Arsip Migo Berita

Tampilkan postingan dengan label Migo Kreatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Migo Kreatif. Tampilkan semua postingan

MAFIA BANJAR : Sineas Banjar "Kalau Tidak Bisa Taklukan Ibukota, paling Tidak Taklukan Banua Banjar"


Migo Berita - Banjarmasin - MAFIA BANJAR : Sineas Banjar "Kalau Tidak Bisa Taklukan Ibukota, paling Tidak Taklukan Banua Banjar". Ternyata anak Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan ternyata bisa menghasilkan Film-film yang mudah dimengerti publik, baik dari sisi cerita maupun kualitas peran. Nah, seharusnya hal tersebut membuka wawasan kita, bahwa ternyata anak muda Banua Banjar tidak hanya bisa "Demo", tetapi juga bisa mengeluarkan ide kreatifnya demi kepentingan Banua Banjar khsususnya dan Demi Indonesia pada umumnya. (Pic Youtube Courtesy)

 Pic courtesy apahabar.com yg di screenshoot

FSB: Film Lokal Kalsel Belum ‘Bicara’ di Level Festival dan Luar Daerah

BANJARMASIN, Film lokal karya sineas Kalimantan Selatan (Kalsel) tidak pernah tercatat masuk di dalam festival atau bahkan dikenal oleh masyarakat di luar Kalimantan. Setidaknya, itulah yang didapat oleh Ade Hidayat, pembina Forum Sineas Banua (FSB) saat melakukan penelitian di Yogyakarta dan Jakarta.

Ade tidak menemukan satu pun data yang menyebutkan bahwa ada filmmaker dan film Banjar yang melalang buana di festival film hingga ke layar lebar. Hal ini berbeda hal dengan Jogja, Aceh, Babel, Jayapura dan kota-kota di pulau Jawa yang di mana sudah banyak naik ke festival-festival film seperti Europe On Screen, Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF).

Bahkan ada satu film dari Makassar yang berjudul Uang Panai (2016), meski dimodali oleh India dengan dana sebesar Rp 450 juta, yang mampu meraup untung hingga total Rp 19 miliar.

Hasil dari keuntungan film tersebut memang lebih banyak masuk ke kantong investor dan si pembuat film hanya mendapat 10 persen. Tapi Ade berfokus pada output yang didapat oleh film lokal tersebut. Uang Panai, sebagai film lokal berhasill merahi piala Festifal Film Indonesia (FFI) sebagai Film Daerah terbaik.

Hal ini menurut Ade, bahwa para fillmaker Kalsel masih belum mempunyai wadah unjuk gigi dan konten filmnya yang masih sangat jauh dari kedekatan Kalsel itu sendiri. Untuk itulah FSB hadir menjadi wadah apresiasi dan tempat untuk mempertemukan para filmmaker dan penonton.

FSB hadir sebagai apresiator. Oleh sebab itu FSB banyak hasilkan program seperti Ngobrol Film (Ngofi) yang sudah berlangsung sebanyak 26 kali, melaukan pemutaran film alternatif, Festival Aruh Film Kalimatan, hingga Layar Film Banjar.

“Jika tidak ada festival film, saya takut filmmaker kita hanya berani di kandang. Festival bukan sekadar lomba, tapi perayaan. Layar Film Banjar juga merupakan ruang temu filmmaker dan penonton. Media sosial memang ada (untuk filmmaker menanyangkan film), tapi feedback tidak terjadi, makanya kami buat ekosistemnya,” tutur Ade.

Namun tidak semua film lokal yang bisa mereka berikan jalan kepada penonton. Menurutnya jika si pembuat film merupakan orang Kalimantan tapi tidak film berbicara tentang Kalimantan, bahkan tidak mewakilkan Kalimantan sama sekali, untuk apa film tersebut dipertemukan dengan penonton.

Pendekatan filmmaker dengan konten apa yang ingin disampaikan merupakan hal penting. Ade mengaku resah jika ia menemukan film Banjar tapi bahasa di dalam film tersebut menggunakan Bahasa Indonesia.

“Ini kenapa orang Kalimantan yang sehari-hari pakai Bahasa Banjar malah bikin film (Banjar) pakai Bahasa ‘lo gue’. Ada yang salah dengan seniman kita, atau seniman kita yang terlalu memanjakan mereka (filmmaker),” ungkap Ade.

Atas dasar itulah yang membuat Ade yakin bahwa belum ada ekosistem di Banjarmasin khususnya, yang berbicara soal edukasi film dan mengajarkan ihwal mengangkat kebudayaan sendiri ke dalam film.  “Kan seniman membicarakan kejujuran dan keresahannya. Kalau ada seniman tidak bicara tentang kejujuan, kedekatan dengan kontennya. Pasti akan terasa (perbedaannya),” lanjutnya.

Ade mengambil contoh tentang sebuah film dokumenter tentang kerusuhan yang pernah terjadi di Banjarmasin pada tanggal 23 Mei 1997. Ya, film documenter Jumat Kelabu. Film tersebut merupkan langkah yang baik menurut Ade, meski secara teknis si filmmaker tidak mengalami kejadian tersebut.

“Menurut saya itu langkah yang baik. Anak muda yang hanya tahu cover masalah yang hingga hari ini tidak terselesaikan, dia bertanya kemana-mana pun tidak ada yang tahu, akhirnya ya sudah bikin film saja,” jelasnya.

Dijelaskannya lebih lanjut bahwa narasumber yang diambil untuk film dokumenter tersebut tidaklah valid. Kenapa? Karena tidak seimbang. Sebab jika film dokumenter yang berbicara, harus menliput dua sisi sudut pandang. Namun, Ade mengatakan film dokumenter yang hanya mengkover satu sis jugai merupakan satu hal yang wajar.

“Selalu ada pro dan kontra. Kalau salah satunya saja yang diambil dalam film dokumenter, ini akan jadi subjektif. Tapi menurut saya tidak masalah. Mau tidak mau film dokumenter sifatnya propaganda,” ungkapnya.

Sexy Killers

Berbicara film dokumenter, tentu pembahasannya tidak akan lepas dengan salah satu film yang beredar di ranah internet dan melahirkan banyak respon masyarakat pada masa-masa menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April lalu. Sexy Killers merupakan satu dari 12 film karya Dandhy Dwi Laksono dan Ucok Suparta, dari perjalanannya mengelilingi Indonesia dalam ekspedisi Indonesia Biru, yang dilakukan sejak tahun 2015.

Sebelum merilis di YouTube, film tersebut telah diputar terlebih dulu di 476 titik Nobar (nonton bareng), pada tanggal 5-11 April 2019. Film ini juga ditayangkan di Banjarmasin. Beberapa hari sebelum Sexy Killers siap ditayangkan, Ade yang kenal dekat dengan sang sutradara pun dihubungi. Tidak hanya Ade, Dandhy menghubungi seluruh wadah pemutaran film alternatif.

Sebelumnya FSB pernah memutar salah satu film yang masuk dalam ekspedisi Indonesia Biru, yaitu Asimetris, sebuah film tentang dampak perkebunan kelapa sawit. Ade mengatakan bahwa sang sutradara Sexy Killer ini memang sangat subjektif dalam membuat film dokumenter tersebut, tapi menggunakan data yang sangat valid. Sexy Killers sendiri bukan sesuatu yang baru, ujarnya. Karena sejak awal sudah dipersiapkan untuk ekspedisi Indonesia Biru.

Melalui Ade, Manajer Data dan Kampanye Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Adat (LPMA), Budi Kurniawan mengatalan bahwa memang sudah sewajarnya keterkaitan antara satu dan hal lainnya saling berhubungan ketika kapitalis berbicara di dalam sebuah negara. Namun, yang jadi poin masalahnya adalah dampak Indonesia ke depannya.

Oleh sebab itu, jika sedikit mengarah ke pengaruh suara politik di Kalsel, tentu Sexy Killers mempunyai dampaknya, terhadap hasinya, terang Ade. Film Dokumenter Sexy Killers telah ditonton lebih dari 1,2 juta kali, selama dua hari penayangannya di situs berbagi video YouTube, sejak tanggal 13 April 2019 kemarin.(mario)

Reporter:Mario
Editor:Cell
Film Kalsel belum mampu berbicara pada level festival Foto: ne
Sumber Utama : https://kanalkalimantan.com/fsb-film-lokal-kalsel-belum-bicara-di-level-festival-dan-luar-daerah/

Belajar Dari Mafia Banjar 2, Anak Muda Wajib Tiru Semangat Sineas Banua

apahabar.com, BANJARMASIN –
Dunia perfilman daerah perlahan mulai bangkit. Mafia Banjar 2, salah satu film produksi Anak Banua (KAB), bisa jadi mampu mengembalikan gairan sineas Banua dalam berkarya. Banyak pihak melontarkan aspirasi dan dukungan terhadap film ini.
“Aku salut melihat perjuangan mereka mau menyisihkan waktu di antara padatnya pekerjaan masih menyempatkan membuat film,” ungkap pegiat film Kalsel, Munir Sadikin kepada apahabar.com belum lama ini.
Anak muda, kata dia, patut meniru semangat berkarya bukan hanya menjadikan patokan film tersebut laku atau tidaknya.
“Film itu luas. Nanti saja membicarakan kualitas baik atau jeleknya,” katanya
Tak hanya memberikan apreasiasi, guru SMKN 3 Banjarmasin ini menilai, Mafia Banjar2 dapat menjadi perputaran ekonomi daerah. Wajar kata dia, sebab dengan mengundang massa otomatis para investor akan melibatkan diri dalam proyek ini.
“Ini pertanda yang baik untuk ekosistem. Paling tidak ada film yang bisa dinikmati dari kelas bawah sampai kelas menengah,” tuturnya.
Karenanya, anak muda diharap tidak menjadikan Mafia Banjar 2 sebagai patokan kesuksesan film daerah. “Jangan jadikan patokan capaian karyanya saja tetapi semangatnya. Lebih mandiri,” tuturnya
Tidak berkomentar banyak mengenai isi film, namun melihat animo masyarakat yang mulai antusias akan naiknya film indie. “Mereka mampu menggaet penonton yang jarang ke bioskop. Apalagi setelah mendengar berita juragan bawang yang memborong tiket itu,” sebut dia.
Ini membuktikan KAB mampu menjamah pasar film lokal yang tidak terjamah oleh sineas-sineas sebelumnya. “Mereka bahkan menggaet pak walikota untuk menjadi cameo dan memasang beberapa titik baliho juga spanduk untuk promosi,” ungkapnya
Reporter: Musnita Sari Editor: Syarif

Sumber Utama : https://apahabar.com/2019/11/belajar-dari-mafia-banjar-2-anak-muda-wajib-tiru-semangat-sineas-banua/

Kreasi Anak Banua Siap Garap Lanjutan Film Mafia Banjar

apahabar.com, BANJARMASIN –
Sukses dengan film Mafia Banjar 1 dan 2, melecut motivasi Kreasi Anak Banua untuk kembali menggarap film dengan judul yang sama.
Dikemukakan Penanggung Jawab Produksi, M Risky Ariandy, dengan adanya peningkatan dari jumlah penonton di film pertama Mafia Banjar 1 ke Mafia Banjar 2, membuat pihaknya terus berkreatifitas.
“Untuk Mafia Banjar 3 kami sudah ada rencana. Nantinya Mafia Banjar 3 tidak akan jauh dari ceritanya dunia sindikat atau dunia kejahatan,” jelas Risky di sela nonton bareng film Mafia Banjar 2 di Aula Kayuh Baimbai Balai Kota, Sabtu (07/12) malam.
Risky menambahkan, kalau di Mafia Banjar 1 ceritanya adalah tentang sindikat pertambangan dan di Mafia Banjar 2 sindikat narkoba dan premanisme di Banjarmasin, di Mafia Banjar 3, Risky mengungkap akan ada kejutan lainnya yang tidak jauh dari dunia hitam.
“Kalau melihat keberhasilannya dari Mafia Banjar 1 dan Mafia Banjar 2 yang cukup drastis, dari pemain, pengambilan gambar, kami harap nanti di Mafia Banjar 3 akan lebih baik lagi menutup apa yang menjadi kekurangan di Mafia Banjar 2,” tukasnya.
Sementara sutradara film Mafia Banjar, Fin Lee Neo, menceritakan kesulitan dalam penggarapan film yang sudah lama ditanganinya ini.
“Sebenarnya waktu menjadi kendala, filmnya ini kan sudah lama, tapi karena ada suatu faktor dari profesi masing-masing pemain sehingga membuat penggarapan film dari Mafia Banjar 1 ke Mafia Banjar 2 jadi sangat lama,” tuturnya.
Fin Lee yang juga bermain sebagai pemeran utama di Mafia Banjar 2 sebagai Ipunk mengatakan, film Mafia Banjar 1 ke Mafia Banjar 2 terjeda selama empat tahun dari 2015 dan baru di 2019 Mafia Banjar 2 rampung sehingga bisa ditayangkan.
“Karena waktu itu juga ada kerusakan, maka film ini waktu itu kami pending hingga baru sekarang bisa tayang,” pungkasnya.
Pada malam nonbar film Mafia Banjar 2 bersama masyarakat dan crew film, juga terlihat hadir pejabat lingkup pemko Banjarmasin dan pengacara kondang Denny Indrayana. Dalam kesempatan nonbar, Denny ikut membagikan doorprize yang sudah disediakan para crew untuk para penonton.
Reporter: Ahya Firmansyah Editor: Syarif

Sumber Utama : https://apahabar.com/2019/12/kreasi-anak-banua-siap-garap-lanjutan-film-mafia-banjar/
 
Re-post by MigoBerita / Rabu/211020/11.10Wita/Bjm 
#CintaiKreasiAnakBanuaBanjar
#JanganBacakutPapadaan
#JayalahFilmIndonesia
#JanganLupaBahagia
#BLKMultimediaA12020



AYO ke Banjarmasin .. !!! ( Single Terbaru milik Tommy Kaganangan "Kada Papa" Video with Lirik )



Migo Berita - Banjarmasin - AYO ke Banjarmasin .. !!! ( Single Terbaru milik Tommy Kaganangan "Kada Papa" Video ). Judul Ayo ke Banjarmasin intinya adalah mengajak warga banua Banjar dan sanak fimily yang ada dimanapun di Indonesia hingga mancanegara untuk kembali mampir ke Banjarmasin. Dan untuk mengobati kangen "Urang Banjar'' , bisa mendengarkan Lagu-lagu Tommy Kaganangan yang ada di channel youtube nya, tau dong , siapa Tommy yang dulu ngetop lewat Sinetron Ronaldowati. Nah, sekarang beliau sudah mengeluarkan single terbaru beliau di Channel Tommy Kaganangan lewat judul "Kada Papa", silahkan di putar videonya  di sini https://www.youtube.com/watch?v=ndHiybQe2fQ atau langsung aza putar disini ya  :


 

Official Music video for " Kadapapa " from Tommy Kaganangan -------------------------------------------------------------- Coming soon : Spotify : iTunes : Deezer : Amazon : --------------------------------------------------------------- KADA PAPA Bujur ini salahku Nang tetap mengaras Mahandakimu Padahal lun tau Ikam tu lain ampunku Kuhadangi sampai Kam cintaiku Ku selalu badoa Parak akan hati kita Maraha ulun Jadi urang katiga Asalkan kawa Kita basama Kadapapa Ku marista Kadapapa Nomor dua Kadapapa sayang Tatap ulun cinta Kadapapa ikam wan inya Ikam kada kawa badusta Ikam bahagia Wayah kita basama Music credits : Song writer : Tommy kaganangan Music arranger : Indra dolphin Kentrung : Yanda bebeh Panting : Mangmoy Publisher : Collab asia ----------------------------------------------------------------- Video credits : Producer : Tommy kaganangan Directer & D.o.p : Kysahh Cast : Tommy kaganangan , Adiezmomo & Ipul hary Script writer : Tomkang group Editor : Kysahh Lighting : Rizqyq Driver : akhmad alfy Script continity : Mjmahendra Wardrobe : Mr.M Unit : G awi Production by : Tomkangpro

Re-post by MigoBerita / Kamis/15102020/08.49Wita/Bjm

#PrestasiTanpaKorupsi 9 Desember Selamat Ultah Mas..eh.. Hari Anti Korupsi sedunia

Viral Video Erick Thohir Jadi Tukang Bakso, Nadiem Makarim & Wishnutama Berseragam SMA, Lalu Jokowi?
BANJARMASINPOST.CO.ID - Viral video Erick Thohir jadi tukang bakso, Nadiem Makarim dan Wishnutama pakai seragam SMA. Sedang Presiden Jokowi lakukan ini.
Ya, dalam rangka menyemarakkan Hari Antikorupsi Sedunia, beberapa menteri yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju sepert Erick Thohir, Nadiem Makarim dan Wishnutama menyelenggarakan sebuah pentas drama.
Pada drama tersebut yang jadi video viral itu, tampil Menteri BUMN Erick Thohir yang memainkan peran sebagai penjual bakso. Sedangkan Wishnutama dan Nadiem Makarim jadi siswa SMA.
Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (9/12/2019), pada saat berakting sebagai tukang bakso, Erick Thohir sempat menyindir kasus penyelundupan yang baru-baru ini sedang hangat diperbincangkan.

Meski tak secara jelas, Erick Thohir tampak memberikan sindiran pada mantan Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Ari Askhara.
Diketahui, Ari Askhara disebut jadi dalang penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton yang dibawa melalui pesawat baru milik Garuda Indonesia.
Sindiran Erick Thohir disampaikan saat ia menceramahi komedian Bedu Tohar yang berperan sebagai anak SMA.
"Jangan mentang-mentang anak bos, malah manfaatin fasilitas," ucap Erick Thohir yang tampak menggunakan kaos oblong berwarna hitam, topi berwarna coklat, lengkap dengan handuk berwarna putih melingkari lehernya.
Erick Thohir kemudian berpesan kepada Bedu sembari menyelipkan pesan sindiran.
"Entar kalau lu udah gede jadi Dirut malah nitip barang-barang lu," kata Erick Thohir.
Ledekan Erick Thohir lantas mengundang tawa dari Bedu, Wishnutama dan penonton pentas tersebut.
Dikutip dari cuitan akun twitter resmi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), @jokowi, Senin (9/12/2019), acara tersebut diadakan di SMKN 57 Jakarta.
Pentas tersebut memberi pesan kepada masyarakat bahwa perilaku korupsi, sekecil apa pun, tidak diperbolehkan.
Selain Erick Thohir, tampil juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dan juga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama.
Nadiem Makarim dan Wishnutama berperan sebagai siswa SMA kelas X dan XII.
Bedu tidak sendirian, ada komedian Sogi Indra Dhuaja yang turut meramaikan pentas tersebut.
Video dapat dilihat di awal


Pesan Jokowi di Pentas Drama SMKN 57 Jakarta
Dikutip dari laman setkab.go.id, Senin (9/12/2019), Jokowi yang turut hadir dalam acara pementasan tersebut menyampaikan beberapa pesan terkait korupsi.
"Pesan penting yang bisa ditangkap dari pentas tersebut adalah yang namanya korupsi itu tidak boleh. Sekecil apapun itu tetap korupsi. Tidak gede, tidak kecil, tidak boleh! Yang kedua yang namanya KKN; korupsi, kolusi, nepotisme tidak boleh," ujar Jokowi.
Menurutnya, korupsi dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat dan juga bangsa.
“Anak-anak harus tahu mengenai ini. Karena korupsilah yang banyak menghancurkan kehidupan kita, kehidupan negara kita, kehidupan rakyat kita,” ujar Presiden Jokowi.
Tidak melulu soal korupsi uang, presiden mengingatkan korupsi juga dapat dilakukan dari hal yang kecil.
“Karena dari situlah bibit-bibit korupsi itu muncul, dimulai dari yang kecil-kecil. Kalau enggak diperhatikan nanti akan membesar, membesar, membesar dan menjadi betul-betul sebuah korupsi besar betul,” tutur Presiden Jokowi.
Jokowi kemudian menyampaikan untuk membiasakan berpikir dan bersikap kritis terhadap lingkungan.
"Kita harus membiasakan sejak kecil untuk berpikir dan bersikap kritis kalau ada hal-hal yang memang tidak baik. Bicaralah itu tidak baik, ini tidak baik. Terhadap teman-teman kita, diingatkan, diberitahu," papar Jokowi.
Ia juga meminta para orangtua untuk turut andil dalam menyebarkan nilai antikorupsi pada anak-anak mereka.
“Saya kira Bapak-Ibu juga sama, harus memberitahukan hal-hal seperti itu kepada anak-anak kita,” kata Kepala Negara.
Hal lain yang disampaikan Jokowi adalah soal kedisiplinan.
Jokowi menilai sejumlah sikap seperti disiplin, tepat waktu, percaya diri, optimis, berpikir produktif, dan juga berpikir kolaboratif itu penting.
“Karena itu menjadi kunci sukses bagi kita dalam kehidupan ke depan,” ucapnya.
Presiden Jokowi menegaskan, pembiasaan-pembiasan yang berkaitan dengan nilai-nilai integritas, yang berkaitan dengan nilai-nilai kejujuran sejak dini harus dimulai dan nanti akan menjadi sebuah budaya, baik budaya kerja, budaya kita dalam kehidupan sehari-hari.
Acara tersebut juga dihadiri pejabat lain seperti Menteri hukum dan HAM Yasona Laoly dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
(TribunWow.com/Anung Malik/Fransisca Mawaski)
Viral Video Erick Thohir Jadi Tukang Bakso, Nadiem Makarim & Wishnutama Berseragam SMA, Lalu Jokowi?
YouTube Sekretariat Presiden
Komedian Bedu (kiri), Menteri BUMN Erick Thohir (tengah), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama (kanan)
Sumber Berita : https://banjarmasin.tribunnews.com/2019/12/10/viral-video-erick-thohir-jadi-tukang-bakso-nadiem-makarim-wishnutama-berseragam-sma-lalu-jokowi?page=all

Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2019

Presiden Ingin Kesadaran Antikorupsi Ditumbuhkan di Sekolah


Presiden Joko Widodo menginginkan agar kesadaran perilaku antikorupsi ditumbuhkan sejak dini bagi generasi muda Indonesia. Menurutnya, menanamkan kesadaran antikorupsi tersebut penting sehingga harus dilakukan secara besar-besaran.
Demikian disampaikan Presiden kepada awak media usai menyaksikan pagelaran drama bertema antikorupsi di SMKN 57 Jakarta, Senin, 9 Desember 2019. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia 2019.
“Kenapa di sekolah? Kita tahu, saya kira Pak Mendikbud memiliki 300 ribuan sekolah, ada siswanya 50 juta pelajar. Inilah yang harus menjadi target, karena apapun, demografi kita ke depan, anak-anak inilah yang akan mengisi negara ini di titik-titik jabatan apapun,” kata Presiden.
Oleh sebab itu, Kepala Negara mengingatkan agar kesadaran mengenai antikorupsi harus diberikan sejak dini kepada seluruh anak Indonesia. Dengan demikian diharapkan semuanya sadar bahwa perilaku korupsi itu tidak benar.
“Korupsi itu tidak boleh dilakukan oleh siapa pun. Jadi penekanan itu yang ingin kita berikan,” imbuhnya.
Selain bisa menjangkau sekitar 50 juta pelajar, kata Presiden, penanaman kesadaran antikorupsi di sekolah juga bisa menyasar para guru yang berjumlah sekitar 3,5 juta di seluruh Indonesia.
“Sekolah tadi masih plus guru, 50 juta siswa plus 3,5 juta guru,” lanjutnya.
Seperti diketahui, pada hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengadakan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia. Untuk itu, Presiden pun berbagi tugas dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang menghadiri peringatan tersebut.
“Setiap tahun saya hadir. Hanya ini kan Pak Ma’ruf belum pernah ke sana, ya bagi-bagi lah. Masa setiap tahun saya terus? Ini Pak Ma’ruf belum pernah ke sana, silakan Pak Ma’ruf. Saya di tempat lain,” ungkapnya.
(BPMI Setpres)
Presiden Ingin Kesadaran Antikorupsi Ditumbuhkan di SekolahPresiden Joko Widodo saat memberikan keterangan pers kepada awak media di SMKN 57 Jakarta, Senin, 9 Desember 2019. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.
Sumber Berita : https://setpres.setneg.go.id/siaran-pers/presiden-ingin-kesadaran-antikorupsi-ditumbuhkan-di-sekolah/

Presiden Jokowi: Korupsi Itu Tidak Boleh, Sekecil Apa Pun Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa perilaku korupsi, sekecil apa pun bentuknya, tidak diperbolehkan. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya saat menyaksikan drama bertema antikorupsi di SMKN 57 Jakarta, Senin, 9 Desember 2019. "Tadi anak-anak menangkap semuanya ya, pesan yang disampaikan oleh beliau-beliau tadi, ya? Bahwa yang namanya korupsi itu tidak boleh, sekecil apa pun, itu tetap korupsi, tidak gede, tidak kecil, tidak boleh!" kata Presiden di hadapan para siswa SMK. Tidak hanya korupsi, kolusi dan nepotisme juga merupakan perbuatan yang dilarang. Presiden mencontohkan, anak yang masuk diterima di perguruan tinggi karena menggunakan posisi ayahnya sebagai pejabat, tanpa menggunakan aturan yang seharusnya. "Mau masuk ke perguruan tinggi, mentang-mentang bapaknya pejabat, enggak pake aturan main langsung diterima, itu juga tidak boleh. Kembali lagi, yang namanya KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) tidak boleh," ujarnya. "Anak-anak sejak dini harus tahu mengenai ini, karena korupsilah yang banyak menghancurkan kehidupan kita, kehidupan negara kita, kehidupan rakyat kita," imbuhnya. Sebelumnya, Presiden menyaksikan drama bertajuk #PrestasiTanpaKorupsi. Drama tersebut diperankan oleh tiga menteri, yaitu Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. Selain itu tampil juga seniman Bedu dan Sogi. Dalam drama tersebut diceritakan siswa yang hendak menggunakan uang pentas seni (pensi) untuk kepentingan pribadinya, yaitu membeli bakso. Bedu yang menampilkan peran tersebut kemudian mendapat nasihat dari Erick Thohir yang berperan sebagai penjual bakso di sekolah tersebut. "Jadi contoh yang bisa kita ambil dari drama tadi adalah ya satu, kita tidak boleh mengambil sesuatu yang bukan hak kita, benar? Tadi kan uang kas yang akan dipakai untuk Pensi (pentas seni), dipakai beli bakso, enggak boleh. Sekecil apa pun tidak boleh karena itu uang bersama dari anak-anak yang sudah dikumpulkan secara gotong royong, hati-hati hal-hal seperti itu. Korupsi itu dimulai dari hal-hal yang kecil seperti ini," jelas Presiden. Dari drama tersebut, kata Kepala Negara, bisa diambil pelajaran bahwa korupsi itu tidak hanya korupsi uang, tetapi juga korupsi waktu. Dalam drama ditampilkan seorang siswa mengajak siswa lainnya untuk tidak mengikuti pelajaran. Menurut Presiden, itulah bibit-bibit perilaku korupsi yang jika dibiarkan akan membesar. "Memang korupsi itu dimulai dari hal-hal yang kecil-kecil. Kalau yang kecil-kecil ini tidak diperhatikan, larinya nanti ke yang besar. Korupsi waktu pun tidak boleh. Tadi yang ada mau masuk kelasnya mundur-mundur tadi, enggak boleh," ungkapnya. Oleh sebab itu, Presiden berpesan kepada semua pihak untuk membiasakan berpikir dan bersifat kritis sejak kecil. Presiden juga mengajak semua pihak untuk membiasakan hidup disiplin, tepat waktu, percaya diri, optimistis, berpikir produktif, dan kolaboratif. Karena menurutnya, sikap-sikap tersebut yang akan menjadi kunci sukses dalam kehidupan ke depan. "Sekali lagi, pembiasaan-pembiasaan yang berkaitan dengan nilai-nilai integritas, yang berkaitan dengan nilai-nilai kejujuran, sejak dini harus kita mulai dan nanti akan menjadi sebuah budaya, baik budaya kerja, budaya kita dalam kehidupan sehari-hari kita," tandasnya. Turut hadir dalam acara tersebut, yaitu Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Jakarta, 9 Desember 2019 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Website: https://setpres.setneg.go.id YouTube: Sekretariat Presiden
Sumber Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=GsaSOrP0leo

Re-post by MigoBerita /Selasa/10122019/14.32Wita/Bjm 

AYO DAFTAR !!! Blogger Writing Competition 2019

Kemenhub Gelar ‘Blogger Writing Competition 2019’

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan hadiah istimewa untuk para penulis blog atau Blogger yang berhasil menjadi juara dalam lomba penulisan isu transportasi terkini.
Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan hadiah istimewa untuk para penulis blog atau Blogger yang berhasil menjadi juara dalam lomba penulisan isu transportasi terkini.
Masifnya pembangunan infrastruktur transportasi di bawah kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla menjadi latar belakang Kemenhub menggelar lomba menulis dengan tema 'Blogger Writing Competition Kemenhub 2019'.
Sejumlah pencapaian dan kemajuan pembangunan nasional, seperti penyelesaian pembangunan Bandara Kertajati di Jawa Barat, dan jaringan transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta juga menjadi alasan Kemenhub menggelar lomba tersebut.
Pembangunan yang berorientasi kepada peningkatan konektivitas antardaerah dan intrawilayah, program pembangunan yang menyapu hambatan mobilitas, baik pada sektor transportasi darat, udara, laut, maupun berbasis rel juga tidak lepas dari sorotan Kemenhub.
Guna merekam jejak pembangunan tersebut, serta sebagai wadah temu gagasan mengembangkan perekonomian seiring peningkatan konektivitas itu, Kemenhub membuka pintu gagasan dari publik.
Salah satunya melalui ajang lomba kali ini.
Bagi para Blogger, berikut syarat dan ketentuan 'Blogger Writing Competition Kemenhub 2019' :
 
Tema : Transportasi Unggul,Indonesia Maju
(Konten tulisan menggambarkan keunggulan/kinerja transportasi Indonesia selama 5 tahun terakhir, yang berdampak pada kemajuan bangsa dan negara)

Sub tema :
  1. Solusi transportasi modern berteknologi tinggi.
  2. Keandalan transportasi untuk dukung ekonomi dan pariwisata.
  3. Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan transportasi saat ini.
  4. Konektivitas untuk pemerataan pembangunan.

Kategori : Blogger
Hadiah : Total uang tunai senilai Rp19 Juta.

Kriteria penilaian
  1. Kesesuaian dengan tema : Kesesuaian tulisan dengan tema yang telah ditentukan.
  2. Gaya penulisan : Alur penulisan dan tata bahasa penulisan.
  3. Kualitas dan value : Kedalaman dan ketertarikan tulisan dan dampak tulisan untuk public.
  4. Tampilan dan desain blog : Kesesuaian desain dengan tema, kerapihan widget, dan harmonisasi warna.

Syarat dan Ketentuan
  1. Tema lomba adalah “Pencapaian Kementerian Perhubungan 5 Tahun Terakhir”, dimana dalam lomba ini memiliki 4 subtema.
  2. Kandungan isi dan gaya tulisan harus sesuai dengan tema yang telah ditentukan.
  3. Peserta merupakan perorangan (individu), berwarga negara Indonesia, serta berumur 17 tahun ke
  4. Peserta merupakan penulis konten aktif di Blog minimal dalam kurun waktu 3 bulan terakhir.
  5. Blog merupakan blog pribadi atau blog yang menginduk platform domain apapun (domain berbayar, wordpress, blogspot dan sebagainya) dan memiliki pembaca aktif serta pengikut.
  6. Pendaftaran dilakukan melalui bit.ly/lombamenulisblogkemenhub.
  7. Peserta dapat mendaftarkan satu artikel atau lebih dengan memilih subtema.
  8. Peserta wajib mencantumkan akun media sosial dan website Kemenhub dalam tautan (link) di tulisan yang dilombakan.
  9. Peserta wajib mengikuti (follow) akun instagram kemenhub yaitu @kemenhub151.
  10. Tulisan belum pernah dan tidak sedang diikutkan dalam kompetisi penulisan lain serta belum pernah dipublikasikan di media apapun.
  11. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
  12. Setiap artikel yang dikirimkan menjadi hak milik penyelenggara dan penyelenggara berhak menggunakan konten yang dikompetisikan untuk kegiatan kehumasan Kemenhub.
  13. Peserta wajib untuk melengkapi data profile dalam form pendaftaran diri.
  14. Peserta wajib melampirkan foto serta identitas diri (KTP/SIM) pada saat melakukan pendaftaran.

Periode Lomba:
  1. Pendaftaran : 14 Oktober - 12 November 2019.
  2. Penjurian : 18-19 November 2019.
  3. Pengumuman : 20 November 2019.
Kemenhub Gelar ‘Blogger Writing Competition 2019’Sumber Berita : https://ekonomi.bisnis.com/read/20191018/98/1160600/kemenhub-gelar-blogger-writing-competition-2019

Re-post by MigoBerita / Selasa/29102019/18.23Wita/Bjm

Kayu Bajakah Sang "Anti Kanker" asal Kalimantan yang Mendunia

Penelitian tentang akar bajakah ini dipresentasikan di Korea Selatan (Foto: dok: IYSA) Penelitian tentang akar bajakah ini dipresentasikan di Korea Selatan (Foto: dok: IYSA)

Kayu Bajakah Obat Kanker, Khasiat Kelakai Diteliti Fakultas Kedokteran ULM

TIGA siswa SMAN 3 Palangka Raya mengharumkan Indonesia di ajang internasional. Mereka adalah Yazid, Anggina Rafitri dan Aysa Aurealya Maharani meneliti kandungan kayu bajakah yang berguna bagi penyembuhan kanker.
ALHASIL riset tiga siswa ini berhasil menyabet medali emas World Invention Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan dengan menyingkirkan 22 peserta lainnya dari berbagai negara yang ikut berkompetisi.
Ada fakta yang menarik, ternyata sebelum memutuskan ikut ajang Youth National Science Fair 2019 (YNSF) yang dilaksanakan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Mei 2019 silam, ketiga siswa ini mengujicoba kandungan kayu bajakah di Laburatorium Fakultas Kedokteran ULM.
Hal ini dibenarkan Eko Suhartono, peneliti Biokimia dan Biomlekuler Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM). Eko mengaku takjub dengan kandungan kayu bajakah, terlebih tanaman ini merupakan tumbuhan asli Kalimantan.

Eko mengatakan, kayu bajakah baru diketahuinya saat dikenalkan oleh siswa asal Palangkaraya yang akhirnya menjadi juara itu. Ketika itu, para siswa tersebut mendatangi laboratorium FK ULM meminta untuk dilakukan penelitian terhadap kayu bajakah.
Tak berpikir lama, Eko langsung tertarik. Ia pun saat ini fokus mencari apa nama latin yang tepat dari kayu bajakah tersebut.
“Saya baru dengar dan baru tahu namanya kemarin ketika tiga siswa SMAN III Palangkaraya datang membawa kayu Bajakah ke Lab FK ULM, sekarang saya lagi lacak nama ilmiahnya,” ujar Eko saat dihubungi jejakrekam.com , Rabu (14/8/2109).
Kepala Sekolah SMK Telkom Banjarbaru ini mengatakan pada saat itu laboratorium FK ULM melakukan penelitian secara kuantitatif untuk mencari konsetrat dan kandungan senyawa dari kayu bajakah.
Hasilnya pun mengembirkan, dari hasil penelitian yang dilakukannya hingga 3 bulan, kayu bajakah ternyata mampu membunuh sel kanker yang diujicobakan pada mencit atau tikus putih. “Riset ini masih tahap awal, untuk menjadi obat fitofarmaka masih perlu waktu dan riset yang lebih mendalam,” kata Eko.
Ia pun menyarankan agar para siswa tersebut mematenkan penemuan mereka. “Bisa dipatenkan, bukan obatnya tapi cara pembuatannya dan konsetrasinya, yang punya gagasan kan mereka, di sini hanya membantu untuk meneliti, walaupun kita mengerjakannya sama-sama,” ucapnya.
Eko memastikan Laboraturium Fakultas Kedokteran ULM memang meneliti kandungan tumbuhan lokal selain kayu bajakah untuk kebutuhan medis. “Hingga saat ini, kami banyak meneliti tumbuhan hutan seperti kelakai, gemor, manggarsih dan lain-lain. Semuanya masih berproses dan bertahap,” tandas Eko

Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2019/08/14/kayu-bajakah-obat-kanker-khasiat-kelakai-diteliti-fakultas-kedokteran-ulm/

Bajakah Ada Banyak Jenis dan Khasiatnya, Ini Penjelasan David Suwito

BAJAKAH dalam bahasa Dayak Ngaju berarti akar-akaran. Sedangkan, dalam bahasa Maanyan dinamakan wakai, yakni ratusan spesies tumbuhan pembelit-pemanjat yang ada di hutan hujan Kalimantan. Jadi, bajakah bukan spesies, tapi nama sekelompok akar-akaran.
HAL ini diungkapkan David Suwito, Widyaiswara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam akun facebooknya, David Su yang dikutip jejakrekam.com, Kamis (15/8/2019).
Menurut David Suwito, pemanfaatan bajakah untuk obat kanker sudah dilakukan masyarakat Dayak Ngaju sejak ratusan tahun silam dari kearifan lokal masyarakat setempat.
“Jadi, adik-adik SMA 2 Palangka Raya kemarin bukan penemu pertama, hanya memperkenalkan dunia tumbuhan bajakah dalam upaya mempresentasikan tumbuhan khas hutan hujan Kalimantan dan itu layak untuk diapresiasi,” ucap David Suwito.
Mahasiswa doktoral ilmu lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini mengingatkan agar berhati-hati menggunakan bajakah untuk pengobatan kanker. Menurut David Suwito, hanya penduduk asli yang mengetahui bakajah yang asli, sehingga bagi orang yang tak memiliki penyakit jika mengkonsumsi malah menjadi racun. “Ada kandungan bahan aktif yang kuat di dalamnya yang akan berbahaya,” beber David.
Jebolan Master of Environmental and Energy Management, University of Twente, Enschede Belanda ini mengungkapkan ada bajakah merah yang airnya bisa diminum dari tebasan batangnya, namun tak punya khasiat. Ada pula, menurut David, bajakah yang bersifat racun yang digunakan sebagai tuba untuk membuat ikan lemas, dengan terlebih dulu dipikul hingga berbusa.
“Bajakah juga bisa digunakan sebagai sampo untuk mencegah kerontokan rambut. Ada pula bajakah yang digunakan untuk mengusir makhluk halus, bajakah untuk mengikat sesuatu, anti bisa ular, untuk sabun mandi, obat penyakit kulit, obat KB, obat kuat, ada lagi bajakah untuk menyembuhkan keputihan,” tutur sarjana manajemen hutan Universitas Palangka Raya ini.
Masih menurut David Suwito, ada pula bajakah untuk memperbesar penis, ada bajakah sangat beracun yang getahnya buat mata sumpit, ada bajakah tempat ayun-ayun dan main di hutan dan ratusan lainnya.
“Jadi, jangan asal konsumsi bajakah. Karena jika tidak sesuai jenisnya, malah bisa membawa maut. Nah, berdasar pengalaman dan kesaksian, hanya bajakah kuning yang viral itu efektif untuk kanker payudara,” kata David Suwito.
Untuk itu, peraih S2 Perencanaan Pengelola SDA dan Lingkungan Universitar Padjajaran (Unpad) Bandung ini juga menyarankan dengan ratusan jenis bajakah jika ingin untuk pengobatan harus dipastikan diantar penduduk lokal yang sudah mengenal tumbuhan itu secara turun temurun.
“Selain bajakah, sebenarnya adalah ribuan jenis tanaman obat yang dimanfaatkan masyarakat Dayak di Kalimantan,” ucap David Suwito yang berdarah Dayak Maanyan ini.
Dalam postingannya lagi, David Suwito juga meminta berhati-hati dengan penawaran akar bajakah yang tengah boming dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per bungkus. Menurut dia, bajakah kuning yang berkhasiat itu juga memiliki khasiat berbeda.
“Bajakar akar kuning itu memang obat, tapi obat diabetes dan gangguan fungsi hati bukan kanker. Berdasar tetua kampung atau ahli pengobatan Dayak Ngaju, bajakah untuk kanker juga harus ada aturannya, tidak bisa direbus dan diminum begitu saja,” tutur David.
Sumber Foto : Khasiat.co.id
Ia menguraikan paling umum aturannya adalah yang sakit ikut ke hutan untuk minum air langsung dari tebasan pertama di hutan, baru dilanjutkan dengan minum rebusannya. Tahap kedua, saat menggunakan bajakah ini tidak boleh mengkonsumsi cabe dan lada dalam bentuk apapun.
“Setelah sembuh, ada ada pamali khusus (pantangan khusus) yaitu tidak boleh mengkonsumsi makanan olahan yang berpengawet. Biasanya hanya disarankan makan sayur, jamur dan juhu ikan sungai segar,” tuturnya.
David menjelaskan juhu merupakan masakan khas Dayak yang dibumbui seperti asam kuning plus diberi sayuran hutan atau sayur organik dari ladang.  “Berikutnya, tidak boleh makan makanan hangus atau berkerak,” katanya.
Untuk ke hutan, pengambilan bajakah untuk kanker ini ada syaratnya juga, semisal beras dan telur dalam piring untuk meminta izin ke “pemilik hutan”. Begitu pula, dalam kondisi khusus, tabib tradisional juga akan mengkombinasikan dengan konsumsi bawang Dayak merah dan akar benalu,” tuturnya.

Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2019/08/15/bajakah-ada-banyak-jenis-dan-khasiatnya-ini-penjelasan-david-suwito/

Muncul Seruan 'Patenkan' Akar Bajakah, Siapa yang Berhak Melakukan?

Jakarta - Siswa SMAN 2 Palangkaraya meneliti akar bajakah sebagai obat kanker payudara dan menang dalam sebuah kompetisi internasional. Sejak itu, muncul seruan untuk mematenkan herba asli tanah Dayak tersebut.
Berkat riset itu, dua siswa SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mampu mengharumkan nama Indonesia di ajang kompetisi Life Science di Seoul, Korea Selatan 2019. Namun, apakah serta merta akar bajakah bisa dipatenkan?
Ahmad Fathoni, M.Si dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Pusat Penelitian Biologi mengatakan bahwa sebelum dipatenkan, suatu bahan obat harus memenuhi aspek aman, berkhasiat dan berkualitas. Selain itu juga harus terjaga dan terstandar.
"Sebenarnya paten itu untuk tujuan komersial karena paten adalah hak eksklusif inventor atas invensi di bidang teknologi selama waktu tertentu melaksanakan sendiri atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakan invensinya," katanya pada detikHealth. Rabu (13/8/2019).
Setelah diteliti, akar bajakah akan meningkat klasifikasinya menjadi bentuk sediaan Obat Herbal Terstandar (OHT). Setelah itu, baru bisa dipatenkan. Tahapan riset yang dibutuhkan untuk menuju ke sana bisa disimak dalam artikel berikut:

Jalan Panjang Akar Bajakah untuk Bisa Jadi Obat Kanker Payudara

Jakarta - Viral herba tradisional suku Dayak dari tanaman Bajakah yang disebut-sebut bisa menyembuhkan kanker payudara. Bermula dari penelitian siswi SMAN 2 Palangkaraya yang menjuarai sebuah kompetisi di Korea Selatan, tanaman ini lantas bikin penasaran.
Koordinator Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Danang Ardiyanto, mengingatkan butuh proses panjang bagi sebuah obat tradisional untuk bisa diterima sebagai terapi standar.
Ia mengatakan ada beberapa tahapan uji yang terlebih dulu harus dilakukan untuk memastikan kebenaran suatu obat herbal mampu menyembuhkan suatu penyakit.
"Butuh waktu 3 sampai 20 tahun untuk klaim menyembuhkan," kata Danang saat dihubungi detikHealth, Selasa (13/8/2019).
Proses riset memakan waktu bertahun-tahun sebab harus melewati beberapa fase penelitian yang panjang. Mulai dari uji pra klinik sampai dengan uji klinik.
Menurut Danang, riset biasanya dimulai dengan uji pra klinik pada hewan yang terdiri dari 5 tahapan.
1. Uji eksperimental in Vitro
Tujuannya untuk membuktikan klaim sebuah obat. Ekstrak diberikan pada sebagian organ yang terisolasi, kultur sel atau mikroba. Pengamatan dilakukan pada efek yang ditimbulkan.
2. Uji eksperimental in Vivo
Pengujian dilakukan pada hewan percobaan seperti tikus, kucing, anjing, kelinci, dan mencit untuk membuktikan klaim obat.
3. Uji toksisitas akut
Tujuannya untuk mengetahui LD (Lethal Dose) 50 sebuah obat. Semakin tinggi LD 50, maka obat semakin aman.
4. Uji toksisitas Subkronik
Setiap hari dalam 3 bulan, hewan diberi ekstrak. Tujuannya untuk mengamati kelainan akibat konsumsi obat yang diamati. Efek akumulasi obat menjadi fokus dalam tahap ini.
5. Uji toksisitas khusus
Tujuannya untuk melihat keamanan obat dalam jangka panjang.

Bila obat terbukti aman dan berkhasiat pada hewan coba, maka riset bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu uji klinik pada manusia. Uji klinik pada manusia terdiri dari 4 fase.
1. Uji klinis fase 1
Untuk mengetahui efek dan farmakokinetik (proses obat sejak diminum hingga ke luar dari tubuh). Uji ini dilakukan pada relawan yang sehat untuk mengetahui keamanannya.
2. Uji klinis fase 2
Obat diberikan bagi orang sakit untuk membuktikan khasiatnya.
3. Uji klinis fase 3
Jumlah sukarelawan diperbanyak dan lokasi diperluas. Jika obat teruji aman baru bisa memasuki tahap selanjutnya untuk dapat izin edar dan dipasarkan.
4. Post, Marketing, Surveillance
Fase ini untuk memastikan obat yang beredar di masyarakat tidak ada bahayanya dan memiliki harga yang baik.
Sumber Artikel : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4664158/jalan-panjang-akar-bajakah-untuk-bisa-jadi-obat-kanker-payudara


"Timbal baliknya adalah, adanya royalti atas paten tersebut jika dikomersialkan," lanjut Ahmad.
Dalam rilis resminya, LIPI mengapresiasi riset tentang akar bajakah yang dilakukan para siswa SMA N 2 Palangkaraya. Riset ini mengingatkan tingginya keragaman budaya dan warisan pengetahuan tradisional di bidang pengobatan.
"Kita patut bangga atas prestasi anak bangsa yang luar biasa sehingga dapat mengharumkan negara kita," demikian dikutip dari rilis tersebut.
Sumber Berita : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4665605/muncul-seruan-patenkan-akar-bajakah-siapa-yang-berhak-melakukan?_ga=2.238456964.589064098.1565921781-1006181666.1565921781

Viral 2 Siswi SMA Temukan Obat Kanker Payudara dari Herba Tradisional Dayak

Jakarta - Media sosial belakangan ini dihebohkan oleh prestasi 2 siswi SMAN 2 Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Keduanya meneliti herba tradisional Suku Dayak untuk obati kanker payudara.
Dua putri dari tanah Dayak tersebut berhasil mencetak prestasi yang membanggakan bagi Indonesia di mata dunia. Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri sukses memperkenalkan obat tradisional yang mampu menyembuhkan penyakit tumor ganas, yaitu kanker payudara, di kompetisi internasional.
Dikutip dari Official Account Indonesian Young Scientist Association (IYSA), Aysa dan Anggina sebelumnya telah mengikuti lomba Youth National Science Fair 2019 (YNSF) di Universitas Pendidikan Bandung (UPI).
Setelah lolos menjadi salah satu pemenang di perlombaan YNSF, keduanya dikirim sebagai perwakilan dari Indonesia untuk mengikuti World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan pada 25-27 Juli 2019 lalu.
Kedua siswi dari SMAN 2 Kota Palangka Raya ini berhasil meraih Gold Medals dalam ajang WICO melalui obat kanker yang dihasilkan dari tanaman alami. Tamanan yang mereka perkenalkan dalam ajang tersebut adalah Akar Bajakah Tunggal yang berasal dari tanah Kalimantan Tengah.
Diberitakan detikHealth sebelumnya, kanker payudara terjadi akibat pertumbuhan sel-sel dibagian payudara secara abnormal dan tidak terkendali. Sel tersebut akan membelah dengan waktu yang sangat cepat dan berkumpul untuk membentuk sebuah benjolan. Pada akhirnya, sel tersebut akan menyebar ke bagian organ tubuh lainnya.
Sayangnya, saat dihubungi detikHealth, Aysa maupun Anggina masih belum berkenan untuk diwawancara. Demikian juga dengan guru pembimbing mereka, Helita, mengaku belum memiliki waktu untuk menjawab pertanyaan seputar prestasi kedua siswi bimbingannya tersebut.
"Maaf, untuk sementara ini kami lagi padat, Mbak," kata Helita.
Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri (dok: IYSA) Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri (dok: IYSA)
Sumber Berita : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4661702/viral-2-siswi-sma-temukan-obat-kanker-payudara-dari-herba-tradisional-dayak

Punya Riset Seperti Akar Bajakah? FKUI Siap Dampingi Pengembangannya

Jakarta - Belakangan, Indonesia digemparkan oleh 'penemuan' obat dari akar bajakah yang dipercaya untuk kanker payudara. Siswa SMAN 2 Palangkaraya yang melakukan riset soal itu digadang-gadang sebagai generasi muda harapan bangsa.
Wakil Ketua Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI), Prof DR dr Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, mengatakan pihaknya membuka peluang untuk mendaftarkan ide apapun dibidang kesehatan. Itu memang tugas dari Technology Transfer Office (TTO) untuk mengembangkan inovasi yang ada.
"Silahkan daftarkan ide atau inovasi apapun di bidang kesehatan ke IMERI. Kita akan dampingi ide-ide tersebut agar bisa menjadi kenyataan. Atau paling tidak menjadi prototype," jelasnya saat ditemui di daerah Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2019).
Prof Iko, sapaan akrabnya, mengatakan IMERI sangat terbuka untuk umum. Sudah 3 kali mengadakan open innovation yang pesertanya berasal dari SMA, mahasiswa S1 hingga S3.
"Di sana untuk inovasi dibidang kesehatan, mereka kita ajak, kita jelaskan dan dibina, untuk memahami fokus dalam melakukan pengembangan inovasi. Fokus tersebut ialah keamanan pasien," lanjutnya.
Prof Iko juga mengatakan, sebagai lembaga penelitian pertama di Indonesia, IMERI juga melakukan untuk melakukan pelatihan kepada inovator dan inventor. Hal ini berguna untuk menentukan arah penelitian agar produknya bisa aman, nyaman, dan berkhasiat baik untuk manusia.
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia siap dampingi inovasi bidang kesehatan. (Foto ilustrasi: Ari Saputra)
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia siap dampingi inovasi bidang kesehatan. (Foto ilustrasi: Ari Saputra)
Sumber Berita : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4667728/punya-riset-seperti-akar-bajakah-fkui-siap-dampingi-pengembangannya?_ga=2.27226681.589064098.1565921781-1006181666.1565921781

Sebelum Bajakah Viral, Tanaman Ini Lebih Dulu Diteliti Jadi 'Obat' Kanker

Jakarta - Banyak orang masih dibuat penasaran dengan tanaman Bajakah yang katanya dapat menyembuhkan kanker payudara. Segala sesuatu tentang Bajakah masih menjadi buah bibir yang hangat diperbincangkan. Tapi ternyata ada beberapa tanaman 'obat' kanker yang sudah lebih dulu diteliti oleh Kementerian Kesehatan RI.
Melalui Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja), Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) telah melakukan penelitian pada 405 etnis di 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2012, 2015 dan 2017. Ristoja telah berhasil mengidentifikasi 2.848 spesies tumbuhan obat dan 32.014 ramuan. 
Berikut beberapa tumbuhan obat untuk pengobatan kanker atau tumor yang telah diteliti Ristoja dari tahun ke tahun:
1. Tahun 2012, Ristoja menginventarisasi 506 ramuan jamu untuk pengobatan tumor atau kanker. Sebagai contoh tumbuhan Malapari di Bengkulu, dan Alang-alang di Sulawesi Tengah, dan Samama di Maluku Utara.
2. Tahun 2015, Ristoja juga mendapatkan informasi tumbuhan obat yang digunakan dalam ramuan untuk tumor atau kanker yaitu :
- Kunyit atau kunir (Curcuma longa L.)
- Sirsak (Annona muricata L.)
- Mengkudu (Morinda citrifolia L.)
- Sirih (Piper betle L.)
- Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees)
- Benalu Kopi (Scurrula ferruginea (Jack) Danser)
- Temulawak (Curcuma zanthorrhiza Roxb.)
- Benalu teh (Scurrula atropurpurea (Blume) Danser.)

Aikabasa digunakan oleh salah satu suku di Nusa Tenggara Timur untuk mengatasi tumor atau kankerYuli Widiyastuti - Peneliti Herba Kemenkes RI


3. Tahun 2017 Ristoja juga menemukan tumbuhan obat yang berpotensi untuk mengatasi kanker. Tercatat ada 223 ramuan kanker yang terdiri atas 244 tumbuhan obat. Sepuluh jenis tumbuhan obat yang paling banyak dimanfaatkan untuk pengobatan tumor atau kanker temuan Ristoja 2017 yaitu:
- Kunyit (Curcuma longa L.,)
- Sirsak (Annona muricata L.,)
- Jahe (Zingiber officinale Roscoe)
- Pinang (Areca catechu L.)
- Bawang merah (Allium cepa L.)
- Bawang putih (Allium sativum L.)
- Sangkareho (Callicarpa longifolia Lam.)
- Putri malu (Mimosa pudica L.)
- Pulai (Alstonia scholaris (L.) R. Br.)
- Sembung (Blumea balsamifera (L.) DC.)


4. Tahun 2018 dilakukan skrining in-vitro terhadap tanaman obat maupun formula jamu yang dimanfaatkan untuk tumor dan antikanker. Dari hasil pengujian terhadap beberapa sel kanker (sel kanker payudara, sel kanker kolon, dan sel kanker serviks) diketahui bahwa ada beberapa tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat antikanker yaitu:
- Sembung rambat (Mikania micrantha Kunth)
- Leucas lavandulifolia Sm.
- Sangkarebo (Callicarpa longifolia Lam.)
- Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.)
- Tetracera scandens (L.) Merr.
- Akar batu/aikabasa (Cucurbitaceae).

Yuli Widiyastuti, Peneliti di Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu, memberikan penjelasan bahwa sama seperti bajakah, terdapat akar tanaman menjalar yang telah digunakan secara turun temurun untuk mengatasi kanker yaitu Aikabasa.
"Aikabasa digunakan oleh salah satu suku di Nusa Tenggara Timur untuk mengatasi tumor atau kanker. Namun sampai saat ini belum berhasil diidentifikasi sampai level spesies," kata Yuli dalam rilis Kementrian Kesehatan RI.
Ratusan jenis tanaman di Indonesia telah teridentifikasi punya potensi mengatasi kanker (Foto: thinkstock) Ratusan jenis tanaman di Indonesia telah teridentifikasi punya potensi mengatasi kanker (Foto: thinkstock)
Sumber Berita : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4667663/sebelum-bajakah-viral-tanaman-ini-lebih-dulu-diteliti-jadi-obat-kanker?_ga=2.27226681.589064098.1565921781-1006181666.1565921781

Ternyata, Bajakah Bukan Nama Tanaman!

Jakarta - Siswa SMAN 2 Palangkaraya bikin heboh dengan risetnya tentang akar bajakah untuk obat kanker payudara. Banyak yang penasaran, tanaman apa bajakah itu sesungguhnya?
Kementerian Kesehatan RI dalam rilisnya mengatakan bakal segera menelusuri tanaman bajakah yang bikin heboh belakangan ini. Hingga saat ini, belum jelas betul tanaman apa yang dimaksud.
"Bajakah sebenarnya adalah sebutan bagi batang menjalar yang menjadi bagian dari tanaman. Istilah tanaman bajakah belum merujuk pada jenis spesies tertentu," demikian penggalan rilis tersebut, seperti dikutip pada Jumat (16/8/2019).
Kepala Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2TOOT) Tawangmangu, Akhmad Saikhu, mengingatkan untuk tidak langsung percaya terhadap klaim bajakah bisa menyembuhkan penyakit kanker. Menurutnya, hal itu masih butuh penelitian lebih lanjut.
"Penggunaan obat tradisional atau jamu untuk menguatkan daya tahan tubuh boleh saja. Namun tidak bisa dikatakan itu menyembuhkan kanker," kata Saikhu.

Bajakah sebenarnya adalah sebutan bagi batang menjalar yang menjadi bagian dari tanaman. Istilah tanaman bajakah belum merujuk pada jenis spesies tertentuKemenkes RI


Melalui Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja), Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) juga telah membangun database ramuan obat tradisional. Database tersebut juga mencakup ramuan maupun tanaman-tanaman yang berpotensi mengatasi kanker dari seluruh penjuru nusantara.
Tahun 2017, teridentifikasi ada 223 ramuan untuk kanker yang tediri dari 244 tumbuhan obat. Sepuluh jenis tumbuhan obat yang paling banyak dimanfaatkan untuk pengobatan tumor maupun kanker adalah sebagai berikut:
1. Kunyit (Curcuma longa L.,)
2. Sirsak (Annona muricata L.,)
3. Jahe (Zingiber officinale Roscoe)
4. Pinang (Areca catechu L.)
5. Bawang merah (Allium cepa L.)
6. Bawang putih (Allium sativum L.)
7. Sangkareho (Callicarpa longifolia Lam.)
8. Putri malu (Mimosa pudica L.)
9. Pulai (Alstonia scholaris (L.) R. Br.)
10. Sembung (Blumea balsamifera (L.) DC.)

Sumber Berita : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4667649/ternyata-bajakah-bukan-nama-tanaman?_ga=2.27226681.589064098.1565921781-1006181666.1565921781

Kalau Tak Jadi Obat, Bisakah Akar Bajakah Dipatenkan Sebagai Jamu?

Jakarta - Masyarakat menuntut pemerintah untuk segera mematenkan penelitian mengenai akar dan kayu bajakah sebagai obat menyembuhkan kanker payudara. Meski mematenkan riset masih sangat memungkinkan, namun prosesnya tidak mudah dan sangat panjang untuk mengklaim bajakah benar-benar berkhasiat dan bisa dijadikan obat.
"Proses dari akar bajakah sampai menjadi single compound itu panjang sekali. Bisa sampai 20-25 tahun," sebut Wakil Direktur Medical Education Research Insitute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, saat dijumpai detikHealth, Kamis (15/8/2019)
Prof Iko, sapaannya, menyebut saat ini akar bajakah masih harus diteliti untuk menemukan zat aktif yang paling efektif untuk menyembuhkan kanker payudara. Namun tidak jadi masalah jika masyarakat masih ingin mengonsumsinya dengan cara direbus tanpa ekstraksi.
"Pokoknya minum aja sejumput, direbus, namanya jamu itu nggak apa-apa tapi bukan obat," katanya.
Lalu, jika akar bajakah tak diteliti lebih lanjut sebagai obat dan hanya berakhir sebagai jamu, apakah penelitian tersebut masih bisa dipatenkan? "Patenkan saja jamunya," seperti yang ditulis salah seorang pembaca detikHealth di kolom komentar.

Di sana banyak sekali Traditional China Medicine (TCM) yang begitu hebat karena pemerintahnya mengawasi dengan sangat baik. Orang turis aja mampir kok beli obat China segala macam isinya apa, mahal pula.Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG(K), MPH - Peneliti FKUI


Prof Iko menyebut, mematenkan akar bajakah sebagai jamu sangat mungkin dilakukan tetapi dengan pengawasan dan dukungan penuh dari pemerintah. Berkaca dari China yang memiliki banyak sekali obat-obatan herbal dan terkenal di seluruh dunia.
"China, di sana banyak sekali Traditional China Medicine (TCM) yang begitu hebat karena pemerintahnya mengawasi dengan sangat baik. Orang turis aja mampir kok beli obat China segala macam isinya apa, mahal pula. Indonesia kan punya jamu sebenarnya," tuturnya.
"Kalau tanaman bajakah ketemu ekstraksinya dan mau dipatenkan jamunya, bisa kita kawal," sambungnya.
Saat ini, IMERI bekerjasama dengan salah satu perusahan farmasi untuk meneliti ekstrak bioactivation dari berbagai jenis tanaman salah satunya kayu manis yang sudah ditemukan dua zat aktif dan bermanfaat bagi pengidap kencing manis.
"Kalau akar bajakah bisa dilihat potensinya dengan baik, kita pasti akan mendampingi sampai terus bisa menjadi simplisia atau bioactivation," pungkasnya.Sumber Berita : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4667138/kalau-tak-jadi-obat-bisakah-akar-bajakah-dipatenkan-sebagai-jamu?_ga=2.27226681.589064098.1565921781-1006181666.1565921781

Heboh Kayu Bajakah, Kenapa Banyak Riset Obat Cuma 'Mangkrak' di Jurnal?

Jakarta - Riset kayu dan akar bajakah oleh siswa SMA Palangkaraya yang memenangkan penghargaan internasional menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam hal penelitian di bidang kesehatan. Sayangnya saat ini masih banyak penelitian yang hanya berujung pada makalah, disertasi, dan publikasi sehingga kurang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Diterangkan oleh wakil Direktur Medical Education Research Insitute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, saat ini IMERI memang sudah memiliki sub divisi drug development research center yang bertugas untuk mengenali, mencari, mengidentifikasi substrak yag berpotensi memiliki ekstrak obat hanya saja yang sudah diproduksi bisa dihitung jari.
Masyarakat kita sangat mudah disentil oleh isu yang baru, digulung. Apalagi yang disasar adalah penyakit yang susah disembuhkan, biayanya mahal, banyak penderitanya..Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, - Peneliti FKUI

"Sampai sekarang dari IMERI belum ada yang jadi obat atau diproduksi massal hanya ada beberapa yang sudah mulai didekati oleh industri. Belum ada yang belum ada menjadi produk kecuali stemcell yang sudah dikomersialisasikan," katanya saat dijumpai detikHealth, Kamis (15/8/2019).
Kendala utama yang membuat banyak hasil riset menjadi mangkrak adalah belum adanya Technology Transfer Office (TTO) sebagai jembatan yang bisa menghubungkan antara peneliti dan industri. Padahal peran TTO adalah membawa penelitian ke ranah industri dan terapan.
"Selain itu ada kendala dari segi pemerintahan sehingga private sector kadang sulit untuk mau masuk," tambahnya.
Tantangan selanjutnya adalah proses penelitian yang memakan waktu, tenaga, dan biaya cukup besar dan tidak diimbangi dengan dana penelitian pemerintah yang hanya 0,03 persen dari anggaran negara. "Makanya kita harus punya TTO yang bisa menjadi perencana agar peneliti, pihak industri dan pemerintah juga bisa bersinergi,"

'The Power of Socmed'
Soal riset akar bajakah beberapa waktu lalu, Prof Iko memberi komentar bahwa masyarakat menjadi sangat heboh didasari karena masifnya pemberitaan di media sosial apalagi sasarannya adalah penyakit yang pembiayaannya besar dan sulit disembukan.
"The power of media. Medsos kan cepat sekali. Masyarakat kita sangat mudah disentil oleh isu yang baru, digulung. Apalagi yang disasar adalah penyakit yang susah disembuhkan, biayanya mahal, banyak penderitanya, dikasih hope makanya musti diluruskan," sebutnya.
Meski demikian, Prof Iko sangat mengapresiasi hasil penelitian akar bajakah dari kedua siswi tersebut. IMERI bahkan siap membantu jika mereka ingin melakukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat akar bajakah.
"Yang jelas kita menghargai itu sebuah inovasi. Hanya kita musti lihat, yang ditemukan itu apa. Mereka juga bisa internship jadi pas liburan sekolah ke IMERI, nanti kita ajarkan," pungkasnya.
Sumber Berita : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4666932/heboh-kayu-bajakah-kenapa-banyak-riset-obat-cuma-mangkrak-di-jurnal?_ga=2.27226681.589064098.1565921781-1006181666.1565921781

Boleh Saja Berharap Bajakah Bakal Jadi Obat, Tapi Ada Pesan dari Ahli Kanker

Jakarta - Tanaman bajakah dari Kalimantan menjadi pembicaraan setelah dianggap mampu mengobati kanker payudara. Bajakah menjadi bahan riset Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri dalam World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan pada 25-27 Juli 2019.
Dokter ahli kanker, Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP, mengakui prestasi tersebut tentunya menjadi kebanggaan negara. Namun Prof Aru mengingatkan risiko overklaim karena manfaat bajakah masih perlu riset lebih lanjut.
"Pasien boleh saja berharap dengan fungsi akar bajakah dalam menangani kanker. Tapi harus diingat, bajakah masih perlu penelitian lanjutan untuk mengetahui manfaatnya pada penanganan kanker. Konsumsi bajakah jangan sampai menggantikan obat yang khasiatnya telah terbukti," kata Prof Aru, Kamis (15/8/2019).
Prof Aru sendiri menyambut baik hasil riset dari 2 siswa SMAN 2 Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Menurutnya tidak mudah bagi kedua siswa SMA tersebut untuk mencari tanaman bajakah. Kegigihan dan keuletan keduanya melakukan riset tentu harus dihargai.
Riset tersebut tentu harus dimanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat. Prof Aru menyarankan semua pihak membantu riset lanjutan terkait bajakah hingga benar-benar terbukti bisa digunakan untuk menangani kanker.
Sumber Berita : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4666839/boleh-saja-berharap-bajakah-bakal-jadi-obat-tapi-ada-pesan-dari-ahli-kanker?_ga=2.27226681.589064098.1565921781-1006181666.1565921781

Ingin Patenkan Riset Kayu Bajakah dari Kalimantan? Begini Prosesnya

Jakarta - Riset yang dilakukan oleh siswi SMA Palangkaraya mengenai kayu bajakah sebagai alternatif obat penyembuh kanker payudara mendapat respons beragam dari masyarakat. Sebagian besar menuntut pemerintah untuk segera mematenkan hasil riset tersebut agar tidak 'dicuri' oleh negara lain.
Wakil Direktur Medical Education Research Insitute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, menuturkan bahwa penelitian yang berpotensi untuk diporduksi dan dikomersialisasi tentu bisa dipatenkan seperti kayu dan akar bajakah. Apalagi Indonesia memiliki banyak tanaman herbal yang berpotensi diteliti khasiatnya dan digunakan sebagai obat.
"Kita punya tanaman yang luar biasa. Tetapi harus kita pahami juga bahwa akar bajakah memiliki banyak sekali zat yang berpotensi sebagai obat, dan kita tidak tahu zat mana yang memberikan efek teurapetik atau obat-obatan," tutur Prof Iko, sapaannya, kepada detikHealth, Kamis (15/8/2019).
Prof Iko menambahkan, di akar bajakah terdapat ratusan bahkan ribuan zat aktif yang jika ingin disebarkan ke masyarakat harus melalui tahapan identifikasi. Ini dilakukan untuk menentukan dari sekian ratus zat aktif, mana yang paling efektif dan mujarab sebagai obat kanker.
"Kalau kita makan bajakah saja tanpa diekstrak atau dipurifikasi, namanya jamu. Ada penelitian lagi untuk mengekstraksi tanaman tersebut. Nah kalau sudah jadi compund dan benar-benar hanya satu saja zat yang terbukti, itu baru namanya obat," sebutnya.
Tentu saja, proses untuk menentukan satu-satunya zat aktif yang paling efektif untuk menyembuhkan penyakit membutuhkan waktu yang sangat lama. "Proses dari akar bajakah sampai menjadi single compound itu panjang sekali. Bisa sampai 20-25 tahun," kata Prof Iko.

Kalau kita makan bajakah saja tanpa diekstrak atau dipurifikasi, namanya jamu.Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG(K), MPH - Peneliti FKUI


Untuk penelitian yang bertujuan untuk dijadikan obat dan ingin dipatenkan pun perjalanannya cukup panjang. Peneliti harus menentukan terlebih dahulu single compound, cara kerjanya, efektifitas, keamanan, dan jumlah toksik yang ada didalamnya.
Soal registrasi paten, misal peneliti sudah menemukan satu zat aktif yang terbukti, penelitian tersebut didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM, Dirjen HAKI (Hak Kekayaan Intelektual). Tapi sebelumnya dicari tahu lagi apakah penelitian tersebut memiliki sanggahan, sudah pernah diteliti, atau bantahan terhadap penelitian tersebut.
"Biasanya prosesnya 6 bulan sampai 1 tahun dan kalau sudah punya sertifikat, maka sudah terproteksi. Tapi yang harus diingat, paten itu hanya berlaku 25 tahun. setelah itu jadi informasi yang bisa dipakai oleh umum," pungkasnya.
Butuh proses panjang untuk mematenkan sebuah riset obat (Foto: iStock) Butuh proses panjang untuk mematenkan sebuah riset obat (Foto: iStock)
Sumber Berita : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4666693/ingin-patenkan-riset-kayu-bajakah-dari-kalimantan-begini-prosesnya?_ga=2.238456964.589064098.1565921781-1006181666.1565921781

Re-Post by MigoBerita / Jum'at/16082019/10.38Wita/Bjm

Lirik dan terjemah serta Lagu “Man Ana” (Siapa Diriku) jadi Trending Topik Dunia Islam

Man Ana Laulakum (Siapa Diriku) Lirik, Latin, dan Terjemahannya

KalamUlama.com – Suara Sulthonul Qulub al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa saat membaca qosidah al-Imam al-Habib Umar Muhdhor bin Abdurrohman Assegaf. Qosidah Man Ana Laulakum ini juga sering beliau baca di hadapan Guru Mulia al-Musnid al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.


https://www.youtube.com/watch?v=SdYy_atJjmg
Beliau awali dengan doa:
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”
Baca Juga :Sholawat Nariyah Beserta Keutamaannya (Arab, Latin, dan Terjemah)
Berikut bait Qosidah “Man Ana” (Siapa Diriku):
مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا لَوْلَاكُم # كَيْفَ مَا حُبُّكُمْ كَيْفَ مَا أَهْوَاكُم
Man ana man ana laulaakum , kaifa maa hubbukum kaifa maa ahwaakum
Siapakah diriku, siapakah diriku kalau tiada bimbingan kalian (guru)
Bagaimana aku tidak cinta kepada kalian dan bagaimana aku tidak menginginkan bersama kalian
مَا سِوَيَ وَلَا غَيْرَكُم سِوَاكُم # لَا وَمَنْ فِى المَحَبَّةِ عَلَيَّ وُلَاكُم
Maa siwaaya wa laa ghoirokum siwaakum , Laa wa man fiil mahabbah ‘alayya wulaakum
Tiada selain ku juga tiada selainnya terkecuali engkau, tiada siapapun dalam cinta selain engkau dalam hatiku
أَنْتُم أَنْتُم مُرَادِي وَ أَنْتُم قَصْدِي # لِيْسَ احدٌ فِى المَحَبَّةِ سِوَاكُم عِنْدِي
Antum antum muroodii wa antum qoshdii , Laisa ahadun fiil mahabbati siwaakum ‘indii
Kalianlah, kalianlah dambaanku dan yang kuinginkan, tiada seorangpun dalam cintaku selain engkau di sisiku
كُلَّمَا زَادَنِي فِى هَوَاكُم وَجْدِي # قُلْتُ يَا سَادَتِي مُحْجَتِي تَفْدَاكُم
Kullamaa zaadanii fii hawaakum wajdii , qultu yaa saadatii muhjatii tafdaakum
Setiap kali bertambah cinta dan rindu padamu, maka berkata hatiku wahai tuanku semangatku telah siap menjadi tumbal keselamatan dirimu
لَوْ قَطَعْتُمْ وَرِيْدِي بِحَدِّ مَا ضِي # قُلْتُ وَاللهِ أَنَا فِى هَوَاكُم رَاضِي
Lau qotho’tum wariidii bihaddi maadlii , qultu wallaahi ana fii hawaakum roodlii
Jika engkau menyembelih urat nadiku dengan pisau berkilau tajam, kukatakan demi Alloh aku rela gembira demi cintaku padamu
أَنْتُمُ فِتْنَتِي فِى الهَوَا وَمُرَادِي # مَا ِرِضَايَ سِوَى كُلُ مَا يَرْضَاكُم
Antum fitnatii fiil hawaa wa muroodii , maa ridlooya siwaa kullu maa yardlookum
Engkaulah yang menyibukkan segala hasrat dan tujuanku, tiada ridho yang aku inginkan terkecuali segala sesuatu yang membuat mu ridho
كُلَّمَا رُمْتُ إِلَيْكُم نَهَوْ مَنْ أَسْلَك # عَوَقَتْنِيْ عَوَائِق أَكَاد أَنْ أَهْلِك
Kullamaa rumtu ilaikum nahau man aslak , ‘awaqotnii ‘awaa-iq akaad an ahlik
Setiap kali ku bergejolak cinta padamu selalu terhalang untuk aku melangkah, mereka mengganjalku dengan perangkap yang banyak hampir saja aku hancur
فَادْرِكُوا عَبْدَكُم مِثْلُكُمْ مَنْ أَدْرَكْ # وَارْحَمُوا بِا المَحَبَّةِ قَتِيْل بَلْوَاكُم
Fadrikuu ‘abdakum mitslukum man adrok , warhamuu bil mahabbah qotiil balwaakum
Maka tolonglah budak kalian ini, dan yang seperti kalianlah golongan yang suka menolong, dan kasihanilah kami dengan cinta kalian, maka cinta kalian membunuh dan memusnahkan musibahku
Sumber: Muhammad Ainiy

Qosidah Man Ana

Malam selasa kemarin (19 September 2011) sesuatu yang amat bener-benar hadiah buat anak kecil. Sehabis ba’da majelis di al Munawar, saat pendosa ini memegangi tambang di depan al Munawar ba’da majelis, semua jamaah menanti habibana Munzier lewat di depan gerbang.
Ada seorang anak kecil yang ingin melambaikan tangan, maka saya izinkan ia agak ke depan. Maka anak kecil itu ke depan dan saat habibana lewat anak itu melambaikan tangan. Dari kejauhan habibana sudah melihat anak kecil itu dan tersenyum kepada anak kecil itu, seakan memberikan sambutan untuk anak kecil itu, sepertinya habibana mengucapkan, “MARHABAAN!” sambil tersenyum. Perkataan memang tak terdengar, tapi saya memperhatikan mulut beliau mengucapkan itu.
Setelah habibana lewat, anak kecil itu berkata kepada saya,
“Ingin sekali Bang cium tangan habib!”
Lalu saya berkata, “Cukup dari jauh habibana sudah tau!”
Kemudian ibunya bilang kepada saya, “Abang crew?”
Saya menjawab, “Bukan Bu, saya hanya bantu majelis.”
“Makasih ya Bang sudah memperbolehkan anak saya agak maju tadi.” berkata ibu itu kepada saya, “anak saya sampai sakit rindu
terhadap beliau Bang dan hari ini seharusnya dia ke rumah sakit tapi nangis ingin ke majelis…”
Masya Allah..
هذه القصيدة من أنا
*************************
Qosidah Man Ana, Qosidah Al-Imam Umar Muhdhor Bin Abdurrahman Assegaf
من أنا من أنا لولاكم ، كيف ما حبكم كيف ما أهواكم
Man ana man ana laulaakum , kaifa maa hubbukum kaifa maa ahwaakum
Siapa gerangan diriku, siapakah diriku kalau tiada bimbingan kalian ( guru ),Bagaimana aku tidak mencintai kalian dan bagaimana aku tak menginginkan tuk bersama kalian
ما سوى ولا غيركم سواكم ، لا ومن في المحبة علي ولاكم
Maa siwaaya wa laa ghoirokum siwaakum , Laa wa man fiil mahabbah ‘alayya wulaakum
Tiada selain ku juga tiada selainnya terkecuali engkau, tiada siapapun di dalam cinta selain engkau dalam hatiku
أنتم أنتم مرادي وأنتم قصدي ، ليس أحد في المحبة سواكم عندي
Antum antum muroodii wa antum qoshdii , Laisa ahadun fiil mahabbati siwaakum ‘indii
Kalianlah, kalianlah dambaanku dan yang ku inginkan, tiada seorangpun dalam cintaku selain engkau di sisiku
كلما زادنى فى هواكم وجدي ، قلت يا سادتي محجتي تفداكم
Kullamaa zaadanii fii hawaakum wajdii , qultu yaa saadatii muhjatii tafdaakum
Setiap kali bertambah rasa cinta dan rinduku pada mu, maka berkata hatiku wahai tuanku semangatku telah siap menjadi tumbal keselamatan dirimu
لو قطعتم وريدي بحد ماضي ، قلت والله أنا فى هواكم راضي
Lau qotho’tum wariidii bihaddi maadlii , qultu wallaahi ana fii hawaakum roodlii
Jika engkau menyembelih urat nadiku dengan pisau berkilauan tajam, kukatakan Demi Allah aku rela gembira demi cintaku pada mu
أنتم فتنتي فى الهوا ومرادي ، ما رضاي سوى كل ما يرضاكم
Antum fitnatii fiil hawaa wa muroodii , maa ridlooya siwaa kullu maa yardlookum
Engkaulah yang menyibukkan segala hasrat dan tujuanku, tiada ridho yang ku inginkan kecuali segala sesuatu yang membuat mu ridho
كلما رمت إليكم نهو من أسلك ، عوقتني عوائق أكاد أن أهلك
Kullamaa rumtu ilaikum nahau man aslak , ‘awaqotnii ‘awaa-iq akaad an ahlik
Setiap kali bergejolak cintaku pada mu selalu terhalang untuk ku melangkah, mereka mengganjalku dengan perangkap yang banyak hampir saja aku hancur
فادركوا عبدكم مثلكم من أدرك ، وارحموا بالمحبة قتيل بلواكم
Fadrikuu ‘abdakum mitslukum man adrok , warhamuu bil mahabbah qotiil balwaakum
Maka tolonglah budak kalian ini, dan yang seperti kalianlah golongan yang suka menolong, dan kasihanilah kami dengan cinta kalian, maka cinta kalian membunuh dan memusnahkan musibahku
**********
Mohon maaf jika ada kesalahan arti dan penulisan mohon dikoreksi
*)Sumber note: Cahaya Cinta Habib Munzier Almusawa
Re-post by MigoBerita / Jum'at/02082019/16.02Wita/Bjm