» » » » » » "Berebut" Ketua PWI Kalsel ... Siapa yang paling dipercaya Banua Banjar !

"Berebut" Ketua PWI Kalsel ... Siapa yang paling dipercaya Banua Banjar !

Penulis By on Sabtu, 15 April 2017 | No comments

Bursa Ketua PWI Kalsel Semakin Panas

Helmie Siap Maju, Usung Program Pengembangan Kompetensi

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kandidat Ketua PWI Kalsel periode 2017-2022 terus mencuat. Setelah Pemimpin Redaksi Radar Banjarmasin Toto Fachrudin menyatakan siap maju sebagai kandidat ketua, Sekretaris PWI Kalsel periode 2012-2017, Zainal Helmie (Mata Banua) juga menyatakan ingin mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di PWI Kalsel. Helmie yang dua periode mendampingi Fathurrahman sebagai Sekretaris PWI ini mengaku pencalonan dirinya atas dorongan kawan-kawan jurnalis di Kalsel. Helmie dianggap sebagai figur yang yang bisa merangkul anggota PWI di Kalsel. Dengan modal pengalaman dirinya sebagai Sekretaris PWI Kalsel selama dua periode, Helmie dinilai dapat membawa organisasi kewartawanan tertua di Kalsel ini lebih baik lagi. Berbicara pengalaman. Helmie tentu bukan orang baru. Dia malang melintang dalam dunia jurnalistik di Kalsel. Bahkan, pembawaan yang low profile dan mudah merangkul dengan pendekatan kekeluargaan, menjadi modal dirinya untuk mencalon menjadi ketua PWI Kalsel mendatang. Dia mengakui, melawan kandidat ketua PWI Kalsel periode mendatang pada Konferensi Provinsi PWI Kalsel yang datang dari media-media besar tak mudah.

SIAPA KUAT?: Mereka yang disebut berpeluang dalam suksesi Ketua PWI Kalsel.

Namun, dengan modal dan semangat kekeluargaan yang dimilikinya, Helmie yakin dapat bersaing meraup hak suara. “Kesiapan saya mencalonkankan diri atas dorongan kawan-kawan. Dan dengan amanah itu, saya siap maju seperti kandidat lain yang saat ini mulai bermunculan,” kata Helmie, Selasa (11/4) kemarin. Seperti diketahui, syarat untuk menjadi calon Ketua PWI Kalsel berdasarkan AD/ART PWI, sang calon harus memegang kompetensi utama dan pernah menjadi pengurus selama satu periode atau sekurang-kurangnya 5 tahun. “Ada beberapa orang wartawan yang memiliki hak maju. Dan saya yang juga mendapat dorongan serta memenuhi persyaratan, tentu juga memiliki kesempatan tersebut,” ujarnya. Ia mengingatkan kepada semua kandidat nantinya untuk mengedepankan etika demokrasi. Dia tak ingin pada Konferensi Provinsi PWI Kalsel nanti ada intrik kecurangan yang dapat mencederai demokrasi. “Mari kedepankan dan beri contoh demokrasi yang jujur,” katanya. Helmie memiliki visi untuk kemajuan pewarta di Kalsel. Ia menginginkan wartawan menjadi pioneer perubahan ke arah yang cemerlang. “Saya menginginkan wartawan tak hanya mencari berita atau reportase saja. Namun, menjadikan peran wartawan sebagai pengajar, bahkan menjadi narasumber berkompeten untuk kegiatan yang berkaitan dengan jurnalistik atau kehumasan,” cetusnya. Sementara, Ketua PWI Kalsel Faturrahman mengharapkan pada konferensi nanti muncul kader terbaik dari PWI Kalsel sebagai penerus dirinya. Ditekankan wartawan senior ini, ketua terpilih nanti adalah yang memiliki dedikasi yang tinggi terhadap organisasi kewartawanan tertua di Kalsel ini. “Yang pasti pemimpin PWI Kalsel nanti memiliki integritas yang tinggi yang memiliki harkat dan martabat PWI serta memiliki karakter melayani anggota,” kata pria yang akrab disapa Atui ini. Diakuinya, beberapa kandidat yang saat ini mencuat ada yang memiliki syarat tersebut. Terlebih, kandidat tersebut adalah pengurus yang benar-benar aktif di PWI Kalsel. Berbicara syarat, Atui mengatakan, kandidat calon ketua harus memegang kartu kompetensi utama PWI. Selain itu, kandidat juga harus menjadi pengurus PWI dan sudah menjadi anggota biasa minimal 5 tahun. “Para calon ketua PWI Kalsel yang saat ini mencuat, saya yakin mereka sudah merasa layak. Dan saya yakin anggota PWI Kalsel sudah tahu track record semua kandidat yang saat ini mencuat,” ujarnya. Pemilihan ketua PWI Kalsel sendiri memperebutkan 300 lebih hak suara dari anggota biasa. Meski demikian, jumlah tersebut masih akan diverifikasi lagi karena ada beberapa anggota yang sudah tak aktif maupun yang sudah wafat. Atuy berharap besar, konferensi PWI Kalsel nanti berjalan lancar dan terpilih ketua PWI Kalsel yang benar-benar melalui proses demokrasi bermartabat. “Jangan ada permainan atau intrik-intrik yang mencederai demokrasi. Hindari intrik dan intervensi karena tekanan politik maupun pemerintahan,” tegasnya. (mof) / http://kalsel.prokal.co/read/news/8853-bursa-ketua-pwi-kalsel-semakin-panas.html

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Sabtu/15042017/15.32Wita/Bjm
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya