Arsip Migo Berita

Obat Virus Corona ditemukan !!!.. , akankah Republik Indonesia "Bekerjasama" dengan Republik Islam Iran dan China


Penulis Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor Sari Hardiyanto KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan Iran mengumumkan bahwa pengujian obat virus corona pada pasien dengan kasus parah telah menunjukkan hasil positif. Dikutip dari Teheran Times, obat imunomodulator yang disebut "Actemra" yang diujikan pasien di rumah sakit Isfahan tersebut mampu meredakan sebagian gejala pada pasien. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpur pada Rabu (11/3/2020).
Pada uji coba pertama, mereka mendapati gejala virus telah menurun dalam waktu 48 jam setelah mengonsumsi Actemra. Kendati demikian, Jahanpour menyebut terlalu dini untuk membuat kesimpulan. Selama beberapa hari mendatang, uji coba akan terus dilanjutkan pada pasien lain dengan diagnosis dokter.

 Daftar obat nasional
 Jika obat itu benar-benar efektif, maka pemerintah berencana akan memasukkannya ke dalam daftar obat nasional. Menurut Jahanpur, obat yang sama juga telah menunjukkan hasil positif pada beberapa kasus virus corona dengan gejala parah di China. Ia juga membahas dua obat biosimiliar lain yang diproduksi Iran, yaitu interferon alfa dan interferon beta. Akan tetapi, dua obat itu masih membutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai kefektifannya. Pada Kamis (12/3/2020), Iran melaporkan 75 kematian baru akibat virus corona dalam 24 jam terakhir, sehingga total kasus kematian menjadi 429. "Kami telah mengidentifikasi 1.075 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Artinya, ada 10.075 orang yang terinfeksi di negeri ini. Korban meninggal mencapai 429," kata Jahanpur kepada televisi pemerintah, dilansir dari Reuters (13/2/2020).

 Meminta dana darurat 
Iran juga telah meminta dana darurat sebesar 5 miliar dollar AS kepada IMF guna memerangi wabah tersebut. Virus corona di Iran telah menginfeksi sejumlah pejabat senior, politisi, ulama, dan anggota Pengawal Revolusi di Iran. Kantor berita semi resmi Iran Tasnim melaporkan Ali Akbar Velayati, seorang penasihat Ayatollah Ali Khamenei juga terinfeksi virus corona. Setidaknya tujuh pejabat dan politisi telah tewas sejak 19 Februari, ketika Iran mengumumkan infeksi pertama dan dua kematian akibat virus. Meski tengah menginfeksi lebih dari 10.000 ribu warganya, Iran sejauh ini belum menerapkan penguncian kota. Pemerintah hanya menutup sekolah dan universitas, menangguhkan acara keagamaan dan olahraga di seluruh negeri untuk menahan laju virus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Iran Klaim Temukan Obat Virus Corona, Mampu Turunkan Gejala dalam 48 Jam", https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/13/082200065/iran-klaim-temukan-obat-virus-corona-mampu-turunkan-gejala-dalam-48-jam?page=all#page3.

Penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh
Editor : Sari Hardiyanto

China Temukan Obat Virus Corona Covid19, Namanya Remdesivir

Reza Gunadha | Rifan Aditya

Suara.com - China telah mengajukan permohonan paten baru pada obat eksperimental milik Gilead Sciences Inc. Ilmuwan meyakini obat ini dapat memerangi virus corona baru COVID-19.
Obat yang akan dipatenkan disebut remdesivir, sejenis obat antivirus baru dalam kelas analog nukleotida.
Dilaporkan oleh Time.com, Rabu (5/2/2020), langkah ini adalah tanda bahwa China memandang terapi Gilead sebagai salah satu kandidat paling menjanjikan untuk melawan wabah yang telah merenggut ribuan nyawa.
Permohonan paten ini dapat memengaruhi kendali Gilead atas obat di Cina.
Pada sisi lain, obat eksperimental milik Gilead ini tidak dilisensikan atau disetujui di mana pun di dunia.
Obat itu telah diujicobakan di China pada pasien virus corona dan menunjukkan tanda-tanda awal yang sangat efektif.
Menurut laman daring resmi milik lembaga virologi yang bermarkas di Wuhan, permohonan paten ini dibuat pada 21 Januari 2020.
Para ilmuwan di sana telah menemukan Gilead's remdesivir dan chloroquine (obat malaria berusia 80 tahun) “sangat efektif” dalam studi laboratorium untuk menggagalkan virus coronavirus baru. Hasil penelitian ini dilaporkan dalam sebuah makalah di jurnal Cell Research.
Namun mereka menyebutkan bahwa kemanjuran kedua obat itu pada manusia membutuhkan tes klinis lebih lanjut.
China mampu membuat chloroquine dan sekarang menginginkan akses ke remdesivir.
Belum jelas kapan otoritas kekayaan intelektual Cina akan menyetujui aplikasi lembaga tersebut.
Obat eksperimental Gilead saat ini memasuki uji klinis di China pada pasien dengan virus corona.
Perusahaan ini mengirimkan dosis yang cukup untuk mengobati 500 pasien dan meningkatkan pasokan jika uji klinis berhasil.
Remdesivir sedang diuji dalam dua percobaan di China pada pasien dengan gejala patogen baru, dengan level sedang dan parah, kata Merdad Parsey, kepala petugas medis Gilead.
China Temukan Obat Virus Corona Covid19, Namanya Remdesivir
Ilustrasi Virus Corona. [Shutterstock]

Obat itu telah diujicobakan di China pada pasien virus corona dan menunjukkan tanda-tanda awal yang sangat efektif.

Sumber Berita : https://www.suara.com/news/2020/03/03/142801/china-temukan-obat-virus-corona-covid19-namanya-remdesivir

China Sebut Tentara AS Bawa Virus Corona ke Wuhan

China – Pemerintah China menyebut bahwa militer Amerika Serikat mungkin telah membawa virus corona baru ke kota Wuhan di China, tempat kelahiran pandemi global saat ini.
Pada hari Kamis (12/03), dalam cuitan dengan kata-kata yang keras, yang ditulis dalam bahasa Inggris, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menegur AS karena kurangnya transparansi dalam laporan resmi mengenai wabah virus corona di AS.
“Kapan dimulainya nol pasien di AS? Berapa banyak orang yang terinfeksi? Apa nama rumah sakit itu? Mungkin tentara AS yang membawa epidemi ke Wuhan. Transparanlah kalian! Umumkan data Kalian! KAMI berutang penjelasan!”, tulis Zhao.
Komentar keras Zhao ini disampaikan untuk menanggapi tuduhan terbaru dari para pejabat Amerika pada hari Rabu, dimana Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O’Brien mengatakan bahwa kecepatan reaksi Beijing terhadap kemunculan penyakit COVID-19 mungkin telah membuat dunia merugi dua bulan padahal seharusnya mereka bisa bersiap menghadapi wabah ini.
Ia mengklaim bahwa pemerintah China telah “menutupi” wabah di Wuhan.
“Mungkin perlu dua bulan untuk merespons komunitas dunia,” di mana “kami bisa secara dramatis membatasi apa yang terjadi di China dan apa yang sekarang terjadi di seluruh dunia,” kata O’Brien.
Sebelumnya pada hari itu, juru bicara kementerian luar negeri China lainnya, Geng Shuang, mengecam pejabat Amerika Serikat untuk komentar “tidak bermoral dan tidak bertanggung jawab” yang menyalahkan tanggapan China terhadap virus korona atas dampak global yang semakin buruk dari pandemic ini.
Geng secara khusus merujuk pada pernyataan yang dibuat oleh O’Brien, menekankan bahwa komentar seperti itu oleh pejabat AS tidak akan membantu upaya epidemi AS. Ia juga mengatakan bahwa upaya China untuk memperlambat penyebaran penyakit sebenarnya telah membeli waktu dunia untuk bersiap menghadapi epidemi.
“Kami berharap bahwa beberapa pejabat di AS pada saat ini akan memusatkan energi mereka untuk menanggapi virus dan mempromosikan kerja sama, dan bukan pada mengalihkan kesalahan ke China,” tambahnya.
Pemerintah China telah dikritik oleh media Barat dan khususnya oleh para pejabat AS atas apa yang dianggap sebagai respons yang lambat terhadap wabah dan tidak cukup transparan. Tetapi Beijing telah mengambil langkah-langkah tegas sejak wabah dimulai, termasuk mengisolasi Wuhan, sebuah kota yang berpenduduk sekitar 11 juta orang, yang sejak saat itu tampaknya membuahkan hasil.
Penyakit COVID-19, yang disebabkan oleh virus corona baru ini muncul di ibukota provinsi Hubei akhir tahun lalu dan saat ini memengaruhi 125 negara dan wilayah di seluruh dunia. Sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 130.000 orang dan menewaskan lebih dari 4.700 lainnya. Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan wabah korona sebagai pandemi global. (ARN)
China Sebut Tentara AS Bawa Virus Corona ke Wuhan

Dibanding China, Prosentase Kematian Akibat Virus Corona di AS Tertinggi

Washington  Sejauh ini tingkat kematian akibat virus corona baru lebih tinggi di AS daripada tempat lain di dunia. Angka yang tertulis dalam tabel dibagi jumlah kematian yang diketahui dengan jumlah total kasus yang dikonfirmasi, setidaknya 6% di AS pada Jumat pagi. Empat belas orang Amerika telah meninggal dari 250 kasus yang dikonfirmasi.
Korea Selatan, yang memiliki jumlah kasus tertinggi kedua di luar China, memiliki tingkat kematian sepersepuluh dari 6.593 kasus, yakni 42 orang telah meninggal: artinya o.6%.
Sementara variasi antar negara mungkin terdengar memprihatinkan, angka ini sangat tergantung pada berapa banyak orang yang dites positif atau tidaknya corona. Di negara-negara seperti Korea Selatan dan Cina, telah menguji ratusan ribu orang, angka kematian lebih rendah daripada di AS, yang hanya menguji kurang dari 2.000.
Mengingat bahwa wabah COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona, masih terus tumbuh dan berkembang, serta jumlah kasus dan jumlah kematian negara terus berubah, angka kematian negara tidak statis dan akan terus berfluktuasi.
Banyak ahli kesehatan memperkirakan bahwa tingkat kematian secara keseluruhan akan menurun ketika jumlah kasus meningkat dan jumlah pengujian meningkat. Korea Selatan, yang telah menguji lebih dari 140.000 orang, menawarkan bukti kuat untuk prediksi itu sejauh ini.

Mengapa pengujian lebih lanjut dapat menurunkan angka kematian?
Pengujian yang tersebar luas dapat berarti tingkat kematian yang lebih rendah karena mayoritas kasus coronavirus – sekitar 80% – dianggap ringan. Tetapi kasus-kasus yang diuji dan dilaporkan terlebih dahulu sering kali dengan gejala yang paling parah, karena orang-orang tersebut pergi ke rumah sakit. Kasus-kasus yang lebih ringan, di sisi lain, dapat dihitung atau dilaporkan nanti.
“Jika memang kami menemukan bahwa ada jauh lebih banyak kasus yang benar-benar dilaporkan, dan bahwa salah satu alasan utama untuk ini adalah bahwa kami tidak hanya mendeteksi kasus tanpa gejala atau gejala ringan atau sedang yang tidak mencari perawatan kesehatan, maka perkiraan kami untuk tingkat fatalitas kasus kemungkinan akan menurun,” Lauren Ancel Meyers, seorang ahli epidemiologi di University of Texas di Austin, sebelumnya mengatakan kepada Business Insider.
Kasus-kasus ringan, tambahnya, “mungkin tidak masuk ke radar lembaga kesehatan masyarakat”. Memang, di AS sejauh ini, banyak orang tanpa gejala parah belum pernah diuji karena ketersediaan tes yang terbatas.
Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan pada hari Selasa bahwa tingkat kematian global untuk coronavirus sekitar 3,4%.
Tingkat kematian suatu penyakit berbeda dari tingkat kematiannya – yang terakhir adalah jumlah kematian dari jumlah orang dalam populasi berisiko. Tingkat kematian bukanlah cerminan dari kemungkinan bahwa setiap orang akan mati jika terinfeksi.
Menurut Brett Giroir, asisten sekretaris untuk kesehatan di Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, perkiraan terbaik dari tingkat kematian keseluruhan untuk COVID-19 di AS adalah antara 0,1% dan 1%. (ARN)
Dibanding China, Prosentase Kematian Akibat Virus Corona di AS Tertinggi

Wahyu Sutono: Covid-19 “Bukan” Tentara Allah, Tamparan Keras Untuk Somad

Jakarta – Ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menyebut kalau Allah selalu membantu umat Islam meski kini telah banyak kehilangan kekuasaan, salah satunya dengan mengirim bala tentaranya yang gaib.
“Allah memang sayang pada umat ini. Umat kehilangan kekuasaan, umat kehilangan khalifah, umat kehilangan kesultanan, yang bisa hanya membaca Alquran dan berdzikir. Tapi Allah masih iba dan Allah tolong hambanya dengan banyak tentara,” kata UAS dalam ceramah tersebut.
Kemudian, pendakwah kelahiran 18 Mei 1977 itu menyebut virus corona sebagai salah satu tentara Allah yang dikirim untuk melindungi umat Islam Uighur yang hidup di Cina. Menurutnya, kaum muslim terlindung dari virus mematikan itu lantaran memiliki gaya hidup selaras dengan ajaran agama dan berbeda dengan penduduk kebanyakan.
Baca Juga:
Yusuf Muhammad: Saudi Stop Umrah, “Corona Tentara Allah” Terbantahkan
“Ada pula yang terakhir ini tentara Allah bernama corona. Orang yang berada di Uighur, tidak terkena virus ini. Banyak orang terheran-heran, apa sebab. Salah satunya karena mereka selalu berwudhu, salah satunya membasuh tangan,” kata dia.
Dan ulama asal Yaman Habib Ali Al-Jufri menyebutkan, wabah Virus Corona di China tidak ada hubungan dangan ajaran dan agama apapun di dunia ini.
Dan yang terbaru seperti diunggah oleh akun Facebook Wahyu Sutono yang mengutip cuitan dari akun twitter seorang pengacara dan ahli hukum Arab Saudi, Nayef Alu Mansi ikut menanggapi atau mengkritik perihal klaim para penceramah yang menyebut virus corona sebagai tentara Allah.
Hal itu disampaikannya melalui unggahan di akun Twitter resminya, @nayef_almnsi, pada hari Senin, tanggal 4 Maret 2020. Cuitan itu dibagikan ulang oleh Intelektual Nahdlatul Ulama (NU) Ulil Abshar Abdalla.
Baca Juga:
Cuitan Nayef Alu Mansi ditulis dalam bahasa Arab. Lalu, Ulil menerjemahkannya. Ia juga merasa pernyataan Nayef itu menarik.
“Twit seorang pengacara Saudi yang menarik. Terjemahannya: Tindakan sebagian penceramah agama untuk ‘menepuktangani’ virus corona seolah-olah sebagai tentara Allah untuk menghancurkan musuh-musuhnya, mencerminkan kebodohan mereka tentang agama dan dunia,” tulis Ulil
Memang sangatlah naif pernyataan tersebut, karena seolah Allah itu sangat kejam dengan mengirim virus corona untuk manusia di berbagai belahan dunia, termasuk ke Timur Tengah dan ke Indonesia hanya untuk menderita, bahkan hingga meninggal dunia.
Lalu bagaimana dengan pernyataan bila Covid-19 di Jakarta disebabkan oleh karena makan babi? Ya itu pun ngawur bin ngaco, kendati keluar dari sebuah lembaga resmi di Indonesia. Dan tak perlu lagi ada penjelasan ilmiah lagi, karena secara umum masyarakat luas sudah tahu asal usul Covid-19.
Mari ber-Islam yang cerdas dan bijaksana. Salam Islam yang rahmatan lil allamin. (ARN)

Tulisan Pedas Budi Setiawan: Sandiwara Corona

Jakarta – Akun Facebook Budi Setiawan dengan judul “Sandiwara Corona” membuat sebuah tulisan yang cukup pedas untuk menjawab kegaduhan virus Corona yang saat ini menghantuai dunia, khususnya Indonesia, berikut tulisannya:
Ini obrolan bebas soal Covid-19 yang tidak perlu dicari kebenarannya. Toh kebenaran itu jikapun ada sudah dipelintir sana sini.
Jadi begini, sebenarnya Indonesia itu bebas dari Covid-19. Hanya saja negara ini dipepet sana-sini sekaligus dinyinyirin. Mosok semua negara tetangga kena Corona, kok negara sampeyan bebas. Dah sakti atau emang gak mampu cari itu orang yang ngreges nggreges terus sesak nafasnya.
Baca Juga:
Melawan Virus Ketakutan Berita Coronavirus
Nyinyiran itu tambah nyaring ketika China kabarkan salah satu warganya kena Corona setelah liburan di Bali. Makin nyaring lagi waktu ada orang Jepang yang diumumkan kena Corona di Indonesia.
Sementara Om Scott Morrison, PM Australia cuap-cuap di radio bahwa kalau Indonesia bebas dari Corona ya memang itu kemampuan mereka mendeteksi virus tersebut cuma sampai segitu. Gak canggih.
Media international juga ngomporin opini dunia soal Corona di Indonesia. Mereka bandingkan Indonesia yang punya penduduk 250 juta cuma lakukan tes sekitar 350 saja. Bandingkan dengan Malaysia yang sampai 1000 dan Inggris bahkan sampai 10 ribu test.
Pemerintah kita akhirnya gak tahan juga dengan nyinyiran sejagat yang gak terima negeri ini bebas Corona. Wong Amrik yang super canggih aja kena kok situ enggak.
Cuma bagaimana caranya? Gak Ada kasus..
******
Eh kok ndilalah, ada dua perempuan Depok yang batuknya gak sembuh-sembuh mintak dengan suka rela di tes Corona. Inisiatif ibu-ibu cerdas itu datang Karena sohibnya orang Jepang didakwa kena Corona di Malaysia.
Baca Juga:
Nah tu rumah sakit tempat dimana dua ibu-ibu diperiksa, lapor dong ke Dinas kesehatan setempat. Si Dinas lapor ke pusat. Pusat lapor ke menteri. Menteri lapor ke Presiden. Presiden umumi: Sodara-sodara, sekarang kita punya dua orang yang confirm kena Corona.
******
Kontan sejagat melonjak. Nah bener kan tebakan gue. Indonesia kena juga kan.. Tinggal Afrika nih yang kita bakal nyinyirin supaya umumin ada Corona disana. Kira-kira demikian obrolan sadis mereka.
Dan didalam negeri, pengumuman itu memicu paduan kelucuan dan ketololan.
MUI misalnya makin tol** Karena bilang Corona masuk Indonesia akibat ada yang makan babi. Padahal di Saudi yang kena Corona Muslim yang gak pernah makan babi. Jadi dimana juntrungannya Corona yang kata Somad itu adalah tentara Allah? Kok tentara Allah kelakuannya kayak dewa mabok kecubung.
Baca Juga:
Dan kita terhibur dengan ketololan Serta aneka kelucuan lain akibat banyak orang mabok Corona.
Diantara keriuhan, makin muncul spekulasi bahwa dua ibu yang sekarang diisolasi itu nampaknya hanya dijadikan pajangan saja.
Bahwa ya memang Indonesia ada dua orang yang positif kena Corona. Tapi karena sistem kita canggih, dua ibu itu pulih. Jadi Kita lebih hebat dari negara-negara tetangga, termasuk Australi Dan Amrik sekalipun.
Itu pesan yang nampaknya ingin disampaikan.
******
Sementara dua ibu yang diisolasi bingung dan stress.
Mungkin mereka berkata kayak gini:
” Serious nih gua kena Corona? Kok kayak meriang dan batuk biasa aja?
“Dan eh.. banyak bener yang manfaatin Gua. Dari mulai gabener genting media online yang kelakuan buat beritanya makin dobol sampai penimbun masker yang sekarang dikejar-kejar polisi”.
****
Kalo gua Ada disamping mereka, jawaban gua gini: Emak-emak sekalian sebenarnya pahlawan tanpa tanda sakit loh.
Anda digeret ke Sulianti Saroso tanpa tahu sebabnya dan baru tahu kalok anda kena Corona setelah pak Presiden umumkan sakit you berdua. Yang membuat negara kita senasib dan sepenanggungan dengan penderitaan sejagat.
Saya percaya Corona ibu cuma sekedar untuk itu. Ibu kena Corona atau gak, ekonomi kita dipastikan terpukul oleh kungfu Wuhan kok. Prediksinya, ekonomi kita tahun ini anjlok sampai 4,7 persen dari target 5,2.
Jadi gak ada gunanya bilang jujur bahwa Indonesia bebas Corona. Akibatnya, kita celupin deh kaki kita biar sama-sama basah. Karena ibu, Amrik jatuh kesian sama kita. Kita gak lagi dibilang negara kaya buk. Masih miskin jadi fasilitas GSP yang nilainya milyaran dolar bakal tetep dikasih ke kita. Jadi ibu sebenarnya pahlawan.
*****
Gak hanya itu buk.
Percaya deh bu sama saya.
Ketika ibu sembuh, banyak yang tepuk dada bahwa ibuk sembuh karena sistem penangkalan dan penanggulangan Corona Indonesia sangat efektif dan standardnya kelas dunia.
Liat aja deh buk.
Nanti kalo media tanya dengan kata kata tolol standard mereka:
Bagaimana perasaan ibu ketika diisolasi?
Tolong jawab begini:
Sungguh menyenangkan.
Menyaksikan betapa sandiwara, kelucuan ketololan,kebohongan dipertontonkan secara telanjang oleh banyak orang dari berbagai lapisan. (ARN)
Tulisan Pedas Budi Setiawan: Sandiwara CoronaTulisan Pedas Budi Setiawan: Sandiwara Corona

WHO: Iran Lakukan yang Terbaik dalam Perang Melawan Corona Meski Ada Sanksi AS

Jenewa  Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Republik Islam Iran melakukan yang terbaik dalam memerangi virus corona baru meskipun kurangnya peralatan dan fasilitas yang memadai, terutama disebabkan oleh sanksi AS.
“Kami tahu Iran melakukan yang terbaik, sebisa mungkin … itulah yang saya hargai,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus pada konferensi pers di kantor pusat organisasi di Jenewa, Swiss, Presstv melaporkan pada hari Kamis (12/20/2020).
Baca Juga:
“Mereka membutuhkan banyak persediaan, dan … kami telah berusaha mendukung sebanyak yang kami bisa, tetapi masih ada kekurangan,” tambahnya.“Kami berusaha mengerahkan lebih banyak dukungan untuk Iran,” kata Adhanom.
Pernyataan kepala WHO itu dikeluarkan beberapa jam setelah Kementerian Luar Negeri Iran mengecam Amerika Serikat karena menghalangi masuknya bahan makanan dan obat-obatan ke Iran, karena sanksi yang tidak sah.
Ditanya tentang dampak sanksi AS terhadap perang Iran melawan virus, juru bicara Kementerian Luar Negeri Abbas Mousavi mengatakan pada hari Rabu, “Sanksi Amerika yang menindas dan ilegal, yang [telah dikenakan pada Iran] dalam rangka kampanye ‘tekanan maksimum’, telah mempengaruhi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di Iran”.
“Meskipun obat-obatan dan peralatan medis harus dibebaskan dari sanksi … jalannya transaksi yang relevan telah diblokir,” katanya kepada perwakilan media melalui tautan video pada hari Rabu. “Namun, mereka dengan berani mengklaim bahwa obat-obatan dan bahan makanan tidak dikenakan sanksi,” tambah pejabat itu.
Baca Juga:
Kementerian Luar Negeri mengatakan AS telah memblokir masuknya makanan dan obat-obatan ke Iran di tengah wabah virus korona baru, tetapi tanpa malu-malu membantahnya.
Epidemi COVID-19 di Iran sejauh ini telah menewaskan 354 orang dan menginfeksi 9.000 lainnya. Sekitar 2.959 orang juga telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit berkat upaya staf medis negara itu.
Virus ini juga telah menginfeksi beberapa pejabat Iran, termasuk beberapa anggota parlemen dan anggota kabinet. (ARN)

Re-post by MigoBerita / Jum'at/13032020/10.17Wita/Bjm
Penulis Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor Sari Hardiyanto KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan Iran mengumumkan bahwa pengujian obat virus corona pada pasien dengan kasus parah telah menunjukkan hasil positif. Dikutip dari Teheran Times, obat imunomodulator yang disebut "Actemra" yang diujikan pasien di rumah sakit Isfahan tersebut mampu meredakan sebagian gejala pada pasien. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpur pada Rabu (11/3/2020). Pada uji coba pertama, mereka mendapati gejala virus telah menurun dalam waktu 48 jam setelah mengonsumsi Actemra. Kendati demikian, Jahanpour menyebut terlalu dini untuk membuat kesimpulan. Selama beberapa hari mendatang, uji coba akan terus dilanjutkan pada pasien lain dengan diagnosis dokter. Baca juga: Cegah Penyebaran Corona, Korea Utara Akan Tembak Warga China yang Melanggar Perbatasan Daftar obat nasional Jika obat itu benar-benar efektif, maka pemerintah berencana akan memasukkannya ke dalam daftar obat nasional. Menurut Jahanpur, obat yang sama juga telah menunjukkan hasil positif pada beberapa kasus virus corona dengan gejala parah di China. Ia juga membahas dua obat biosimiliar lain yang diproduksi Iran, yaitu interferon alfa dan interferon beta. Akan tetapi, dua obat itu masih membutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai kefektifannya. Pada Kamis (12/3/2020), Iran melaporkan 75 kematian baru akibat virus corona dalam 24 jam terakhir, sehingga total kasus kematian menjadi 429. "Kami telah mengidentifikasi 1.075 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Artinya, ada 10.075 orang yang terinfeksi di negeri ini. Korban meninggal mencapai 429," kata Jahanpur kepada televisi pemerintah, dilansir dari Reuters (13/2/2020). Baca juga: 4 Hal yang Perlu Diketahui soal Penguncian Nasional di Italia akibat Virus Corona Meminta dana darurat Iran juga telah meminta dana darurat sebesar 5 miliar dollar AS kepada IMF guna memerangi wabah tersebut. Virus corona di Iran telah menginfeksi sejumlah pejabat senior, politisi, ulama, dan anggota Pengawal Revolusi di Iran. Kantor berita semi resmi Iran Tasnim melaporkan Ali Akbar Velayati, seorang penasihat Ayatollah Ali Khamenei juga terinfeksi virus corona. Setidaknya tujuh pejabat dan politisi telah tewas sejak 19 Februari, ketika Iran mengumumkan infeksi pertama dan dua kematian akibat virus. Meski tengah menginfeksi lebih dari 10.000 ribu warganya, Iran sejauh ini belum menerapkan penguncian kota. Pemerintah hanya menutup sekolah dan universitas, menangguhkan acara keagamaan dan olahraga di seluruh negeri untuk menahan laju virus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Iran Klaim Temukan Obat Virus Corona, Mampu Turunkan Gejala dalam 48 Jam", https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/13/082200065/iran-klaim-temukan-obat-virus-corona-mampu-turunkan-gejala-dalam-48-jam?page=all#page3.
Penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh
Editor : Sari Hardiyanto
Meminta dana darurat Iran juga telah meminta dana darurat sebesar 5 miliar dollar AS kepada IMF guna memerangi wabah tersebut. Virus corona di Iran telah menginfeksi sejumlah pejabat senior, politisi, ulama, dan anggota Pengawal Revolusi di Iran. Kantor berita semi resmi Iran Tasnim melaporkan Ali Akbar Velayati, seorang penasihat Ayatollah Ali Khamenei juga terinfeksi virus corona. Setidaknya tujuh pejabat dan politisi telah tewas sejak 19 Februari, ketika Iran mengumumkan infeksi pertama dan dua kematian akibat virus. Meski tengah menginfeksi lebih dari 10.000 ribu warganya, Iran sejauh ini belum menerapkan penguncian kota. Pemerintah hanya menutup sekolah dan universitas, menangguhkan acara keagamaan dan olahraga di seluruh negeri untuk menahan laju virus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Iran Klaim Temukan Obat Virus Corona, Mampu Turunkan Gejala dalam 48 Jam", https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/13/082200065/iran-klaim-temukan-obat-virus-corona-mampu-turunkan-gejala-dalam-48-jam?page=all#page3.
Penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh
Editor : Sari Hardiyanto
KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan Iran mengumumkan bahwa pengujian obat virus corona pada pasien dengan kasus parah telah menunjukkan hasil positif. Dikutip dari Teheran Times, obat imunomodulator yang disebut "Actemra" yang diujikan pasien di rumah sakit Isfahan tersebut mampu meredakan sebagian gejala pada pasien. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpur pada Rabu (11/3/2020). Pada uji coba pertama, mereka mendapati gejala virus telah menurun dalam waktu 48 jam setelah mengonsumsi Actemra. Kendati demikian, Jahanpour menyebut terlalu dini untuk membuat kesimpulan. Selama beberapa hari mendatang, uji coba akan terus dilanjutkan pada pasien lain dengan diagnosis dokter. Baca juga: Cegah Penyebaran Corona, Korea Utara Akan Tembak Warga China yang Melanggar Perbatasan Daftar obat nasional Jika obat itu benar-benar efektif, maka pemerintah berencana akan memasukkannya ke dalam daftar obat nasional. Menurut Jahanpur, obat yang sama juga telah menunjukkan hasil positif pada beberapa kasus virus corona dengan gejala parah di China. Ia juga membahas dua obat biosimiliar lain yang diproduksi Iran, yaitu interferon alfa dan interferon beta. Akan tetapi, dua obat itu masih membutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai kefektifannya. Pada Kamis (12/3/2020), Iran melaporkan 75 kematian baru akibat virus corona dalam 24 jam terakhir, sehingga total kasus kematian menjadi 429. "Kami telah mengidentifikasi 1.075 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Artinya, ada 10.075 orang yang terinfeksi di negeri ini. Korban meninggal mencapai 429," kata Jahanpur kepada televisi pemerintah, dilansir dari Reuters (13/2/2020). Baca juga: 4 Hal yang Perlu Diketahui soal Penguncian Nasional di Italia akibat Virus Corona Meminta dana darurat Iran juga telah meminta dana darurat sebesar 5 miliar dollar AS kepada IMF guna memerangi wabah tersebut. Virus corona di Iran telah menginfeksi sejumlah pejabat senior, politisi, ulama, dan anggota Pengawal Revolusi di Iran. Kantor berita semi resmi Iran Tasnim melaporkan Ali Akbar Velayati, seorang penasihat Ayatollah Ali Khamenei juga terinfeksi virus corona. Setidaknya tujuh pejabat dan politisi telah tewas sejak 19 Februari, ketika Iran mengumumkan infeksi pertama dan dua kematian akibat virus. Meski tengah menginfeksi lebih dari 10.000 ribu warganya, Iran sejauh ini belum menerapkan penguncian kota. Pemerintah hanya menutup sekolah dan universitas, menangguhkan acara keagamaan dan olahraga di seluruh negeri untuk menahan laju virus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Iran Klaim Temukan Obat Virus Corona, Mampu Turunkan Gejala dalam 48 Jam", https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/13/082200065/iran-klaim-temukan-obat-virus-corona-mampu-turunkan-gejala-dalam-48-jam?page=all#page3.
Penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh
Editor : Sari Hardiyanto
KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan Iran mengumumkan bahwa pengujian obat virus corona pada pasien dengan kasus parah telah menunjukkan hasil positif. Dikutip dari Teheran Times, obat imunomodulator yang disebut "Actemra" yang diujikan pasien di rumah sakit Isfahan tersebut mampu meredakan sebagian gejala pada pasien. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpur pada Rabu (11/3/2020). Pada uji coba pertama, mereka mendapati gejala virus telah menurun dalam waktu 48 jam setelah mengonsumsi Actemra. Kendati demikian, Jahanpour menyebut terlalu dini untuk membuat kesimpulan. Selama beberapa hari mendatang, uji coba akan terus dilanjutkan pada pasien lain dengan diagnosis dokter. Baca juga: Cegah Penyebaran Corona, Korea Utara Akan Tembak Warga China yang Melanggar Perbatasan Daftar obat nasional Jika obat itu benar-benar efektif, maka pemerintah berencana akan memasukkannya ke dalam daftar obat nasional. Menurut Jahanpur, obat yang sama juga telah menunjukkan hasil positif pada beberapa kasus virus corona dengan gejala parah di China. Ia juga membahas dua obat biosimiliar lain yang diproduksi Iran, yaitu interferon alfa dan interferon beta. Akan tetapi, dua obat itu masih membutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai kefektifannya. Pada Kamis (12/3/2020), Iran melaporkan 75 kematian baru akibat virus corona dalam 24 jam terakhir, sehingga total kasus kematian menjadi 429. "Kami telah mengidentifikasi 1.075 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Artinya, ada 10.075 orang yang terinfeksi di negeri ini. Korban meninggal mencapai 429," kata Jahanpur kepada televisi pemerintah, dilansir dari Reuters (13/2/2020). Baca juga: 4 Hal yang Perlu Diketahui soal Penguncian Nasional di Italia akibat Virus Corona Meminta dana darurat Iran juga telah meminta dana darurat sebesar 5 miliar dollar AS kepada IMF guna memerangi wabah tersebut. Virus corona di Iran telah menginfeksi sejumlah pejabat senior, politisi, ulama, dan anggota Pengawal Revolusi di Iran. Kantor berita semi resmi Iran Tasnim melaporkan Ali Akbar Velayati, seorang penasihat Ayatollah Ali Khamenei juga terinfeksi virus corona. Setidaknya tujuh pejabat dan politisi telah tewas sejak 19 Februari, ketika Iran mengumumkan infeksi pertama dan dua kematian akibat virus. Meski tengah menginfeksi lebih dari 10.000 ribu warganya, Iran sejauh ini belum menerapkan penguncian kota. Pemerintah hanya menutup sekolah dan universitas, menangguhkan acara keagamaan dan olahraga di seluruh negeri untuk menahan laju virus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Iran Klaim Temukan Obat Virus Corona, Mampu Turunkan Gejala dalam 48 Jam", https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/13/082200065/iran-klaim-temukan-obat-virus-corona-mampu-turunkan-gejala-dalam-48-jam?page=all#page3.
Penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh
Editor : Sari Hardiyanto
Penulis Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor Sari Hardiyanto KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan Iran mengumumkan bahwa pengujian obat virus corona pada pasien dengan kasus parah telah menunjukkan hasil positif. Dikutip dari Teheran Times, obat imunomodulator yang disebut "Actemra" yang diujikan pasien di rumah sakit Isfahan tersebut mampu meredakan sebagian gejala pada pasien. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpur pada Rabu (11/3/2020). Pada uji coba pertama, mereka mendapati gejala virus telah menurun dalam waktu 48 jam setelah mengonsumsi Actemra. Kendati demikian, Jahanpour menyebut terlalu dini untuk membuat kesimpulan. Selama beberapa hari mendatang, uji coba akan terus dilanjutkan pada pasien lain dengan diagnosis dokter. Baca juga: Cegah Penyebaran Corona, Korea Utara Akan Tembak Warga China yang Melanggar Perbatasan Daftar obat nasional Jika obat itu benar-benar efektif, maka pemerintah berencana akan memasukkannya ke dalam daftar obat nasional. Menurut Jahanpur, obat yang sama juga telah menunjukkan hasil positif pada beberapa kasus virus corona dengan gejala parah di China. Ia juga membahas dua obat biosimiliar lain yang diproduksi Iran, yaitu interferon alfa dan interferon beta. Akan tetapi, dua obat itu masih membutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai kefektifannya. Pada Kamis (12/3/2020), Iran melaporkan 75 kematian baru akibat virus corona dalam 24 jam terakhir, sehingga total kasus kematian menjadi 429. "Kami telah mengidentifikasi 1.075 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Artinya, ada 10.075 orang yang terinfeksi di negeri ini. Korban meninggal mencapai 429," kata Jahanpur kepada televisi pemerintah, dilansir dari Reuters (13/2/2020). Baca juga: 4 Hal yang Perlu Diketahui soal Penguncian Nasional di Italia akibat Virus Corona Meminta dana darurat Iran juga telah meminta dana darurat sebesar 5 miliar dollar AS kepada IMF guna memerangi wabah tersebut. Virus corona di Iran telah menginfeksi sejumlah pejabat senior, politisi, ulama, dan anggota Pengawal Revolusi di Iran. Kantor berita semi resmi Iran Tasnim melaporkan Ali Akbar Velayati, seorang penasihat Ayatollah Ali Khamenei juga terinfeksi virus corona. Setidaknya tujuh pejabat dan politisi telah tewas sejak 19 Februari, ketika Iran mengumumkan infeksi pertama dan dua kematian akibat virus. Meski tengah menginfeksi lebih dari 10.000 ribu warganya, Iran sejauh ini belum menerapkan penguncian kota. Pemerintah hanya menutup sekolah dan universitas, menangguhkan acara keagamaan dan olahraga di seluruh negeri untuk menahan laju virus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Iran Klaim Temukan Obat Virus Corona, Mampu Turunkan Gejala dalam 48 Jam", https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/13/082200065/iran-klaim-temukan-obat-virus-corona-mampu-turunkan-gejala-dalam-48-jam?page=all#page3.
Penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh
Editor : Sari Hardiyanto
Penulis Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor Sari Hardiyanto KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan Iran mengumumkan bahwa pengujian obat virus corona pada pasien dengan kasus parah telah menunjukkan hasil positif. Dikutip dari Teheran Times, obat imunomodulator yang disebut "Actemra" yang diujikan pasien di rumah sakit Isfahan tersebut mampu meredakan sebagian gejala pada pasien. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpur pada Rabu (11/3/2020). Pada uji coba pertama, mereka mendapati gejala virus telah menurun dalam waktu 48 jam setelah mengonsumsi Actemra. Kendati demikian, Jahanpour menyebut terlalu dini untuk membuat kesimpulan. Selama beberapa hari mendatang, uji coba akan terus dilanjutkan pada pasien lain dengan diagnosis dokter. Baca juga: Cegah Penyebaran Corona, Korea Utara Akan Tembak Warga China yang Melanggar Perbatasan Daftar obat nasional Jika obat itu benar-benar efektif, maka pemerintah berencana akan memasukkannya ke dalam daftar obat nasional. Menurut Jahanpur, obat yang sama juga telah menunjukkan hasil positif pada beberapa kasus virus corona dengan gejala parah di China. Ia juga membahas dua obat biosimiliar lain yang diproduksi Iran, yaitu interferon alfa dan interferon beta. Akan tetapi, dua obat itu masih membutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai kefektifannya. Pada Kamis (12/3/2020), Iran melaporkan 75 kematian baru akibat virus corona dalam 24 jam terakhir, sehingga total kasus kematian menjadi 429. "Kami telah mengidentifikasi 1.075 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Artinya, ada 10.075 orang yang terinfeksi di negeri ini. Korban meninggal mencapai 429," kata Jahanpur kepada televisi pemerintah, dilansir dari Reuters (13/2/2020). Baca juga: 4 Hal yang Perlu Diketahui soal Penguncian Nasional di Italia akibat Virus Corona Meminta dana darurat Iran juga telah meminta dana darurat sebesar 5 miliar dollar AS kepada IMF guna memerangi wabah tersebut. Virus corona di Iran telah menginfeksi sejumlah pejabat senior, politisi, ulama, dan anggota Pengawal Revolusi di Iran. Kantor berita semi resmi Iran Tasnim melaporkan Ali Akbar Velayati, seorang penasihat Ayatollah Ali Khamenei juga terinfeksi virus corona. Setidaknya tujuh pejabat dan politisi telah tewas sejak 19 Februari, ketika Iran mengumumkan infeksi pertama dan dua kematian akibat virus. Meski tengah menginfeksi lebih dari 10.000 ribu warganya, Iran sejauh ini belum menerapkan penguncian kota. Pemerintah hanya menutup sekolah dan universitas, menangguhkan acara keagamaan dan olahraga di seluruh negeri untuk menahan laju virus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Iran Klaim Temukan Obat Virus Corona, Mampu Turunkan Gejala dalam 48 Jam", https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/13/082200065/iran-klaim-temukan-obat-virus-corona-mampu-turunkan-gejala-dalam-48-jam?page=all#page3.
Penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh
Editor : Sari Hardiyanto
Penulis Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor Sari Hardiyanto KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan Iran mengumumkan bahwa pengujian obat virus corona pada pasien dengan kasus parah telah menunjukkan hasil positif. Dikutip dari Teheran Times, obat imunomodulator yang disebut "Actemra" yang diujikan pasien di rumah sakit Isfahan tersebut mampu meredakan sebagian gejala pada pasien. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpur pada Rabu (11/3/2020). Pada uji coba pertama, mereka mendapati gejala virus telah menurun dalam waktu 48 jam setelah mengonsumsi Actemra. Kendati demikian, Jahanpour menyebut terlalu dini untuk membuat kesimpulan. Selama beberapa hari mendatang, uji coba akan terus dilanjutkan pada pasien lain dengan diagnosis dokter. Baca juga: Cegah Penyebaran Corona, Korea Utara Akan Tembak Warga China yang Melanggar Perbatasan Daftar obat nasional Jika obat itu benar-benar efektif, maka pemerintah berencana akan memasukkannya ke dalam daftar obat nasional. Menurut Jahanpur, obat yang sama juga telah menunjukkan hasil positif pada beberapa kasus virus corona dengan gejala parah di China. Ia juga membahas dua obat biosimiliar lain yang diproduksi Iran, yaitu interferon alfa dan interferon beta. Akan tetapi, dua obat itu masih membutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai kefektifannya. Pada Kamis (12/3/2020), Iran melaporkan 75 kematian baru akibat virus corona dalam 24 jam terakhir, sehingga total kasus kematian menjadi 429. "Kami telah mengidentifikasi 1.075 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Artinya, ada 10.075 orang yang terinfeksi di negeri ini. Korban meninggal mencapai 429," kata Jahanpur kepada televisi pemerintah, dilansir dari Reuters (13/2/2020). Baca juga: 4 Hal yang Perlu Diketahui soal Penguncian Nasional di Italia akibat Virus Corona Meminta dana darurat Iran juga telah meminta dana darurat sebesar 5 miliar dollar AS kepada IMF guna memerangi wabah tersebut. Virus corona di Iran telah menginfeksi sejumlah pejabat senior, politisi, ulama, dan anggota Pengawal Revolusi di Iran. Kantor berita semi resmi Iran Tasnim melaporkan Ali Akbar Velayati, seorang penasihat Ayatollah Ali Khamenei juga terinfeksi virus corona. Setidaknya tujuh pejabat dan politisi telah tewas sejak 19 Februari, ketika Iran mengumumkan infeksi pertama dan dua kematian akibat virus. Meski tengah menginfeksi lebih dari 10.000 ribu warganya, Iran sejauh ini belum menerapkan penguncian kota. Pemerintah hanya menutup sekolah dan universitas, menangguhkan acara keagamaan dan olahraga di seluruh negeri untuk menahan laju virus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Iran Klaim Temukan Obat Virus Corona, Mampu Turunkan Gejala dalam 48 Jam", https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/13/082200065/iran-klaim-temukan-obat-virus-corona-mampu-turunkan-gejala-dalam-48-jam?page=all#page3.
Penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh
Editor : Sari Hardiyanto

HEBOH Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad ?? Siapakah sebenarnya beliau ??!!


MigoBerita- Banjarmasin - Tepat dihari Kamis (Malam Jum'at) tanggal 12 Maret 2020, kembali Ustadz "Kontroversial" Dr.Abdul Somad, Lc, MA diundang oleh Pemko Banjarbaru untuk memeriahkan hari jadi kota Banjarbaru, sepertinya Pemko Banjarbaru tahu benar agar SAMAR (Tidak berkesan Kontroversial), merekapun mendatangkan Guru Zuhdi yang cukup terkenal di Banjarmasin dan sekitarnya.
Tapi tahukah Anda siapa sebenarnya Ustadz Abdul Somad ini, karena selain terkenal di Youtube (di dunia maya), beliau ini juga selalu wara-wiri di TV Lokal semisal TV One. Bahkan beliau selalu dikaitkan dengan Ormas Terlarang HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang mengusung Konsep KHILAFAH. Dan benarkah kegiatan Ustadz Abdul Somad dimanapun selalu dihadiri para Pengikut HTI yang sudah "Tak Teridentifikasi". Agar Pembaca Migo Berita tidak penasaran, mungkin ada baiknya membaca link berita dan artikel yang kami re-post kembali di media ini.
Sehingga kedepannya kita bisa memahami, mana yang sebenarnya betul-betul Ustadz, mana ustadz yang di "Manfaatkan", mana ustadz yang Istiqomah, mana Ustadz "jadi-jadian", mana ustadz yang langsung "Menghakimi" dan mana ustadz yang ber "Tabayun" (cek dan Ricek), mana Ustadz yang suka "Marah-marah" dan Mana Ustadz yang selalu "Ramah-Tamah"... InsyaAllah.
Selamat Membaca ^_^

GP Ansor : Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad Bukti HTI Masih Berkeliaran

Nusantara  SENIN, 30 JULI 2018 , 17:57:00 WIB | LAPORAN: PARWITO
RMOLJateng. Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyaksikan secara nyata setelah dibubarkannya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) namun pentolan HTI masih mencari celah untuk mencari simpati massa.
Salah satunya dengan kegiatan atas nama agama dengan menghadirkan Ustadz Abdul Somad (UAS) yang digelar di sejumlah tempat di Kota Semarang dan Jawa Tengah.

Pentolan HTI masih berkeliaran bebas berjualan agama untuk penegakan khilafah dan mengganti Pancasila,” tegas Ketua GP Ansor Jawa Tengah, H Sholahudin Aly, di Halaman Mapolrestabes Semarang, Senin (30/7).

Ansor menilai bahwa UAS hanya dijadikan domplengan belaka. Inti dari gerakan eks-HTI masih seperti pola lama, yakni dengan menggunakan kajian agama dan mencatut nama-nama ulama ahlussunnah wal jama’ah.
Banyak Kiai yang dicatut di pamflet untuk menarik massa dan nyatanya pentolan HTI manfaatkan untuk kepentingan politiknya,” kata Gus Sholah bersama 1.000 anggota Ansor dan Banser di Mapoltestabes.
Ansor dan Banser tidak akan memberikan ruang pada eks-HTI untuk bergerak bebas merongrong NKRI,” sambung mantan Ketua Korcab Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah ini.

Menurutnya, gerakan HTI sangat berbahaya dari sisi agama dan negara. Gerakan agama HTI sudah memecahbelah umat Islam karena mereka minoritas tapi seakan memegang kebenaran beragama. Dari segi ketatanegaraan, HTI jelas mau mendirikan negara agama di Indonesia.
GP Ansor tidak tinggal diam, maka selama dua hari berturut-turut, GP Ansor dan Ormas lainnya bersama Polri berdiskusi matang soal gerakan HTI.
Alhamdulillah kekuatan GP Ansor se-Jawa Tengah kompak dan yang dihadirkan di Kota Semarang sekitar 1.000 Ansor dan Banser,” katanya.

Ansor sangat berterima kasih pada Polri yang terbuka menerima kehadiran Ansor siang hingga dini hari mencegah gerakan eks-HTI.
Tantang bangsa Indonesia, lanjutnya, cukup berat. Selain mempertahankan kemerdekaan juga menjaga agar ideologi Pancasila dan UUD 1945 tidak diganti.
Ansor mengingatkan Polri agar konsolidasi eks-HTI tidak terjadi dan kita ingin agar Polisi mewaspadai semua potensi ancaman negara itu,” tandasnya.

Setelah dicapai titik kesepahaman, maka Ansor menyampaikan tiga point penting didampingi oleh Wakapolrestabes Semarang AKBP Enrico Sugiharto Silalahi.
Di depan lima ratusan anggota Ansor dan Banser yang masih setia bertahan di Mapolrestabes, Enrico menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ansor yang telah memberikan masukan pada Polisi. Selama kegiatan diskusi di Mapolrestabes juga berjalan dengan lancar.
Berikut pernyataan resmi GP Ansor yang dibaca di depan Mapolrestabes Semarang oleh Gus Sholah didampingi Wakapolrestabes Semarang :
Gerakan Pemuda Ansor melihat bahwa kegiatan Ustadz Abdus Shomad di Semarang dijadikan momentum eks-Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk konsolidasi.
Atas dasar itulah kami bergerak dan berharap itu tidak terjadi. Terkait dengan hal itu, kami bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyepakati:


1.       GP Ansor meminta kepada Polri secara tegas dan ekstra untuk memonitor roadshow Ustadz Abdul Somad dan mencegah terjadinya konsolidasi eks-HTI, tidak boleh ada atribut, kampanye, yel-yel, bendera dan lain sebagainya yang berkaitan dengan HTI.
2.       GP Ansor meminta kepada Polri untuk memastikan bahwa dalam kegiatan tersebut ada bendera merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
3.       GP Ansor tetap berkomitmen menjaga kondusifitas daerah dari berbagai ideologi yang merongrong keutuhan NKRI.
[jie]
GP Ansor : Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad Bukti HTI Masih Berkeliaran
Sumber Berita : http://www.rmoljateng.com/read/2018/07/30/9168/GP-Ansor-:-Tabligh-Akbar-Ustadz-Abdul-Somad-Bukti-HTI-Masih-Berkeliaran-

Tablig Akbar di Murjani, Wali Kota Nadjmi Adhani : UAS Dua Kali Tausiah di Banjarbaru


BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU-Ustadz Abdul Somad alias UAS datang ke Banjarbaru untuk menyampaikan tausiah sudah yang kedua kalinya.
Pada tablig akbar 2020 ini merupakan untuk kedua kalinya UAS datang ke Banjarbaru untuk menyampaikan tausiahnya. Pada 2019 lalu, dalam rangkaian yang sama, UAS juga hadir di Banjarbaru.
Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani mengucapkan terimakasih kepada Ustadz Abdul Somad yang bersedia hadir kembali pada kegiatan tablik akbar di Kota Banjarbaru.
"Kedatangan beliau merupakan kedua kalinya di Kota Banjarbaru," katanya dihadapan para ribuan jemaah.
H Nadjmi Adhani mengajak kepada semua jemaah yang hadir untuk sama-sama berdoa untuk kota Banjarbaru semakin baik lagi.
"Semoga dengan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di Banjarbaru ini, menurunkan berkah untuk Kota Banjarbaru. Semoga semua hajat kita yang hadir pada tausiah ini, dikabulkan oleh Allah SWT," harapnya. (banjarmasinpost.co.id/aprianto)
Foto Rian. Suasana UAS saat tausiah
Tablig Akbar di Murjani, Wali Kota Nadjmi Adhani : UAS Dua Kali Tausiah di Banjarbaru
banjarmasinpost.co.id/kaspul anwar
Ustadz Abdul Somad saat bertausiah dalam tablig akbar di Murjani Banjarbaru.
Sumber Berita : https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/03/12/tablig-akbar-di-murjani-wali-kota-nadjmi-adhani-uas-dua-kali-tausiah-di-banjarbaru

Hei Banser, Nih Klarifikasi Ustadz Abdul Soal HTI, Maunya Apa?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dai kondang Ustadz Abdul Somad angkat suara terkait permintaan sejumlah pihak agar ulama yang akrab disapa UAS itu melaporkan dugaan intimidasi dan ancaman terhadap dirinya ke polisi.
UAS menyebut pelaporan ke polisi tidak menyelesaikan masalah. Terlebih dia pernah mendapatkan pengalaman buruk ketika melaporkan kasus persekusi yang dialaminya di Bali pada awal tahun 2018 lalu. Laporan itu hingga kini belum selesai.
“Laporan (persekusi) Bali saja tak selesai sampai sekarang, lebih baik melapor kepada Allah Taala. Salat, lapor,” ucap UAS dalam acara talk show di TV One.
UAS juga mengklarifikasi tudingan Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang menyebut dosen UIN Sultan Syarif Kasim Riau itu memiliki keterkaitan dengan Hizbut Tharir Indonesia (HTI) sejak 2013.
UAS mengaku sudah berulangkali membuat klarifikasi bahwa dia bukan anggota HTI. Namun sampai sekarang masih tetap dituduh sebagai anggota ormas terlarang tersebut.
“Bolak-balik isu Hizbut Tahrir dari dulu, sudah berapa kali diklarifikasi. Saya bukan anggota Hizbut Tahrir. Saya pendakwah bebas yang diundang oleh Hizbut Tahrir dalam acara besar mereka dan undangannya umum,” imbuhnya.
UAS mengaku heran dengan ormas tertentu yang sering menolak ceramahnya di sejumlah daerah. Padahal, Indonesia adalah negara hukum.
“Kalau saya melanggar aturan agama, kita punya Majelis Ulama Indonesia, panggil, sidang. Saya siap datang ke kantor MUI. Kalau saya melanggar secara hukum, itu domain polisi. Kita negara hukum. Jadi jangan dihakimi,” katanya.
Selain membuat klarifikasi melalui pernyataan resmi, UAS juga sudah menunjukkan bukti-bukti bahwa dia setia pada Pancasila dan NKRI. Namun tuduhan bahwa dia anggota HTI seperti tak ada habisnya.
“Sudah diklarifikasi lewat upacara bendera, diklarifikasi lewat video kita di dalam hutan mengajar anak-anak, gak juga. Ini orang mau apa?,” pungkas UAS.
Sebelumnya, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyatakan Banser tak melarang Ustaz Abdul Somad (UAS) ceramah. Namun pihaknya menemukan keterkaitan UAS dengan Hizbut Tharir Indonesia (HTI) sejak 2013.
“Sudah sejak 2013 kami temukan ada keterkaitan UAS dengan HTI,” kata Yaqut, seperti dilansir CNN, Selasa (4/9).
Yaqut mengatakan, pihaknya menemukan keterkaitan UAS dengan HTI. Hal itu diketahui melalui isi ceramah yang disampaikan oleh UAS.
Menurut Yaqut, beberapa ceramah UAS berisi ajakan jemaah berbaiat kepada khilafah. Bahkan menuding Nabi Muhammad SAW tak mampu menciptakan suasana yang rahmatan lil alamin. Hal tersebut bahkan bisa ditemukan melalui jejak digital yang ditinggalkan oleh UAS di akun media sosial pribadinya.
“Dia pernah ajak berbaiat kepada khilafah, melakukan fitnah di media sosial, menyebut kalau Nabi Muhammad tidak mampu wujudkan Islam yang rahmatan lil alamin. Cari saja ceramahnya di Youtube, ceramah dia banyak yang isinya begitu,” lanjutnya.
Yaqut Cholil
Yaqut Cholil

Yaqut membantah terkait informasi yang menyebar tentang larangan UAS berceramah di Jepara. Dia menyatakan pihaknya tak pernah melarang.
Hanya saja keadaannya saat itu Anshor mengirim surat kepada kepolisian untuk meninjau ulang kegiatan ceramah yang dilakukan UAS tersebut.
Sebab berbarengan dengan kegiatan itu, pihaknya menemukan banyak bendera serta simbol-simbol HTI di Jepara.
“Tak pernah melarang, silakan kalau mau ceramah. Kami hanya minta polisi tinjau ulang isi ceramahnya karena saat dia mau ceramah, kok banyak muncul simbol-simbol HTI,” kata dia.
Beberapa pihak menilai isi ceramah UAS sudah mengarah pada Pancasila dan NKRI. Namun Yaqut minta pihak yang menyebut hal itu agar melihat semua isi ceramah UAS.
Sebab menurutnya, beberapa kali pihaknya masih menemukan isi ceramah UAS tak berpihak pada NKRI.
“Kata pejabat di MPR dia sudah lebih Pancasilais, itu karena dia ceramah di MPR isinya begitu. Coba lihat ceramah di tempat lain, sama tidak? Jangan sampai dia berlagak beda, di MPR ceramah NKRI, di tempat lain beda, itu saja,” kata Yaqut.
Ustaz Abdul Somad alias UAS
Ustaz Abdul Somad alias UAS
Sumber Berita : https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2018/09/11/hei-banser-nih-klarifikasi-ustadz-abdul-soal-hti-maunya-apa/

Universitas Monash Australia Bahas Fenomena Ustaz Abdul Somad

ABC Australia - detikNews
Selasa, 19 Feb 2019 10:29 WIB

Melbourne -
Fenomena munculnya para dai populer seperti Ustadz Abdul Somad menandai pergeseran media dakwah di Indonesia dengan memanfaatkan media sosial. Adanya pasar untuk pesan-pesan konservatif semakin menambah popularitas mereka.
Demikian benang merah yang dapat ditarik dari seminar peran dai dalam perpolitikan Indonesia di Monash University, Melbourne, pekan lalu (15/2/2019). Seminar bertema "Are Muslim preachers pushing Indonesian politics to the right?" menampilkan pakar studi Islam Prof Julian Millie dan dosen hukum Islam Dr Nadirsyah Hosen.
Menurut Prof Julian Millie, popularitas para dai tersebut tampaknya melatarbelakangi upaya Pemerintah RI untuk membuat sejumlah aturan.
Mulai dari pelarangan organisasi HTI pada 2017, sertifikasi dai, hingga daftar 200-an dai yang diakui pemerintah melalui Departemen Agama.
jamaah uas.jpg
Ustaz Abdul Somad merupakan sosok dai yang popularitasnya membuat politisi berupaya menariknya ke pentas politik. (Twitter: @Tafaqquh Online)
"Ini merupakan perkembangan menarik, mengingat Indonesia sebenarnya relatif menikmati kebebasan sejak jatuhnya Soeharto," kata Prof Julian.
Salah satu dai populer Ustadz Abdul Somad (UAS), menurut pandangan Prof Julian, merupakan generasi kedua dai yang coba memanfaatkan medsos dalam berdakwah.
Dia memaparkan bagaimana tim di balik popularitas UAS bekerja secara tersistematis menayangkan ceramah-ceramahnya ke medsos setiap hari.
"Selain itu, banyak orang lain yang juga memposting ulang ceramah-ceramah Abdul Somad di berbagai medsos," ujarnya.
"Konten dalam industri ini juga sangat mudah, sebab dai tersebut hanya bicara dan bicara," tambahnya.

Mengapa UAS sangat populer?
"Saya kira karena dia menampilkan Islam sebagai jawaban atas segala persoalan," ujar Prof Julian, yang banyak meneliti mengenai kehidupan pesantren di Indonesia.
Hal itu dilakukan dengan cara mengupas persoalan sehari-hari yang dialami umatnya secara apa adanya, dan dibarengi banyak humor.
"Saya melihat orang juga menyukai Abdul Somad karena personal stylenya, gaya bicaranya sebagai orang Melayu dari Riau," kata Prof Julian seperti dilaporkan wartawan ABC Farid M. Ibrahim.
jamaah abdul somad.jpg
Pengamat Australia menilai Ustaz Abdul Somad popular karena menawarkan Islam sebagai jawaban atas segala pertanyaan umat. (Instagram: ustadzabdulsomad)
Sementara itu, Nadirsyah Hosen membuat kategorisasi para dai konservatif yang belakangan ini popular di Indonesia.
Menurut Nadirsyah yang juga pengurus NU di Australia, ada delapan kelompok dai konservatif.
"Pertama, dai mualaf seperti Steven Indra Wibowo, Irene Handono dan Felix Siauw, yang berkecenderungan menyerang agama lama mereka," kata Nadrisyah.
Kategori kedua, menurut dia, yaitu dai yang berafiliasi dengan ormas Islam kecil di luar Muhammadiyah dan NU, seperti Riziek Shibab (FPI), Zaitun Rasmin (Wahdah Islamiyah), Bachtiar Nasir dan Tengku Zulkarnain.
"Yang ketiga adalah dai-dai dari HTI dan kategori keempat dai-dai dari PKS," ujarnya.
"Kategori kelima yaitu dai salafi seperti Khalid Basalamah dan Firanda, yang merupakan bagian dari gerakan Wahabi," kata Nadirsyah.
Dosen yang juga merupakan aktivis NU ini menyebut kategori keenam yaitu para dai konservatif NU Garis Lurus seperti Lutfi Basori dan Najih Maimoen.
"Kategori ketujuh yaitu para dai selebriti yang sudah 'hijrah' seperti Arie Untung, Peggy Melati Sukma dan Teuku Wisnu," ucapnya.
"Kategori kedelapan yaitu para dai individual yang sangat populer seperti Abdul Somad dan Arifin Ilham," tambah Nadirsyah.
Dia mengingatkan, terlalu naif untuk menggeneralisasi kelompok-kelompok dai ini dalam satu kategori.
Pasalnya, menurut Nadirsyah, mereka mengambil sikap berbeda terhadap isu-isu yang berbeda seperti isu kekhalifahan Islam, negara Islam, Pancasila, gerakan 212, penerapan hukum syariah, serta aktivitas politik seperti Pilpres saat ini.
(nvc/nvc)

Viral Curhatan Mantan Istri UAS di Instagram, Sangat Menyayat Hati. . . .

WE Online, Jakarta -
Berita Ustaz Abdul Somad resmi bercerai dengan istrinya, Mellya Juniarti, telah ramai menjadi perhatian publik. UAS dan istrinya resmi bercerai sesuai surat yang dikeluarkan Pengadilan Agama Bangkinang Kota Kampar, Riau, Rabu 3 Desember 
Kuasa hukum UAS, Hasan Basri, membenarkan mengenai kabar telah dikeluarkannya surat dari pengadilan agama itu. Isinya, mengabulkan permohonan cerai oleh Ustaz Abdul Somad.
Usai proses tersebut mantan istri Ustaz Abdul Somad yaitu Mellya Juniarti kembali mencurahkan isi hatinya melalui media sosial Instagram pada Jumat 6 Desember 2019. 
Curhatan tersebut kemudian viral hingga saat ini, di mana pada akun instagram @mizyanhadzid tersebut menuliskan sejumlah tulisan yang cukup dalam atas peristiwa yang telah dihadapinya dan dibubuhi unggahan foto bersama anaknya.
Berikut curahan hati Mellya Juaniarti, dikutip dari Instagrammnya Minggu 8 Desember 2019: 
Bismillah
MasyaAllah TabarakaAllah
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad
Genderang itu telah tuan tabuh, pelan ataupun kuat tetap akan berbunyi. Terlihat ataupun tersembunyi tetap bergema, terlebih lagi sang penabuh besar gaungnya.
Apalah dayaku ketika tangan kecil itu menutup mulutku, dg manusia berilmu tuan giring opini, hingga jutaan mata memandangku dg arang hitam yg tuan beri.
Tak apa tuan, kata tak kan merubah fakta dan hakikat diri, hati nurani akan mampu menelusuri arti.
Aku tak riasau dg arang yg tuan tabui, cukup bagi diri jika sang buah hati melihatku seperti bidadari, yg selalu memeluknya dg kasih sejati dan memandang tuan seperti raja yg harus dipatuhi dan dihormati, bagiku disitulah kemenangan sejati.
Viral Curhatan Mantan Istri UAS di Instagram, Sangat Menyayat Hati. . . . - Warta Ekonomi

Lagi-Lagi Janda Ustad Somad Curhat, Sampai Bikin Hati Bergetar!!

Mantan Istri Ustad Abdul Somad (UAS) Mellya Juniarti kembali mengunggah postingan yang menyita banyak perhatian. Ia yang resmi bercerai dengan UAS Selasa (3/12). Ia menunjukkan ketika putranya, Mizyan Hadziq Abdillah sedang adzan dan mengaji.
Melalui tulisan itu, ia seakan mengungkapkan isi hatinya yang tegar dalam menghadapi cobaan perceraian.
"Bismillah, MasyaAllah Tabarakallah 'Patah tumbuh hilang berganti'," tulisnya melalui akun Instagram pribadinya, @mizyanhadziq, pada Selasa (10/12/2019).
Dalam video tersebut, tampak Mizyan mengumandangkan adzan dengan lantang. Bahkan, putra UAS ini terlihat bersemangat mengumandangkan adzan melalui mikrofon.
Pada akhir video, mantan istri UAS membuat tulisan yang membuat hati semakin bergetar, berikut isi tulisannya:
Biji itu tumbuh di rahim wanita hina ini,
Jangan kau salahkan yang memberi
DIA punya alasan tersendiri yang tak kau pahami
Dengan kasih Illahi ia siram sendiri,
Hingga massa nya nanti dengan Ridho Illahi Pelipur hati akan mengelilingi negeri
Menegakkan kalimat Illahi Robbi
Tak usah memperkenalkan diri
Hakikatnya mereka akan mencari dari tanah mana pohon itu berdiri tak terpatri.
Disanalah mereka akan menyadari atas hujjah yang selama ini tak menumui arti.
Kemudian, ia menutup tulisan itu dengan penggalan Surat Ar-Rahman yang artinya "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
Sebelumnya, ia juga meluapkan isi hatinya usai perceraian dirinya menyita perhatian publik.
Ia memang tidak langsung menyebut nama Ustad Somad. Namun, dalam postingan sebelumnya, ucapan bernada perpisahan membuat hati seakan teriris.
"Genderang itu telah tuan tabuh, pelan ataupun kuat tetap akan berbunyi. Terlihat ataupun tersembunyi tetap bergema, terlebih lagi sang penabuh besar gaungnya," tulisnya, seperti dikutip, Sabtu (7/12).
Sumber Berita : https://www.wartaekonomi.co.id/read261011/lagi-lagi-janda-ustad-somad-curhat-sampai-bikin-hati-bergetar/0

Tanda Tanya Komitmen Kebangsaan Ustadz Abdul Somad

Belakangan ini, di beberapa daerah menolak kedatangan Ustadz Abdul Somad (UAS) untuk berceramah. Ada apa dengan sosok UAS yang dikenal unik tersebut?
 
Sejak awal kemunculannya melalui Youtube, Ustadz Abdul Somad atau lebih akrab disapa dengan UAS, termasuk dalam sedikit penceramah tanah air yang mampu membuat para jama’ahnya terpukau bahkan hingga tertawa terkekeh-kekeh. Selain gaya bicaranya yang berlogat melayu yang lucu, UAS dalam setiap ceramahnya juga tak pernah luput untuk melakukan akrobat dalil, baik hadis maupun al-Qur’an dengan sangat lancar. Dan yang demikian itulah yang membuat para jama’ahnya terpukau dan bersimpati kepadanya.
Akan tetapi, dalam perjalanan karir berceramahnya, kerap kali UAS melakukan kontroversi-kontroversi. Suatu waktu UAS pernah mendapat banyak kritik dari netizen terkait dengan komentarnya yang berbau seksis kepada artis Rina Nose saat melepas jilabnya. Selain itu, beberapa kali UAS juga menampilkan kedekatannya dengan tokoh-tokoh dari ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang saat ini dilarang oleh pemerintah karena mengusung ide khilafah.
Dari persoalan kedekatan UAS dengan beberapa tokoh HTI tersebut, kemudian menimbulkan pertanyaan dari kalangan islam moderat terkait komitmen pancasila dan kebangsaan UAS. Perihal mempertanyakan komitmen pancasila UAS tersebut dilatar belakangi oleh posisi UAS sendiri yang terlihat abu-abu dalam spektrum oposisi biner antara kelompok Islam Moderat yang membawa isu pluralisme dengan kelompok Islam Fundamentalis yang sering mengusung ide negara islam atau setidaknya NKRI bersyari’ah.
UAS sendiri pernah mendaku diri bahwa ia secara kultural dekat dengan NU. Akan tetapi, jika dilihat dari beberapa statementnya dalam beberapa kali ceramahnya, ia mempunyai kecenderungan ide politik yang bersimpati kepada upaya syariatisasi konstitusi. Dengan demikian tidak mengherankan jika beberapa ormas islam yang khittah di jalur pluralisme dan kebangsaan mempertanyakan komiitmen kebangsaan UAS.
Bahkan, beberapa waktu yang lalu, ketika ia hendak mengisi ceramah di salah satu kabupaten di Jawa Tengah, ada beberapa organisasi yang mendaku pro kebangsaan melalui pihak kepolisian meminta panitia penyelenggara pengajian UAS untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada acara tersebut. Barangkali upaya tersebut bagian dari kegelisahan terhadap komitmen kebangsaan UAS tersebut.
Kalau dilihat dari ceramah UAS sekitar dua minggu yang lalu saat mengisi ceramah di acara HUT MPR RI di Senayan, UAS memberikan klarifikasi terkait kekhwatiran berbagai pihak terhadap komitmen kebangsaannya dengan mengatakan bahwa ia mempunyai komitmen besar untuk menjaga kebangsaan dan Pancasila.
Dalam ceramah di MPR tersebut UAS juga menyampaikan bahwa negeri ini dibangun atas dasar keberagaman, baik agama, etnis, bahasa, hingga budaya. Bahkan, katanya pula bahwa kita semua harus tetap menjaga keberagaman agama yang ada di negeri ini. Dengan demikian, kabut gelap dari teka-teki komitmen kebangsaan UAS sudah sedikit terjawab.
Walaupun UAS sudah memberikan klarifikasi terkait dengan komitmen kebangsaannya, ada sedikit hal lain dari ceramah UAS di MPR beberapa waktu yang lalu itu perlu kita cermati dan kritisi. Sedikit hal tersebut adalah terkait dengan bagaimana UAS memahami istilah “keberagaman”. Dalam pemahaman UAS, keberagaman di Indonesia yang dibingkai Pancasila masih sebatas pada keberagaman agama dan etnis. Pemahaman UAS terkait dengan keberagaman belum sampai pada tahap keberagaman identitas yang universal sebagaimana yang menjadi pondasi dasar bagi keberagaman agama dan etnis.
Pemahaman UAS tentang keberagaman tersebut masih tergolong keberagaman sempit, belum sampai pada keberagaman universal atau luas. Padahal, Pancasila sendiri mempunyai komitmen terhadap keberagaman yang luas. Hal itu bisa dilihat dari sila “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Sila tersebut, pada dasarnya lahir dari ide kemanusiaan yang universal atau luas. Arti atau makna dari kemanusiaan universal tersebut berarti bahwa menghormati dan menghargai setiap perbedaan identitas yang ada pada manusia, tidak terbatas pada keberagaman agama dan etnis saja. Barangkali dalam istilah Islam, keberagaman universal ini disebut sebagai rahmatan lil alamin (rahmat untuk semuanya).
Pemahaman UAS terkait keberagaman yang masih sempit tersebut terlihat dari statemen dalam ceramahnya di MPR yang masih bersikap anti-antian terhadap kelompok LGBT. Padahal, LGBT sebagai sebuah identitas yang lainnya, sebagaimana identitas etnisitas perlu kita jamin pula keselamatannya yang secara filosofis telah dijamin konstitusi melalui sila kemanusiaan yang adil dan beradab.
Sikap anti LGBTnya UAS tersebut ditakutkan akan menjadi landasan pihak-pihak tertentu untuk dijadikan dalil diskriminasi, persekusi hingga kekerasan fisik. Dengan demikian, pemahaman UAS terhadap makna keberagaman yang masih sempit tersebut mempunyai implikasi yang panjang dalam praktik kebangsaan kita.
Walaupun masih ada sedikit hal yang kita kritisi terkait dengan pemahaman keberagaman UAS yang masih sempit. Setidaknya dalam ceramahnya di MPR tersebut sudah memberikan klarifikasi terkait dengan pertanyaan kita semua atas komitmen kebangsaanya. Adapun terkait dengan kekurangan UAS dalam memahami makna keberagaman yang masih sempit, dapat kita harapkan dengan seiring perjalanan karir dan pergulatannya dengan kehidupan, ia dapat merenungkan kembali makna keberagaman secara lebih luas lagi. Wallahua’lam bisshawab.
M. Fakhru Riza, penulis adalah pegiat di Islami Institute Jogja bias disapa melalui akun twitter @m_fakhru_riza
Tanda Tanya Komitmen Kebangsaan Ustadz Abdul Somad
Sumber Berita : https://islami.co/tanda-tanya-komitmen-kebangsaan-ustadz-abdul-somad/
 
Rabu 20 November 2019, 16:31 WIB

Awal Desember, Ustaz Abdul Somad Resmi Diberhentikan

Rudi Kurniawansyah | Humaniora

Ustaz Abdul Somad (UAS) akhirnya diberhentikan dengan hormat sebagai dosen aparatur sipil negara (ASN) di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska), Riau.
Hal itu menindaklanjuti surat permintaan pengunduran diri ustaz kondang tersebut pada 24 Juli 2019 dari kampus yang telah membesarkan namanya.
"Terhitung tanggal 1 Desember 2019, UAS resmi tidak mengajar lagi di UIN Suska sebagai ASN. Beliau telah diberhentikan dengan hormat sesuai dengan SK Kementerian Agama RI Nomor: S-35761/B.II.3/KP.09/9/2019 tanggal 8 November 2019," jelas Rektor UIN Suska Riau Profesor Akhmad Mujahidin di Pekanbaru, kemarin.
Dijelaskannya, keputusan untuk memberhentikan UAS dengan hormat diambil melalui rapat setelah sebelumnya dilakukan pemanggilan sebanyak tiga kali berturut-turut sebagai upaya konfirmasi atas surat pengunduran diri yang bersangkutan dari UIN Suska. Namun UAS tidak pernah hadir dalam setiap pemanggilan tersebut.
Baca juga: Rektorat UIN Riau Minta Klarifikasi Pengunduran Diri Abdul Somad
Selain itu, Sekjen Kementerian Agama RI memberikan kewenangan kepada Rektor untuk memberhentikan UAS dengan hormat sebagai dosen ASN di kampus tersebut.
"Setelah dilakukan klarifikasi sebanyak tiga kali tetapi UAS tidak pernah datang. Kami lalu meminta pertimbangan kepada Sekjen Kementerian Agama yang akhirnya memberikan kewenangan untuk mengabulkan permintaan UAS yang mengundurkan diri dan diberhentikan dengan hormat," jelas Rektor.
UAS memulai karir di almamaternya UIN Suska Riau sejak 2008 dengan mengajar ilmu hadist di Fakultas Ushuluddin. Sebelumnya UAS, mubaligh kelahiran Asahan, Sumatra Utara diketahui pada 1996 memulai kuliah di kampus yang dulunya bernama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Suska Riau hingga akhirnya mendapatkan beasiswa penyelesaian S1 di Universitas Al-Azhar Mesir pada 2002. Tak berselang lama, UAS kembali melanjutkan pendidikan S2 di Darul Hadist, Maroko.
Kontroversi mulai muncul saat UAS terlibat aktif sebagai orator dalam unjuk rasa yang didukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengecam tindakan penistaan agama oleh Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. UAS yang mulai terkenal lewat ceramah video YouTube dan sosial media Instagram ditolak saat berdakwah ke Hongkong. Simpati terhadap mubaligh muda itu menyebabkan UAS sering diundang berceramah di berbagai tempat di tanah air hingga ke negeri jiran dan televisi nasional dengan jumlah jemaah yang membludak hingga ribuan orang.
UAS yang selalu berceramah dengan gaya lucu namun tegas itu kemudian menjelang pencoblosan Pilpres 2019 tiba-tiba muncul bersama capres Prabowo Subianto. Kemunculannya di kancah politik itu dipertanyakan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dengan meminta Rektor UIN Suska memanggil UAS karena telah melanggar asas netralitas ASN.(OL-11)
Awal Desember, Ustaz Abdul Somad Resmi Diberhentikan
Antara
Ustadz Abdul Somad

Sumber Berita :  https://mediaindonesia.com/read/detail/272783-awal-desember-ustaz-abdul-somad-resmi-diberhentikan

Syiah Menjawab Ustad Somad #1 - Apa benar Tuhan Syiah berbeda?

Meyakini keridhaan Allah terhadap sahabat sama sekali tidak termasuk prinsip agama, tidak terhitung sebagai bagian dari Ushuluddin. Sedang ustad Somad mengangkat tema sahabat seakan-akan masalah itu sangat prinsip dan Syiah dianggap sesat karena tidak meyakini masalah itu. Ustad Somad menyampaikan perkataan seorang ulama Syiah tanpa menyadari maksud yang sebenarnya lalu menyimpulkan bahwa Tuhan dan Nabi orang-orang Syiah berbeda dengan Tuhan dan Nabi orang-orang Suni, padahal kesimpulan itu sama sekali tidak logis. Begitu juga ustad Somad mentertawakan riwayat Ushul Kafi yang ia kira riwayat itu menjelekkan Nabi Muhammad (nabi telanjang dilihat oleh kaum perempuan) padahal ustad Somad yang kurang memahaminya.
Silahkan klik videonya untuk penjelasan lebih lanjut dalam bertabayun di https://www.youtube.com/watch?v=Zmo1kzT9PkQ

Syiah Menjawab Ustad Somad #2 - Fahami riwayat dengan baik dan benar!

Ustad Somad hanya menggunakan penggalan riwayat Syiah tanpa peduli dengan penggalan lainnya untuk dijadikan alasan menyebut Syiah sebagai aliran sesat. Terlebih lagi dalam memahami dan menjelaskan penggalan riwayat itu pun Ustad Somad tidak berpedoman pada kaidah Bahasa Arab dan Ilmu Nahwu sehingga beliau salah paham.
Silahkan klik videonya untuk penjelasan lebih lanjut dalam bertabayun di https://www.youtube.com/watch?v=Xtw4ajsuKr0

Syiah Menjawab Ustad Somad #3 - Perbedaan Keyakinan Sunni dan Syiah terkait Kema'shuman Nabi

Seharusnya Ustad Somad melakukan kajian yang lebih ilmiah untuk membahas perbedaan Syiah dengan Sunni. Dalam video ini akan dijelaskan seperti apa keyakinan Syiah terhadap Kema’shuman Nabi dan bagaimana perbedaannya dengan Ahlu Sunnah. RALAT: Dalam menit (sekitar) 17:10 ada kesalahan, yang benar adalah kalimat berikut ini: "Ma'shum dari kesalahan dalam mempraktekkan dan mengamalkan syariat agama, meski tidak sengaja sekalipun."
Silahkan klik videonya untuk penjelasan lebih lanjut dalam bertabayun di https://www.youtube.com/watch?v=6PQUtDx8Fm4

Syiah Menjawab Ustad Somad #4 - Mengenai Tahrif Al Qur'an

Dengan penuh percaya diri Ustad Somad menuduh Syiah menganggap Al-Qur'an yang ada di tangan umat Islam tidak sempurna. Apa benar demikian? Jika Anda belum menonton video ini, jangan mengiyakan tuduhan itu.
Silahkan klik videonya untuk penjelasan lebih lanjut dalam bertabayun di https://www.youtube.com/watch?v=wuT4BbxKCec

Syiah Menjawab Ustad Somad #5 - Tiga Fitnah Terbantahkan

Jika ingin berbicara tentang Syiah, Anda tidak bisa berargumen dengan dalil-dalil yang justru menunjukkan ketidak-tahuan Anda. Semua argumen yang Anda gunakan untuk memfitnah Syiah berbeda Ushul-nya dengan Ushul Ahlu Sunnah, telah saya bantah mentah-mentah! 
Silahkan klik videonya untuk penjelasan lebih lanjut dalam bertabayun di https://www.youtube.com/watch?v=prOvWE0W_qo 

Syiah Menjawab Ustad Somad #6 - Perbedaan Ushuluddin Syiah

Syiah berbeda dalam Ushul? Ushul yang mana? Ushul buatan Ustad Somad? Sebegitu mudahnya seorang ustad memfitnah sebagian umat Islam (madzhab Syiah) yang jelas-jelas diakui dunia.
Silahkan klik videonya untuk penjelasan lebih lanjut dalam bertabayun di https://www.youtube.com/watch?v=wXXkordQRSA
Re-post by MigoBerita / Jum'at/13032020/09.57Wita/Bjm