Arsip Migo Berita

Pa aliran atau seorang Pawang Buaya dari Kalimantan sudah lama "Taklukkan Buaya", ini kisahnya

Berita Teror Buaya, Monster Air Sungai Barito dan Atraksi Paaliran Pukau Pejabat Hindia Belanda

KULTUR masyarakat Banjar yang lekat dengan sungai, termasuk legenda atau mitos berkembang terkait dengan makhluk gaib berbentuk buaya. Ada yang menyebut buaya kuning, buaya putih, hingga sebagian lagi mempercayai punya garisan dengan keturunan hewan gaib yang hidup di aliran Sungai Barito dan Sungai Martapura, berikut anak sungainya. Ya, seperti tradisi malabuh yang masih diterapkan sebagian masyarakat Banjar, khususnya di tepian sungai.
TERNYATA ancaman buaya ini justru merepotkan penguasa Banjarmasin di era kolonial Belanda. Hingga harus menerjunkan tim khusus terdiri dari pawang buaya dan pemburu hewan berdarah dingin dan berkulit keras itu di aliran sungai yang ada di ibukota Borneo Selatan ini.
Sejarawan muda yang juga Sekretaris Pusat Kajian Budaya dan Sejarah Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Mansyur ‘Sammy’ pun cerita yang menarik. Ia menceritakan kisah perburuan buaya yang diabadikan lewat goresan pena dan foto warisan Hindia Belanda di Banjarmasin di era 1926-1930.
“Saat itu, monster air bernama buaya ini menjadi ancaman yang menakutkan bagi warga Banjarmasin, terutama yang bermukim di tepian Sungai Barito dan aliran sungai lainnya. Keberadaan monster air ini makin merajalela, hingga akhirnya perburuan besar-besaran ditempuh pemerintah Hindia Belanda,” ucap Mansyur kepada jejakrekam.com, Senin (18/6/2018).


Akhirnya, banyak buaya Kalimantan yang bernama latin crocodylus raninus ditangkap  dan diambil kulitnya untuk diperdagangkan, hingga menembus pasar Eropa. Mansyur juga mengutip catatan Leather industry and trade of the Netherland East Indies yang ditulis Carl H. Boehringer (1932) mengungkapkan di Banjarmasin, banyak terdapat perusahaan skala kecil yang bergerak di bidang pengolahan kulit reptil dan kulit binatang lainnya. Sebut saja, Firma Neuffer dan Borneosche Bont dan Lederindustrie Bandjermasin, Borneo.
“Perusahaan ini khusus mengolah kulit buaya (krokodil skin). Meski dari nama tertera bont yang berarti bulu, tapi perusahaan ini mengkhususkan dalam menangani kulit binatang liar. Sejak itu, buaya tak lagi menakutkan, malah menjadi produk bernilai ekonomi dengan kulitnya yang berharga mahal,” ucap Mansyur yang akrab disapa Sammy ini. Hal ini terbukti, dari kulit buaya yang hidup di aliran Sungai Barito dan anak sungainya dibuat menjadi aneka kerajinan seperti dompet, tas, topi, ikat pinggang, sepatu dan lainnya.
Magister sejarah jebolan Universitas Diponegoro Semarang ini juga memaparkan pada April 2016, ada tiga koran yang melaporkan insiden terkaman buaya terhadap manusia, yakni Tilburgsche courant dan Algemeen Handelsblad (edisi 6 April 1926) serta Limburger Koerier (edisi 9 April 1926) bahwa seorang pribumi bernama Amit dan istrinya baru kembali dari bioskop di Bandjermasin, suatu malam. Jalanan saat itu berlumpur karena musim hujan. Itulah sebabnya Amit bersama istrinya lalu ke belakang rumah mencuci kaki mereka di kali (sungai).
Tiba-tiba seekor buaya muncul, menangkap Amit di kakinya dan menyeretnya ke dalam air. Istrinya sempat meraih meraih Amit, terjadi tarik menarik. Sayangnya sang istri tidak berdaya. Monster air itu memenangkannya. Sang pemangsa ini menyeret si suami ke kedalaman air. Hingga berita diturunkan, nasibnya tidak diketahui.
Dosen sejarah FKIP Universitas Lambung Mangkurat ini juga mengisahkan pada pertengahan 1928, seorang penduduk asli Banjar di Kampung Talok Dalam (Teluk Dalam), Bandjermasin sedang mandi di sungai di depan rumahnya sekitar pukul setengah delapan malam, tiba-tiba diserang buaya.  Waktu itu, korban terkesiap serta langsung berteriak minta tolong. Pada saat mendengar teriakan korban, penduduk bergegas menghampirinya. Untungnya mereka berhasil menyelamatkannya. Dengan kondisi berdarah dari banyak mata luka, pria yang malang itu segera diangkut ke rumah sakit, seperti ditulis Koran De Sumatra Post, edisi 10 Mei 1928.
Ternyata, teror monster air ini masih menghiasi headline koran di era Belanda. Seperti pergulatan manusia dengan buaya yang ditulis Koran Soerabaijasch handelsblad (edisi 15 maret 1929). Koran ini seorang penduduk lokal bernama Lima, disergap buaya pada suatu malam di Banjarmasin. Pria itu baru saja akan kembali ke rumah dari acara syukuran. Setelah selesai acara dia ingin melangkah ke perahu kecil yang terletak di Sungei Wilhelmina (sungai di kawasan Belitung sekarang). Tiba tiba dia disambar oleh buaya dan diseret ke dalam air.
“Dalam berita koran itu, diceritakan ketika binatang jahat tersebut membawanya, ia berteriak meminta pertolongan. Karena banyaknya orang yang masih hadir di acara syukuran tersebut dan belum seluruhnya pulang, suaranya sangat jelas terdengar. Segera penduduk berdatangan untuk menyelamatkan. Sayang, semuanya sudah terlambat. Buaya dengan cepat membawa badan Lima ke dasar air. Semua tamu malam itu telah mencari keberadaan tubuh Lima, tetapi tidak ditemukan,” tutur Sammy.
Serangan buaya yang telah merambah ke kawasan perkotaan Banjarmasin benar-benar menjadi mimpu buruk. Tak mengherankan, jika akhirnya pemerintah Hindia Belanda menganjurkan penduduk untuk selalu membawa pisau atau senjata tajam untuk berjaga-jaga, ketika berpergian untuk waspada terhadap serangan sang pemangsa.
Masih menurut Sammy, serangan buaya juga tak pandang bulu, dewasa dan anak kecil pun jadi korban keganasannya. Terbukti, pada suatu sore, sekitar jam 5 masih di kampung Telok Dalam, tidak jauh dari pusat Kota Banjarmasin dikabarkanseorang gadis lokal berumur 10 tahun disambar buaya kecil pada bagian paha. “Kondisi air sungainya sangat dangkal (surut), sehingga anak tersebut agak sulit dan tidak bisa ditarik oleh buaya ke bawah air.  Ketika buaya itu melonggarkan gigitannya, sang gadis kecil tersebut dapat menarik kakinya yang terluka ke belakang dan menjerit dengan nyaring,” beber Sammy.
Untungnya, buaya tersebut tidak segera menyambarnya, gadis kecil itu bisa melarikan diri dari sungai. Sangat beruntung memang, luka yang ditimbulkan oleh gigi dan kuku buaya tidak berbahaya. Pada malam yang sama, si anak kemudian dipindahkan ke rumah sakit militer, di mana ia diobati.
“Itu adalah pemberitaan yang dinaikkan De Indische Courant edisi 29 Januari 1931 dan De Sumatra post (edisi 03 Februari 1931),” kata Sammy.
Tak hanya itu, pada 19 Maret 1931, Nieuwe Tilburgsche Courant juga memberitakan dengan headline, Banjarmasin Darurat Buaya. Dua nelayan muda di Kampung Benoea Anjar (Banua Anyar) di malam hari menghabiskan sekitar sebelas jam di perahu kecil untuk menangkap ikan dengan jaring. Dalam cahaya bulan yang jelas, mereka menyeberangi sebuah sungai, dengan lebar hampir seratus meter. Pada bagian belakang perahu duduk pendayung yang langsung memperingatkan temannya ketika buaya besar berenang menuju perahu mereka.
Pendayung berusaha menghalau buaya. Namun, hewan itu muncul tepat waktu, dengan kibasan ekornya memukul perahu kecil yang ditumpangi kedua nelayan tersebut. Perahu terbalik dan penumpangnya masuk ke dalam air. Buaya menyergap salah satu dari nelayan tersebut dan membawanya ke bagian sungai yang dalam. Sementara nelayan lainnya berenang dan berhasil mencapai tepian sungai tanpa terluka. Dua hari kemudian, jasad korban ditemukan mengambang beberapa kilometer lebih jauh dari posisi mereka sebelumnya di sungai.
Prihatin dengan kondisi itu. Tingginya intensitas gangguan buaya inilah justru membikin urang Banjar di Kween (Kuin), Banjarmasin serta daerah lainnya, membuat teknik penangkapan buaya yang dinamakan maalir buaya. Menurut Sammy, dari beberapa sumber dipaparkan bahwa maalir ini sebenarnya seperti memancing buaya dengan pancing yang besar. Ini dilakukan oleh paaliran atau seorang pawang buaya yang mempunyai ilmu khusus dalam menguasai atau menundukkan buaya.
“Biasanya dilakukan ketika ada orang yang ditangkap buaya atau ada buaya yang akan mengganggu orang-orang di suatu kampung. Dengan berbagai alat yang digunakan ini dilaksanakan baik berupa peralatan untuk menangkap buaya maupun peralatan magis yang menyertainya, agar buaya tersebut dapat ditangkap,” papar Sammy.
Ketua Lembaga Kajian Sejarah, Sosial dan Budaya (LKS2B) Kalimantan menyebut paaliran tersebut biasanya berpakaian yang berwarna kuning khusus untuk paaliran tersebut ketika maaliri buaya tersebut lengkap dengan laung dan sebagainya. Cukup rinci, Sammy memaparkan bahwa alir atau pancing yang diberi umpan makanan buaya tersebut ditempatkan di dalam rakit kecil yang dipasangatau diletakkan di sungai tempat buaya itu berada. “Paaliran ini merupakan pemimpin dalam menangkap buaya dengan alir tersebut dan dibawa bersama beberapa orang di dalam perahu ketika memasang dan juga menyeret buaya yang telah kena alir tersebut,” bebernya.
Nah, jika buaya telah menyambar alir yang diberi umpan itu dan kena maka pangaliran tadi bersama rombongan menarik tali alir tadi dengan perahu. Kemudian, menyeret buaya itu untuk selanjutnya dibunuh. Menurut Sammy, pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang biasanya harus dikerjakan dan dipimpin oleh paaliran atau pawang buaya tadi.
“Tak heran, jika Paaliran adalah orang yang mempunyai ilmu untuk menundukkan buaya tersebut, yang lain hanya membantu. Keberadaan mereka ini benar-benar memukau pejabat Hindia Belanda yang merasa terbantu dengan perburuan buaya di Sungai Barito dan aliran sungainya,” imbuh Sammy.







Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/06/18/berita-teror-buaya-monster-air-sungai-barito-dan-atraksi-paaliran-pukau-pejabat-hindia-belanda/

Re-Post by http://migoberita.blogspot.com/ Selasa/19062018/13.27Wita/Bjm 

Sejarah Sepak Bola di Russia

Bagaimana Asal Mula Kehadiran Sepak Bola di Rusia?

Meski tergolong muda, sepak bola adalah olahraga paling populer di Rusia. Baru muncul pada akhir abad ke-19, ternyata komunitas Pemercaya Lama yang tertutup dan kuno memainkan peran kunci yang tak terduga dalam membawa olahraga ini ke Rusia.
Zaman dulu, ada sebuah permainan bola kuno di Rusia, tapi itu berbeda jauh dari sepak bola. Dengan menggunakan bola yang terbuat dari kain lembut atau kulit diisi bulu, dua tim memainkan bola ini dengan kaki dan mencoba untuk menjaga bola supaya berada sejauh mungkin dari sisi lawan.
Permainan ini berfungsi sebagai ritual dalam upacara pernikahan dan Paskah. Namun, permainan itu perlahan menghilang pada akhir abad ke-19. Sepak bola hadir di Rusia berkat orang-orang Inggris, tapi dengan bantuan penganut Pemercaya Lama.


Hobi Orang Asing

Permainan sepak bola pertama di Rusia berlangsung pada 24 September 1893 di Sankt Peterburg. Sebuah koran lokal melaporkan, “Lapangan bermain benar-benar penuh lumpur. Para atlet dalam seragam putih berlari. Saat tersandung, mereka berubah sehitam sikat cerobong asap. Sementara, para penonton terdengar tertawa meriah.”
Permainan ini hanyalah selingan dari olahraga-olahraga populer, seperti tarik tambang, atletik, balapan, dan lain-lain.
Kompetisi sepak bola pertama dan rutin di Rusia bermula di desa Orekhovo-Zuevo, Oblast Vladimirskaya, sebelah timur Moskow. Pada pertengahan abad ke-19, wilayah ini mengalami ledakan produksi tekstil sehingga menciptakan pertumbuhan populasi pekerja di Orekhovo-Zuevo dan desa-desa sekitar.
Pabrik tekstil dikuasai oleh keluarga-keluarga pengusaha makmur. Yang paling tersohor adalah keluarga Morozov. Keluarga ini merupakan pengikut ajaran Pemercaya Lama. Untuk merawat mesin-mesin di pabrik, mereka mengundang para insinyur dan manajer dari Inggris Raya, yang membawa sepak bola bersama mereka sebagai hiburan tradisional.
Awalnya, orang-orang Inggris yang tinggal di Orekhovo-Zuevo hanya bermain bersama sesama orang Inggris, atau melawan tim insinyur Inggris dari Pabrik Hopper di Moskow. Pada 1896, lapangan sepak bola reguler pertama muncul di Distrik Sokolniki Moskow, dan pada 1905 klub pertama dibentuk, dengan banyak orang Rusia bermain dalam permainan baru ini. Namun di Orekhovo-Zuevo penyebaran sepak bola tertahan karena masalah keagamaan.

Pemercaya Lama Bermain Bola

Sejak 1880-an, lelaki asal Inggris Harry Charnock, direktur di Pabrik Tekstil Nikolskoye yang terletak dekat Orekhovo-Zuevo, mencoba membuat pertandingan rutin dan menarik perhatian pemain Rusia karena ia menganggap olahraga adalah alternatif yang lebih baik dari minum-minum. Tua dan muda, para pekerja Rusia segera tertarik dengan permainan tersebut dan mereka memainkan sepak bola amatir di lapangan yang dimodifikasi dan belajar dengan cepat.
Keluarga Morozov menentang keras olahraga baru ini karena berdasarkan kepercayaan Pemercaya Lama permainan adalah hal yang berdosa. Apalagi, permainan bola Inggris dimainkan dengan betis telanjang hingga pinggul, yang dianggap tak bisa diterima.
Selain itu, sebuah kerusuhan besar terjadi di salah satu pabrik Morozov pada 1895, sehingga pemerintah juga mengawasi dengan khawatir mengenai ide permainan tersebut, yang akan menarik perhatian banyak penonton.

Pada 1909, Charnock memutuskan beraksi. Ia menemui Gubernur Oblast Vladimirskaya Ivan Sazonov dan meminta izin untuk membuat sebuah liga. Charnock menunjukkan sebuah koran konservatif Jerman, Die Woche, pada sang gubernur, yang menunjukkan seorang pangeran Jerman bermain bola di Berlin. Kaisar Jerman Wilhelm II adalah sepupu Tsar Nikolay II, dan hal ini meyakinkan sang gubernur untuk menyetujui pembentukan Klub Olahraga Orekhovo pada 1910.
Pada 1912, liga Orekhovo-Zuevo terdiri dari tim-tim dari desa industrial setempat. Dengan lebih dari 30 lapangan bola dan 29 tim, ini adalah liga terbesar Rusia. Selanjutnya, 12 tim baru bertanding dalam liga sepak bola anak-anak pertama.

Asuhan Rusia

Kompromi antara kepercayaan dan olahraga harus dipaksakan. Dalam memoarnya, Charnock mengenang bahwa semuanya dipesan dari Inggris, kecuali celana seragam untuk tim baru — para pemain harus membuat celannya sendiri.
Hasilnya, “hampir semua celana sepanjang mata kaki .... Protes keras dari kapten tim, seorang warga Inggris, tak dihiraukan. Sebelum pertandingan dimulai, ia memutuskan untuk membuat langkah ekstrem. Dengan bantuan dua anggota komite, dilengkapi dengan gunting dan meteran, ia mengunci para pemain di ruang ganti dan memotong celana panjang mereka menjadi ukuran yang lebih pantas.”
Akhirnya, para Pemercaya Lama menemukan jalan untuk bergabung dengan para pemain bola pertama Rusia. Pada 1910, klub Orekhovo-Zuevo meraih kemenangan pertama mereka melawan tim Inggris, dan sepak bola semakin populer di seluruh Rusia. Di Moskow, para pejabat tinggi Inggris bahkan meluangkan waktu untuk bermain bola.

Salah satunya adalah R.H. Bruce Lockhart. Ia ditugaskan oleh Kementerian Luar Negeri Inggris di Moskow sebagai wakil konsul. Lucunya, di Rusia banyak yang mengira ia adalah John Harold, saudaranya yang terkenal sebagai pemain rugbi, sehingga ia diajak oleh tim Orekhovo sebagai gelandang tengah, padahal kemampuan sepak bolanya biasa saja.
“Saya selalu menanggap pengalaman bermain bola bersama kaum proletar Rusia adalah bagian paling berharga dalam kehidupan saya di Rusia,” tulis Lockhart suatu hari. “Permainannya sungguh menegangkan dan disambut dengan antusias. Di Orekhovo, kami kadang bermain ditonton oleh 10 ribu hingga 15 ribu orang.”
Setelah itu, Lockhart dikecam oleh Soviet atas konspirasi melawan negara, dan ia harus meninggalkan Rusia. Namun, sang pria Inggris meneruskan peran penting dalam pengembangan sepak bola di Rusia. Kebanyakan pejabat Kedutaan Besar Inggris dan anggota organisasi dagang bermain bola dekat Jembatan Krymsky, seperti yang diindikasikan oleh laporan intelijen Soviet.
Sementara, sepak bola di Rusia terus berkembang. Setelah Revolusi Oktober dan Perang Sipil, tim nasional Soviet terbentuk pada 1923, tapi itu cerita lain.
Sumber Berita : https://id.rbth.com/sejarah/79841-sejarah-sepak-bola-rusia-fyx

Re-Post by http://migoberita.blogspot.com/ Selas/19062018/12.48Wita/Bjm 

Mau Libur Lebaran , tapi tetap di dalam kota Banjarmasin.. Telah Hadir Water Park Borneo di Banjarmasin Utara

Berdasarkan data yang tim migoberita dapatkan dari beberapa Grup W.A  bahwa telah di buka atau Soft Opening "Borneo Mini Water Park" di Jalan HKSN /AMD (Samping Borneo Futsal) seberang kantor Kecamatan Banjarmasin Utara, wahana air yang dibuka dari Jam 08 pagi WITA hingga pukul 17.00 WITA.


Tarif masuknyapun sangat bersahabat yaitu Khusus Senin s/d Jum'at hanya Rp.20.000,- (Dua Puluh Ribu Rupiah) sedangkan khusus Weekend atau Sabtu, Minggu dan Tanggal Merah tarifnya hanya Rp.25.000,- (Dua Puluh Lima Ribu Rupiah), untuk tanya-tanya bisa langsung di W.A 0821 488 77 699 atau  di  I.G  : borneominiwaterpark dan FB : borneominiwaterpark
Posted by migoberita (KNY/MFF/AR/R/19062018/11.17Wita/Bjm)

Setelah Sukses dengan Film "Dear Nathan", Bintang muda Indonesia Amanda Rawles dan Jefri Nichol akan hadir dengan Film Baru "Hello Salma"

FOTO AMANDA RAWLES - JEFRI NICHOL PERNAH CURANGI PUASA SAAT KECIL

Bintang muda Amanda Rawles dan Jefri Nichol memang kembali dipasangkan dalam sebuah film sekuel. Yup, setelah beradu akting di film DEAR NATHAN, keduanya kini terlibat project film HELLO SALMA. Bukan hanya membahas soal kesibukan mereka, dua selebriti ini juga sempat mengenang masa kecil saat curangi puasa di bulan Ramadan. Yuk simak pengakuan keduanya di sini!


Kehadiran bulan Ramadan memang disambut begitu meriah oleh para umat muslim di seluruh penjuru dunia. Sama halnya dengan dua bintang muda yang tengah naik daun yakni Amanda Rawles dan Jefri Nichol. 
Uniknya, dua bintang ini ternyata memang pernah curangi puasa selama bulan Ramadan saat masih kecil. Hal tersebut sempat diakui oleh Amanda saat berbincang dengan awak media.
Ketika ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (16/5/2018), Amanda Rawles bercerita masa kecilnya saat yang lainnya puasa, ia bersembunyi makan donat hingga persiapkan gelas sendiri agar tak ketahuan.
"Pas SD suka diem-diem di toilet makan donat. Kalau lagi capek lihat dispenser langsung minum siapin gelas sendiri biar nggak ketahuan," kenangnya seraya tertawa.
Setiap umat muslim memang nampaknya pengalaman unik saat mencoba untuk berpuasa pertama kalinya. Apalagi ketika masih kecil dan begitu polos. Hal itu pun terjadi juga kepada Amanda dan Jefri.
Di sisi lain, Jefri juga sempat bercerita mengenai memori masa kecilnya saat berpuasa. Hal yang dilakukan oleh Amanda ternyata juga pernah dialami oleh Jefri. Hanya saja ia menganggapnya sebagai puasa setengah hari.
"Pernah juga diam-diam makan pas puasa. Waktu kecil sih itu, karena capek ya udah puasa setengah hari aja deh. Ketahuan mama sih tapi dia santai banget," ujarnya.
Amanda dan Jefri sendiri memang kembali dipasangkan dalam sebuah project film layar lebar. Setelah bermain dalam film DEAR NATHAN, kini keduanya tengah sibuk dengan HELLO SALMA.







Sumber Berita : https://www.kapanlagi.com/foto/berita-foto/indonesia/66716amanda_rawles-20180516-002-akrom.html

Re-Post by http://migoberita.blogspot.com/ Selasa/19062018/10.18Wita/Bjm

Apresiasi kepada para petugas Lapas dan Rutan se-Kalsel, walau mayoritas ASN Libur

Lebaran, Lapas Teluk Dalam Dibanjiri Ribuan Pengunjung

BANJARMASIN, klikkalsel – Sebanyak 4.187 orang mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin pada hari pertama layanan kunjungan, Sabtu (16/06/2018).
Layanan kunjungan Hari Raya Idul Fitri tersebut dibagi dua sesi yaitu pagi pukul 08.00 hingga 12.00 Wita dan sore pukul 13.30 sampai 16.00 Wita.
Tujuan agar warga masyarakat di Kalsel bisa bersilaturahmi dengan saudara, keluarga maupun kerabat yang saat ini sedang menjalani pidana di Lapas Banjarmasin.
Tentu para petugas pun harus bekerja ekstra dengan memberikan keamanan dan kenyamanan saat jam layanan kunjungan mengingat jumlah kapasitas seharusnya di Lapas Banjarmasin 366 orang sekarang dihuni sebanyak 2.718 per tanggal 13 Juni kemaren sehingga mengalami overkapsitas kurang lebih 743 persen.
Melalui Kabag Humas Kemenkumham Kalsel, Sugito menyampaikan apresiasi kepada para petugas Lapas dan Rutan se-Kalsel dalam memberikan layanan terbaik kepada para pengunjung yang membesuk.


“Sejatinya petugas hanya menjaga warga binaan namun dalam rangka pembinaan hak untuk dikunjungi pun merupakan bagian tugas dan fungsi lembaga ini,” terangnya yang baru menjabat beberapa bulan lalu.
Menurutnya, para pengunjung harus tetap mematuhi peraturan di dalam Lapas dan Rutan, seperti tidak membawa barang-barang yang dilarang serta tertib saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas dan selalu menjaga kebersihan lingkungan.
“Kepada para petugas untuk tetap waspada dan selalu mengikuti SOP dalam melakukan pemerikasaan dan tetap teliti ketika memeriksa barang dan badan pengunjung walapun telah mengunakan peralatan x-ray dan metal detector,” katanya.
Semua itu menurut Sugianto, untuk memastikan tidak ada Narkoba atau barang yang dilarang lainnya masuk ke dalam Lapas. (ril/baha)
Editor : Farid
Lapas Teluk Dalam Banjarmasin dipadati pengunjung di hari raya kedua. (istimewa)

Pengunjung berjejalan masuk ke Lapas Teluk Dalam Banjarmasin. (istimewa)
Sumber Berita : http://klikkalsel.com/lebaran-lapas-teluk-dalam-dibanjiri-ribuan-pengunjung/

Re-Post by http://migoberita.blogspot.com/ Senin/18062018/08.55Wita/Bjm

Sambut Piala Dunia 2018 : Jembatan Rahmat di Desa Bukat Kecamatan Barabai dihias warna-warni corak bendera kontestan Piala Dunia 2018

UNIK.. Jembatan Warna-Warni ala Piala Dunia di Barabai

PROKAL.CO, BARABAI - Piala Dunia 2018 tinggal menghitung hari. Pertandingan pertama di pesta terbesar sepak bola yang digelar di Rusia itu dimulai pada Kamis (14/6) nanti. Euforianya tak hanya terasa di kota -kota besar di dunia. Di Barabai pun, semarak menyambut piala dunia begitu terasa.
Saking antusiasnya, warga Kelurahan Bukat Kecamatan Barabai Hulu Sungai Tengah menyulap jembatan Rahmat menjadi berwarna-warni. Jembatan kayu sepanjang 20 meter ini disulap ber warna-warni. Bendera berbagai negara yang berkompetisi di Piala Dunia sampai dengan ornamen bola plastik tergantung di jembatan yang menghubungkan antara RT 01 dan RT 02 di Kelurahan Bukat ini.


Rahman, salah seorang warga Bukat, mengatakan, jembatan ini mulai diwarnai sejak awal Mei yang lalu. Dananya merupakan swadaya masyarakat, dan juga bantuan dari beberapa donatur.
"Niat awalnya hanya ingin memperbaiki jembatan yang sudah mulai rusak saja. Tapi ada ide dari kawan-kawan warga untuk sekaligus mengecat jembatan, dengan tema piala dunia," ungkap tokoh pemuda di Kelurahan Bukat ini.
Dia menambahkan, pengerjaan jembatan ini tidak sekaligus tapi bertahap. Sampai akhirnya ada donatur yang menyumbangkan bola untuk ornamen tambahan di jembatan ini. Sehingga jembatan terlihat lebih menarik perhatian. Serta sesuai dengan tema piala dunia.
"Kami juga telah mendaftarkan diri menjadi kampung Piala Dunia di Trans Media. Dan sudah mengirimkan semua persyaratan ke panitia sana," terangnya.
Diakuinya, kampung mereka mulai ramai dikunjungi. Jembatan ini menjadi daya tarik tersendiri, tidak jarang pengunjung yang datang memanfaatkannya dengan berswafoto di tempat ini.
Sementara itu warga Kelurahan Bukat lainnya Latifah mengaku senang dengan disulapnya jembatan Rahmat ini menjadi jembatan kampung Piala Dunia.
"Kampung kami juga ikut bagus. Kami semua ikhlas bergotong-royong dan menyumbang dana. Karena selama ini kami meminta bantuan kepada Pemerintah Daerah juga tidak direspon," terangnya (zay/ay/ran)

MERIAH: Jembatan Rahmat di Desa Bukat Kecamatan Barabai terlihat meriah dengan warna-warni corak bendera kontestan Piala Dunia 2018. | Foto: Zepy Alayubi/Radar Banjarmasin
Sumber Berita : http://kalsel.prokal.co/read/news/15652-unik-jembatan-warna-warni-ala-piala-dunia-di-barabai.html

Berita Hulu Sungai Tengah

VIDEO - Sambut Piala Dunia 2018 Rusia, Kelurahan Ini Gelar Pertandingan Sepak Bola di Atas Jembatan

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sambut perhelatan akbar Piala Dunia 2018 Rusia, aksi unik dilakukan anak-anak dan remaja di Kelurahan Bukat, Kecamatan Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalsel, Selasa (29/5/2018).
Usai salat taraweh, sekitar pukul 22.00 Wita, mereka bermain bola di atas jembatan Rahmat, yang sudah dicat warna warni, dan telah diberi hiasan bola-bola bergambar bendera dari berbagai negara, yang digantung di atas jembatan.‎
Meski ruang gerak sempit, karena lebar jembatan yang tak sampai dua meter dengan panjang sekitar 20 meter, anak-anak dan remaja yang tergabung dalam klub sepak bola Murakata FC itu tetap bermain seru.
Sesekali bola jatuh ke sungai, karena jembatan tersebut berada di atas sungai Barabai yang berhulu di batubenawa. Warga lainnya yang sudah siap di bawah jembatan dengan sigap mengambil bola yang hanyut ke air tersebut.
Sulaiman, salah satu anak, yang juga pemain Murakata FC mengaku sangat senang dengan kegiatan seru-seruan tersebut. Mengapa tak di tanah lapang?
"Soalnya jembatannya kan sudah keren, dengan cat bernuansa piala dunia, ditambah ada hiasan bola-bolanya di atas jembatan. Jadi ada rasa nuansa sepakbola piala dunia,"tutur siswa kelas XI MTSN di HST ini.
Sementara, Ketua RT Kelurahan Bukat, Faidurrahman kepada banjarmasinpost.co.id mengatakan, main bola di atas jembatan hanya hiburan bagi warga di lingkungan mereka yang sangat gandrung menonton pertandingan sepak bola lokal, nasional hingga internasional seperti piala dunia. "Selama piala dunia, kami selalu mengadakan nonton bersama,"kata Faidurahman.
Adapun biaya mengecat jembatan dan memberi hiasan bola yang digantung di atas jembatan, menurut Ketua RT, murni swadaya masyarakat melalui sumbangan sukarela.
"Kami berharap, dengan menyukai olah raga bola ini, anak-anak dan remaja diarahkan pada kegiatan positif, sehingga tak tertarik mendekati narkoba, obat-obat terlarang serta hal tak bermanfaat lainnya,"pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/ Hanani)
Sumber Link Youtube : https://youtu.be/OBhziX93QnI
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/05/31/video-sambut-piala-dunia-2018-rusia-kelurahan-ini-gelar-pertandingan-sepak-bola-di-atas-jembatan

Re-Post by http://migoberita.blogspot.com/ Rabu/13062018/10.59Wita/Bjm

Ini Jadwal Lengkap PIALA DUNIA di Russia

Ini Jadwal Piala Dunia 2018, Seru Dari Awal Hingga Akhir

Bola.net - Piala Dunia 2018 sudah di depan mata. Tepat 28 hari sejak hari ini, kick off turnamen sepak bola terbesar di dunia ini akan digelar di Rusia.
Pertandingan pertama Piala Dunia 2018 akan dilangsungkan pada tanggal 14 Juni 2018. Tuan rumah Rusia akan bertemu dengan Arab Saudi untuk menandai dibukanya turnamen empat tahunan tersebut. Pertandingan dari Grup A ini sendiri akan digelar di Stadion Luzhniki, Moskwa pada pukul 22:00 WIB.



Sebanyak 32 negara peserta dan tergabung dalam delapan grup akan bersaing dan saling jegal untuk mencari yang terbaik. Turnamen ini akan digelar mulai 14 Juni hingga 15 Juli 2018 mendatang.
Babak penyisihan grup sendiri akan digelar mulai 14 Juni hingga 28 Juni 2018. Kemudian babak 16 besar dimulai pada 30 Juni hingga final Piala Dunia 2018 akan digelar pada 15 Juli 2018 di Stadion Luzhniki.

Dan berikut adalah jadwal lengkap Piala Dunia 2018 mulai penyisihan grup hingga partai final:

Grup A
  • Rusia vs Arab Saudi (14 Juni, Moskwa Luzhniki) - 22.00 WIB / 23.00 WITA
  • Mesir vs Uruguay (15 Juni, Yekaterinburg) - 19.00 WIB / 20.00 WITA
  • Rusia vs Mesir (20 Juni, St Petersburg) - 01.00 WIB / 02.00 WITA
  • Uruguay vs Arab Saudi (20 Juni, Rostov-on-Don) - 22.00 WIB / 23.00 WITA
  • Arab Saudi vs Mesir (25 Juni, Volgorad) - 21.00 WIB / 22.00 WITA
  • Uruguay vs Rusia (25 Juni, Samara) - 21.00 WIB / 22.00 WITA
Grup B
  • Maroko vs Iran (15 Juni, St. Petersburg) - 22.00 WIB / 23.00 WITA
  • Portugal vs Spanyol (16 Juni, Sochi) - 01.00 WIB / 02.00 WITA
  • Portugal vs Maroko (20 Juni, Moskwa Luzhniki) - 19.00 WIB / 20.00 WITA
  • Iran vs Spanyol (21 Juni, Kazan) - 01.00 WIB / 02.00 WITA
  • Spanyol vs Maroko (26 Juni, Kaliningrad) - 01.00 WIB / 02.00 WITA
  • Iran vs Portugal (26 Juni, Saransk) - 01.00 WIB / 02.00 WITA
Grup C
  • Prancis vs Australia (16 Juni, Kazan) - 17.00 WIB / 18.00 WITA
  • Peru vs Denmark (16 Juni, Saransk) - 23.00 WIB / 24.00 WITA
  • Prancis vs Peru (21 Juni, Yekaterinburg) - 22.00 WIB / 23.00 WITA
  • Denmark vs Australia (21 Juni, Samara) - 19.00 WIB / 20.00 WITA
  • Denmark vs Prancis (26 Juni, Moskwa Luzhniki) - 21.00 WIB / 22.00 WITA
  • Australia vs Peru (26 Juni, Sochi) - 21.00 WIB / 22.00 WITA
Grup D
  • Argentina vs Islandia (16 Juni, Moskwa Spartak) - 20.00 WIB / 21.00 WITA
  • Kroasia vs Nigeria (17 Juni, Kaliningrad) - 02.00 WIB / 03.00 WITA
  • Argentina vs Kroasia (22 Juni, Nizhni Novgorod) - 01.00 WIB / 02.00 WITA
  • Nigeria vs Islandia (22 Juni, Volgograd) - 22.00 WIB / 23.00 WITA
  • Islandia vs Kroasia (27 Juni, Rostov-on-Don) - 01.00 WIB / 02.00 WITA
  • Nigeria vs Argentina (27 Juni, St. Petersburg) - 01.00 WIB / 02.00 WITA
Grup E
  • Kosta Rika vs Serbia (17 Juni, Samara) - 19.00 WIB / 20.00 WITA
  • Brasil vs Swiss (18 Juni, Rostov-on-Don) - 01.00 WIB / 02.00 WITA
  • Brasil vs Kosta Rika (22 Juni, St. Petersburg) - 19.00 WIB / 20.00 WITA
  • Serbia vs Swiss (23 Juni, Kaliningrad) - 01.00 WIB / 02.00 WITA
  • Serbia vs Brasil (28 Juni, Moskwa Spartak) - 01.00 WIB / 02.00 WITA
  • Swiss vs Kosta Rika (28 Juni, Nizhni Novgorod) - 01.00 WIB / 02.00 WITA
Grup F
  • Jerman vs Meksiko (17 Juni, Moskwa Luzhniki) -22.00 WIB / 23.00 WITA
  • Swedia vs Korea Selatan (18 Juni, Nizhni Novgorod) - 19.00 WIB / 20.00 WITA
  • Jerman vs Swedia (24 Juni, Sochi) - 01.00 WIB / 02.00 WITA
  • Korea Selatan vs Meksiko (23 Juni, Rostov-on-Don) - 22.00 WIB / 23.00 WITA
  • Korea Selatan vs Jerman (27 Juni, Kazan) - 21.00 WIB / 22.00 WITA
  • Meksiko vs Swedia (27 Juni, Yekaterinburg) - 21.00 WIB / 22.00 WITA
Grup G
  • Belgia vs Panama (18 Juni, Sochi) - 22.00 WIB / 23.00 WITA
  • Tunisia vs Inggris (19 Juni, Volgograd) - 01.00 WIB / 02.00 WITA
  • Belgia vs Tunisia (23 Juni, Moskwa Spartak) - 19.00 WIB / 20.00 WITA
  • Inggris vs Panama (24 Juni, Nizhni Novgorod) - 19.00 WIB / 20.00 WITA
  • Inggris vs Belgia (29 Juni, Kaliningrad) - 01.00 WIB / 02.00 WITA
  • Panama vs Tunisia (29 Juni, Saransk) - 01.00 WIB / 02.00 WITA
Grup H
  • Polandia vs Senegal (19 Juni, Moskwa Spartak) - 22.00 WIB / 23.00 WITA
  • Kolombia vs Jepang (19 Juni, Saransk) - 19.00 WIB / 20.00 WITA
  • Jepang vs Senegal (24 Juni, Yekaterinburg) - 22.00 WIB / 23.00 WITA
  • Polandia vs Kolombia (25 Juni, Kazan) - 01.00 WIB / 02.00 WITA
  • Jepang vs Polandia (28 Juni, Volgograd) - 21.00 WIB / 22.00 WITA
  • Senegal vs Kolombia (28 Juni, Samara) - 21.00 WIB / 22.00 WITA
Babak 16 besar: 30 Juni-3 Juli 2018
Perempat final: 6 Juli-7 Juli 2018
Semifinal: 10 dan 11 Juli 2018.
Perebutan tempat ketiga: 14 Juli 2018.
Final: 15 Juli 2018.(fifa/dzi)
Ini Jadwal Piala Dunia 2018, Seru Dari Awal Hingga Akhir
Sumber Berita : https://www.bola.net/piala_dunia/ini-jadwal-piala-dunia-2018-seru-dari-awal-hingga-akhir-5d7b50.html

Re-Post by http://migoberita.blogspot.com/ Rabu/13062018/10.19Wita/Bjm

Energy18 - Bright As The Sun : Ayo Dukung & Sukseskan Indonesia di Asian Games ke 18 di tahun 2018 lewat Lagu Bright as the Sun, ini Loh Liriknya

Tidak terasa waktu semakin dekat menuju tahun 2018, yang dimana kita akan menjadi tuan rumah Asian Games ke 18 di tahun 2018, sambil menunggu lagu resminya di luncurkan, mari kita dengarkan salah satu theme song Asian Games 2018 - Bright As The Sun dan inilah lirik lagu nya yang bisa teman - teman nyanyikan saat mendukung perjuangan Sang Merah Putih negara yang kita cintai INDONESIA ( NKRI harga MATI ) saat berjuang menjadi yang terbaik di Asian Games 2018

Lyric :
bukalah matamu… kuatkan hatimu…
berikan energi didalam semangatmu tegarlah berdiri…
terbanglah kau tinggi…
inilah saatnya namamu bergema
maknai kekalahan sebagai kemenangan yang tertunda
jangan pernah putus asa jadi yang terbaik
show the world
you are as bright as the sun
we deserve to be the one
invite your fearst come on, don’t waste your time
race the energy you shame
and give you best look at to the race
tak ada yang bisa (tak ada yang bisa)
meretas anganmu (meretas anganmu)
kita pasti sanggup untuk meraih mimpi
kibarkan bendera bangsamu
terletak ditiang tertinggi
jadikanlah jiwa mudamu
mengukir sejarah
show the world
you are as bright as the sun
we deserve to be the one
invite your fearst come on, don’t waste your time
race the energy you shame
and give you best look at to the race
berbeda bukan alasan untuk tak saling menopang
tujuan cita dan harapan
berbeda bukan alasan untuk tak saling menopang
tujuan cita dan harapan
berbeda bukan alasan untuk tak saling menopang
tujuan cita dan harapan
berbeda bukan alasan untuk tak saling menopang
tujuan cita dan harapan
show the world you are as bright as the sun
we deserve to be the one
invite your fearst come on, don’t waste your time
race the energy you shame
and give you best look at to the race
we deserve to be the one
invite your fearst come on, don’t waste your time
race the energy you shame
and give you best look at to the race
and give you best look at to the race
and give you best look at to the race
Sumber Link : https://www.youtube.com/watch?v=E_ZJ8kW0930
Support : Original song theme 18th Asian games 2018 https://www.youtube.com/watch?v=LGX52...
Dulu Theme Song Asian Games 2010 dan 2014 seperti di link ini loh https://www.youtube.com/watch?v=qLT2Dvzy_hU

Re-Post by http://migoberita.blogspot.com/ Rabu/13062018/10.07Wita/Bjm

Lagi Viral, Pemuda Kandangan KalSel jadi Imam di Masjid Makkah akhirnya ketemu Menteri Agama

INILAH pemuda Indonesia yang membaca Alquran di Masjidil Haram tampil di hadapan Imam Masjidil Haram Syekh Sudais, para ulama dan tokoh Makkah, seperti Amir Kota Mekkah dan Naib Amir dan lainnya. Pemuda berusia 21 tahun ini bernama Syekh Asal Syu'bah bin Haji Yanto. Hafal Alquran, ahli qira'at, dan mengajar di Universitas Ummul Qura Makkah. Lahir di Makkah namun berdarah Banjar Kalimantan Selatan. Anak angkat Guru Syairazi Kandangan dan anak angkat Imam Masjidil Haram Syekh Dr. Hasan Bukhari.

Sumber Link https://www.youtube.com/watch?v=QhvBlkcE7yA

Yang Benar! Ustadz Asal Yanto Al Banjary, Imam Masjid Birrul Walidain Makkah

LANTUNAN suaranya begitu merdu dan indah, saat membaca ayat yang berisi perintah puasa Ramadhan dalam surat Al-Baqarah di hadapan para ulama besar dan pemuka Kerajaan Arab Saudi, termasuk Syekh Abdurrahman Sudais dalam sebuah haflah madrasah, benar-benar membawa nama Ustadz Asal Yanto Al Banjary mendunia.
VIDEONYA yang diunggah Tarmizi Abdul Gani, misalkan hingga Sabtu (9/6/2018) pukul 21.22 Wita, telah ditonton 183.556 views dan di-like lebih dari 3.800 orang. Hingga para youtubers mengaku sangat merdu suara Ustadz Asal Yanto Al Banjary yang berdarah Banjar, tepatnya Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan.
Seperti Lulu berucap Ya Allah, suara dari surga, merdu sekali dan pingin nangis. Lain lagi dengan Yudi Hidayat mengaku terharu mendengar suara Ustadz Asal Banjary. Begitupula, Sigit Saputro2 menulis di dinding Youtube dengan sebutan Urang Banjar sidin nih, Kandangan tepatnya, sehal selalu Ustadz Asal…Amin.
Kebanggaan juga dituliskan Mujahid Ingin Sahid yang berkata: Kami orang Indonesia, bangga denganmu Syech! Serta doa-doa lainnya dari pemirsa yang mengingatkan lahir seorang anak seperti Ustadz Asal Al Banjary.
Sementara itu, Ustadz Nur Hidayatullah yang merupakan dosen UIN Semarang juga mengomentari viralnya videoyang menyebutkan Ustadz Asal Yanto menjadi Imam Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Masjid yang terdapat rumah Allah SWT, Kakbah yang menjadi kiblat umat Islam seluruh dunia ini.
“Yang benar adalah Ustadz Asal Yanto menjadi Imam di Masjid Birrul Walidain di kawasan Zaidi Makkah, sekaligus menjadi anak angkat Imam Masjidil Haram Syekh Dr Hasan Bukhari,” ucap Ustadz Nur Hidayatullah.
Ia juga menerangkan video itu adalah ketika Ustadz Asal diundang di Masjidil Haram pada 12 Ramadhan 1439 Hijriyah untuk membacakan ayat suci Alquran di hadapan Syekh Sudais dan pemuka tokoh Makkah.
“Meski demikian, semoga Ustadz Asal betul-betul ditakdirkan menjadi Imam Masjidil Haram, seperti halnya dulu Syekh Ahmad Khatib Minangkabau, dan ulama lainnya dari Nusantara menjadi imam dan pemuka agama di Haramain. Amin,” tulis Ustadz Nur Hidayatullah.

Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/06/09/yang-benar-ustadz-asal-yanto-al-banjary-imam-masjid-birrul-walidain-makkah/

Ustadz Asal Al Banjary Bantah Jadi Iman Masjidil Haram, Tapi Imam di Beberapa Masjid di Makkah

MENTERI Agama Lukman Hakim Saifuddin bertemu dengan Ustadz Asal bin Yanto Al-Banjary di Kantor Daker Makkah. Pemuda penghafal Alquran ini viral di media sosial karena kiprahnya sebagai imam salat di sejumlah masjid di Makkah. 
MENAG Lukman pun menanyakan keberadaan berita bahwa ‘Asal juga menjadi salah satu Imam di Masjidil Haram,  Makkah. Dan, kabar ini dibantah tegas oleh ‘Asal seperti dikutip dari rilis Kemenag RI.
“Cerita tentang kalau saya menjadi imam di Haram itu tidak benar. Tapi kalau menjadi imam di beberapa masjid di Makkah itu benar,” ujar Ustadz Asal bin Yanto Al-Banjary, saat berbincang dengan Menag di Kantor Daker Makkah,  Minggu (10/06).”Alhamdulillah sudah terbiasa menjadi imam di beberapa masjid di Makkah,” ulangnya.
Dalam kesempatan itu,  Menag meminta ‘Asal bin Yanto Albanjari membacakan sejumlah ayat. Pria berdarah Banjar (Indonesia) ini membacakan ayat 35 – 37 surat Ibrahim. Menag mengapresiasi kefasihan dan keindahan suara ‘Asal dalam melantunkan ayat Alquran. Menag berharap ‘Asal terus maju mengharumkan nama Indonesia dalam kiprahnya sebagai imam di banyak masjid di Makkah Al Mukarramah.
Berpaspor Indonesia,  ‘Asal lahir di Makkah pada 1997. Dia mulai menghafal Alquran sejak 2006 dan mengkhatamkan hafalannya dalam qiraat Ashim riwayat Hafs pada 2012. Pada acara haflah tahunan santri tahfidz (penghafal Alquran) dia mendapat tugas membaca beberapa ayat Alquran tentang kewajiban puasa (video ini juga viral di media sosial).
‘Asal saat ini sedang berusaha mengkhatamkan hafalan Alquran-nya dalam dua riwayat lagi, selain qiraat Ashim riwayat Hafs. Dia berguru pada salah satu imam Masjidil Haram, yaitu: Syekh Abdurrahman Syirazi.
Yanto, ayah ‘Asal Al Banjar, adalah orang Kalimantan Selatan yang sudah puluhan tahun bermukim di Saudi. Tahun ini ia ikut bergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dari unsur tenaga musiman. Dia bertugas di bagian layanan transportasi jemaah haji Indonesia di wilayah Syib Amir, Makkah.


Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/06/10/ustadz-asal-al-banjary-bantah-jadi-iman-masjidil-haram-tapi-imam-di-beberapa-masjid-di-makkah/

Re-Post by http://migoberita.blogspot.com/ Rabu/13062018/08.55Wita/Bjm

Program penyaluran dana kebajikan Maybank Indonesia di Banjarmasin bikin SENYUM "kakanakan" Pulau Bromo

Senyum Ramadhan Tak Tertahan dari Anak-Anak Pulau Bromo

KEBAHAGIAAN bagi sebagian orang mungkin terjadi ketika mendapat apapun hal yang diinginkan. Namun tidak bagi Balqis, Siva dan Viona. Bagi tiga anak itu, mendapatkan undangan berbuka puasa bersama di tengah Kota Banjarmasin adalah kebahagiaan yang tiada duanya.
TERLIHAT dari gurat tawa tertahan wajah-wajah kecil itu ketika memenuhi undangan buka puasa bersama dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalsel, di Kantor Maybank Syariah Banjarmasin, Kamis (7/6/2018) lalu.
Tiga gadis kecil itu juga tidak sendiri. Undangan ACT Kalsel juga berlaku bagi puluhan anak yang tinggal di Pulau Bromo, sebuah pulau yang berada di bagian selatan Kota Banjarmasin.
Karena pulau kecil yang terbentuk dari delta itu memang hanya bisa diakses dengan perahu, para penduduknya sangat jarang menemui gemerlapnya kota. Bisa keluar dari kampung mereka, dan hadir di Banjarmasin yang dipenuhi fasilitas memadai, merupakan kemewahan bagi anak-anak itu.
Kegembiraan mereka diungkapkan Sarlinda, relawan lokal yang diminta ACT Kalsel untuk mendampingi mereka. “Umaaa buhannya himung banar dibawai buka puasa di sini (Duh mereka senang sekali diajak buka puasa di sini). Pukul 04.00 sore, kami sudah sampai di seberang,” ujar Sarlinda.


Ia mengatakan bahwa selama bulan puasa ini belum pernah ada yang mengajak anak-anak di Pulau Bromo buka puasa bersama. “Baru ACT Kalsel yang mengajak kami keluar. Padahal di Pulau Bromo banyak anak-anak yatim dan tidak mampu yang perlu perhatian,” ucap Sarlinda.
Kegiatan buka puasa bersama itu merupakan implementasi dari program penyaluran dana kebajikan Maybank Indonesia di Banjarmasin. Muhammad Nuryasin, Manajer Kantor Cabang Maybank Syariah Banjarmasin mengatakan, penyaluran dilakukan melalui unit Syariah Maybank dan 10 KCS se-Indonesia.
“Di Kalsel, kami menggandeng ACT Kalsel untuk menghadirkan anak-anak yatim dan duafa di Banjarmasin. Alhamdulillah dihadirkan anak-anak dari Pulau Bromo yang memang membutuhkan perhatian kita semua,” ujar Yasin.
Dia juga mengatakan kalau inisiasi ini merupakan wujud nyata dari komitmen Maybank Indonesia. “Komitmen kita untuk selalu berada di tengah komunitas masyarakat prasejahtera, meningkatkan kontribusi dalam negeri, serta menyalurkan bantuan kemaslahatan masyarakat,” kata Yasin.
Selain mengajak buka puasa bersama, Maybank Indonesia juga memberikan santunan untuk 100 anak di Pulau Bromo.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang ACT Kalsel, Ronio Romantika, yang hadir di tengah-tengah kebahagiaan itu mengungkapkan bahwa kemitraan merupakan cara yang dibangun ACT dalam menanggulangi persoalan kemiskinan. “Kolaborasi antara kedermawanan dan kerelawanan adalah pilar gerakan dari ACT untuk mewujudkan solusi bagi bangsa ini,” ucapnya.
Ronio merasa bersyukur bisa mempertemukan warga di Pulau Bromo dengan salah satu mitra ACT yaitu Maybank Syariah Banjarmasin. “Minimal ini sebagai awalan untuk membangun program-program kemanusiaan di Pulau Bromo,” terangnya.
Meskipun baru buka cabang di Kalimantan Selatan, sebenarnya ACT sudah pernah menyambangi Pulau Bromo tahun 2015 silam. ACT melalui mitra lokal telah menyapa warga di Pulau Bromo melalui program darurat asap.
“Semoga dengan hadirnya cabang di Kalsel, kami bisa melakukan lebih banyak untuk Pulau Bromo,” pungkas Ronio.


Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/06/12/senyum-ramadhan-tak-tertahan-dari-anak-anak-pulau-bromo/

Re-Post by http://migoberita.blogspot.com/ Rabu/13062018/08.34Wita/Bjm

Inspiratif : 2 Pemuda Indonesia Ahmad Adim Ardiyan dan Muhammad Syakban Hasibuan jadi Imam Masjid Tarawih di Luar Negeri

Membanggakan, Mahasiswa RI Jadi Imam Rutin Tarawih di Lebanon

Beirut - Sebagai kota yang mayoritas penduduknya menganut ajaran Islam Sunni, Ramadan di Bekaa, Lebanon tampak sangat meriah dengan hadirnya lampu-lampu yang berjajar di pinggir-pinggir jalan. Lampu-lampu yang bersinar terang di malam hari ini hanya terdapat di Bulan Ramadan saja, sehingga Kota 'Anjar Bekaa tampak lebih cerah dengan berbagai tradisi lokal untuk mengisi bulan yang bertepatan dengan turunnya Al Quran ini.
Di salah satu sudut kota, tepatnya di Masjid Ali bin Abi Talib, Kota Anjar Provinsi Bekaa, ibadah shalat tarawih menjadi ibadah sunah yang rutin dilakukan di bulan Ramadan. Namun ada yang berbeda lantaran imam rutin ibadah salat tarawih itu merupakan seorang berkewarganegaraan Indonesia.



Adalah Ahmad Adim Ardiyan yang berasal dari Serang, Banten dan Muhammad Syakban Hasibuan yang berasal dari Penyabungan, Medan, Sumatera Utara, secara bergilir menjadi imam rutin ibadah shalat tarawih dan qiyamul lail di dua masjid di Kota Anjar, yaitu di Masjid Ali Bin Abi Talib dan Masjid Al Azhar Bekaa.
Kepala Fungsi Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) KBRI Beirut, Imad Yousry mengatakan dalam rilis pers KBRI Beirut yang diterima detikcom, Selasa (12/6/2018), "kami bangga bahwa mahasiswa Indonesia secara aktif berkontribusi di masyarakat, khususnya pada bulan suci Ramadhan ini."
Masjid Ali Bin Abi Talib adalah masjid yang terletak di Jalan Tal'abaya yang dapat menampung sekitar ratusan jamaah. Jamaah masjid ini terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari para ulama, akademisi, remaja, anak-anak bahkan pedagang serta para lansia. Berbeda dengan Mesjid Ali, Masjid Al Azhar Bekaa yang terletak di jalan Majdal 'Anjar, Bekaa ini memiliki jamaah yang mayoritasnya para mahasiswa karena memang terletak di dalam kompleks Universitas Islam Beirut - Cabang Darul Fatwa, Otoritas Islam Sunni Tertinggi di Lebanon.
Ahmad Adim Ardiyan saat ini sedang mengenyam pendidikan S1 di Fakultas Syariah Universitas Islam Beirut Darul Fatwa, Lebanon. Pemuda kelahiran 1996 yang telah pernah berpasrtisipasi di MTQ tingkat kabupaten/kota ini merupakan jebolan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Berbeda dengan Adhim, Muhamad Syakban Pemuda asal mandailing Medan itu telah menghafal seluruh ayat al Quran (Hafidz) dan merupakan alumni Pesantren Darul Hadist Penyabungan Sumatera Utara.
Keduanya memiliki suara yang sangat merdu saat membaca ayat-ayat dalam alquran dan memperoleh Beasiswa bersama dari Kemenag RI tahun 2017. Ketika bertindak menjadi imam, masing-masing Adhim dan Syakban selalu mengenakan pakaian khas Indonesia dengan peci hitam dan baju koko.
Duta Besar RI untuk Libanon KH. Achmad Chozin Chumaidy sangat bangga, mahasiswa Indonesia dipercaya menjadi Imam sholat Tarawih di Lebanon. "Ini menunjukkan kualitas qiroah dan tahfidz al qur'an mahasiswa Indonesia diakui oleh ulama-ulama Lebanon," imbuhnya.
"Kalau orang Arab menjadi Imam di Indonesia itu sudah biasa. Tapi kalau orang Indonesia menjadi Imam di Lebanon itu menjadi luar biasa," lanjut Dubes Chozin.
Dubes Chozin juga berpesan pada mahasiswa Indonesia untuk belajar terus jangan cepat puas.
"Nanti pulang ke Indonesia, menjadi penggerak kebangkitan Islam dan penerus perjuangan Ulama dalam menebarkan Islam ahlussunah wal jama'ah yg moderat, ramah dan toleran," tandasnya.
Membanggakan, Mahasiswa RI Jadi Imam Rutin Tarawih di Lebanon Foto: KBRI Beirut
Sumber Berita : https://news.detik.com/internasional/d-4065357/membanggakan-mahasiswa-ri-jadi-imam-rutin-tarawih-di-lebanon

Re-Post by http://migoberita.blogspot.com/ Selasa/12062018/12.55Wita/Bjm 

Selamat Mudik dari Pak Presiden Jokowi : Mudik Lancar Rakyat Indonesia bilang begini... (Video)


Dulu Belasan Jam, Kini Mudik Jakarta-Pekalongan Cuma 5 Jam

Jakarta - Sejak dibangunnya Jalan Tol Trans Jawa, kemacetan di jalur mudik terutama di Jawa Barat-Jawa Tengah berkurang. Jalur mudik yang dulunya bisa ditempuh belasan jam pada tahun ini bisa dipangkas setengahnya.
Hal tersebut diutarakan oleh Sari Dewi, warga Jakarta yang mudik ke Pekalongan, Jawa Tengah. Dia mengatakan, mudik tahun ini hanya butuh waktu 5 jam saja.


"Kita berangkat pukul 04.00 WIB sampai di Pekalongan pukul 09.15 WIB," cerita Dewi, kepada detikcom, Selasa (12/6/2018).

Padahal, berdasarkan catatan detikcom, mudik tahun 2016 mengalami kemacetan di Brebes. Para pemudik bisa menempuh belasan jam dari Jakarta ke Brebes, apalagi hingga Pekalongan yang jaraknya lebih jauh dari Jakarta.

Meski mudik tahun ini lancar, Dewi mengatakan, tetap ada yang harus diperbaiki. Dia merasa kesadaran pemudik mobil soal tertib berlalu lintas masih kurang.
"Hanya saja masyarakat pengguna jalan tol yang harus diperbaiki sikap. Saya melihat banyak mobil yang malah parkir di area bahu jalan," ungkapnya.
Menurutnya, bahu jalan harusnya dipakai untuk keadaan darurat. Namun sepanjang pengamatannya, pengendara berhenti di bahu jalan untuk merokok dan selonjoran saja.
"Bukan malah buat istirahat, merokok, atau malah cuman lempengin kaki," keluh Dewi.
Dulu Belasan Jam, Kini Mudik Jakarta-Pekalongan Cuma 5 Jam Ilustrasi Jalur Mudik Tol (Foto: Eva Safitri/detikcom)
 
Sumber Berita : https://news.detik.com/berita/d-4065349/dulu-belasan-jam-kini-mudik-jakarta-pekalongan-cuma-5-jam

Re-Post by http://migoberita.blogspot.com/ Selasa/12062018/12.34Wita/Bjm