Arsip Migo Berita

Kontroversi Ustadz Abdul Somad

Video Ustadz Abdul Somad Kini Bersorban Usai Umrah, Warganet : Mirip Pangeran Diponegoro

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ustadz Abdul Somad biasa tampil sederhana ketika ceramah. Dia biasa memakai baju koko dan kopiah.
Bahkan, sebelum umrah, rambutnya cukup aut-autan dan sempat ditanyakan jemaahnya dalam satu momen ceramah. Namun, kini, rambutnya digundul saat umrah.
Ustadz Somad sendiri umrah pada 29 Desember 2017.
Nah, Ustadz Somad tampil dengan sorban cukub besar.


Mengutip hidayatullah.com, dai kondang yang juga kerap disebut UAS itu mengunjungi Sayyid Ahmad bin Muhammad Alawy Al-Maliki di Kota Makkah Al-Mukarramah, Arab Saudi, Senin (1/1/2018) malam.
Dalam kesempatan itu, Sayyid Ahmad memasangkan sorban atas UAS dan musisi yang kini aktif berdakwah, Derry Sulaiman.
“Saya berdua yang diberi ijazah (sorban) kemarin, semalam (waktu Makkah) di majelisnya Sayyid Ahmad,” ujar Derry kepada hidayatullah.com melalui pesannya, Selasa (2/1/2018).
Menurutnya, pada kesempatan itu, ia meminta pemberian ijazah itu dari Sayyid Ahmad. Lalu UAS pun kemudian diberikan juga.
“Awalnya ana (saya) yang minta ijazah sorban dari Sayyid karena ana udah istiqamah pakai imamah 17 tahun, sekalian UAS juga minta,” ungkapnya.
Pemberian sorban itu pun katanya sebagai bentuk penghormatan atas keduanya. “Penghormatan sebagai dai,” ujar Derry.
Berdasarkan cerita yang diperoleh, perlu waktu puluhan tahun bagi santri-santri Sayyid Ahmad untuk mendapatkan ijazah sorban tersebut. Namun kali ini diberikan khusus kepada UAS dan Derry.
“Saya berdua yang diberi ijazah (sorban) kemarin, semalam (waktu Makkah) di majelisnya Sayyid Ahmad,” ujar Derry kepada hidayatullah.com melalui pesannya, Selasa (2/1/2018).
Menurutnya, pada kesempatan itu, ia meminta pemberian ijazah itu dari Sayyid Ahmad. Lalu UAS pun kemudian diberikan juga.
“Awalnya ana (saya) yang minta ijazah sorban dari Sayyid karena ana udah istiqamah pakai imamah 17 tahun, sekalian UAS juga minta,” ungkapnya.
Pemberian sorban itu pun katanya sebagai bentuk penghormatan atas keduanya. “Penghormatan sebagai dai,” ujar Derry.
Berdasarkan cerita yang diperoleh, perlu waktu puluhan tahun bagi santri-santri Sayyid Ahmad untuk mendapatkan ijazah sorban tersebut. Namun kali ini diberikan khusus kepada UAS dan Derry.
Baca: Innalillahi. Pemain Sinetron Pesantren Rock n Roll Meninggal Dunia, Kisah Hijrahnya Bikin Nangis
“Santri-santri di sana bilang sama saya, ‘kami harus belajar 10 tahun untuk diberi ijazah imamah’. Sayyid muliakan abang langsung diberikan Sayyid. Hanya kami berdua yang beliau pasangkan sorban. Enggak tahu maksudnya apa,” ungkap Derry yang memang tengah menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.
Di sela-sela ibadah umrahnya, dai kondang asal Riau itu bersilaturahim dengan Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama yang juga Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, kemarin.
Dalam pertemuan dua tokoh tersebut di Tanah Suci Arab Saudi, keduanya tampak begitu akrab, ditemani sejumlah tokoh lainnya dan jamaah yang juga warga negara Indonesia (WNI).
Silaturahim itu diabadikan antara lain oleh musisi yang kini menekuni dunia dakwah, Derry Sulaiman. Suasana pertemuan berlangsung dengan begitu hangat, penuh keakraban, bahkan sesekali diselingi canda dan tawa.
Pertemuan itu berlangsung di kediaman Habib Rizieq di Kota Makkah Al-Mukarramah pada Sabtu (30/12/2017) waktu setempat.
Video UAS bersorban itu mendapat tanggapan dari warganet.
Mamah Ian : " UAS klo pake imamah mirip pangeran diponegoro..klo pake peci mirip jendral sudirman MassyaAllah UAS ist the best"
aris fadhilah : "Bandung hadir, smoga UAS beserta rombongn sehat sllu...."
ali nst :  "allahu akbar para para ulama kita yg selalu mengajarkan umatnya dengan baik.
Kami cinta ulama dan NKRI.
sblumnya saya ingin mngatakan pak ustad.klaw saya bermimpi tadi malam.kita sluruh ormas islam brjumpa smua di sluruh indonesia.klw kita smua bersatu untuk berperang pak ustad.
apa tanda tanda ny itu.?
tolong yg punya canel vidio in,sampai kn berita ini kepada UAS dan para ULAMA".
Berikut Videonya : https://youtu.be/Nbci01MoE-U

Video Ustadz Abdul Somad Kini Bersorban Usai Umrah, Warganet : Mirip Pangeran Diponegoro
Instagram Ustadz Abdul Somad
Ustadz Abdul Somad Bersorban
Sumber Berita :  http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/01/02/dulu-pakai-kopiah-dan-baju-koko-ustadz-abdul-somad-kini-bersorban-lihat-videonya?page=all

Gara-gara Bela Ustad Abdul Somad, Sultan Brunei Jadi Bahan Hoax

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Kisruh penolakan berujung deportasi terhadap Ustad Abdul Somad oleh pihak imigrasi Bandara Internasional Hongkong dimanfaatkan untuk menyebar hoax. Orang yang tidak bertanggung jawab itu mencoba memancing di air keruh dengan mengajak memboikot produk Hongkong. Yang dicatut, Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam.
Seperti diberitakan, Ustad Abdul Somad dijadwalkan untuk menghadiri undangan dari Tenaga Kerja Indonesia di Hongkong pada Sabtu (23/12) lalu. Namun, begitu menginjakkan kaki di bandara, pihak imigrasi menolak Ustad Abdul Somad untuk melewati pemeriksaan. Alasannya, ustad itu dianggap sebagai teroris sehingga harus dideportasi.
Berdasarkan pantauan JawaPos.com, hoax tentang deportasi Ustad Abdul Somad banyak tersebar di media sosial seperti Facebook dan Twitter. Isinya beragam, tetapi memiliki judul dengan nada yang sama. Yakni, Sultan Hassanal Bolkiah membela Ustad Abdul Somad dan mengajak untuk memboikot produk dari Hongkong.
“Pada wawancara dengan media setempat, Sultan Hassanal Bolkiah menyayangkan sikap Hongkong dan juga pemerintah Indonesia yang terkesan menutup mata. Kalau Indonesia tidak bisa melindungi ulamanya sendiri, biar kami yang turun tangan. Akan kami boikot seluruh bisnis Hongkong di Brunei,’’ bunyi narasi dalam unggahan provokatif.
Tidak hanya itu, Sultan Brunei Darussalam itu juga dibuat seolah-olah menyerang muslim Indonesia. Dituliskan, dia menyebut sebagian besar Muslim kelihatannya cuma hanya label belaka di Indonesia. Beberapa ulama masih tetap saja jadi target fitnah serta penghinaan keji.
’’Saya selalu memantau perkembangan dakwah Islam di Asia Tenggara. Banyak ulama-ulama mumpuni yang malah jadi sasaran fitnah. Kemaren Habib Rizieq Shihab, saat ini Ustadz Abdul Somad, besok siapa lagi,’’ tulisnya sebuah media di tanah air dengan mengutip nama situs islamadina.com.
Namun, berita yang ditelan mentah-mentah oleh media itu bisa dipastikan hoax. Sebab, situs islamadina.com yang dijadikan rujukan ternyata tidak ada. Bahkan, nama domainnya saja dijual. Dari mana asal-usul pastinya Sultan Brunei Darussalam mengucapkan semua itu juga tidak disebutkan dengan jelas.
JawaPos.com melakukan kroscek dengan saksama di akun Facebook sultan kaya itu. Memang, belum ada akun Facebook yang mengaku milik Sultan Hassanal Bolkiah dengan tanda verified. Meski demikian, sejak viral kasus ustad Somad hari Sabtu (23/12), akun Facebook dengan nama Sultan Hassanal Bolkiah tidak ada yang provokatif.
Bahkan, salah satu akun Facebook Sultan Hassanal Bolkiah yang memiliki 69 ribu pengikut sama sekali tidak menulis apa pun terkait Ustad Abdul Somad. Sejak hari itu hingga saat ini, di beranda Facebook hanya berisi status ajakan mendirikan salat 5 waktu saja.
JawaPos.com juga menelusuri hubungan bisnis yang terjadi antara Kerajaan Brunei Darussalam dengan Hongkong melalui jasa penerbangan. Royal Brunei Airlines masih melayani penerbangan ke Hongkong seperti biasa. Tidak seperti pemberitaan yang menyebut Kerajaan Brunei Darussalam akan memboikot seluruh produk dan kerja sama bisnis dengan Hongkong.
Selain itu, tidak ada media lokal di Brunei Darussalam yang memiliki pernyataan itu. Bahkan, media mainstream luar negeri juga tidak memiliki kutipan itu. Fakta itu membuat pernyataan Sultan Hassanal Bolkiah yang mengajak untuk memboikot produk Hongkong karena deportasi Ustad Abdul Somad tidak bisa dipastikan kebenarannya.

Beda Somad dan Kyai NU 
Pandu Wijaya, Bahtiar Prasojo dan Hasan Albetas pernah mengeluarkan komentar kasar yang telah dianggap menghina ulama sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus.
Hinaan ke Gus Mus di media sosial tak hanya berupa sindiran. Ada juga kata-kata kasar. Gus Mus merespons secara santun, persis seperti ia menerima kedatangan mereka ke rumahnya untuk minta maaf. Bahkan Gus Mus telah memaafkan mereka sebelum mereka memintanya.
Ini contoh dari seorang ulama yang baik, tidak butuh pada dukungan massa atau suara bela ulama yang digemakan. Karena ulama memang posisinya sebagai guru, pengajar, dan pembimbing yang harus menerapkan nilai-nilai kebajikan agar umat meneladaninya dan memberikan kesejukan agar umat tidak terpancing arus fitnah.
Beda halnya dengan massa yang mengaku membela ulama “Somad”, yang justru melempar fitnah sana-sini, bahkan Kyai NU seperti Said Aqil Siraj tidak lepas dari tuduhan dibalik pengusiran Abdul Somad. Seharusnya Ustad Somad menenangkan massa yang liar memainkan kasusnya, karena tugas ulama adalah mempersatukan bukan memecah-belah, meredahkan bukan membiarkan, menyikapi dengan santun bukan menjadikannya bola liar dengan mempersalahkan pemerintah.
Kondisi semacam ini tentu akan menimbulkan pro-kontra di media sosial, termasuk sindiran pedas Zulfikar Akbar yang seharusnya jadi bahan untuk bertabayun. Tapi justru sebaliknya, wartawan itu menerima hujatan, hinaan hingga pemecatan dari manajemen TopSkor.
Forum Pekerja Media juga mengecam praktik intimidasi atas kebebasan berekspresi. Tulisan Zulfikar Akbar di media sosial twitter semestinya tidak dibalas dengan ancaman terhadap perusahaan TopSkor yang berujung PHK sepihak kepada Zulfikar Akbar.
Sekali lagi standar seorang “ulama” yang paling pertama dan utama adalah Akhlak. Menyempurnakan ahlak manusia adalah tugas dari Nabi Muhammad Saw di dunia. Jika ulama disebut pewaris nabi, maka harus berakhlak seperti akhlaknya nabi. Ulama yang benar sudah barang tentu mengikuti panutannya.
Semoga pelajaran dari Hongkong bisa membuat Abdul Somad berakhlak semestinya. [ARN]


Sumber Berita : https://arrahmahnews.com/2017/12/28/gara-gara-bela-ustad-abdul-somad-sultan-brunei-jadi-bahan-hoax/
 
Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Rabu/03012018/10.52Wita/Bjm

Apa itu AIS ? Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) selesai menguji coba mesin pengais (crawling) konten negatif atau disebut Ais

Inilah Ais Mesin Penyaring Konten Negatif di Indonesia, Hari ini 3 Januari 2018 Resmi Beroperasi

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) selesai menguji coba mesin pengais (crawling) konten negatif atau disebut Ais.
Diharapkan mesin internet ini bisa mereduksi penyebaran konten-konten berbau pornografi, judi, kekerasan, radikalisme, dan SARA, di internet Tanah Air.
Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan Ais mulai beroperasi 3 Januari 2018.
Ada tim khusus beranggotakan 58 orang yang bakal in-charge selama 24 jam, dibagi dalam tiga shift.

Pihak Kominfo menyebut mesin sensor internet ini dengan nama AIS. Penyebutannya sendiri merujuk pada cara kerja mesin sensor internet tersebut crawling atau mengais. (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)
"Mesin ini akan lebih efektif dan efisien dari segi waktu dan volume untuk menyaring konten negatif," kata dia, Jumat (29/12/3017), di "War Room" Kominfo lantai 8, Medan Merdeka, Jakarta.
Satu kali crawling dengan memasukkan kata kunci tertentu dibutuhkan dapat mengais jutaan konten dalam waktu 5 hingga 10 menit.
Selanjutnya, dipilih puluhan ribu konten-konten prioritas yang dianggap paling membahayakan berdasarkan tingkat view dan potensi viral-nya.
Konten-konten prioritas itu diverifikasi oleh tim verifikator.
Tim tersebut yang menganalisis apakah konten bertentangan dengan aturan yang berlaku di Indonesia atau masih dalam batas wajar.
Perlu dicatat, mesin hanya bisa mengais konten negatif yang tertera di ranah internet publik.
Mesin tak bisa mengais konten percakapan personal dan akun media sosial yang disetel "private".
Inilah Ais Mesin Penyaring Konten Negatif di Indonesia, Hari ini 3 Januari 2018 Resmi Beroperasi
tribunnews.com
Ilustrasi melawan konten negatif. 
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/01/03/inilah-ais-mesin-penyaring-konten-negatif-di-indonesia-hari-ini-3-januari-2018-resmi-beroperasi

Ais Mesin Penyaring Konten Negatif Mulai Beroperasi Hari ini, Begini Cara Kerjanya

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kominfo selesai menguji coba mesin pengais (crawling) konten negatif atau disebut Ais dan mulia mengoperasikannya Rabu (3/1/2018).
Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan Ais mulai beroperasi 3 Januari 2018.
Ada tim khusus beranggotakan 58 orang yang bakal in-charge selama 24 jam, dibagi dalam tiga shift.
"Mesin ini akan lebih efektif dan efisien dari segi waktu dan volume untuk menyaring konten negatif," kata dia, Jumat (29/12/3017), di "War Room" Kominfo lantai 8, Medan Merdeka, Jakarta.
Setelah tersaring, konten-konten itu dipindai alias screen-capture sebagai bukti.
Untuk sementara mekanisme screen-capture masih manual, tetapi sedang diupayakan agar serba otomatis.
Dengan barang bukti screen-capture, konten-konten akan diserahkan ke tim eksekutor. Mereka yang menentukan tindakan apa yang perlu diambil.
Jika konten negatif berada dalam situs, pemerintah sudah punya jalur komunikasi yang tersinkronisasi dengan para penyedia jasa internet alias internet service provider (ISP). Masing-masing ISP lantas akan melakukan pemblokiran.
"Beda-beda tiap ISP. Ada yang butuh 15 menit hingga 3 jam. Rata-rata di bawah tiga jam untuk take down," Semuel menuturkan.
Jika konten negatif disebar oleh akun di media sosial, pemerintah akan berkoordinasi dengan penyelenggara media sosial yang bersangkutan. Sudah ada sembilan layanan yang bekerja sama dengan Kominfo, yakni Facebook, Instagram, WhatsApp, Twitter, BBM, Line, Telegram, Bigo, dan Google.
Sementara itu, jika konten negatif terpatri di portal berita yang terdaftar di Dewan Pers, pemerintah bakal mengikuti ketentuan UU Pers. Portal berita tak serta-merta diblokir, melainkan diberi hak jawab terlebih dahulu.
Ais Mesin Penyaring Konten Negatif Mulai Beroperasi Hari ini, Begini Cara Kerjanya
ist
Ilustrasi: Screenshot website DPRD Kabupaten Sidoarjo sempat disusupi konten pornoSumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/01/03/ais-mesin-penyaring-konten-negatif-mulai-beroperasi-hari-ini-begini-cara-kerjanya

Wow, Ternyata Segini Harga Ais Mesin Penyaring Konten Negatif di Internet

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kominfo mulai mengoperasikan mesin pengais (crawling) konten negatif atau disebut Ais Rabu (3/1/2018).
Ais tak cuma bisa dimanfaatkan oleh Kominfo, melainkan juga lembaga-lembaga negara lain.
Misalnya saja BNN, BPOM, Kepolisian, dan pihak mana saja yang berkepentingan demi menjaga kesatuan negara.
"Misalnya untuk mendeteksi peredaran obat-obat terlarang, alat ini bisa dipakai BNN. Bisa juga Bawaslu pakai untuk urusan konten negatif yang berhubungan dengan Pilkada. Jadi yang menentukan take down atau tidak bukan kami, tetapi lembaga masing-masing. Kalau Kominfo yang benar-benar urgent seperti pornografi," kata Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Jumat (29/12/3017), di "War Room" Kominfo lantai 8, Medan Merdeka, Jakarta.
Ais ini merupakan mesin hasil lelang yang dibuka Kominfo pada Agustus lalu dan dimenangkan PT Industri Telekomunikasi (INTI). Harga penawaran yang diajukan PT INTI adalah Rp 198 miliar dengan harga terkoreksi Rp 194 miliar.
Adapun proses pembayaran proyek menggunakan mekanisme "lump sum".
Selain dengan Ais, pemberantasan konten-konten negatif di internet juga lewat pelaporan masyarakat di situs Trust Positif Kominfo.
Wow, Ternyata  Segini Harga Ais Mesin Penyaring Konten Negatif di Internet
Istimewa
Ilustrasi internet 
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/01/03/wow-ternyata-segini-harga-ais-mesin-penyaring-konten-negatif-di-internet

Dari BNN Hingga Polri Bisa Manfaatkan Ais Demi Menjaga Persatuan Negara

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA -Kominfo mulai mengoperasikan mesin pengais (crawling) konten negatif atau disebut Ais Rabu (3/1/2018).
Ais tak cuma bisa dimanfaatkan oleh Kominfo, melainkan juga lembaga-lembaga negara lain.
Misalnya saja BNN, BPOM, Kepolisian, dan pihak mana saja yang berkepentingan demi menjaga kesatuan negara.
"Misalnya untuk mendeteksi peredaran obat-obat terlarang, alat ini bisa dipakai BNN. Bisa juga Bawaslu pakai untuk urusan konten negatif yang berhubungan dengan Pilkada. Jadi yang menentukan take down atau tidak bukan kami, tetapi lembaga masing-masing. Kalau Kominfo yang benar-benar urgent seperti pornografi," kata Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Jumat (29/12/3017), di "War Room" Kominfo lantai 8, Medan Merdeka, Jakarta.
Ais ini merupakan mesin hasil lelang yang dibuka Kominfo pada Agustus lalu dan dimenangkan PT Industri Telekomunikasi (INTI). Harga penawaran yang diajukan PT INTI adalah Rp 198 miliar dengan harga terkoreksi Rp 194 miliar.
Adapun proses pembayaran proyek menggunakan mekanisme "lump sum".
Selain dengan Ais, pemberantasan konten-konten negatif di internet juga lewat pelaporan masyarakat di situs Trust Positif Kominfo.
Dari BNN Hingga Polri Bisa Manfaatkan Ais Demi Menjaga Persatuan Negara
net
Ais bisa mendukung penerwpab Undang-Undang Pornografi dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/01/03/dari-bnn-hingga-polri-bisa-manfaatkan-ais-demi-menjaga-persatuan-negara

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Rabu/03012018/10.07Wita/Bjm 

SPIRIT aksi umat Islam 212 di Monas Jakarta hadirkan Koperasi Syariah 212 Bauntung Batuah di KalSel

Koperasi Syariah 212 Kini Hadir di Kalimantan Selatan

SPIRIT aksi umat Islam 212 di Monas Jakarta, mengilhami beberapa aktivis muslim untuk menggerakkan roda perekonomian umat khususnya membangun jaringan usaha lewat Koperasi Syariah 212 di Jakarta. Kali ini, umat Islam yang ada di Banjarmasin pun dibidik untuk menjadi anggota Koperasi Syariah 212 Bauntung Batuah.

GENERAL Manager Operasional Keuangan Komunitas Koperasi 212, Abdul Salam mengungkapkan gagasan untuk membangun satu badan usaha yang bernama Koperasi Syariah 212 pada 20 Januari 2017 berdasar hasil rembug dari berbagai tokoh yang terlibat dalam aksi demonstrasi bela Islam pada 2 Desember 2016 lalu di Jakarta.
“Koperasi Syariah 211 ini akan menjalankan usaha dengan motto amanah, berjamaah dan izzah. Yakni, menghimpun dana umat atau jamaah agar kekuatan ekonomi Islam di Indonesia bisa bangkit di tengah kapitalisasi yang menguasai perekonomian nasional. Bukan hanya koperasi yang menjadi bidang usaha, tapi juga mendirikan minimarket syariah. Nantinya, produk yang dijual adalah hasil kreativitas umat Islam di minimarket,” ucap Abdul Salam, saat sosialisasi Koperasi Syariah 212 di Aula Serbaguna Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Minggu (19/11/2017).


Ia menerangkan saat ini telah berdiri 87 koperasi yang masih didominasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangeran dan Bekasi dengan jumlah anggota telah menembus 25.435 orang. “Untuk Koperasi Syariah 212 nantinya akan berdiri di Kalimantan, hanya di Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Senada itu, Ketua Komunitas 212 Kota Banjarmasin, HM Ismail Ibrahim mengungkapkan sudah dibentuk dalam tiga minggu dapat menjaring 250 anggota. “Ini jumlah sementara, nantinya jika terus sosialisasi tentu anggota Koperasi Syariah 212 akan terus bertambah. Mungkin bisa menembus 100 orang,” ucap Ketua Koperasi Syariah 212 Kota Banjarmasin ini.
Untuk alamat Koperasi Syariah 212 Bauntung Batuah Banjarmasin, Ismail menyebut terletak di Jalan Pengeran Antasari Nomor 96, Kelurahan Pekapuran Raya, Banjarmasin. Pengusaha meubeler mengungkapkan persyaratan menjadi anggota Koperasi Syariah 212 cukup mudah, yakni hanya menyetor simpanan pokok Rp 100 ribu saat mendaftar menjadi anggota, kemudian simpanan wajib sebesar Rp 300 ribu dengan asumsi Rp 25 ribu per bulan. “Untuk simpanan sukarela kelipatan Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta. Sistem akad menerapkan syariat Islam, seperti akad syirkah musahamah saat menyetorkan simpanan pokok dan simpanan wajib. Selanjutnya, akad mudharabah mutlaqoh untuk penyetoran simpanan sukarela,” ucap anggota DPRD Banjarmasin asal PBB ini.
Ia juga menjelaskan Koperasi Syariah 212 Bauntung Batuah Banjarmasin sebagai nadzir wakaf juga menerima uang wakaf dari para dermawan. Menariknya, saat sosialisasi Koperasi Syariah 212, ternyata peminatnya bukan hanya dari Banjarmasin. Ada beberapa peserta yang datang dari Kuala Kapuas (Kalteng), Martapura (Kabupaten Banjar) serta kota-kota lainnya.
Sosialisasi keberadaan Koperasi Syariah 212 Bauntung Batuah juga dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Banjarmasin, Priyo Eko Wusono yang dibentuk komunitas 212 yang ada di ibukota Provinsi Kalimantan Selatan tersebut.(jejakrekam)
Penulis : Asyikin
Editor   : Didi G Sanusi
Foto      : Asyikin
Koperasi Syariah 212 Kini Hadir di Kalimantan Selatan
Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2017/11/19/koperasi-syariah-212-kini-hadir-di-kalimantan-selatan/

Pendaftaran Massal Koperasi Syariah 212 di Banjarmasin

Assalamualaikum wr wb, Semoga Allah SWT selalu memberikan Rahmat, Taufik dan Hidayah Nya kepada kita semua, aamiin ya rabbal alamiin.
Undangan kepada seluruh anggota Komunitas Koperasi Syariah 212 Banjarmasin dan Kabupaten – Kabupaten se-Kalsel,
Hari : AHAD / Minggu
tgl : 19 November 2017
Jam : 13.00 wita
Tempat : Di Gedung Aula serbaguna Sabilal Muhtadin Banjarmasin,
Acara : Silaturahim, PENDAFTARAN MASAL KS 212 Bauntung Batuah Banjarmasin, Sosialisasi seputar Koperasi Syariah212 khususnya seputar 212 Mart dan Oleh :
(1). Bapak DR.H. Ahmad Juwaini ( Direktur Eksekutif KS 212 Pusat).
(2). Drh. Priyo Eko Wusono ( Kepala Dinas Koperasi & UMKM kota Banjarmasin)
(3). KH. Husin Naparin, lc MA ( Penasehat Komunitas KS 212 Banjarmasin)
Terhitung tgl 19 November 2017 atau setelah acara selesai maka Koperasi Syariah 212 Bauntung Batuah Banjarmasin resmi menerima anggotakoperasi dan menerima :
* simpanan pokok Rp. 100.000,
* simpanan wajib Rp. 300.000 setahun,
* simpanan suka rela /Investasi 212 mart.

Sumber Berita : http://koperasisyariah212.co.id/pendaftaran-massal-koperasi-syariah-212-di-banjarmasin/

MUI Inisiasi Perkembangan Koperasi Syariah di Kalsel, Bakal Jadi Tren 2018

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seiring makin santernya topik memajukan perekonomian berbasis syariah di Indonesia beberapa tahun belakangan, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel Profesor H A Hafiz Anshary berharap semua lini perekonomian syariah bisa lebih maju.
"Kami di MUI Pusat juga sudah angkat isu ini di level nasional. Diharapkan 2018 semakin menjadi tren kebangkitan ekonomi syariah," kata Prof H A Hafiz Anshary.
Menurutnya selain perbankan, mengembangkan koperasi-koperasi berbasis syariah juga menjadi langkah untuk mendorong terciptanya ekosistem perekonomian syariah.
Karena itu ia berharap selain munculnya koperasi-koperasi berbasis syariah namun juga bisa ada cara untuk mengkonversi koperasi konvensional menjadi berbasis syariah.
"Padahal hampir setiap lembaga punya koperasi, saya belum ada data berapa persen yang sudah jalankan koperasi berbasis syariah. Seharusnya bisa lebih banyak yang berbasis syariah," kata Prof H A Hafiz Anshary.
Dijelaskan Prof H A Hafiz Anshary usai membuka Sosialisasi Pendirian dan Pengelolaan Koperasi Syariah yang diselenggarakan dan digerakkan melalui Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Kalsel beberapa waktu lalu, ikut aktif dalam mengembangkan koperasi syariah memiliki multi manfaat.
Diantaranya mengajak umat jauh dari perbuatan riba, melahirkan sifat jujur dan terbuka, kedisiplinan, tanggung jawab dan kemandirian.
Selain itu memupuk kerja sama dan gotong royong serta tentunya bisa sebagai sumber penghasilan tambahan dan motivasi pengembangan usaha baru berbasis syariah. (Achmad Maudhody)
MUI Inisiasi Perkembangan Koperasi Syariah di Kalsel, Bakal Jadi Tren 2018
Achmad Maudhody
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalsel gelar Sosialisasi Pendirian dan Pengelolaan Koperasi Syariah, Sabtu (23/12/2017). 
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/01/03/mui-inisiasi-perkembangan-koperasi-syariah-di-kalsel-bakal-jadi-tren-2018
 
Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Rabu/03012018/09.52Wita/Bjm

“Demo 9 Dey” : Negara Republik Islam Iran "Kerusuhan", siapakah dalangnya?

Setelah 10 Orang Tewas, Polisi Iran Bersikap Keras, Ratusan Demonstran Ditahan

WARTA KOTA, PALMERAH -- Wakil Gubernur Teheran menyampaikan bahwa polisi telah menahan ratusan pengunjuk rasa di ibu kota negara, Senin (1/1), saat polisi kian bertindak keras terhadap penentang pemerintah sejak pekan lalu yang telah memakan sepuluh korban tewas.
"Dua ratus orang ditangkap pada Sabtu, 150 orang pada Minggu dan sekira 100 orang pada Senin," kata Ali Asghar Naserbakht, Wakil Gubernur Provinsi Teheran, seperti dikutip kantor berita setengah resmi ILNA, Selasa.
Pasukan keamanan Iran berupaya menahan unjuk rasa, yang terjadi pada Kamis pekan lalu, dan berlanjut di seluruh negeri dalam aksi menentang paling berani dalam bertahun-tahun kepemimpinan ulama negara tersebut.


Sikap pihak keamanan semakin keras ketika seorang anggota pasukan keamanan dilaporkan tewas pada Senin.
Kerusuhan tersebut adalah yang terburuk sejak kerumunan orang turun ke jalan pada tahun 2009 untuk mengutuk pemilihan ulang presiden saat itu, Mahmoud Ahmadinejad.
Selain itu, ratusan pengunjuk rasa lain ditangkap di luar Kota Teheran.
Naserbakht mengatakan bahwa situasi di Teheran terkendali dan polisi belum meminta bantuan pasukan khusus Garda Revolusi.
Kantor berita Mehr juga mengutip seorang pejabat pengadilan yang mengatakan bahwa beberapa pemimpin demonstrasi di Karaj, kota terbesar keempat di Iran, telah ditangkap.
Video di media sosial pada Senin menunjukkan bentrokan secara intensif di pusat Kota Qahderijan antara pasukan keamanan dan demonstran yang mencoba menduduki sebuah kantor polisi, yang sebagian terbakar.
Terdapat laporan yang belum dikonfirmasi tentang adanya beberapa korban di antara para demonstran.
Pemerintah mengatakan membatasi sementara akses ke aplikasi pesan Telegram dan Instagram. Terdapat laporan bahwa akses Internet seluler ditutup di beberapa wilayah, demikian laporan kantor berita Xinhua China.
Sehari sebelumnya dilaporkan, sepuluh orang tewas dalam unjuk rasa pada Minggu. Demikian kata televisi setempat melaporkan pada Senin (1/1/2018).
"Dalam beberapa kejadian tadi malam, sekitar 10 orang tewas di beberapa kota," kata stasiun televisi pemerintah tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Iran adalah salah satu negara penghasil terbesar minyak dunia dan kekuatan utama kawasan, yang terlibat dalam kemelut kawasan di Suriah dan Yaman untuk memperebutkan pengaruh dengan Arab Saudi.
Keterlibatan Iran dalam sengketa kawasan itu membuat warga kecewa karena mereka ingin pemerintah lebih fokus menciptakan lapangan kerja daripada menghabiskan uang negara untuk perang di luar negeri.
Unjuk rasa pertama kali muncul di kota terbesar kedua Iran, Masshad, untuk menentang kenaikan harga-harga. Unjuk rasa itu kemudian meluas ke berbagai kota lain dan berkembang menjadi demonstrasi politik anti-pemerintah.
Setelah 10 Orang Tewas, Polisi Iran Bersikap Keras, Ratusan Demonstran Ditahan
via Antaranews.com
Unjuk rasa massa penentang Pemerintah Iran berlanjut di Ibu Kota Teheran, Selasa (2/1/2018), yang memicu polisi bertindak lebih keras sehingga sesedikitnya ratusan demonstran ditangkap pada Senin (1/1/2018). 
Sumber Berita : http://wartakota.tribunnews.com/2018/01/02/setelah-10-orang-tewas-polisi-iran-bersikap-keras-ratusan-demonstran-ditahan?page=all

Unjuk Rasa Iran Dikabarkan Sudah Tewaskan 10 Orang

TRIBUNJATENG.COM - Sepuluh orang tewas dalam waktu semalam dalam aksi unjuk rasa antipemerintah yag melanda Iran, seperti dilaporkan stasiun TV milik pemerintah.
"Dalam peristiwa-peristiwa tadi malam, disayangkan total sekitar 10 orang tewas di beberapa kota," menurut stasiun TV tersebut. Dengan demikian jumlah korban yang jatuh sejak unjuk rasa marak Kamis (28/12/2017) lalu sudah mencapai 12 jiwa.
Presiden Hassan Rouhani pada hari Minggu (31/12/2017) -dalam komentar pertamanya tentang protes yang menentang pemerintah itu- memperingatkan bahwa kekerasan tidak akan ditolerir.
Bagaimanapun Presiden Rouhani menyadari adanya keluhan atas situasi ekonomi, kurangnya transparansi maupun korupsi sambil sekaligus membela kebijakannya.
Rakyat, menurutnya, sepenuhnya bebas untuk mengungkapkan kritik atas pemerintah atau menggelar aksu unjuk rasa... dengan 'cara yang bisa mengarah pada peningkatan kondisi negara' dan memperingatkan penentangan atas aksi kekerasan.
Namun protes berlanjut sepanjag malam dan polisi menggunakan gas air mata serta meriam air untuk membubarkan unjuk rasa di Alun-alun Engheleb di ibu kota Teheran.
Unjuk rasa juga dilaporkan berlangsung di Kermanshah dan Khorramabad di sebelah barat Iran, Shahinshahr di barat daya, dan kota di Iran utara, Zanjan.
Berawal di kota terbesar kedua Iran, Mashhad, pada Kamis pekan lalu, unjuk rasa ini merupakan ungkapan penentangan atas pemerintah yang terbesar setelah protes untuk menentang hasil pemilihan presiden 2009 lalu, yang kemudian dibungkam dengan tindakan kekerasan aparat.
Sementara itu Garda Revolusioner Iran, IRGC, sudah memperingatkan bahwa para pengunjuk rasa akan menghadapi 'tangan besi' bangsa jika kerusuhan politik terus berlangsung.
IRGC merupakan badan yang berpengaruh yang berhubungan langsung dengan pemimpin agung Ayatullah Ali Khamenei dan bertujuan untuk melindung sistem Islam di negara itu.
Para wartawan melaporkan bahwa keterlibatan mereka secara resmi untuk menghadapi unjuk rasa akan merupakan eskalasi yang signifikan.
Hingga saat ini sekitar 400 orang dilaporkan sudah ditangkap, termasuk 200 orang yang berunjuk rasa di Teheran pada Sabtu (30/12) lalu.
Pihak berwenang juga sudah melakukan pembatasan atas media sosial -yaitu Telegram dan Instagram- karena kekhawatiran digunakan untuk menjalin unjuk rasa.
Media pemerintah mulai menyiarkan beberapa rekaman gambar tentang unjuk rasa ini namun terfokus pada kaum muda yang menyerang bank-bank dan kendaraan bermotor serta bendera Iran yang dibakar, seperti dilaporkan kantor berita AFP.
Sementara rekaman video yang diperoleh BBC Persia memperlihatkan polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa di sebuah persimpangan besar di Teheran.
Unjuk rasa ini awalnya memprotes meningkatnya harga-harga dan kesulitan ekonomi namun kemudian berkembang menjadi ungkapan politik di beberapa tempat dengan seruan menentang Pemimpin Agung Ayatullah Ali Khamenei, Presiden Hassan Rouhani, dan campur tangan Iran dalam politik kawasan. (BBC Indonesia)
Unjuk Rasa Iran Dikabarkan Sudah Tewaskan 10 Orang
AFP
Selain di ibu kota Teheran, unjuk rasa juga berlangsung di beberapa kota lain. 
Sumber Berita : http://jateng.tribunnews.com/2018/01/02/unjuk-rasa-iran-dikabarkan-sudah-tewaskan-10-orang?page=all

Awalnya Hanya Protes Harga Barang, Kini Demonstrasi di Iran Membesar dan Tewaskan 21 Orang

TRIBUNBATAM.ID, TEHERAN - Demonstrasi menentang pemerintahan Presiden Hassan Rouhani di Iran belum menunjukkan tanda-tanda bakal berhenti.
Malah, seperti dilaporkan televisi pemerintah via AFP Selasa (2/1/2018), terdapat tambahan korban tewas akibat bentrokan antara para pengunjuk rasa dengan pihak keamanan.
Sembilan orang tewas ketika kerusuhan terjadi antara pasukan Garda Revolusi dengan para pengunjuk rasa di kawasan Isfahan.
Rinciannya, enam orang terbunuh ketika berusaha menyerang pos polisi di kota Qahderijan yang mempunyai populasi 30.000 jiwa tersebut.
Kemudian tiga orang tewas di kota Kahriz Sang. Dua di antaranya merupakan anggota penegak hukum, sedangkan sisanya merupakan warga sipil yang tengah melintas.
Dengan demikian, total sejak demonstrasi terjadi di Masyhad Kamis (28/12/2017), 21 orang tewas.
Sementara 450 orang ditahan di ibu kota Teheran dalam demo tiga hari terakhir.
"Bagi kami, ini lebih baik dari pada hanya sekedar duduk dan diam," ujar demonstran bernama Milad kepada Al Jazeera.
Sementara Aslan, pria 52 tahun yang tidak ikut berunjuk rasa, menuturkan sudah saatnya rakyat Iran menunjukkan bahwa mereka tidak bahagia.
"Pemerintah seharusnya membiarkan mereka turun ke jalan, dan protes apa yang mereka keluhkan," kata Aslan.
Sekretaris Dewan Tertinggi Keamanan Iran, Ali Shamkhani mengatakan, demo ini merupakan yang terburuk sejak 2009.
"Pesan yang ditampilkan terkait situasi di Iran berasal dari Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Arab Saudi," ujar Shamkhani.
Sebelumnya, demonstrasi bermula di Masyhad, kota terbesar kedua Iran, Kamis (28/12/2017).
Awalnya demo tersebut mengecam harga-harga barang yang tinggi, ekonomi yang tidak kunjung membaik, hingga merebaknya kasus korupsi.
Padahal, ketika meneken kesepakatan nuklir pada 2015 untuk mencabut sanksi internasional dari PBB, Presiden Rouhani menjanjikan perbaikan ekonomi.
Namun, faktanya tingkat penganggueran masih menembus angka 12,4 persen.
Demo kemudian merebak di kota besar lainnya seperti Qom, Kermanshah, hingga Teheran.
Nahasnya, demo tersebut juga diselingi dengan konflik melawan para penegak hukum. (kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)
Awalnya Hanya Protes Harga Barang, Kini Demonstrasi di Iran Membesar dan Tewaskan 21 Orang
businessinsider
Demonstrasi di Iran.Sumber Berita : http://batam.tribunnews.com/2018/01/02/awalnya-hanya-protes-harga-barang-kini-demonstrasi-di-iran-membesar-dan-tewaskan-21-orang?page=all

Pemimpin Iran: Musuh Gunakan Berbagai Cara untuk Serang Iran

SALAFYNEWS.COM, TEHERAN – Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa musuh-musuh telah menggunakan berbagai alat untuk melakukan pukulan terhadap bangsa Iran dan Republik Islam dalam perkembangan terakhir di negara ini.
Baca: Intelijen Iran Tangkap Sejumlah Agen Penyusup dalam Aksi Demo Anti Pemerintah
“Selama beberapa hari terakhir ini, musuh-musuh Iran, dengan menggunakan berbagai alat yang mereka miliki, termasuk uang, senjata, politik, dan aparat keamanan, telah bersekutu (satu sama lain) untuk menciptakan masalah bagi Republik Islam,” ungkapnya pada hari Selasa (02/01) sebagaimana dikutip Press TV.
Ayatollah Khamenei, bagaimanapun, menggambarkan “semangat keberanian, pengorbanan dan iman” di negara Iran sebagai penghalang di jalan musuh.
Pemimpin tertinggi Iran itu membuat pernyataan tersebut dalam sebuah pertemuan mingguan dengan sejumlah keluarga para syuhada.
Baca: Kelompok Takfiri dan Agen Asing Dibalik Demo Anti Pemerintah Iran
Ayatollah Khamenei menunjukkan situasi menyedihkan yang menimpa negara-negara Asia Barat dan Afrika Utara tertentu, yang telah menjadi sasaran invasi asing.
Pemimpin Iran itu  memperingati pengorbanan yang dilakukan oleh tentara Iran yang telah berjuang dan kehilangan nyawa mereka selama perang 1980-88 dengan Irak.
Baca: Ali Khamanei: Target Utama Teroris ISIS Bukan Suriah dan Irak Tapi Iran
Jika saja (kala itu) musuh menemukan jalannya ke Iran selama perang delapan tahun, “mereka sama sekali tidak akan memiliki belas kasihan, dan situasi yang jauh lebih buruk daripada di Libya dan Suriah akan diciptakan untuk Iran,” jelasnya. (SFA)

Intelijen Iran Tangkap Sejumlah Agen Penyusup dalam Aksi Demo Anti Pemerintah

SALAFYNEWS.COM, IRAN – Kementerian Intelijen Iran mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi dan menangkap sejumlah agen asing di balik kerusuhan saat demonstrasi baru-baru ini terhadap kondisi ekonomi di sejumlah kota di Iran dalam beberapa hari terakhir.
Baca: Kelompok Takfiri dan Agen Asing Dibalik Demo Anti Pemerintah Iran
Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, kementerian tersebut mengatakan bahwa pasukan keamanan Iran dibantu oleh masyarakat telah berhasil menahan beberapa elemen yang memicu kerusuhan di beberapa kota di seluruh negeri.
Ditambahkan bahwa upaya terus dilakukan untuk menangkap agen lain sesegera mungkin.
Menurut pernyataan kementerian tersebut, beberapa pertemuan damai yang diadakan dalam beberapa hari terakhir untuk mengungkapkan tuntutan publik telah berubah menjadi kekerasan “karena adanya unsur-unsur yang mencurigakan dan agresif” yang merusak properti publik dan menyebabkan korban jiwa.
Baca: Iran Kecam Putra Mahkota Saudi Karena Sebut Ali Khamanei ‘Hitler Timur Tengah’
Sejak Kamis, kelompok pemrotes Iran mengadakan demonstrasi di beberapa kota untuk menyuarakan kemarahan mereka karena kenaikan harga dan kondisi ekonomi. Kekerasan sporadis meletus selama demonstrasi, menyebabkan sejumlah kematian.
Baca: Perang Iran-Amerika Semakin Dekat
Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan pada hari Senin bahwa rakyat Iran akan menghadapi “kelompok kecil perusuh dan pelanggar hukum yang mengeksploitasi demonstrasi tersebut. (SFA)

Analis: Dukung Teroris dan Rezim Represif Cara AS-Inggris Gulingkan Negara Lain

SALAFYNEWS.COM, LONDON – Amerika Serikat dan Inggris seperti biasa mendukung rezim represif dan organisasi teroris di seluruh dunia, sambil berusaha untuk menggulingkan negara-negara independen dan demokratis, kata seorang analis akademik dan politik di London.
Baca: Rusia Keluarkan Bukti Amerika Bersekutu dengan Teroris di Suriah
Kritikus mengatakan Washington tampaknya mengikuti pendekatan standar ganda dalam hal demonstrasi baru-baru ini di Iran.
“Demokrasi adalah satu hal yang AS dan Inggris tidak inginkan dan itu diperlihatkan dengan dukungan terus menerus mereka terhadap semua otokrasi yang kejam di Timur Tengah,” kata profesor Rodney Shakespeare.
Baca: Rusia ‘Tampar’ Wajah Barat dan Amerika Terkait Teroris ISIS di Suriah
“Anda tidak hanya melihat standar ganda; Anda melihat kebijakan yang disengaja untuk mendukung otokrasi yang kejam dan menyiksa; AS menciptakan ISIS, menyelamatkan ISIS, serta kelompok Takfiri dengan helikopter,” kata Shakespeare kepada Press TV pada hari Senin.
Iran telah mengecam dukungan Washington pada “perusuh dan oportunis” dalam demonstrasi menentang kondisi ekonomi di sejumlah kota Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi, pada hari Sabtu mengutuk ucapan “murah, tidak berharga dan tidak benar” Presiden Donald Trump dan pejabat AS lainnya.
Baca: Kelompok Takfiri dan Agen Asing Dibalik Demo Anti Pemerintah Iran
“Amerika Serikat dan Inggris berpikir bahwa mereka memiliki hak untuk mencampuri urusan dalam negeri Iran, hanya karena mereka pikir mereka memiliki hak untuk campur tangan di manapun di seluruh dunia,” kata Shakespeare.
“Setiap hari, Amerika, dan sebagian kecil Inggris, mengganggu politik sebuah negara di suatu tempat di seluruh dunia,” tambahnya.
AS telah menyaksikan demonstrasi massa yang ekstensif dalam beberapa dekade terakhir dalam menanggapi berbagai masalah di negara ini, termasuk keluhan ekonomi, ketidaksetaraan kekayaan, pelanggaran hak asasi manusia dan kebrutalan polisi. (SFA)
Sumber: PTV

Analis: Dukungan Trump Tidak Akan Disambut Para Demonstran di Iran

ARRAHMAHNEWS.COM, TEHERAN – Iran dilanda gelombang protes yang terus berlanjut, Presiden AS Donald Trump memanfaatkan kesempatan untuk mengatakan bahwa Iran membutuhkan “perubahan.” Namun Presiden AS tersebut gagal memahami sifat sebenarnya dari demonstrasi, kata analis kepada RT.
Hanya beberapa hari sebelum Tahun Baru, Trump melanjutkan kegugupan di Twitter, mengutuk Iran dan pada saat yang sama meminta negara tersebut untuk “menghormati hak rakyat.” Dia memperingatkan bahwa “rezim yang menindas” tidak “bertahan selamanya,” dan menambahkan bahwa AS “sangat memperhatikan pelanggaran hak asasi manusia” dalam upaya nyata untuk mengungkapkan dukungannya kepada para pemrotes.
BacaBias Media Barat dan Pro-Barat dalam Pemberitaan Demonstrasi Iran.
Komentarnya, yang terjadi di tengah demonstrasi massa yang tengah menyapu Republik Islam Iran sejak 28 Desember, memprovokasi reaksi marah di Teheran. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa AS tidak memiliki hak moral untuk bertindak seolah-olah membela hak-hak warga Iran karena Washington sendiri menyebut mereka teroris.
Sentimen Rouhani kemungkinan besar akan disambut oleh kebanyakan orang Iran, kata analis kepada RT. Mereka menambahkan bahwa segala sesuatu yang Trump katakan sekarang tidak relevan karena pernyataan sebelumnya, yang memperlihatkan sikap umum Washington terhadap Republik Islam.
Publik Iran, termasuk mereka yang melakukan demonstrasi di jalanan, melihat AS dan Trump secara pribadi sangat negatif, dan benar-benar tidak percaya pada Washington, Ahmed Al-Burai, seorang dosen di Universitas Aydin di Istanbul, mengatakan.
Al-Burai menjelaskan bahwa orang Iran tidak percaya Trump karena kebijakan pemerintahannya pada kesepakatan internasional 2015 mengenai program nuklir Iran. Trump berulang kali menyebutnya “kesepakatan yang mengerikan,” bahkan menolak untuk mengesahkan kembali kepatuhan Iran terhadap kesepakatan tersebut pada bulan Oktober 2016, namun menunda hal tersebut ke Kongres.
BacaIntelijen Iran Tangkap Sejumlah Agen Pemicu Kerusuhan.
Washington juga “tidak dapat dipercaya” di mata orang-orang Iran sebagai akibat kebijakan AS di Timur Tengah, yang telah menyebabkan perang dan kehancuran di Irak, serta mengacaukan Suriah. Segala gangguan yang telah dilakukan oleh pemerintah Amerika, bahkan dalam bentuk tweet, “tidak diterima di seluruh wilayah, [khususnya] di Iran, di antara para politisi dan orang-orang di jalanan karena mereka telah mengalami agenda AS di Timur Tengah,” kata Al-Burai kepada RT.
Faktor kunci lain yang menghalangi Trump untuk mempengaruhi suasana publik di Iran sampai batas tertentu adalah hubungan dekat Washington dengan Arab Saudi dan Israel. Riyadh sebenarnya adalah tujuan perjalanan luar biasa Presiden AS yang pertama pada bulan Mei 2017, di mana dia menutup kesepakatan senjata raksasa dengan Kerajaan senilai $ 350 miliar selama 10 tahun, dengan sekitar $ 110 miliar akan diberlakukan segera.
Trump memperbaharui dukungan Amerika atas Israel dengan jelas mengakui Yerusalem sebagai ibukota rezim Zionis. Langkah tersebut memicu kemarahan di seluruh dunia Muslim, bahkan sekutu terdekat Washington ragu untuk mendukungnya.
Orang Iran mengerti bahwa AS tidak tertarik pada proyek pembangunan jangka panjang untuk Iran atau bahkan dalam “memberdayakan oposisi politik apapun di lapangan,” kata Al-Burai. Sebaliknya, Washington mengejar kepentingannya sendiri dan juga kepentingan sekutu regionalnya, Arab Saudi dan Israel, yang berarti bahwa setiap gerakan AS pada akhirnya akan berbahaya bagi Republik Islam Iran.
BacaPancing Kerusuhan, Agen Asing Tembaki Pemrotes di Iran.
Kata-kata Al-Burai digaungkan oleh Seyed Mostafa Khoshcheshm, seorang analis politik yang mengatakan kepada RT bahwa “yang mereka [AS] cari adalah mendelegitimasi kebijakan Iran, pendirian Iran dan juga pembangunan militernya di wilayah tersebut, termasuk kehadiran di Suriah dan Irak … untuk menjatuhkan sanksi lebih lanjut atas [Teheran]. “Semua pernyataan yang Washington buat untuk mendukung para pemrotes sebenarnya ditujukan untuk mempolitisir kerusuhan di Iran dan mendelegitimasi kebijakan Iran di kancah internasional yang mendukung AS,” tambahnya.
Pada akhirnya, tujuan AS tetap sama: ia berusaha mendapatkan konsesi dari Teheran atas program nuklir dan misil untuk merongrong kekuatannya, danuntuk mengurangi pengaruhnya di Timur Tengah, Khoshcheshm menjelaskan.
AS tahu bahwa hal itu tidak dapat menggulingkan pemerintah Iran dengan demonstrasi yang jauh lebih kecil daripada demo yang berakhir rusuh menyusul pemilihan presiden pada tahun 2009, kata Khoshcheshm. Dia menambahkan bahwa media barat – bahkan Trump sendiri – “berusaha keras … untuk mempolitisir” dan membesar-besarkan masalah ini.
Sementara itu, Al-Burai menjelaskan bahwa demonstrasi Iran sebenarnya bersifat ekonomi dan bukan bersifat politis. “Kelas menengah yang turun ke jalan menuntut reformasi ekonomi, menuntut lebih banyak pekerjaan dan lapangan kerja, menuntut standar kehidupan yang lebih baik,” katanya, dan menambahkan bahwa para demonstran pada dasarnya tidak tertarik pada eskalasi atau politik apapun. Kerusuhan yang Trump harapkan hanya gelombang kecil dari kelompok anti revolusi yang memanfaatkan situasi.
Dia juga menunjukkan bahwa kekuatan politik di balik demonstrasi bisa jauh dari apa yang diharapkan presiden AS. Dalam tweetnya, Trump berulang kali mengatakan bahwa orang Iran “muak dengan korupsi” dan “lapar … untuk kebebasan,” yang akan menyiratkan semacam kebebasan bergaya barat.
Namun, sebenarnya bisa berubah bahwa demonstrasi dilakukan oleh kelompok garis keras Iran dan konservatif yang menantang kepresidenan Rouhani, yang dianggap politisi “moderat” di Republik Islam Iran.
BacaPropaganda Media Barat Dibalik Demonstrasi di Iran.
Kota Masyhad adalah salah satu tempat demonstrasi dimulai. Al-Burai menjelaskan bahwa ini sebenarnya adalah “basis pesaing besar Rouhani” pada pemilihan presiden terakhir, Ebrahim Raisi.
Sementara itu, AS tampaknya tidak memperhatikan situasi sebenarnya di lapangan. Pada hari Senin, Wakil Presiden AS Mike Pence menjanjikan dukungan penuh kepada para pemrotes Iran dengan mengatakan, “Kita tidak boleh dan kita tidak akan mengecewakan mereka.” (ARN)
Sumber: RT

Sumber Berita : https://arrahmahnews.com/2018/01/02/analis-dukungan-trump-tidak-akan-disambut-para-demonstran-di-iran/

Kemenlu Rusia: Intervensi Asing dalam Urusan Internal Iran Tak Bisa Diterima

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSKOW – Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan harapan bahwa protes di Iran tidak akan berubah menjadi kekerasan, tidak akan mengakibatkan pertumpahan darah.
Mengomentari situasi saat ini di Teheran, di mana demonstrasi massa telah memasuki hari kelima, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa intervensi dari luar terhadap situasi di Iran tidak dapat diterima.
BacaBias Media Barat dan Pro-Barat dalam Pemberitaan Demonstrasi Iran.
“Intervensi luar [dalam urusan internal Iran] dapat mengganggu kestabilan situasi yang tidak dapat diterima,” kata pernyataan tersebut.
Beberapa kota besar di Iran, termasuk Teheran, Masyhad, Isfahan dan Rasht, dilanda demonstrasi sejak 28 Desember 2017. Rakyat turun ke jalan untuk memprotes pengangguran, kemiskinan, dan peningkatan biaya hidup, serta kebijakan Presiden Iran Hassan Rouhani. Menurut laporan media, jumlah orang yang tewas dalam demonstrasi di negara tersebut telah berkembang menjadi 12 orang.
Seorang wakil gubernur provinsi Lorestan dalam sebuah wawancara di televisi pemerintah yang disiarkan pada tanggal 31 Desember menuduh “agen asing” atas kematian dua demonstran selama demonstrasi sehari sebelumnya.
“Tidak ada peluru yang ditembakkan oleh polisi dan pasukan keamanan telah menemukan bukti, dimana anti revolusi atau kelompok Takfiri dan agen asing terlibat dalam bentrokan ini,” katanya.
BacaPropaganda Media Barat Dibalik Demonstrasi di Iran.
Pada hari Minggu, media melaporkan bahwa Teheran telah membatasi sementara akses ke aplikasi media sosial Instagram dan Telegram, yang digunakan oleh para aktivis anti revolusi untuk bertukar pesan tentang demonstrasi tersebut.
Pada hari Senin, Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran Mohammad-Javad Azari Jahromi mengatakan bahwa akses terbatas ke jaringan sosial di Iran di tengah demonstrasi yang sedang berlangsung mengenai kebijakan ekonomi dan sosial pemerintah merupakan tindakan sementara. (ARN)
Sumber: Sputnik

Sumber Berita : https://arrahmahnews.com/2018/01/02/kemenlu-rusia-intervensi-asing-dalam-urusan-internal-iran-tak-bisa-diterima/

Pemimpin Revolusi Iran Sebut Musuh Iran Dalangi Unjuk Rasa

ARRAHMAHNEWS.COM, TEHERAN – Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, untuk pertama kalinya berkomentar soal unjuk rasa anti-pemerintah besar-besaran yang berlangsung di negaranya. Khamenei menyalahkan musuh-musuh Iran sebagai dalang di balik unjuk rasa itu.
“Terkait peristiwa beberapa hari terakhir, musuh-musuh Iran telah bersatu dan menggunakan seluruh cara, uang, senjata, kebijakan (politik) dan aparat keamanan (intelijen) untuk memicu masalah bagi Republik Islam,” ucap Khamenei dalam pernyataannya yang ditayangkan televisi nasional Iran, seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (2/1/2018).
BacaAnalis: Dukungan Trump Tidak Akan Disambut Para Demonstran di Iran.
“Musuh selalu mencari kesempatan dan celah untuk menyusup dan menyerang negara Iran,” imbuhnya.
“Hal yang bisa menghentikan musuh dari tindakannya adalah semangat keberanian, pengorbanan dan keyakinan rakyat,” tegas Khamenei dalam pernyataannya.
Khamenei tidak menyebut langsung siapa yang dimaksud musuh Iran tersebut. Namun Wakil Dewan Tertinggi Keamanan Nasional, Ali Shamkhani, menyebut Amerika Serikat, Inggris dan Arab Saudi sebagai pihak-pihak di balik kerusuhan terbaru di Iran.
BacaIntelijen Iran Tangkap Sejumlah Agen Pemicu Kerusuhan.
“Saudi akan mendapatkan balasan tak diduga dari Iran dan mereka tahu betapa seriusnya balasan itu,” ucap Shamkhani dalam wawancara dengan Al Mayadeen TV yang berbasis di Lebanon, seperti dikutip kantor berita Tasnim.
Shamkhani juga menyebut kerusuhan di Iran sebagai ‘perang proxy (perpanjangan tangan) melawan rakyat Iran’. “Tagar dan pesan-pesan soal situasi Iran datang dari Amerika Serikat, Inggris dan Arab Saudi,” imbuhnya. [ARN]

Mendagri Iran: Situasi Tenang dan Kondusif di Seluruh Negeri

ARRAHMAHNEWS.COM, IRAN – Menteri Dalam Negeri Iran untuk Urusan Keamanan Hussein Zulfikari mengatakan bahwa situasi di sebagian besar wilayah di negara ini normal dan kerusuhan baru-baru ini terjadi di beberapa daerah telah berakhir.
Baca: Pemimpin Revolusi Iran Sebut Musuh Iran Dalangi Unjuk Rasa
Zulfikari menambahkan bahwa kebijakan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi terhadap demonstrasi baru-baru ini, menunjukkan toleransi maksimum dari polisi dan pasukan keamanan dalam mengendalikan kondisi dan para pemrotes.
Wakil Menteri Dalam Negeri Iran menekankan bahwa kebijakan polisi dan pasukan keamanan dalam mengatur jalannya demonstrasi dengan damai kecuali bila fasilitas umum dan harta warga serta beberapa pusat keamanan diserang. Dimana dalam beberapa kasus sejumlah demonstran berusaha mengubah unjuk rasa menjadi kekerasan, yang menyebabkan tindakan represif polisi dan pasukan keamanan lainnya untuk mencegah terjadinya kerusuhan.
Baca: Intelijen Iran Tangkap Sejumlah Agen Pemicu Kerusuhan
Zulfikari mengatakan situasi di sebagian besar negara dalam keadaan normal dan kerusuhan baru-baru ini di beberapa daerah telah berakhir, hasil dari kerja pasukan keamanan yang berhasil mengendalikan situasi. (ARN)

Ada Apa dengan Iran?

(Copas dari Fanpage) Selamat tahun baru, teman-teman. Sebenarnya, tahun baru ini ingin istirahat dulu, tidak banyak menulis di medsos karena sedang banyak kerjaan di ‘dunia nyata’.
Tapi melihat ZSM hore-hore mengomentari demo di Iran, saya merasa perlu nulis juga deh. Apalagi banyak yang bertanya-tanya juga, apa yang sebenarnya terjadi? Yang saya tulis ini, infonya dari media-media Iran. Kenapa kok bukan BBC atau CNN? Lha kalau itu kan Anda sudah baca? Biasanya orang membaca tulisan saya karena ingin mendapatkan versi anti-mainstream kan? 🙂
Langsung saja. Begini, setiap tanggal 30 Desember (dalam kalender Iran, ‘9 Dey’) warga Iran di berbagai kota berdemo untuk mengenang peristiwa 30 Desember 2009. Istilahnya, “Demo 9 Dey”.
Pada tanggal itu, pemerintah Iran resmi menyatakan bahwa upaya kudeta yang dilakukan kelompok Mir Mousavi sejak Juni 2009 sudah gagal total. Mir Mousavi adalah kandidat presiden, lawan dari Ahmadinejad. Gaya kampanyenya mirip-mirip kelompok tertentu di Indonesia, “Kalau saya sampai kalah, artinya ada kecurangan!”
Eh, ternyata dia benar-benar kalah. Dengan segera, ia menuduh ada kecurangan.
Pemerintah AS pun –anehnya (atau “pantas saja”) langsung bersuara seragam dengan Mousavi, “Kami tidak mengakui hasil pilpres Iran!”
Pengakuan atau penolakan AS jelas tidak berefek apapun.
Ahmadinejad tetap jadi Presiden Iran untuk periode kedua.

Mir Mousavi lalu menggalang aksi-aksi demo yang anarkis, sampai membakar sebuah TK, masjid, dan akibatnya korban jiwa berjatuhan. Media massa dunia saat itu pun heboh sekali, seperti sekarang ini.
Prof James Petras dari AS menulis, “Media Barat berpegang pada reporternya yang meliput langsung demonstrasi kaum oposan di Iran, namun mereka mengabaikan demosntrasi balasan yang lebih besar lagi, yang dilakukan oleh pendukung Ahmadinejad.
Lebih buruk lagi, media Barat mengabaikan komposisi sosial para pelaku demonstrasi.
Mereka mengabaikan fakta bahwa Ahmadinejad meraih dukungan dari kaum pekerja miskin, petani, tukang, dan pekerja publik, yang jumlahnya jauh lebih banyak dari kaum oposan yang datang dari kalangan mahasiswa kelas (ekonomi) menengah ke atas, kaum bisnismen, dan kaum professional.”[1]
Tapi akhirnya, gerakan yang meniru-niru “Revolusi Berwarna” ala Balkan (di Iran, mereka menggunakan simbol warna hijau) ini bisa ditaklukkan secara resmi pada 30 Desember 2009.
Nah, tanggal 30 Desember 2017, demo memperingati “kemenangan sistem” kembali digelar.
Persiapan dan sosialisasinya sudah berlangsung jauh-jauh hari, sehingga warga memang sudah siap demo.
Tapi, tanggal 28 Desember (Kamis) tiba-tiba muncul demo di kota Mashad (disusul di beberapa kota lain). Sebagian peserta demo adalah orang-orang yang mengira ini rangkaian demo “9 Dey”.
Tapi sebagian yang lain memang berdemo untuk memprotes kondisi ekonomi yang semakin sulit.
Perlu diketahui, akibat embargo luar biasa dari AS, Iran kesulitan memajukan perekonomiannya.
Selain itu, Presiden Rouhani (dia ini presiden dari kubu ‘reformis’ yang lebih disukai Barat dan memang punya kecenderungan untuk berbaik-baik dengan Barat) memang payah kinerja ekonominya.
Harga-harga pangan di Iran semakin naik, berbagai subsidi dikurangi, dan nilai tukar ke dollar juga terus jatuh.
Sama sekali tidak aneh bila warga berdemo memprotes pemerintah, menuntut perbaikan ekonomi. Di negara-negara lain demo seperti ini dianggap biasa kan?
Cuma, yang aneh adalah ketika Trump pada Januari 2017 mengambil kebijakan rasis, melarang orang Iran masuk ke AS; tapi di Desember 2017 tiba-tiba ia berkata, “AS berdiri bersama rakyat Iran.”
Yang aneh adalah ketika ditemukan demonstran bersenjata, serta provokator-provokator yang ternyata berpaspor ganda. Ada sekitar 50 orang ditahan oleh polisi Iran karena kasus ini.
Yang aneh adalah ketika BBC dan CNN mengambil posisi “terdepan mengabarkan” [atau mengaburkan?].
Kedua media ini yang paling masif mengulang-ulang narasi ‘rakyat Iran berdemo menginginkan pergantian rezim’. Meski tetap berusaha sok ‘cover both side’ dengan mencantumkan kalimat “Sebagian besar informasi tentang apa yang sedang terjadi bertebaran di media sosial, sehingga sulit untuk mengkonfirmasinya”, namun kalimat ini tenggelam di tengah banjir disinformasi yang mereka lakukan. [2]
Yang mengikuti konflik Suriah, akan sangat-sangat familiar dengan gaya reportase ala BBC dan CNN ini.
Selain itu, persis seperti Suriah, tweet-tweet yang ‘memberitakan’ sikon di dalam negeri justru lebih banyak berbahasa Inggris, dikirim dari luar negeri.
Dan terakhir, perlu dicatat: tanggal 30 Desember 2017, “Demo 9 Dey” tetap berlangsung, jauh lebih masif, diadakan di 1200 titik di seluruh penjuru Iran. Foto-foto yang dirilis media Iran memperlihatkan lautan manusia membanjiri jalanan. Dan spanduk yang mereka bawa bertuliskan: Marg Bar Amrika, Marg Bar Inggilis, Marg Bar Fitnegar (matilah Amerika, matilah Inggris, matilah para pembuat konspirasi).
iran demo2 (1)
iran demo2 (4)
Apakah demo masif pro-sistem ini diberitakan dengan proporsional oleh BBC dan CNN (dan kawan-kawannya, termasuk media-media Indonesia yang selama ini memang hanya copas-terjemah dari media Barat?]. Tentu tidak.[]

[1] https://dinasulaeman.wordpress.com/2009/06/23/kebohongan-kecurangan-pemilu-oleh-prof-james-petras/
[2] https://www.tempo.co/bbc/629/iran-dilanda-demo-anti-pemerintah-aksi-kekerasan-mulai-terjadi
NB: Karena sistem pemerintahan Iran unik, perlu saya jelaskan: saat saya menulis demo memprotes ‘pemerintah’, maka yang dimaksud adalah ‘eksekutif’, yaitu Presiden dan timnya. Seperti saya bilang, Rouhani memang payah kinerja ekonominya, jauh beda dengan era Ahmadinejad.
Tapi, ketika saya sebut ‘demo pro-sistem”, artinya demo mendukung  sistem Pemerintahan Islam [tidak peduli siapa presidennya]. Sebaliknya, ketika media Barat menyebut “rakyat Iran menghendaki perubahan rezim”, yang mereka maksud adalah “perubahan sistem” [dari pemerintahan Islam ke pemerintahan liberal].
Untuk memahami struktur pemerintahan Iran, baca tulisan saya: “Sistem Demokrasi Ala Iran”  https://dinasulaeman.wordpress.com/2013/11/01/sistem-demokrasi-ala-iran-demokrasi-tangan-tuhan/
==========================
Kenneth Roth dari HRW malah menggunakan foto demo pro-sistem dengan menyebut itu foto demo anti-sistem:
iran demo2 (2)
iran demo2 (3)
Demo 9 Dey
Sumber Berita : https://dinasulaeman.wordpress.com/2018/01/01/ada-apa-dengan-iran/#more-5282

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Rabu/03012018/09.00Wita/Bjm