Ada Lima Blok Pasar, Sejak Sadjoko hingga Yudhi Wahyuni Tak Terurai
BENANG kusut beragamnya status kepemilikan di Pasar Ujung
Murung dan Pasar Sudimampir Baru, agaknya lambat terurai. Ketua
Persatuan Pedagang Pasar Besar Ujung Murung H Raihan menyebut status
kepemilikan lahan, kios dan toko sangat beragam di bangunan lawas di
Jalan Ujung Murung Banjarmasin.
PERTEMUAN dengan Walikota Ibnu Sina, Wakil Walikota
Hermansyah, Kepala Dinas Kominfotik Banjarmasin Hermansyah serta Kepala
Disperindag Khairil Anwar di Balai Kota, Selasa (18/12/2018), perwakilan
para pedagang di Pasar Ujung Murung dan Sudimampir Baru dikumpulkan. BACA : Tak Bisa Buktikan Kepemilikan, Pasar Ujung Murung Terancam Dibongkar
“Yang diundang waktu dialog di Balai Kota memang tidak mewakili
seluruh pemilik dan pedagang,” kata Ketua Persatuan Pedagang Pasar Besar
Ujung Murung H Raihan kepada jejakrekam.com,Selasa (18/12/2018) malam.
Ia menyebut di kawasan Jalan Ujung Murung sebenarnya ada lima pasar
terdiri dari Pasar Amandit, Pasar Amandit, Pasar Atom Kilat, Pasar
Besar, Pasar Sudimampir serta Pasar Ujung Murung .
“Nah, kelima pasar ini, status kepemilikan berbeda-beda. Untuk Pasar
Atom, status pedagang kebanyakan pemilik kartu merah (kartu pedagang),
Pasar Sudimampir berstatus hak guna bangunan (HGB). Sedangkan, Pasar
Besar berstatus sertifikat hak milik (SHM) dan Pasar Ujung Murung, ada
yang berstatus SHM dan sebagian HGB,” paparnya.
Agar bisa mengurai masalah kepemilikan, H Raihan menyarankan
seharusnya pemerintah kota mengundang seluruhnya. Ini demi mengetahui
secara detail dan sesuai fakta status kepemilikan atas lahan, kios
berikut bangunannya. BACA JUGA : Meremajakan Pasar Ujung Murung Berarti Menghidupkan Ruh Kota Dagang
“Seperti di Pasar Besar, saya memiliki SHM. Kami tentu tak mau
dirugikan, bagaimana proses ganti ruginya atau tukar gulingnya,” kata
Raihan.
Dalam pertemuan di Balai Kota, Raihan juga menyebut yang datang tidak
sepenuhnya mewakili lima kelompok pasar yang ada di Ujung Murung. Untuk
itu, Raihan menyarankan agar pemerintah kota tak gegabah dalam
mengambil keputusan atau kebijakan, karena menyangkut kepentingan orang
banyak, bukan kelompok tertentu.
Gara-gara sangat variannya kepemilikan, Raihan mengungkapkan masalah
revitalisasi Pasar Ujung Murung tak pernah beres, dimulai era
Walikotamadya Sadjoko, Walikota Sofyan Arpan hingga HA Yudhi Wahyuni.
“Sebenarnya, kami setuju untuk direvitalisasi. Namun, sekali lagi,
status kepemilikan yang sudah jelas ini, bagaimana solusinya? Apalagi,
kami berjualan di Pasar Ujung Murung ini sudah puluhan tahun, makanya
pemerintah kota harus mempelajari dulu dengan matang, jangan mengambil
keputusan sepihak,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Hermansyah justru mematok target untuk
segera berunding dengan perwakilan 14 blok pasar di kawasan Pasar Ujung
Murung dan Sudimampir Baru.
“Targetnya bulan ini (Desember) sudah ada titik terang. Terutama,
menyelesaikan masalah status kepemilikan dengan data yang valid,” kata
mantan anggota DPRD Kalsel ini.
Hermansyah pun menilai wajar ketika Pasar Ujung Murung dan Sudimampir
ini tidak ada penyelesaiannya sejak masa Walikotamadya Sadjoko hingga
HA Yudhi Wahyuni. BACA LAGI : Cukup Pasar Sentra Antasari, Jangan Diulang Lagi di Pasar Ujung Murung
“Bagaimana mau selesai, kalau pintu masuk penataan itu
dihalang-halangi. Termasuk, para pedagang yang meminta perpanjangan HGB
yang sudah tak berlaku, sementara mereka menunggak pajak retribusi dan
sewa toko,” kata Hermansyah.
Dengan berbagai problema yang ada, Wakil Ketua DPD PDIP Kalsel ini
mengakui rencana revitalisasi Pasar Ujung Murung dan Sudimampir seperti
sebuah dilema. “Bisa jadi, mereka mau membayar tunggakan asalkan HGB
diperpanjang. Nah, kalau ini dituruti, tentu penataan pasar ini tak akan
selesai,” pungkasnya.
Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/12/18/ada-lima-blok-pasar-sejak-sadjoko-hingga-yudhi-wahyuni-tak-terurai/
Tak Bisa Buktikan Kepemilikan, Pasar Ujung Murung Terancam Dibongkar
MENATA Pasar Ujung Murung dan Pasar Sudimampir layaknya Pasar
Tanah Abang, Jakarta menjadi impian Pemkot Banjarmasin. Demi mewujudkan
itu, para pemilik toko dan pedagang dua pasar grosir konveksi itu pun
diundang berdialog ke Balai Kota Banjarmasin, Selasa (18/12/2018). WALIKOTA Ibnu Sina didampingi Wakil Walikota
Hermansyah serta Kepala Dinas Kominfotik Banjarmasin Hermansyah
mengungkap hasil pendataan tim, sosialisasi dan rencana relokasi Pasar
Ujung Murung dan Pasar Sudimampir Baru di Jalan Ujung Murung tersebut.
Namun, kendala mengemuka terkait klaim kepemilikan lahan dan kios di
pasar itu.
Menurut Wakil Walikota Hermansyah, posisi Pasar Ujung Murung yang
terletak di pertigaan Sungai Martapura dengan anak Sungai Baru, persis
berada di segitiga emas. BACA : Revitalisasi Pasar Ujung Murung Bikin Waswas Pemilik Mess Candi Agung
“Ini sejarahnya mengapa Pasar Ujung Murung ini letaknya sangat
strategis. Ya, posisinya berada persis di segitiga Sungai Martapura.
Belum lagi ditambah transportasi bisa dilakukan dua jalur, sungai dan
darat,” papar mantan anggota DPRD Kalsel.
Agar terwujud Pasar Tanah Abangnya Banjarmasin, Hermansyah pun
meminta para pemilik lahan, toko serta pedagang bisa kooperatif dengan
menyerahkan data kepada tim yang dibentuk pemerintah kota.
“Selama ini, kendala penataan kedua pasar itu akibat adanya pengakuan
kepemilikan lahan dari pedagang, tanpa mau menyerahkan buktinya. Ya,
seperti sertifikat hak milik (SHM). Terkadang, kami surati, malah
pedagang tak mau menyerahkan data itu,” cetus politisi PDI Perjuangan
ini.
Jika sudah begitu, kata Hermansyah, maka proses penataan pasar yang
berdiri tahun 1950-an itu akan terus terlambat. “Bagaimana pemerintah
kota mau mengetahui dasar kepemilikan lahan di situ, kalau datanya tidak
diserahkan,” kata Hermansyah.
Ia mengeritik adanya klaim dari para pemilik lahan atau kios, sertau
pedagang justru tanpa ada bukti kuat. Menurut Hermansyah, jika benar ada
punya bukti kepemilikan, maka fotokopinya bisa diserahkan ke pemerintah
kota.
Hermansyah pun setengah mengancam, jika masih tak mau menyerahkan
bukti kepemilikan, jangan salahkan jika Satpol PP Banjarmasin yang
diturunkan untuk membongkar kios. BACA JUGA : Revitalisasi Pasar Ujung Murung, Jangan Lupakan Sisi Sejarahnya
“Itu bukan salah kami, sebab mereka tidak bisa membuktikan. Kalau
pasar ini tidak tertata, maka tidak bisa kita mewujudkan Kota
Banjarmasin Baiman (barasih wan nyaman atau bersih dan nyaman),” tegas
Hermansyah.
Mantan anggota DPRD Kalsel ini mengungkapkan jumlah pedagang
terkumpul sekitar 1.200 orang. Mereka menempati 14 blok. Ia mengaku,
berusaha menawarkan berbagai macam cara melalui perwakilan yang dibagi
per blok untuk berunding dengan pemerintah dan pihak lainnya, yakni BPN
Banjarmasin dan Tim LH agar mudah berkoordinasi.
“Sebab, jika kita mengundang 1.200 pedagang ini tentunya memakan
waktu. Kasihan pedagang meninggalkan jualannya. Makanya, kita membentuk
perwakilan dengan membagi per blok yang berjumlah 14 blok,” pungkasnya.
Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2018/12/18/tak-bisa-buktikan-kepemilikan-pasar-ujung-murung-terancam-dibongkar/
Re-Post by MigoBerita / Rabu/19122018/19.42Wita/Bjm
Jasa Tukar Uang, Pedagang: Tahun Lalu Dapat Rp 9 Juta, Sekarang Rp 5 Juta Saja Sulit
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN
- Di Kota Banjarmasin menjelang lebaran banyak peluang yang bisa
menghasilkan uang, satu di antaranya penyedia jasa tukar uang kecil.
Biasanya warga yang melakoni bisnis ini ada di pinngir jalan dengan menawarkan uang mulai dari Rp 2.000 sampai Rp 10.000.
Walaupun penyedia jasa mengaku pendapannya mengalami penurunan ketimbang tahun lalu, namun binsis musiman itu tetap rame.
Sejak
pukul 09.10 Wita, terlihat sudah banyak yang buka lapak jasa penukaran
uang khususnya di depan Taman Kamboja Jalan Kertak Baru Ulu Banjarmasin
Tengah.
Menurut satu di antara penyedia jasa tukar uang, Salimah
mengungkapkan beberapa pecahan rupiah yang biasanya paling dicari
konsumen.
"Yang paling diminati konsumen itu pecahan Rp 2.000 an dan Rp 5.000
an, kalau pecahan 10.000 an jarang yang mau nukar," ungkapnya, Senin
(11/6/2018) pagi.
Setiap penukaran uang Rp 100.000, dikenakan biaya Rp 10.000 sebagai upah penyedia jasa.
"Kalau tukar uang Rp 100.000 bayarnya Rp 110.000, kalau Rp 200.000
jadi Rp 220.000, dan seterusnya," sebut perempuan berusia 49 tahun itu
Salimah mengaku pendapatan tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya.
"Kalu tahun sebelumnya saya biasanya meraup untung sekitar Rp 300.000
per harinya, sekarang paling sekitar Rp 100.000 dalam sehari,"
terangnya.
"Tahun kemarin saya bisa menghasilkan sekitar RP 9 juta sebulannya,
sekarang sudah agak menurun Rp 5 juta saja nggak sampai," tambahnya.
Hal itu disebabkan karena bertambahnya orang-orang penyedia jasa
tukar uang dan ada mobil penukaran uang juga di samping Taman Kamboja.
"Hari Jumat kemarin terakhir mobil itu beroperasi, jadi sedikit meningkat lah penghasilan saya," kata Salimah.
Beberapa titik-titik tempat jasa penukaran uang di Banjarmasin, di
antaranya di Jl Kertak Ulu, Jl Lambung Mangkurat, Jl S Parman, dan Jl
Ahmad Yani.
(Banjarmasinpost.co.id/Abdur Rahim)
Abdur Rahim
Jasa penukaran uang khususnya di depan Taman Kamboja Jalan Kertak Ulu Banjarmasin Tengah.
Dinas Kominfo Hitung Potensi Retribusi BTS, Ternyata Segini Jumlah BTS di Banjarmasin
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perda Base
Transceiver Station (BTS) telah disyahkan oleh DPRD Kota Banjarmasin dan
masuk ke bagian hukum Pemko setempat untuk dimasukan ke lembaran
daerah.
Setelah itu, Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Banjarmasin akan
segera mensosialisikan ke perusahaan operator telepon selular di kota
ini.
"Yaa kita akan segera mensosialisasikan ke perusahaan operator
selular di kota ini karena perda retribus BTS sudah disyahkan oleh DPRD
Banjarmasin dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu," kata Kepala
Dinas Dinas Kominfo Kota Banjarmasin, Drs Hermansyah, Kamis (22//2/18).
Menurutnya, pihaknya sedang menghitung potensi retribusi ratusan BTS yang berdiri di semua penjuru di di kota ini.
"Ada retribusi BTS yang bisa ditagih dan ada BTS yang retribusinya tak bisa ditagih," kata Hermansyah.
Dikatakannnya, saat ini sekitar 200 BTS yang berdiri di wilayah Kota
Banjarmasin. Namun dari sebanyak 200 BTS tersebut yang sudah terdeteksi
tak punya izin itu sekitar 30 buah. Nah, sebanyk 30 BTS akan
dikejar-kejar untuk mengurus izin.
"Kalau perusahaan telekomunikasi itu enggan urus izin, maka akan kita
bongkar BTS liar tersebut. BTS ini akan kita bongkar paksa. Rencananya,
biaya pembongkaran itu akan dibebankan ke pemilik BTS," katanya.
Untuk retribusi, sambungnya, akan mengacu kepada surat Menteri
Keuangan, terkait retribusi BTS. Surat kementrian keuangan itu hanya
dibenarkan, Pemko itu menarik berdasarkan tingkat kunjungan ke BTS
tersebut.
"Dulu penarikan retribusi BTS itu berdasarkan NJOP sehingga ada
hitung-hitungan teknisnya. Nah, sekarang penarikan retribusi itu
berdasarkan tingkat kunjungan ke BTS," katanya.
Penarikan retribusi dari BTS ini, sambung Hermansyah, akan menjadi
pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemko Banjarmasin. Di ABPD murni,
Pemko belum menargetkan jumlah retribusi yang akan dipungut.
"Di anggaran perubahan nanti, kita akan membuat target dari PAD dari retribusi BTS ini," katanya. (ogi).
Ibnu Sina Resmikan Gerai 212 Mart Pertama di Kalsel
Wartaniaga.com,
Banjarmasin- Walikota banjarmasin H Ibnu Sina meresmikan gerai 212 Mart,
Sabtu,(3/2) di Banjarmasin. Gerai ini merupakan yang pertama di
Kalimanatan Selatan dan dibangun atas inisiatif alumni gerakan 212 yang
kemudian membentuk koperasi Bauntung Batuah sebagai badan hukum mini
market ini.
Menurut Ibnu sina, kehadiran gerai ini dapat menjadi alternatif belanja yang halal bagi masyarakat banjarmasin.
” Selain mampu mengembangkan ekonomi umat, kehadiran gerai 212 Mart
bisa menjadi alternatif belanja yang halal bagi masyarakat ” ujarnya.
Lebih lanjut dirinya berharap gerai ini mampu menampung produk lokal.
” Kita berharap mini market yang ada di banjarmasin dapat menampung
produk-produk lokal, minimal 20 persen” ujarnya
Diungkapkanya, khusus untuk gerai 212 pemko Banjarmasin telah memberikan izin sebanyak 10 gerai.
Meski demikian, Ibnu juga mengingatkan untuk tidak menggunakan
kantong plastik sebagai pembungkus belanjaan. ” Berdasarkan Perwali
nomor 18 tahun 2016 tentang pelarangan kantong plastik, maka diingatkan
untuk pembungkus belanjaan harus menggunakan bahan ramah lingkungan”
katanya
Sementara itu, pengelola 212 mart Bauntung Batuan H M Ismail Iberahim
mengatakan gerai Banjarmasin ini merupakan cabang ke 81 dari seluruh
gerai yang ada di Indonesia.
Dirinya optimis, usaha bermasa ini mampu berkembang dan dapat
bersaing dengan yang lain karena selain membidik pasar yang sudah, Gerai
ini juga akan melayani semua anggota koperasi Bauntung Batuah.
“ Pelanggan kita yang pasti adalah para anggota koperasi, kita akan
memenuhi kebutuhan mereka setiap bulan dengan demikian kita yakin gerai
ini dapat berkemang dan mampu bersaing dengan yang lain” beberanya
seraya menambahkan disamping keikutsertaan masyarakat mendukung ekonomi
ummmat.
Pada kesempatan ini Ismail juga meminta dukungan semua alumni 212 yang ada di Kalsel agar gerai ini berkembanh dan maju.
” Kita mengundang semua alumni 212 di Banua untuk ikut serta
mengembangkan ekonomi ummat dan turut membuka gerai- gerai berikutnya ”
ujar pemilik rapi sari galery ini.
Selain dihadiri walikota Banjarmasin, pembukaan gerai 212 Mart ini
juga dihadiri oleh ketua MUI Kalsel KH Husin Nafarin dan Eka Rusmiyati
Ketua Koperasi Syariah 212 Jakarta.
Dan bagi masyarakat yang ini berbelanja produk halal dan tayib dapat
mengunjungi 212 mart di jalan pangeran antasari nomor 9Aa Banjarmasin,
dari jam 07:00 sampai dengan 22:00 wita.
Reporter : Edy Dharmawan
Editor : Didin Ariyadi
Foto : Edy Dharmawan
Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina saat berkeliling gerai 212 Mart
La Nyalla VS Prabowo, dan Kegaduhan Para Pentolan Alumni 212
SALAFYNEWS.COM, JAKARTA
– Perseteruan La Nyalla dan Prabowo semakin memanas, ditambah lagi
perseteruan para pentolan 212, Ketua FUI Muhammad Al Khaththat dan Ketua
Umum Garda 212, Ansufri Idrus Sambo yang tidak satu suara dalam masalah
kegaduhan ini.
Sambo, La Nyalla merupakan satu di antara penggerak aksi 212
Pengakuan blak-blakan yang disampaikan
oleh La Nyalla Mahmud Mattalitti mengenai permintaan uang saksi Rp 40
miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait Pilkada
Jatim 2018, mendapat respon dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Lembaga tersebut berencana memanggil Prabowo setelah terlebih dulu
meminta keterangan kepada La Nyalla.
Dalam jumpa pers, Kamis (11/1/2018), La
Nyalla mengungkapkan pernah dipanggil Prabowo dan diminta untuk
menyetorkan uang saksi Rp 40 miliar. Padahal surat rekomendasi sebagai
calon Gubernur Jatim dari Partai Gerindra belum ada. La Nyalla juga
mengatakan dimintai uang Rp 150 miliar hingga Rp 170 miliar oleh oknum
Partai Gerindra agar mendapat dukungan sebagai calon Gubernur Jatim
2018.
Meski belum mengeluarkan uang yang
diminta, La Nyalla mengaku telah menyerahkan uang sekitar Rp 5 miliar
kepada oknum pengurus Gerindra.
Bawaslu Jawa Timur telah melayangkan
surat pemanggilan klarifikasi terhadap La Nyalla. “Kita lihat dulu kalau
yang bersangkutan tidak ada bukti, bagaimana harus panggil Pak Prabowo.
Kan malu juga panggil Pak Prabowo,” kata Komisioner Bawaslu, Rahmat
Bagja, ketika ditemui di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (13/1/2018).
Perkembangan klarifikasi dari La Nyalla
akan menentukan sikap Bawaslu Jawa Timur apakah memanggil Prabowo atau
tidak. Rahmat sendiri menilai ada ketidakkonsistenan dari La Nyalla
terkait mahar politik tersebut. “Makanya kami klarifikasi apakah benar
terjadi mahar politik karena berapa kali ada statement (pernyataan) tapi
kemudian berubah. Jangan sampai ini main-main lah kalau soal itu. Kalau
mau serius ya buktikan kalau ada mahar politik,” kata Rahmat.
Rahmat mengingatkan La Nyalla harus memberikan pernyataan konsisten terkait uang Rp 40 miliar tersebut.
Untuk menindaklanjuti, kata Rahmat, La
Nyalla harus bisa membuktikannya. Rahmat melihat ada kesulitan dalam
kasus itu karena La Nyalla bukan calon kepala daerah. Seandainya La
Nyalla merupakan calon yang didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU),
dia bisa terkena diskualifikasi, sedang partai politik pengusungnya
tidak boleh mengikuti pilkada jika benar menerapkan mahar politik.
“Jangan sampai ini kabar burung yang diembuskan,” ujar Rahmat.
La Nyalla pernah mendapatkan surat mandat dari Prabowo Subianto, pada 11 Desember 2017.
Surat mandat mencari mitra koalisi untuk
memenuhi syarat pendaftaran pasangan calon gubernur dan calon wakil
gubernur itu hanya berlaku 10 hari dan berakhir pada 20 Desember 2017.
Selain ditugaskan mencari mitra koalisi, La Nyalla juga diminta
menyiapkan kelengkapan pemenangan.
Berdasarkan keterangan La Nyalla,
kelengkapan pemenangan itu di antaranya uang Rp 40 miliar. “Saya
dimintai uang Rp 40 miliar. Uang saksi disuruh serahkan pada 20 Desember
2017, kalau tidak bisa saya tidak akan direkomendasi,” ujar La Nyalla.
Dalam pernyataannya La Nyalla melibatkan alumni gerakan 212.
Ia menyatakan sebanyak lima orang
kandidat kepala daerah yang diajukan alumni 212, termasuk dirinya,
ditolak oleh Partai Gerindra. Oleh karena itu Nyalla mengajak alumnis
212 tak mendukung partai tersebut.
Menurut Ketuai FUI Muhammad Al Khattath,
“Nah tentunya saya nggak tahu mungkin apa ada mispersepsi dari ketiga
partai bahwa seolah-olah kami mendukung dengan memberikan cek kosong.
Nah ini yang mungkin pemahaman mereka seperti itu, padahal kita
mendukung munculnya Gubernur Anies-Sandi itu adalah dengan semangat 212,
semangat Al Maidah 51. Oleh karena itu, kita berharap hal itu terjadi
di temapt-tempat yang lain,”.
Namun beda lagi dengan pendapat Ketua
Umum Garda 212, Ansufri Udrus Sambo, menyatakan para alumni 212 merasa
keberatan pada pernyataan La Nyalla. “Kami sebagai alumni 212, saya
sebagai deklarator alumni 212, merasa keberatan atas pernyataan Pak La
Nyalla yang mengikutsertakan alumni 212 atas kegagalan beliau menjadi
calon gubenur dari,” ujar Sambo, di kawasan Kemang, Jakarta, Sabtu.
Ia juga minta La Nyalla tidak
membawa-bawa nama para alumni aksi 212 dalam perseteruannya dengan
Prabowo. “Kami menyatakan itu adalah urusan beliau dengan Pak Prabowo,
tidak ada kaitan dengan alumni 212,” tegas Sambo. Menurutnya, meskipun
La Nyalla merupakan satu di antara penggerak aksi 212, ia tidak ingin
para alumni gerakan tersebut dikaitkan dengan Pilkada Jawa
Timur. “Walaupun beliau (La Nyalla) alumni 212, tapi tidak bisa
mengatasnamakan alumni 212 terkait pencalonan sebagai Gubernur Jawa
Timur,” kata Sambo. (SFA)
Ghirah untuk berjihad ekonomi sudah sampai Kalimantan Selatan. Umat Muslim di sana sudah berencana mendirikan 212 Mart.
Muhammad Ismail Ibrahim, berasal dari Banjarmasin, Kalimantan
Selatan, sengaja datang ke Sentul, Bogor untuk merintis pendirian
211Mart di kotanya, Banjarmasin.
“Alhamdulillah pada saat ini kami di Banjarmasin sudah mulai tumbuh
komitmen untuk bersatu membentuk komunitas – komunitas yang nanti akan
menjadi cikal bakal berdirinya Koperasi 212”, kata Ismail kepada Koperasi Syariah 212, Kamis (12/10) di Kantor Pusat Koperasi Syariah 212, Mal Bellanova, Sentul City, Bogor.
Sama dengan harapan Pengurus Koperasi Syariah 212, Ismail juga
menginginkan umat Muslim Banjarmasin umumnya, terkhusus anggota
komunitasnya untuk berbelanja di 212 Mart. Ia menyebutnya sebagai toko
yang bersyariah Islam.
Dengan berbelanja di toko yang bersyariah Islam, keuntungan akan
menjadi milik umat Islam yang mendirikannya. Juga, yang tak kalah
penting, keuntungan dibagikan ke fakir miskin, panti asuhan, dan kaum
dhuafa.
Ghirah yang mulai tumbuh di Banjarmasin diharapkannya dapat menular ke kota dan kabupaten di Kalimantan Selatan.
Tak kurang dari 250 orang di Banjarmasin yang sudah berkomitmen untuk
menjadi investor 212 Mart yang akan menjadi yang pertama di Kalimantan.
Nah, Ismail ke kantor Koperasi Syariah 212 untuk menyerahkan dokumen
pendaftaran anggota komunitasnya. “Ya saya juga ingin menggali ilmu
bagaimana Koperasi 212 bisa terwujud dengan cepat. Karena antusias
kawan-kawan di daerah ingin sekali cepat untuk terlaksana dan
terwujudnya koperasi ini”, kata Ismail menjelaskan.
“Datanya lengkap dan rapih menyusunnya, sangat membantu kami”, kata
Dini, kepala Customer Service Koperasi Syariah 212 tentang Ismail.
Yang dimaksud Dini adalah dokumen pendaftaran kolektif dari Koperasi
Syariah 212 yang ditangani oleh Ismail. Memag, pendaftaran anggota
Koperasi Syariah 212 juga bisa dilakukan secara kolektif dan offline.
Namun, ada kondisi khusus pendaftaran kolektif anggota Koperasi Syariah
212 ini dilakukan.
Nah, Ismail yang pengusaha ini pun mengimbau kepada umat Muslim
khususnya yang berada di Banjarmasin, “Marilah kita bersatu untuk
menghidupkan ekonomi umat di Banjarmasin. Marilah kita bersama sama
berbelanja karena itu adalah minimarket punya kita dan untuk kita.
InsyaAllah dengan bersatu kita menghidupkan, dengan banyaknya tumbuh
minimarket di berbagai tempat juga akan memperat tali silahturahmi kita”
kata Ismail menegaskan.
Omzet 212Mart Banjarmasin Capai Rp 40 Juta saat GO
Dari pesan singkat yang diterima Koperasi Syariah 212,
Grand Opening 212Mart Banjarmasin membukukan omzet di hari pertama
mencapai Rp 40 juta.
Berikut ini kutipan dari pesan tersebut:
Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah SWT, seluruh rangkaian acara
Grand Opening kemarin dan sampai dengan hari ini berjalan dengan sukses
dan lancar. Banyak kritik dan saran, itu wajar dan perlu buat kami
selaku pengurus Koperasi Syariah Bauntung Batuah dan Manajemen 212 Mart,
seluruh kritik, saran, dan masukannya akan segera kita follow-up secara
bertahap.
Kita berdo’a semoga mini market 212 MART kita ini memberi keberkahan
dan manfaat buat kaum Muslimin dan Muslimat, tidak lupa jargon kita
AMANAH, BERJAMAAH, IZZAH ini selalu dipelihara oleh Allah SWT khususnya
seluruh anggota Koperasi Syariah Bauntung Batuah dan kaum Muslimin dan
Muslimat pada umumnya.
Dan tak lupa Kami laporkan total omset kita di hari pertama berjumlah
Rp 44.257.459,00 dan di hari kedua tanggal 4 Februari 2018 berjumlah Rp
30.269.190,00.
Semoga 212 Mart terus menunjukan tren Positif setiap harinya, Aamiin.
Jangan Lupa Ajak Keluarga, Sahabat, Tetangga, dan Jamaah Mesjid
disekitar kita untuk bersama-sama bergabung mewujudkan Kebangkitan
Ekonomi Ummat di Banua Tercinta salah satunya ikut serta menjadi Anggota
Koperasi Syariah Bauntung Batuah Banjarmasin.
Bagaimana hukum di Indonesia mengatur tentang perebutan pasar/pangsa
pasar dengan ajakan pemboikotan atau ajakan yang menjurus SARA
berbicara?
Ada baiknya kita melihat dulu tugas dan wewenang badan negara yang
berwenang didalam persaingan usaha di Indonesia.. dari point2 yg dibawah
ini silahkan agan2 menilai sendiri bagaimana sih kira2 sih M212M ini.. ( http://www.kppu.go.id/id/tentang-kppu/tugas-dan-wewenang/ )
Tugas dan Wewenang
Undang-undang No 5 Tahun 1999 menjelaskan bahwa tugas dan wewenang Komisi Pengawas Persaingan Usaha adalah sebagai berikut:
Tugas
melakukan penilaian terhadap perjanjian yang dapat mengakibatkan
terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat
sebagaimana diatur dalam Pasal 4 sampai dengan Pasal 16;
melakukan penilaian terhadap kegiatan usaha dan atau tindakan pelaku
usaha yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau
persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 17 sampai
dengan Pasal 24;
melakukan penilaian terhadap ada atau tidak adanya penyalahgunaan
posisi dominan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan
atau persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 25
sampai dengan Pasal 28;
mengambil tindakan sesuai dengan wewenang Komisi sebagaimana diatur dalam Pasal 36;
memberikan saran dan pertimbangan terhadap kebijakan Pemerintah yang
berkaitan dengan praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak
sehat;
menyusun pedoman dan atau publikasi yang berkaitan dengan Undang-undang ini;
memberikan laporan secara berkala atas hasil kerja Komisi kepada Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat.
Wewenang
menerima laporan dari masyarakat dan atau dari pelaku usaha tentang
dugaan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak
sehat;
melakukan penelitian tentang dugaan adanya kegiatan usaha dan atau
tindakan pelaku usaha yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek
monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
melakukan penyelidikan dan atau pemeriksaan terhadap kasus dugaan
praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat yang dilaporkan
oleh masyarakat atau oleh pelaku usaha atau yang ditemukan oleh Komisi
sebagai hasil penelitiannya;
menyimpulkan hasil penyelidikan dan atau pemeriksaan tentang ada
atau tidak adanya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak
sehat;
memanggil pelaku usaha yang diduga telah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan undang-undang ini;
memanggil dan menghadirkan saksi, saksi ahli, dan setiap orang yang
dianggap mengetahuipelanggaran terhadap ketentuan undang-undang ini;
meminta bantuan penyidik untuk menghadirkan pelaku usaha, saksi,
saksi ahli, atau setiap orang sebagaimana dimaksud huruf e dan huruf f,
yang tidak bersedia memenuhi panggilan Komisi;
meminta keterangan dari instansi Pemerintah dalam kaitannya dengan
penyelidikan dan atau pemeriksaan terhadap pelaku usaha yang melanggar
ketentuan undang-undang ini;
mendapatkan, meneliti, dan atau menilai surat, dokumen, atau alat bukti lain guna penyelidikan dan atau pemeriksaan;
memutuskan dan menetapkan ada atau tidak adanya kerugian di pihak pelaku usaha lain atau masyarakat;
memberitahukan putusan Komisi kepada pelaku usaha yang diduga melakukan praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat;
menjatuhkan sanksi berupa tindakan administratif kepada pelaku usaha yang melanggar ketentuan Undang-undang ini.
MARASNYA AE..!! Pemko Banjarmasin Menunggak Bayar PJU ke PLN
PROKAL.CO, BANJARMASIN
– Pemko Banjarmasin kembali menunggak pembayaran PJU (Penerangan Jalan
Umum) sejak bulan Oktober lalu. Kali ini bukan karena terjadi selisih
penghitungan jumlah PJU liar dengan PJU resmi. Namun, karena minimnya
anggaran. Sejak beberapa Satuan Organisasi
Perangkat Daerah digabung menjadi satu SOPD, anggaran Dinas Pekerjaan
dan Penataan Ruang (PUPR) ikut tercekak. Alhasil, Dinas PUPR kehabisan
anggaran untuk membayar ke PLN. Solusinya, pemko membayarkan tunggakan ini pada tahun 2018 mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kota Banjarmasin, Gusti Ridwan Sofyani mengatakan APBD
tahun depan untuk pembayaran PJU hanya Rp 15 miliar saja. Anggaran
tersebut termasuk pembayaran utang tiga bulan tunggakan pada tahun ini
kepada PLN. Pihaknya semula menganggarkan
sebesar Rp 25 miliar untuk pembayaran PJU. Namun, karena terbatasnya
anggaran sehingga pada saat pengetukan APBD 2018, anggarannya dipangkas
menjadi Rp 15 miliar. Setiap bulannya, Pemko Banjarmasin
harus merogoh kocek sampai Rp 1 miliar untuk membayar tagihan listrik
PJU tanpa kWh meter. Tagihan ini masih tinggi jika dilihat dari
pembayaran kWh tanpa meter tersebut pada tahun lalu Rp 1,3 miliar.
Apalagi, program meterisasi terus dilakukan oleh Pemko Banjarmasin. Tanpa meterisasi, tagihan listriknya
sulit ditaksir. Pada 2015 lalu, Pemko dan PLN sempat bersitegang
tentang nominal tagihan tersebut. Masing-masing punya taksiran sendiri.
Sampai-sampai Kejaksaan Negeri turun tangan untuk menengahi. Terakhir
kali, pemko membayarkan tunggakan P33 sebesar Rp 26 miliar ke PLN. Benar
saja, setelah dihitung ulang, PLN harus mengembalikan Rp2 miliar karena
ada selisih perhitungan. PJU liar punya nama kode P33.
Sementara PJU dengan kWh meter terpasang dinamai P31. Tahun ini, setiap
bulannya, pemko harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk
pembayaran PJU. Dari 8 ribu titik PJU liar di
Banjarmasin, 70 persen sudah dimeterisasi. Namun, untuk menyelesaikan
P33 menjadi P31 memerlukan anggaran yang tidak sedikit. “Puluhan miliar
untuk menyelesaikan semua itu. Setiap tahun selalu kami anggarkan untuk
meterisasi,” bebernya. Di wilayah Kecamatan Banjarmasin
Tengah, hampir semua PJU-nya sudah dipasangi kWh meter. Kebanyakan P33
berada di kawasan pinggiran Banjarmasin. “Timur, Barat, Utara dan
Selatan. Merata saja jumlahnya,” katanya.(eka/at/dye)
PJU (Penerangan Jalan Umum) Foto: Syarafuddin/Radar Banjarmasin.
MOBILE LEGENDS: Menilik Sejarah Terciptanya Karakter GatotKaca di Game yang Sedang Hits!
JAKARTA – Karakter baru dari seri pahlawan (hero) di
game terlaris ‘Mobile Legends’ yakni GatotKaca resmi meluncur. Karakter
hero ini diciptakan sebagai apresiasi terhadap budaya Indonesia, tak
luput mereka juga sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia pada dunia.
Moonton memang selama ini selalu mengambil tokoh-tokoh pahlawan
dari seluruh dunia untuk dijadikan desain karakter di ‘Mobile Legends’.
Hingga kini, mereka sudah membuat beberapa karakter berdasarkan pahlawan
dari beberapa negara di Asia.
Dimulai dari Yun Zhao yang di adaptasi darfi Zhao Yun (Samkok), Yi Sun
Shin dari Korea Selatan, hingga Lapu Lapu dari Filipina. Kali ini
giliran pahlawan Indonesia yang akan menjadi karakter terbaru dari game
tersebut.
‘Mobile Legends’ memang sangat populer di Indonesia saat ini. Tak
ayal pengembang juga memerhatikan Indonesia dengan memberikan hadiah
yakni pahlawan dari Indonesia di game ini. Sebelumnya, saat Lapu-Lapu
terpilih menjadi karakter baru, beberapa gamer di Indonesia sempat
mengajukan saran untuk merilis hero yang berdasarkan legenda atau mitos
di Indonesia.
Sebenarnya, banyak desain pahlawan dari Indonesia yang
disarankan, tetapi hanya satu karakter yang tampaknya menarik minat
Moonton yaitu GatotKaca. Karakter ini sendiri berasal dari pewayangan di
Indonesia, ia merupakan anak Bima atau Werkudara, salah satu dari
Pendawa Lima. Karakter ini sendiri buka asli dari Indonesia, tetapi dari
India yang bernama Gatot katcha.
Namun, kisah perjalanan dari GatotKaca dari seri Mahabarata dan
pewayangan Jawa sangat berbeda. Jika di kisah sebenarnya ia berwujud
raksasa, maka kisah pewayangan Jawa, GatotKaca merupakan seorang anak
sakti yang memiliki badan sekuat besi sejak lahir, bahkan tali pusarnya
pun tak bisa dipotong dengan senjata biasa.
Menelusur karakter GatotKaca lebih dalam, ia dijuluki Tetuka
karena meiliki tubuh tebal yang semakin dihajar justru semaki kuat. Ia
pun pernah ditenggelamkan dalam kawah Candradimuka, tak hanya itu ia
juga ditembak oleh para dewa. Namun, yang mengagetkan dirinya dan
senjata itu pun melebur menjadi satu, membentuk tubuh yang jauh lebih
kuat. Lalu, ia pun dihadiahi beberapa pusaka sakti yang membuatnya bisa
terbang.
GatotKaca dulunya dijuluki ‘Otot kawat, Balung wesi’ yang artinya
memiliki otot sekuat kawat dan tulang sekeras besi. Dilihat dari
julukannya tersebut, Moonton dapat menjadikan GatotKaca sebagai karakter
hero Tanker. Namun karena memiliki kemampuan yang sakti, ia juga dapat
menjadi Fighter. Diklaim, GatotKaca juga bisa menjadi dua karakter
sekaligus yakni seperti Balmond dan Hilda.
Kini sosok kesatria itu diperkuat dengan berbagai peralatan sakti
yang tak kalah kuatnya dibanding hero Mobile Legends lainnya. Salah
satu perlengkapannya adalah baju zirah Antakusuma yang bisa memberikan
kekuatan super. Senjata utamanya adalah pelindung tangan besi kembar
Brajamusti dan Brajadenta.
Desain karakternya sendiri yang digunakan adalah wujud GatotKaca
karya Is Yuniarto. Salah satu keunggulan dari GatotKaca yang paling umum
dan juga terlihat di komik Garudayana adalah kemampuan untuk terbang ke
angkasa. Sebagai pemburu ashura (butho atau raksasa), salah satu cara
yang paling ampuh untuk menghantam mereka adalah dengan kemampuan
terbang. Ia bisa dengan bebas memukul musuh-musuhnya secara telak di
wajah karena kemampuannya terbangnya.
Kisah Miris Pegawai Facebook Ini Ternyata Tak Sesuai dengan Pencitraan Mark Zuckerberg
BANJARMASINPOST.CO.ID - CEO Facebook, Mark
Zuckerberg, menantang dirinya sendiri untuk keliling Amerika Serikat
hingga akhir 2017. Ia sesumbar ingin “belajar tentang harapan dan
tantangan hidup orang-orang”.
Sejauh ini terlihat pada foto-foto di akunnya di Facebook, Mark
Zuckerberg telah bertandang ke sebuah lahan pertanian dan mengemudikan
traktor, mengobrol dengan pecandu heroin yang sedang rehabilitasi, dan
berbicara soal ketimpangan sosial.
Namun, pepatah yang berbunyi “gajah di pelupuk mata tak tampak, semut
di seberang lautan tampak” agaknya relevan dengan Mark Zuckerberg.
Setidaknya begitu menurut Victor dan Nicole, yakni pasangan suami istri
yang bekerja di salah satu kafetaria di kantor pusat Facebook, Menlo
Park, California, AS.
Ads by AdAsia
Learn More
“Apakah
dia (Mark Zuckerberg) akan ke sini?” Nicole bertanya, sebagaimana
dihimpun KompasTekno, Selasa (25/7/2017), dari TheGuardian.
Hanya beberapa mil dari rumah Mark Zuckerberg atau beberapa blok dari
kantor pusat Facebook, Victor dan Nicole tinggal bersama tiga anak
mereka di sebuah garasi yang hanya cukup untuk dua mobil.
“Dia (Mark Zuckerberg) tak perlu keliling dunia. Seharusnya dia
belajar tentang apa yang terjadi di kota ini,” Nicole menuturkan.
Keluarga kecil Victor dan Nicole sudah tiga tahun terakhir menempati
garasi mobil. Ada tiga kasur terletak di sisi belakang, satu untuk
Victor dan Nicola dan dua lainnya adalah kasur bertingkat untuk ketiga
anak mereka.
Tak ada sekat pemisah untuk membedakan fungsi ruang. Sofa dan coffee
table seakan menjadi pembatas antara ruang tidur dengan ruang tengah
keluarga.
Baju-baju ada yang tersimpan rapi di lemari kecil, ada pula yang
digantung di sekat-sekat pintu garasi. Jika mau masak di dapur atau
menggunakan kamar mandi, Victor sekeluarga harus meminjam di tetangga.
“Ini tak mudah. Apalagi ketika hujan,” kata Victor.
“Anak perempuan kami terus bertanya kapan dia dapat kamar sendiri dan kami tak tahu harus jawab apa,” Nicole menambahkan.
Gaji tinggi, tuntutan hidup lebih tinggi
Bekerja di Facebook merupakan sesuatu yang bergengsi dan barangkali
bikin orang-orang iri. Jika dibandingkan dengan tempat lain, pendapatan
Nicole dan Victor sebagai pegawai kafetaria sebenarnya cukup tinggi.
Nicole meraup 19,85 dollar AS (Rp 264.000-an) per jam sebagai kepala
shift. Sementara Victor mendapat 17,85 dollar AS (Rp 238.000-an) per jam
sebagai pegawai kafetaria biasa.
Angka itu sedikit lebih tinggi ketimbang standar upah minimum untuk
pegawai kontraktor sebesar 15 dollar AS atau senilai Rp 200.000.
Perlu dicatat, pegawai di kafetaria Facebook disebut sebagai pegawai
kontraktor. Pasalnya, mereka tak langsung bekerja di bawah naungan
Facebook melainkan untuk pihak ketiga yang bermitra dengan Facebook.
Dalam kasus Nicole dan Victor, mereka bekerja untuk perusahaan
bernama Flagship Facility Service. Terlepas dari itu dan tingginya gaji
Nicole dan Victor dari standar upah minimum, mereka toh tetap tak mampu
hidup layak.
Pasalnya, Menlo Park adalah area “mahal” di mana standar hidup
orang-orangnya sangat tinggi. Ketimpangan antara gaji Nicole dan Victore
dengan engineer software Facebook lebih dari empat kali lipat.
Standar hidup di Facebook pun tak manusiawi bagi para pegawai
kontraktor. Untuk membayar iuran asuransi kesehatan pegawai, Nicole dan
Victor bahkan tak mampu.
Tak usah sampai ke situ, Nicole dan Victor pun kesulitan membeli
makanan sehari-hari dan baju untuk anak-anak mereka. Seringkali Victor
meminjam duit ibunya untuk membelikan kado ulang tahun anaknya. Semua
serba mahal di area industri teknologi.
Diperlakukan tak sama, dipandang sebelah mata
Bagi orang-orang luar, Nicole dan Victor bisa dibilang keren karena
bekerja di Facebook sekalipun di kafetarianya. Meski demikian, Nicole
merasa terkucilkan dan dianggap tak setara dengan pegawai Facebook
lainnya.
“Mereka (para pegawai Facebook) melihat kami lebih rendah,” kata dia.
“We don’t live the dream. The techies are living the dream. It’s for them,” ia menambahkan.
Setiap hari Nicole melihat banyak makanan-makanan sisa yang tak
dihabiskan dan dibuang begitu saja oleh para pegawai Facebook. Ada juga
makanan utuh yang memang tak terbeli.
Ia sangat ingin membawa makanan-makanan itu pulang, tapi aturan
perusahaan tak memperbolehkan pegawai membawa pulang makanan sisa
tersebut.
Beberapa fasilitas Facebook untuk pegawai seperti akses kesehatan,
gym, dan hari “membawa anak bekerja” tak berlaku bagi pegawai kafetaria.
Menurut juru bicara Facebook, itu sudah menjadi kebijakan perusahaan.
“Kami komitmen menyediakan lingkungan kerja yang aman dan adil bagi
semua pekerja Facebook, termasuk kontraktor,” hanya itu yang bisa
dikatakan juru bicara Facebook.
The Guardian
Pegawai kafetaria Facebook yang tinggal di garasi mobil dengan istri dan ketiga anak.
Banjarmasin, KP – Satuan Tugas Khusus (Satgassus)
Beras yang dibentuk Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan bersama
dengan dinas terkait lainnya di daerah ini, beberapa waktu lalu
merupakan upaya untuk menjaga dan melindungi para petani.
Pembentukkan Satgassus Beras dilatarbelakangi kondisi kesejahteraan
petani masih jauh dari harapan. Salah satu penyebabnya mereka tidak
langsung sebagai penjual melainkan melalui mata rantai tengkulak atau
distributor. Padahal mereka sudah bersusah-payah bercocok tanam, tapi
justru distributor atau tengkulak yang lebih untung.
Namun sekarang petani tak perlu khawatir lagi, karena kepolisian
bakal mengawal, karena ini juga merupakan kebijakan pemerintah dalam
menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
Ahmad Suhaimi, petani di kawasan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala,
menyambut baik dan berharap banyak dibentuknya Satgassus Beras
tersebut.
“Mudah-mudahan, dengan adanya Satgassus Beras ini, nasib para petani
bisa lebih baik dan lebih sejahtera, tidak seperti sekarang ini yang
begitu-begitu saja,” ujar amang Suhaimi panggilan akrabnya dalam
perbincangan dengan {[KP]} di Anjir Muara, Senin (24/7).
Amang Suhaimi mengakui, dia memiliki lahan 20 borongan, yang sebagian
besar hasil tanaman sawahnya dipakai untuk keperluan sehari-hari dan
biaya operasional menanam kembali, termasuk upah untuk para tetangga
yang membantu saat panen. “Kalau ada kelebihannya saya jual atau
disimpan,” ujarnya.
Dia mengakui menjelang musim panen, banyak pembeli atau tengkulak
yang mendatangi para petani untuk menawar dan membeli padi yang akan
dipanen, dengan harga yang disepakati.
Sebelumnya Waka Polda Kalsel Kombes Pol Nasri mengatakan, upaya
pembentukkan Satgassus beras, agar petani bisa mendapatkan harga jual
yang tidak jauh berbeda dengan distributor, tengkulak, agen dan
pengecer, jadi perekonomian petani juga bisa meningkat.
Nasri yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Kriminal
Khusus Polda Kalsel ini mengatakan dibentuknya Satgassus beras ini juga
adalah untuk mengawal kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas
harga dan ketersediaan pangan di Kalsel.
Bercermin selama bulan Ramadan lalu kepolisian dan pemerintah
provinsi terbukti sudah berhasil. “Keberhasilan ini ditandai dengan
diberikannya penghargaan kedua dari Kementerian RI karena telah berhasil
mengawal kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan
ketersediaan pangan selama Ramadan,” ujarnya.
Secara nasional gerakan pengamanan stok kebutuhan pokok, khususnya
pangan di Provinsi Kalimantan Selatan selama ramadhan dan Idul Fitri
oleh Tim Satuan Tugas Pangan mendapatkan penghargaan terbaik kedua
secara nasional, setelah Provinsi Jambi yang menempati terbaik pertama.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan Harymurthy
Gunawan didampingi Kepala Dinas Perdagangan provinsi ini, Birhasani
beberapa waktu lalu juga mengakui, upaya pengamanan melalui tindakan
pengawasan yang dilakukan secara terus menerus oleh tim, diantara Tim
Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Polda, dan pihak terkait lainnya mampu
menekan kenaikan harga pangan dan menjaga ketersediaan stok yang selalu
terjadi saat Ramadhan dan menjelang Lebaran Idul Fitri.
Stok dan Pasokan Garam Menipis, Harga Naik 6 Kali Lipat
jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah merek garam konsumsi menghilang dari pasaran sejak beberapa pekan terakhir.
Tidak
adanya stok komoditas yang hampir wajib ada di setiap masakan tersebut
disebabkan suplai bahan baku garam konsumsi yang masih terbatas.
Direktur Produksi PT Garam
Budi Sasongko mengatakan, kelangkaan garam di pasar konsumsi itu tidak
terlepas dari produksi bahan baku garam. Hingga pekan ketiga Juli,
produksi garam masih sedikit.
’’Di kami, produksi garam selama satu pekan hanya sekitar sepuluh ton,’’ katanya, Selasa (18/7).
Padahal, dalam kondisi ideal, produksinya bisa mencapai 20–30 ribu ton tiap pekan.
Perhitungannya, dalam setahun, konsentrasi panen garam berlangsung selama 3–4 bulan.
Nah, dalam masa panen tersebut, pada kondisi normal PT Garam bisa menghasilkan 350 ribu ton.
’’Sementara sekarang, di beberapa sentra produksi masih hujan sehingga kristalisasi belum merata,’’ ungkapnya.
PT Garam mengelola 5.000 hektare lahan garam yang tersebar di Madura.
Akibat produktivitas yang masih rendah tersebut, harga bahan baku garam melonjak.
Dulu harganya sekitar Rp 500–600 per kg, kini naik hampir enam kali lipat. Yakni, menembus Rp 3.000 per kg.
Sedangkan harga garam konsumsi juga melonjak dari sekitar Rp 3.800 tahun lalu menjadi tembus Rp 5.000 per kg.
’’Meski harga tinggi, stok juga tidak ada,’’ tambah Budi.
PT Garam merupakan produsen penyuplai bahan baku garam untuk industri pengolahan.
Meski memiliki pabrik pengolahan sendiri, kapasitasnya masih terbatas.
Sesuai perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi iklim pada Juli masih cenderung basah.
Dengan demikian, produksi garam belum bisa maksimal pada bulan ini.
’’Harapan kami, Agustus-September iklim sudah mendukung sehingga produksi bisa normal lagi,’’ jelas dia.
Secara terpisah, Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) M. Hasan menambahkan, kondisi cuaca dan harga seperti sekarang membuat petani memanen garam lebih cepat.
’’Selain faktor iklim, mereka kejar harga tinggi,’’ tutur Hasan.
Dengan
demikian, jika biasanya panen garam berlangsung tiap sepuluh hari
sekali, kini dalam beberapa hari saja garam sudah dipanen.
Hal
itu berlangsung hampir di 12 kota/kabupaten sentra penghasil garam di
Jatim. ’’Tingginya harga juga tidak terlepas dari suplai dan permintaan
pasar,’’ lanjutnya.
Mestinya, ketika stok bahan baku garam melimpah, harga akan perlahan turun.
Meski bahan baku garam menipis, pihaknya meminta tidak ada impor garam untuk bahan baku garam konsumsi.
Sebab, Juli ini sudah memasuki musim panen. Puncak panen diperkirakan berlangsung pada September.
’’Kami optimistis dengan penerapan geoisolator di seluruh sentra garam, produksi garam tahun ini meningkat,’’ paparnya.
Produksi garam nasional pada 2017 diproyeksikan sebesar 2,5 juta ton. Sementara itu, kontribusi Jatim diperkirakan satu juta ton.