Migo Berita - Banjarmasin - Pengertian Istilah Baby boomers, X, Y, Z, dan Alpha biar tidak salah "PENGAJIAN", silahkan baca hingga tuntas.
Begini Perbedaan Generasi Baby boomers, X, Y, Z, dan Alpha
Belakangan, kamu pasti
tidak asing dengan istilah kaum milenial bukan? Sebetulnya, sebutan kaum
milenial ditujukan untuk mereka generasi Y atau masyarakat yang lahir
ketika teknologi sudah maju. Selain generasi Y, di tengah masyarakat juga sering beredar istilah mengenai generasi baby boomers, X, Z, dan Alpha. Jadi, apa perbedaan generasi baby boomers dengan yang lainnya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, yuk!
Generasi Baby boomers
Baby boomers merupakan sebutan bagi mereka yang lahir di antara tahun 1946-1964 atau usia sekitar 57-75 di tahun 2021.
Meski tak lagi berusia muda, namun menurut laporan Databoks Katadata,
generasi ini banyak menduduki jabatan tertinggi dan memiliki pengaruh
yang kuat di bidang budaya, politik, maupun ekonomi di dunia.
Secara umum, generasi baby boomers mempunyai karakteristik seperti:
Kompetitif
Berorientasi pada pencapaian
Berfokus pada karier
Punya kepercayaan diri yang tinggi
Serba bisa
Tidak suka dikritik
Lebih suka mengkritik generasi muda akibat kurangnya komitmen dan etika kerja.
Baby boomers
sering kali disebut sebagai generasi gila kerja. Meski begitu, semua
kerja keras tersebut dilakukan semata-mata untuk membahagiakan
keluarganya.
Generasi X
Generasi setelah baby boomers
dikenal sebagai generasi X atau “Gen Bust”. Generasi X sendiri
merupakan individu yang lahir di antara tahun 1965-1976. Dibesarkan oleh
baby boomers menjadikan generasi X sebagai The Latchkey Kids, yaitu anak-anak yang merasa kesepian lantaran ditinggal orang tuanya bekerja.
Akibat kondisi di atas, generasi X biasanya tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, mengutamakan work-life balance,
banyak akal, dan pandai beradaptasi. Sisi buruknya, generasi X kerap
disebut sebagai individu yang skeptis karena tidak suka terlibat dalam
kegiatan yang tidak menguntungkan.
Memiliki tujuan untuk membahagiakan
diri sendiri sering kali menjadikan generasi X sebagai pribadi yang
tidak segan dalam menunda pernikahan dan memiliki anak.
Generasi Y
Nah, buat seseorang yang lahir di
tahun 1977-1994 itu berarti kamu termasuk generasi Y atau biasa disebut
sebagai generasi milenial. Umumnya, generasi ini memiliki ambisi yang
kuat untuk menguasai semua bidang. Mereka juga dikenal sebagai generasi
yang dapat diandalkan dalam pemanfaatan teknologi alias tech-savvy.
Secara garis besar, generasi Y memiliki karakteristik seperti:
Punya rasa percaya diri tinggi dan ambisius. Itu sebabnya angkatan ini lebih mudah meraih kesuksesan di usia muda.
Dibandingkan generasi sebelumnya, kaum milenial lebih terbuka dalam menghadapi perubahan.
Hidup di
zaman yang serba teknologi membuat kaum ini tidak bisa lepas dari
penggunaan gawai. Segala hal nyaris dilakukan secara digital.
Kekurangan dari generasi ini adalah rentan terkena depresi dan stres juga cenderung sulit bergaul.
Generasi Z
Generasi Z adalah mereka yang lahir di
tahun 1995-2012. Tumbuh di lingkungan yang serba digital membuat
generasi ini tumbuh menjadi pribadi dengan karakteristik yang beragam,
baik dari sisi hubungan interpersonal maupun akademis.
Bicara lebih jauh mengenai karakteristik generasi Z, secara umum mereka memiliki ciri-ciri seperti:
Melek teknologi sehingga dapat dengan mudah mengakses informasi yang diinginkan.
Dibandingkan generasi Y, generasi Z cenderung lebih mudah untuk bersosialisasi dengan orang lain.
Terbukanya akses informasi membuat generasi ini lebih cepat belajar
Lebih
menyukai bekerja di lingkungan yang memberikan ruang bagi mereka untuk
bertumbuh, lebih kreatif, dan penuh tantangan. Salah satu jenis
perusahaan yang diincar oleh generasi Z adalah start-up.
Generasi Alpha
Bagi individu yang lahir di atas tahun
2012 sampai 2025, mereka inilah yang disebut sebagai generasi Alpha.
Mengingat generasi ini masih berada di usia anak-anak, maka
karakteristik umumnya belum terlihat jelas. Diperkirakan generasi Alpha
tak jauh berbeda dengan generasi Z yang sama-sama melek teknologi.
Karena saat ini teknologi semakin
berkembang pesat, generasi Z memiliki peluang besar untuk sukses di
industri digital dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Kemudahan
dalam mengakses informasi dan komunikasi secara global juga membuat
generasi Alpha memiliki kemampuan linguistik yang baik.
Nah, sekarang kamu sudah tahu kan, seperti apa perbedaan generasi baby boomers, X, Y, Z, dan Alpha? Kalau kamu termasuk generasi yang mana nih?
Migo Berita - Banjarmasin - LITERASI , apa sih artinya ?? Dengan semakin berkembangnya tekhnologi dan juga semakin bertambahnya ilmu, sehingga seseorang diharuskan memperbanyak literasi agar tidak sampai termakan HOAX sehingga dapat bertindak lebih berdasarkan fakta yang didapat, terlepas pembuktian hukum dipengadilan apakah nanti BENAR atau SALAH. Karena kebenaran Hakiki hanyalah milik TUHAN YANG MAHA SEGALANYA. Agar tidak gagal paham, bacalah hingga tuntas berbagai artikel yang telah kita kumpulkan.
Pengertian Literasi: Jenis, Tujuan, Manfaat, Contoh, dan Prinsipnya
Pengertian Literasi, Jenis, Tujuan, Manfaat, Contoh, dan Prinsipnya
– Sering kita dengar jargon “salam literasi”, atau ungkapan yang
menunjukkan bahwa Indonesia kurang literasi. Ya, mungkin bagi sebagian
orang sudah memahami apa itu literasi, namun bagi sebagian orang mungkin
juga hanya familiar dengan namanya namun belum paham apa artinya.
Jika Anda termasuk golongan yang kedua, maka artikel ini adalah
jawaban bagi keingintahuan Anda. Di sini Anda akan dijelaskan seputar
pengertian literasi, jenis, tujuan, manfaat, prinsip hingga contohnya.
Supaya tidak berlama-lama, mari kita ulas satu persatu.
A. Pengertian Literasi dari Para Ahli
Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami
informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Dalam
perkembangannya, definisi literasi selalu berevolusi sesuai dengan
tantangan zaman.
Jika dulu definisi literasi adalah kemampuan membaca dan menulis,
sekarang definisi baru dari literasi menunjukkan pengertian baru dalam
upaya memaknai literasi dan pembelajarannya.
Kini ungkapan literasi memiliki banyak variasi, seperti Literasi
media, literasi komputer, literasi sains, literasi sekolah, dan lain
sebagainya. Hakikat ber-literasi secara kritis dalam masyarakat
demokratis diringkas dalam lima verba: memahami, meliputi, menggunakan,
menganalisis, dan mentransformasi teks. Kesemuanya merujuk pada
kompetensi atau kemampuan yang lebih dari sekedar kemampuan membaca dan
menulis.
Dan secara etimologis istilah literasi sendiri berasal dari bahasa
Latin “literatur” yang dimana artinya adalah orang yang belajar. Dalam
hal ini, literasi sangat berhubungan dengan proses membaca dan menulis.
Supaya Anda lebih memahami pengertian literasi, berikut adalah sumber dari para ahli.
1. Menurut Elizabeth Sulzby
Menurut Elizabeth Sulzby “1986”, Literasi adalah kemampuan berbahasa
yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi “membaca, berbicara,
menyimak dan menulis” dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya.
Jika didefinisikan secara singkat, definisi literasi yaitu kemampuan
menulis dan membaca.
2. Menurut Harvey J. Graff
Menurut Harvey J. Graff “2006”, Literasi adalah suatu kemampuan dalam diri seseorang untuk menulis dan membaca.
3. Menurut Jack Goody
Menurut Jack Goody, Literasi adalah suatu kemampuan seseorang dalam membaca dan juga menulis.
4. Menurut Merriam – Webster
Menurut kamus online Merriam – Webster, Literasi ialah suatu
kemampuan atau kualitas melek aksara di dalam diri seseorang dimana di
dalamnya terdapat kemampuan membaca, menulis dan juga mengenali serta
memahami ide-ide secara visual.
5. Menurut UNESCO
Menurut UNESCO “The United Nations Educational, Scientific and
Cultural Organization”, Pengertian literasi ialah seperangkat
keterampilan nyata, terutama keterampilan dalam membaca dan menulis yang
terlepas dari konteks yang mana ketrampilan itu diperoleh serta siapa
yang memperolehnya.
6. Menurut NAEYC
Menurut NAEYC, Literasi adalah suatu kegiatan atau aktivitas yang
dapat mendorong anak-anak untuk berkembang sebagai pembaca serta penulis
sehingga dalam hal ini sangat membutuhkan yang namanya interaksi dengan
seseorang yang menguasai literasi.
7. Menurut Education Development Center (EDC)
Education Development Center (EDC) menyatakan bahwa Literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis.
Namun lebih dari itu, Literasi adalah kemampuan individu untuk
menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dalam hidupnya.
Dengan pemahaman bahwa literasi mencakup kemampuan membaca kata dan membaca dunia
8. Menurut Muhamad Fauzi, SE.Sy (Tambahan Bebas)
Literasi adalah kemampuan seseorang selain membaca dan menulis serta memahami suatu pengetahuan/informasi dengan memperbandingkannya dengan berbagai tulisan atau bacaan baik yang pro dan yang kontra, sehingga menimbulkan kesepahaman walau berbeda dalam penafsirannya. Tambahan Bebas di nomor 8 ini dibuat agar menjadi pembanding dengan orang-orang yang dianggap ahli pada nomor 1 hingga nomor 7 di artikel realnya hingga nomor 7 , dimana beliau sering dipanggil juga MAMATZ BJM.
B. Tujuan Literasi
Adanya paradigma literasi ini tentu bukan tanpa tujuan yang nyata.
Melihat dari berbagai pengertian yang telah disebutkan diatas oleh para
ahli dapat diambil beberapa tujuan literasi antara lain yaitu:
– Memperkuat nilai kepribadian dengan membaca dan menulis
– Dapat mengembangkan dan menumbuhkan budi pekerti yang baik
– Memberikan penilaian kritis pada karya tulis seseorang
– Dapat mengembangkan dan menumbuhkan budaya literasi di sekolah maupun masyarakat.
– Mengisi waktu dengan literasi agar lebih berguna
– Dapat meningkatkan pengetahuan yang dimiliki dengan cara membaca segala macam informasi yang bermanfaat.
– Dapat meningkatkan pemahaman seseorang dalam mengambil intisari dari suatu bacaan.
C. Manfaat Literasi
Selain memiliki tujuan, literasi juga memiliki beberapa manfaat bagi kita semua, diantaranya:
Melatih dalam hal menulis serta juga merangkai kata yang bermakna
Menambah kosa kata
Meningkatkan fokus dan konsentrasi seseorang
Mengoptimalkan kerja otak
Mempertajam diri didalam menangkap makna dari suatu informasi yang sedang dibaca.
Melatih kemampuan berpikir dan menganalisa
Menambah wawasan dan informasi baru
Mengembangkan kemampuan verbal
Meningkatkan kemampuan interpersonal.
D. Jenis Literasi
Mengacu pada pengertian serta tujuan dari literasi yang sudah
dijelaskan di atas, literasi bisa dibagi ke dalam beberapa jenis,
diantaranya adalah:
1. Literasi Dasar
Literasi dasar bisa didefinisikan sebagai kemampuan dasar dalam membaca, menulis, mendengar, dan berhitung.
Tujuan dari literasi dasar ini adalah untuk mengoptimalkan kemampuan
individu dalam membaca, menulis, berkomunikasi, dan berhitung.
2. Literasi Perpustakaan
Literasi perpustakaan bisa dipahami sebagai kemampuan dalam memahami
serta membedakan karya tulis fiksi maupun non fiksi, memahami bagaimana
cara menggunakan katalog dan indeks, hingga kemampuan untuk memahami
informasi pada saat membuat suatu karya tulis dan penelitian.
3. Literasi Media
Literasi media bisa dipahami sebagai kemampuan untuk mengetahui dan
membaca berbagai jenis media, baik media elektronik, cetak, dan lain
sebagainya, serta memahami cara menggunakan media-media tersebut.
4. Literasi Teknologi
Literasi teknologi dapat dipahami sebagai seperangkat kemampuan untuk
mengetahui dan memahami segala hal yang berhubungan dengan teknologi,
seperti hardware dan software, serta mengerti bagaimana cara menggunakan
internet, hingga memahami etika dalam memanfaatkan sebuah teknologi.
5. Literasi Visual
Pengertian literasi visual adalah pemahaman dan kemampuan dalam
menginterpretasikan dan memberi makna informasi yang berbentuk gambar
atau visual.
Literasi visual ini hadir dengan alasan jika suatu gambar bisa dibaca dan artinya bisa dikomunikasikan dari proses membaca.
E. Prinsip Literasi
Dilansir dari laman Seputar Pengetahuan, terdapat beberapa prinsip
literasi yang patut Anda perhatikan terutama jika Anda berprofesi
sebagai pendidik. Sebagai pendidik Anda memiliki tugas mulia salah
satunya adalah meningkatkan literasi siswa siswi di Indonesia.
Mengingat berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh World Culture
Index Score pada tahun 2018, kegemaran masyarakat Indonesia dalam hal
literasi mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Indonesia
menempati urutan ke-17 dari 30 negara. Padahal sebelumnya Indonesia
menempati rangking 60 dari 61 negara dalam hal literasi dan membaca.
Sementara dalam hal membaca, rata-rata orang Indonesia menghabiskan
waktu membaca enam jam per minggu, mengalahkan Brazil, Argentina,
Mexico, Turki, Kanada, Spanyol, Jerman, Italia, Amerika Serikat, Jepang.
Taiwan, dengan masing-masing tiga jam per minggu.
Maka prestasi ini sudah sepatutnya kita jaga agar terus menjadi lebih
baik. Maka dari itu supaya tingkat literasi semakin baik, Kylene Beers
“2009”, berikut ini adalah beberapa prinsip pengembangan literasi
sekolah yaitu:
1. Bersifat Berimbang
Setiap siswa memiliki kebutuhan yang berbeda satu dengan yang lain,
sekolah harus menerapkan prinsip ini dengan menerapkan strategi dalam
membaca dan variasi bacaan.
2. Bahasa Lisan Sangat Penting
Setiap siswa harus dapat berdiskusi tentang suatu informasi dalam
diskusi terbuka yang memungkinkan terjadinya perbedaan pendapat, dengan
begitu diharapkan siswa mampu menyampaikan pendapatnya dan melatih
kemampuan berpikir lebih kritis.
3. Berlangsung Pada Suatu Kurikulum
Menurut Kylene Beers, seharusnya program literasi diterapkan pada
seluruh siswa dan tidak tergantung pada kurikulum tertentu, dengan kata
lain kegiatan literasi menjadi suatu kewajiban bagi semua guru dan
bidang studi.
4. Pentingnya Keberagaman
Keberagaman ialah sesuatu yang layak untuk dihargai dan dirayakan di
setiap sekolah. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyediakan berbagai
buku bertema kekayaan budaya negara Indonesia sehingga siswa lebih
mengenal budaya bangsa dan turut serta melestarikannya.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa literasi bukan hanya
sekedar kemampuan membaca dan menulis karena melibatkan pengetahuan
bahasa (lisan dan tulisan), kemampuan kognitif, serta pengetahuan
mengenai genre dan kultural.
Contoh Gerakan Literasi di Sekolah
Mengacu pada penjelasan di atas, maka sudah sewajarnya sebagai
pendidik, guru memiliki peran untuk meningkatkan kesadaran literasi.
Mengingat begitu pentingnya kegiatan literasi ini, penting bagi setiap
individu untuk mulai menggalakkan kegiatan literasi ini. Beberapa hal
sederhana yang bisa guru lakukan di sekolah untuk meningkatkan literasi
sebagai berikut:
Membuat dinding motivasi di kelas
Jadwal wajib ke perpustakaan
Membaca buku non pelajaran sebelum proses belajar dimulai
Jenis Literasi versi Kemdikbud
Literasi itu sendiri terdiri dari beberapa jenis. Dalam tulisan ini
literasi dasar yang diacu adalah konsep literasi dasar yang digunakan
oleh Kemdikbud dalam gerakan literasi nasional (gln.kemdikbud.go.id).
Ada enam jenis literasi; literasi baca tulis, literasi numerasi,
literasi sains, literasi finansial, literasi digital, literasi budaya
dan kewargaan.
1. Literasi baca dan tulis
Literasi baca dan tulis adalah pengetahuan dan kecakapan untuk
membaca, menulis, mencari, menelusuri, mengolah, dan memahami informasi
untuk menganalisis, menanggapi, dan menggunakan teks tertulis untuk
mencapai tujuan, mengembangkan pemahaman dan potensi, serta untuk
berpartisipasi di lingkungan sosial.
2. Literasi numerasi
Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecekapan untuk:
(a) bisa memperoleh, menginterpretasikan, menggunakan, dan
mengkomunikasikan berbagai macam angka dan simbol matematika untuk
memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan
sehari-hari;
(b) bisa menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dsb.) untuk mengambil keputusan.
3. Literasi sains
Literasi sains adalah pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu
mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan
fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasarkan fakta, memahami
karakteristik sains, membangun kesadaran bagaimana sains dan teknologi
membentuk lingkungan alam, intelektual dan budaya, serta meningkatkan
kemauan untuk terlibat dan peduli dalam isu-isu yang terkait sains.
4. Literasi digital
Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan
media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan,
mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara
sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka
membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.
5. Literasi finansial
Literasi finansial adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan
(a) pemahaman tentang konsep dan risiko, (b) keterampilan, dan (c)
motivasi dan pemahaman agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam
konteks finansial untuk meningkatkan kesejahteraan finansial, baik
individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan
masyarakat.
6. Literasi budaya
Literasi budaya adalah pengetahuan dan kecakapan dalam memahami dan
bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa.
Sementara itu, literasi kewargaan adalah pengetahuan dan kecakapan dalam
memahami hak dan kewajiban sebagai warga masyarakat.
Demikianlah penjelasan ringkas mengenai arti literasi, tujuan,
manfaat, jenis-jenis, contoh dan beberapa prinsipnya. Semoga artikel ini
bermanfaat dan menambah wawasan Anda sekalian.
Penduduk Miskin Banjarmasin Terdata 34.839 Orang, DPRD Segera Revisi Perda Penanggulangan Kemiskinan
JUMLAH penduduk miskin di Banjarmasin tiap tahun terus
bertambah. Ini berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota
Banjarmasin tercatat pada 2021 mencapai 34.839 orang.
ANGKA jumlah penduduk miskin di Banjarmasin berdasar
data BPS Banjarmasin terus bertambah dalam tiga tahun terakhir ini.
Sebab, pada 2009 tercatat hanya 29.648 orang, naik menjadi 31.307 orang
pada 2020. Teranyar pada 2021 menjadi 34.839 orang.
Pendekatan yang digunakan BPS dalam mengukur kemiskinan berdasar
konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic need approach)
khususnya makanan dan bukan makanan yang dinilai dari sisi pengeluaran.
Nah, jika diukur rata-rata dari total penduduk Banjarmasin per 31
Desember 2021 sebanyak 672.343 jiwa, berarti persentase penduduk miskin
mencapai 5,18 persen lebih.
Ironisnya lagi, jika mengutip data dari Laporan Keterangan
Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Banjarmasin tahun 2021, disebutkan
bahwa angka kemiskinan Banjarmasin pada 2021 meningkat jadi 11,39 persen
dibanding tahun 2020 pada posisi 4,39 persen. Termasuk, angka
pengangguran Banjarmasin turut tergerek pada 2021; 1,80 persen atau 8,47
persen dibanding 2020 hanya 8,32 persen.
Atas dasar itu, DPRD Kota Banjarmasin membentuk panitia khusus
(pansus) untuk merevisi payung hukum Perda Penanggulangan Kemiskinan
Nomor 14 Tahun 2011 yang diundangkan era Walikota Muhidin pada 12 Mei
2011.
Ketua Pansus Revisi Perda Penanggulangan Kemiskinan DPRD Kota
Banjarmasin, Sukhrowardi mengatakan dengan adanya payung hukum baru ini
lebih sesuai dengan kondisi kekinian.
“Perda penanggulangan kemiskinan ini menjadi payung hukum yang
menjamin perindungan dan pemenuhan hak-hak dasar warga miskin,
mempercepat penurunan jumlah warga miskin, meningkatkan partisipasi
masyarakat serta menjamin konsistensi, integrasi, sinkronisasi dan
sinergi dalam penanggulangan atau pengentasan kemiskinan di
Banjarmasin,” ucap Sukhrowardi kepada jejakrekam.com, Jumat (1/7/2022).
Ketua Pansus Revisi Perda Penanggulangan Kemiskinan DPRD Kota Banjarmasin, Sukhrowardi. (Foto Rilis Kalimantan)
Menurut Sukhrowardi, dalam Perda Nomor 14 Tahun 2011 yang akan
direvisi memang sudah disusun program penanggulangan kemiskinan mencakup
bantuan pangan, kesehatan, pendidikan, perumahan, peningkatan
keterampilan, modal usaha, perlindungan rasa aman dan santunan kematian.
Kebijakan ini pun harus dijabarkan dalam program kerja yang tepat
sasaran dan tepat guna.
“Faktanya ternyata angka kemiskinan di Banjarmasin berdasar data BPS
justru tiap tahun meningkat. Ini yang harus jadi atensi dari pemerintah
kota lewat keakuratan data dan efektivitas pengentasannya,” kata anggota
Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi Golkar.
Sebagai leading sektor revisi perda ini di Pemkot Banjarmasin adalah
Dinas Sosial dan Bagian Hukum, Sukhrowardi menegaskan ada beberapa
perkembangan belied dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Sosial
juga harus diakomodir dalam perda yang baru.
“Data dan fakta serta kondisi kekinian yang ada di Banjarmasin bisa
menjadi bahan konsultasi ke Kementerian Sosial (Kemsos). Sebab, umur
perda yang ada, termasuk landasan hukumnya pun sudah tidak sesuai lagi
dengan perkembangan zaman. Soal pendataan penduduk miskin di Banjarmasin
juga belum terintegrasi, sehingga parameter menentukan kemiskinan masih
debatable,” kata Sukhrowardi.
Diakui politisi beringin ini, saat ini, Walikota Banjarmasin Ibnu
Sina memang tengah giat-giatnya meluncurkan program mencetak wira usaha
baru (WUB). Hanya saja, faktanya usai hantaman pandemi Covid-19, justru
banyak pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) malah terkena
imbas.
“Secara kasat mata, potret kemiskinan kota juga bisa disaksikan di
jalanan dengan hadirnya para pengemis dan lainnya. Apakah mereka itu
warga Banjarmasin atau di luar kota ini, makanya perlu pendataan yang
akurat,” tegas Sukhrowardi.
Dalam setiap kebijakan, menurut dia, tentu butuh pembiayaan khususnya
lagi dalam pengentasan kemiskinan. Formula sumber dana ini diyakini
Sukhrowardi cukup besar di Banjarmasin, bisa bersumber dari pemerintah
pusat, Pemprov Kalsel hingga Pemkot Banjarmasin.
“Termasuk, kewajiban dari perusahaan lewat dana tanggunjawab sosial
atau corporate social responbility (CSR), serta peran serta masyarakat
dan sumber dana lainnya yang tak mengikat. Ini yang harus kita
maksimalkan dengan adanya payung hukum yang lebih bisa menjawab
tantangan zaman dalam mengentaskan kemiskinan kota,” pungkas
Sukhrowardi.
Pengemis di Banjarmasin saat diamankan petugas Satpol PP dalam razia gepeng, beberapa waktu lalu.
Merawat Literasi Sejarah ala BHC Banjarmasin di RTH Kamboja, Ini Pesan Sejarawan ULM!
KOTA tertua di Kalimantan, Banjarmasin sebenarnya telah
sadar menghilangkan situs dan jejak sejarahnya. Ini ditandai dengan tak
ada lagi bangunan lawas baik era peninggalan Kesultanan Banjar, kolonial
Belanda hingga pendudukan Jepang.
JIKA situs atau bangunan bersejarah di Banjarmasin
masih ada, hanya bisa dihitung jari. Tak mengherankan, jika Borneo
Historical Community (BHC) Banjarmasin yang dimotori kawula muda ingin
menghidupkan spirit itu agar warga bisa melek sejarah.
Walau hanya lewat buku, BHC Banjarmasin pun menggelar lapak buku
sejarah gratis di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja, Jalan Anang
Adenansi, tiap akhir pekan. Tepatnya, saban hari Minggu yang diagendakan
dua kali dalam sebulan.
Puluhan buku disediakan mahasiswa pendidikan sejarah FKIP Universitas
Lambung Mangkurat (ULM) bersama komunitas pencinta historia. Buku-buku
karya penulis lokal di antaranya Sahang Banjar ditulis sejarawan muda
FKIP ULM Mansyur, Islamisasi Banjarmasin yang ditulis sejarawan Yusliani
Noor dan lainnya pun jadi koleksi BHC Banjarmasin.
“Buku-buku bermuatan sejarah lokal memang tidak didapat di bangku
sekolah. Kami juga menyediakan buku mewarnai secara gratis untuk
pengunjung RTH Kamboja,” ucap Ketua Umum BHC Banjarmasin, Mursidul Amin.
Komunitas para pegiat sejarah beranggota 79 orang ini juga terbilang
rajin menggerakan kesadaran sosial masyarakat pentingnya menjaga
kesejarahan. Apalagi, Banjarmasin merupakan kota bersejarah dan masuk
dalam jaring kota tua di Indonesia.
Sejarawan muda ULM, Mansyur mengakui keberadaan komunitas BHC
Banjarmasin sangat penting dalam menjaga nilai moral kesejarahan bagi
masyarakat.
“Namun, keberadaan komunitas sejarah bukan hanya sekadar bertamasya
dan jalan-jalan, tapi lebih dari itu. Mereka membawa sebuah misi akan
pentingnya sejarah dan budaya saat ini sebagai identitas bangsa,” kata
penulis buku sejarah lokal Banjar dan Kalimantan Selatan ini kepada jejakrekam.com, Jumat (1/7/2022).
Mansyur yang akrab dipanggil Sammy ini mengatakan dengan adanya
komunitas sejarah sejatinya diiringi dengan gerakan untuk mengajak
masyarakat untuk menjaga dan merawat situs-situs sejarah sehingga dapat
dinikmati oleh generasi di masa depan.
“Komunitas sejarah perlu tetap dipertahankan meski kenyataannya
sekarang orang yang minat dengan sejarah berkurang,” kata magister
sejarah lulusan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini.
Sejarawan muda FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Mansyur. (Foto Dokumentasi Pribadi)
Dirinya berharap agar komunitas sejarah tetap bertahan meskipun
kenyataannya saat ini tidak banyak orang yang tertarik dengan dunia
sejarah.
“Saya yakin dengan cara asyik dan kegiatan yang bermanfaat, gerakan
advokasi ini dapat mengajak banyak orang untuk lebih peduli terhadap
situs-situs sejarah dan kebudayaan,” beber Mansyur.
Hal menarik dari keberadaan komunitas sejarah, kata Mansyur lagi,
tentunya akan mengeksplorasi, mengidentifikasi, mempelajari potensi dan
meraih manfaat dari warisan sejarah dan budaya (cultural heritages).
Caranya dengan menelusuri gedung-gedung tua, kampung-kampung tua, situs
sejarah, kota tua, hingga museum di Kota Banjarmasin khususnya.
“Tiada masa depan tanpa hari kemarin. Itulah pentingnya belajar
sejarah untuk memahami masa kini,” kata Ketua Lembaga Kajian Sejarah,
Sosial dan Budaya (SKS2B) Kalimantan ini.
Komunitas pegiat dan pencinta sejarah dalam BHC Banjarmasin saat menggelar lapak buku sejarah di RTH Kamboja.
Gali Data dan Fakta Versi Warga Kampung Batuah, Senin Nanti Komnas HAM Datang ke Banjarmasin
USAI menyimak paparan versi Pemkot Banjarmasin soal rencana
revitalisasi Pasar Batuah, kini giliran warga Kampung Batuah dan para
pedagang yang akan dikorek keterangannya.
WAKIL Ketua Komnas Hak Asasi Manusia (HAM)
Hairansyah mengatakan sebagai komisioner mediator diagendakan akan
bertemu dengan warga dan pedagang Pasar Batuah, termasuk dengan LBH
Ansor Kalsel pada Senin (4/7/2022).
“Rencananya, Senin mendatang, kami akan datang ke Kampung Batuah di
Kelurahan Kuripan, Banjarmasin Timur,” ucap Hairansyah kepada jejakrekam.com, Jumat (1/7/2022).
Ancah, sapaan akrab komisioner ini mengatakan sedikitnya ada tiga hal
yang ingin digali dari warga Kampung Batuah. “Apa duduk persoalan versi
warga Kampung Batuah, khususnya dengan penolakan mereka atas rencana
revitalisasi Pasar Batuah,” ucap Ancah.
Mantan komisioner KPU Kalsel ini mengatakan hal kedua menyangkut
harapan yang diinginkan warga Kampung Batuah sebagai bentuk penyelesaian
dari mulai ihwal terpenting dan lainnya.
“Ketiga terkait dengan data warga yang menjadi pedagang Pasar Batuah.
Mereka yang menjadi penghuni Kampung Batuah sekaligus pedagang di RT 11
dan RT 12 Kelurahan Kuripan,” beber Ancah.
Mantan Direktur Eksekutif Yayasan Dalas Hangit (Yadah) ini mengaku
materi soal rencana penggusuran pasar dan perkampungan Batuah akan
menjadi materi diskusi saat Komnas HAM bertemu warga.
“Kami ingin menggali data lebih detail dan mendalam terkait dengan
rencana penggusuran itu. Apa saja harapan warga Kampung Batuah terkait
dengan masalah itu,” kata Ancah.
Sebelumnya, Sekda Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman bersama Kepala
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin
Ichrom Muftezar telah menyampaikan data sekaligus solusi alternatif atas
kisruh Pasar Batuah ke Komnas HAM di Jakarta pada Kamis (23/6/2022).
Sementara itu, kuasa hukum Aliansi Warga Kampung Batuah Syaban Husin
Mubarak mengakui sudah mendapat informasi jika Komnas HAM akan datang ke
Banjarmasin.
“Kami akan sampaikan data dan fakta termasuk alasan warga menolak
penggusuran untuk memuluskan rencana revitalisasi Pasar Batuah,” ucap
Ketua LBH Ansor Kalsel ini.
Sementara itu, sidang gugatan atas SK Walikota Banjarmasin Nomor 109
Tahun 2022 berisi rencana revitalisasi Pasar Batuah berlangsung di PTUN
Banjarmasin, Rabu (29/6/2022).
Dua saksi fakta dihadirkan penggugat dari warga Kampung Batuah,
Kelurahan Kuripan, Banjarmasin. Yakni, Ketua 11 Humiadi dan Ketua RT 12
Muslian Noor.
Dari pengakuan dua saksi fakta ini terungkap bahwa sosialisasi
rencana revitalisasi Pasar Batuah itu baru digelar Pemkot Banjarmasin,
usai terbitnya SK Walikota yang jadi objek gugatan di PTUN Banjarmasin.
Di hadapan majelis hakim diketuai Berdyan Shonata dan dua hakim
anggota; Ratna Kartini Sianipar dan Friska Arieta Aritadi serta pihak
tergugat Walikota Ibnu Sina diwakili Kabag Hukum, Jefrie Fransyah,
terungkap fakta-fakta yang terjadi di Kampung Batuah.
Dua spanduk penolakan dipasang di atas kios di kawasan Pasar Batuah, Jalan Manggis, Banjarmasin Timur.
Untitled; Sebuah Catatan Pameran Puzzle (Drawing on Kambuk)
Oleh : Rizky A. Setiawan
PUZZLE: Drawing on Kambuk ada, singkatnya, karena ingin
berpartisipasi dan memeriahkan “gerakan” Bulan Menggambar Nasional yang
diprakarsai oleh seorang perupa jebolan ISI Yogyakarta, yakni Edo Pop.
Mengingat tak semua daerah di Indonesia “mapan” perihal definisi drawing,yang
telah lebur pada era kontemporer saat ini, maka eventini dirasa penting
untuk membawa isu ‘drawing’ke dalam pemaknaan yang lebih luas dan
mendalam.
MEMAKNAI kata “puzzle” berarti bicara perihal
kepingan-kepingan kecil yang saling mengisi dan bersatu-padu menjadi
gambar yang utuh. Ketiadaan sekeping puzzle, walau kecil, menjadi
penting dan dapat berdampak besar terhadap keparipurnaan sebuah gambar.
Melalui pameran ini, Badri dan Hajriansyah ingin mengajak kita (perupa
Kalsel), untuk berkontemplasi terhadap sekeping puzzle yang sering kita
abaikan; yakni, perihal kemampuan beradaptasi. Mengingat pemaknaan
drawing era jadul telah menjadi kepingan dengan pemaknaan baru di era kontemporer saat ini.
Harus saya akui wujud “baru” drawing saat ini terkesan puzzling (membingungkan).
Dan pemahaman terhadap defenisi ini bisa saja kita anggap tak penting
dan remeh-temeh. Namun, sikap tersebut lagi-lagi hanya akan menambah
jarak ketertinggalan dan lemahnya daya adaptasi kita. Bicara perihal
adaptasi, saya teringat sebuah buku yang saya baca semasa SMP, yakni Theory of Evolution yang
ditulis oleh Charles Darwin. Dalam buku tersebut ia mengemukakan bahwa
makhluk yang bertahan adalah makhluk yang cepat beradaptasi–the survival of the fittest.
Bicara perihal Hajri, saya mengenalnya sebagai perupa yang jarang
menyusun gagasan pada pra-produksi karya. Ia lebih suka melakukan
petualangan langsung, mencarinya di sebidang kanvas dan menikmati setiap
kemungkinan-kemungkinan yang akan meluap dari memori liar yang
berseliweran, lalu membubuhkan tanda-dirinya menjadi sebuah karya.
Singkatnya, ia menggunakan alam bawah sadar (subconscious) sebagai bahan dalam memproduksi sebuah karya.
Hal ini cukup menarik, karena metode semacam ini pernah dilakukan
oleh pelukis surealis Spanyol, Salvador Dali. Di mana, metode tersebut
timbul akibat ketidakpuasannya terhadap kekacauan lanskap yang ia lihat
pasca-Perang Dunia ll. Maka setelahnya, ia memilih untuk memanfaatkan
memorinya, mendeformasi objek ke arah transformasi, dan menghadirkan
objek yang belum pernah ada di dunia riil.
Sedikit berbeda dengan Dali, Hajri menggunakan alam bawah sadar untuk
membebaskan spektator (pengamat) menghadirkan macam-macam sisi kepingan
puzzle memori yang bersifat subjektif. Contohnya, seperti pada sebuah
gambar pada seri “Rupa-Rupa Kehidupan”. Saya, sebagai sudut pandang
spektator yang melihat karya itu, membacanya sebagai lanskap lahan
pertanian di kawasan desa Gudang Hirang, dan dua figur pada pojok kiri
saya tangkap sebagai potret saya dengan seorang kawan.
Pembacaan itu dapat terjadi terkait perihal bagaimana alam bawah
sadar berperan sebagai pustakawan, yang mencarikan memori-memori yang
paling cocok untuk dijadikan sebuah terjemahan atas apa yang telah
ditangkap oleh alat inderawi.
Interpretasi saya bisa saja berbeda dengan spektator lain, semisal seorang spektator B akan dengan zakelijk
memaknai gambar tersebut sebatas gambar dua figur manusia dengan latar
corat-coret. Interpretasi ini juga tak bisa dibilang salah. Perbedaan
dalam pemaknaan akan terus berlanjut, dengan variabel subjektivitas
memori bermacam spektator, dan akan terus menghadirkan kepingan-kepingan
puzzle memori yang berbeda.
“STORY of Syamsi Tabriz” merupakan karya drawing Hajri yang paling saya sukai dalam pameran ini. Dalam drawing-nya
tersebut, Hajri menggambarkan dua orang tokoh, yakni Syamsi Tabriz
(sebelah kiri) yang sedang berdiskusi di sebuah ruangan bertingkat
dengan seorang murid–yang saya yakini sebagai penggambaran Jalaluddin
Rumi (sebelah kanan).
Sedikit bicara perihal Syamsi Tabriz, ia adalah seorang master sufi
yang hidup pada tahun 1185. Serupa dengan nama belakangnya, ia berasal
dari kota Tabriz, sebuah kota besar yang berada di wiliyah barat negeri
Iran. Selain dikenal sebagai sufi, ia juga dikenal sebagai pengembara
yang tengah mencari seseorang yang tepat untuk menanamkan pemikirannya
mengenai makna cinta. Cerita pengembaraannya yang paling terkenal adalah
ketika ia berada di tanah Anatolia. Di sanalah ia bertemu dengan
Jalaluddin Rumi, yang di kemudian hari Syamsi Tabriz berperan besar
dalam memunculkan potensi spiritual terdalam Rumi.
Tema-tema perihal spiritualitas sufistik cukup banyak dituangkan
Hajri dalam sebuah karya. Hal ini semacam digunakan Hajri sebagai wahana
kontemplatif untuk mengingat zat yang adikodrati. Dan melalui karyanya
tersebut, secara sadar-tak sadar, tanda-tanda dirinya juga hadir pada
karyanya.
Hajri tak ubahnya Syamsi Tabriz. Melalui kelompok kecil yang ia namai
Ugahari, di Kampung Buku, Hajri menggunakannya sebagai media saling
belajar dengan para santrinya. Kegiatan tersebut saya tangkap persis
seperti apa yang saya baca perihal Rumi yang belajar dengan Tabriz.
Namun di sisi lain, Tabriz juga turut belajar dengan Rumi.
REALISME-POINTILIS dan suguhan potret keluguan adalah salah satu dari
dua periode rupa yang pernah saya tangkap dari perjalanan kekaryaan
seorang Badri. Dalam sebuah perbincangan, pengaruh
realisme-pointilis-nya tersebut ia dapat ketika belajar dari seorang
Umar Sidik yang juga merupakan seorang perupa beraliran
realisme-pointilis. Aliran tersebut cukup lama ia tuangkan dalam
karyanya, hingga suatu masa karya-karya Rokhyat mencuri hatinya
Bicara sedikit perihal Rokhyat, ia adalah seorang perupa yang dikenal
karena eksplorasi liar dan kemampuannya menghadirkan objek dekoratif
yang kecil nan detil. Selain itu, Rokhyat adalah tipikal perupa yang
berprinsip untuk tidak menetap dalam satu aliran. Melalui prinsip
tersebut Rokhyat menjadi perupa yang lebih dinamis.
Salah satu karya lukisan yang dipamerkan di Kambuk Banjarmasin, Jalan Sultan Adam Banjarmasin. (Foto Kambuk Banjarmasin)
Kekaguman Badri terhadap karya-karya Rokhyat tak serta-merta
membuatnya langsung berpindah haluan gaya. Pada mulanya, saya melihat
pergeseran tersebut bermula pada karya lukis berjudul “Hakekat yang Tak
Terlihat”. Pada lukisannya itu Badri masih menggambar (melukis) dengan
gaya awalnya, yakni potret realis dari wajah anak kecil yang diberi
kesan pointilistik. Namun, dalam karyanya tersebut terkesan berbeda dari
lukisan-lukisan Badri sebelumnya, karena setelah lukisan tersebut
hampir jadi, ia membubuhkan sapuan ekspresif dan lelehan-lelehan cat
berwarna violet yang tumpang-tindih.
Perpindahan aliran lukis Badri semakin terlihat ketika saya melihat
karyanya yang berjudul “Topeng”. Dalam karyanya tersebut Badri semakin
mengaburkan gayanya terdahulu. Walau masih berupa sebuah potret anak
kecil, namun kesan realis pada lukisannya tersebut terlihat minim,
karena Badri hanya mengekspos seperempat bagian kepala. Selebihnya, ia
mengisi ruang kosong dengan sapuan-sapuan yang brutal dan eksploratif,
dengan media-media lain seperti pensil dan krayon.
Perihal perpindahan aliran semacam ini memang jarang dialami oleh
seorang perupa, dan bukan sesuatu yang baru. Namun hal ini lazim
terjadi. Seperti contoh Pierre Soulages, seorang maestro lukis
berkebangsaan Prancis yang kini berusia 102 tahun. Pada mulanya Soulages
juga beraliran realis, namun ketika berumur 60 tahun (1979), ia
memutuskan untuk tak berhenti hanya pada aliran realis dan
mendedikasikan dirinya sebagai pelukis abstrak yang hanya menggunakan
cat berwarna hitam, hingga saat ini.
MELIHAT karya Badri dalam pameran ini, ia tak lagi menyuguhkan rupa
yang figuratif, melainkan tarikan-tarikan garis yang abstrak nan
dekoratif, seolah ia benar-benar menegaskan dirinya sebagai perupa
beraliran abstrak. Selain itu, ada vocal-point yang saya tandai
sebagai pengaruh Rokhyat dalam kekaryaan Badri. Contohnya pada karya
“Abah”, yang secara khusus ia dedikasikan kepada abahnya tercinta. Dalam
karyanya itu, Badri memanfaatkan mesin dompeng (mesin las) yang telah
rusak, melapisinya dengan cat dasar berwarna hitam dan menghiasinya
dengan tarikan garis panjang yang meliuk-liuk dengan teknik plotot,
persis dengan apa yang dilakukan oleh Rokhyat.
Bagi Badri, mesin dompeng mengingatkannya pada kenangan masa kecil
bersama abahnya. Di mana pada masa itu, media jalan di kampungnya adalah
sungai, bukan jalanan beraspal selayaknya di kota. Itulah yang membuat
keseharian Badri cukup akrab dengan sungai. Bahkan dalam sebuah obrolan,
Badri menceritakan kepada saya, bahwa aktivitas perjalanan di sungai
menjadi hal spesial dalam kehidupannya. Momen itu adalah ketika abahnya
membawa ia untuk jalan-jalan menggunakan perahu kecil dengan mesin
dompeng sebagai mesin penggerak. Momen itu menjadi kenangan paling
berkesan bagi Badri bersama ayahnya.
Melalui karya “Abah” Badri ingin mengabadikan momen bersama orang
tuanya. Ia juga memaparkan kepada saya bahwa karya ini adalah sebuah
upayanya untuk merawat ingatan yang telah lampau, agar tak jadi
usang-berkarat.(jejakrekam)
Penulis adalah Ketua Komunitas Infinity Banjarmasin
Pengelola Kampung Buku (Kambuk) Banjarmasin
Perupa Muda Banjarmasin
Tiga pelukis Kambuk Banjarmasin; Hajriansyah, Rizky A Setiawan dan Badri
Manuver Mahasiswa Batola Dukung Mendukung Kandidat Bupati Dikritik Akademisi ULM
JELANG suksesi Barito Kuala (Batola) 2024, aksi dukung
mendukung para kandidat mulai mengemuka. Salah satunya datang dari
Ikatan Mahasiswa dan Pemuda (Ikmada) Batola.
DEKLARASI dukungan untuk pencalonan Rahmadian Noor
yang saat ini menjabat Wakil Bupati Batola maju berlaga pada pemilihan
kepala daerah (pilkada) 2024 nanti disuarakan elemen Ikmada di Handil
Bakti, Kecamatan Alalak, Jumat (1/7/2022).
Elemen mahasiswa dan pemuda yang diketuai Muhammad Tamyiz ini
menyatakan dukungan atas pencalonan Rahmadian Noor sebagai calon Bupati
Batola periode 2024-2029 mendatang.
Saat ini, Rahmadian Noor merupakan keponakan mantan Bupati Batola
Hasanuddin Murad merupakan pendamping sang istri, Bupati Hj Noormiliyani
Aberani Sulaiman.
Alasan Ikmada Batola karena sosok Rahmadian Noor telah terbukti
membawa perubahan di kabupaten itu bersama Hj Noormiliyani. Ini ditandai
dengan roda pembangunan daerah yang telah merata serta segudang
prestasi dari Ketua DPD Partai Golkar Batola itu.
Ternyata manuver deklarasi dukungan dari Ikmada Batola ini dikritik
akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Nasrullah. “Saya prihatin
dengan keterlibatan unsur mahasiswa dalam hal dukung mendukung
pencalonan kepala daerah di Batola,” kata Nasrullah kepada jejakrekam.com, Jumat (1/7/2022).
“Mahasiswa semestinya memposisikan sikapnya secara kritis bukan
memberikan sanjungan belaka; Lagi pula pilkada masih nun jauh di sana.
Berikan kesempatan bagi kepala daerah untuk menuntaskan pembangunan
selama peridoe kepemimpinannya,” beber sosiolog-antropolog FKIP ULM ini.
Menurut Nasrullah, terlalu dini mahasiswa untuk masuk dalam syahwat kekuasaan yakni dukung mendukung bakal calon.
“Ketimbang terlibat dukungan politis demikian, mahasiswanya harus
lebih banyak membaca buku agar melihat secara kritis di masyarakat dan
melakukan pendampingan terhadap masyarakat,” kata mantan aktivis
mahasiswa IAIN (UIN) Antasari Banjarmasin ini.
Nasrullah mengajak agar mahasiswa Batola mengenal Batola dengan
membaca buku sebagai sumber referensi. Di antaranya, Gerakan Laung
Bahenda Militansi Orang Dayak Bakumpai Mempertahankan Lahan Gambut dari
Ekspansi Perkebunan Sawit karya Nasrullah Bakumpai.
Kemudian, Ayo ke Tanah Sabrang karya Patrice Levang; Wangkang Sang
Hulu Balang; Tumenggung dan Pagustian yang merupakan karya Helius
Sjamsudin. “Kemudian buku-buku lainnya seperti Kisah Pilu di Lahan
Basah serta Orang Jejangkit, Realitas dan Mobilitas desa Ke Kota karya
Taufik Arbain (dosen FISIP ULM),” tuturnya.
Menurut Nasrullah, bagi yang terburu-buru deklarasi pencalonan Bupati
Batola, semestinya hal itu menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi KPU
Batola. “KPU Batola harus segera memberi sosialisasai tahapan pemilu
hingga tahapan akhir pilkada. Tujuannya, agar warga Batola sadar pilkada
bukan bulan depan. Jangan terbawa suasana tren dukungan calon presiden
(capres) dimulai dari sekarang, toh itu pun masih jauh,” sentil
Nasrullah.
Kantor Bupati Batola di Marabahan dari arah pintu masuk dekat tepian Sungai Barito.
Polda Kalsel Dapat Kejutan dari Jajaran TNI Saat Hari Bhayangkara Ke-76
SEBAGAI bukti terjalinnya sinergitas yang tinggi antara TNI
dan Polri diwilayah Kalimantan Selatan (Kalsel), kejutan diberikan
Jajaran TNI, yakni Korem 101/Antasari, Lanal Banjarmasin dan Lanud
Syamsuddin Noor kepada Polda Kalsel di Hari Bhayangkara ke-76 tahun
2022.
KEJUTAN itu berupa kunjungan langsung ke Polda
Kalsel dengan membawa tumpeng dan kue ulang tahun yang diterima langsung
oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikhwanto, didampingi Wakapolda Kalsel
Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono, dan Pejabat Utama Polda Kalsel,
Jumat (1/7/2022).
“Semoga kedepan sinergitas kita bisa lebih erat lagi dalam menjaga
Kamtibmas, semoga situasi Kamtibmas diwilayah Kalimantan Selatan tetap
sejuk dan kondusif,” ucap Kapolda Kalsel.
Ucapan selamat disampaikan Danrem 101/Antasari, Danlanal Banjarmasin
serta Danlanud Syamsuddin Noor kepada Kapolda Kalsel dan jajaran,
khususnya Polri.
Mereka mendoakan di hari ulang tahun ini Polri semakin profesional
dengan mengedepankan Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi
Berkeadilan) yang merupakan program yang diusung oleh Kapolri Jenderal
Polisi Listyo Sigit Prabowo.
“Kami dengan bangga mengucapkan Dirgahayu Bhayangkara ke-76, semoga
Polri semakin profesional dengan mengedepankan Presisi” (Prediktif,
Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) yang merupakan program yang
diusung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo,” ungkap
Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Rudi Puruwito.
Kedatangan ke Mako Polda Kalsel memang disengaja untuk memberikan
kejutan di Hari Bhayangkara ke-76, lanjutnya. Kejutan ini tidak hanya
diberikan kepada Kapolda Kalsel saja, seluruh jajaran TNI yang ada di
kewilayahan pada hari ini juga melakukan hal yang sama, memberikan
ucapan selamat Hari Bhayangkara sampai ke tingkat Polsek.
“Kejutan ini juga sebagai wujud sinergitas antara TNI dan Polri, saya
berharap sinergitas dan kolaborasi TNI-Polri terjalin dengan baik dan
bisa dikembangkan untuk memajukan Kalimantan Selatan,” tutupnya.
Tarif Listrik Naik Mulai Hari ini, Berlaku Untuk 3500 VA Ke Atas
TANJUNG, Klikkalsel.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan kebijakan tentang kenaikan tarif listrik golongan tertentu dengan daya 3.500 VA ke atas yang dilaksanakan mulai 1 hari ini Jumat, (1/7/2022).
Manager PLN Cabang Tanjung,
Arief Faturrahman menginformasikan bahwa penyesuian tarif listrik
tersebut ditujukan kepada pelanggan dengan golongan 3.500 volt ampere
(VA) ke atas (R2 dan R3), golongan pemerintah (P1, P2, dan P3) atau
golongan pelanggan nonsubsidi.
“Sedangkan
tarif listrik Rumah Tangga dengan daya R-1/450 VA sampai dengan 2200 VA
tidak berubah, pemerintah masih melindungi kita yang dayanya di bawah
3500 VA” jelasnya.
Penyesuaian tarif tersebut sesuai dengan Permen
ESDM nomor 28 tahun 2016 Jo nomor 3 tahun 2020. Diketahui, dalam
perubahan tarif listrik tersebut mengacu pada beberapa indikator.
Diketahui,
penyesuaian Tarif Listrik tidak selalu berarti kenaikkan, karena
perubahannya mengacu pada 4 indikator, yaitu Indonesian Crude Price
(ICP), kurs, inflasi, dan harga patokan batu bara.
“Perubahan
mengacu pada empat indikator yaitu harga rata-rata minyak mentah
Indonesia, kurs, inflasi serta harga pasokan batubara” jelasnya.
Arief
Faturrahman menambahkan bahwa pelanggan golongan bersubsidi yakni 450
VA hingga 2200 VA tidak terkena penyesuaian tarif listrik.
Berikut ini daftar 5 golongan pelanggan yang tarif listriknya mengalami penyesuaian per 1 Juli 2022:
1.
Pelanggan rumah tangga golongan R2 dengan daya 3.500 VA hingga 5.500 VA
tarifnya disesuaikan dari Rp 1.444,70 per kWh menjadi Rp 1.699,53 per
kWh, dengan selisih Rp 254,83 per kWh
2. Pelanggan rumah tangga
golongan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas tarifnya disesuaikan dari Rp
1.444,70 per kWh menjadi Rp 1.699,53 per kWh, dengan selisih Rp 254,83
per kWh
3. Pelanggan pemerintah golongan P1 dengan daya 6.600 VA
hingga 200 kVA tarifnya disesuaikan dari Rp 1.444,70 per kWh menjadi Rp
1.699,53 per kWh, , dengan selisih Rp 254,83 per kWh
4. Pelanggan
pemerintah golongan P3 tarifnya disesuaikan dari Rp 1.444,70 per kWh
menjadi Rp 1.699,53 per kWh, , dengan selisih Rp 254,83 per kWh
5.
Pelanggan pemerintah golongan P2 dengan daya di atas 200 kVA tarifnya
disesuaikan dari Rp 1.114,74 per kWh menjadi Rp 1.522,88 per kWh, dengan
selisih Rp 254,83 per kWh. (Dilah)
Wisata Kuliner Banjarmasin ‘Tempoe Doeloe’ Lebih Ramai di Malam Hari
BANJARMASIN,klikkalsel.com – Tempat wisata kuliner
malam, kini sangat banyak sekali didatangi para kawula muda, untuk
bersantai di malam hari bersama para pasangan, teman hingga keluarga.
Terlebih di kawasan Kota Tua, Jalan Simpang Hasanudin, Kertak Baru Ulu, Banjarmasin Utara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Di tempat itu, suasana tempoe doeloe’ yang terasa di kawasan ini pun membuat nuansa bahari semakin terasa.
Kawasan
Bandarmasih Tempoe Doeloe yang diresmikan Walikota Banjarmasin H Ibnu
Sina ini, menghadirkan sudut kota lama Banjarmasin. Dengan
bangunan-bangunan tua yang diubah menjadi tempat ngopi, kuliner, dan
menawarkan tempat nongkrong yang asyik.
Salah
satu owner outlet coffe Shop yang ada di Kawasan Kuliner Tempoe Doeloe,
Sudut Cafe, menyebutkan, suasana malam hari di kawasan tersebut
sangatlah ramai, tidak seperti di siang hari.
“Jadi pastinya
berbeda ya suasana siang dan malam, kalo di siang hari itu lumayan
sunyi. Tapi sangat berbeda ketika malam hari, dimana sangat ramai banget
disini,” ujar Rina Owner Sudut Cafe, Jumat (1/7/2022)
Salah satu
pengunjung yang bersantai, di sudut cafe pada saat malam hari Sephiara
Nur Aidilla Alzaru, mengatakan, sengaja ke tempat itu untuk menikmati
makanan dan minuman sambil menikmati malam di Kawasan Tempoe Doeloe.
“Sangat
santai ya disini enak makanan dan minuman disini juga banyak banget
pilihannya, sehingga lumayan bingung juga memilihnya,” ujar wanita yang
kerao disapa Phia ini.
Duta Provinsi, Galuh Provinsi Kalimantan
Selatan ini juga, menyebutkan pemandangan dan suasana di malam hari
sangat memanjakan mata dan mengingatkan dengan suasana dulu.
“Selain
makanan dan minuman yang banyak, suasana disini juga sangat enak buat
nongkrong, apalagi dengan nuansa Tempoe doeloe membuat semakin terasa
ala ala bahari,” tuturnya. (restu)
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Arahan Wapres Untuk Percepatan MPP
JAKARTA,klikkalsel.com – Pemerintah terus berupaya untuk mempercepat penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik (MPP) di seluruh penjuru Indonesia.
Salah
satu upayanya adalah dengan menggandeng sejumlah kementerian, lembaga,
BUMN, dan Badan Hukum Publik untuk berkomitmen menyediakan layanan di
MPP.
Sebanyak 17 instansi termasuk BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) sepakat untuk menandatangani Nota Kesepahaman Percepatan Penyelenggaraan MPP ini pada Selasa (28/6/2022) tadi.
Hadir
langsung pada acara tersebut Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin beserta
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md
sebagai Menteri PANRB ad interim.
Direktur Utama BPJAMSOSTEK dalam
keterangannya mengatakan, pihaknya akan turut serta berkolaborasi serta
berkomitmen membantu mempercepat pembangunan MPP terealisasi di seluruh
penjuru tanah air.
“BPJAMSOSTEK merupakan salah satu bagian dari
lembaga negara yang menyelenggarakan pelayanan publik, konsen kami
sejalan dengan harapan pemerintah yakni menghadirkan pelayanan yang
lebih lengkap, lebih mudah, lebih cepat,” jelas Anggoro.
Dia
melanjutkan, dengan adanya MPP di seluruh kabupaten dan kota di
Indonesia, akan mempermudah pekerja mendapatkan informasi jaminan sosial
ketenagakerjaan, mendaftar menjadi peserta hingga melakukan pengajuan
klaim.
Sementara itu, Wakil Presiden Maruf Amin dalam arahannya
pada kegiatan tersebut mengatakan, pemerintah bertanggung jawab penuh
dalam menyediakan pelayanan publik yang berkualitas kepada warga negara
sejak kelahirannya sampai kematiannya.
“Pengurusan akta kelahiran,
pelayanan dasar kesehatan, pendidikan, pajak hingga surat kematian
harus dapat diakses oleh masyarakat secara praktis dan sederhana,” tegas
Maruf Amin.
Ia
menambahkan, MPP diselenggarakan dalam rangka untuk membantu
memperbaiki kualitas pelayanan publik kepada masyarakat dan meningkatkan
investasi di daerah.
Oleh karena itu, ia meminta, MPP seyogyanya segera terbangun di seluruh daerah di Indonesia.
“Pada
2024 kita telah mencanangkan 100 persen MPP sudah dibangun di seluruh
Indonesia, selain target kuantitatif, kualitas MPP juga tidak boleh
luput dari perhatian, MPP yang telah berjalan, harus terus dievaluasi
efektifitasnya maupun kesiapannya untuk menjadi MPP digital,” tambahnya.
Sejalan
dengan arahan yang disampaikan Wapres, Menteri PANRB ad interim Mahfud
Md dalam paparannya mengatakan pelayanan publik melalui MPP mengalami
peningkatan sejak awal kebijakan ini diadaptasi di Indonesia yakni 2017
silam.
“Pada awal pelaksanaan kebijakan MPP ditetapkan 4 MPP
percontohan, DKI, Batam Surabaya dan Banyuwangi. Penyelenggaraan
pelayanan publik melalui MPP mengalami peningkatan, dengan jumlah MPP yg
beroperasi hingga juni 2022 sebanyak 59 MPP, jika dilihat penyebarannya
berdasarkan provinsi masih terdapat 11 provinsi yang masih belum
memiliki MPP, jika dilihat dari sebaran kabupaten kota masih 449
kabupaten kota yg belum memiliki MPP,” jelas Mahfud Md.
Dia
meyakini pada 2024, MPP yang beroperasi akan sesuai target yang
dicanangkan oleh Presiden dan Wakil Presiden yakni tersebar hingga
seluruh wilayah kabupaten dan kota.
“Selanjutnya sebagaimana
arahan Presiden, pada 2024 MPP sudah terbentuk di seluruh kabupaten
kota. 56 kota akan meresmikan MPP pada 2022 ini,” tutur Mahfud.
Sementara
itu di tempat terpisah Kepala BPJSAMOSTEK Batulicin, Murniati berharap,
semoga dengan hadirnya MPP ini pemerintah dapat memberikan pelayanan
yang lebih lengkap, lebih mudah, lebih cepat, dan tentunya bagi peserta
BPJAMSOSTEK akan memudahkan pekerja mendapatkan informasi jaminan sosial
ketenagakerjaan, mendaftar menjadi peserta hingga melakukan pengajuan
klaim.
“Kedepannya, BPJS Ketenagakerjaan Batulicin akan
menyesuaikan dengan proyeksi Pemerintah Daerah, Jika telah tersedia Mall
Pelayanan Publik di Kabupaten Tanah Bumbu tentunya pasti Kami akan
turut serta dalam memberikan pelayanan terkait BPJS Ketenagakerjaan”
tukasnya. (adv/restu)
Migo Berita - Banjarmasin - Koq di KALSEL terkesan LAMBAT dapat SK P3K !!?? Para Guru Honorer yang sudah LULUS P3K, khususnya tingkat SD/Sederajat terkesan LAMBAT mendapatkan SK Pengangkatan Guru P3K, apalagi Honor mereka seperti "TERTAHAN" tak terbayarkan untuk bulan Januari dan Pebruari tahun 2022 ini. Sungguh ironis, terkesan pemerintah Daerah "Tidak Peduli" dan malah kelihatan "BINGUNG SENDIRI". Apakah ini ada kaitannya dengan pemerintah daerah yang "ANTI JOKOWI", dimana kita tahu bersama diseluruh KALIMANTAN, hanya di Kalimantan Selatan Pak Presiden Jokowi KALAH dua kali dalam PILPRES tahun 2014 dan 2019, seharusnya ketika ada otonomi daerah (Menciptakan Raja Raja KECIL), maka seharusnya kebijakan akan lebih memihak kepada rakyat lewat otonomi daerah, namun ini "terkesan", setiap kebijakan atau aturan yang seharusnya pemerintah daerah yang bertanggung-jawab atau paling tidak yang memperjuangkan, namun malah sekali lagi "TERKESAN" dilemparkan ke pemerintah pusat..!!!! Agar tidak gagal paham, baca hingga tuntas berbagai artikel yang kita kumpulkan.
BINGUNG ??!!?? Walikota Banjarmasin mantan kader PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang sekarang menjadi Kader Kehormatan DEMOKRAT : Koran Radar Banjarmasin Edisi Kamis 17 Pebruari 2022 tentang P3K :
Gurubisa.com
- SK atau Surat Keterangan PPPK Guru menjadi salah satu yang paling
ditunggu oleh guru yang telah lolos tahap seleksi di tahap I dan II. Surat
Keterangan PPPK nanti akan berguna sebagai legalitas, atau sertifikasi
guru tersebut merupakan satu bagian yang resmi dari Pemerintahan. Seperti diketahui Surat Keterangan atau (SK) PPPK merupakan dasar hukum bahwa guru tersebut sudah terangkat menjadi ASN PPPK.
Untuk
para guru yang sudah lulus seleksi pada PPPK tahap I, dan saat ini
sedang dalam masa menunggu mengenai edaran SK PPPK akan diterbitkan.Ini juga nantinya menjadi harapan bagi guru yang saat ini mungkin tengah melakukan tahap pemasukan berkas PPPK Guru tahap II.
Guru
juga akan mendapat SPMT atau Surat Perintah Melaksanakan Tugas, sebagai
dasar untuk anda akan melaksanakan tugas pada penempatan yang sudah
tertera di dalam SK PPPK dari Dinas Pendidikan tersebut.
Mengenai informasi kapan Surat Keterangan PPPK akan diberikan, Kalian dapat melihatnya dengan cara seperti berikut:
1. Buka situs web sscasn.bkn.go.id
2. Kemudian klik kolom pojok kanan yang terlupakan ‘layanan informasi’.
3. Setelah itu masuk ke dalam kontak instansi, masukan nama instansi di dalam kolom pencarian.
Setelahnya akan muncul informasi mengenai Surat keterangan PPPK yang akan di keluarkan oleh Dinas Pendidikan tersebut.
Ketika BKPPD tiap instansi sudah keluar
SK, maka pihak terkait akan membuat surat undangan kepada peserta yang
telah lulus PPPK dalam rangka penyerahan Surat Keterangan (SK) Pegawai
Pemerintah dengan Perjanjian Kerja PPPK.
Untuk
surat edaran tersebut, Guru dapat mencari ke kontak instansi di situs
web yang sama dan untuk informasi mengenai kapan penerbitan SK tersebut. Nantinya akan disesuaikan dengan kebijakan dari tiap-tiap daerah. Dan
untuk guru yang belum dapat lolos dalam seleksi di PPPK tahap I dan II,
agar untuk selalu memantau situs website guru PPPK yaitu guru
pppk.kemendikbud.go.id. Yang dimana dalam situs web tersebut akan diinformasikan terkait pengumuman jadwal pemilihan formasi tahap III.
Sementara itu, Sekretaris Ditjen Guru
dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek, Nunuk Suryani dalam
status di instagram meminta agar peserta PPPK guru tahap 1 dan 2
proaktif menanyakan SK di BKD setempat.
"Terkait
banyak pertanyaan tentang NI ujian 1 dan 2, silahkan ditanyakan di BKD
masing-masing. Terkait ujian ke 3, belum ada info," tulisnya.***
Gurubisa.com
- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan
RB) Tjahjo Kumolo mengatakan instansi pemerintah nantinya hanya akan
diisi oleh pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan
perjanjian kerja (PPPK). Hal itu, kata Tjahjo, sesuai dengan Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenai status pegawai pemerintah pada 2023.
"Sesuai
UU ASN, paling lambat 2023 status pegawai pada instansi pemerintah
hanya ada 2 pilihan, yaitu PNS atau PPPK," ujar Tjahjo, melansir
Kompas.com, Minggu (16/1/2022). Seperti
diketahui, pemerintah sedang melaksanakan Seleksi Calon Pegawai Negeri
Sipil (CPNS) dan PPPK 2021 untuk beberapa instansi.
Berikut besaran gaji PNS dan PPPK yang masih menjadi incaran banyak orang.
Gaji PNS
Gaji PNS golongan I (lulusan SD dan SMP)
Golongan Ia: Rp 1.560.800 - Rp 2.335.800
Golongan Ib: Rp 1.704.500 - Rp 2.472.900
Golongan Ic: Rp 1.776.600 - Rp 2.577.500
Golongan Id: Rp 1.851.800 - Rp 2.686.500
Gaji PNS golongan II (lulusan SMA dan D-III)
Golongan IIa: Rp 2.022.200 - Rp 3.373.600
Golongan IIb: Rp 2.208.400 - Rp 3.516.300
Golongan IIc: Rp 2.301.800 - Rp 3.665.000
Golongan IId: Rp 2.399.200 - Rp 3.820.000
Gaji PNS golongan III (lulusan S1 hingga S3)
Golongan IIIa (gaji PNS golongan 3a): Rp 2.579.400 - Rp 4.236.400
Golongan IIIb: Rp 2.688.500 - Rp 4.415.600
Golongan IIIc: Rp 2.802.300 - Rp 4.602.400
Golongan IIId: Rp 2.920.800 - Rp 4.797.000
Gaji PNS Golongan IV
Golongan IVa: Rp 3.044.300 - Rp 5.000.000
Golongan IVb: Rp 3.173.100 - Rp 5.211.500
Golongan IVc: Rp 3.307.300 - Rp 5.431.900
Golongan IVd: Rp 3.447.200 - Rp 5.661.700
Golongan IVe: Rp 3.593.100 - Rp 5.901.200
Tunjangan PNS
Selain gaji, PNS juga berhak mendapatkan tunjangan kinerja (tukin) yang diberikan sesuai tingkat dan masa jabatan. Bagi
PNS yang memiliki istri atau suami berhak menerima tunjangan suami
istri sebesar 5% dari gaji pokok. Hal itu berdasarkan Peraturan
Pemerintah (PP) 7/1977.
Bagi yang memiliki anak juga mendapatkan tunjangan anak dengan besaran 2% dari gaji pokok.
Selain
itu, adapula tunjangan makan yang diatur dalam Peraturan Menteri
Keuangan (PMK) 32/PMK.02/2018 tentang Standar Biaya Masukan Tahun
Anggaran 2019. Tunjangan
jabatan juga diberikan untuk para abdi negara yang menduduki posisi
tertentu dalam jenjang jabatan struktural karir PNS. Adapun tunjangan umum diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) 12/2006 dengan besaran beragam sesuai tingkat jabatan.
Gaji PPPK Guru
Berikut gaji PPPK Guru dikelompokkan berdasarkan golongan.
Gaji PPPK Golongan I: Rp 1.794-900 - Rp 2.686.200
Gaji PPPK Golongan II: Rp 1.960.200 - Rp 2.843.900
Gaji PPPK Golongan III: Rp 2.043.200 - Rp 2.964.200
Gaji PPPK Golongan IV: Rp 2.129.500 - Rp 3.089.600
Gaji PPPK Golongan V: Rp 2.325.600 - Rp 3.879.700
Gaji PPPK Golongan VI: Rp 2.539.700 - Rp 4.043.800
Gaji PPPK Golongan VII: Rp 2.647.200 - Rp 4.124.900
Gaji PPPK Golongan VIII: Rp 2.759.100 - Rp 4.393.100
Gaji PPPK Golongan IX: Rp 2.966.500 - Rp 4.872.000
Gaji PPPK Golongan X: Rp 3.091.900 - Rp 5.078.000
Gaji PPPK Golongan XI: Rp 3.222.700 - Rp 5.292.800
Gaji PPPK Golongan XII: Rp 3.359.000 - Rp 5.516.800
Gaji PPPK Golongan XIII: Rp 3.501.100 - Rp 5.750.100
Gaji PPPK Golongan XIV: Rp 3.649.200 - Rp 5.993.300
Gaji PPPK Golongan XV: Rp 3.803.500 - Rp 6.246.900
Gaji PPPK Golongan XVI: Rp 3.964.500 - Rp 6.511.100
Gaji PPPK Golongan XVII: Rp 4.132.200 - Rp 6.786.500
Tunjangan PPPK Guru
Selain
gaji, PPPK guru juga akan memperoleh berbagai tunjangan. Tunjangan PPPK
sebagaimana dimaksud dalam peraturan presiden terdiri atas:
Tunjangan keluarga
Tunjangan pangan
Tunjangan jabatan struktural
Tunjangan jabatan fungsional atau Tunjangan lainnya.
Besaran tunjangan diberikan sesuai dengan tingkat jabatan dan masa kerja PPPK.
Gurubisa.com - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mempercepat proses penetapan NIP PPPK guru 2021. Untuk tahap 1, masih banyak pemerintah daerah (pemda) yang belum mengusulkan penetapan NIP PPPK ke BKN.
Contohnya, di Kantor Regional II BKN Surabaya.
Dari 39 kabupaten/kota dan provinsi di sana, hanya tujuh wilayah yang NIP PPPK sudah terbit. Selebihnya, masih berproses. "Per
tanggal 15 Februari baru 7 daerah yang penetapan NIP PPPK sudah 100
persen. Selebihnya masih di angka 84 - 99 persen," kata Karo Humas BKN
Satya Pratama kepada JPNN.com, Kamis (17/2).
Dia
mengungkapkan sebanyak 19 pemda di wilayah Kanreg II BKN yang belum
mengusukan penetapan NIP PPPK sama sekali alias nol persen. "Iya, masih ada yang nol persen karena pemdanya belum mengajukan usulan penetapan NIP PPPK ke BKN," ujar Satya.
Adapun
daerah yang sudah 100 persen ditetapkan NIP PPPK guru tahap 1 adalah
Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten
Lumajang, Kabupaten Magetan, Kabupaten Lamongan, dan Kota Probolinggo. Untuk wilayah yang belum ada usulan sama
sekali ke BKN adalah Pemprov Jatim, Kabupaten Gresik, Kabupaten
Sidoarjo, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo,
Kabupaten Banyuwangi.
Selanjutnya
Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten
Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi,
Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Tuban. Pemkot Surabaya juga masih belum mengajukan usulan penetapan NIP CPNS.
Demikian juga Kota Malang dan Kota Madiun. Di luar daerah tersebut, Satya mengatakan prosesnya masih berjalan. Ada yang hampir 100 persen tuntas penetapan NIP PPPK. "Intinya.
BKN akan mempercepat proses penetapan NIP PPPK kalau usulan yang masuk
lebih cepat dan lengkap dokumen administrasinya termasuk kontrak kerja,"
pungkas Satya Pratama. (esy/jpnn)
Gurubisa.com - Para guru honorer yang lulus seleksi PPPK tahap 1 Tahun 2021 bisa tersenyum. Hari ini, 17 Februari 2022, mereka sudah menandantangani kontrak kerja PPPK. Penandatanganan kontrak dilakukan tiga gelombang di hari yang sama. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerumunan orang di tengah wabah Covid-19.
"Alhamdulillah
hari ini kami sudah tanda tangan kontrak kerja," kata Doni Virli
Heriyanto, ketua Forum Honorer Nonkategori Dua Indonesia (FHNK2I)
Kabupaten Magetan kepada JPNN.com, Kamis (17/2). Doni
yang juga wakil ketua FHNK2I nasional dan Jawa Timur ini mengungkapkan,
sebanyak 262 PPPK guru 2021 di Kabupaten Magetan sudah selesai tanda
tangan kontrak.
Mereka dikontrak per 1 Februari 2021 sampai 31 Desember 2027.
Dari 262 PPPK tersebut, lebih banyak didominasi guru honorer nonkategori. Sebab, honorer K2 jumlahnya tinggal sedikit.
"Kami
sangat bersyukur akhirnya penantian 17 tahun berakhir dengan bahagia.
Rambut saya sampai rontok karena memikirkan nasib kawan-kawan honorer,"
tuturnya. Namun, kesulitan akhirnya berakhir dengan kemudahan.
Walaupun
bersukacita, tetapi masih ada ganjalan di hati Doni dan pengurus
FHNK2I. Hal ini karena belum semua honorer terakomodasi menjadi ASN. "Kawan-kawan
kami yang guru honorer negeri masih banyak yang belum lulus. Selain itu
tenaga kependidikan juga belum. Mudah-mudahan tahun ini bisa
terakomodasi," pungkas Doni. (esy/jpnn)
Bupati Tatto S. Pamuji menyerahkan SK PPPK, Rabu (17/2/2021).
311 PPPK Terima SK Bupati Cilacap
CILACAP – Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menyerahkan SK pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
kepada 311 orang. Mereka merupakan peserta yang lolos seleksi PPPK
angkatan tahun 2019. Secara keseluruhan, peserta yang lolos seleksi PPPK
315 orang.
Daftar Penerima SK PPPK Bupati Cilacap
Mereka berasal dari Tenaga Pendidik
sebanyak 201 orang, Tenaga Kesehatan 68 orang, dan Tenaga Harian Lepas
Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) 46 orang. Namun penetapn
Nomor Induk Pegawai yang diusulkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN)
Regional I Yogyakarta sebanyak 311 orang.
4 orang tidak dapat diusulkan karena 1
orang tenaga pendidik dan 1 orang tenaga kesehatan mengundurkan diri, 1
orang tenaga kesehatan meninggal dunia, dan 1 orang THL-TBPP memasuki
masa purna sebelum diangkat menjadi PPPK.
Penyerahan dilakukan simbolis kepada 30
perwakilan penerima di Pendopo Wijayakusuma Cakti Cilacap, Rabu
(17/2/2021). Sedangkan 281 penerima SK lainnya mengikuti kegiatan secara
virtual dari 140 titik yang berbeda.
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati
Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap,
Farid Ma’ruf, Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap Teti Rohatiningsih, Kepala
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Budi Santosa, Kepala
Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto, para asisten Sekda, serta
sejumlah pejabat.
“Pemerintah Kabupaten Cilacap mendapat
alokasi sebanyak 479 formasi. Yakni tenaga pendidik 340 formasi,
kesehatan 92 formasi, dan penyuluh pertanian 47 formasi”, kata Warsono.
Dari jumlah tersebut calon PPPK yang
dapat mendaftar sesuai persyaratan hanya sebanyak 393 orang. Proses
seleksi dilakukan berbasis komputer (computerized assist test)
pada 23 Februari 2019 di SMK Negeri 1 Cilacap. Penyerahan SK ini
kemudian ditindaklanjuti Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT)
terhitung 1 Maret 2021.
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji
dalam sambutannya mengatakan, proses yang dilalui untuk menjadi PPPK
tidaklah mudah. Di sisi lain, kesejahteraan tenaga honorer merupakan
keprihatinan tersendiri. Sehingga Pemkab Cilacap melakukan berbagai
upaya agar honorer dapat mengikuti CPNS atau menjadi PPPK.menegaskan,
para PPPK harus mau bergerak, bekerja, dan berpikir.
“PPPK punya kelebihan, ada kesempatan
untuk jumping ke eselon II. Semuanya tergantung Anda, apakah mau
bekerja, bergerak dan berpikir”, tegas Bupati.
Adapun masa kerja PPPK diberikan paling
lama 5 tahun dan dapat diperpanjang dengan pertimbangan pencapaian,
penilaian kerja, kesesuaian kompetensi dan kebutuhan instansi. Usai
pengambilan sumpah dan penyerahan SK, secara bergantian Bupati, Wakil
Bupati, bersama para pejabat dan kepala OPD memberikan ucapan selamat
kepada penerima SK.(dn/kominfo)
Radar Tuban – Raut
bahagia terpancar dari wajah para pegawai pe merintah dengan perjanjian
kerja (PPPK) formasi tahun 2019 me nyusul penyerahan surat keputusan
(SK) pengangkatan sebagai aparatur sipil negara (ASN) PPPK kemarin
(24/2).
Bertempat di Pendapa Krida Manung gal Tuban, SK pengangkatan
tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Tuban Fathul Huda didampingi
wabup Ir. Noor Nahar Hussein, M.Si., sekretaris daerah (Sekda) Dr. Ir.
Budi Wiyana, M.Si., Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber
Daya Manusia (BKPSDM) Tuban Drs. M. Nurhasan, M.Si.
Total 232 PPPK yang menerima SK pengangkatan setelah
penetapan nomor induk (NI) PPPK dari Badan Kepegawaian Negara (BKN)
tersebut. Rinciannya, 151 tenaga guru, 19 tenaga kesehatan, dan 62
tenaga teknis.
Dalam sambutannya, bupati Fathul Huda menitipkan
tiga pesan kepada PPPK yang akhirnya resmi diangkat menjadi ASN
tersebut. Pertama, bekerja dengan penuh integritas dan dilandasi dengan
disiplin kerja, waktu, serta mematuhi seluruh peraturan dan ketentuan
yang berlaku.
Kedua, tekun bekerja dan tak lelah belajar.
Ketiga, menjadi ASN yang selalu siap setiap saat dalam melayani
masyarakat dengan penuh ketulusan. ‘’Di mana pun Anda (para PPPK, Red)
bertugas harus disiplin, bekerja dengan baik, serta memiliki kecakapan
dan prestasi,’’ tegasnya.
Bupati menyampaikan, keseriusan dan keuletan
dalam bekerja itu penting. Sebab, status PPPK dapat dilakukan pemutusan
hubungan perjanjian kerja, baik dengan hormat maupun dengan tidak dengan
hormat.
‘’Karenanya, jangan sampai ada yang melanggar
ketentuan dari perjanjian kerja. Niatkan untuk pengabdian. Bekerja
dengan tulus dan ikhlas,’’ tutur bupati dua periode itu.
Kepala BKPSDM Tuban Nurhasan menyampaikan, para
PPPK yang menerima SK pengangkatan merupakan formasi tahun 2019. Mereka
adalah para tenaga honorer di lingkup Pemkab Tuban yang sudah belasan
hingga puluhan tahun mengabdi.
Setelah ada formasi PPPK untuk tenaga honorer,
akhirnya mereka mengikuti proses seleksi. ‘’Sebanyak 233 orang
dinyatakan lulus seleksi. Karena 1 orang meninggal satu, sehingga
tinggal 232 orang,’’ terang dia. Karena masih dalam masa pandemi,
penyerahan SK tetap menerapkan protokol kesehatan. Yakni, dibagi dalam
tiga gelombang. Dari gelombang pertama pukul 08.00 hingga gelombang
terakhir selesai pukul 12.30.
Seluruh penerima SK PPPK juga diwajibkan
mengenakan masker dan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum
masuk pendapa. Tidak lupa juga dilakukan pengecekan suhu tubuh.
SELAMAT: Bupati Fathul Huda, wabup Noor Nahar Hussein, sekda
Budi Wiyana, Kepala BKPSDM Tuban M. Nurhasan menyerahkan SK pengangkatan
kepada PPPK yang dinyatakan lulus formasi 2019.
Urutan Elektabilitas Parpol, Versi Survei NEW INDONESIA Research
SURVEI NEW INDONESIA Research & Consulting dilakukan pada 1-10
Februari 2022 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi. Metode
survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error ±2,89
persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.
TEMUAN survei NEW INDONESIA Research &
Consulting menunjukkan elektabilitas partai politik (parpol) yakni PDI
Perjuangan unggul 15,8 persen, disusul Gerindra 11,6 persen. Sementara
Golkar menempati urutan ketiga meraih elektabilitas 8,5 persen.
“Elektabilitas PDIP dan Gerindra unggul,” ungkap Direktur Eksekutif NEW
INDONESIA Research & Consulting Andreas Nuryono dalam siaran pers di
Jakarta, Rabu (16/2/2022).
Parpol-parpol papan tengah lainnya cenderung mengalami fluktutasi,
yaitu PKB (7,5 persen), PSI (5,5 persen), NasDem (5,3 persen), Demokrat
(5,0 persen), dan PKS (4,8 persen). “Demokrat dan NasDem sempat mencatat
rekor kenaikan, tetapi kemudian menurun lagi,” lanjut Andreas.
Berikutnya ada PPP (2,0 persen), Partai Ummat (1,4 persen), PAN (1,3
persen), dan Partai Gelora (1,1 persen). Lalu Parpol-parpol papan bawah
lainnya adalah Perindo (0,7 persen), Hanura (0,4 persen), PBB (0,3
persen), PKPI (0,2 persen), dan Berkarya (0,1 persen). Garuda dan
Masyumi Reborn nihil dukungan, parpol lainnya 0,8 persen, dan sisanya
tidak tahu/tidak jawab (27,7 persen).
Berikut urutan versi survey NEW INDONESIA Research & Consulting
Dialokasikan 3 Tahun Anggaran, Ongkos Pilgub Kalsel Ditaksir Telan Rp 300 Miliar
EVEN pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024 dihelat
pada 27 November 2024 telah disiapkan anggarannya. Untuk di Kalimantan
Selatan, pilkada pun serentak digeber 13 kabupaten/kota plus pemilihan
Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Kalsel.
MESKI terhitung lebih dari dua tahun lagi, ternyata
anggaran untuk biaya suksesi 2024 itu diprediksi akan menelan dana
ratusan miliar bersumber dari APBD.
“Untuk persiapan anggaran pilkada serentak tahun 2024 mendatang telah
dilakukan, termasuk di Pemprov Kalsel. Walaupun, kemampuan keuangan
daerah melemah akibat dihantam hampir tiga tahun pandemi Covid-19,” kata
Ketua KPU Provinsi Kalsel Sarmuji kepada awak media di sela peluncuran
hari dan tanggal pemungutan suara Pemilu 2024 di KPU Kalsel, Senin
(14/2/2022) malam.
Ia mengakui meski kasus Covid-19 khususnya di Kalsel saat ini mulai
melandai, namun perekonomian belum pulih sepenuhnya. Karena, menurut
dia, untuk penganggaran biaya pilkada 2024 dialokasikan secara bertahap
dalam APBD Kalsel.
“Tahun ini sudah mulai dianggarkan oleh DPRD Kalsel untuk biaya
pilkada 2024. Yakni, mulai tahun anggaran 2022, 2023 dan 2024 nanti,”
kata Sarmuji.
Berdasar informasi awal, Sarmuji menyebut untuk anggaran pilkada 2024
diprediksi bertotal Rp 300 miliar yang akan dialokasikan selama tiga
tahun anggaran bagi ongkos pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel.
“Mengenai besaran dana pilkada ini akan kami segera rapatkan dalam
pleno, apakah besaran Rp 300 miliar itu mencukupi atau tidak. Yang
pasti, Pemprov dan DPRD Kalsel sudah menyiapkan anggaran pilkada untuk
untuk tiga tahun anggaran,” pungkas Sarmuji.
Implementasi SAKIP, Gubernur Kalsel Paparkan Capaian Pembangunan
INDEK Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Selatan tahun 2021, mampu
menyentuh angka 71,28 persen. Ini meningkat dari tahun sebelumnya yang
hanya 69,05 persen.
GUBERNUR H Sahbirin Noor memaparkan implementasi
Sistem Akuntablitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada jajaran
KemenPAN-RB secara virtual di Banjarbaru, Kamis (17/2/2022).
“Pertumbuhan ekonomi Kalsel di masa pandemi naik sebesar 5.29 persen,
meski sebelumnya sempat mengalami kontraksi. Ini dapat terlihat dari
menggeliatnya roda ekonomi di pasar-pasar dan tempat lainnya, serta
antusias masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan
papan,” ujar Paman Birin panggilan akrab Gubernur Kalsel ini.
Ia mengungkapkan, proses penerapan akuntabilitas membutuhkan
pengawalan dan kerja sama dari semua lingkup SKPD. “Untuk mengawal
akuntabilitas ini, kita menggunakan aplikasi e-SAKIP sebagai instrumen
evaluasi,” tuturnya.
Peningkatan akuntabilitas kinerja birokrasi, jelasnya, telah membuahkan beberapa hasil, diantaranya refocusing
program dan kegiatan, dari 138 program di tahun 2020 menjadi 130
program di tahun 2021. “Refocusing anggaran lebih dari 1.4 triliun
rupiah, dan berhasil dilakukan efisiensi anggaran lebih dari 174
miliar.” imbuhnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan
Selatan melalui Gubernur Sahbirin Noor memaparkan implementasi SAKIP
pada jajaran KemenPANRB secara virtual.
LEMBAGA Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan
Selatan langsung mengambil sikap atas polemik rencana revitalisasi Pasar
Batuah.
APALAGI menyusul pernyataan dari pihak Pemkot
Banjarmasin yang terkesan berubah-ubah. Terutama dari pihak Kelurahan
Kuripan dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin)
Banjarmasin Ichrom Muftezar.
“Pernyataan Kepala Disperdagin Banjarmasin yang menyatakan
revitalisasi Psaar Batuah digarap pada akhir Februari 2022 ini jelas
berbeda dengan keterangan dari pihak Kelurahan Kuripan, Banjarmasin
Timur,” kata Ketua LBH Ansor Kalsel Syaban Husin Mubarak dan
Sekretarisnya, Yusuf Ramadhan dalam keterangan tertulis kepada jejakrekam.com, Rabu (16/2/2022).
Menurut Syaban, pada Senin (14/2/2022), warga Batuah diwakili Ketua
RT 11 dan RT 12 bersama Ketua Aliansi Warga Batuah dan LBH Ansor Kalsel
mendatangi Kelurahan Kuripan terkait hasil rapat internal Pemkot
Banjarmasin.
“Saat itu disampaikan berdasar hasil rapat internal bahwa sosialisasi
akan dilaksanakan pada Mei 2022 nanti. Ini mengingat, kita akan
menghadapi bulan suci Ramadhan 1443 Hijriyah,” kata Syaban.
Berbeda dengan pernyataan Kepala Disperdagin Banjarmasin Ichrom
Muftezar justru menegaskan rencana revitalisasi Pasar Batuah akan
digarap pada akhir Februari 2022 ini.
“Dari dua keterangan ini jelas ada komunikasi yang kurang sinkron
antara pejabat yang berwenang. Hal ini mengakibatkan kegaduhan di
masyarakat,” beber Syaban.
Ketua LBH Ansor Kalsel ini juga menyoroti revitalisasi Pasar Batuah
yang diajukan Pemkot Banjarmasin melalui Disperdagin ke Kementerian
Perdagangan melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 66 Tahun 2022
tentang penugasan dalam rangka pembangunan/revitalisasi sarana
perdagangan pasar rakyat dengan tugas pembantuan APBN tahun anggaran
2022 sebesar Rp 3,5 miliar, jelas tanpa melibatkan aspirasi masyarakat
terdampak.
“Ini terkait dengan ketersediaan lahan yang diajukan, sehingga patut
diduga telah melanggar peraturan perundang-undangan dan asas-asas umum
pemerintah (AUPB) dilakukan oleh Pemkot Bnajarmasin saat pengajuan
maupun persiapan pelaksanaannya,” kata Syaban.
Sebab, beber dia, berdasar PMK Nomor 156/PMK.07/2008 tentang Pedoman
Pengelolaan Dana Dekonsetrasi dan Dana Tugas Pembantuan, Pasal21 ayat 2
huruf (b), menerangkan apabila urusan pemerintah tidak sejalan dengan
ketentuan Peraturan Perundang-Undangan maka dapat dihentikan oleh
Pemerintah melalui Kementerian yang memberikan dana tugas pembantuan.
Dalam hal ini adalah Kementerian Perdagangan.
“Kami melihat upaya Pemkot Banjarmasin melaksanakan revitalisasi
Pasar Batuah pada 2022 ini terkesan terburu-buru dan dipaksakan.
Hasilnya, mengabaikan aspirasi warga Batuah terutama di RT 11 dan RT 12
Kelurahan Kuripan yang telah lama bermukim di kawasan itu sejak tahun
1960. Hal ini terbukti dengan belum adanya melibatkan masyarakat dalam,”
urai Syaban.
Atas dasar itu, Syaban melalui LBH Ansor Kalsel mendesak agar Pemkot
Banjarmasin menjalankan pola komunikasi yang lebih baik dan komunikatif
serta memahami kondisi masyarakat Batuah.
“Kami minta dibuka ruang-ruang dialog terbuka untuk kemashlatan warga
Kampung Batuah RT 11 dan 12 Kelurahan Kuripan yang merupakan warga
Banjarmasin,” tegas Syaban.
LBH Ansor Kalsel juga memastikan akan melakukan upaya hukum terukur
dan ideal terhadap keputusan Walikota Banjarmasin atau tindakan-tindakan
yang dikeluarkan dan atau dilakukan. “Tentu saja dalam konteks
berkesesuaian dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik,” pungkas
Syaban.
Spanduk penolakan warga Batuah atas rencana revitalisasi Pasar Batuah di Jalan Kuripan.
FPI = ISIS, ISIS =Teroris, Maka FPI dan Munarzieq Adalah…
Melihat
rekam jejak dari front pembela Islam alias FPI yang ada di bawah
komando Rizieq Shihab dan juga Munarman, membuat kita sudah sangat jelas
mengelompokkan bahwa organisasi ini adalah organisasi teroris.
Organisasi
teroris yang begitu berbahaya dan memberikan efek bagi rusaknya sebuah
tatanan kebangsaan yang sudah dibangun lama oleh Para bapak-bapak
founding fathers Indonesia. Mereka tidak bedanya dengan ISIS yang ada di
daerah Timur tengah dengan aksi-aksi mereka yang sudah jelas-jelas
memberikan efek ketakutan alias teror kepada rakyat Indonesia.
Densus
88 pun juga sudah menangkap banyak sekali anggota dan simpatisan FPI
saat mereka melakukan tindakan teroris dan juga saat mereka bersembunyi
di rumah-rumah kontrakan di tempat-tempat tertentu.
Kehadiran
mereka ini sudah terdeteksi sebetulnya sejak lama oleh Densus 88 Anti
Teror. Dan kejadian-kejadian yang belakangan ini terjadi juga memberikan
indikasi bahwa orang-orang di dalamnya adalah sekelompok orang yang
berbahaya dengan pengajaran yang salah dan di multi interpretasi oleh
mereka.
Setidaknya
saat ini kita melihat bahwa sudah ada simpatisan FPI yang menjadi
pelaku bom bunuh diri baik di Indonesia ataupun di Filipina. Mereka
berbaiat kepada FPI di bawah kendali Munarman. Saat ini Munarman dan
Rizieq Shihab sudah dan sedang diproses hukum.
Namun
kasus yang saat ini sedang berjalan di pengadilan negeri adalah kasus
Munarman dan juga kasus penembakan di KM 50 yang menjadikan polisi itu
sempat dianggap oleh Komnas HAM sebagai dugaan unlawful act of killing.
Dan
memang pada sidang yang sedang berproses mereka tidak terbukti melakukan
tindakan diluar hukum. Yakni para polisi itu membela diri karena
melakukan tugas dan tanggung jawab sebagai penegak hukum.
Tidak
ada bukti yang memberikan indikasi bahwa polisi itu melakukan tindakan
yang di luar hukum seperti yang dikatakan Komnas HAM. Kedua sidang ini
memang terpisah namun ada garis lurus yang bisa kita tarik dan benang
merah yang bisa kita urai dari kedua Persidangan ini.
Pertama
adalah kedua sidang ini sama-sama berbicara soal tindakan front pembela
Islam baik dari anggotanya maupun pimpinannya. Kedua sidang ini
sama-sama berbicara tentang tindakan yang dilakukan oleh Munarman dan
juga para anggota FPI yang sudah mati itu.
Dari
dua persidangan ini, berfokus kepada Munarman dan simpatisan pengawal
Rizieq, menjadi hal yang bisa kita lihat bahwa pelakunya ya dia-dia
lagi.
Kedua
adalah bicara tentang materi yang dibawakan di dalam persidangan.
Materi yang dibawakan adalah pelanggaran hukum dari materi mengenai
radikalisme, pembunuhan dan juga pembaiatan teroris.
Materi
persidangan Munarman fokus kepada apa yang ia kerjakan di dalam
membesarkan jaringan teroris di Indonesia. Sedangkan materi sidang
penembakan di KM 50 adalah materi yang berbicara tentang bagaimana
jaringan tersebut bergerak untuk mengawal Rizieq Shihab yang saat itu
merupakan maskot dari organisasi teroris ini.
Ketiga
adalah penyalahgunaan dan penyelewengan pemahaman agama yang sangat
licin dan bahaya sekaligus. Terorisme adalah sebuah hal yang serius
harus ditanggapi oleh negara-negara dunia termasuk Indonesia.
Sebagai
negara dengan mayoritas agama Islam paling banyak, penyelewengan pasti
ada. Dan tugas polisi dan petugas hukum di negara ini adalah untuk
menetralkan dampak-dampak buruk dari penyelewengan tersebut.
Maka
dari artikel ini kita melihat bahwa seharusnya kita mendukung polisi dan
penegak hukum untuk membasmi FPI bukan hanya secara organisasi namun
orang-orangnya juga. Apalagi mereka-mereka yang mengatakan bahwa Densus
88 ini memiliki track record yang buruk seperti Mustofa Nahrawardaya.
Dia
adalah partai umat yang juga pernah dan sangat keras di dalam mendukung
Anies Baswedan dengan isu-isu agama yang ia bawa. Masih banyak lagi
orang-orang yang bisa saya sebut namanya namun saya pikir akan terlalu
panjang nantinya karena tidak membahas ke esensi artikel ini juga.
Selama
ini kita melihat bahwa FPI sudah merusak tatanan kebangsaan. Dan
merekam sangat dekat dengan partai-partai berbasis agama seperti partai
keadilan sejahtera dan juga partai kumat dan lain-lain yang saya
lagi-lagi tidak akan sebutkan.
Tujuan
yang paling utama dari penegakan hukum seperti ini adalah untuk
membentuk masyarakat yang aman dan tentram di dalam menghidupi kehidupan
di negara ini tentunya. Baik dari ajaran radikal intoleran maupun
terorisme harus diselesaikan sampai ke akar-akarnya.
Bukan
hanya penegak hukum tentunya pasti akan ada peranan dari para
ulama-ulama yang benar dalam melakukan interpretasi atas agama tertentu.
Jangan
sampai agama dijadikan alat untuk memuaskan kepentingan politik
orang-orang tertentu seperti yang terjadi di DKI Jakarta yakni ketika
FPI membela Anies Baswedan dengan cara-caranya yang tidak terhormat dan
sangat jauh dari norma-norma agama dan kebangsaan.
Bisa
dimulai dari pembubaran FPI setelah itu menghancurkan orang-orang di
dalamnya agar mereka tidak lagi memiliki peluang alias impoten untuk
menyebarkan paham radikalisme dan jaringan teroris mereka.
Banyak
orang yang bisa tampil di sosial media dan berbicara soal agama, dan
ternyata banyak juga yang menggemarinya meskipun tidak sejalan dengan
akal sehat. Dan mungkin karena penampilan orang-orang yang berbicara
agama ini dipoles sedemikian rupa sehingga bisa menyedot banyak
penonton. Terlebih lagi kelompok wahabi yang sudah sejak lama
menggunakan media internet menyebarkan pahamnya.
Bahkan
rencana terorisme juga sudah masif dilakukan melalui jaringan internet.
Apalagi dengan aplikasi yang sangat ketat keamanannya dan juga
benar-benar menjaga privasi para penggunanya, justru bisa menjadi alat
yang jitu para teroris beraksi. Misalnya aplikasi telegram yang dulu
sempat membuat negara harus turun tangan dengan menyurati langsung pihak
telegram agar memblokir para jaringan teroris itu.
Menyadari
pentingnya menyebarkan Islam yang ramah dan sejuk, berlomba-lombalah
beberapa orang melakukan perlawanan terhadap kelompok wahabi ini. Mesin
pencari tentu saja masih menyimpan banyak paham radikalis ala wahabi ini
di berbagai situs, dan bahkan fitnah-fitnahnya serta hoaxnya sudah
begitu masif tertanam di mesin pencari pada berbagai situs dan channel.
Dan
tentu saja akan ada yang terpengaruh dengan paham yang menjadi pintu
terorisme itu. Buktinya, pernah terjadi pada salah satu korbannya yang
masih seorang gadis nekat ke kantor polisi membawa senjata dan
menodongnya di sana, alhasil, perempuan itu dilumpuhkan. Belum lagi
pasangan muda di Makassar, yang nekat mengebom gereja, dan paham itu
semua bisa terjadi karena sudah melalui pintu masuk terorisme yaitu
wahabi.
Kerajaan
Saudi Arabia yang berdiri dengan menggunakan mazhab wahabi sebagai
mazhab resmi kerajaan, ternyata sepanjang pemerintahan Al-Saud ini,
banyak kejanggalan dan kesumpekan yang dialami umat yang mengikutinya,
namun karena sudah masif dibiayai dan diekspansi sampai keluar Saudi
Arabia, wahabisme masih eksis hingga sekarang.
Dan
di Indonesia, ada Khalid Basalamah, Firanda, Yazid Jawas, dan sederet
orang-orang yang begitu pede melakukan pembi’dahan dan pensesatan
dimana-mana di hampir jagad Nusantara. Sebenarnya bukan hanya wayang
yang dijadikan ajang pengharaman, tapi ada tradisi lain termasuk sesajen
dan sebagainya.
Namun
sayangnya, ini tidak menjadi kekhawatiran karena dianggap akan runtuh
dengan sendirinya, padahal sudah sangat merepotkan sehingga paham wahabi
ini adalah salah satu penghambat kemajuan umat, agama dan negara.
Iya!
Wahabi adalah paham yang sangat meresahkan dan bisa membuat suatu negara
kewalahan menanganginya, dan sebenarnya wahabi ini juga bisa menjadi
tungganggan politisi busuk, di Suriah dan beberapa negara yang agak
berantakan, itu karena dimasukkannya wahabi dan bebas menguasai
mesjid-mesjid dan berbagai tempat, maka pada akhirnya ketika ada
politisi busuk memanfaatkannya, kaum wahabi ini bisa menjadi monster
yang sangat ganas, akan memerangi orang-orang yang dianggapnya tidak
sama dengan dirinya. Sungguh berbahaya!
Kerajaan
Saudi sebenarnya sudah memahami bahwa ternyata mazhab wahabi yang
dijadikan mazhab resmi kerajaan tidaklah membuat kerajaannya menjadi
fleksibel mengakomodasi segala persoalan-persoalan masyarakat dan
negara, justru banyak melahirkan penentangan dan kebingungan sendiri.
Tapi sayangnya, wahabi sudah seperti akar yang kuat, maka tidak serta
merta tenggelam dari bumi ini, meskipun Kerajaan Saudi mulai berlagak
modern dan kebarat-baratan.
Di
Indonesia masih banyak yang latah, misalnya ada orang yang merasa banyak
dosa lalu ingin bertobat kemudian masuk ke komunitas hijrah, ternyata
di dalam komunitas hijrah ini, orang yang barusan bertobat ini merasa
sudah paling suci lalu mengharam-haramkan budaya orang lain,
membidah-bidahkan amalan-amalan yang sudah biasa dilakukan umat di
Indonesia, misalnya zikiran sehabis shalat magrib, ziarah kubur, yasinan
tiap malam jumat dan lainnya.
Oleh
wahabi, semua amalan dan tradisi itu dinilai sebagai tidak ada contohnya
dari Nabi, maka dihukumi bi’dah atau bahkan ada yang menghukumi haram.
Padahal kalau ditanya “Ente pakai mic ceramah dan pakai mobil dari satu
mesjid ke mesjid lain, itu tidak ada contohnya dari nabi, kenapa ente
masih memakainya? Kenapa ngak pakai onta saja kalau mau kemana-mana?
Supaya dikatakan benar-benar meniru nabi?” Tentu saja mereka tidak paham
yang seperti itu, yang mereka pahami dan inginkan adalah, diluar dari
yang dipahami adalah penghuni neraka, sedangkan dirinya sudah merasa
pasti masuk surga, atau sudah merasa paling bertauhid.
Maka
ketika si Jancuk Sugik mulai agak tampak waras dan menyindir si Khalid
Basalamah, sebenarnya lucu juga sih, tumben si Sugik Nur ini main
sarkasme juga ya? Apakah ia sudah akan mengikuti jejak Yahya Waloni yang
tiba-tiba bertobat dan mengakui semua kesalahannya? Mengakui semua
provokasinya? Mengakui semua ujaran kebenciannya?
Namun
apa yang disampaikan Yahya Waloni di acara Deddy Corbuzer itu, masih
sangat prematur, artinya, Yahya masih hidup, dan masih ada jenjang waktu
yang tersisa bahwa apakah dia benar-benar mengakui kesalahannya dan
bertobat atau karena ia tak tahan dengan kehidupan di penjara? Apalagi
dikabarkan dirinya sudah sering sakit-sakitan.
Dan
waktulah yang akan menjawab nanti bagaimana Yahya Waloni ini, apakah
tidak akan pernah lagi menghina agama orang lain atau sewaktu-waktu bisa
kambuh? Apalagi untuk menjadi pendakwah yang handal, harus banyak
pengetahuan yang diserapnya, banyak belajar lagi berbagai ilmu-ilmu
agama bahkan ilmu mantiq, irfan, sufisme ataupun filsafat Islam, dan
mengkaji semua ini sangat butuh waktu lama, maka akan kesulitan jika ini
dilakukan oleh orang yang sibuk memenuhi panggilan ceramah di berbagai
tempat, atau sibuk mencari nafkah keluarga, atau sibuk berbicara di
depan umum sehingga tidak sibuk berkontemplasi atau banyak merenungi
diri.
Jancuk
Sugik Nur rupanya menyindir Khalid Basalamah, bahwa si Khalid ini
adalah asisten Tuhan dan sudah memegang kunci surga, wkwkkwkww.
Sepertinya Sugik Nur dapat kalimat ini terinspirasi dari para komentator
yang menyerang diirnya, dan rupanya diam-diam Sugik ini meresapi
kalimat-kalimat itu, dan akhirnya dengan kasus wayang yang membawa
Khalid bermasalah, Sugik pun mengeluarkan kalimat sindiran yang cukup
pedas itu. Jancuk tenannnn.... asisten Tuhan dan pemegang kunci surga,
wkwkwkw... matamu pice!
Semoga
para kadrun itu segera kembali pada dirinya, pada fitrahnya, tidak lagi
membuat kegaduhan, bertobat satu per satu, karena tahulah hidup ini
terlalu singkat untuk jadi kadrun dan bikin masalah di negeri ini.
Tidak
ada salahnya berusaha menjadi cerdas dan tidak mabok agama, malah
banyak keuntungannya jika beragama dengan menggunakan akal sehat, tidak
seperti kaum wahabi yang beragama dengan sangat kaku, tetstual, dan
akhirnya seenaknya memvonis keyakinan orang lain, apalagi
mempermasalahkan budaya dan tradisi di negeri ini, sungguh kaum wahabi
seperti Khalid Basalamah ini sangat memprihatinkan dan membahayakan
kehidupan bermasyarakat dan beragama di negeri ini.