Digunakan untuk Pengajuan
Santunan/Manfaat setelah Dipastikan Laporan Kecelakaan pada Tahap I
merupakan Kecelakaan Kerja (merupakan Laporan Kecelakaan Kerja Tahap II)
Digunakan untuk Pengajuan
Santunan/Manfaat setelah Dipastikan Pelaporan Penyakit merupakan
Penyakit Akibat Kerja (merupakan Laporan Penyakit Akibat Kerja Tahap II)
Formulir KK-PAK_Lampiran tambahan Form 3, 3a dan 3b
Digunakan sebagai lampiran tambahan
jika masih ada informasi tambahan pendukung lainnya pada pelaporan Tahap
I/Tahap II, Surat Keterangan Dokter yang merawat/Dokter Penasehat.
Digunakan untuk melaporkan atau
pengkinian data keluarga (ahli waris) setelah mendapatkan manfaat
jaminan pensiun, tidak digunakan untuk pengkinian data perubahan susunan
ahli waris
Digunakan untuk memandu kelengkapan
dokumen pendukung lainnya pada pelaporan kematian peserta bukan akibat
kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja pada masa aktif kepesertaan.
Digunakan untuk pengajuan manfaat
beasiswa bagi anak peserta yang mengalami cacat total tetap akibat
kecelakaan kerja, atau peserta yang meninggal dunia akibat kecelakaan
kerja dan bukan akibat kecelakaan kerja.
MigoBerita - Banjarmasin - Mungkin orang-orang khususnya di Kalimantan Selatan, tepatnya di kota Banjarmasin dalam beberapa hari ini mempermasalahkan masalah tabung gas 3 kg yang susah dicari, yang sekali dapat berharga mahal hingga tembus dari 30 ribu hingga 50 ribu kata Ibu Asiah yang berjualan Kopi & Teh serta gorengan dikawasan jalan Kolonel Sugiono Banjarmasin. Tapi anehnya, menurut beberapa orang yang menjadi pengujung Warung itu, para pemuda koq demonya masalah Dollar Naik,.. seperti nggak ada yang lain. Apalagi menurut mereka biar Dollar Naik seberapapun, kami tetap "Mewarung" disini dan yang pasti Ibu Asiah tetap jualan. Yang Pusing paling "orang kaya" yang hari-harinya tergantung sama Dollar, jadi para pendemo Dukung "Orang Kaya" atau "Rakyat Indonesia"..???!!!.
Luhut Binsar Pandjaitan: Politisasi Rupiah Lemah Bentuk Pengkhianatan
JAKARTA – Menteri
Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut politisasi
terhadap isu pelemahan rupiah sebagai bentuk pengkhianatan terhadap
negara.
Saat ini menurutnya kesepakatan pihaknya
dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk duduk
bersama dalam mengatasi masalah ini.
“Kami sepakat, kita jangan
memain-mainkan politik untuk currency ini karena dampaknya pada semua
rakyat kecil. Jadi kalau semua itu orang melakukan [politisasi rupiah]
saya kira itu pengkhianatan pada negara,” ujar Luhut dalam konferensi
pers di Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi (SOM) AIS ke-2 di Oriental
Mandarin, Jakarta Pusat, Kamis (6/9).
Ia juga mengklaim pemerintah saat ini
telah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan efisiensi dan
menghindari budaya korupsi.
“Bedanya sekarang ini pemimpinnya enggak
ada yang korupsi. Nah itu penting dicatat. Presidennya, anaknya,
istrinya, semuanya bersih dan kerja keras. Mereka turun ke bawah. Orang
bilang pencitraan, pencitraan apanya?” kata mantan Menkopolhukam ini.
Selain itu, pemerintah juga telah melakukan pengambilan keputusan dengan cara transparan.
“Tidak ada yang salah kecuali ada kita
korupsi atau tidak efisien. Kita enggak kok. Kita sudah membuat negeri
ini tambah efisien. Karena apa? Karena semuanya sudah sistem online,”
kata dia.
Sebelumnya, sejumlah politikus oposisi,
seperti Fadli Zon dan Ferdinand Hutahaean, menilai pemerintahan Jokowi
telah gagal dalam menjaga rupiah dari depresiasi.
Namun demikian, bakal calon wakil
presiden Sandiaga Uno dan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief meminta
semua pihak untuk tak memanfaatkan pelemahan rupiah untuk menyerang
Pemerintah. [ARN]
Kunjungan Kerja, Aliansi Mahasiswa Kalsel Tak Bertemu Wakil Rakyat
PULUHAN mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kalimantan Selatan kecewa dengan kalangan wakil rakyat di DPRD Kalsel. KEKECEWAAN dipicu saat mereka ingin menyampaikan
aspirasinya ke DPRD Kalsel, Jumat (7/9/2018), tidak ada satu pun anggota
dewan yang menemui mereka.
Koordinator aksi, Rizky Adi Putra mengatakan, mahasiswa ingin
menyampaikan dolar naik dan melemahnya rupiah, dan menuntut pemerintah
untuk menjaga kestabilan nilai rupiah.
Aliansi Mahasiswa Kalsel menuntut pemerintah segera mengambil sikap
untuk menstabilkan nilai rupiah agar tidak berpotensi keluarnya
kebijakan yang memberatkan rakyat.
Pemerintah wajib menjaga kestabilan, sebab terhitung sejak 5
September 2017 hingga 7 September 2018 nilai rupiah mengalami pelemahan
yang drastis, dari Rp 13.154 mencapai Rp 14.897.
Di saat yang bersamaan, lanjutnya, selama satu tahun ini, berbagai
kebijakan yang merugikan, seperti penjualan aset PT Pertamina,
penambahan hutang yang mencapai Rp 5.336 triliun, hingga kepentingan
politik yang terkesan sibuk dengan perebutan kekuasaan mengakibatkan
semua keadaan semakin buruk.
“Kami kecewa karena pada saat jam kerja, tidak ada anggota DPRD
Kalsel ada di kantor, dengan dalih mereka sedangan tugas keluar,” ujar
Rizky.
Pihaknya berjanji akan kembali ke DPRD Kalsel. “Kami sudah mengirim surat pada Rabu lalu,” ujarnya.
Kepala Bagian TU Sekretariat DPRD Kalsel Riduansyah mengakui anggota
DPRD Kalsel sedang kunjungan kerja. “Unjuk rasa akan disampaikan ke
unsur pimpinan, baru ke Komisi II DPRD Kalsel, “ujar Riduansyah.
Ia mengakui pengunjuk rasa sudah menyampaikan surat pemberitahuan,
namun rapat Banmus yang digelar DPRD Kalsel lebih dulu menetapkan jadwal
dewan.
“Kalau mau bertemu dengan anggota DPRD Kalsel harus sesuai jadwal
yang ada. Kami sudah berikan jadwal dewan untuk disesuaikan,” katanya.
Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/09/07/kunjungan-kerja-aliansi-mahasiswa-kalsel-tak-bertemu-wakil-rakyat/
LSISK Minta Pemerintah Benahi Kondisi Perekonomian Negara karena Merosotnya Nilai Tukar Rupiah
MAHASISWA yang tergabung dalam Lingkar Studi Ilmu Sosial
Kerakyatan (LSISK) menggelar aksi mimbar bebas menuntut pemerintah untuk
segera membenahi kondisi ekonomi negara, di bundaran Hotel A, Jumat
(7/9/2018). HAL didasarkan oleh kondisi nilai tukar rupiah yang
semakin melemah. Organisasi lintas perguruan tinggi ini menuntut
pemerintah mengambil kebijakan yang mampu meredam keperkasaan dollar
atas rupiah
Rizki Ade Putra, koordinator aksi dalam orasinya mengatakan, dengan
banyaknya polemik yang ada di negeri ini ditambah lagi dengan
permasalahan ekonomi yang tidak stabil.
“Terhitung sejak 5 September 2017 hingga 6 September 2018 nilai
rupiah mengalami pelemahan yang drastis dari Rp 13.154 sampai Rp 15.029.
Di saat yang bersamaan selama satu tahun ini, berbagai macam kebijakan
yang merugikan, seperti penjualan aset PT Pertamina” tegasnya.
Belum lagi penambahan hutang, yang mencapai Rp 5.336 triliun lanjut
Rizki Ade Putera, hingga kepentingan politik yang terkesan sibuk dengan
perebutan kekuasaan mengakibatkan semua keadaan semakin memburuk.
“Dampak yang dirasakan dari lemahnya nilai rupiah akan memperburuk
keadaan bangsa yang masih sarat dengan ketidakstabilan ekonomi, hutang
Negara yang menumpuk, dan taraf hidup rakyat yang masih rendah,” ucap
mahasiswa UIN Antasari ini.
Ia menambahkan, lebih dari itu, dari rentetan gejolak yang tampak,
kemungkinan krisis ekonomi menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari
lagi.
“Melihat kondisi bangsa saat ini, jelas bertolak belakang dengan UU
RI Nomor 11 ayat 1 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, bahwa
kesejahteraan sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material,
spiritual, dan sosial warga Negara agar dapat hidup layak dan mampu
mengembangkan diri sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya” ucap
Rizki Ade Putera.
Rizki Ade Putera menegaskan pemerintah harus segera mengambil sikap
untuk menstabilkan nilai rupiah, agar tidak berpotensi keluarnya
kebijakan yang memberatkan rakyat dan pemerintah wajib menjaga
kestabilan nilai rupiah.
Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/09/07/lsisk-minta-pemerintah-benahi-kondisi-perekonomian-negara-karena-merosotnya-nilai-tukar-rupiah/
Di
sekitar bulan April 2018, seorang pengamat politik yang juga Direktur
Eksekutif Indo Barometer, Mohamad Qodari mengungkapkan bahwa Prabowo
sedang menjalankan strategi kampanye yang dulu dipakai oleh Donald
Trump. Waktu itu yang sering kita dengar dari Prabowo adalah suramnya
masa depan Indonesia; buruknya gizi anak-anak; jeleknya prestasi atlet;
rakyat yang kelaparan; pemerintah buang-buang uang rakyat dengan
menyelenggarakan Asian Games; bocornya keuangan Indonesia; elit yang
goblok, serakah, bermental maling, hatinya beku, tidak setia pada
rakyat; mark up proyek; dan lain-lain yang tidak ada aura positifnya
sama sekali.
Menurut Qodari, strategi kampanye Donald Trump yang dipakai oleh Prabowo dijalankan dengan menciptakan pesimisme, menebarkan ketakutan, dan mempertentangkan kalangan bawah dengan kalangan atas.
Pada Pilpres AS 2016 itu, Donald Trump 'menggoreng' isu kesenjangan di
AS. Selain itu, ia mencoba menyebarkan rasa takut bahwa AS berada di
bawah ancaman asing, seperti China, ancaman Islam, dan tenaga kerja
imigran Meksiko. "Menurut saya, ini agak mirip. Jadi yang disebarkan
adalah pesimisme, kemudian ketakutan. Dan kalau kita lihat kasus di
Amerika ternyata pesimisme dan ketakutan itu dibeli oleh rakyat Amerika
sehingga mereka memilih Donald Trump," tuturnya. "Trump itu kan
slogannya, 'Make America Great Again', membuat Amerika menjadi hebat
lagi. Menurut saya, terjemahan bebas pidatonya Prabowo itu adalah membuat Indonesia menjadi hebat lagi bersama saya, 'macan Asia',"
tambah Qodari. Jika pesimisme dan ketakutan berhasil dikembangkan dan
mempengaruhi masyarakat, kecenderungan memilih Prabowo sebagai presiden
diyakini akan lebih besar dibanding memilih Joko Widodo (Jokowi).
Menurutnya, dalam pesan-pesannya, Prabowo seolah-olah menyiratkan bahwa Indonesia akan menjadi hancur jika bukan dia pemimpinnya.
"Beliau
(Prabowo) punya sebuah strategi membangun ketakutan, pesimisme mengenai
situasi dan kondisi Indonesia pada hari ini maupun di masa yang akan
datang, dengan asumsi bahwa mereka-mereka yang takut dan pesimistis
mengenai kondisi sekarang dan akan datang bakal lari ke dia, mendukung
dia, dan tidak mendukung yang sekarang ini (Jokowi)," kata Qodari.
Strategi
kampanye itu masih dijalankan sampai sekarang. Dalam gerakan
#2019GantiPresiden, dalam “Nawa Duka” dan berbagai pernyataan soal
ekonomi yang digelontorkan oleh para pendukung kubu sebelah sana.
Namun,
tiba-tiba saja sore ini, Jokowi mengumumkan Ketua Tim Kampanye Nasional
(TKN) pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin, yakni Erick Thohir. Namanya lagi
ngetop sebagai Ketua INASGOC (Indonesia Asian Games 2018 Organizing
Committee) yang sangat sukses menyelenggarakan Asian Games 2018. Ini
salah satu dari alasan penunjukan Erick sebagai ketua timses Jokowi –
Ma’ruf.
Erick Thohir adalah seorang pengusaha.
Mahaka Group yang dia dirikan mencakup bisnis dalam bidang media,
advertising dan entertainment. Apa saja yang ada di dalam Group Mahaka?
Harian Republika, Majalah Golf Digest, Jak TV, Gen FM, dan Jak FM. Erick
juga ikut mendirikan TV One dan Viva News (viva.co.id). Erick juga
menjabat sebagai Direktur Utama Antv. Selain itu Erick adalah pemilik
klub sepakbola Inter Milan, dan berbagai klub olah raga lainnya.
Genaplah
sudah, orang-orang yang memberikan dukungan kepada Jokowi adalah yang
“menguasai udara”. Karena juga ada Surya Paloh (Media Group: MetroTV)
dan Hary Tanoesoedibjo (MNC Group).
Kembali ke
Donald Trump, kekuatan media televisi menjadi satu faktor utama
kemenangannya pada waktu itu. Padahal waktu itu mayoritas koran AS
meng-endorse Hillary Clinton, lawan politiknya. Dari 100 koran teratas
di AS, hanya 2 yang meng-endorse Trump. Namun kepopuleran Trump di dunia
televisi mengalahkan Hillary dengan telak. Pun kepopuleran Trump di
media sosial menambah kemenangan itu. Tentunya di Indonesia, siaran
televisi sekarang menjangkau hampir seluruh pelosok wilayah negeri. Bisa
dikatakan lebih luas daripada akses internet. Well, kalau memasukkan
media online dan media sosial, ya sama saja, sokongan terhadap timses
Jokowi – Ma’ruf bisa dibilang segudang. Masing-masing media televisi
sekarang memanfaatkan media sosial dengan masif. Betul?
Sandiaga
yang juga pengusaha, paham betul strategi media ini. Dia pun tidak bisa
menyembunyikan kekederannya. Sebelum nama Erick Thohir resmi diumumkan,
Sandiaga sudah berusaha mempengaruhi Erick agar tidak terjun ke dunia
politik. Bahkan dia meyakini Erick akan menolak jika dipilih oleh pihak
Jokowi-Ma'ruf Amin menjadi ketua timses mereka.
"Kalau
boleh milih pasti dia enggak bakal mau, karena dia lebih mudah untuk
mengurus usahanya, tidak membebani sebagai political exposed person
(PEP)," ujarnya. "Kalau ketua tim pasti jadi PEP, pasti dia akan sangat
berat sebagai pengusaha dan Erick membawahi ribuan pegawai juga, jadi
bagi saya, saya sangat mengerti posisi beliau," sambungnya.
Sumber Opini : https://seword.com/politik/jokowi-pilih-erick-thohir-bagai-petir-menyambar-strategi-kampanye-prabowo-sandiaga-jhZ_6qDxO
HTI: IDEOLOGI PERUSAK NEGERI
Berbicara HTI, kita bukan sekedar
berbicara tentang ormas saja. Tetapi jauh lebih luas dari itu, HTI sudah
menancapkan ideologi pendirian negara khilafah didalam benak pemikiran banyak
orang. Jadi meski ormasnya sudah dibubarkan, ideologinya masih bertahan.
Anda bisa bayangkan, selama 20
tahun sejak reformasi, HTI berkembang biak di negeri ini. Mereka masuk
kemana-mana, ke sistem pendidikan kita, ke sistem pemerintahan kita, ke aparat
hukum sampai ke pengadilan.
Mereka menguasai banyak hal dalam
kehidupan kita, dengan baju agama. Tujuan mereka satu saja, menggulingkan
pemerintahan yang sah dan mendirikan negara Islam berbasis khilafah. Mereka
sangat sabar dalam menjalankan misinya, intelektual, dan sering menggunakan
"tangan orang lain" untuk memukul sehingga mereka tampak bersih dan
bebas dari gugatan.
HTI sendiri menolak demokrasi
karena haram. Tetapi mereka menggunakan konsep demokrasi untuk menghancurkan
demokrasi itu sendiri. Bagaimana caranya ? Mengadu domba pilar-pilar demokrasi
sehingga akhirnya luluh lantak. Ketika negara akhirnya hancur karena
perseteruan, HTI akan muncul menawarkan konsep khilafah yang mereka usung
sebagai konsep yang benar.
Bisa dibayangkan, harus berapa
ratus ribu jiwa akan menjadi korban hanya untuk sebuah ideologi buatan ?
HTI itu bagai virus. Dimana dia
berpihak, disanalah dia berkembang biak. Seperti halnya virus, ia harus
mempunyai inang atau tempat berkembang. Dan jika ia sudah mencengkeram, bisa
dipastikan mangsanya seperti zombie yang tidak perduli lagi akan sekitar yang
penting misinya tercapai.
Saking merusaknya ideologi HTI,
banyak negara yang melarangnya.
Dalam politik kita, begitu juga
yang dilakukan mereka. Mereka masuk ke partai dan berkembang biak disana untuk
kemudian merusak dari dalam. Sedangkan mereka sendiri cuci tangan seolah tidak
pernah terlibat dalam pengrusakan..
Dan ketika seorang Jokowi
membubarkan dan memotong sumber hidup mereka, bisa dibayangkan betapa dendamnya
HTI kepada Jokowi. Dan mereka akan melakukan segala cara untuk
menghancurkannya, bila perlu membunuhnya demi sebuah cita-cita.
Karena itu, Pilpres 2019 nanti,
sesungguhnya ini bukan pertarungan Prabowo versus Jokowi. Tetapi pertarungan
mereka yang cinta NKRI versus HTI.
Itulah yang menjadi slogan timses
Jokowi dalam membangun citra Presiden memasuki masa pemilihan Presiden tahun
depan. Bersih mencitrakan pemerintahan yang tidak korup, kerja menunjukkan
bahwa Jokowi bergerak dan merakyat adalah sebuah pesan bahwa Jokowi dekat
dengan rakyatnya.
Sebuah slogan yang bagus. Tapi
entah kenapa saya merasa ada yang kurang nendang..
Sebagai orang marketing, saya
selalu berhadapan dengan banyak ide dan kreatifitas dalam membangun brand. Ide
dan kreatifitas membangun brand itu sangat penting, karena itu bagian dari
pesan yang ingin disampaikan..
Tapi saya harus mohon maaf pada
timses Jokowi, bahwa slogan "Bersih, Merakyat, Kerja Nyata" itu -
bagi saya - sangat jadul. Sangat TVRI. Sangat pemerintahan. Terlalu standar.
Sama sekali tidak menggerakkan apa-apa.
Slogan ini cocok disematkan pada
Jokowi saat dia menjadi Walikota Solo, dimana Jokowi masih pake jas kedodoran.
Kalau sekarang, ketika Jokowi tampil dengan gaya "fun dan garang"
dengan jaket jeans, motor besar dan sneakers, slogan "Bersih, Merakyat,
Kerja Nyata" itu seperti menghancurkan bangunan yang dia bentuk dengan
aksesoris "keren" yang dia pakai.
Bersih, kerja dan merakyat itu
adalah sebuah keharusan bagi seorang pemimpin. Tidak perlu dijadikan slogan.
Karena itu sudah kewajiban. Tidak ada yang istimewa. Bahkan generasi milenial
yang sudah terkontaminasi teknologi dan banyak berkomunikasi dengan negeri
luar, akan ketawa kalau baca slogan itu.
Bayangin aja, mereka sering
nonton youtube dengan segala macam pernak perniknya, trus tiba-tiba dipaksa
nonton TVRI jadul dengan gaya pembaca berita yang sangat formal.
"Berita-berita selengkapnya. Harga cabe keriting di pasar induk.."
Kebanting, gan..
Coba lihat apa yang dilakukan tim
Prabowo...
Mereka dengan gencar melakukan
branding yang provokatif, seperti #2019gantiPresiden. Ini adalah pesan yang
kuat, garang dan membangun perlawanan. Apalagi ketika mereka nanti merubah dari
kata "gantiPresiden" menjadi "Perubahan" atau "
Perlawanan". Dan model-model revolusioner ini sangat disukai generasi
milenial.
Kemampuan narasi tim oposisi
harus diakui mempunyai kekuatan. Menantang. Pesannya jernih dan mudah dijadikan
doktrin. Tidak malu-malu dan menyerang.
Sedangkan slogan Jokowi seperti
pemain bertahan yang males-malesan. "Ah, udah pasti menang ini, ngapain
terlalu galak ? Santai aja.." Ini justru berbahaya. Sekali pukul, bisa
jatuh dan pingsan..
Intimidasi dalam membangun slogan
itu sangat penting, apalagi ketika pertarungan terjadi pada dua kubu. Seperti
orang berdebat, harus pakai narasi memukul dan memojokkan, bukan narasi sekedar
menyampaikan. Karena dalam situasi ini, penonton tidak melihat siapa yang benar
dan siapa yang salah, karena ini sebenarnya pertarungan persepsi saja.
"Menangkan persepsi, maka
anda sudah memenangkan pertarungan..". Strategi ini seharusnya sangat
dipahami oleh timses Jokowi dalam membangun citra.
Jokowi sudah keren tampil dengan
motor besar malah pake acara jumping segala di pembukaan Asian Games, dan diapresiasi
oleh anak muda Korea yang menjadi rujukan milenial Indonesia. Tapi citra itu
akan hancur ketika slogan yang disampaikan sama sekali tidak
"menggelora".
Ketika membaca slogan
"Bersih, Merakyat, Kerja Nyata" maka yang akan terpersepsikan oleh
milenial adalah "kelompok tua" atau "bukan generasi gua".
Selesai sudah..
Inilah yang harus diperbaiki
sebelum memasuki masa kampanye. Banyak model slogan yang membakar, menggelora,
memotivasi, melakukan perlawanan dan revolusioner. Ini perang propaganda, bukan
sekedar berkata-kata..
Seperti dulu Obama dengan kata
"Change!" atau slogan Trump "Make America Great Again!"
Itu membangkitkan perjuangan dan perlawanan. Sebuah revolusi yang
menghanyutkan.
Coba misalnya Trump pake slogan,
"Clean, Work and close to the people". Sudah pasti kalahnya, karena
basi banget dengernya.
Ini kritikan dan mudah-mudahan
bisa didengar. Sukur-sukur bisa dirubah dengan yang lebih garang.
Bayangkan ketika secangkir kopi,
slogannya cuman "Panas, Legi dan Kentel". Pasti gak banyak yang
tertarik menikmatinya. Tapi kalau slogannya, "Hare gene masih minum teh??"
Wah, ini ngajak berantem hihihi..
"Apa kelemahan terbesar
pendukung Jokowi, bang?". Tanya seorang teman ketika membaca tulisanku
"Kritik untuk timses Jokowi". Aku ketawa. Pertanyaan yang bagus dan
ini mungkin bisa jadi sebuah acuan.
Saya mungkin sedikit dari banyak
orang yang menghabiskan banyak waktu di medsos, sehingga akhirnya bisa
mempelajari pola-pola komunikasi di media sosial bahkan sampai ke
propagandanya.
Dan saya harus jujur, di bidang
propaganda media sosial, kubu Prabowo masih jagonya.
Lihat saja cara-cara mereka
memprovokasi. "Kami umat Islam", "Ulama kami", "7 juta
manusia di Monas" sampai ke "Ganti Presiden" adalah kemampuan
membuat jargon-jargon dengan model "klaim". Mereka tidak perduli
bahkan tidak pake malu untuk menggelorakan semangat di pendukung mereka dengan
bahasa-bahasa hiperbola.
Bukan hanya urusan tagar di
medsos, mereka bahkan membuat gerakan sebagai dampak berkelanjutan - multiplier
effect, dan ini memperbesar propagandanya. Sesudah apinya besar, mereka membuat
turunannya seperti kaos, supermarket sampai filmnya.
Buat mereka brand itu harus
dijaga terus supaya jangan padam bahkan jika perlu di buat turunannya lagi.
Sesudah selesai dengan "212", kelompok pendukung Prabowo membangun
gerakan baru "2019gantiPresiden".
Perhatikan cara-cara mereka,
terokestrasi dengan benar dan solid. Dan mereka punya logistik yang fokus
disalurkan untuk membangun perlawanan sebata demi sebata.
Disinilah sebenarnya kelemahan
terbesar pendukung Jokowi..
Pendukung Jokowi bisa dibilang
bukan pendukung militan. Mereka pendukung yang setengah-setengah. Pendukung
Jokowi sama baperannya dengan pendukung Prabowo, hanya kalau pendukung Prabowo
bapernya dengan bersatu menyerang pendukung Jokowi, sedangkan pendukung Jokowi
baperan dengan sesamanya sendiri.
Pendukung Jokowi ini terlalu
santun, datar, malu-malu ayam, sehingga terkesan selalu bertahan. Setiap
serangan isu dari tim Prabowo, mereka sibuk mencari jawaban. Akhirnya energi
mereka terkuras disana, karena tarian genderang lawan.
Jarang sekali pendukung Jokowi
memainkan genderang sendiri yang membuat lawan menari, karena energi mereka
habis untuk membela diri. Pendukung Jokowi sibuk bermain di "logika"
dan "angka" dalam menjawab isu, padahal tim Prabowo bermain di
"rasa".
Contoh nanti isu PKI yang akan
ada di akhir September nanti. Pasti isu itu akan dibangun sebagai narasi bahwa
pendukung Jokowi -bahkan Jokowinya sendiri- adalah PKI. Dan akhirnya sibuk
tangkis menangkis kayak pemain bulu tangkis.
Padahal isu PKI itu bisa jadi
adalah "decoy" atau umpan pengalih perhatian supaya pendukung Jokowi
sibuk menangkis, sedangkan tim utama pendukung Prabowo sedang bergerilya dengan
menguasai masjid, tanpa terlihat dan teraba.
Baru ketika mereka muncul dengan
kekuatannya, blarrrr, mereka menguasai medan. Ingat peristiwa Pilgub DKI?
Begitulah cara mereka bekerja. Dan lihat hasilnya. Ahok kalah.
Ketidak mampuan pendukung Jokowi
membangun klaim mungkin karena beban berat bahwa mereka adalah "kaum
terpelajar", sehingga menghindar dari model propaganda rasa dan lebih
banyak bermain di logika dan angka. Ada rasa takut ketika harus membangun
klaim, dan ini adalah kelemahan terbesarnya.
Ibaratnya di dalam pertandingan
sepakbola, tim Prabowo selalu menguasai setengah lapangan untuk melancarkan
serangan-serangan.
Kalau saya sejak dulu tidak mau
kalah dengan mereka. Di media sosial saya selalu menyerang, karena jika saya
sudah merasa takut terintimidasi, maka bisa dipastikan mereka akan memenangkan
persepsi. Itulah kenapa saya lebih sering bertarung sendirian, karena di
pendukung Jokowi banyak perdebatan tentang "cara" sedangkan di tim
Prabowo "cara itu nomer dua, yang penting hajarrr...".
Disitu saya harus menghormati
kemampuan musuh ideologis saya.
Kenapa pendukung Jokowi selalu
kalah langkah dalam propaganda?
Karena pendukung Jokowi berfikir
lokal, sedangkan tim Prabowo mengadopsi gerakan global. Gerakan propaganda di
media sosial ini adalah ciri khas gerakan Ikhwanul Muslimin yang berhasil
mereka lakukan di Mesir, Libya, Turki dan negara-negara lain.
"Jadi bagaimana cara
mengalahkan mereka?"
Seharusnya timses Jokowi ikuti
langkah negara China, "Amati, Tiru dan Modifikasi.." Banyak kelemahan
di pendukung Prabowo sebenarnya, tapi ini tidak terlihat karena sibuk menangkis
persepsi.
Perhatikan slogan
"2019gantiPresiden" dengan slogan "Bersih, Merakyat dan Kerja
Nyata". Mana kira-kira yang muda dan revolusioner dan mana yang tampak tua
dan "bukan generasi gua"?
Ini adalah kampanye Donald Trump
waktu pilpres di Amerika thn 2016 lalu. Meski banyak yang protes bahwa itu juga
slogan kampanye Ronald Reagan tahun 1980, tapi Trump tidak perduli. Dia ingin
memakai slogan itu dalam kampanyenya.
Perhatikan cara pemakaian
katanya.
Timses Trump memainkan klaim
"America" seakan-akan Donald adalah leader dari bangsa mereka. Ini
jelas klaim dan diprotes oleh dua mantan Presiden, yaitu Barrack Obama dan Bill
Clinton.
Menurut Obama, "slogan itu
memecah belah bangsa". Kata Clinton, "Amerika sudah hebat. Untuk apa
harus dibilang hebat lagi ?"
Tapi slogan itu jelas ditujukan
bukan buat mereka berdua, melainkan ke warga Amerika kulit putih yang terpuruk,
kalah dan susah, untuk bangkit dan memenangkan pertandingan. Trump memainkan
isu bangkitnya supremasi kulit putih melawan dunia dan klaim
"America" sah-sah saja.
Sedangkan kampanye Hillary
Clinton khas wanita yang membutuhkan "bahu dan dada bidang" untuk
menguatkan. Lihat saja slogannya, "Stronger Together", "Fighting
for Us". Dan lagu-lagunya juga menggambarkan kewanitaan, seperti
"Brave" dan "Fight Song".
Trump tidak. Dia memainkan
glorifikasi besar-besaran. Sebuah impian dari keterpurukan, ketidakpunyaan, dan
harus diambil selagi bisa. Slogan-slogannya, "Make America Proud
Again", "Make America Work Again" dan "Silent Majority
stands with Trump".
Lagu yang dipake juga
menggambarkan keinginan yang tidak tercapai seperti "You cant always get
what you want" dari Rolling Stones dan "American dreamer".
Timses Trump membangun mimpi dari rasa kalah yang terjadi di komunitas kulit
putih selama ini.
Dari pemilihan slogan dan lagu
ini, saya melihat bahwa Trump mampu membangun kebutuhan sebagian besar rakyat
Amerika. Yaitu kebutuhan akan pengakuan, akan pekerjaan, mimpi untuk menjadi
besar di tanah yang besar.
Trump berbicara tentang dunia dan
Hillary berbicara tentang dirinya.
Pada akhirnya Hillary kalah,
mungkin karena ia tidak mewakili banyak orang. Ia hanya mewakili mimpinya
sendiri. Semua puja puji terhadap model slogan yang sempurna itu hancur karena
ternyata sama sekali tidak "bunyi".
Pemilihan Presiden di Amerika
sedikit mempunyai kemiripan dengan Indonesia, terutama dalam masalah kampanye.
Dan ini bisa jadi acuan pada timses kedua paslon Jokowi dan Prabowo di
Indonesia.
Saya membayangkan, Prabowo yang
sudah diuntungkan dengan kata "GantiPresiden" akan mengubah kata
"Ganti" itu menjadi "Lawan". Dan ini tentu ditujukan pada
Jokowi.
Kata "Lawan" ini
disukai generasi milenial, generasi pemberontak, karena "Gue Banget".
Timses Prabowo akan bermain
menyerang. Mereka adalah oposisi atau penantang, tentu bebannya tidak seberat
petahana atau pemegang sabuk kejuaraan. Yang masalah memang di petahana ini.
Karena sudah pernah menang, mereka akan memainkan konsep bertahan.
Menarik memang melihat perjalanan
kampanye ini dari awal. Secangkir kopi memang tidak cukup untuk mengamati apa
yang akan dilakukan kedua timses dalam perjalanan Pilpres 2019..
Erick Thohir, Langkah Kuda yang Merusak Pertahanan Lawan
"Its just business, nothing
personal.."
Begitu kata Don Vito Corleone
dalam film Godfather. Quote legendaris ini memberi pesan, bahwa terkadang kita
harus memisahkan pertemanan dan pekerjaan. Karena tidak jarang kedua itu tidak
bisa disatukan..
Begitu juga yang terjadi dalam
kisah terpilihnya Erick Thohir sebagai ketua timses Jokowi.
Erick Thohir adalah teman dekat
Sandiaga Uno. Dan ini diungkapkan Sandi pada media, bahwa ia dan Erick berteman
bukan sekedar pribadi tetapi juga keluarga dan bisnis. Istri mereka belanja dan
arisan bareng. Sandi khawatir bahwa masuknya Erick Thohir dalam jajaran Jokowi,
akan merusak persahabatan mereka.
Sebenarnya kekhawatiran Sandiaga
Uno bukan hanya disitu, bahkan lebih luas. Erick Thohir sangat mengenal Sandi
luar dalam, dan ini membahayakan. File-file lama Sandi bisa keluar ke
permukaan. Bisa hancur deh image sebagai Santri post Islamisme yang sudah
dibangun pelan-pelan.
Tapi saya yakin, Erick Thohir
juga tidak akan sejahat itu. Dia profesional murni. Dan ini juga tetap
menakutkan Sandi.
Erick Thohir adalah "otak"
dibalik kesuksesan Asian Games 2018. Even dunia yang sempat dicibiri banyak
orang - termasuk bung Roy yang sekarang menghilang bersama panci kesayangannya
- ternyata sukses besar ditangan boss Inter Milan ini.
Dan ketika ia diserahi Jokowi
menjadi timses, ini berarti ia melangkah dalam dunia baru selain bisnis. Bagi
pengusaha seperti Erick Thohir, ini tantangan..
Yang membuat Sandi gemetar
adalah, Erick Thohir sangat mengerti bagaimana membangun energi emak-emak dan
milenial untuk memilih Jokowi, segmen yang ingin direbut Sandi. Isu agama sudah
sulit direbut karena mbahnya sudah ditangan lawan. Masak segmen yang ini juga
tidak ada ditangan ?
Langkah Jokowi menyewa Erick
Thohir sungguh merusak kubu oposisi. Erick diyakini mampu membangun citra
Jokowi dengan elegan. Erick bisa membawa Jokowi dalam konsep maju, hebat,
futuristik dan segala harapan. Sedangkan Prabowo tergambarkan gelap dan suram.
Terpilihnya Erick sama sekali
tidak diduga Prabowo dan kawan-kawan. Ia adalah tokoh muda dan brilian.
Jokowi sekali lagi menaikkan
standar dalam perpolitikan. Ia membangun konsep demokrasi dengan model
entertainmen, bukan model politik hitam yang penuh dengan hoax dan sara yang
dikedepankan.
Dan masyarakat Indonesia akan
disuguhkan pertunjukan demokrasi yang menarik dan diluar ekspektasi. Sejarah
Pilpres 2014 dan Pilgub DKI 2017 yang kelam akan dikubur dalam-dalam. Politik
harus menarik bagi generasi milenial yang independen dan fun..
Kringgg...
"Hei, San.. tumben telepon
gua. Ada apa ?"
"Rick. Gua gak sangka lu
jadi timses lawan politik gua.."
"Its just business, San..
Nothing personal.."
Di sebrang sana terdengar bunyi
hape dibanting dan suara memaki, "Gua pengen menangggg. Menanggg. Tuhan,
mbok ya beri kesempatan jadi sekaliii ajaa.. "
Ketum PBNU: Gerakan #2019GantiPresiden Berpotensi Makar Jika Dibiarkan
JAKARTA – Ketua Umum
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan
bahwa gerakan tanda pagar #2019GantiPresiden dapat dikategorikan sebagai
gerakan makar apabila tidak mengikuti koridor konstitusi yang berlaku.
Koridor Kostitusi yang dimaksud Kiai
Said adalah kepatuhan gerakan ini pada sistem demokrasi melalui
pemilihan umum sesuai waktu yang ditetapkan pemerintah melalui mekanisme
Pemilihan Presiden yang akan digelar pada April 2019 mendatang.
“Kalau (gerakannya) hanya tagar saja,
it’s oke. Tapi kalau berupa pengerahan massa, dan ganti presidennya
bulan Januari, Februari atau Maret (di luar jadwal Pilpres), ya berarti
berbau makar dong,” kata Kiai Said dilansir dari NU Online, Kamis
(06/09/2018).
Apakah perlu membatasi gerakan ini?
Kiai Said mengembalikan persoalan ini
kepada pemerintah dan aparat yang berwenang. “Soal izin atau larangan
tergantung polisi ya. Alasan apa pun, siapa pun kalau gerakannya itu
mengagganggu ketenangan, menimbulkan kegaduhan sebaiknya dilarang,”
jelasnya.
Tanda pagar #2019GantiPresiden tengah
menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Sejumlah deklarasi
gerakan ini di beberapa daerah menimbulkan kontroversi.
Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Makyun Subuki berpendapat,
gerakan ini berpotensi besar melahirkan konflik di tengah masyarakat.
Sebab gerakan ini memanfaatkan sentimen massa untuk melakukan aksi
bersama dengan sejumlah petingginya sambil melakukan orasi hingga
deklarasi. “Karena pengaruh medsos begitu kuat, potensi kerusuhan
tinggi,” ungkapnya.
Oleh karenanya, ia mengimbau agar
Bawaslu melarang tagar tersebut guna menghindarkan dampak sosial yang
terjadi. “KPU sama Bawaslu harusnya pakek kaidah fiqih “dar’ul mafasidi
muqaddamun ‘ala jalbil mashalih (menghindari kerusakan lebih didahulukan
ketimbang melahirkan kemaslahatan),” katanya. [ARN]
KOTAWARINGIN – Bukan
sekali dua kali kader PKS melakukan ujaran kebencian dengan menggunakan
Isu SARA. Baru-baru ini Polisi menangkap pria bernama Agus Sugianto
karena menyebarkan berbagai ujaran kebencian melalui akun Facebook
miliknya. Agus disebut menjabat Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Partai
Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan
Tengah.
“Benar beberapa waktu lalu anggota Polda
Kalteng ada melakukan penangkapan terhadap salah seorang warga Kotim,
terkait dugaan ujaran kebencian yang diposting di akun facebooknya,”
kata Kapolres Kotim AKBP Muhammad Rommel, saat dihubungi melalui telepon
dari Palangka Raya, Kamis, 9 September 2018.
Salah satu dari beberapa ujaran
kebencian yang ditulis dan disebarkan pria berumur 35 tahun melalui akun
Facebook bernama Agus Sugianto, itu mengandung kebencian etnis dengan
kalimat kasar dan menghina kepala negara dengan gambar tidak pantas.
Berdasarkan data dihimpun di lapangan,
Agus ditangkap di kediamannya di Jalan DI Panjaitan, Gang Tiung Andai,
Kabupaten Kotim, Sabtu, 1 September 2018 sekitar pukul 15.30 WIB.
Dalam proses penangkapan yang dipimpin
langsung oleh Kanit Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Kalteng, AKP Aris
Setiyono dan dibantu beberapa anggota Polres Kotim, Agus Sugianto tidak
melakukan perlawanan.
Awalnya pria asal Sampit itu dibawa ke
Mapolres Kotim. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan secara intens, dia
dibawa ke markas Polda Kalteng yang berada di Kota Palangka Raya.
Pria kelahiran Kota Sampit 07/03 1983
itu pun informasinya sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara
tersebut. Bahkan ia juga sudah mendekam di rumah tahanan Polda Kalteng
guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Hasil data yang berhasil dihimpun di
lapangan ini telah dicoba dikonfirmasi ke sejumlah pejabat di lingkungan
Polres Kotim dan Polda Kalteng. Namun, sampai berita ini ditayangkan,
belum ada yang bisa memberikan penjelasan lebih detail.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda
Kalteng Kombes Pol Adex Yudiswan saat dihubungi melalui WhatsApp pada
pukul 12.54 WIB, sama sekali tidak merespons. (SFA)
Hastag Ganti Presiden Senjata Kelompok Khilafah Hancurkan Suriah
JAKARTA –
Belajar dari kasus-kasus di Timur Tengah dari Suriah hingga Libya yang
saat ini hancur lebur karena ulah teroris dan tangan barat, mereka
menggunakan isu agama untuk menghancurkan sebuah negara, fakta jelas
dalam kasus di Suriah, teroris dan kelompok radikal gunakan isu ganti
presiden untuk melengserkan Bashar Assad, faktanya rakyat Suriah sangat
mencintai presiden mereka.
Hal itu sejalan dengan Sekjen PKB
sekaligus Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin,
Abdul Kadir Karding, menyebut hastag ganti presiden pernah dipakai di
Suriah. Istilah itu pun, disebutnya, membuat kacau keadaan di negara
tersebut.
“Hastag itu pernah dipakai di Suriah.
Kenapa Suriah kacau, itu karena pakai hastag itu ganti presiden, dan
ganti presiden itu maknanya macam-macam. Jadi saya kira memang bagus
sudah kalau pasangan calon di sebelah mengganti hastag itu,” kata
Karding saat menanggapi niat Gerindra mengganti #2019GantiPresiden
menjadi #2019PrabowoPresiden.
Hal tersebut dia sampaikan di Posko
Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/8/2018). Karding menyebut
hastag serupa #2019GantiPresiden ada sejak 2011 di Suriah dan menjadi
salah satu alasan kacaunya negara itu.
“Oh iya, itu terjadi di Suriah tahun
2011 dan kenapa Suriah kacau, salah satu faktornya adalah hastag ini
dikapitalisasi, lalu kelompok yang ingin mendirikan khilafah
mengkapitalisasi itu sehingga terjadi seperti Suriah hari ini,” ucapnya.
Karding menyebut koalisi Jokowi memiliki
cara tersendiri untuk melawan gerakan #2019GantiPresiden itu. Ia juga
tidak mengungkap secara detail cara atau strategi koalisi Jokowi untuk
melawan gerakan #2019GantiPresiden.
Gerakan #2019GantiPresiden dinilai kubu
Jokowi tidak memiliki hal yang positif untuk rakyat. Hal tersebut
lantaran dalam hastag itu tertulis ganti presiden, yang notabene
presiden merupakan simbol negara.
“Kita lebih khawatir kepada rakyat,
jangan sampai bentrok. Hastag itu nggak memberi kenyang, hastag itu
tidak memberi rakyat Indonesia lebih baik ke depan,” ungkap Karding.
Lebih lanjut, lewat pesan singkat,
Karding khawatir gerakan #2019GantiPresiden akan berdampak chaos karena
adanya banyak penolakan di masyarakat yang berujung kisruh di beberapa
daerah. Ia mengatakan masyarakat Indonesia sudah sepakat untuk menjaga
jalannya pilpres dengan aman dan damai.
“Satu-satunya kekhawatiran kita adalah
di tingkat arus bawah terjadi chaos karena penolakan terhadap hastag itu
yang dibarengi dengan gerakan politik oleh beberapa orang itu cukup
kuat penolakannya dan itu yang kita khawatir masyarakat chaos, terbelah,
dan akhirnya mengganggu stabilitas keamanan kita,” jelas Karding. (SFA)
Prof Sumanto ke Neno Cs ‘Ngibulin Rakyat Mbok Pinter Dikit’
JAKARTA – Kepada Neno,
Sarumpret, dan Cheerleader PKS, kalau kalian mau ngibulin rakyat
Indonesia, khususnya umat Islam, mbok yang pinteran dikit lah. Supaya
tidak malu-maluin.
Masak kampanye dan propaganda politik
ganti presiden kok disamakan dengan jihad Perang Badar dan perang-perang
lain di zaman Nabi Muhammad? Perang di zaman itu kan antara Nabi
Muhammad dan pengikutnya melawan suku-suku yang memusuhi beliau. Lah,
memangnya Pak Jokowi memusuhi Nabi Muhammad?
Masak ditolaknya kalian di sejumlah
daerah kok disamakan dengan ditolaknya Nabi Muhammad di Mekkah sehingga
beliau hijrah ke Madinah dan tempat lain. Lah, memangnya kalian ini
siapa kok menyamakan diri dengan nabi dan menganalogkan dengan situasi
di zaman nabi? Apa kalian nggak punya cermin untuk ngaca?
Sekali lagi, kalau mau menipu umat itu
yang cerdas dikitlah biar tidak kelihatan bego, ngibul, nggedebus, dan
ndobolnya, nanti kalian malah jadi bahan tertawaan sapi-sapi. Catatan:
yang mencet econ tertawa di TS ini # sapi. (SFA)
Gus Yaqut ‘Gebuk’ Gerakan #2019GantiPresiden dan Ahmad Dhani
JAKARTA – Ketua Umum
Pempinan Pusat GP Ansor (Ketum PP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus
Yaqut mengaku siap meng’Gebuk’ gerakan #2019GantiPresiden jika gerakan
yang digagas politikus PKS Mardani Ali Sera itu terbukti ingin mengganti
bentuk negara Indonesia menjadi negara Khilafah.
“Makannya kemudian saya bilang Banser
akan turun tangan pertama kali di depan, gebuk gerakan ini kalo memang
kita nilai gerakan ini sudah akan menjadi cita-cita khilafah, mewujudkan
cita-cita khilafah,” ujar Gus Yaqut, di acara Rosi yang tayang di
Kompas TV, Kamis (30/8/2018).
Sumber Youtube : https://youtu.be/tAGpSsiXQ3Q
Selain itu Gus Yaqut melihat gerakan
#2019GantiPresiden ini sebagai sesuatu yang dibuat untuk ‘lucu-lucu’,
yang direspon secara berlebihan.
“Makannya kenapa, itu makannya selalu
saya katakan Banser melihat ini lucu-lucu an, ini banci ini gerakan,
ngomong ganti presiden tapi tidak disebut siapa yang mau mengganti,
sementara yang diganti sudah jelas,” ujar Gus Yaqut.
Mendengar pernyataan itu, aktivis #2019GantiPresiden Ahmad Dhani yang turun hadir dalam acara itu pun ikut angkat bicara.
Ahmad Dhani justru bertanya kepada Gus Yuqut dengan apa ia menggebuk gerakan #2019GantiPresiden ini.
“Gebunya pakek apa bos?,” tanya Ahmad Dhani.
“Gampang sekali buat gebuk, banyak sekali alatnya buat gebuk,” sahut Gus Yaqut.
Gus Yaqut malah mengancam untuk turut
meng’Gebuk’ Ahmad Dhani jika pentolan grop band Dewa 19 itu terbukti
melakukan ‘ancaman’ kepada negara Indonesia.
“Kalo kamu sudah melakukan ancaman
terhadap negara, aku nih sebagai warga yang cinta negeri ini , maka aku
akan gebuk kamu,” ujar Gus Yaqut. Ahmad Dhani yang cukup terkejut dengan
pernyataan itu lantas bertanya balik ke Gus Yaqut.
“Melanggar hukum dong?,” tanya Ahmad Dhani ke Gus Yaqut.
“Kalo melanggar hukum, kamu lebih
melanggar hukum dong, karna kamu lebih ingin merubah negara ini menjadi
bentuk lain, kan begitu,” sahut Gus Yaqut.
Bahkan beberapa netizen ikut komentar
terkait masalah ini, antara lain Guntur Romli dalam akun twitternya
mengapresiasi keberanian Ketum Ansor @GunRomli Dahsyat ini Panglima
Tertinggi Banser Gus Yaqut @GPAnsor_Satu Dhani cuma bisa melongooooo
Akun teitter Yusuf Muhammad juga tak
ketinggalan keluarkan komentarnya @yusuf_dumdum Wooii @AHMADDHANIPRAST
kok lu plonga plongo aja? Jawab.. mau digebukin kok diem aja. Katanya
kemaren mau habisin semua yg nolak lu di Surabaya? Skakmat!
Penyataan keduanya pun disambut meriah oleh penonton yang ikut langsung menyaksikan acara berdurasi 90 menit tersebut. (SFA)
#2019GantiPresiden Belum Tentu Gabung 'PrabowoPresiden', Wasekjen GP Ansor: Dasar Ulo!
DutaIslam.Com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani
Ali Sera mengatakan massa simpatisan #2019GantiPresiden belum tentu
dilebur ke dalam gerakan #2019PrabowoPresiden yang digalang Partai
Gerindra.
Demikian diberitakan CNN Indonesia, Kamis (06/09/2018) dengan judul:
Massa #2019GantiPresiden Belum Tentu Gabung 'PrabowoPresiden'.
Mengetahui hal ini, Wakil Sekjen GP Ansor Mahmud Syaltout membagikan
berita CNN tersebut melalui facebook sekaligus menandai Ketum GP Ansor
Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut).
"Dasar Ulo! (Ular). Udah betul itu Tum, gebuk aja!," ujar Syaltout, Jum'at (07/09/2018).
Gus Yaqut, yang ditandai oleh Syaltout pun memberikan komentar
tanggapan. Gus Yaqut menilai tagar #2019GantiPresiden disebutnya sebagai
gerakan banci.
"Mau ganti, tapi nggak jelas siapa yang mau mengganti. Anggap saja lucu-lucuan," tulisnya.
Namun Gus Yaqut menegaskan, jika mereka bertujuan makar, maka perlu diwaspadai.
"Nggak usah merespon berlebih. Mereka baru masuk di fase awal. Kalau
sudah mulai terang, yaa apa boleh buat, seperti DR Mahmud Syaltout
bilang, ULO yaa DIGEBUG!!," tandasnya. [dutaislam.com/gg]
Senyum Ramadhan Tak Tertahan dari Anak-Anak Pulau Bromo
KEBAHAGIAAN bagi sebagian orang mungkin terjadi ketika
mendapat apapun hal yang diinginkan. Namun tidak bagi Balqis, Siva dan
Viona. Bagi tiga anak itu, mendapatkan undangan berbuka puasa bersama di
tengah Kota Banjarmasin adalah kebahagiaan yang tiada duanya. TERLIHAT dari gurat tawa tertahan wajah-wajah kecil
itu ketika memenuhi undangan buka puasa bersama dari Aksi Cepat Tanggap
(ACT) Kalsel, di Kantor Maybank Syariah Banjarmasin, Kamis (7/6/2018)
lalu.
Tiga gadis kecil itu juga tidak sendiri. Undangan ACT Kalsel juga
berlaku bagi puluhan anak yang tinggal di Pulau Bromo, sebuah pulau yang
berada di bagian selatan Kota Banjarmasin.
Karena pulau kecil yang terbentuk dari delta itu memang hanya bisa
diakses dengan perahu, para penduduknya sangat jarang menemui
gemerlapnya kota. Bisa keluar dari kampung mereka, dan hadir di
Banjarmasin yang dipenuhi fasilitas memadai, merupakan kemewahan bagi
anak-anak itu.
Kegembiraan mereka diungkapkan Sarlinda, relawan lokal yang diminta
ACT Kalsel untuk mendampingi mereka. “Umaaa buhannya himung banar
dibawai buka puasa di sini (Duh mereka senang sekali diajak buka puasa
di sini). Pukul 04.00 sore, kami sudah sampai di seberang,” ujar
Sarlinda.
Ia mengatakan bahwa selama bulan puasa ini belum pernah ada yang
mengajak anak-anak di Pulau Bromo buka puasa bersama. “Baru ACT Kalsel
yang mengajak kami keluar. Padahal di Pulau Bromo banyak anak-anak yatim
dan tidak mampu yang perlu perhatian,” ucap Sarlinda.
Kegiatan buka puasa bersama itu merupakan implementasi dari program
penyaluran dana kebajikan Maybank Indonesia di Banjarmasin. Muhammad
Nuryasin, Manajer Kantor Cabang Maybank Syariah Banjarmasin mengatakan,
penyaluran dilakukan melalui unit Syariah Maybank dan 10 KCS
se-Indonesia.
“Di Kalsel, kami menggandeng ACT Kalsel untuk menghadirkan anak-anak
yatim dan duafa di Banjarmasin. Alhamdulillah dihadirkan anak-anak dari
Pulau Bromo yang memang membutuhkan perhatian kita semua,” ujar Yasin.
Dia juga mengatakan kalau inisiasi ini merupakan wujud nyata dari
komitmen Maybank Indonesia. “Komitmen kita untuk selalu berada di tengah
komunitas masyarakat prasejahtera, meningkatkan kontribusi dalam
negeri, serta menyalurkan bantuan kemaslahatan masyarakat,” kata Yasin.
Selain mengajak buka puasa bersama, Maybank Indonesia juga memberikan santunan untuk 100 anak di Pulau Bromo.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang ACT Kalsel, Ronio Romantika,
yang hadir di tengah-tengah kebahagiaan itu mengungkapkan bahwa
kemitraan merupakan cara yang dibangun ACT dalam menanggulangi persoalan
kemiskinan. “Kolaborasi antara kedermawanan dan kerelawanan adalah
pilar gerakan dari ACT untuk mewujudkan solusi bagi bangsa ini,”
ucapnya.
Ronio merasa bersyukur bisa mempertemukan warga di Pulau Bromo
dengan salah satu mitra ACT yaitu Maybank Syariah Banjarmasin. “Minimal
ini sebagai awalan untuk membangun program-program kemanusiaan di Pulau
Bromo,” terangnya.
Meskipun baru buka cabang di Kalimantan Selatan, sebenarnya ACT
sudah pernah menyambangi Pulau Bromo tahun 2015 silam. ACT melalui mitra
lokal telah menyapa warga di Pulau Bromo melalui program darurat asap.
“Semoga dengan hadirnya cabang di Kalsel, kami bisa melakukan lebih banyak untuk Pulau Bromo,” pungkas Ronio.
Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/06/12/senyum-ramadhan-tak-tertahan-dari-anak-anak-pulau-bromo/
7 Fakta Mengejutkan di Balik Biskuit Khong Guan, Nomor 6 Paling Misterius!
TRIBUNKALTIM.CO -- Khong Guan tidak hanya sebuah roti khas lebaran semata lho guys.
Perlu kamu tahu guys, banyak misteri yang ada di dalamnya.
Mulai dari tidak adanya sosok ayah hingga nama Khong Guan sendiri jadi misteri.
Misteri-misteri itu bukan tanpa alasan.
Nah, TribunTravel.com telah merangkum misteri mengejutkan tentang Khong Guan.
Simak dengan seksama ya misteri Khong Guan berikut ini.
1. Penciptanya adalah kakak beradik asal Tiongkok
Biskuit Khong Guan (redmart.com)
Meski berasal dari Singapura, biskuit ini bukanlah dibuat oleh penduduk lokal negara tersebut lho.
Pencipta Khong Guan adalah kakak beradik asal Fuanjin, Tiongkok, Chew Choo Keng dan Chew Choo Han.
Mereka adalah orang di balik berkembangnya perusahaan Khong Guan.
2. Keluarga Khong Guan adalah keluarga harmonis
Biskuit Khong Guan (uniqpost.com)
Pernah lihat kaleng biskuit Khong Guan?
Iya lah pastinya.
Gambar di kaleng tersebut menjadi misteri karena ketiadaan sosok ayah.
Namun, faktanya keluarga Khong Guan ternyata adalah keluarga harmonis.
Itu dikemukakan oleh sang pelukis kaleng Khong Guan Bernadus Prasodjo.
"Keluarga Khong Guan adalah keluarga yang harmonis. Ayahnya tidak
terlihat dalam gambar karena dia sedang memotret keluarga yang
disayanginya," tutur Bernadus Prasodjo dilansir dari Tribun.
3. Ide desain bukan dari pembuat gambar
irfandazis.wordpress.com
Ada fakta unik di balik ide desain gamber kaleng Khong Guan.
Ternyata, Bernadus Prasodjo sang pembuat gambar bukanlah pemilik ide tersebut.
Ide desain sudah ada di perusahaan, sehingga Bernadus tinggal mengubah dan mewarnai seperlunya saja.
4. Sudah ada sejak tahun 1947
hungthinhsupermarket.com
Khong Guan memang bukan berasal dari Indonesia.
Biskuit fenomenal ini berdiri tahun 1947 di wilayah Singapura.
Nama perusahaanya adalah Khong Guan Biscuit Factory (Singapore) Limited.
5. Pertama kali muncul di Indonesia tahun 1971
elevenia.co.id
Biskuit Khong Guan beredar di Indonesia pada tahun 1971.
Itu karena berdiri Khong Guan Biscuit Factory Indonesia.
Perusahaan tersebut memproduksi makanan seperti biskuit, wafer dan waferistik.
6. Kode intelejen untuk pasukan rahasia KGB Russia
dpmfahutan.lk.ipb.ac.id (dpmfahutan.lk.ipb.ac.id)
Nama Khong Guan Biscuit (KGB) ternyata ada hubungannya dengan KGB dinas rahasia Rusia.
Dilansir dari akun Twitter @WOWFAKTA, istilah Khong Guan Biskuit
digunakan intelijen Indonesia pada era 60an untuk menyebut KGB dinas
rahasia Rusia.
7. Menyebar di 40 negara
redmart.com (redmart.com)
Perlu kamu tahu, Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang ada produk Khong Guan.
Ada sekitar 40 negara di dunia yang sudah merasakan biskuit ini.
Jika kamu tarveling ke negara-negara Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika Serikat dapat menemukan produk ini.
Umumnya, biskuit ini dijual di supermarket-supermarket negara tersebut.
Nah, itu dia misteri-misteri di balik biskuit Khong Guan.
Terjawab sudah kan pertanyaanmu selama ini.
Misteri Kaleng Khong Guan
Guys, bila kamu masih memiliki kaleng kue Lebaran merek Khong Guan, coba perhatikan.
Pada gambar kaleng tersebut nampak seorang ibu dengan dua anak laki-laki dan perempuan berada di sebuah meja, menyantap kue.
Sang ibu lantas menghidangkan minuman menyerupai teh atau kopi.
Asal tahu saja guys, gambar tersebut tak pernah berubah sejak tahun 1971 hingga sekarang, lho.
Padahal, seni grafis terus berkembang dan maju.
Rupanya, ilustrasi potret sebuah keluarga tersebut sempat membuat heboh.
Meski keluarga tersebut terlihat harmonis, dinilai janggal sebab banyak yang menanyakan keberadaan sosok ayah.
Nah, sebenarnya ke mana ayah dari anak-anak itu?
Apakah mereka anak yatim?
Oh, ternyata nggak kok, guys.
Justru sang ayahlah yang berada di balik layar sekaligus yang mengambil gambar ketiga anggota keluarga tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Bernardus Prasodjo, si tukang gambar atau creative designer kaleng Khong Guan.
Selain desain potret sebuah keluarga harmonis di meja makan ternyata ada versi lain.
Kali ini, desain tersebut memperlihatkan sosok ayah.
Si ayah yang baru saja pulang bekerja disambut dengan suka cita oleh kedua anaknya dan si ibu berdiri di depan pintu.
Bernardus memilih gambar itu sebagai gambaran keluarganya yang harmonis saat dirinya masih berusia 24 tahun.
Mantan pengajar desain grafis pada Lembaga Pendidikan Komputer
Terpadu Gramedia tersebut ingin keluarga yang menyantap biskuit aneka
jenis itu serupa dengan keluarganya.
Selain kaleng biskuit Khong Guan, pria yang berusia 69 tahun pada 2016 ini turut menjadi desainer gambar kaleng wafer Nissin.
Bernadus Prasodjo (Warta Kota)Hobi Gambar
Sebelum jadi desain kaleng Khong Guan, Bernardus yang memiliki hobi menggambar ini harus menerima kegagalan.
Ia gagal menjadi sarjana di Institut Teknologi Bandung dan hanya menjalani studinya selama dua tahun.
Bernardus mengaku sudah hobi menggambar sejak kecil.
Ia pun akhirnya menjalani beberapa pekerjaan.
Sebelumnya, ia sempat membuat komik untuk sebuah majalah hingga akhirnya pindah ke sebuah perusahaan.
Ditawarilah untuk menggambari dari perusahaan separasi warna.
"Perusahaan separasi warna itu juga yang memberi saya kerjaan
ilustrasi untuk kaleng biskuit Khong Guan, lupa tahun berapa, yang jelas
saat itu usia saya 24 tahun," katanya seperti dikutip dari Warta Kota.
Sudah mendulang kesuksesan melalui ilustrasi gambar kaleng Khong Guan, ia memilih sebuah keputusan.
Di hari tuanya, Prasodjo tak lagi menekuni bisnis desain grafisnya.
Dia justru menjadi penyembuh alternatif menggunakan energi prana yang ia pelajari dari negara Filipina Meme Khong Guan
Kamu tentu tahu, biskuit Khong Guan yang legendaris dan tak pernah absen di meja ruang tamu saat Lebaran.
Rupanya, biskuit Khong Guan sudah beredar di Indonesia sejak tahun 1971 dan nggak pernah ganti gambar kaleng.
Pada gambar kaleng Khong Guan, nampak seorang ibu dan dua anak laki-laki dan perempuan sedang menyantap kue.
Tentu masyarakat dibuat bertanya-tanya, ke mana perginya sang ayah.
Selama 45 tahun, sang ayah tak pernah muncul.
Rupanya, sang ayah-lah yang memotret aktivitas keluarga ini.
Saking legendarisnya, kini Khong Guan tidak hanya terkenal dengan kue, tapi juga memenya.
Banyak meme lucu yang bakal buat kamu terpingkal-pingkal.
Yuk, rehat sebentar dari rutinitas kerjamu.
Siap-siap dibuat tertawa.
Pokoknya kompor gas banget memenya. 1. Ehh malah makan piring
Gambar di kaleng biskuit Khong Guan (fotohumor.net)2. Maen gadget
Meme lukisan di kaleng biskuit Khong Guan (dpbergerak.com)3. Wah ibu berubah jadi bapak
Meme lukisan di kaleng biskuit Khong Guan (kvltmagz.com)4. Ibunya malu
Meme lukisan di kaleng biskuit Khong Guan (kvltmagz.com)5. Kok ditumpahin
Meme lukisan di kaleng biskuit Khong Guan (fotohumor.net)6. Lagi puasa
Meme lukisan di kaleng biskuit Khong Guan (uniqpost.com)7. Papanya mabuk
Meme lukisan di kaleng biskuit Khong Guan (kvltmagz.com)8. Wah malah diembat sendiri
Meme lukisan di kaleng biskuit Khong Guan (kvltmagz.com)
Lucu kan guys? (TribunTravel.com/Arif Setyabudi)
Terjawab Sudah Kenapa Keluarga Khong Guan Tanpa Sosok Ayah, Ini Penjelasan Pelukisnya
TRIBUNJATENG.COM - Selain nastar, kastengels, dan kue kering lainnya, ada hidangan khas yang selalu disajikan pada hari raya.
Apalagi kalau bukan biskuit Khong Guan.
Tidak ada perubahan berarti pada penampilan kaleng biskuit tersebut.
Warna merah dan gambar deretan biskuit yang bisa dinikmati di dalamnya
menghiasi kaleng.
Namun
satu hal yang paling diingat dari kaleng biskuit itu, yakni lukisan ibu
dan dua anaknya yang sedang menikmati teh dan biskuit.
Uniknya, tidak ada ayah dalam lukisan itu.
Pelukis gambar itu adalah Bernardus Prasodjo, yang kini berusia 69 tahun.
Dalam sebuah video yang diunggah ANTARA News di YouTube, Bernardus menuturkan kisah di balik lukisan yang ikonik itu.
Ia juga berkomentar tentang pertanyaan banyak orang tentang gambar itu, yakni keberadaan sosok ayah.
Lukisan pada kaleng biskuit Khong Guan karya Bernardus Prasodjo.(Kompas.com/Kistyarini)
Bernardus mengatakan ia mendapat pesanan untuk gambar itu dari sebuah perusahaan separasi film.
"Mereka pesan banyak sekali gambar ke saya. Salah satunya Khong Guan itu," kata Bernardus.
Ketika itu, ia mendapat contoh dari sebuah majalah. Potongan gambar
itu terlihat lusuh. Ia mengikuti saja arahan yang diberikan pihak
pemesan soal gambar yang diinginkan mereka.
Menurut Bernardus, gambar yang sampai saat ini menghiasi kaleng
biskuit Khong Guan itu tidak banyak berbeda dengan gambar contoh yang
disodorkan padanya.
"Ya cuma ini bajunya warna kuning, yang ini merah. Kemudian anaknya
yang ini rada digeser ke mari, yang ini jadi pegang biskuit. Ya begitu
aja," papar pria berusia 69 tahun itu.
Ketika ditanya soal ketiadaan sosok ayah dalam gambar itu, Bernardus
mengaku tidak tahu persis. Meski demikian ia memiliki sebuah teori.
"Menurut saya itu cara untuk mempengaruhi ibu rumah tangga supaya
membeli. Jadi yang penting ada ibunya di situ," jawab Bernardus lalu
tersenyum.
"Karena yang belanja ibunya kok," lanjut pria yang kini aktif dalam pengobatan prana tersebut.
Bernardus pun menuturkan proses pembuatan gambar itu. Awalnya ia membuat sketsa dengan komposisi gambar sesuai pesanan .
"Kita sketch dulu. Kira-kira seperti ini mau gak. Sampai sudah setuju
kira-kira komposisinya seperti itu, baru kita lukis," tutur Bernardus.
Seingat dia, lukisan itu ia buat sekitar tahun 1970-an.
"Yang penting dari pekerjaan-pekerjaan semacam itu, bisa punya rumah, bisa punya mobil," katanya.
Bernardus menuturkan ia mengawali karier sebagai pelukis profesional sejak menjalani kuliah di Institut Teknologi Bandung.
Rumah kosnya di Jalan Lengkong Kecil Bandung bersebelahan dengan kantor redaksi Aktuil, sebuah majalah musik terkenal saat itu.
"Kami suka main ke situ, bantu-bantu buat ilustrasi. Keterusan. Lama-lama kuliahnya ketinggalan," katanya.
Dari situ ia mulai mendapat pesanan komik, yang lama-lama semakin
banyak. Dari komik, ia mendapat pesanan dari perusahaan untuk menggambar
produk mereka.
"Dulu, saya ke supermarket, itu bangga sekali. Hampir semua
etiket-etiket yang laku itu, saya yang bikin. Tetapi, makin ke sini,
makin sedikit," tutur Bernardus.
Saat ini yang tersisa hanya Khong Guan, Monde, dan Nissin wafer, kata Berrnardus. (*)
vice.com
Bernardus Prasodjo ilustrator gambar kaleng biskuit Khong Guan.
Menguak Asal Usul Khong Guan, Biskuit Legendaris yang Fenomenal dari Isi Hingga Gambar Kalengnya
Siapa yang tidak tahu Khong Guan, biskuit legendaris yang umumnya
menghiasi meja ruang tamu kebanyakan orang saat Ramadan dan lebaran
tiba. Biskuit ini menemani masa kecil semua orang. Yah, karena gambar
atau lukisan pada kaleng biskuit sejak awal muncul hingga hari ini tak
pernah sekalipun berganti. Maka jika ditanya seperti apa biskuit Khong
Guan, maka semua orang akan menjawab dengan satu suara. Hal inilah satu
dari banyak keunikan biskuit ini dari yang lainnya.
Selain gambar kaleng yang terbilang setia tanpa perubahan apapun,
muatan gambar yang terdiri dari ibu dan dua anaknya juga menimbulkan
pertanyaan besar. Lantas kemana sang ayah? Tak hanya itu, isi Khuang
Guang juga terdiri dari berupa-rupa biskuit. Tapi mengapa hampir semua
orang (terutama anak kecil) memburu wafer? Yap, untuk menjawab berbagai
pertanyaan tersebut, mari simak pembahasan di bawah ini.
Sekilas Tentang Khong Guan
Monumen Khong Guan di Surabaya [image: source]Merupakan
industri yang bergerak pada bidang makanan khususnya biskuit dan wafer,
Khong Guan adalah perusahaan yang sudah berskala internasional. Dikenal
lewat jargon legendaris ‘tak asing lagi dan tak ada duanya’, Khong Guan
berdiri sejak tahun 1947 di Singapura. Perusahaan ini kemudian
mengembangkan sayapnya di Indonesia pada tahun 1970 dengan nama Khong
Guan Biscuit Factory Indonesia. Di tanah air, perusahaan ini memfokuskan
pada produk biskuit, wafer, dan waferstik.
Khong Guan Merah Populer di Indonesia
Khong Guan Merah [image: source]Sudah
lama menjadi tradisi masyarakat Indonesia menyajikan makanan khas
lebaran, dan yang kerap muncul di meja tamu rumah-rumah adalah Khong
Guan Red Assorted (Khong Guan Merah). Seperti sebuah keharusan, rasanya
ada yang kurang jika di meja tempat disajikan makanan tidak ada si
kaleng merah ini. Sebenarnya, Khong Guan Merah hanyalah satu dari sekian
produk dari Khong Guan Biscuit Factory Indonesia. Ada juga jenis
Malkist Abon hingga waferstrick, tapi sepertinya sudah menjadi kebiasaan
jika Khong Guan yang dimaksud orang Indonesia adalah Khong Guan Merah.
Ini Alasan Semua Orang Ingin Mengambil Wafer di Kaleng Khong Guan Merah
Wafer dalam kaleng Khong Guan [image: source]Khong
Guan Merah berisi bermacam-macam jenis biskuit di dalam kalengnya.
Mulai dari jenis krackers, cookies, wafer, shortcake biscuit, wafer, dan
cream-filled sandwich. Tapi bukan rahasia umum dari sekian banyaknya
biskuit yang ada, paling favorit adalah wafer. Seakan memang strategi
produsen biskuit ini untuk menjadikan wafer paling spesial. Mulai dari
letaknya yang tersembunyi di antara susunan biskuit lainnya, hingga
adanya plastik yang melapisi si wafer. Dari semua isi Khong Guan Merah,
hanya wafer yang dilapisi plastik. Maka jangan heran jika menemukan
anak-anak kecil yang sengaja mengacak-acak kaleng biskuit ini hanya
untuk mendapatkan wafer. Selain itu, wafer Khong Guan juga rasanya
berbeda dengan wafer lain. Mengandung pemanis berwarna cokelat yang
tebal, tiap lapis wafer ini juga gurih dan renyah.
Misteri Gambar Kaleng Biskuit Tanpa Kehadiran Ayah
Gambar Khong Guan [image: source]Seperti
yang kita tahu, gambar kaleng biskut Khong Guan adalah seorang ibu
dengan dua anaknya sedang berada di meja makan. Dalam gambar juga
terlihat piring-piring berisi biskuit yang tengah dinikmati. Nah,
masyarakat yang entah karena kritis atau apa lantas bertanya, ayahnya di mana?. Tak
kunjung terjawab pertanyaan itu, hingga muncul beragam meme-meme yang
membahas hilangnya sang ayah. Hal kecil yang disoroti tersebut merupakan
satu bukti bahwa biskuit ini memang teramat populer di masyarakat.
Sehingga tiap detail kecil pun sampai dibahas.
Ini Penjelasan Si Pelukis Gambar Kaleng Biskuit yang Tanpa Ayah
Bernandus Prasodjo [image: source]Melihat
beragam reaksi masyarakat tentang gambar di kaleng Khong Guan membuat
si pelukis Bernardus Prasodjo pun angkat bicara. Pria yang kini tak lagi
melukis dan memfokuskan diri di bidang pengobatan mengatakan jika jaman
dulu ada tongsis, maka pasti si bapak sudah ada di gambar kaleng
tersebut dan tak ada lagi pertanyaan. Artinya, ayah dari anak-anak dalam
gambar Khong Guan tersebut sedang memotret. Saat menggambar, Bernandus
mengaku jika poin penting dalam gambar itu adalah kehadiran si ibu.
Tujuannya adalah untuk mempengaruhi ibu rumah tangga agar membeli
biskuit yang dipromosikan. Bernandus menambahkan jika orang yang belanja
adalah ibu, karena itu fokus gambar pada ibu.
Hingga saat ini, Khong Guan Merah masih menjadi biskuit segala
generasi, sebab gambar produk yang masih bertahan hingga kini. Maka tak
heran jika banyak yang mengatakan jika Khong Guan produk paling setia
se-tanah air. Beda dengan produk lainnya yang hampir tiap tahun berubah
kemasan.
Sumber Berita : https://www.boombastis.com/asal-usul-khong-guan/108450
Penjelasan Pelukis Kenapa Tidak Ada Sosok Ayah di Kaleng Khong Guan
Bernardus Prasodjo (Foto: ANTARA News/Lia Santosa)
Beberapa waktu lalu Khong Guan ramai memenuhi timeline media sosial kita. Lukisan di salah satu sisi kaleng kotak Khong Guan berwarna merah yang legendaris itu diubah menjadi meme-meme lucu yang viral di media sosial.
Setelah beberapa waktu meme-meme Khong Guan itu menyebar, kabar tersebut sampai juga ke telinga Bernardus Prasodjo. Ternyata, laki-laki berumur 69 tahun inilah yang menjadi pihak paling bertanggung jawab terhadap lukisan asli di kaleng Khong Guan tersebut.
Lukisan Khong Guan
Laki-laki kelahiran Salatiga tersebut mengaku mengerjakan lukisan di kaleng Khong Ghuan pada tahun 70-an. Bernardus mendapatkan tawaran melukis kaleng itu tidak langsung dari perusahaan Khong Guan, namun lewat perantara sebuah perusahaan separasi warna.
“Nggak, saya nggak pernah ketemu sama pihak Khong Guannya,” ucap Bernardus seperti dilansir Antara (30/5). “Saya dikasih contoh guntingan majalah lusuh begitu. ‘Nanti ini diganti di sini, ini miringnya begini’.”
Sebelum Khong Guan, sebetulnya Bernardus telah beberapa kali menerima tawaran melukis bungkus produk-produk makanan. “Dulu, saya ke supermarket, itu bangga sekali. Hampir semua etiket-etiket yang laku itu, saya yang bikin. Tetapi, makin ke sini, makin sedikit,” akunya.
Bernardus paham bahwa gambar produk-produk tersebut sudah bukan masanya lagi. Baginya, kini desain-desain seperti lukisannya makin sedikit ditemui karena anak-anak muda sudah memiliki model desain baru yang jauh lebih kreatif.
"Sudah tidak jamannya lagi desain saya, desain saya itu desain kuno. Kita disuruh mengikuti desain anak muda yang modern itu tidak bisa," ucapnya.
Keluarga Tanpa Sosok Ayah
Meski begitu, justru desain kaleng Khong Guan yang tak berubah tersebutlah yang menjadi perhatian netizen Indonesia. Apalagi, gambar keluarga di kaleng Khong Guan tersebut tak menunjukkan sosok ayah, yang menjadi pertanyaan banyak orang: di mana sosok ayah keluarga tersebut?
“Menurut saya itu cuma untuk mempengaruhi ibu rumah tangga saja supaya beli,” ucapnya enteng.
Bernardus waktu itu memang tak ambil pusing ketika mengambil proyek ini. “Mungkin yang penting ya ada ibunya di situ. Bapaknya nggak penting, karena yang belanja ibunya kok. Ya saya ikuti saja mereka maunya apa,” kata Bernardus.
Selain Khong Guan
Meskipun semakin sedikit, Bernardus mengaku minimal ada tiga produk yang masih menggunakan karya-karyanya sebagai desain bungkus produk mereka. Selain Khong Guan, produk lainnya adalah gambar di kaleng Monde.
Berbeda dengan gambar di kaleng Khong Guan yang memang pesanan, gambar tentara yang tengah memukul snare drum di kaleng Monde tersebut merupakan ide dari Bernardus sendiri.
“Itu saya ambil sengaja di (toko buku) Gunung Agung, mencari buku soal tentara. Sebenarnya waktu itu, tentara Inggris. Ya sudah, dilukis," ujarnya dikutip Antara.
Kaleng Nissin yang menunjukkan perempuan-perempuan bersepeda pun adalah karya Bernardus yang lain. Bahkan, Bernardus mengaku bahwa ia berada di balik kebanyakan gambar produk-produk di swalayan Hero.
"Dulu produk Hero saya yang buat (lukisan di produknya). Banyak impor, lalu dikemas di sini. Nah, lukisan di kemasannya itu yang saya bikin. Sarden, tisu, minuman keras, apa yang ada di sana. Sekarang hanya tiga saja, Khong Ghuan, Nissin dan Monde," kata dia.
Soal ketiga produk biskuit yang masih menggunakan gambarnya, Bernardus tak merasa hal tersebut perlu dibanggakan.
“Karena pemiliknya sama. Buat apa diganti-ganti (gambarnya), itu saja sudah laku," candanya.
Saat ini, Bernardus sudah lima tahun tak melukis. Ia kini berkarir di bidang pengobatan prana, sebuah metode penyembuhan tanpa obat dan tanpa sentuhan. Ia mengaku tak mengobati sendiri, melainkan menjadi sosok yang mengajarkan ilmu pengobatan yang disebutnya ilmiah tersebut ke seluruh Indonesia.
Ditanya apakah ingin kembali melukis ke depannya, Bernardus mengaku sedikit tergoda.
“Sebetulnya kangen juga. Hanya sekarang ini, cat nya sudah pada kering. Jadi, kalaupun mau memulai harus membeli semuanya yang baru. Ada juga (keinginan kembali ke dunia menggambar) tetapi waktunya nggak ada sekarang ini,” pungkas laki-laki lulusan Seni Rupa ITB tersebut.