran. Ternyata ada, mereka hanya tahu Gibran dan Kaesang adalah putra Presiden Jokowi, tanpa tahu wajahnya.

Mereka yang tidak tahu biasanya orang-orang yang jarang melihat televisi, atau jarang melihat berita dan tidak mempunyai telepon genggam yang terkoneksi internet. Bila punya hp zaman sekarang, mudah sekali membaca berita terkait Gibran dan Kaesang.

Dalam beberapa kesempatan Kaesang berkunjung ke beberapa daerah di Indonesia. Ternyata tidak sedikit yang menganggapnya Gibran. Sepertinya masyarakat tersebut hanya menerima informasi bahwa daerahnya akan kedatangan anak Presiden Jokowi. Begitu saja.

Dibenak masyarakat anak Presiden Jokowi adalah Gibran, tanpa pernah melihat wajah Gibran itu seperti apa. Hanya mendengar anak Presiden akan datang, disangkanya pastinya Gibran. Ternyata Gibran lebih populer daripada Kaesang, dan Kaesang harus tahu dan mengaku itu. He..he..

Tidak mau disangka Gibran, Kaesang lebih dahulu memberitahukan ke masyarakat bahwa dirinya bukan Gibran. Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep menemui para relawan di wilayah Magetan, Jawa Timur (Jatim).

Hal itu dilakukannya dalam lanjutan berkampanye Pemilu 2024 di wilayah Jatim, Minggu, 3 Desember 2023. Dalam pertemuan dengan para relawan yang bertajuk Konsolidasi Relawan 3 Kabupaten, Kaesang menyapa para relawannya dengan sedikit kelakar.

"Izinkan saya perkenalkan diri. Saya Kaesang Pangarep, bukan Gibran," kata Kaesang. Kaesang mengatakan, hal itu lantaran ada sejumlah warga yang keliru memanggilnya. "Saya ini Kaesang, kebetulan adiknya cawapres," ujar Kaesang disambut gelak tawa para relawan.

Jadi anak Presiden memang punya keistimewaan tersendiri, hal ini diakui Kaesang dan Gibran. Bila bukan anak Presiden belum tentu Kaesang bisa langsung jadi Ketua Umum PSI dalam waktu 2 hari setelah jadi kader.

Nah Kaesang pun sadar nama bapaknya laku banget dijual. Maksudnya bisa dipakai untuk menarik simpati masyarakat khususnya untuk PSI. Tak heran di berbagai baliho caleg PSI ada foto Jokowi.

Namanya usaha boleh dong bapak membantu karir politik anaknya. Membantu hanya dengan foto sudah lebih dari cukup untuk membuat masyarakat tergerak hatinya ke PSI. Di belakang Kaesang (foto di atas) ada kalimat “Ikut Jokowi Pilih PSI”.

Selain itu Kaesang pun bisa memanfaatkan nama Gibran. Kakaknya sudah lebih dahulu populer dan punya elektabilitas tinggi, oleh karena itu sekarang bisa jadi cawapres Prabowo Subianto.

Dengan memperkenalkan diri ‘saya bukan Gibran’ Kaesang sudah mempunyai nilai lebih. Masyarakat jadi tahu atau makin yakin bila orang di depannya merupakan keluarga Jokowi, sehingga kemungkinan dipilih lebih besar.

Mungkin di baliho PSI bisa juga ditambah foto Gibran. Tidak bahaya ta?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/saya-bukan-gibran-5qWtuN1EUQ

Pasca Didatangi Prabowo, Banyak Orang Ubah Haluan Dukung Ganjar, Jokowi Panik Joget Disko?


Selama ini kita tahu bahwa Prabowo ini begitu bernafsu sampai memilih Gibran yang merupakan produk pelanggaran etika berat dari paman Anwar Usman yang begitu menggunakan kuasanya untuk meloloskan Gibran. Sentimen publik dari positif, berubah menjadi negatif tanpa harus lewat titik netral terlebih dahulu. Rakyat Indonesia langsung muak. Bahkan ada sekelompok orang yang didatangi oleh Prabowo, setelah itu langsung menyatakan dukungan ke Ganjar Mahfud.

Ini adalah akibat dari pelanggaran etika berat yang dilakukan oleh pamannya Gibran, dengan yang kita kenal begitu umum lewat istilah nepotisme. Nepotisme adalah sebuah tindakan pelanggaran etika yang menggunakan jalur orang dalam, akar katanya adalah nepos artinya paman dan keponakan, untuk posisi kekuasaan tinggi.

Gibran tidak pernah mewakili semangat muda. Gibran adalah wakilnya Prabowo yang juga merupakan orang yang memiliki masalah dengan emosi dan masa lalunya soal HAM. Visi misi mereka pun seperti tulang yang kena osteoporosis alias ringkih dan gampang hancur.

Inilah yang dilihat oleh masyarakat Indonesia, terkait ketidakmampuan kedua orang ini dalam membangun bangsa. Rusak nama negara ini kalau mereka memimpin. Nggak heran ketika ada orang-orang yang bahkan setelah didatangi mereka, tetap dukung Ganjar dan bahkan lebih ekstrim lagi, mereka langsung “illfeel”, malah dari netral jadi muak.

Mendukung Ganjar bukan bicara soal klaim-klaim sepihak dari Ganjar dan Mahfud saja. Mendukung Ganjar itu diklaim dari rakyat, bukan asal caplok-caplok nama Jokowi seperti yang dilakukan pecundang Prabowo.

Ganjar dan Mahfud menjadi sosok yang benar-benar membangun bangsa, membangun kepercayaan bukan sekadar mimpi. Mendukung Ganjar itu merealisasikan harapan dengan kerja nyata. Hal yang saat ini sudah mulai hilang di Indonesia.

Banyak orang yang didatangi Prabowo dan Gibran, malah menjadi illfeel alias geli melihat mereka. Tidak ada yang bia dibanggakan, hanya berkoar-koar ingin berkuasa. Program food estatenya saja gagal, jadi lahan banjir karena tanah jadi tandus karena digunduli.

Kemudian Gibran di Solo bisa apa kalau nggak ada bapaknya? Sudah lah. Memang banyak yang mulai terbuka matanya. Jokowi effect diharapkan lama kelamaan akan pudar di dalam pasangan Prabowo Gibran ini. Jokowi effect justru berpengaruh positif kepada Ganjar dan Mahfud. Inikah yang

Saya jadi membayangkan satu hal jika Ganjar Mahfud yang menang. Mereka akan membangun bangsa ini dengan luar biasa. Tidak ada pembungkaman, penculikan dan penyetruman alat kelamin. Mau bilang mereka berubah, sepertinya nggak ya? Toh masih ngamukan gitu dan jogetnya penuh dengan amarah. Awas kena stroke.

Sumber Utama : https://seword.com/politik/pasca-didatangi-prabowo-banyak-orang-ubah-haluan-xwF3qzLx2A

Wow, Aksi "Paman Usman" dari Jogja Serukan Penangkapan Ade Armando



Masyarakat Jogja akan mengadakan aksi massa pada Senin ini (4/12) sebagai respons atas pernyataan Ade Armando (AA), yang sukses membuat warga Jogja tersinggung soal "politik dinasti" yang disampaikan politisi gaek dari PSI itu. Kelompok yang menngatasnamakan diri mereka sebagai Paguyuban Masyarakat Ngayogyakarta Untuk Sinambungan Keistimewaan (Paman Usman) itu mulai beredar di media sosial sejak Minggu (3/12/2023), yang diberitakan pula oleh harian lokal seperti bisa dicek di laman resmi Harian Jogja (Harjo) dengan link pada akhir tulisan ini.


Aksi massa yang menuntut agar AA ditangkap (nggak cuma disuruh minta maaf ya),

Seruan agar Ade Armando ditangkap itu juga mengajak masyarakat luas DIY secara umum agar bersama-sama bergerak menyuarakan pendapat mereka dalam aksi tersebut, yang akan dipusatkan di sekitar kantor DPW PSI DIY. Tajuk yang dipilih dalam aksi itu juga tak main-main: Aksi Rakyat DIY Tangkap Ade Armando Penista Sejarah Jogja.


Jadi, semua itu bermula dari reaksi warga Jogja menanggapi pernyataan AA soal praktik politik dinasti di wilayah kekuasaan Raja Jogja itu, sebagai bentuk penilaian AA atas aksi BEM UI dan UGM yang mengkritik praktik politik dinasti menjelang Pilpres 2024.

"Ini ironis sekali karena mereka sedang berada di wilayah yang jelas-jelas menjalankan politik dinasti dan mereka diam saja," ujar AA, yang terkesan asal mangap dan melupakan historis Jogja dan bagaimana tata pemerintahan provinsi istmewa itu, yang bergabung dengan NKRI dengan disahkannya UU tentang keistimewaan Jogja.

Jadi memang rakyat Jogja pantas tersinggung dan menuntut agar AA ditangkap,atau.setidaknya meminta maaf secara terbuka tak hanya secara lisan tapi secara tertulis di media cetak setempat seperti Harian Jogja atau Kedaulatan Rakyat.

Hanya, saya meragukan AA bakalan memenuhi tuntutan permintaan maaf itu, karena tampaknya sejak menerima "salam olah raga" dari oknum aksi massa yang hampir menewaskan AA yang memang tak lagi berusia muda itu, seperti ada yang geser atau terganggu dari cara berpikir dan logika AA yang tampaknya tak lagi berpijak pada "akal sehat agar negeri ini selamat" seperti jargon AA yang dahulu sempat terkenal itu.

Meski lantas kabarnya ada permintaan maaf AA sebagai respons atas pandangan politik pribadinya itu, tapi banyak netizen meragukan ketulusan AA, karena mungkin AA sempat menyebut pula soal "arahan partai" (tepatnya DPP PSI) yang memintanya untuk meminta maaf agar kegeraman warga Jogja mereda.

Kalau dampak buat PSI sih rasanya pasti akan terjadi juga ya, meskipun kita yakin tanpa blunder AA pun, suara PSI masih akan "segitu aja" alias sukar menembus angka 2 persen saja, meskipun ratusan atau ribuan baliho bergambar sang ketum yang unyu-unyu sudah terpasang sejak lama. Apalagi ditambah penolakan warga Jogja ini, malah akan bikin suara PSI nyungssep setidaknya di Kota Gudeg, yang mungkin setelah ini akan konsisten menolak kehadiran AA di Jogja untuk acara apa pun. Ben kapok! .

Sumber Utama : https://seword.com/politik/wow-aksi-paman-usman-dari-jogja-serukan-z20zZbyIUr

Ngawur Lagi, Cak Imin Bilang AMIN Tak Menang, Indonesia Terancam Hancur



Setelah Cak Imin membuat lawakan saat mengatakan Palestina akan diselamatkan jika dia dan Anies menang pilpres, kali ini muncul lawakan baru yang lebih fresh dan membagongkan. Cak Imin meminta pendukungnya membantu kemenangan Pilpres 2024. Dia mengatakan jika pasangan AMIN tidak menang, Indonesia terancam hancur.

"Kalau dalam survei itu ada namanya fix voters, ada yang namanya swing voters. Saya ingin dari fix voters saja kita sudah cukup untuk menang. Dan itu artinya anggota DPRD ini para caleg-caleg, kita mohon dan kita instruksikan kita wajibkan, suara dapatkan sebanyak-banyaknya. Siap?" kata Cak Imin.

Ini sangat menggelikan. Tingkat kepedean ini melebihi oramg paling tidak punya rasa malu sekalipun. Seolah AMIN yang bisa menyelamatkan bangsa ini dari jurang kehancuran. Seolah mereka adalah satu-satunya pahlawan yang bisa membawa negara ini ke jenjang yang lebih sukses, sedangkan paslon lain cuma pajangan saja.

Kalo ngomong dipikir dulu lah, jangan asal ceplas-ceplos kayak anak sekolah yang sedang mengarang bebas tanpa aturan.

Jakarta di tangan Anies aja berantakan. Dari etos kerja yang sudah dibangun Ahok dengan sangat hebat, sekarang seolah kembali seperti semula di era Anies. Bagi yang pernah urus surat-surat di jaman sebelum Ahok, lalu di jaman ahok dan jaman Anies pasti berasa perbedaannya.

Cak Imin ketika jadi menteri, prestasinya apa? Anies ketika jadi Gubernur DKI, prestasinya apa? Mungkin kalian bakal kesulitan menjawab ini, mirip menjawab soal fisika kelas profesor. Jadi kalau dua orang ini digabung sebagai capres dan cawapres, kira-kira negara ini bakal mengarah ke mana? Malah sok bilang, negara bisa gawat kalau mereka tidak menang. Bukannya terbalik? Koalisi Perubahan ada Partai PKS di sana, kira-kira yang waras pasti tahu apa dampaknya kalau PKS diberi panggung yang lebih besar di negara ini.

Ini pola pikir pembodohan yang harus dibuang jauh-jauh. Kedepankan visi-misi, bukan menjual ancaman. Masa kalah dengan anak sekolah saat pemilihan Ketua OSIS? Para kandidat aja bisa beberkan program dan keunggulan masing-masing. Tidak pernah kita dengar mereka bilang, "Kalau saya tidak jadi Ketua OSIS, sekolah akan hancur. Kalau saya jadi Ketua OSIS, saya akan selamatkan sekolah ini."

Lebih masuk akal, kalau AMIN kalah, PKB yang gawat karena berani keluar jalur dan satu gerbong dengan PKS. Please deh, jangan bawa-bawa negara ini.

Bagaimana menurut Anda?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/ngawur-lagi-cak-imin-bilang-amin-tak-menang-769JrRtvJE

Tanda-tanda Kekalahan Prabowo-Gibran Sudah Semakin Jelas Karena Fakta Ini



Prabowo berjanji akan pensiun jika pilpres 2024 kali ini dirinya kalah. Ini merupakan tanda-tanda bahwa Prabowo tidak percaya diri alias memang akan kalah. Seharusnya Prabowo pensiun saja sekarang atau pensiun dini, biar mengurangi stress dan luapan emosinya bisa dikontrol. Tetapi sudah terlanjur mendaftar di KPU, jadi harus jalan terus. Prabowo sebenarnya grasa-grusu.

Prabowo sangat ambisius. Mungkin di zaman orba, dorongan untuk berkuasa atau menjadi Presiden itu terus disodorkan ke dirinya hingga memasuki alam bawah sadarnya. Dan kini dorongan itu sulit lepas dari benaknya. Menjadi semacam beban hidup jika tak tercapai ambisi itu.

Prabowo pernah cerita sewaktu ditanya oleh Najwa Shihab soal kenapa dirinya suka joget dengan gaya khasnya itu, rupanya Prabowo sewaktu kecil sudah sering disuguhkan tarian wayang. Dan sampai saat ini itulah yang menjadi hiburannya.

Nah, tidak jauh beda dengan ambisi untuk menjadi Presiden, kayaknya itu sudah sering dihembuskan oleh orang-orang terdekatnya, apalagi setelah menikah dengan anak Presiden di masa orde baru. Ambisi untuk menjadi presiden pun semakin kencang, maka dari itu bisa dimaklumi kenapa Prabowo terus mencoba dan mencoba lagi.

Sudah kalah tiga kali tetap saja ikut kembali di tahun ini. Berbeda halnya dengan beberapa tokoh lain misalnya Amien Rais dan Megawati, setelah kalah beliau tidak lagi memaksakan diri untuk ikut pilpres. Beliau tahu diri.

Prabowo mungkin sudah paham bahwa kehadiran Gibran disisinya sebenarnya sudah tidak diinginkan oleh mayoritas rakyat.

Yang mendukung Gibran jadi wakil Prabowo adalah para kaum telunjuk Jokowi, mungkin yang sudah mendapatkan kursi komisaris, yahh kayak si itu yang lagi di Pelni, penggemar minuman buih berkuning itu.

Prabowo seharusnya sudah paham bahwa bagaimana pun kerasnya membranding dirinya, tidak akan bisa melawan sisi gelap sejarah dirinya.

Sejarah Prabowo yang sampai saat ini belum bisa hilang adalah kasus pelanggaran HAM atau penghilangan aktivis 98. Ini sulit dilupakan.

Jadi bagaimana bisa disebut pemimpin bangsa jika pernah menculik aktivis? Tidak terbayang kan jika berkuasa lalu mengeluarkan keputusan yang sangat berbahaya lalu dikritik keras, ehh yang kritik malah hilang atau dibungkam?

Bayangkan saja, Aiman pun diserang dan diperkarakan padahal itu kan kritik. Lalu baliho Ganjar Mahfud pun banyak yang diturunkan.

Jadi pemaksaan kehendak Prabowo Gibran hanya akan membuat rakyat muak dan rakyat akan melawan.

Maka sebaiknya Prabowo pensiun dini saja kalau memang tahu diri. Soalnya kalau masih ikutan lagi dan kalah lagi, bisa jadi Prabowo akan memperkarakannya setelah dirinya sujud syukur membelakangi kiblat. Awokawokwok.

Prabowo sulit membendung ambisinya itu, dan itulah kekalahan dirinya.

Prabowo sulit mengontrol dirinya dan segala macam ambisinya itu adalah bukti bahwa dirinya sulit memimpin.

Jangankan memimpin orang lain, diri sendiri saja sulit dipimpinnya.

Bukankah pemimpin yang hebat itu adalah dia yang sudah selesai dengan dirinya, yang bisa mengontrol dirinya dan segala macam ambisinya, sehingga dengan demikian justru rakyat akan berharap dipimpin oleh orang yang sudah selesai dengan dirinya itu karena tidak punya kepentingan pribadi atau golongan, justru hanya memikirkan kualitas bangsa.

Prabowo berjanji memberi makan siang gratis dan susu gratis. Untuk melakukan ini tak perlu jadi presiden, apalagi Prabowo kan kaya, kecuali dirinya tidak pernah merasa cukup atau masih merasa miskin sehingga dirinya masih merasa perlu menguasai sumber daya alam negeri ini. Yahh kayak food estate yang mangkrak itu.

Dan dengan adanya niat untuk naik gunung atau pensiun jika kalah di pilpres 2024 ini, berarti itu adalah sebuah signal yang sangat tajam dan bisa beneran terjadi.

Prabowo mungkin sudah sangat tahu bahwa ternyata branding gemoy tidak juga membuatnya mengubah karakter dirinya, justru hanya menjadi bahan tertawaan, bahkan ada yang sampai menulis bahwa “Gemoy itu adalah Gerombolan Monyet” efek dari singkatan Gemoy itu sendiri.

Prabowo sudah tahu kalau itu semua tidak menaikkan pamornya. Prabowo tetaplah Prabowo dengan gayanya, yang mungkin mayoritas rakyat sudah muak.

Prabowo juga tahu bahwa Gibran itu sebenarnya tidak punya pengalaman luas, dan tidak punya banyak gagasan yang kreatif kecuali hanya anak muda dan anak presiden.

Anak presiden belum tentu bisa sama dengan bapaknya yang presiden. Kalau Gibran nanti mengandalkan bapaknya, maka ini hanya akan memperlambat kinerja Gibran nanti.

Tetapi Indonesia akan selamat dari praktek-praktek orde baru jika Prabowo-Gibran tidak menang alias kalah. Dan cita-cita Prabowo untuk pensiun pun terwujud. Saatnya Prabowo memang sudah harus istirahat, umur yang sudah sangat tua sudah seharusnya istirahat.

Jadi untuk pilpres 2024 nanti, Indonesia bisa maju melesat saat terpilihnya Ganjar Pranowo sebagai Presiden dan Prof Mahfud MD sebagai wakilnya. Dua sosok ini tidak diragukan lagi kualitasnya. Negara ini butuh pemimpin berkualitas bukan pemimpin yang hanya berpikir semua masalah solusinya adalah makan gratis dan gaji tinggi.

Kemenangan Ganjar Mahfud adalah kemenangan rakyat Indonesia yang cerdas, tepat memilih kualitas, dan semoga kehidupan bangsa ini menjadi semakin melejit menggembirakan, dan penggangguran pun berkurang drastis, dan semoga penjilat telunjuk Jokowi pun sudah punah.

Sumber Utama : https://seword.com/politik/tanda-tanda-kekalahan-prabowo-gibran-sudah-semakin-IsAQyXAQXx

Menilik Gimik Gemoy ala Prabowo Mirip dengan Kampanye Bongbong Marcos



Kampanye lucu-lucuan dan politik santuy di Pemilihan Presiden (Pilpres) Indonesia 2024 tidak ubahnya seperti sebuah pembodohan. Padahal Pilpres adalah adu gagasan untuk memilih pemimpin yang sanggup kita amanatkan memimpin republik ini. Konyolnya saat ini masyarakat Indonesia justru dipertontonkan dengan joget gemoy ala salah satu kandidat, dan slogan politik riang gembira nan santuy? Wuihhh…ngeri tidak? Ini mengenai negara, dan tolong jangan berpikir receh! Negeri ini bukan sepetak, dan tidak bisa dijalankan dengan berjoget semalam suntuk sekalipun! Bayangkan, secara ajaib sosok Prabowo yang sebelumnya diketahui memiliki rekam jejak ngeri-ngeri sedap, justru di kontestasi Pilpres 2024 asyik berjoget gemoy. Sangatlah kontras dengan pembawaannya dibandingkan dua pilpres sebelumnya pada 2014 dan 2019. Di mana dirinya terkesan kaku, militeristik, mudah tersinggung dan berapi-api. Serta melekat dengan kejadian Tragedi 98 dan Orde Baru yang mungkin tidak diketahui oleh Gen Z dan Milenial.

Jujur melihat Pilpres kali ini seperti dagelan. Bagaimana mungkin sampai ada yang merasa perlu joget gemoy dijadikan sebuah ajang lomba? Klaim dari politikus Gerindra, Dedi Mulyadi, katanya ini merupakan bentuk komunikasi profetik yang menunjukan politik riang gembira dan Prabowo bukan seorang pendendam.

"Prabowo tampak lebih tulus berjuang. Dia tidak pernah menyerang. Dan saat diserang, dia lebih memilih diam ketimbang melayani serangan, termasuk fitnah. Dari sisi ini, saya melihat Prabowo itu sebenarnya sedang mengamalkan jurus komunikasi profetik,” katanya, Minggu (26/11/2023). Dikutip dari: liputan6.com

Wow…. tunggu dulu! Entahlah ini sebuah kebetulan, mirip, terinsipirasi atau mungkin copy paste. Hanya saja di pesta demokrasi kali ini gaya Prabowo kok serupa tapi tak sama dengan pertarungan Pilpres di Filipina, yang hasilnya dimenangkan Ferdinand Romualdez Marcos atau Bongbong Marcos. Dimana Bongbong Marcos adalah anak dari diktator Filipina, Ferdinand Marcos yang berkuasa selama 21 tahun, dan dianggap otoriter.

Sekalipun serupa tapi tak sama. Pertanyaannya, sejauh mana Generasi Z dan Milenial di republik ini peduli, serta mengetahui sejarah ataupun rekam jejak Prabowo. Kondisi inilah yang bisa menjadi jebakan batman bagi mereka anak muda yang rentan “dikadalin” dengan pencitraan. Sementara mereka adalah generasi yang melek teknologi. Serta, faktanya generasi inilah yang mendominasi dan memiliki peranan yang penting dalam pelaksanaan atau hasil Pemilu 2024.

Dikutip dari republika.id, Komisioner KPU RI Betty Epsilon Idroos mengatakan, sebanyak 46.800.161 atau 22,85 persen pemilih merupakan generasi Z. Sedangkan pemilih dari generasi milenial sebanyak 66.822.389 orang atau 33,60 persen. Jika ditotalkan, pemilih dari Generasi Z dan Milenial ini berjumlah 113.622.550 orang. Tragis jika dikarenakan minim literasi, dan dibutakan mabuk gemoy berujung salah pilih.

Oleh karenanya tidak salah rasanya jika bercermin dari Pilpres di Filipina. Di mana Bongbong Marcos menggunakan media sosial (medsos) sebagai salah satu strategi kampanyenya. Adapun sekitar 56% dari 65,7 juta pemilih Filipina terdaftar berusia di bawah 40 tahun. Ini artinya mereka tidak dilahirkan pada masa pemerintahan ayahnya, Ferdinand Sr., atau terlalu muda untuk mengingat ke-otoriteran ayahnya. Singkat cerita, dengan kekuatan medsos Bongbong sukses rebranding atau membangun kembali narasi cap otoriter yang melekat pada ayahnya dulu. Serta menjadikan dirinya sebagai Presiden ke-17 Filipina, dan sekaligus kembalinya Dinasti Marcos

Ehhhmmm……mengetahui ini semua apakah sebuah kebetulan jika ada kesamaan di Pilpres kali ini Prabowo “rela” menjadi gemoy demi terlihat asyik? Demikian juga dengan Partai Gerindra yang tampak menunjukkan kelunakannya dengan kerap berinteraksi dengan warganet di media sosial.dengan bahasa kekinian ala Gen Z di Twitter.

Iya, tidak ada yang salah dengan gaya komunikasi menyesuaikan zamannya. Hanya yang harus menjadi catatan penting bagi pemilih Pilpres 2024, termasuk pastinya Gen Z dan Milenial bahwa Pilpres bukan mengenai gemoy! Bukan pencitraan dengan segala drama dan haha…hihii..nya

Sejarah mencatat negara ini dibangun dengan perjuangan, dan sejarah adalah rekam jejak, fakta yang tidak bisa diingkari. Artinya, Pilpres bukan ajang alay-alayan, ataupun lucu-lucuan recehan dengan klaim riang gembira. Ini mengenai negara kita!

Sumber Utama : https://seword.com/politik/menilik-gimik-gemoy-ala-prabowo-mirip-dengan-eQfxA8FSL6

Ganjar-Mahfud Gencarkan Program 1 Desa, 1 Faskes, 1 Nakes Dari Sabang Sampai Merauke



Gus Baha pernah berkata, “𝑅𝑒𝑧𝑒𝑘𝑖 𝑡𝑒𝑟𝑒𝑛𝑑𝑎ℎ 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ ℎ𝑎𝑟𝑡𝑎. 𝑅𝑒𝑧𝑒𝑘𝑖 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑠𝑒ℎ𝑎𝑡𝑎𝑛. 𝑀𝑎𝑘𝑎 𝑗𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑏𝑜𝑙𝑎𝑘-𝑏𝑎𝑙𝑖𝑘 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑟𝑢ℎ𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑠𝑒ℎ𝑎𝑡𝑎𝑛𝑚𝑢 𝑑𝑒𝑚𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑒𝑗𝑎𝑟 ℎ𝑎𝑟𝑡𝑎.” Hidup di dunia tak melulu hanya memburu harta, karena biar bagaimanapun semua hal yang dimiliki saat di dunia tetap akan ditinggalkan, dan tak akan pernah dibawa mati. Sebab orang mati tak lagi merasakan nikmatnya harta yang telah dikumpulkan saat masih menghirup sejuknya udara di dunia.

Selama masih diberi Tuhan nikmat kesehatan serta rezeki yang cukup untuk hidup di dunia, bersyukurlah. Syukuri pemberian dari Sang Pencipta. Terutama di beri tubuh yang sehat, baik jiwa dan raga, itu sudah menjadi suatu anugrah yang mesti kita hargai dengan penuh rasa terima kasih. Karena sehat itu mahal harganya, terkadang kesehatan tidak bisa dibeli dengan nominal berapa pun.

Oleh sebab itu, menjaga tubuh agar tetap sehat penting dilakukan. Jika kondisi tubuh kita fit dan prima, maka untuk melakukan suatu kegiatan pun akan terasa nyaman. Kita bisa produktif dalam menunaikan aktivitas, entah itu belajar, bekerja, dan lain sebagainya.

Namun ada kalanya kita jatuh sakit karena keletihan, masalah usia dan masih banyak lagi faktor yang membuat manusia sakit dan itu wajar terjadi. Terkadang sakit yang diderita tidak hanya bisa sembuh dengan hanya minum obat warung atau dibiarkan begitu saja. Akan tetapi kita juga diharuskan memeriksakan diri ke klinik atau rumah sakit terdekat, guna mendapatkan obat supaya lekas membaik.

Kendati demikian, tidak semua orang bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Hal itu dapat terjadi karena pelayanan kesehatan di negara kita masih belum memadai, terlebih bagi pasien BPJS di pelosok negeri masih terkendala akibat kurangnya tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan. Artinya, layanan kesehatan Indonesia belumlah merata.

Bukankah kita akan merasa iba, saat melihat orang sakit yang harus jauh-jauh pergi ke kota atau bahkan sampai menyebrangi pulau agar dapat memperoleh pelayanan kesehatan? Mereka yang sakit harus pontang-panting, kesana kemari untuk mencari tempat berobat. Mereka harus menahan rasa sakitnya ketika belum mendapatkan klinik maupun rumah sakit, lantaran di daerah tempat mereka tinggal belum ada bangunan yang dijadikan rujukan untuk berobat.

Tak sampai hati jika dibayangkan. Oleh sebab itulah, Ganjar-Mahfud yang saat ini didapuk menjadi pasangan capres-cawapres 2024 ingin memberikan kemudahan bagi warganya diseluruh Indonesia, terutama yang berada dipelosok supaya dapat mengakses layanan kesehatan secara dekat, cepat, murah dan tentunya baik.

Melalui program unggulannya dalam bidang kesehatan, Ganjar-Mahfud menggencarkan program 1 Desa, 1 Faskes dan 1 Nakes. Pasangan dengan nomor urut 3 ini menginginkan desa di Indonesia dibangun fasilitas kesehatan, lengkap dengan nakes yang mumpuni serta profesional. Ganjar-Mahfud ingin menyehatkan warga desa melalui program tersebut.

Di sisi lain, alasan keduanya getol menggaungkan program kesehatan itu karena jika salah satu anggota keluarga sakit, maka anggota keluarga lain akan merawat yang sakit. Melihat kondisi demikian, bisa ditarik kesimpulan bahwa mereka tidak akan produktif.

Sehingga keberadaan faskes di tiap desa, akan membuka jalan bagi setiap insan untuk hidup sehat, dengan begitu mereka dapat bekerja produktif sekaligus bisa hidup lebih sejahtera. Jika kita analisis baik-baik, sejatinya program ini tidak hanya membantu untuk memberikan layanan pengobatan yang aman serta nyaman saja. Namun juga dapat membangun SDM desa lebih makmur dan bahagia.

Menariknya, program tersebut juga akan diberlakukan Ganjar-Mahfud dari Sabang hingga Merauke. Mengingat di pulau Merauke, Papua yang belum lama ini dikunjungi Ganjar masih minim fasilitas kesehatan disana. Padahal jumlah penduduknya saja mencapai ratusan ribu, akan tetapi hanya terdapat 25 Puskesmas, itupun ada yang belum mendapat akreditasi. Sehingga layanan kesehatan belumlah maksimal, masih banyak warga yang belum memperoleh pelayanan dengan baik.

Dan langkah yang dilakukan Ganjar-Mahfud ini bukanlah sekedar kata-kata atau bualan semata, melainkan aktivitas tersebut sudah benar-benar ditunaikan Ganjar saat di Jateng. Dimana Ganjar telah berhasil membangun puluhan Puskesmas di pelosok Jateng.

Kita ambil salah satu contoh di kepulauan Karimunjawa, Jepara. Banyak masyarakat disana begitu bungah hatinya ketika tempat berobat di daerahnya mendapat peningkatan fasilitas yang jauh lebih baik. Warga yang biasanya harus menempuh jarak puluhan kilometer demi memperoleh layanan pemeriksaan yang memadai, namun sejak tahun 2018 sudah tidak lagi melakukan perjalanan jauh tersebut, karena di tempatnya tinggal sudah tersedia pelayanan kesehatan yang bagus.

Itulah bukti betapa besar rasa kepedulian Ganjar terhadap kesehatan warganya. Bahkan, tidak sekedar memberi fasilitas yang memadai saja, akan tetapi Ganjar juga sangat memperhatikan detail kualitas bangunan. Ganjar ingin memberi sarana prasarana yang bagus untuk warganya, sebab itulah tujuannya terjun ke dalam dunia pemerintahan, karena Ganjar ingin melayani tuannya.

Dan kini, beragam kemaslahatan yang telah ditunaikannya semasa menjadi Kepala Daerah akan diperluas, termasuk pelayanan kesehatan pun dengan pendidikan, yang akan menjadi penunjang serta modal dalam upaya mewujudkan SDM unggul. Ganjar-Mahfud tak akan gentar demi memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Totalitas tanpa batas, menjadi spirit perjuangannya untuk selalu bekerja keras demi rakyat serta bangsa dan negaranya.

Untuk itulah, jangan biarkan negara sebesar ini dipimpin oleh sosok yang sama sekali tidak mampu atau cukup piawai dalam menahkodai kapal besar. Karena dalam hal ini yang dipertaruhkan bukan satu atau dua nyawa, melainkan ratusan juta jiwa.

Memilih pemimpin berdasarkan pemikiran rasional, jangan mengandalkan sikap emosional. Pilih pemimpin yang memiliki gagasan yang masuk nalar serta logika, bukan yang selalu menonjolkan pemikiran irasional saja.

Sumber Utama : https://seword.com/politik/ganjar-mahfud-gencarkan-program-1-desa-1-faskes-m4NgEu59uK

Nahdliyyin United: Perbanyak Sholawat Asyghil Untuk Lawan Politik Kedzaliman Pilpres 2024



Pesta demokrasi pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden sudah dimulai. Yaitu dengan dikeluarkannya program dan jadwal kegiatan tahapan kampanye pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dikeluarkannya Peraturan KPU nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilihan Umum yang dimulai Selasa, 28 November 2023 sampai 10 Februari 2024.  Program kampanye ini meliputi pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga kampanye di tempat umum, debat calon pasangan capres dan cawapres dan media sosial. Harapannya saat kampanye masyarakat mengetahui program kerja yang dipaparkan oleh masing-masing capres cawapres.

Tidak hanya sekedar janji-janji politik tapi program kerja realistis sesuai yang dibutuhkan masyarakat saat capres cawapres itu menang dalam pemilu presiden tahun 2024 nanti. Jangan sampai pesta demokrasi ini dinodai oleh prilaku capres cawapres yang tidak mencerminkan sebagai negarawan.

Seorang capres cawapres yang akan memimpin negeri ini harus menjalankan politik dengan hati yang bersih dan jauh dari perilaku zalim. Dalam bahasa Arab zalim itu dibaca dzholim dalam ajaran Islam berarti meletakkan sesuatu atau perkara bukan pada tempatnya. Atau orang yang tidak bisa berlaku adil. Karena lawan dari zalim adalah adil.

Pemilu presiden tahun 2024 sangat dimungkinkan ada pasangan capres cawapres yang menggunakan politik kedzaliman atau politik ketidakadilan. Politik yang menggunakan kekuasaan untuk memenangkan pilpres 2024.

Jangan sampai karena sedang berkuasa lalu tidak memperhatikan tatanan kehidupan berdemokrasi. Jangan sampai rakyat diperlakukan tidak adil demi melanggengkan kekuasaan. Konstitusi dilanggar, demokrasi dikebiri, itu namanya pasangan capres cawapres tersebut menggunakan politik kedzaliman.

Untuk melawan politik kedzaliman yang berkembang di masyarakat maka leader Nahdliyyin United Muhammad Rofi'i Mukhlis atau Gus Rofi'i mengajak warga nahdliyyin untuk memperbanyak membaca atau melantunkan sholawat asyghil.

Sholawat yang diciptakan oleh Imam Ja'far Ash-Shadiq ini muncul ketika Ahlul Bayt atau keturunan Nabi Muhammad SAW mengalami persekusi oleh Bani Umayyah, terutama di masa kepemimpinan Yazid bin Muawiyah, lalu Ja'far Ash-Shadiq membuat sholawat asyghil. Beliau berdoa agar orang-orang jahat atau zalim saling bertikai dengan sesama orang jahat. Orang-orang zalim ribut dengan sesama mereka sendiri.

Sejak zaman dulu dikalangan ulama-ulama Indonesia menganjurkan agar santri dan warga Nahdliyyin memperbanyak sholawat asyghil. Tokoh ulama pesantren yang memiliki sanad sholawat asyghil adalah pengasuh pondok pesantren Lirboyo KH. M. Anwar Mansyur. Beliau memperoleh ijazah sholawat asyghil dari KH. Abdul Abbas Buntet Cirebon. Juga sering dilantunkan oleh KH. Abdullah Syafi'i atau dikenal dengan nama Kiai Dullah pendiri dan pengasuh pertama perguruan as-Syafi'iyah di Jakarta. Juga disebarkan juga KH. Muhammad Syafii Hadzami seorang ulama asli Betawi.

Penulis memiliki seorang guru yang selalu berpesan agar sholawat asyghil titip untuk terus dialirkan. Demikian juga Gus Rofi'i Leader Nahdliyyin United agar warga nahdliyyin memperbanyak membaca sholawat asyghil untuk melawan politik kedzaliman di pilpres 2024. Karena fitnah orang-orang jahat semakin masif ke depannya. Dalam kondisi kritis seperti ini kita semua warga nahdliyyin untuk merutinkan sholawat asyghil lebih banyak dari biasanya.

Dalil membaca sholawat asyghil diantaranya, membaca shalawat membuktikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Mengenai perintah dan keutamaan bershalawat diantaranya Al-Qur’an Surat Al Ahzab: 56.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

Sekali lagi Nahdliyyin United mengajak warga nahdliyyin untuk merutinkan membaca sholawat asyghil dengan lirik sebagai berikut:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Allahumma shalli 'alaa Sayyidinaa Muhammad.

Wa asyghilidh dhoolimiina bidh-dhoolimiin.

Wa akhrijnaa min baynihim saalimiin

Wa 'alaa aalihi wa shohbihii ajma'iin.

Artinya: "Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zhalim agar mendapat kejahatan dari orang zhalim lainnya, selamatkanlah kami dari kejahatan mereka, dan berikanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan Para Shahabat Beliau."

Sedangkan faedah dan keutamaannya dapat penulis paparkan sebagai berikut:

  1. Dihapus dosa oleh Allah.

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحَطَّ عَنْهُ عَشْرَ خَطِيئَاتٍ

“Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh shalawat dan menghapus darinya sepuluh dosa.” 📚(HR. Ahmad).

  1. Diangkat derajatnya oleh Allah.

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ.

"Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh shalawat, menghapus darinya sepuluh dosa dan mengangkat derajatnya sepuluh derajat.” 📚 (HR. An Nasa’i).

  1. Dicintai Rasulullah SAW.

أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً.

“Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.” 📚 (HR Tirmidzi).

  1. Bisa menghindari membicarakan kejelekan orang lain.

  2. Mendapat pertolongan Allah SWT dalam banyak hal.

Semoga dengan banyak dibaca sholawat asyghil pemilu presiden tahun 2024 berjalan dengan baik dan lancar. Yang melakukan politik kedzaliman akan bertarung dengan mereka yang zalim. Sedangkan calon presiden dan calon wakil presiden yang adil, tidak menggunakan politik kedzaliman akan keluar sebagai pemenangnya.

Nurul Azizah penulis buku Muslimat NU Militan Untuk NKRI.

Sumber Utama : https://seword.com/politik/nahdliyyin-united-perbanyak-sholawat-asyghil-ARscnBCMDY

Re-Post by MigoBerita / Senin/04122023/12.08Wita/Bjm

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya