Migo Berita - Banjarmasin - KKN di desa Penari : FILM INDONESIA "Mendunia" (Banjarmasin SOLD OUT tiap hari). Nah pasti penasaran kan dengan Film Indonesia Terlaris Tahun 2022 ini (Bahkan Dunia.....). Gimana tidak, untuk di aplikasi penjualan Tiket Bioskop untuk Area "BANJAARMASIN" hanya ada untuk di XXI Duta Mall Banjarmasin, untuk yang lain seperti Kota Cinema Mall (KCM) Belitung Darat Banjarmasin ternyata masih belum masuk??? Bahkan menurut Info dari IG KCM Belitung Banjarmasin Harga Tiket pun akan naik pada tanggal 20 Mei 2022 (dulu 35k saat tanggal itu menjadi 40k), agar masih dapat harga segitu, segera nonton yahh tanggal 19(Kamis). Tapi karena warga Kota Banjarmasin memang selalu dianggap "Ekonomi Menengah Keatas), maka kenaikan harga berapapun , seperti biasa aza, walaupun ada beberapa komentar dari netizen yang menganggap harga ukuran KCM terlalu mahal di seluruh Indonesia ternyata di Banjarmasin kata mereka. Whatever... silahkan baca hingga tuntas berbagai artikel yang telah kita kumpulkan agar tidak gagal paham.
Sering Kehabisan Tiket Bioskop? Ini Cara Memesan Tiket Film KKN di Desa Penari Online
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 17 Mei 2022 | 12:32 WIB Bisnis.com, JAKARTA – Film KKN di Desa Penari terus menjadi pembicaraan hangat di dunia maya. Pasalnya, hari demi hari popularitas film ini terus meningkat dan bahkan tercatat 6 juta penonton sudah melihat film ini. Tak berhenti disitu, film yang lahir dari thread Twitter dari akun @SimpleM81378523 menjadi urutan pertama dalam opening box office bioskop Malaysia dan mengalahkan rilisan studio Marvel, Dr. Strange Multiverse of Madness.
Hal itu, disampaikan akun @Bicaraboxoffice pada quote tweet yang memperlihatkan daftar opening box office bioskop Malaysia. “Ternyata tak hanya di Indonesia, di Malaysia pun KKN di Desa Penari berhasil menaklukkan DOCTOR STRANGE IN THE MULTIVERSE OF MADNESS” tulis @Bicaraboxoffice. Sementara itu, popularitas film KKN di desa penari seakan tak ada habisnya di Indonesia, karena ada saja yang sering kehabisan tiket saat hendak memesan langsung ke bioskop.
Nah, untuk itu Anda dianjurkan memesan tiket melalui Online, caranya cukup mudah karena cukup mengunduh aplikasi yang mendukung pembelian tiket secara online dari mulai TIX ID hingga aplikasi belanja Shopee. Simak! Berikut ini cara melakukan pemesanan tiket film KKN di Desa Penari secara online:
TIX ID untuk Bioskop CGV dan Cinema 21:
1. Download aplikasi TIX ID di Google Play atau App Store.
2. Buka aplikasi TIX ID dan lakukan Login/Daftar pada aplikasi.
3. Setelah itu pilih lokasi kota Anda menonton.
4. Lalu pilih film “KKN di Desa Penari”.
5. Pilih juga waktu, tanggal, dan lokasi bioskop.
6. Klik Beli Tiket dan tentukan jumlah dan posisi kursi bioskop.
7. Pilih Ringkasan Order dan Cek kembali tiket bioskop, lalu klik “Bayar Sekarang”.
8. Masukkan nomor terdaftar di DANA yang memiliki saldo.
9. Masukkan PIN DANA.
10. Terakhir, Klik “Bayar”.
Gotix untuk bioskop CGV dan Cinepolis
1. Unduh aplikasi Gojek di Google Play Store atau App Store.
2. Buka aplikasi Gojek.
3. Login/Daftar ke akun. Klik menu lain lalu scroll layar hingga melihat GoTix di halaman utama.
4. Pilih “KKN di Desa Penari” dan Klik “Buy Ticket”.
5. Pilih hari, jam, dan lokasi bioskop.
6. Tentukan jumlah dan posisi kursi menonton
7. Klik “Continue”.
8. Pilih metode pembayaran yang tersedia.
9. Klik “Order”.
10. Terakhir, Bukti e-tiket akan dikirim.
Cara beli tiket film KKN di Desa Penari via CGV Cinemas
1. Unduh aplikasi CGV CINEMAS di Google Play Store atau App Store.
2. Login ke akun CGV CINEMAS atau lakukan registrasi terlebih dahulu untuk yang belum mempunyai akun CGV CINEMA.
3. Pilih lokasi Cinema yang ingin kamu kunjungi.
4. Pilih film “KKN di Desa Penari” beserta dengan jam tayangnya.
5. Pilih jumlah & posisi kursi yang kamu inginkan.
6. Pilih metode pembayaran dan masukkan informasi yang diperlukan.
7. Setelah melakukan pembayaran, kamu akan menerima email berupa Booking ID beserta Pass Key.
8. Kamu bisa mengambil tiket kamu pada mesin self ticketing yang tersedia di CGV CINEMAS
M-Tix XXI
1. Buka situs atau aplikasi Cinema 21 www.21cineplex.com
2. Pilih film “KKN di Desa Penari” dan lokasi bioskop tempat menonton yang diinginkan
3. Pilih tanggal, jam tayang, dan jumlah tiket yang ingin dibeli
4. Ketika denah muncul, pilih kursi yang diinginkan
5. Setelah memilih kursi yang diinginkan klik “Confirm Order”
6. Periksa kembali detail pembelian sebelum membayar Masukkan PIN dan klik “Buy Ticket”
7. Tiket berhasil dibeli dan konfirmasi dikirimkan ke email yang terdaftar.
8. Setelah menerima QR, scan di mesin M-Tix yang tersedia di lokasi bioskop dan tukarkan menjadi tiket fisik.
Shopee untuk Bioskop CGV
1. Buka aplikasi Shopee dan di halaman awal aplikasi, pilih menu “Pulsa, Tagihan, & Hiburan”.
2. Selanjutnya, scroll ke bawah hingga menemukan kolom hiburan, lalu pilih “Bioskop”.
3. Pastikan lokasi telah diatur sesuai dengan tempat domisili Anda.
4. Pilih tiket film “KKN di Desa Penari”.
5. Kemudian, aplikasi Shopee akan menyajikan daftar bioskop CGV yang menayangkan film tersebut. 6. Pilih bioskop CGV yang Anda inginkan.
7. Pilih jam dan tanggal untuk menonton film tersebut.
8. Pilih kursi di bioskop yang tengah tersedia dengan warna kursi berwarna kuning, lalu klik “Konfirmasi Kursi”
9. Lengkapi informasi kontak pemesan, seperti alamat e-mail dan nomor telepon aktif Setelah itu, klik opsi “Checkout” dan pilih metode pembayaran
10. Pembayaran pemesanan tiket bisa lewat transfer bank atau ShopeePay
11. Terakhir, klik opsi “Bayar Sekarang” dan selesaikan pembayaran sesuai dengan metode yang dipilih.
Daftar Lengkap Bioskop yang Menayangkan Film KKN di Desa Penari
tirto.id - Sempat mengalami beberapa kali penundaan sejak 2020 lalu, film KKN di Desa Penari akhirnya resmi tayang secara premier di bioskop Indonesia pada 30 April 2022. Meski begitu, penundaan tersebut nampaknya tidak mengurangi rasa penasaran pemirsa untuk menonton film yang diproduseri oleh Manoj Punjabi ini. Pasalnya, melalui unggahan Instagram @kknmovie pada Rabu (11/05/2022), diketahui bahwa tiket film KKN di Desa Penari telah terjual lebih dari 3,7 juta kali hingga 11 hari sejak perilisan filmnya. Pada saat yang sama, film ini juga mendapat rating 6,3/10 di situs IMDb. Sebelum diadaptasi menjadi film, KKN di Desa Penari berawal dari sebuah utas di Twitter yang sempat viral pada 2019 lalu yang ditulis oleh akun bernama SimpleMan. Cuitan tersebut lantas dibukukan dengan judul yang sama.
Daftar Bioskop yang Menayangkan Film KKN di Desa Penari Apabila Anda belum sempat menonton filmnya, berikut daftar bioskop yang menayangkan film KKN di Desa Penari.
Jakarta
Plaza Indonesia XXI Plaza Senayan XXI Senayan City XXI Hollywood XXI Kota Kasablanka XXI Lotte Shopping Avenue XXI Kuningan City XXI Setiabudi XXI Emporium Pluit XXI St. Moritz XXI Puri XXI Pondok Indah 1 XXI One Belpark XXI Kemang Village XXI Gandaria City XXI Blok M Square 21 Blok M Plaza XXI Taman Anggrek XXI Citra XXI Seasons City XXI Daan Mogot XXI Ciplaz Cengkareng XXI Green Sedayu Mall XXI Grand Paragon XXI Citra Xperience XXI Atrium XXI Metropole XXI Kelapa Gading XXI Artha Gading XXI Koja Trade Mall XXI Cipinang XXI Bassura XXI City Plaza Jatinegara XXI Ciplaz Klender XXI Arion XXI Kramat Jati XXI PGC XXI Kalibata XXI Cijantung XXI CGV Grand Indonesia CGV Central Park CGV Slipi Jaya CGV Green Pramuka Mall CGV Transmart Cempaka Putih CGV Sunter Mall CGV Fx Sudirman CGV Buaran Plaza CGV Aeon Mall JGC CGV Bellatera Lifestyle Center Cinepolis Kalibata City Cinepolis Tamini Square Cinepolis Cibubur Junction Cinepolis Metro Kebayoran Cinepolis Semanggi Cinepolis Pejaten Village Cinépolis Gajah Mada Plaza Cinepolis Mangga Dua Square Cinepolis Pluit Village Cinepolis Pondok Kelapa Town Square
Bandung
Ciwalk XXI TSM XXI Transmart Buah Batu XXI Empire XXI BTC XXI Braga XXI Festival Citylink XXI Ubertos XXI Thee Matic Mall XXI Jatos 21 CGV Paris Van Java Bandung CGV BEC Mall CGV 23 Paskal Shopping Center CGV Kings Shopping Center CGV Metro Indah Mall CGV Miko Mall Cinepolis Istana Plaza Bandung
Bogor
Bogor Metmall Cileungsi XXI Botani Square XXI BTM 21 Bogor Square XXI Transmart Bogor XXI Ramayana Tajur XXI Boxies XXI Aeon Mall Sentul City XXI Cibinong City XXI Margo XXI Depok XXI Pesona Square XXI The Park Sawangan XXI TSM XXI Cibubur Cinere Bellevue XXI Cinere 21 CGV Vivo Sentul Bogor Cinépolis Lippo Plaza Ekalokasari Cinepolis Lippo Plaza Keboen Raya Cinepolis Bellanova Country Mall
Depok
CGV Depok Mall Cinépolis Depok Town Square
Tangerang
Lotte Bintaro XXI Bintaro XXI Bintaro XChange XXI Transpark Bintaro 7 XXI Aeon Mall Bsd City XXI The Breeze XXI Alam Sutera XXI Living World XXI Summarecon Serpong XXI Supermal Karawaci 21 Tang City XXI Balekota XXI Icon Walk XXI BSD XXI CBD Ciledug XXI Ciplaz Ciledug XXI Cikupa XXI CGV Teras Kota CGV Transmart Bintaro CGV Grand Batavia CGV Eco Plaza Cikupa CGV Mal Ciputra CGV Mall Bandara City CGV Paradise Serpong City Cinépolis Maxxbox Lippo Village Cinepolis WTC Matahari Cinépolis Metropolis Town Square
Serang
Cinépolis Mall Of Serang
Bekasi
Plasa Cibubur XXI Ciputra Cibubur XXI Summarecon Bekasi XXI Mega Bekasi XXI Revo Town XXI Grand Metropolitan XXI Metropolitan XXI Transpark Mall Juanda XXI Courts Khi XXI Pondok Gede XXI CGV Bekasi Cyber Park CGV Bekasi Trade Center CGV Lagoon Avenue Bekasi Cinépolis Blu Plaza
Cikarang
Sentra Grosir Cikarang XXI Chadstone XXI CGV Living Plaza Cinépolis Mall Lippo Cinépolis Mall District 1 Meikarta Cinépolis Orange County Cikarang
Karawang
Karawang Resinda Park Mall XXI Mal Karawang XXI CGV Festive Walk CGV Technomart Karawang
Cirebon
CSB XXI Grage 21 Ramayana Cirebon XXI CGV Transmart Cirebon CGV Grage City Mall
Tasikmalaya
Tasik XXI
Transmart Tasikmalaya XXI
Cilegon
Cilegon Center Mall XXI Cilegon XXI Transmart Cilegon XXI
Sumedang
Sumedang XXI
Garut
Garut XXI
Semarang
Citra XXI DP Mall XXI Paragon XXI Transmart Setiabudi XXI Central City XXI Cinépolis Java Supermall Semarang
Ponorogo
Cinépolis Ponorogo
Yogyakarta
Jogja City XXI Sleman City Hall XXI Empire XXI Ambarrukmo XXI CGV Hartono Mall CGV Transmart Maguwo Cinépolis Lippo Plaza Jogja
Solo
The Park XXI Solo Paragon XXI Solo Square XXI Grand XXI Solo CGV Transmart Solo
Madiun
CGV Plaza Lawu Madiun
Mojokerto
CGV Sunrise Mall
Pekalongan
Pekalongan XXI Transmart Pekalongan XXI
Surabaya
Ciputra World XXI Grand City XXI Tunjungan XXI Pakuwon Mall XXI PTC XXI Lenmarc XXI Galaxy XXI Delta XXI Royal XXI Transmart Rungkut XXI Transmart Ngagel XXI Pakuwon City XXI CGV Marvell City Surabaya CGV BG Juntion CGV Maspion Cinépolis City Of Tomorrow
Sidoarjo
Transmart Sidoarjo XXI Ciplaz Sidoarjo XXI Cinepolis Lippo Plaza Sidoarjo
Blitar
CGV Blitar Square
Purwakarta
CGV Sadang Terminal Square
Tegal
CGV Transmart Tegal Cinepolis Pacific Mall Gajah Mada Tegal
Purwokerto
CGV Rita Supermal
Malang
Dieng 21 Mandala 21 Araya XXI Cinépolis Malang Town Square Cinépolis Lippo Plaza Batu
Level 21 XXI Galeria XXI TSM XXI Cinépolis Lippo Mall Kuta Cinepolis Sidewalk Jimbaran Cinépolis Plaza Renon Cinépolis Lippo Plaza Sunset Denpasar Cineplex Bali
Mataram
LEM XXI CGV Transmart Mataram Cinėpolis Mataram Mall
Kupang
Transmart Kupang XXI Cinépolis Plaza Kupang
Rantau Prapat
Suzuya Rantau Prapat XXI
Kisaran
Irian Kisaran XXI
Medan
Centre Point XXI Ringroad Citywalks XXI Manhattan XXI Millennium XXI Hermes XXI Thamrin XXI Delipark XXI Suzuya Plaza XXI Suzuya Tanjung Morawa XXI CGV Focal Point Medare Cinépolis Sun Plaza Cinepolis Lippo Plaza Cinepolis Plaza Medan Fair
Binjai
Cinepolis Binjai Supermall Siantar Cinépolis Siantar City Square
Sampit
Cinepolis Citimall
Batam
BCS XXI Mega XXI Studio XXI Panbil Mall XXI CGV Grand Batam Mall CGV Park Avenue Cinepolis Botania Batam
Tanjung Pinang
TCC XXI
Lampung
Boemi Kedaton XXI Malkartini XXI Ciplaz Lampung XXI CGV Transmart Lampung
Palembang
Internasional 21 OPI Mall XXI Palembang Square XXI PIM XXI CGV PTC Mall CGV Transmart Palembang CGV Social Market Cinepolis Palembang Icon
Pangkal Pinang
Transmart Pangkal Pinang XXI
Padang
Plaza Andalas XXI Transmart Padang XXI CGV Raya Padang Pekanbaru Ciputra Seraya XXI Ska XXI Suzuya Bagan Batu XXI CGV Transmart
Pekabaru
CGV Holiday Pekanbaru CGV Studio Pekanbaru Cinepolis Living World Cinepolis Mal Pekanbaru
Duri
Cinépolis Mandau City Mall
Dumai
Citimall Dumai XXI
Jambi
Jamtos XXI WTC XXI Transmart Jambi XXI Cinépolis Lippo Plaza Jambi
Bengkulu
Bencoolen XXI Mega 21
Pontianak
Ayani XXI Transmart Pontianak XXI
Singkawang
SGM XXI
Banjarmasin
Studio XXI
Palangkaraya
Palma 21
Samarinda
Big Mall XXI SCP XXI SCP 21 Samarinda Square XXI City Centrum XXI CGV Plaza Mulia
Balikpapan
E-Walk XXI Studio XXI Penta City XXI CGV Plaza
BalikpapanCinepolis Living Plaza
Makassar
MTOS XXI Panakkukang XXI Studio XXI TSM XXI Nipah XXI CGV Panakukkang Square Cinepolis Phinisi Point
Manado
Mantos 1 XXI Mantos 3 XXI Mega Mall XXI Kawanua City
Gorontalo
Gorontalo XXI
Ambon
Ambon City Center XXI
Ternate
Jatiland XXI
Jayapura
Jayapura XXI
Sorong
Sorong XXI
Manokwari
Manokwari City XXI
Palu
Grand Mall Paku XXI
Lubuklinggau
Cinepolis Lippo Plaza Lubuklinggau
Kutabumi
Cinepolis Citiplaza Kutabumi
Ketapang
Cinepolis Citimall Ketapang
Baubau
Cinepolis Lippo Plaza Buton
Prabumulih
Cinepolis Citimall Prabumulih
Kota dan Bioskop lainnya
NSC Tuban, NSC Bojonegoro, NSC Madiun Suncity Mall, NSC Nganjuk, NSC Ngawi, NSC Jombang, NSC Trenggalek, NSC Sumenep, NSC Kepanjen, NSC Bondowoso, NSC Genteng, NSC Banyuwangi, NSC Pasuruan, NSC Salatiga, NSC Temanggung, NSC Kudus, NSC Pati, NSC Purbalingga, NSC Demak, NSC Banjar, NSC Ciamis, NSC Rangkas Bitung, NSC Kota Baru Kalimanta Holyoop Kendari Holywood Rajawali Purwokerto Bes Cinema Bangka Belitung Dakota Cilacap Dakota Sengkang Dakota Kroya Surya Yudha Flix Cinema Grand Galaxy Park Bekasi Flix Cinema Mall Of Indonesia Flix Cinema PIK Avenue Ashta Kota Cinema Jatiasih Bekasi Kota Cinema Wisma Asri Bekasi Kota Cinema Jember Kota Cinema Belda Banjarmasin Kota Cinema Pamekasan Madura Kota Cinema Greenland Gresik Golden Kediri Golden Tulung Agung Motion Cinema Indonesia IGN Cinema Poso Ign Cinema Poso Movimax Mopic Cinemas Lumajang Movimax Dinoyo Malang Movimax Sarinah Malang Movimax Kaza City Surabaya Platinum Ambon Platinum Bitung Platinum Baturaja Platinum Kolaka Platinum Lahat Platinum Palopo Platinum Solo Platinum Magelang Platinum Sidoarjo Lotus Trans Dinamika 9 Cinema Planet Cinema Bone Moviplex Sukabumi
Baca selengkapnya di artikel "Daftar Lengkap Bioskop yang Menayangkan Film KKN di Desa Penari", https://tirto.id/grWw
Re-post by MigoBerita / Rabu/18052022/13.42Wita/Bjm
Bisnis.com, JAKARTA –
Film KKN di Desa Penari terus menjadi pembicaraan hangat di dunia maya.
Pasalnya, hari demi hari popularitas film ini terus meningkat dan bahkan
tercatat 6 juta penonton sudah melihat film ini.
Tak berhenti disitu, film yang lahir dari thread Twitter dari akun
@SimpleM81378523 menjadi urutan pertama dalam opening box office bioskop
Malaysia dan mengalahkan rilisan studio Marvel, Dr. Strange Multiverse
of Madness. Hal itu, disampaikan akun @Bicaraboxoffice pada quote tweet
yang memperlihatkan daftar opening box office bioskop Malaysia.
“Ternyata tak hanya di Indonesia, di Malaysia pun KKN di Desa Penari
berhasil menaklukkan DOCTOR STRANGE IN THE MULTIVERSE OF MADNESS” tulis
@Bicaraboxoffice.
Sementara itu, popularitas film KKN di desa penari seakan tak ada
habisnya di Indonesia, karena ada saja yang sering kehabisan tiket saat
hendak memesan langsung ke bioskop.
Nah, untuk itu Anda dianjurkan memesan tiket melalui Online, caranya
cukup mudah karena cukup mengunduh aplikasi yang mendukung pembelian
tiket secara online dari mulai TIX ID hingga aplikasi belanja Shopee.
Simak! Berikut ini cara melakukan pemesanan tiket film KKN di Desa
Penari secara online:
TIX ID untuk Bioskop CGV dan Cinema 21:
1. Download aplikasi TIX ID di Google Play atau App Store.
2. Buka aplikasi TIX ID dan lakukan Login/Daftar pada aplikasi.
3. Setelah itu pilih lokasi kota Anda menonton.
4. Lalu pilih film “KKN di Desa Penari”.
5. Pilih juga waktu, tanggal, dan lokasi bioskop.
6. Klik Beli Tiket dan tentukan jumlah dan posisi kursi bioskop.
7. Pilih Ringkasan Order dan Cek kembali tiket bioskop, lalu klik “Bayar
Sekarang”.
8. Masukkan nomor terdaftar di DANA yang memiliki saldo.
9. Masukkan PIN DANA.
10. Terakhir, Klik “Bayar”.
Gotix untuk bioskop CGV dan Cinepolis
1. Unduh aplikasi Gojek di Google Play Store atau App Store.
2. Buka aplikasi Gojek.
3. Login/Daftar ke akun. Klik menu lain lalu scroll layar hingga melihat
GoTix di halaman utama.
4. Pilih “KKN di Desa Penari” dan Klik “Buy Ticket”.
5. Pilih hari, jam, dan lokasi bioskop.
6. Tentukan jumlah dan posisi kursi menonton
7. Klik “Continue”.
8. Pilih metode pembayaran yang tersedia.
9. Klik “Order”.
10. Terakhir, Bukti e-tiket akan dikirim.
Cara beli tiket film KKN di Desa Penari via CGV Cinemas
1. Unduh aplikasi CGV CINEMAS di Google Play Store atau App Store.
2. Login ke akun CGV CINEMAS atau lakukan registrasi terlebih dahulu
untuk yang belum mempunyai akun CGV CINEMA.
3. Pilih lokasi Cinema yang ingin kamu kunjungi.
4. Pilih film “KKN di Desa Penari” beserta dengan jam tayangnya.
5. Pilih jumlah & posisi kursi yang kamu inginkan.
6. Pilih metode pembayaran dan masukkan informasi yang diperlukan.
7. Setelah melakukan pembayaran, kamu akan menerima email berupa Booking
ID beserta Pass Key.
8. Kamu bisa mengambil tiket kamu pada mesin self ticketing yang
tersedia di CGV CINEMAS
M-Tix XXI
1. Buka situs atau aplikasi Cinema 21 www.21cineplex.com
2. Pilih film “KKN di Desa Penari” dan lokasi bioskop tempat menonton
yang diinginkan
3. Pilih tanggal, jam tayang, dan jumlah tiket yang ingin dibeli
4. Ketika denah muncul, pilih kursi yang diinginkan
5. Setelah memilih kursi yang diinginkan klik “Confirm Order”
6. Periksa kembali detail pembelian sebelum membayar Masukkan PIN dan
klik “Buy Ticket”
7. Tiket berhasil dibeli dan konfirmasi dikirimkan ke email yang
terdaftar.
8. Setelah menerima QR, scan di mesin M-Tix yang tersedia di lokasi
bioskop dan tukarkan menjadi tiket fisik.
Shopee untuk Bioskop CGV
1. Buka aplikasi Shopee dan di halaman awal aplikasi, pilih menu “Pulsa,
Tagihan, & Hiburan”.
2. Selanjutnya, scroll ke bawah hingga menemukan kolom hiburan, lalu
pilih “Bioskop”.
3. Pastikan lokasi telah diatur sesuai dengan tempat domisili Anda.
4. Pilih tiket film “KKN di Desa Penari”.
5. Kemudian, aplikasi Shopee akan menyajikan daftar bioskop CGV yang
menayangkan film tersebut.
6. Pilih bioskop CGV yang Anda inginkan.
7. Pilih jam dan tanggal untuk menonton film tersebut.
8. Pilih kursi di bioskop yang tengah tersedia dengan warna kursi
berwarna kuning, lalu klik “Konfirmasi Kursi”
9. Lengkapi informasi kontak pemesan, seperti alamat e-mail dan nomor
telepon aktif Setelah itu, klik opsi “Checkout” dan pilih metode
pembayaran
10. Pembayaran pemesanan tiket bisa lewat transfer bank atau ShopeePay
11. Terakhir, klik opsi “Bayar Sekarang” dan selesaikan pembayaran
sesuai dengan metode yang dipilih.
Migo Berita - Banjarmasin - AYO nonton Film MULAN, ambil sisi positifnya, yaitu seorang perempuan yang menjelma menjadi seorang yang pantas hingga sejajar dengan kaum lelaki, tetapi tetap tidak mengubah jati dirinya sebagai seorang wanita.
Di Balik Layar Pembuatan Film Mulan, Tampilkan Keindahan dari Tiongkok hingga Selandia Baru
TRIBUNJAKARTA.COM - Intip sederet fakta di balik layar film live-action Disney's Mulan yang telah tayang di Disney+ Hotstar.
Disney’s ‘Mulan’ merupakan kisah favorit para penggemar yang
menampilkan salah satu karakter paling ikonik, Mulan, seorang perempuan
muda yang mempertaruhkan nyawanya karena cinta kepada keluarga.
Dalam rangka merayakan penayangan perdananya, berikut adalah beberapa fakta di balik layar film Disney’s ‘Mulan’:
1. Pencarian Pemeran Tokoh Mulan Memakan Waktu Setahun
Tim produksi Disney’s ‘Mulan’ melakukan pencarian global selama setahun untuk Hua Mulan, karakter utama film tersebut.
Setelah melihat ribuan aktris, penari, penyanyi, dan seniman bela diri, mereka menemukan Liu Yifei.
Menurut sutradara Niki Caro, Liu Yifei merupakan satu-satunya yang bisa memerankan Mulan.
"Liu Yifei adalah seorang aktris keturunan Cina-Amerika yang telah
membintangi sejumlah film terkenal seperti 'The Forbidden Kingdom'
bersama Jackie Chan dan Jet Li, 'Outcast' dengan dengan Nicolas Cage,
dan film fantasi Tiongkok berjudul 'Once Upon a Time'," terangnya.
2. Terinspirasi dari ‘Balada Hua Mulan’
Terinspirasi dari "Balada Hua Mulan", film ini menghadirkan kisah
luar biasa yang merayakan kekayaan budaya Tionghoa dan kekuatan
perempuan kepada penonton.
Walaupun terinspirasi dari budaya Tionghoa, Disney’s ‘Mulan’ menghadirkan nilai-nilai serta pesan universal yang dapat dinikmati oleh para penonton.
Kombinasi emosi yang digabungkan dengan aksi yang
menakjubkan serta visual yang memukau, Disney’s ‘Mulan’ adalah film
dengan daya tarik universal yang membawa tema yang tak lekang oleh
waktu, yaitu kehormatan, keluarga, rasa hormat terhadap orang tua dan
tugas yang dilakukan.
Disney pertama kali menginterpretasikan kisah Mulan dalam film animasi pada tahun 1998.
Film animasi Disney’s
‘Mulan’ adalah salah satu film box office sekaligus film favorit
penggemar dan menampilkan Ming-Na Wen sebagai pengisi suara Mulan.
'Balada Hua Mulan' ditulis berabad-abad yang lalu dan menjadi populer sejak saat itu.
Jason Reed selaku produser menjelaskan bagaimana film live-action Disney’s
‘Mulan’ bertujuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan mengasyikkan,
sekaligus menghormati elemen penting dari cerita yang menginspirasi
ini.
Ceritanya berfokus pada bagaimana seseorang dapat menunjukkan
keberanian, kesetiaan, dan melakukan tugasnya, akan tetapi tetap jujur
pada dirinya sendiri.
Banyak film saat ini, terutama film aksi besar, mengandalkan green screen.
Namun, tim produksi Disney’s ‘Mulan’ merasa film ini harus memiliki nilai autentik yang berasal dari pengambilan gambar di lokasi yang sebenarnya.
Sejak awal, 'Mulan' dirancang untuk mengambil gambar di lokasi yang
luar biasa di seluruh China dan Selandia Baru untuk memberikan cakupan
dan skala yang patut dimiliki film ini.
Beberapa lokasi yang digunakan termasuk provinsi Hubei di Tiongkok Tengah, Gurun Pasir di Provinsi Xinjiang, Taman Geologi Nasional Zhangye Danxia di Tiongkok Tengah Utara, Gunung Api, Desa Mazar dan Dunhuang, dan Jiuquan di provinsi Gansu di Barat Laut dari Tiongkok.
Mereka juga melakukan pengambilan gambar di studio yang berlokasi di provinsi Zhejiang di Tiongkok Timur.
Sebagian dari pembuatan film dilakukan di Tiongkok, namun ada beberapa adegan penting dalam film tersebut yang dilakukan di Selandia Baru untuk mengatasi tantangan logistik.
Lokasi syuting termasuk Distrik Mackenzie, Poolburn, Rangiopo, Hanua,
Muriwai, Woodpile, dan Lembah Ahuriri di Pulau Selatan - tempat salah
satu adegan pertempuran, yang melibatkan 900 orang.
4. 100 Pemain Pendukung Dibalik Adegan Pertempuran yang Epik
Bagi sutradara Niki Caro, mengerjakan proyek yang begitu besar dan
menciptakan adegan aksi berdasarkan gaya bela diri Wushu memberikan
sensasi yang luar biasa dan berbeda.
Tetapi, yang membuat adegan aksi dalam film ini unik adalah karakter utamanya.
Perbedaan dalam film ini adalah bahwa adegan aksinya dibuat dengan realistis.
Mulan bukanlah superhero. Dia gadis biasa, namun bisa melakukan hal yang paling mencengangkan dengan tubuh dan pikirannya.
Oleh karena itu, adegan aksi dibuat sangat besar, eksplosif, dan cerita berkembang menjadi pertempuran epik.
Untuk mencapai adegan pertempuran yang luar biasa, pembuat film membawa tim pemeran pengganti khusus dari Tiongkok, Kazakhstan, Mongolia, Selandia Baru, dan Australia untuk bekerja bersama dengan koordinator pemeran pengganti, yaitu Ben Cooke.
Adegan pertempuran pun melibatkan beberapa aktor utama dan 100 pemain pendukung
5. 40 Orang Membuat Lebih dari 2.000 Kostum
Menurut desainer kostum, Bina Daigeler, hanya 40 orang yang mengerjakan kostum untuk film Disney’s
‘Mulan’ yang memiliki sekita 2.062 item kostum, 1.104 item headwear,
250 topi, 1.114 pakaian tambahan, 590 kostum untuk adegan di Kota
Kekaisaran, 100 kostum untuk adegan pelanggan dari Desa Tulou, 281 set
baju besi tentara Tiongkok, 730 baju besi Rouran, dan ditambah tiga sampai lima kostum tambahan untuk 50 karakter utama.
Kostum untuk Xianniang yang diperankan oleh Gong Li termasuk yang paling memakan waktu dan menantang.
Kostumnya dirancang agar dapat menunjukkan misteri dan kekuatan dari karakternya.
Xianniang adalah senjata manusia yang ampuh. Detail dari kostumnya mengingatkan kita pada burung elang.
Senjatanya ada di tubuhnya, dan bagian mata serta riasannya dibuat seperti elang dengan topeng putih.
Pakaian berwarna terang yang dikenakannya berasal dari gagasan bahwa warna putih dalam budaya Tiongkok melambangkan kematian dan juga kesucian. (*)
BEIJING, KOMPAS.com - Film Disney berjudul "Mulan" pada Jumat kemarin (11/9/2020) meraih 200 juta dollar AS dan dipuja oleh setidaknya Kementerian Luar Negeri China. Penceritaan kembali kisah pejuang wanita China, Fa Mulan yang legendaris mendapat reaksi keras bahkan sebelum rilis resminya ketika bintang Liu Yifei menyuarakan dukungannya untuk polisi Hong Kong saat mereka menindak protes demokrasi tahun lalu. Minggu ini pihak Disney menghadapi seruan boikot secara global untuk pembuatan film Mulan di Xinjiang, di mana pelanggaran HAM terhadap populasi Muslim di kawasan itu telah didokumentasikan secara luas, dan karena berterima kasih kepada pihak berwenang dari wilayah itu pada akhir tayangan film. Tetapi Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian pada Jumat kemarin menepis kontroversi itu, dengan mengatakan bahwa "sangat normal" untuk berterima kasih kepada pemerintah Xinjiang atas bantuan mereka dan mengabaikan kritik soal "pelanggaran HAM di Xinjiang".
Dia memuji bintang China-Amerika Liu sebagai "Mulan kontemporer" dan "keturunan sejati China". Film Mulan ditayangkan di China pada hari Jumat dan menjual sekitar 41 juta Yuan tiket pada sore hari, menurut platform tiket Maoyan. Tapi film ini, yang telah dilihat banyak orang secara online, telah menarik banyak ulasan buruk dengan peringkat 4,7 dari 10 di situs ulasan pengguna populer, Douban. Beberapa tidak menyukai penyimpangan film dari kisah asli dengan alur cerita baru, sementara yang lain mengecam adegan aksi. "Setahu saya, Mulan awalnya anggun dan bukan seniman bela diri saat kecil," tulis seorang pengguna.
Pengulas film lain menambahkan kalau alur ceritanya buruk, dan sosok Fa Mulan disorot tanpa logika. Dia juga mengomentari bahwa seni bela diri di film itu tidak kuat. Sedangkan, pengulas lain mempertanyakan mengapa tidak ada lebih banyak aktor kebangsaan China yang terlibat dalam film tersebut. Di tengah kehebohan itu, tagar "Mulan" tampaknya telah dinonaktifkan di platform mirip Twitter di China, Weibo, karena tag tersebut tidak muncul di hasil pencarian pada hari Jumat. Media Perancis AFP memahami bahwa beberapa media pemerintah juga telah diberitahu untuk menghindari meliput film tersebut. Di bioskop-bioskop di Beijing, bagaimanapun, beberapa penonton bioskop tidak menyadari adanya protes internasional.
"Mulan adalah nama marga. Beda orang beda cara untuk memahami cerita ini," kata Hu Xia (46), yang menonton film itu bersama putranya. "Kali ini, saya pikir mereka berhasil." Penikmat film lainnya, Alvin Ye yang berusia 30 tahun, memuji film tersebut karena menggambarkan seorang wanita yang luar biasa. Tabloid nasionalis China, Global Times, menawarkan pembelaan lain terhadap kritik luar negeri, dengan bahasa yang biasanya tanpa cela, menggambarkan serangan terhadap film tersebut sebagai suatu hal yang "bejat".
Pesan Maia Estianty Pada Dul Jaelani Sebelum Gantikan Ahmad Dhani di Konser Dewa 19 di Malaysia
BANJARMASINPOS.CO.ID - Maia Estianty berikan pesan untuk putra bungsunya, Dul Jaelani sebelum gantikan Ahmad Dhani di konser Dewa 19 di Malaysia.
Pesan Maia Estianty pada Dul Jaelani bukan hanya tentang kakaknya, El Rumi dan Al Ghazali, juga pada mantan suaminya, Ahmad Dhani dan Mulan Jameela.
Meski diketahui tak berhubungan baik, Maia Estianty tetap mengingatkan akan sosok Mulan Jameela pada sosok putranya, Dul Jaelani.
Pasca
penahanan sang ayah di LP Cipinang beberapa waktu lalu, Dul Jaelani
sibuk menggantikan peran ayahnya di dunia musik Indonesia.
Penahanan Ahmad Dhani yang telah dilakukan sejak Senin (28/1/2019) itu membuat konser Tribute to Dewa 19 harus ada tanpa sosok Ahmad Dhani.
Dikutip dari Grid.ID, anak bungsu Ahmad Dhani, Dul Jaelani yang akhirnya menggantikan sang ayah bersama band legendaris itu.
Baru-baru ini usai acara tersebut, Dul Jaelani yang ditemui oleh awak media bercerita tentang Mulan Jameela.
Dul mengatakan meski dia dulu dikecewakan oleh Mulan dahulu, kini ia mengaku ada perubahan positif pada Mulan.
Dul Jaelani mengaku ibu sambungnya itu kini berhijrah dan menjadi pribadi yang semakin baik.
Meski dulu sempat dikecewakan oleh Mulan
lantaran menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orangtuanya, kini
tampaknya Dul sudah melupakan hal tersebut.
Ahmad Dhani diperiksa saat mengurus adminitrasi di rutan Cipinang, Jakarta Timur (Dokumentasi Staf Rutan Cipinang)
"Mungkin dulu saya sempat kecewa sama Tante Mulan, tapi sekarang sudah enggak, ya," ucap Dul Jaelani saat ditemui usai mengisi acara Tribute to Dewa 19 di Gusto, Epicentrum Walk, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019) dini hari, dikutip dari Grid.ID.
Dul mengatakan bahwa Mulan berubah menjadi pribadi yang lebih baik setelah memutuskan untuk berhijrah.
Anak bungsu Maia Estianty ini juga mengatakan kalau ibu sambungnya tersebut sudah tidak pernah lagi meninggalkan ibadah salat wajib.
"Tante Mulan sudah salat lima waktu. Saya kalau ke rumah ayah saya, selalu lihat Tante Mulan salat lima waktu," kata Dul Jaelani.
Seperti yang sudah kita tahu, Mulan Jameela sekarang memilih menutup rapat tubuhnya dalam balutan busana muslim syar'i.
Dul memandang hal tersebut sebagai perubahan Mulan Jameela menuju sesuatu yang lebih baik.
Mulan Jameela temani Ahmad Dhani saat divonis (Tribunnews.com)
"Sekarang juga berhijab, semoga hatinya juga terhijab dan saya lihat Tante Mulan Jameela berdoa," kata Dul.
"Ya lihat Tante Mulan kembali ke jalan Allah," imbuhnya.
Meskipun begitu, perubahan diri Mulan Jameela sepertinya tidak membuat warganet berhenti menghujani perempuan 39 tahun ini dengan hujatan.
Akan tetapi, Dul memilih untuk tidak menghiraukannya.
"Positive thinking saya itu adalah jalan yang memang Allah kehendaki, bukan jalan netizen yang ngawur itu," ungkapnya.
Dul Jaelani juga sempat mengenang nasihat dan pesan Maia Estianty kepadanya beberapa waktu lalu.
Dul Jaelani diberi pesan ibunya, Maia Estianty untuk selalu mendoakan keluarga besar mereka.
"Bunda bilang untuk banyak doa untuk keselamatan keluarga,
keselamatan Ayah, keselamatan Kakak Al dan Kakak El, Bunda juga nyuruh
doain Tante Mulan juga, doain untuk adik-adik.
Saya juga minta keluarga saya dijadikan keluarga yang harmonis, yang
dekat denganmu Ya Allah. Jangan jadikan keluarga kami golongan yang
Engkau murkai," tandas Dul, seperti dikutip TribunJatim.com dari kanal
YouTube ESGE Entertainment, (22/1/2019) lalu.
Maia Estianti bersama El dan Dul di Masjidil Haram (instagram/maiaestiantyreal)
Nasihat tersebut didapatkan Dul saat ia dan ibunya ke Tanah Suci bersama Al Ghazali untuk laksanakan ibadah umrah.
Seperti diketahui, Dul Jaelani, Maia Estianty dan Al Ghazali bertolak dari Indonesia menuju Tanah Suci pada 8 Januari 2019 lalu, tepat jauh sebelum momen Ahmad Dhani divonis hukuman.
Ketiganya melaksanakan ibadah umrah tanpa ditemani oleh Irwan Mussry dan anak kedua Maia, El Rumi.
Dikutip dari TribunJabar, Dul Jaelani memang memanjatkan dia di Tanah Suci berisi harapan untuk keluarganya tetap harmonis dan bahagia.
"Kalau kebahagiaan doa masing-masing tapi saya berdoa agar keluarga saya harmonis, yang bahagia," katanya.
Dul Jaelani juga sempat menangis di depan Kakbah saking terharunya.
"Al sempat nangis di depan Kakbah dan saya terharu, saya juga sempat nangis," ujarnya.
Momentum ke Tanah Suci juga dimanfaatkan Dul Jaelani untuk menghabiskan waktu bersama Maia Estianty.
Sebab hal tersebut susah dilakukan di Jakarta karena terhalang kesibukkan masing-masing.
"Jalan-jalan berdua kan di Arab harus sama yang mukhrim. Jadi kalau
bunda mau belanja kurma untuk oleh-oleh, saya temani. Kan jarang terjadi
di Jakarta," kata Dul Jaelani.
Adapun Dul Jaelani mengaku senang dapat diberi kesempatan beribadah bersama sang bunda.
"Saya alhamdulillah diberi kesempatan oleh Tuhan yang Maha Esa untuk tawaf sunnah bersama bunda saya," ucap Dul Jaelani.
Sumber Youtube : https://youtu.be/_yhPFUfFvAo
Sumber Youtube : https://youtu.be/XRiENauHkrE
Sumber Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=_jmZRp_bh9Y
Oleh: Denny Siregar*
Baru kali ini pertarungan politik masuk ke gedung bioskop....
Setelah
lewat protes Fadli Zon terhadap iklan pencapaian pemerintah yang
disebutnya iklan Jokowi, kini pertarungan seru ada di balik pertarungan
penonton film A Man Called Ahok dan Hanum & Rangga.
Harus
diakui, ini bukan sekadar masalah kualitas film, tetapi ada unsur
"perang mental" di dalamnya. Ahokers - sebutan bagi para pendukung garis
keras Ahok - bergelombang memenuhi kursi film A Man Called Ahok sehingga pihak bioskop menambah jam tayang di banyak tempat.
Yang
untung jelas produser film dan pihak bioskop. Tapi bukan menjadi
masalah, karena urusannya bukan lagi masalah keuntungan, tapi propaganda
untuk menjatuhkan mental lawan. Dan pada sisi ini Ahokers menang.
Kenapa?
Ada
dua hal. Pertama, para pendukung Ahok rata-rata dari kalangan berduit
sehingga mereka mampu memborong sampai sekian puluh tiket sekali nonton.
Dan di sana ada spirit perlawanan, bisa juga pembalasan, atas apa kisah
tragis yang menimpa Ahok ketika Pilgub DKI lalu.
Sedangkan penonton Hanum & Rangga,
kurang jelas target marketnya. Terlalu lebar. Mau menyasar kelompok
pendukung 212, mereka juga dari kalangan payah. Jangankan untuk nonton,
untuk makan saja menunggu isu demo supaya bisa dapat jatah.
Kedua,
film Ahok mempunyai tema yang jelas tentang perjuangan seseorang yang
sangat dikenal. Kisahnya yang sebenarnya sudah berulang-ulang dimuat,
ternyata masih mengena ketika dibangun dalam bentuk visual.
Sedangkan film Hanum & Rangga
kurang jelas mau ke mana. Ceritanya juga kurang menarik atau membumi.
Hanum dan Rangga yang katanya tokoh nyata, juga tidak dikenal. Orangnya
saja nggak, apalagi perjuangannya.
Jadi wajarlah dalam beberapa hari pemutaran, film Hanum & Rangga sepi peminat. Yang nonton hanya beberapa gelintir saja. Itupun kemungkinan mereka hanya cari tempat sepi untuk pacaran.
Apa
pun modelnya, perang propaganda antara kedua kubu ini sangat menarik
dan membangkitkan gairah industri perfilman. Belum ada kabar berapa
pemasukan kedua film dan ratingnya. Tapi dari penampakan sesaat, jelas
filmnya Ahok lebih laku dari film Hanum dan Rangga.
Mungkin
satu saat bisa dibuat model film perang politik yang sama. Misalnya
film Jokowi bersaing dengan film Prabowo. Atau film Banser NU disaingkan
dengan film HTI. Jadi produser dan pemilik bioskop bisa menangguk
untung besar jika kedua model film yang berbeda dan bersaingan
disandingkan. Dan itu akan membuat perfilman nasional kembali menggeliat
sesudah mati suri beberapa saat.
Satu pesan untuk produser film Hanum & Rangga. Lain kali cobalah bikin film dengan alur cerita
menarik tentang kisah hidup orang lain. Bukan kisah sendiri,
difilm-filmkan sendiri. Dipuji-puji sendiri. Nanti yang nonton bisa-bisa
keluarga sendiri.
Secangkir kopi panas siap memulai hari yang indah....
*Denny Siregar penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi
Poster film 'Hanum & Rangga' vs 'A Man Called Ahok'. (Foto: Instagram/Hanum Rais/Official A Man Called Ahok)
Kisah Cinta Hanum Rais dan Suami Difilmkan, Tayang di Bioskop Mulai Kamis
Jakarta, (Tagar 7/11/2018) - Hanum Salsabiela Rais putri Amien Rais
menuliskan kisah cintanya dengan sang suami, Rangga Almahendra, dalam
novel berjudul Faith & The City. Novel itu kemudian difilmkan oleh MD Pictures dengan judul Hanum & Rangga.
Film disutradarai Benni Setiawan tersebut menyuguhkan kisah cinta berupa ujian hidup setelah menikah.
"Siapa
saja yang menonton film ini pasti ingin memeluk pasangannya
masing-masing. Cinta itu lebih sulit dipertahankan," kata Rangga, suami
Hanum Rais, saat berbincang dalam konferensi pers Hanum & Rangga di Jakarta, Selasa (6/11) dilansir kantor berita Antara.
"Film ini tentang pacaran setelah menikah dan semoga menjadi inspirasi film Indonesia," sambung Hanum Rais. Hanum & Rangga merupakan sekuel film 99 Cahaya di Langit Eropa dan Bulan Terbelah di Langit Amerika. Dalam dua film terdahulu, tokoh Rangga diperankan Abimana Aryasatya. Sedangkan dalam film Hanum dan Rangga, tokoh Rangga dimainkan Rio Dewanto, menantu Ratna Sarumpaet.
Tokoh
Hanum tetap diperankan Acha Septriasa seperti dua film sebelumnya. Film
yang diproduseri Manoj Punjabi ini juga menampilkan nama-nama beken
antara lain Arifin Putra, Titi Kamal Alex Abbad, Alexandra Gottardo
hingga Ayu Dewi.
Rio Dewanto Sempat Terbebani
Rio Dewanto dalam kesempatan sama, mengaku sempat terbebani saat memainkan sosok Rangga, karena kisah itu diangkat dari cerita nyata pasangan Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra.
"Karakter Hanum dan Rangga ini kan
ada karakter aslinya. Ada beban untuk saya agar Mas Rangga dan Mbak
Hanum itu senang dengan peran yang saya mainkan," ujar Rio.
Ia mengaku bebannya semakin bertambah karena film itu sudah memiliki edisi pendahulunya yaitu 99 Cahaya di Langit Eropa dan Bulan Terbelah di Langit Amerika.
Pada
film sebelumnya, tokoh Rangga melekat pada Abimana Aryasatya sehingga
Rio mesti menelisik seperti apa karakter yang mesti dimainkannya. Ia pun
berkonsultasi dengan produser Manoj Punjabi dan sutradara Benni
Setiawan.
"Enggak apa-apa, kita punya sesuatu yang baru. Karakter yang baru dengan aslinya, Rio," ucap Rio menirukan saran dari Manoj.
Begitu
pula dengan Benni, sambungnya, membatasi sampai di mana tokoh Rangga
harus dimainkan dan bagaimana mengirimkan pesan dalam film ini. Hanum dan Rangga mengisahkan perjuangan pasangan suami-istri yang memertahankan cinta mereka. Tayang di bioskop mulai Kamis (8/11). []
Hanum Salsabiela Rais (kanan) bersama
suami, Rangga Almahendra (kiri) dan putrinya (tengah). (Foto:
Instagram/Hanum Salsabiela Rais)
Berbagi Suka Cita Film 'Hanum & Rangga', Hanum Rais Dinyinyiri Netizen
Jakarta, (Tagar 11/11/2018) - Hanum Salsabiela Rais putri Amien Rais, sedang happy karena novelnya berjudul Faith and the City berkisah tentang pengalaman hidupnya dengan sang suami, Rangga Almahendra, difilmkan dengan judul nama dirinya dan nama suami, Hanum & Rangga.
Hanum mengungkapkan suka citanya melalui laman Facebook-nya juga lewat Instagram.
Di laman Facebook, ia mengunggah sebuah poster Hanum & Rangga dan menorehkan catatan: "Ketika
ditanya pada penonton kesan setelah menyaksikan @filmhanumrangga,
banyak dari mereka menyatakan bahwa, "Hanum&Rangga bukanlah cerita
tentang @hanumrais dan @rangga_alma , Hanum&Rangga adalah cerita
saya dan pasangan dalam rumah tangga. Cerita sederhana yang begitu
melekat dan dekat. Bukan sekadar roman picisan, tapi tentang ambisi,
prinsip, ego, hal yang mungkin kecil tapi bisa menguji komitmen
pernikahan. Dan ketika teman-teman media menyaksikan, inilah kata mereka. Terima kasih banyak untuk ulasan jujurnya."
Unggahan poster dan catatannya itu hingga 12 jam kemudian, di-share dan dikomentari ratusan netizen, 217 kali dibagikan, dan 647 komentar.
"Ini
film Cut Nyak Dhien yang menghebohkan itu yak? Yang ketika diraba
memang bekas luka," tulis seorang netizen, Fandy Hutari di kolom
komentar.
Tampaknya netizen ini belum lupa dengan sikap Hanum
Rais yang sangat membela Ratna Sarumpaet dalam kasus penganiayaan. Ratna
mengaku dianiaya orang tak dikenal di Bandung. Beberapa hari kemudian
setelah polisi mengungkap fakta bahwa pada hari Ratna mengaku dianiya,
Ratna berada di sebuah klinik bedah plastik di Menteng, Jakarta, Ratna
membuat pengakuan bahwa ia telah bersandiwara. Lebam bengkak wajahnya
ternyata akibat prosedur operasi sedot lemak pipi.
Padahal Hanum
Rais sebelumnya sudah membela Ratna habis-habisan. Hanum membuat video
khusus berisi pernyataannya bahwa Ratna Sarumpaet adalah Cut Nyak Dhien
masa kini. Ia juga dengan gelarnya sebagai dokter (Hanum Rais dokter
gigi), membuat pernyataan menguatkan bahwa ia telah meraba luka Ratna,
bahwa itu luka akibat penganiayaan.
Pernyataan Hanum dengan latar
belakang sebagai dokter itu bertentangan dengan pendapat Tompi, musisi
sekaligus dokter spesialis bedah plastik.
Sebelum Ratna mengakui
kebohongannya, Tompi sudah mengungkap dan menduga keras bahwa bengkak
wajah Ratna akibat operasi plastik. Hanum muncul melawan pernyataan
Tompi.
Kemudian hari setelah drama Ratna terungkap gamblang
terang-benderang, giliran Hanum Rais panen hujatan netizen. Nama Hanum
Rais sempat disebut akan dipanggil penyidik Polda Metro Jaya untuk
diminta keterangan sebagai saksi. Ayahnya, Amien Rais, sudah dipanggil
Polda untuk diminta keterangan. Sementara Hanum Rais sampai saat ini
belum jadi dipanggil. Belum ada penjelasan mengenai perubahan rencana
Polda ini.
Netizen lain, Jennifer Maroon berkomentar dilengkapi emoticon ketawa, "Asyiik kader PAN wajib nonton. Berasa film G30S/PKI aja ada wajib nontonnya."
Hanum
Rais juga mengunggah di akun Instagram, foto dirinya bersama suami, dan
produser filmnya, Manoj Punjabi beserta istri. Film Hanum & Rangga dibuat filmnya oleh MD Pictures yang bosnya adalah Manoj Punjabi.
Bersama unggahan foto itu Hanum menulis: "Hanum
dan Rangga memang bukan siapa-siapa tapii pengalaman dan kisah dari
novelnya (faithandthecity) yang membuat saya yakin punya value untuk
penonton”. Itulah sepenggal kalimat Pak @manojpunjabimd ketika kami malu
dan merasa tak pantas sama sekali jika nama kami dijadikan judul film Dengan
segala kerendahan hati kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya
kepada @mdpictures_official terutama @manojpunjabimd and team yang telah
mentransfer kisah semifiksi dari novel Faith And The City menjadi
sebuah film Indonesia berjudul ‘Hanum&Rangga’ dan hari ini akan bisa
mulai dinikmati seluruh masyarakat di seluruh bioskop Indonesia mulai
hari ini 8 November 2018. Terimakasih untuk @paradisebatik atas batik untuk acara Gala Premier film. We always love batik for every events of our life Silahkan semua review film, dan kami akan reposting di seluruh platform media sosial kami sebagai bentuk dakwah millenials Semoga
setelah menonton film ini bersama keluarga, kalian semua melangkah dari
bioskop saling berdekapan dan saling menyatakan tekad untuk terus
bersama, apapun tantangam hidup dalam bahtera. Film ini mendapatkan
sensor 13+ alias relatif aman untuk seluruh usia Semoga menjadi barokah dan manfaat untuk seluruh pembuat dan penikmat filmnya."
Dalam dua hari, unggahan di Instagram ini direspon dengan tanda love
oleh 4895 netizen. Komentarnya tidak terlalu banyak dan semua positif,
tidak ada yang menyerang Hanum di luar konteks film. Belum ada
penjelasan apakah aslinya memang demikian, atau komentar netizen telah
mengalami seleksi oleh Hanum. []
Hanum Salsabiela Rais (kedua dari kiri)
bersama suami, Rangga Almahendra (paling kiri), dan pemilik MD Pictures
Manoj Punjabi (paling kanan). (Foto: Instagram/Hanum Salsabiela Rais)
Setelah Politik Sontoloyo, Jokowi Kenalkan Politik Genderuwo
Tangerang, (Tagar 12/11/2018) - Setelah politik sontoloyo, Jokowi
memperkenalkan politik genderuwo. Politik sontoloyo adalah perilaku
pelaku politik yang merusak kedamaian masyarakat dengan menggunakan
jargon-jargon agama. Lantas, apa itu politik genderuwo?
Calon
presiden RI periode 2019-2024 Joko Widodo menyatakan keyakinannya bahwa
generasi muda Indonesia tidak akan takut dengan adanya politik
"genderuwo" untuk menakuti masyarakat.
"Yang kita butuhkan adalah
narasi dan suasana kepemimpinan yang menumbuhkan keberanian, bukan
narasi yang menakut-nakuti, bukan politik 'genderuwo' yang menebarkan
ketakutan, anak muda kita pasti tidak akan takut dengan itu. Saya
meyakini itu," kata Jokowi di ICE BSD Kota Tangerang, Minggu malam
(11/11) mengutip kantor berita Antara.
Calon presiden
yang berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin itu menyebutkan potensi besar
anak muda Indonesia hanya bisa muncul dan membesar atau berkembang jika
didukung oleh ekosistem yang kondusif dan penuh dengan optimisme.
"Kita yakin terhadap Indonesia yang maju, bukan Indonesia yang gelap, apalagi Indonesia yang bubar," kata Jokowi.
Menurut capres bernomor urut 01 itu, sebagai bangsa memang semua harus waspada dengan ancaman dan tantangan.
"Kewaspadaan itu harus dibarengi dengan membangun kekuatan diri bukan dengan merusak kekuatan sendiri," katanya.
Jokowi menyesalkan adanya sumber ketakutan yang justru berasal dari dalam negeri yang menakut-nakuti anak muda.
"Ada
yang menakut-nakuti rakyat kita sendiri. Bangsa lain saja takut kepada
anak muda kita, lho kok justru dari dalam negeri yang menakuti anak muda
kita," katanya.
Ia mencontohkan adanya bom di Jalan Thamrin Jakarta beberapa tahun lalu merupakan upaya menakut-nakuti rakyat Indonesia.
"Kita
lawan dengan keberanian, Indonesia tidak takut, suasana ketakutan dan
pesimisme harus dijauhkan dari kehidupan anak muda," katanya.
Menurut
dia, semua harus membuat anak muda percaya diri bukan ditakuti. Anak
muda harus kita beri ekosistem yang mendukung, memfasilitasi daya kreasi
agar anak muda mempunyai keberanian dan optimisme meraih cita-cita.
"Inovasi dan kreativitas harus melambung tinggi dan membawa Indonesia maju," katanya. []
Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo
berdiskusi dengan masyarakat kreatif Bandung di Simpul Space, Bandung,
Jawa Barat, Sabtu (10/11/2018). Selain meninjau produk kreatif, Capres
Joko Widodo juga berdialog dengan masyarakat kreatif Bandung dalam upaya
mengembangkan ekonomi digital. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)
Tangerang, (Tagar 11/11/2018) - Calon Presiden RI 2019-2024 petahana
Joko Widodo menyebutkan akan memenangkan Pemilihan Umum Presiden 2019 di
wilayah Jawa Barat. "Waktu di Jawa Barat, Bandung saya sudah
menyalami banyak orang, saya hitung, saya persentase dan Alhamdulillah
sudah menang kita," kata Jokowi dalam sambutan saat perayaan ulang tahun
keempat Partai Solidaritas Indoneaia (PSI) di ICE BSD City Kota
Tangerang, Minggu (11/11) malam, mengutip Kantor Berita Antara. Ia
menyebutkan perhitungan itu berdasar perasaan, bukan berdasarkan
survei. Jokowi menyebutkan perlunya kampanye dari dari pintu ke pintu
untuk menjelaskan apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan dikerjakan. Setelah
menjelaskan capaian dan program kerja ia menyalami warga dan dari situ
akan diketahui bagaimana sikap mereka apakah mendukung, tidak mendukung
atau masih ragu ragu.
Terkait keberadaan PSI, Jokowi mengatakan
walaupun masih sangat muda, partai itu telah melakukan inovasi dan
lompatan besar. "Mulai saya tadi masuk di depan pintu sampai ruang ini,
bahkan sampai panggung saya rasakan aura yang berbeda," kata Jokowi.
Ia
menyebutkan PSI bisa melakukan lompatan dan inovasi dengan melakukan
difrensiasi atau membedakan diri dengan partai partai lain. "Sudah
ada aura semangat anak muda untuk menjadi juara, menjadi nomor satu.
Kita memang sangat butuh anak muda untuk memenangkan Indonesia. Untuk
menuju Indonesia maju, menjadi nomor satu," katanya.
Menurut dia,
cara muda tidak hanya dari usia saja tetapi juga dari jiwa. "Bukan cuma
usia yang muda tapi juga jiwa, muda adalah bersemangat tinnggi,
mengedepankan ide baru, inovasi dan kreativitas, keberanian, kerja keras
dan ikhtiar," katanya. Dalam kesempatan itu, Jokowi juga meminta kader PSI melakukan kampanye dari pintu ke pintu atau door to door. "Bro dan sis yang muda muda, saya yakin bisa melakukan itu kalau perlu keluarkan tenaga dalam," katanya. Menurut
dia, selain biayanya murah, dengan kampanye model itu, kader juga bisa
bersilaturahim dengan masyarakat, bisa menyampaikan apa yang telah
dikerjakan dan apa yang akan dikerjakan. "Tadi visi dan misi yang
disampaikan Ketua Umum (Grace Natalie) sangat menarik tapi perlu
penyampaian dari hati ke hati, dan jangan lupa kalau sudah selesai,
orang itu disalami, sudah mendukung atau belum," katanya. []
Presiden Joko Widodo (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)
Habib Rizieq Ditangkap dan Ditahan Polisi Saudi Terkait “Bendera Tauhid”
Terkait polemik “bendera tauhid” yang ditemukan di tembok
rumah yang ditinggali Habib Rizieq di Mekkah, yang kemudian Habib Rizieq
dan FPI tidak mengakui pemasangan bendera itu, karena bendera yang
disebut “bendera tauhid” oleh Habib Rizieq dan FPI dinyatakan sebagai
“bendera ISIS” oleh Pemerintah Saudi.
Yang selanjutnya Habib Rizieq malah melaporkan pemasangan
bendera itu sebagai fitnah. Berikut pernyataan saya (Mohamad Guntur
Romli):
1. Ternyata Habib Rizieq tidak berani melayani tantangan
saya yang meminta Habib Rizieq memasang dan mengibar-ngibarkan bendera
Hizbut Tahrir di rumahnya dan di keliling kota Mekkah. Bendera yang ia
sebut sebagai “bendera tauhid”.
2. Habib Rizieq menyuruh pengikutnya memasang dan
mengibarkan “bendera tauhid” tapi dia sendiri tidak melakukan, ini
“kabura maqtan indallah” hal yang sangat dibenci oleh Allah Swt yakni
kalau ada orang yang cuma bisa berkata tapi tidak bisa mengerjakan (QS
As-Shaff: 3) kalau kata orang Jawa: Habib Rizieq JARKONI “gelem ngajar
tapi rak gelem nglakoni”.
3. Habib Rizieq tidak berani memperjuangkan pengibaran bendera
yang disebut sebagai “bendera tauhid” di Saudi, bukankah bendera Hizbut
Tahrir, bendera ISIS, bendera Al-Qaidah semuanya ada tulisan kalimat
tauhid? Kenapa tidak dibela sebagai bendera tauhid di Saudi?
4. Apakah Habib Rizieq dan FPI akan menuduh Pemerintah dan
Polisi Saudi anti kalimat tauhid? Apakah akan demo di Saudi dan Kedubes
Saudi di Indonesia kalau Saudi anti kalimat tauhid?
5. Faktanya di tempat lahirnya Islam dan di kota suci
Mekkah bendera Hizbut Tahrir, bendera ISIS, ditolak dan dilarang
dikibarkan karena sudah dianggap identik dengan simbol kelompok
terorisme, meskipun bendera-bendera itu berkalimat tauhid, apalagi di
Indonesia yang bukan tempat kelahiran Islam dan bukan kota suci.
6. Penolakan Pemerintahan Saudi terhadap bendera Hizbut
Tahrir, Bendera ISIS bukanlah penolakan terhadap kalimat tauhid, tapi
penolakan terhadap simbol dan identitas kelompok terorisme yang membajak
simbol tauhid.
7. Sikap Pemerintah Saudi yang tegas menindak terhadap
pembajakan dan penyalahgunaan simbol-simbol agama untuk jaringan
terorisme dengan melarang simbol-simbol kelompok itu bisa ditiru oleh
Pemerintah dan Penegak Hukum di Indonesia.
8. Kalimat Tauhid adalah kalimat yang mulia bagi orang
Islam, karena hidup, bernafas, kemudian mati dan dibangkitkan lagi
dengan kalimat ini. Islam adalah agama yang rahmatan Lil alamin
(mengasihi sesama), maka, kalimat tauhid merupakan kalimat penegasan
terhadap kasih sayang itu, bukan untuk dibajak untuk aksi-aksi teror.
Koalisi Kotor Pendukung Khilafah dan Pendukung Prabowo dalam Isu Bendera HTI
Beberapa foto beredar yang menampakkan peserta aksi Bela Tauhid
mengacungkan dua jari sebagai simbol pendukung Prabowo Sandi. Aksi ini
memang dibangun oleh dua kelompok yang sedang berkoalisi untuk tujuan
pendek.
Pendukung Khilafah Hizbut Tahrir ingin melampiaskan dendam dan
kebencian pada Pemerintahan Jokowi yang membubarkan Hizbut Tahrir
Indonesia (HTI), sementara pendukung Prabowo ingin terus menyerang
Jokowi untuk memenangkan Prabowo pada Pilpres 2019.
Apakah dua kelompok ini memiliki tujuan panjang yang sama? Saya tidak
meyakininya. Pendukung Prabowo terus berusaha menghalalkan segala macam
cara agar jagonya menang. Dari bikin hoax dan fitnah, mulai serangan
personal kepada Jokowi, dari isu PKI, anti Islam, anti ulama, keturunan
Cina, bergama Kristen dll nya tapi semuanya makin kuat hanyalah fitnah
dan hoax politik jahat. Sementara opini publik Indonesia terhadap
kinerja Jokowi semakin kuat yang dibuktikan dengan data-data hasil dari
10 lembaga survei yang menyatakan rakyat Indonesia mayoritas puas dengan
kinerja Jokowi.
Pendukung Prabowo makin kalap dan panik dengan kenyataan ini. Isu
SARA tidak lagi menohok Jokowi. Mereka bikin Ijtima’ Ulama yang
merekomendasikan agar Prabowo bisa mengambil cawapres dari kalangan
ulama agar bisa memainkan serangan politik anti Islam dan anti ulama
kepada Jokowi. Apa lacur, justeru Prabowo lebih memilih Sandi, sedangkan
Jokowi memilih ulama nomer wahid: KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres.
Tidak ada jalan bagi pendukung Prabowo selain berkoalisi dengan
kelompok-kelompok radikal yang ideologis dan fanatik yang sangat efektif
dan kuat sebagai senjata serang politik. Khususnya pendukung khilafah
Hizbut Tahrir yang dalam 10 tahun periode SBY dibiarkan bahkan diberi
keistimewaan untuk menjadi “ormas” meskipun Hizbut Tahrir sudah
menyatakan dirinya sebagai “partai politik yang ingin mendirikan Negara
Khilafah”.
Mulai dari dukungan para pendukung Prabowo dan koalisi parpol
pendukung Prabowo yang menolak Perppu Ormas yang membubarkan ormas
radikal anti Pancasila seperti Hizbut Tahrir. Aliansi ini pun berusaha
mengganjal perubahan Perppu Ormas menjadi UU Ormas di DPR.
Demikian pula dukungan di opini publik saat Hizbut Tahrir mengajukan
gugatan di pengadilan atas dibubarkannya HTI, tokoh-tokoh parpol koalisi
Prabowo mendukung gugatan itu. Hingga pertemuan-pertemuan sandiwara
antara anggota DPR dari koalisi parpol Prabowo di DPR bersama
tokoh-tokoh Hizbut Tahrir. Anda bisa “google” sendiri untuk membuktikan
betapa banyaknya jejak-jejak digital dukungan Pendukung dan Tokoh-tokoh
Parpol Prabowo mendukung Hizbut Tahrir yang ingin menggusur NKRI dan
ingin menegakkan Negara Khilafah versi mereka.
Saat provokasi pengikut Hizbut Tahrir terhadap Acara Hari Santri
Nasional di Garut yang membawa bendera HTI dan dibakar oleh Banser,
Koalisi Pendukung Khilafah dan Pendukung Prabowo ini seperti mendapatkan
momentum baru. Mereka pun menggelar Aksi Bela Tauhid yang menggiring
opini publik yang dibakar oleh Banser adalah Bendera Tauhid bukan
Bendera HTI.
Namun Aksi Bela Tauhid ini hanyalah kedok politik makar dan politik
Pilpres 2019. Kedok ini pun terbongkar oleh kelakuan peserta aksi ini
yang menampakkan bahwa Aksi Bela Tauhid sebanarnya Aksi Bela Prabowo dan
Aksi Bela Hizbut Tahrir. Adapun buktinya:
Pertama, munculnya spanduk-spanduk dukungan pada Hizbut Tahrir dalam
arena aksi itu. Mereka sudah tidak malu-malu lagi menampakkan
spanduk-spanduk pembelaan terhadap Hizbut Tahrir.
Kedua, bendera-bendera yang mereka sebut sebagai Bendera Tauhid
diperlakukan sangat rendah. Ada yang diinjak, ada yang dibiarkan
keleleran di tanah dan kaki, hingga masuk got dan selokan. Kalau benar
mereka membela Tauhid, harusnya mereka memuliakan bendera-bendera yang
ada kalimat Tauhidnya itu. Ternyata motif mereka bukanlah membela
kalimat tauhid tapi itu hanya sebagai kedok belaka.
Ketiga, munculnya dukungan pada Prabowo dengan simbol-simbol dua hari
dari peserta aksi Bela Tauhid itu. Demikian pula orasi-orasi yang
memberikan anti Jokowi dan 2019 Ganti Presiden yang jelas-jelas
merupakan dukungan pada Prabowo.
Apa lacur, kedok Aksi Bela Tauhid mereka terbongkar sendiri. Bahwa
aksi mereka bukan Aksi Bela Tauhid tapi Aksi Bela Prabowo dan Aksi Bela
Politik Makar. Kelakuan mereka persis apa yang dilakukan oleh Pemilik
First Travel dan Abu Tours yang memanfaatkan ibadah umroh sebagai
penipuan dan memperkaya diri sendiri dengan menipu ratusan ribu jamaah.
Semoga Allah Swt melindungi kita dari golongan munafik ini, yang
membajak agama untuk kepentingan politik kekuasaan dan membuat fitnah
serta kekacauan seperti yang sudah terjadi di Suriah, Libya, Iraq, Yaman
dan lain-lainnya.
Mohamad Guntur Romli
Bagaimana Hizbut Tahrir (HTI) Menipu dan Memecah Belah Umat Islam?
Hizbut Tahrir (HTI) adalah partai politik (hizbun siyasiyyun). Hizbut
Tahrir (HTI) adalah gerakan kekuasaan. Mereka punya tujuan, mendirikan
Negara Khilafah versi mereka. Membangun Negara Islam yang sesuai selera
mereka.
Hizbut Tahrir Tidak Peduli Pengabdian pada Umat Islam
Hizbur Tahrir (HTI) tidak pernah peduli akan dakwah Islam dan
tegaknya agama Islam, yang mereka pedulikan hanyalah tegaknya sistem
kekuasan mereka.
Hizbut Tahrir (HTI) tidak peduli mengabdi kepada umat Islam, makanya
mereka tidak pernah membangun madrasah, pesantren, universitas, masola,
masjid, yayasan sosial dan kegiatan amal lainnya.
Islam bagi Hizbut Tahrir (HTI) bukan ladang pengabdian tapi sekadar alat kekuasaan.
Ini fakta yang tidak bisa mereka bantah.
Modus Penipuan Hizbut Tahrir
Lantas bagaimana mungkin tujuan mereka berhasil tanpa mengabdi terlebih dahulu kepada umat Islam?
Mereka menggunakan strategi penipuan. Modus penipuan adalah melakukan
kebohongan untuk memperoleh keuntungan pribadi tapi dengan merugikan
kelompok lain.
Siapa yang dirugikan di sini oleh Hizbut Tahrir? Islam dan umat Islam.
Islam dirugikan karena Hizbut Tahrir menjalankan strategi penipuan menggunakan ajaran dan simbol Islam sebagai modus penipuan.
Hizbut Tahrir menggunakan istilah: khilafah, negara Islam, syariat
Islam, bendera Rasulullah, Kalimat Tauhid namun tujuan mereka yang
sesungguhnya adalah meraih keuntungan dengan tegaknya sistem kekuasaan
yang mereka inginkan, yakni: sistem khilafah versi mereka yang
direncanakan oleh Taqiyuddin An-Nabhani, sejak tahun 1953, bukan sistem
khilafah yang dikenal dalam sejarah Islam.
Kita harus membedakan antara Sistem Khilafah yang dikenal dalam
sejarah Islam dengan sistem khilafah yang dirancang oleh Taqiyuddin
An-Nabhani tahun 1953. Nama bisa disama-samakan, tapi sistem dan isi
jelas berbeda. Nah menyamakan sistem khilafah yang dirancang oleh
Taqiyuddin tahun 1953 tapi disamakan dengan khilafah dalam sejarah Islam
adalah salah satu modus penipuan yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir
(HTI).
Umat Islam dirugikan oleh Hizbut Tahrir karena ajaran dan simbol
Islam dipakai sebagai alat menipu untuk kepentingan kekuasaan mereka.
Hizbut Tahrir juga membuat kekacauan (fitnah), perpecahan dan adu
domba antar umat Islam. Saat mereka membajak kalimat tauhid untuk
bendera politik mereka, yang tujuan mereka melakukan politik makar,
kemudian ada reaksi pelarangan, Hizbut Tahrir pun menyebar kebohongan
dan fitnah: Islam telah dilarang, kalimat tauhid telah dilarang.
Padahal yang menolak Hizbut Tahrir justeru mayoritas umat Islam.
Mayoritas umat Islam bukan menolak Islam dan Tauhidnya yang dibajak oleh
Hizbut Tahrir tapi menolak politik makar mereka.
Tetapi kalangan umat Islam yang awam dan lugu yang terpancing dan
menelan fitnah dan kebohongan Hizbut Tahrir (HTI) bereaksi berdasarkan
kebohongan dan fitnah Hizbut Tahrir (HTI): Islam dilarang, Tauhid
dilarang, padahal sekali lagi, yang dilarang adalah politik makar Hizbut
Tahrir (HTI) dan pembajakan mereka atas ajaran dan simbol Islam untuk
tujuan politik makar.
Akhirnya, Hizbut Tahrir (HTI) pun berhasil memantik perselisihan dan
perpecahan di kalangan umat Islam, berdasarkan kebohongan dan fitnah
yang mereka sebarkan. Persis kelakuan kaum Munafiq di zaman Rasulullah
Saw yang mempengaruhi dan membuat perselisihan di kalangan umat Islam.
Di zaman Rasulullah Saw saja strategi kaum Munafiq ini bisa berhasil
(meskipun selanjutnya terbongkar dan gagal), apalagi di zaman kita ini.
Semestinya kalau kita sadar akan hakikat dan tujuan Hizbut Tahrir ini
yang menurut pengakuan mereka sendiri sebagai organisasi/partai politik
(hizbun siyasiyyun) yang bertujuan kekuasaan, dan tidak pernah
melakukan kerja-kerja pengabdian pada umat Islam (tidak bangun madrasah,
pesantren, sekolah dll), harusnya kita sudah mengeluarkan Hizbut Tahrir
dari kategori organisasi kemasyarakatan Islam.
Kerja-kerja Hizbut Tahrir pada umat Islam bukan pengabdian, pelayanan
dan khidmah (mereka tidak pernah mengajari mengaji, tidak peduli pada
pendidikan, pelayanan sosial dll) tapi kerja Hizbut Tahrir adalah
memprovokasi umat Islam untuk demo, membentuk opini dan propaganda,
indoktrinasi politik dan ideologi mereka. Bangsa Arab Tidak Bisa Ditipu oleh Hizbut Tahrir
Di tanah Arab dan di bangsa Arab serta di semua negara-negara Arab,
Hizbut Tahrir sudah dilarang, karena mereka tidak bisa menipu bangsa
Arab, yang mengerti bahasa Arab, mengerti Islam, baik ajaran dan
sejarahnya, sehingga tidak termakan kebohongan, fitnah dan penipuan
Hizbut Tahrir (HTI).
Hizbut Tahrir gagal mengasong dagangan kekuasan mereka yang dibungkus
istilah-istilah Arab dan klaim-klaim keislaman di bangsa Arab. Hizbut
Tahrir adalah organisasi politik yang bertujuan politik makar, tapi
menggunakan penipuan atasnama Islam sebagai modus operandinya. Bangsa
Arab tidak tertipu. Mereka marah atas kebohongan dan penipuan Hizbut
Tahrir dan melarang keras.
Kaum Santri Tidak Bisa Ditipu oleh Hizbut Tahrir (HTI)
Di negeri kita yang tercinta ini, Hizbut Tahrir (HTI) tidak bisa
menipu kaum santri khususnya yang memiliki pengetahuan keislaman dan
bahasa Arab yang mendalam. Ibaratnya mereka buka kursus berenang untuk
ikan, atau buka kursus terbang untuk burung.
Para santri tidak terkecoh dan bisa ditipu oleh Hizbut Tahrir (HTI)
yang sudah mengaku sebagai partai politik (hizbun siyasiyyun) yang
bertujuan kekuasaan meskipun menggunakan ajaran dan simbol sebagai
kedok. Justeru kaum santri pula yang membongkar kedok dan kebohongan
propaganda Hizbut Tahrir (HTI). Ibaratnya Hizbut Tahrir (HTI) mau
menjual sirup gula yang diberi cap “madu asli” kepada petani dan ahli
madu. Kebohongan dan penipuan pun terbongkar!
Bagaimana mungkin Hizbut Tahrir (HTI) bisa mengaku paling cinta
tauhid hanya dengan menjadikan kalimat tauhid sebagai bendera yang cuma
ditenteng-tenteng, dipajang dan diarak waktu demo pada kalangan santri
yang menegakkan kalimat tauhid di pesantren, madrasah, masjid, musola,
majelis zikir, majelis sholawat, pengajian, tahlilan dan lain-lain
sebagainya. Ibarat anak yang mengaku paling mengabdi pada orang tua tapi
cuma memegang fotonya saja.
Semoga Allah Swt melindungi negeri kita dan umat Islam dari tipu daya dan kebohongan Hizbut Tahrir (HTI). Amin
Mohamad Guntur Romli
Sumber Opini : http://www.gunromli.com/2018/10/bagaimana-hizbut-tahrir-hti-menipu-dan-memecah-belah-umat-islam/
Rizieq Sang Bohemian Arab Saudi
Oleh: Eko Kuntadhi*
Entah kenapa Rizieq sampai sekarang gak
pulang ke Indonesia. Beberapa kasusnya sudah dinyatakan SP3. Artinya
secara hukum kasus itu berhenti, tapi Rizieq rupanya masih betah di
Saudi.
Dari Saudi, Imam Besar FPI ini gak berhenti
melakukan manuver. Ketika sedang ramai Pilkada 2018 lalu, Rizieq
menerima banyak kunjungan. Ada beberapa tamunya yang berharap Rizieq
bisa membantu meloloskan niat mereka untuk mendapat rekomendasi partai
sebagai calon kepala daerah. Salah satunya adalah La Nyala Mataliti,
selebihnya ada empat orang lainnya.
Dengan memegang rekomendasi
Rizieq, mereka berharap mendapat tiket dari Gerindra atau PKS. Tapi
sial, Rizieq boleh saja tokoh. Seolah-olah dihormati. Namun untuk urusan
siapa yang dicalonkan menjadi kepala daerah, rekomendasi Rizieq gak cukup. Bahkan malah gak perlu didengar.
Dari lima calon yang diajukan Rizieq, gak ada
satupun yang dimajukan oleh Gerindra dan PKS. Bahkan dalam kasus
Pilkada Jawa Timur, menurut informasi dari La Nyalla, Prabowo meminta
duit mahar Rp 40 miliar. Ketika gak dipenuhi, nama La Nyalla gak nongol sama sekali. Artinya mau rekomendasi Rizieq, kek. Mau fatwa Imam Besar, kek. Gak ada urusan. Mahar tetap mahar. Emang Rizieq siapa?
Lalu
bergerak ke Pilpres. Bersama beberapa ulama, Rizieq ingin memainkan
peranan lagi. Kali ini mencoba menekan Prabowo dengan menggelar acara
Ijtimak Ulama. Salah satu hasil Ijtimak Ulama itu adalah rekomendasi
Salim Segaf atau Abdul Somad sebagai cawapres pendamping Prabowo. Meski
masih di Saudi, nama Rizieq sering dibawa-bawa. Hasan Haikal, misalnya,
selalu menisbahkan keputusan Ijtimak Ulama itu sesuai dengan arahan
Rizieq.
Tapi lagi-lagi gak dianggap oleh Prabowo. Ulama boleh berijtimak. Boleh mengeluarkan rekomendasi. Gak ada artinya bagi Prabowo. Toh, dia menunjuk Sandiaga Uno sebagai cawapres mendampinginya.
Ketimbang kehilangan muka, karena dicuekin
Prabowo, mereka menggelar lagi Ijtimak Ulama II. Apa rekomendasinya?
Mendukung pencalonan Sandi. Ulama yang capek-capek menggelar Ijtimak II
jelas bertekuk-lutut di bawah kaki Prabowo.
Yang paling aneh
adalah tuntutan kepada pemerintah untuk memulangkan Rizieq. Lho, yang
kabur dia sendiri. Yang mau ke Saudi dia sendiri. Kenapa jadi pemerintah
yang harus capek-capek memulangkan. Kalau mau balik ke Indonesia, balik
aja sendiri. Kenapa harus main drama?
Bahkan pernah
digelar demo penyambutan kepulangan Rizeiq. Spanduk dan isu beredar.
Seolah sebagai seorang pahlawan yang baru pulang dari medan perjuangan.
Padahal dia buron karena kasus kriminal yang menimpanya. Eh,
ujung-ujungnya itu hanya berita hoaks.
Prabowo sendiri
memanfaatkan isu kepergian Rizieq untuk mendulang suara. Dia pidato,
jika terpilih akan membantu kepulangan Rizieq ke Indonesia. Eh, busyet.
Capres ini, programnya cuma memulangkan seorang yang kabur.
Yang
paling anyar ketika terjadi perdebatan pembakaran bendera hitam oleh
Banser. Dari Saudi Rizieq ikut memprovokasi agar semua anggota FPI
mengibarkan bendera lambang teroris itu di Indonesia. Dia bilang ini
adalah lambang jihad.
Rupanya di Saudi ditemukan bendera yang dia
minta kibarkan itu tertempel di rumahnya. Polisi Saudi yang gerah sama
simbol-simbol terorisme cepat bertindak. Rizieq diperiksa polisi.
Sebagai
warga negara, ketika terkena kasus hukum di luar negeri, KBRI wajib
ikut mendampingi. Bahkan KBRI memberikan uang jaminan kepada otoritas
Saudi agar Rizieq tidak ditahan.
Tapi apa yang terjadi? Semua
teman-teman Rizieq menuding bahwa Rizieq dijebak. Ada intelijen yang
memasang bendera itu di rumahnya. Ujung-ujungnya mereka menyerang
pemerintah Jokowi lagi.
Padahal Rizieq yang memerintahkan orang mengibarkan bendera itu di Indonesia. Dia juga yang ngeles ketika diinterogasi polisi Saudi. Kenapa Rizieq ngeles?
Karena yang dipasang adalah bendera organisasi teroris. Sama seperti
bendera yang dia minta untuk dikibarkan di Indonesia. Tapi mereka
membungkusnya dengan kalimat tauhid. Mereka mau memanipulasi kalimat
tauhid untuk mengkampanyekan sikap beragama ekstrim.
Tentu saja
sekarang Rizieq terkena masalah berat. Apalagi ceramah-ceramahnya
seringkali menjelaskan dia adalah pendukung ISIS. Bukti bahwa Rizieq
mendukung kaum ekstrimis banyak tersebar. Ini bisa dijadikan senjata
pihak keamanan Saudi untuk mengenakan sanksi lebih serius.
Nasib
Rizieq kini ada di tangan aparat Saudi. Satu-satunya yang bisa membantu
meringankan kasusnya adalah pemerintah Indonesia. Melalui lobi
diplomatik, misalnya.
Tapi apa mau dikata. Jangan berterima kasih.
Saat KBRI membantu dia dari tangkapan aparat Saudi, dia malah membalas
dengan menuding pemerintah.
Seorang teman berkata, gak
rela uang pajaknya digunakan untuk melindungi satu orang yang kerjanya
tiap hari membuat statemen buruk soal Indonesia. Kabarnya karena kasus
Rizieq, KBRI jadi agak repot ketika mau mengurus kasus-kasus WNI
lainnya. Sebab Indonesia dianggap banyak maunya. Indonesia dianggap
aparat Saudi mau melindungi seorang yang diduga bersimpati pada gerakan
teroris.
Ini tentu saja merepotkan. Hanya untuk mengurus seorang
Rizieq, efektifitas diplomasi terhadap puluhan TKI yang ditahan di
banyak penjara Saudi jadi terhalang.
Apalagi kelakuan gerombolan
sejenis di Indonesia yang terus memprovokasi. Mereka menuding pemerintah
Indonesia. Pemerintah melindungi Rizieq, salah. Didiamkan apalagi,
karena anggap tidak melindungi WNI. Serba salah memang.
Sampai saat ini, Rizieq tetaplah sebagai tokoh dalam kisah Bohemian Arab Saudi. *Eko Kuntadhi Pegiat Media Sosial
Ketua FPI Rizieq Shihab (tengah) di Arab
Saudi ketika mendapat kunjungan politikus Gerindra Fadli Zon (kanan)
dan politikus PKS Fahri Hamzah (kiri). (Foto: Twitter/Fadli Zon)
Oleh: Eko Kuntadhi*
Alumni 212 kabarnya akan
menggelar aksi reuni yang akan mengundang capres dan cawapres Prabowo
dan Sandi. Entah kenapa orang-orang ini ngebet banget memakai momen aksi
212 untuk setiap aktivitas politiknya. Padahal mereka selalu ngotot
bahwa aksi itu dulu sebagai bagian dari membela Islam.
Sekarang apa yang mau dibela oleh aksi reuni?
Yang
paling menyebalkan justru dengan terus-menerus dieksploitasi aksi 212,
semakin menjelaskan bahwa sejak dulu aksi itu memang dibuat bukan untuk
membela agama. Aksi tersebut dirancang oleh politisi, untuk memetik
manfaat politik, dan mengatasnamakan agama. Mereka kini secara
terang-terangan menipu umat Islam untuk tujuan politiknya. Benar apa yang dikatakan Ahok dulu, "Jangan mau dibohongi pakai ayat."
Sebuah
statemen yang membongkar perilaku para politisi penjaja agama yang
justru malah menjebloskan Ahok ke penjara. Siapakah yang ngotot
menjebloskan itu? Ya, mereka-mereka yang terkena sindiran Ahok. Mereka
yang sering membohongi umat dengan mengutip ayat-ayat kitab suci.
Semakin
mereka menggelar aksi reuni atau memanfaatkan branding 212 untuk
memetik keuntungan politik akan semakin terang benderang juga cara
mereka menunggangi agama. Agama yang diturunkan Allah untuk memperbaiki
akhlak umatnya oleh mereka ditekuk cuma menjadi keset dari sandal
politik yang kotor.
Dulu aksi itu dibungkus untuk membela agama,
padahal tujuannya untuk mengalahkan Ahok. Sampai politisi yang dikenal
bersih dan punya komitmen kuat kepada rakyat itu harus merasakan
dinginnya dinding penjara. Kini aksi reuni alumni 212 mau digelar lagi.
Tidak ada kepentingan agama yang mau dibela. Yang ada hanya dukungan
pada Prabowo-Sandi.
Artinya sejak dulu sebetulnya bukan agama yang
mau dibela. Bukan Islam yang mau diperjuangkan. Tetapi hanya mau menang
Pilkada DKI Jakarta dengan memanfaatkan kebodohan umat Islam. Islam dan
agama hanya dijadikan alat untuk mendapatkan jabatan politik.
Politik
memang kejam. Politik yang membungkus diri dengan agama, apalagi sampai
mengorbankan orang yang jika ditelisik hanya terpeleset lidah, adalah
dosa kifayah yang harus ditanggung umat Islam Indonesia.
Dipenjaranya
seorang Ahok karena desakan aksi-aksi memang bisa dipetik sebagai
pelajaran sejarah yang menyakitkan. Umat Islam di Indonesia digiring
sedemikian rupa untuk bertindak brutal pada seorang Ahok. Agama
dieksploitasi sedemikian sadis untuk menistakan seorang anak bangsa.
Dan sekarang, semua itu terbukti. Mereka menggelar aksi serupa hanya untuk membela Prabowo dan Sandi. Gak ada embel-embel bela Islamnya sama sekali. Wong, kata Yusril Ihza Mahendra, Prabowo itu gak punya track record
sama sekali sebagai pembela Islam. Jadi aksi reuni 212 yang bakal
mengundang Prabowo Sandi sama seperti aksi tipuan yang mengorbankan umat
Islam untuk sekali lagi melakukan kesalahan kolektif. Atas nama agama,
umat digiring untuk mempertunjukan kebodohannya.
Dulu kesalahan
kolektif dilakukan untuk memenjarakan seorang Ahok dan menaikkan Anies
Baswedan ke kursi Gubernur. Umat Islam yang kemarahannya dikapitalisasi
oleh para pengasong agama dijadikan senjata untuk memenjarakan seorang
Ahok. Sistem hukum terus diprovokasi dan ditekan untuk menampung
tudingannya itu.
Mana ada proses hukum di Indonesia yang
sedemikian kilat sehingga secepat itu kasus Ahok masuk pengadilan.
Ketika mengajukan kasasi keputusannya juga seperti 'mencret', keluarnya
lebih cepat bahkan sebelum nongkrong di closed. Dengan kata
lain tekanan massa menjadikan sistem hukum kita gagal menegakkan
keadilan. Kasus Ahok diperlakukan berbeda dari kasus lainnya.
Kini
kesalahan kolektif dilakukan lagi untuk menyematkan aksi bela Islam
sebagai aksi pendukungan pada Prabowo. Entah dilihat dari mana keislaman
seorang Prabowo." *Eko Kuntadhi Pegiat Media Sosial
Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo
Subianto (tengah) mengenakan topi dari Komandan Jenderal Kopassandi
Abdul Rasyid Abdullah Syafii (kanan) pada deklarasi dukungan Komando
Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Koppasandi) di Jakarta, Minggu (4/11).
(Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)
Sosrokartono, Guru Bung Karno Ini Kuasai 36 Bahasa
Kudus, (Tagar 11/11/2018) - Sekelompok pelajar santri mengelilingi
makam Raden Mas Panji (RMP) Sosrokartono di kompleks pemakaman Sedo
Mukti, Kudus. Mereka membaca tahlil dan kalimat thayyibah, melangitkan
doa-doa.
RMP Sosrokartono seorang cendekiawan Indonesia. Ia kakak
kandung Raden Ajeng Kartini, pahlawan perempuan yang tampaknya lebih
terkenal dari dirinya. Ia juga guru presiden pertama RI Bung Karno. Ia
menguasai 36 bahasa. Kejeniusannya dikenal dunia hingga ia dijuluki 'Si
Jenius dari Timur'.
Sosrokartono lahir di Pelemkerep, Mayong, Jepara, 10 April 1877, wafat di Bandung, 8 Februari 1952 pada umur 74 tahun).
Sedangkan
kelompok pelajar yang mengelilinginya dengan doa-doa itu adalah pelajar
Madrasah Aliyah Nadhlatul Ulama Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS)
Kudus.
Mereka menziarahi makam RMP Sosrokartono pada momen Hari Pahlawan.
"Ini
sebagai bentuk penghormatan para santri TBS terhadap kiprah intelektual
dan perjuangan RMP Sosrokartono," ujar pimpinan rombongan TBS Kudus, M
Ulin Nuha, Kamis sore (8/11) melalui keterangan tertulis diterima Tagar News.
"RMP
Sosrokartono adalah tokoh besar yang mesti menjadi teladan generasi
sekarang. Selain itu, RMP Sosrokartono merupakan kakak dari RA Kartini,"
lanjut Ulin.
Sunarto, juru kunci makam RMP Sosrokartono
mengutarakan, kakak kandung RA Kartini itu adalah tokoh yang penuh
keteladanan. "Eyang Sosrokartono itu tokoh yang mengajarkan agar
seseorang dalam tindakannya itu sesuai dengan apa yang diucapkan dan
lakukan," katanya.
Ia juga menjelaskan, Sosrokartono adalah salah
satu tokoh yang cinta akan ilmu, yang dibuktikan dengan diraihnya gelar
kesarjanaan (Drs.) diperoleh dari Leiden Belanda, pada masa perjuangan
dulu.
"’Eyang Sosrokartono juga ahli bahasa. Beliau menguasai 36
bahasa, terdiri atas 26 bahasa internasional dan 10 bahasa lokal. Namun
beliau itu orang yang selalu bersikap santun dan tidak mau
dilebih-lebihkan," tutur Sunarto pada santri TBS di kompleks makam Sedo
Mukti, di mana RMP Sosrokartono dikebumikan.
Dalam kesempatan yang
sama, KH Nur Khamim mewakili Kepala TBS mengatakan, "Para pejuang dalam
usahanya merebut dan mempertahankan kemerdekaan, sangatlah berat.
Alhamdulillah, berkat ridlo dan fadlal dari Allah SWT, berbekal bambu
runcing sebagai senjata, Indonesia mampu merebut dan mempertahankan
kemerdekaan RI dalam melawan penjajah yang memiliki peralatan perang
yang sudah modern," tuturnya.
Maka pada momentum Hari Pahlawan
ini, KH Nur Khamim mengajak semua santri TBS dan masyarakat secara umum,
mendoakan arwah para pahlawan yang berjuang dalam merebut,
memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan.
"Semoga para pahlawan bangsa mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," ujarnya. Pelajar
Madrasah Aliyah Nadhlatul Ulama Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS)
Kudus berdoa untuk RMP Sosrokartono, Kamis sore (8/11/2018). (Foto: TBS
Kudus)
Sejenius Apa Sosrokartono?
Ternyata Sosrokartono lah yang menginspirasi RA Kartini hingga menjadi tokoh emansipasi wanita.
Sosrokartono dilansir Wikipedia Indonesia
sejak kecil telah menunjukkan kepandaian. Setelah tamat dari Europesche
Lagere School di Jepara, ia meneruskan pendidikannya ke HBS di
Semarang.
Selanjutnya pada tahun 1898, Sosrokartono meneruskan
sekolahnya ke negeri Belanda dengan masuk di Sekolah Teknik Tinggi
Leiden. Namun demikian, karena merasa tidak cocok, ia pun pindah ke
Jurusan Bahasa dan Kesusastraan Timur sehingga lulus dengan menggenggam
gelar Doctorandus in de Oostersche Talen dari Perguruan Tinggi Leiden.
Ia merupakan mahasiswa Indonesia pertama yang meneruskan pendidikan ke negeri Belanda.
Dunia mengenal kejeniusannya, hingga ia dijuluki 'Si Jenius dari Timur' dan 'De Javanese Prins' atau 'Pangeran dari Tanah Jawa'.
Berikut ini beberapa profesi Sosrokartono yang mencerminkan kejeniusannya:
Wartawan Perang Dunia I
Wartawan Perang Dunia I, dari harian The New York Herald Tribune di kota Wina, Austria, sejak 1917. Dalam buku Memoirs
tulisan Muhammad Hatta, dituliskan bahwa Sosrokartono memperoleh gaji
sebesar USD 1250. Bahkan guna memudahkan pergerakannya selama Perang
Dunia I, ia diberi pangkat Mayor oleh Panglima Perang Amerika Serikat.
Prestasinya
yang lain, Sosrokartono adalah seorang wartawan pertama di Indonesia
yang bisa memotret kawah Gunung Kawi dari atas udara, tanpa menggunakan
pesawat terbang.
Dalam Sejarah Dunia, Perundingan Perdamaian
Perang Dunia ke I yang resmi berlangsung di kota Versailles (Perancis).
Ketika banyak wartawan mencium adanya 'perundingan perdamaian rahasia'
masih sibuk mencari informasi, koran Amerika The New York Herald Tribune
ternyata telah berhasil memuat hasil perundingan perdamaian rahasia di
hutan Champaigne, Perancis Selatan yang menggemparkan Amerika dan
Eropa.
Penulisnya 'anonim', hanya menggunakan kode pengenal
'Bintang Tiga'. Kode tersebut di kalangan wartawan Perang Dunia ke I
dikenal sebagai kode dari wartawan perang RMP Sosrokartono.
Dalam Memoir
tulisan Muhammad Hatta ditulis bahwa RMP Sosrokartono yang menguasai
Bahasa Basque, menjadi penerjemah pasukan Sekutu kala melewati daerah
suku Basque menjelang akhir Perang Dunia I, diadakan perundingan
perdamaian rahasia antara pihak yang bertikai.
Suku Basque adalah
salah satu suku yang hidup di Spanyol. Pihak-pihak yang berunding naik
kereta api dan berhenti di hutan Compaigne di Perancis Selatan. Di dalam
kereta api, pihak yang bertikai melakukan perundingan perdamaian
rahasia.
Di sekitar tempat perundingan telah dijaga ketat oleh
tentara dan tidak sembarangan orang apalagi wartawan boleh mendekati
tempat perundingan dalam radius 1 km. Semua hasil perundingan perdamaian
rahasia tidak boleh disiarkan, dikenakan embargo sampai perundingan
yang resmi berlangsung.
Penerjemah Liga Bangsa-Bangsa
Sosrokartono juga adalah penerjemah di Wina, Austria, dengan menguasai 24 bahasa asing dan 10 bahasa daerah di Nusantara.
Tahun
1919 didirikan Liga Bangsa-Bangsa (League of Nations) atas prakarsa
Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson. Dari tahun 1919 sampai 1921,
Sosrokartono menjadi anak Bumiputra yang mampu menjabat sebagai Kepala
penerjemah untuk semua bahasa yang digunakan di Liga Bangsa-Bangsa.
Bahkan ia berhasil mengalahkan para poliglot (ahli bahasa) dari Eropa dan Amerika sehingga meraih jabatan tersebut.
Liga Bangsa-Bangsa kemudian berubah nama menjadi Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Organization) pada tahun 1921.
Dokter Air Putih
Sosrokartono
juga adalah seorang dokter. Ia dikenal Belanda sebagai Dokter Air
Putih, karena dapat mengobati penyakit hanya dengan menggunakan media
air putih.
Dikisahkan bahwa Sosrokartono mendengar berita tentang
sakitnya seorang anak berumur lebih kurang 12 tahun. Anak itu adalah
anak dari kenalannya yang menderita sakit keras, yang tak kunjung sembuh
meski sudah diobati oleh beberapa dokter.
Dengan dorongan hati
yang penuh dengan cinta kasih dan hasrat yang besar untuk meringankan
penderitaan orang lain, saat itu juga ia menjenguk anak kenalannya yang
sakit parah itu.
Sesampainya di sana, ia langsung meletakkan
tangannya di atas dahi anak itu dan terjadilah sebuah keajaiban.
Tiba-tiba si bocah yang sakit itu membaik dalam hitungan detik, dan hari
itu juga ia pun sembuh.
Kejadian itu membuat orang-orang yang
tengah hadir di sana terheran-heran, termasuk juga dokter-dokter yang
telah gagal menyembuhkan penyakit anak itu.
Setelah itu, ada seorang ahli Psychiatrie dan Hypnose yang menjelaskan bahwa sebenarnya Drs RMP Sosrokartono mempunyai daya persoonalijke magneetisme yang besar sekali yang tak disadari olehnya.
Mendengar
penjelasan tersebut, akhirnya Sosrokartono merenungkan dirinya dan
memutuskan menghentikan pekerjaannya di Jenewa dan pergi ke Paris untuk
belajar Psychometrie dan Psychotecniek di sebuah perguruan tinggi di
kota itu.
Akan tetapi, karena ia adalah lulusan Bahasa dan Sastra, maka di sana ia hanya diterima sebagai toehoorder saja, sebab di Perguruan Tinggi tersebut secara khusus hanya disediakan untuk mahasiswa-mahasiswa lulusan medisch dokter. Wisdom Sosrokartono
Literatur menunjukkan Sosrokartono kaya wisdom (kebijaksanaan). Seperti berikut ini prinsip hidupnya yang kemudian dipahatkan di nisannya:
Sugih tanpa banda, Digdaya tanpa aji,
Nglurug tanpa bala, Menang tanpa ngasorake,
Trimah miwah pasrah, suwung pamrih,
Tebih ajrih langgeng tan ono susah,
Tan ono bungah*)
Anteng manteng, sugeng Jeneng,
Durung menang yen durung wani kalah,
Durung tunggul yen durung wani asor,
Durung gede yen durung wani cilik.
Artinya:
Kaya tanpa harta, Sakti tanpa ajimat,
Menyerbu tanpa pasukan, Menang tanpa merendahkan,
Menerima dengan pasrah, Sepi dari rasa pamrih,
Jauh dari rasa takut, Selamanya tiada perasaan susah,
Tiada perasaan gembira*)
Tenang dalam menghadapi sesuatu,
Belum menang bila belum berani menghadapi kalah,
Belum unggul bila belum berani rendah,
Belum menjadi besar bila belum berani menjadi kecil. []
Raden Mas Panji Sosrokartono lahir di
Pelemkerep, Mayong, Jepara 10 April 1877, wafat di Bandung 8 Februari
1952 pada umur 74 tahun, dimakamkan di Kudus. (Foto: Istimewa)
DutaIslam.Com - Kemarin di media sosial beredar poster 8 ulama NU
yang menjadi pahlawan nasional. Mereka adalah KH. Hasyim Asy'ari, KH.
Wahab Chasballah, KH. As'ad Syamsul Arifin, KH. Abdul Wahid Hasyim, KH.
Zainul Arifin, KH. Zainal Mustofa, KH. Idham Cholid dan Brigjen KH.
Syam'un. Sambil bercanda saya beri komentar, pahlawan nasional dari FPI
dan HTI ada gak nih?! Ada yang balas komentar, "masak aki-aki
dibandingkan dengan sama cucu n cicit".
Memang tidak sepadan membandingkan NU dengan FPI dan HTI. Kalau dihitung
dari waktu pendaftaran organisasi NU ke pemerintah Hindia Belanda, NU
sudah berusia 92 tahun. Sedangkan FPI dideklarasikan pada tahun 1998, 20
tahun yang lalu. Adapun HTI baru terdaftar di Kesbangpol Kemendagri
tahun 2006, 12 tahun yang lalu. Secara formalitas keorganisasian NU jauh
lebih senior dari dua ormas baru tersebut. Apalagi kalau mau dihitung
dari sejak dari NU belum punya nama dan tanpa nama.
Candaan saya ini sebenarnya untuk mengingatkan, menyentil dan
menyinggung rasa superioritas yang mengendap dalam jiwa sebagian aktivis
FPI dan HTI. Endapan perasaan superior menjadi sedimen sikap keras,
campuran dari semangat keagamaan yang meluap-luap namun tidak diiringi
dengan semangat pencari ilmu yang menggebu-gebu dan disiplin adab yang
longgar. Realita ini akan membawa "agama" menjadi bencana daripada
solusi.
Umur bukan saja soal akumulasi waktu yang sudah dilalui tetapi ia memuat
pengalaman, ilmu dan hikmah yang terpendam dalam diri dan tak tertulis.
Pengalaman, ilmu dan hikmah yang tak tertulis jauh lebih banyak dari
yang tertulis. Ia termanifestasi dalam laku sikap orang tua yang arif
dan bijaksana. Sikap arif dan bijaksana merupakan saripati dari
akumulasi pengalaman, ilmu dan hikmah. Ungkapan pengalaman adalah guru
yang terbaik. Guru yang terbaik ada seseorang yang arif dan bijaksana.
Normalnya semakin tua usia, semakin arif dan bijaksana.
Harus diakui salah satu residu modernisme yang masih berpengaruh pada
era post modernisme adalah individualisme materialistis yang memandang
realita kosmis dan metafisis sebagai atom yang otonom dan bersifat
materi belaka. Dalam pandangan ini tidak ada hirarki realitas dan tidak
ada realitas di balik materi, baik materi yang bisa terindera maupun
yang bisa dipikirkan.
Dengan pandangan begini, seseorang menganggap sama semua manusia.
Tua-muda, berilmu-jahil, taat-maksiat, beradab-biadab, dsb; Sama saja.
Kata Syed Muhammad Naquib Al Attas: Mengenai sebab dalaman dilema yang
kita hadapi sekarang bagi saya, masalah dasar dapat disimpulkan pada
suatu krisis yang jelas yang saya sebut sebagai kehilangan adab (the loss of adab).
Di sini saya merujuk pada hilangnya disiplin-disiplin raga, disiplin
fikiran dan disiplin jiwa; disiplin menuntut pengenalan dan pengakuan
atas tempat yang tepat bagi seseorang dalam hubungannya dengan diri,
masyarakat dan umatnya; pengenalan dan pengakuan atas tempat seseorang
yang semestinya dalam hubungannya dengan kemampuan dan kekuatan jasmani,
intelektual dan spiritual seseorang itu; pengenalan dan pengakuan atas
hakikat bahwa ilmu dan wujud itu tersusun secara hirarki.
Oleh karena adab merujuk pada pengenalan dan pengakuan atas tempat,
kedudukan dan keadaan yang tepat dan benar dalam kehidupan, dan untuk
disiplin pribadi agar ikut serta secara positif dan rela memainkan
peranan seseorang sesuai dengan pengenalan dan pengakuan itu, terjadinya
adab pada diri seseorang dan pada masyarakat sebagai suatu keseluruhan
yang mencerminkan kondisi keadilan. Hilangnya adab menyiratkan hilangnya
keadilan, yang pada gilirannya menampakkan kebingungan atau kekeliruan
dalam ilmu.
Dalam hubungannya dengan masyarakat dan umat, kebingungan dalam ilmu tentang Islam dan pandangan alam (worldview)
Islam menciptakan keadaan yang memungkinkan pemimpin-pemimpin palsu
muncul dan berkembang serta menimbulkan ketidakadilan. Mereka
melestarikan keadaan ini karena hal itu menjamin keberlanjutan munculnya
pemimpin seperti mereka untuk menggantikan mereka setelah mereka pergi,
dan mengekalkan pengaruh mereka atas urusan umat. (Islam dan Sekulerisme, 2010: 131-132).
Menyamakan NU dengan FPI dan HTI tentu saja tidak adil. Akan tetapi
menganggap NU sebagai ormas baru lalu seenaknya bersikap "kurang ajar"
kepada NU adalah perbuatan biadab. NU ormas sepuh. Menyimpan segudang
pengalaman, ilmu dan hikmah. Mengakui semua ini membutuhkan keikhlasan
dan kejujuran tingkat "dewa".
Ikhlas dan jujur merupakan adab batiniah paling asasi bagi pembela
Islam. Adab ini juga menjadi wadah bagi ilmu. Tanpa keikhlasan dan
kejujuran untuk mengakui hirarki keormasan, keilmuan dan senioritas,
maka selautan ilmu agama para pembela Islam akan berubah seketika
menjadi tsunami yang meluluhlantakkan kehidupan bangsa dan negara dengan
sekali hentak gempa politik yang dahsyat. [dutaislam.com/ab] Tokoh pahlawan dari kiai-kiai Nahdlatul Ulama
Sumber Berita : https://www.dutaislam.com/2018/11/sulitnya-mencari-tokoh-pahlawan-dari-fpi-atau-hti.html
Heboh Maklumat FPI yang Dukung Al-Qaida dan IS1S
Dutaislam.com - Sejak 8 Agustus 2014, Front Pembela Islam (FPI)
sudah mengeluarkan maklumat yang isinya adalah dukungan kepada pimpinan
Al Qaidah Syeikh Aiman Az-Zhowahiri dan Muhammad Al-Jaulani. FPI juga
mendukung seruan dan nasehat Syeikh Abu Bakar Al-Baghdadi. Innalillah.
Pernyataan tersebut tertuang dalam Maklumat FPI tentang ISIS yang
ditandatangani langsung oleh Imam Besar Al-Habib Muhammad Rizeq Syihab,
Lc, MA dengan Ketua Umum Al-Habib Muhsin Ahmad Alattas, Lc, serta
Sekretaris Umum tahun itu, KH. Ja'far Shiddiq, SE.
Sumber Link : https://drive.google.com/file/d/1m-Gg8NmECaPT4F96lTGNUqbPwr7eE2KA/view
Menurut Maklumat tersebut, dukungan FPI kepada Al-Qaida maupun ISIS
bagian dari cara untuk mewujudkan visi-misi FPI sejak 17 Agustus 1998,
yang mengingikan penerapan syariat Islam dan penegakan khilafah
Islamiyah melalui jalur dakwah, hisbah dan jihad.
FPI pun akhirnya menyerukan komponen jihad seluruh dunia untuk
melanjutkan jihad di Syiria, Iraq, Palestina dan negeri-negeri Islam
lainnya yang tertindas.
Semua Maklumat di atas ditujukan kepada seluruh pengurus, aktivis, laskar, anggota, dan seimpatisan FPI di seluruh dunia.
Jika Anda bagian dari FPI, berarti Anda mendukung gerakan-gerakan
mereka, yang mendukung Al-Qaidah, ISIS serta jihadis lain di seluruh
dunia. Paham kan mengapa FPI dekat dengan HTI dan MMI? [dutaislam.com/ab]
Maklumat FPI tentang Al-Qaidah dan ISIS
Sumber Berita : https://www.dutaislam.com/2018/11/heboh-maklumat-fpi-yang-dukung-al-qaida-dan-is1s.html
Sekjen PBNU: Memuliakan Kalimat Tauhid Itu Melalui Dzikir, Bukan Bendera
ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Sekretaris Jenderal
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama H Helmy Faishal Zaini menyatakan bahwa
ada banyak cara yang bisa digunakan untuk memuliakan kalimat tauhid.
Antara lain dengan taqorrub kepada Allah SWT melalui zikir, tahlil dan
ibadah lain.
Ia mengatakan, dengan zikrullah (zikir pada Allah) akan terpancar
kebijaksanaan untuk kemudian mau berbagi dan membantu antar sesama.
“Kalimat Tauhid menjadi kewajiban kita untuk memuliaknnya, tentu dengan
cara-cara yang mulia,” kata Helmy Faizal Zaini usai mengikuti
Silaturrahim Kebangsaan bersama Menkopolhukam, Menteri Agama dan
sejumlah ormas Islam di Kemenenterian Polhukam, Jumat (9/11).
“Saya hanya khawatir, kalau kita tulis di sembarang tempat, seperti
bendera terinjak-injak atau memasuki WC dengan kaos bertuliskan kalimat
tauhid, bukankah ini sangat jauh dari niat kita untuk memuliakan kalimat
tauhid. Umat Islam di Indonesia hampir setiap hari melakukan aksi bela
tauhid dengan tahlilan, aksi bela Nabi dengan maulidan, dan banyak cara
yang lebih bisa menjaga kehati-hatian,” imbuhnya.
Kalimat tauhid merupakan kalimat sakti yang dapat digunakan untuk
mempersatukan semua kelompok, bukan sebaliknya digunakan untuk
mencerai-beraikan persatuan. “Pengalaman di banyak negara Timur Tengah,
termasuk Iraq dan Syiria, banyak negara berperang, hancur luluh lantak
justru oleh politisasi Kalimat Tauhid melalui bendera, seperti ISIS dan
Hizbut Tahrir,” ujarnya.
Ia menyontohkan bagaimana Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melarang
berkibarnya bendera hitam, meskipun bertuliskan kalimat tauhid. “Karena
masalah ini sudah masuk ke dalam wilayah politik, di mana ada sekelompok
yang memperalat bendera kalimat tauhid dalam menjalankan gerakannya”,
lanjutnya.
Sebagai sebuah bangsa yang bineka, akan sangan disayangkan jika
rajutan persaudaraan dirusak oleh framing pihak-pihak yang mencoba
memancing di air keruh. “Kami dan kita semua bersaudara. Mari kita
saling tolong-menolong dalam kebaikan. Bukan sebaliknya tolong menolong
dalam keburukan,” ujar Helmy.
Ia juga menginggung kasus pembakaran bendera HTI di Garut. “Kita
serahkan ini sebagai ranah hukum. PP GP Ansor telah memberikan sanksi
kepada oknum yang membakar, karena melampaui prosedur yang seharusnya
cukup bendera tersebut diserahkan kepada aparat keamanan. Bahkan
keluarga besar NU juga menyayangkan peristiwa ini, marilah kita menatap
Indonesia yang lebih baik ke depan,” pungkasnya. (ISNU)
Sumber: Muslimoderat
Sumber Berita : http://www.islamnusantara.com/sekjen-pbnu-memuliakan-kalimat-tauhid-itu-melalui-dzikir-bukan-bendera/
KOLOM – Hitam Putih Budaya Versus Agama
islamindonesia.id – KOLOM – Hitam Putih Budaya Versus Agama
Oleh Alissa Wahid | Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian
Beberapa
tahun lalu, saya terkejut atas pernyataan seorang wali kota. Di dalam
sebuah diskusi panel, ia berkata, ”Semua tradisi yang tidak sesuai
dengan kitab suci harus kita ubah”, saat membahas tentang jejak
perempuan daerahnya yang menari di ruang publik. Jika hanya dibaca dari
sepotong kalimat itu, pandangan sang wali kota tampak berangkat dari
niat baik dan mulia walau mungkin juga hanya jargon populis untuk
memenangi pemilihan kepala daerah. Namun, pernyataan itu juga
menunjukkan betapa hitam-putihnya sang wali kota memandang budaya, lebih
tepatnya ritual tradisi budaya.
Tarik-menarik antara ritual
budaya dan agama memang dinamika yang tak pernah usang di setiap
perkembangan peradaban. Dan, akhir-akhir ini kita mendapati dinamika ini
muncul menguat di beberapa penjuru Indonesia. Sikap main hakim
sekelompok masyarakat terhadap acara Sedekah Laut masyarakat Bantul, DI
Yogyakarta, dan Festival Gandrung Sewu di Banyuwangi menjadi puncak
tarik-menarik ini.
Sedekah Laut yang sudah berlangsung ratusan
tahun mendadak menjadi tenar karena diobrak-abrik oleh segerombolan
orang saat persiapan. Alasan yang mengemuka adalah karena sedekah ini
melawan ajaran agama, membawa kemusyrikan menyembah entitas lain dan
menduakan Tuhan, dan karena itu harus diubah atau dimatikan. Dan,
pandangan para penyerang ini merefleksikan pandangan yang saat ini
menguat di Indonesia.
Karena tertarik memahami dinamika itu, saya
bersemangat menghadiri sarasehan mengenai budaya dan agama akhir pekan
lalu di Tembi, Bantul. Para tokoh budaya dan tokoh agama berkumpul untuk
membincangkan perkembangan kontestasi antara budaya dan agama.
Disinyalir, jika tidak segera direspons, maka polarisasi dan
konsekuensinya tabrakan antara aras budaya dan aras agama akan semakin
banyak dan memicu konflik terbuka antarkelompok di Indonesia.
Dalam
kata pengantar buku Gus Dur, _Islamku Islam Anda Islam Kita,_ Syafii
Anwar menuliskan bahwa di Indonesia sedang terjadi pertarungan yang
cukup kuat antara kelompok yang meyakini Islam substantif-inklusif dan
kelompok pengusung Islam legal-eksklusif. Gus Dur menggunakan
terminologi yang lebih sederhana: islam sebagai inspirasi dan Islam
sebagai aspirasi.
Islam dengan huruf I besar beraspirasi
menjadikan agama sebagai sistem pengatur kehidupan warganya secara legal
formal dan mengambil batas yang tegas antara ajaran dan pengikutnya
dengan bukan ajaran dan pengikutnya. Bagi kelompok ini, Islam hanya
sempurna ketika ia dijadikan sistem sosial politik ekonomi secara formal
di sebuah negara.
Adapun islam dengan huruf i kecil merujuk
kepada agama yang mengatur hidup sebagai inspirasi dari dalam diri, dan
karena itu tidak perlu diformalisasikan. Formalisasi dianggap justru
akan membatasi inspirasi yang lentur. Bagi paradigma ini, islam sempurna
karena nilai-nilai yang diusungnya sangat kuat dan berlaku universal,
tetapi ekspresinya disesuaikan dengan konteks lokal di mana ia berada.
Ini sesuai dengan kaidah _fikih al-’adat al-muhakamat_ (adat dapat
ditetapkan sebagai hukum).
Kelompok pengusung Islam
legal-eksklusif menyikapi ritual budaya dengan paradigma eksklusifnya.
Ini karena ideologi legal formal mensyaratkan ketunggalan interpretasi
sebagai dasar kepastian hukum. Tradisi budaya yang tidak datang dari
masa Nabi Muhammad SAW dan para Sahabatnya dianggap sebagai bisa (perlu)
dibuang. Kelompok ini menafikan fakta bahwa setiap ritual tradisi juga
membawa nilai-nilai adiluhung yang sering kali tidak bertentangan dengan
nilai-nilai Islami.
Sementara wataknya yang lentur membuat
kelompok Islam substantif-inklusif menerima ritual budaya sebagai salah
satu wujud ekspresi nilai-nilai. Masyarakat membutuhkan simbol untuk
menampakkan nilai-nilainya. Yang dipastikan adalah bahwa nilai-nilai
yang muncul dari ritual tersebut tidak mendorong orang meninggalkan
nilai-nilai Islam seperti ketauhidan dan perlindungan terhadap 5 hak
dasar manusia sebagai tujuan syariat Islam.
Kelompok pendukung
Islam substantif-inklusif meyakini bahwa Islam dapat berkembang dengan
damai di Indonesia justru karena ia inklusif terhadap ritual tradisi
yang sudah berkembang mendahuluinya. Saat Islam menyebar di Indonesia,
Wali Songo memberi muatan dan pemaknaan baru terhadap tradisi yang sudah
ada, mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW yang mempertahankan beberapa
ritual pra-Islam di jazirah Arab, misalnya ritual tawaf yang
dipertahankan dalam ibadah haji, dengan melekatkan makna yang baru.
Kedua
arus besar yang bertolak belakang tersebut membawa dinamika yang cukup
intens dalam diskursus arah gerakan masyarakat Islam di Indonesia. Dalam
konteks dinamika budaya dan agama, benturan ini lebih terasa. Sikap
keras kelompok-kelompok yang menolak bahkan menyerang upacara tradisi
membuat kita peka atas peliknya persoalan ini.
Di ujung sarasehan
akhir pekan lalu, para tokoh budaya dan tokoh agama akhirnya membuat
Permufakatan Yogyakarta. Intinya menegaskan bahwa budaya dan agama tidak
harus dipertentangkan. Nilai-nilai adiluhung yang diwariskan leluhur
bangsa seperti gotong royong dan lain-lain dapat terus diharmonisasikan
dengan agama.
Sebagaimana layaknya dinamika peradaban, pada
akhirnya akan ada pandangan atau paradigma yang akan memenangi
pertarungan dan mewarnai peradaban tersebut. Dalam konteks dinamika
pendekatan agama yang legal-eksklusif dengan substantif-inklusif, nasib
tradisi budaya Nusantara akan ditentukan oleh siapa yang menang.
Mampukah kita memenangi pertarungan ini?
YS/Islamindonesia/Artikel ini terbit pertama kali di Harian Kompas, 11 November 2018/ Foto ilustrasi: beritasatu.com
Sumber Berita : https://islamindonesia.id/kolom/kolom-hitam-putih-budaya-versus-agama.htm
Menag: Tidak Ada Kesepakatan tentang Bendera Tauhid
islamindonesia.id – Menag: Tidak Ada Kesepakatan tentang Bendera Tauhid
Dilansir dari situs resmi kemenag,
viral di media sosial adanya kesepakatan pada pertemuan antara
pemerintah dengan sejumlah tokoh umat Islam di Kemenko Polhukam, Jumat, 9
November 2018, yang menyatakan bahwa bendera tauhid bukan bendera
terlarang. Pertemuan ini dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Menag
Lukman Hakim Saifuddin, serta perwakilan PBNU, MUI, FPI, dan sejumlah
ormas Islam lainnya.
Berdasarkan pantauan redaksi Islam
Indonesia, berita viral yang dimaksud berjudul “BREAKING NEWS! Di
Kemenkopolhukam, Wiranto, Menag, FPI, PBNU Dan Ormas Islam Sepakat
Bendera Tauhid Tidak Terlarang.” Berita lengkapnya dapat di akses di sini.
Berikut
ini adalah kutipan dari berita di atas apa adanya (tanpa diedit): “Maka
mulai hari ini sudah ada pernyataan resmi dihadapan Wiranto sebagai
Menkopolhukam Serta Menag, PBNU dan lain-lain dan diaminkan oleh semua
pihak yang hadir bahwasahya jangan sampai kedepan ada yang bersikeras
bahwa Bendera Tauhid adalah bendera terlarang di NKRI. Tidak ada alasan
itu lagi ke depan” demikian tegas Habib Hanif.
Berita tersebut di
Facebook disukai lebih dari 1.200 orang dan dibagikan sebanyak lebih
dari 600 kali. Sementara itu di Twitter, cuitan dari akun atas nama Ust
Muh Arifin Ilham yang memposting berita terkait telah di-retweets
sebanyak lebih dari 1.600 kali dan disukai lebih dari 3.500 orang.
Sementara
itu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan tidak ada
kesepakatan tentang apa itu “bendera tauhid”. Dia menegaskan bahwa yang
disepakati dalam pertemuan itu adalah bahwa semua pihak memuliakan
“kalimat tauhid”.
Selanjutnya Menag secara eksplisit menyatakan
bahwa persoalan saat ini adalah bagaimana cara memuliakan “kalimat
tauhid” tersebut. Sebab, seiring kebebasan berekspresi, orang melakukan
bermacam-macam tindakan dengan menggunakan tulisan “kalimat tauhid”.
“Ini
tentu domain ulama untuk memberikan arahannya,” jelas Menag usai
upacara Peringatan Hari Pahlawan di Bandung, Sabtu (10/11).
“Jadi,
yang disepakati adalah bahwa kalimat tauhid harus dimuliakan. Tapi
bagaimana cara kita memuliakannya, di sini masih beragam pandangan,”
tandasnya.
Menurut Menag, banyak pertanyaan muncul di masyarakat.
Bolehkah kalimat tauhid dipasang di jaket, kaos, topi, stiker, bendera,
dan lainnya yang saat digunakan justru berpotensi terhinakan karena
dikenakan tidak pada tempatnya?
Menag menilai bahwa hal itu menjadi domain para ulama, pimpinan MUI, dan tokoh ormas Islam untuk merumuskan ketentuannya.
“Ketentuan tersebut diperlukan agar didapat cara pandang yang sama di kalangan umat dalam memuliakan kalimat tauhid,” jelasnya.
PH/IslamIndonesia
Sumber Berita : https://islamindonesia.id/berita/menag-tidak-ada-kesepakatan-tentang-bendera-tauhid.htm
Yusuf Muhammad: PKS Pecah Tertipu Gerindra
JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tinggal menghitung hari untuk disemayamkan ke tempat peristirahatan terakhir (alam kubur).
PKS adalah “mesin” utama pemenangan
pasangan Prabowo-Sandi diajang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden
2019. PKS juga yang selama ini paling gencar menyuarakan tagar 2019
Ganti Presiden. Dari koalisi oposisi, PKS terbukti yang paling masif
menyerang petahana.
PKS selama ini terlihat begitu all out dalam bekerja, mungkin karena
mereka banyak mendapat janji akan diberi posisi. Namun sayangnya janji
tinggal janji, dan PKS pun seperti hanya diperalat oleh Gerindra untuk
dijadikan “sapi perah.” Sungguh malang nasib partai yang sudah tak lagi
sejahtera.
PKS pecah tertipu oleh Gerindra…
Ketika pemilihan Gubernur DKI Jakarta
2017 lalu, PKS berharap kadernya yaitu Mardani Ali Sera yang akan jadi
pendamping Sandiaga Uno. Eh ternyata Anies Baswedan yang dipasangkan
dengan Sandiaga Uno. Apalagi kosongnya kursi DKI2 (pasca mundurnya
Sandiaga) saat ini justru akan diisi oleh eks napi koruptor M.Taufik
kader Gerindra sendiri, tentu hal ini akan membuat PKS semakin galau
tingkat tinggi.
Demikian juga ketika pemilihan calon wakil presiden sebagai
pendamping Prabowo Subianto. PKS mengajukan sembilan nama tetapi
akhirnya justru Sandiaga yang dipilih Prabowo untuk mendampinginya
melawan Jokowi-Ma’ruf Amin. Rekomendasi Ijtima ulama I yang menyarankan
Prabowo berpasangan dengan ulama pun diabaikan, hingga akhirnya PKS
harus mengalah dan membuat dagelan ijtima ulama II.
PKS sepertinya sudah jatuh tertimpa
tangga, setelah gagal mengisi posis jabatan yang dijanjikan, ditambah
lagi fakta perpecahan di internalnya yang makin kuat. Hal ini ditandai
mundurnya banyak kader-kader serta pengurusnya di berbagai daerah.
Mungkin PKS sudah kehilangan kesabaran, mereka kini mulai berani
mengancam akan “mematikan mesinnya” di pemilihan presiden 2019.
Ibarat penyakit, PKS ini sudah mengalami komplikasi. Eksistensi
mereka di dunia politik tinggal menghitung hari, kemudian mereka tinggal
dikubur dibawah maesan bertulikan, “Innalillahiwainnailaihiraajiuun.”
Jika PKS sudah innalillahi, apakah
ini pertanda adzab Illahi?. “Wallahu a’lam bishawab,” (dan Allah
Mahatahu yang sebenarnya). (SFA)
Sumber: Akun Fanpage Yusuf Muhammad PKS Tertipu GerindraSumber Berita : https://www.salafynews.com/yusuf-muhammad-pks-pecah-tertipu-gerindra.html/4
Re-Post by MigoBerita / Senin/12112018/10.55Wita/Bjm