Arsip Migo Berita

Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Nasibmu sampai dimana... oh ... Pasar Ujung Murung dan Sudimampir

Ada Lima Blok Pasar, Sejak Sadjoko hingga Yudhi Wahyuni Tak Terurai

BENANG kusut beragamnya status kepemilikan di Pasar Ujung Murung dan Pasar Sudimampir Baru, agaknya lambat terurai. Ketua Persatuan Pedagang Pasar Besar Ujung Murung H Raihan menyebut status kepemilikan lahan, kios dan toko sangat beragam di bangunan lawas di Jalan Ujung Murung Banjarmasin.


PERTEMUAN dengan Walikota Ibnu Sina, Wakil Walikota Hermansyah, Kepala Dinas Kominfotik Banjarmasin Hermansyah serta Kepala Disperindag Khairil Anwar di Balai Kota, Selasa (18/12/2018), perwakilan para pedagang di Pasar Ujung Murung dan Sudimampir Baru dikumpulkan.
BACA : Tak Bisa Buktikan Kepemilikan, Pasar Ujung Murung Terancam Dibongkar
“Yang diundang waktu dialog di Balai Kota memang tidak mewakili seluruh pemilik dan pedagang,” kata Ketua Persatuan Pedagang Pasar Besar Ujung Murung H Raihan kepada jejakrekam.com, Selasa (18/12/2018) malam.
Ia menyebut di kawasan Jalan Ujung Murung sebenarnya ada lima pasar terdiri dari Pasar Amandit, Pasar Amandit, Pasar Atom Kilat, Pasar Besar, Pasar Sudimampir serta Pasar Ujung Murung .

“Nah, kelima pasar ini, status kepemilikan berbeda-beda. Untuk Pasar Atom, status pedagang kebanyakan pemilik kartu merah (kartu pedagang), Pasar Sudimampir berstatus hak guna bangunan (HGB). Sedangkan, Pasar Besar berstatus sertifikat hak milik (SHM) dan Pasar Ujung Murung, ada yang berstatus SHM dan sebagian HGB,” paparnya.
Agar bisa mengurai masalah kepemilikan, H Raihan menyarankan seharusnya pemerintah kota mengundang seluruhnya. Ini demi mengetahui secara detail dan sesuai fakta status kepemilikan atas lahan, kios berikut bangunannya.
BACA JUGA : Meremajakan Pasar Ujung Murung Berarti Menghidupkan Ruh Kota Dagang
“Seperti di Pasar Besar, saya memiliki SHM. Kami tentu tak mau dirugikan, bagaimana proses ganti ruginya atau tukar gulingnya,” kata Raihan.
Dalam pertemuan di Balai Kota, Raihan juga menyebut yang datang tidak sepenuhnya mewakili lima kelompok pasar yang ada di Ujung Murung. Untuk itu, Raihan menyarankan agar pemerintah kota tak gegabah dalam mengambil keputusan atau kebijakan, karena menyangkut kepentingan orang banyak, bukan kelompok tertentu.
Gara-gara sangat variannya kepemilikan, Raihan mengungkapkan masalah revitalisasi Pasar Ujung Murung tak pernah beres, dimulai era Walikotamadya Sadjoko,  Walikota Sofyan Arpan hingga HA Yudhi Wahyuni.
“Sebenarnya, kami setuju untuk direvitalisasi. Namun, sekali lagi, status kepemilikan yang sudah jelas ini, bagaimana solusinya? Apalagi, kami berjualan di Pasar Ujung Murung ini sudah puluhan tahun, makanya pemerintah kota harus mempelajari dulu dengan matang, jangan mengambil keputusan sepihak,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Hermansyah justru mematok target untuk segera berunding dengan perwakilan 14 blok pasar di kawasan Pasar Ujung Murung dan Sudimampir Baru.
“Targetnya bulan ini (Desember) sudah ada titik terang. Terutama, menyelesaikan masalah status kepemilikan dengan data yang valid,” kata mantan anggota DPRD Kalsel ini.

Hermansyah pun menilai wajar ketika Pasar Ujung Murung dan Sudimampir ini tidak ada penyelesaiannya sejak masa Walikotamadya Sadjoko hingga HA Yudhi Wahyuni.
BACA LAGI : Cukup Pasar Sentra Antasari, Jangan Diulang Lagi di Pasar Ujung Murung 
“Bagaimana mau selesai, kalau pintu masuk penataan itu dihalang-halangi. Termasuk, para pedagang yang meminta perpanjangan HGB yang sudah tak berlaku, sementara mereka menunggak pajak retribusi dan sewa toko,” kata Hermansyah.
Dengan berbagai problema yang ada, Wakil Ketua DPD PDIP Kalsel ini mengakui rencana revitalisasi Pasar Ujung Murung dan Sudimampir seperti sebuah dilema. “Bisa jadi, mereka mau membayar tunggakan asalkan HGB diperpanjang. Nah, kalau ini dituruti, tentu penataan pasar ini tak akan selesai,” pungkasnya.

Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/12/18/ada-lima-blok-pasar-sejak-sadjoko-hingga-yudhi-wahyuni-tak-terurai/

Tak Bisa Buktikan Kepemilikan, Pasar Ujung Murung Terancam Dibongkar

MENATA Pasar Ujung Murung dan Pasar Sudimampir layaknya Pasar Tanah Abang, Jakarta menjadi impian Pemkot Banjarmasin. Demi mewujudkan itu, para pemilik toko dan pedagang dua pasar grosir konveksi itu pun diundang berdialog ke Balai Kota Banjarmasin, Selasa (18/12/2018).
WALIKOTA Ibnu Sina didampingi Wakil Walikota Hermansyah serta Kepala Dinas Kominfotik Banjarmasin Hermansyah mengungkap hasil pendataan tim, sosialisasi dan rencana relokasi Pasar Ujung Murung dan Pasar Sudimampir Baru di Jalan Ujung Murung tersebut. Namun, kendala mengemuka terkait klaim kepemilikan lahan dan kios di pasar itu.
Menurut Wakil Walikota Hermansyah, posisi Pasar Ujung Murung yang terletak di pertigaan Sungai Martapura dengan anak Sungai Baru, persis berada di segitiga emas.
BACA : Revitalisasi Pasar Ujung Murung Bikin Waswas Pemilik Mess Candi Agung
“Ini sejarahnya mengapa Pasar Ujung Murung ini letaknya sangat strategis. Ya, posisinya berada persis di segitiga Sungai Martapura. Belum lagi ditambah transportasi bisa dilakukan dua jalur, sungai dan darat,” papar mantan anggota DPRD Kalsel.
Agar terwujud Pasar Tanah Abangnya Banjarmasin, Hermansyah pun meminta para pemilik lahan, toko serta pedagang bisa kooperatif dengan menyerahkan data kepada tim yang dibentuk pemerintah kota.
“Selama ini, kendala penataan kedua pasar itu akibat adanya pengakuan kepemilikan lahan dari pedagang, tanpa mau menyerahkan buktinya. Ya, seperti sertifikat hak milik (SHM). Terkadang, kami surati, malah pedagang tak mau menyerahkan data itu,” cetus politisi PDI Perjuangan ini.
Jika sudah begitu, kata Hermansyah, maka proses penataan pasar yang berdiri tahun 1950-an itu akan terus terlambat.  “Bagaimana pemerintah kota mau mengetahui dasar kepemilikan lahan di situ, kalau datanya tidak diserahkan,” kata Hermansyah.
Ia mengeritik adanya klaim dari para pemilik lahan atau kios, sertau pedagang justru tanpa ada bukti kuat. Menurut Hermansyah, jika benar ada punya bukti kepemilikan, maka fotokopinya bisa diserahkan ke pemerintah kota.
Hermansyah pun setengah mengancam, jika masih tak mau menyerahkan bukti kepemilikan, jangan salahkan jika Satpol PP Banjarmasin yang diturunkan untuk membongkar kios.
BACA JUGA : Revitalisasi Pasar Ujung Murung, Jangan Lupakan Sisi Sejarahnya 
“Itu bukan salah kami, sebab mereka tidak bisa membuktikan. Kalau pasar ini tidak tertata, maka tidak bisa kita mewujudkan Kota Banjarmasin Baiman (barasih wan nyaman atau bersih dan nyaman),” tegas Hermansyah.
Mantan anggota DPRD Kalsel ini mengungkapkan jumlah pedagang terkumpul sekitar 1.200 orang. Mereka menempati 14 blok. Ia mengaku, berusaha menawarkan berbagai macam cara melalui perwakilan yang dibagi per blok untuk berunding dengan pemerintah dan pihak lainnya, yakni BPN Banjarmasin dan Tim LH agar mudah berkoordinasi.
“Sebab, jika kita mengundang 1.200 pedagang ini tentunya memakan waktu. Kasihan pedagang meninggalkan jualannya. Makanya, kita membentuk perwakilan dengan membagi per blok yang berjumlah 14 blok,” pungkasnya.

Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/12/18/tak-bisa-buktikan-kepemilikan-pasar-ujung-murung-terancam-dibongkar/

Re-Post by MigoBerita / Rabu/19122018/19.42Wita/Bjm

Wowww... ini Penghasilan Jasa Tukar Uang Baru saat bulan Ramadhan

Jasa Tukar Uang, Pedagang: Tahun Lalu Dapat Rp 9 Juta, Sekarang Rp 5 Juta Saja Sulit

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di Kota Banjarmasin menjelang lebaran banyak peluang yang bisa menghasilkan uang, satu di antaranya penyedia jasa tukar uang kecil.
Biasanya warga yang melakoni bisnis ini ada di pinngir jalan dengan menawarkan uang mulai dari Rp 2.000 sampai Rp 10.000.
Walaupun penyedia jasa mengaku pendapannya mengalami penurunan ketimbang tahun lalu, namun binsis musiman itu tetap rame.
Sejak pukul 09.10 Wita, terlihat sudah banyak yang buka lapak jasa penukaran uang khususnya di depan Taman Kamboja Jalan Kertak Baru Ulu Banjarmasin Tengah.



Menurut satu di antara penyedia jasa tukar uang, Salimah mengungkapkan beberapa pecahan rupiah yang biasanya paling dicari konsumen.
"Yang paling diminati konsumen itu pecahan Rp 2.000 an dan Rp 5.000 an, kalau pecahan 10.000 an jarang yang mau nukar," ungkapnya, Senin (11/6/2018) pagi.
Setiap penukaran uang Rp 100.000, dikenakan biaya Rp 10.000 sebagai upah penyedia jasa.
"Kalau tukar uang Rp 100.000 bayarnya Rp 110.000, kalau Rp 200.000 jadi Rp 220.000, dan seterusnya," sebut perempuan berusia 49 tahun itu
Salimah mengaku pendapatan tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya.
"Kalu tahun sebelumnya saya biasanya meraup untung sekitar Rp 300.000 per harinya, sekarang paling sekitar Rp 100.000 dalam sehari," terangnya.
"Tahun kemarin saya bisa menghasilkan sekitar RP 9 juta sebulannya, sekarang sudah agak menurun Rp 5 juta saja nggak sampai," tambahnya.
Hal itu disebabkan karena bertambahnya orang-orang penyedia jasa tukar uang dan ada mobil penukaran uang juga di samping Taman Kamboja.
"Hari Jumat kemarin terakhir mobil itu beroperasi, jadi sedikit meningkat lah penghasilan saya," kata Salimah.
Beberapa titik-titik tempat jasa penukaran uang di Banjarmasin, di antaranya di Jl Kertak Ulu, Jl Lambung Mangkurat, Jl S Parman, dan Jl Ahmad Yani.
(Banjarmasinpost.co.id/Abdur Rahim)
Jasa Tukar Uang, Pedagang: Tahun Lalu Dapat Rp 9 Juta, Sekarang Rp 5 Juta Saja Sulit
Abdur Rahim
Jasa penukaran uang khususnya di depan Taman Kamboja Jalan Kertak Ulu Banjarmasin Tengah.
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/06/11/jasa-tukar-uang-pedagang-tahun-lalu-dapat-rp-9-juta-sekarang-rp-5-juta-saja-sulit

Re-Post by http://migoberita.blogspot.com/ Senin/11062018/13.02Wita/Bjm

Dinas Kominfo akan kejar ! : Dari 200 BTS yang berdiri di Banjarmasin yang sudah terdeteksi tak punya izin itu sekitar 30 buah

Dinas Kominfo Hitung Potensi Retribusi BTS, Ternyata Segini Jumlah BTS di Banjarmasin

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perda Base Transceiver Station (BTS) telah disyahkan oleh DPRD Kota Banjarmasin dan masuk ke bagian hukum Pemko setempat untuk dimasukan ke lembaran daerah.
Setelah itu, Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Banjarmasin akan segera mensosialisikan ke perusahaan operator telepon selular di kota ini.


"Yaa kita akan segera mensosialisasikan ke perusahaan operator selular di kota ini karena perda retribus BTS sudah disyahkan oleh DPRD Banjarmasin dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu," kata Kepala Dinas Dinas Kominfo Kota Banjarmasin, Drs Hermansyah, Kamis (22//2/18).
Menurutnya, pihaknya sedang menghitung potensi retribusi ratusan BTS yang berdiri di semua penjuru di di kota ini.
"Ada retribusi BTS yang bisa ditagih dan ada BTS yang retribusinya tak bisa ditagih," kata Hermansyah.
Dikatakannnya, saat ini sekitar 200 BTS yang berdiri di wilayah Kota Banjarmasin. Namun dari sebanyak 200 BTS tersebut yang sudah terdeteksi tak punya izin itu sekitar 30 buah. Nah, sebanyk 30 BTS akan dikejar-kejar untuk mengurus izin.
"Kalau perusahaan telekomunikasi itu enggan urus izin, maka akan kita bongkar BTS liar tersebut. BTS ini akan kita bongkar paksa. Rencananya, biaya pembongkaran itu akan dibebankan ke pemilik BTS," katanya.
Untuk retribusi, sambungnya, akan mengacu kepada surat Menteri Keuangan, terkait retribusi BTS. Surat kementrian keuangan itu hanya dibenarkan, Pemko itu menarik berdasarkan tingkat kunjungan ke BTS tersebut.
"Dulu penarikan retribusi BTS itu berdasarkan NJOP sehingga ada hitung-hitungan teknisnya. Nah, sekarang penarikan retribusi itu berdasarkan tingkat kunjungan ke BTS," katanya.
Penarikan retribusi dari BTS ini, sambung Hermansyah, akan menjadi pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemko Banjarmasin. Di ABPD murni, Pemko belum menargetkan jumlah retribusi yang akan dipungut.
"Di anggaran perubahan nanti, kita akan membuat target dari PAD dari retribusi BTS ini," katanya. (ogi).
Dinas Kominfo Hitung Potensi Retribusi BTS, Ternyata Segini Jumlah BTS di Banjarmasin
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Kadis Kominfotik Kota Banjarmasin Hermansyah 
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/02/22/dinas-kominfo-hitung-potensi-retribusi-bts-ternyata-segini-jumlah-bts-di-banjarmasin

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Kamis/22022018/11.06Wita/Bjm 

Apa iya, berkat AHOK maka "212 Mart" Banjarmasin KalSel berdiri ? Dan inilah komentar warganet

Ibnu Sina Resmikan Gerai 212 Mart Pertama di Kalsel

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Walikota banjarmasin H Ibnu Sina meresmikan gerai 212 Mart, Sabtu,(3/2) di Banjarmasin. Gerai ini merupakan yang pertama di Kalimanatan Selatan dan  dibangun atas inisiatif alumni gerakan 212 yang kemudian membentuk koperasi Bauntung Batuah sebagai badan hukum mini market ini.
Menurut Ibnu sina, kehadiran gerai ini dapat menjadi alternatif belanja yang halal  bagi masyarakat banjarmasin.
” Selain mampu mengembangkan ekonomi umat, kehadiran gerai 212 Mart bisa menjadi alternatif belanja yang halal bagi masyarakat ” ujarnya.


Lebih lanjut dirinya berharap gerai ini mampu menampung produk lokal. ” Kita berharap mini market yang ada di banjarmasin dapat menampung produk-produk lokal, minimal 20 persen” ujarnya
Diungkapkanya, khusus untuk gerai 212 pemko Banjarmasin telah memberikan izin sebanyak 10 gerai.
Meski demikian, Ibnu juga mengingatkan untuk tidak menggunakan kantong plastik sebagai pembungkus belanjaan. ” Berdasarkan Perwali nomor 18 tahun 2016 tentang pelarangan kantong plastik, maka diingatkan untuk pembungkus belanjaan harus menggunakan bahan ramah lingkungan” katanya
Sementara itu, pengelola 212 mart Bauntung Batuan H M Ismail Iberahim mengatakan gerai Banjarmasin ini merupakan cabang ke 81 dari seluruh gerai yang ada di Indonesia.
Dirinya optimis, usaha bermasa ini mampu berkembang dan dapat bersaing dengan yang lain karena selain membidik pasar yang sudah, Gerai ini juga akan melayani semua anggota koperasi Bauntung Batuah.
“ Pelanggan kita yang pasti adalah para anggota koperasi, kita akan memenuhi kebutuhan mereka setiap bulan dengan demikian kita yakin gerai ini dapat berkemang dan mampu bersaing dengan yang lain” beberanya seraya menambahkan disamping keikutsertaan masyarakat mendukung ekonomi ummmat.
Pada kesempatan ini Ismail  juga meminta dukungan semua alumni 212 yang ada di Kalsel agar gerai ini berkembanh dan maju.
” Kita mengundang semua alumni 212 di Banua untuk ikut serta mengembangkan ekonomi ummat dan turut membuka gerai- gerai berikutnya ” ujar pemilik rapi sari galery ini.
Selain dihadiri walikota Banjarmasin, pembukaan gerai 212 Mart ini juga dihadiri oleh ketua MUI Kalsel KH Husin Nafarin dan Eka Rusmiyati Ketua Koperasi Syariah 212 Jakarta.
Dan bagi masyarakat yang ini berbelanja produk halal dan tayib dapat mengunjungi 212 mart di jalan pangeran antasari nomor 9Aa Banjarmasin, dari jam 07:00 sampai dengan 22:00 wita.
Reporter : Edy Dharmawan
Editor : Didin Ariyadi
Foto : Edy Dharmawan
Ibnu Sina Resmikan Gerai 212 Mart Pertama di Kalsel
Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina saat berkeliling gerai 212 Mart
Sumber  Berita : https://wartaniaga.com/ibnu-sina-resmikan-gerai-212-mart-pertama-di-kalsel.html

La Nyalla VS Prabowo, dan Kegaduhan Para Pentolan Alumni 212

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Perseteruan La Nyalla dan Prabowo semakin memanas, ditambah lagi perseteruan para pentolan 212, Ketua FUI Muhammad Al Khaththat dan Ketua Umum Garda 212, Ansufri Idrus Sambo yang tidak satu suara dalam masalah kegaduhan ini.
Baca: Bawaslu Jatim Akan Panggil La Nyalla dan Prabowo Minta Klarifikasi Uang 40 Milyar

Sambo, La Nyalla merupakan satu di antara penggerak aksi 212

Pengakuan blak-blakan yang disampaikan oleh La Nyalla Mahmud Mattalitti mengenai permintaan uang saksi Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait Pilkada Jatim 2018, mendapat respon dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Lembaga tersebut berencana memanggil Prabowo setelah terlebih dulu meminta keterangan kepada La Nyalla.
Dalam jumpa pers, Kamis (11/1/2018), La Nyalla mengungkapkan pernah dipanggil Prabowo dan diminta untuk menyetorkan uang saksi Rp 40 miliar. Padahal surat rekomendasi sebagai calon Gubernur Jatim dari Partai Gerindra belum ada. La Nyalla juga mengatakan dimintai uang Rp 150 miliar hingga Rp 170 miliar oleh oknum Partai Gerindra agar mendapat dukungan sebagai calon Gubernur Jatim 2018.
Meski belum mengeluarkan uang yang diminta, La Nyalla mengaku telah menyerahkan uang sekitar Rp 5 miliar kepada oknum pengurus Gerindra.
Baca: Bendera Ormas Terlarang HTI Berkibar di Reuni 212
Bawaslu Jawa Timur telah melayangkan surat pemanggilan klarifikasi terhadap La Nyalla. “Kita lihat dulu kalau yang bersangkutan tidak ada bukti, bagaimana harus panggil Pak Prabowo. Kan malu juga panggil Pak Prabowo,” kata Komisioner Bawaslu, Rahmat Bagja, ketika ditemui di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (13/1/2018).
Perkembangan klarifikasi dari La Nyalla akan menentukan sikap Bawaslu Jawa Timur apakah memanggil Prabowo atau tidak. Rahmat sendiri menilai ada ketidakkonsistenan dari La Nyalla terkait mahar politik tersebut. “Makanya kami klarifikasi apakah benar terjadi mahar politik karena berapa kali ada statement (pernyataan) tapi kemudian berubah. Jangan sampai ini main-main lah kalau soal itu. Kalau mau serius ya buktikan kalau ada mahar politik,” kata Rahmat.
Rahmat mengingatkan La Nyalla harus memberikan pernyataan konsisten terkait uang Rp 40 miliar tersebut.
Baca: Denny Siregar: Kudeta Gagal HTI Hancurkan NKRI
Untuk menindaklanjuti, kata Rahmat, La Nyalla harus bisa membuktikannya. Rahmat melihat ada kesulitan dalam kasus itu karena La Nyalla bukan calon kepala daerah. Seandainya La Nyalla merupakan calon yang didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), dia bisa terkena diskualifikasi, sedang partai politik pengusungnya tidak boleh mengikuti pilkada jika benar menerapkan mahar politik.
“Jangan sampai ini kabar burung yang diembuskan,” ujar Rahmat.
La Nyalla pernah mendapatkan surat mandat dari Prabowo Subianto, pada 11 Desember 2017.
Surat mandat mencari mitra koalisi untuk memenuhi syarat pendaftaran pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur itu hanya berlaku 10 hari dan berakhir pada 20 Desember 2017. Selain ditugaskan mencari mitra koalisi, La Nyalla juga diminta menyiapkan kelengkapan pemenangan.
Berdasarkan keterangan La Nyalla, kelengkapan pemenangan itu di antaranya uang Rp 40 miliar. “Saya dimintai uang Rp 40 miliar. Uang saksi disuruh serahkan pada 20 Desember 2017, kalau tidak bisa saya tidak akan direkomendasi,” ujar La Nyalla. Dalam pernyataannya La Nyalla melibatkan alumni gerakan 212.
Baca: Pakar Teologi: Tahun Politik, Politisasi Agama Sangat Menkhawatirkan
Ia menyatakan sebanyak lima orang kandidat kepala daerah yang diajukan alumni 212, termasuk dirinya, ditolak oleh Partai Gerindra. Oleh karena itu Nyalla mengajak alumnis 212 tak mendukung partai tersebut.
Menurut Ketuai FUI Muhammad Al Khattath, “Nah tentunya saya nggak tahu mungkin apa ada mispersepsi dari ketiga partai bahwa seolah-olah kami mendukung dengan memberikan cek kosong. Nah ini yang mungkin pemahaman mereka seperti itu, padahal kita mendukung munculnya Gubernur Anies-Sandi itu adalah dengan semangat 212, semangat Al Maidah 51. Oleh karena itu, kita berharap hal itu terjadi di temapt-tempat yang lain,”.
Namun beda lagi dengan pendapat Ketua Umum Garda 212, Ansufri Udrus Sambo, menyatakan para alumni 212 merasa keberatan pada pernyataan La Nyalla. “Kami sebagai alumni 212, saya sebagai deklarator alumni 212, merasa keberatan atas pernyataan Pak La Nyalla yang mengikutsertakan alumni 212 atas kegagalan beliau menjadi calon gubenur dari,” ujar Sambo, di kawasan Kemang, Jakarta, Sabtu.
Ia juga minta La Nyalla tidak membawa-bawa nama para alumni aksi 212 dalam perseteruannya dengan Prabowo. “Kami menyatakan itu adalah urusan beliau dengan Pak Prabowo, tidak ada kaitan dengan alumni 212,” tegas Sambo. Menurutnya, meskipun La Nyalla merupakan satu di antara penggerak aksi 212, ia tidak ingin para alumni gerakan tersebut dikaitkan dengan Pilkada Jawa Timur. “Walaupun beliau (La Nyalla) alumni 212, tapi tidak bisa mengatasnamakan alumni 212 terkait pencalonan sebagai Gubernur Jawa Timur,” kata Sambo. (SFA)
Sumber Berita : http://www.salafynews.com/la-nyalla-vs-prabowo-dan-kegaduhan-para-pentolan-alumni-212.html

Insyallah, 212 Mart Banjarmasin!

Ghirah untuk berjihad ekonomi sudah sampai Kalimantan Selatan. Umat Muslim di sana sudah berencana mendirikan 212 Mart.
Muhammad Ismail Ibrahim, berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sengaja datang ke Sentul, Bogor untuk merintis pendirian 211Mart di kotanya, Banjarmasin.
“Alhamdulillah pada saat ini kami di Banjarmasin sudah mulai tumbuh komitmen untuk bersatu membentuk komunitas – komunitas yang nanti akan menjadi cikal bakal berdirinya Koperasi 212”, kata Ismail kepada Koperasi Syariah 212, Kamis (12/10) di Kantor Pusat Koperasi Syariah 212, Mal Bellanova, Sentul City, Bogor.
Sama dengan harapan Pengurus Koperasi Syariah 212, Ismail juga menginginkan umat Muslim Banjarmasin umumnya, terkhusus anggota komunitasnya untuk berbelanja di 212 Mart. Ia menyebutnya sebagai toko yang bersyariah Islam.
Dengan berbelanja di toko yang bersyariah Islam, keuntungan akan menjadi milik umat Islam yang mendirikannya. Juga, yang tak kalah penting, keuntungan dibagikan ke fakir miskin, panti asuhan, dan kaum dhuafa.

Ghirah yang mulai tumbuh di Banjarmasin diharapkannya dapat menular ke kota dan kabupaten di Kalimantan Selatan.
Tak kurang dari 250 orang di Banjarmasin yang sudah berkomitmen untuk menjadi investor 212 Mart yang akan menjadi yang pertama di Kalimantan. Nah, Ismail ke kantor Koperasi Syariah 212 untuk menyerahkan dokumen pendaftaran anggota komunitasnya. “Ya saya juga ingin menggali ilmu bagaimana Koperasi 212 bisa terwujud dengan cepat. Karena antusias kawan-kawan di daerah ingin sekali cepat untuk terlaksana dan terwujudnya koperasi ini”, kata Ismail menjelaskan.
“Datanya lengkap dan rapih menyusunnya, sangat membantu kami”, kata Dini, kepala Customer Service Koperasi Syariah 212 tentang Ismail.

Yang dimaksud Dini adalah dokumen pendaftaran kolektif dari Koperasi Syariah 212 yang ditangani oleh Ismail. Memag, pendaftaran anggota Koperasi Syariah 212 juga bisa dilakukan secara kolektif dan offline. Namun, ada kondisi khusus pendaftaran kolektif anggota Koperasi Syariah 212 ini dilakukan.
Nah, Ismail yang pengusaha ini pun mengimbau kepada umat Muslim khususnya yang berada di Banjarmasin, “Marilah kita bersatu untuk menghidupkan ekonomi umat di Banjarmasin. Marilah kita bersama sama berbelanja karena itu adalah minimarket punya kita dan untuk kita. InsyaAllah dengan bersatu kita menghidupkan, dengan banyaknya tumbuh minimarket di berbagai tempat juga akan memperat tali silahturahmi kita” kata Ismail menegaskan.

Sumber Berita : http://koperasisyariah212.co.id/insyallah-212-mart-banjarmasin/

Omzet 212Mart Banjarmasin Capai Rp 40 Juta saat GO

Dari pesan singkat yang diterima Koperasi Syariah 212, Grand Opening 212Mart Banjarmasin membukukan omzet di hari pertama mencapai Rp 40 juta.
Berikut ini kutipan dari pesan tersebut:
Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah SWT, seluruh rangkaian acara Grand Opening kemarin dan sampai dengan hari ini berjalan dengan sukses dan lancar. Banyak kritik dan saran, itu wajar dan perlu buat kami selaku pengurus Koperasi Syariah Bauntung Batuah dan Manajemen 212 Mart, seluruh kritik, saran, dan masukannya akan segera kita follow-up secara bertahap.
Kita berdo’a semoga mini market 212 MART kita ini memberi keberkahan dan manfaat buat kaum Muslimin dan Muslimat, tidak lupa jargon kita AMANAH, BERJAMAAH, IZZAH ini selalu dipelihara oleh Allah SWT khususnya seluruh anggota Koperasi Syariah Bauntung Batuah dan kaum Muslimin dan Muslimat pada umumnya.

Dan tak lupa Kami laporkan total omset kita di hari pertama berjumlah Rp 44.257.459,00 dan di hari kedua tanggal 4 Februari 2018 berjumlah Rp 30.269.190,00.
Semoga 212 Mart terus menunjukan tren Positif setiap harinya, Aamiin.
Jangan Lupa Ajak Keluarga, Sahabat, Tetangga, dan Jamaah Mesjid disekitar kita untuk bersama-sama bergabung mewujudkan Kebangkitan Ekonomi Ummat di Banua Tercinta salah satunya ikut serta menjadi Anggota Koperasi Syariah Bauntung Batuah Banjarmasin.







Sumber Berita :  http://koperasisyariah212.co.id/omzet-212mart-banjarmasin-capai-rp-40-juta-saat-go/

Komentar di Kaskus tentang keberadaan 212 Mart :

Bagaimana hukum di Indonesia mengatur tentang perebutan pasar/pangsa pasar dengan ajakan pemboikotan atau ajakan yang menjurus SARA berbicara?
Ada baiknya kita melihat dulu tugas dan wewenang badan negara yang berwenang didalam persaingan usaha di Indonesia.. dari point2 yg dibawah ini silahkan agan2 menilai sendiri bagaimana sih kira2 sih M212M ini.. emoticon-Big Grin ( http://www.kppu.go.id/id/tentang-kppu/tugas-dan-wewenang/ )

Tugas dan Wewenang

Undang-undang No 5 Tahun 1999 menjelaskan bahwa tugas dan wewenang Komisi Pengawas Persaingan Usaha adalah sebagai berikut:

Tugas
  1. melakukan penilaian terhadap perjanjian yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 4 sampai dengan Pasal 16;
  2. melakukan penilaian terhadap kegiatan usaha dan atau tindakan pelaku usaha yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 17 sampai dengan Pasal 24;
  3. melakukan penilaian terhadap ada atau tidak adanya penyalahgunaan posisi dominan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 25 sampai dengan Pasal 28;
  4. mengambil tindakan sesuai dengan wewenang Komisi sebagaimana diatur dalam Pasal 36;
  5. memberikan saran dan pertimbangan terhadap kebijakan Pemerintah yang berkaitan dengan praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
  6. menyusun pedoman dan atau publikasi yang berkaitan dengan Undang-undang ini;
  7. memberikan laporan secara berkala atas hasil kerja Komisi kepada Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat.
Wewenang
  1. menerima laporan dari masyarakat dan atau dari pelaku usaha tentang dugaan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
  2. melakukan penelitian tentang dugaan adanya kegiatan usaha dan atau tindakan pelaku usaha yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
  3. melakukan penyelidikan dan atau pemeriksaan terhadap kasus dugaan praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat yang dilaporkan oleh masyarakat atau oleh pelaku usaha atau yang ditemukan oleh Komisi sebagai hasil penelitiannya;
  4. menyimpulkan hasil penyelidikan dan atau pemeriksaan tentang ada atau tidak adanya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
  5. memanggil pelaku usaha yang diduga telah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan undang-undang ini;
  6. memanggil dan menghadirkan saksi, saksi ahli, dan setiap orang yang dianggap mengetahuipelanggaran terhadap ketentuan undang-undang ini;
  7. meminta bantuan penyidik untuk menghadirkan pelaku usaha, saksi, saksi ahli, atau setiap orang sebagaimana dimaksud huruf e dan huruf f, yang tidak bersedia memenuhi panggilan Komisi;
  8. meminta keterangan dari instansi Pemerintah dalam kaitannya dengan penyelidikan dan atau pemeriksaan terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan undang-undang ini;
  9. mendapatkan, meneliti, dan atau menilai surat, dokumen, atau alat bukti lain guna penyelidikan dan atau pemeriksaan;
  10. memutuskan dan menetapkan ada atau tidak adanya kerugian di pihak pelaku usaha lain atau masyarakat;
  11. memberitahukan putusan Komisi kepada pelaku usaha yang diduga melakukan praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
  12. menjatuhkan sanksi berupa tindakan administratif kepada pelaku usaha yang melanggar ketentuan Undang-undang ini.








https://www.kaskus.co.id/thread/58574d44d89b0944708b456a/berminat-gabung-toko-m212m-hubungi-kontak-nama-dan-nomor-yang-tertera/3

Link terkait 212
* http://www.salafynews.com/tag/212 
* https://www.google.com/search?q=212+di+arrahmahnews&ie=utf-8&oe=utf-8&client=firefox-b-ab

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Selasa/06022018/15.19Wita/Bjm

Kehabisan Anggaran, Pemko Banjarmasin Menunggak Bayar PJU (Penerangan Jalan Umum) sejak bulan Oktober 2017 ke PLN

MARASNYA AE..!! Pemko Banjarmasin Menunggak Bayar PJU ke PLN
PROKAL.CO, BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin kembali menunggak pembayaran PJU (Penerangan Jalan Umum) sejak bulan Oktober lalu. Kali ini bukan karena terjadi selisih penghitungan jumlah PJU liar dengan PJU resmi. Namun, karena minimnya anggaran.
Sejak beberapa Satuan Organisasi Perangkat Daerah digabung menjadi satu SOPD, anggaran Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (PUPR) ikut tercekak. Alhasil, Dinas PUPR kehabisan anggaran untuk membayar ke PLN.
Solusinya, pemko membayarkan tunggakan ini pada tahun 2018 mendatang.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin, Gusti Ridwan Sofyani mengatakan APBD tahun depan untuk pembayaran PJU hanya Rp 15 miliar saja. Anggaran tersebut termasuk pembayaran utang tiga bulan tunggakan pada tahun ini kepada PLN.
Pihaknya semula menganggarkan sebesar Rp 25 miliar untuk pembayaran PJU. Namun, karena terbatasnya anggaran sehingga pada saat pengetukan APBD 2018, anggarannya dipangkas menjadi Rp 15 miliar.
Setiap bulannya, Pemko Banjarmasin harus merogoh kocek sampai Rp 1 miliar untuk membayar tagihan listrik PJU tanpa kWh meter. Tagihan ini masih tinggi jika dilihat dari pembayaran kWh tanpa meter tersebut pada tahun lalu Rp 1,3 miliar. Apalagi, program meterisasi terus dilakukan oleh Pemko Banjarmasin.
Tanpa meterisasi, tagihan listriknya sulit ditaksir. Pada 2015 lalu, Pemko dan PLN sempat bersitegang tentang nominal tagihan tersebut. Masing-masing punya taksiran sendiri. Sampai-sampai Kejaksaan Negeri turun tangan untuk menengahi. Terakhir kali, pemko membayarkan tunggakan P33 sebesar Rp 26 miliar ke PLN. Benar saja, setelah dihitung ulang, PLN harus mengembalikan Rp2 miliar karena ada selisih perhitungan.
PJU liar punya nama kode P33. Sementara PJU dengan kWh meter terpasang dinamai P31. Tahun ini, setiap bulannya, pemko harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk pembayaran PJU.
Dari 8 ribu titik PJU liar di Banjarmasin, 70 persen sudah dimeterisasi. Namun, untuk menyelesaikan P33 menjadi P31 memerlukan anggaran yang tidak sedikit. “Puluhan miliar untuk menyelesaikan semua itu. Setiap tahun selalu kami anggarkan untuk meterisasi,” bebernya.
Di wilayah Kecamatan Banjarmasin Tengah, hampir semua PJU-nya sudah dipasangi kWh meter. Kebanyakan P33 berada di kawasan pinggiran Banjarmasin. “Timur, Barat, Utara dan Selatan. Merata saja jumlahnya,” katanya.(eka/at/dye)

PJU (Penerangan Jalan Umum) Foto: Syarafuddin/Radar Banjarmasin.
Sumber Berita : http://kalsel.prokal.co/read/news/12979-marasnya-ae-pemko-banjarmasin-menunggak-bayar-pju-ke-pln.html

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Sabtu/30122017/13.59Wita/Bjm 

Game Online Mobile Legend hadirkan Hero "Gatot Kaca" versi Indonesia

MOBILE LEGENDS: Menilik Sejarah Terciptanya Karakter GatotKaca di Game yang Sedang Hits!

JAKARTA – Karakter baru dari seri pahlawan (hero) di game terlaris ‘Mobile Legends’ yakni GatotKaca resmi meluncur. Karakter hero ini diciptakan sebagai apresiasi terhadap budaya Indonesia, tak luput mereka juga sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia pada dunia.
Moonton memang selama ini selalu mengambil tokoh-tokoh pahlawan dari seluruh dunia untuk dijadikan desain karakter di ‘Mobile Legends’. Hingga kini, mereka sudah membuat beberapa karakter berdasarkan pahlawan dari beberapa negara di Asia.


Dimulai dari Yun Zhao yang di adaptasi darfi Zhao Yun (Samkok), Yi Sun Shin dari Korea Selatan, hingga Lapu Lapu dari Filipina. Kali ini giliran pahlawan Indonesia yang akan menjadi karakter terbaru dari game tersebut. 
‘Mobile Legends’ memang sangat populer di Indonesia saat ini. Tak ayal pengembang juga memerhatikan Indonesia dengan memberikan hadiah yakni pahlawan dari Indonesia di game ini. Sebelumnya, saat Lapu-Lapu terpilih menjadi karakter baru, beberapa gamer di Indonesia sempat mengajukan saran untuk merilis hero yang berdasarkan legenda atau mitos di Indonesia.
Sebenarnya, banyak desain pahlawan dari Indonesia yang disarankan, tetapi hanya satu karakter yang tampaknya menarik minat Moonton yaitu GatotKaca. Karakter ini sendiri berasal dari pewayangan di Indonesia, ia merupakan anak Bima atau Werkudara, salah satu dari Pendawa Lima. Karakter ini sendiri buka asli dari Indonesia, tetapi dari India yang bernama Gatot katcha.
Namun, kisah perjalanan dari GatotKaca dari seri Mahabarata dan pewayangan Jawa sangat berbeda. Jika di kisah sebenarnya ia berwujud raksasa, maka kisah pewayangan Jawa, GatotKaca merupakan seorang anak sakti yang memiliki badan sekuat besi sejak lahir, bahkan tali pusarnya pun tak bisa dipotong dengan senjata biasa.
Menelusur karakter GatotKaca lebih dalam, ia dijuluki Tetuka karena meiliki tubuh tebal yang semakin dihajar justru semaki kuat. Ia pun pernah ditenggelamkan dalam kawah Candradimuka, tak hanya itu ia juga ditembak oleh para dewa. Namun, yang mengagetkan dirinya dan senjata itu pun melebur menjadi satu, membentuk tubuh yang jauh lebih kuat. Lalu, ia pun dihadiahi beberapa pusaka sakti yang membuatnya bisa terbang.
GatotKaca dulunya dijuluki ‘Otot kawat, Balung wesi’ yang artinya memiliki otot sekuat kawat dan tulang sekeras besi. Dilihat dari julukannya tersebut, Moonton dapat menjadikan GatotKaca sebagai karakter hero Tanker. Namun karena memiliki kemampuan yang sakti, ia juga dapat menjadi Fighter. Diklaim, GatotKaca juga bisa menjadi dua karakter sekaligus yakni seperti Balmond dan Hilda.
Kini sosok kesatria itu diperkuat dengan berbagai peralatan sakti yang tak kalah kuatnya dibanding hero Mobile Legends lainnya. Salah satu perlengkapannya adalah baju zirah Antakusuma yang bisa memberikan kekuatan super. Senjata utamanya adalah pelindung tangan besi kembar Brajamusti dan Brajadenta.
Desain karakternya sendiri yang digunakan adalah wujud GatotKaca karya Is Yuniarto. Salah satu keunggulan dari GatotKaca yang paling umum dan juga terlihat di komik Garudayana adalah kemampuan untuk terbang ke angkasa. Sebagai pemburu ashura (butho atau raksasa), salah satu cara yang paling ampuh untuk menghantam mereka adalah dengan kemampuan terbang. Ia bisa dengan bebas memukul musuh-musuhnya secara telak di wajah karena kemampuannya terbangnya.
https: img.okeinfo.net content 2017 07 26 326 1744406 mobile-legends-menilik-sejarah-terciptanya-karakter-gatotkaca-di-game-yang-sedang-hits-Z8usRmRSDx.jpg Foto : Dok. Mobile Legends
Sumber Berita : https://techno.okezone.com/read/2017/07/26/326/1744406/mobile-legends-menilik-sejarah-terciptanya-karakter-gatotkaca-di-game-yang-sedang-hits

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Senin/27112017/15.00Wita/Bjm 

“Gajah di pelupuk mata tak tampak, Semut di seberang lautan tampak” : Inilah pepatah yang tepat untuk Bos Facebook

Kisah Miris Pegawai Facebook Ini Ternyata Tak Sesuai dengan Pencitraan Mark Zuckerberg

BANJARMASINPOST.CO.ID - CEO Facebook, Mark Zuckerberg, menantang dirinya sendiri untuk keliling Amerika Serikat hingga akhir 2017. Ia sesumbar ingin “belajar tentang harapan dan tantangan hidup orang-orang”.
Sejauh ini terlihat pada foto-foto di akunnya di Facebook, Mark Zuckerberg telah bertandang ke sebuah lahan pertanian dan mengemudikan traktor, mengobrol dengan pecandu heroin yang sedang rehabilitasi, dan berbicara soal ketimpangan sosial.
Namun, pepatah yang berbunyi “gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak” agaknya relevan dengan Mark Zuckerberg. Setidaknya begitu menurut Victor dan Nicole, yakni pasangan suami istri yang bekerja di salah satu kafetaria di kantor pusat Facebook, Menlo Park, California, AS.
Ads by AdAsia
Learn More
“Apakah dia (Mark Zuckerberg) akan ke sini?” Nicole bertanya, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Selasa (25/7/2017), dari TheGuardian.
Hanya beberapa mil dari rumah Mark Zuckerberg atau beberapa blok dari kantor pusat Facebook, Victor dan Nicole tinggal bersama tiga anak mereka di sebuah garasi yang hanya cukup untuk dua mobil.
“Dia (Mark Zuckerberg) tak perlu keliling dunia. Seharusnya dia belajar tentang apa yang terjadi di kota ini,” Nicole menuturkan.
Keluarga kecil Victor dan Nicole sudah tiga tahun terakhir menempati garasi mobil. Ada tiga kasur terletak di sisi belakang, satu untuk Victor dan Nicola dan dua lainnya adalah kasur bertingkat untuk ketiga anak mereka.


Tak ada sekat pemisah untuk membedakan fungsi ruang. Sofa dan coffee table seakan menjadi pembatas antara ruang tidur dengan ruang tengah keluarga.
Baju-baju ada yang tersimpan rapi di lemari kecil, ada pula yang digantung di sekat-sekat pintu garasi. Jika mau masak di dapur atau menggunakan kamar mandi, Victor sekeluarga harus meminjam di tetangga.
“Ini tak mudah. Apalagi ketika hujan,” kata Victor.
“Anak perempuan kami terus bertanya kapan dia dapat kamar sendiri dan kami tak tahu harus jawab apa,” Nicole menambahkan.
Gaji tinggi, tuntutan hidup lebih tinggi
Bekerja di Facebook merupakan sesuatu yang bergengsi dan barangkali bikin orang-orang iri. Jika dibandingkan dengan tempat lain, pendapatan Nicole dan Victor sebagai pegawai kafetaria sebenarnya cukup tinggi.
Nicole meraup 19,85 dollar AS (Rp 264.000-an) per jam sebagai kepala shift. Sementara Victor mendapat 17,85 dollar AS (Rp 238.000-an) per jam sebagai pegawai kafetaria biasa.
Angka itu sedikit lebih tinggi ketimbang standar upah minimum untuk pegawai kontraktor sebesar 15 dollar AS atau senilai Rp 200.000.
Perlu dicatat, pegawai di kafetaria Facebook disebut sebagai pegawai kontraktor. Pasalnya, mereka tak langsung bekerja di bawah naungan Facebook melainkan untuk pihak ketiga yang bermitra dengan Facebook.
Dalam kasus Nicole dan Victor, mereka bekerja untuk perusahaan bernama Flagship Facility Service. Terlepas dari itu dan tingginya gaji Nicole dan Victor dari standar upah minimum, mereka toh tetap tak mampu hidup layak.
Pasalnya, Menlo Park adalah area “mahal” di mana standar hidup orang-orangnya sangat tinggi. Ketimpangan antara gaji Nicole dan Victore dengan engineer software Facebook lebih dari empat kali lipat.
Standar hidup di Facebook pun tak manusiawi bagi para pegawai kontraktor. Untuk membayar iuran asuransi kesehatan pegawai, Nicole dan Victor bahkan tak mampu.
Tak usah sampai ke situ, Nicole dan Victor pun kesulitan membeli makanan sehari-hari dan baju untuk anak-anak mereka. Seringkali Victor meminjam duit ibunya untuk membelikan kado ulang tahun anaknya. Semua serba mahal di area industri teknologi.
Diperlakukan tak sama, dipandang sebelah mata
Bagi orang-orang luar, Nicole dan Victor bisa dibilang keren karena bekerja di Facebook sekalipun di kafetarianya. Meski demikian, Nicole merasa terkucilkan dan dianggap tak setara dengan pegawai Facebook lainnya.
“Mereka (para pegawai Facebook) melihat kami lebih rendah,” kata dia.
“We don’t live the dream. The techies are living the dream. It’s for them,” ia menambahkan.
Setiap hari Nicole melihat banyak makanan-makanan sisa yang tak dihabiskan dan dibuang begitu saja oleh para pegawai Facebook. Ada juga makanan utuh yang memang tak terbeli.
Ia sangat ingin membawa makanan-makanan itu pulang, tapi aturan perusahaan tak memperbolehkan pegawai membawa pulang makanan sisa tersebut.
Beberapa fasilitas Facebook untuk pegawai seperti akses kesehatan, gym, dan hari “membawa anak bekerja” tak berlaku bagi pegawai kafetaria. Menurut juru bicara Facebook, itu sudah menjadi kebijakan perusahaan.
“Kami komitmen menyediakan lingkungan kerja yang aman dan adil bagi semua pekerja Facebook, termasuk kontraktor,” hanya itu yang bisa dikatakan juru bicara Facebook.
Kisah Miris Pegawai Facebook Ini Ternyata Tak Sesuai dengan Pencitraan Mark Zuckerberg
The Guardian
Pegawai kafetaria Facebook yang tinggal di garasi mobil dengan istri dan ketiga anak. 
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/07/26/kisah-miris-pegawai-facebook-ini-ternyata-tak-sesuai-dengan-pencitraan-mark-zuckerberg?page=all

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Rabu/26072017/10.05Wita/Bjm 

Mantap ! Lindungi Petani, Satgassus Beras dibentuk Polda KalSel

Satgassus Beras, Upaya Lindungi Petani

Banjarmasin, KP – Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Beras yang dibentuk Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan bersama dengan dinas terkait lainnya di daerah ini, beberapa waktu lalu merupakan upaya untuk menjaga dan melindungi para petani.
Pembentukkan Satgassus Beras dilatarbelakangi kondisi kesejahteraan petani masih jauh dari harapan. Salah satu penyebabnya mereka tidak langsung sebagai penjual melainkan melalui mata rantai tengkulak atau distributor. Padahal mereka sudah bersusah-payah bercocok tanam, tapi justru distributor atau tengkulak yang lebih untung.
Namun sekarang petani tak perlu khawatir lagi, karena kepolisian bakal mengawal, karena ini juga merupakan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
Ahmad Suhaimi, petani di kawasan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, menyambut baik dan berharap banyak dibentuknya Satgassus Beras tersebut.
“Mudah-mudahan, dengan adanya Satgassus Beras ini, nasib para petani bisa lebih baik dan lebih sejahtera, tidak seperti sekarang ini yang begitu-begitu saja,” ujar amang Suhaimi panggilan akrabnya dalam perbincangan dengan {[KP]} di Anjir Muara, Senin (24/7).


Amang Suhaimi mengakui, dia memiliki lahan 20 borongan, yang sebagian besar hasil tanaman sawahnya dipakai untuk keperluan sehari-hari dan biaya operasional menanam kembali, termasuk upah untuk para tetangga yang membantu saat panen. “Kalau ada kelebihannya saya jual atau disimpan,” ujarnya.
Dia mengakui menjelang musim panen, banyak pembeli atau tengkulak yang mendatangi para petani untuk menawar dan membeli padi yang akan dipanen, dengan harga yang disepakati.
Sebelumnya Waka Polda Kalsel Kombes Pol Nasri mengatakan, upaya pembentukkan Satgassus beras, agar petani bisa mendapatkan harga jual yang tidak jauh berbeda dengan distributor, tengkulak, agen dan pengecer, jadi perekonomian petani juga bisa meningkat.
Nasri yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Kriminal Khusus Polda Kalsel ini mengatakan dibentuknya Satgassus beras ini juga adalah untuk mengawal kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Kalsel.
Bercermin selama bulan Ramadan lalu kepolisian dan pemerintah provinsi terbukti sudah berhasil. “Keberhasilan ini ditandai dengan diberikannya penghargaan kedua dari Kementerian RI karena telah berhasil mengawal kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan selama Ramadan,” ujarnya.
Secara nasional gerakan pengamanan stok kebutuhan pokok, khususnya pangan di Provinsi Kalimantan Selatan selama ramadhan dan Idul Fitri oleh Tim Satuan Tugas Pangan mendapatkan penghargaan terbaik kedua secara nasional, setelah Provinsi Jambi yang menempati terbaik pertama.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan Harymurthy Gunawan didampingi Kepala Dinas Perdagangan provinsi ini, Birhasani beberapa waktu lalu juga mengakui, upaya pengamanan melalui tindakan pengawasan yang dilakukan secara terus menerus oleh tim, diantara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Polda, dan pihak terkait lainnya mampu menekan kenaikan harga pangan dan menjaga ketersediaan stok yang selalu terjadi saat Ramadhan dan menjelang Lebaran Idul Fitri.
Foto Ilustrasi. (google)
Sumber Berita : http://www.kalimantanpost.com/satgassus-beras-upaya-lindungi-petani/

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Selasa/25072017/10.43Wita/Bjm 

Ternyata inilah sebab "Uyah Larang" (Garam Mahal)

Stok dan Pasokan Garam Menipis, Harga Naik 6 Kali Lipat

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah merek garam konsumsi menghilang dari pasaran sejak beberapa pekan terakhir.
Tidak adanya stok komoditas yang hampir wajib ada di setiap masakan tersebut disebabkan suplai bahan baku garam konsumsi yang masih terbatas.
Direktur Produksi PT Garam Budi Sasongko mengatakan, kelangkaan garam di pasar konsumsi itu tidak terlepas dari produksi bahan baku garam. Hingga pekan ketiga Juli, produksi garam masih sedikit.
’’Di kami, produksi garam selama satu pekan hanya sekitar sepuluh ton,’’ katanya, Selasa (18/7).
Padahal, dalam kondisi ideal, produksinya bisa mencapai 20–30 ribu ton tiap pekan.
Perhitungannya, dalam setahun, konsentrasi panen garam berlangsung selama 3–4 bulan.
Nah, dalam masa panen tersebut, pada kondisi normal PT Garam bisa menghasilkan 350 ribu ton.
’’Sementara sekarang, di beberapa sentra produksi masih hujan sehingga kristalisasi belum merata,’’ ungkapnya. 

PT Garam mengelola 5.000 hektare lahan garam yang tersebar di Madura.
Akibat produktivitas yang masih rendah tersebut, harga bahan baku garam melonjak.
Dulu harganya sekitar Rp 500–600 per kg, kini naik hampir enam kali lipat. Yakni, menembus Rp 3.000 per kg.
Sedangkan harga garam konsumsi juga melonjak dari sekitar Rp 3.800 tahun lalu menjadi tembus Rp 5.000 per kg.
’’Meski harga tinggi, stok juga tidak ada,’’ tambah Budi.
PT Garam merupakan produsen penyuplai bahan baku garam untuk industri pengolahan.
Meski memiliki pabrik pengolahan sendiri, kapasitasnya masih terbatas.
Sesuai perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi iklim pada Juli masih cenderung basah. 
Dengan demikian, produksi garam belum bisa maksimal pada bulan ini.
’’Harapan kami, Agustus-September iklim sudah mendukung sehingga produksi bisa normal lagi,’’ jelas dia.
Secara terpisah, Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) M. Hasan menambahkan, kondisi cuaca dan harga seperti sekarang membuat petani memanen garam lebih cepat.
’’Selain faktor iklim, mereka kejar harga tinggi,’’ tutur Hasan.
Dengan demikian, jika biasanya panen garam berlangsung tiap sepuluh hari sekali, kini dalam beberapa hari saja garam sudah dipanen.
Hal itu berlangsung hampir di 12 kota/kabupaten sentra penghasil garam di Jatim. ’’Tingginya harga juga tidak terlepas dari suplai dan permintaan pasar,’’ lanjutnya.
Mestinya, ketika stok bahan baku garam melimpah, harga akan perlahan turun.
Meski bahan baku garam menipis, pihaknya meminta tidak ada impor garam untuk bahan baku garam konsumsi. 
Sebab, Juli ini sudah memasuki musim panen. Puncak panen diperkirakan berlangsung pada September.
’’Kami optimistis dengan penerapan geoisolator di seluruh sentra garam, produksi garam tahun ini meningkat,’’ paparnya.
Produksi garam nasional pada 2017 diproyeksikan sebesar 2,5 juta ton. Sementara itu, kontribusi Jatim diperkirakan satu juta ton.
Stok dan Pasokan Garam Menipis, Harga Naik 6 Kali Lipat - JPNN.COM Tambak Garam. Foto: dok jpnn
Sumber Berita : http://www.jpnn.com/news/stok-dan-pasokan-garam-menipis-harga-naik-6-kali-lipat?page=4

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Sabtu/22072017/12.25Wita/Bjm