Arsip Migo Berita

Tampilkan postingan dengan label Kriminalitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminalitas. Tampilkan semua postingan

Pelaku Intoleran Solo Ditangkap, inilah kronologisnya

 

 Migo Berita - Banjarmasin - Pelaku Intoleran Solo Ditangkap, inilah kronologisnya. Alhamdulillah Aparat akhirnya berhasil menangkap para pelaku Intoleran di Solo.  Agar tidak ketinggalan artikel lebih lengkap silahkan dibaca hingga tuntas.

Dalang Pelaku Penyerangan Kediaman Habib Segaf Metrodanan Solo Ditangkap

Solo, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang pemimpin kelompok tertentu yang diyakini menjadi otak atau dalang penyerangan di kediaman habib Segaf Al-Jufri di Jalan Cempaka, Metrodanan, Pasar Kliwon, Sabtu (8/8/2020) malam, telah ditangkap petugas kepolisian.

Otak penyerangan yang ditangkap pada Minggu (9/10) malam, berinisial BD. Selain BD yang tinggal di Solo, pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan juga telah diringkus yakni HB warga Sukoharjo.

Andy menyebut pelaku berinisial BD dan HD. Salah satunya merupakan warga Solo dan lainnya berasal dari luar Solo.

“Kita tangkap mereka saat melakukan kegiatan,” ujarnya.

Terkait peran masing-masing pelaku, Andy mengatakan masih akan mendalaminya. Termasuk jumlah pelaku akan terus berkembang.

“Perannya masih kita dalami,” ujar dia.

Adapun puluhan pelaku lainnya yang sebagian besar telah teridentifikasi masih dalam pengejaran petugas. Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Andy Rifai mewarning kepada para pelaku untuk segera menyerahkan diri. ”Kami memberikan waktu 1 x 24 jam kepada para pelaku untuk segera menyerahkan diri”, tegas perwira menengah dari kesatuan Brimob tersebut, Senin (10/8).

Seperti diketahui kasus penyerangan, perusakan sejumlah mobil dan motor hingga penganiayaan yang menyebabkan Habib Umar Assegaf dan dua keluarganya terluka tersebut menjadi perhatian nasional. Banyak pihak yang mengecam aksi in

toleran tersebut.

Bahkan Kapolri, Jenderal Pol Idham Azis telah memerintahkan jajarannya untuk segera menangkap para pelaku yang belum tertangkap. Tak dipungkiri banyak kesatuan baik dari Mabes Polri, Polda Jateng hingga Polresta Surakarta dikerahkan untuk menangkap para pelaku yang masih dalam pengejaran.

Dalam mengusut kasus intoleran itu, selain melakukan pemeriksaan dua pelaku yang telah ditangkap di dua tempat yang berbeda, petugas telah melakukan pemeriksaan saksi yang berjumlah sembilan orang, termasuk saksi korban maupun warga yang melihat kejadian.

Begitu pula dalam mengungkap tuntas kasus tersebut, ada dua sepeda motor yang diyakini milik pelaku telah diamankan di Polresta Surakarta.

Sebelum terjadi penyerangan, ada isu yang beredar di medsos bahwa di kediaman habib Segaf Al-Jufri sedang berlangsung kegiatan kelompok aliran agama tertentu. Dimungkinkan isu tersebut sebagai pemicu sekelompok massa yang dipimpin BD mendatangi lokasi. Padahal pada hari Sabtu (8/8) sore, sekitar pukul 16.00, di kediaman habib Segaf Al-Jufri di Jalan Cempaka 81 Metrodanan, sedang melaksanakan persiapan pernikahan anaknya atau midodareni.

Sekitar pukul 18.00 WIB atau setelah ba’da Maghrib lebih kurang 50 orang kelompok laskar Solo dipimpin oleh BD Al Fath mendatangi rumah habib Segaf Al-Jufri untuk membubarkan kegiatan tersebut.

Adanya desakan tersebut, keluarga Segaf Al-Jufri tidak mau acaranya dibubarkan. Tidak lama kemudian, sekelompok massa yang dipimpin BD melakukan penganiayaan terhadap beberapa tamu undangan antara lain habib Umar Assegaf maupun warga lainnya hingga melakukan perusakan tiga mobil dan beberapa motor yang ada di lokasi kejadian.

Kapolresta Surakarta yang memimpin pengamanan di lokasi kejadian baru dapat membubarkan sekelompok massa pada pukul 18.45. Selanjutnya Tim gabungan dari Polresta Surakarta dan Polda Jateng terdiri dari Ditreskrimum, Ditintelkam dan Ditreskrimsus, melakukan pengejaran terhadap para pelaku kekerasan tersebut. Disamping itu anggota Polresta Surakarta juga telah di tempatkan di kediaman habib Segaf Al-Jufri untuk pengamanan dan mengantisipasi aksi serupa terulang. (ARN)

Dalang Pelaku Penyerangan Kediaman Habib Segaf Metrodanan Solo Ditangkap
Foto, Kapolresta Solo Kombes Andy Rifai

Sumber Utama : https://arrahmahnews.com/2020/08/10/dalang-pelaku-penyerangan-kediaman-habib-segaf-metrodanan-solo-ditangkap/ 

Cerita Saat Habib Umar Assegaf Dipukuli dan Diinjak Kepala dan Perutnya oleh Massa Ormas di Solo

Solo, ARRAHMAHNEWS.COM Perwakilan keluarga besar habib Umar Assegaf akhirnya buka suara mengungkapkan detik-detik penyerangan yang dilakukan sekelompok anggota ormas di Solo.

Peristiwa yang mencekam itu berlangsung saat ada upacara doa pernikahan di kawasan Mertodranan, Kel/Kec. Pasar Kliwon, Kota Solo, Sabtu (8/8/2020) malam.

Perwakilan keluarga habib Umar Assegaf, Memed menyampaikan pihaknya saat itu tengah menjalani prosesi midodareni untuk adik perempuannya. “Tanggal 8 diselenggarakan acara doa bersama, midodareni untuk kelancaran kegiatan akad nikah yang akan dilangsungkan keesokan harinya”, terang Memed seperti dikutip TribunSolo.com di Polresta Solo, Senin (10/8/2020).

Prosesi midodareni, lanjut Memed, berlangsung khidmat dan selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Setelahnya, acara dilanjutkan dengan makan-makan bersama keluarga.

“Pada saat kegiatan makan itu terdengar teriakan-teriakan dari luar, sekilas tidak terlalu keras”, kata Memed.

Memed menuturkan pintu rumah kemudian terdengar terketuk selang 10 menit kemudian.

Pintu saat itu memang ditutup dengan alasan acara internal keluarga.

 <span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start"></span>

Perwakilan keluarga lalu membuka pintu dan mendapati Kapolsek Pasar Kliwon, Adis Dani Garta telah berada di hadapannya.

“Beliau mohon izin masuk ke dalam kami persilahkan dan kemudian beliau minta keterangan perihal kegiatan apa yang tadi berlangsung”, urai Memed.

“Setelah mendengar penjelasan kami, bapak Kapolsek mohon diri menyampaikan kepada pihak yang ada di luar”, tambahnya.

Tak berselang lama, Kapolresta Solo, Kombes Pol Andy Rifai juga mengetuk pintu dan melakukan hal serupa dengan Adis.

“Yang teriak makin banyak dan makin keras kurang lebih 15 sampai 30 menit kemudian pintu gerbang diketok kemudian ada arahan dari bapak Kapolres”, ujar Memed.

“Untuk tamu-tamu yang hadir di rumah keluarga ini dipersilahkan untuk meninggalkan area atas permintaan pihak-pihak di luar”, imbuhnya.

Pihak keluarga, tutur Memed, berharap ada jaminan keaman bila harus ada yang keluar serta meminta massa yang berada di luar rumah untuk segera membubarkan diri.

BACA JUGA:

Terlebih lagi, mereka juga hendak memenuhi undangan keluarga mempelai laki-laki.

Memed menuturkan mereka juga tidak ingin kejadian di medio 2018/2019 terulang kembali.

Sayang, massa di luar enggan mengabulkan permintaan pihak keluarga dan kekeh bertahan meminta mereka keluar.

“Itu tidak memungkinkan untuk keluar dengan aman”, tutur dia.

Memed mengungkapkan pihak keluarga meminta polisi supaya memberikan jarak 50 sampai 100 meter antara mereka dan massa.

Permintaan dikabulkan dan sanak keluarga yang memarkirkan mobil di luar kemudian keluar dan bergegas melajukan mobil.

“Mereka hanya mendapatkan intimidasi verbal dan tidak sampai kejadian fisik”, ungkap dia.

Massa kemudian mencoba mendekati sanak saudara saat mobil CRV dari dalam rumah keluar.

Kaca Mobil Dipecah dan Keluarga Diserang

Pemecahan kaca mobil terjadi, orang-orang yang di dalam coba menahan diri dan kembali masuk ke rumah sembari meminta pertimbangan Andy.

Pemberian jarak tetap menjadi yang diminta sekali lagi dan polisi mengusahakannya.

Tiga mobil kemudian keluar dengan dibuntuti dua motor yang masing-masing dikendarai Habib Umar Assegaf dan sang adik, Hussein Abdullah.

Memed mengatakan Hussein lalu menerima pukulan bertubi-tubi dari massa dan sempat terjatuh.

Hussein sempat berusaha kembali berdiri dan berjalan nahas saat itu dirinya harus mendapat hantaman batu seukuran kurang lebih 20 cm.

BACA JUGA:

“Saat kena hantaman Hussein jatuh tidak bisa berdiri,” katanya.

Umar, lanjut Memed, tidak bisa berbuat apa-apa saat sang adik menerima itu semua.

Pasalnya, ia juga mendapat perlakuan yang sama saat berboncengan dengan Hadi, putranya.

“Umar dan putranya juga menghadapi pukulan dan tendangan mencoba agak melajukan kendaraan”, tutur Memed.

“Di situ tetap dirangsek oleh pihak yang di luar dan kena pukul di dagu sebelah kiri”, tambahnya.

Umar terjatuh dan lantas bergegas melindungi anaknya dari massa yang terus memukulinya.

“Beliau menderita pukulan dengan batu, kayu, tangan kosong, dan diinjak kepala dan perutnya”, kata Memed.

“Posisi Umar terjepit motor yang jatuh kemudian pak umar teriak kaki saya patah”, imbuhnya.

Mendengar teriakan Umar, polisi lantas berusaha menghalau massa dan segera membawa ketiganya ke rumah sakit.

Awalnya mereka dirujuk ke rumah sakit Islam Kustati sebelum akhirnya dirawat di rumah sakit Indriarti Solo Baru.

“Selang 3 menit, massa langsung membubarkan diri,” tandasnya. (ARN)

Videonya klik di https://youtu.be/ZCnQ6xbKb1c

Video Gubernur Ganjar tentang pelaku intoleran di Solo klik di https://youtu.be/WeFR5mNCrDg 

Sumber Utama : https://arrahmahnews.com/2020/08/11/cerita-saat-habib-umar-assegaf-dipukuli-dan-diinjak-kepala-dan-perutnya-oleh-massa-ormas-di-solo/

Re-post by Migo Berita / Selasa/11082020/10.29Wita/Bjm

Sungai Tabuk Berdarah : SADIS ! Lindawati dibunuh Riyad di bulan Ramadhan

Heboh! Mayat dalam Kotak Tergeletak di Musala

BANJAR, KORANBANJAR.NET – Jamaah Musala Al Musyarafah Desa Pemakuan mendadak dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di dalam kotak plastik berukuran 100 x 75 Cm yang diletakkan di Musala Al Musyarafah Desa Pemakuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Minggu (10/6) dini hari tadi.


Menurut salah seorang warga Jalan Bhakti RT 3, Desa Pemakuan, M Said, sebelumnya, sekitar pukul 01.30 Wita, ada seorang pria berusia sekitar 35 tahun menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter membawa sebuah kotak plastik dan kemudian menitipkannya kepada warga yang sedang melakukan tadarus Al-Quran di Musala Al Musyarafah dengan alasan akan kembali lagi mengambil kotak plastik tersebut karena sedang ketinggalan handphone.
anpa curiga, warga pun mengizinkan pria itu meletakkan kotak plastik yang dibawanya tersebut di Musala Al Musyarafah.
Namun, hingga memasuki waktu shalat subuh selesai, pria tak dikenal itu belum juga kembali untuk mengambil kotak plastik miliknya di Musala Al Musyarafah.
Hal tersebut membuat para jamaah shalat subuh di Musala Al Musyarafah menjadi penasaran terhadap isi di dalam kotak plastik itu.
Setelah dibuka, para jamaah sontak terkejut ketika melihat isi kotak plastik itu ternyata adalah sesosok mayat perempuan yang dibungkus dengan 3 lapis kantong plastik.
“Karena belum diambil pemiliknya, maka para jamaah musala sepakat membuka kotak plastik itu untuk mengetahui isi di dalamnya. Sebelumnya para jamaah mengira kotak plastik itu isinya adalah paket lebaran berupa baju atau sembako. Namun setelah dibuka, di dalamnya ada tiga lapis kantong plastik. Setelah semua kantong plastik dibuka, kami sangat terkejut, ternyata isinya manusia dan terlihat tangannya sedang terikat tali,” kata M Said kepada koranbanjar.net, Minggu (10/6) siang.
Kemudian, dilanjutkan Said, setelah mengetahui isi dari kotak plastik itu ternyata adalah mayat, ia bersama jamaah lainnya langsung melaporkan hal itu ke Ketua RT dan Kepala Desa setempat, hingga akhirnya laporan berlanjut ke Polsek Sungai Tabuk.
Berdasarkan informasi yang dihimpun koranbanjar.net, temuan mayat tanpa identitas ini sudah ditangani oleh pihak Polsek Sungai Tabuk dan Polres Banjar.
Informasi terakhir sementara, untuk proses lebih lanjut, mayat tersebut sudah di bawa ke kamar mayat RS Ulin Banjarmasin.
Mayat dalam kotak
Sumber Berita : http://koranbanjar.net/heboh-mayat-dalam-kotak-tergeletak-di-musala/

Identitas Mayat Perempuan Dalam Kotak Plastik Akhirnya Terungkap

BANJAR, KORANBANJAR.NET –  Mayat perempuan yang terbungkus plastik dalam sebuah kotak yang dititipkan oleh seorang pria misterius di Musala Al Musyatofah yang berada Jalan Sungai Tabuk, Pemakuan Laut, Kabupaten Banjar, Minggu (10/06) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA tadi, identitasnya telah berhasil diungkap oleh petugas kepolisian Polsek Sungai Tabuk.
Setelah dilakukan identifikasi oleh pihak kepolisian di kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, diketahui melalui alat E-KTP menggunakan sidik jari, korban bernama Linda Wati yang beralamat di Jalan Anjir Serapat Timur KM 15, Nomor 5 RT 01, Kapuas Timur yang merupakan perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Setelah dilakukan penyisiran oleh Komunitas Gabungan Emergency Anjir, dalam pencarian pihak keluarga akhirnya membuahkan hasil. Pihak keluarga mengetahui dan akhirnya sudah mendampingi di kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin.
“Kejadian tersebut sudah kami tangani dan akan kami selidiki lebih lanjut. Sempat jamaah yang menemukan box tersebut berbincang kepada kami bahwa yang menitipkan box tersebut kesini (musala) seorang lelaki menggunakan kendaraan roda 2 merk Yamaha Jupiter dan tidak ada yang mengenalinya,” ucap Seorang anggota Kepolisian Polsek Sungai Tabuk, Yudis.
Sementara itu, salah seorang anggota keluarga korban bernama Irma, pihaknya mengaku sangat geram atas kejadian yang menimpa Linda.
“Kami sangat kesal dan mudah-mudahan untuk pelaku cepat untuk ditemukan,” ucapnya.
Kejadian tersebut sudah ditangani pihak kepolisian Polsek Sungai Tabuk dan masih dalam proses penyelidikan.
Sumber Berita : https://koranbanjar.net/identitas-mayat-perempuan-dalam-kotak-plastik-akhirnya-terungkap/

Pembunuh Wanita dalam Kotak Diringkus, Ternyata Mantan Kekasih

BANJARMASIN, KORANBANJAR.NET –  Sedikit demi sedikit, kasus dugaan pembunuhan terhadap Linda Wati, warga Jalan Anjir Serapat Timur Km 15, Nomor 5 RT 01, Kapuas Timur, mulai terungkap.
Setelah pihak kepolisian berhasil mengungkap identitas korban, hanya dalam waktu 1 x 24 jam, kerja keras jajaran Resmob Polda Kalsel bersama jajaran Polres Banjar berhasil meringkus pelaku.
Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, tubuh korban ditemukan dalam sebuah bungkusan plastik yang dimasukkan dalam kotak yang ditaruh pada Musala Al Musyatofah di Jalan Sungai Tabuk, Pemakuan Laut, Kabupaten Banjar, Minggu (10/06) dini hari sekitar pukul 01.30 wita.
Informasi yang dihimpun koranbanjar.net, pelaku yang belakangan diketahui bernama Riyad, tinggal di rumah sewa milik Zany di Sultan Adam Banjarmasin. Dia telah ditangkap anggota Resmob Polda Kalsel dan Polres Banjar, Minggu (10/06) sekitar pukul 21.30 wita.
Kuat dugaan, pelaku yang berasal dari Anjir Serapat, Kabupaten Batola ini merupakan mantan kekasih korban. Dari pelaku, kepolisian berhasil menyita barang-barang yang diambil dari korban berupa  sejumlah uang THR, emas dan sepeda motor.
“Sabtu kemarin sekitar jam 6 pagi, dia (korban) masih kelihatan dan sehat wal afiat. Setelah itu, tidak terlihat lagi,” demikian diutarakan seorang warga sekitar, di lokasi penangkapan.
Sementara itu, Kapolsek Sungai Tabuk AKP Idit Aditya saat dikonfirmasi koranbanjar.net, membenarkan bahwa jajaran Resmob Polda Kalsel dan Polres Banjar telah mengamankan pelaku.
“Pelaku sudah berhasil dibekuk tim gabungan dari Resmob Polda Kalsel dan Polres Banjar. Sementara motif belum diketahui, karena petugas masih di lapangan,” ungkapnya.
Dalam berita sebelumnya, mayat perempuan terbungkus plastik dalam sebuah kotak dititipkan seorang pria misterius di Musala Al Musyatofah di Jalan Sungai Tabuk, Pemakuan Laut, Kabupaten Banjar.
Identitas korban berhasil diungkap petugas kepolisian Polsek Sungai Tabuk. Setelah dilakukan identifikasi oleh pihak kepolisian di kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, diketahui melalui alat E-KTP menggunakan sidik jari, korban bernama Linda Wati, warga Jalan Anjir Serapat Timur Km 15, Nomor 5 RT 01, Kapuas Timur.
“Kejadian tersebut sudah kami tangani dan akan kami selidiki lebih lanjut. Sempat jamaah yang menemukan box tersebut berbincang kepada kami bahwa yang menitipkan box tersebut ke sini (musala) seorang lelaki menggunakan kendaraan roda 2 merk Yamaha Jupiter dan tidak ada yang mengenalinya,” ucap seorang anggota Kepolisian Polsek Sungai Tabuk, Yudis.

Pelaku
Pelaku
Sumber Berita : https://koranbanjar.net/pembunuh-wanita-dalam-kotak-diringkus-ternyata-mantan-kekasih/

Re-Post by http://migoberita.blogspot.com/ Senin/11062018/10.55Wita/Bjm 

Walikota Tarakan Sofian Raga kaget sekaligus prihatin atas penemuan bayi dalam Freezer

"Dasar Sakit"! Ibu Muda Cantik Ini Menaruh Bayi di Freezer Bersama Daging Lainnya

BANJARMASINPOST.CO.ID, TARAKAN ‑ Masyarakat Kampung Satu, Jalan Pulau Bunyu RT 11, Kota Tarakan, Kaltara dikejutkan dengan penemuan bayi berjenis kelamin perempuan dalam freezer atau lemari pendingin, di tempat usaha pencucian mobil, Rabu (2/8/2017) malam pukul 19.30 Wita.
Mengetahui ada bayi dalam kondisi meninggal dalam freezer tersebut, masyarakat langsung melaporkan kepada Polres Tarakan.
Setelah menerima laporan, Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Tarakan menuju lokasi kejadian.
Tak lama kemudian membawa jenazah bayi malang itu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.
Polisi juga membawa sejumlah saksi dan pemilik pencucian mobil berinisial DO untuk dimintai keterangannya di Polres Tarakan.
Hanya butuh 10 jam, Satreskrim Polres Tarakan menetapkan tersangka SA, perempuan yang tak lain ibu bayi itu sebagai tersangka pelaku penyimpanan bayi dalam freezer.


"Kita tetapkan tersangka, setelah SA mengakui perbuatannya. SA ini merupakan istri siri DO.
SA mengaku melahirkan bayinya sendiri pada Mei lalu tanpa dibantu siapapun.
Waktu dilahirkan, bayinya sudah meninggal dunia," jelas Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Kasat Reskrim Choirul Jusuf, Kamis (3/8/2017) di Mapolres Tarakan
Ketika bayi yang malang itu dilahirkan sudah dalam kondisi meninggal, wanita berusia 24 tahun pikirannya langsung kalut dan menyimpan bayinya dalam freezer kulkasnya yang ada di rumahnya, Jalan Lestari RT 21, Kelurahan Karang Harapan.
Mendengar ada penemuan bayi berjenis perempuan dalam freezer tempat pencucian mobil, Jl Pulau Bunyu RT Kelurahan Kampung Satu membuat Walikota Tarakan Sofian Raga kaget sekaligus prihatin.
"Waktu dapat informasi ada bayi ditemukan dalam freezer, saya sedih dan prihatin ada yang melakukan hal seperti ini," ucap orang nomor satu di Kota Tarakan, usai melakukan rapat bersama DPRD Kota Tarakan, Kamis (3/8/2017).
Sofian berharap ke depan tidak ada lagi hal seperti ini terjadi di Tarakan.
Dia berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat Tarakan untuk tidak melakukan perbuatan yang tidak terpuji ini
"Peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, jangan sampai hal ini terjadi lagi. Banyak orang yang menginginkan anak," katanya.
Sofian mengetahui informasi ini, setelah membaca salah satu media online di Tarakan.
Lebih lanjut Kasat Reskrim Choirul Jusuf menjelaskan, dua hari usai melahirkan, SA pagi‑pagi membawa bayinya dipindahkan ke dalam freezer yang ada di tempat usaha pencucian mobil milik suaminya.
Bayi yang sudah meninggal itu dibungkus plastik hitam kemudian dimasukkan lagi dalam panci. Kemudian panci diletakkan paling bawah dalam freezer bersama daging lainnya.
Saat memasukan bayinya ke freezer, SA sempat meminta kepada karyawan yang ada di tempat pencucian mobil tidak membuka isi plastik yang ada di panci dalam freezer.
Arahan SA ini pun dituruti karyawanya, sampai akhirnya peristiwa ini terkuak. Bayi yang tidak berdosa ini sudah tiga bulan berada di dalam freezer.
"Alasan pelaku memasukkan bayinya dalam freezer, karena waktu itu kalut dan takut.
Pelaku pikir kalau disimpan dalam tanah ketahuan banyak orang. Pelaku berfikir menyimpan bayinya dalam freezer," kata Choirul.
Saat ditanya apakah DO mengetahui istrinya hamil?
"Saat kita melakukan pemeriksaan suaminya tidak pernah mengetahui istrinya hamil maupun melahirkan. Yah seperti biasa saja, jadi waktu hamil tidak kelihatan," ungkapnya.
Menurut Choirul, sampai saat ini pihaknya masih menetapkan SA sebagai tersangka, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya.
Kasus ini masih dalam proses pengembangan. Saat ini polisi masih memeriksa sejumlah saksi.


Bayi Perempuan
Kasat Reskrim Choirul Jusuf menambahkan, hasil visum dokter, bayinya bukan berjenis kelamin laki‑laki, tapi perempuan.
Dalam waktu dekat ini juga kita akan melakukan autopsi untuk memastikan penyebab bayi tersebut meninggal dunia.
Mengenai apakah SA mengalami gangguan kejiwaan, kata Choirul pihaknya belum bisa memastikan.
Untuk gangguan kejiwaan tersebut, harus ada psikolog. "Yah mungkin nanti kita panggil psikolog untuk memastikannya," katanya.
Akibat perbuatannya, SA dikenakan pasal 340, KHUP, 341 KUHP, 342 KUHP dan dilapis dengan pasal perlindungan anak nomor 80 ayat 3, Junto pasal 7 dan 6 C.
Maksimal ancaman hukuman penjara selama 12 tahun.
Pantauan Tribun, SA memiliki kulit putih dengan rambut panjang yang diwarnai dengan cat coklat.
Di kantor Polres Tarakan, SA mengenakan baju oranye baju tahanan Polres Tarakan.
Saat dilakukan jumpa pers wajah SA ditutup dengan sebuah topi milik seorang wartawan.
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Tarakan Hasan Basri mengatakan, dengan adanya kejadian ini, ia bersama pegawainya akan mengecek langsung kasus ini.
Pasalnya untuk menangani kasus seperti ini harus diketahui dahulu masalahnnya.
"Nanti kami akan ke sana mengetahui seperti apa sebenarnya kasus ini. Apakah ini kasus ini terkait dengan permasalahan ekonomi keluarga atau ada masalah lainnya.
Jadi ini harus benar‑benar kita ketahui dulu," ujarnya.
Pantuan Tribun, pukul 16.00 Wita, terlihat lima orang pegawai Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Tarakan mendatangi Kantor Polres Tarakan.
Mereka ingin menemui langsung SA yang merupakan pelaku sekaligus ibu bayi malang tersebut.
tribun kaltim
Pelaku SA menggunakan baju tahanan oranyg didampingi seorang polwan 
dan polisi dari Polres Tarakan, Kamis (3/8/2017) di acara jumpa pers 
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/08/04/dasar-sakit-ibu-muda-cantik-ini-menaruh-bayi-di-freezer-bersama-daging-lainnya?page=all

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Jum'at/04082017/15.24Wita/Bjm 

Nekat, Subuh-subuh Maling ambil ini di Komplek SEMANDA pal 6

Waspada! Modus Baru Pencuri di Perumahan, seperti di Kompleks Semanda Bantim Ini

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rasa aman warga di Jalan Semanda 6 Kompleks Hendra Bina Lestari, Jalan Pramuka/km 6, Banjarmasin Timur (Bantim), terusik.
Seorang warga kehilangan sepeda jenis MTB saat Salat Subuh, Jumat (4/8/2017).
Sepeda baru yang dibeli seharga Rp 1,4 juta itu raib dari halaman langgar As-Shalihin di lingkungan RT 22.
Ads by AdAsia
Learn More
Menurut satu warga, H Bekti, dia sempat melihat ada sesosok lelaki asing berjalan kaki mengenakan helm.
"Orang itu celinguk-celinguk seakan mencari sesuatu," tutur warga yang terlambat masuk langgar untuk salat berjemaah tersebut.


Warga lainnya, Yusfi, menduga orang tak dikenal itu mengincar sepeda motor yang banyak diparkir di halaman rumah tanpa pagar.
"Pelaku kemungkinan besar dua orang dan mereka datang berboncengan," ujarnya memperkirakan.
Sejatinya, ada petugas jaga malam di kompleks setempat.
Namun yang bersangkutan telah pulang sekitar pukul 05.00 Wita, seiring warga yang mulai bangun dan beraktivitas pagi.
Waspada! Modus Baru Pencuri di Perumahan, seperti di Kompleks Semanda Bantim Ini
kompas.com
Ilustrasi 
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/08/04/waspada-modus-baru-pencuri-di-perumahan-seperti-di-kompleks-semanda-bantim-ini

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Jum'at/04082017/14.52Wita/Bjm 

Terdakwa Kasus Korupsi Al-Qur'an sebut keterlibatan anggota Komisi VIII DPR pada periode 2011-2012

Desak KPK Ungkap Semua yang Terlibat, Fahd: Semua Anggota Komisi VIII DPR Terima Uang Korupsi

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Terdakwa dalam kasus korupsi pengadaan Al Quran, Fahd El Fouz, menuntut agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan pihak lain yang terlibat dalam kasus yang menjeratnya.
Fahd kembali menyebut keterlibatan anggota Komisi VIII DPR pada periode 2011-2012.
"Anggota komisi VIII semuanya terima. Sudah disampaikan oleh Pak Zulkarnaen Djabar dalam kesaksian waktu itu. Semua yang terlibat harus diungkap, agar kasusnya tidak politis," ujar Fahd di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (3/8/2017).
Ads by AdAsia
Learn More
Fahd mengatakan, tidak mungkin ia dapat mengendalikan proyek pengadaan Al Quran apabila tidak dibekingi oleh anggota DPR.
Menurut Fahd, hal itu sudah diperkuat dengan keterangan mantan anggota Badan Anggaran DPR, Zulkarnaen Djabar.
Menurut Fahd, dalam pembahasan anggaran di Komisi VIII DPR dan Badan Anggaran DPR, telah ditentukan jatah atau bobot yang akan diterima oleh masing-masing anggota DPR.
Penyerahan uang dilakukan melalui tiap-tiap ketua kelompok fraksi (Kapoksi).
"Bahwa ada yang mengatakan itu proyek Golkar, itu salah. Itu proyek bersama-sama semua partai dan semua partai terima uang itu," kata Fahd.


Sebelumnya, kepada wartawan saat diperiksa KPK, Fahd menyebut semua anggota Komisi VIII DPR terlibat dalam kasus yang menjeratnya.
Meski demikian, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) itu tidak mau merinci nama-nama yang disebutnya terlibat.
Menurut dia, hal itu hanya disampaikan kepada penyidik KPK dalam pemeriksaan.
Dalam kasus ini, Fahd didakwa bersama-sama dengan anggota Badan Anggaran DPR saat itu, Zulkarnaen Djabar dan anaknya, Dendy Prasetia Zulkarnaen Putra.
Zulkarnaen sudah divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 300 juta. Sementara anaknya divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta.
Ketiganya menerima suap sebesar Rp 14,3 miliar karena telah menjadikan PT Batu Karya Mas sebagai pemenang dalam pekerjaan pengadaan laboratorium komputer.
Kemudian, menjadikan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia sebagai pemenang dalam pekerjaan pengadaan kitab sucil Alquran tahun 2011.
Selain itu, memenangkan PT Sinergi Pustaka Indonesia sebagai pemenang dalam pekerjaan pengadaan Alquran tahun 2012.
Desak KPK Ungkap Semua yang Terlibat, Fahd: Semua Anggota Komisi VIII DPR Terima Uang Korupsi
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Fahd El Fouz (FEF) alias Fahd A Rafiq, Ketua Umum Angkatan Muda Golkar. 
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/08/03/desak-kpk-ungkap-semua-yang-terlibat-fahd-semua-anggota-komisi-viii-dpr-terima-uang-korupsi?page=all

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Kamis/03082017/17.56Wita/Bjm 

Jalinan Kerjasama Tim Satgassus Polri dan Pemerintah China Gulung Pelaku Cyber Crime di Indonesia

Mengejutkan! Ternyata Ini Sasaran Sindikat Kejahatan China yang Bermarkas di Indonesia Ini

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Praktik kejahatan yang dilakukan anggota sindikat asal China terungkap.
Para anggota sindikat kejahatan ini menjadikan Indonesia menjadi markasnya beroperasi.
Tim Satuan Tugas Khusus Kepolisian RI (Tim Satgassus Polri) berhasil mengungkapnya setelah menangkap 148 WNA (Warga Negara Asing) asal China yang melakukan aksi mereka di tiga wilayah Indonesia, yakni Jakarta, Surabaya, dan Bali.
Ads by AdAsia
Learn More
Para pelaku sindikat kejahatan itu melancarkan praktik kejahatan mereka dengan sasaran korban antara lain para pejabat China yang sedang menghadapi masalah hukum.
Polisi memperkirakan uang hasil kejahatan yang mereka peroleh mencapai lebih dari Rp 5,9 triliun.
Ada yang menyebut mereka sebagai anggota sindikat kejahatan siber.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono, mengemukakan, pihaknya tengah mengumpulkan para pelaku kejahatan itu di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan.
"Kami kumpulkan seluruh pelakunya sebanyak 148 orang. Terdiri dari Jakarta 29 orang, Bali 27 orang, dan Surabaya 92 orang. Seluruhnya ber-KTP China," kata Argo kepada Warta Kota, Minggu (30/7/2017).
Argo menyatakan Kepolisian RI menyesalkan ulah WNA asal China yang kerap melakukan aksi kejahatan mereka di Indonesia.


Pihaknya akan terus menelusuri jaringan tersebut.
Argo juga menyebut alasan mengapa Indonesia dijadikan markas sindikat ini melakukan operasi kejahatannya.
"Mereka seenaknya melakukan kejahatan di Indonesia. Kami akan telusuri terus jaringan ini. Mereka memilih melakukan aksinya di sini karena semuanya serba mudah dan murah," kata Argo.
Para pelaku itu, kata Argo, masuk ke Indonesia dengan mudah. Selain itu, biaya internet juga murah sehingga mereka sangat leluasa meraktikkan aksi kejahatan itu.
"Mereka ini direkrut untuk melakukan penipuan ke Indonesia. Paspor mereka juga sedang kami cari, termasuk pemasok para pelaku ini," katanya.
Nantinya, kata Argo pihak Kepolisian akan bekerjasama dengan pihak Imigrasi dan Pemerintah China.
"Para pelaku akan kami deportasi. Proses hukum kami serahkan ke China karena korban dan pelaku ada di sana. Kasus ini akan dirilis oleh Kapolri besok," katanya.
Begini Modusnya
Modus pelaku, lanjut Argo, dalam menjalankan aksi kejahatannya itu, mereka menggunakan langkah tiga tahap.
Tahap pertama, salah satu pelaku mencari sasaran korban, yakni pejabat China yang tersangkut masalah hukum.
"Mereka ini memiliki database berisi orang-orang yang akan dijadikan korban. Jadi korbannya buka random atau acak mereka pilih, seperti modus penipuan di Indonesia," kata Argo.
Oleh sebab itu, kata Argo kepolisian menelusuri lokasi yang menjadi tempat mereka memperoleh database para korban, khususnya korban yang tersangkut masalah hukum.
"Selanjutnya setelah mendapatkan database korban, salah satu pelaku menghubunginya. Pelaku hanya memberikan isu atau kabar bahwa korban tersangkut masalah hukum," jelas Argo.
Kemudian, tahap kedua, pelaku lainnya, menghubungi korban mengaku sebagai polisi, hakim, atau jaksa.
Mereka, sambung Argo, menegaskan dan meyakinkan bahwa korban memang tersangkut masalah hukum.
Lalu, pada tahap ketiga, pelaku lainnya lagi menghubungi korban, bahwa dirinya bisa meringankan kasus yang sedang menyangkut korban.
"Pelaku pada tahap ketiga ini meminta korban mentranser sejumlah uang untuk meringankan kasusnya," jelas Argo.
Aksi kejahatan yang diakui para pelaku sudah dilakukan sejak Januari 2017 itu telah menghasilkan uang sebanyak Rp 5,9 triliun.
Di tiga wilayah
Selanjutnya Argo Yuwono menjelaskan, para pelaku kejahatan siber asal China ini melancarkan kejahatan mereka di tiga wilayah.
Sebanyak 29 orang diringkus di sebuah rumah di Jalan Sekolah Duta Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kemudian 27 orang dibekuk di Perumahan Puri Bendesa, Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali.
Sedangkan 92 orang atau terbanyak hingga saat ini diamankan di Surabaya. Mereka ditangkap di sebuah rumah di Bukit Darmo Golf, Surabaya.(Mohamad Yusuf)
Mengejutkan! Ternyata Ini Sasaran Sindikat Kejahatan China yang Bermarkas di Indonesia Ini
tribunnews.com
92 Warga Negara Asing asal China yang ditangkap di Surabaya, 
Jawa Timur, terkait kasus kejahatan siber internasional tiba di Polda 
Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Minggu (30/7/2017) 
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/07/31/mengejutkan-ternyata-ini-sasaran-sindikat-kejahatan-china-yang-bermarkas-di-indonesia-ini?page=all

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Senin/31072017/09.53Wita/Bjm 

Polisi Banua Beraksi, Gerebek Gudang Carnophen di Jalan Cempaka senilai 7 Milyar

Polisi Gerebek Gudang Carnophen di Jalan Cempaka, Barbuk 250 Koli Diperkirakan Senilai Rp 7 Miliar

BANJARMASIN.CO.ID,BANJARMASIN - Jumlah Carnophen dan beragam obat lainnya yang ditemukan petugas Subdiit 1 Direktorat Narkoba dan Intel Brimob Polda Kalsel cukup fantastis. Jumlah kemasan diperkirakan sebanyak 250 koli.
"Jumlah sementara sekitar 250 koli, kalau dinilaikan sekitar Rp 7 miliar," ucap Direktur Narkoba Kombes Jimmy A Anes yang datang ke TKP.


Sebelumnya, Jajaran Subdit 1 Direktorat Narkoba Polda Kalsel diback up Sat Brimob Polda Kalsel menggerebek sebuah gudang Carnophen di Jalan Cempaka XIII, RT19 Banjarmasin, Minggu (30/7) sekitar pukul 23.00 Wita.
Ads by AdAsia
Learn More
Dalam penggerebekan ini petugas menemukan ratusan koli Carnophen yang terbungkus dalam beberapa ratus kodi. Hingga berita ini diturunkan petugas masih melakukan penghitungan jumlah barang bukti.
Polisi Gerebek Gudang Carnophen di Jalan Cempaka, Barbuk 250 Koli Diperkirakan Senilai Rp 7 Miliar
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Barbuk Carnophen hasil penggerebekan gudang di Jalan Cempaka XIII, 
RT19 Minggu (30/7) sekitar pukul 23.00 Wita 
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/07/31/polisi-gerebek-gudang-carnophen-di-cempaka-barbuk-250-koli-diperkirakan-senilai-rp-7-miliar

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Senin/31072017/09.32Wita/Bjm 

Jangan Ditiru ! Mahasiswa asal Grogot "Gantung Diri" di Komplek Beringin Banjarmasin, ini kronologisnya

BREAKING NEWS: Warga Geger! Lelaki Gantung Diri di Komplek Beringin Banjarmasin Timur

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seorang laki-laki ditemukan dalam keadaan gantung diri di kawasan Komplek Beringin III RT 26 Kelurahan Karang Mekar Kecamatan Banjarmasin Timur, Rabu (26/7/2017) dini hari.
Identitas lelaki yang mengakhiri hidup dengan cara gantung diri tersebut yakni MR (23) warga Tanah Grogot Kabupaten Paser Provinsi Kaltim.
Lelaki yang diketahui adalah seorang mahasiswa itu ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa di rumah kontrakan yang dihuni nya.


Ads by AdAsia
Learn More
Sontak, kejadian ini langsung membuat geger warga setempat. Relawan emergency dan aparat kepolisian pun diketahui langsung mendatangi TKP.
"Ya, begitu dapat laporan adanya orang gantung diri, kami langsung cek ke TKP. Ternyata benar adanya, kami pun sudah lakukan olah TKP dan mintai keterangan sejumlah saksi," kata Kapolsekta Banjarmasin Timur Kompol Dese Yulianti.
Diketahui, jenazah korban kini sudah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin.
Pihak keluarga sudah mendampingi dan keluarga dari Tanah Grogot, informasi juga langsung menuju Banjarmasin begitu dapat kabar duka tersebut.
BREAKING NEWS: Warga Geger! Lelaki Gantung Diri di Komplek Beringin Banjarmasin Timur
m fadli setia rahman
Petugas Polsek Banjarmasin Timur, saat cek di TKP lelaki gantung diri di Kalurahan Karang Mekar. 
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/07/26/breaking-news-warga-geger-lelaki-gantung-diri-di-komplek-beringin-banjarmasin-timur

Re-Post by  http://migoberita.blogspot.co.id/ Rabu26072017//09.28Wita/Bjm

Eksepedisi Lintas Jawa "dibidik" Jajaran Subdit 1 Direktorat Narkoba Polda KalSel

Selain Obat Tak Berizin Edar, Polisi Juga Temukan Puluhan Dos Rokok Tanpa Cukai dan Kosmetik

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selain penemuan beberapa koli obat tanpa izin edar jenis dextro. Petugas Subdit 1 Direktorat Narkoba Polda Kalsel kuga menemukan ratusan koli rokok yang diduga tanpa cukai.
Saat ini petugas sendiri belum membuka keseluruhan kotak dan dos berisi obat dan rokok itu. Kapolda Brigjen Rachmat Mulyana sendiri rencananya akan mendatangi lokasi ekspedisi PT Lintas Jawa, di Jalan Yos Sudarso, Banjarmasin.
Direktur Narkoba Polda Kalsel, Kombes Jimy A Anes ketika dikonfirmasi membenarkan selain penemukan beberapa koli obat dexto, sekitar 50 dos rokok tanpa cukai dan kosmetik. "Kemungkinannya bertambah," papar Jimy.


Sebelumnya, Jajaran Subdit 1 Direktorat Narkoba Polda Kalimantan Selatan menemukan beberapa koli barang yang berisi zenith di eksepedisi Lintas Jawa di Jalan Yos Sudarso, Kamis (20/7/2017) siang.
Selain Obat Tak Berizin Edar, Polisi Juga Temukan Puluhan Dos Rokok Tanpa Cukai dan Kosmetik
Banjarmasinpost.co.id/Irfani Rahman
Barang bukti yang ditemukan jajaran Polda Kalsel di Ekspedisi Lintas Jawa di Jalan Yos Sudarso, Kamis (20/7/2017) siang. 
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/07/20/selain-obat-tak-berizin-edar-polisi-juga-temukan-puluhan-dos-rokok-tanpa-cukai-dan-kosmetik

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Kamis/20072017/16.33Wita/Bjm 

Bandar Arisan Online "Tertangkap"

Iray Bandar Arisan Online Ditahan di Mapolsek Martapura Kota

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pasca diamankannya si Bandar Arisan Online, Siti Raihana alias Iray oleh Satreskrim Polres Banjar, pada Selasa (11/7/2017) kemarin.
Saat ini ibu beranak dua tersebut pun ditahan di penjara Mapolsek Martapura Kota, Rabu (12/7/2017) siang.


Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete melalui Kasatreskrimnya, AKP Sofyan, hal dikarenakan saat ini tahanan di Mapolres Banjar sedang dalam perbaikan.
Sehingga untuk tahanan perempuan, pihaknya pun terpaksa menitipkan ke Mapolsek Martapura Kota.
" Betul, Iray kami lakukan penahanan sejak Selasa (11/7/2017) malam kemarin. Kini ia titipkan ke sel tahanan Mapolsek Martapura Kota, " jelasnya.
Iray Bandar Arisan Online Ditahan di Mapolsek Martapura Kota
banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie
Pasca diamankannya si Bandar Arisan Online, Siti Raihana alias Iray ditahan di penjara Mapolsek Martapura Kota, Rabu (12/7/2017) siang.Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/07/12/iray-bandar-arisan-online-ditahan-di-mapolsek-martapura-kota

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Rabu/12072017/11.06Wita/Bjm

Inilah wajah Cantik kasus Arisan Online, pekan ini gelar perkara

Polisi Didesak Segera Blokir Rekening Iray

Keberadaan Iray masih Belum Diketahui

PROKAL.CO, MARTAPURA - Kasus jual beli arisan online dengan terlapor Siti Raihanah alias Iray saat ini masih ditangani serius oleh Satreskrim Polres Banjar. Namun, dalam penanganannya tim penyidik hingga Senin (10/7) kemarin masih belum melakukan pemanggilan terhadap terlapor.
Untuk itu, Kuasa Hukum para korban Pustu Kastu meminta agar tim penyidik dapat segera melakukan pemanggilan. Sebab, jika Iray dibiarkan berlama-lama menghilang ditakutkan ibu beranak dua tersebut berhasil melarikan diri ke tempat yang lebih jauh. "Jadi saya sarankan tim penyidik segera melakukan langkah hukum lainnya, yaitu melakukan pemanggilan," katanya kepada Radar Banjarmasin.
Selain itu, dia juga menyarankan supaya pihak kepolisian memblokir rekening bank milik Iray. Agar bandar arisan tersebut tidak bisa memindahkan uang yang ada di rekeningnya. "Kita semua tahu, banyak uang yang sudah dibawanya," ujarnya.


Jika pihak kepolisian mampu mengamankan uang miliaran rupiah yang dibawa Iray, maka semakin lebar pula peluang para korban untuk mendapatkan kembali uang mereka. "Penyitaan aset juga sangat perlu, karena setelah putusan sidang aset itu bisa dilelang," kata Putu.
Secara terpisah, Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete berjanji pihaknya akan segera memproses terlapor. Namun sebelum itu, tim penyidik terlebih dahulu akan melakukan gelar perkara. "Rencananya gelar akan kami lakukan dalam pekan ini," ungkapnya.
Melalui gelar perkara, pihaknya akan melihat apakah kasus bisa ditingkatkan ke tahap penyelidikan atau belum. "Kalau sudah ditingkatkan ke sidik, terlapor akan segera ditindaklanjuti supaya keberadaannya tidak semakin jauh," kata Takdir.
Untuk saat ini, dia mengaku anggotanya belum mengetahui di mana keberadaan Iray. Namun, pihaknya akan terus berusaha menyelidiki di mana tempat persembunyiannya. "Kita lidik terus untuk mencari keberadaannya," pungkasnya.
Siti Raihanah alias Iray (sumber: fb.com/asyiva.yach)
Sumber Berita : http://kalsel.prokal.co/read/news/10054-polisi-didesak-segera-blokir-rekening-iray.html

Re-Post by  http://migoberita.blogspot.co.id/  Rabu/12072017/10.41Wita/Bjm

Anak Baru Gede asal Tamban curi Beras, inilah kronologisnya

Kapok! Dua Pemuda ini Kepergok Warga Mencuri Beras
PROKAL.CO, MARTAPURA - Dua pencuri yang beraksi di kios beras bernasib sial. Mereka kepergok warga ketika berada saat mau mencuri, Selasa  (4/7) lalu, sekitar pukul 02.00 Wita.
Pelaku bernama Gunawan Alias Agun (25), warga Sungai Lauk Handil 2 RT 04, Kecamatan Tamban, Batola, dan Masyudi alias Ambay (26), warga Sungai Lauk 2 RT 07, Kecamatan Tamban, Kabupaten Batola.
Dari tangan kedua pelaku polisi berhasil mengamankan satu buah tas warna hitam, yang berisi karung gantung dan tali. Selain menemukan itu, polisi menyita sepeda motor Honda Beat warna hitam DA 6369 ABG, yang digunakan pelaku ketika beraksi.


Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete, melalui Kapolsek Kertak Hanyar AKP Gustaf Adolf Mamuaya, menjelaskan bahwa kedua pelaku saat itu mencoba membobol kios beras di Jalan Yani Km 8, Kelurahan Manarap Lama, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.
“Beruntung warga melaporkan kejadian tersebut dan tidak sempat terjadi hal yang tak diinginkan terhadap kedua pelaku,” kata Gustaf.
Menurutnya, pelaku merusak kunci gembok kios menggunakan gunting besar. “Proses hukum terus dilanjutkan, pelaku masih ditahanan polsek,” ucapnya.

PASRAH: Dua pencuri beras yang berhasil diamankan di Polsek Kertak Hanyar.
Sumber Berita : http://kalsel.prokal.co/read/news/10060-kapok-dua-pemuda-ini-kepergok-warga-mencuri-beras.html

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Rabu/12072017/10.33Wita/Bjm

Diduga akibat ini, Bocah SD tewas disungai Martapura

Nyawa Pelajar SD Melayang
PROKAL.CO, BANJARMASIN-Tubuh mungil Meli Putri Yani berhasil diangkat dari dasar sungai dan denyut nadinya masih berdetak, namun nyawanya tak tertolong saat menuju RS TPT Banjarmasin.
Meli (11), warga jalan Tembus Mantuil Rt 21, Banjarmasin Selatan, ini dikabarkan tenggelam di Sungai Martapura, Sabtu (8/7) pagi sekitar pukul tujuh.
Setengah jam melakukan pencarian tubuhnya ditemukan 15 meter dari lokasi awal dia dikabarkan tenggelam. “Tiga orang kami melakukan penyisiran menyelam di sungai, waktu itu sungai masih surut. Tubuhnya kami angkat dari dasar sungai dan dibawa kedaratan masih ada denyut nadinya,” kisah Ipul, rekanan emergency kepada Radar Banjarmasin.
Merasa korban masih bernyawa, warga langsung melarikan ke rumah sakit TPT, tapi malang, nyawa korban hilang dalam perjalanan.


“Sesampai di rumah sakit TPT, medis setempat menyatakan bahwa korban meninggal,” ujar Ipul.
Diungkapkan, saat mandi berenang korban bersama dua orang temannya. Korban sendiri mengenakan sarung yang diikatkanya di bahu.
“Cerita teman korban yang mandi, korban sempat timbul dan tenggelam. Sangkaan mereka, korban hanya bercanda dan tidak lama dia tenggelam tak muncul lagi. Kedua temannya takut dan takut memberikan kabar kekeluarga korban,” ujarnya.


Ilustrasi
Kasat Polair Polresta Banjarmasin Kompol Untung Widodo mengungkapkan bahwa setelah menerima laporan anggotanya langsung ke lokasi kejadian. Diduga korban mengalami kram ketika berenang di sungai. Sebab jelas Untung, menurut keterangan ayah dan ibu korban, dia bisa berenang.
Sumber Berita : http://kalsel.prokal.co/read/news/10003-nyawa-pelajar-sd-melayang.html

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Senin/10072017/09.24Wita/Bjm