» » » » » » » » » Dampak PPDB Online dan Sistem Zonasi, sekolah ini tidak ada yang daftar

Dampak PPDB Online dan Sistem Zonasi, sekolah ini tidak ada yang daftar

Penulis By on Rabu, 19 Juli 2017 | No comments

Imbas PPDB Online, Satu Pun Tak Ada Pendaftar 
di Sekolah ini
PROKAL.CO, Sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diterapkan pada tahun ajaran 2017/2018 kali ini tak dapat dikatakan berjalan sukses. 
Setidaknya itulah yang tergambar di SMP PGRI 2 Banjarmasin. Sekolah yang beralamat di Jalan A. Yani No.39 belakang Stadion Lambung Mangkurat Banjarmasin ini Tidak diminati oleh satu siswa pun!
Kepala SMP PGRI 2 Banjarmasin, H Sumadi hanya bisa pasrah. Dirinya tak menyangka pada PPDB tahun ini, tak satupun siswa baru yang daftar ulang atau masuk di sekolahnya. "Tak satupun ada siswa baru tahun ini yang masuk ke sekolah kami. Mau bagaimana lagi," keluh Sumadi, Senin (17/7) kemarin.
Praktis, tahun ini SMP PGRI 2 Banjarmasin pun hanya melakukan kegiatan belajar dan mengajar hanya untuk siswa kelas VIII dan IX. Itupun jumlahnya tak banyak seperti sekolah negeri pada umumnya. Terdata, siswa kelas VIII di SMP PGRI 2 jumlahnya hanya 7 orang. Jumlah tersebut sama dengan jumlah siswa kelas IX. "Padahal kami buka pendaftaran sejak lama. Namun, hingga hari ini (kemarin) tak satupun yang daftar ulang," tukasnya.


Dia mengakui, sistem zonasi pada PPDB tahun ini tak berjalan yang diinginkan. Imbasnya pun sekolah swasta seperti sekolah yang dipimpinnya. "Harus ada analisis mendalam penerapan sistem zonasi sekarang. Jangan sampai sekolah swasta lambat laun akan tutup," ujarnya.
Sumadi tak menampik terus sepinya siswa baru di sekolah PGRI karena memang keinginan para orang tua siswa dalam memilih sekolah terbaik bagi anak mereka. Terlebih, SMP PGRI 2 Banjarmasin sendiri terangnya dikepung beberapa sekolah negeri yang satu zonasi. "Ada banyak sekolah negeri yang satu zonasi dengan sekolah kami, alhasil sekolah kami tak dipilih," tuturnya.
Di sisi lain, tak adanya siswa baru di sekolahnya, akan berdampak pada kesulitannya para guru memenuhi sertifikasi jam mengajar yang diwajibkan minimal 24 jam seminggu. Belum lagi para guru honorer yang dibayar dengan uang dari sekolah sendiri dengan memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari APBN.
"Kehadiran sekolah PGRI sejatinya dapat membuka lowongan pekerjaan baru bagi guru honorer. Dengan nasib sekolah PGRI yang terus kekurangan siswa, kebutuhan tenaga kerja pun kerannya akan tertutup," imbuhnya.
Lalu bagaimana dengan para guru berstatus ASN untuk memenuhi jam mengajar mereka? Dirinya meminta kepada guru tersebut untuk menambah jam belajar di sekolah lain. "Jumlah guru negeri ada 5 orang. Sedangkan swasta ada 4 orang. Terpaksa yang guru negeri mengajar juga di sekolah lain untuk memenuhi jam mengajar mereka untuk sertifikasi," terangnya.
Hal yang sama juga terjadi di SMP PGRI 4 Banjarmasin. Meski sedikit lebih baik dari SMP PGRI 2, tetapi masih sangat minim. Siswa baru yang ada di sekolahnya tahun ini hanya ada 3 orang.
Kepala Sekolah SMP PGRI 4 Adi Effendi, tak habis pikir. Semakin tahun, siswa yang masuk di sekolahnya terus merosot. " Mau bagaimana lagi. Sekolah sekolah disekitar selalu menambah kelas baru. Akhirnya daya tampung mereka pun semakin banyak.
Praktis hal ini mengurangi siswa yang bersekolah ditempat kami," keluh Adi kemarin.
Adi menjelaskan, sejak beberapa sekolah di zonasi mereka menambah ruang kelas baru. Lambat laun sekolah mereka ditinggalkan dan kesusahan mencari siswa baru. Padahal sebutnya, pada tahun 2014 ke bawah, siswa di SMP PGRI 4 Banjarmasin mencapai ratusan. "Ketika sekolah tetangga kami menambah kelas baru, akhirnya merembet dan berdampak hingga sekarang terhadap siswa baru kami," tuturnya.
Dia mengungkapkan, sekolah swasta setidaknya bisa mendapat jatah siswa dari yang nilai rendah, namun bahkan siswa bernilai rendah pun tak bisa lagi tertampung di sekolah swasta. Belum lagi sebutnya ada pendaftaran gelombang tahap ke II yang dibuka beberapa sekolah negeri.
Lalu bagaimana?
"Meskipun hanya tiga orang siswa baru, soal pendidikan kami tetap berlanjut. Tergantung yayasan saja lagi, apakah mau dimerger atau bagaimana. Pada dasarnya kami tetap lanjut melakukan pembelajaran," ucapnya.

TAK DIMINATI: Seorang guru mengajar siswa baru di SMP PGRI 4. Tahun ini hanya ada tiga pendaftar.
Sumber Berita : http://kalsel.prokal.co/read/news/10200-imbas-ppdb-online-satu-pun-tak-ada-pendaftar-di-sekolah-ini.html

Re-Post by  http://migoberita.blogspot.co.id/ Rabu/19072017/15.15Wita/Bjm
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya