Arsip Migo Berita

Isu PKI & Penusukan Syekh Ali Jaber, "Habib" Riziek dan Pak Jokowi

Migo Berita - Banjarmasin - Isu PKI & Penusukan Syekh Ali Jaber, "Habib" Riziek dan Pak Jokowi. Bulan September mesti dikaitkan dengan isu PKI walaupun kita tahu bersama PKI sudah FINAL Terlarang, namun isu tersebut selalu seolah digaungkan, kenapa dan ada apa, para pembaca Migo Berita harus sampai tuntas membaca artikel yang kami telah kumpulkan.. Selamat Membaca.

Ada Apa Dengan Albert? - Provokasi di Tengah Penusukan Syekh Ali Jaber

Membaca berita mengenai penusukan syekh Ali Jaber membuat penulis bertanya-tanya, apakah salah beliau sehingga menjadi korban penusukan? Penulis turut mengutuk tindakan pelaku yang tujuannya sekarang sedang dalam pemeriksaan polisi. Syekh Ali Jaber adalah ulama yang baik, adem dan ceramahnya tidak pernah berisi kebencian dan provokasi kepada pihak manapun.

Sehingga dugaan awal penulis di sini sangat tidak mungkin ada motive kebencian atau motive politik karena syekh Ali Jaber dianggap mengancam eksistensi suatu kelompok politik misalnya, lalu apa yang melatar belakangi penusukan syekh Ali Jaber ini?

Penulis menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian, namun di sini penulis memiliki beberapa opini terkait kejadian ini, dikarenakan banyak asumsi liar yang beredar di luar sana terkait kejadian penusukan ini.

Karena penulis adalah salah satu penikmat film, khususnya film yang bertema detective. Penulis jadi ingat sebuah kalimat yang berbunyi sebagai berikut “Seseorang yang tidak ada di lokasi terjadinya kejahatan, namun paling semangat berteriak, maka orang tersebut patut dicurigai terlibat dalam kasus tersebut”.

Well, tidak sepenuhnya hal tersebut benar, namun setidaknya kita bisa sedikit memiliki gambaran akan tujuan dari kasus yang terjadi belakangan ini dilihat dari respon-respon orang yang langsung bereaksi terhadap kejadian tersebut, khususnya tokoh politik, karena masalah ini sekarang sudah dibawa ke ranah politik.

Adalah seorang politisi partai demokrat bernama Zara Zettira yang langsung bereaksi ketika penusukan terhadap syekh Ali terjadi, beliau langsung menulis di akun twitter-nya bahwa terjadi penusukan terhadap Ulama yang dilakukan oleh seorang bernama Albert.

Ada apa dengan Albert? Karena penulis adalah seseorang yang selalu mencoba berpikir khusnudzon, penulis tidak langsung berpikir yang aneh-aneh tentang niat ibu Zara memposting mengenai nama Albert, sehingga penulis menemukan berita bahwa dalam video penusukan pelaku sempat mengaku bernama Albert.

Penulis juga bingung kenapa hal ini disambut meriah oleh para pendukung oposisi yang dengan semangat ikut menyebarkan di beberapa media sosial dan forum yang penulis pantau, bahwa pelaku penusukan bernama Albert.

Penulis tidak menuduh para pendukung oposisi sengaja menyebarkan, karena mereka bukan orang bodoh, mereka juga tahu soal nama tersebut nantinya akan jelas ketika polisi mengumumkan kasus tersebut. Bisa dibilang para pendukung oposisi hanya terlalu bersemangat ketika mendengar nama Albert. Mungkin mereka tiba-tiba teringat Albert Einstein? Entahlah mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang.

Tapi, apa mungkin karena nama Albert identik dengan nama kristiani sehingga tujuannya adalah membenturkan muslim dan non muslim?

Memang jarang sekali muslim menggunakan nama Albert, namun hal tersebut bukan sesuatu yang mustahil kan? Mungkin ada pembaca yang ingat seorang warga kota Malang yang bernama “Selamet Hari Natal?”

Bisa juga orang yang bernama Albert sudah menjadi mualaf seperti Felix Siaw, sehingga belum tentu seseorang bernama Albert adalah kristiani bukan? Tapi ya sudahlah lupakan saja karena polisi akhirnya bergerak cepat seperti mengetahui bahwa isu Albert ini bisa dimanfaatkan pihak-pihak tertentu, akhirnya nama pelaku bisa diketahui karena polisi memfoto pelaku memegang kertas bertuliskan nama beliau yang adalah “Alpin Andria Bin M. Rudi”.

Setelah mengetahui nama tersebut semoga ibu Zara tetap semangat posting di media sosial tentang pelaku penusukan tersebut ya. Penulis cuma mau tanya sama Ibu Zara, kira-kira huruf “M” di nama Alpin Andria Bin M. Rudi itu artinya apa ya?

Selain ibu Zara, ada beberapa tokoh lagi yang berteriak ketika penusukan terhadap syekh Ali Jaber ini terjadi. Salah satunya adalah seseorang yang katanya sedang umroh , beliau menghubungkan dengan kebangkitan Neo PKI.

Disambut dengan corong suaranya di Indonesia yang bernama Munarman. Mantan pengacara freeport ini bahkan langsung menuduh aksi dibalik kejadian ini adalah golongan Ekasila dan Trisila.

Penulis sedang tidak ingin membahas salah kaprah pendukung oposisi tentang istilah Ekasila dan Trisila ini, tapi dari sini kita tahu arah FPI adalah menuduh PDIP yang sekarang berkuasa di pemerintahan sebagai dalangnya, bagi penulis ini adalah tuduhan yang sangat prematur dan penulis berharap polisi mengusut tuntas kasus ini agar tidak dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Jika memang kejadian ini dimanfaatkan pendukung oposisi untuk melakukan provokasi demi menjatuhkan pemerintahan, penulis sungguh tidak habis pikir. Benar sekali bahwa kadang kebencian itu seperti orang yang sedang jatuh cinta.

Masa pemerintahan Jokowi hanya sampai 2024 yang artinya hanya 4 tahun lagi, namun bagi orang yang membenci beliau, 4 tahun serasa bagai 4000 tahun. Seperti orang yang jatuh cinta ketika menunggu kekasihnya yang tak kunjung tiba, 1 jam pun serasa seperti 1 tahun. 

Sumber :

https://www.jpnn.com/news/syekh-jaber-diserang-munarman-beber-instruksi-fpi-untuk-laskar-pembela-islam

https://www.suara.com/news/2020/09/14/110224/nama-penusuk-syekh-ali-jaber-itu-alpin-andria-kenapa-bisa-jadi-albert

Ada Apa Dengan Albert? - Provokasi di Tengah Penusukan Syekh Ali Jaber

Sumber Utama : https://seword.com/politik/ada-apa-dengan-albert-provokasi-di-tengah-ICBF8pbNtN 

Diduga Penyerang Syekh Ali Jaber Suruhan Anti Pemerintah

Penikaman Syekh Ali Jaber di Masjid Fallahudin, Bandar Lampung masih menyisakan misteri. Siapa sebenarnya Alpin Andria yang melakukan penikaman terhadap Syekh Ali Jaber tersebut? Dari informasi orang tua pelaku dikabarkan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa setelah 4 tahun ditinggal ibunya menjadi TKW di Hong Kong.

Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa pelaku tidak mengalami gangguan jiwa, artinya pelaku adalah orang waras yang masih eksis di media sosial.

Pertanyaannya adalah jika pelaku tidak mengalami gangguan jiwa, lalu kenapa pelaku nekat melakukan percobaan pembunuhan kepada Syekh Ali Jaber yang sedang berceramah di panggung Masjid Fallahudin?

Teori bahwa pelaku disuruh untuk melakukan pembunuhan terhadap Syekh Ali Jaber pun merebak. Karena secara emosional pelaku tidak ada hubungan sakit hati dengan Syekh Ali Jaber. Dan teori bahwa pelaku melakukan rencana pembunuhan tersebut atas suruhan seseorang lebih masuk akal daripada pelaku dianggap sebagai penderita gangguan jiwa.

Apalagi diketahui bahwa pelaku sampai saat ini masih menganggur serta istrinya baru melahirkan, sehingga memerlukan biaya hidup. Jadi teori bahwa pelaku melakukan rencana pembunuhan tersebut sangat masuk akal.

Tetapi pertanyaan siapa dalang yang menyuruh pelaku melakukan pembunuhan kepada Syekh Ali Jaber?

Menurut Rizieq Shihab pentolan FPI yang sekarang masih umrah di Arab Saudi dan belum juga kembali-kembali tersebut, bahwa rencana pembunuhan Syekh Ali Jaber tersebut berhubungan dengan neo-PKI. Tetapi apa yang disebut dengan neo-PKI dan siapa pemimpinnya tak dijelaskan oleh Rizieq Shihab. Kemungkinan besar Rizieq Shihab hanya melemparkan isu untuk mengalihkan perhatian kepada dalang sebenarnya.

Apalagi ini bulan September yang mana isu-isu kebangkitan PKI sedang ditiupkan oleh barisan-barisan sakit hati yang terdepak dari pemerintahan saat ini. Padahal mereka sendiri tidak yakin di mana dan siapa PKI tersebut.

Sedangkan Novel Bamukmin, Wasekjen DPP PA 212 yang juga anak buah Rizieq Shihab itu menduga bahwa penusukan Syekh Ali Jaber tersebut berhubungan dengan kriminalisasi ulama yang selama ini terjadi. Siapa yang melakukan kriminalisasi ulama tidak dijelaskan oleh Bamukmin.

Biasanya ulama-ulama yang bermasalah dan kemudian dianggap sebagai kriminalisasi ulama adalah yang berseberangan dengan pemerintah. Ulama-ulama yang senang mencaci maki pemerintah dan terlibat masalah dengan hukum. Kemudian dianggap sebagai kriminalisasi ulama jika ulama tersebut berurusan dengan pihak berwajib.

Saya kira dugaan Novel Bamukmin ini sangat keliru. Dan Bamukmin juga tidak menjelaskan siapa pihak yang mengkrimalisasi ulama tersebut. Apakah Bamukmin menganggap bahwa pemerintah saat ini adalah pihak yang kriminalisasi ulama? Jika benar, lalu apa hubungannya pemerintah dengan penusukan Syekh Ali Jaber?

Sedangkan kita ketahui bahwa Syekh Ali Jaber adalah seorang ulama yang santun. Setiap kata-katanya menyejukkan dan membawa damai. Serta Syekh Ali Jaber juga dalam tiap ceramahnya tidak pernah mengecam pemerintah. Malahan Syekh Ali Jaber menyuruh jemaahnya untuk selalu mendukung pemerintah.

Kita tahu bahwa Syekh Ali Jaber selalu berada di pihak pemerintah. Jadi, ada kemungkinan ada pihak-pihak yang tidak senang akan sepak terjang Syekh Ali Jaber yang selalu mendukung pemerintah. Ada pihak-pihak yang selama ini membenci pemerintah mencoba untuk menyingkirkan ulama seperti Syekh Ali Jaber ini agar tujuan mereka untuk memprovokasi massa untuk membenci pemerintah tidak dihalangi oleh Syekh Ali Jaber.

Saya kira teori ini lebih masuk akal, daripada sekedar kriminalisasi ulama atau pun kebangkitan neo-PKI yang tidak jelas juntrungannya itu.

Jadi pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh ceramah damai dan sejuk dari Syekh Ali Jaber ini mencoba untuk melenyapkan Syekh Ali Jaber. Tapi untungnya Tuhan masih melindungi Syekh Ali Jaber dan Indonesia. Penusukan tersebut hanya mengenai lengan kanan Syekh Ali Jaber. Dan saya tidak bisa membayangkan jika tikaman dari pisau pelaku mengenai dada Syekh Ali Jaber.

Karena rencana pembunuhan terhadap Syekh Ali Jaber tersebut gagal, maka mereka mencoba untuk memfitnah pihak lain serta ingin melepaskan diri dari tanggung jawab. Ini adalah perbuatan seorang pengecut yang hanya bisa menunjuk orang lain, padahal dirinya sendiri ada dibalik insiden tersebut.

Dan harapan dan doa saya adalah semoga Tuhan tetap melindungi negeri ini dari tangan-tangan jahat yang ingin melihat kehancuran negeri yang indah ini.

Diduga Penyerang Syekh Ali Jaber Suruhan Anti Pemerintah

Sumber Utama : https://seword.com/politik/diduga-penyerang-syekh-ali-jaber-suruhan-anti-6goaliouyk

Wow! FPI Anggap Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Termasuk 'Perang'

Setelah Imam Besar FPI, Rizieq Syihab bersuara terkait kasus penusukan Syekh Ali Jaber dengan tudingan ada PKI dibalik penusukan tersebut, kali ini giliran Jubir FPI, Munarman. Seperti sudah terskenario dan terkomando bahwa FPI harus bersuara setelah imam besarnya bersuara.

Kasus penusukan Syekh Ali Jaber adalah kasus seksi dan sensitif. Selain terjadi di bulan September yang bertepatan dengan G 30 S PKI, pelaku serta motif pelaku menusuk Syekh Ali Jaber sangat janggal. FPI tak boleh melewatkan kasus seksi seperti ini. Harus bisa dimanfaatkan untuk "cari panggung" setelah tenggelam karena sempat tidak diperpanjang surat izin oleh pemerintah karena tidak mau menghapus kata khilafah di dalam AD/ART organisasi.

Isu kebangkitan PKI harus digelorakan lewat kasus penusukan Syekh Ali Jaber dan FPI lah yang wajib bertugas mengangkat isu itu. Sebab, sejak dulu kala, hanya FPI yang ribut dengan isu kebangkitan PKI. Beberapa kali juga melakukan ritual membakar bendera berlogo palu arit tanpa pernah mau menjelaskan mendapatkan bendera itu dari mana.

Juru bicara FPI Munarman mengatakan Komando Laskar Islam diminta untuk menggali seluruh informasi terkait pelaku berinisial AA tersebut. Mulai dari identitas diri, keluarga, lingkungannya, hingga menemukan aktor yang menyuruh si pelaku. Di sini Munarman mencoba merampok tugas polisi. FPI seharusnya tidak berhak melakukan hal itu karena sudah ada polisi yang bertugas. Namun Munarman mencoba cari panggung, mengajak anggota FPI untuk tampil bak seorang pahlawan yang bertugas mengamankan para ulama.

Munarman bahkan sampai mengatakan kalau sudah mendapatkan informasi terkait otak dibalik kasus penusukan, harus dilakukan qishas. Menurutnya Ini sudah dalam kondisi perang sebagaimana yang dilansir suara.com. Karena menganggap seperti kondisi perang, maka menurutnya hukum yang berlaku pun hukum perang. Munarman mengajak anggota FPI untuk menyikat habis hingga ke akar-akar sampai ke kepala-kepalanya.

Pernyataan ini sangat berbahaya. Aparat seharusnya tidak diam saja terhadap pernyataan Munarman. Dia mencoba mengangkangi tugas kepolisian. Dia menganggap polisi ini tidak ada atau tidak berguna sehingga mencoba main hakim sendiri. Mereka menganggap hukum konstitusi tidak berlaku lagi karena menurutnya kondisinya sudah seperti perang.

Benar-benar ngeri. Munarman mengajak anggota FPI untuk main hakim sendiri. Seperti biasa mereka mencoba tampil dengan gaya preman. Merasa paling kuat, merasa paling hebat dan tak ada yang bisa mencegah tindakan mereka di negeri ini.

Dengan keji, Munarman menuding kalau tindakan menyerang ulama itu dilakukan oleh kaum komunis. Seperti halnya Rizieq, dia membuat tudingan tanpa memberikan data dan argumen yang logis. Bahkan dia tak berada di tempat kejadian saat terjadi penusukan, tapi merasa tahu aktor dibalik penusukan. Benar-benar geblek.

Lebih lanjut, Munarman juga memfitnah pemerintah, dalam hal ini DPR, sebagai pihak yang mengusulkal RUU HIP. Munarman mengemukakan kalau modus pembunuhan itu biasa dilakukan oleh golongan komunis ekasila dan trisila. Hal itu dibuktikannya dengan peristiwa serupa yang terjadi beberapa kali, yakni pada tahun 1948, 1965, 1998, dan 2019 saat menjelang kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres).

Saya kira pernyataan-pernyataan Munarman sudah sangat keterlaluan. Kasus penusukan Syekh Ali Jaber sudah dibawa kemana-mana agar terus viral dan diperbincangkan. Munarman menemukan momentum untuk kembali cari panggung lewat kasus ini. Saya kira aparat mau menindak Munarman karena pernyataannya sudah sangat ngawur dan termasuk fitnah keji.

Polisi seharusnya meladeni ajakan perang yang dilakukan oleh Munarman. Tidak ada yang boleh main hakim sendiri di negara hukum seperti Indonesia. Gaya preman dalam menyelesaikan permasalahan seperti yang dilakukan FPI tidak boleh ada di Indonesia.

Meskipun saya yakin Munarman hanya omong doang, namun saya kira polisi jangan diam saja dengan provokasi darinya. Saya sangat yakin seperti halnya Imam Besarnya, Munarman hanya mulut besar. FPI saat ini sedang berada di ujung tanduk. Masyarakat pun mulai muak dengan FPI. FPI perlu kembali mencari panggung agar kembali mendapat simpati masyarakat. Perlu melakukan aksi agar kembali dianggap ormas pelindung para ulama. Mungkin perlu sesekali melakukan aksi demo menuntut pelaku penusukan dihukum seberat-beratnya. Sudah lama tidak melakukan aksi mungkin membuat FPI gatel. Mungkin juga akan ada aktor yang siap menjadi donatur. (SA)

Wow! FPI Anggap Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Termasuk 'Perang'

Sumber Utama : https://seword.com/umum/wow-fpi-anggap-kasus-penusukan-syekh-ali-jaber-2BnUkpy5Rk

Mengapa Harus Syekh Ali Jaber Yang Jadi Korban Penusukan?

Saya termasuk orang yang cukup suka dengan konspirasi. Suka penasaran dan mempertanyakan sesuatu yang dirasa janggal dan tidak masuk akal. Menurut saya kasus penusukan Syekh Ali Jaber sangat janggal, aneh, dan lekat dengan konspirasi.

Saya mengawali dengan sebuah pertanyaan, Mengapa Syekh Ali Jaber yang menjadi korban penusukan? Jika diteruskan, akan muncul pertanyaaan kenapa tidak ulama dari NU atau Muhammadiyah? Atau kenapa tidak ulama dari Kadrun seperti Nur Sugik, Tengku Zulkarnain, atau yang lain?

Kalangan fatalisme atau dalam kajian Islam dikenal dengan kelompok Jabariyah akan menjawab bahwa itu sudah merupakan kehendak Allah SWT. Bahwa apa yang menimpa Syekh Ali Jaber adalah takdir Allah yang tidak bisa ditolak.

Pada satu sisi saya sepakat bahwa apa yang menimpa Syekh Ali Jaber adalah takdir yang tak bisa ditolak. Namun kali ini saya bukan sedang membahas takdir. Saya tertarik kenapa Syekh Ali Jaber yang menjadi korban penusukan.

Menurut Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyaari, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polresta Bandar Lampung, dugaan motif tersangka Alpin melakukan tindakan tersebut lantaran terbayang-bayang dengan wajah Syekh Ali Jaber. Kepada penyidik, pemuda ini mengaku sering melihat Syekh Ali Jaber di televisi. Sedangkan menurut pengakuan orang tua pelaku mengalami gangguan jiwa sejak empat tahun yang lalu.

Saya pikir alasan yang dikemukan pelaku serta orang tua pelaku sangat janggal dan tidak masuk akal. Nyaris tidak mungkin hanya karena terbayang-bayang wajah Syekh Ali Jaber lalu nekat melakukan penusukan. Jika dikejar, kenapa sampai pelaku terbayang-bayang wajah Syekh Ali Jaber? bukankah banyak penceramah lain yang sering tampil di TV. Alasan pelaku gila juga tidak masuk akal sebab dari penampilan serta jejak digital di akun medsos pelaku sama sekali tidak menunjukkan kalau pelaku orang yang mengalami gangguan kejiwaan.

Pelaku yang masih berusia 24 tahun juga menjadi tanda tanya. Saya kira motif dibalik penusukan Syekh Ali Jaber tidak sederhana. Kejanggalan dan keanehan tersebut semakin membuat saya menduga bahwa insiden ini adalah konspirasi. Syekh Ali Jaber hanya menjadi korban. Kenapa harus Syekh Ali Jaber yang menjadi korban?

Jika insiden ini memang konspirasi untuk menaikkan kembali isu kemunculan PKI, saya kira Syekh Ali Jaber adalah sosok yang tepat dijadikan korban untuk memunculkan isu kebangkitan PKI, dengan alasan-alasan berikut:

Pertama, Syekh Ali Jaber tidak terikat dengan ormas manapun. Sangat berbahaya jika yang diserang adalah ulama dari ormas tertentu seperti dari NU dan Muhammadiyah. Selain harus berhadapan dengan Banser dan Kokam, penyerangan terhadap ulama dari kedua ormas tidak bisa dijadikan alat untuk menaikkan isu munculnya PKI. Warga NU dan Muhammadiyah mayoritas tidak ada yang percaya dengan isu kebangkitan PKI. Jika ada yang menyerang ulama dari kedua ormas tersebut, yang ditangkap adalah murni karena tidak suka dengan ulama dari NU dan Muhammadiyah.

Kedua, Syekh Ali Jaber pernah ikut aksi 411 atau 212. Saya tidak tahu persis apakah beliau ikut di kedua aksi tersebut, atau hanya di salah satunya. Namun yang pasti beliau pernah ikut aksi. Fakta bahwa beliau pernah ikut aksi bela Islam sangat sensitif dan menjadi kunci agar narasi bahwa dibalik penusukan ini adalah PKI itu sukses. Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang-orang yang tidak suka dengan aksi bela Islam dianggap sebagai antek PKI.

Ketiga, Syekh Ali Jaber termasuk ulama yang isi ceramahnya sejuk. Meskipun beliau ikut aksi bela Islam, isi ceramah beliau adem dan menyejukkan. Beliau tidak pernah memprovokasi jama'ah agar membenci pemerintah. Dengan menusuk beliau, maka banyak sekali umat Islam yang merasa marah dan tidak terima sebab banyak yang suka dengan beliau.

Hal ini berbeda jika yang diserang adalah ustadz kadrun seperti Tengku Zulkarnain, Slamet Ma'arif, Nur Sugik, Novel Bamukmin, dan yang sejenis. Saya yakin tidak akan banyak mendapat simpati dari ummat Islam. Isu kebangkitan PKI pun sulit dimunculkan. Paling-paling mereka akan dianggap sedang berdrama dan play victim.

Jujur saya penasaran dengan kasus penusukan Syekh Ali Jaber yang sangat aneh dan janggal. Semoga polisi bisa mengusut lebih jauh, tidak hanya berhenti di pelaku. Jangan sampai kasus ini hanya berakhir dengan memenjarakan pelaku sekian tahun. Polisi harus mampu mengusut semuanya agar kasus ini tidak menjadi bola liar yang ujungnya hanya menyudutkan pemerintah Indonesia. (SA)

Mengapa Harus Syekh Ali Jaber Yang Jadi Korban Penusukan?

Sumber Utama : https://seword.com/umum/mengapa-harus-syekh-ali-jaber-yang-jadi-korban-0pRuhrJng1

Ada Rizieq Shihab di Balik Penusukan Syekh Ali Jaber?

Sebuah berita mengagetkan datang dari Lampung kemarin. Syekh Ali Jaber ditusuk oleh seorang anak muda bernama Alpin Andria ketika sedang menyampaikan ceramah di Masjid Falahuddin, Lampung. Berita itu segera viral. Media sosial ramai membicarakan aksi pemuda, yang masih berusia 24 tahun, yang cukup nekat dan berani itu.

Orang tua si penusuk syekh itu menyebut bahwa anaknya, Alpin Andira, sedang mengalami gangguan jiwa empat tahun terakhir. Namun, betulkah Alpin gila? Dari informasi yang beredar bahwa Alpin punya akun instagram dan facebook. Ia juga aktif mengunggah status di akun media sosialnya itu. Artinya Alpin normal dong.Masa orang gila bermedsos?

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Syekh Ali Jaber ketika berbicara kepada para awak media tadi pagi. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa penusuknya itu bukanlah sesorang yang sedang mengalami gangguan jiwa. Ia beralasan bahwa cara memburu targetnya langsung ke bagian vital, sangat berani, dan terlatih. Tindakan yang sudah terorganisasi.

Lalu mungkinkah ada orang lain yang mendalangi aksinya itu? Hingga saat ini polisi masih mendalaminya. Apa motif di balik penyerangan tersebut dan apakah mungkin ada orang lain yang menyuruh sehingga penusukan itu terjadi. Tapi menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian keluar, tidak ada salahnya jika kita mencoba menduga-duga dan menelisiknya.

Ada beberapa kemungkinan kenapa Alpin akhirnya memutuskan melakukan aksinya. Yang pertama itu tadi, dia orang dengan gangguan jiwa. Namun dari sekian banyak bukti yang tersebar di media sosial, sangat kecil kemungkinannya ia gila. Mungkin pula ia sedang mabuk alkohol atau baru saja memakai narkoba. Namun berdasarkan hasil tes urin yang dilakukan polisi, hasilnya negatif. Artinya apa? Alpin melakukannya dalam keadaan sadar.

Jika memang demikian. Lalu kenapa ia tega berbuat sesadis itu? Kita masih ingat kasus penikaman terhadap Wiranto beberapa waktu lalu. Kasusnya mirip. Dan ternyata, setelah polisi mendalami kasus itu, si penusuk mantan Menkopolhukam itu tergabung dalam jaringan teroris JAD. Penusukan itu terjadi karena pemahaman ajaran agama yang salah.

Maka kemungkinan pertama, Alpin tergabung dalam salah satu jaringan teroris. Anak-anak muda menjadi pihak yang sangat rentan disusupi oleh paham terorisme sebab mereka masih labil. Bagi seorang teroris bukanlah hal yang sulit membunuh sesamanya manusia. Jangankan membunuh sesamanya, demi ideologi, menghabisi orang tuanya sendiri pun mereka lakukan.

Kemungkinan lain adalah ia dibayar. Ada seorang warganet bernama Welzaosnitia mengaku, entah itu benar atau tidak, ia mengenal Alpin. Ia menulis bahwa Alpin itu waras. Ia tidak gila. Ia menduga, bisa jadi Alpin dibayar untuk menusuk Syekh Ali Jaber berhubung istrinya baru saja melahirkan. Sementara menurut Welzaosnitia, Alpin seorang pengangguran.

Jika benar Alpin dibayar untuk melancarkan aksinya, pertanyaannya sekarang, siapa yang membayar? Jika saya menyimak ceramah-ceramah Syekh Ali Jaber, sangat mendidik dann menyejukkan. Ia tidak pernah memojokkan pemerintah. Tidak pernah pula memfitnah dan mencaci-maki. Artinya ia tidak berada dalam barisan yang sama dengan KAMI atau PA 212.

Maka yang membayarnya pastilah mereka yang ingin negeri ini kacau-balau, mereka yang ingin merongrong persatuan dan kesatuan bangsa, mereka yang bercita-cita mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi khilafah, mereka yang selama ini begitu membenci pemerintahan Jokowi. Siapa mereka? Pikiran saya segera tertuju pada Rizieq Shihab.

Kenapa? Tidak lama berselang setelah kejadian penikaman itu, Rizieq Shihab segera bereaksi dari tempat persembunyiannya dengan mengutuk keras aksi tersebut. Ia lantas menghubungkannya dengan neo PKI. Wow! Hebat sekali! Polisi saja masih menyelidiki, ia sudah menyimpulkan. Memang, bukan sekali ini saja Rizieq berbicara PKI. Jauh hari sebelum ia kabur, ia sudah begitu lantang bersuara, pemerintahan Jokowi adalah PKI.

Nah, bisa jadi Alpin mendapat perintah dari Rizieq lewat kaki tangannya di Indonesia, dengan jumlah bayaran yang sudah disepakati tentunya, untuk melakukan aksi penusukan itu. Lihatlah, setelah kejadian itu Rizieq segera bersuara bahwa hal itu merupakan skenario PKI yang ingin menebar ketakutan agar umat muslim tidak berani datang ke masjid.

Rizieq ingin isu kebangikitan PKI terus bergelora di Indonesia. Ia ingin memecah-belah bangsa ini lewat isu itu. Sehingga ia dan orang kuat di belakangnya akan lebih mudah menguasai bangsa ini tahun 2024 nanti. Sebab semakin bangsa ini bergejolak, semakin Rizieq mendapat keuntungan. Baik keuntungan materi pun keuntungan-keuntungan lainnya.

Namun sayang, Alpin gagal melakukannya sesuai perintah. Saya yakin, rencana awal tidak hanya sekedar menusuk lengan saja. Tetapi jauh lebih sadis dari itu. Sasarannya bisa jadi dada atau leher Syekh Ali Jaber. Sehingga mereka akan dengan mudah menggoreng kejadian itu. Beruntung, Syekh Ali tidak mengalami luka yang cukup serius. Dan beberapa hari ke depan, publik tidak lagi membicarakan dan akan segera melupakannya. Gagal lagi! Gagal lagi!

Ada Rizieq Shihab di Balik Penusukan Syekh Ali Jaber?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/ada-rizieq-shihab-di-balik-penusukan-syekh-ali-wdnpzO3Xd5

Syekh Ali Jaber Lindungi Penusuknya, Zara Zettira Malah Provokasi SARA!

Peristiwa penusukan terhadap Syekh Ali Jaber (SAJ) hari Minggu kemarin (13/9) memang cukup mengagetkan. Semoga beliau lekas pulih ya, aamien… Saya sering mengikuti tausiyah SAJ terutama pada bulan puasa menjelang waktu berbuka, di sebuah tv swasta. Tausiyahnya adem tuh. Walaupun SAJ pernah bergabung dengan aksi-aksi 212, namun ceramah beliau tidak provokatif. Menggunakan kata-kata yang baik dan sopan, serta mengajak masyarakat untuk mendukung program pemerintah. Beda jauh sama yang umroh nggak balik-balik.

Perilaku sang ulama yang baik ini juga terbukti pada waktu terjadinya penusukan tersebut. Ini pendapat saya ya, kalau melihat terduga penusuk yang badannya kecil itu, nggak perlu banyak orang buat melumpuhkannya. Cukup SAJ sendiri yang badannya tinggi besar, juga sudah bisa bikin si penusuk ini terpelanting. SAJ sempat terluka karena faktor tak terduga saja. Dilansir merdeka.com, SAJ sempat mengingat wajah pelaku penusukan itu. "Anak muda banget perkiraan usia 20 tahun, orangnya kurus banget,” ujar SAJ. Sesudah kejadian penusukan, para jemaah langsung menaiki panggung, menangkap dan memukuli pelaku. "Saya kasihan lihat dihajar, dipukul. Saya bilang jangan biar dibawa oleh polisi," kata SAJ Sumber. Dalam keadaan terluka, SAJ masih sempat berusaha melindungi pelaku. Hormat saya pada SAJ.

Nah, yang jadi korban sudah menunjukkan jiwanya sebagai seorang ulama yang ikhlas. Harusnya para jemaah ya mencontoh beliau. Sangat beda jauh lah dengan para ulama berlabel 212 yang biasanya penuh caci maki dan provokasi. Yang ditiru oleh para pengikutnya, teriak takbir sambil sweeping warung, sambil melemparkan batu ke aparat. Tapi dihadang orang Dayak di Kalimantan nyalinya ciut nggak berani keluar dari pesawat, ehh… siapa itu ya?

Ok, kita lanjut ke Zara Zettira. Katanya dia ini politisi Demokrat ya, tapi itu di berita-berita tahun 2019 sih. Jadi saya tidak tahu apakah sekarang dia masih jadi kader partai Demokrat. Pada tahun 2019 itu nama Zara Zettira naik daun, karena cuitannya yang idnilai menghina pesantren. Cuitan itu sudah dihapus, namun netizen +62 selalu punya arsipnya hehehe…

Article

Waktu itu banyak sekali pihak yang mengecam cuitannya. Sampai-sampai petinggi Partai Demokrat Jansen Sitindaon memintakan maaf atas cuitan itu. Berita lengkapnya bisa dibaca di artikel media berikut :

https://makassar.tribunnews.com/2019/07/06/zara-zettira-yang-diduga-hina-pesantren-tak-hanya-politisi-demokrat-baca-seperti-apa-kehidupannya?page=all

Kalau memang dia ini masih jadi politisi partai Demokrat, saya kira pihak partai mesti memberikan pendidikan Pancasila lagi pada Zara. Karena sekali lagi dia menuliskan cuitan yang provokatif, terkait peristiwa penusukan SAJ. Berikut screenshot cuitan beserta link-nya.

Article link

Menurut Zara, cuitannya ini berdasarkan berita di media berikut ini:

Article link

Zara ini kan sudah berumur ya, maksud saya dia kan bukan abg yang suka galau jadi nggak mikir panjang sebelum bertindak. Apalagi kalau dia ini masih menjadi seorang politisi. Apa susahnya sih menunggu berita yang memuat nama asli pelaku. Toh itu kan berdasarkan pengakuan si pelaku ketika ditangkap. Nggak jelas benar tidaknya. Gitu aja masak nggak ngerti, malah langsung dibikin jadi cuitan yang provokatif.

Kalau pun benar namanya Albert, terus kenapa? Kenapa Zara mesti membuat cuitan provokatif yang bisa menyulut sentimen SARA? Politisi kok tidak mengamalkan Pancasila? Masih hapal kan sama Pancasila? Terutama sila kedua dan ketiga. Masih ingat sama Bhinneka Tunggal Ika? Tujuannya apa coba membuat cuitan yang bisa mengadu domba bangsa sendiri? Mau Indonesia pecah kaya negara di Timur Tengah? Kenapa menajamkan sentimen mayoritas dan minoritas? Situ warga negara mana sih?

Cuitan Zara ini dengan gampang dipatahkan oleh para netizen. Begitu banyak beredar foto pelaku sambil membawa nama asli dan data dirinya. Misal yang saya ambil dari media pikiran-rakyat.com di bawah ini.

Article

Kenapa nggak nunggu dulu sumber dari media-media lain, sehingga jelas namanya siapa. Kelihatan sekali niat Zara mencuit itu bukan sekedar menuliskan cuitan. Tapi memang mau provokasi. Mau membangkitkan sentimen SARA. Antara yang muslim dan non-muslim. Politisi kok pikirannya begitu, lebih suka lihat negaranya rusuh ketimbang damai. Ulama yang mengalami penusukan saja malah melindungi pelakunya. Tidak ada sekata pun provokasi yang terucap dari Syekh Ali Jaber. Perkataan beliau tetap santun dan adem seperti biasa. Lah ini politisi malah mau bikin kisruh.

Syekh Ali Jaber Lindungi Penusuknya, Zara Zettira Malah Provokasi SARA!

Sumber Utama : https://seword.com/umum/syekh-ali-jaber-lindungi-penusuknya-zara-zettira-LZSCCy1s11

Boni Hargens Benar, Kelompok Pengacau Siap Kudeta Jokowi!

Pada bulan Juni lalu, seorang analis politik senior dan Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens mengemukakan hal yang sebenarnya sudah tercium publik. Secara resmi kepada media, Boni Hargens menyatakan sudah mengantongi nama-nama para tokoh oposisi yang ingin merancang kudeta terhadap Jokowi. Mereka memakai sejumlah isu sebagai materi provokasi dan propaganda politik. Seperti isu komunisme dan potensi krisis ekonomi sebagai dampak dari wabah corona. Semua isu itu adalah instrumen untuk melancarkan serangan-serangan politik yang bertujuan mendelegitimasi pemerintahan yang sah.

Apakah mereka ini adalah “barisan sakit hati”? Ternyata bukan hanya itu, malah lebih dari itu. Boni menyebut mereka sebagai “laskar pengacau negara” dan “pemburu rente”. Pengacau, karena kelompok tersebut ingin merusak tatanan demokrasi dengan berusaha menjatuhkan pemerintahan sah hasil pemilu demokratis dan karena ingin mempertanyakan kembali Pancasila sebagai ideologi negara. Pemburu rente, karena memiliki orientasi mencari keuntungan finansial. Ada pula bandar di balik gerakan mereka, mulai dari bandar menengah sampai bandar papan atas. "Bandar menengah misalnya oknum pengusaha pom bensin dan perkebunan asal Bengkulu, dan bandar papan atas ya tak perlu saya sebutkan di sini,” ujar Boni.

Mereka terbagi jadi 4 kelompok. “…pertama kelompok politik yang ingin memenangkan pemilihan presiden 2024, kedua, kelompok bisnis hitam yang menderita kerugian karena kebijakan yang benar selama pemerintahan Jokowi. Ketiga, ormas keagamaan terlarang seperti HTI yang jelas-jelas ingin mendirikan negara syariah, dan keempat, barisan oportunis yang haus kekuasaan dan uang,” terang Boni. Sumber

Membaca itu semua, saya yakin para pembaca merasa sedang melihat para deklarator KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia), Fadli Zon, JK dan Anies sedang melintas di hadapan kita. Lalu di sela mereka ada spanduk bergambar Rizieq Shihab yang memang banyak terpasang di berbagai lokasi. Terlintas bagaimana Partai Demokrat bisa lolos mengadakan kongres di pertengahan Maret 2020, padahal katanya Anies sudah bersiap menghadapi Corona sejak Januari 2020. Lalu kenapa ratusan orang dibiarkan berkumpul dalam Kongres itu?

Kalau mereka itu adalah kelompok pengacau yang mau mengkudeta Jokowi, maka Anies bisa disebut sebagai eksekutornya. Dengan selalu menggelar konferensi pers, Anies menjadikan dirinya sebagai fokus perhatian di tengah pandemi. Bersaing dengan jubir dari pemerintah pusat. Pernyataan-pernyataan Anies pun tidak menyokong pemerintah pusat. Malah di depan media asing, Anies menjatuhkan kinerja pemerintah pusat. Mengatakan dirinya frustrasi, seakan dia yang bekerja dan pemerintah pusat yang menghalangi.

Drama ini bikin heboh sesaat saja. Hilang sendiri gara-gara Anies yang nggak becus kerjanya. Jadi gini ya, secara ilmu politik saya tidak pernah bilang Anies buodoh, karena dia memang pintar dan licik. Namun, secara keilmuan mengelola pemerintahan, Anies memang tidak becus. Buktinya, DKI Jakarta sampai tekor bandar ngurusin bansos. Akhirnya soal Jakarta sudah tidak punya uang buat bansos yang sempat disebut oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, menutupi semua kehebohan Anies dan media asing itu hehehe….

Nah, di bulan Juni, sebagai eksekutor, Anies mengizinkan lagi gerombolan 212 berdemo. Kalau mereka ini berdemo, pasti ujung-ujungnya mau menurunkan Presiden Jokowi. Sementara di bulan Juli, publik dibikin kaget dengan sudah adanya Pergub soal reklamasi di Ancol seluas 150 hektare. Katanya reklamasi itu buat publik dengan dibangunnya museum nabi dan masjid apung. Padahal luas tanah buat museum dan masjid itu kan nggak sampai 150 hektare. Timbul dugaan keras bahwa Anies sedang “menjamu” cukong pengusaha yang memiliki 50% lebih Ancol. Masuk lagi kan dalam teori Boni Hargens di atas?

Pada bulan Agustus, Anies kembali jadi eksekutor untuk kelompok lain, yakni KAMI. Di tengah pandemi dan angka Covid yang terus naik, deklarasi KAMI selalu mendapatkan izin dari Anies. Tidak pernah dibubarkan. Digelarnya 2 kali lho, di awal Agustus dan pertengahan Agustus. Sementara warga masyarakat yang kumpul-kumpul merayakan HUT Kemerdekaan RI saja dibubarkan oleh Satpol PP. Nah ini kumpul-kumpul, dengan beberapa orang yang tergolong lansia, malah dikasih izin. Publik paham bahwa KAMI ini sedang merongrong Presiden Jokowi. Menyatakan diri sebagai gerakan moral, tapi bikin kerumunan yang beresiko jadi klaster Corona hehehe situ kira rakyat sebodoh apa sampai nggak paham?

Pada bulan September ini, publik siap dengan munculnya isu PKI. Publik siap untuk menertawakan ketika ada yang koar-koar soal PKI. PA 212 sudah siap menggelar nobar (nonton bareng) film G30S/PKI di masjid-masjid dan musala di berbagai wilayah. Yang beresiko juga jadi klaster Corona. Namun, publik tidak siap dengan “jurus pukulan telak” dari Anies.

Sebelumnya sudah ada analisa bahwa nilai tukar rupiah terpengaruh oleh perpanjangan PSBB transisi di Jakarta. Namun, pasar bursa tidak begitu terpengaruh. Karena narasi yang beredar adalah narasi yang optimis, yakni pembukaan mal dan bioskop. Itu semacam sinyal bahwa walaupun PSBB terus diperpanjang, Anies akan melonggarkan kegiatan bisnis di Jakarta. Tapi, yang jadi kenyataan justru sebaliknya. Dengan sok gagah Anies menyatakan menarik rem darurat dan akan memberlakukan PSBB total. Pasar saham pun rontok hingga kehilangan Rp 300 triliun. Bahkan rupiah diperkirakan akan ikutan rontok mencapai Rp 17 ribu per 1 dolar AS pada bulan Oktober nanti Sumber. Siasat Anies terbukti jitu dan apa kata Boni Hargens di atas terbukti makin benar adanya. Walaupun banyak pihak yang mengecamnya, Anies tidak takut dong. Tanpa perlu saya jelaskan, lihat saja rentetan berita di bawah ini:

Article (kompilasi berita oleh akun facebook Adhimas Totok)

Kalau sebuah teori sudah mendekati kenyataan, tinggal bagaimana pemerintahan Presiden Jokowi menyikapinya. Yang kita tidak mau adalah sampai rakyat yang jadi korban. Seperti yang sudah pernah saya tulis dulu, Presiden Jokowi tidak akan memecat Anies, kecuali ada permintaan dari rakyat Jakarta. Pemerintahan Jokowi tidak mau main tangkap semuanya seperti yang dilakukan oleh pemerintahan Arab Saudi. Kriminalisasi ulama dan umat Islam akan jadi senjata mereka. Ini sudah kelihatan dan dipetakan ketika Bahar Smith ditangkap. Jadi harus diapakan mereka ini?

Boni Hargens Benar, Kelompok Pengacau Siap Kudeta Jokowi!

Sumber Utama : https://seword.com/politik/boni-hargens-benar-kelompok-pengacau-siap-kudeta-13oAJrN21G

Memasuki pertengahan bulan September, selalu saja ada persiapan skenario anti PKI jelang akhir bulan. Bedanya tahun ini, skenario tersebut nampaknya dibuat serapi mungkin dengan memanfaatkan peristiwa kelam yang barusan terjadi. Penusukan salah seorang ulama adalah pemantik yang sangat hebat. Meski pelaku utama sudah tertangkap, akan ada saja framing-framing yang mengarah pada kebangkitan PKI. Dalam hal ini para politisi busuk hingga dedengkot FPI tak mau ketinggalan untuk memanasi situasi.

Sebelumnya seperti dituliskan bang Ayyas bahwa Din Syamsudin mulai mengarahkan kasus ini sebagai kriminalisasi ulama dsb. Hal ini disambut oleh politisi PAN, Zara Zetira untuk membenturkan ke arah SARA dengan sengaja mengganti nama pelaku agar terlihat kebarat-baratan. Pelaku yang awalnya bernama Alfin, ditulis bernama Albert dalam salah satu twitnya. Bisa ditebak kalau ujungnya ia ingin membenturkan antar umat beragama karena nama Albert biasa identik dengan umat kristiani.

Dua politisi diatas sangat-sangat busuk dalam memframing peristiwa penusukan. Bukannya bela sungkawa, malah memanasi situasi. Karena tujuan mereka bukan pada penangkapan pelaku tapi untuk memancing kemarahan agar bisa menciptakan kerusuhan. Apalagi memasuki bulan yang sensitif seperti saat ini. Senada dengan framing oposisi, dedengkot FPI, Rizieq Shihab yang pengecut itu juga ikut membelokkan peristiwa ini sebagai kebangkitan PKI. Benar-benar sudah tidak waras.

Seperti yanh diberitakan jpnn.com, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab buka suara terkait peristiwa penusukan  yang dialami ulama kondang Syekh Ali Jaber saat melakukan ceramah di Masjid Falahudin, Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, Lampung, Minggu (13/9) sore.

mengusut tuntas kasus tersebut dan mencari tahu dalang di balik aksi penyerangan.

“Usut tuntas dan segera tangkap pelaku serta dalang pelaku. Umar mesti berhati-hati, motif dugaan kuat bisa jadi ini scenario antek PKI atau neo PKI,” kata Habib Rizieq sebagaimana disampaikan kuasa hukumnya Damai Hari Lubis, Senin (14/9).

Habib Rizieq yang kini masih berada di Arab Saudi itu pun meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Islam untuk tetap tenang.

"Semua tetap tenang dan jangan takut, umat jangan takut pola intimidasi atau provikasi mirip PKI ini,” imbuh dia.

Selain itu, Habib Rizieq juga meminta kepada masyarakat untuk tetap datang ke masjid dan berkumpul dengan para ulama.

"Tetap datang serta salat ke masjid dan selalu berkumpul dengan para ulama untuk mendengarkan tausiah atau mendapatkan ilmu dari para ulama,” tandas Habib Rizieq.

Hebatnya Rizieq Shihab bisa beragumen sejauh itu saat ia sendiri takut menghadapi proses hukumnya sendiri. Segala peristiwa ia belokkan pada gerakan PKI. Padahal sebelumnya banyak peristiwa terorisme yang lebih menelan banyak korban jiwa. Ke mana Rizieq saat peristiwa teror bom bunuh diri terjadi? Apa diam-diam ia mendukung aksi teroris, tapi kalau ada dari kalangan ulama yang diserang langsung dibelokkan pada PKI? Harusnya polisi mendalami afliasi pelaku dengan FPI karena semua orang juga tahu kalau organisasi milik Rizieq kerap melakukan persekusi di lapangan. Termasuk ucapan vulgar hingga mengancam memenggal kepala salah seorang ulama NU, Gus Muwafiq.

Kita tahu kalau FPI, HTI dan semacamnya selalu bermain dua kaki. Giliran ulama NU, seperti Habib Lutfi fotonya dibuat mainan simpatisan HTI, mereka diam seribu bahasa. Tapi giliran Rizieq, Felic Siauw yang dihujat mereka berang tak terima. Ini menunjukkan definisi ulama ala mereka dan kebanyakan ornag waras jauh berbeda. Jadi kalau ada klaim-klaim mendukung ulama ala mereka sejatinya hanya ulama ala golongan mereka. Karena di luar itu tak mereka akui keulamaannya.

Sebelum situasi bertamabah panas, ada baiknya pemerintah menjalin komunikasi dengan Syekh Ali Jaber untuk meredam emosi di lapangan. Jangan sampai tujuan bela sungkawa pada beliau diplintir untuk tujuan politik dan isu anti PKI yang dihembuskan golongan radikal. Semoga pendukung Syekh di manapun berada tak mudah terprovokasi dan bisa bersikap tenang. Dalam hal ini wapres yang juga pernah duduk sebagai ketua MUI bisa menjalin silaturrahmi agar tercipta situasi kondusif.

Begitulah kura-kura

Referensi:

https://www.google.com/amp/s/m.jpnn.com/amp/news/syekh-ali-jaber-ditusuk-habib-rizieq-shihab-menyampaikan-pernyataan-keras

Sumber Utama : https://seword.com/umum/membongkar-isu-anti-pki-yang-disusun-rizieq-cs-881x9py1kU

Berita lainnya bisa disaksikan di Youtube :

PSI DAN SKANDAL TANGGUNG JAWAB ANIES BASWEDAN DI DPRD DKI silahkan klik di https://www.youtube.com/watch?v=wRf7I0an8jA

SYEKH ALI JABER DISERANG, ISU PKI BERKUMANDANG silahkan klik di https://www.youtube.com/watch?v=Z75WtsYVOEs

SERTIFIKASI MUBALLIGH AKAN MENGELIMINASI PENDAKWAH "ABAL-ABAL" silahkan klik di https://www.youtube.com/watch?v=i-21fNZcnQI

Arief Poyuono: ANIES HARUS DIPECAT‼️ silahkan klik di https://www.youtube.com/watch?v=sxJ3gAs22t0

Rizieq Shihab Ketar-Ketir, Saudi Tangkap Ulama silahkan klik di https://www.youtube.com/watch?v=W_U38JoSdg4

HABIB T0L*L, Baru Keluar Penjara Sudah Hina Kyai NU Lagi silahkan klik di https://www.youtube.com/watch?v=mcHw2TziRAg

SYEKH ALI JABER Korban Rezim PK1? Gorengan Kadrun "BASI" silahkan klik di https://www.youtube.com/watch?v=FIFebGA_xfM

Mahfud MD Turun Tangan Kasus Syekh Ali Jaber: Jokowi Dekat dengan Syekh Ali Jaber silahkan klik di https://www.youtube.com/watch?v=SoKmzgkAV80

Re-post by Migo Berita / Selasa/150920/09.30Wita/Bjm

Saatnya Dukung Petahana atau .... : Ibnu Sina ditinggal partainya sendiri PKS yang pilih Ananda jadi Walikota Banjarmasin



Migo Berita - Banjarmasin -
Jargon kemana pilihan politik PKS berlabuh maka kita harus jadi musuh politiknya, sepertinya bakal terlihat di pilihan politik Pilkada Walikota Banjarmasin Tahun ini. Ibnu Sina yang merupakan petahana dan masih menjadi kader PKS malah ditinggal partainya sendiri PKS yang ternyata lebih memilih Ananda jadi Walikota Banjarmasin, padahal biasanya isu Gender dimusim pilkada biasanya digaungkan dalam gelaran pesta demokrasi. Namun Ternyata Partai Keadilan Sejahtera atau PKS "Membuang" salah satu kader terbaiknya pak Ibnu Sina dan menyandingkan kadernya bersama Ananda dari GOLKAR.

Apa dan bagaimana, sesungguhnya perpolitikkan di Kota Banjarmasin ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ada baiknya terus menyimak kumpulan artikel yang telah di himpun Tim Migo Berita, Jangan Lupa membacanya hingga selesai ya, Jangan sampai nanti Gagal Paham karena belum habis membaca.

Ibnu Sina Optimis Memimpin Dua periode

“Saya menghargai siapapun yang mau mencalonkan diri jadi Wali Kota Banjarmasin Tahun
2020 mendatang, justru itu lebih baik karena banyak yang berminat di bidang politik”
======================
BANJARMASIN, K.Pos – Jelang kontestasi politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tahun 2020
mendatang, ramai disebut sejumlah kandidat baru bermunculan dengan membawa keyakinan
diri masing-masing.
Sebagai incumbent yang akan ikut kembali pada pesta demokrasi tersebut, H Ibnu Sina yang
kini masih menjabat sebagai Wali Kota Banjarmasin, optimis dapat kembali memimpin daerah
itu untuk keduakalinya atau dua periode.  

Untuk pendamping atau pasangannya dalam pencalonan tersebut, pihaknya tidak menyebut
secara pasti. Termasuk apakah akan tetap bersama H Hermansyah yang kini sebagai Wakil
Walikota Banjarmasin, atau mencari pendamping baru.
“Saya menghargai siapapun yang mau mencalonkan diri jadi Wali Kota Banjarmasin Tahun 2020
mendatang, justru itu lebih baik karena banyak yang berminat di bidang politik,” ujar H Ibnu
Sina, kepada wartawan, Rabu (12/6/2019) kemarin.
Dikatakannya, bila pada pemilihan kepala daerah mendatang, banyak calon akan ikut tentu
akan lebih baik. 

Pihaknya juga enggan dan tidak ingin, jika pada Pilkada mendatang harus melawan kotak
kosong.
"Banyak calon lebih bagus lagi. Siapa pasangannya, kita lihat nanti kedepannya bagaimana saya
masih belum tahu. Mudah-mudahan tidak ada kotak kosong," ungkapnya.
Saat ini, yakin Ibnu Sina, sebelum habis masa jabatan Walikota Banjarmasin, dirinya ingin lebih
fokus dengan visi-misi yang sudah ada bersama dengan Wakil Walikota Banjarmasin, H
Hermanyah.
“Kami juga berkeinginan untuk menutaskan seluruh visi misi Baiman ini, kami merasa belum
beada dipuncak. Padahal ini sudah memasuki tahun yang ketiga,” tuturnya.
Pada tahun pertama tambahnya, saat baru menjabat baru dilaksanakan proses menata ke
dalam tubuh pemerintahan daerah itu. Kemudian di tahun kedua baru mulai melaksanakan
sejumlah program, dan di tahun ketiga ini, baru kelihatan pencapaian hasil atau fisik
pembangunan yang sedang berjalan.

Sementara untuk tahun keempat dan kelima, maka itu sudah memasuki masa persiapan maju
kembali bertanding pada pemilihan kepala daerah.
“Saya sepakat dengan Wakil Walikota Banjarmasin H Hermanyah, untuk fokus menyelesaikan
program Banjarmasin Baiman, dengan tiga program unggulan seperti pembenahan sungai,
wirausaha baru dan Smart City,” cecarnya.
“Terkait dengan pencalonan lagi maju atau tidak, saya tetap optimis,” tandasnya.

Penulis: fdl/asp
Penanggung jawab:SA Lingga 

Sumber Utama : https://kalselpos.com/2019/06/13/ibnu-sina-optimis-memimpin-dua-periode/

Pilkada Kota Banjarmasin, Ketua Tim Sukses Adu Strategi

Banjarmasin, KP – Empat pasangan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin sudah mendaftar untuk menjadi peserta dalam Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020 di Kota Banjarmasin. Jika nantinya pada tanggal 23 September 2020 mereka ditetapkan sebagai pasangan calon, maka mereka pun siap bertarung untuk memperebutkan hati masyarakat agar mau memilih mereka pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Ada pun ke empat bakal calon ini pertama adalah sang petahana Ibnu Sina yang kembali maju berpasangan dengan Arifin Noor dan diusung beberapa Partai Politik (Parpol) seperti Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Selain itu Pilkada Tahun 2020 di Kota Banjarmasin menjadi menarik setelah kehadiran srikandi Hj Ananda yang berpasangan dengan Mushaffa Zakir Lc dengan diusung oleh koalisi Parpol besar, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dan Partai Garuda.

Kemudian ada birokrat handal Abdul Haris Makie yang berpasangan dengan Ilham Nor dan diusung oleh koalisi Parpol seperti Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Selain tiga calon usungan Parpol, Pilkada Tahun 2020 di Kota Banjarmasin juga diikuti satu calon perseorangan yakni Khairul Saleh dan Habib Ali Al Habsy. Tentu akan menambah sengit persaingan perebutan kursi nomor satu di ibukota Provinsi Kalsel.

Keempat Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin tadi tentu telah menyiapkan orang – orang pilihan yang dikenal dengan sebutan tim sukses. Peran tim sukses sendiri dalam menjalankan mesin politik tidak bisa dianggap remeh. Keberhasilan calon tidak lepas dari peran besar tim sukses dalam setiap tindakkan untuk merealisasikan rencana menjadi hasil yang diharapkan.

Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin sepertinya wajib memiliki dan mempercayakan orang-orang yang kreatif, proaktif, strategis, disiplin, dan optimistis di dalam sebuah tim sukses.

Lantas siapa saja orang yang dipercaya mengatur dan menjalankan mesin politik, untuk memastikan semua program berjalan dengan maksimal oleh masing – masing Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin.

Untuk koalisi Berbenah Bersama mempercayakan Ketua Tim Pemenangan kepada Hendra yang merupakan politisi muda PKS sekaligus Ketua DPD PKS Kota Banjarmasin. Mantan aktivis kampus ini mengaku koalisi berbenah bersama sudah mulai menggerakkan mesin politiknya secara maksimal.

“Kalau serangan udara kita sudah lakukan lebih dulu dibanding calon lainnya. Dengan tim kreatif yang kami miliki ide-ide kampanye segar dan berbobot sudah kami suguhkan kepada publik agar tertarik memilih Hj Ananda dan H Mushaffa Zakir Lc,” tegasnya.

Lalu untuk serangan darat pihaknya mengaku sudah mulai melakukan konsolidasi bersama partai pengusung dan para relawan. Bahkan pembentukan relawan akan dilakukan hingga ke ‘buncu-buncu’ agar pasangan dari kalangan millenial ini bisa mendapatkan suara yang sebanyak-banyaknya.

Sumber Utama : https://kalimantanpost.com/2020/09/pilkada-kota-banjarmasin-ketua-tim-sukses-adu-strategi

PDIP memilih dukung petahanan Ibnu Sina di Pilkada Banjarmasin

"Sebenarnya tidak tiba-tiba keputusan ini,"
Banjarmasin (ANTARA) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memilih mendukung sang petahanan H Ibnu Sina yang berpasangan dengan H Arifin Noor di Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kota Banjarmasin tahun 2020.
Para petinggi DPC PDIP Kota Banjarmasin nampak ikut mendampingi H Ibnu Sina dan H Arifin Noor mendaftar sebagai pasangan calon Wali kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin ke KPU kota, Jumat.
Wakil Ketua Bidang Organisasi DPC PDIP Kota Banjarmasin Suyato membenarkan partainya ikut bergabung di koalisi pengusung petahanan Ibnu Sina dan Arifin Noor, yakni dengan PKB, Partai Demokrat dan PSI.
"Sebenarnya tidak tiba-tiba keputusan ini," ujarnya.
Dia menyatakan ini adalah keputusan DPP, sehingga pihaknya wajib patuh.
"Lebih lanjutnya bisa dijelaskan nanti ketua DPC," ujarnya.
Ketua DPC PDIP Kota Banjarmasin H Muhaimin Iskandar dan Sekretaris DPC PDIP Kota Banjarmasin Tugiatno nampak mendampingi pasangan calon mendaftar ke KPU bersama petinggi partai lainnya, karena kondisi masih pandemi COVID-19, hingga yang bisa masuk terbatas di dalam kantor KPU.
Keputusan PDIP masuk koalisi petahanan ini tidak terduga, karena PDIP sebenarnya memiliki kader yang kini juga sebagai Wakil Wali Kota Banjarmasin H Hermansyah.
Bahkan sebelumnya, PDIP menggadang-gadang Ketua DPC PDIP Kota Banjarmasin H Muhaimin yang mantan anggota DPRD Kalsel tersebut maju pada Pilkada 2020 ini.
Selain pasangan petahanan H Ibnu Sina dan H Arifin Noor yang merupakan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin, ada tiga pasang lagi calon wali kota dan wakil wali kota yang akan maju pada Pilkada Kota Banjarmasin tahun 2020 ini.
Tiga itu adalah 
pasangan Hj Ananda dan H Mushaffa Zakir yang didukung Partai Golkar, PKS, PAN dan Nasdem. 
Kemudian pasangan H Haris Makkie dan Ilham Noor yang didukung Partai Gerindra, PPP, PBB dan Hanura.
Terakhir adalah pasangan yang maju jalur perorangan, yakni, H Khairul Saleh dan Habib Muhammad Ali Alhabsy.
Editor: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2020 
PDIP memilih dukung petahanan Ibnu Sina di Pilkada Banjarmasin
Kader PDIP ikut mengantar pasangan H Ibnu Sina dan H Arifin Noor saat daftar ke KPU Kota Banjarmasin.(Antaranews Kalsel/Sukarli)

PKB Akhirnya Pilih Merapat ke Incumbent, Ibnu Sina Masih Tunggu Dukungan Internal PKS 

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kabar yang menyebut bahwa Wali Kota Banjarmasin petahana Ibnu Sina telah mendapatkan surat dukungan dari DPP PKB untuk maju di Pilwali Banjarmasin 2020 benar adanya. Hal itu diakui Ibnu saat disambangi awak media di Rumah Dinas Wali Kota Banjarmasin di kawasan Dharma Praja, Kota Banjarmasin, Sabtu (18/7/2020).

“Alhamdulillah kami sudah mendapatkan surat rekomendasi dari DPP PKB untuk maju di Pilwali Banjarmasin 2020 mendatang,” kata Ibnu.

Ia membeberkan, ‘surat sakti’ tersebut didapatkannya pada saat dirinya berapa di Jakarta beberapa hari lalu. Dan itu diserahkan langsung oleh Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar.

Kendati sudah mengantongi surat rekomendasi dari dua partai besar, Ibnu mengaku masih merasa belum cukup untuk menjadi bekal maju dalam perhelatan Pilkada 2020 nanti. Ia sendiri tetap menunggu keputusan beberapa partai yang sudah ia ajukan lamarannya kemarin. “Masih ada PKS dan Gerindra, termasuk juga partai-partai yang lain,” bebernya.

Hal ini tentu memantapkan langkah Ibnu Sina untuk berlaga di perang politik untuk mempertahankan singgasananya sebagai orang nomor satu di Kota Banjarmasin. Setelah sebelumnya juga telah mengantongi Surat Rekomendasi dari DPP Demokrat.

Karena, saat ini petahana sudah menggenggam 10 kursi. Artinya, sudah melebihi syarat minimal untuk maju dengan melewati jalur koalisi parpol, yaitu 9 kursi.

Kendati demikian, mantan legislator DPRD Kalimantan Selatan ini masih enggan menyebut siapa yang akan menjadi pendampingnya untuk maju dalam Pilwali Banjarmasin yang akan dilaksanakan pada Desember mendatang. Ia mengaku, masih mengkomunikasikan siapa nama yang pantas untuk pendampingnya di Pilwali Banjarmasin mendatang.

“Partai-partai pendukung inikan sepenuhnya percaya pada kami untuk menentukan siapa yang jadi calon Wakil Wali Kota nanti,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

 Ibnu Sina mendapat dukungan PKB di Pilkada Banjarmasin. Foto: dok kanalkalimantan

Sumber Utama : https://kanalkalimantan.com/ibnu-sina-pkb-petahana-pilkada/

Akhirnya PKS Tinggalkan Ibnu Sina, Pilih Gabung Ananda-Mushaffa di Pilkada Banjarmasin

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Seperti diduga, suara Partai Keadlian Sejahtera (PKS) tak jatuh ke incumbent Ibnu Sina. PKS memilih mendukung kubu penantang Ananda-Musaffa Zakir, dan bergabung dalam koalisi besar bersama PAN dan Partai Golkar yang kemungkinan besar juga akan segera mengeluarkan rekomendasinya.

Rekomendasi PKS kepada pasangan Ananda-Musaffa, ditetapkan berdasarkan surat keputusan No 220/SKEP/DPP-PKS/2020 tentang penetapan calon wali kota dan wakil wali kota Banjarmasin. Dalam surat tersebut, ditegaskan bahwa PKS mendukung Ananda sebagai calon Wali Kota dan Musaffa Zakir yang merupakan kadernya, sebagai calon Wakil Wali Kota. Surat tersebut ditandatangani, oleh Presiden PKS Sohibul Iman dan Sekjen Mustafa Kamal.

Surat tersebut sudah diteken sejak 13 Agustus lalu. Sehingga dalam waktu dekat, diperkirakan surat rekomendasi ini akan segera sampai ke tangan Ananda-Musaffa.

Terkait surat tersebut, Ketua DPD PKS Banjarmasin Hendra, mengatakan masih belum menerima surat tersebut. Namun demikian, ada indikasi partainya akan condong mendukung Mushaffa yang mendampingi Ananda, alih-alih mendukung Ibnu Sina.

“Indikasinya seperti itu (condong ke Mushaffa). Walaupun belum resmi, tetapi sudah ada pembicaraan ke arah situ. Dari info (yang kita dapat) seperti itu,” kata Hendra usai Tasyakuran Harlah ke-22 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Banjarmasin, Sabtu (15/8/2020) sore.

“Sebelumnya ada dua infonya. Pertama pak Mushaffa Zakir dan tentunya pak Ibnu Sina. Sepertinya sudah mengarah ke Pak Mushaffa Zakir,” imbuh Hendra.

Ia sendiri tidak menampik, akan ada perpecahan di akar rumput PKS di Kota Seribu Sungai ini. Terutama, pada pribadi akar rumput. “Namun secara struktural partai, kita tetap komitmen untuk mendukung apa yang menjadi sebuah keputusan bersama,” tegas Hendra.

Namun begitu, hingga kini pihaknya masih menunggu perkembangan dari DPW PKS Kalimantan Selatan dan DPP PKS yang mengeluarkan surat tembusan. Nantinya, jika sudah ada SK, secara resmi PKS Banjarmasin akan mengumumkan siapa yang dijagokan PKS Banjarmasin di Pilwali Banjarmasin.

Jika pasangan Ananda-Mushaffa mendapat restu dari DPP PKS, Hendra menyebutnya itu sebagai sebuah konsekuensi. Mengingat, secara organisasi PKS bersifat presidensial dan akan menurunkan keputusannya hingga ke tingkat ranting.

Kendati begitu, Hendra memastikan bahwa Ibnu Sina tetap sebagai kader PKS. “Sehingga kalaupun itu (melanggar), maka kita akan mengacu ke AD-ART. Kalau memang harus dicek secara keorganisasian,” lugas Hendra.

Sebelumnya Hendra menyebutkan, Mushaffa sempat mendaftar di PKS sebagai bakal calon kepala daerah, bersama dengan Ananda dan tentunya Ibnu Sina sendiri. Namun, seiring berjalannya waktu, Hendra menambahkan secara keorganisasian, nama-nama ini diteruskan ke DPW PKS Kalsel dan tentunya ke DPP PKS.

4“Kita tinggal menunggu dari DPP, surat rekomendasinya ke mana (arahnya). Dan itu yang kita laksanakan,” pungkas Hendra. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 Ketua PKS Banjarmasin Hendra Foto: fikri

Sumber Utama : https://kanalkalimantan.com/akhirnya-pks-tinggalkan-ibnu-sina-pilih-gabung-ananda-mushaffa/

Kader PKS Wajib Mendukung Ananda – Mushaffa

BANJARMASIN, klikkalsel.com – PKS nyatakan sikap siap mendukung pasangan Hj Ananda dan H Mushaffa Zakir, di Pilkada Walikota Banjarmasin 2020.
Ketua DPC PKS Banjarmasin, Hendra, mengatakan, DPP PKS telah mengeluarkan instruksi untuk mendukung calon yang diusung oleh PKS, terlebih lagi apabila yang diusung merupakan kader PKS sendiri.
“Hari ini kami nyatakan, bahwa ketika sudah datang perintah kepada para kader PKS untuk, memilih pasangan Ananda – Mushaffa, maka semua kader harus memilih pasangan tersebut. Otomatis ketika ada instruksi itu, mesin politik kami sudah bergerak semuanya,” ujarnya, Sabtu (5/9/2020).
Hendra juga mengatakan, PKS sudah mengumpulkan para kadernya untuk mendukung pasangan Ananda – Mushaffa dalam Pilkada Walikota 2020 ini.
“Kader sudah dikumpulkan semua, dan tidak ada kata menolak semuanya. Hari ini kita buktikan dengan hadirnya semua elemen di kader PKS itu solid semuanya untuk memilih pasangan ini,” tuturnya.
Sementara itu, berkaitan dengan adanya kader PKS yang tetap maju meski tak diberikan surat rekomendasi dari PKS, yakni H Ibnu Sina petahana Walikota Banjarmasin.
Hendra mengatakan, DPP sudah menyatakan sikap bahwa seluruh kader PKS harus mendukung pasangan yang diusung oleh PKS.
“Kita diinstruksikan untuk memilih salah satu calon yang diusung, otomatis yang bersangkutan apakah mau ikut memilih calon tersebut. Jadi kawan-kawan bisa saja menafsirkannya,” bebernya.
Ia juga mengungkapkan, apabila ada kader PKS yang tidak memilih pasangan yang diinstruksikan tersebut, maka akan diberikan sanksi. “Instruksinya kan satu, jadi kalau tidak memilih sudah pasti diberikan sanksi,” jelasnya.
Untuk kader yang tetap ngotot mencalon meski tidak diberikan rekomendasi, Hendra mengatakan bahwa ia tidak bisa memberikan komentar apapun. Namun, menurutnya kalau sudah mendaftar otomatis tidak di PKS.
“Kalau sudah mendaftar, otomatis beliau menyatakan bahwa tidak di PKS, atau bukan kader PKS lagi,” tandasnya. (fachrul)
Editor : Akhmad

Sumber Utama : https://klikkalsel.com/kader-pks-wajib-mendukung-ananda-mushaffa/

PKS Tak Dukung Ibnu-Arifin, Rekom PKS Diserahkan ke Ananda-Mushaffa di Pilwakot Banjarmasin

BêBASbaru.com, POLITIK – Seperti diduga, suara Partai Keadlian Sejahtera (PKS) tak jatuh ke incumbent Ibnu Sina. PKS memilih mendukung kubu penantang Ananda-Musaffa Zakir, dan bergabung dalam koalisi besar bersama PAN dan Partai Golkar yang kemungkinan besar juga akan segera mengeluarkan rekomendasinya. Rekomendasi PKS kepada pasangan Ananda-Musaffa, ditetapkan berdasarkan surat keputusan No 220/SKEP/DPP-PKS/2020 tentang penetapan calon wali kota dan wakil wali kota Banjarmasin. Dalam surat tersebut, ditegaskan bahwa PKS mendukung Ananda sebagai calon Wali Kota dan Musaffa Zakir yang merupakan kadernya, sebagai calon Wakil Wali Kota. Surat tersebut ditandatangani, oleh Presiden PKS Sohibul Iman dan Sekjen Mustafa Kamal. Surat tersebut sudah diteken sejak 13 Agustus lalu. Sehingga dalam waktu dekat, diperkirakan surat rekomendasi ini akan segera sampai ke tangan Ananda-Musaffa. Terkait surat tersebut, Ketua DPD PKS Banjarmasin Hendra, mengatakan masih belum menerima surat tersebut. Namun demikian, ada indikasi partainya akan condong mendukung Mushaffa yang mendampingi Ananda, alih-alih mendukung Ibnu Sina.“Indikasinya seperti itu (condong ke Mushaffa). Walaupun belum resmi, tetapi sudah ada pembicaraan ke arah situ. Dari info (yang kita dapat) seperti itu,” kata Hendra usai Tasyakuran Harlah ke-22 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Banjarmasin, Sabtu (15/8/2020) sore. “Sebelumnya ada dua infonya. Pertama pak Mushaffa Zakir dan tentunya pak Ibnu Sina. Sepertinya sudah mengarah ke Pak Mushaffa Zakir,” imbuh Hendra. Ia sendiri tidak menampik, akan ada perpecahan di akar rumput PKS di Kota Seribu Sungai ini. Terutama, pada pribadi akar rumput. “Namun secara struktural partai, kita tetap komitmen untuk mendukung apa yang menjadi sebuah keputusan bersama,” tegas Hendra. Namun begitu, hingga kini pihaknya masih menunggu perkembangan dari DPW PKS Kalimantan Selatan dan DPP PKS yang mengeluarkan surat tembusan. Nantinya, jika sudah ada SK, secara resmi PKS Banjarmasin akan mengumumkan siapa yang dijagokan PKS Banjarmasin di Pilwali Banjarmasin. Jika pasangan Ananda-Mushaffa mendapat restu dari DPP PKS, Hendra menyebutnya itu sebagai sebuah konsekuensi. Mengingat, secara organisasi PKS bersifat presidensial dan akan menurunkan keputusannya hingga ke tingkat ranting. Kendati begitu, Hendra memastikan bahwa Ibnu Sina tetap sebagai kader PKS. “Sehingga kalaupun itu (melanggar), maka kita akan mengacu ke AD-ART. Kalau memang harus dicek secara keorganisasian,” lugas Hendra. Sebelumnya Hendra menyebutkan, Mushaffa sempat mendaftar di PKS sebagai bakal calon kepala daerah, bersama dengan Ananda dan tentunya Ibnu Sina sendiri. Namun, seiring berjalannya waktu, Hendra menambahkan secara keorganisasian, nama-nama ini diteruskan ke DPW PKS Kalsel dan tentunya ke DPP PKS. 4“Kita tinggal menunggu dari DPP, surat rekomendasinya ke mana (arahnya). Dan itu yang kita laksanakan,” pungkas Hendra.

Sumber: Kanalkalimantan.com dan berbagai sumber (dengan judul: Akhirnya PKS Tinggalkan Ibnu Sina, Pilih Gabung Ananda-Mushaffa di Pilkada Banjarmasin)

PKS pilih Ananda dan Mushaffa dibandingkan incumbent Ibnu Sina (dok, jejak rekam)

Sumber Utama : https://bebasbaru.com/pks-tak-dukung-ibnu-arifin-rekom-pks-diserahkan-ke-ananda-mushaffa-di-pilwakot-banjarmasin/

Denny Siregar: PKS, HTI dan Agenda Khilafah di Pilpres 2019

JAKARTA – Gerakan #2019GantiPresiden semakin hari tidak mendapat respon positif di masyarakat karena telah disusupi oleh gerakan makar kepada NKRI. Tokoh medsos Denny Siregar menulis tentang “HTI, PKS & AGENDA KHILAFAH DI PILPRES”, berikut ulasannya:

Sejak perang Suriah tahun 2011, gerakan khilafah semakin membesar di Indonesia. Ideologi mengganti sistem negara saat ini dengan syariat Islam, terus mereka kumandangkan dimana-mana. Dan tanpa malu-malu lagi mereka membentangkan spanduk, berorasi, bahkan memaksakan pemikiran-pemikiran mereka di media sosial maupun ceramah-ceramah.

Salah satu ormas yang aktif “berjuang” supaya khilafah tegak di Indonesia adalah Hizbut Tahrir Indonesia. Hizbut Tahrir adalah organisasi terlarang yang sudah dibubarkan di banyak negara, termasuk negara-negara Timur Tengah. Kenapa? Karena mereka sejatinya selalu ingin melakukan makar di setiap negara jika ada kesempatan.

“HTI adalah gerakan revolusioner dan tidak menggunakan kekerasan, tetapi mendukung orang lain yang menggunakannya. Mereka anti demokrasi dan salah satu cabang terbesarnya ada di Indonesia..” begitu kata Sidney Jones pengamat terorisme dalam sebuah perbincangan.

Pembubaran HTI pada tahun 2017 lalu, jelas menyisakan dendam membara kepada Presiden Jokowi yang mereka anggap sebagai musuh utama. Tapi karena mereka tidak bisa bergerak leluasa sebab sudah dilarang, mereka menggunakan tangan orang lain untuk melakukannya.

Dan tangan itu ada di PKS..

Sebenarnya HTI dan PKS mempunyai ideologi yang sama, yaitu negara Islam. Hanya PKS malu-malu untuk terbuka, meski sudah condong mengarah kesana. Survey SMRC yang dilakukan bulan Mei 2017, mengungkapkan bahwa 34 persen simpatisan PKS setuju dengan adanya khilafah. Dan ini prosentase terbesar jika dibandingkan survey pada simpatisan partai lainnya..

Karena mempunyai kesamaan ideologi itulah, maka HTI mempunyai satu irisan yang sama dengan PKS. Dengan begitu, mudah bagi HTI untuk diterima masuk ke PKS dan mengembang-biakkan virusnya disana..

Pemilihan Presiden 2019, adalah salah satu cara HTI membalas dendamnya kepada Jokowi. Dan jika mereka menang, maka mereka akan semakin brutal memasukkan orang-orangnya ke semua sistem pemerintahan dan satu waktu mereka akan mengganti sistem itu dengan khilafah, yang sesuai ideologi mereka.

Itulah gerak panjang HTI yang sudah mereka susun dengan baik. Dan -sekali lagi- mereka tidak malu-malu untuk mengungkapkan itu di depan publik.

Video yang viral dimana Mardani Ali Sera, ketua DPP PKS, berpasangan dengan Ismail Yusanto, petinggi HTI, menunjukkan betapa HTI masih dengan bangga memproklamirkan ideologinya. “Ganti sistem..” Kata Ismail disamping Mardani yang berseru, “Ganti Presiden..”

HTI jelas tidak takut pada pemerintah Indonesia, yang dinilai tidak sekeras pemerintah Turki, misalnya, dalam menindak orang-orang HTI.

Di Turki tahun 2009, pemerintah sana menahan orang-orang Hizbut Tahrir, bukan hanya membubarkan ormasnya. Bahkan di Rusia, HT dikategorikan sebagai organisasi teroris. Di Malaysia saja, pemerintah sana pada tahun 2015 memfatwakan, bahwa HT adalah kelompok yang menyimpang dan siapapun yang mengikuti gerakan pro-khilafah akan menghadapi hukum.

Kenapa Jokowi tidak bisa keras dan tegas pada HTI ini?

Sulit. Karena jika Jokowi pakai tangan besi dalam menindak orang-orang HTI, maka isu “anti Islam” akan digoreng keras dan dijadikan rudal untuk menjatuhkannya. Lawan Jokowi sudah terlalu banyak, mulai mafia sampai politikus, sehingga ia kesulitan jika menghajar mereka pada saat bersamaan. Karena itulah Jokowi merapatkan barisan dengan kyai-kyai NU, dalam misi perang panjangnya.

Perang ini akan dimulai Jokowi jika ia sudah pasti menjabat satu periode lagi. Pada periode kedua itu, Jokowi akan “nothing to lose” sehingga mudah menangani mereka.

Itulah sebab, Jokowi harus didorong untuk memenangkan “perang” dalam Pilpres ini. Sesudah itu kita dorong ia untuk lebih keras terhadap keberadaan HTI dan ideologi khilafahnya. Kalau tidak, negara kita akan kacau terus karena menghadapi ideologi yang tidak akan mati selama jasad mereka masih ada dibadannya. Membela Jokowi adalah membela kebhinekaan dan kesatuan negara Republik Indonesia dari rongrongan pemuja khilafah. Seruput dulu kopinya?. (ARN)

Mardani Ali Sera dan Ismail Yusanto HTI

Sumber Utama : https://arrahmahnews.com/2018/08/04/denny-siregar-pks-hti-dan-agenda-khilafah-di-pilpres-2019/

Siasat politik rezim orde lama dan PKS menuju pilpres 2019

ARRAHMAHNEWS.COM JAKARTA – Suhu politik menuju pilpres 2019 mulai terasa, beberapa isu manis juga sedang digulirkan oleh partai politik, dari isu Soeharto hingga isu PKI.

Tokoh media sosial Denny Siregar memberikan analaisa tentang “Siasat politik PKS bangkitkan orde lama dan isu PKI menuju pilpres 2019”, berikut tulisannya:

Saya sejak lama yakin, bahwa ruh Soeharto akan dibangkitkan kembali. Kekuasaan itu manis rasanya dan orang yang sudah pernah mencicipinya selalu ingin merasakannya lagi. Terutama dari keturunannya yang punya ambisi untuk kembali menguasai negeri ini. Dan cara membangkitkan ruh Soeharto adalah dengan mencuci namanya. Di dunia marketing namanya re-branding. (BacaSesudah selesai melakukan langkah awal dengan “Enak zamanku, tho”, baru dimulai langkah kedua, yaitu isu bangkitnya PKI.

Isu PKI sejak dulu selalu dimainkan oleh Soeharto. Dengan pasal-pasal karet yang sengaja dibuat, maka isu PKI ini sukses membungkam banyak suara. Bicara tentang PKI pada masa itu bisa hilang tak ketahuan dimana belantaranya.

Dan melalui ormas-ormas Islam, isu PKI dibangkitkan kembali hanya untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa Soeharto-lah pahlawan pemberantas PKI. Kita ditakut-takuti dengan isu itu dan bahkan seorang mantan Jenderal pernah mengatakan sudah ada 15 juta PKI di Indonesia ini.

Dan isu PKI paling cocok disandingkan dengan isu anti China. Seperti kita tahu juga, masalah SARA dengan menyudutkan etnis China adalah senjata utama rezim Soeharto untuk mempertahankan kedudukannya.

Ingat tragedi 1998?

Kental sekali isu anti China di peristiwa itu, hanya untuk menunjukkan kepada masyarakat, “Benar kataku tho..”. Belum tragedi-tragedi lama bentrok antar etnis yang dipelihara, diredam dan dipakai lagi sebagai bagian dari sandiwara politik.

Dan ketika semua sudah siap, maka -Tarrrraaa- muncullah Tommy Soeharto yang diangkat sebagai reinkarnasi bapaknya. Terlalu gamblang benang merahnya. Tommy dipersiapkan sebagai Capres 2019, karena memenuhi beberapa syarat, yaitu muda, ganteng, kaya raya dan punya nama Soeharto di belakangnya.

Siapakah dibalik semua ini?

Banyak yang punya kepentingan. Terutama ketika banyak juga yang ragu bahwa Prabowo bisa menang melawan Jokowi di 2019. PKS juga punya andil besar disini, karena sejak lama merekalah selalu mendesak supaya Soeharto dijadikan pahlawan nasional. Pilpres Indonesia kali ini akan berlangsung menarik, tapi juga keras. Untuk memenangkan Pilpres 2019, maka yang harus dilakukan adalah menguasai Jakarta dan Jawa Barat.

Jawa Barat? Kenapa begitu penting?

Nanti kita bahas di tulisan selanjutnya. Sekarang seruput kopi dulu, biar mata segar dan bisa melihat dengan jelas “gambar besar”nya. Oke oce? (ARN)


Sumber Utama :  https://arrahmahnews.com/2017/03/13/denny-siregar-siasat-politik-rezim-orde-lama-dan-pks-menuju-pilpres-2019/

PKS Partai Ajaib Sedunia

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Akun facebook Mohammad Zazuli memberikan sebuah gambaran menarik tentang sebuah partai politik yang semakin hari semakin tak jelas sikap politiknya, mereka semakin plin-plan dalam memutuskan sikap berpolitiknya. Berikut gambaran sederhana bagaimana kacaunya sikap PKS dalam berpolitik:

PKS adalah partai paling ajaib sedunia. Saat Megawati mau jadi presiden, mereka (meski belum resmi membentuk PKS) keluarkan fatwa haram pemimpin wanita. Kini mereka mendorong Bu Risma jadi cagub DKI dengan melupakan fatwa mereka soal haram pemimpin wanita.

Saat Ahok maju menjadi cawagub DKI 2012 mereka keluarkan fatwa haram pemimpin kafir tapi mereka dukung FX Hadi Rudyatmo yang non muslim jadi wakil walikota Solo 2005.

Mereka sebut Jokowi mengingkari sumpah jabatan untuk memimpin Jakarta tapi mereka dorong Risma untuk mengingkari sumpah jabatannya memimpin Surabaya.

Mereka menganggap PDIP sebagai musuh ideologis sejati saat Pilpres 2014 tapi kini mereka merapat mesra dengan PDIP untuk menggusur Ahok.

Mereka memfitnah Jokowi sebagai keturunan kafir dan keturunan Cina tapi mereka lupa latar belakang Prabowo yang memang keturunan Cina dan keluarga non muslim.

Mereka selalu bawa-bawa agama yang mengajarkan hadist “fitnah lebih kejam daripada pembunuhan” tapi mereka masif melakukan fitnah melalui akun2 tuyul di FB, kampanye hitam, tabloid fitnah hingga survei dan quick count palsu.

Korupsi Para Kader PKS

Mereka selalu bawa-bawa agama yang mengajarkan bahwa mencuri itu dosa tapi terlibat skandal korupsi kuota import sapi sampai ketuanya masuk bui. (Baca juga: Analis : Bisnis Sapi PKS Menggurita)

Mereka selalu bawa-bawa agama yang mengajarkan bahwa orang munafik itu tempatnya di dasar neraka tapi kelakuan para politisinya bsa juga dibilang munafik.

Mereka selalu menyanjung-nyanjung Prabowo tapi lupa dengan masa lalunya sebagai Danjen Kopassus dan tim mawar Kopassus yang terlibat penculikan para aktivis 1997 (23 orang, 1 orang ditemukan meninggal, 9 orang dikembalikan, dan 13 lainnya masih hilang hingga hari ini, besar kemungkinan juga sudah dibunuh).

Mereka juga selalu menyanjung Erdogan bagai Nabi dan membenci zionis Israel dan komunis Rusia tapi lupa bahwa Erdogan bersahabat mesra dengan Israel dan “sowan dengan rendah hati” pada Rusia.

Mereka mengecam aksi kudeta Turki tapi lupa kalo Turki juga pendukung aksi kudeta negara lain (melalui milisi FSA yang memberontak pemerintahan yang sah di Suriah). Pokoknya PKS adalah partai paling ajaib sedunia! (ARN)

Sumber: Akun Facebook Mohammad Zazuli


Sumber Utama : https://arrahmahnews.com/2016/08/14/pks-partai-ajaib-sedunia/

Siasat Baru Arab Saudi, ISIS dan PKS

JAKARTA, SUARA RAKYAT, ARRAHMAHNEWS.COM – Arab Saudi diambang kebangkrutan ekonomi sebagai akibat kesalahan strategi politik dan perangnya di Yaman. Sementara itu pasukan bayarannya, yakni ISIS telah menderita kekalahan perangnya di berbagai negara seperti Suriah dan Irak. Keadaan ini kemudian memberi pengaruh besar terhadap kelompok-kelompok ekstrim dan eksklusif di Indonesia, yang mana biasanya mereka sangat vulgar dan arogan dalam aksi-aksi brutalnya di jalanan maupun cuapan-cuapan sarkasmenya di medsos, sekarang mereka sepertinya tengah bersembunyi dan mengubah siasat politik mereka dengan lebih moderat.

PKS misalnya, yang selama ini terdepan dalam menyuarakan kepentingan politik Arab Saudi sebagai markas ideologi Wahabi Takfiri, mulai menutupi wajah politik aslinya dengan menyelenggarakan berbagai acara hari besar Islam yang merupakan bagian dari tradisi NU dan Syiah, seperti acara Maulid Nabi Muhammad saw. yang selama ini mereka perolok-oloknya sebagai bentuk ritual yang bid’ah dan sesat.

Dahulu ulama-ulama besar dan kharismatik di negeri ini telah mengantisipasi akan adanya kekacauan pemikiran yang akan berdampak pada berguncangnya stabilitas keamanan dunia ini, dengan mendirikan organisasi massa Islam yakni Nahdlatul Ulama (NU) yang di lambang organisasinya telah diilustrasikan dengan sebuah dunia yang diikat oleh tali dan disinari oleh sembilan bintang. (Baca juga: HMI; Moral Politisi PKS Jorok, Bobrok dan Ngotot Berkuasa Demi Meraup Duit)

Maka benarlah dengan apa yang dikhawatirkan oleh para ulama besar kita terdahulu, dan segala langkah-langkah antisipatifnya dengan mendirikan NU hingga sampai detik ini tiada kekuatan manapun yang mampu menerobos pagar betis NU untuk menghancur leburkan Kebhinekaan Indonesia, dengan cara menebarkan fitnah dan pengkafiran-pengkafiran yang tiada habis-habisnya.

Kerukunan antar umat beragama di Indonesia tetap awet terjaga, tetapi mereka yang berusaha memecah belahnya malah hancur sendiri sebelum Rakyat Indonesia dengan keteguhan prinsipnya menggilas arogansi mereka dimana-mana. Akhirul kalam: Jayalah Negeriku Indonesia ! Merdeka !…(SHE).

Saiful Huda Ems (SHE). Pemerhati masalah politik dan kehidupan umat beragama di Indonesia.

Akun Facebook: Saiful Huda Ems


Sumber Utama : https://arrahmahnews.com/2016/01/12/siasat-baru-arab-saudi-isis-dan-pks/

HTI dan PKS Dua Mata Uang yang Sama

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Sejak awal berdirinya Partai Kesejahteraan Sejahtera (PKS) yang semula Partai Keadilan (PK), saya sudah banyak mengetahui kalau Partai Politik ini membawa misi perjuangan Ikhwanul Muslimin yaitu sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh Hasan Al Bana di Mesir untuk meneruskan misi perjuangan mazhab Wahabi yang diusung oleh Muhammad bin Abdul Wahab dari Saudi Arabia dan kemudian berkembang luas ke pelbagai negara yang memiliki hidden agenda revolusi tanpa melalui sistem Pemilu, yakni merubah secara total sistem Negara Demokrasi menjadi sistem Daulah Khilafah Islamiyah. Kehadiran PKS misi perjuangannya tidak ada beda dengan Hizbut Tahir Indonesia (HTI). Konklusinya, PKS dan HTI adalah mata rantai yang tidak dapat dipisahkan.Jika saya ilustrasikan PKS sebagai mata kanan dan HTI sebagai mata kirinya.

Jika Negara dalam rezim SBY melakukan pembiaran selama sepuluh tahun terhadap berdiri dan berkembangnya HTI ke tengah masyarakat Indonesia (mengenai SBY melakukan pembiaran selama 10 tahun telah diungkapkan oleh Jendral Polisi Tito Kariavan di depan Komisi III DPR 17 Juli 2017) , lantas dalam next time -nya, HTI dianggap sebagai ormas yang berbahaya yang mengancam keutuhan 4 Pilar Kebangsan (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI).

Sebagai studi kasus, Mesir sebagai negara Islam saja menolak gerakan dakwah model Ikhwanul Muslimin. Sejarah telah membuktikan betapa para aktivis Ikhwanull Muslimin berada dalam upaya penggulingan pemerintahan Mesir dengan cara melakukan penculikan tokoh-tokoh Mesir, pengeboman, dan penggalangan massa untuk melawan pemerintah. Akibatnya, organisasi ini ditekan habis-habisan oleh pemerintah Mesir, bahkan tokoh-tokohnya ditangkap dan dihukum mati.

Alasan krusial HTI sebagai ancaman 4 Pilar Kebangsaan karena cita-cita dari misi perjuangannya adalah mengadakan perubahan total tanpa melalui proses sistem Pemilu pada sistem azas bernegara dengan menggantikan sistem Daulah Khilafah Islamiyah, Makna dari perubahan total tanpa melalui proses Pemilu tiada lain HTI menolak konsep Negara Demokrasi.

Sikap keyakinan politik HTI yang anti Demokrasi dan pro Daulah Khilafah Islamiyah di tengah Negara kebangsan yang multikultural, maka oleh pemerintah sebagai penyelenggara Negara dianggap perlu untuk segera dilakukan opsi darurat berupa penerbitan PERPPU Nomor 2 Tahun 2017 untuk membubarkan dan sekaligus mencabut izin ormas HTI.

Tapi memberangus HTI dengan membiarkan PKS. idealnya menurut saya sama saja juga bohong. Ilustrasinya sama saja mengobati penyakit Demam Berdarah tapi membiarkan jentik-jentik nyamuk Aedes Ageptyterus bertelur. Bagaimana mungkin memberangus HTI tapi membiarkan PKS tetap ada? Ini sama saja, memberangus kemaksiatan prostitusi tapi membiarkan lokalisasi prostitusi tetap survive.

Insiden anti NKRI oleh PKS pada 2013 misalnya PKS menolak Pancasila sebagai Azas Tunggal, peristiwa yang belum lama ini yang terjadi di Tasikmalaya pada HUT PKS ada parade menginjak bendera negara Merah Putih dan pemasangan bendera negara Merah-Putih yang sengaja dibalik menjadi putih-merah di depan kantor DPC PKS di Situbondo telah membuktikan betapa kehadiran PKS adalah wujud ancaman kepada 4 Pilar Kebangsan dan negara wajib untuk menindaklanjuti segera.

Sumber: Kompasiana


Sumber Utama : https://arrahmahnews.com/2017/08/10/hti-dan-pks-dua-mata-uang-yang-sama/

PKS Layak Ditenggelamkan Seperti Ikhwanul Muslimin

JAKARTA – Masyarakat dituduh belum Islam Kaffah hanya gara-gara PKS kalah di Pilgub di Pulau Jawa. Saya miris membacanya, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Jangan takut dan jangan gentar. Bersama kawan-kawan di Padepokan, secara tegas saya mengatakan bahwa PKS layak untuk ditenggelamkan, sama seperti saudara kembarnya Ikhwanul Muslimin.

Baca: HTI dan PKS Dua Mata Uang yang Sama

Ikhwanul Muslimin dan PKS adalah dua kakak beradik satu ideologi. Kelakuannya pun tidak jauh beda; sama-sama radikal, intoleran dan mau menang sendiri.

Kakaknya ikhwanul muslimin sudah dibubarkan dan dicap sebagai organisasi teroris di beberapa negara timur tengah, PKS pun diprediksi nasibnya tak jauh beda dengan kakak ideologinya.

Ikhwanul Muslimin di Mesir menuduh ulama Al-Azhar dan juga ulama lainnya yang tidak setuju dengan agenda politik mereka, disebut sebagai liberal dan sekuler.

PKS juga melakukan hal yang sama. Kiai dan ulama yang tidak sejalan dengan mereka diberi sebutan liberal, sekuler, syiah, antek asing dan anti Islam.

Baca: Siasat Baru Arab Saudi, ISIS dan PKS

Untuk urusan caci maki, Kiai NU sangat kenyang dengan sebutan-sebutan itu. Bahkan dalam kasus Kiai Yahya yang melakukan diplomasi Rahmah (kasih sayang) di Israel, Kiai Yahya langsung dilabeli penghianat dan cecunguk oleh elit dan kader PKS. Inilah puncak klimaks murkanya warga Nahdliyin terhadap PKS.

PKS memang layak diguremkan, lihat saja pasca pilkada serentak 2018, PKS kalah Pilgub di Pulau Jawa, masyarakat langsung dituduh belum Islam Kaffah !

Tuduhan itu sangat menyakitkan, seakan tidak Islami seseorang jika tidak mendukung calon dari PKS. Sama seperti nasib Ridwan Kamil yang pernah didukung PKS dan terpilih jadi Walikota Bandung. Tapi setelah Ridwan Kamil tidak berada dalam kubu PKS, ia langsung dicitrakan tidak Islami bahkan lebih sadis lagi difitnah sebagai pengikut Syiah, LGBT dan Homo.

Beragam tuduhan ini menggambarkan sifat sombong dan keangkuhan. Seolah hanya PKS yang memegang kendali dan kebenaran atas nama Islam. Padahal PKS hanyalah partai politik dan bukan agama yang sama dan sebangun dengan partai politik lainnya.

Sejatinya, PKS itu cuma partai politik yang mendompleng nama Islam dan PKS cuma jadi wadah bagi sekumpulan politisi, pedagang dan aktivis yang bersemangat keagamaan tinggi (mabok agama) namun tidak menguasai ilmu lahir dan batin keislaman.

Baca: Kesaksian, Membongkar Kebusukan PKS di Dunia Pendidikan

Mereka belajarnya cuma dari pamflet, nyari di Google dan bukan dari kitab. Dan mereka cuma belajar dari penceramah, bukan dari ulama. Tapi kemudian merasa paling mengerti Islam.

Bagi mereka fitnah dan caci maki itu halal padahal Islam melarang perbuatan itu. Mereka juga sering melakukan propaganda hitam dengan menyebarkan kebohongan (hoax), dan mencaci maki dengan kata-kata kafir, atau menyingkirkan sesama umat Islam yang dianggap tidak sepaham dengan mereka.

Daripada nama Islam rusak oleh akal busuk PKS dan membuat orang tidak percaya tentang keluhuran Islam, maka sebelum terlambat, sebaiknya PKS memang layak untuk diguremkan alias ditenggelamkan. Karena sejatinya tingkah laku PKS itulah yang membawa nama buruk bagi Islam. (ARN/Dutaislam)

PKS Perusak Islam

Sumber Utama : https://arrahmahnews.com/2018/07/01/pks-layak-ditenggelamkan-seperti-ikhwanul-muslimin/

15 Kesamaan Antara PKS dengan PKI

JAKARTA – Ternyata tingkat loyalitas dari para kader partai PKS sangat tinggi, dan mirip dengan kader PKI zaman dulu. Kesamaan antara PKS dan PKI amat sangat banyak sekali, inilah 15 kemiripan PKS dan PKI yang kami himpun:

  1. Baik PKI mapun PKS memilih bentuk sebagai Partai Kader. Meskipun pada tahun 1960-an, PKI mengkombinasikan antara Partai Kader dan Partai Massa. Demikian juga dengan PKS, setelah tahun 2010, mendeklarasikan diri sebagai partai terbuka. Meskipun demikian, motor pengerak tetap bertumpu pada kader. Alasannya serupa, partai kader yang bersifat eksklusif sulit untuk merangkul semua kelompok untuk memenangkan Pemilu.
  2. Pembinaan kader yang dilakukan PKI dan PKS menggunakan sistem sel. Membentuk kelompok kecil beranggota tidak lebih dari 7-10 orang dan dibina oleh seorang mentor. Istilah “dibina” dahulu dipergunakan juga oleh PKI. Sehingga jelas hubungan antara mentor (guru/murrobi) dan kader (murid). Setiap seminggu sekali, para mentor akan bertemu untuk melaporkan perkembangan binaan masing-masing dalam rapat bersama antar mentor. Usroh, sistem sel ini bersifat eksklusif. Jelas perjenjangan kadernya. Hubungan guru dan murid digunakannya oleh kalangan NU, dengan hubungan Kiai dan Santri. Tetapi hubungan ini tidak dilakukan dalam sistem sel. (baca: Denny Siregar: Siasat politik rezim orde lama dan PKS menuju pilpres 2019)
  3. Dalam pola yang seperti ini, sulit bagi murid untuk melawan guru. Karena pembinaan dilakukan bertahun-tahun lamanya. Guru atau Murrobi sebenarnya juga murid dari guru di atasnya. Bila ada yang menyerang guru atau kiai, maka para murid akan serentak membelanya.
  4. Para mentor atau guru akan menunjukan buku buku wajib yang harus dibaca oleh para kader. Mengikuti pengajian/liqo atau diskusi lapangan (istilah PKI) secara rutin. Pada saat yang bersamaan, akan keluar beberapa doktrin dasar. Seperti menjauhi kehidupan duniawi (PKS) atau kehidupan kaum borjuis (PKI).
  5. Baik PKI dan PKS mengenal “sumpah” atau “baiat” bagi anggotanya. Hal ini untuk mengikat dengan kesatuan komune atau jama’ah. Hampir semua kader dipahamkan jika mereka berbeda pendapat dengan qiyadah (pemimpin) dan mengkritiknya, hal itu bisa mencederai makna bai’at dan jamaah.
  6. Para kader dituntut untuk “melek buku”. Belajar terus menerus. Selain itu mereka diarahkan untuk mengikuti kursus-kursus ideologi maupun kursus keterampilan. Sekolah-sekolah formal dibangun sejak TK/SD. Bahkan PKI memiliki perguruan tinggi, namanya Akademi Ali Archam. Sekolah-sekolah PKI tidak terlampu jauh dengan pabrik atau wilayah perkebunan. Sedangkan PKS, sekolah berdekatan dengan Masjid dan banyak SDIT di daerah. (baca: Spanduk PKS Bawa Misi Ganti Demokrasi dengan Khilafah Islamiyah Bertebaran di Kota Depok)
  7. Literatur wajib yang dibaca oleh kader sudah dipandu. Seperti buku sejarah dan karya Hasan Al Banna, Sayyid Qutb, Abul A’la Al-Maududi dan Yusuf Qaradhawi. Begitupun dengan PKI, yang mewajibkan kader memahami pemikiran Karl Marx, Feurbach, Hegel, Lenin, dan Mao Tse Tung. Kisah perjuangan Hasan Al Banna tidak kalah heroik dengan kisah perjuangan Mao Tse Tung. Dan dapat membangkitkan semangat para kader. Bacaan wajib lebih bersifat agitatif dan menjadi doktrin. Seperti Matrialisme, Dialektika Historis (MDH), Manifesto Komunis atau Garis Masa (PKI). Sedangkan PKS, akan diperkenalkan dengan bacaan Tarbiyah Politik, Pajak Kehinaan atau Catatan Harian Dakwah. Mempertegas varian gerakan PKI mengajarkan doktrin Marxisme Lenisme, sedang PKS diperkenalkan IM varian Quthbiyah.
  8. Baik PKI dan PKS, tidak percaya pada media massa. Mereka menganggap media massa tidak lebih dari propaganda agen barat atau kaum kapitalis. Untuk menyeimbangkan itu, PKI dan PKS membuat media propaganda tersendiri (mis: Pyongyang.com). Dahulu, oplah koran seperti “bintang merah” yang dikeluarkan PKI mengalahkan oplah koran umum. Karena para kader wajib membacanya. Informasi yang benar hanya bersumber pada partai. Di luar itu hanya berisi fitnah atau propaganda hitam.
  9. Tidak ada hari bagi kader PKI dan PKS untuk melakukan dakwah (PKS) atau propaganda (PKI). Tugas ini, tugas semua kader di semua tingkatan. Istilah PKI, semua kader adalah agen agitprop (agitasi propaganda). Salah satu tujuan dakwah dan propaganda adalah pengorganisasian calon-calon kader baru. Berbeda dengan partai politik lain, yang baru melakukan kampanye saat menjelang Pemilu. PKI dan PKS, tugas dakwah atau propaganda dilakukan setiap hari, setiap saat. (baca: HTI dan PKS Dua Mata Uang yang Sama)
  10. Baik PKI maupun PKS, mengandalkan iuran dan infaq anggota. Kantor pusat PKI di jalan Kramat Raya Jakarta, sebagian besar dananya diperoleh dari sumbangan anggotanya. Semua pendapatan dari anggota dibukukan secara rapi.
  11. Ciri yang dapat dilihat juga antara PKI dan PKS, dalam penyebutan istilah. Misalnya, kata “kawan” disadur dari kosa kata “Camerade” yang biasa dipakai kaum komunis di Soviet. PKS mengunakan kata ikhwan dan ukhti; ana dan antum. Atau istilah “revolusi” menjadi “jihad”; istilah “martir” menjadi “mujahid”. Istilah “setan desa” menjadi “thaghut”.
  12. Kedua partai ini juga mengatur kehidupan anggota dan kadernya hingga pada tingkat rumah tangga. Dahulu ada istilah, nikah ala partai, maka kini PKS mengambil jodoh di lingkungan anggota sendiri. PKI lebih rigit mengatur kehidupan. Sampai ada pembatasan harta di semua anggota dan kadernya. Mereka dituntut hidup sederhana. Para pejabatnya hanya diizinkan untuk memiliki satu radio transistor saat itu. Kehidupan “sama rasa sama rata” itu kemudian diterapkan juga di PKS. Tuntutan hidup sederhana, saling berbagi dan tolong menolong sesama anggota dan kader (kecuali elite parpol boleh bermewah-mewahan).
  13. Doktrin kehidupan diantaranya: “10 pedoman Hidup” ajaran Hasan Al Banna (PKS). Sedangkan PKI menggunakan doktrin “Tiga boleh, Lima Jangan”. Lima Jangan model PKI mengambil dari norma Jawa: mo-limo.
  14. Baik PKI dan PKS sangat ketat mengajarkan doktrin kepada kadernya. Sikap dan kepatuhan para kader dipandu juga dengan “Tuntutan Kader Revolusioner” (PKI) atau “Enam Rukun Leadership” (PKS). Secara umum berisi sikap ta’at, percaya kepada pimpinan (tsiqoh), putusan garis massa atau syuro qiyadah, ijtihad, dan fiqhuddakwah.
  15. Secara struktur organisasi, PKI dan PKS tidak bergantung kepada ketua umum atau presiden. Dahulu PKI mengunakan struktur Comite Central dan Polit Biro; saat ini PKS menggunakan Majelis Syuro dan Dewan Syariah. Sidang Comite Central lah yang menjadi lembaga tertinggi di Partai. Demikian juga dengan PKS, yang menempatkan Majelis Syuro di posisi tertinggi. Maka tidaklah heran ada “ronin” yang ancang-ancang akan ngamuk kalau PKS dibubarkan. (ARN/DutaIslam) Persamaan PKS dan PKI                                Sumber Utama : https://arrahmahnews.com/2018/06/18/15-kesamaan-antara-pks-dengan-pki/

Bahayakan Negara, Mantan Pengurus HTI Laporkan Ismail Yusanto ke Polda Metro

Bandung, ARRAHMAHNEWS.COM Ismail Yusanto eks Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dilaporkan ke SPKT Polda Metro Jaya, Jumat 28 Agustus 2020 oleh Heriansyah mantan Ketua DPD HTI Bangka Belitung.

Menurut Heriansyah yang akrab disapa Ayik, Ismail Yusanto dilaporkan karena masih menyandang jabatan Juru Bicara HTI dan terus mempropagandakan khilafah ala HTI yang bertentangan dengan Pancasila dan mengancam keberlangsungan negara.

BACA JUGA:

“Kami melaporkan Ismail Yusanto karena masih mengaku sebagai Jubir HTI, padahal organisasi ini sudah dibubarkan dan terlarang serta terus mempropagandakan khilafah ala HTI ke publik khususnya melalui media sosial”, kata Heriansyah yang sekarang merupakan pengurus Lembaga Dakwah NU Jawa Barat.

Ismail Yusanto Dilaporkan PolisiHTI

Selain Heriansyah, bertindak sebagai saksi pelapor Kang Yasin dan Makmun Rasyid serta Habib Muannas Alaidid sebagai kuasa hukum pelapor.

Menurut Habib Muannas Alaidid, Ismail Yusanto diduga melanggar UU No 16 Tahun 2017 tentang Ormas Pasal 82A Ayat (2) juncto Pasal 59 Ayat (4) Poin (b) & (c) dengan ancaman penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.

BACA JUGA:

“Ismail Yusanto masih mengaku Jubir HTI yang sudah dibubarkan oleh Menkumham dan sudah dikuatkan oleh kasasi Mahkamah Agung, juga menyebarkan ideologi Khilafah ala HTI yang menurut putusan Pengadilan bertentangan dan melawan Pancasila, ancaman penjaranya bisa seumur hidup atau 20 tahun” kata Muannas yang juga Ketua Umum Cyber Indonesia.

Selain dengan UU No 16 Tahun 2017 tentang Ormas, Ismail Yusanto juga bisa dijerat dengan Pasal 28 Ayat (2) Juncto Pasal 45A Ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE dan Pasal 169 KUHP. (ARN)

Bahayakan Negara, Mantan Pengurus HTI Laporkan Ismail Yusanto ke Polda Metro

Sumber Utama : https://arrahmahnews.com/2020/08/28/bahayakan-negara-mantan-pengurus-hti-laporkan-ismail-yusanto-ke-polda-metro/

Jangan Mau Ditipu Propaganda BBC Soal FIlm “Tangisan Anak Eks Teroris ISIS”

Jakarta – Akun facebook Girsang Manson e S menjelaskan bagaimana Film yang banyak beredar di media sosial ini buatan BBC yang kita tau adalah jaringan propaganda media barat.

Untuk yang sekedar melihat video ini dan kemudian merenungi apa yang dikatakan wanita ini; mungkin saja kita tersentuh kemudian dengan sukarela akan menyatakan: biarkan dia kembali ketengah-tengah kita karena dia saudara kita juga.

Tidak ada yang salah dengan pendapat seperti itu, karena memang diajarkan di semua agama dan budaya kita di Indonesia “sangat terkenal” dengan “mudah memaafkan bahkan melupakan” kesalahan bahkan “kejahatan” yang dilakukan oleh manusia seberapa besarnya kesalahan mereka. Mantan narapidana aktor intelektual pembunuh pejabat hukum, mantan koruptor dan penjahat-penjahat lain dengan mudah dilupakan kesalahannya dan saat ini jadi sosialita bahkan bisa jadi pejabat publik lagi.

Baca Juga:

Tapi untuk yang “mau berpikir lebih jauh” kemudian “mencoba tau akar permasalahan dimulainya ISIS”, kemudian “menganalisa” setelah melihat “apa yang diperbuat oleh kombatan-kombatan yang tadinya asal Indonesia” untuk tindakan mereka “membunuh sesama dengan dalih agama, menyiksa sesama, menghujat semua pemerintahan seluruh dunia yang tidak sesuai dengan pemahaman mereka”; bahkan “siap mati” membela keyakinan mereka; lalu pertanyaannya:

“Apakah dengan mudah mereka bisa merubah ideologi yang sudah tertanam di benak mereka?”. Perlu diingat dan silahkan dicari karena banyak sekali datanya di google:

  1. Siapa dan darimana inisiasi awal pembentukan ISIS dan Taliban? Banyak fakta kalau ini “buatan AS dan sekutu-sekutunya” dan tujuan mengamankan kepentingan barat serta tidak membiarkan negara lain menjadi kuat, apalagi bukan sekutunya.
  2. Kenapa banyak orang AS dan sekutunya juga jadi korban Taliban dan ISIS? Ini sudah dimitigasi diperhitungkan matang oleh AS saat membuat Taliban dan ISIS. “Ibarat pelihara hewan buas”, resiko dicakar, digigit bahkan pengasuh hewan tewas diterkam pasti sudah dimitigasi dan diketahui mereka..
  3. Kenapa film-film menyentuh hati diatas dibuat oleh BBC sebagai sekutu AS? Jelas karena AS dan sekutunya menghendaki “orang-orang ini pulang ke negara Indonesia dan membangun infrastruktur teroris” dengan “dukungan orang-orang sepemahaman dengan mereka yakni pendukung khilafah dari HTI dan sempalannya”.. AS tidak akan membiarkan negara lain kuat dan besar. Puluhan tahun sudah terbukti mereka selalu ikut campur untuk memperkeruh dan melemahkan negara-negara lain yang tidak bisa dijadikan sekutu.
  4. Mereka (tokoh dalam video ini) manusia dan harus dikasih kesempatan bertobat.. Betul, setuju… Kita kasih kesempatan bertobat dengan tidak menghukum mati mereka seperti mereka sudah menghukum mati orang-orang yang tidak sepemahaman dengan mereka. Tapi “memaafkan bukan berarti membiarkan mereka pulang ke Indonesia”…
  5. Kenapa tidak boleh pulang ke Indonesia? “Karena di Indonesia ada ratusan ribu sel tidur HTI dan pendukung khilafah” termasuk provokator model Felix Siaw yang dengan mudah akan membangkitkan semangat mereka seperti saat kejayaan ISIS. Merubah tampilan, operasi wajah, ganti baju dll mudah, tapi “merubah ideologi dan pemahaman tidak semudah membalik telapak tangan”.

Perhatikan dan analisa dengan baik wajah dan tampilan wanita ini serta ayahnya serta coba bayangkan apa yang ada di benak mereka “saat ISIS tengah dipuncak kejayaannya”.

Wanita ini “bukan anak kecil saat berangkat tahun 2015” Dia tau, mengerti dan paham apa yang terjadi di sekitarnya saat itu sebagai orang yang sudah dewasa pemikirannya.

Baca Juga:

Siapa yang tau (maaf, bukan suudzon tapi sekedar menganalisa):

“Apa benar dia dan ayahnya sedih dan takut saat melihat orang-orang dibunuh dengan dipenggal kepalanya di jalan jalan seperti cerita dia?”.

“Jangan-jangan” malah dia syukurin dan tepuk tangan karena merasa senang melihat penghianat agama (menurut keyakinannya) mendapat hukuman saat itu.

Agak “aneh” kalau memang dia tidak setuju dengan pembunuhan-pemahaman itu tapi tidak berusaha kabur dari ISIS, padahal banyak kasus pendukung ISIS yang kabur justru saat mereka masih jaya.

So….. kenapa bilang menyesal dan pengen pulang “hanya karena ISIS kalah perang”?.

Kalau ISIS berjaya “dapat dipastikan” si wanita ini dan ayahnya “tidak akan” menyatakan penyesalan dan keinginan mau pulang ke Indonesia.

Singkat kata, film ini adalah “Propaganda barat” untuk “mengembalikan teroris ISIS yang sudah jadi dan siap” agar “membangun sel dan kembali melakukan teror di Indonesia setelah mereka siap”.

Jaringan HTI dan sel-sel tidur di Indonesia “pasti” akan menyambut orang-orang ini kalau datang ke Indonesia. BNPT, POLRI termasuk Densus, TNI, BIN serta masyarakat akan “sulit” untuk mendeteksi kalau jumlah mereka sudah semakin banyak…

Finally.

“KATAKAN TIDAK UNTUK KEPULANGAN TERORIS-TERORIS ISIS KARENA PASTI AKAN MELAKUKAN HAL SERUPA DI INDONESIA”. (ARN)

Sumber Utama : https://arrahmahnews.com/2020/02/06/jangan-mau-ditipu-propaganda-bbc-soal-film-tangisan-anak-eks-teroris-isis/

 Bagaimana menurutmu tentang HTI yang berubah nama menjadi "Himpunan Ahlusunah untuk Masyarakat Indonesia" / HASMI, sedangkan programnya tetap sama dan sasaran utamanya adalah kalangan pelajar & mahasiswa? Sumber Utama : https://id.quora.com/Bagaimana-menurutmu-tentang-HTI-yang-berubah-nama-menjadi-Himpunan-Ahlusunah-untuk-Masyarakat-Indonesia-HASMI-sedangkan-programnya-tetap-sama-dan-sasaran-utamanya-adalah-kalangan-pelajar-mahasiswa

 Re-post by MigoBerita / Sabtu/12092020/17.36Wita/Bjm