Arsip Migo Berita

Tampilkan postingan dengan label MELAWAN LUPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MELAWAN LUPA. Tampilkan semua postingan

UMP Demo Buruh, JANGAN Salahkan ANIES : Edisi Melawan Lupa

Migo Berita - Banjarmasin - JANGAN Salahkan ANIES : Edisi Melawan Lupa. Apapun kebencian dan kesukaan Anda tentang seseorang, kembalikan kepada FAKTA bukan kepada Hawa Nafsu ingin Selalu BENAR walau SALAH, agar tidak gagal paham terus baca hingga tuntas artikel yang telah kita kumpulkan.

Close the Door! Antara Fakta dan Retorika Anies Soal Ekstremis

Sejujurnya saya cukup kaget juga ketika Anies Baswedan kembali hadir sebagai bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier. Seingat saya Anies sudah tampil di kanal YouTube Deddy itu lebih dari 2 kali.

Rupanya Anies Baswedan benar-benar memanfaatkan kanal yang memiliki lebih dari 16 juta subcribers itu. Sebagai bagian dari 'kampanye' yang soft, menjual pemikiran-pemikiran melalui obrolan dan berusaha keluar dari situasi yang sedang ia hadapi saat ini. Sebentar, sedang menjual pemikiran atau sedang usaha membelokkan persepsi masyarakat terhadap dirinya? Haha

Maka dengan demikian Deddy Corbuzier secara bertahap sukses membangun channel Youtubenya menjadi saluran informasi yang jauh lebih high level lagi. Brandingnya dapat. Is very smart. Salut.

Well, memang dari sekian tema obrolan terkait Anies Baswedan yang terkait dukung, didukung atau mendukung kelompok ekstremis cukup menarik.

Menanggapi hal itu, Anies menyebut dirinya hanya bekerja sesuai dengan program dan visi misinya saja. Ia tak dapat mengatur pendapat dan pikiran orang.

“Kita ini dalam bekerja dalam melangkah ini kan butuh ide dan gagasan, terus yang dukung itu macem-macem,” ucap Anies pada podcast close the door milik Deddy Corbuzier, Rabu (24/11/2021).

Lanjutnya, “Saya tidak bisa atur pikiran orang, yang bisa diatur adalah tindakan tapi perasaan dan pikiran orang tidak bisa diatur,’ kata Anies.

Ia pun menyebut salah satu cara untuk menghadapi orang yang memiliki ideologi ekstrim dengan cara berpikir kritis. “Salah satu cara untuk menghadapi ekstrimisme itu adalah cara berpikir kritis,” ucap Anies.

Jika membaca statementnya Anies seperti sedang berusaha mengaburkan sebuah data dan fakta-fakta yang terekam di benak banyak rakyat Indonesia. Tapi usahanya patut diapresiasi setidaknya mungkin dengan cara tersebut mampu mengikis persepsi orang.

Pada tahun 2014 saat ia masih menjadi salah satu tim kampanye Jokowi-Jusuf Kalla, Anies salah satu tokoh yang dengan sangat keras menyerang Prabowo Subianto. Pasalnya saat itu Prabowo-Hatta didukung oleh ormas FPI.

Dan di sebuah kesempatan ia mengatakan sebagai gambaran sosok Prabowo Subianto ke publik terkait kesan tegas yang disematkan oleh banyak pihak. Lantas Anies pun memberikan pernyataannya dan salah satunya, "Prabowo itu tidak tegas karena ia didukung oleh FPI yang merupakan kelompok ekstremis."

Rekam jejak digitalnya masih ada jika mau dicek di internet. Dan tak mungkin hilang itu sebuah fakta yang sulit bagi Anies Baswedan untuk mengelaknya.

Tapi seiring berjalannya waktu. Kondisi politik berubah termasuk Anies Baswedan. Dipecatnya Anies sebagai menteri pendidikan di era Jokowi-JK setidaknya membawa rasa kecewa. Padahal saat itu Anies baru menjabat kurang lebih 18 bulan.

Tapi Anies tak lama menganggur tahun 2016 dipecat dan beberapa bulan kemudian melalui lobi kelas tinggi Jusuf Kalla akhirnya Anies Baswedan bersama Sandiaga Uno maju Pilgub DKI Jakarta.

Jusuf Kalla sukses besar membujuk Prabowo Subianto yang sebetulnya lawan politiknya. Sebab Prabowo saat itu oposisi pemerintahan Jokowi-JK.

Singkat kata, Anies bisa menjadi calon Gubernur DKI Jakarta melawan Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok. Anies yang pada tahun 2014 berseteru secara politik dengan Prabowo akhirnya bersatu.

Dan secara otomatis para pendukung Prabowo di pilpres 2014 mengarahkan dukungannya ke Anies-Sandi. Termasuk di dalamnya FPI yang sudah dikatakan ekstremis oleh Anies.

Sebetulnya menyematkan kata "ekstremis' ke FPI itu tak ada yang salah, pasalnya anggaran dasar rumah tangga mereka memang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45, kemudian pergerakan mereka selama itu juga dipandang ekstrem. Toh belakangan terbukti sudah dinyatakan organisasi terlarang.

Nah, selain FPI dengan cara intimidasi, Anies juga didukung oleh HTI (Hizbur Tahrir Indonesia). Bahkan HTI membuat ratusan ribu pamflet-pamflet yang provokatif misal dengan kalimat, "Menyongsong Gubernur Muslim, menyingkirkan Gubernur kafir. Mewujudkan Jakarta bersyariah."

Jadi fakta di atas sebetulnya sudah lebih dari cukup untuk membuktikan jika Anies Baswedan didukung dan secara tidak langsung mendukung para ekstremis. Dan sebetulnya masih sangat banyak data dan fakta soal keterkaitan Anies dengan mereka.

Dan yang terbaru tentu saja kasus Farid Okbah yang memiliki hubungan yang terlihat akrab. Sampai Farid Okbah menghadiahi buku karyanya untuk dipelajari Anies. "Semoga menginspirasi beliau", pesan Farid Okbah sang terduga teroris dengan sangkaan pendanaan kepada para teroris melalui Lembaga Amal Zakat.

Retorika Anies di acara close the door Deddy Corbuzier tak akan mampu menghapus goresan yang teramat dalam ke tubuh ibu pertiwi. Sudah terlanjur banyak tangan-tangan yang menengadahkan ke langit dengan bulir-bulir yang menetes atas tindakan dzalim pendukungnya ke para minoritas.

Ia yang konon menenun kain kebangsaan tapi ia pula yang merobek-robeknya demi ambisi kekuasaan.

Demikian, salam

Anto Cahaya

Close the Door! Antara Fakta dan Retorika Anies Soal Ekstremis

Sumber Utama : https://seword.com/politik/close-the-door-antara-fakta-dan-retorika-anies-Gq2sRjPBFi

Arteria vs Anak Jenderal, Karena Merasa Sama-sama Punya Posisi

Cerita yang terjadi antara Arteria Dahlan dengan perempuan yang mengaku anak Jenderal, sebenarnya adalah cerita yang lumrah terjadi. Mungkin kalian juga pernah mengalami hal atau insiden semacam ini.

Ketika mau keluar pesawat, penumpang di depan tidak lekas jalan, entah karena baru menurunkan kopernya, atau ada penumpang lansia yang perlu beberapa persiapan yang lebih lama. Sementara penumpang di belakangnya, sudah berdiri antri.

Dalam hal ini, yang dipermasalahkan oleh perempuan mengaku anak jenderal itu karena Arteria Dahlan dan ibundanya dianggap menghalangi jalan. Sementara dari pihak Arteria mengaku bahwa bahkan pintu pesawat pun belum terbuka, masa dia ngalangin jalan? Tanyanya.

Bagi saya, dari ratusan penerbangan yang pernah saya rasakan, memang penumpang di Indonesia itu cukup agresif. Pesawat belum berhenti sempurna, bahkan tanda sabuk pengaman belum dimatikan, penumpangnya sudah berdiri dengan koper atau tas masing-masing. Padahal dari luar masih terlihat pesawat mengarah pada garbarata atau tangga, dan pintunya belum kebuka.

Dari sini saya menerka bahwa kondisi ini juga terjadi pada penerbangan yang berisikan Arteria dan perempuan anak jenderal tadi.

Dari pengakuan Arteria selanjutnya, yang mengatakan bahwa ibundanya yang sudah berusia 80 tahun tapi masih bisa berjalan dengan penopang punggung, perlu beberapa waktu untuk mempersiapkan, mungkin ini yang membuat emosi perempuan anak jenderal itu memuncak.

Karena dengan begitu, pasti jalannya lambat. Dan Arteria pasti mengandeng ibunya, beriringan. Tidak mungkin ibunya dibiarkan jalan sendiri dan Arteria mengekor di belakangnya. Nah ini juga yang mungkin dipersoalkan oleh si perempuan tadi.

Jadi sudah terbayanglah bagaimana kejadiannya.

Saya pribadi, beberapa kali pernah mengalami hal semacam ini. Tapi karena saya orangnya santai dan ga agresif, jadi ya santai saja. Toh kita sudah biasa menghadapi kemacetan Jakarta selama berjam-jam.

Cuma memang biasanya, untuk penumpang lansia yang duduk di kursi bisnis, ataupun di baris depan, mereka cenderung akan keluar terakhir dari pesawat. Entah karena mereka butuh kursi roda, persiapan yang lebih lama, atau mereka sadar kalau keluar sesuai urutan kursi depan, mereka beresiko akan disenggol-senggol oleh penumpang lain di belakangnya yang ingin mendahului.

Ya karena anak-anak muda kita, atau yang belum lansia, bawa tasnya cukup besar. Kalau jalan kadang ngibas kanan kiri dan nyerempet badan orang lain tanpa mereka sadari.

Nah dalam kasus Arteria ini, ibundanya memilih turun sesuai urutan kursi pesawat. Sehingga pasti memang akan berpengaruh pada alur kecepatan jalan keluar para penumpang.

Maka tak heran si perempuan yang mengaku anak jenderal itu bilang “tau diri dong.”

Memang si perempuan ini sudah keterlaluan. Mestinya untuk kasus semacam ini dia tak perlu sampai marah-marah berkepanjangan. Apalagi sampai harus lapor polisi. Karena ini lumrah dialami banyak orang. dan kita sebagai orang Indonesia mestinya kan mengedepankan tenggang rasa.

Kalau ga mau antri dan satu pesawat isinya cuma dia, ya mending naik pesawat pribadi saja. Atau minimal duduk di kelas bisnis, di kursi paling depan. Jadi pas keluar, bisa langsung nunggu di depan pintu, sekalipun belum dibuka sama pramugarinya.

Tapi ini kan Indonesia. Sebagian gengsi keluarga pejabatnya masih mengedepankan gengsi dan posisi. Dan ini bukan cerita baru ada orang yang mengaku anak jenderal, lalu bikin keributan dan bertindak di luar batas.

Masalah ini menjadi panjang karena kebetulan yang dihadapi adalah anggota DPR RI. Yang paham hukum, merasa tersinggung juga kalau sampai ada yang memaki-maki di jalan hanya karena persoalan sepele yang mestinya tidak perlu dipersoalkan.

Jika yang dihadapi adalah orang biasa, yang bukan siapa-siapa seperti saya misalkan, mungkin cerita ini akan berakhir di lorong garbarata. Kalau ada orang marah karena saya dianggap menghalangi jalan, atau kopernya berat jadi jalannya lambat, ya mungkin saya hanya akan coba memaklumi dan menganggap mereka sedang stress saja menjalani harinya.

Tapi karena ini perseteruan antara keluarga anggota DPR RI dan keluarga jenderal bintang tiga, jadi masing-masing tak ada yang mau mengalah dan mengedepankan emosinya.

Pada akhirnya saya menyimpulkan bahwa, memang sulit untuk menjadi orang biasa. Tapi ternyata lebih sulit lagi menjadi orang yang mau melepas semua ego dan posisinya, lalu memandang manusia lain adalah setara.

Saya tidak mau berpihak Arteria dan Ibunya. Saya pun tak mau membela si perempuan yang mengaku anak jenderal itu. Perselisihan ini terjadi karena masing-masing merasa punya posisi yang lebih penting dari orang lain di negeri ini. Selain itu, keduanya juga dalam emosi tinggi saat kejadian. Mungkin karena efek lelah perjalanan dan lain-lain.

Harapannya ini bisa berakhir damai dan tak perlu berlanjut ke jalur hukum. Karena kasihan juga polisi harus menengahi perseteruan emosi para bintang ini. Padahal kerjaan polisi kan banyak.
Arteria vs Anak Jenderal, Karena Merasa Sama-sama Punya Posisi

Sumber Utama : https://seword.com/umum/arteria-vs-anak-jenderal-karena-merasa-sama-sama-zLJB4buBlX 

Kenaikan UMP Gak Cukup buat Bayar Toilet, Said Iqbal KSPI Siap Aktifkan Ritual Demo Buruh

Ritual tahunan demo buruh dengan pentolan KSPI Said Iqbal sebagai penggeraknya dipastikan akan kembali aktif, sebagaimana tahun, tahun, tahun, dan tahun sebelumnya.

Apalagi diprediksi semangat para buruh akan berlipat kali ganda ketika mengetahui, plus emosinya kemungkinan besar akan dimainkan oleh dedengkot serikat buruh itu, setelah mendengar kabar kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) di DKI Jakarta cuma naik sedikit.

Kenaikan UMP yang disebut Said Iqbal bahkan nggak cukup buat bayar uang toilet, karena kalau dihitung alias di-breakdown 40 hari kenaikan upah sekitar Rp. 37.749 itu memang tidak sampai Rp. 1.500 rupiah.

Padahal, kalau program toilet gratis hasil tayangan viral Erick Thohir kemarin jadi berlangsung, ya belum tentu duitnya terpakai buat urusan toilet saja, ya kan? Hahahaha...!

Lagipula, kalau beneran cuma segitu, apa ya tiap hari Said Iqbal, dkk itu pipisnya di toilet umum, kan ya nggak toh id, Said. Apa pipis di kantor atau pabrik di provinsi DKI Jakarta, jangan-jangan sekarang bayar buat tambahan pemasukan perusahaan? Coba tanyakan pada tim TGUPP Jakarta mungkin tahu, atau kalau nggak, tanya Abah Anwar dari MUI itu.


Saya sih yakin kalau sampai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berani umumkan kenaikan nominal UMP yang di mata Said Iqbal dan teman-teman sebarisannya cuma seupil garing itu, pasti disertai kesiapan. Minimal kesiapan untuk ngeles alias mengelak saat dimintai konfirmasi.

Kemungkinan kedua, bisa juga beban alias tanggung jawab soal respons buruh akan ditimpakan pada perusahaan dimana para buruh yang bakalan demo itu selama ini mencari rezeki.

Namun yang jelas, anggaran pemerintah pusat harus kembali tersedot untuk pengamanan aksi massa yang kabarnya akan diikuti oleh 6 konfederasi pekerja nasional pada 29-30 November 2021 besok.

Padahal, kalau dilihat nominal utuhnya masih terbilang lumayan loh UMP 2022 nanti, yang dengan tambahan Rp 37.749 tadi menjadi Rp 4.453.935. Ingat, angka segitu baru upah minimal alias batas bawah untuk pekerja baru di suatu perusahaan. Itu pun dengan kualifikasi minimal yang biasanya diterapkan pada pekerja baru, yang kalau bicara soal lulusan perguruan tinggi akan berstatus fresh graduate.

Kalau sudah berpengalaman, dengan kondisi sudah berkeluarga dengan anak minimal satu orang, ya angkanya kemungkinan besar tidak dibikin pas dengan besaran UMP 2022 itu tadi.

Seharusnya, dalam kondisi sudah bekerja selama bertahun-tahun dengan gaji yang di atas UMP beberapa puluh atau bahkan di atas seratus ribu dari angka tadi, ya nggak usah pakai demo-demoan lah.

Kalau saya jadi owner, lebih baik saya pindahkan sedikit jauh dari "pusat keributan" setiap kali menjelang pengumuman UMP tiap tahun itu, asalkan masih bisa terjangkau dengan infrasturuktur yang ada sekarang.


Namun, jangan salah sangka juga dengan berpikir bahwa saya berada di pihak pengusaha, karena saya pun terhitung sebagai buruh dengan bekerja pada perusahaan kepunyaan orang lain.

Setidaknya, sampai hari ini tak pernah sedikitpun saya berpikir terlibat dalam aksi demonstrasi buruh seperti yang kerap saya lihat dari berita televisi atau berita di media online.

Sesekali pernah muncul ketidakpuasan di sana, tapi saya memilih untuk merespons dengan berusaha sedikit lebih keras, dengan masih mencari tambahan penghasilan di luar waktu kerja, demi memenuhi tanggung jawab sebagai suami, anak, dan menantu ... karena kebetulan saya tergolong "sandwich generation" seperti yang pernah saya ulas di tulisan ini:

https://seword.com/umum/bagi-saraswati-si-generasi-sandwich-gaji-40-1rD7693K9g


Saya pun penasaran model orang-orang seperti apakah yang akan demo pada akhir November 2021 nanti, termasuk merk sepeda motor apa yang dipakai oleh mereka.

Saya pun menanti ada seseorang yang bisa mengulas seberapa besar pendapatan seorang Said Iqbal atau pimpinan federasi buruh lainnya di negeri ini? Apakah "gaji bulanan" mereka jauh di atas para buruh yang (katanya) diperjuangkan nasibnya oleh KSPI dan federasi (serikat) buruh lain?

Lagipula, kalau selalu tidak puas dengan pendapatan, ya mendingan keluar saja lalu mencari pekerjaan baru atau membuka usaha sendiri, nanti kalian akan tahu rasanya betapa susahnya memenuhi keinginan para pekerja yang seakan tak pernah ada habisnya. Keinginan loh, bukan kebutuhan!

Kenaikan UMP Gak Cukup buat Bayar Toilet, Said Iqbal KSPI Siap Aktifkan Ritual Demo Buruh

Sumber Utama : https://seword.com/politik/kenaikan-ump-gak-cukup-buat-bayar-toilet-said-ITsVnJCgtS

Jokowi Persilahkan Ganjar-Ridwan Kamil Bersaing

Sebuah catatan yang cukup menarik persaingan yang terjadi antara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil. Persaingan keduanya membuat Presiden Jokowi pun mengaku senang. Bahkan Presiden menantang kepala daerah yang lainnya.

Lantas persaingan apa yang dimaksudkan? Persaingan yang maksudkan adalah soal menggaet investasi di daerahnya masing-masing. Kalau soal gaet menggaet keduanya memang jago.

Seperti yang kita tahu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapatkan kategori pelayanan terbaik pertama disusul Gubernur Jawa Barat Ridwan Kami terbaik kedua. Tapi soal realisasi investasi Jabar yang pegang.

Ada 34 provinsi di negara kita dan 2 diantaranya Jateng dan Jabar memang sedang mencuri perhatian Presiden Jokowi soal yang satu ini.

Jika ditarik secara politis tak dapat dipungkiri antara Ganjar dan Ridwan Kamil masing-masing memiliki kekuatan yang tersembunyi, memiliki potensi sebagai pemimpin nasional. Keduanya ada aura yang cukup kuat dilihat dari klaster kepala daerah.

Bukan sedang memuji kita coba objective, toh faktanya di atas yang bicara. Antara Ganjar dan Emil memang sosok kepala daerah yang suka bekerja dengan cara atau gaya mereka. Jika kita perhatikan mereka berdua terbilang aktif di sosial media.

Tapi rupanya sosial media mereka selain untuk sambung rasa kepada warga juga pengikutnya, ada laporan kegiatan juga program-program yang cukup seksi di mata investor. baik dalam negeri juga luar negeri. Kendati bukan faktor utama tapi sedikit tidaknya memiliki pengaruh.

Artinya sosial media mereka hidup. Tak sebatas gebyar atau kemasan saja. Yang dipenuhi retorika dan ajang pamer semata.

Laporan persaingan keduanya dilakukan oleh Menteri Investasi di hadapan Presiden Jokowi. Berikut saya sertakan kutipan dari rekan media.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal kompetisi antara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam menggaet investasi ke daerah pimpinan mereka.

Menurut Bahlil, terjadi persaingan ketat di antara keduanya. Ia menyebut untuk kategori pelayanan terbaik peringkat pertama diraih oleh Ganjar dan diikuti oleh Ridwan Kamil. Namun, soal realisasi investasi dipegang oleh Jawa Barat.

"Jadi ini kelihatan Jabar dan Jateng ini saling adu juga dalam konteks investasi, mudah-mudahan yang lain tidak saling mengadu, Pak," kata dia pada Rakornas Kementerian Investasi, Rabu (24/11).

Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang para pemda bersaing untuk kemajuan daerahnya, termasuk soal kemudahan dan pelayanan perizinan.

Menurut Jokowi, fakta bahwa Ganjar memenangi kategori gubernur terbaik tapi Jateng tak berhasil menarik investasi terbesar menunjukkan pelayanan terbaik tak selalu menjamin investor bakal mau berinvestasi. Apa lagi, sambungnya, kalau pelayanannya tidak baik. Ini yang menjadi salah satu catatan pentingnya.

"Pelayanan perizinan di Jateng bagus tapi realisasi investasi bagus di Jabar, artinya apa? Belum tentu kita layani dengan baik itu investor akan datang, apalagi tidak dilayani dengan baik," kata dia.

Oleh karena itu, ia menyebut pola layanan jadul yang ruwet mesti ditinggalkan. Ia pun menantang para kepala daerah untuk memberikan layanan terbaik mereka. Misalnya, izin usaha diantarkan ke rumah investor.

Selain itu, Jokowi juga mengingatkan untuk tak mengabaikan investasi yang kecil-kecil. Ia menuturkan tidak boleh ada konsep bahwa investasi hanya berasal dari asing dan harus dalam jumlah besar.

"Investor kecil yang namanya usaha kecil itu juga investor, jangan keliru, yang sedang juga layani dengan baik, investor besar juga layani dengan baik," tutup Jokowi.

Tantangan yang dilontarkan Presiden Jokowi tentu sebuah tamparan bagi kepala daerah yang lainnya.

Soal menggaet investasi memang menjadi salah satu target pemerintahan Jokowi, mengingat posisi negara Indonesia yang sedang gencar membangun dan mengejar ketertinggalan. Sebagai gambaran pada lawatan Jokowi beberapa waktu ke luar negeri bersamaan serangkain G20 dan COP26 Jokowi sukses membawa ratusan triliun dari para investor dalam bentuk berbagai kerjasama.

Ini menunjukkan seorang kepala daerah jika ingin naik kelas juga harus mampu menunjukkan sisi pantas jika maju ke pentas nasional.

Kemampuan Ganjar dan Ridwan Kamil dakam mengawal daerahnya masing-masing sejauh ini sudah cukup menunjukkan sisi berkelas.

Nah, kira-kira bagaimana jika keduanya di dudukkan dalam satu pasangan sebagai Capres dan Wacapres 2024?

Hmmm, sepertinya lumayan pas juga sih. Ganjar datang dari kalangan nasionalis sedang Ridwan Kamil religius. Dan keduanya juga masuk bursa Capres dengan elektabilitas yang cukup baik, versi beberapa lembaga survei sejak setahun belakangan ini.

Lantas siapa kira-kira lawannya? Bisa saja kemungkinan Prabowo-Anies atau Prabowo-Airlangga? Meskipun banyak publik meramalkan Prabowo-Puan.

Tapi apa iya PDIP mau menutup mata atas fakta? Saya rasa tidak. Kepentingan nasional lebih dari segalanya daripada kepentingan pribadi atau golongan. Sebab Danyang tlatah nusantara bisa marah, terus kalau dikutuk gimana? Jadi mengkeret, karena tak mau melihat kehendak rakyat. He..

Demikian, salam

Jokowi Persilahkan Ganjar-Ridwan Kamil Bersaing

Sumber Utama : https://seword.com/politik/jokowi-persilahkan-ganjar-ridwan-kamil-bersaing-L66DjJLqlC

Berani Kritik Anies, Awas Lho Said Iqbal Ente Bisa Diserang Cyber Army Bentukan MUI DKI

Sudah menjadi ciri khas Anies, suka berjanji tapi tidak suka menepati.

Coba kita perhatikan beberapa janji kampanyanyenya dulu.

"Dimodalin punya bisnis, disediain tempat usaha dan dicariin pembeli". Yang notabene itu adalah bagian dari program OK Oce.

Pertanyaannya, apakah sekarang ada calon pengusaha yang diperlakukan sebaik itu oleh Pemprov DKI?

Tidak ada ferguso.

Kemudian, ada juga janji rumah DP nol rupiah. Bentuknya rumah tapak dan dikhususkan untuk warga yang berpenghasilan Rp7 juta ke bawah?

Apakah terealisasi?

Yang ada justru bentuknya rumah susun dan diperuntukkan untuk warga yang berpenghasilan Rp14 juta ke atas.

Yang berpenghasilan 7 juta ke bawah meskipun sudah mencoblos Anies di Pilkada DKI 2017 lalu hanya bisa gigit jari karena telah dikibulin oleh gubernur seiman. Kwkwkwk

Sekarang program rumah DP nol rupiah itu justru jadi bancakan oleh para koruptor.

Begitupun dengan janji mengatasi banjir lewat naturalisasi sungai. Sekarang faktanya sungai yang ada DKI tetap saja jorok, banyak sampah dan tercemar limbah. Gak natural-natural.

Padahal sudah 4 tahun lho do'i menjabat sebagai gubernur. Seharusnya naturalisasi sungai yang gencar disampaikan saat masa kampanye tersebut sudah menampakkan hasil. Meskipun belum 100 persen.

Koplaknya, yang dilakukan oleh Anies justru yang tidak ada di dalam dokumen janji kampanyenya dulu, yakni menggelar Formula-E.

Ini ibarat berjanji akan melamar anak Pak RT tapi yang dinikahi justru ukhti kader PKS.

Tidak sama antara perkataan dan perbuatan.

Dan akibat suka ingkar janji tersebut Anies tidak dipercayai lagi oleh warga dunia maya maupun dunia nyata.

"Anies pembohong. Janjinya gak ada satu pun yang ditepati," ujar pemilik akun Twitter @Danur10940314

"Bukannya Anies itu pembohong? Pembohong itu lebih jahat dari koruptor. Koruptor bisa ditangkap dan diadili, tapi pembohong tidak bisa. Karena akan muncul kebohongan-kebohongan berikutnya sebagai alasan," lanjut pemilik akun Twitter @Agusta_515

Karena orang sudah gak mempercayainya lagi, apapun yang dikatakannya dianggap hanya ngibul saja. Persis seperti Rocky Gerung yang doyang ngibul di ILC itu.

Nah, salah seorang yang sudah tidak percaya lagi sama Anies itu adalah Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal.

Lantas, bagaimana ceritanya si Said Iqbal ini bisa dibohongi oleh gubernur tata kata tersebut?

Berawal dari Anies yang coba menjinakkan buruh pakek rayuan gombal. Ia berjanji akan mengusahakan biaya hidup murah bagi kaum buruh.

Tidak tanggung-tanggung, tujuh janji sekaligus diberikan Anies kepada kaum buruh di DKI.

Pertama, perluasan jumlah pemerima manfaat Kartu Pekerja.

Kedua, anak-anak penerima Kartu Pekerja diberi KJP Plus dan biaya masuk sekolah.

Ketiga, memperbanyak program pelatihan untuk para buruh.

Keempat, pengembangan program Jakpreneur dan membentuk koperasi buruh.

Kelima, memfasilitasi pemasaran produk dari program keempat tersebut.

Keenam, memberikan bantuan kepada anak buruh yang orangtuanya meninggal karena Korona.

Dan ketujuh, memberikan sarana/prasarana untuk serikat buruh yang sudah punya usaha.

-o0o-

Kalau soal berjanji penulis harus akui Anies memang jagonya.

Perhatikan saja ketujuh janji tersebut, menggiurkan semua.

Tapi yang namanya janji, semanis apapun dia kalau tidak ditepati tetap saja namanya ngibul.

"Lebih baik 1 janji namun ditepati daripada 1.000 janji tapi tidak ada satupun yang terealisasi". Begitu orang bijak mengatakan.

Wan Anies ngibul kepada kaum buruh ini juga yang kemudian membuat Said Iqbal geram kepadanya.

Tanpa tedeng aling-aling mantan Caleg PKS itu pun langsung mengatakan Anies tukang bohong.

"Sudahlah enggak usah bohong terus, Pak Gubernur. (Bilangnya) 'kami akan terus bantu dengan program-program lain. KJP (Kartu Jakarta Pintar). Naik TransJakarta anak-anak buruh gratis," ujar Said Iqbal dengan nada kesal, (22/11).

"Bapak cek saja, tahun lalu yang janjinya sama. Kan Bapak janji begitu juga itu sudah tahun kemarin. Berapa yang dapat KJP? Tidak lebih dari 10.000 buruh. Buruh di Jakarta Rp 5 juta, berarti ada 4.990.000 buruh yang tidak dapat KJP," lanjutnya lagi.

Berarti program KJP untuk anak buruh ini persis rumah DP nol rupiah doang. Ngomongnya mau bangun 232.214 unit rumah tapi yang terealisasi 780 unit doang.

Antara janji dan kenyataan perbedaannya jomplang banget.

Untung ada MUI DKI yang siap jadi buzzer Anies pasca diberi dana hibah Rp10 miliar.

Setidaknya masih adalah yang memujanya di dunia maya.

Dan yang mesti hati-hati di sini justru Said Iqbal.

Karena dia bisa saja menjadi objek serangan masif dari Mujahid Cyber atau Cyber Army bentukan LSM (MUI) yang dibungkus pakai kata ulama itu.

Berani Kritik Anies, Awas Lho Said Iqbal Ente Bisa Diserang Cyber Army Bentukan MUI DKI

Sumber Utama : https://seword.com/umum/berani-kritik-anies-awas-lho-said-iqbal-ente-bisa-lsqCe4seC6

Benarkah Erick Thohir Berniat Capres 2024?

Tahun pemilu masih 3 tahun lagi tepatnya tahun 2024. Pada tahun tersebut masa bakti Presiden Jokowi dan Wakilnya berakhir. Tahun tersebut juga menandakan akhir dari masa bakti Jokowi sebagai Presiden RI. Karena sebagaimana UUD 1945, masa jabatan Presiden maksimal 2 periode. Sebagaimana diketahui Jokowi menjabat jadi Presiden akan 10 tahun alias 2 periode pada tahun 2024 nanti.

Untuk itu partai politik sudah siap-siap dari sekarang. Persiapan untuk menaikan prolehan suaranya, agar di parlemen tetap berjaya, juga mempersiapkan calon pemimpin dari kader partainya.

Partai Golkar sudah mulai unjuk keinginan. Baliho bergambar Ketua Umum mereka yakni Bapak Airlangga Hartarto sudah berkibar di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini dilakukan agar popularitas Airlangga meningkat seiring dengan elektabilitasnya.

PDI Perjuangan pun tidak ketinggalan. Sebagai pemenang Pemilu 2 kali berturut-turut, PDIP tentu tidak ingin begitu saja melepas juara. PDIP ingin suara semakin meningkat dan jika bisa kadernya pun mampu menjadi RI 1 sebagaimana Presiden Jokowi.

Menurut beberapa pengamat selain Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan sederet kandidat lainnya, menteri pun dinilai punya niat, punya hasrat untuk menjadi Presiden. Tanpa saya perkirakan sebelumnya, nama Menteri BUMN yakni Erick Thohir digadang-gadang mempunyai ambisi menuju 2024.

Erick memang cukup populer karena sepak terjangnya sebagai Menteri BUMN cukup berani. Memimpin Kementerian paling tajir ini, Erick tidak segan menunjukkan keberaniannya dalam upaya demi perbaikan BUMN agar bisa sehat dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Terbaru, Erick membagikan video melalui akun instagramnya. Di video tersebut dia berbincang dengan penjaga toilet sebuah SPBU. Erick memprotes kenapa toilet di SPBU berbayar, seharusnya toilet SPBU gratis di seluruh wilayah Indonesia.

Video ini memancing pro dan kontra. Perdebatan terjadi tidak hanya di dunia nyata tapi juga heboh di dunia maya. Jagat Twitter ramai dengan netizen membahas toilet SPBU harus gratis.

Adu pendapat soal toilet SPBU harus gratis ini awalnya dari Menteri BUMN Erick Thohir menyoroti toilet di SPBU Pertamina berbayar. Dalam video yang diunggah lewat akun Instagram @erickthohir, dia meminta Pertamina segera lakukan perbaikan.

Erick Thohir menegaskan layanan toilet di semua SPBU Pertamina, baik yang dimiliki sendiri maupun yang bermitra harus gratis. Menurutnya, bisnis SPBU sudah meraup untung dari jualan bensin, bahkan di beberapa SPBU juga ada toko kelontongnya.

Banyak pendapat dari video ini, termasuk para pengamat politik. Bahkan ada yang mengaitkannya dengan ambisi Erick yang ingin menjadi Capres.

Pakar ilmu politik, Hendri Satrio, menilai Menteri BUMN Erick Thohir sedang mendulang popularitas dengan memasang wajahnya di ATM dan menggratiskan toilet SPBU. Analisa Hendri ini juga sejalan dengan nama Erick Thohir yang moncer di sejumlah survei Capres 2024.

Dalam politik semuanya bisa terjadi. Sering terjadi kejutan-kejutan yang diluar perkiraan, tapi itulah politik. Saya sendiri tidak menduga jika Erick Thohir punya keinginan menjadi Capres 2024. Selama ini lembaga survei hanya menyoroti Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo yang mempunyai elektabilitas paling tinggi. Sosok lainnya paling kena ke Annies Baswedan, Ridwan Kamil dan yang lain-lain. Puan Maharani pun walaupun putri Mahkota, elektabilitasnya masih dibawah 2%.

Erick selama ini dibilang tenang-tenang saja dalam konteks pencapresan. Saya kira Erick lebih cocok menjadi menteri BUMN seperti sekarang ini. Karena jika ingin menjadi Capres harus mempunyai elektabilas memadai.

Selain itu, Erick sampai saat ini belum mempunyai partai politik. Cukup sulit bagi individu yang ingin menjadi Capres tapi tidak mempunyai kendaraan politik. Saya kira Erick cukup cerdas mengkalkulasi kemungkinan dirinya memang atau kalah jika mencalonkan diri jadi Capres tahun 2024 nanti.

Dalam acara Kick Andy pun, Erick menyampaikan bahwa dia percaya struktur bahwa Presiden itu dari orang Jawa. Selain itu elektabilitasnya masih kecil. Paling besar 4,3% itu pun masih jauh dari elektabilitas orang-orang beken lain. Dia pun menilai ambisi positif itu baik tapi jangan sampai ambisi buta karena berbahaya.

Jadi menurut pendapat saya Erick belum berniat jadi Capres. Hanya sekedar bekerja saja sebagai menteri BUMN.

Benarkah Erick Thohir Berniat Capres 2024?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/benarkah-erick-thohir-berniat-capres-2024-GTdqxWlFui

Emak-emak Menjerit Tanda Bahaya

Kemakmuran suatu negara salah satunya ditandai dengan tercukupinya sembilan bahan pokok (sembako). Jika negara mampu menyediakan sembako dengan harga yang relatif murah, maka masyarakat akan sejahtera. Sembilan bahan pokok tersebut terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging ayam dan sapi, telur ayam, susu, bawang merah dan putih, bahan bakar untuk masal seperti gas dan minyak serta garam beryodium.

Sembilan bahan pokok ini sangat diperlukan masyarakat. Tak heran jika sembilan bahan pokok menghilang salah satunya atau lebih akan membuat masyarakat galau. Jika pun ada harganya harus normal jangan sampai kemahalan.

Seperti yang terjadi belakangan ini. Salah satu anggota dari sembilan bahan pokok sedang mengamuk. Emak-emak pun menjerit karena galau. Apalagi emak-emak yang mencari nafkah tak lepas dari minyak goreng, seperti penjuang gorengan, nasi goreng dan lain sebagainya.

Belakangan ini tingginya harga minyak goreng banyak dikeluhkan masyarakat. Menurut Kementerian Perdagangan memprediksi kenaikan harga minyak goreng akan berlangsung hingga tahun depan. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan menjelaskan hal itu juga terjadi di banyak negara karena kelangkaan bahan baku dan kenaikan harga crude palm oil (CPO).

Menurutnya, dominasi ketergantungan oleh CPO atau kebun sawitnya itu yang menyebabkan kenaikan harga minyak goreng, dan ini berpotensi untuk terus bergerak bahkan diprediksi kuartal I-2022 masih meningkat terus. Supercycle ini memberikan berdampak negatif pada harga minyak goreng yang meningkat terus. Kemungkinan beranjak terus.

Jadi kepada emak-emak nih harus siap-siap menghadapi mahalnya minyak goreng sampai tahun depan. Jika ini terjadi emak-emak dituntut untuk super kreatif dalam menghadapinya khususnya bagi emak-emak yang berjualan makanan yang identik penggunaan minyak goreng.

Minggu-minggu ini, minyak goreng di pasaran beranjak naik tidak kira- kira, yang tadinya standar Rp 11.000 - 11.500 sekarang menjadi Rp 19.000 - 20.000. Bahkan di tingkat ritel modern harga yang sudah promo saja masih Rp 15.000.

Harga minyak goreng naik aneh juga sih, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak terbesar dunia. Negara kita paling banyak perkebunan kelapa sawit, dan perkebunan kelapa sawit termasuk terluas di dunia, yang bisa menghasilkan minyak goreng yang banyak, tapi harga minyak goreng sangat tinggi. Saya kira pak Jokowi harus memperhatikan masalah ini.

Pemerintah diharapkan bisa memberikan perhatian serius terkait kondisi ini. Hal ini terjadi mungkin salah satu faktor pemicunya adalah tak seimbangnya Supplay dan Demand. Dimana, permintaan Ekspor lebih tinggi dibandingkan dalam negeri, sehingga para pabrik kelapa sawit lebih mengutamakan menjual hasil kelapa sawit ke luar negeri ketimbang untuk kebutuhan domestik.

Seharusnya, pemerintah sebagai regulator membatasi ruang gerak pengusaha- pengusaha ini. Jika hanya keinginan mengekspor yang menjadi permasalahannya bahkan kebutuhan dalam negeri tidak bisa terpenuhi maka pemerintah harus mengintervensi langsung lewat kebijakan.

Misalnya dengan mendorong semua pabrikan manufacturing yang terkait kelapa sawit atau hasil- hasil kelapa sawit mendahulukan menjual produk untuk kebutuhan dalam negeri. Seumpama 50- 70% untuk dalam negeri sisanya baru untuk di Ekspor, sehingga permintaan dalan negeri tidak devisit.

Minyak goreng ini sangat penting, karena minyak goreng termasuk dalam 9 bahan pokok masyarakat. Jika harga minyak goreng tinggi dan pedagang juga menjual dengan harga tinggi, maka masyarakat tidak dapat menikmati. Padahal, sangat banyak yang berbisnis menggunakan minyak goreng sehingga menimbulkan efek domino.

Momen naiknya minyak goreng ini bisa digunakan Presiden Jokowi untuk mengatur perusahaan minyak yang mengekspor keluar. Buat aturan bahwa perusahaan boleh melakukan ekspor jika stok dalam negeri telah aman.

Negara kita mempunyai kebun kelapa sawit sangat luas. Sungguh memalukan jika kita kekurangan stok minyak goreng. Apalagi jika ada perusahaan yang begitu asyik melakukan ekspor minyak goreng, sedangkan di dalam negeri sendiri sedang kelabakan karena harga minyak goreng melambung tinggi, membuat emak-emak menjerit.

Pemerintah harus bertindak cepat supaya emak-emak menjeritnya tidak semakin keras. Lakukan operasi pasar agar harga minyak goreng tidak terlalu melonjak tinggi. Kenaikan 2000 atau 3000 mungkin masih dimaklum. Jangan sampai melonjak tinggi ke angkasa membuat emak-emak menjerit tak karuan. Wkwkwk.

Emak-emak Menjerit Tanda Bahaya

Sumber Utama : https://seword.com/umum/emak-emak-menjerit-tanda-bahaya-ZnCelVPyqD

Disebut dalam Formula E, Ferdinand: Jangan Jadikan Jokowi Tameng Korupsi!

Ternyata permasalahan kasus DKI yang menyangkut Formula E tak kunjung selesai sekalipun ada reformasi di KPK. Banyak orang kuat di sana yang terlibat dan membuat posisi Anies dilindungi banyak pihak. Lihat saja langkah PDIP dan PSI yang hendak mengajukan interpelasi. Niat tersebut diganjal 7 fraksi lainnya yang sebelumnya diajak makan-makan di rumah dinas Anies. Kini setelah kehebatan momen pertandingan WSBK di Mandalika terlihat nyata, persoalan Formula E dibuat seolah tanggung jawab Jokowi.

Sebelumnya Erick Tohir, selaku menteri BUMN sudah menyebut-nyebut kalau Formula E adalah ajang promosi Indonesia. Padahal kita tahu kalau perlombaan tersebut wewenang Pemprov DKI dan tak perlu dicampuri oleh pemerintah pusat. Apalagi belakangan KPK menemukan pelanggaran, terutama soal penggelembungan komitmen fee. Kini Bamsoet yang entah kemasukan angin apa tiba-tiba menyebut Jokowi yang akan menjadi penentu pemilihan sirkuit. Benar-benar seperti musuh dalam selimut.

Seperti dilansir cnnindonesia.com, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat Bambang Soesatyo (Bamsoet) membeberkan lima lokasi alternatif untuk perhelatan Formula E di Ibu Kota.

Lima lokasi itu adalah Pantai Indah Kapuk, Sudirman, Jakarta International Stadium (JIS), Jiexpo Kemayoran dan Ancol.

"Sudirman, PIK, JIS, Jiexpo Kemayoran, Ancol, ini yang akan kami suggest ke Presiden untuk memilih," kata Bamsoet di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/11).

Pada kesempatan yang sama, Chief Championship Officer sekaligus Co-founder Formula E, Alberto Longo menyatakan pihaknya akan melakukan studi kelayakan ke lima lokasi tersebut.

Ia mengatakan, keputusan lokasi ada di tangan Presiden Indonesia Jokowi.

"Mudah mudahan sebelum natal sudah ada keputusannya. Kita kan mengajukan proposal ke Presiden Indonesia, dan beliau lah yang akan mengambil keputusan," katanya.

Jakarta adalah tuan rumah Formula E 2022. Keputusan itu ditetapkan melalui FIA World Motor Sport Council di Paris, Jumat (15/10).

Forum tersebut turut meratifikasi kalender balapan musim ke-8 tahun 2021/2022 mendatang.

Chief Championship Officer sekaligus Co-founder Formula E, Alberto Longo, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi Indonesia. Longo juga menekankan pentingnya Jakarta E-Prix bagi Indonesia dan ABB Formula E.

Menanggapi berita tersebut, salah satu mantan kader Demokrat yang kini aktif mendukung Jokowi memberi balasan menohok.

"Sy berharap agar pak @jokowi tdk terjebak dlm keruwetan Formula E ini yg diduga terindikasi tindak pidana korupsi. Presiden hrs hati2 jgn sampai dijadikan tameng agar korupsi dlm kasus ini tertutupi dan jgn sampai presiden dijadikan alat opini seolah tdk ada masalah hukum. Hati2" tulis @FerdinandHaean3.

Senada dengan Ferdinand, netizen dengan akun NKRI (@Gendorowo3) memberi pendapat yang sangat logis.

"saran saya .. diamkan saja. karena dia yang bertanggung jawab... walaupun even international, itu even kecil dan banyak pabrikan besar sudah ogah bergabung. jadi impact nya tidak mempengaruhi, hanya nama baik si got bener aja dan kroni nya. sampai kasus nya selesai."

"ini bukan even pusat, ino even pemda. lebih cenderung even swasta dengan program nya sendiri. biarkan dan berikan tanggung jawab penyelesaiannya ke mereka."

Sampai saat inipun belum ada keterangan resmi dari Jokowi langsung terkait Formula E. Bisa jadi ucapa Erick atau Bamsoet adalah inisiatif pribadi dan tak ada kaitannya dengan Jokowi. Kalau melihat latar belakang Bamsoet yang erat dengan Golkar dan JK, ada alasan kuat kenapa ia getol mendukung Formula E. Ini karena kedekatannya dengan JK yang merupakan pendukung Anies di Ibukota. Termasuk keluarga JK yang terlibat proyek Formula E.

Berita mengenai keterlibatan JK sebenarnya sudah lama tertulis di majalah tempo dengan judul LINGKARAN KALLA DI BALAPAN FORMULA E. Rupanya kekuatan Anies kini melibatkan Golkar yang sudah berani cawe-cawe hingga membawa nama Jokowi. Sebagai rakyat yang cerdas, kita tahu mana yang beneran kerja keras dan mana yang mendompleng nama bagai musang berbulu domba. Semoga media-media mainstream cepat meminta klarifikasi Jokowi agar namanya tidak dijadikan tameng guberner DKI.

Disebut dalam Formula E, Ferdinand: Jangan Jadikan Jokowi Tameng Korupsi!

Sumber Utama : https://seword.com/politik/disebut-dalam-formula-e-ferdinand-jangan-jadikan-4uTTWzzsnk

JIS Adalah Simbol Ngibul Anies Yang Dibangun Pakai Dana Milik Pemerintah Pusat

Dengan rangkaian kata-kata nan indah dan membuai Anies mengkritik Ahok. Semua hanya berbicara pembangunan fisik, demikian kritik Anies. Para pembenci Ahok pun terhipnotis dengan ucapan Anies, dan berfikir Jakarta akan dibangun juga akhlak masyarakatnya.

Singkat cerita Anies pun menjabat. Apa yang dia lakukan? Ternyata ya sama saja cuma pembangunan fisik saja yg dia lakukan. Tugu -tugu mulai dari getah getih yang berakhir dengan dibongkar, jembatan penyebrangan instagramable modal ngecat doang, lalu ada jalur sepeda yang juga akhirnya dibongkar dan terakhir yang akan kita bahas kali ini.

Tapi ada satu yang aneh, diantara banyaknya bangunan yang dibuat oleh Anies. Ternyata banyak rumah di Jakarta tidak memiliki Septic Tank, menurut pengamat Tata Kota dari Trisakti:

"Jakarta sampai sekarang tidak memiliki rencana induk yang menyeluruh, sehingga penanganan sanitasi termasuk pengadaan septic tank dilakukan parsial, tidak terencana matang," ujar Nirwono Joga kepada Tempo, Kamis, 18 November 2021.

Kenapa ini bisa terjadi? Jawabannya karena Septic Tank itu dibangun di dalam rumah warga, tidak terlihat olah khalayak umum seperti tugu-tugu atau jembatan instagramable. Anies mana mau bangun yang gitu? Dia kan banci kamera, kalau klaim prestasi baru nongol dengan genit nya, sekalipun yang diklaim adalah prestasi pemerintah pusat atau gubernur sebelumnya. Contoh : masalah bansos dan penanganan covid.

Anies maunya dipuji-puji, giliran ada yang jelek wakilnya yang muncul. Wajar saja Riza Patria pasang badan buat menjilati kotoran Anies, demi dana hibah kepada yayasan keluarganya apapun Riza lakukan. Nah pembangunan yang tampak di luar ini, Anies harapkan bisa membius masyarakat untuk memuja-muja dirinya.

Kalau tidak ada yang memuji? Tinggal kerahkan fotografer untuk memfoto beberapa titik Jakarta seperti Sudirman-Thamrin yang memang sudah bagus sebelum dia menjabat, lalu kerahkan buzzer balaikota untuk memblow-up.

Saking sudah seringnya melihat hal ini terjadi, penulis sampai hafal modus-modus pencitraan Anies. Tapi dengan didukung hibah dana kemana-mana, Anies bisa dibilang berhasil pencitraan dikalangan orang-orang yang mudah dibodohi pakai .... (teruskan sendiri).

Nah, stadion JIS yang akan kita bahas kali ini adalah bahan pencitraan andalan Anies dan buzzer balaikota (sebentar lagi ditambah buzzer halal). Penulis ketawa saja, cuma segini pencapaian Anies? Stadion Papua Bangkit yang merupakan stadion terbaik se Asia Pasific saja pemerintah santai-santai saja tuh, pendukung Jokowi biasa-biasa saja tuh!!

Bagi penulis proyek JIS ini malah merupakan simbol kemunafikan Anies, yang pernah koar-koar mengkritik pembangunan fisik. Padahal prestasi terbesarnya saja cuma stadion, itu pun banyak ironi dibalik pembangunan JIS tersebut jika menilik sejarahnya sejak era Foke. Apa saja ironi tersebut? Mari kita bahas satu persatu!!

Pertama, stadion ini dimulai dengan penggusuran tanah pada era Foke. Anies yang mengkritik penggusuran pada era Ahok, pada akhirnya melakukan banyak penggusuran juga di Jakarta. Maka betapa ironinya ketika pembangunan fisik andalan Anies dan buzzer balaikota, ternyata berdiri di atas tanah hasil gusuran.

Kedua, JIS berdiri di atas tanah yang sengketanya di menangkan sejak era gubernur sebelumnya. Betapa ironinya saat proyek bangunan fisik satu-satunya andalan Anies ternyata hasil upaya mantan rival yang dijatuhkan lewat politik keji ayat dan mayat. Buzzer balaikota yang setengah mati membenci Ahok, ternyata membanggakan proyek yang tanahnya berhasil dimenangkan pada era Ahok.

Ketiga, inilah ironi yang paling menyedihkan khususnya bagi rakyat Jakarta. JIS dibangun mayoritas dari dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), dana yang seharusnya digunakan untuk pemulihan ekonomi rakyat Jakarta, malah Anies gunakan untuk pencitraan pribadi. Ironisnya pencitraan tersebut malah merupakan simbol kemunafikan Anies.

Ormas-ormas dapat dana Hibah, anggota DPR dapat dana hibah, wakilnya dapat dana hibah, MUI dapat 10 Miliar. Eh dana yang seharusnya digunakan untuk pemulihan ekonomi masyarakat Jakarta, malah dipakai untuk bangunan fisik bahan pencitraan Anies. Lalu rakyatnya dapat apa? Ayat dan janji surga. Ironi dan sedih rasanya, pantas saja Indonesia dijajah lama dan setelah merdeka susah untuk maju, rakyatnya mudah dibodohi pakai ... (isi sendiri) sih!!

Diantara semua ironi di atas, bagaimanapun rakyat harus paham bahwa Anies akan berhenti menjabat pada tahun 2022, dan akan muncul lagi pada tahun 2024 demi mewujudkan ambisi kekuasaan. Jadi Anies harus menyiapkan legitimasi agar terus dikenang rakyat selama dua tahun tersebut.

Walaupun penulis yakin hanya stadion saja tidak cukup untuk modal maju pada 2024, kecuali rakyatnya mabuk ..... (isi sendiri). Maka selanjutnya tugas buzzer halal MUI DKI untuk membuat masyarakat semakin mabuk ..... (isi sendiri), demi membalas kebaikan Anies dengan hibah 10 Miliarnya.

JIS Adalah Simbol Ngibul Anies Yang Dibangun Pakai Dana Milik Pemerintah Pusat

Sumber Utama : https://seword.com/politik/jis-adalah-simbol-ngibul-anies-yang-dibangun-pakai-pK5zMww0fN

Rekam Jejak, Bukan Jejak yang Direkam

Beberapa lembaga keuangan dunia memperkirakan Indonesia bakal menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia. Salah satunya adalah McKinsey yang menyebut di 2030 pertumbuhan ekonomi Indonesia akan ada di peringkat 7 di dunia. Sementara Center for Economic and Bussiness Research juga memperkirakan di tahun 2035 Indonesia akan menduduki posisi ke-8 dalam ekonomi dunia. Bahkan The Economist Inteligence Unit memperkirakan pada 2050 mendatang akan menjadi negara ke-4 di dunia dengan pertumbuhan ekonomi terbesar.

Ramalan dari lembaga-lembaga kredible tersebut tentu bukan berdasarkan nujum, tetapi ada analisa logis yang mendasarinya. Di samping itu juga dibutuhkan satu pra-kondisi yang menjadi syarat perlu dan syarat cukup bagi pertumbuhan yang berkelanjutan di masa mendatang, yaitu proses suksesi kepemimpinan nasional yang berlangsung damai, aman dan menghasilkan pemimpin yang mampu melanjutkan kesinambungan pembangunan yang sudah dijalankan saat ini. Salah dalam memilih pemimpin akan membuat Indonesia mandeg dan tertinggal dari negara-negara lain. Tulisan ini akan membahas sosok yang tepat dengan pisau analisa Path Dependence yang dikemukakan oleh para ekonom. Teori Path Dependence terinspirasi oleh pendekatan Evolutionary Economic yang dikembangkan Nelson dan Winter (1982).

Teori Path Dependence pada hakekatnya mengatakan bahwa keputusan yang diambil seseorang saat ini, pada hakekatnya merupakan akumulasi dari keputusan dan pengalaman yang sudah diambil atau dialaminya di masa lampau. Untuk lebih mudah memahami teori ini maka saya mengadopsinya pada ranah individu dengan menggunakan konsep rekam jejak. Rekam jejak seorang pemimpin tidak mungkin dibangun dalam waktu singkat, tetapi membutuhkan waktu panjang.

Dari rekam jejak ini mudah diketahui tiga hal penting, yaitu karakter dan reputasi, kompetensi dan kapasitas. Pertama adalah karakter dan reputasi seorang pemimpin yang akan terlihat dengan gamblang, bukan cuman ketika dia memimpin, tetapi juga ketika dia berjuang untuk meraih kursi kepemimpinan. Kesetiaannya kepada NKRI, Pancasila, UUD NRI 1945 dan Kebhinnekaan adalah modal dasar yang teruji lewat perjalanan waktu. Dalam dunia politik, kita semua bisa menilai siapa saja tokoh atau pejabat yang tega menghalalkan segala acara untuk mencapai ambisinya, tega mempertaruhkan keutuhan bangsa, tega mengkorupsi uang rakyat, atau tega mengorbankan kepentingan umum untuk mengutamakan kepentingan kelompoknya.

Kedua adalah kompetensi yang menggambarkan kemampuan seorang pemimpin dalam mengorkestrasi semua sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai tujuan organisasi yang dipimpinnya. Kompetensi ini juga merupakan akumulasi dari kemampuan yang dibangun sepanjang perjalanan kariernya. Ilustrasi yang paling mudah untuk menggambarkan soal kompetensi adalah ketika mobil Mercedez saya mogok dan tidak bisa distarter. Setelah menghubungi Emergency Road Assitance Mercedez, teknisinya datang dan hanya dalam waktu 10 menit dia bisa menyelesaikan persoalan mobil yang mogok. Ternyata penyebabnya adalah putusnya sekering utama (main fuse) yang terletak di bagian bawah kemudi mobil. Ketika saya menyatakan kekaguman saya akan kompetensinya, dengan ringan si teknisi menjawab bahwa untuk bisa menyelesaikan kasus ini dalam 10 menit, dia sudah menjadi kepala teknisi di bengkel Authorized Dealer Mercedez selama 15 tahun.

Kembali pada dunia politik, tokoh yang berkompeten adalah mereka yang “benar-benar” sukses mengangkat kesejahteraan rakyat. Masyarakat umum bisa menilai manfaatnya secara rasional, bukan karena sentimen tertentu. Tokoh-tokoh berkompeten umumnya punya ide kreatif dan mampu memastikan bahwa idenya terimplementasi dengan baik. Sebaliknya, tokoh yang tidak berkompeten lebih banyak berencana, membangun citra (yang tidak sesuai dengan kenyataan), atau hanya melahirkan solusi jangka pendek yang tidak bermanfaat dalam jangka panjang. Tokoh yang tidak berkompeten juga cenderung hanya sekedar memenuhi janji politiknya, tapi tidak menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Ketiga adalah kapasitas yang menggambarkan potensi kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Ibarat mobil, ini adalah kapasitas mesinnya atau yang lebih dikenal dengan cc. Semakin besar kapasitas mesin mobil, maka akan semakin aman, nyaman dan mampu menjelajari semua jenis medan jalanan yang dilalui. Ini jelas diperlukan ketika menghadapi tantangan medan yang berlumpur dan tidak rata, misalnya, mobil dengan kapasitas mesin 1000 cc dan roda penggerak 4x2 akan mengalami kesulitan bahkan mogok. Sedangkan yang 4000 cc dengan roda penggerak 4x4 bisa melaluinya dengan mudah. Dalam kaitannya dengan Indonesia, maka tantangan yang akan dihadapi bangsa ini ke depan tentu tidak selalu mulus. Persaingan antar negara untuk menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia, tentu membutuhkan kapasitas pemimpin yang besar yang mampu membawa Indonesia dalam menghadapi tantangan tersebut.

Dalam dunia politik, faktor ini bisa dilihat pada tokoh atau pejabat yang tetap mampu berpretasi pada level-level yang lebih tinggi. Jika tidak ada prestasi saat memimpin organisasi yang lebih kecil, mengapa harus dipaksakan menjadi pemimpin di organisasi yang lebih besar? Jika sebagai bupati tidak menghasilkan perubahaan positif yang bisa dirasakan rakyat banyak, mengapa harus dipaksakan menjadi gubernur. Dan gubernur yang “biasa-biasa” saja atau bahkan tidak punya prestasi, apakah harus dipaksakan menjadi menteri atau Presiden?

Sebagai kesimpulan, konsep Path Dependence atau Rekam Jejak ini sangat bagus digunakan untuk menganalisa siapa yang paling cocok dalam memimpin sebuah organisasi, apalagi untuk organisasi sebesar Indonesia. Rekam jejak membutuhkan proses yang panjang dan akan mampu menunjukkan karakter dan reputasi, kompetensi dan kapasitas seorang pemimpin. Rekam jejak jelas bukan jejak yang direkam dan diposting di media sosial.

Dr Harris Turino

Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PDI Perjuangan

Rekam Jejak, Bukan Jejak yang Direkam

Sumber Utama : https://seword.com/politik/rekam-jejak-bukan-jejak-yang-direkam-B6T93rRlkd

Ternyata Tidak Semua Pria Arab Soleh

Arab Saudi merupakan salah satu negara gersang yang terletak di timur tengah. Daerahnya yang tandus karena banyak gurun seolah tidak bisa ditinggali. Tetapi sekarang ini Arab Saudi merupakan salah satu negara paling kaya di dunia. Arab Saudi kaya dengan minyak bumi dan menjadi negara mengekspor minyak bumi paling penting di dunia.

Negeri ini pun mendapat pemasukan sangat besar selain dari minyak bumi. Arab Saudi diberkahi karena menjadi tempat lahirnya utusan ilahi, pemimpin dan panutan dari milyaran umat muslim di dunia.

Nabi Muhammad SAW merupakan Nabi dan Rasul terakhir yang diutus untuk memperbaiki akhlak umat manusia. Lahirnya Rasulullah SAW di salah satu kota di Arab Saudi sungguh membawa berkah.

Arab Saudi menjadi tujuan wisata religi, tujuan utama ibadah dari umat muslim seluruh dunia. Sepanjang tahun negeri ini kedatangan para jemaah Umroh dari seluruh dunia termasuk negara kita Indonesia. Jumlah jemaah umroh yang datang sangatlah banyak sehingga mendatangkan devisa yang sangat banyak.

Pada bulan haji apalagi. Umat muslim seluruh dunia berbondong-bondong menunaikan ibadah haji. Sejumlah 3 juta jemaah rutin melakukan ritual ibadah haji di Kota Mekah Arab Saudi selama kurang lebih sebulan.

Rasulullah SAW merupakan panutan bagi umat muslim dan manusia paling soleh di muka bumi. Kita seolah terbuai oleh kesolehan Rasululllah SAW dan sering menganggap bahwa pria Arab Saudi semuanya soleh.

Jika kita beranggapan demikian, hendaklah di pikirkan kembali. Arab Saudi memang ditakdirkan sebagai negeri tempat lahirnya panutan alam dengan segala kesolehannya. Tapi pria arab tidak jauh kemungkinannya dengan pria-pria Indonesia. Ada yang baik ada juga yang tidak baik.

Hal ini seolah dibuktikan dengan kejadian di Cianjur. Di wilayah ini ternyata sering terjadi kawin kontrak, nikah siri dengan pria-pria dari Arab Saudi sana. Penikmat praktik kawin kontrak di Kabupaten Cianjur ternyata didominasi wisatawan atau warga Timur Tengah yang berkunjung ke Cianjur. Pemkab Cianjur mengeluarkan larangan kawin kontrak. Aturan itu dikeluarkan untuk mencegah praktik prostitusi terselubung yang dianggap merendahkan martabat perempuan.

Menurut salah satu calo kawin kontrak, biasanya wisatawan Timur Tengah datang membludak ketika musim haji datang. Pada musim haji, berbagai orang dari seluruh dunia berbondong-bondong datang ke Arab Saudi untuk memunaikan ibadah haji. Jumlah mereka yang begitu banyak lebih dari 2 juta orang, membuat Arab Saudi jadi penuh.

Rupanya hal ini dimanfaatkan oleh warga Arab Saudi untuk keluar negeri untuk berwisata, termasuk mengunjungi Indonesia. Ternyata ada sebagian warga Arab Saudi yang datang ke Kabupaten Cianjur untuk mencoba kawin kontrak. Mungkin mereka mengetahui dari temannya yang sudah pernah melakukan.

Praktik kawin kontrak, nikah siri rupanya telah memakan korban jiwa. Bahkan sangat tragis. Sarah (21), perempuan asal Kampung Munjul, Desa Sukamaju, Kabupaten Cianjur, meninggal dengan tragis di tangan Abdul Latif (29), pria berkebangsaan Arab Saudi. Korban meninggal setelah disiram air keras hingga mengakibatkan luka bakar di sekujur tubuhnya.

Pertemuan korban dengan pelaku terjadi beberapa bulan lalu. Saat itu pelaku datang ke rumah korban diantar temannya untuk menemui sang ibu. Awalnya korban datang untuk mencari calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang akan diberangkatkan bekerja ke Timur Tengah.

Saat pertemuan, sarah keluar kamar akan mandi. Rupanya pria arab ini tertarik dengan kecantikan Sarah. Beberapa hari kemudian Abdul Latif datang kembali ke rumah Sarah. Orang tuanya sangat kaget karena Abdul Latif langsung terus terang ingin menikah dengan Sarah. Keinginan Latif ini ditolak, karena memang baru ketemu dan Sarah pun tidak punya perasaan apa-apa terhadap Latif.

Sempat ditolak sampai empat kali, tidak membuat Abdul menyerah. Bahkan sering memberi Sarah sembako dan hadiah. Akhirnya mereka pun menikah siri.

Sayang sungguh sayang, pernikahan baru berusia 1,5 bulan Sarah harus meninggalkan dunia ini. Suami yang sebelumnya memaksanya nikah, membunuhnya dengan menyiramkan air keras ke tubuhnya. Sungguh biadab.

Kejadian memilukan ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Jika ada pria arab yang memaksa ingin menikah lebih baik jangan mau. Kecuali menikah karena kemauan sendiri dan tanpa paksaan.

Jika mendapat ancaman lebih baik keluarga cepat melaporkan kepada pihak yang berwajib. Saya kira pihak kepolisian, khususnya di daerah Cianjur alangkah lebih baiknya membuat sejenis Satgas atau satuan khusus untuk menangani masalah seperti ini. Supaya bisa cepat diurus dan jelas aturannya. Jangan sampai ada gadis lain yang bernasib sama seperti Sarah.

Ternyata Tidak Semua Pria Arab Soleh

Sumber Utama : https://seword.com/umum/ternyata-tidak-semua-pria-arab-soleh-Xsd8rlSxz0

Makin Jelas, Anwar Abbas Dukung MUI DKI, Sebut Tim Cyber Halal

Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas mengaku pihaknya mendukung wacana MUI DKI Jakarta yang mau membentuk tim cyber untuk melindungi Anies dari serangan buzzer.

Anwar Abbas menyatakan MUI Pusat mendukung langkah tersebut meskipun wacana tersebut mendapatkan banyak kritikan.

Anwar Abbas mengatakan pembentukan tim cyber menurut ajaran Islam adalah halal selama bertujuan untuk kebaikan. “Jadi kalau dilihat dari perspektif ajaran agama islam Hukum dasar membuat siber itu adalah halal atau boleh,” katanya.

Anwar Abbas mengatakan keberadaan tim cyber ini harus melaksanakan tugasnya dengan benar. Yaitu melakukan dakwah nahi mungkar, menyeru kepada kebaikan dan mencegah mencegah perbuatan tidak baik.

Dasar pak tua ngawur.

Dulu MUI pernah menyebut buzzer itu haram. Sekarang pak tua ini mau bilang buzzer itu halal, terserah lah. Memang MUI ini sudah melenceng dari jalurnya. Lembaga yang tidak punya malu lagi untuk berpolitik praktis.

Lembaga ini padahal dibiayai oleh uang rakyat. Harusnya netral dan tidak memihak. Lagi pula tupoksinya seusai dengan namanya yaitu ranah agama. Tapi, tampaknya mereka sudah mengupdate tupoksinya yaitu wajib membela Anies dari serangan buzzer.

Jangan kaget kalau nanti misalnya mereka bahkan berani membuat fatwa wajib membela Anies apa pun yang terjadi. Kacau lah lembaga yang satu ini.

Makin yakin kalau lembaga ini makin tak beres dan suka bertingkah di luar wewenangnya. Tolong pemerintah tegas sedikit dengan lembaga ini. Kalau tidak berani atau merasa sulit membubarkan, setidaknya lakukan audit secara menyeluruh biar semua orang tahu apakah lembaga ini murni tanpa cela atau memang banyak kebobrokan yang selama ini terkubur rapat-rapat.

Orang yang paling menggelikan adalah orang yang tak tahu malu telah membolak-balikkan narasi seenak maunya. Dulu haram, sekarang boleh halal sesuai kemauan mereka sendiri. Dan rakyat disuruh mengikuti dan memaklumi, waras gak sih?

Pengamat Politik Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, menilai wacana MUI membentuk tim siber sebaiknya diurungkan. Menurutnya lembaga keagamaan itu tak perlu ikut-ikutan membela Anies Baswedan.

"Tak bagus jika MUI DKI Jakarta cawe-cawe soal Anies yang sedang diserang buzzer. MUI DKI Jakarta tak usah ikut campur urusan Anies, nanti MUI DKI Jakarta akan dituduh bermain politis," kata Ujang.

Jika kepala daerah, khususnya di Ibu Kota mendapat tuduhan atau serangan dari pihak tertentu, Ujang menyebut hal itu menjadi urusan dari Anies sendiri. Anies dan timnya yang harus mengklarifikasi tanpa melibatkan bantuan dari pihak lain. "Mestinya bukan MUI DKI Jakarta yang buat cyber army. Tetapi tim Anies saja. MUI tak perlu juga membala-bala Anies. Biar yang bela Anies pasukannya Anies sendiri," katanya.

Nah, betul itu. Biarkan kelompok pemuja Anies yang menjilat dan membela mati-matian. Lagian ada banyak orang hebat yang mendukung Anies, seperti rektor hebat Musni Umar, pakar hukum tata negara Refly Harun, dll. Ada juga kelompok pemilik kavling surga yang membela Anies.

Kalau Anwar Abbas dengan munafiknya mengatakan ini halal, maka jangan marah kalau rakyat menuding MUI bermain dua kaki dan berharap lembaga ini dibubarkan saja. Jangan ngamuk kalau ada tudingan banyak orang bahwa lembaga ini sudah dibuai oleh 10 M. Kalau sudah membela satu tokoh politik, artinya lembaga ini sudah tidak ada manfaatnya lagi.

Anwar Abbas mengatakan ini pun sebenarnya bisa ditebak alasannya. Bapak ini sebenarnya sangat tidak suka dengan pemerintah saat ini. Sudah layak dianggap sebagai bagian dari barisan sakit hati.

Jadi ketika MUI DKI ingin membela Anies dari serangan buzzer, Anwar Abbas seolah mendapatkan secercah peluang untuk nyinyir dan mengompori.

Ini orang mirip dengan Fadli Zon. Sama bisingnya. Sama keterlaluannya. Hanya saja Fadli Zon menjadi seperti macan kehilangan gigi palsunya sejak ditegur oleh Prabowo. Sedangkan Anwar Abbas masih aman karena tidak ada yang menegur. Makanya mulutnya selalu koar-koar tanpa memikirkan etika dan tata krama.

Yang dia ucapkan selama ini semata-mata ingin mengganggu pemerintah. Saya sungguh tak paham apa maunya pak tua satu ini. Mau jadi kayak Amien Rais? Maaf, orang ini saja sudah mirip pecundang politik. Mau ikutan? Bagus lah. Biar nanti makin tua makin mengenaskan nasibnya.

Bagaimana menurut Anda?

Makin Jelas, Anwar Abbas Dukung MUI DKI, Sebut Tim Cyber Halal

Sumber Utama : https://seword.com/politik/makin-jelas-anwar-abbas-dukung-mui-dki-sebut-tim-WCmXd1LLKl

Re-post by MigoBerita / Kamis/25112021/12.44Wita/Bjm

PKS dan GERINDRA "Tak Sengaja" bertemu Zionis Israel ??!!

Migo Berita - Banjarmasin - PKS dan GERINDRA "Tak Sengaja" bertemu Zionis Israel ??!! Lalu bagaimana publik Indonesia khususnya warga net +62 menanggapinya?? Baca terus hingga akhir artikel yang kita telah kumpulkan agar tidak gagal paham.

Akhirnya Penganut Paham Radikalisme Memangsa Tuannya Sendiri

Radikalisme dan kekerasan atas nama agama semakin berkembang di Indonesia, seingat saya gerakan radikalisme dan kekerasan atas nama agama ini mulai meningkat dan menunjukan tajinya mulai zaman SBY, dimana saat itu FPI mulai berani beraksi mengangangkangi kepolisian dengan merazia warung-warung dan tempat hiburan malam, terjadi penyerangan jamaah Ahmadiyah di Bogor dan umat Syiah di Sampang, Madura, serta banyak kasus kekerasan agama lainnya.

Berdasarkan catatan yang diterima LSI, era sebelum SBY terdapat 915 kasus kekerasan dengan rata-rata per tahun 150 kasus. Sementara, era pemerintahan SBY sejak 2005 hingga 2012 terdapat 1.483 kasus, atau rata-rata 210 kasus per tahun.

Selain LSI, Komite untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan (KontraS) juga mencatat hal serupa. Selama tujuh tahun pemerintahan SBY, terdapat peningkatan kekerasan yang dialami kelompok rentan dengan kekerasan.

Kenapa radikalisme dan kekerasan agama berkembang saat itu?

Sebenarnya jawabannya simple, karena tidak ada tindakan tegas dari pemerintah saat itu atau memang sengaja penganut faham radikalisme ini dipelihara. Tujuannya? Jelas untuk kepentingan sekelompok elite politik, seperti yang terjadi di Amerika dan Negara-Negara eropa yang menganut faham sekuler, bagaimana banyak negara Eropa membuka keran imigrasi bagi pengungsi yang berasal dari negara konflik Timur Tengah.

Namun di sini saya tidak akan membahas Amerika dan Eropa, namun saya akan membahas bahwa memanfaatkan kaum radikal untuk kepentingan politik itu ibarat memelihara macan yang siap memangsa tuannya sendiri ketika besar nanti. Tercatat di tahun 2019 ini, dua partai Nasionalis memelihara kaum radikal demi kepentingan Pemilihan Umum, Gerindra dan Demokrat adalah dua partai tersebut. Sudah bukan rahasia lagi jika gerindra sejak 2014 sangat bersahabat dengan PKS yang merupakan jelmaan organisasi terlarang mesir "Ikhwanul Muslimin" di Indonesia, dan Demokrat yang membiarkan gerakan radikal berkembang sejak era SBY.

Bagi Gerindra mungkin tidak terlalu masalah karena ketua Partai mereka sedang mencalonkan diri menjadi Presiden, namun jelas bagi Demokrat hal tersebut sangat merugikan bagi Partai dan Kader dari partai demokrat. Apa saja kerugian dua partai tersebut karena berkolaborasi dengan penganut faham radikal pada Pemilihan Umum 2019 ini?

A. Bagi gerindra kerugian pertama adalah kerugian material, dari awal saja Sandiaga Uno sudah kehilangan banyak sahamnya untuk membagikan "Kardus" kepada partai PKS dan penganut faham radikal untuk seluruh kegiatan kampanye. Kedua, suara Gerindra yang banyak diprediksi di atas 20% akhirnya digerogoti PKS, sementara PKS yang banyak diprediksi tidak lolos Parlemen malah meningkat suaranya, terbanyak peningkatannya kedua setelah partai NASDEM.

Hal tersebut karena penganut faham radikal tentu saja tidak bodoh, mereka tahu sedang dimanfaatkan Gerindra untuk mendulang suara, sedang mereka tahu kalau Gerindra sejatinya adalah partai Nasionalis, ditambah Prabowo sendiri menegaskan kalau dirinya Pancasilais pada debat Pilpres ke-4. Sedangkan PKS sudah jelas-jelas partai Islam yang didalamnya banyak penganut faham radikal, tentu saja PKS jadi pilihan penganut faham radikal, apalagi dalam setiap acara kampanye 02 seperti Ijtima Ulama, kader-kader dan pentolan PKS jauh lebih sering tampil daripada kader-kader Gerindra.

Kerugian menjadi sempurna saat akhirnya Prabowo kalah dalam pemilihan Presiden saat ini, namun entah bodoh atau menutup mata, tampaknya Prabowo masih sangat mudah dikendalikan oleh penganut faham radikal.

B. Efek bagi Demokrat ternyata jauh lebih buruk, tercatat Demokrat adalah salah satu partai yang penurunannya tajam pada Pemilihan Umum kali ini, beberapa kader yang membela Prabowo mati-matian seperti Jansen dan "si kolor merah" berpotensi tidak lolos Parlemen. Jelas saja karena sekeras apapun kerja mereka, maka bagi penganut faham radikal haram bagi mereka untuk memilih yang tidak se-aliran. Ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi partai Demokrat yang memelihara penganut faham radikal sejak lama, buah yang mereka petik ternyata begitu pahit bagi Demokrat.

Hal ini patut menjadi perhatian kita semua, khususnya pemerintahan Joko Widodo kedepannya, semoga pemerintahan berikutnya bisa bertindak tegas dan mencegah tumbuhnya faham radikalisme di Indonesia (pembubaran HTI hanya langkah awal).

Karena memelihara mereka sama saja dengan kita memasukan "Kuda Troya" ke dalam negara kita, yang siap kapan saja menghancurkan negara kita saat lengah. Cukup negara Timur Tengah saja yang merasakan keganasan mereka. Beruntung masa tenang kampanye Jokowi bertemu Raja Salman yang memang pengalaman dalam membantai organisasi terlarang seperti HTI, IM di negaranya, semoga pak Jokowi belajar dari Raja Salman bagaimana membantai organisasi terlarang dengan baik dan benar. 

Akhirnya Penganut Paham Radikalisme Memangsa Tuannya Sendiri

Sumber Utama : https://seword.com/politik/akhirnya-penganut-faham-radikalisme-memangsa-tuannya-sendiri-HEXYlYMgU

(Sapi VS Kuda) Tidak Sengaja Bertemu Perwakilan Israel, Prabowo Dikecam Tifatul PKS

Saat Revolusi Iran, Khomeini didukung oleh komunis di sana untuk menggulingkan pemerintahan Syah Fahlevi. Para komunis ini berfikir kalau Khomeini bisa dimanfaatkan untuk meraih kekuasaan. Tapi apa yang terjadi? Ketika pemerintahan Syah Fahlevi berhasil diturunkan, komunis inilah yang pertama dibantai habis oleh Khomeini yang kemudian menjadi penguasa di sana.

Prinsip Enemy My Enemy Is My Friend inilah yang dimanfaatkan oleh orang-orang haus kekuasaan, para liberal, dan SJW di sini untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi. Mereka bekerjasama dengan para radikalis karena isu agama dianggap efektif untuk menjatuhkan Jokowi.

Mereka tidak sadar sedang memelihara anak macan, yang suatu saat akan menerkam mereka ketika sudah besar. Gerindra dan Demokrat sebenarnya kalau mereka sadar, mereka sudah merasakan kerugian bekerjasama dengan barisan radikal pada tahun 2019. Walaupun saat itu masih sebatas kehilangan suara, bukan kerugian secara fisik. 

Penulis pernah membuat artikelnya, artikel ini yang penulis rasa salah satu artikel terbaik yang pernah penulis tulis di seword ini (karena dibuat dengan serius). Penulis menulis saat awal gabung dengan seword, berikut linknya :

https://seword.com/politik/akhirnya-penganut-faham-radikalisme-memangsa-tuannya-sendiri-HEXYlYMgU

Tapi namanya manusia, kalau pedang belum menempel dileher atau bom belum meleduk, kebanyakan belum kapok. Apalagi orang yang terobsesi menjadi presiden seperti Prabowo. Mereka masih saja merangkul barisan radikal lewat beberapa kadernya seperti Fadly Zon, Ahmad Dhani dan beberapa orang lainnya.

Kejadian baru-baru ini sebenarnya kalau Prabowo bijak, dia harusnya sadar betapa bahayanya bekerjasama dengan barisan radikal, termasuk partai SAPI PKS. Prabowo dikecam karena terlihat dalam satu foto non formal, dia mengobrol dengan perwakilan Israel saat kunjungannya ke Bahrain.

Jadi ceritanya Prabowo berkunjung ke Bahrain, kebetulan di sana ada perwakilan Israel. Bahrain termasuk Turki yang dipuja-puja PKS, adalah negara yang melakukan hubungan diplomasi dengan Israel.

Ya gimana? cuma kebetulan ketemu di forum resmi diajak ngomong bagaimana etikanya? Apa PKS maunya pakai etika padang gurun pasir, disapa tidak menoleh pura pura tutup mata, jalan lurus nabrak tembok pun no problem? Seperti Sengkuni saat berkunjung ke istana dan menolak disalami Jokowi?

Bikin malu kalau PKS berkuasa, bisa jadi norak nanti diplomatik indonesia. 

Tapi Tifatul PKS tidak berfikir ke sana, dia langsung mempolitisi kejadian yang dialami Prabowo tersebut. Ini kalau penulis jadi Prabowo, supply kardus ke PKS akan penulis stop. Dilansir suara.com Tifatul berkata :

"HATI-HATI dikadalin. Normalisasi dengan Israel = Mengakui negara Israel, artinya menyetujui status penjajahan Israel atas Palestina. Setuju penjajah, artinya melawan Pembukaan UUD 1945," kata Tifatul di akun twitternya dikutip Suara.com

Komentar penulis : justru seharusnya Prabowo yang hati-hati dengan PKS. Jangan mau diperalat dan dijadikan sapi perah. Korupsi SAPI saja pernah, apalagi cuma menjadikan Prabowo SAPI perah. Kardus habis tapi pemilu ga pernah menang karena PKS bawa sial.

Lalu dimana logikanya mengakui Israel artinya menyetujui penjajahan Israel atas Palestina? PKS mengakui adanya setan apa otomatis setuju kelakuan setan? Pantes perilaku kaya setan, main fitnah sana sini dan menghalalkan segala cara.

Lalu bagaimana dengan Turki yang presidennya dipuji-puji oleh cyber army PKS dan Kadrun? Mereka menjalin hubungan diplomasi dengan Israel loh, kenapa PKS ga protes? Inilah fungsinya internet cepat buat apa, biar ga jadi bego seperti Tifatul yang hobinya follow akun Toket Queen ini.

Kesimpulan : sampai sini penulis tidak berharap orang seperti Prabowo akan mengerti bahayanya merangkul barisan radikal, penulis juga tidak berniat membela Prabowo.

Malah di sini penulis mengkritik kebodohan Prabowo yang merangkul para radikalis lewat beberapa kadernya, sambil menunjukan cara bodoh PKS yang berusaha menyerang donatur kardus mereka sendiri.

Kalau sampai Prabowo hingga saat ini belum menyadari bahayanya bekerjasama dengan radikalis seperti kader-kader PKS, maka benar-benar nafsu berkuasa sudah membuat beliau kehilangan logika dan akal sehat.

Maka sangat wajar orang-orang seperti Fadli Zon dan Ahmad Dhani masih dipelihara oleh beliau. Lewat politik dua kaki, demi merangkul barisan radikal dan barisan nasionalis. Penulis percaya barisan nasionalis sudah memahami politik Prabowo ini dan sebisa mungkin menghindari memilih Prabowo menjadi Presiden jika masih merangkul barisan radikal.

(Sapi VS Kuda) Tidak Sengaja Bertemu Perwakilan Israel, Prabowo Dikecam Tifatul PKS

Sumber Utama : https://seword.com/politik/sapi-vs-kuda-tidak-sengaja-bertemu-perwakilan-gbTPEVYV7f

Terbukti! Gus Dur 2007: MUI Bodoh, Penyebab Munculnya Radikalis

Sebelumnya mari sedikit bicara soal "Cacing kepanasan dan ketakutan" versi Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar yang ditujukan kepada para pengkritiknya. Nanti akan ketahuan siapa yang cacing kepanasan dan ketakutan?

Wacana MUI DKI Jakarta yang mau membentuk Cyber Army memang terus memanas di tengah masyarakat. Sang Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar pihak yang paling diserang habis-habisan oleh tokoh publik, politisi dan masyarakat. Karena ia pihak yang mewacanakan.

Atas serangan tersebut, Ketua Umum MUI DKI KH Munahar Muchtar membantah membentuk 'cyber army' untuk tujuan politik. Dia bingung wacana pembentukan tim siber itu bikin sejumlah pihak ketakutan. Berikut pernyataannya:

"Saya kadang-kadang suka bingung, kami baru mau membentuk, baru rencana saja, kok sudah kayak cacing kepanasan, pada ketakutan," ujar Munahar di Jakarta Islamic Center (JIC) Jakarta Utara, seperti dikutip dari Antara, Senin (22/11/2021).

"Padahal kami tidak ke sana (berpolitik) arahnya, sekali lagi, ini bukan dalam rangka sekadar mengangkat Pak Anies (Baswedan)," imbuhnya.

Munahar membantah tim siber MUI DKI dibentuk untuk mempopulerkan karir politik seseorang. Meski bermitra dengan Pemprov DKI, dia menegaskan kepentingan MUI DKI untuk kemaslahatan warga Jakarta.

"Kalau nanti ada tokoh-tokoh lain di Jakarta yang punya program bagus, punya kebijakan bagus untuk kemaslahatan warga Jakarta, kemajuan Jakarta ke depan, kenapa kami tidak mendukung? Jadi bukan karena satu tokoh saja, begitu," kata Munahar.

Pernyataan-pernyataan yang seolah masyarakat tidak bisa menangkap maksud dan tujuannya saja. Tak perlu beralasan panjang kali lebar pun publik sudah dapat menilai maksud dan tujuan pembentukan Cyber Army alias buzzerRp MUI DKI Jakarta itu untuk Anies Baswedan.

Sudah berulangkali yang bersangkutan sebelumnya mengatakan tujuan dibentuknya Cyber Army untuk menangkal berita hoax dan mengangkat hal positif dari Anies Baswedan dan diikuti dengan pernyataannya yang menyanjung setinggi langit Anies sebagai pahlawan dunia. Rekam jejak digitalnya pun ada.

Lalu dengan entengnya sekarang berkata pembentukan Cyber Army bukan bermaksud untuk politik dan mengangkat seseorang? Ini jelas membuat kita yang waras tertawa terbahak. Nampak tidak sesuai dengan jabatan dan title yang disematkan kepadanya.

Maka saya jadi ingat apa kata Almarhum Gus Dur pada tahun 2007 ketika ditanyakan tentang MUI, Gus Dur mengatakan dengan santai, "MUI itu tak ada orang pintar, semuanya orang bodo-bodo", kata Gus Dur. Bahkan lebih lanjut Gus Dur mengatakan MUI itu penyebab munculnya radikalisme dan fundamentalisme.

Pernyataan Gus Dur pada tahun 2007 tersebut bisa dicek di sini. Seolah Gus Dur bisa memberi gambaran di masa depan. Faktanya Densus 88 pada akhirnya mengungkap dan menangkap salah satu anggotanya yang terduga teroris yaitu Ahmad An Najah.

Maka jika kita hubungkan dengan pernyataan Ketua MUI DKI Jakarta akan terlihat siapa sebenarnya yang seperti cacing kepanasan? Dan siapa pula yang ketakutan?

Dengan mewacanakan Cyber Army itu saja Ketua MUI DKI Jakarta jika yang bersangkutanlah yang sedang kepanasan dan ketakutan luar biasa. Pasalnya dengan ditangkapnya Ahmad An Najah dan Farid Okbah semua dengan sangat terang benderang mengarah ke MUI dan Anies Baswedan.

Ahmad An Najah orang MUI sedang Farid Okbah diketahui teman akrab Anies. Klop! Bagaimana sesederhana itu bukan? Maka Munahar dengan caranya lantas lakukan blunder wacanakan bentuk Cyber Army tangkal hoax untuk Ulama-Anies.

Mengapa Ketua MUI DKI Jakarta Munahar lakukan blunder? Ya ingat saja persis apa kata Almarhum Gus Dur di tahun 2007 tadi. Katanya, "Orang MUI tak ada yang pintar semua bodo-bodo". Terjawab oleh jaman bukan?

Dan tak hanya Gus Dur bahkan setelah itu sekitar tahun 2015 Gus Mus juga memberikan pernyataan yang menohok, "MUI itu makhluk apa?," Gus Mus pun menyebut jika MUI itu adalah bikinan Pak Harto untuk langgengkan kekuasaan.

Melalui MUI Pak Harto bisa memonitor seluruh kegiatan yang terkait dengan sepak terjang agama Islam kala itu. Oleh karenanya MUI ditempati anggota dari berbagai ormas Islam.

Nah, pada perjalanannya MUI yang tak jelas spesiesnya ini kemudian disusupi ormas yang berhaluan keras dan akhirnya melahirkan Ahmad An Najah dan kawan-kawannya.

Jadi kesimpulannya MUI tak hanya sebagai penyebab munculnya paham radikalisme dan fundamentalisme seperti kata Gus Dur tapi juga sebagai pintu gerbangnya. Pintu gerbang dimensi mimpi para teroris.

Demikian, salam

Terbukti! Gus Dur 2007: MUI Bodoh, Penyebab Munculnya Radikalis

Sumber Utama : https://seword.com/politik/terbukti-gus-dur-2007-mui-bodoh-penyebab-7j9OuYPDye

Ormas Kadrun Ciptakan "Buzzer", Demi Rp 10 Miliar

Dari dulu penulis sudah mengingatkan bahwa kaum kadrun itu suka menuduh orang lain. Padahal, kadrun sendirilah yang seperti itu. Tidak jadi soal bagi kadrun, sebab mereka didoktrin untuk menghalalkan segala cara, sekalipun dibalut baju agama.

Dari mulut para kadrun itu mudah terlontar kata-kata makian, ucapan tak senonoh, hoaks dan fitnah untuk menyerang pihak lain. Sementara dari mulut yang sama, fasih terucap ayat-ayat kitab suci, dan tanpa risih mengatasnamakan Tuhan.

Jangan pernah lupa bagaimana pada masa-masa kampanye pilpres 2014 dan 2019 yang lalu. Barisan kadrun yang secara buta dan bodoh mendukung capres Prabowo Subianto, dan serampangan menuduh rival politik mereka sebagai PKI atau komunis.

Mungkin ketika dirasa tudingan atau fitnah ini kurang manjur, lalu diembeli kata "neo". Lalu jadilah istilah: neo-komunis. Dikit-dikit kelompok ini menuduh PKI bangkit dalam wujud neo-komunis. Tapi ketika ditanya apa, siapa atau di mana para neo-komunis itu, jawab kadrun muter, hingga mereka sendiri bingung dan marah-marah.

Begitulah tabiat para kadrun. Tapi siapa sebenarnya yang layak dituduh sebagai PKI, komunis atau neo-komunis? Ya, mereka sendiri dong. Why? Sebab mereka lazim menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, dalam konteks ini: kekuasaan.

Mereka mengimpikan bahwa dengan mendompleng salah satu capres yang mereka nilai plin-plan dan mudah dipermain-mainkan, cita-cita mereka akan bisa digapai. Sejak dulu mereka memang mendambakan sebuah negeri khilafah yang dikelola berdasarkan agama.

Mereka tidak peduli bahwa bentuk negara yang ideal sesuai impian mereka sudah tidak laku, bukan zamannya lagi dalam peradaban dunia yang sudah serba modern ini. Lihat saja bagaimana Arab Saudi yang sejak beberapa dekade lalu dianggap sebagai bentuk pemerintahan yang ideal untuk para kadrun, kini sudah mulai menuju peradaban dunia yang sebenarnya.

Misalnya saja, otoritas setempat sudah membolehkan pantai sebagai tempat wisata bebas berbikini bagi kaum wanita. Sementara di Indonesia, kaum kadrun -- yang oleh Sandiaga Uno hendak diserap aspirasinya -- getol memperjuangkan wisata halal di negeri ini.

Bodohnya, mereka ingin mengubah "paksa" kawasan tertentu menjadi wisata halal sebagaimana mereka inginkan. Misalnya, Pulau Bali dan Danau Toba. Sudah pasti ditolak mentah-mentah oleh masyarakat pemilik kawasan. Lihat pula aksi perlawanan dari masyarakat Danau Toba sangat menggelegar. Pikir kadrun, akan mudah mengubah tradisi masyarakat yang sudah ribuan tahun itu dalam sekejap?

Tanpa bermaksud mengajari menteri terkait, kalau mau jadikan wisata halal versi Indonesia, tempatnya di Aceh. Dijamin tak akan ada yang menghalangi. Tapi demi melihat perkembangan di Arab Saudi, apakah masih relevan dengan apa yang disebut sebagai wisata halal itu?

Modernisasi dan keterbukaan di dunia ini memang tidak akan bisa dihentikan, kecuali mungkin dengan cara membantai banyak umat manusia. Tapi siapa gerangan yang tega melakukan hal keji semacam ini? Pihak-pihak yang mabuk agama, tentu saja. Mereka-mereka inilah yang merupakan biang kekacauan di muka bumi ini, termasuk sekarang di Indonesia.

Di masa Orba, kaum mabok agama masih bisa ditekuk, sehingga mereka tidak terlalu mengganggu. Di masa kini, kaum yang diberi ruang kebebasan selama sepuluh tahun oleh SBY, menjadi sumber keonaran di negeri ini.

Banyak contoh bagaimana kelompok yang sudah merasa diri sudah besar ini menjadi biang kekacauan dan keonaran di negeri ini. Salah satunya pada pilkada DKI 2017. Setelah itu mereka selalu ambil bagian dalam peristiwa-peristiwa politik untuk merecoki, membuat kacau dan ribut.

Masyarakat DKI Jakarta saat ini sudah menjadi korban dari gerombolan yang memaksakan kehendak dengan mengatasnamakan agama ini. Terpilihnya oknum gubernur dengan cara yang sangat tidak beradab, berimbas pada kinerja yang tidak sesuai harapan: kacau dan ngawur.

Mirisnya, oknum ini malah dibentengi pula oleh sekelompok kadrun yang tergabung dalam organisasi keagamaan. Mereka menyatakan siap membela gubernur seiman dan sealiran ini dengan segenap daya upaya, bahkan siap mengerahkan buzzer untuk mengkaver sang Gabener.

Terdengar mengharukan dan membanggakan. Namun setelah ditelisik, ternyata sudah ada imbalan sebesar Rp 10 miliar. Pantas saja mereka mau mempertaruhkan reputasi dan ajaran agama untuk oknum yang sangat tidak layak ini. Miris, gara-gara uang, moralitas dan akhlak pun dicampakkan.

Tapi bagi kaum kadrun, yang namanya akhlak dan moralitas itu hanya nomor sekian. Seperti dikatakan di atas, mereka itu sudah terbiasa menghalalkan segala cara untuk kepentingan diri dan kelompok mereka sendiri. Bahkan mereka -- sadar atau tidak sadar -- kerap mengingkari sendiri agama yang sebenarnya justru mengedepankan konsistensi, kejujuran dan keluhuran budi pekerti.

Misalnya yang bikin kita tertawa-tawa menyaksikan perilaku kaum kadrun ini adalah yang tadinya begitu getol mengkritik dan mengutuki apa yang akhir-akhir ini disebut sebagai "buzzer".

Istilah "buzzer" pun awalnya sebagai tudingan kaum kadrun, yang dibuat berkonotasi negatif untuk memfitnah dan mendiskreditkan pendukung pemerintah Jokowi. Mungkin mereka ingin mengimbangi label "kadrun" yang sudah melekat sangat kuat pada diri mereka? Bisa jadi istilah "kadrun" ini akan segera diserap menjadi kosa kata baru dalam KBBI?

Kadrun sangat gigih mengupayakan dan mengarahkan opini publik bahwa yang namanya buzzer itu adalah pandukung pemerintah, yang wajib dilawan dan dimusuhi. Bahkan mengharamkannya.

Namun itulah kadrun yang memang inkonsisten dalam segala hal. Hanya demi dana bansos Rp 10 miliar, mereka menjilat muntahan sendiri dengan tekad membentuk pasukan cyber untuk melindungi "jongos" mereka dari serangan buzzer. Itu artinya buzzer diciptakan untuk melawan buzzer.

Kita doakan oknum-oknum ormas ini segera sadar dari kekhilafannya. Azab itu begitu pedih, Pak.

Ormas Kadrun Ciptakan "Buzzer", Demi Rp 10 Miliar

Sumber Utama : https://seword.com/umum/ormas-kadrun-ciptakan-buzzer-demi-rp-10-miliar-AxrEc1vzIX

Buzzer/Mujahid Digital/Cyber Army, Deklarasi, dan Pontang-panting agar Anies Tetap Populer

Menuju akhir masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan kubunya tentu saja ketar-ketir. Bukannya apa, bermaksud menjadikan kedudukan istimewanya kali ini sebagai batu loncatan demi ambisi menuju sebagai calon RI-1, tapi yang ada elektabilitasnya tak juga cukup meyakinkan.

Alih-alih mendominasi atau disebut sebagai calon kuda hitam, justru tingkat keterpilihannya stagnan malah cenderung menurun. Meragukan sebagai seorang yang disebut-sebut sebagai capres idaman. Padahal di saat inilah sebenarnya tingkat keterpilihannya harusnya sudah pada level yang menjanjikan.

Kenapa?

Ya karena, setelah masa jabatannya selesai dalam satu tahun ke depan, Anies praktis pengangguran. Memang, nantinya dia akan punya banyak waktu untuk berkeliling memperkenalkan diri. Tapi tetap saja, prestasi dan rekam jejak jabatannyalah yang akan jadi salah satu patokan bagi para calon pemilihnya.

Saat ini sebetulnya adalah momen puncak bagi Anies untuk mendapatkan elektabilitas terbaiknya. Membuktikan diri dapat berprestasi dengan membuat Jakarta menjadi lebih baik, adalah satu-satunya cara tanpa dapat ditawar lagi. Bila sampai hal itu tidak dapat dicapai, dua tahun menuju Pilpres 2024 akan menjadi saat yang sangat berat baginya untuk memperbaiki keadaan.

Anies Baswedan dan segenap para pendukungnya patut waspada. Dalam sebuah survei, https://www.voaindonesia.com/amp/survei-prc-elektabilitas-prabowo-ganjar-dan-anies-tertinggi/6313733.html#aoh=16373804458821&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s Politika Research & Consulting (PRC) menunjukkan bahwa terjadi tren penurunan pada elektabilitas Anies Baswedan. Pada Desember 2020 elektabilitas Anies adalah 11,8 persen, sementara pada November 2021 ini hanya sebesar 7,7 persen saja.

Lalu apakah selama ini sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah gagal?

Tentu kabar di media bisa sedikit memberi gambaran. Banjir masih terjadi. OKE Oce entah bagaimana kabarnya. Rumah DP 0 masih nol. Belum lagi kebiasaannya yang sering kelebihan bayar, main klaim, dan lepas tangan.

Anies cs jelas sadar akan hal itu. Sepenuhnya paham bahwa jalannya ke depan bukannya menjadi lebih mudah, tapi justru semakin berat. Untuk itulah, berbagai ancang-ancang telah dilakukannya sebagai upaya agar elektabilitasnya bisa terjaga atau syukur-syukur bisa naik, atau setidaknya untuk menjaga popularitasnya. 

Anies terlihat semakin rajin berkeliling ke berbagai daerah demi memasarkan dirinya. Kabarnya beberapa kali dia membagikan resep suksesnya dalam memimpin Jakarta. Selain itu juga berkunjung ke daerah sentra produksi yang memang telah menjalin kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta.

Dalam kunjungannya tersebut tak lupa ditambah dengan narasi sedikit politis. Entah itu dari meriahnya sambutan, atau sekedar dalam bentuk dukung-mendukung.

Kemudian, kelimpungan yang sama juga dirasakan oleh mereka para pendukungnya. Mereka dengan segala cara dan kuasa yang dimilikinya, berusaha sedemikian rupa demi menjaga agar Anies tetap populer.

Dana ada, niat ada, dan tinggallah pilihan jenis pelaksanaannya.

Ada yang memilih cara deklarasi. Percayalah, ke depannya kemungkinan besar akan banyak deklarasi dukungan untuk Anies. Melihat begitu maraknya deklarasi dari para pendukung Ganjar Pranowo yang bahkan sempat membuat PDIP gonjang-ganjing, deklarasi kubu Anies tentu tidak ingin kalah.

Deklarasi yang terokestrasi dengan rapi dan menjadi terlihat masif, tentu diharapkan akan menjadi nilai jual tersendiri bagi Anies yang pada kenyataannya sampai sejauh ini belum memiliki kendaraan partai politik.

Pendukung Anies juga sepertinya akan lebih serius menggarap dunia maya. Pencitraan dan pembelaan di lini ini tentu akan lebih digencarkan. Ini penting, karena dengan media sosial resonansi pesan dan konten yang ingin disampaikan diharapkan akan lebih cepat. Diperkuat juga alasan bahwa dari media sosial, tak jarang media berita menjadikannya sebagai sebuah kabar.

Khusus di media sosial ini, bahkan sekelas Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta pun siap menjadi buzzer-nya Anies. Bersembunyi di balik misi keutamaannya, terlihat sekali bahwa lembaga ini secara telanjang telah menunjukkan keberpihakannya secara politis.

Lalu apakah dengan begitu Anies akan tetap populer?

Ya pasti. Dari sekarang juga Anies sudah populer. Dengan berbagai gerakan itu kemungkinan besar Anies akan tambah populer. Karena akan sama, siapa yang suka dan siapa yang tidak, tetap akan membuat popularitasnya meningkat.

Tapi kira-kira siapa yang mau memilih orang yang di-buzzer-i oleh MUI???.....

Buzzer/Mujahid Digital/Cyber Army, Deklarasi, dan Pontang-panting agar Anies Tetap Populer

Sumber Utama : https://seword.com/politik/buzzermujahid-digitalcyber-army-deklarasi-dan-ead1YUWpD8

Bahar Keluar dari Penjara, Apa Tanggapan Netizen?

Memang waktu ini terasa berjalan dengan cepatnya. Perasaan baru kemarin saja Bahar bin Smith dicyduk polisi lantaran ngegebukin sopir taksi online. Eh sekarang dia sudah bebas dari penjara.

Sebelumnya Bahar juga pernah ditangkap polisi lantaran ngegebukin anak-anak di bawah umur. Dan ia sudah mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut juga dengan cara mendekam di balik jeruji besi.

Tapi yang menjadi pertanyaan di sini siapakah si Bahar ini?

Dan bagaimana rekam jejaknya?

Berikut penulis coba sedikit beberkan.

Sama seperti Rizieq, Anies, Haikal Hasan dan Novel Bamukmin. Ia merupakan WNI keturunan Arab.

Sebagian orang menganggapnya sebagai keturunan Rasulullah Muhammad SAW. Tapi sebagian lagi percaya kalau si Bahar tersebut bukan merupakan keturunan baginda Nabi. Mengingat kelakuannya yang buruk itu.

Lantas, seperti apa kelakuan buruk Bahar tersebut?

Persis seperti Laskar FPI. Doyan main hakim sendiri.

Ia kerap menggelar aksi razia dan melakukan penutupan paksa tempat-tempat hiburan di Jakarta.

Aksinya yang paling terkenal adalah saat melakukan aksi sweeping di cafe De Most yang terletak di Jakarta Selatan pada 2012 silam.

Kala itu massa yang dibawanya membawa senjata tajam berupa 10 golok, 4 katana, 17 celurit, 4 stik golf, 12 stik besi dan 13 kayu.

Dan yang unik dari aksi menutup paksa tempat hiburan ala Bahar tersebut, ia kerap melibatkan anak-anak. Seperti saat menggelar aksi sweeping di cafe De Most itu, diketahui pengikut yang diajaknya berjumlah 62 orang. Dan 41 diantaranya adalah anak di bawah umur. Yang si anak-anak ini juga diketahui membawa senjata tajam.

Nah, sebelumnya yakni pada tahun 2010, Bahar juga terlibat dalam penyerangan terhadap Jemaat Ahmadiyah di Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Jadi melihat beberapa kelakuannya yang tidak terpuji itu dapat disimpulkan bahwa si Bahar ini intoleran dan Kadrun banget. Yakni berpikiran sempit.

Di samping itu, ia juga kerap menyerang pihak-pihak yang sebenarnya tidak bersalah sama sekali terhadap dirinya. Seperti Bahar pernah mengatakan PDIP adalah partai sarang PKI.

Bahar juga pernah mengatakan Presiden Jokowi penghianat bangsa dan banci. Serta menyesalkan kenapa Prabowo yang didukung oleh FPI itu bisa kalah pada Pilpres sebelumnya.

Si Bahar ini sempat dilaporkan ke polisi lho karena ulahnya menyebarkan ujaran kebencian tersebut. Tapi ia dibela oleh sesama Kadrun dan pendukung Prabowo. Seperti oleh anggota PA 212 dan Fadli Zon. 

Tapi kelihatannya pemerintah kita terlalu lembek. Sudah jelas-jelas dia merendahkan martabat Presiden. Di depan umum pula. Eh oleh Yasona Laoly yang juga menjabat sebagai Menkumham, si Bahar ini diberi program pembebasan bersyarat asimilasi.

Tidak pelak, Bahar pun ngelunjak dengan melakukan pelanggaran hukum lagi. Seperti tanpa bersalah ia melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hingga ditangkap kembali oleh polisi.

Jadi melihat dari semua kelakuannya itu, si Bahar ini gak mencerminkan sebagai ulama sama sekali. Ia lebih tepat disebut kriminal yang diulamakan.

Lantas, apa tanggapan netizen pasca ia pulang dari penjara?

Berikut diantaranya :

"Ayok Bahar bikin kriminal lagi yok bisa yok," ujar pemilik akun Twitter @wakilgubernurKW

Hahaha

Apa maksud si Wagub KW ini?

Mungkin dia gak suka orang seperti Bahar tersebut bebas berkeliaran. Untuk itu supaya Kadrun tersebut tidak bikin onar lagi memang tempat terbaik baginya adalah penjara.

"Biasanya gua kalau lihat ulama adem tenang. Lha ini ngelihat Bahar bin Smith bawaannya pengen muntah sama berak," lanjut pemilik akun Twitter @inggitababiel

Ini lebih gila lagi. Bahar dianggapnya seperti bakteri Escherichia coli (E. coli) tertentu saja. Yang menghasilkan racun sehingga menyebabkan diare parah.

Sudah seharusnya pemilik akun @inggitababiel itu minum air putih lebih banyak. Supaya tidak mengalami yang namanya dehidrasi.

"Salah satu singa Allah telah keluar dari pembungkaman. Tunjukkan gairahmu wahai singa Allah. Umat Islam menunggu komando dan tetap merapatkan barisan," cuit pemilik akun Twitter @Imamjajuli12

Singa Allah dari Hongkong?

Ngegebukin sopir taksi online dan anak-anak kok disebut singa Allah?

Kalau Raja Singa bisa jadi.

-o0o-

Demikian beberapa tanggapan netizen terkait bebasnya Bahar tersebut. Yang beberapa diantaranya cukup kocak ternyata. Hehehe

Dan menurut hemat penulis sih, bebasnya Bahar ini tidak perlu ditakuti. Karena Presiden Jokowi juga sudah menyiapkan antisipasi sebelumnya, yakni dengan mengangkat musuh bebuyutan Kadrun, Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD).

Selain itu, beberapa koleganya seperti Rizieq dan Munarman sedang mendekam di penjara kok.

So, keep calm and carry on saja ferguso.  

Bahar Keluar dari Penjara, Apa Tanggapan Netizen?

Sumber Utama : https://seword.com/umum/bahar-keluar-dari-penjara-apa-tanggapan-netizen-bW9kavC5Jw

Ini Sederet Alasan Fadli Zon Gak Akan Mau Bergabung ke Partai Ummat

Salah seorang kader Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya atau yang lebih dikenal dengan Tofa Lemon, baru-baru ini menawari Fadli Zon untuk masuk ke partainya. Yang mana tawaran itu datang buntut dari ditegurnya kader Gerindra itu oleh Prabowo lantaran nyinyirin Presiden Jokowi.

Tanpa tedeng aleng-aleng Tofa pun mengeluarkan rayuan mautnya. Ia mengatakan Fadli butuh tempat yang nyaman untuk memperjuangkan keadilan. Dan kenyamanan itu akan didapat jika bergabung dengan Partai Ummat.

"Saya sangat memahami situasinya. Jadi, kalau Fadli Zon mau tempat yang nyaman untuk memperjuangkan keadilan serta melawan kezaliman, Partai Ummat-lah tempat yang pas untuk saat ini," ujar Mustofa dengan nada sedikit meyakinkan, (19/11).

Tidak hanya itu saja, Fadli Zon juga dipuja-pujinya setinggi bintang di langit. Wakil Ketua Umum Gerindra itu juga dikatakannya memiliki DNA oposisi terhadap kezaliman dan ketidakadilan. Yang itu satu frekuensi dengan publik.

Terakhir, Tofa mengatakan Fadli Zon adalah makhluk yang langkah di muka bumi ini terkhusus di Indonesia. Hal itu juga yang membuatnya harus masuk ke Partai Ummat. Supaya selamat.

Sebelumnya, memang sudah ada beberapa orang yang masuk ke partai besutan Amien Rais ini. Mulai dari Buni Yani hingga MS Kaban. Yang kedua orang itu bisa jadi masuk Partai Ummat juga karena tegoda rayuan maut Tofa Lemon.

Hanya saja, meskipun ada yang masuk, ternyata banyak juga yang keluar alias tidak betah berlama-lama berkarir di partai berlambang bintang tersebut. Diantaranya yang out adalah Agung Mozin dan Neno Warisman.

-o0o-

Kembali ke Fadli Zon tadi, pertanyaannya apakah ia mau bergabung ke Partai Ummat?

Menurut hemat penulis sih, tidak sama sekali. Hehehe

Pertanyaannya kenapa?

Berikut sederet alasannya,

Pertama, masa depan Partai Ummat tidak menjanjikan.

Kita lihat saja sekarang bagaimana basis massa partai itu. Bukannya bertambah tapi malah berkurang.

Beberapa elit Partai Ummat sudah mengundurkan diri. Seperti Agung Mozin yang juga pernah jadi loyalis Amien Rais serta Neno Warisman si pengancam Tuhan lewat pusisi itu.

Begitupun dengan pengurus daerah. Tidak sedikit yang tidak betah berlama-lama di partai tersebut. Seperti yang dilakukan oleh pengurus DPC dan DPD Batam yang mengundurkan diri secara berjamaah.

Itu artinya apa?

Partai ini sudah layu sebelum berkembang.

Gak menjanjikan masa depan banget.

Beda dengan Gerindra yang sudah menduduki peringkat kedua sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak nasional.

Kedua, pendukung Fadli Zon adalah pendukung Prabowo.

Penulis yakin bahwa banyak orang memilih Fadli Zon sebagai anggota DPR bukan karena si Fadlinya atau karena prestasinya. Tapi karena faktor Prabowo.

Karena mayoritas pemilih si Zon ini adalah pemilih Prabowo di Pilpres 2019 lalu.

Nah, ketika Fadli Zon pindah ke Partai Ummat maka secara otomatis ia akan ditinggalkan oleh pendukung Prabowo.

Akibatnya, perolehan suaranya di DPR jadi auto berkurang.

Bisa-bisa Om Fadli gak lolos ke senayan kalau dia gak lagi bersama Prabowo.

Lagian juga Partai Ummat belum tentu lolos parliamentary threshold pada Pemilu 2024 mendatang.

Ketiga, Fadli Zon turut mendirikan Gerindra.

Meskipun sedikit alias tidak banyak, ada peran Fadli Zon dalam pendirian partai berlambang burung Garuda itu.

Sebagai seorang pendiri, tentu Fadli dihormati dan dianggap orang penting di partai tersebut.

Beda dengan kalau dia di Partai Ummat. Tentu yang lebih dihargai oleh kader dan simpatisan adalah Amien Rais. Karena Wan Amien yang mendirikan partai itu.

Keempat, kualitas kader Partai Ummat di bawah rata-rata.

Contohnya saja Buni Yani yang gak punya pengalaman apa-apa di partai. Jadi ketua ranting partai pun tidak pernah. Tiba-tiba diangkat menjadi wakil ketua umum.

Nah, kalau seandainya Fadli Zon jadi gabung ke Partai Ummat, siap-siap ia pun harus bergabung dengan orang-orang sekelas Tofa Lemon dan si Buni Yani ini.

-o0o-

Jadi meskipun Gerindra tidak terlalu rugi kehilangan Fadli Zon karena masih memiliki pemilih yang solid, tapi Fadli Zon yang rugi banyak jika keluar dari partai itu.

Apalagi kalau seandainya dia bukan anggota dewan lagi. Sudah dipastikan suaranya gak akan didengar seperti sekarang ini. Tapi lebih mirip Andi Arief yang terkenal sebagai badut politik itu.

Untuk itulah, dalam waktu dekat atau dalam waktu lama Fadli tidak akan berani meninggalkan Gerindra.

Kecuali karena dua hal :

Ia dilempar pakai Hape oleh Prabowo atau diusir dari partai itu.  

Ini Sederet Alasan Fadli Zon Gak Akan Mau Bergabung ke Partai Ummat

Sumber Utama : https://seword.com/umum/ini-sederet-alasan-fadli-zon-gak-akan-mau-kBIzDwkQfi

MUI DKI Mau Pakai Dana Hibah Atau Dana Lain, Tetap Saja Itu Uang Rakyat, Kan?

MUI DKI Mau Pakai Dana Hibah Atau Dana Lain, Tetap Saja Itu Uang Rakyat, Kan?

Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar membantah pembentukan pasukan siber bela ulama Anies Baswedan menggunakan dana hibah.

Dia pun mengatakan pembentukan siber ini untuk melawan hoax yang beredar di masyarakat khususnya umat Islam. "Kami membentuk pasukan siber karena saat ini marak informasi hoaks yang dapat memecah belah umat, terutama umat Islam dan ulama," kata Munahar. 

Katanya dana yang dipakai untuk itu adalah dana yang sudah ada di bidang tersebut.

Hmmm.

Dana apa yang dimaksud? Tidak jelas dan samar-samar, entah kenapa mirip sekali dengan penjelasan Anies yang suka muter-muter tak jelas. Mau pakai dana apa pun, yang jelas ada niat untuk membela Anies. Itu poin yang tidak terbantahkan.

Poin penting lainnya adalah MUI dapat dana hibah dari uang rakyat, kan?

Kalau dana didapat dari kantong pribadi atau sumbangan dari orang lain, tidak masalah uangnya mau diapakan. Tapi ini kita bicara soal uang rakyat yang dipakai MUI DKI untuk membela satu orang bernama Anies.

Ini sama saja menggunakan uang rakyat untuk kepentingan politik kelompok sendiri. Memangnya dari semua uang rakyat itu, semuanya setuju dengan usulan ini? Pasti banyak yang tidak setuju, artinya MUI DKI melenceng dari pertanggung jawaban.

Ngeles model begini hanya akan mengundang makin banyak kecurigaan. Teka-teki yang hingga kini masih misteri, apakah MUI sudah cukup transparan dalam keuangan? Mengapa tidak ada audit? MUI bisa lolos dari itu semua sehingga tidak ada yang tahu kalau mereka gunakan dana hibah untuk apa saja.

Coba tanya deh kepada MUI apakah mereka berani diaudit. Biasanya sih bakal tiarap dan ngeles lagi dengan kalimat-kalimat yang menggelikan. Mirip dengan gaya ngelesnya Anies.

Inti kesimpulannya adalah, pembentukan tim siber ini pasti butuh dana, dan dana tersebut dari uang rakyat. Kalau tujuannya untuk menangkal hoax, masih bisa diterima logika meskipun tetap saja kedengaran aneh. Masa MUI urus masalah penangkalan hoax? Ini MUI atau majelis cyber army? Malah terang-terangan ngaku ingin membela Anies dari serangan buzzer.

Ibarat sebuah perusahaan yang bergerak di bidang elektronik, tapi fokus urus bidang kesehatan. Gak nyambung.

Mereka mau bantah dengan cara apa pun, nyatanya publik sudah tahu ada dana hibah sebesar Rp 10,6 miliar dan ada rencana pembentukan tim penyemangat khusus dan spesial untuk Anies. Mungkin untuk bekal di tahun 2024 nanti.

Tak ada makan siang gratis di dunia ini. Apalagi kalau sampai MUI DKI mempermalukan diri sendiri dengan mendukung Anies, itu butuh lebih dari sekadar muka tembok. Kalau MUI DKI sampai rela dibully habis-habisan hanya karena seorang Anies, apakah kalian percaya MUI DKI melakukan semua ini atas dasar sukarela dan hobi? Orang tak waras pun tidak akan percaya logika seperti ini.

Dari dulu, sudah ada indikasi lembaga ini melenceng dari tujuan dan fungsinya. Bahkan jauh-jauh hari saat Gus Dur masih hidup, dia pernah mengatakan lembaga ini bermasalah dan bahkan mengusulkan agar MUI dibubarkan saja. Kita tahu, Gus Dur tidak asal ngomong, dan ternyata sampai saat ini pun masih relevan.

Jangan salahkan publik kalau terbentuk sebuah persepsi kalau MUI DKI menjadi sebuah kendaraan politik bagi Anies. Entah siapa yang memanfaatkan siapa, tapi ada kesan MUI DKI sedang dimanfaatkan Anies untuk ambisi politiknya. Kata kuncinya, tak ada makan siang gratis. Apalagi ini jelas berkaitan dengan politik.

Memang, politisasi lewat agama itu sangat kencang dilakukan di negara ini. Mudah jualan agama, karena banyak yang percaya tanpa berpikir dengan jernih.

Kalau MUI DKI hanya menyebut akan membela Anies dari serangan buzzer, pasti akan dikecam lebih parah. Tapi kalau diselingi dengan pembelaan terhadap ulama, maka dampak kecaman tidak terlalu terasa. Lagi-lagi ulama yang diseret sebagai alasan untuk pembelaan terhadap satu orang.

Tapi rakyat sudah cerdas. Model politisasi seperti ini sudah sering terjadi dan membuat banyak orang muak. Tinggal tunggu waktunya saja lembaga ini kena batunya sendiri.

Bagaimana menurut Anda?

MUI DKI Mau Pakai Dana Hibah Atau Dana Lain, Tetap Saja Itu Uang Rakyat, Kan?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/mui-dki-mau-pakai-dana-hibah-atau-dana-lain-tetap-WvaiGtTatx

(Joker Kalah Psikopat) Kasus Pria Arab Habisi Istri Siri di Cianjur

Ingin ku bunuh pacarmu, saat dia cium tubuh indahmu, di depan kedua temanku, hatiku terbakar jadinya cantik, aku cemburu. Itu adalah sepenggal lirik lagu berjudul "Cemburu", karangan Ahmad Dhani yang dinyanyikan band Dewa. Lalu bagaimana kalau kejadian tersebut terjadi di dunia nyata?

Ternyata yang terjadi kepada gadis asal Cianjur sedikit berbeda dengan lirik di atas. Alih-alih pacarnya yang kena sikat, malah beliau yang akhirnya meregang nyawa karena di siksa suami sirinya yang adalah Warga Keturunan Arab Saudi. Selama proses penyiksaan, korban yang bernama Sarah disiram oleh air keras.

Menarik untuk kita bahas, kira-kira apa sih alasan warga keturunan Arab tersebut sampai tega menyiksa istrinya, bahkan sampai meninggal? Berikut beberapa kemungkinannya :

  • Bagi sebagian orang wanita adalah budak sex yang bebas diperlakukan semaunya. Wow ngeri banget ya? Tapi ini yang ada di dalam pikiran kelompok teroris seperti ISIS atau Taliban loh. Tentu ini bukan ajaran agama, karena agama manapun mengajarkan cinta kasih. Orang-orang yang berfikir seperti ini, maka tingkatnya sudah psikopat.

  • Itu yang paling parah. Di bawah itu bisa kita sebut tipe kedua yaitu tipe "hampir psikopat". Orang jenis ini tega menyiksa istrinya kalau sang istri dianggap tidak taat dan tidak setia. Penulis jadi ingat jawaban Almarhum Ustad Maheer ketika ditanya bagaimana kalau mendapati istri selingkuh.

Maheer Menjawab "Kau bunuh dia!! Kau antukkan kepalanya 100 kali ke tembok!! Setelah itu kau potong jari jemarinya, kau taruhkan asam jawa dan jeruk nipis. Habis itu, jarinya kau goreng dan kau jejalkan ke mulutnya,” katanya.

Wow sadis ya? Tapi banyak loh yang setuju dengan ajaran seperti ini, yang pasti bukan orang beragama karena agama mengajarkan memaafkan dan cinta kasih. Kalau sudah tidak bisa dimaafkan, maka bisa ditalak atau ceraikan.

  • Kemungkinan ketiga adalah orang yang sedang khilaf atau kalap. Jadi dia melakukan penyiksaan bukan karena didasarkan pemikiran apapun, tapi murni karena saking cemburunya maka melakukan tindakan nekad untuk melampiaskan amarah.

Setelah mengetahui beberapa kemungkinan di atas, maka kita akan masuk ke pertanyaan yang lebih serius. Kenapa warga keturunan Arab Saudi tersebut begitu tega menyiksa istri siri beliau? Kita masuk dulu ke pernyataan yang bersangkutan :

"Dugaan cemburu buta, sehingga pelaku gelap mata dan melakukan aksi keji tersebut. Menyiramkan air keras ke tubuh korban hingga mengalami luka bakar serius," ujar Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Setiawan Adi.

"Apakah memang ada orang ketiga atau hanya cemburu buta, kita masih dalami. Kita masih lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap motif lainnya," ucap Septiawan.

Loh itu kan ucapan polisi? Sebelum protes, mari sedikit berlogika. Polisi tidak mungkin membuat pernyataan tanpa bukti terlebih dahulu. Masalahnya bagaimana bisa mendapatkan bukti soal motif, sedangkan polisi bukan dukun yang bisa menebak isi hati seseorang?

Ya dari hasil wawancara dengan pelaku, itu sebabnya polisi tidak langsung percaya dan akan menyelidiki lagi. Jadi jelas di sini alasan cemburu adalah alasan pelaku, yang didapat polisi dari hasil wawancara. Setuju? Kalau tidak setuju tulis di kolom komentar ya.

Jadi sampai sini kita bisa menganalisa dengan 2 dasar. Yaitu jika pelaku memang benar cemburu, atau cemburu hanya alasan yang mengada-ada.

Di artikel ini penulis akan menganalisa salah satu kemungkinan saja. Yaitu, jika memang benar sang pelaku melakukan aniaya karena cemburu.

Jika benar pelaku melakukannya karena cemburu. Maka ada dua kemungkinan apa yang ada di pikiran si pelaku saat melakukan penyiksaan. Kalau tidak karena saking khilaf nya saat terbakar cemburu, maka WN Arab ini orang yang menganut paham kalau istri boleh disiksa jika tidak taat dan setia. Kira-kira yang mana? Untuk menjawabnya, maka penulis akan kutip bagaimana proses menyiksa korban yang dilakukan pelaku.

Iin Solihin (36), ketua RT setempat, mengatakan sebelum menyiramkan air keras, pelaku mengikat tangan korban menggunakan tali. Pelaku kemudian membenturkan wajah korban ke tembok sambil memukulinya.

Apakah ini sikap yang akan dilakukan orang khilaf karena cemburu? Mungkin saja kalau tiba-tiba saat cemburu, dihadapan pelaku dia melihat tali. Tapi dengan menyiram air keras, lalu membenturkan wajah korban ke tembok, besar kemungkinan pelaku adalah seorang psikopat.

Yang artinya dari 2 kemungkinan, maka pelaku kemungkinan besar orang yang menganut paham kalau seorang istri boleh disiksa jika tidak taat dan setia. Ingat asumsi kita di sini kalau benar pelaku melakukan karena cemburu. Apalagi kemungkinan ini di dukung kuat fakta berikutnya :

Korban disiram air keras yang sudah disiapkan pelaku. Air keras itu mengakibatkan korban mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh.

Sempat bersiap dan merencanakan cara menyiksa tidak bisa disebut khilaf. Kalau khilaf itu, contohnya saat adu mulut, tidak sengaja di tempat pelaku melihat pisau lalu menusuk korban. Kalau direncanakan sih artinya pelaku melakukan dalam keadaan sadar.

Jadi kesimpulannya, Warga Negara Arab yang menyiksa sang istri Siri didasarkan keyakinan boleh menyiksa istri jika kedapatan tidak taat dan setia. Dalam hal ini selingkuh, seperti pertanyaan kepada Ustad Maheer yang dijawab bahwa sang istri boleh disiksa.

Apa pembaca punya kesimpulan lain? Atau bahas hal lain seperti misalnya "kenapa ketua RT melihat penyiksaan tapi diam saja?". Silakan tulis di kolom komentar ya.

(Joker Kalah Psikopat) Kasus Pria Arab Habisi Istri Siri di Cianjur

Sumber Utama : https://seword.com/umum/joker-kalah-psikopat-kasus-pria-arab-habisi-JUdIytdzwx

Bandingkan Mandalika dan JIS, Orang Ini Kena Bully Habis-Habisan

Perhelatan IATC, WSSP dan WSBK seri terakhir sudah selesai digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok.

Secara keseluruhan, acara ini terbilang sukses meski ini adalah kali pertama Indonesia menggelar acara balapan motor setelah sekian lama. Ada sedikit kendala yaitu hujan deras beberapa kali yang membuat race harus tertunda dua kali, dan waktunya digeser.

Kalian pasti sudah tahu ada banyak momen lucu dan kocak yang tertangkap kamera media. Ada dua anak kecil mandi hujan sambil push up. Ada pembalap yang malah mandi hujan sambil keramas. Ada yang menaruh mainan bebek ke genangan air. Ada marshal yang duduk di bawah guyuran hujan sambil membolak-balik botol air mineral. Penonton yang memakai jas hujan dari plastik alih-alih memakai payung. Ini tentu saja mengundang kehebohan karena pemandangan tersebut langka meski bagi kita itu hal yang sangat lumrah.

Tapi untuk acara perdana dan menggelar tiga kelas balapan sekaligus, ini sudah bagus dan bisa dikatakan berhasil.

Meskipun begitu, ada beberapa kekurangan yang harus segera diperbaiki. Misalnya tenaga Marshal yang harus mendapatkan pelatihan agar lebih profesional dan cekatan dalam bereaksi. Di acara kemarin, ada belasan Marshal yang didatangkan dari Sirkuit Sepang, Malaysia untuk membantu Marshal lokal.

Begitu juga dengan sarana dan prasarana yang masih belum tuntas 100 persen. Ini bisa dimaklumi karena kejar waktu balapan. Hanya trek sirkuit yang tuntas. Sisanya, paddock, tribun dan fasilitas lainnya yang lebih mantap bisa dikerjakan mulai dari sekarang.

Ini belum seberapa. Maret nanti, MotoGP akan hadir di Mandalika. Dalam balapan motor, MotoGP ini adalah level kelas berat dan paling banyak penggemar. Penonton dipastikan akan membludak. Skala event akan jauh lebih besar dari WSBK. Tekanan otomatis lebih tinggi. Perhatian dunia akan tertuju ke Mandalika. Artinya semua persiapan harus ready.

Kalau kalian baca komentar di video streaming Facebook atau video di Youtube, rata-rata sangat antusias dan bangga dengan acara ini. Banyak yang mengatakan seolah ini mimpi karena selama ini acara balapan motor hanya bisa disaksikan di TV atau terbang ke negara tetangga.

Tukang nyinyir? Banyak juga sih, hahaha. Banyak yang seolah tidak senang. Tapi tidak apa-apa. Itu hanya secuil minoritas saja. Sisanya, mayoritas mendukung dan sangat bangga serta berterima kasih kepada Jokowi.

Satu orang bernama Ali Syarief membuat sebuah cuitan seperti ini.

“Di Stadion Mandalika, balapan berhenti karena hujan besar. Desember ini, di stadion baru yg akan diresmikan Anies, bisa nonton Sepak Bola, saat hujan sekalipun. Ada atapnya. Dan, waktu sholatpun tdk terganggu,” katanya.

Saya tidak kenal orang ini, tapi cuitan ini cukup banyak di-share. Di profilnya tertulis dia ini seorang jurnalis dan Cross Culture Lecturer. Kalau diterjemahkan sih artinya dosen lintas budaya. Benar gak nih? Saya tidak mau cari tahu lebih banyak tentang orang ini. Tapi dari isi cuitannya, you know lah, pengkritik Jokowi. Nge-fans Anies kayaknya.

Heran aja sih, jurnalis tapi cuitannya banyak yang kacau logikanya.

Lihat lagi cuitan di atas. Masa Mandalika dibandingkan dengan JIS? Terus lihat tuh typo, Stadion Mandalika. Sejak kapan di Mandalika ada balapan dilakukan di stadion? Tak bisa bedakan sirkuit dan stadion ya?

Terus bandingkan Mandalika dan JIS ya tidak apple to apple. Orang ini kok lucu ya. Satu balapan motor, satu sepak bola. Apa yang mau dibandingkan? Jelas lah JIS tidak akan terpengaruh hujan karena atapnya bisa ditutup. Sirkuit kan tipe venue terbuka. Di seluruh dunia juga begitu sirkuitnya. Masa dibikin beratap? Mau bikin balapan indoor?

Kalau mau apple to apple, bandingkan Mandalika dengan Formula E. Trek Formula E aja sampai sekarang masih tak jelas. Balapan yang tidak populer tapi dipaksakan demi ambisi politik.

Soal hujan, kalau pas Formula E nanti hujan deras gimana? Sama aja bakal ditunda sebentar atau digeser ke lain waktu kalau cuaca terlalu buruk. Sama aja, kan?

Jadi orang pinteran dikit napa? Mau bela Anies malah kelihatan konyol. Kena bully habis-habisan ini orang.

Bagaimana menurut Anda?

Bandingkan Mandalika dan JIS, Orang Ini Kena Bully Habis-Habisan

Sumber Utama : https://seword.com/politik/bandingkan-mandalika-dan-jis-orang-ini-kena-bully-io15yanwdD

Kondisi Dunia Makin Gawat, Jokowi Dorong Keras PLN dan Pertamina Lakukan Transisi Energi!

Dalam video cuplikan pidato Jokowi yang tersebar di dunia maya saat bertemu dengan jajaran komisaris Pertamina dan PLN, tersirat kemarahan luar biasa di wajah beliau. Jokowi mengungkapkan janji investasi ratusan milyar dollar ke Indonesia tiap tahun gagal karena negara ini dianggap masih bergantung pada fosil.

Dalam konferensi perubahan iklim di Inggris beberapa waktu lalu, fokus Indonesia seperti yang diungkap Jokowi masih seputar deforestasi hutan. Padahal hutan sendiri hanya mampu menyerap dua puluh persen karbon dioksida. Selebihnya perlu upaya serius mengalihkan energi dari berbasis minyak dan batubara ke energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Indonesia sendiri termasuk di antara serratus negara yang dikritik PBB karena dianggap tak serius melakukan transisi energi. Padahal dampak perubahan iklim sendiri yang menyebabkan banjir bandang, kekeringan, tanah longsor, badai ekstrim dan sebagainya telah membuat negara ini keluar ratusan triliun dalam setahun menurut BAPENAS.

Lalu apa dampak perubahan iklim secara global hingga menjadi perhatian serius seluruh dunia?

Melansir dari bbc.com, laporan Keadaan Iklim untuk tahun 2021 menyoroti dunia yang "berubah di depan mata kita." Suhu rata-rata 20 tahun dari tahun 2002 berada di jalur untuk melebihi 1 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri untuk pertama kalinya. Dan permukaan laut global naik ke ketinggian baru pada tahun 2021, menurut penelitian tersebut.

Angka-angka terbaru untuk tahun 2021 ini dirilis lebih awal oleh WMO bertepatan dengan dimulainya konferensi iklim PBB di Glasgow yang dikenal sebagai COP26. Laporan Keadaan Iklim memberikan gambaran tentang indikator iklim termasuk suhu, peristiwa cuaca ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan kondisi laut. Studi ini menemukan bahwa dalam tujuh tahun terakhir termasuk tahun ini kemungkinan akan menjadi rekor terpanas bumi karena gas rumah kaca mencapai rekor konsentrasi di atmosfer.

Kenaikan suhu yang menyertainya mendorong planet ini ke "wilayah yang belum dipetakan" kata laporan itu, dengan peningkatan dampak di seluruh bagian Bumi.

"Peristiwa ekstrem adalah normal baru," kata Prof. Petteri Taalas dari WMO. "Ada banyak bukti ilmiah bahwa beberapa di antaranya menanggung jejak perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia."

Prof Taalas merinci beberapa kejadian ekstrem yang pernah dialami di seluruh dunia tahun ini. • Terjadi hujan - bukannya turun salju - untuk pertama kalinya tercatat di puncak lapisan es Greenland • Gelombang panas di Kanada dan bagian Amerika Serikat yang berdekatan mendorong kenaikan suhu hingga hampir 50C di sebuah desa di British Columbia. • Death Valley, California mencapai suhu 54,4C salah satu dari beberapa gelombang panas yang terjadi di barat daya AS • Curah hujan selama berbulan-bulan turun dalam hitungan jam di wilayah China • Beberapa bagian Eropa mengalami banjir parah, yang menyebabkan puluhan korban jiwa dan miliaran kerugian ekonomi • Tahun kedua berturut-turut kekeringan di sub-tropis Amerika Selatan mengurangi aliran sungai dan memukul pertanian, transportasi dan produksi energi Perkembangan lain yang mengkhawatirkan, menurut studi WMO, adalah kenaikan permukaan laut global. 

Sejak pertama kali diukur dengan sistem berbasis satelit yang akurat pada awal 1990-an, permukaan laut naik 2,1 mm per tahun antara 1993 dan 2002. Tetapi dari tahun 2013 hingga 2021 kenaikannya meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 4,4 mm, sebagian besar dipengaruhi oleh akselerasi hilangnya es dari gletser dan lapisan es.

"Permukaan laut naik lebih cepat sekarang daripada waktu lain dalam dua milenium terakhir," kata Prof Jonathan Bomber, Direktur Pusat Glasiologi Bristol.

"Jika kita melanjutkan lintasan seperti saat ini, maka kenaikan itu bisa melebihi 2 meter pada tahun 2100 yang menggusur sekitar 630 juta orang di seluruh dunia. Konsekuensinya tidak terbayangkan."

Dalam hal suhu, 2021 kemungkinan akan menjadi rekor terpanas keenam atau ketujuh. Itu karena dalam bulan-bulan awal tahun ini dipengaruhi oleh peristiwa La Niña, fenomena cuaca alami yang cenderung mendinginkan suhu global. Tetapi laporan itu juga menunjukkan bahwa rekor suhu global berada di jalur untuk menembus 1C untuk pertama kalinya selama periode 20 tahun.

"Fakta bahwa rata-rata 20 tahun telah mencapai lebih dari 1 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri akan memusatkan pikiran para delegasi di COP26 yang bercita-cita untuk menjaga kenaikan suhu global dalam batas yang disepakati di Paris enam tahun lalu," kata Prof Stephen Belcher, kepala ilmuwan di Kantor Met Inggris, yang berkontribusi pada laporan tersebut.

Mengomentari analisis tersebut, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, mengatakan bahwa planet ini berubah di depan mata kita.

"Dari kedalaman laut hingga puncak gunung, dari gletser yang mencair hingga peristiwa cuaca ekstrem yang tak henti-hentinya, ekosistem dan komunitas di seluruh dunia sedang hancur," katanya. "COP26 harus menjadi titik balik bagi manusia dan planet ini," kata Guterres.

Jokowi sadar bahwa amanah presidensi G 20 harus bisa dilaksanakan dengan baik dan menjadikan Indonesia percontohan dunia, termasuk dalam upaya mengatasi perubahan iklim. Inilah makanya beliau mengumpulkan jajaran dua BUMN terkemuka, yakni PLN dan pertamina sekaligus Erick Tohir selaku Menteri BUMN dan dua Menteri lainnya. Jokowi mengatakan potensi energi terbarukan di Indonesia yang sangat besar jangan sampai disia-siakan.

Menurutnya sumber geothermal sendiri menyumbang 24000 Megawatt, belum lagi energi yang berasal dari hidro. Indonesia yang dikenal sebagai negara kepulauan dan memiliki lebih dari seribu sungai besar tentunya memiliki semua sumber energi bersih yang diperlukan. Saat ini upaya pengembangan penelitian dan inovasi diperlukan untuk transisi ini.

"Transisi energi menuju ke sebuah energi hijau itu harus. Itu sudah enggak bisa tawar menawar. Itu tugas saudara-saudara mencari teknologi yang paling murah yang mana, tugasnya ke situ dan ini adalah kerja cepet-cepetan," tegas Jokowi melansir kontan.com.

Dilansir dari replubika.com, Jokowi menyebut, suplai energi di Indonesia terbesar saat ini masih dari batu bara yang sebesar 67 persen, kemudian bahan bakar atau fuel 15 persen, dan gas 8 persen. Ia menilai jika Indonesia bisa mengalihkan energi tersebut, maka akan berdampak pada keuntungan neraca pembayaran yang dapat mempengaruhi mata uang Indonesia.

"Sekali lagi kesempatan untuk investasi di Pertamina, kesempatan untuk investasi di PLN itu terbuka sangat lebar kalau saudara-saudara terbuka, membuka pintunya juga lebar-lebar,” ucapnya. Dalam acara ini, turut dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Semoga saja upaya Jokowi mendorong keras Pertamina dan PLN untuk transisi energi bisa membuahkan hasil. Kita berharap porsi energi bersih menyumbang setidarknya lima puluh persen dari total kebutuhan energi. Tidak seperti saat ini yang masih di angka 12 persenan. Kita tunjukkan pada dunia bahwa di bawah komando Jokowi, sumber daya manusia di Indonesia mampu mengolah kekayaan alamnya sendiri dan menyulap itu semua menjadi energi di masa depan.

Salam Indonesia Maju!

Kondisi Dunia Makin Gawat, Jokowi Dorong Keras PLN dan Pertamina Lakukan Transisi Energi!

Sumber Utama : https://seword.com/umum/kondisi-dunia-makin-gawat-jokowi-dorong-keras-pln-JkJDWjUPc5

Re-post by MigoBerita / Selasa/23112021/12.59Wita/Bjm