Migo Berita - Banjarmasin - MAFIA BANJAR : Sineas Banjar "Kalau Tidak Bisa Taklukan Ibukota, paling Tidak Taklukan Banua Banjar". Ternyata anak Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan ternyata bisa menghasilkan Film-film yang mudah dimengerti publik, baik dari sisi cerita maupun kualitas peran. Nah, seharusnya hal tersebut membuka wawasan kita, bahwa ternyata anak muda Banua Banjar tidak hanya bisa "Demo", tetapi juga bisa mengeluarkan ide kreatifnya demi kepentingan Banua Banjar khsususnya dan Demi Indonesia pada umumnya. (Pic Youtube Courtesy)
Pic courtesy apahabar.com yg di screenshoot
FSB: Film Lokal Kalsel Belum ‘Bicara’ di Level Festival dan Luar Daerah
BANJARMASIN, Film lokal
karya sineas Kalimantan Selatan (Kalsel) tidak pernah tercatat masuk di
dalam festival atau bahkan dikenal oleh masyarakat di luar Kalimantan.
Setidaknya, itulah yang didapat oleh Ade Hidayat, pembina Forum Sineas
Banua (FSB) saat melakukan penelitian di Yogyakarta dan Jakarta.
Ade tidak menemukan satu pun data yang
menyebutkan bahwa ada filmmaker dan film Banjar yang melalang buana di
festival film hingga ke layar lebar. Hal ini berbeda hal dengan Jogja,
Aceh, Babel, Jayapura dan kota-kota di pulau Jawa yang di mana sudah
banyak naik ke festival-festival film seperti Europe On Screen,
Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF).
Bahkan ada satu film dari Makassar yang
berjudul Uang Panai (2016), meski dimodali oleh India dengan dana
sebesar Rp 450 juta, yang mampu meraup untung hingga total Rp 19 miliar.
Hasil dari keuntungan film tersebut
memang lebih banyak masuk ke kantong investor dan si pembuat film hanya
mendapat 10 persen. Tapi Ade berfokus pada output yang didapat oleh film
lokal tersebut. Uang Panai, sebagai film lokal berhasill merahi piala
Festifal Film Indonesia (FFI) sebagai Film Daerah terbaik.
Hal ini menurut Ade, bahwa para
fillmaker Kalsel masih belum mempunyai wadah unjuk gigi dan konten
filmnya yang masih sangat jauh dari kedekatan Kalsel itu sendiri. Untuk
itulah FSB hadir menjadi wadah apresiasi dan tempat untuk mempertemukan
para filmmaker dan penonton.
FSB hadir sebagai apresiator. Oleh sebab
itu FSB banyak hasilkan program seperti Ngobrol Film (Ngofi) yang sudah
berlangsung sebanyak 26 kali, melaukan pemutaran film alternatif,
Festival Aruh Film Kalimatan, hingga Layar Film Banjar.
“Jika tidak ada festival film,
saya takut filmmaker kita hanya berani di kandang. Festival bukan
sekadar lomba, tapi perayaan. Layar Film Banjar juga merupakan ruang
temu filmmaker dan penonton. Media sosial memang ada (untuk filmmaker
menanyangkan film), tapi feedback tidak terjadi, makanya kami buat
ekosistemnya,†tutur Ade.
Namun tidak semua film lokal yang bisa
mereka berikan jalan kepada penonton. Menurutnya jika si pembuat film
merupakan orang Kalimantan tapi tidak film berbicara tentang Kalimantan,
bahkan tidak mewakilkan Kalimantan sama sekali, untuk apa film tersebut
dipertemukan dengan penonton.
Pendekatan filmmaker dengan konten apa
yang ingin disampaikan merupakan hal penting. Ade mengaku resah jika ia
menemukan film Banjar tapi bahasa di dalam film tersebut menggunakan
Bahasa Indonesia.
“Ini kenapa orang Kalimantan yang
sehari-hari pakai Bahasa Banjar malah bikin film (Banjar) pakai Bahasa
‘lo gue’. Ada yang salah dengan seniman kita, atau seniman
kita yang terlalu memanjakan mereka (filmmaker),†ungkap Ade.
Atas dasar itulah yang membuat Ade yakin
bahwa belum ada ekosistem di Banjarmasin khususnya, yang berbicara soal
edukasi film dan mengajarkan ihwal mengangkat kebudayaan sendiri ke
dalam film.  “Kan seniman membicarakan kejujuran dan
keresahannya. Kalau ada seniman tidak bicara tentang kejujuan, kedekatan
dengan kontennya. Pasti akan terasa (perbedaannya),†lanjutnya.
Ade mengambil contoh tentang sebuah film
dokumenter tentang kerusuhan yang pernah terjadi di Banjarmasin pada
tanggal 23 Mei 1997. Ya, film documenter Jumat Kelabu. Film tersebut
merupkan langkah yang baik menurut Ade, meski secara teknis si filmmaker
tidak mengalami kejadian tersebut.
“Menurut saya itu langkah yang
baik. Anak muda yang hanya tahu cover masalah yang hingga hari ini tidak
terselesaikan, dia bertanya kemana-mana pun tidak ada yang tahu,
akhirnya ya sudah bikin film saja,†jelasnya.
Dijelaskannya lebih lanjut bahwa
narasumber yang diambil untuk film dokumenter tersebut tidaklah valid.
Kenapa? Karena tidak seimbang. Sebab jika film dokumenter yang
berbicara, harus menliput dua sisi sudut pandang. Namun, Ade mengatakan
film dokumenter yang hanya mengkover satu sis jugai merupakan satu hal
yang wajar.
“Selalu ada pro dan kontra. Kalau
salah satunya saja yang diambil dalam film dokumenter, ini akan jadi
subjektif. Tapi menurut saya tidak masalah. Mau tidak mau film
dokumenter sifatnya propaganda,†ungkapnya.
Sexy Killers
Berbicara film dokumenter, tentu
pembahasannya tidak akan lepas dengan salah satu film yang beredar di
ranah internet dan melahirkan banyak respon masyarakat pada masa-masa
menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April lalu. Sexy Killers merupakan
satu dari 12 film karya Dandhy Dwi Laksono dan Ucok Suparta, dari
perjalanannya mengelilingi Indonesia dalam ekspedisi Indonesia Biru,
yang dilakukan sejak tahun 2015.
Sebelum merilis di YouTube, film
tersebut telah diputar terlebih dulu di 476 titik Nobar (nonton bareng),
pada tanggal 5-11 April 2019. Film ini juga ditayangkan di Banjarmasin.
Beberapa hari sebelum Sexy Killers siap ditayangkan, Ade yang kenal
dekat dengan sang sutradara pun dihubungi. Tidak hanya Ade, Dandhy
menghubungi seluruh wadah pemutaran film alternatif.
Sebelumnya FSB pernah memutar salah satu
film yang masuk dalam ekspedisi Indonesia Biru, yaitu Asimetris, sebuah
film tentang dampak perkebunan kelapa sawit. Ade mengatakan bahwa sang
sutradara Sexy Killer ini memang sangat subjektif dalam membuat film
dokumenter tersebut, tapi menggunakan data yang sangat valid. Sexy
Killers sendiri bukan sesuatu yang baru, ujarnya. Karena sejak awal
sudah dipersiapkan untuk ekspedisi Indonesia Biru.
Melalui Ade, Manajer Data dan Kampanye
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Adat (LPMA), Budi Kurniawan mengatalan
bahwa memang sudah sewajarnya keterkaitan antara satu dan hal lainnya
saling berhubungan ketika kapitalis berbicara di dalam sebuah negara.
Namun, yang jadi poin masalahnya adalah dampak Indonesia ke depannya.
Oleh sebab itu, jika sedikit mengarah ke
pengaruh suara politik di Kalsel, tentu Sexy Killers mempunyai
dampaknya, terhadap hasinya, terang Ade. Film Dokumenter Sexy Killers
telah ditonton lebih dari 1,2 juta kali, selama dua hari penayangannya
di situs berbagi video YouTube, sejak tanggal 13 April 2019 kemarin.(mario)
Reporter:Mario
Editor:Cell
Film Kalsel belum mampu berbicara pada level festival Foto: ne
Sumber Utama : https://kanalkalimantan.com/fsb-film-lokal-kalsel-belum-bicara-di-level-festival-dan-luar-daerah/
Belajar Dari Mafia Banjar 2, Anak Muda Wajib Tiru Semangat Sineas Banua
apahabar.com, BANJARMASIN – Dunia perfilman daerah perlahan mulai bangkit. Mafia Banjar 2, salah satu film produksi Anak Banua (KAB), bisa jadi mampu mengembalikan gairan sineas Banua dalam berkarya. Banyak pihak melontarkan aspirasi dan dukungan terhadap film ini. “Aku salut melihat perjuangan mereka mau menyisihkan waktu di antara padatnya pekerjaan masih menyempatkan membuat film,” ungkap pegiat film Kalsel, Munir Sadikin kepada apahabar.com belum lama ini. Anak muda, kata dia, patut meniru semangat berkarya bukan hanya menjadikan patokan film tersebut laku atau tidaknya. “Film itu luas. Nanti saja membicarakan kualitas baik atau jeleknya,” katanya Tak hanya memberikan apreasiasi, guru SMKN 3 Banjarmasin ini menilai, Mafia Banjar2 dapat menjadi perputaran ekonomi daerah. Wajar kata dia, sebab dengan mengundang massa otomatis para investor akan melibatkan diri dalam proyek ini. “Ini pertanda yang baik untuk ekosistem. Paling tidak ada film yang bisa dinikmati dari kelas bawah sampai kelas menengah,” tuturnya. Karenanya, anak muda diharap tidak menjadikan Mafia Banjar 2 sebagai patokan kesuksesan film daerah. “Jangan jadikan patokan capaian karyanya saja tetapi semangatnya. Lebih mandiri,” tuturnya Tidak berkomentar banyak mengenai isi film, namun melihat animo masyarakat yang mulai antusias akan naiknya film indie. “Mereka mampu menggaet penonton yang jarang ke bioskop. Apalagi setelah mendengar berita juragan bawang yang memborong tiket itu,” sebut dia. Ini membuktikan KAB mampu menjamah pasar film lokal yang tidak terjamah oleh sineas-sineas sebelumnya. “Mereka bahkan menggaet pak walikota untuk menjadi cameo dan memasang beberapa titik baliho juga spanduk untuk promosi,” ungkapnya Reporter: Musnita Sari Editor: Syarif
Sumber Utama : https://apahabar.com/2019/11/belajar-dari-mafia-banjar-2-anak-muda-wajib-tiru-semangat-sineas-banua/
Kreasi Anak Banua Siap Garap Lanjutan Film Mafia Banjar
apahabar.com, BANJARMASIN – Sukses dengan film Mafia Banjar 1 dan 2, melecut motivasi Kreasi Anak Banua untuk kembali menggarap film dengan judul yang sama. Dikemukakan Penanggung Jawab Produksi, M Risky Ariandy, dengan adanya peningkatan dari jumlah penonton di film pertama Mafia Banjar 1 ke Mafia Banjar 2, membuat pihaknya terus berkreatifitas. “Untuk Mafia Banjar 3 kami sudah ada rencana. Nantinya Mafia Banjar 3 tidak akan jauh dari ceritanya dunia sindikat atau dunia kejahatan,” jelas Risky di sela nonton bareng film Mafia Banjar 2 di Aula Kayuh Baimbai Balai Kota, Sabtu (07/12) malam. Risky menambahkan, kalau di Mafia Banjar 1 ceritanya adalah tentang sindikat pertambangan dan di Mafia Banjar 2 sindikat narkoba dan premanisme di Banjarmasin, di Mafia Banjar 3, Risky mengungkap akan ada kejutan lainnya yang tidak jauh dari dunia hitam. “Kalau melihat keberhasilannya dari Mafia Banjar 1 dan Mafia Banjar 2 yang cukup drastis, dari pemain, pengambilan gambar, kami harap nanti di Mafia Banjar 3 akan lebih baik lagi menutup apa yang menjadi kekurangan di Mafia Banjar 2,” tukasnya. Sementara sutradara film Mafia Banjar, Fin Lee Neo, menceritakan kesulitan dalam penggarapan film yang sudah lama ditanganinya ini. “Sebenarnya waktu menjadi kendala, filmnya ini kan sudah lama, tapi karena ada suatu faktor dari profesi masing-masing pemain sehingga membuat penggarapan film dari Mafia Banjar 1 ke Mafia Banjar 2 jadi sangat lama,” tuturnya. Fin Lee yang juga bermain sebagai pemeran utama di Mafia Banjar 2 sebagai Ipunk mengatakan, film Mafia Banjar 1 ke Mafia Banjar 2 terjeda selama empat tahun dari 2015 dan baru di 2019 Mafia Banjar 2 rampung sehingga bisa ditayangkan. “Karena waktu itu juga ada kerusakan, maka film ini waktu itu kami pending hingga baru sekarang bisa tayang,” pungkasnya. Pada malam nonbar film Mafia Banjar 2 bersama masyarakat dan crew film, juga terlihat hadir pejabat lingkup pemko Banjarmasin dan pengacara kondang Denny Indrayana. Dalam kesempatan nonbar, Denny ikut membagikan doorprize yang sudah disediakan para crew untuk para penonton. Reporter: Ahya Firmansyah Editor: Syarif
Sumber Utama : https://apahabar.com/2019/12/kreasi-anak-banua-siap-garap-lanjutan-film-mafia-banjar/
Migo Berita - Banjarmasin - AYO ke Banjarmasin .. !!! ( Single Terbaru milik Tommy Kaganangan "Kada Papa" Video ). Judul Ayo ke Banjarmasin intinya adalah mengajak warga banua Banjar dan sanak fimily yang ada dimanapun di Indonesia hingga mancanegara untuk kembali mampir ke Banjarmasin. Dan untuk mengobati kangen "Urang Banjar'' , bisa mendengarkan Lagu-lagu Tommy Kaganangan yang ada di channel youtube nya, tau dong , siapa Tommy yang dulu ngetop lewat Sinetron Ronaldowati. Nah, sekarang beliau sudah mengeluarkan single terbaru beliau di Channel Tommy Kaganangan lewat judul "Kada Papa", silahkan di putar videonya di sini https://www.youtube.com/watch?v=ndHiybQe2fQ atau langsung aza putar disini ya :
Official Music video for " Kadapapa " from Tommy Kaganangan
--------------------------------------------------------------
Coming soon :
Spotify :
iTunes :
Deezer :
Amazon :
---------------------------------------------------------------
KADA PAPA
Bujur ini salahku
Nang tetap mengaras
Mahandakimu
Padahal lun tau
Ikam tu lain ampunku
Kuhadangi sampai
Kam cintaiku
Ku selalu badoa
Parak akan hati kita
Maraha ulun
Jadi urang katiga
Asalkan kawa
Kita basama
Kadapapa Ku marista
Kadapapa Nomor dua
Kadapapa sayang
Tatap ulun cinta
Kadapapa ikam wan inya
Ikam kada kawa badusta
Ikam bahagia
Wayah kita basama
Music credits :
Song writer : Tommy kaganangan
Music arranger : Indra dolphin
Kentrung : Yanda bebeh
Panting : Mangmoy
Publisher : Collab asia
-----------------------------------------------------------------
Video credits :
Producer : Tommy kaganangan
Directer & D.o.p : Kysahh
Cast : Tommy kaganangan , Adiezmomo & Ipul hary
Script writer : Tomkang group
Editor : Kysahh
Lighting : Rizqyq
Driver : akhmad alfy
Script continity : Mjmahendra
Wardrobe : Mr.M
Unit : G awi
Production by : Tomkangpro
Re-post by MigoBerita / Kamis/15102020/08.49Wita/Bjm
Viral Video Erick Thohir Jadi Tukang Bakso, Nadiem Makarim & Wishnutama Berseragam SMA, Lalu Jokowi?
BANJARMASINPOST.CO.ID - Viral video Erick Thohir jadi tukang bakso, Nadiem Makarim dan Wishnutama pakai seragam SMA. Sedang Presiden Jokowi lakukan ini.
Ya, dalam rangka menyemarakkan Hari Antikorupsi Sedunia, beberapa menteri yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju sepert Erick Thohir, Nadiem Makarim dan Wishnutama menyelenggarakan sebuah pentas drama.
Pada drama tersebut yang jadi video viral itu, tampil Menteri BUMN Erick Thohir yang memainkan peran sebagai penjual bakso. Sedangkan Wishnutama dan Nadiem Makarim jadi siswa SMA.
Dikutip
TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube Sekretariat Presiden,
Senin (9/12/2019), pada saat berakting sebagai tukang bakso, Erick
Thohir sempat menyindir kasus penyelundupan yang baru-baru ini sedang
hangat diperbincangkan.
Meski tak secara jelas, Erick Thohir tampak memberikan sindiran pada mantan Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Ari Askhara.
Diketahui, Ari Askhara disebut jadi dalang penyelundupan motor Harley
Davidson dan sepeda Brompton yang dibawa melalui pesawat baru milik
Garuda Indonesia.
Sindiran Erick Thohir disampaikan saat ia menceramahi komedian Bedu Tohar yang berperan sebagai anak SMA.
"Jangan mentang-mentang anak bos, malah manfaatin fasilitas," ucap Erick Thohir
yang tampak menggunakan kaos oblong berwarna hitam, topi berwarna
coklat, lengkap dengan handuk berwarna putih melingkari lehernya.
Erick Thohir kemudian berpesan kepada Bedu sembari menyelipkan pesan sindiran.
"Entar kalau lu udah gede jadi Dirut malah nitip barang-barang lu," kata Erick Thohir.
Ledekan Erick Thohir lantas mengundang tawa dari Bedu, Wishnutama dan penonton pentas tersebut.
Dikutip dari cuitan akun twitter resmi Presiden RI Joko Widodo
(Jokowi), @jokowi, Senin (9/12/2019), acara tersebut diadakan di SMKN 57
Jakarta.
Pentas tersebut memberi pesan kepada masyarakat bahwa perilaku korupsi, sekecil apa pun, tidak diperbolehkan.
Selain Erick Thohir, tampil juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dan juga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama.
Nadiem Makarim dan Wishnutama berperan sebagai siswa SMA kelas X dan XII.
Bedu tidak sendirian, ada komedian Sogi Indra Dhuaja yang turut meramaikan pentas tersebut.
Video dapat dilihat di awal
Pesan Jokowi di Pentas Drama SMKN 57 Jakarta
Dikutip dari laman setkab.go.id, Senin (9/12/2019), Jokowi yang turut
hadir dalam acara pementasan tersebut menyampaikan beberapa pesan
terkait korupsi.
"Pesan penting yang bisa ditangkap dari pentas tersebut adalah yang
namanya korupsi itu tidak boleh. Sekecil apapun itu tetap korupsi. Tidak
gede, tidak kecil, tidak boleh! Yang kedua yang namanya KKN; korupsi,
kolusi, nepotisme tidak boleh," ujar Jokowi.
Menurutnya, korupsi dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat dan juga bangsa.
“Anak-anak harus tahu mengenai ini. Karena korupsilah yang banyak
menghancurkan kehidupan kita, kehidupan negara kita, kehidupan rakyat
kita,” ujar Presiden Jokowi.
Tidak melulu soal korupsi uang, presiden mengingatkan korupsi juga dapat dilakukan dari hal yang kecil.
“Karena dari situlah bibit-bibit korupsi itu muncul, dimulai dari
yang kecil-kecil. Kalau enggak diperhatikan nanti akan membesar,
membesar, membesar dan menjadi betul-betul sebuah korupsi besar betul,”
tutur Presiden Jokowi.
Jokowi kemudian menyampaikan untuk membiasakan berpikir dan bersikap kritis terhadap lingkungan.
"Kita harus membiasakan sejak kecil untuk berpikir dan bersikap
kritis kalau ada hal-hal yang memang tidak baik. Bicaralah itu tidak
baik, ini tidak baik. Terhadap teman-teman kita, diingatkan,
diberitahu," papar Jokowi.
Ia juga meminta para orangtua untuk turut andil dalam menyebarkan nilai antikorupsi pada anak-anak mereka.
“Saya kira Bapak-Ibu juga sama, harus memberitahukan hal-hal seperti itu kepada anak-anak kita,” kata Kepala Negara.
Hal lain yang disampaikan Jokowi adalah soal kedisiplinan.
Jokowi menilai sejumlah sikap seperti disiplin, tepat waktu, percaya
diri, optimis, berpikir produktif, dan juga berpikir kolaboratif itu
penting.
“Karena itu menjadi kunci sukses bagi kita dalam kehidupan ke depan,” ucapnya.
Presiden Jokowi menegaskan, pembiasaan-pembiasan yang berkaitan
dengan nilai-nilai integritas, yang berkaitan dengan nilai-nilai
kejujuran sejak dini harus dimulai dan nanti akan menjadi sebuah budaya,
baik budaya kerja, budaya kita dalam kehidupan sehari-hari.
Acara tersebut juga dihadiri pejabat lain seperti Menteri hukum dan HAM Yasona Laoly dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
(TribunWow.com/Anung Malik/Fransisca Mawaski)
YouTube Sekretariat Presiden
Komedian Bedu (kiri), Menteri BUMN Erick Thohir (tengah), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama (kanan)
Presiden Ingin Kesadaran Antikorupsi Ditumbuhkan di Sekolah
Presiden Joko
Widodo menginginkan agar kesadaran perilaku antikorupsi ditumbuhkan
sejak dini bagi generasi muda Indonesia. Menurutnya, menanamkan
kesadaran antikorupsi tersebut penting sehingga harus dilakukan secara
besar-besaran.
Demikian disampaikan Presiden kepada awak media
usai menyaksikan pagelaran drama bertema antikorupsi di SMKN 57 Jakarta,
Senin, 9 Desember 2019. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi
Sedunia 2019.
“Kenapa di sekolah? Kita tahu, saya kira Pak
Mendikbud memiliki 300 ribuan sekolah, ada siswanya 50 juta pelajar.
Inilah yang harus menjadi target, karena apapun, demografi kita ke
depan, anak-anak inilah yang akan mengisi negara ini di titik-titik
jabatan apapun,” kata Presiden.
Oleh sebab itu, Kepala Negara
mengingatkan agar kesadaran mengenai antikorupsi harus diberikan sejak
dini kepada seluruh anak Indonesia. Dengan demikian diharapkan semuanya
sadar bahwa perilaku korupsi itu tidak benar.
“Korupsi itu tidak boleh dilakukan oleh siapa pun. Jadi penekanan itu yang ingin kita berikan,” imbuhnya.
Selain
bisa menjangkau sekitar 50 juta pelajar, kata Presiden, penanaman
kesadaran antikorupsi di sekolah juga bisa menyasar para guru yang
berjumlah sekitar 3,5 juta di seluruh Indonesia.
“Sekolah tadi masih plus guru, 50 juta siswa plus 3,5 juta guru,” lanjutnya.
Seperti
diketahui, pada hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga
mengadakan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia. Untuk itu, Presiden pun
berbagi tugas dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang menghadiri
peringatan tersebut.
“Setiap tahun saya hadir. Hanya ini kan Pak
Ma’ruf belum pernah ke sana, ya bagi-bagi lah. Masa setiap tahun saya
terus? Ini Pak Ma’ruf belum pernah ke sana, silakan Pak Ma’ruf. Saya di
tempat lain,” ungkapnya.
(BPMI Setpres)
Presiden
Joko Widodo saat memberikan keterangan pers kepada awak media di SMKN
57 Jakarta, Senin, 9 Desember 2019. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.
Presiden Jokowi: Korupsi Itu Tidak Boleh, Sekecil Apa Pun
Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa perilaku korupsi, sekecil apa pun
bentuknya, tidak diperbolehkan. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam
sambutannya saat menyaksikan drama bertema antikorupsi di SMKN 57
Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.
"Tadi anak-anak menangkap semuanya ya, pesan yang disampaikan oleh
beliau-beliau tadi, ya? Bahwa yang namanya korupsi itu tidak boleh,
sekecil apa pun, itu tetap korupsi, tidak gede, tidak kecil, tidak
boleh!" kata Presiden di hadapan para siswa SMK.
Tidak hanya korupsi, kolusi dan nepotisme juga merupakan perbuatan yang
dilarang. Presiden mencontohkan, anak yang masuk diterima di perguruan
tinggi karena menggunakan posisi ayahnya sebagai pejabat, tanpa
menggunakan aturan yang seharusnya.
"Mau masuk ke perguruan tinggi, mentang-mentang bapaknya pejabat, enggak
pake aturan main langsung diterima, itu juga tidak boleh. Kembali lagi,
yang namanya KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) tidak boleh," ujarnya.
"Anak-anak sejak dini harus tahu mengenai ini, karena korupsilah yang
banyak menghancurkan kehidupan kita, kehidupan negara kita, kehidupan
rakyat kita," imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden menyaksikan drama bertajuk #PrestasiTanpaKorupsi.
Drama tersebut diperankan oleh tiga menteri, yaitu Menteri BUMN Erick
Thohir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dan Menteri
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. Selain itu tampil
juga seniman Bedu dan Sogi.
Dalam drama tersebut diceritakan siswa yang hendak menggunakan uang
pentas seni (pensi) untuk kepentingan pribadinya, yaitu membeli bakso.
Bedu yang menampilkan peran tersebut kemudian mendapat nasihat dari
Erick Thohir yang berperan sebagai penjual bakso di sekolah tersebut.
"Jadi contoh yang bisa kita ambil dari drama tadi adalah ya satu, kita
tidak boleh mengambil sesuatu yang bukan hak kita, benar? Tadi kan uang
kas yang akan dipakai untuk Pensi (pentas seni), dipakai beli bakso,
enggak boleh. Sekecil apa pun tidak boleh karena itu uang bersama dari
anak-anak yang sudah dikumpulkan secara gotong royong, hati-hati hal-hal
seperti itu. Korupsi itu dimulai dari hal-hal yang kecil seperti ini,"
jelas Presiden.
Dari drama tersebut, kata Kepala Negara, bisa diambil pelajaran bahwa
korupsi itu tidak hanya korupsi uang, tetapi juga korupsi waktu. Dalam
drama ditampilkan seorang siswa mengajak siswa lainnya untuk tidak
mengikuti pelajaran. Menurut Presiden, itulah bibit-bibit perilaku
korupsi yang jika dibiarkan akan membesar.
"Memang korupsi itu dimulai dari hal-hal yang kecil-kecil. Kalau yang
kecil-kecil ini tidak diperhatikan, larinya nanti ke yang besar. Korupsi
waktu pun tidak boleh. Tadi yang ada mau masuk kelasnya mundur-mundur
tadi, enggak boleh," ungkapnya.
Oleh sebab itu, Presiden berpesan kepada semua pihak untuk membiasakan
berpikir dan bersifat kritis sejak kecil. Presiden juga mengajak semua
pihak untuk membiasakan hidup disiplin, tepat waktu, percaya diri,
optimistis, berpikir produktif, dan kolaboratif. Karena menurutnya,
sikap-sikap tersebut yang akan menjadi kunci sukses dalam kehidupan ke
depan.
"Sekali lagi, pembiasaan-pembiasaan yang berkaitan dengan nilai-nilai
integritas, yang berkaitan dengan nilai-nilai kejujuran, sejak dini
harus kita mulai dan nanti akan menjadi sebuah budaya, baik budaya
kerja, budaya kita dalam kehidupan sehari-hari kita," tandasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, yaitu Menteri BUMN Erick Thohir,
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, dan Gubernur DKI Jakarta Anies
Baswedan.
Jakarta, 9 Desember 2019
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Website: https://setpres.setneg.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden
Sumber Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=GsaSOrP0leo
Re-post by MigoBerita /Selasa/10122019/14.32Wita/Bjm
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan hadiah istimewa untuk
para penulis blog atau Blogger yang berhasil menjadi juara dalam lomba
penulisan isu transportasi terkini.
Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan hadiah istimewa untuk para penulis blog atau Blogger yang berhasil menjadi juara dalam lomba penulisan isu transportasi terkini.
Masifnya
pembangunan infrastruktur transportasi di bawah kepemimpinan Joko
Widodo-Jusuf Kalla menjadi latar belakang Kemenhub menggelar lomba
menulis dengan tema 'Blogger Writing Competition Kemenhub 2019'.
Sejumlah
pencapaian dan kemajuan pembangunan nasional, seperti penyelesaian
pembangunan Bandara Kertajati di Jawa Barat, dan jaringan transportasi
Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta juga menjadi alasan Kemenhub
menggelar lomba tersebut.
Pembangunan yang berorientasi kepada
peningkatan konektivitas antardaerah dan intrawilayah, program
pembangunan yang menyapu hambatan mobilitas, baik pada sektor
transportasi darat, udara, laut, maupun berbasis rel juga tidak lepas
dari sorotan Kemenhub.
Guna merekam jejak pembangunan tersebut,
serta sebagai wadah temu gagasan mengembangkan perekonomian seiring
peningkatan konektivitas itu, Kemenhub membuka pintu gagasan dari
publik.
Salah satunya melalui ajang lomba kali ini.
Bagi para Blogger, berikut syarat dan ketentuan 'Blogger Writing Competition Kemenhub 2019' : Tema : Transportasi Unggul,Indonesia Maju
(Konten
tulisan menggambarkan keunggulan/kinerja transportasi Indonesia selama 5
tahun terakhir, yang berdampak pada kemajuan bangsa dan negara)
Sub tema :
Solusi transportasi modern berteknologi tinggi.
Keandalan transportasi untuk dukung ekonomi dan pariwisata.
Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan transportasi saat ini.
Konektivitas untuk pemerataan pembangunan.
Kategori : Blogger Hadiah : Total uang tunai senilai Rp19 Juta.
Kriteria penilaian
Kesesuaian dengan tema : Kesesuaian tulisan dengan tema yang telah ditentukan.
Gaya penulisan : Alur penulisan dan tata bahasa penulisan.
Kualitas dan value : Kedalaman dan ketertarikan tulisan dan dampak tulisan untuk public.
Tampilan dan desain blog : Kesesuaian desain dengan tema, kerapihan widget, dan harmonisasi warna.
Syarat dan Ketentuan
Tema lomba adalah “Pencapaian Kementerian Perhubungan 5 Tahun Terakhir”, dimana dalam lomba ini memiliki 4 subtema.
Kandungan isi dan gaya tulisan harus sesuai dengan tema yang telah ditentukan.
Peserta merupakan perorangan (individu), berwarga negara Indonesia, serta berumur 17 tahun ke
Peserta merupakan penulis konten aktif di Blog minimal dalam kurun waktu 3 bulan terakhir.
Blog
merupakan blog pribadi atau blog yang menginduk platform domain apapun
(domain berbayar, wordpress, blogspot dan sebagainya) dan memiliki
pembaca aktif serta pengikut.
Pendaftaran dilakukan melalui bit.ly/lombamenulisblogkemenhub.
Peserta dapat mendaftarkan satu artikel atau lebih dengan memilih subtema.
Peserta wajib mencantumkan akun media sosial dan website Kemenhub dalam tautan (link) di tulisan yang dilombakan.
Peserta wajib mengikuti (follow) akun instagram kemenhub yaitu @kemenhub151.
Tulisan
belum pernah dan tidak sedang diikutkan dalam kompetisi penulisan lain
serta belum pernah dipublikasikan di media apapun.
Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
Setiap
artikel yang dikirimkan menjadi hak milik penyelenggara dan
penyelenggara berhak menggunakan konten yang dikompetisikan untuk
kegiatan kehumasan Kemenhub.
Peserta wajib untuk melengkapi data profile dalam form pendaftaran diri.
Peserta wajib melampirkan foto serta identitas diri (KTP/SIM) pada saat melakukan pendaftaran.
Penelitian tentang akar bajakah ini dipresentasikan di Korea Selatan (Foto: dok: IYSA)
Kayu Bajakah Obat Kanker, Khasiat Kelakai Diteliti Fakultas Kedokteran ULM
TIGA siswa SMAN 3 Palangka Raya mengharumkan Indonesia di
ajang internasional. Mereka adalah Yazid, Anggina Rafitri dan Aysa
Aurealya Maharani meneliti kandungan kayu bajakah yang berguna bagi
penyembuhan kanker. ALHASIL riset tiga siswa ini berhasil menyabet
medali emas World Invention Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan
dengan menyingkirkan 22 peserta lainnya dari berbagai negara yang ikut
berkompetisi.
Ada fakta yang menarik, ternyata sebelum memutuskan ikut ajang Youth
National Science Fair 2019 (YNSF) yang dilaksanakan di Universitas
Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Mei 2019 silam, ketiga siswa ini
mengujicoba kandungan kayu bajakah di Laburatorium Fakultas Kedokteran
ULM.
Hal ini dibenarkan Eko Suhartono, peneliti Biokimia dan Biomlekuler
Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM). Eko mengaku
takjub dengan kandungan kayu bajakah, terlebih tanaman ini merupakan
tumbuhan asli Kalimantan.
Eko mengatakan, kayu bajakah baru diketahuinya saat dikenalkan oleh
siswa asal Palangkaraya yang akhirnya menjadi juara itu. Ketika itu,
para siswa tersebut mendatangi laboratorium FK ULM meminta untuk
dilakukan penelitian terhadap kayu bajakah.
Tak berpikir lama, Eko langsung tertarik. Ia pun saat ini fokus mencari apa nama latin yang tepat dari kayu bajakah tersebut.
“Saya baru dengar dan baru tahu namanya kemarin ketika tiga siswa
SMAN III Palangkaraya datang membawa kayu Bajakah ke Lab FK ULM,
sekarang saya lagi lacak nama ilmiahnya,” ujar Eko saat dihubungi jejakrekam.com, Rabu (14/8/2109).
Kepala Sekolah SMK Telkom Banjarbaru ini mengatakan pada saat itu
laboratorium FK ULM melakukan penelitian secara kuantitatif untuk
mencari konsetrat dan kandungan senyawa dari kayu bajakah.
Hasilnya pun mengembirkan, dari hasil penelitian yang dilakukannya
hingga 3 bulan, kayu bajakah ternyata mampu membunuh sel kanker yang
diujicobakan pada mencit atau tikus putih. “Riset ini masih tahap awal,
untuk menjadi obat fitofarmaka masih perlu waktu dan riset yang lebih
mendalam,” kata Eko.
Ia pun menyarankan agar para siswa tersebut mematenkan penemuan
mereka. “Bisa dipatenkan, bukan obatnya tapi cara pembuatannya dan
konsetrasinya, yang punya gagasan kan mereka, di sini hanya membantu
untuk meneliti, walaupun kita mengerjakannya sama-sama,” ucapnya.
Eko memastikan Laboraturium Fakultas Kedokteran ULM memang meneliti
kandungan tumbuhan lokal selain kayu bajakah untuk kebutuhan medis.
“Hingga saat ini, kami banyak meneliti tumbuhan hutan seperti kelakai,
gemor, manggarsih dan lain-lain. Semuanya masih berproses dan bertahap,”
tandas Eko
Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2019/08/14/kayu-bajakah-obat-kanker-khasiat-kelakai-diteliti-fakultas-kedokteran-ulm/
Bajakah Ada Banyak Jenis dan Khasiatnya, Ini Penjelasan David Suwito
BAJAKAH dalam bahasa Dayak Ngaju berarti akar-akaran.
Sedangkan, dalam bahasa Maanyan dinamakan wakai, yakni ratusan spesies
tumbuhan pembelit-pemanjat yang ada di hutan hujan Kalimantan. Jadi,
bajakah bukan spesies, tapi nama sekelompok akar-akaran. HAL ini diungkapkan David Suwito, Widyaiswara
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam akun facebooknya, David
Su yang dikutip jejakrekam.com, Kamis (15/8/2019).
Menurut David Suwito, pemanfaatan bajakah untuk obat kanker sudah
dilakukan masyarakat Dayak Ngaju sejak ratusan tahun silam dari kearifan
lokal masyarakat setempat.
“Jadi, adik-adik SMA 2 Palangka Raya kemarin bukan penemu
pertama, hanya memperkenalkan dunia tumbuhan bajakah dalam upaya
mempresentasikan tumbuhan khas hutan hujan Kalimantan dan itu layak
untuk diapresiasi,” ucap David Suwito.
Mahasiswa doktoral ilmu lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM)
Yogyakarta ini mengingatkan agar berhati-hati menggunakan bajakah untuk
pengobatan kanker. Menurut David Suwito, hanya penduduk asli yang
mengetahui bakajah yang asli, sehingga bagi orang yang tak memiliki
penyakit jika mengkonsumsi malah menjadi racun. “Ada kandungan bahan
aktif yang kuat di dalamnya yang akan berbahaya,” beber David.
Jebolan Master of Environmental and Energy Management, University of
Twente, Enschede Belanda ini mengungkapkan ada bajakah merah yang airnya
bisa diminum dari tebasan batangnya, namun tak punya khasiat. Ada pula,
menurut David, bajakah yang bersifat racun yang digunakan sebagai tuba
untuk membuat ikan lemas, dengan terlebih dulu dipikul hingga berbusa.
“Bajakah juga bisa digunakan sebagai sampo untuk mencegah kerontokan
rambut. Ada pula bajakah yang digunakan untuk mengusir makhluk halus,
bajakah untuk mengikat sesuatu, anti bisa ular, untuk sabun mandi, obat
penyakit kulit, obat KB, obat kuat, ada lagi bajakah untuk menyembuhkan
keputihan,” tutur sarjana manajemen hutan Universitas Palangka Raya ini.
Masih menurut David Suwito, ada pula bajakah untuk memperbesar penis,
ada bajakah sangat beracun yang getahnya buat mata sumpit, ada bajakah
tempat ayun-ayun dan main di hutan dan ratusan lainnya.
“Jadi, jangan asal konsumsi bajakah. Karena jika tidak sesuai
jenisnya, malah bisa membawa maut. Nah, berdasar pengalaman dan
kesaksian, hanya bajakah kuning yang viral itu efektif untuk kanker
payudara,” kata David Suwito.
Untuk itu, peraih S2 Perencanaan Pengelola SDA dan Lingkungan
Universitar Padjajaran (Unpad) Bandung ini juga menyarankan dengan
ratusan jenis bajakah jika ingin untuk pengobatan harus dipastikan
diantar penduduk lokal yang sudah mengenal tumbuhan itu secara turun
temurun.
“Selain bajakah, sebenarnya adalah ribuan jenis tanaman obat yang
dimanfaatkan masyarakat Dayak di Kalimantan,” ucap David Suwito yang
berdarah Dayak Maanyan ini.
Dalam postingannya lagi, David Suwito juga meminta berhati-hati
dengan penawaran akar bajakah yang tengah boming dengan harga Rp 500
ribu hingga Rp 1 juta per bungkus. Menurut dia, bajakah kuning yang
berkhasiat itu juga memiliki khasiat berbeda.
“Bajakar akar kuning itu memang obat, tapi obat diabetes dan gangguan
fungsi hati bukan kanker. Berdasar tetua kampung atau ahli pengobatan
Dayak Ngaju, bajakah untuk kanker juga harus ada aturannya, tidak bisa
direbus dan diminum begitu saja,” tutur David. Sumber Foto : Khasiat.co.id
Ia menguraikan paling umum aturannya adalah yang sakit ikut ke hutan
untuk minum air langsung dari tebasan pertama di hutan, baru dilanjutkan
dengan minum rebusannya. Tahap kedua, saat menggunakan bajakah ini
tidak boleh mengkonsumsi cabe dan lada dalam bentuk apapun.
“Setelah sembuh, ada ada pamali khusus (pantangan khusus) yaitu tidak
boleh mengkonsumsi makanan olahan yang berpengawet. Biasanya hanya
disarankan makan sayur, jamur dan juhu ikan sungai segar,” tuturnya.
David menjelaskan juhu merupakan masakan khas Dayak yang dibumbui
seperti asam kuning plus diberi sayuran hutan atau sayur organik dari
ladang. “Berikutnya, tidak boleh makan makanan hangus atau berkerak,”
katanya.
Untuk ke hutan, pengambilan bajakah untuk kanker ini ada syaratnya
juga, semisal beras dan telur dalam piring untuk meminta izin ke
“pemilik hutan”. Begitu pula, dalam kondisi khusus, tabib tradisional
juga akan mengkombinasikan dengan konsumsi bawang Dayak merah dan akar
benalu,” tuturnya.
Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2019/08/15/bajakah-ada-banyak-jenis-dan-khasiatnya-ini-penjelasan-david-suwito/
Muncul Seruan 'Patenkan' Akar Bajakah, Siapa yang Berhak Melakukan?
Jakarta - Siswa SMAN 2 Palangkaraya meneliti akar bajakah sebagai obat kanker payudara dan menang dalam sebuah kompetisi internasional. Sejak itu, muncul seruan untuk mematenkan herba asli tanah Dayak tersebut. Berkat
riset itu, dua siswa SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mampu
mengharumkan nama Indonesia di ajang kompetisi Life Science di Seoul,
Korea Selatan 2019. Namun, apakah serta merta akar bajakah bisa
dipatenkan?
Ahmad
Fathoni, M.Si dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Pusat
Penelitian Biologi mengatakan bahwa sebelum dipatenkan, suatu bahan obat
harus memenuhi aspek aman, berkhasiat dan berkualitas. Selain itu juga
harus terjaga dan terstandar.
"Sebenarnya paten itu untuk tujuan komersial karena paten adalah hak
eksklusif inventor atas invensi di bidang teknologi selama waktu
tertentu melaksanakan sendiri atau memberikan persetujuan kepada pihak
lain untuk melaksanakan invensinya," katanya pada detikHealth. Rabu
(13/8/2019). Setelah diteliti, akar bajakah akan meningkat
klasifikasinya menjadi bentuk sediaan Obat Herbal Terstandar (OHT).
Setelah itu, baru bisa dipatenkan. Tahapan riset yang dibutuhkan untuk
menuju ke sana bisa disimak dalam artikel berikut:
Jalan Panjang Akar Bajakah untuk Bisa Jadi Obat Kanker Payudara
Jakarta - Viral herba tradisional suku Dayak dari tanaman Bajakah yang disebut-sebut bisa menyembuhkan kanker payudara.
Bermula dari penelitian siswi SMAN 2 Palangkaraya yang menjuarai sebuah
kompetisi di Korea Selatan, tanaman ini lantas bikin penasaran. Koordinator
Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus Balai Besar Penelitian dan
Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Danang
Ardiyanto, mengingatkan butuh proses panjang bagi sebuah obat
tradisional untuk bisa diterima sebagai terapi standar.
Ia
mengatakan ada beberapa tahapan uji yang terlebih dulu harus dilakukan
untuk memastikan kebenaran suatu obat herbal mampu menyembuhkan suatu
penyakit.
"Butuh waktu 3 sampai 20 tahun untuk klaim menyembuhkan," kata Danang saat dihubungi detikHealth, Selasa (13/8/2019). Proses
riset memakan waktu bertahun-tahun sebab harus melewati beberapa fase
penelitian yang panjang. Mulai dari uji pra klinik sampai dengan uji
klinik.
Menurut Danang, riset biasanya dimulai dengan uji pra klinik pada hewan yang terdiri dari 5 tahapan. 1. Uji eksperimental in Vitro Tujuannya
untuk membuktikan klaim sebuah obat. Ekstrak diberikan pada sebagian
organ yang terisolasi, kultur sel atau mikroba. Pengamatan dilakukan
pada efek yang ditimbulkan. 2. Uji eksperimental in Vivo Pengujian dilakukan pada hewan percobaan seperti tikus, kucing, anjing, kelinci, dan mencit untuk membuktikan klaim obat. 3. Uji toksisitas akut Tujuannya untuk mengetahui LD (Lethal Dose) 50 sebuah obat. Semakin tinggi LD 50, maka obat semakin aman. 4. Uji toksisitas Subkronik Setiap
hari dalam 3 bulan, hewan diberi ekstrak. Tujuannya untuk mengamati
kelainan akibat konsumsi obat yang diamati. Efek akumulasi obat menjadi
fokus dalam tahap ini. 5. Uji toksisitas khusus Tujuannya untuk melihat keamanan obat dalam jangka panjang.
Bila
obat terbukti aman dan berkhasiat pada hewan coba, maka riset bisa
dilanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu uji klinik pada manusia. Uji
klinik pada manusia terdiri dari 4 fase. 1. Uji klinis fase 1 Untuk
mengetahui efek dan farmakokinetik (proses obat sejak diminum hingga ke
luar dari tubuh). Uji ini dilakukan pada relawan yang sehat untuk
mengetahui keamanannya. 2. Uji klinis fase 2 Obat diberikan bagi orang sakit untuk membuktikan khasiatnya. 3. Uji klinis fase 3 Jumlah
sukarelawan diperbanyak dan lokasi diperluas. Jika obat teruji aman
baru bisa memasuki tahap selanjutnya untuk dapat izin edar dan
dipasarkan. 4. Post, Marketing, Surveillance Fase ini untuk memastikan obat yang beredar di masyarakat tidak ada bahayanya dan memiliki harga yang baik.
Sumber Artikel : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4664158/jalan-panjang-akar-bajakah-untuk-bisa-jadi-obat-kanker-payudara
Viral 2 Siswi SMA Temukan Obat Kanker Payudara dari Herba Tradisional Dayak
Jakarta - Media sosial belakangan ini dihebohkan oleh prestasi 2 siswi SMAN 2 Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Keduanya meneliti herba tradisional Suku Dayak untuk obati kanker payudara. Dua
putri dari tanah Dayak tersebut berhasil mencetak prestasi yang
membanggakan bagi Indonesia di mata dunia. Aysa Aurealya Maharani dan
Anggina Rafitri sukses memperkenalkan obat tradisional yang mampu
menyembuhkan penyakit tumor ganas, yaitu kanker payudara, di kompetisi
internasional.
Dikutip
dari Official Account Indonesian Young Scientist Association (IYSA),
Aysa dan Anggina sebelumnya telah mengikuti lomba Youth National Science
Fair 2019 (YNSF) di Universitas Pendidikan Bandung (UPI).
Setelah lolos menjadi salah satu pemenang di perlombaan YNSF, keduanya
dikirim sebagai perwakilan dari Indonesia untuk mengikuti World
Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan pada 25-27 Juli 2019
lalu.
Kedua siswi dari SMAN 2 Kota Palangka Raya ini berhasil meraih Gold
Medals dalam ajang WICO melalui obat kanker yang dihasilkan dari tanaman
alami. Tamanan yang mereka perkenalkan dalam ajang tersebut adalah Akar
Bajakah Tunggal yang berasal dari tanah Kalimantan Tengah. Diberitakan
detikHealth sebelumnya, kanker payudara terjadi akibat pertumbuhan
sel-sel dibagian payudara secara abnormal dan tidak terkendali. Sel
tersebut akan membelah dengan waktu yang sangat cepat dan berkumpul
untuk membentuk sebuah benjolan. Pada akhirnya, sel tersebut akan
menyebar ke bagian organ tubuh lainnya. Sayangnya, saat dihubungi
detikHealth, Aysa maupun Anggina masih belum berkenan untuk
diwawancara. Demikian juga dengan guru pembimbing mereka, Helita,
mengaku belum memiliki waktu untuk menjawab pertanyaan seputar prestasi
kedua siswi bimbingannya tersebut. "Maaf, untuk sementara ini kami lagi padat, Mbak," kata Helita.
Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri (dok: IYSA)
Punya Riset Seperti Akar Bajakah? FKUI Siap Dampingi Pengembangannya
Jakarta - Belakangan, Indonesia digemparkan oleh 'penemuan' obat dari akar bajakah yang dipercaya untuk kanker payudara. Siswa SMAN 2 Palangkaraya yang melakukan riset soal itu digadang-gadang sebagai generasi muda harapan bangsa. Wakil Ketua Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI),
Prof DR dr Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, mengatakan pihaknya membuka
peluang untuk mendaftarkan ide apapun dibidang kesehatan. Itu memang
tugas dari Technology Transfer Office (TTO) untuk mengembangkan inovasi
yang ada.
"Silahkan
daftarkan ide atau inovasi apapun di bidang kesehatan ke IMERI. Kita
akan dampingi ide-ide tersebut agar bisa menjadi kenyataan. Atau paling
tidak menjadi prototype," jelasnya saat ditemui di daerah Jakarta Pusat,
Kamis (15/8/2019).
Prof Iko, sapaan akrabnya, mengatakan IMERI sangat terbuka untuk umum.
Sudah 3 kali mengadakan open innovation yang pesertanya berasal dari
SMA, mahasiswa S1 hingga S3. "Di sana untuk inovasi dibidang
kesehatan, mereka kita ajak, kita jelaskan dan dibina, untuk memahami
fokus dalam melakukan pengembangan inovasi. Fokus tersebut ialah
keamanan pasien," lanjutnya. Prof Iko juga mengatakan, sebagai
lembaga penelitian pertama di Indonesia, IMERI juga melakukan untuk
melakukan pelatihan kepada inovator dan inventor. Hal ini berguna untuk
menentukan arah penelitian agar produknya bisa aman, nyaman, dan
berkhasiat baik untuk manusia. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia siap dampingi inovasi bidang kesehatan. (Foto ilustrasi: Ari Saputra)
Sumber Berita : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4667728/punya-riset-seperti-akar-bajakah-fkui-siap-dampingi-pengembangannya?_ga=2.27226681.589064098.1565921781-1006181666.1565921781
Sebelum Bajakah Viral, Tanaman Ini Lebih Dulu Diteliti Jadi 'Obat' Kanker
Jakarta - Banyak orang masih dibuat penasaran dengan tanaman Bajakah yang katanya dapat menyembuhkan kanker payudara.
Segala sesuatu tentang Bajakah masih menjadi buah bibir yang hangat
diperbincangkan. Tapi ternyata ada beberapa tanaman 'obat' kanker yang
sudah lebih dulu diteliti oleh Kementerian Kesehatan RI. Melalui
Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja), Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) telah melakukan penelitian pada 405
etnis di 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2012, 2015 dan 2017.
Ristoja telah berhasil mengidentifikasi 2.848 spesies tumbuhan obat dan
32.014 ramuan.
Berikut beberapa tumbuhan obat untuk pengobatan kanker atau tumor yang telah diteliti Ristoja dari tahun ke tahun: 1. Tahun 2012,
Ristoja menginventarisasi 506 ramuan jamu untuk pengobatan tumor atau
kanker. Sebagai contoh tumbuhan Malapari di Bengkulu, dan Alang-alang di
Sulawesi Tengah, dan Samama di Maluku Utara. 2. Tahun 2015, Ristoja juga mendapatkan informasi tumbuhan obat yang digunakan dalam ramuan untuk tumor atau kanker yaitu : - Kunyit atau kunir (Curcuma longa L.) - Sirsak (Annona muricata L.) - Mengkudu (Morinda citrifolia L.) - Sirih (Piper betle L.) - Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) - Benalu Kopi (Scurrula ferruginea (Jack) Danser) - Temulawak (Curcuma zanthorrhiza Roxb.) - Benalu teh (Scurrula atropurpurea (Blume) Danser.)
Aikabasa digunakan oleh salah satu suku di Nusa Tenggara Timur untuk mengatasi tumor atau kankerYuli Widiyastuti - Peneliti Herba Kemenkes RI
3. Tahun 2017
Ristoja juga menemukan tumbuhan obat yang berpotensi untuk mengatasi
kanker. Tercatat ada 223 ramuan kanker yang terdiri atas 244 tumbuhan
obat. Sepuluh jenis tumbuhan obat yang paling banyak dimanfaatkan untuk
pengobatan tumor atau kanker temuan Ristoja 2017 yaitu: - Kunyit (Curcuma longa L.,) - Sirsak (Annona muricata L.,) - Jahe (Zingiber officinale Roscoe) - Pinang (Areca catechu L.) - Bawang merah (Allium cepa L.) - Bawang putih (Allium sativum L.) - Sangkareho (Callicarpa longifolia Lam.) - Putri malu (Mimosa pudica L.) - Pulai (Alstonia scholaris (L.) R. Br.) - Sembung (Blumea balsamifera (L.) DC.)
4. Tahun 2018
dilakukan skrining in-vitro terhadap tanaman obat maupun formula jamu
yang dimanfaatkan untuk tumor dan antikanker. Dari hasil pengujian
terhadap beberapa sel kanker (sel kanker payudara, sel kanker kolon, dan
sel kanker serviks) diketahui bahwa ada beberapa tanaman yang
berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat antikanker yaitu: - Sembung rambat (Mikania micrantha Kunth) - Leucas lavandulifolia Sm. - Sangkarebo (Callicarpa longifolia Lam.) - Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) - Tetracera scandens (L.) Merr. - Akar batu/aikabasa (Cucurbitaceae).
Yuli
Widiyastuti, Peneliti di Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional
Tawangmangu, memberikan penjelasan bahwa sama seperti bajakah, terdapat
akar tanaman menjalar yang telah digunakan secara turun temurun untuk
mengatasi kanker yaitu Aikabasa.
"Aikabasa digunakan oleh salah
satu suku di Nusa Tenggara Timur untuk mengatasi tumor atau kanker.
Namun sampai saat ini belum berhasil diidentifikasi sampai level
spesies," kata Yuli dalam rilis Kementrian Kesehatan RI.
Ratusan jenis tanaman di Indonesia telah teridentifikasi punya potensi mengatasi kanker (Foto: thinkstock)
Jakarta - Siswa SMAN 2 Palangkaraya bikin heboh dengan risetnya tentang akar bajakah untuk obat kanker payudara. Banyak yang penasaran, tanaman apa bajakah itu sesungguhnya? Kementerian
Kesehatan RI dalam rilisnya mengatakan bakal segera menelusuri tanaman
bajakah yang bikin heboh belakangan ini. Hingga saat ini, belum jelas
betul tanaman apa yang dimaksud.
"Bajakah
sebenarnya adalah sebutan bagi batang menjalar yang menjadi bagian dari
tanaman. Istilah tanaman bajakah belum merujuk pada jenis spesies
tertentu," demikian penggalan rilis tersebut, seperti dikutip pada Jumat
(16/8/2019).
Kepala Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2TOOT)
Tawangmangu, Akhmad Saikhu, mengingatkan untuk tidak langsung percaya
terhadap klaim bajakah bisa menyembuhkan penyakit kanker. Menurutnya,
hal itu masih butuh penelitian lebih lanjut. "Penggunaan obat
tradisional atau jamu untuk menguatkan daya tahan tubuh boleh saja.
Namun tidak bisa dikatakan itu menyembuhkan kanker," kata Saikhu.
Bajakah
sebenarnya adalah sebutan bagi batang menjalar yang menjadi bagian dari
tanaman. Istilah tanaman bajakah belum merujuk pada jenis spesies
tertentuKemenkes RI
Melalui
Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja), Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) juga telah membangun database
ramuan obat tradisional. Database tersebut juga mencakup ramuan maupun
tanaman-tanaman yang berpotensi mengatasi kanker dari seluruh penjuru
nusantara. Tahun 2017, teridentifikasi ada 223 ramuan untuk
kanker yang tediri dari 244 tumbuhan obat. Sepuluh jenis tumbuhan obat
yang paling banyak dimanfaatkan untuk pengobatan tumor maupun kanker
adalah sebagai berikut: 1. Kunyit (Curcuma longa L.,) 2. Sirsak (Annona muricata L.,) 3. Jahe (Zingiber officinale Roscoe) 4. Pinang (Areca catechu L.) 5. Bawang merah (Allium cepa L.) 6. Bawang putih (Allium sativum L.) 7. Sangkareho (Callicarpa longifolia Lam.) 8. Putri malu (Mimosa pudica L.) 9. Pulai (Alstonia scholaris (L.) R. Br.) 10. Sembung (Blumea balsamifera (L.) DC.)
Sumber Berita : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4667649/ternyata-bajakah-bukan-nama-tanaman?_ga=2.27226681.589064098.1565921781-1006181666.1565921781
Kalau Tak Jadi Obat, Bisakah Akar Bajakah Dipatenkan Sebagai Jamu?
Jakarta - Masyarakat menuntut pemerintah untuk segera mematenkan penelitian mengenai akar dan kayu bajakah
sebagai obat menyembuhkan kanker payudara. Meski mematenkan riset masih
sangat memungkinkan, namun prosesnya tidak mudah dan sangat panjang
untuk mengklaim bajakah benar-benar berkhasiat dan bisa dijadikan obat. "Proses
dari akar bajakah sampai menjadi single compound itu panjang sekali.
Bisa sampai 20-25 tahun," sebut Wakil Direktur Medical Education
Research Insitute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, saat dijumpai detikHealth, Kamis (15/8/2019)
Prof
Iko, sapaannya, menyebut saat ini akar bajakah masih harus diteliti
untuk menemukan zat aktif yang paling efektif untuk menyembuhkan kanker
payudara. Namun tidak jadi masalah jika masyarakat masih ingin
mengonsumsinya dengan cara direbus tanpa ekstraksi.
"Pokoknya minum aja sejumput, direbus, namanya jamu itu nggak apa-apa tapi bukan obat," katanya. Lalu,
jika akar bajakah tak diteliti lebih lanjut sebagai obat dan hanya
berakhir sebagai jamu, apakah penelitian tersebut masih bisa dipatenkan?
"Patenkan saja jamunya," seperti yang ditulis salah seorang pembaca
detikHealth di kolom komentar.
Di
sana banyak sekali Traditional China Medicine (TCM) yang begitu hebat
karena pemerintahnya mengawasi dengan sangat baik. Orang turis aja
mampir kok beli obat China segala macam isinya apa, mahal pula.Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG(K), MPH - Peneliti FKUI
Prof
Iko menyebut, mematenkan akar bajakah sebagai jamu sangat mungkin
dilakukan tetapi dengan pengawasan dan dukungan penuh dari pemerintah.
Berkaca dari China yang memiliki banyak sekali obat-obatan herbal dan
terkenal di seluruh dunia. "China, di sana banyak sekali
Traditional China Medicine (TCM) yang begitu hebat karena pemerintahnya
mengawasi dengan sangat baik. Orang turis aja mampir kok beli obat China
segala macam isinya apa, mahal pula. Indonesia kan punya jamu
sebenarnya," tuturnya. "Kalau tanaman bajakah ketemu ekstraksinya dan mau dipatenkan jamunya, bisa kita kawal," sambungnya. Saat
ini, IMERI bekerjasama dengan salah satu perusahan farmasi untuk
meneliti ekstrak bioactivation dari berbagai jenis tanaman salah satunya
kayu manis yang sudah ditemukan dua zat aktif dan bermanfaat bagi
pengidap kencing manis. "Kalau akar bajakah bisa dilihat
potensinya dengan baik, kita pasti akan mendampingi sampai terus bisa
menjadi simplisia atau bioactivation," pungkasnya.Sumber Berita : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4667138/kalau-tak-jadi-obat-bisakah-akar-bajakah-dipatenkan-sebagai-jamu?_ga=2.27226681.589064098.1565921781-1006181666.1565921781
Heboh Kayu Bajakah, Kenapa Banyak Riset Obat Cuma 'Mangkrak' di Jurnal?
Jakarta - Riset kayu dan akar bajakah
oleh siswa SMA Palangkaraya yang memenangkan penghargaan internasional
menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam hal penelitian
di bidang kesehatan. Sayangnya saat ini masih banyak penelitian yang
hanya berujung pada makalah, disertasi, dan publikasi sehingga kurang
bermanfaat bagi masyarakat luas. Diterangkan oleh wakil Direktur Medical Education Research Insitute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI),
Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, saat ini IMERI memang sudah
memiliki sub divisi drug development research center yang bertugas untuk
mengenali, mencari, mengidentifikasi substrak yag berpotensi memiliki
ekstrak obat hanya saja yang sudah diproduksi bisa dihitung jari.
Masyarakat
kita sangat mudah disentil oleh isu yang baru, digulung. Apalagi yang
disasar adalah penyakit yang susah disembuhkan, biayanya mahal, banyak
penderitanya..Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, - Peneliti FKUI
"Sampai
sekarang dari IMERI belum ada yang jadi obat atau diproduksi massal
hanya ada beberapa yang sudah mulai didekati oleh industri. Belum ada
yang belum ada menjadi produk kecuali stemcell yang sudah
dikomersialisasikan," katanya saat dijumpai detikHealth, Kamis
(15/8/2019).
Kendala utama yang membuat banyak hasil riset menjadi mangkrak adalah
belum adanya Technology Transfer Office (TTO) sebagai jembatan yang bisa
menghubungkan antara peneliti dan industri. Padahal peran TTO adalah
membawa penelitian ke ranah industri dan terapan. "Selain itu ada kendala dari segi pemerintahan sehingga private sector kadang sulit untuk mau masuk," tambahnya. Tantangan
selanjutnya adalah proses penelitian yang memakan waktu, tenaga, dan
biaya cukup besar dan tidak diimbangi dengan dana penelitian pemerintah
yang hanya 0,03 persen dari anggaran negara. "Makanya kita harus punya
TTO yang bisa menjadi perencana agar peneliti, pihak industri dan
pemerintah juga bisa bersinergi,"
'The Power of Socmed' Soal
riset akar bajakah beberapa waktu lalu, Prof Iko memberi komentar bahwa
masyarakat menjadi sangat heboh didasari karena masifnya pemberitaan di
media sosial apalagi sasarannya adalah penyakit yang pembiayaannya
besar dan sulit disembukan. "The power of media. Medsos kan cepat
sekali. Masyarakat kita sangat mudah disentil oleh isu yang baru,
digulung. Apalagi yang disasar adalah penyakit yang susah disembuhkan,
biayanya mahal, banyak penderitanya, dikasih hope makanya musti
diluruskan," sebutnya. Meski demikian, Prof Iko sangat
mengapresiasi hasil penelitian akar bajakah dari kedua siswi tersebut.
IMERI bahkan siap membantu jika mereka ingin melakukan penelitian lebih
lanjut mengenai manfaat akar bajakah. "Yang jelas kita menghargai
itu sebuah inovasi. Hanya kita musti lihat, yang ditemukan itu apa.
Mereka juga bisa internship jadi pas liburan sekolah ke IMERI, nanti
kita ajarkan," pungkasnya.
Sumber Berita : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4666932/heboh-kayu-bajakah-kenapa-banyak-riset-obat-cuma-mangkrak-di-jurnal?_ga=2.27226681.589064098.1565921781-1006181666.1565921781
Boleh Saja Berharap Bajakah Bakal Jadi Obat, Tapi Ada Pesan dari Ahli Kanker
Jakarta - Tanaman bajakah dari Kalimantan menjadi pembicaraan setelah dianggap mampu mengobati kanker payudara.
Bajakah menjadi bahan riset Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri
dalam World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan pada
25-27 Juli 2019. Dokter ahli kanker, Prof Dr dr Aru Wisaksono
Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP, mengakui prestasi tersebut tentunya menjadi
kebanggaan negara. Namun Prof Aru mengingatkan risiko overklaim karena
manfaat bajakah masih perlu riset lebih lanjut.
"Pasien
boleh saja berharap dengan fungsi akar bajakah dalam menangani kanker.
Tapi harus diingat, bajakah masih perlu penelitian lanjutan untuk
mengetahui manfaatnya pada penanganan kanker. Konsumsi bajakah jangan
sampai menggantikan obat yang khasiatnya telah terbukti," kata Prof Aru,
Kamis (15/8/2019).
Prof Aru sendiri menyambut baik hasil riset dari 2 siswa SMAN 2 Kota
Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Menurutnya tidak mudah bagi kedua siswa
SMA tersebut untuk mencari tanaman bajakah. Kegigihan dan keuletan
keduanya melakukan riset tentu harus dihargai. Riset tersebut
tentu harus dimanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat.
Prof Aru menyarankan semua pihak membantu riset lanjutan terkait bajakah
hingga benar-benar terbukti bisa digunakan untuk menangani kanker.
Sumber Berita : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4666839/boleh-saja-berharap-bajakah-bakal-jadi-obat-tapi-ada-pesan-dari-ahli-kanker?_ga=2.27226681.589064098.1565921781-1006181666.1565921781
Ingin Patenkan Riset Kayu Bajakah dari Kalimantan? Begini Prosesnya
Jakarta - Riset yang dilakukan oleh siswi SMA Palangkaraya mengenai kayu bajakah sebagai alternatif obat penyembuh kanker payudara
mendapat respons beragam dari masyarakat. Sebagian besar menuntut
pemerintah untuk segera mematenkan hasil riset tersebut agar tidak
'dicuri' oleh negara lain. Wakil Direktur Medical Education
Research Insitute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
(FKUI), Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, menuturkan bahwa
penelitian yang berpotensi untuk diporduksi dan dikomersialisasi tentu
bisa dipatenkan seperti kayu dan akar bajakah. Apalagi Indonesia
memiliki banyak tanaman herbal yang berpotensi diteliti khasiatnya dan
digunakan sebagai obat.
"Kita
punya tanaman yang luar biasa. Tetapi harus kita pahami juga bahwa akar
bajakah memiliki banyak sekali zat yang berpotensi sebagai obat, dan
kita tidak tahu zat mana yang memberikan efek teurapetik atau
obat-obatan," tutur Prof Iko, sapaannya, kepada detikHealth, Kamis
(15/8/2019).
Prof Iko menambahkan, di akar bajakah terdapat ratusan bahkan ribuan zat
aktif yang jika ingin disebarkan ke masyarakat harus melalui tahapan
identifikasi. Ini dilakukan untuk menentukan dari sekian ratus zat
aktif, mana yang paling efektif dan mujarab sebagai obat kanker. "Kalau
kita makan bajakah saja tanpa diekstrak atau dipurifikasi, namanya
jamu. Ada penelitian lagi untuk mengekstraksi tanaman tersebut. Nah
kalau sudah jadi compund dan benar-benar hanya satu saja zat yang
terbukti, itu baru namanya obat," sebutnya. Tentu saja, proses
untuk menentukan satu-satunya zat aktif yang paling efektif untuk
menyembuhkan penyakit membutuhkan waktu yang sangat lama. "Proses dari
akar bajakah sampai menjadi single compound itu panjang sekali. Bisa
sampai 20-25 tahun," kata Prof Iko.
Kalau kita makan bajakah saja tanpa diekstrak atau dipurifikasi, namanya jamu.Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG(K), MPH - Peneliti FKUI
Untuk
penelitian yang bertujuan untuk dijadikan obat dan ingin dipatenkan pun
perjalanannya cukup panjang. Peneliti harus menentukan terlebih dahulu
single compound, cara kerjanya, efektifitas, keamanan, dan jumlah toksik
yang ada didalamnya. Soal registrasi paten, misal peneliti sudah
menemukan satu zat aktif yang terbukti, penelitian tersebut didaftarkan
di Kementerian Hukum dan HAM, Dirjen HAKI (Hak Kekayaan Intelektual).
Tapi sebelumnya dicari tahu lagi apakah penelitian tersebut memiliki
sanggahan, sudah pernah diteliti, atau bantahan terhadap penelitian
tersebut. "Biasanya prosesnya 6 bulan sampai 1 tahun dan kalau
sudah punya sertifikat, maka sudah terproteksi. Tapi yang harus diingat,
paten itu hanya berlaku 25 tahun. setelah itu jadi informasi yang bisa
dipakai oleh umum," pungkasnya.
Butuh proses panjang untuk mematenkan sebuah riset obat (Foto: iStock)
Man Ana Laulakum (Siapa Diriku) Lirik, Latin, dan Terjemahannya
KalamUlama.com– Suara Sulthonul Qulub al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa saat membaca qosidah al-Imam al-Habib Umar Muhdhor bin Abdurrohman Assegaf. Qosidah Man AnaLaulakum ini juga sering beliau baca di hadapan Guru Mulia al-Musnid al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”
Baca Juga :Sholawat NariyahBeserta Keutamaannya (Arab, Latin, dan Terjemah)
Berikut bait Qosidah “Man Ana” (Siapa Diriku):
مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا لَوْلَاكُم # كَيْفَ مَا حُبُّكُمْ كَيْفَ مَا أَهْوَاكُم Man ana man ana laulaakum , kaifa maa hubbukum kaifa maa ahwaakum
Siapakah diriku, siapakah diriku kalau tiada bimbingan kalian (guru) Bagaimana aku tidak cinta kepada kalian dan bagaimana aku tidak menginginkan bersama kalian
مَا سِوَيَ وَلَا غَيْرَكُم سِوَاكُم # لَا وَمَنْ فِى المَحَبَّةِ عَلَيَّ وُلَاكُم Maa siwaaya wa laa ghoirokum siwaakum , Laa wa man fiil mahabbah ‘alayya wulaakum
Tiada selain ku juga tiada selainnya terkecuali engkau, tiada siapapun dalam cinta selain engkau dalam hatiku
Maka tolonglah budak kalian ini, dan yang seperti kalianlah golongan yang suka menolong, dan kasihanilah kami dengan cinta kalian, maka cinta kalian membunuh dan memusnahkan musibahku
Malam selasa kemarin (19 September 2011) sesuatu yang amat bener-benar hadiah buat anak kecil. Sehabis ba’da majelis di al Munawar, saat pendosa ini memegangi tambang di depan al Munawar ba’da majelis, semua jamaah menanti habibana Munzier lewat di depan gerbang. Ada seorang anak kecil yang ingin melambaikan tangan, maka saya izinkan ia agak ke depan. Maka anak kecil itu ke depan dan saat habibana lewat anak itu melambaikan tangan. Dari kejauhan habibana sudah melihat anak kecil itu dan tersenyum kepada anak kecil itu, seakan memberikan sambutan untuk anak kecil itu, sepertinya habibana mengucapkan, “MARHABAAN!” sambil tersenyum. Perkataan memang tak terdengar, tapi saya memperhatikan mulut beliau mengucapkan itu. Setelah habibana lewat, anak kecil itu berkata kepada saya, “Ingin sekali Bang cium tangan habib!” Lalu saya berkata, “Cukup dari jauh habibana sudah tau!” Kemudian ibunya bilang kepada saya, “Abang crew?” Saya menjawab, “Bukan Bu, saya hanya bantu majelis.” “Makasih ya Bang sudah memperbolehkan anak saya agak maju tadi.” berkata ibu itu kepada saya, “anak saya sampai sakit rindu terhadap beliau Bang dan hari ini seharusnya dia ke rumah sakit tapi nangis ingin ke majelis…”
Masya Allah..
هذه القصيدة من أنا ************************* Qosidah Man Ana, Qosidah Al-Imam Umar Muhdhor Bin Abdurrahman Assegaf
من أنا من أنا لولاكم ، كيف ما حبكم كيف ما أهواكم
Man ana mananalaulaakum , kaifa maa hubbukum kaifa maa ahwaakum Siapa gerangan diriku, siapakah diriku kalau tiada bimbingan kalian ( guru ),Bagaimana aku tidak mencintai kalian dan bagaimana aku tak menginginkan tuk bersama kalian
ما سوى ولا غيركم سواكم ، لا ومن في المحبة علي ولاكم
Maa siwaaya wa laa ghoirokum siwaakum , Laa wa man fiil mahabbah ‘alayya wulaakum Tiada selain ku juga tiada selainnya terkecuali engkau, tiada siapapun di dalam cinta selain engkau dalam hatiku
أنتم أنتم مرادي وأنتم قصدي ، ليس أحد في المحبة سواكم عندي
Antum antum muroodii wa antum qoshdii , Laisa ahadun fiil mahabbati siwaakum ‘indii Kalianlah, kalianlah dambaanku dan yang ku inginkan, tiada seorangpun dalam cintaku selain engkau di sisiku
كلما زادنى فى هواكم وجدي ، قلت يا سادتي محجتي تفداكم
Kullamaa zaadanii fii hawaakum wajdii , qultu yaa saadatii muhjatii tafdaakum Setiap kali bertambah rasa cinta dan rinduku pada mu, maka berkata hatiku wahai tuanku semangatku telah siap menjadi tumbal keselamatan dirimu
لو قطعتم وريدي بحد ماضي ، قلت والله أنا فى هواكم راضي
Lau qotho’tum wariidii bihaddi maadlii , qultu wallaahi ana fii hawaakum roodlii Jika engkau menyembelih urat nadiku dengan pisau berkilauan tajam, kukatakan Demi Allah aku rela gembira demi cintaku pada mu
أنتم فتنتي فى الهوا ومرادي ، ما رضاي سوى كل ما يرضاكم
Antum fitnatii fiil hawaa wa muroodii , maa ridlooya siwaa kullu maa yardlookum Engkaulah yang menyibukkan segala hasrat dan tujuanku, tiada ridho yang ku inginkan kecuali segala sesuatu yang membuat mu ridho
كلما رمت إليكم نهو من أسلك ، عوقتني عوائق أكاد أن أهلك
Kullamaa rumtu ilaikum nahau man aslak , ‘awaqotnii ‘awaa-iq akaad an ahlik Setiap kali bergejolak cintaku pada mu selalu terhalang untuk ku melangkah, mereka mengganjalku dengan perangkap yang banyak hampir saja aku hancur
فادركوا عبدكم مثلكم من أدرك ، وارحموا بالمحبة قتيل بلواكم
Fadrikuu ‘abdakum mitslukum man adrok , warhamuu bil mahabbah qotiil balwaakum Maka tolonglah budak kalian ini, dan yang seperti kalianlah golongan yang suka menolong, dan kasihanilah kami dengan cinta kalian, maka cinta kalian membunuh dan memusnahkan musibahku
********** Mohon maaf jika ada kesalahan arti dan penulisan mohon dikoreksi *)Sumber note: Cahaya Cinta Habib Munzier Almusawa