Arsip Migo Berita

Handil Bakti ditutup total terhitung sejak 25 Februari 2019 hingga dua tahun lamanya

Kemacetan di Kayutangi Makin Parah Hingga Malam Hari

AKTIVITAS penutupan akses menuju Jembatan Sungai Alalak II yang terkoneksi antara kawasan Terminal Handil Bakti-Jalan Tembus Perumnas, Kayutangi Ujung, benar-benar memicu kemacetan parah, Jumat (1/2/2019) malam.
ANTREAN panjang mengular di sepanjang Jalan Brigjen H Hasan Basry dari arah Jembatan Sungai Alalak yang segera dibongkar hingga ke Bundaran Kayutangi, depan Masjid Hasanuddin Majedi, Jumat (1/2/2019) malam, dimulai pukul 19.41 Wita.


Volume kendaraan pun menumpuk di kawasan Kayutangi. Bergerak pun seperti merayap. Emosi para pengguna jalan pun terdengar, dari beberapa bunyi klakson bersahutan.
Kemacetan ini sudah terjadi sejak Jumat (1/2/2019) pagi, usai kawasan Terminal Handil Bakti ‘diblokade’, dengan memasang portal.  Penutupan ini untuk keperluan perbaikan penguatan baut rangka baja jembatan, hingga peninggian oprit Jembatan Sungai Alalak yang menurun tajam, serta pemasangan pagar pembatas.
BACA :  Jembatan Sungai Alalak II Ditutup, Macet Mengular Terjadi di Handil Bakti
Rencananya, Jembatan Sungai Alalak II akan digunakan sebagai akses alternatif, ketika nanti Jembatan Sungai Alalak sebagai jalur penghubung Jalan Brigjen Hasan Basry-Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti ditutup total terhitung sejak 25 Februari 2019 hingga dua tahun lamanya.
Pengamat tata kota dan wilayah asal Fakultas Teknik Uniska Muhammad Arsyad Al-Banjary, Adhi Surya Said mengungkapkan di kawasan Kayutangi Ujung wajib dibuatkan jembatan darurat, tidak lagi bisa berharap pada kemampuan daya tampung Jembatan Sungai Alalak II.
BACA JUGA :  Picu Stress Tinggi, Fenomena Leher Botol Bakal Terjadi di Kayutangi Ujung
“Jadi, selama dua tahun itu bisa dimuat jembatan kayu untuk akses sepeda motor, jika perlu bisa menahan beban mobil.  Jembatan darurat ini sangat penting, karena Jembatan Sungai Alalak II yang berbentuk single bridge difungsikan, tak akan mampu menahan volume kendaraan yang tinggi di kawasan Kayutangi dan Handil Bakti,” ucap Adhi Surya Said kepada jejakrekam.com, Jumat (1/2/2019) malam.
Menurut dia, akses dari kawasan Terminal Handil Bakti, bisa dihubungkan dengan jembatan darurat menuju kawasan Jalan Tembus Perumnas.
“Sedangkan, untuk angkutan barang besar, memang harus diarahkan ke Jalan Gubernur Syarkawi (Lingkar Utara) yang tembus ke Jalan Achmad Yani Km 17, Gambut. Semua angkutan besar dilarang masuk ke Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti,”  tutur magister teknik jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.
BACA LAGI :  Penutupan Jembatan Sungai Alalak Bakal Pengaruhi Distribusi Barang
Menurut dia, rekayasa lalu lintas yang diberlakukan juga tak bisa mengurai kemacetan, malah menambah volume kendaraan bermotor makin menumpuk. “Inilah hasilnya, kemacetan parah terjadi di kawasan Kayutangi. Bisa dibayangkan nanti, ketika Jembatan Sungai Alalak dibongkar dan dibangun jembatan baru dalam waktu dua tahun,” ucap dosen muda ini.
Untuk itu, Adhi Surya Said menyarankan agar semua pihak terkait baik Dishub Kalsel, Dishub Banjarmasin, Dishub Batola yang dibackup aparat Polda Kalsel, Polresta Banjarmasin dan Polres Batola, harus bertindak tegas di lapangan.
“Terutama, bagi armada angkutan berbadan besar, harus dilarang melintas di kawasan Kayutangi. Semua harus diarahkan ke Jalan Lingkar Utara,” imbuhnya.


Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2019/02/01/kemacetan-di-kayutangi-makin-parah-hingga-malam-hari/

Re-post by MigoBerita / Sabtu/02022019/11.16Wita/Bjm

Yaman, Suriah (White Helmets), Khilafah hingga Kitab Suci adalah "Fiksi"...??!!

UNICEF: Kita Kehilangan Sebuah Generasi Anak-anak di Yaman

SANA’A – Dana Darurat Anak Internasional PBB (UNICEF) menyatakan keprihatinan tentang kondisi kemanusiaan anak-anak Yaman, memperingatkan tentang pembentukan sebuah “generasi yang hilang”.
“Lebih dari setengah juta anak-anak terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam enam bulan terakhir, sebagian besar dari mereka telah melarikan diri dari serangan militer besar-besaran koalisi pimpinan Saudi di kota pelabuhan Hodeidah Yaman selama bulan Juli dan Agustus,” kata direktur Yaman UNICEF, Meritxell Relano, pada hari Kamis (31/01).
Tidak memiliki akses ke pendidikan dan menghadapi peningkatan risiko penyakit dan kelaparan, Relano menyoroti beberapa dampak jangka panjang konflik terhadap anak-anak.
“Tanpa pendidikan mereka tidak akan dapat menemukan pekerjaan … generasi yang tidak berpendidikan memiliki masa depan yang sangat suram,” kata direktur UNICEF.
“Kita kehilangan satu generasi, banyak anak yang kehilangan pendidikan, dan pengungsian membuatnya semakin buruk.”
Sumber Foto : Google Image ( Muhammadiyah dan N.U dalam bingkai NKRI Harga Mati )

Badan amal Save the Children melaporkan bahwa meskipun gencatan senjata sedang berlangsung di Hodeidah, ribuan keluarga masih melarikan diri dari kota tersebut karena takut akan blokade Saudi yang baru. Banyak yang masih harus berjuang mati-matian untuk sekedar membeli barang-barang pokok seperti makanan, bahan bakar dan obat-obatan.
“Anak-anak yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka seringkali harus hidup dalam kondisi yang tidak bersih dan sempit di kamp-kamp atau penampungan masyarakat, dengan sedikit akses ke air minum bersih atau makanan bergizi,” kata juru bicara Save the Children, Bhanu Bhatnagar.
Bhatnagar menambahkan bahwa anak-anak secara khusus rentan terhadap kekurangan gizi, diare, kolera, dan difteri, infeksi bakteri serius yang menyebar semudah flu biasa. Sebanyak 89 persen kematian difteri Yaman terkait dengan anak-anak di bawah 14 tahun.
Arab Saudi dan sekutunya melepaskan agresi militer yang mematikan terhadap Yaman pada Maret 2015 dalam upaya untuk menginstal kembali bekas rezim sekutu Riyadh di negara itu.
Gerakan Yaman Houthi Ansarullah, yang menjalankan urusan negara di Sanaa dengan tidak adanya pemerintahan yang efektif, telah membela negara melawan agresi Saudi. (ARN)

Rusia: White Helmets Syuting Adegan Serangan Kimia Palsu di Idlib

MOSKOW – Rusia telah memperingatkan bahwa White Helmets sedang mempersiapkan syuting adegan serangan kimia di provinsi barat laut Suriah, Idlib, dalam upaya untuk menuduh pasukan pemerintah dan menciptakan dalih agresi terhadap Suriah.
Berbicara dalam jumpa pers di ibukota Rusia, Moskow, pada hari Kamis, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan ada laporan bahwa kelompok yang didukung Barat, yang telah berulang kali dituduh bekerja sama dengan teroris Takfiri dan melakukan serangan bendera palsu, telah memasang kamera dan peralatan terkait di beberapa rumah sakit di Idlib untuk memfilmkan para korban serangan kimia palsu.
“Ketegangan di sekitar zona de-eskalasi Idlib tidak menurun,” Zakharova menyatakan, dan menambahkan, “militan Hayat Tahrir al-Sham, yang menjalankan pertunjukan di sana, tidak hanya menyerang pemukiman di sekitar setiap hari, tetapi juga juga secara aktif meningkatkan kehadiran mereka di dekat jalur kontak dengan pasukan pemerintah Suriah.”
BacaRusia: Barat Ingkar, White Helmets Belum Ditarik dari Yordania ke Eropa.
Diplomat itu juga menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan yang masuk bahwa para teroris “tidak meninggalkan upaya untuk melakukan serangan kimia terhadap warga sipil.”
Zakharova menyimpulkan bahwa Moskow telah mendesak Washington untuk menarik pasukannya dari Suriah sesegera mungkin, dan menyerukan kembalinya semua wilayah Suriah ke pemerintah Damaskus.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada 11 September 2018 bahwa teroris yang disponsori asing telah mulai merekam adegan serangan kimia yang dilakukan di provinsi Idlib.
Pusat Rekonsiliasi Suriah Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa juru kamera dari beberapa jaringan televisi Timur Tengah dan saluran berita Amerika telah tiba di kota Jisr al-Shughur untuk memproduksi rekaman yang diperlukan untuk provokasi.
Pernyataan itu menambahkan bahwa pakaian militan Takfiri telah dilengkapi dengan dua tabung “bahan kimia berbasis klorin” untuk tujuan operasi.
Lebih lanjut menegaskan bahwa rekaman itu akan mencakup adegan-adegan anggota kelompok yang disebut White Helmets membantu dan merawat penduduk Jisr al-Shughur setelah serangan bom kimia yang dituduhkan pada tentara Suriah.
BacaAtwan: Perang Terbuka Iran-Israel di Dataran Tinggi Golan.
“Semua rekaman provokasi bertahap akan dikirim ke saluran TV, yang akan disiarkan setelah publikasi di media sosial,” pernyataan itu menunjukkan.
Amerika Serikat telah memperingatkan akan menanggapi kemungkinan serangan senjata kimia oleh pasukan pemerintah Suriah dengan serangan balasan, dan menekankan bahwa serangan itu akan lebih kuat daripada yang dilakukan oleh pasukan Amerika, Inggris dan Prancis pada tahun lalu. [ARN]

Kenang Jasa Kiai NU, Ketum PBNU Sindir Pedas Pengusung Khilafah “Gak Ikut Berjuang Kok Serukan Khilafah”

Arrahmahnews.com, JAKARTA – Komentar pedas Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menyindir kelompok yang tiba-tiba menyampaikan konsep khilafah di Indonesia. Padahal, kata Said mereka yang meneriakkan khilafah tak ikut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Kiai Said saat memberikan pidato dalam peringatan hari lahir (Harlah) ke-93 NU, di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1). Kiai Said mengaku heran dengan mereka yang terus mengampanyekan khilafah.
“Eh tiba-tiba ada orang enggak ikut berjuang, enggak berkeringat, tiba-tiba muncul khilafah, ini piye. Enggak ikut berjuang, enggak ikut keringat, (serukan) khilafah,” kata Kiai Said.
Baca: Pilpres 2019, Pertarungan antara Khilafah dan Islam Nusantara
Kiai Said sebelumnya sempat menyinggung peran sejumlah kiai NU yang terlibat langsung dalam memperjuangkan kemerdekaan. Dia menyebut keteguhan pendiri NU, Hasyim Asy’ari saat diminta bersujud ke arah timur oleh Jepang.
Menurut Said, kakek Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu menolak dan akhirnya ditahan di sebuah penjara di Mojokerto. Di dalam penjara, kata Said, kiai yang kerap disebut sebagai hadratussyekh itu mendapat siksaan dari tentara Jepang.
“Satu bulan di penjara di Mojokerto, keluar dari penjara Kiai Hasyim Asy’ari tangan kananya tidak bsia bergerak,” ujarnya.
Selain itu, Said menyebut beberapa kiai NU lainnya yang menolak tunduk terhadap penjajah, mereka di antaranya Kiai Mahfud Sidiq, Kiai Jan Mustofa dari Tasikmalaya, Kiai Hamid Rusdi dari Malang, hingga Kiai Ilyas dari Lumajang.
Menurutnya para kiai itu mendapat siksaan dari penjajah, hingga berujung kematian. “Itulah pengorbanan para ulama Nahdlatul Ulama dalam memertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.
Baca: Kritikan Pedas Mantan Katib Syuriah PBNU Tentang Konsep Khilafah Ala HTI
Lebih lanjut, Kiai Said mengajak seluruh warga Nahdliyin sebagai pewaris para kiai-kiai tersebut tetap menjaga amanah untuk tidak tunduk kepada pihak-pihak yang ingin memecah belah. Kiai Said pun mencontohkan keteguhan Gus Dur yang menolak tunduk kepada pemerintah Orde Baru.
“Dia tetap memegang prinsip ketika benar beliau katakan iya. Ketika salah beliau katakan tidak. Itulah Gus Dur. Kita sekarang membutuhkan Gus Dur yang lain,” kata dia.
NU dan Muhammadiyah
Di sisi lain, Kiai Said yang telah menjadi Ketum PBNU dua periode itu juga merasa bersyukur karena Indonesia memiliki kelompok sosial keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah. Said lantas membandingkan dengan negara lain di Timur Tengah maupun Afrika yang dilanda konflik karena tak memiliki kelompok sosial tersebut.
Baca: HTI dan PKI Bukan Agama, Sama-sama Organisasi Terlarang
“Alhamdulillah kita mempunyai struktur sosial yang jelas yang andil sangat besar dalam membangun kekuatan civil society atau sarekat,” ujarnya.
Kiai Said menegaskan NU akan ikut menyukseskan pemilihan umum, baik itu pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden pada 17 April 2019, dengan damai, aman serta nyaman. Said pun sempat mendoakan Presiden Joko Widodo yang maju sebagai petahana bisa kembali menang.
“Mari NU menyukseskan pemilu itu dengan damai, aman, nyaman, santai”, kata dia. (ARN)
#HarlahNu93 #HarlahNu93

Rocky Gerung Muliakan Demokrasi dan Hinakan Agama

Arrahmahnews.com, JAKARTA – Rocky Gerung yang beberapa waktu lalu mengeluarkan pernyataan kontroverisal di ILC, bahwa kitab suci adalah fiksi. Pernyataan Rocky di ILC itu berbuntut ‘kegaduhan’ laporan Jack Lapian ke polisi soal penistaan agama yang dilakukan Rocky.
Belum lagi selesai kasus itu, sekelompok muslim garis keras di Madura justru memberi ia panggung di Masjid untuk berceramah yang diikuti pekikkan Takbir para jamaah. Padahal Rocky adalah seorang Katolik, bahkan mungkin dia adalah kelompok yang tidak mempedulikan agama lagi.
Di saat yang sama, sekolompok muslim pada waktu pilkada Jakarta, justru mengusir seorang Jarot (cawagub) dari Masjid, bahkan memakinya dengan kata-kata tak pantas.
BacaNetizen ‘Semprot’ Rocky Gerung dan Wahabi.
Ketika elit-elit politik sudah kehabisan stok ustad yang mendukung paslon yang diusungnya, maka tak ada cara lain Rocky Gerung diterjunkan ke mesjid atau mushala dalam rangka menjejali otak pendengarnya dengan pemahaman agama yang salah dan mengarah pada atheis.
Baru-baru ini Rocky kembali berulah dengan mengatakan bahwa “Atheisme itu diizinkan oleh Pancasila. Oleh sila pertama? Tentu bukan. Oleh sila kedua diizinkan, namanya Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,” ujar Rocky dalam video tersebut.
Yang benar, lima sila dalam Pancasila itu harus difaham secara keseluruhan. Tidak boleh dipisah antara satu dan lainnya.
Tentang pemahamannya membolehkan atheisme di Indonesia, Rocky ini sepertinya kurang, atau ga ngerti maksud KETUHANAN YANG MAHA ESA.

Gerung Sebut Agama Irasional
Dan yang paling menghinakan Agama dari pernyataan Rocky Gerung, adalah ketika dia mengatakan, “bagi saya, demokrasi adalah permainan untuk orang-orang yang rasional, sementara agama adalah aturan untuk orang yang irasional”.
Menolak agama dengan dalih irrasional. Yang anti agama perlu tahu bahwa agama tak selalu anti logika. Yang anti logika perlu sadar bahwa logika tak selalu empiris/anti metafisika.
Logika empiris tidak bisa memborsevasi agama krn ia entitas intelektual, bukan material. Logika peripatetik dapat mempelajari dan memvalidasi agama.
Sains ekstrem menolak agama karena membatasi pengertian realitas pada materi. Agama ekstrem menolak logika karena mengagamakan dogma irasional.
Yang divalidasi oleh logika peripatetik bukan agama sebagai wahyu, karena ia supprasional, tapi agama sebagai konsep-konsep yang jadi dasar keyakinan.
BacaRocky Gerung Tak Paham Pancasila.
Agama adalah (mestinya jadi) premis yang dihasilkan premis “kemestian logis beragama”. Bila tidak didasarkan pada prinsip ini, ia tampak tidak logis.
Para pencari kuasa yang tak pernah sedetikpun percaya kepada ajaran agama itu berhasil menempati posisi puncak sebagai agamawan sepanjang sejarah karena selalu memgeksploitssi simbol agama demi mengelabuhi awam yang naif.
Kini ajaran-ajaran rasional dari agama itu nyaris tak tersisa di tengah para penganutnya.
Sungguh kasihan dia yang berjuang dan mengorbankan diri serta keluarganya dalam memperkenalkan agama suci ini.
Kalau agama memang mengajarkan prilaku negatif, maka meninggalkannya adalah keputusan positif.
Cara mudah menyudutkan sebuah agama dan penganutnya adalah menampilkannya sebagai ajaran yang menganjurkan intoleransi. [ARN]

Re-post by MigoBerita / Sabtu / 02022019/10.10Wita/Bjm

Kalau PKS (Partai Keadilan Sejahtera) "Tumbang" dalam PEMILU 2019 akankah GARBI menjadi "Penggantinya" ??!!

Kini, GARBI Hadir di Kalsel Wadahi Kiprah Kaum Muda

WALIKOTA Banjarmasin H Ibnu Sina siap mendukung gerakan organisasi apapun yang bersifat konstruktif dengan memberi gagasan dalam membangun ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, termasuk organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI).
ORMAS ini dideklarasikan di Siring Tendean Banarmasin, Minggu (21/10/2018), diharapkan Walikota Ibnu Sina bisa berkiprah dalam membangun bangsa dan negara.

 
Sumber Image : Screen Shoot di web hersubenoarief.com
 
“Saya akan dukung semua ormas apapun yang bersifat memberikan saran dan gagasan  membangun bangsa dan negara, khususnya lagi kota ini,” ujar Walikota Ibnu Sina.
Menurut mantan anggota DPRD Kalsel, dalam membangun sebuah kota tak bisa hanya dilakukan sendirian, harus bergandengan tangan dengan semua pihak. “Saya berharap GARBI yang sudah sampai ke daerah, bisa memberi kontribusi positif bagi pembangunan baik untuk Kalsel, maupun Banjarmasin,” ucap Ibnu Sina.
Ketua DPW GARBI Kalsel Wahyudi memastikan organisasi yang baru dideklarasikan tak berkaitan dengan organisasi politik. “Sebab, ormas ini murni untuk mewadahi kaum muda  dalam menggagas ide- ide maupun upaya terobosan dalam turut meningkatkan pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Sebab, saat ini, Indonesia masih tertinggal dibanding negara yang ada di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN,” tuturnya.
Ia menjelaskan kiprah yang ingin disasar GARBI adalah semua bidang baik ekonomi, sosial budaya dan lainnya. “Kami ingin mewadahi semua gasan pembangunan dari kaum muda. Termasuk, bekerjasama dengan akademisi dalam merumuskan solusi yang dibutuhkan bangsa ini,” kata Wahyudi.
Ia mengatakan deklarasi yang dilakukan di Siring Tendean, merupakan langkah awal untuk memperkenalkan organisasi yang telah terbentuk di beberapa kabupaten dan kota di Kalsel.

Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/10/21/kini-garbi-hadir-di-kalsel-wadahi-kiprah-kaum-muda/

Pertajam Ide Keindonesiaan, Fahri Hamzah Diagendakan Isi GARBI Night di Banjarmasin

SUKSES mendeklarasikan diri sebagai organisasi masyarakat (ormas) jelang Pilpres 2019, kini Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) makin intensif melakukan manuver politik. Organisasi yang digawangi pentolan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) seperti Anis Matta, Fahri Hamzah dan lainnya terus melebarkan sayap.
WAKIL Ketua DPR RI Fahri Hamzah sebagai pengasas GARBI diagendakan akan memaparkan ide-ide besar arah baru Indonesia di Kalimantan Selatan.
Diskusi berbobot bertajuk GARBI Night akan dihelat di Hotel G’Sign Banjarmasin, Minggu (27/1/2019) malam.  Nantinya, Fahri Hamzah bertemu dengan aktivis GARBI Kalsel berdiskusi serta berdialog soal kondisi kekinian Indonesia.
Ketua GARBI Kalsel Wahyudi mengungkapkan acara yang digelar ormas dengan menghadirkan Fahri Hamzah ke Banjarmasin guna memasifkan ide-ide GARBI kepada masyarakat Kalimantan Selatan.
“Sebagai penggagas GARBI, kami mengundang Fahri Hamzah untuk menuangkan ide-ide besar tentang Indonesia sebagai kekuatan besar kelima dunia. Fahri Hamzah akan memaparkannya lebih mendalam,” cetus Wahyudi kepada jejakrekam.com, Jumat (25/1/2019).
Mantan Ketua Senat Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini menjelaskan usai Fahri Hamzah memaparkan ide dan gagasannya, selanjutnya digelar dialog untuk membedah dan mengupasnya lebih dalam dan tajam.
BACA JUGA :  Ahdiyat Dipecat, 9 DPC PKS se-Kabupaten Banjar Langsung Bereaksi
“Kami juga perlu input dan masukan dari masyarakat, karena ide arah baru Indonesia ini bukan hanya milik GARBI, tapi juga masyarakat Indonesia itu sendiri,” beber Wahyudi.
Senada itu, Ketua Panitia GARBI Night, Fithra Jaya memprediksi jumlah peserta dialog akan melebihi target yang dicanangkan.
“Sejauh ini, sudah ada 700 orang lebih yang mendaftar dari berbagai daerah di Kalsel, ya semua di luar ekspektasi target awal memang. Kami optimistis peserta yang hadir akan lebih dari 1.000 orang,” ucap Fithra.
BACA LAGI :  Dipecat, Jajaran DPD PKS Kabupaten Banjar Melawan
Begitupula, Ketua GARBI Banjarbaru Junaidi memastikan akan mengirim peserta untuk bersua sekaligus berdialog dengan vokalis Senayan Jakarta, Fahri Hamzah tersebut.
“Kami harus menyukseskan agenda GARBI Night. Makanya, 200 orang akan dimobilisasi dari Banjarbaru,” imbuh Junaidi.
GARBI Kalsel pun membuka pendaftaran peserta secara daring yang bisa diakses melalui bit.ly/GARBInightKALSEL. Dengan mengisi form pendaftaran daring tersebut akan otomatis menjadi peserta GARBI Night nantinya.

Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2019/01/25/pertajam-ide-keindonesiaan-fahri-hamzah-diagendakan-isi-garbi-night-di-banjarmasin/

Curiga! Fahri Hamzah Puji Ahok Setinggi Langit, Mau Ikutan Narik ke ‘Ormas Haram’ Garbi?

Kepanikan kian menggempa di kubu Prabowo!
Setelah Ferdinand Hutahaean serta Novel Bamukmin dengan mulut penuh minyak coba merayu Ahok, kali ini Fahri Hamzah juga sepertinya tak mau ketinggalan kereta padahal tatap saja telah jauh terlewat.
Dilansir dari okezone, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengakui kecerdasan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang hari ini mulai menghirup udara bebas usai mendekam di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa dua Depok, Jawa Barat.
"Saya senang dengan kecerdasan Ahok, saya senang dengan pikiran-pikiran beliau," kata Fahri kepada wartawan di Kupang, Kamis (24/1/2019), usai bertemu dan berdialog dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat.
Menurut Fahri, Ahok telah melaksanakan semua tugasnya memenuhi tuntutan undang-undang dan sekarang dia kembali menjadi warga negara yang bebas merdeka. Fahri menilai, Ahok sudah bisa merancang dan mengatur segala karier dan masa depannya.
"Sebagai sahabat kita akan kembali menjadi sahabat dan masa lalu biarlah berlalu," kata Fahri Hamzah.
Pujian Fahri Hamzah yang setinggi langit kepada Ahok tersebut terasa sangat menggelikan serta terkesan pula minim ketulusan.
Pasalnya, selain termasuk salah satu yang ngotot berdemo menurunkan Ahok, Fahri Hamzah juga pernah menghina ahok lewat akun twitternya.
Fahri menyebut Ahok sebagai kutu loncat yang mengaku independen dan diibaratkan mirip dengan kisah Malin Kundang.
"Dulu diusung PIB jadi bupati...setelah itu ngaku independent," cuit Fahri dalam akun twitter miliknya @Fahrihamzah.
"Dicalonkan jadi Wagub koalisi PDIP-Gerindra...dapat durian runtuh jadi gubernur. Sekarang ngaku Independent lagi... siapa korban berikutnya?," tanya Fahri
Dengan selalu berpindah-pindah partai politik, mantan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut membuat kesimpulan, jika Ahok adalah orang yang durhaka terhadap partai-partai terdahulunya.
"Sebetulnya itu sebentuk durhaka... tidak tahu berterima kasih.. Kisah si #MalinKundang (anak yang durhaka-red) masih relevan rupanya ya...," pungkasnya.
Perubahan sikap Fahri terhadap Ahok akhir-akhir ini memang patut untuk dicurigai.
Belum lama Anies Baswedan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Ahok, Fahri hamzah langsung mencelanya bahkan langsung meminta Anies untuk meneladani cara Ahok dalam berpidato.
Hal tersebut disampaikan Fahri menanggapi pidato Anies Baswedan yang menyinggung soal kata pribumi.
Menurut Fahri, Anies lebih baik mencontoh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berpidato dengan berbicara masalah teknis.
"Jadi pidatonya yang teknis, dalam hal ini ikut Ahok-lah. Benar Ahok itu teknis saja, bahkan tidak usah banyak ngomong, teknis saja," kata Fahri Hamzah saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Fahri menjelaskan, hal teknis yang dimaksud adalah meyakinkan warga Jakarta dengan bekerja dan blusukan meninjau setiap pelosok Ibu kota.
Menurutnya, bila perlu Anies tidak perlu berkantor di Balai Kota DKI Jakarta.
Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah, apakah dengan berubah sikap serta memuji-muji Ahok tersebut, Fahri juga memiliki keinginan untuk mengajak Ahok bergabung atau setidaknya ‘bersimpati’ dengan ormas Garbi yang tengah dibesutnya itu?
Seperti diketahui, Gerakan Arah Baru Indonesia atau Garbi memang tengah gencar-gencarnya melakukan deklarasi di sejumlah daerah.
Ide tentang Garbi sendiri telah didiskusikan sejak pemilu 2014 ketika Anis Matta masih menjabat sebagai Presiden PKS.
Sejumlah pejabat teras PKS yang saat itu terlibat dalam pembentukan gagasan ABI, di antaranya Anis Matta, Mahfuz, Fahri Hamzah, Jazuli Juwaini, Sukamta, almarhum Taufik Ridlo, dan Mahfudz Abdurrahman.
Dalam perjalanannya, arah baru Indonesia dimusuhi para pimpinan PKS era Sohibul Iman. Gagasan tersebut dituding sebagai gerakan mengkudeta PKS. Bahkan, kata Mahfudz, banyak pengurus di daerah yang dicopot karena mengikuti diskusi ABI.
Momentum tersebut lah menjadi cikal bakal pembentukan ormas Garbi.
"Ya sudah kalau memang ini dimusuhi kita cari wadah alternatif untuk perjuangkan ini. Wadahnya bukan parpol tapi ormas Garbi," kata dia.
Karena itu, Mahfuz pun menegaskan bahwa Garbi murni gerakan intelektual yang digagas oleh orang-orang muda dan bukan sempalan partai politik manapun.
Namun bila Fahri Hamzah memang berhasrat untuk menarik Ahok ke Garbi, sepertinya Fahri tengah mengigau.
PKS sendiri saja yang #2019PKSHabis, telah menganggap Garbi sebagai Ormas Haram melalui spanduk yang tersebar di sejumlah titik di wilayah Jakarta dan Bekasi.
Fahri Hamzah ingin menarik Ahok masuk ke dalam Garbi?
Bagaimana bisa mimpi se-ngaco itu? Lha, PKS saja menganggap Garbi sebagai ormas haram, apalagi Ahok!.
Curiga! Fahri Hamzah Puji Ahok Setinggi Langit, Mau Ikutan Narik ke ‘Ormas Haram’ Garbi?  
Sumber Opini : https://seword.com/politik/curiga-fahri-hamzah-puji-ahok-setinggi-langit-mau-ikutan-narik-ke-ormas-haram-garbi-KyN_Dfwx_

Benarkah PKS Partai "Pendukung" Teroris ?

Untuk menjawab pertanyaan apakah benar jika PKS partai "pendukung" teroris, kita harus membahas sejarah tentang PKS itu sendiri agar lebih mudah dipahami apa dan siapa sebenarnya PKS itu.
Sejarah Tentang PKS
Salah satu petinggi PKS pernah mengatakan bahwa PKS memang Ikhwanul Muslimin (IM) seperti yang dimuat dalam situs https://nasional.tempo.co/read/460337/pendiri-akui-pks-memang-ikhwanul-muslimin.
Jadi jelas ya jika PKS itu bukan partai "asli" Indonesia, jadi jangan heran jika orang-orang PKS "didoktrin" memuja tokoh-tokoh luar negeri yang tidak kita kenal seperti Hasan Al-Banna, Yusuf Qardawi, Mursi, dan lain sebagainya !
Jika PKS bukan partai "asli" Indonesia, apakah ini artinya PKS "antek" asing ???
Setelah penulis menampilkan fakta bahwa PKS bagian dari IM, masih ada yang berani bantah jika PKS bukan Ikhwanul Muslimin ???
Jika ada orang-orang PKS ngeles bukan bagian dari IM, lalu kenapa PKS dulu melakukan propaganda kepada umat Islam di Indonesia untuk membela Presiden Mursi (Mesir) seperti yang dimuat dalam beberapa situs resmi milik PKS berikut ini ?
Imgur
Imgur
Imgur
Imgur
Imgur
Ada yang tahu kenapa PKS mati-matian bela Mursi ???
Jawabannya adalah karena Mursi adalah orang dari Partai Ikhwanul Muslimin di Mesir seperti yang diberitakan dalam situs https://indonesiana.tempo.co/read/81851/2016/07/19/ahmad.yusdi28/mursi-erdogan-pks-dan-di-tii.
Jadi jangan heran jika PKS membela Mursi karena mereka sama-sama bagian dari Ikhwanul Muslimin !!!
Dan faktanya, Ikhwanul Muslimin sudah dimasukkan sebagai kelompok teroris di Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab seperti yang dilansir dalam situs :
Jadi, dari sejarahnya saja sudah kelihatan "hubungan" antara PKS dengan kelompok teroris Ikhwanul Muslimin (IM) !!!
Bagaimana dengan sejarah PKS di dalam negeri ???
Tidak jauh beda !!!
Selain PKS adalah "bagian" dari kelompok teroris internasional Ikhwanul Muslimin, fakta lainnya bahwa ayah (mantan) Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin juga seorang pemberontak DI/TII dan dibenarkan oleh PKS sendiri seperti yang dimuat dalam situs http://www.tribunnews.com/nasional/2011/05/05/pks-benarkan-ayah-hilmi-mantan-panglima-ditii-wilayah-pantura.
Kesimpulan umum tentang PKS...
PKS bagian dari Ikhwanul Muslimin (IM) yang sekarang menjadi kelompok teroris di beberapa negera timur tengah dan ayah Hilmi Aminuddin juga merupakan pemberontak DI/TII.
Jadi sebenarnya sudah ada "DNA" teroris dan pemberontak dalam tubuh PKS, jadi jangan heran jika orang-orang PKS "anti" terhadap pemerintah yang sah di Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan PKS juga "anti" terhadap pemerintahan yang sah di Suriah di bawah kepemimpinan Presiden Bashar Al-Assad seperti yang sudah penulis bahas dalam tulisan https://seword.com/politik/tifatul-sembiring-apakah-pks-ingin-menghancurkan-suriah-Sy3Hc8dtM.

Elit PKS Dan Terorisme
Setelah kita mengetahui sejarah PKS dan "kaitannya" dengan kelompok teroris internasional (Ikhwanul Muslimin), dan pemberontak DI/TII, mari kita lihat beberapa sikap petinggi PKS terkait kasus terorisme.

Anis Matta
Anis Matta yang merupakan (mantan) Presiden PKS pernah memuji Osama Bin Laden seperti yang dimuat dalam situs http://www.tribunnews.com/nasional/2011/05/06/puisi-anis-matta-untuk-osama-bin-laden.
Padahal Osama Bin Laden itu buatan Amerika untuk melawan Uni Soviet (Rusia) seperti yang diakui oleh Hillary Clinton seperti yang sudah penulis bahas dalam tulisan https://seword.com/politik/teroris-isis-siapa-pembuatnya-dan-siapa-pendukungnya-di-indonesia-bagian-1/
Anis Matta juga pernah "membela" dan "memuja" teroris ISIS seperti yang diberitakan dalam beberapa situs berikut :
Dan Anis Matta saat ini merupakan salah satu capres dan cawapres dari PKS !!!
Imgur
Anis Matta juga menjabat sebagai Pengurus DPP PKS tepatnya sebagai Ketua Bidang Kerjasama Internasional periode 2015-2020 seperti yang dilansir dalam situs https://nasional.kompas.com/read/2015/09/14/20103931/Ini.Susunan.Pengurus.DPP.PKS.Periode.2015-2020.
Sungguh mengerikan bukan....
Seorang capres dan cawapres dari PKS sekaligus Ketua Bidang kerjasama internasional terbukti "memuja" Osama bin Laden buatan Amerika dan "membela" teroris ISIS !!!
Jadi jangan heran jika Anis Matta pernah bungkam saat terduga teroris ngaku bahwa dia kader PKS seperti yang dimuat dalam situs https://news.okezone.com/read/2014/01/03/501/921532/terduga-teroris-ngaku-kader-pks-anis-matta-bungkam

Hidayat Nur Wahid (HNW)
Hidayat Nur Wahid adalah Wakil ketua Majelis Syuro (lembaga tertinggi) di PKS ini pernah usulin hal "aneh" kepada polisi dalam kasus terorisme seperti yang dimuat dalam situs http://www.tribunnews.com/nasional/2016/01/21/hidayat-nur-wahid-sarankan-polisi-gunakan-tembakan-bius-lumpuhkan-teroris
Teroris itu punya senjata api dan kelakuannya biadab tapi malah diusulkan oleh Hidayat Nur Wahid untuk dilumpuhkan pakai obat bius ??
Apakah HNW ingin menyamakan teroris dengan sapi ???
(Jadi ingat kasus korupsi sapi)...
Tembakan bius itu biasanya dipakai untuk melumpuhkan hewan bukan teroris !
HNW yang merupakan Wakil Ketua MPR juga "panik" saat Presiden Jokowi ingin mengeluarkan Perppu Anti Terorisme seperti yang dilansir dalam situs https://m.detik.com/news/berita/4021036/jokowi-akan-keluarkan-perppu-terorisme-hnw-jangan-mengancam.
Aneh ya...
Kalau situasi tidak aman, nanti disalahkan Presiden, tapi ketika Presiden Jokowi ingin mengeluarkan Perppu karena UU Terorisme "terhambat" di DPR malah dikatakan mengancam ???
Jadi sebenarnya HNW maunya apa ???
Ingin "membela" teroris ???
Padahal yang "menghambat" RUU Terorisme juga berasal dari partai "sohib" PKS saat ini seperti yang sudah penulis bahas dalam tulisan :

Nasir Djamil
Politisi PKS ini juga "sewot" karena teroris ditembak mati seperti yang sudah penulis bahas lengkap dalam tulisan https://seword.com/politik/kenapa-pks-sewot-ketika-teroris-ditembak-mati-oleh-polisi.
Ada yang ingat kasus 2 orang adik (mantan) anggota DPRD kabupaten Tangerang terlibat terlibat kasus terorisme seperti yang dimuat dalam situs http://forum.detik.com/dua-adik-jadi-teroris-kader-pks-minta-maaf-t117089.html ?
Ada yang ingat tulisan penulis tentang beberapa kader PKS terkait kasus terorisme yang sudah penulis bahas dalam tulisan https://seword.com/politik/melawan-lupa-beberapa-kader-pks-dan-keluarga-dalam-kasus-teroris ?
Bahkan yang terbaru, kantor DPP PKS di demo beberapa hari lalu terkait pernyataan Presiden PKS saat ini, Sohibul Iman yang mengatakan bahwa aksi teror bom di Surabaya adalah rekayasa seperti yang dimuat dalam situs https://www.viva.co.id/berita/metro/1036102-usai-rangkaian-teror-bom-markas-pks-digeruduk-massa.
Astaghfirullah...
Begitu mudahnya Sohibul Iman (Presiden PKS) mengatakan aksi terorisme di Surabaya sebagai rekayasa !
Apakah Sohibul Iman punya bukti atas pernyataannya tersebut atau dia hanya "omong kosong" ???
Dan terbukti, seorang bakal caleg PKS yang mengklaim dirinya seorang wanita solehah juga begitu mudahnya mengatakan pencitraan kepada Pak Ridwan Kamil yang bersimpati terhadap aksi terorisme di Mako Brimob.
Bagi yang ingin membaca lebih lanjut tulisan tentang bakal caleg PKS tersebut yang sudah viral karena sudah 100.000 lebih views, silahkan klik di https://seword.com/politik/viralkan-bakal-caleg-pks-2019-ini-mengatakan-tragedi-di-mako-brimob-sebagai-pencitraan-SkPiCuM0G
Jika bakal caleg PKS saja punya pemikiran "picik" seperti itu, jangan heran jika sudah menjadi anggota dewan PKS juga sama pemikirannya seperti yang sudah penulis bahas dalam tulisan https://seword.com/politik/seorang-anggota-dewan-pks-mempertanyakan-aksi-terorisme-di-mako-brimob-sebuah-tragedi-atau-komedi-SyPdJSr0M.
Pertanyaannya, kenapa orang-orang PKS selalu pemikirannya sama dari level simpatisan, kader sampai Presiden PKS dalam kasus terorisme seperti yang sudah penulis bahas di atas ?
Apakah karena semua orang PKS "didoktrin" hal yang sama sehingga semuanya satu suara sesuai dengan pernyataan pemimpin mereka ???
Tidak heran juga sih, toh mereka semua sama satu "produk" dari PKS !!!
Setelah mengetahui sejarah tentang PKS dan "kaitannya" dengan kelompok teroris Ikhwanul Muslimin, pemberontak DI/TII, pernyataan elit PKS yang "membela" teroris ISIS, mengatakan aksi terorisme sebagai rekayasa, masihkan umat dan seluruh rakyat Indonesia percaya kepada PKS ???
#2019TenggelamkanPartaiPendukungTeroris !
Wassalam, Nafys & Dewinta
Benarkah PKS Partai "Pendukung" Teroris ?

Sebagai Pembanding bisa baca di Link ini https://www.hersubenoarief.com/artikel/anis-matta-dan-terorisme-global/(Anis Matta dan Terorisme Global)

Faizal Assegaf Kasih Bukti Keterlibatan Elite PKS dengan Teroris

Suara.com - Ketua Progress 98 Faizal Assegaf mendadak mendatangi kantor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Rabu (23/5/2018) petang. Faizal mengaku alasannya datang ke Polda Metro Jaya guna memberikan bukti tambahan terkait laporan kasus pencemaran nama baik dan penghinaan yang diduga dilakukan sejumlah petinggi Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ).
Data-data yang dipegang itu berkaitan dugaan keterlibatan elite PKS dengan kelompok teroris .
"Prosesnya laporannya kelengkapan data-data semua yang berkaitan dengan petunjuk terhadap keterlibatan mereka di dalam dukungan radikalisme terhadap terorisme," kata Faizal saat tiba di Polda Metro Jaya.
Faizal mengklaim jika data-data berisi dugaan keterlibatan petinggi PKS dalam gerakan terorisme merupakan hasil investigasi. Menurutnya, dukungan elite PKS itu diberikan kepada kelompok ISIS dan Alqaedah
"Masih bahan-bahan yang sama dan beberapa tambahan, tambahan itu ternyata begini saya dikasih dari tim kita ya setelah investigasi itu ternyata semangat dukung Al Qaedah dan ISIS ini memang dilakukan oleh petinggi PKS dan itu dipublish secara terbuka," katanya.
Dia bahkan mempertanyakan jika masalah dukungan elite PKS kepada kelompok teroris tak pernah dimasalahkan di internal partai tersebut. Dia pun meyakini jika data yang diberikan kepada polisi itu akan menyeret elite PKS ke meja hijau.
"Menariknya begini pernyataan-pernyataan mereka yang mendukung gembong teroris internasional dalam hal ini Osama Bin Laden, ISIS sampai sejauh ini kan tidak pernah dipersoalkan loyalis, kader, dan tidak ada rapat di internal DPP untuk mempertanyakan pihak-pihak petinggi PKS itu melakukan publik kekerasan itu, dukungan terhadap kekerasan. Itu semua harus masuk ke pengadilan, kali ini saya bersumpah masuk ke pengadilan," kata dia
Faizal melaporkan Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Serra ke Polda Metro Jaya terkait kasus pencemaran nama baik dan fitnah melalui media sosial. Selain itu, Faizal juga turut mempolisikan mantan Presiden PKS Anis Matta dan bekas politikus PKS Fahri Hamzah dalam kasus serupa.
Laporan yang dibuatnya ini juga terkait buntut pelaporan PKS terhadap dirinya di Polda Jawa Timur. Ketika itu, Faizal dilaporkan terkait pernyataannya di media sosial Twitter, bahwa perlunya mengawasi kantor PKS seusai aksi teror di Surabaya, Jawa Timur.
Faizal mengungkapkan, perselisihan dirinya dengan PKS terjadi seusai aksi teror bom di Surabaya. Faizal menuding sejumlah kader PKS mendukung kegiatan radikalisme dan aksi terorisme. Faizal menuding adanya akun media sosial diduga berafiliasi dengan PKS, yang menyebarkan tulisan untuk mengaburkan fakta radikalisme dan terorisme di Indonesia.
Dalam kasus ini, Faizal melaporkan keempat tokoh itu dengan Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik dan Pasal 311 KUHP tentang Penghinaan serta Pasal 27 ayat (3) Juncto Pasal 45 ayat (3) Undang Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Faizal Assegaf Kasih Bukti Keterlibatan Elite PKS dengan Teroris
Ketua Progress 98 Faizal Assegaf. (Suara.com/Agung Shandy Lesmana)

Data-data yang dipegang itu berkaitan dugaan keterlibatan elite PKS dengan kelompok teroris.


Sumber Berita : https://www.suara.com/news/2018/05/23/192300/faizal-assegaf-kasih-bukti-keterlibatan-elite-pks-dengan-teroris

Diduga Dukung Al-Qaeda dan ISIS, Pimpinan PKS Dilaporkan ke Polda Metro

Benarkah PKS mendukung Osama bin Laden?

Jakarta, IDN Times - Ketua Progres 98 Faizal Assegaf melaporkan sejumlah petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke Polda Metro Jaya. Mereka dilaporkan lantaran partai yang dipimpin Sohibul Iman itu diduga memiliki hubungan dengan jaringan terorisme global.
"Jadi petinggi PKS itu ada tiga yang calon presiden dan wakil presiden, yang saya adukan karena terduga mendukung secara terbuka radikalisme dan terorisme di Indonesia, itu poinnya," kata Faizal di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (21/5).
Di antara nama yang dilaporkan oleh mantan aktivis 98 itu adalah Presiden PKS Sohibul Iman, Mardani Ali Sera, Anis Matta, Fahri Hamzah, dan sejumlah kader lainnya.

1. PKS diduga memiliki hubungan dengan Al-Qaeda

Diduga Dukung Al-Qaeda dan ISIS, Pimpinan PKS Dilaporkan ke Polda MetroIDN Times/Vanny El Rahman
Sebelum membuat laporan, Faizal terlebih dahulu berkonsultasi dengan Direktorat Kriminal Umum dan Direktorat Kriminal Khusus Bareskrim Polri, soal barang bukti yang dibawanya.

Salah satu barang bukti yang dibawa Faizal adalah pernyataan Anis Matta soal dukungannya kepada Osama bin Laden, petinggi organisasi teroris Al-Qaeda, di media sosial.
"Salah satunya (barang bukti) adalah pernyataan Anis Matta menyangkut dukungan pada gembong teroris Osama bin Laden, yang merupakan pintu masuk saya untuk mengadukan mereka bahwa partai ini berafiliasi dengan kekuatan-kekuatan teroris international," terang dia.
Selain Anis, kader PKS lainnya turut dilaporkan karena tidak pernah menindak Anis perihal dukungannya terhadap Osama bin Laden.

2. Ada jejak digital di media sosial soal PKS mendukung ISIS

Diduga Dukung Al-Qaeda dan ISIS, Pimpinan PKS Dilaporkan ke Polda MetroIDN Times/Fitria Madia
Perihal organisasi teroris mana yang berafiliasi dengan PKS saat ini, Faizal menduga, organisasi itu adalah Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Sebab, kelahiran ISIS tidak bisa dilepaskan dari Al-Qaeda.
"Dan di salah satu postingan salah satu Humas DPP PKS, kita menemukan jejak sensitifitas bilamana ISIS dikoreksi mereka beraksi melakukan rekayasa pengalihan isu. Sehingga publik tidak fokus ada muatan agenda politik PKS menunjuk ISIS, Al-Qaeda," kata dia.
"Barang buktinya berupa gambar puisi pujian Anis Matta terhadap Osama bin Laden ini sudah ditutup sama media resmi mereka, tetapi puisi ini kan beredar luas dan dibiarkan oleh mereka. Nah, ini yang menjadi pertengkaran kami di ruang publik media sosial dan mereka menyatakan saya melakukan fitnah keji," sambung Faizal.

3. Faizal sempat dilaporkan ke Polda Jawa Timur atas pencemaran nama baik

Diduga Dukung Al-Qaeda dan ISIS, Pimpinan PKS Dilaporkan ke Polda MetroIDN Times/Fitria Madia
Faizal sempat dilaporkan ke Polda Jawa Timur atas pernyataannya yang dinilai menghina DPP PKS. Pasca-insiden bom di Surabaya, Faizal meminta agar penegak hukum mengawasi sejumlah kantor PKS, karena mereka diduga terlibat peristiwa itu.
"Iya, ini salah satunya (bentuk laporan balik dari Faizal ke PKS). Saya dilaporkan karena pernyataan saya yang mengatakan peristiwa teroris di Surabaya, itu kantor-kantor PKS di Surabaya harus diawasi karena diduga kader-kadernya melakukan nyinyiran mendukung terorisme di media sosial," kata Faizal.

4. PKS tak ambil pusing pelaporan Faizal

Menanggapi pelaporan tersebut, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid tak ambil pusing terkait hal itu, karena Indonesia adalah negara hukum. Sehingga, jika ada yang ingin mengajukan tuntutan ke polisi tidak ada larangan.
"Ya negara kita kan negara hukum, ya. Silakan hukum bekerja, silakan masyarakat mengamati, ada juga yang sudah mengajukan tuntutan ke polisi kemudian mencabut tuntutannya, semuanya. Negara hukum, silakan hukum bekerja dengan sebaik-baiknya," kata Hidayat di Gedung DPR RI, Selasa (22/5).
Hidayat juga meyakini kepolisian akan bekerja dengan serius terhadap proses hukum yang berlaku, dan jika terbukti ada unsur pencemaran nama baik, juga akan ada hukumnya.
"Ada juga nanti pasal pencemaran nama baik, karena fitnah yang terjadi semuanya ada hukumnya, dan silakan polisi bekerja dengan profesional," ujar dia.

5. PKS juga telah melaporkan Faizal

Tak gentar dengan pelaporan Faizal, Hidayat pun mengaku partainya telah melaporkan Faizal Assegaf ke Polda Jawa Timur atas dugaan fitnah.
"Ya, kan PKS juga sudah mengajukan yang bersangkutan ke polisi di Jatim," ujar Hidayat.
Sumber Berita : https://www.idntimes.com/news/indonesia/vanny-rahman/diduga-dukung-al-qaeda-dan-isis-pimpinan-pks-dilaporkan-ke-polda-metro-1/full

Apakah Umat Masih Mau Milih Prabowo Setelah Mengetahui Fakta Ini?

Sebelumnya penulis ingin menyampaikan bahwa apa yang penulis sampaikan selama ini dalam beberapa tulisan adalah sebagai informasi yang perlu diketahui oleh publik sehingga kita tidak mudah lagi "ditipu" dengan pencitraan pemimpin yang tidak paham agama tetapi malah dikatakan sebagai pemimpin hasil ijtimak Ulama...
Ulama yang mana???
Timses dan pendukung Prabowo yang "berkedok" Ulama???
Apa kabar Yusuf Muhammad Martak Ketua GNPF Ulama saat ini yang merupakan anggota Dewan Pengarah Tim BPN Prabowo-Sandiaga Uno. Dewan Pengarah ini diketuai oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman seperti yang dimuat dalam situs https://nasional.kompas.com/read/2018/09/28/12315231/tokoh-gnpf-fpi-dan-pa-212-tempati-posisi-strategis-di-bpn-prabowo-sandiaga
Apa kabar Haikal Hassan yang ngaku-ngaku Ustadz atau Ulama yang ternyata seorang juru kampanye nasional pasangan Prabowo-Sandiaga Uno seperti yang diberitakan dalam situs https://m.cnnindonesia.com/nasional/20180928174126-32-334069/juru-kampanye-prabowo-sandi-dari-politikus-hingga-artis
Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut sosok Haikal Hassan, silahkan klik tulisan sebelumnya di https://seword.com/umum/melawan-lupa-haikal-hassan-timses-prabowo-pernah-mengina-habib-sebagai-keturunan-kafir-kFGQckApB
Apa kabar Muhammad Gatot Saptono alias Muhammad al Khaththath yang merupakan Sekjen GNPF Ulama saat ini???
Masih ingat "dosanya" kepada bangsa Indonesia???
  1. Dia pernah meminta agar Densus 88 dibubarkan seperti yang dilansir dalam situs http://m.hukumonline.com/berita/baca/hol17040/minta-densus-88-dibubarkan-fui-ajukan-gugatan-ke-pengadilan
  2. Dia pernah membentuk Dewan Revolusi Islam beberapa tahun yang lalu yang berisi nama kepala negara, wakil kepala negara, beserta nama para mentri dari kelompok mereka sendiri.
"Dewan Revolusi ini untuk jaga-jaga jika terjadi chaos dan siap mengambil alih,” kata Muhammad Al-Khaththath saat diwawancarai seperti yang dimuat dalam situs http://nasional.news.viva.co.id/news/read/212211-ini-pengakuan-pembentuk-dewan-revolusi-islam
  3. Dia pernah menjadi ketua Hizbut Tahrir Indonesia bagian dari Hizbut Tahrir yang sudah dilarang di banyak negara karena terlibat perebutan kekuasaan (kudeta).
  4. Pendiri Hizbut Tahrir adalah orang yang pernah ikut dalam institusi rahasia milik Ikhwanul Muslimin yang sudah dijadikan sebagai kelompok teroris di beberapa negara timur tengah.
  5. Bahkan dia pernah diciduk dan dipenjara karena teelibat dalam kasus makar beberapa bulan yang lalu!!!
Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut sosok Sekjen GNPF Ulama ini, silahkan klik tulisan penulis sebelumnya di https://seword.com/politik/siapakah-sekjen-gnpf-ulama-apa-hubungannya-dengan-hizbut-tahrir-indonesia-RVSPDGlpl
Jadi, masih percaya dengan timses dan pendukung Prabowo yang "ngaku-ngaku" Ustadz atau Ulama tersebut???
Umat harus cerdas agar tidak mudah "dibohongi" oleh politikus busuk dan "antek" teroris berkedok Ustad dan Ulama yang mendukung Prabowo-Sandiaga Uno saat ini...
Logika sajalah, apakah pantas Prabowo yang tidak mengerti tentang agama, tidak bisa baca Al Quran, tidak bisa wudhu , bahkan tidak pernah jadi imam shalat lalu dikatakan sebagai pemimpin hasil ijtimak Ulama???
Lalu, kita lihat bagaiaman partai pendukung Prabowo-Sandiaga Uno yang "berkedok" partai Islam atau partai dakwah yaitu PKS...
Jika memang PKS serius sebagai partai Islam, maka tidak akan mungkin terjadi kasus korupsi sapi yang "melibatkan" orang nomor 1 mereka yaitu (mantan) Presiden PKS bernama Luthfi Hasan Ishaaq (LHI)!
(Mantan) orang nomor 1 di PKS saja korupsi sapi, bagaimana yang dibawah???
Jika memang PKS benar sebagai partai Islam, tidak mungkin akan ada kasus suap oleh politisi PKS yang menggunakan bahasa Al Quran sebagai kode korupsinya seperti yang dimuat dalam situs https://tirto.id/kpk-sayangkan-istilah-alquran-dijadikan-bahasa-sandi-korupsi-cBmD
Coba sebutkan, siapa yang berani menggunakan istilah Al Quran sebagai kode korupsi di Indonesia???
Jawabannya TIDAK ADA!!!
Hanya orang PKS yang berani menggunakan istialh Al Quran sebagai kode korupsi!!!
Bahkan Presiden PKS saat ini Sohibul Iman "menghalalkan" kampanye negatif seperti yang dimuat dalam situs https://www.liputan6.com/pileg/read/3667112/presiden-pks-silakan-lakukan-kampanye-negatif
Jadi jangan heran jika situs "afiliasi" PKS yang berkedok Islam "BEBAS" menyebarkan kampanye negatif berkedok menyebarkan dakwah!!!
Apa kabar situs PKS Piyungan yang berubah jadi Portal Piyungan yang pernah diblokir oleh pemerintah karena mengandung konten suku, ras, agama ,dan antargolongan (SARA) yang membahayakan persatuan dan kesatuan, dan sekarang berubah lagi jadi situs "berkedok" Islam???
Sudah berapa banyak simpatisan dan kader PKS yang ditangkap karena TERBUKTI menyebarkan hoax dan fitnah???
Apa kabar Muhammad Abdullah Harsono yang namanya ada dalam situs PKS dan merupakan salah satu pendiri Saracen di Riau???
Apa kabar Fajar Agustanto yang merupakan pengurus PKS dalam bidang Polhukam di Mojokerto yang sudah diciduk karena memfitnah Akbar Faizal???
Apa kabar Syarfrida Amalia Lubis simpatisan PKS dan pemilik beberapa situs "affiliasi" PKS di Sumatera Utara yang suaminya bernama Jhon Kennedy Sinaga dan sudah diciduk oleh aparat karena terbukti menyebarkan fitnah???
Bukan hanya simpatisan dan kader, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera juga "hobi" sebarin hoax dan fitnah seperti kasus Ratna Sarumpaet, prestasi Prabowo yang katanya sampai ke puncak Everest (yang sudah ketahuan).
Sudah bisa dibayangkan jika Presiden PKS saat ini "menghalalkan" kampanye hita, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera "terbukti" sebafin hoax, lalu bagaimana dengan simaltisan dan kader PKS yang di bawah???
Jadi, masih percaya dengan PKS yang ngaku-ngaku partai Islam tapi tindakannya tidak sesuai dengan ajaran Islam???
Masih percaya dengan PKS yang katanya partai dakwah, tapi banyak simpatisan dan kadernya ditangkap karena TERBUKTI sebarin hoax dan fitnah???
Kesimpulan:
  1. Apakah pantas Prabowo yang tidak mengerti tentang agama tetapi malah dikatakan sebagai pemimpin hasil ijtimak Ulama?
  2. Masih percaya dengan timses dan pendukung Prabowo yang "berkedok" Ustad atau Ulama di belakang GNPF Ulama yang katanya bela agama bela Ulama?
  3. Masih percaya dengan PKS partai pendukung Prabowo yang ngaku-ngaku partai Islam tapi (mantan) Presiden PKS korupsi sapi dan elit PKS BERANI mggunakan istilah Al Quran kitab suci umat Islam sebagai kode suap???
  4. Masih percaya dengan PKS yang ngaku-ngaku partai dakwah tetapi banyak simpatisan dan kadernya ditangkap karena TERBUKTI sebarin hoax dan fitnah???
Daripada milih Capres yang tidak paham agama, mending milih Presiden Jokowi yang terbukti keislamannya dan Wakilnya seorang Ulama asli bukan KW seperti Cawapres tetangga yang bukan lulusan agama tetapi mendadak jadi Santri dan Ulama karena "mahar" berupa kardus 500 miliar!
Silahkan umat berpikir jernih agar tidak mudah "ditipu" oleh para politikus busuk dan "antek" teroris berkedok bela agama dan bela Ulama...
#JokowiLagi
Wassalam,
Apakah Umat Masih Mau Milih Prabowo Setelah Mengetahui Fakta Ini?
Sumber Opini : https://seword.com/umum/apakah-umat-masih-mau-milih-prabowo-setelah-mengetahui-fakta-ini-y58gmQBRI

Advokat Rupanya Bisa Salah Duga, Pertanyaan Jokowi Dianggap Penghinaan

Kita akhir-akhir ini seperti banyak menyaksikan tudingan yang serba absurd, bahkan hingga dibawa ke Badan Pengawas Pemilu segala. Dan lucunya advokat yang harusnya mengerti kalimat-kalimat bermuatan hukum, yang memenuhi syarat diadukan saja yang patut dipersoalkan.
Jika Jokowi dalam awal pertanyaannya, mengutip dari pihak lain, dalam hal ini ICW, tentu tidak berarti Jokowi sedang menghina lawannya, kalau demikian pemahaman tim advokat paslon nomor 02, mari kita tanggapi terlebih dahulu sinyalemen dari ICW sebagai rujukan Jokowi.
Justru Jokowi bisa diposisikan sebagai memberi jalan kepada Prabowo untuk memberikan penjelasan, karena malam itu pasti peristiwa tersebut tidak luput dari perhatian ICW. Namun sayangnya Prabowo justru menumpuk blunder dengan blunder berikutnya.
Di sanalah persoalan sebenarnya, bahwa Prabowo justru menyebut para mantan koruptor itu hanya mencuri uang tidak seberapa, sehingga menimbulkan kegaduhan. Akibatnya tim advokat yang diminta mengkaji kemungkinan membawa pertanyaan Jokowi yang terkesan menyudutkan itu diadukan ke Bawaslu.
Kalaupun benar Jokowi sedang menyudutkan lawan debatnya, justru itulah salah satu situasi yang diharapkan oleh kedua peserta, berhasil menyudutkan lawan debat. Dan definisi debat sendiri, juga mengandung makna menampilkan kontestan paling pantas, termasuk kelihaiannya melawan argumentasi kontestan lain.
Advokat Milenial Peduli Pemilu melaporkan calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas dugaan penghinaan terhadap calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat debat perdana Pilpres 2019. Muhajir, selaku pelapor, menyatakan Jokowi menggiring opini menyesatkan dengan mengatakan Prabowo menandatangani berkas pencalonan anggota legislatif mantan narapidana kasus korupsi.
Pernyataan Jokowi menggiring opini seolah-olah Prabowo mendukung para koruptor," kata Muhajir di Gedung Bawaslu, Kamis (24/1). Ia menuturkan setiap warga negara Indonesia termasuk mantan napi koruptor berhak memilih dan dipilih dalam Pemilu sepanjang hak tersebut tidak dicabut Pengadilan melalui putusan hakim.
Muhajir berpendapat Jokowi keliru sebab berkas pencalonan anggota legislatif mantan napi koruptor itu tidak ditandatangani Prabowo melainkan ketua cabang dan sekretaris tingkat daerah. Oleh sebab itu, ia menduga Jokowi telah melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
UU itu menyatakan pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, peserta pemilu lainnya. Sehingga, mantan Wali Kota Solo ini bisa dipidana penjara paling lama dua tahun dan paling banyak Rp24 juta jika terbukti bersalah. Hal itu termaktub dalam Pasal 521 UU Pemilu. sumber : Presiden Tidak Boleh Bertanya Jika Kesannya Tendensius.
Sekarang mari kita bahas tentang dugaan penghinaan. Penghinaan tentu erat kaitannya dengan berita tidak berdasarkan fakta. Misalnya, ketika Ratna Sarumpaet mengaku dianiaya, dan tertuduhnya adalah pendukung Jokowi, maka di sana ada dugaan menciptakan prasangka buruk.
Menyebut pihak lain sebagai gudangnya pelaku kriminal, masuk dalam kategori penghinaan karena menggiring opini negatif tentang pihak lawan. Namun jika informasi yang disampaikan mengandung kebenaran, seperti yang terjadi di dokumen resmi, maka dugaan penghinaan yang diidentikkan dengan fitnah, dengan sendirinya sulit dibuktikan.
Memang sulit memasukkan ucapan Jokowi sebagai ungkapan menghina, apalagi jika disadari semua pertanyaannya bersumber dari pihak yang berkompeten, yakni sebuah lembaga swadaya masyarakat. Rasanya terlalu berkhayal jika kita menyebut penghinaan pada sebuah kalimat yang bermakna pertanyaan.
Ilustrasikan saja, ketika seseorang bertanya kepada lawan bicara, apakah benar orang itu pernah korupsi ? Maka jika faktanya tidak benar, yang bersangkutan tinggal menjawab bahwa dugaan itu tidak benar, lalu apakah pihak yang bertanya dianggap sedang menghina ?
Beda kasusnya jika kalimatnya berupa berita bohong, dan tidak bermaksud meminta klarifikasi. Namun jika maksudnya memberi peluang kepada lawan bicaranya untuk menjelaskan, status pernyataan atau pertanyaan itu justru menguntungkan lawan, jika yang bersangkutan mampu memanfaatkannya.
Persoalannya, tema yang kita bahas adalah hal sensitif yang beresiko mengurangi citra Prabowo sendiri, jadi kegagalan Prabowo memberikan penjelasan, tampaknya akan dimintakan tanggungjawab kepada penanya. Harap diingat, ketika Jokowi menanyakan masalah tersebut, karena moderator memberikan kesempatan kepada masing-masing paslon.
Dan persoalan yang diangkatnya pun bukan persoalan baru yang masih jarang dibahas di masyarakat, serta peran Jokowi ketika bertanya, hanya meneruskan pertanyaan pihak ke-tiga.
Advokat Rupanya Bisa Salah Duga, Pertanyaan Jokowi Dianggap Penghinaan

Baasyir Batal Dibebaskan, Jokowi Menang Ganda, Gorengan Kubu Sebelah Akhirnya Hangus

Seandainya Baasyir jadi dibebaskan dengan alasan kemanusiaan, ya mau gimana lagi. Ini juga keputusan pemerintah yang tentunya sudah dipikir panjang. Jokowi tidak ada untungnya dari pembebasan Baasyir, malah lebih banyak ruginya. Buktinya saat wacana ini menguat, gelombang protes sangat besar.
Tapi setelah itu, akhirnya case closed.
Kepala Staf Presiden Moeldoko memastikan bahwa saat ini permintaan pembebasan bersyarat atas Abu Bakar Ba'asyir tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah. Alasannya Ba'asyir tidak dapat memenuhi syarat formil sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan lebih lanjut didetailkan dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.
Syarat formil bagi narapidana perkara terorisme, yaitu pertama, bersedia bekerjasama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukannya. Ini tidak bisa.
Kedua, telah menjalani paling sedikit dua per tiga masa pidana, dengan ketentuan dua per tiga masa pidana tersebut paling sedikit 9 bulan. Dihukum tahun 2011 selama 15 tahun sesuai vonis. 2/3 masa tahanan berarti 10 tahun dan harus tunggu pada 2021 baru bisa bebas bersyarat. Opsi ini tak berlaku.
Ketiga, telah menjalani asimilasi paling sedikit setengah dari sisa masa pidana yang wajib dijalani.
Dan yang terakhir, menunjukkan kesadaran dan penyesalan atas kesalahan yang menyebabkan pemohon dijatuhi pidana dan menyatakan ikrar kesetiaan pada NKRI secara tertulis.
Opsi inilah yang bisa membebaskannya. Tapi akhirnya ditolak. Baasyir menolak meneken dokumen itu karena merasa tidak terlibat dalam perencanaan dan pendanaan latihan militer di Aceh. Dia hanya mengetahui latihan tersebut untuk para mujahid yang ingin berangkat ke Palestina dan latihan-latihannya bersifat sosial.
Selain itu Baasyir juga mendapat penjelasan dari Yuzril Ihza Mahendra jika Pancasila sejalan dengan Islam. Baasyir kemudian menganggap tak perlu meneken setia kepada Pancasila karena sudah setia pada Islam. Logikanya, loh kalau gitu sama dengan Pancasila dong. Kenapa nggak bela Islam saja, kan sama saja. Jadi argumen tersebut belum membuat Baasyir yakin.
Ya sudah. Case closed.
Tapi tak ada masalah juga lah. Jokowi malah untung di sini. Padahal Jokowi sudah siap diserang oleh kubu sebelah kalau sampai ini (pembebasan Baasyir) terjadi. Jadi jangan salahkan Jokowi lagi padahal dia sebenarnya menyambut baik permohonan Baasyir bebas. Sebab, kondisi kesehatan Baasyir yang kini sudah berusia 81 tahun terus menurun sehingga membutuhkan perawatan yang khusus. Dari sisi kemanusiaan, Presiden Jokowi sangat memperhatikannya dengan sungguh-sungguh.
"Namun ya Presiden juga memperhatikan prinsip-prinsip bernegara yang tidak dapat dikurangi dan tidak dapat dinegosiasikan," ujar Moeldoko. Meski demikian, Moeldoko memastikan bahwa akses Ba'asyir terhadap fasilitas kesehatan tidak akan berubah. Bahkan akan ditingkat jika memang diperlukan dan sudah mendesak.
Jadi ini murni Baasyir sendiri yang memilih ngotot dengan pendiriannya. Jadi sah kita katakan masalah ini selesai. Baasyir lanjutkan lagi masa hukumannya. Jokowi pun untung ganda, karena bahan gorengan kubu sebelah pun layu. Bahkan sudah hangus duluan sebelum bisa dinikmati.
Kubu sebelah pasti sudah mengambil ancang-ancang jika pembebasan Baasyir benar-benar terlaksana. Penulis yakin mereka sudah sumringah bahkan sudah ngiler ingin segera menyerang. Maklum, Baasyir ini terkait dengan radikalisme, sehingga mereka bisa dengan mudah menuduh Jokowi tidak serius atau tidak pro pemberantasan terorisme. Isu ini akan sangat sensitif sekali dan pasti akan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sebuah peluang langka yang untunglah lenyap.
Pesta pun batal. Kubu sebelah tak sempat melakukan serangan. Jokowi lagi-lagi menang banyak dalam isu ini. Dengan alasan kemanusiaan, ingin membebaskan Baasyir, tapi dianya sendiri yang menentukan batalnya pembebasan dirinya. Jokowi tak perlu pusing-pusing lagi, tinggal laksanakan sesuai aturan. Baasyir yang menentukan semuanya hingga berakhir seperti ini. Dikasih kesempatan tapi tidak mau. Ya sudah.
Sebenarnya penulis punya spekulasi mengenai wacana pembebasan Baasyir ini, tapi sudahlah, ini anggap saja sudah selesai. Ungkit pun percuma. Nanti malah dibaca para kampret dan digoreng beneran pulak. Mari lebih baik kita fokus dengan pilpres dan pantau kubu sebelah yang kadang suka bermanuver yang tidak-tidak.
Bagaimana menurut Anda?
Baasyir Batal Dibebaskan, Jokowi Menang Ganda, Gorengan Kubu Sebelah Akhirnya Hangus

Kubu Prabowo Makin Jebol, Ahok Nyatakan Siap Kampanye untuk Jokowi

Dari satu kepanikan menuju kepanikan yang lainnya, kubu Prabowo kembali mengalami sebuah kepanikan besar lagi.
Pasalnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok secara blak-blakan telah menyatakan bersedia membantu pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin dalam kampanye pemilihan presiden 2019.
Dilansir TEMPO.CO, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan bersedia membantu pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin dalam kampanye pemilihan presiden 2019, setelah bebas dari penjara.
Kesediaan itu disampaikannya kepada penyanyi jazz Teuku Adifitrian alias Tompi dalam perjumpaan mereka pada Sabtu siang pekan lalu, 19 Januari 2019, di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Kota Depok.
"Dia bahkan bilang siap naik panggung kampanye untuk Pak Ma'ruf Amin," kata Tompi kepada Tempo, Rabu malam lalu, 23 Januari 2019.
Menurut Tompi, Ahok mengaku tidak dendam. "Dia katakan tak ada dendam kepada Ma'ruf Amin." Sabtu siang itu Tompi bertanya apakah Ahok bersedia mendukung Jokowi - Ma'ruf.
Dalam pertemuan sekitar satu setengah jam itu, tokoh yang dikaguminya itu mengaku berutang budi kepada Ma’ruf, yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia nonaktif. Ahok bersyukur bisa belajar menaklukkan diri sendiri selama menjalani hukuman sekitar 2 tahun.
"Jadi sudah benar saya disekolahkan di sini," ucap Tompi menirukan Ahok.
Pernyataan Ahok yang disampaikan Tompi tentang kesediaannya membantu pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin dalam kampanye pemilihan presiden 2019 tersebut sekaligus menghantam Novel Bamukmin, Ferdinand Hutahaean, Fahri Hamzah serta pihak-pihak dari kubu Prabowo yang lainnya hingga langsung putus harapan.
Sebelumnya, Novel Bamukmin dengan amat tak tahu serta dengan bahasa yang melungker-lungker ga jelas begitu memelas ngemis-ngemis ingin Ahok bergabung ke kubu Prabowo sebagai perwujudan hijrah ngaco ala mantan pengantar fitsa hats tersebut.
Bagaimana tidak ngaco? Karena dimana-mana, yang namanya hijrah itu adalah berpindah Minadz dzulumaati ilan nuur alias dari kegelapan menuju cahaya, dan bukanya menyuruh Ahok yang telah berada pada Tjahaya untuk berpindah menuju kegelapan.
"Ya saya juga berharap ada hidayah yang bisa sampai ke Ahok untuk bertaubat, menebus kesalahannya. Agar bermanfaat. Ahok perdalam saja agamanya sendiri. Kalau memang mau jadi mualaf, kita akan menyambut dengan tangan terbuka kalau memang yang saya dengar Ahok di dalam penjara membaca Alquran," tuturnya.
"Kita harap Ahok bisa hijrah, tidak mengulang. Hijrah 180 derajat dari apa pun, dari ucapan, sikap, kepentingan politik, kita harap akan hijrah," sambungnya.
"Adapun saya dengar Ahok masuk ke parpol itu hak Ahok mau berpolitik atau tidak. Menurut saya lebih baik tidak masuk ke politik. Lebih baik menerjuni dunia bisnis," ucap dia.
"Saya rasa untuk bergabung tidak ada syarat, kita terbuka. Kalau memang Ahok mau hijrah politiknya, kita akan terima. Dan wajib umat Islam menyambut dari hijrahnya Ahok," tuturnya.
"Kalau syarat agama, saya rasa partai nasionalis, Partai Gerindra terbuka. Begitu juga Berkarya terbuka, PAN juga terbuka. Atau mungkin PKS dan PBB yang jadi pengecualian. Cuma insyaallah diterima, apalagi Ahok awalnya memang didukung Gerindra. Mereka akan menerima kalau Ahok mau hijrah 180 derajat kalau mau berpolitik," sambung Novel.
Hal tersebut dilakukan Novel setelah jubir FPI sekaligus Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi mengecam serta mengancam kebebasan Ahok.
"Kami berharap Ahok dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari kejadian yang sudah terjadi dan tidak mengulangi kembali serta berhati-hati dalam bertindak dan berucap. Jangan sakiti kembali umat Islam. Ingat, lidahmu harimaumu," kata juru bicara FPI, Slamet Maarif, lewat pesan singkat, Kamis (24/1/2019).
"Saling menghargai dan menghormati agama lain. Otak kita ada di atas mulut, maka berpikirlah sebelum berucap. Agama adalah urusan keyakinan, maka jika urusan agama diusik, pasti pemeluk agama apa pun akan marah," tutur dia.
semakin-mengguncang-dunia-ZTVVhO9Np
Dan ketika strategi yang amat kasar serta memuakkan tersebut gagal, giliran Jubir BPN Ferdinand Hutahaean yang maju, dengan cara sok suci sok peduli terhadap Ahok namun tetap sambil tak lupa menekan Ahok.
"Saran saya sebaiknya hindari politik dulu dan nikmatin kebebasan dengan liburan dulu. Jangan mau diseret-seret oleh siapapun ke dunia politik saat ini," kata Ferdinand
Politikus Partai Demokrat ini juga tidak lupa mengucapkan selamat atas kebebasan murni yang telah diterima Ahok. Ia hanya berharap Ahok tidak lagi mengulangi perbuatannya.
"Kita ucapkan selamat kepada Ahok semoga menjadi orang baik dan tidak mengulangi lagi perbuatannya," pungkasnya.
Juga Fahri Hamzah yang mendadak dangdut puja-puji Ahok setinggi langit, yang ditengarai kental dengan maksud-maksud tertentu.
"Saya senang dengan kecerdasan Ahok, saya senang dengan pikiran-pikiran beliau," kata Fahri kepada wartawan di Kupang, Kamis (24/1/2019), usai bertemu dan berdialog dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat.
Padahal jelas-jelas sebelumnya Fahri menghina Ahok sebagai kutu loncat yang mengaku independen dan diibaratkan mirip dengan kisah Malin Kundang.
Bagaimanapun juga, Ahok bukanlah anak kecil yang begitu mudah dibohongi.
Dan segala macam ucapan-ucapan licin yang penuh seringai tersebut tak bisa membutakan hati serta nurani Ahok, untuk tetap melabuhkan asa serta cita-cita, menuju pihak yang relevan berdasarkan pengalaman kebersamaan waktu di DKI dulu, yaitu Jokowi, yang kini bahkan telah semakin banyak mewujudkan impian akan negeri yang tumbuh besar di segala bidang.
Kubu Prabowo makin jebol? Memang sudah seharusnya seperti itu.
Kubu Prabowo Makin Jebol, Ahok Nyatakan Siap Kampanye untuk Jokowi
Sumber Opini : https://seword.com/politik/kubu-prabowo-makin-jebol-ahok-nyatakan-siap-kampanye-untuk-jokowi-owK3wpO5z

Picik! FPI Ancam dan Kecam Ahok Terus, Tapi Kebebasan Ahok Malah Semakin Mengguncang Dunia!

Bila ada ormas yang paling tak tahu malu, maka ormas tersebut pastilah FPI.
Betapa tidak, bahkan ketika tingkah polah serta tindak tanduknya telah masuk menjadi catatan buruk sejarah dunia hingga mengakibatkan Indeks Demokrasi Indonesia langsung anjlok secara amat drastis, tetap saja FPI tidak sadar bahkan malah semakin jumawa!
Dilansir dari detik, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok bebas dari penjara hari ini. Front Pembela Islam (FPI) berharap Ahok mengambil hikmah dari kasus yang terjadi.
"Kami berharap Ahok dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari kejadian yang sudah terjadi dan tidak mengulangi kembali serta berhati-hati dalam bertindak dan berucap. Jangan sakiti kembali umat Islam. Ingat, lidahmu harimaumu," kata juru bicara FPI, Slamet Maarif, lewat pesan singkat, Kamis (24/1/2019).
Slamet mengingatkan pihak lain agar peristiwa serupa tak terulang. Dia meminta agar sikap menghargai dan menghormati agama lain perlu dijaga.
"Saling menghargai dan menghormati agama lain. Otak kita ada di atas mulut, maka berpikirlah sebelum berucap. Agama adalah urusan keyakinan, maka jika urusan agama diusik, pasti pemeluk agama apa pun akan marah," tutur dia.
Benar-benar pepatah Tong Kosong Nyaring Kentutnya dipergunakan semaksimal mungkin oleh FPI.
Ketika semua pihak, baik lawan maupun kawan, memberi ucapan yang beradab terhadap kebebasan Ahok, hanya FPI yang bersikap lain sendiri, dengan terus mengecam serta memberi semacam ‘ancaman terselubung’ bahkan hingga mengatur-atur agar Ahok begini dan begitu serta jangan ini dan tak boleh itu.
Dilihat dari sisi manapun, ucapan FPI terhadap kebebasan Ahok jelas tidak manusiawi serta menunjukkan sikap serta karakter yang amat tidak beradab.
Bila dianalogikan si x keluar penjara karena maling ayam, saat keluar si x bukannya diberi ucapan tulus bersifat menguatkan batin serta mengukuhkan kemanusiaan, malah oleh FPI langsung disambit dengan ucapan dengan rasa bahasa serta jiwa yang serupa dengan: “Awas, jangan macam-macam. Mendingan lo ikut gue bisa langsung aman dari segala gangguan serta bisa auto surga. Kalo engga, hati-hati aja kedepannya…!”
Lha? Emang FPI itu apa siapa dimana bagaimana, hingga berani-beraninya bersikap seperti itu terhadap Ahok?
Pertama, Ahok dipenjara bukan seperti analogi si x yang alasannya karena maling ayam. Ahok dipenjara justru karena sepak terjangnya melawan begal anggaran, preman penjarah uang siluman serta segala macam penyelewengan yang mengusik ‘para pemain hitam’, hingga akhirnya dibuatkan rekayasa demi untuk menjungkalkan Ahok lalu melempar ke dalam penjara.
Kedua, kualitas Ahok jelas amat jauh melampaui FPI, baik dari segi organisasi maupun politik. Maka menjadi sesuatu yang amat njeleih ketika sesuatu yang begitu kroco justru malah mengecam-ngecam serta ‘mengancam-ancam’ yang tingkatannya melampaui jauh di atasnya, alias benar-benar amat tak tahu diri.dan tak tahu malu.
Sebagai ormas jago kandang yang terlalu lama hidup dalam cangkang, FPI tentulah tak paham, bahwa selain dia, seluruh dunia bahkan merayakan kebebasan Ahok: Sosok yang cuma manusia biasa yang bahkan berasal dari pelosok pedalaman Indonesia namun tak disangka telah begitu menyita perhatian dunia!
Bebasnya Ahok menjadi sorotan dunia.
Media ternama Amerika Serikat, The New York Times misalnya, memberitakan bebasnya Ahok dalam artikel berjudul "Governor Convicted of Blasphemy Freed From Indonesian Prison".
"Seorang politisi Kristen polarisasi yang komentar-komentar kampanyenya menyulut aksi-aksi protes terbesar dalam beberapa tahun di Indonesia yang mayoritas Muslim, bebas Kamis ini setelah menjalani hampir dua tahun penjara karena penistaan agama," demikian ditulis New York Times mengawali artikelnya, Kamis (24/1/2019).
Media terkemuka Australia, ABC News juga mengangkat berita ini dalam artikel berjudul "Is the release of former Jakarta governor Ahok a political liability or an asset for Joko Widodo? "
Dalam artikelnya, media tersebut mengutip pernyataan Tim Lindsey, direktur Pusat Hukum Indonesia, Islam dan Masyarakat di University of Melbourne, Australia, yang menyatakan bahwa pembebasan Ahok terjadi di saat masa sensitif dalam politik Indonesia -- hanya tiga bulan menjelang pemilihan presiden.
"Apapun yang terjadi pada saat ini yang terhubung dengan politik agama atau Jokowi [Joko Widodo] akan berdampak," ujarnya kepada ABC, Kamis (24/1/2019).
Lindsey menambahkan bahwa "tidak ada keraguan bahwa upaya akan dilakukan untuk mengubahnya menjadi masalah besar oleh lawan-lawan Jokowi".
Media South China Morning Post juga menulis bebasnya Ahok dengan judul yang menarik: "Ex-Jakarta governor Ahok: out of jail ... and into arms of ex-wife's bodyguard". Dalam artikelnya, media tersebut menyisipkan mengenai rencana Ahok untuk menikahi perempuan muda bernama Puput Nastiti Devi, seorang polwan berpangkat Bripda yang dulunya merupakan pengawal mantan istri Ahok, Veronica Tan.
Media ternama Australia lainnya, Sydney Morning Herald juga mengangkat berita ini dengan judul "Ahok release a reminder of 'weaponised' blasphemy law in Indonesia". Media ini mengutip komentar Harsono, seorang periset di Human Rights Watch Indonesia yang menyebut bahwa Ahok tak akan mundur dari politik, namun kembalinya Ahok ke politik tak akan terjadi dalam waktu dekat.
"Dia selalu memikirkan bagaimana menyelesaikan masalah publik dan dia merupakan politisi alami," ujarnya seperti dikutip Sydney Morning Herald.
Pembebasan Ahok juga diberitakan oleh media terkemuka AS lainnya, Washington Post, media Singapura, Straits Times, media ngetop Inggris, The Guardian dan media-media asing lainnya.
Bila ada ormas yang paling tak tahu malu, maka ormas tersebut pastilah FPI.
Dan ucapan juru bicara FPI, Slamet Maarif, justru menikam FPI itu sendiri: “Otak kita ada di atas mulut, maka berpikirlah sebelum berucap.”
Entah bilakah ada masanya, FPI kelak akan menggunakan otak, serta berpikir sebelum berucap, sesuatu yang menjadi amat mustahil untuk dilakukan oleh FPI.
Picik! FPI Ancam dan Kecam Ahok Terus, Tapi Kebebasan Ahok Malah Semakin Mengguncang Dunia!
Sumber Opini : https://seword.com/politik/picik-fpi-ancam-dan-kecam-ahok-terus-tapi-kebebasan-ahok-malah-semakin-mengguncang-dunia-ZTVVhO9Np
 
Re-Post by MigoBerita /  Jum'at/25012019/18.44Wita/Bjm