PROGRAM studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam
Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari menggelar seminar
internasional, dengan menghadirkan pembicara dari Shantou University,
Christine David, Nick Lischynsky dan Ricardo Ribeiro.
KETUA Program Studi (Kaprodi) Bahasa Inggris Uniska Raudhatul Haura
PhD Can mengatakan, sudah saatnya program studi Pendidikan Bahasa
Inggris Uniska untuk go International.
Salah satunya adalah dengan menggelar seminar bertaraf jnternasional
dengan bekerja sama dengan delapan universitas di Indonesia.
“Kami urunan mendatangkan native speaker dari Shantou University
mereka sebagai dosen dengan berasal dari Amerika Serikat dan Brasil
dalam rangka roadshow, dan ini seri yang kedua mereka datang ke
Indonesia tetapi dengan orang yang berbeda,” ungkap Raudhatul Raudhatul
Haura.
Raudhatul Haura berharap dengan mendatangkan native speaker, peserta
seminar bisa belajar banyak. Sebab, yang mengikuti seminar ini dari
berbagai kalangan mahasiswa, dosen, guru, dan praktisi dan juga peserta
dari berbagai universitas, termasuk peserta dari Universitas Brawijaya,
Malang.
“Uniska merencanakan dosen yang melanjutkan kuliah keluar negeri
termasuk pertukaran mahasiswa ke Thailand dan Filipina,” tutur Raudhatul
Haura.
Ia mengatakan, kegiatan ini dalam rangka salah satu cara menaikan
akreditasi Uniska dengan berharap prodi Bahasa Inggris mendapatkan
akreditasi A.
Wakil Rektor 1 Uniska Dr H Ahmad Zarkawi mengatakan, seminar ini
digelar dalam rangka menyikapi fenomena destruptif di era sekarang,
dimana pergerakan globalisasi yang begitu cepat sehingga Uniska sebagai
lembaga pendidikan perlu menyelenggarakan kegiatan, salah satunya
seminar dengan berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi luar
negeri salah satunya dengan Shantou University.
“Untuk mengimbangi perubahan perlu melakukan kegiatan seperti ini dan
ini akan terus berlanjut. Uniska juga akan menyelenggarakan lagi
seminar Internasional sains dan teknologi dengan pembicara dari
asingapura dan Malaysia” ungkap Ahmad Zarkawi.
Ia mengatakan, Uniska sebagai kampus yang terbuka dengan tidak
menghilangkan jati diri universitas salah satunya adalah dengan
menyelenggarakan Fokus Diskusi Group setiap bulan, khusus untuk membahas
pemikiran-pemikiran Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dan hasil kajian
akan dijadikan sebuah buku yang menjadi rujukan bagi civitas akademika
Uniska.
“Dan bulan maret ini akan akan dibahas dari perspektif teknik sipil
berkaitan dengan Sungai Tuan. Insya Allah akan mengundang Bupati
Kabupaten Banjar,” katanya.
Ia mengatakan, dengan menggelar FGD tentang Sungai Tuan bisa menjawab
hubungan banjir di Martapura, karena posisi sungai yang strategis dalam
mengantisipasi banjir di Martapura.(jejakrekam)
Penulis : Ahmad Husaini
Editor : Andi Oktaviani
Foto : Ahmad Husaini
Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/02/06/uniska-gelar-seminar-internasional-bahasa-inggris/
Bermain Excavator Mini Paling Digemari Anak-anak di Siring Tandean
PROKAL.CO, BANJARMASIN
- Siring Tendean masih menjadi tujuan utama bagi warga kota untuk
mengisi waktu luang. Terutama bagi mereka yang ingin mengajak anak-anak
bermain. Tak cuma ada Taman Bungas. Di sana juga tersedia berbagai lapak bermain anak. Yang menyewakan berbagai wahana permainan. Dari sekian banyak, ada satu yang paling digemari anak-anak. Yaitu mainan berbentuk excavator. Ukurannya tentu saja mini. Mainan yang satu ini mengajarkan
anak mengoperasikan alat pengeruk tanah tersebut. Mulai dari cara
mengeruk hingga memindahkan hasil kerukan. Cara mengoperasikannya menggunakan
panel kontrok. Menggunakan dua tuas. Yang kiri sebagai pengendali arah,
dan kanan berfungsi untuk mengeruk.
Salah satu pemilik wahana permainan
excavator, Saleh, mengaku mainan tersebut didatangkan dari Batang, Jawa
Tengah. Dalam sehari dia bisa meraup untung Rp200 ribu hingga Rp250
ribu. Aturan mainnya sederhana. Hanya
perlu membayar Rp10 ribu untuk durasi 15 menit. Penyewa sudah bisa
mengoperasikan excavator mini untuk menggali. Bahan galian terbuat dari
serbut kayu. “Permainan ini sangat sederhana.
Karena menggunakan sistem hidrolik. Jadi, tak butuh aki atau aliran
listrik untuk menggerakkannya. Cukup diisi air dalam suntikan atau
injeksi, lewat jaringan air dalam selang mini, maka excavator mini ini
bergerak,” kata warga di Jalan A Yani tersebut. Saleh menyebut mainannya ramah dan tidak membahayakan anak-anak. Karena sama sekali tak ada aliran listrik. “Kalau excavator mini tak bergerak,
berarti ada sumbatan hingga mengeluarkan gelembung air. Tinggal ditekan
dengan air baru, maka aliran air yang menggerakkan atau sistem hidrolik
itu berjalan normal kembali,” paparnya. Sejauh ini, mainan tersebut begitu
diminati. “Alhamdulillah, antusiasme warga Banjarmasin, khususnya
pengunjung Siring Tendean ini sangat tinggi dengan permainan excavator
mini,” tuntasnya. Salah seorang warga Sungai Andai,
Yudhi, mengaku anaknya menyukai permainan tersebut. Selain untuk melatih
ketangkasan, anak juka bisa berlatih ketepatan dalam mengambil objek.
"Ini alternatif mainan anak-anak. Beda kalau anak diajak main ke mall
atau diajak main ayunan. Di sini anaknya berkreasi," pungkasnya. Senada dengan Yudhi. Eva juga senang
mengajak adiknya bermain di kawasan Pierre Tendean. Excavator mini pun
menjadi pilihan permainan. "Gak perlu bingung untuk mengajak main. Di
sini juga ada," pungkasnya. (eka/at/nur) ASIK BERMAIN: Inilah jenis mainan alternatif anak-anak di Siring Pierre Tendean saat akhir pekan. Sumber Berita : http://kalsel.prokal.co/read/news/13569-bermain-excavator-mini-paling-digemari-anak-anak-di-siring-tandean.html
Ini Nih Mural Kreatif ala SMP 6 Banjarmasin, Tembok Dijadikan Media Belajar
PROKAL.CO, Media
melukis bisa berupa apa saja. Asal tidak merusak pandangan mata. Itulah
yang dilakukan siswa-siswi SMPN 6 Banjarmasin. Mereka mempercantik
tembok kelas dengan gambar-gambar menarik. Coba saja Anda masuk ke Spensix.
Sebutan SMAN 6 Banjarmasin. Di sana bakal terlihat pemandangan berbeda.
Beberapa bagian tembok bangunan tampak dihiasi dengan berbagai lukisan.
Mulai dari flora hingga fauna. Kemarin (5/2), terlihat sembilan
siswa sedang asyik melukis pagar sekolah. Salah satunya bernama Zaky.
Dia adalah murid kelas 9E. Kala itu Zaky sedang melukis wajah.
Tampak seperti perempuan cantik. Beramput panjang dan memiliki hidung
yang mancung. Dia menyebut sosok dalam lukisan itu adalah temannya. Di samping kanan Zaky, teman lainnya
membuat lukisan berbentuk jamur. Warnanya cerah. Mirip seperti jamur
super yang ada dalam games Mario Bross.
Ada juga yang sedang membuat lukisan dekoratif. Berbentuk burung dan tanam-tamanan hias. Mereka melukis dengan telaten. Untuk
sekelas anak SMP, lukisannya keren juga. Tak kalah dengan pelukis
profesional atau ahli mural. "Melukis di tembok ini susah-susah
gampang. Bedanya kalau menggunakan kertas atau kanvas apabila salah
cukup ganti. Kalau tembok kan enggak bisa,” ucap Zaky, sambil melukis. Lukisan Zaky dkk mengalir begitu saja. Mereka bebas mengekspresikan imajinasi dan menuangkannya dalam bentuk gambar. Mereka melukis tentu saja tak menggunakan bahan untuk kanvas atau kertas. Tapi memakai cat tembok. Apa yang dilakukan Zaky dkk ternyata tugas dari Sri Wahyuni. Guru mata pelajaran kesenian. Bukan tanpa alasan. Yuni -panggilan
akrab Sri Wahyuni- memang sengaja memberikan kebebasan bagi para siswa
itu melukis. Karena media kertas dianggap terbatas untuk menyalurkan
ekspresi mereka. Bagaimana dengan respons pihak sekolah? Yuni menyebut tak ada larangan. Sekolah justru mendukung. Ide bermula ketika sang guru melihat
tembok sekolah yang kosong. Yuni pun mengusulkan kepada kepala sekolah
untuk digambar. Sebagai media belajar bagi para siswa. Singkat cerita,
usulan pun diterima. “Bahkan karena lukisan mural ini pula kepala
sekolah minta rumahnya untuk dilukis,” tuturnya. Sejauh ini sudah ada beberapa bagian
tembok yang dilukis. Di antaranya, tempat parkir sepeda, parkiran mobil
guru, bangunan pojok sekolah, pagar dan ruang seni. Menurut Yuni, banyak yang didapat
dengan latihan melukis. Yakni melatih kepekaan dalam mengolah media dan
menuangkan gagasan dalam otak. Juga merangsang kreatifitas, ketekunan,
kesabaran plus ketelitian. “Siswa kan juga ada rasa bosan dan
kejenuhan. Nah dengan adanya melukis ini bisa bikin rileks. Bisa juga
disebut sarana relaksasi seperti orang meditasi,” katanya sembari
tersenyum. Aktivitas melukis tembok dikerjakan
oleh siswa kelas 9. Khusus untuk pelajaran kesenian. Total adal 10 kelas
yang dihuni masing-masing 32 murid. "Semua lukisan hasil karya siswa
kelas sembilan," sebut sang guru. Kapan mereka melukis? Sesuai dengan jadwal. Tiap kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing diisi lima orang. Kepala Sekolah SMP Negeri 6
Banjarmasin, H Johanis mengapresiasi kreativitas yang dilakukan oleh
murid-muridnya. “Istri saya waktu ke sini melihat bagus banget lukisan
anak-anak, dan minta dibikinkan seperti itu, dan sudah ngomong sama guru
keseniannya, untuk dilukiskan juga,” ungkapnya. (gmp/at/nur) KREATIF: Siswa kelas 9 E SMP Negeri 6 Banjarmasin melukis di tembok pagar sekolah, Senin (5/2) siang. Sumber Berita : http://kalsel.prokal.co/read/news/13567-ini-nih-mural-kreatif-ala-smp-6-banjarmasin-tembok-dijadikan-media-belajar.html
Penggemar Berat Game Online Bikin Situs Alquran Audio
Bermimpi Bangun Perusahaan Digital seperti Zuckerberg
PROKAL.CO, Enam
bulan lalu, Fahreza membangun situs Alquran Audio. Idenya memang tak
orisinil, tak juga menyentak. Tapi beginilah mestinya anak muda.
Berkarya dan memegang mimpi besar. SYARAFUDDIN, Banjarmasin KAMI janjian bertemu untuk wawancara
di teras Masjid Al Jihad di Jalan Cempaka Besar, Banjarmasin Tengah.
Kemarin (5/2) sore, setelah jam pelajaran Fahreza berakhir. Ia siswa kelas XII Jurusan TKJ
(Teknik Komputer Jaringan) di SMK 2 Muhammadiyah. "Iya, di sini full day
school. Makanya sore setelah ashar baru pulang," ujarnya. Penampilan Fahreza begitu sederhana.
Rambutnya dipotong tipis, mukanya jerawatan. Hoodie-nya tampak
kedodoran karena badannya yang jangkung dan kurus. Dan seragam
sekolahnya tampak sudah terlalu sering dicuci dan disetrika.
Sepatu hitam dari kanvas yang ia
kenakan juga mendekati butut. Mereknya tak terkenal, sudah pasti tak
mahal. Bukan Converse atau Vans seperti yang sedang digandrungi anak
sekolah zaman sekarang. Lalu apa keistimewaan pemuda
kelahiran 2 Januari 2000 ini? Enam bulan lalu ia meluncurkan Alquran
Audio. Bukan dalam bentuk aplikasi, melainkan laman situs. Ia hanya
butuh waktu 14 hari mengerjakannya. Namanya juga audio, ketika diklik
nama atau nomor surah, Anda bisa mendengarkan bacaan Quran yang merdu
dari seorang qari. Lengkap dari juz 1 hingga juz 30, dari surah
Alfatihah hingga surah Annaas. Konsepnya sama sekali tak baru. Anda
bisa mengunduh aplikasi serupa yang berbasis Android di Playstore.
Bahkan dengan tampilan yang lebih menarik. Lantas, mengapa Fahreza tak memilih
format aplikasi? Jawabannya masuk akal. Aplikasi milik seorang siswa
asal Banjarmasin sudah pasti menduduki peringkat bontot di Playstore. "Sudah pasti kalah bersaing dengan
perusahaan aplikasi yang lebih besar. Kalah dengan aplikasi yang memang
sudah ngetren duluan," jelasnya. Keunggulan lain, karena dalam bentuk
laman situs, pengguna non Android bisa memanfaatkannya. "Sejak setengah
tahun diluncurkan, terakhir kali saya cek sudah dipakai 5.600
pengguna," imbuhnya. Ketika saya kritik penampilan
situsnya yang kelewat monoton, Fahreza tak menampik. "Sebenarnya, tujuan
saya ingin membuatnya simpel dan semudah mungkin untuk digunakan.
Sesederhana itu," jelasnya. Namun, yang paling membuatnya
bahagia adalah pengakuan yang datang dari teman dan gurunya di sekolah.
"Belum diajarin, saya sudah bikin sendiri, membuat mereka bangga. Begitu
kata para guru," ujarnya tersenyum. Fahreza ternyata tak punya latar
belakang khusus. Orang tuanya adalah pedagang, jauh dari komputer. Di
keluarganya juga tak ada yang ahli perangkat keras atau perangkat lunak.
"Semua otodidak. Dari membaca artikel-artikel yang berhamburan di
internet," paparnya. Seperti remaja kebanyakan, ia
gandrung bermain game sejak SD. Meski agak telat, ia mulai menseriusi
dunia digital sejak menginjak kelas XI. "Jadi awalnya keasikan main game
saja," ujarnya. Kelebihan yang dimilikinya, dalam
usia yang masih sangat muda, Fahreza terbilang fokus. Tak mudah galau
atau baper seperti teman-teman seusianya. "Saya tidak pacaran. Itu
urusan nanti-nanti. Saya mau sukses dulu," tegasnya. Ia kini sedang sibuk-sibuknya
menghadapi UN (Ujian Nasional). Ditanya mau kuliah kemana, Fahreza
mengaku belum menjatuhkan pilihan. "Belum tahu kampusnya apa, pastinya
saya ingin kuliah di jurusan teknologi informasi," tambahnya. Mimpi terbesarnya adalah memimpin
dan memiliki perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi.
"Itu impian terbesar. Saya kebetulan pengagum berat Mark Zuckerberg,
pendiri dan pemimpin Facebook," tukasnya. Fahreza tinggal di Jalan Gubernur
Subardjo, Banjarmasin Selatan. Bersama ibunya Noor Aidah. Ia bungsu dari
lima bersaudara. "Bapak saya namanya Sabran Syah. Beliau baru saja
meninggal tahun 2017 tadi," pungkasnya. (fud/at/nur) BERBAKAT: Fahreza menunjukkan laman situs Alquran Audio, kemarin sore di
teras Masjid Al Jihad. Tak jauh dari sekolahnya di SMK 2 Muhammadiyah.
Foto Syarafuddin/Radar Banjarmasin Sumber Berita : http://kalsel.prokal.co/read/news/13566-penggemar-berat-game-online-bikin-situs-alquran-audio.html
Peringati Haul Ayahanda Bupati, Tanbu Kembali Berselawat Bersama Habib Syech
PROKAL.CO, BATULICIN
- Tanah Bumbu Berselawat kembali digelar. Kali ini dalam rangka
memperingati Haul H Maming bin Rahing yang kedua. Haul ayahanda dari
Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming ini rencananya akan digelar pada
hari Kamis (malam Jumat) tanggal 1 Maret 2018. Tanah Bumbu Berselawat bersama Habib
Syech bin Abdul Qadir Assegaf bertempat di Jalan Cappa Padang (Depan
Kantor Kelurahan Batulicin).
Kadiskominfo Tanbu Ardiansyah
mengatakan acara dimulai pukul 17.00 Wita, diisi dengan rangkaian acara
salat magrib berjamaah, salat hajat, pembacaan surat yasin dan tahlil
serta salat isya. Setelah itu berselawat bersama Habib Syech bin Abdul
Kadir Assegaf dan tausiah agama yang disampaikan Ustaz Das'ad Latif. “Bupati mengharapkan kepada
masyarakat Tanah Bumbu dan sekitarnya untuk bisa berhadir dalam acara
tersebut,” kata Ardiansyah, kemarin. TANBU BERSELAWAT: Tanah Bumbu Berselawat kembali digelar dalam rangka
memperingati Haul H Maming bin Rahing yang kedua, Kamis (malam Jumat)
tanggal 1 Maret 2018 bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. (Foto
Diskominfo Tanbu For Radar Banjarmasin). Sumber Berita : http://kalsel.prokal.co/read/news/13573-peringati-haul-ayahanda-bupati-tanbu-kembali-berselawat-bersama-habib-syech.html
Ibnu Sina Resmikan Gerai 212 Mart Pertama di Kalsel
Wartaniaga.com,
Banjarmasin- Walikota banjarmasin H Ibnu Sina meresmikan gerai 212 Mart,
Sabtu,(3/2) di Banjarmasin. Gerai ini merupakan yang pertama di
Kalimanatan Selatan dan dibangun atas inisiatif alumni gerakan 212 yang
kemudian membentuk koperasi Bauntung Batuah sebagai badan hukum mini
market ini.
Menurut Ibnu sina, kehadiran gerai ini dapat menjadi alternatif belanja yang halal bagi masyarakat banjarmasin.
” Selain mampu mengembangkan ekonomi umat, kehadiran gerai 212 Mart
bisa menjadi alternatif belanja yang halal bagi masyarakat ” ujarnya.
Lebih lanjut dirinya berharap gerai ini mampu menampung produk lokal.
” Kita berharap mini market yang ada di banjarmasin dapat menampung
produk-produk lokal, minimal 20 persen” ujarnya
Diungkapkanya, khusus untuk gerai 212 pemko Banjarmasin telah memberikan izin sebanyak 10 gerai.
Meski demikian, Ibnu juga mengingatkan untuk tidak menggunakan
kantong plastik sebagai pembungkus belanjaan. ” Berdasarkan Perwali
nomor 18 tahun 2016 tentang pelarangan kantong plastik, maka diingatkan
untuk pembungkus belanjaan harus menggunakan bahan ramah lingkungan”
katanya
Sementara itu, pengelola 212 mart Bauntung Batuan H M Ismail Iberahim
mengatakan gerai Banjarmasin ini merupakan cabang ke 81 dari seluruh
gerai yang ada di Indonesia.
Dirinya optimis, usaha bermasa ini mampu berkembang dan dapat
bersaing dengan yang lain karena selain membidik pasar yang sudah, Gerai
ini juga akan melayani semua anggota koperasi Bauntung Batuah.
“ Pelanggan kita yang pasti adalah para anggota koperasi, kita akan
memenuhi kebutuhan mereka setiap bulan dengan demikian kita yakin gerai
ini dapat berkemang dan mampu bersaing dengan yang lain” beberanya
seraya menambahkan disamping keikutsertaan masyarakat mendukung ekonomi
ummmat.
Pada kesempatan ini Ismail juga meminta dukungan semua alumni 212 yang ada di Kalsel agar gerai ini berkembanh dan maju.
” Kita mengundang semua alumni 212 di Banua untuk ikut serta
mengembangkan ekonomi ummat dan turut membuka gerai- gerai berikutnya ”
ujar pemilik rapi sari galery ini.
Selain dihadiri walikota Banjarmasin, pembukaan gerai 212 Mart ini
juga dihadiri oleh ketua MUI Kalsel KH Husin Nafarin dan Eka Rusmiyati
Ketua Koperasi Syariah 212 Jakarta.
Dan bagi masyarakat yang ini berbelanja produk halal dan tayib dapat
mengunjungi 212 mart di jalan pangeran antasari nomor 9Aa Banjarmasin,
dari jam 07:00 sampai dengan 22:00 wita.
Reporter : Edy Dharmawan
Editor : Didin Ariyadi
Foto : Edy Dharmawan
Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina saat berkeliling gerai 212 Mart
La Nyalla VS Prabowo, dan Kegaduhan Para Pentolan Alumni 212
SALAFYNEWS.COM, JAKARTA
– Perseteruan La Nyalla dan Prabowo semakin memanas, ditambah lagi
perseteruan para pentolan 212, Ketua FUI Muhammad Al Khaththat dan Ketua
Umum Garda 212, Ansufri Idrus Sambo yang tidak satu suara dalam masalah
kegaduhan ini.
Sambo, La Nyalla merupakan satu di antara penggerak aksi 212
Pengakuan blak-blakan yang disampaikan
oleh La Nyalla Mahmud Mattalitti mengenai permintaan uang saksi Rp 40
miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait Pilkada
Jatim 2018, mendapat respon dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Lembaga tersebut berencana memanggil Prabowo setelah terlebih dulu
meminta keterangan kepada La Nyalla.
Dalam jumpa pers, Kamis (11/1/2018), La
Nyalla mengungkapkan pernah dipanggil Prabowo dan diminta untuk
menyetorkan uang saksi Rp 40 miliar. Padahal surat rekomendasi sebagai
calon Gubernur Jatim dari Partai Gerindra belum ada. La Nyalla juga
mengatakan dimintai uang Rp 150 miliar hingga Rp 170 miliar oleh oknum
Partai Gerindra agar mendapat dukungan sebagai calon Gubernur Jatim
2018.
Meski belum mengeluarkan uang yang
diminta, La Nyalla mengaku telah menyerahkan uang sekitar Rp 5 miliar
kepada oknum pengurus Gerindra.
Bawaslu Jawa Timur telah melayangkan
surat pemanggilan klarifikasi terhadap La Nyalla. “Kita lihat dulu kalau
yang bersangkutan tidak ada bukti, bagaimana harus panggil Pak Prabowo.
Kan malu juga panggil Pak Prabowo,” kata Komisioner Bawaslu, Rahmat
Bagja, ketika ditemui di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (13/1/2018).
Perkembangan klarifikasi dari La Nyalla
akan menentukan sikap Bawaslu Jawa Timur apakah memanggil Prabowo atau
tidak. Rahmat sendiri menilai ada ketidakkonsistenan dari La Nyalla
terkait mahar politik tersebut. “Makanya kami klarifikasi apakah benar
terjadi mahar politik karena berapa kali ada statement (pernyataan) tapi
kemudian berubah. Jangan sampai ini main-main lah kalau soal itu. Kalau
mau serius ya buktikan kalau ada mahar politik,” kata Rahmat.
Rahmat mengingatkan La Nyalla harus memberikan pernyataan konsisten terkait uang Rp 40 miliar tersebut.
Untuk menindaklanjuti, kata Rahmat, La
Nyalla harus bisa membuktikannya. Rahmat melihat ada kesulitan dalam
kasus itu karena La Nyalla bukan calon kepala daerah. Seandainya La
Nyalla merupakan calon yang didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU),
dia bisa terkena diskualifikasi, sedang partai politik pengusungnya
tidak boleh mengikuti pilkada jika benar menerapkan mahar politik.
“Jangan sampai ini kabar burung yang diembuskan,” ujar Rahmat.
La Nyalla pernah mendapatkan surat mandat dari Prabowo Subianto, pada 11 Desember 2017.
Surat mandat mencari mitra koalisi untuk
memenuhi syarat pendaftaran pasangan calon gubernur dan calon wakil
gubernur itu hanya berlaku 10 hari dan berakhir pada 20 Desember 2017.
Selain ditugaskan mencari mitra koalisi, La Nyalla juga diminta
menyiapkan kelengkapan pemenangan.
Berdasarkan keterangan La Nyalla,
kelengkapan pemenangan itu di antaranya uang Rp 40 miliar. “Saya
dimintai uang Rp 40 miliar. Uang saksi disuruh serahkan pada 20 Desember
2017, kalau tidak bisa saya tidak akan direkomendasi,” ujar La Nyalla.
Dalam pernyataannya La Nyalla melibatkan alumni gerakan 212.
Ia menyatakan sebanyak lima orang
kandidat kepala daerah yang diajukan alumni 212, termasuk dirinya,
ditolak oleh Partai Gerindra. Oleh karena itu Nyalla mengajak alumnis
212 tak mendukung partai tersebut.
Menurut Ketuai FUI Muhammad Al Khattath,
“Nah tentunya saya nggak tahu mungkin apa ada mispersepsi dari ketiga
partai bahwa seolah-olah kami mendukung dengan memberikan cek kosong.
Nah ini yang mungkin pemahaman mereka seperti itu, padahal kita
mendukung munculnya Gubernur Anies-Sandi itu adalah dengan semangat 212,
semangat Al Maidah 51. Oleh karena itu, kita berharap hal itu terjadi
di temapt-tempat yang lain,”.
Namun beda lagi dengan pendapat Ketua
Umum Garda 212, Ansufri Udrus Sambo, menyatakan para alumni 212 merasa
keberatan pada pernyataan La Nyalla. “Kami sebagai alumni 212, saya
sebagai deklarator alumni 212, merasa keberatan atas pernyataan Pak La
Nyalla yang mengikutsertakan alumni 212 atas kegagalan beliau menjadi
calon gubenur dari,” ujar Sambo, di kawasan Kemang, Jakarta, Sabtu.
Ia juga minta La Nyalla tidak
membawa-bawa nama para alumni aksi 212 dalam perseteruannya dengan
Prabowo. “Kami menyatakan itu adalah urusan beliau dengan Pak Prabowo,
tidak ada kaitan dengan alumni 212,” tegas Sambo. Menurutnya, meskipun
La Nyalla merupakan satu di antara penggerak aksi 212, ia tidak ingin
para alumni gerakan tersebut dikaitkan dengan Pilkada Jawa
Timur. “Walaupun beliau (La Nyalla) alumni 212, tapi tidak bisa
mengatasnamakan alumni 212 terkait pencalonan sebagai Gubernur Jawa
Timur,” kata Sambo. (SFA)
Ghirah untuk berjihad ekonomi sudah sampai Kalimantan Selatan. Umat Muslim di sana sudah berencana mendirikan 212 Mart.
Muhammad Ismail Ibrahim, berasal dari Banjarmasin, Kalimantan
Selatan, sengaja datang ke Sentul, Bogor untuk merintis pendirian
211Mart di kotanya, Banjarmasin.
“Alhamdulillah pada saat ini kami di Banjarmasin sudah mulai tumbuh
komitmen untuk bersatu membentuk komunitas – komunitas yang nanti akan
menjadi cikal bakal berdirinya Koperasi 212”, kata Ismail kepada Koperasi Syariah 212, Kamis (12/10) di Kantor Pusat Koperasi Syariah 212, Mal Bellanova, Sentul City, Bogor.
Sama dengan harapan Pengurus Koperasi Syariah 212, Ismail juga
menginginkan umat Muslim Banjarmasin umumnya, terkhusus anggota
komunitasnya untuk berbelanja di 212 Mart. Ia menyebutnya sebagai toko
yang bersyariah Islam.
Dengan berbelanja di toko yang bersyariah Islam, keuntungan akan
menjadi milik umat Islam yang mendirikannya. Juga, yang tak kalah
penting, keuntungan dibagikan ke fakir miskin, panti asuhan, dan kaum
dhuafa.
Ghirah yang mulai tumbuh di Banjarmasin diharapkannya dapat menular ke kota dan kabupaten di Kalimantan Selatan.
Tak kurang dari 250 orang di Banjarmasin yang sudah berkomitmen untuk
menjadi investor 212 Mart yang akan menjadi yang pertama di Kalimantan.
Nah, Ismail ke kantor Koperasi Syariah 212 untuk menyerahkan dokumen
pendaftaran anggota komunitasnya. “Ya saya juga ingin menggali ilmu
bagaimana Koperasi 212 bisa terwujud dengan cepat. Karena antusias
kawan-kawan di daerah ingin sekali cepat untuk terlaksana dan
terwujudnya koperasi ini”, kata Ismail menjelaskan.
“Datanya lengkap dan rapih menyusunnya, sangat membantu kami”, kata
Dini, kepala Customer Service Koperasi Syariah 212 tentang Ismail.
Yang dimaksud Dini adalah dokumen pendaftaran kolektif dari Koperasi
Syariah 212 yang ditangani oleh Ismail. Memag, pendaftaran anggota
Koperasi Syariah 212 juga bisa dilakukan secara kolektif dan offline.
Namun, ada kondisi khusus pendaftaran kolektif anggota Koperasi Syariah
212 ini dilakukan.
Nah, Ismail yang pengusaha ini pun mengimbau kepada umat Muslim
khususnya yang berada di Banjarmasin, “Marilah kita bersatu untuk
menghidupkan ekonomi umat di Banjarmasin. Marilah kita bersama sama
berbelanja karena itu adalah minimarket punya kita dan untuk kita.
InsyaAllah dengan bersatu kita menghidupkan, dengan banyaknya tumbuh
minimarket di berbagai tempat juga akan memperat tali silahturahmi kita”
kata Ismail menegaskan.
Omzet 212Mart Banjarmasin Capai Rp 40 Juta saat GO
Dari pesan singkat yang diterima Koperasi Syariah 212,
Grand Opening 212Mart Banjarmasin membukukan omzet di hari pertama
mencapai Rp 40 juta.
Berikut ini kutipan dari pesan tersebut:
Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah SWT, seluruh rangkaian acara
Grand Opening kemarin dan sampai dengan hari ini berjalan dengan sukses
dan lancar. Banyak kritik dan saran, itu wajar dan perlu buat kami
selaku pengurus Koperasi Syariah Bauntung Batuah dan Manajemen 212 Mart,
seluruh kritik, saran, dan masukannya akan segera kita follow-up secara
bertahap.
Kita berdo’a semoga mini market 212 MART kita ini memberi keberkahan
dan manfaat buat kaum Muslimin dan Muslimat, tidak lupa jargon kita
AMANAH, BERJAMAAH, IZZAH ini selalu dipelihara oleh Allah SWT khususnya
seluruh anggota Koperasi Syariah Bauntung Batuah dan kaum Muslimin dan
Muslimat pada umumnya.
Dan tak lupa Kami laporkan total omset kita di hari pertama berjumlah
Rp 44.257.459,00 dan di hari kedua tanggal 4 Februari 2018 berjumlah Rp
30.269.190,00.
Semoga 212 Mart terus menunjukan tren Positif setiap harinya, Aamiin.
Jangan Lupa Ajak Keluarga, Sahabat, Tetangga, dan Jamaah Mesjid
disekitar kita untuk bersama-sama bergabung mewujudkan Kebangkitan
Ekonomi Ummat di Banua Tercinta salah satunya ikut serta menjadi Anggota
Koperasi Syariah Bauntung Batuah Banjarmasin.
Bagaimana hukum di Indonesia mengatur tentang perebutan pasar/pangsa
pasar dengan ajakan pemboikotan atau ajakan yang menjurus SARA
berbicara?
Ada baiknya kita melihat dulu tugas dan wewenang badan negara yang
berwenang didalam persaingan usaha di Indonesia.. dari point2 yg dibawah
ini silahkan agan2 menilai sendiri bagaimana sih kira2 sih M212M ini.. ( http://www.kppu.go.id/id/tentang-kppu/tugas-dan-wewenang/ )
Tugas dan Wewenang
Undang-undang No 5 Tahun 1999 menjelaskan bahwa tugas dan wewenang Komisi Pengawas Persaingan Usaha adalah sebagai berikut:
Tugas
melakukan penilaian terhadap perjanjian yang dapat mengakibatkan
terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat
sebagaimana diatur dalam Pasal 4 sampai dengan Pasal 16;
melakukan penilaian terhadap kegiatan usaha dan atau tindakan pelaku
usaha yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau
persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 17 sampai
dengan Pasal 24;
melakukan penilaian terhadap ada atau tidak adanya penyalahgunaan
posisi dominan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan
atau persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 25
sampai dengan Pasal 28;
mengambil tindakan sesuai dengan wewenang Komisi sebagaimana diatur dalam Pasal 36;
memberikan saran dan pertimbangan terhadap kebijakan Pemerintah yang
berkaitan dengan praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak
sehat;
menyusun pedoman dan atau publikasi yang berkaitan dengan Undang-undang ini;
memberikan laporan secara berkala atas hasil kerja Komisi kepada Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat.
Wewenang
menerima laporan dari masyarakat dan atau dari pelaku usaha tentang
dugaan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak
sehat;
melakukan penelitian tentang dugaan adanya kegiatan usaha dan atau
tindakan pelaku usaha yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek
monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
melakukan penyelidikan dan atau pemeriksaan terhadap kasus dugaan
praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat yang dilaporkan
oleh masyarakat atau oleh pelaku usaha atau yang ditemukan oleh Komisi
sebagai hasil penelitiannya;
menyimpulkan hasil penyelidikan dan atau pemeriksaan tentang ada
atau tidak adanya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak
sehat;
memanggil pelaku usaha yang diduga telah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan undang-undang ini;
memanggil dan menghadirkan saksi, saksi ahli, dan setiap orang yang
dianggap mengetahuipelanggaran terhadap ketentuan undang-undang ini;
meminta bantuan penyidik untuk menghadirkan pelaku usaha, saksi,
saksi ahli, atau setiap orang sebagaimana dimaksud huruf e dan huruf f,
yang tidak bersedia memenuhi panggilan Komisi;
meminta keterangan dari instansi Pemerintah dalam kaitannya dengan
penyelidikan dan atau pemeriksaan terhadap pelaku usaha yang melanggar
ketentuan undang-undang ini;
mendapatkan, meneliti, dan atau menilai surat, dokumen, atau alat bukti lain guna penyelidikan dan atau pemeriksaan;
memutuskan dan menetapkan ada atau tidak adanya kerugian di pihak pelaku usaha lain atau masyarakat;
memberitahukan putusan Komisi kepada pelaku usaha yang diduga melakukan praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
menjatuhkan sanksi berupa tindakan administratif kepada pelaku usaha yang melanggar ketentuan Undang-undang ini.
Yusril Ihza Mahendra Gagal ke Banjarmasin, Begini Nasib Gugatan ke Gubernur Kalsel
PROKAL.CO, BANJARMASIN
– Langkah hukum tiga perusahaan tambang untuk mengugat Gubernur Kalsel
Sahbirin Noor sedikit terkendala. Pasalnya, pengacara kondang Prof
Yusril Ihza Mahendra batal datang ke Banjarmasin Senin (5/2). Sedianya, kuasa hukum dari tiga
perusahaan tambang di bawah PT Sebuku Grup ini akan datang mendaftarkan
gugatan ke Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) esok. Objek gugatan adalah
Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang mencabut izin
usaha penambangan operasi Produksi (UP-oP) ttiga perusahaan tambang
tersebut, masing-masing PT Sebuku Batubal, PT Sebuku Tanjung Batubara
dan PT Sebuku sejaka Batubara.
Menurut Yusril, Gubernur Kalsel
telah bertindak sewenang-wenang dan tanpa dasar hukum serta alasan yang
jelas. "Kami menduga dicabutnya izin itu karena ia akan menjual izin
tersebut ke pihak lain," ungkapnya. Yusril membeberkan dari hasil
penelaahan pihaknya, pencabutan izin yang dilakukan bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Atas dasar itu, Yusril
menilai cukup alasan bagi majelis hakim PTUN untuk membatalkan SK
Gubernur Kalsel tersebut. "Berdasarkan UU pemerintahan daerah,
Gubernur memang berwenang menerbitkan izin usaha dan berwenang pula
mencabutnya. Namun permasalahannya, apakah pencabutan itu sudah sesuai
dengan perundang-undangan. Namun kali ini kami melihat tak ada alasan
jelas mengapa izin itu dicabut," ucapnya.
Kendati telah direncanakan sebelumnya, Yusril mengatakan berkas gugatan tidak bisa diantar besok. Mantan
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia serta Menteri Sekretaris Negara
itu mengatakan tanggal pasti agenda gugatan masih dikoordinasikan
dengan klien. “Namun, yang pasti pekan depan,” ungkap pakar hukum tata
negara itu. Sementara itu, adanya rencana
gugatan kepada Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor ke Pengadilan Tinggi Tata
Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin oleh Tiga Perseroan Terbatas di bawah
naungan PT Sebuku, belum ada tanggapan dari orang nomor satu di Pemprov
itu. Sahbirin sendiri tak membalas pesan
singkat yang dikirimkan ke nomor pribadinya. Begitu pula ketika
dihubungi. Nomor yang bersangkutan tak bisa dihubungi, tanda tak aktif.
Konfirmasi hanya didapat dari Sekretaris Daerah Pemprov Kalsel, Abdul
Haris. Namun, Haris tak mau berbicara
banyak soal rencana gugatan yang dilayangkan kepada gubernur. Dia hanya
mengatakan, sejatinya ketika ada gugatan kepada Pemprov, pihaknya akan
siap meladeni gugatan tersebut. Menurutnya, adanya setiap gugatan
adalah hak semua orang. Sehingga ketika ada gugatan tersebut, mau tak
mau Pemprov pun harus menghadapi. “Kami perlu koordinasi dulu, untuk
teknis tak bisa disampaikan sekarang. Ini kan juga baru rencana. Materi
gugatan pun kami belum tahu,” ujar Haris kemarin. Haris menyarankan untuk konfirmasi
ke Biro Hukum Setdaprov Kalsel. Sayangnya, sejak Jumat malam lalu
dihubungi, telepon genggam Kepala Biro Hukum Setdaprov Kalsel, A
Fydayeen selalu tak memberikan jawaban. Padahal nada tunggu acap kali
berbunyi. Pemprov sendiri berargumen dasar
pertimbangan dari pencabutan tiga IUP-OP ini adalah aspirasi masyarakat
di Kotabaru. Bahkan dikuatkan dengan Peraturan Bupati Kotabaru tanggal
29 Desember 2004 berupa larangan aktivitas pertambangan batubara di
Pulau Laut. “Penertiban izin usaha pertambangan
ini dilakukan secara bertahap dan telah sesuai dengan prosedur serta
aturan yang berlaku. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan pada 26
Januari 2018,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu
Satu Pintu (DPMPTSP), Nafarin ketika menyampaikan pencabutan IUP-OP
tersebut pada 26 Januari 2018 lalu. (mof/by/ran/ema) Sumber Berita : http://kalsel.prokal.co/read/news/13534-yusril-ihza-mahendra-gagal-ke-banjarmasin-begini-nasib-gugatan-ke-gubernur-kalsel.html
Gubernur Kalsel Harus Punya Dasar Mencabut Izin Tambang
Pemprov Jangan Gentar!
PROKAL.CO, BANJARMASIN
– Pengamat hukum tata negara Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Ikhsan
Anwari menilai Pemprov dalam hal ini gubernur harus memiliki dasar
acuan kuat dalam mengeluarkan kebijakan pencabutan IUP-OP. Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas
Hukum ULM itu menganalisis dalam hal ini Pemprov salah dalam mengambil
kebijakan. Sangat mudah menelaah kasus ini, sebutnya, karena hanya ada
dua dasar untuk membuktikan absah atau tidak kebijakan gubernur terkait
pencabutan IUP-OP tiga perusahaan itu. Yang pertama mengacu peraturan
perundangan-undangan, dan yang kedua mengacu asas umum pemerintahan yang
baik, atau hukum tidak tertulis. Terkait peraturan perundang-undangan,
nanti akan ketahuan, apakah tiga perusahaan ini melanggar atau tidak
aturan perundang-undangan tersebut. “Di sinilah kedua belah pihak harus
membuktikan, Pemprov dasarnya apa, perusahaan juga memiliki acuan apa
sehingga mengajukan gugatan,” terang Ikhsan kemarin. Sebelumnya, yang menjadi dasar
Pemprov melakukan pencabutan IUP-OP tiga perusahaan salah satunya adalah
desakan dari masyarakat. Ikhsan menilai dasar itu sangat riskan ditolak
oleh Hakim PTUN. Pasalnya, yang menjadi dasar acuan adalah peraturan
perudang-undangan dan asas umum pemerintahan yang baik tadi. “Soal salah
satu alasan dan dasar pencabutan izin ketika adanya tekanan publik, tak
menjadi dasar. Acuan dasarnya adalah peraturan perundang-undangan yang
melekat pada keluarnya izin yang dikeluarkan. Tekanan publik ini hanya
tambahan saja. Intinya pada peraturan perundang-undangan tadi,”
paparnya. Lebih jauh diterangkannya, berbicara
perizinan, banyak karakteristik atau dasar acuan untuk menerbitkan atau
mencabut. Nah, ketika semua syarat sudah dilengkapi oleh pemohon, wajar
perusahaan melakukan gugatan ketika izin mereka dicabut. Namun, ketika
syarat tersebut tak dipenuhi, Pemerintah selaku pemberi izin bisa saja
mencabut karena atas dasar tak lengkapnya syarat. “Ini yang saya tak
mendalami, apakah ada salah satu syarat yang dinilai Pemprov tak
terpenuhi oleh perusahaan sehingga dicabut izinnya. Patut kita tunggu di
persidangan,” ujarnya. Lalu bagaimana peluang Pemprov
terkait gugatan ini? Ikhsan belum berani memastikan. Yang pasti ketika
ada dasar pencabutan itu melanggar perundang-undangan yang runutannya
terkait mengatur peraturan perizinan, baik pertambangan maupun yang lain
di bawah kewenangan Pemprov, kemungkinan Pemprov dapat memenangkan
kasus ini. Namun sebaliknya, ketika tak ada
acuan atau dasar hukum perundang-undangan dalam mencabut IUP-OP, maka
dapat dipastikan Hakim PTUN akan tak mengabsahkan keputusan gubernur
tersebut. “Dengan sendirinya ketika tak bisa membuktikan tak ada acuan
hukum, maka SK pencabutan itu tidak sah secara hukum,” tandasnya. Pemerintah Provinsi Kalimantan
Selatan sendiri terkesan berhati-hati dalam menyikapi rencana gugatan
tiga perusahaan batubara di bawah naungan PT Sebuku ke Pengadilan Tata
Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin. Kepala
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)
Kalsel, Nafarin mengatakan mereka akan melalui mekanisme satu pintu
untuk tanggapan resmi yang akan disampaikan oleh Biro Hukum Setdaprov
Kalsel. “Saya tak berwenang lagi
menyampaikan pernyataan. Silahkan semua pertanyaan disampaikan langsung
ke Biro Hukum Setdaprov Kalsel. Ini hasil rapat koordinasi kami,” ucap
Nafarin singkat. Kepala Biro Hukum Setdaprov Kalsel,
A Fydayeen sendiri terkesan gentar menjawab rencana PT Sebuku melalui
kuasa hukum mereka, Yusril Ihza Mahendra. Sejak bergulirnya pemberitaan
soal rencana gugatan oleh PT Sebuku Batubai Coal, PT Sebuku Tanjung
Coal, dan PT Sebuku Sejaka Coal yang menggugat pencabutan Izin Usaha
Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) mereka, Fydayeen tak sekalipun
merespons. Sebelumnya, kuasa hukum dari tiga
perusahaan tambang di bawah PT Sebuku Grup, Yusril Ihza Mahendra
mengatakan akan mendaftarkan gugatan ke PTUN.. Objek gugatan adalah
Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang mencabut izin
usaha penambangan operasi Produksi (UP-oP) ttiga perusahaan tambang
tersebut, masing-masing PT Sebuku Batubal, PT Sebuku Tanjung Batubara
dan PT Sebuku sejaka Batubara. Menurut Yusril, Gubernur Kalsel
telah bertindak sewenang-wenang dan tanpa dasar hukum serta alasan yang
jelas. "Kami menduga dicabutnya izin itu karena ia akan menjual izin
tersebut ke pihak lain," ungkapnya kepada Radar Banjarmasin dalam jumpa
pers di kantornya, Jumat (2/2). Yusril membeberkan dari hasil
penelaahan pihaknya, pencabutan izin yang dilakukan bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Atas dasar itu, Yusril
menilai cukup alasan bagi majelis hakim PTUN untuk membatalkan SK
Gubernur Kalsel tersebut. "Berdasarkan UU pemerintahan daerah,
Gubernur memang berwenang menerbitkan izin usaha dan berwenang pula
mencabutnya. Namun permasalahannya, apakah pencabutan itu sudah sesuai
dengan perundang-undangan. Namun kali ini kami melihat tak ada alasan
jelas mengapa izin itu dicabut," ucapnya. Sementara itu, Walhi Kalimantan
Selatan terkesan menghindar mengomentari kasus ini. "Biarkan saja
Pemprov dan SILO menyelesaikan urusannya terlebih dahulu," ucap Direktur
Walhi kalsel Kisworo Dwi Cahyono. (mof/dom/ay/ran)
BAKAL MENGGUGAT: Yusril ihza mahendra menunding gubernur Kalimantan Selatan mencabut izin tiga tambang tanpa alasan yang jelas.
Generasi Muda Harus Kreatif, Inovatif, dan Rajin Membaca
REKTOR Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Prof Dr
Mujiburrahman mengungkapkan ada perbedaan metode unjuk rasa antara
mahasiswa sekarang dengan era dulu.
BERBEDA, namun katanya, harus tetap mengedepankan
gerakan Kemahasiswaan yang tidak cukup hanya dengan slogan, tapi harus
pula mempunyai isi intelektual.
“Zaman dulu dan zaman sekarang kalau ada demo pasti identik dengan
mahasiswa, tetapi demo zaman sekarang dengan ini dengan zaman dulu jauh
berbeda,” katanya saat menghadiri Kongres VII Badan Eksekutif Mahasiswa
(BEM) se-Kalimantan di Aula UIN Antasari, Senin (5/2/2018).
Menurutnya, kalau hanya sebatas slogan, maka perjuangan kalangan
cerdik harus diperbaiki. Sebab, sekarang ini masyarakat sedang
dihadapkan pada dunia dan perubahannya yang sangat sulit di prediksi.
“Buktinya, siapa sangka ponsel Nokia yang berjaya selama
bertahun-tahun hancur dikalahkan oleh Samsung dari Korea. Kemudian,
perusahaan taksi besar di seluruh dunia menjadi hancur gara-gara taksi
online dan ojek online. Gerakan-gerakan tidak terlihat seperti seperti
hantu ini yang menjadi tantangan generasi milenial sekarang ini,”
katanya.
Tantangan yang dihadapi, lanjutnya, tidak sederhana, sebab tantangan
yang jelas tampak di depan mata. Tantangan yang penuh inovasi terus
menerus. “Karena itu, generasi muda merupakan harapan rakyat. Generasi
muda harus berkreasi dan inovatif,” katanya.
Ia mengatakan, inovasi hanya bisa muncul dengan wawasan yang luas,
pengetahuan luas, network dan jaringan yang luas, serta pengalaman yang
banyak. “Tidak cukup kita kuliah saja, tidak cukup juga hanya
berorganisasi, tetapi semua harus ikut dan pelajari,” katanya.
Ia mencontohkan, Soekarno bukan hanya pandai pidato dan
berorganisasi, tapi juga pembaca buku yang luar biasa dan pengarang
buku. Salah satu bukunya adalah ‘Di bawah Bendera Revolusi’.
Juga Muhammad Hatta. Dimana, hingga di tahan Belanda tetap membawa
buku. “Saat dibuang oleh Belanda, beliau tetap membawa buku, sehingga
Sutan Syahrir pada waktu itu mengejek beliau, “Kamu ini mau ditahan atau
jualan buku,” katanya.
Di dalam penjara, Bung Hatta membaca buku-buku filsafat, misalnya
filsafat dari Yunani, seperti pemikiran dari Plato, Aristoteles, dan
lain-lain. “Keluar dari dalam penjara, diterbitkanlah buku yang berjudul
“Alam Pikiran Yunani” katanya.(jejakrekam)
Penulis : Asyikin
Editor : Andi Oktaviani
Foto : Dok
Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/02/05/generasi-muda-harus-kreatif-inovatif-dan-rajin-membaca/
'Saya Akan Menjadi Kakinya Selamanya', 'Saya Akan Bersamanya Selamanya'
BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang anak perempuan
berusia 9 tahun, Zhou Dingshuang yang tinggal di Guangnan County, China
dikenal sebagai anak perempuan yang baik hati.
Kebaikannya terlihat setiap hari, ketika ia menggendong kakak
laki-lakinya, Zhou Dingfu ke sekolah di Central School, Heizhiguo County
setiap hari.
Di kala hari cerah maupun hujan.
Meskipun berat badan dan tingginya hampir sama dengan kakaknya, ia tetap
menggendongnya dan membantunya melakukan banyak aktivitas.
Mengenakan sepatu, pakaian, membersihkan badannya, melatihnya menulis, dan yang paling sulit menggendongnya ke sekolah.
Kakaknya memang terlahir dengan keterbatasan, kakinya tak berfungsi untuk menumpu badannya.
"Saya akan menjadi kakinya. Saya akan bersamanya selamanya", ucap
Dinshuang seperti diberitakan the coverage 1 Februari 2018 lalu.
Awalnya, orangtuanya meminta agar Dingfu yang berusia 12 tahun untuk berhenti sekolah karena kondisi tubuhnya.
Tapi sang adik, Dinshuang menawarkan dirinya untuk menggendong kakak laki-lakinya setiap hari.
"Saya akan tumpuan kakak saya selamanya. Saya akan selalu bersamanya,
menjaganya, dan tidak akan pernah meninggalkannya", seperti dilansir
China Daily.
Setelah mendengar kisahnya, seorang guru bernama Liu Yan meminta pihak sekolah membantu dua saudara ini.
Hingga akhirnya Dingshuang ditempatkan di sebuah asrama sekolah yang berjarak 500 meter dari kelasnya.
Jarak ini memang tidak terlalu jauh.
Tapi untuk menuju sekolah harus melalui jalan yang berputar-putar dan tangga.
Belum lagi menyebrangi jalanan macet.
Meski begitu, Dingshuang tetap teguh menggendong kakaknya.
Dia juga membantu kakaknya mengerjakan pekerjaan rumah, usai tiba di asrama.
Beban Dingshuang belum usai.
Ketika kembali ke rumahnya pada saat liburan, tanggungjawabnya berlipatganda.
Kedua orangtuanya juga cacat.
Hanya Dingshuang yang melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga.
Seperti mencuci sayuran, memasak, mencuci pakaian kotor empat anggota keluarganya dan memberi makan ternak.
China Daily
Zhou Dingshuang menggendong kakak laki-lakinya, Zhou Dingfu ke sekolah di Central School, Heizhiguo County setiap hari.