Arsip Migo Berita

Anda Pro Jokowi atau Pro "KadRun" ??!!


Migo Berita - Banjarmasin - 
Anda Pro Jokowi  atau Pro "KadRun" ??!! Sang Maha Segala-Nya nampaknya ingin menampakkan siapa gerangan mereka yang selalu bawa-bawa Agama, namun hanya "Memanfaatkan Agama" untuk kepentingan diri sendiri dan kelompok/golongannya.

Tuhan Permalukan 212 Lewat Cara Shalat yang Salah

Demo PA 212 di depan kementerian agama kemaren rupanya menyisakan satu cerita yang mungkin akan membekas selamanya. Cukup memalukan, hina dan bisa dibilang penistaan agama.

Tapi karena yang melakukan penistaan agama adalah mereka yang selama ini mengaku front pembela Islam, atau alumni 212 aksi bela agama, maka penistaan agama tidak berlaku pada mereka.

Saya terus terang bingung dan ga paham. Apakah shalat yang mereka lakukan di tengah jalan dan penuh keanehan itu adalah shalat beneran? Atau hanya akting saja?

Karena lucu sekali melihat ada orang di atas mobil komando yang ikut shalat, tapi dua kali rukuk, dan posisinya membingungkan. Kalau sebagai makmum, kok ga turun ke bawah. Kalau sebagai imam, kok ya di belakang para jamaah? Aneh

Kesalahan rukuk dua kali mestinya sudah membatalkan shalat. Namun yang bersangkutan tetap terlihat melanjutkan. Ini adalah tanda-tanda bahwa orang tersebut tidak paham agama, tidak belajar syarat sah shalat.

Tapi lagi-lagi, mereka kan pembela agama, jadi gapapa salah-salah dikit.

Secara logika, memang terlihat kesalahan kecil. Tapi secara aturan dalam agama, mestinya shalatnya dibatalkan.

Jujur saya ragu untuk berpikir bahwa mereka tidak tau shalat. Mustahil rasanya. Tapi kok kayak emang ga tau? Hehe jangan-jangan mereka inilah orang-orang korban ustad gadungan. Yang baru muallaf langsung jadi ustad, atau yang preman tiba-tiba pensiun dan jadi ustad. Tanpa bekal ilmu yang cukup, maka ummatnya akan terjerumus pada kesalahan fundamental dalam beragama.

Atau mungkin begini. Mungkin sebenarnya mereka paham soal tata cara shalat. Hanya saja, Allah berkehendak lain, lalu menunjukkan kenaifan mereka dalam beragama. Mempermalukan mereka yang selama ini teriak-teriak atas nama Islam, atas nama bela Agama dan sebagainya.

Dengan viralnya video shalat aneh tersebut, ini menambah kelucuan kelompok 212. Yang sebelumnya kita kenal sebagai kelompok yang kalau shalat di jalan raya, di Monas, tapi tidurnya di Isttiqlal. Di Masjid. Benar-benar menjalani konsep hidup yang terbolak balik.

Mestinya, seetelah ini mereka introspeksi. Merenung dan menyadari. Jangan-jangan, kelalaian dan kebodohan yang mereka pertontonkan itu teguran? Agar setelah ini mereka taubat dan berhenti membawa nama agama demi kepentingan perut masing-masing.

Tapi misalkan mereka yang berdemo kemaren itu memang kurang tau soal agama, tidak paham tata cara shalat dan yang membatalkannya, mestinya mereka ini segera diberikan pelajaran yang baik dan benar.

Menteri agama khususnya, punya tanggung jawab penuh soal ini. Baik sebagai menteri, ataupun sebagai kader ormas Islam terbesar di Indonesia.

Ya karena kasihan juga kalau mereka tidak diberikan pencerahan. Sehingga outputnya adalah orang yang asal-asalan dalam beribadah, tapi merasa paling benar sendiri dan yang lain salah semua. Benar-benar tidak sesuai dengan ajaran agama Islam yang sebenarnya.

Minimal dengan begitu mereka jadi tau tata cara shalat yang benar.

Bahwa kemudian mereka tetap dengan pendiriannya, ingin meminta agar menteri agama dipecat dan sebagainya, ya itu urusan politik saja. Tak masalah. Bisa jadi ongkos demo sudah terlanjur diterima dan habis. Itu bagian dari profesi.

Namun kalau mereka tidak mau merenung, enggan dikoreksi dan diperbaiki, ya mungkin itu adalah contoh betapa bebal dan keras kepalanya orang-orang yang merasa ahli surga tersebut.

Sehingga wajar kalau mereka tak mau toa diatur oleh pemerintah. Karena jangankan toa, lah wong hidup mereka sendiri pun tak mau diatur. Ya berantakan semuanya, entah dalam kehidupan sosial ataupun beragama.

Kita sebagai orang yang berada di luar komunitas mereka, sudah semestinya kita doakan agar mereka ini berubah menjadi manusia-manusia yang bermanfaat. Atau minimal menjadi manusia yang ga nyusahin orang lain. Misalnya, berhenti shalat di jalan raya.

Karena setahu saya, orang yang shalat di jalan raya itu biasanya orang gila. Karena jalan raya itu untuk kendaraan lewat, bukan untuk dipakai jadi tempat shalat.

Kalau orang gila beneran, gampang kita ngangkutnya. Yang masalah yang kayak mereka. Ga gila, tapi tingkah lakunya sama seperti orang gila, nyusahin.

Sumber Utama : https://seword.com/umum/tuhan-permalukan-212-lewat-cara-shalat-yang-salah-tKkIqqyoQL

KalSel Dukung Gus Yaqut HALAL injakkan kaki di Bumi ALLAH, beliau bicara Pengeras Suara bukan ADZAN !!! Lengkapnya klik disini

Demokrasi Indonesia Dibajak Oligarki, Ketum Partai Ummat : Kita Lawan Dan Basmi!

JARINGAN Partai Ummat yang dibidani tokoh reformasi, Amien Rais telah terbentuk di Provini Kalimantan Selatan. Misi partai yang dideklarasikan pada 29 April 2021 ini ingin melawan dan membasmi oligarki.

TAK hanya pengurus DPW Partai Ummat Kalsel, 13 DPD Partai Ummat se-Kalsel, Permata Ummat dan Garda Ummat Provinsi Kalsel dilantik Ketua Umum (Ketum) Partai Ummat, Ridho Rahmadi di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin, Sabtu (5/3/2022).

Ridho Rahmadi berpesan dalam menyongsong Pemilu 2024 nanti, setiap daerah pemilihan (dapil) baik di kabupaten dan kota hingga tingkat Provinsi Kalsel harus memiliki wakil rakyat terpilih.

“Untuk itu, cari calon legislatif (caleg) yang dipercaya masyarakat. Sebab, Partai Ummat ini terbuka untuk merekrut caleg bukan hanya dari kader,” tegas menantu Amien Rais ini.

Menurut Ridho, dengan membangun kekuasan di legislatif, maka kader Partai Ummat bisa mengisi di lembaga eksekutif. Karenanya, pada Pemilu 2024 nanti, ditarget satu kursi setiap dapil bisa direbut Partai Ummat di pemilihan anggota DPR RI, DPRD Kalsel, DPRD kabupaten dan kota.

“Jika kita berpengaruh besar di parlemen, tentu bisa memperbaiki UU dan peraturan yang tidak pro umat. Bahkan, kader Partai Ummat harus bsia jadi kepala daerah,” cetusnya.

Ahli kecerdasan buatan lulusan Universitas Johannes Kepler Linz dan Universitas Teknik Ceko ini mengatakan kader Partai Ummat harus bisa melek media sosial (medsos). Melalui medsos bisa merekrut kader.

Karenanya, Edo-sapaan akrabnya menyinggung soal wacana penundaan Pemilu 2024 merupakan usulan tidak bertanggungjawab. Sebab, menurut dia, hal itu bertentangan dengan konstitusi UUD 1945, sehingga wacana itu jelas inkonstitusional.

“Demokrasi kita sekarang hanya kosmetik dan make-up, tidak ada lagi check and balance. Ada pemilu padahal sejatinya hanya kepentingan oligarki. Ini yang kita khawatirkan karena demokrasi telah dibajak para oligarki. Ini yang harus kita lawan dan basmi,” kata doktor jebolan Universitas Radboud Nijmegen, Belanda ini.

Menurut Edo, kehadiran Partai Ummat ingin mengembalikan akal sehat dan nurasi dalam negeri. “Jangan sampai demokrasi kita terus diracuni,” tandas sarjana komputer lulusan UII Yogyakarta ini.

Partai Ummat
Jajaran pengurus DPW Partai Ummat berfoto bersama Ketum Partai Ummat, Ridho Rahmadi di Banjarmasin.

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/03/05/demokrasi-indonesia-dibajak-oligarki-ketum-partai-ummat-kita-lawan-dan-basmi/

Songsong Pileg 2024, Kepengurusan Partai Ummat Di Kalsel Resmi Dilantik

PENGURUS Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Ummat Provinsi Kalsel resmi dilantik pada Sabtu (5/3/2022) di Hotel Rattan Inn Banjarmasin.

SOEGENG Soesanto secara resmi memimpin DPW Partai Ummat Kalsel yang dilantik langsung Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi.

Dalam sambutannya Ridho Rahmadi mengingatkan kadernya untuk dapat meluruskan niat dan melakukan ikhtiar yang kuat demi suksesnya partai dalam menyongsong Pemilu Legislatif (Pileg) di tahun 2024 mendatang.

BACA : Ibukota Kalsel Pindah Ke Banjarbaru, Partai Ummat Dukung Judicial Review Ke MK

“Ayo sama-sama kita luruskan niat dan kuatkan ikhtiar. Kita harus bisa merebut kekuasaan di tahun 2024 mendatang agar bisa melawan kezaliman dan menegakkan keadilan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Jika mampu luruskan niat dan kuatkan ikhtiar bukan tidak mungkin partai yang didirikan oleh Tokoh Reformasi Amien Rais ini akan mampu untuk mendudukkan 1 kadernya di tiap dapil pada Pileg di Tahun 2024 mendatang.

“Kalau ini bisa kita lakukan, bukan tidak mungkin juga kader kita bisa dorong untuk maju di eksekutif pada Pemilu Kepala Daerah nantinya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Ummat Kalsel Soegeng Soesanto menambahkan, setelah kepengurusan Partai Ummat ini resmi dilantik pada 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalsel, langkah selanjutnya adalah membentuk kepengurusan sampai ditingkat ranting.

Langkah ini dimaksudkan untuk menghadapi verifikasi Partai Politik peserta pemilu yang akan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam waktu dekat.

“Kami optimis bisa melalui verifikasi partai politik ini. Karena kepengurusan kita di tingkat ranting sebagian besar sudah terbentuk, hanya tinggal sebagian kecil saja yang belum terbentuk dan akan kita lengkapi dalam waktu dekat,” bebernya.

Dirinya pun optimis keberadaan Partai Ummat di Provinsi Kalsel akan diterima oleh masyarakat bahkan mampu berbuat banyak pada Pileg 2024 mendatang.

“Kami terus bergerak dan kita pastikan kita akan konsisten dalam melawan kezaliman dan menegakkan keadilan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/03/05/songsong-pileg-2024-kepengurusan-partai-ummat-di-kalsel-resmi-dilantik/

Sindir UU Provinsi Kalsel Dengan Pantun, Walikota Ibnu Sina : Kalu Pina Katulahan Lawan Nang Tuha!

SINDIR penggodokan UU Provinsi Kalsel tanpa melibatkan Pemkot Banjarmasin, hingga ada pasal pemindahan ibukota ke Banjarbaru, disindir Walikota Ibnu Sina. Ini karena, Banjarmasin merupakan kota tua yang dibangun pendiri Kesultanan Banjar.

DALAM sebait pantun, Walikota Ibnu Sina pun berujar; “Kalau ada sumur di ladang, boleh kita diajak ngopi, lain kali buat undang-undang, kita-kita ini dibawa’i pang diskusi,” sentilnya.

Kekhawatiran Ibnu Sina terbilang wajar. Sebab, Banjarmasin merupakan kota paling bersejarah bahkan pusaka di Kalsel, bahkan rekam jejak merupakan pusat Borneo di masa Kesultanan Banjar, era kolonial Belanda hingga kemerdekaan RI.

Bagi mantan Ketua Komisi I DPRD Kalsel ini, polemik UU Provinsi Kalsel itu karena cukup mengejutkan dengan pasal pemindahan ibukota ke Banjarbaru.

BACA : UU Kalsel Ada 2 Versi; 8 Pasal dan 49 Pasal, Pazri : Bisa Dibenturkan dengan UUD 1945!

“Padahal, jelas dalam masukan DPRD Kalsel sangat bagus perspektifnya karena akan menjadi penyangga ibukota negara (IKN) di Kaltim,” papar Ibnu Sina dalam diskusi Badapatan Manyambung Silaturahmi (Bamara) Menyikapi Perpindahan Ibukota Provinsi Kalsel di RRI Banjarmasin, Rabu (2/3/2022) malam.

Di mata Ibnu Sina, ada pengingkaran sejarah dalam pemindahan ibukota Kalsel ke Banjarbaru, sehingga langkah terakhir yang harus ditempuh adalah menguji materi (judicil review) ke Mahmakah Konstitusi (MK).

BACA JUGA : Gugat Pasal Pemindahan Ibukota Kalsel, 2 Skenario Dimainkan Pemkot Banjarmasin di MK

“Jangan sampai nanti ada yang merasa menjadi pahlawan. Kita sudah sepakat satu kata. Jangan sampai nanti pada peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-496, statusnya bukan lagi ibukota Provinsi Kalsel,” tegas Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel ini.

Dalam analisisnya, ada dua persoalan dalam UU Provinsi Kalsel yang telah disahkan DPR RI dan pemerintah pusat pada Jumat (18/2/2022) itu, terkait prosesnya yang tidak transparan dan substansinya.

“Memang diskusi pemindahan ibukota ke Banjarbaru sudah ada sejak 1958. Tapi itu sudah lama, dan kita juga belum sepakat soal itu,” kata mantan Ketua DPW PKS Kalsel ini.

Elemen masyarakat Kota Banjarmasin sepakat untuk menggugat UU Provinsi Kalsel ke MK, 
usai diskusi di RRI Banjarmasin. (Foto Humas Setda Kota Banjarmasin)

Pernyataan resmi dari DPRD Kalsel ditegaskan Ibnu Sina juga tidak ada secara kelembagaan. Hanya pernyataan pribadi Ketua DPRD H Supian HK soal UU Provinsi Kalsel dengan muatan pemindahan ibukota provinsi. Pun, begitu statement dari Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar.

“Saat bikin undang-undang memindahkan ibukota, kalu pina katulahan lawan nang tuha (kualat atau dapat balasan karena durhaka dengan yang tua). Itukan bahasanya,” sentil Ibnu Sina, dalam bahasa Banjar.

Menurut dia, dampak dari pasal 4 UU Provinsi Kalsel versi tipis dengan 8 pasal dan pasal 7 versi 49 pasal akan berimplikasi pada semua aspek. Bukan hanya aspek pemerintahan, juga aspek ekonomi terkait dengan besaran dana alokasi umum (DAU) yang akan diterima dari pemerintah pusat. Sebab, jatah terbanyak akan didapat daerah berstatus ibukota provinsi.

“Saya juga dapat masukan dari Komisi I DPRD Kalsel yang pernah ditanya Pusat Perancangan Undang-Undang (PUU) Badan Keahlian DPR RI pada 20 Oktober 2021 terkait pembahasan RUU Provinsi Kalsel. Ternyata, tidak ada satu pasal pun terkait pemindahan ibukota Kalsel,” beber Ibnu Sina.

Walikota Banjarmasin
Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dalam diskusi perpindahan ibukota Provinsi Kalsel.

Fo

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/03/06/sindir-uu-provinsi-kalsel-dengan-pantun-walikota-ibnu-sina-kalu-pina-katulahan-lawan-nang-tuha/

Curiga Frasa Pemindahan Ibukota Ke Banjarbaru Adalah Pasal ‘Seludupan’ Di UU Provinsi Kalsel

PASAL 4 UU Provinsi Kalimantan Selatan versi 8 pasal dan 3 bab atau tipis berisi frasa ibukota Provinsi Kalsel berkedudukan di Kota Banjarbaru, diduga merupakan pasal ‘seludupan’.

SAYA curiga, jangan-jangan Pasal 4 UU Provinsi Kalsel versi tipis itu merupakan pasal seludupan. Tiba-tiba muncul penetapan ibukota Provinsi Kalsel di Banjarbaru, membuat kita semua terkaget-kaget,” ucap akademisi ekonomi daerah, M Arif Budiman dalam dialog Bamara bersama Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyikapi perpindahan ibukota di RRI Banjarmasin, Rabu (2/3/2022) malam.

Menurut Arif, UU Provinsi Kalsel merupakan buatan manusia, sehingga bisa diubah dengan cara digugat judicil review (uji materi) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bagi akademisi Politeknik Banjarmasin (Poliban) ini menegaskan perpindahan ibukota Kalsel dari Banjarmasin ke Banjarbaru tidak bisa secara tiba-tiba.

“Saya curiga ini pasal seludupan. Sebab, perpindahan ibukota butuh analisis kebutuhan, bukan kepentingan segelintir orang,” cetus Arif.

Dalam analisisnya, justru perpindahan ibukota Kalsel dari Banjarmasin ke Banjarbaru harus dikaji mendalam dipandang dari sisi kebutuhan, bukan bermodal keinginan belaka.

“Ambil contoh di Malaysia, pusat pemerintahan memang di Putrajaya, tapi secara konstitusi ibukotanya tetap di Kuala Lumpur. Begitupula, Belanda justru secara konstitusi ibukota adalah Amsterdam, namun pemerintahannya berada di Den Haag,” urainya.

Dalam kalkulasi Arif, justru pemindahan ibukota Kalsel dari Banjarmasin ke Banjarbaru tidak urgensi dengan standar ukuran kebutuhan yang mendesak.

“Bayangkan Banjarmasin merupakan kota paling tua di Kalsel dengan usia kini menginjak 495 tahun. Kalau dipindah, berarti memutus jejak sejarah. Memang, Banjarbaru secara geografis lebih menjanjikan,” papar Arif.

Menurut dia, dari 30 negara yang memindahkan ibukota justru berdasar kajian mendalam, karena memang difaktori sebuah kebutuhan mendesak.

M Arif Budiman
Akademi ekonomi daerah dari Poliban, M Arif Budiman dalam diskusi Bamara.

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/03/05/curiga-frasa-pemindahan-ibukota-ke-banjarbaru-adalah-pasal-seludupan-di-uu-provinsi-kalsel/

Beredar Spanduk Haramkan Menag Yaqut Ke Kalsel, Banser Ingatkan Petuah Sultan Suriansyah

KEPALA Satuan Koordinator Wilayah (Kasatkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Provinsi Kalsel Gusti Taufik Hidayat menyesalkan beredarnya spanduk aksi massa demo bertuliskan “Yaqut Cholil Qoumas haram berpijak di Tanah Kalimantan Selatan”.

DIKETAHUI spanduk itu dibentangkan massa yang mengatasnamakan Aliansi Muslim Kalsel saat berunjuk rasa di depan Kantor Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan DI Panjaitan, Banjarmasin, Jumat (4/3/2022).

“Kami menyayangkan dan menyesalkan dengan adanya aksi massa yang mengharamkan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut berpijak di Tanah Kalimantan Selatan,” ucap Gusti Taufik Hidayat kepada jejakrekam.com, Sabtu (5/3/2022).

Menurut dia, semua orang berhak datang, silaturahmi, hidup dan tinggal di bumi Allah SWT, baik di Nusantara, maupun di tanah Banjar.

Kasatkorwil Banser Kalsel ini berpendapat massa yang melarang Yaqut Cholil Qoumas berpijak di Kalimantan Selatan justru tidak mempunyai kapasitas untuk mengharamkan Menteri Agama berpijak di wilayah Provinsi Kalsel tersebut.

“Kami orang Kalsel asli, dan apapun sukunya, agamanya, dan memegang teguh budaya sama haknya berada di tanah Banjar ini,” tegas Gusti Taufik Hidayat.

Dia mengingatkan kepada warga Kalimantan Selatan agar mengedepankan tabbayun kepada sumbernya. Hal ini agar lebih mengetahui tentang hal apapun itu, termasuk informasi seutuhnya soal analogi azan dan gonggongan anjing.

“Ingat pituah Sultan Suriansyah yang terlahir pada masa Kerajaan Banjar pada tahun 1520-1540 M. Petuah yang sangat khas dengan Kebanjaran dan menyentuh sanubari rakyat Banjar ketika itu,” kata Gusti Taufik Hidayat.

BACA JUGA : Shalawat Asyghil Menggema, Ratusan Personel Polisi Anti Huru Hara Duduk di Jalan

Ia pun mengutip pituah Raja Banjar pertama itu adalah sebagai berikut; “Wahai sekalian anak bangsa nang Biajukah, Balandiankah, Dusunkah, Jawakah, nang di sungai-kah, atawa di gunung-kah. Kalian semua adalah Banjaranku (rakyatku), hendaklah hidup damai di negeri dan dalam perlindunganku.”

Demo Menag Kalsel

Aksi massa tergabung dalam Aliansi Muslim Kalsel saat membentangkan spanduk mengharamkan 
Menag Gus Yaqut datang ke Kalsel.

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/03/05/beredar-spanduk-haramkan-menag-yaqut-ke-kalsel-banser-ingatkan-petuah-sultan-suriansyah/

Daripada Pindah Ibukota Kalsel Ke Banjarbaru, Pakar Kota ULM : Lebih Baik Bangun Kota Satelit!

PEMINDAHAN ibukota Provinsi Kalsel ke Banjarbaru adalah bentuk cubitan keras terhadap Banjarmasin sebagai kota pusaka bersejarah.

HAL itu diungkap pakar kota Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Akbar Rahman dalam dialog Bamara; Menyikapi Perpindahan Ibukota Provinsi Kalsel di RRI Banjarmasin, Rabu (2/3/2022) malam.

Doktor urban design lulusan Saga University Jepang ini mengatakan ada empat alasan untuk memindahkan sebuah ibukota. Akbar mengatakan alasan pertama adalah ibukota adalah pemersatu wilayah, sehingga harus lebih indah dibandingkan kota sekitarnya.

“Kemudian alasan kedua karena kesepakatan politik. Seperti ketika masa Presiden AS Donald Trump memutuskan ibukota negara Israel awalnya di Tel Aviv secara sepihak dipindah ke Jerusalem,” kata Akbar.

Berikutnya, papar Akbar, alasan ketiga adalah kuatnya pengaruh penguasa khususnya di negara yang menganut sistem kerajaan atau feodalisme.

“Ambil contoh dulu di Jepang. Awalnya ibukota negara ini adalah Kyoto, kemudian dipindah ke Tokyo. Ini karena Kaisar Jepang ketika itu menilai tidak ada bangunan lebih tinggi dibanding istana Kyoto. Ini bisa dinilai dari aspek historis,” papar Akbar.

Karenanya, magister teknis jebolan Undip Semarang ini mengatakan Banjarmasin yang memiliki kompleksitas sejarah menjadi kota sangat penting di Kalsel. “Untuk itu, kita tak bisa mengesampingkan sejarah. Apalagi, Banjarmasin justru kota paling sepuh di Kalimantan, bahkan hampir setara usia Jakarta sebagai ibukota negara,” papar Akbar.

Meski di satu sisi, Ketua Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik ULM ini mengakui banyak pula problema kota dihadapi Banjarmasin. Ini karena tumbuh berkembang dengan kompleksitas usai reformasi atau otonomi daerah, ketika daerah punya egosentris sendiri.

“Bayangkan saja, Banjarmasin saat ini dihuni kurang lebih 800 ribu dengan hanya luasan 98 kilometer persegi (km2). Bahkan, 20 persen populasi Kalsel bermukim di Banjarmasin,” urai Akbar.

Dengan adanya pemindahan ibukota Kalsel ke Banjarbaru, Akbar pun menganalisis karena warga Banjarmasin seakan tak peduli dengan identitasnya sebagai kota bersejarah di Kalsel.

Diakui Akbar, penataan Banjarmasin baru terlihat dalam lima tahun terakhir, usai keluar dari predikat salah satu kota terkotor di Indonesia. Dengan progress itu, Akbar pun mengajak agar warga Banjarmasin turut menjaganya. Jangan sampai benteng otonomi daerah justru terus mengekangnya.

“Bandingkan dengan Banjarbaru, memang luasan wilayahnya tiga kali lipat dari Banjarmasin. Namun, dalam 10 hingga 20 tahun ke depan, justru masalah yang dihadapi Banjarmasin akan dialami Banjarbaru. Jadi, sebenarnya percuma saja ibukota provinsi pindah. Apalagi, tanpa kajian morfologi,” cetus arsitek dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kalsel ini.

Menurut Akbar, dalam sisi geografis Banjarbaru juga saling beririsan dan berdempetan dengan wilayah Kabupaten Banjar. Kondisi itu dinilai Akbar justru akan memicu kompleksitas Banjarbaru kian tinggi permasalahan kota ke depan, dibanding Banjarmasin.

“Jujur saja, jika ingin membangun ibukota provinsi, lebih baik Banjarmasin dijaga dengan nilai wisata kota, dengan nilai sejarah yang luar biasa,” paparnya.

Warga Banjarmasin saat mengutarakan pendapatnya soal pemindahan ibukota Kalsel 
dari Banjarmasin ke Banjarbaru. (Foto Humas Setda Banjarmasin)

Solusi yang ditawarkan Akbar adalah dengan membangun kota satelit bagi Banjarmasin dengan statusnya tetap sebagai ibukota Kalsel. “Saat ini justru kota satelit Banjarmasin adalah kawasan Handil Bakti, Alalak Batola. Ini bisa mereduksi aktivitas perkotaan Banjarmasin. Sayang sekarang justru kawasan Handil Bakti tidak terencana dengan baik oleh Pemkab Batola,” ungkap Akbar.

Dia mencontohkan Handil Bakti bisa dibangun pusat perbelanjaan, sehingga untuk keperluan warga kota satelit tidak perlu lagi berbelanja ke Banjarmasin. “Kota satelit lainnya adalah Gambut dan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Dua kecamatan ini pun juga tidak direncanakan dengan baik oleh Pemkab Banjar,” kritik Akbar.

Dia mengungkap jaringan transportasi Banjarmasin ke Banjarbaru yang hanya berjarak sekira 30 kilometer, mengapa jarak tempuh harus lama. Ini dikarenakan kepadatan lalu lintas. “Hal ini juga mengakibatkan Banjarbaru akan menjadi kota yang tidak ideal. Makanya, ke depan, sistem jaringan jalan jangan hanya satu poros, tapi bisa dibangun semacam jalan tol, tentu bisa menggaet investor,” tutur Akbar.

Ia mengingatkan perpindahan ibukota Kalsel bukan hanya memindahkan  perkantoran gubernur atau Pemprov Kalsel atau rumah dinas, padahal ada problema kota yang akan dihadapi Banjarbaru.

“Kita membangun jalan lebar, tapi jangan lupa pula ada pemeliharaan. Ini jelas akan menggerus anggaran di APBD kita. Jauh lebih mahal ongkosnya,” pungkasnya.

Pakar Kota ULM
Pakar kota Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Akbar Rahman.

Fo

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/03/05/daripada-pindah-ibukota-kalsel-ke-banjarbaru-pakar-kota-ulm-lebih-baik-bangun-kota-satelit/

Tiap Demo Minta Jokowi Mundur, Jangan Salahkan Rakyat Jika Meminta Jokowi 3 Periode

Kita pasti sudah maklum terhadap kelompok ahli demo 212 dan kelompok aliran sejenisnya yaitu HTI, FPI dan bisa jadi PKS ikutan juga atau mungkin Demokrat?, mereka bagaikan srigala yang selalu jeli melihat setiap gerak-gerik pemerintah untuk mencari kesalahan yang dilakukan oleh pemerintah. Tidak salahpun akan mereka pelesetkan jadi salah. Mereka selalu siap dengan aksi demonya, yang ujungnya selalu ada Poster JOKOWI MUNDUR, kurang ajar bukan. Sudah ratusan tagar mereka sebar di medsos, sejak tagar ganti presiden yang gagal, bahkan si neno berdoa dengan mengancam Tuhannya sendiri, bayangkan, jika ini dilakukan oleh kubu Jokowi, pasti akan di demo berjilid-jilid.

Baik kita lihat aksi demo mereka sejak awal pemerintahan Jokowi periode ke 2, ada aksi demo tentang UU Cipta Kerja tahun 2020, atau biasa dikenal dengan UU Omnibus atau Omnibus Law, seperti biasa gerombolan pengacau itu melihat ini sebagai peluang untuk mendiskreditkan Jokowi dan pemerintahannya, lalu mereka berdemo dan lihat saja, disana ujung-ujungnya ada poster Jokowi Mundur. Disini juga kita lihat bahwa demo mereka tidak murni untuk memperjuangkan buruh, karena apa? Ya jelas karena ujungnya mereka minta Jokowi Mundur.

Lalu ada lagi demo tentang Undang - Undang Haluan Ideologi Pancasila, yang terang-terangan di demo dan ditoilak pastilah oleh FPI, HTI dan gerombolan sejenisnya itu. Bahkan dalam demo 24 Juni 2020 ini, mereka terang-terangan meminta MPR memberhentikan Jokowi, kurang ajar bukan.

Sebelumnya aksi itu, mereka juga melakukan demo aksi anti UU KPK, tapi tetap saja ujung- ujungnya minta Jokowi Mundur.

Yang terbaru, mereka baru saja berdemo untuk mempermasalahkan Menteri Agama alias Gus Yaqut yang diframing sebagai penista agama, dan mereka sangat ngotot untuk meng "Ahok' kan Gus Yaqut, tentu, saja demo itu juga ujung-ujungnya minta Jokowi mundur. Gerombolan provokator yang selalu minta Jokowi mundur ini, memang gak ada matinya, selalu eksis bila ada demo dan selalu mencari celah sekecil apapun untuk berdemo. Tapi memang luar biasa sabar pemerintahan Jokowi ini, mungkin kalau jaman orde baru alias orang-orang seperti mereka yang suka demo dan buat gaduh ini pasti sudah di lenyapkan dari bumi ini.

Ya kesal juga ya melihat polah mereka, yang suka demo dan ujungnya minta Jokowi mundur, padahal kalau Jokowi mundur apakah kondisi akan lebih baik? Apapun kata mereka, sudah terbukti hanya Jokowi yang paling berhasil membangun negeri ini, lihat saja infrastruktur merata disemua daerah. Pembangunan dimana-mana, kalau ada yang bilang rakyat tidak makan infrastrtuktur ya memang benar, infrastruktur memang bukan untuk dimakan, tetapi untuk meningkatkan mobilitas dan mendukuing perekonomian rakyat, bagaimana bisa ekonomi berkembang jika infrastruktur tidak memadai, jalan misalkan, bila tidak ada akses jalan, bagaimana petani bisa menjual produknya? Jika jalan sudah ada, transportasi akan lancara maka diharapkan perekonomian akan berjalan dan berkembang. Sangat sederhana tidak perlu sekolah tinggi keluar negeri untuk memahami hal ini. Tetapi kalau Jokowi yang fokus membangun selalu saja diganggu oleh demo-demo dan tagar-tagar di medsos yang sangat provokatif tidak produktif bahkan cenderung meracuni orang-orang yang sangat rendah literasinya, jarang membaca dan tidak mau mencari kebenaran, maka sudah pasti apa yang dikerjakan oleh Jokowi akan selalu dianggap sia-sia.

Melihat hal ini bisa kita bayangkan, apa yang terjadi dengan bangsa ini jika Jokowi mundur dan diganti oleh orang dari kubu pendemo itu? Negara Indonesia sudah pasti akan mengalami kemunduran yang parah. Lihat saja dalam skala kecil, Jakarta mengalami kemunduran, lima tahun dipimpin oleh gubernur seiman, apa yang terjadi? Kemunduran, tidak ada pembangunan yang significan yang dapat dinikmat oleh warga Jakarta.

Jadi begini saja, jangan salahkan kami pendukung Jokowi untuk meminta Jokowi tetap memimpin negeri ini, satu periode lagi, diperiode ini, kami para pendukung Jokowi sangat mengharapkan bahwa, kaum pembuat gaduh, alias kadrun, segera dimusnahkan dari NKRI, jika mereka sudah musnah atau minimal sudah tidak bisa bersuara, baru kami rela melepaskan Jokowi dan siap mendukung lainnya. Kenapa tidak? Mereka saja berani berdemo dan menuntut Jokowi Mundur, seharusnya kita juga berani minta Jokowi Maju Lagi dan memimpin negeri ini satu periode lagi.

Cak Soed. #NKRIHargaMati

Sumber Utama : https://seword.com/umum/tiap-demo-minta-jokowi-mundur-jangan-salahkan-sEuhTmdNJl

Crazy Rich yang Kini Terancam Miskin

Menjadi orang kaya raya saya kira cita-cita kita semua. Sangat bahagia jika saldo ATM kita berjejer panjang. Meminjam banyolan Marchel saking panjangnya angka saldo ATM kita memerlukan 5 mesin ATM yang berjejer untuk melihatnya. Saking Crazy Richnya. Lebih keren lagi ternyata mereka dulunya orang miskin. Saking miskinnya, saldo ATMnya lebih pendek dari nomor PIN. Gokil.

Orang kaya mah bebas. Gabut dini hari belum juga bisa tidur, iseng pesen mobil listri harga milyaran. Kita yang miskin gabut paling nyari makanan ulen, comro ke warung sebelah yang 24 jam.

Melihat salah satu acara di Televisi nasional Indosiar, seorang Kiki Saputri yang dikenal spesial rosting sedang berdiri di atas panggung besar. Di depannya berjejer 7 Crazy Rich yang memukau masyarakat Indonesia. Mereka adalah Raffi Ahmad, Rudi Salim, Indra Kenz, Doni Salmanan dan lain-lain.

Mereka adalah orang-orang yang dikaruniai kekayaan melimpah. Saking kayanya beli mobil sudah kaya beli mobil, gampang banget. Padahal kita mendengar pajaknya aja sudah pingsan. Mereka sudah kaya raya padahal usia masih sangat muda.

Tetapi benar pepatah orang tua, kehidupan bagaimana roda yang berputar. Kadang berada di bawah kadang berada di atas. Begitulah yang terjadi pada salah dua crazy rich tadi, Indra Kenz dan Doni Salmanan.

Konon mereka kaya karena pandai bermain Binary Option. Saya mah tak tahu apa itu Binary Option. Sejak Bappebti tetapkan Binary Option illegal dikarenakan terbukti judi online berkedok investasi, kini para trader pada hengkang mulai dari Doni Salmanan hingga Indra Kenz.

Diketahui Doni Salmanan hingga Indra Kenz kerap kali mempromosikan Binary Option dan diduga menjadi affiliator platform tersebut. Di dalam kanal YouTubenya, baik Doni Salmanan hingga Indra Kenz kerap kali membagikan hasil tradingnya di Binary Option tersebut dan mengaku mendapat untung besar.

Namun baik Doni Salmanan hingga Indra Kenz, kini keduanya telah hengkang dari dunia trading dikarenakan keduanya telah menghapus konten kegiatan tersebut di kanal YouTubenya.

Dilihat dari akun YouTube KING SALMANAN yang diketahui milik Doni Salmanan, konten terkait trading di Binary Option telah dihapusnya. Begitupun dengan akun YouTube Indra Kesuma yang diketahui milik Indra Kenz, konten tradingnya tersebut juga telah dihapusnya.

Tak hanya Doni Salmanan dan Indra Kenz, beberapa nama yang diduga affiliator Binary Option seperti Nodiwakgenk dan Kenwilboy juga undur diri. Seperti yang diketahui, kini korban dari Binary Option ini mulai bermunculan dan mengaku rugi besar akibat berinvestasi di platform tersebut.

Bahkan korban mengaku rugi sampai miliaran rupiah terkait tergiur investasi di Binary Option yang di promosikan beberapa influencer itu. Sebagai informasi, Binary option merupakan salah satu instrumen trading online dimana para trader memprediksi atau menebak naik turunnya harga sebuah aset pada jangka waktu tertentu.

Dimana jika trader atau investor tersebut menebak dengan benar maka keuntungan yang diperoleh tidak sampai 100 persen dari modalnya. Sedangkan jika tebakannya salah, maka trader atau investor akan mendapat kerugian sebesar 100 persen.

Saya sendiri kaget karena sebenarnya pernah hampir mencoba aplikasi ini. Ketika sedang buka internet terus ada promosi “Bisa kaya dengan cara gampang”. Ketika dibuka munculnya Binomo. Katanya kerjanya hanya menebak pergerakan nilai saham atau apalah. Hanya begitu saja ketika mampu menebak dengan benar maka akan mendapat uang sesuai uang taruhan yang kita ajukan. Gampang memang.

Disajikan pula bagaimana cara atau teori agar kita bisa menebak pergerakan naik turun saham dengan jitu. Mulai memprediksi pasar saham, memprediksi inilah itulah. Seolah-olah memang benar kita memprediksi saham real di bursa saham. Keren kan jika ada yang nanya, kamu kerja apa? Jawabannya bursa saham. Keren tuh.

Tercantum pula cukup banyak deret komen-komen yang menyatakan bahwa aplikasi ini memberikan keuntungan besar. Dirinya sudah membuktikan dan sukses. Sangat menggiurkan.

Tetapi ketika saya klik akun orang tersebut ternyata linknya mati. Tadinya saya ingin ngobrol-ngobrol dengan mereka tentang Binomo dan kesuksesan mereka lebih privasi. Karena tidak bisa di klik alias linknya mati, saya jadi curiga. Selain itu saya pikir-pikir kok kerjanya gampang banget cuma menebak. Jika begitu sama dengan judi dong. Maka saya pun memutuskan mundur tidak ikutan.

Ternyata ada yang super sukses dengan Binary Option bahkan menjadi Crazy Rich yaitu Indra Kenz dan Doni Salmanan. Tapi sayang para Crazy Rich ini terancam di miskinkan. Karena ilegal dan ada laporan dari pihak yang dirugikan, pihak kepolisian menangkap kedua orang ini.

Foto crazy rich Medan, Indra Kenz saat memakai baju tahanan menjadi perbincangan. Wajah Indra Kenz yang tampak lesu itu beredar di media sosial. Wajarlah lesu karena sudah terbiasa hidup mewah eh sekarang harus menghuni jeruji besi. Selain itu tekanan batin akan lebih memperkeruh suasana pikirannya yang mengakibatkan tekanan fisik dan mental.

Sumber Utama : https://seword.com/umum/crazy-rich-yang-kini-terancam-miskin-HnE5V6YsQm

Anies Baswedan, Capres Boneka, dan Potensi Diganti Kalau Tak Lagi Dianggap Berguna

Anies Baswedan adalah nama yang begitu menarik perhatian publik, sejak namanya mulai muncul dikenal publik pada periode pertama pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Mengisi jabatan sebagai rektor di Universitas Paramadina, dengan program Indonesia Mengajar yang sempat membuat publik terpesona, jabatan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pun dipercayakan kepadanya.

Mungkin posisi Mendikbud sebagai "tes kompetensi" jika tidak bisa dibilang balas budi karena jasanya di tim sukses Jokowi-JK pada masa itu. Meski kita sama-sama tahu bahwa usia jabatan Anies sebagai Mendikbud hanya seumur jagung, dalam arti sebenarnya, karena memang ditengarai orang ini kurang kompeten dalam bekerja.

Kalau mau dibandingkan sama masa jabatan Nadiem Makarim, eks juragan aplikasi berbasis daring, secara head to head penilaian kinerja mereka malah masih unggul Nadiem daripada Anies. Paham kan artinya apa?

Waktu terus berlanjut sampai masa Pilkada DKI Jakarta 2017 tiba. Jakarta kudu menentukan gubernur untuk lima tahun berikutnya setelah era Jokowi yang diteruskan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Duet yang tidak hanya menggemparkan publik Ibu Kota tetapi hingga memantik reaksi secara nasional karena kinerja dan sepak terjang mereka sukses bikin kelimpungan banyak pihak yang tidak menyukai cara kerja mereka, meskipun sangat bagus, transparan, profesional, dan berani.

Kita pun tahu apa yang terjadi pada masa itu. Anies yang dipasangkan dengan Sandiaga Uno, secara jitu berhasil menerapkan strategi yang "tidak biasa" lewat praktik kampanye yang lantas dikenal sebagai "politik ayat dan mayat" hingga tega menyingkirkan lawan politknya ke penjara, sebelum akhirnya duduk di kursi empuk sebagai Gubernur DKI Jakarta sampai hari ini.

Selama menjabat, praktis tidak banyak karya yang terlihat nyata berdampak pada mayoritas warga DKI Jakarta, meski dirinya (juga pendukungnya) mengklaim sosok Anies Baswedan punya sederet penghargaan selama memimpin Jakarta. Maklum, jauh lebih banyak program unfaedah juga sisi kontroversial terkait penggunaan anggaran, juga cara-cara liciknya dalam mengamankan posisi sehingga tak jarang muncul tudingan bahwa Anies seperti "untouchable person" dari jeratan hukum.

Bahkan saat program Formula E diwarnai dengan penebangan pepohonan di kawasan Monas yang sudah melampaui wewenangnya sebagai Gubernur DKI Jakarta, yang berani mengobok-obok kawasan milik negara, tapi sampai kini tidak terdengar ada persidangan yang harus dihadapi Anies terkait kasus tersebut. Begitu pula dengan nasib pepohonan itu, yang sekadar diuangkan atau dijadikan furniture, juga belum ada berita yang valid pernah tayang di berbagai media. Apa iya diikhlaskan begitu saja, hanya karena Pemprov DKI Jakarta yang menebang atas nama Anies Baswedan?

Mana WALHI yang biasanya ribut dan galak soal perkara beginian? Mana KPK yang mustahil nggak tahu soal berita itu, yang kalau semisal punya niat juga bisa menyelidik langsung buat mengetahui kondisi riil di lapangan? Monas belum pindah dari lokasi yang biasanya, kan?


Akhirnya, proyek Formula yang belum sebulan digarap sirkuitnya mendadak dikabarnya dananya membengkak minimal Rp 10 miliar rupiah. Kondisi in kan sejak awal sudah diperingatkan oleh banyak pihak yang paham konstruksi, bahwa Rp 50 miliar nggak akan cukup buat bikin sirkuit, karena dana yang diperlukan minimal 4 hingga 6 kali lipatnya, belum kalau bahan bakunya naik.

Sekalipun kontraktornya konco dewe tapi bukan berarti proses pembuatan sirkuit bisa dibikin proyek main mata kan? Maksudnya, kalau semisal butuh dana tambahan, bisa tinggal sret, sreet ... trus uang langsung cair sebanyak apa pun diperlukan. Masa' yang begini KPK masih berpangku tangan alias nggak melakukan apa-apa sih.

Bagaimana dengan berkas yang dibawa oleh Ketua DPRD DKI Jakarta? Masa' belum selesai membaca dan tidak ada alasan buat setidaknya melakukan rencana pemanggilan dalam waktu dekat, melibatkan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam proyek Formula E, yang mungkin saja mengarah pada pelanggaran hukum?


Daan ... semua itu juga rupanya masih belum cukup menggoyahkan citra bahwa sosok Anies menjadi salah satu kandidat yang dianggap layak buat diusung pada Pilpres 2024, yang tergambar dari hasil survei selama beberapa waktu itu.

Apakah mereka nggak peduli dengan semua fakta yang seharusnya lebih dari cukup menyatakan rekam jejak Anies terbilang buram dan tidak pantas dicalonkan menjadi Cawapres atau Capres sampao kapan pun? Bisa jadi, kalau mereka silau dengan "sosok personal" dari Mendikbud pecatan ini.

Atau mungkin ... jangan-jangan yang bersangkutan malah tidak menyadari posisinya hanya seperti sosok boneka, yang dipakai demi kepentingan si pemilik boneka dengan segala macam agendanya untuk negeri ini?

Jika mau mencermati rekam jejaknya sendiri, seharusnya dia punya lebih dari seratus alasan buat menyadari bahwa dirinya belum mampu untuk memimpin negeri seluas dan seplural Indonesia ini.

Jika memang begitu, sebaiknya Anies segera sadar diri sebelum terlambat, karena yang namanya boneka (mainan) kalau memang dianggap sudah tidak bisa dipakai lagi, ya otomatis akan dibuang dan digantikan boneka lain menurut pandangan dan kepentingan dari si pemilik boneka itu.

Sumber Utama : https://seword.com/politik/anies-baswedan-capres-boneka-dan-potensi-diganti-6b2DTy3xCw

Hanya Karena Sumur Resapan, PKS Usulkan Anies Jadi Konsultan IKN

Kalian pasti pernah baca berita di media yang menyebut konsep sumur resapan yang sekarang dikerjakan Anies ternyata akan ditiru dalam pembangunan IKN Nusantara.

Padahal secara detil, aplikasi dan konsepnya beda jauh. Di IKN, program tersebut dinamai dengan kota spons.

Sesuai UU IKN tentang Prinsip Dasar Pengembangan Kawasan, kota spons mengacu pada kota yang berperan seperti spons yang mampu menahan air hujan agar tidak langsung melimpah ke saluran-saluran drainase dan yang mampu meningkatkan peresapan ke dalam tanah sehingga bahaya banjir dapat berkurang serta kualitas dan kuantitas air dapat meningkat melalui penyaringan tanah dan penyimpanan dalam tanah (akuifer).

Selain itu, Kota Spons juga akan lebih lebih kompleks. Selain menggunakan sumur resapan sebagai penampung air hujan sementara, Kota Spons diimplementasikan dengan memperbanyak area ruang terbuka hijau maupun infrastruktur lainnya.

Beda jauh dengan sumur resapan ala Aneis yang cuma mengebor tanah, lalu dimasukkan beton yang ukurannya tidak besar dan tidak panjang ke dalam. Sumur resapan ini adalah sumur ecek-ecek. Cuma buat formalitas bahwa programnya sudah terlaksana.

Tapi lucunya, anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PKS, Muhammad Taufik Zoelkifli mengusulkan agar Anies turut dijadikan sebagai konsultan pembangunan IKN. “IKN menerapkan konsep Kota Spons atau kota yang menyerap air. Konsep ini ternyata sudah diterapkan ⁦Anies Baswedan di Jakarta. Hanya beda istilah saja. Bagaimana kalau Pak Anies diangkat jadi konsultan IKN?” tanyanya.

Dia bilang, sayangnya konsep sumur resapan yang digagas Anies sempat mendapat kritik tajam dari sejumlah anggota dewan dari PDIP dan PSI. Padahal kini terbukti bahwa program itu bagus dan hendak dicontoh untuk ibukota baru.

“Anggaran untuk Sumur Resapan dipangkas habis untuk APBD tahun 2022. Lain kali saya berharap anggota dewan lebih mengedepankan objektivitas demi kemajuan Jakarta di atas kepentingan politis sesaat," kata Taufik Zoelkifli.

PKS Lagi. Kacau. Logika jungkir balik.

Dari penjelasan yang saya sebutkan di atas, sudah jelas sekali perbedaannya. Di IKN, yang dimanfaatkan adalah ruang terbuka hijau yang memang kita sudah tahu bisa menyerap air dengan baik. Di Jakarta, sumur resapan, letaknya di jalanan aspal. Banyak yang tidak berfungsi. Hujan deras tetap tergenang. Aspal banyak yang rusak. Masa model begini mau dijadikan role model di IKN?

Lebih kacaunya lagi, Anies diusulkan sebagai konsultan pembangunan? Ini adalah wacana paling kacau dan berantakan yang pernah saya dengar. Tapi kalau melihat dari partai mana, tidak heran lagi sih.

Amit-amit deh. Tapi saya yakin pemerintah juga tidak akan sebodoh itu menunjuk Anies sebagai konsultan. Karena dia hanya cocok jadi konsultan tata kata dan ngeles. Jadi kalau ada pihak yang mau ngeles, cuci tangan, melarikan diri dari tanggung jawab, silakan angkat Anies jadi konsultan. Dijamin hasilnya memuaskan atau garansi uang kembali.

Lagipula pemerintah, kan sudah pernah memecat Anies dari jabatan menteri. Sudah tahu bobroknya, masa mau angkat lagi. Ini tidak akan mungkin terjadi. Ibarat kita punya satu karyawan yang tak bisa dipercaya, tak becus, lalu kita pecat, apakah mau pekerjakan dia kembali di masa mendatang?

Dan lebih lucunya lagi, bukankah PKS partai yang paling gigih menolak IKN? Lantas kenapa mengusulkan Anies jadi konsultan pembangunan IKN? Ibarat lu menolak, tapi malah mengusulkan orang lain yang lu suka untuk terlibat dalam pembangunan IKN, dan kalau itu terjadi, maka lu setuju dengan IKN. Ini logika sampah dan munafik.

Kalau Anies jadi kepala otorita IKN, situ bakal setuju juga? Munafik kuadrat.

Sadar diri lah. Anies itu tidak becus. Dia jadi gubernur karena keberuntungan. Kebetulan ada sentimen agama yang sedang terjadi pada Ahok saat itu. Kalau tidak dibantu gerombolan penjual agama itu, Anies takkan jadi gubernur. Kalau tidak ada jurus ancam tidak mensalatkan jenazah, belum tentu Anies bisa menang.

Menpercayakan Anies dalam pembangunan IKN, sama saja bikin IKN amburadul. Cukup Jakarta saja yang diacak-acak. Jangan lagi merembes sampai ke wilayah lain.

Bagaimana menurut Anda?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/hanya-karena-sumur-resapan-pks-usulkan-anies-jadi-7Bed1SjlH4

Rizal Ramli Usul Pemilu 2024 Dipercepat, Bilang Aja Kepingin Nyapres

Wacana penundaan pemilu membuat banyak orang kepanasan dan kebakaran jenggot. Pasalnya, ini bukan hanya soal mengganggu konstitusi tapi juga mengganggu mereka yang segera ingin berkuasa. Bagi yang sudah ngebet, wajar marah karena mereka tidak ingin melihat orang yang mereka benci berkuasa terlalu jauh.

Siapa salah satu yang sudah tidak tahan ingin segera jadi presiden? Banyak sih sebenarnya. Tapi satu orang yang cukup ngebet adalah Rizal Ramli. Dia memberikan kritik pedas terkait munculnya usulan penundaan pemilu 2024.

Menanggapi banyaknya usulan penundaan pemilu, Rizal Ramli justru mengusulkan agar pemilu 2024 dipercepat. Alasan dia adalah karena pemerintah tidak becus untuk menyejahterakan rakyat sehingga pemilu 2024 perlu dipercepat untuk mengganti pemimpin yang lebih baik.

“Logika itu justru harus dibalik, pemerintah yang gak becus, yang membiarkan korupsi dan KKN terjadi secara masif, yang bikin rakyat hidup susah itu justru harus dipercepat, diselesaikan, bukan diperpanjang,” kata Rizal Ramli di Youtube Refly Harun.

Ada satu hal yang sangat mengherankan saya. Youtube Refly Harun kok selalu diisi tamu yang itu-itu aja. Setahu saya, Rizal Ramli sudah beberapa kali tampil di Youtube Refly Harun. Gak kreatif amat sih. Kurang ide atau kurang komplotan?

Podcast Deddy Corbuzier bisa datangkan tamu yang berbeda-beda dan tidak monoton. Kalau Refly Harun, yang diundang orangnya itu-itu doang. Ada yang langganan sakit hati, hehehe.

Back to komentar Rizal Ramli tadi.

Rizal Ramli mengatakan bahwa pemerintah harus sadar diri untuk mundur jika kinerjanya justru membuat rakyat menderita. “Jadi kalau presidennya itu gak becus, pemerintahannya sangat korup dan tidak mampu mensejahterakan rakyat, dan malah bikin rakyat hidup sulit, yang ada itu pemilu dipercepat bukan diperpanjang,” kata Rizal Ramli.

“Dengan harapan kalau pemilu dipercepat akan terpilih pemimpin yang lebih baik, yang lebih hebat dan legitimasinya lebih hebat sehingga bisa memperbaiki keadaan ekonomi dan sosial,” tambahnya.

Rizal Ramli mengatakan bahwa jika seorang pemimpin tidak becus mensejahterakan rakyatnya maka wajib hukumnya untuk pemilu dipercepat. Dia menegaskan bahwa usulan memperpanjang masa jabatan atau menunda pemilu 2024 sangat bertentangan dengan konstitusi.

Ini namanya logika komplotan sakit hati. Kalau menunda pemilu disebut melanggar konstitusi, apakah mempercepat pemilu juga bukan melanggar konstitusi? Kalau presidennya tidak bermasalah atau melakukan perbuatan berat atau bermasalah dengan kesehatan, maka pemilu juga tak bisa seenaknya dipercepat. Ini namanya tuntutan komplotan sakit hati yang tidak tahan lagi ingin segera berkuasa.

Menurutnya, selain mempercepat pemilu 2024, pemerintah juga harus merubah sistem pemilu agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di kepemimpinan sebelumnya. “Salah satunya threshold harus nol, jadwal pemilu harus pemilihan Presiden dulu baru pemilihan DPR 3 bulan kemudian, supaya kita ngikutin sistem presidensial, dan juga harus ada audit dari sistem IT,” katanya.

Nah, kan, apa saya bilang. Ujungnya adalah niatnya untuk berkuasa dan jadi presiden. Ujung-ujungnya minta presidential threshold jadi nol persen. Untuk apa? Yakinkah kalian dengan ucapan Rizal Ramli bahwa presidential threshold bisa menghasilkan pemilu yang lebih baik? Ini semua soal bagaimana mereka lebih gampang menuju kursi RI-1 tanpa terhalang oleh aturan yang memberatkan mereka.

Mereka mau berkuasa dengan cara yang lebih mudah dan gampang. Kelompok inilah yang wajib dihalangi untuk berkuasa. Munafiknya tak ada obat. Menuduh pemerintah tak becus padahal diri sendiri lebih tak becus dan dipecat beberapa kali.

Sok bicara mempercepat pemilu. Coba pikir, kalau seandainya presidential threshold jadi nol persen dan pemilu dipercepat, siapakah yang akan duluan nyapres? Yakin putra-putri terbaik bangsa? Pretttttt.

Yang adalah malah mereka yang wajah kebelet yang duluan nyapres. Putra-putri terbaik bangsa? Minggir dulu. Kasih kesempatan buat yang lebih tua, yang sudah tak tahan lagi ingin jadi presiden.

Rizal Ramli pasti bakal berdiri di barisan terdepan kalau dua hal itu terjadi. Memuakkan. Bagusnya presidential threshold dijadikan 30 persen aja, biar mereka makin ngamuk dan darah tinggi. Enak banget bawa-bawa rakyat demi memuaskan hasrat politiknya.

Bagaimana menurut Anda?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/rizal-ramli-usul-pemilu-2024-dipercepat-bilang-1wwQyP7AyQ

Layak Ditunggu, Aksi Bela Islam dengan Terdemo: Sugik Nur!

Orang yang diduga disebut terduga, berarti orang yang didemo disebut juga dengan terdemo.

**

Pada Jumat (4/3) kemarin, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi terdemo karena sebuah pernyataannya beberapa waktu yang lalu. Pendemonya, siapa lagi kalau bukan massa dari Persaudaraan Alumni 212 yang memang sudah dikenal punya track record mumpuni di bidang yang satu ini?

Pernyataan Gus Yaqut -demikian beliau biasanya dipanggil- yang dijadikan masalah adalah pernyataan yang menurut pemahaman PA 212 ini Gus Menteri telah menyamakan adzan dengan suara anjing. Seperti biasa, tuduhan sebagai penista agama dialamatkan kepada Menteri Agama.

Terpisah, sosok yang ingin dan siap dicalonkan sebagai calon wakil presiden, Novel Bamukmin, demi memuluskan keinginan agar Menag pantas disebut sebagai penista agama, bersama rombongannya menemui MUI. Katanya sekarang Indonesia sudah darurat.

"Negara ini sudah darurat penista agama dan apa yang diucapkan Yaqut (Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas) sudah masuk ke dalam unsur penistaan agama,” tegas Novel.

Soal pernyataan Gus Yaqut apakah masuk dalam unsur penistaan agama atau tidak, sudah banyak yang membahasnya. Kenyataannya, tidak ditemukan sesuatu yang salah. Tapi kalau terkait dengan darurat penista agama seperti vang Novel sampaikan di atas, boleh saja itu ada benarnya.

Tidak jauh-jauh, lihatlah pada saat Aksi Bela Islam oleh PA 212 Jumat lalu itu, sungguh nyata kalau itu disebut sebagai penistaan agama, yaitu praktek sholat orang bergamis hijau di atas mobil komando itu. Dari banyak video yang beredar, terlihat gerakan yang pasti salah. Lihat salah satu videonya di sini.

Kalau yang ini mungkin hanya akan menjelaskan bagaimana sungguh tidak pahamnya mereka dengan ajaran agama yang selama ini katanya mereka bela. Bagaimana tidak, ini masih terkait dengan bapak baju hijau di atas komando yang gerakan sholatnya aneh tadi. Saat itu apakah dia sholat sendiri, atau berposisi sebagai makmum? Kalau sebagai makmum, kenapa dia memisahkan diri dari shaf sholat berjamaah yang bertempat di bawahnya?

Selain itu, di lokasi demo tersebut juga dekat dengan masjid, terlihat dari terdengarnya suara azan dengan sangat jelas, lalu kenapa gerombolan ini tidak sholat berjamaah di masjid saja? Soal kemungkinan adanya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan saat sedang ditinggal sholat, kenapa dengan penuh keyakinan tidak diserahkan semuanya kepada Tuhan saja? Katanya pembela agama???....

Bila dirunut ke belakang, masih akan banyak keganjilan-keganjilan (baca: kebodohan) dalam praktek agama yang mereka lakukan. Misalnya saja menyembah baliho, atau berdoa Pak Jokowi dan Bu Mega agar dipendekkan umurnya padahal dalam acara mauilidan.

Yah…, begitulah mereka. Sok paling benar, sok paling bela Islam.

Tapi ada lagi satu penistaan yang sudah sedemikian biadabnya, yaitu apa yang dilakukan oleh Sugik Nur. Ustad dan Gus abal-abal ini bermaksud untuk menyudutkan menteri agama, tapi yang ada malah memamerkan kebodohannya yang entah sudah ke berapa kali diperlihatkannya. Sugik Nur mempraktekkan salah satu kalimat dalam adzan diselingi dengan guk-gukan anjing. Lihat videonya di sini.

(((Parah)))!!!

Gebleg-nya, kalimat yang dipilih Sugik Nur untuk dicampur dengan suara anjing itu adalah syahadat. Sementara syahadat sendiri bagi umat Islam adalah sangat sakral. Ada tauhid, ada pengakuan terhadap kenabian Muhammad SAW. Kalimat ini juga menjadi semacam password untuk bisa masuk ke dalam Islam. Bagi siapa yang ingin berislam, terlebih dahulu harus mengucapkan kalimat ini.

Oleh karenanya, sudah sepantasnya kalau Sugik Nur disebut sebagai penista agama yang sesungguhnya. Sugik Nur dengan kebodohannya adalah orang yang telah merusak Islam yang sebenarnya. Sengaja atau tidak, dialah perusak yang asli.

Ketidaktahuan, kebodohan, dan kegoblokkan bisa jadi menjadi penyebab ketidaksengajaan. Tapi itu jelas tidak bisa dimaklumi begitu saja, karena pada kenyataannya Sugik Nur sudah sering wira-wiri berceramah dan menggurui orang.

Sugik Nur harus diproses!

Kita juga patut menunggu apa yang akan dilakukan oleh PA 212 terkait kelakuan Sugik Nur itu. Apakah paguyuban pimpinan Slamet Maarif ini konsisten dengan aksi bela Islam-nya?

Dari kelompok mereka itu, jelas kita sangat menginginkan demo berjilid-jilid demi bisa memenjarakan Sugik Nur itu. Jelas sangat diharapkan adanya aksi besar-besaran demi memberi tekanan kepada aparat penegak hukum agar Sugik Nur segera diproses.

Tapi, mungkinkah???......

Positive thinking saja! Met, Slamet, ayo kamu bisa!!!!.....

Sumber Utama : https://seword.com/umum/layak-ditunggu-aksi-bela-islam-dengan-terdemo-W9d2ROHoqb

Mencengangkan! Anies Akan Segera Dijemput KPK Terkait Masalah Formule-E?

Pohon-pohon ditebang di Ancol, lokasi dimana Formula-E yang bikin error itu akan dilaksanakan. Penebangan itu nampaknya akan menimbulkan masalah yang serius. Semoga Pohon itu ikut berdoa agar Anies segera mendapatkan “karma”. Hiha.

Sebelumnya di Monas sudah dilakukan hal yang sama tapi ternyata setelah tidak jadi dilaksanakan acara itu, pohon-pohon itu tidak mungkin dikembalikan lagi, mungkinkah sudah jadi fulus ya? Wallahualam.

Tapi apa yang telah dilakukan Anies, itu sudah merusak. Lingkungan di sekitaran Monas dirusak, dan kini Ancol pun akan bernasib sama. Mengembalikan pohon-pohon yang sudah ditebang itu mustahil dalam waktu dekat, kecuali pakai pohon plastik sebagaimana dulu beberapa jalan dipasang pohon dari plastik, dan pohon plastik itu tidak membuat perputaran udara jadi segar, berbeda halnya dengan pohon asli, udara kotor bisa disaring, karena itulah kenapa di perkotaan yang penuh asap knalpot dan industri sangat diperlukan atau bahkan wajib ada pohon-pohon yang sangat rindang.

Namun sayangnya, untuk menanam pohon bukanlah hal yang mudah dan cepat. Perlu waktu yang lama, dan sudah pasti umur pohon untuk bisa mencapai tinggi yang maksimal jika ditanam pada tahun 2022 ini, maka mungkin hanya cucu Anies yang bisa menyaksikannya. Tapi sepertinya mana mungkin Anies mau tanam kembali?

Atau pun katanya sudah dipindahkan pohon itu, apakah tidak menyebabkan pohon itu rusak kalau dipindahkan? Kan itu butuh biaya yang tidak sedikit, sementara untuk mengeruk sungai saja, Anies enggan, padahal itu adalah kewajibannya, maka apa benar pohon itu dipindahkan? Yang jelas pemindahan ataupun penebangan pohon-pohon itu, telah menganggu stabilisitas tanaman, dan kalau tanaman tidak stabil, maka bisa juga terganggu sistem “Paru-paru dunia”

Pohon yang ada di Monas itu sudah dirancang sejak tahun 1973, dan dengan susah payah dan biaya yang tidak sedikit plus perawatannya, begitu sudah tinggi dan besar pohonnya justru ditebang begitu saja oleh Anies. Memang Anies jagonya merusak kota, bukan menata kota. Rusak kotanya sengsara warganya.

Nah, menurut informasi, bahwa di Ancol itu pun juga nampaknya akan diperlakukan hal yang sama seperti di Monas? Dan jelas saja penilaian warga sudah negatif kepada Anies, meskipun nanti misalnya ada hal positif yang menguntungkan warga yang dilakukan Anies, tetap tidak akan percaya, karena cap negatif atau buruk kepada Anies itu sudah melekat. Itu semisalnya saja ya, tapi fakta dan kenyataan, selama ini memang belum ada hal-hal positif dan menguntungkan bagi warga yang dilakukan oleh Anies, maka karena itulah warga sudah muak.

Bahkan nampaknya yang sudah memilih Anies sepertinya sudah menyesal, Huahaha. Heeiii kalian yang dulu memilih Anies, makan tuh Gubernur se-iman yang gemar merusak, tidak mampu mengelola Jakarta tapi berani-beraninya berjanji kepada warga akan dibahagiakan, akan disejahterahkan, diberikan rumah dengan DP Nol rupiah, dan segudang janji-janji manis yang bikin miris.

Nah, dosa-dosa Anies kepada warga itu sepertinya sudah sangat banyak, maka bisa jadi ia akan mendapatkan balasannya atau kena “karma” pada kasus Formula-E yang sangat aneh ini. Pelaksanaan Formule-E sudah mepet, pengerjaan sirkuit dengan bahan-bahan yang biasa saja akan menimbulkan masalah besar, Jakarta benar-benar dirusak oleh Anies, dan lihatlah pohon-pohon juga sudah ditebang di Ancol. Innalillah...

Hal aneh yang menjadi sorotan soal Formula-E ini adalah anggarannya yang langsung naik, mmhhh... kayak lem aibon kah ini? Nampaknya sudah tercium bau yang tidak sedap, bau busuk sekali, mungkin ibarat kaos kaki yang tidak pernah dicuci dan dipakai berbulan-bulan, bahkan baunya mengalahkan kaos kaki ini, Huahahaha.

Saat lelang tender jumlahnya Rp 50 Milyar, dan kini sudah menjadi Rp 60 Milyar, jadi ada pembengkakan 10 Milyar rupiah. Nah, apakah akan bengkak lagi? Bisulan gitu? Huahaha... benar-benar proyek yang aneh, dan sangat jelas ini dipaksakan demi bisa lolos masuk nyapres. Tapi tampaknya memang inilah tiket yang harus dibayar Anies, atau semacam ujian untuk bisa lolos menjadi masuk capres dan bertarung dengan yang lain, namun hal itu sangat sulit dilalui Anies. Nah itulah kalau cuma kata-kata saja yang diandalkan, bukan kerja-kerja.

Jadi 60 Milyar itu penggunaannya untuk lintasan balap saja, artinya belum termasuk keseluruhan, berarti benar-benar akan ada lagi tambahan untuk yang lainnya, bagaimana dengan gedung-gedung atau tribun untuk penonton, dan yang lainnya? Sebagaimana yang dikatakan oleh penanggungjawab proyek sirkuit Formula-E ini dari PT. Jaya Kontruksi, Ari Wibowo "Treknya. Jadi saya tidak masuk dalam penonton, grand stand-nya penonton, tribun, itu nggak masuk,"

Nah, tentu saja biaya untuk yang lain-lain diluar dari sirkuit itu pasti jumlahnya tidak sedikit, jangankan itu, beberapa proyek di DKI biayanya selalu fantastis tapi hasilnya cuma kebutuhan bergaya di instagram, artinya tidak unfaedah sesuai janji-janji kampanye Anies. Jadi emang Gabener ini orang.

Maka dengan demikian, ambisi Anies untuk mencitrakan dirinya lewat balapan mobil listrik ini, bisa jadi adalah “kuburan karirnya” untuk melangkah ke kekuasaan yang lebih tinggi lagi, dengan kata lain, Anies cukup sampai kursi Gubernur DKI saja, dan selanjutnya tersedia kursi di Pengadilan yang disediakan atau diantar oleh KPK.

Meskipun orang di belakang Anies ini kuat, tetap saja Anies cuma seperti boneka, yang kalau sudah nyusahin dan sudah tidak menarik lagi karena kasus-kasus, maka lebih baik dibuang saja bonekanya. Dan sudah pasti si Bohir mencari boneka baru atau boneka lama yang masih bisa dibelinya.

Sumber Utama : https://seword.com/politik/mencengangkan-anies-akan-segera-dijemput-kpk-9aHaaNt4ln

Memalukan Nan Menggelikan! Anggota MUI Pula? Demo Bela Adzan Sholatnya Keliru. Prettt Dah!

Sebelum membahas ini, mari lepaskan dulu tawa dengan sebebas-bebasnya, soalnya kita telah menyaksikan aksi dungu dari para pendemo yang gemar jualan agama. Wkwkwkwkww....

Telah diketahui bahwa orang yang memakai gamis hijau dan sholat di atas panggung mobil komando demo, itu bernama Fikri Bareno, supaya keren, ia dipanggil Buya, hampir sama dengan si Novel Bamukmin yang nekat ingin dipanggil Habib, padahal sepertinya bukan Habib, tapi cuma jongosnya demo.

Fikri Bareno memakai gamis hijau plus sorban dan dalaman putih, sudah bisa ditebak bahwa ia hendak memoles dirinya agar terlihat sakral dan berwibawa, atau dengan kata lain sok relijius.

Dengan pakaian seperti itu dirinya tampak merasa paling suci, dan Menag yang sedang didemonya itu dianggapnya penuh dosa, karena menurut orang-orang seperti Fikri Barenon ini, bahwa Menag Gus Yaqut itu telah menista agama, padahal jelas-jelas bahwa tidak ada kata yang begitu tegas menyebut atau membandingkan dengan terang-terangan adzan dengan suara yang lain.

Beda halnya dengan yang telah dilakukan oleh Sugik Nur, Huahahaha... Sugik memang koplak, mencoba ikut bersuara dan menggempur Gus Yaqut, ehh malah dirinya kena masalah. Dan kini sudah naik penyidikan, dan tidak lama lagi akan jadi tersangka dan akhirnya masuk lagi deh, padahal belum lama dia bebas. Dimohon pemirsa jangan ketawa, takut dosa, wkwkwkwkwkw. Kayaknya langganan nih si Sugik Nur di penjara. Padahal kalau jualan pembalut saja, mungkin lebih aman ya? Bahkan bisa dapat langganan bencong montok, wkwkwkw.

Yahh begitulah orang-orang yang selama ini demo dengan mengatasnamakan agama. Terlalu bangga dengan agama yang dianutnya, merasa dirinya adalah perwakilan Tuhan sehingga harus membela Tuhan, dan merasa dirinya dapat mandat dari langit sehingga ketika ada yang menyinggung masalah agama dan tidak sesuai apa yang dipahaminya, langsung emosi dan bereaksi keras.

Tetapi apa yang mereka perlihatkan dalam aksi-aksi demonya selama ini, sebenarnya sudah jelas bahwa mereka ini badut-badut yang mengerikan, pasalnya terkesan lucu nan koplak namun bisa membuat kegaduhan bahkan kerusakan. Jadi keberadaan mereka ini tidak bisa menambah value negara, atau tidak akan bisa meningkatkan kualitas negara, apalagi menambah devisa dan meningkatkan roda perekonomian secara merata, kecuai mereka diekspor saja ke Timur Tengah atau kawasan perang seperti di Ukraina buat melawan Rusia, wkwkwkww...

Dan pemirsa, ternyata Fikri Bareno yang tidak layak dipanggil Buya ini, adalah salah satu wakil ketua komisi pembedayaan ekonomi umat di MUI Pusat. Wow, ada apa ini dengan MUI ya? Kok banyak banget penghuninya yang bermasalah? Belum lagi tersangka teroris yang sudah dibekuk tapi cepat-cepat diklaim bahwa itu bukan anggota MUI alias sudah dipecat. Cuci tangan? Mumpun masih pandemi omicon bau oncon, wkwkwkww.

Nah, akhirnya si Fikri ini pun minta maaf setelah videonya viral. Dari permintaan maafnya ini sangat jelas ketahuan bahwa semua yang ikut demo itu adalah kaum yang memang sejatinya tidak terlalu memahami apa makna beragama. Bahkan coba perhatikan saja para pengikut dan fans Rizieq, bahkan baliho pun mereka “Sembah” Nauzubillah Min Dzalik. Jadi pada dasarnya mereka hanya “menyembah” simbol daripada harus menyelami hakikat keberagamaan.

Dan sepertinya mereka ini tidak gemar mengkaji ilmu-ilmu agama secara ikhlas dan mendalam, karena itulah mereka hanya gemar demo dan sok kritis namun ternyata dungu kuadrat atau dungu murakkab. Jika saja mereka lebih tenang dan tidak tergesa-gesa mengikuti para dedengkot tukang goreng isu pengaturan suara TOA itu, tentu saja mereka tidak akan pernah mempertontonkan aksi-aksi kebodohan yang mengatasnamakan agama.

Iya, mereka lebih suka berdemo daripada ke perpustakaan menelusuri literatur yang begitu kaya dan bisa mencerahkan. Atau menyelami berbagai literasi tentang sejarah Islam atau pun ikut kajian ke ulama yang benar-benar memacu otak berpikir, baik offline maupun secara digital. Bukan ke orang-orang yang mengaku ulama tetapi ternyata cuma Jongos Bohir, yang bahkan sholat saja tidak karuan, Huahahahaha...

Maka fix sudah, yang ikut berdemo itu adalah pesanan, ada yang memang menginginkan Menag Gus Yaqut lengser dari jabatannya, sebagaimana Ahok yang dulu sudah pernah mereka zolimi. Mereka ini seolah-olah buta, tidak melihat siapa Gus Yaqut. Bisa jadi mereka telah dibutakan oleh nasi bungkus atau pun fulus sebagai upah dari aksi demo. Nauzubillah min dzalik.

Jika umat di antara mereka itu cerdas, tentu saja tak akan ikut berdemo untuk urusan ini, apalagi sudah jelas bahwa Gus Yaqut itu muslim, bahkan kalau pun ada orang non-muslim yang mencoba kritis terhadap Islam, seharusnya bisa dijawab dengan elegan dan cerdas, karena agama itu bisa didiskusikan dan orang-orang yang bernalar sehat nan bijak pasti tahu jalan terbaik masing-masing.

Jadi bukan dikit-dikit demo dikit-dikit demo. Maka bagaimana bisa bangsa ini melawan negara lain yang misalnya ada yang coba-coba menyerang seperti misalnya Ukraina yang diserang oleh Rusia, maka apakah kita bisa melawan dengan gagah jika ada negara yang sekuat Rusia menyerang Indonesia?

Jadi, selama ada kadrun di negeri ini, justru inilah yang bisa merusak negara dari dalam secara perlahan-lahan, karena bisa jadi untuk mengurusi mereka ini telah memakan biaya yang sangat banyak dan mubazir, padahal biaya itu bisa digunakan untuk hal-hal yang dapat memperkuat ketahanan bangsa kan?

Salah satunya adalah upaya meningkatkan kualitas pendidikan termasuk pendidikan karakter dan mindset, yang dapat memperkuat pertahanan negara, disamping pendidikan lain yang semuanya bisa mengangkat harkat dan derajat kemanusiaan, bukan menguras biaya karena mengurusi orang-orang yang mabok agama sehingga makin gaduh dan malah makin menambah biaya untuk mengurusi mereka ini.

Jika seharusnya soal penistaan agama ini sudah selesai, yang belum selesai adalah orang-orang yang haus ilmu sehingga sibuk mengkajinya, bukan sibuk demo dan mempertunjukkan kebodohannya.

Sumber Utama : https://seword.com/politik/memalukan-nan-menggelikan-anggota-mui-pula-demo-qL8kXtoHvk

Penista Agama (PA) 4322, Akankah Didemo?

Dalam rangkaian protes terhadap Menteri Agama Gus Yaqut, pada hari Jumat 4 Maret 2022, berlangsung aksi demo oleh kelompok yang masih sama dengan mereka yang "hobby" berdemo di Monas beberapa waktu lalu.

Sejak beberapa waktu ini, Pak Menag memang sedang dipersoalkan oleh para pendemo, gara-gara TOA di tempat-tempat ibadah yang menurutnya perlu ditertibkan volumenya. Namun ada ucapan Pak Menteri yang menurut mereka menyinggung kesakralan agama, sehingga memberikan peluang bagi kadrun untuk kembali turun ke jalan.

Lalu membahanalah tuntutan supaya Menag mengundurkan diri, dan bersiap mempertanggungjawabkan ucapannya itu di muka hukum. Itulah yang mereka teriakkan dalam aksi demo, hari Jumat 4-3-2022 di depan gedung Kementerian Agama.

Sebagaimana kebiasaan kelompok itu, tidak lengkap rasanya kalau aksi demo tidak dibarengi dengan ibadah. Mungkin supaya selaras dengan atribut sebagai pembela agama, dan sekaligus meneguhkan identitas mereka sebagai kumpulan orang-orang yang taat menjalankan kewajiban agama.

Beberapa waktu setelah itu, media sosial pun ramai oleh foto-foto dan video yang menggambarkan acara sholat itu. Seseorang berjubah hijau tampak melakukan gerakan ibadah itu di atas mobil komando. Namun gerakan orang itu dipersoalkan banyak orang sebagai tidak tepat. Geger pun tak terelakkan di medsos.

Sulit membayangkan apabila orang yang berdiri di atas mobil komando itu dari kalangan pendukung pemerintah. Dia pasti akan menjadi bahan yang menggiurkan untuk digoreng oleh para kadrun. Dia akan dituding dan didemo sebagai penista agama.

Dari berbagai ulasan di medsos, oknum itu dikatakan melakukan sesuatu yang tidak lazim dalam gerakan ibadah itu. Sementara beberapa orang lain berpendapat bahwa hal itu tidak terlalu masalah, dan tak perlu dibahas lebih jauh.

Okelah. Tetapi sekali lagi, apabila yang melakukan itu adalah tokoh pendukung pemerintah, apalagi punya kedudukan atau jabatan yang strategis dan prestisius sekelas menteri, apa yang akan terjadi? Dia pasti tidak akan dikasih ampun oleh para kadrun. Kejadian itu akan menjadi gorengan yang amat berkualitas bagi mereka.

Sama seperti statemen Gus Yaqut yang membuat "bergairah" para kadrun. Banyak pihak yang menegaskan bahwa tidak ada yang salah dalam kata-kata Gus Yaqut itu. Tetapi kadrun mana peduli? Sekali mereka bilang salah, dan layak digolongkan sebagai menista agama, itu akan terus mereka perjuangkan hingga sasaran mereka jatuh, masuk penjara.

Tapi yang paling utama dari aksi itu adalah membidik Presiden Jokowi. Lihat saja dalam aksi 4322 itu, ada spanduk agar Jokowi turun. Entah apa kaitannya? Menteri Agama yang mereka tuding sebagai bersalah, tetapi mengapa Presiden harus ikut terkena getah, dan harus mundur? Tapi begitulah kaum kadrun.

Jika ada yang mereka nilai pantas dituding menista agama, jagad maya pun rame oleh bullyan, hujatan dan kutukan sebagai menista agama. Ujung-ujungnya akan ada desakan supaya dia mengundurkan diri, dan siap menjalani hukum pula sebagai penista agama.

Kita semua sudah pahamlah, kadrun itu tidak puas apabila "korban" mereka itu tidak dijatuhi hukuman penjara, semacam Ahok yang kena dua tahun. Meliana di Tanjungbalai 18 bulan. Keduanya didemo besar-besaran dengan tudingan menista agama.

Hukum negeri ini yang tunduk pada tekanan massa, menjatuhkan hukuman yang sangat tidak sepadan. Soal apa "kesalahan" mereka, padahal masih bisa dimintakan klarifikasi. Dan kalau memang tidak ada niat atau suatu kesengajaan, pasti akan dimaafkan. Jadi tidak akan dihukum badan, apalagi dalam waktu yang sangat lama.

Tetapi kadrun memang beda. Bagi mereka tidak ada kata maaf atau khilaf jika seseorang sudah ditetapkan oleh mereka sebagai menista agama. Orang yang lagi apes itu harus dihukum seberat-beratnya, masuk penjara dalam waktu lama.

Dalam kaitan ini, kita perlu menundukkan kepala atas tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap Muhammad Kace, yakni kurungan 10 tahun penjara. Sebelum tuntutan dibacakan, di luar gedung persidangan ramai aksi demo yang menuntut penista agama itu dihukum berat.

Tampaknya memang bukan aksi demo spontan, namun sudah direncanakan dengan matang sebagai bentuk tekanan dan intimidasi kepada para abdi hukum yang memproses kasus tersebut.

Maka kita sebagai pemerhati, tidak berharap banyak atas tegaknya keadilan terhadap terdakwa, yang sudah berlangsung berbulan-bulan. Dari sejak awal memang sudah tampak seperti ada dalang yang mengatur agar proses peradilan terhadap M. Kace harus seperti ini.

Kace yang dituding menista agama, ditangkap aparat di Bali. Maka bukankah seharusnya dia diadili di Bali? Tetapi dia malah diadili di PN Ciamis, Jawa Barat. Entah apa alasannya? Tapi banyaknya aksi demo di seputar gedung pengadilan, mungkin itu menjadi jawaban mengapa proses hukum terhadap Kace dilangsungkan di sebuah daerah yang masih tergolong fanatik agama?

Kita pun teringat pada Yahya Waloni yang mungkin kadar penghinaanya terhadap agama Kristen, jauh lebih berat dibanding apa yang dituduhkan pada M. Kace. Tetapi Yahwa Waloni hanya diproses sebentar, divonis ringan, dan kini sudah bebas pula.

Itulah gambaran bagaimana berkuasanya para kadrun dalam menyetir hukum di negeri ini, khususnya yang menyangkut "penistaan agama". Jika kelompok mereka yang melakukan penistaan, dijamin tidak akan ada ada sanksi hukum maupun sanksi sosial terhadapnya.

Bukti terbaru adalah aksi demo 4322 pada Jumat 4 Maret 2022 yang baru lalu itu. Sudah ada banyak ulasan, komentar, kecaman bahwa peserta demo berbuat kesalahan yang layak disebut sebagai penistaan agama. Bahkan yang bersangkutan sudah meminta maaf, bahkan minta ampun atas perbuatannya itu.

Akankah ada aksi demo untuk "penistaan" yang dia lakukan?

Sumber Utama : https://seword.com/umum/penista-agama-pa-4322-akankah-didemo-aKiexFl5om

Wajib Tahu! PA 212 & Sejenisnya Adalah Gradasi Khawarij, Sumber Masalah di Negeri Ini

Jika PA 212 atau kelompok yang sejenis ini masih eksis di negara ini, siap-siaplah, bakal banyak orang yang tidak begitu tertarik dengan Islam model yang mereka bawakan. Dan parahnya, jika orang awam banyak melihat Islam itu diwakili oleh mereka, maka akan lebih banyak orang yang menjadi murtad. Iya, Islam yang mereka bawakan itu sangat tidak menarik dan sudah jelas sangat bising.

Islam sudah dikotori oleh perilaku dan sepak terjang mereka selama ini. Kelompok PA 212 ini sejatinya adalah para pengasong agama, mereka melihat karakter bangsa ini begitu patuh pada sosok yang dimuliakan seperti Habaib dan atau ulama, dan tiba-tiba mereka punya ide memakai nama Habaib atau mengemakan nama ulama itu untuk kepentingan sesaat. Iya, mereka adalah penggangguran yang bosan dan tak ada kegiatan maka dengan memakai nama Habib atau Ulama, atau pun Islam secara umum, disitulah mereka bisa menipu banyak orang, akhirnya mereka dapat kerjaan, yaitu demo berjilid-jilid. Tanpa demo dan unjuk gigi meski ompong, fulus tak juga mengalir ke rekening.

PA 212 dan sejenisnya adalah gradasi dari ideologi khawarij, yaitu kelompok yang gemar menggunakan simbol-simbol agama untuk menyalahkan orang lain, bahkan pada masa zaman kekhalifahan Sayyidina Ali Bin Abi Thalib, kelompok ini memerangi Khalifah Ali, dan tidak cuma itu, kelompok ini gemar mengkafirkan, orang-orang yang tidak sependapat dengan mereka, juga mereka sesatkan dan kafirkan.

Pada masa Kekhalifahan Sayyidina Ali Bin Abi Thalib, Gubernur Muawiyah waktu itu melakukan upaya pemberontakan kepada Khalifah Ali, khalifah yang sah, dan otomatis ada dua kubu yang sedang berperang, dan itulah yang dinamakan perang shiffin yang terjadi pada tahun 37 H/657 M. Jadi Sayyidina Ali Bin Abi Thalib VS Muawiyah. Nah, kaum khawarij ini tidak bergabung kepada salah satunya, karena menurut kaum khawarij ini, semuanya salah dan telah sesat serta kafir, maka hanya dirinyalah yang benar, sehingga keduanya harus diperangi.

Kaum Khawarij ini hafalan qurannya fasih, suaranya merdu, tetapi ia mengabaikan fakta bahwa Sayyidina Ali Bin Abi Thalib selain khalifah, beliau adalah murid langsung dari Nabi Muhammad SAW, atau duplikat dari Nabi Muhammad SAW, orang yang tak pernah melakukan kemaksiatan, bahkan kelahirannya begitu ajaib, lahir di dalam Ka’bah, belum pernah ada yang lahir di dalam Ka’bah selain Ali Bin Abi Thalib. Ali Bin Abi Thalib sangat berkaromah, dan itulah disebut sebagai wali Allah.

Karena Ali dididik langsung oleh Rasulullah, maka semua sahabat Nabi benar-benar tahu keutamaan Ali, ketinggian ilmunya telah membuat kagum para sahabat, padahal waktu itu umur beliau masih muda. Maka dengan demikian, sepeninggal Rasulullah SAW, banyak pertanyaan umat seputar agama dan hukum serta masalah sosial ditanyakan kepada Ali, Ali menjadi rujukan atau tempat mencari jawaban dari permasalahan umat, Ali sangat cerdas, dan apalagi, kekhalifahan yang diperolehnya adalah desakan umat itu sendiri, sebab sulit mencari pemimpin dalam masa kekacauan saat itu setelah Khalifah Usman Bin Affan terbunuh.

Nah, dengan keutamaan yang begitu nyata dan tinggi dari Ali Bin Abi Thalib, kaum khawarij yang arogan dan sangat terlalu over percaya diri, dan merasa paling paham agama Islam, seenaknya mengkafirkan dan mensesatkan Khalifah Ali Bin Abi Thalib. Jadi ketika ada orang benar yang dikafirkan atau disesatkan, bukan berarti orang yang benar itu nyata kekeliruannya, tapi sudah pasti yang menuduh dan melabelkan sesat dan kafir itulah yang bermasalah, sudah pasti pemahaman agamanya sudah melesat jauh seperti anak panah dari busurnya, maka tak heran jika kaum khawarij ini dengan berbagai macam variasi dan gradasinya itu telah melakukan tindakan-tindakan horor, seperti membantai, menghancurkan properti masyarakat karena dianggap tidak islami seperti wayang atau patung, atau pun karya seni lainnya.

Kaum khawarij ini adalah seperti virus atau kuman yang ada dalam tubuh Islam, namun sayangnya tidak juga dibersihkan, sebab gerakan politik licik senantiasa menggunakan kaum model sumbu pendek ini untuk mengacaukan negara, atau senantiasa dipelihara. Coba saja lihat di Suriah, siapa yang memasukkan kaum khawarij yang bernama ISIS itu di negeri itu? Bukankah itu sudah pernah disampaikan Hillary Clinton bahwa Amrik-lah yang membuatnya. Artinya, Amrik paham ada kaum bebal seperti itu yang bisa menjadi senjata proxy buat mencapai tujuan Amrik, yaitu menguasai lahan-lahan minyak. Jadi ujung-ujungnya adalah kekayaan alias fulus. Jadi Amrik tak perlu turun tangan langsung untuk menguasai Suriah, biar kaum khawarij yang bergerak dengan kebodohannya yang sangat horor itu.

Nah, rupanya, di Indonesia kaum model khawarij ini sudah ada, di masa SBY mereka tumbuh subur masuk ke berbagai lembaga pendidikan seperti kampus, hingga ke lembaga negara, itulah yang sampai sekarang yang senang ribut dan membuat gaduh dengan tema-tema agama. Perlu diketahui dan saya ulangi lagi bahwa Khawarij ini adalah ideologi sumber utama dari para pengacau yang bertema agama(Islam), seiring waktu kaum ini bergradasi menjadi berbagai model, nah itu yang dikenal sekarang ada yang wahabi, pekaes dan sejenisnya.

Mereka boleh berbeda nama dan model benderanya, tapi biangnya dari jeroan yang sama yaitu khawarij. Ciri utama dan kesamaannya yaitu gemar mengkafirkan dan menyesatkan serta sering melakukan perbuatan brutal atas nama membela agama. Coba perhatikan mereka yang saat ini katanya membela adzan lalu demo, tetapi begitu adzan di mesjid bergema, malah tidak berhenti berdemo, jadi kampretkan!

Atau katanya agama yang dianutnya itu adalah rahmatan lil alamin, tetapi begitu Menag Gus Yaqut menyampaikan soal pengaturan suara-suara Toa, mereka langsung menggorengnya dan terjadilah demo sembari menghina Gus Yaqut dengan sebutan nama binatang. Apakah ini model agama yang rahmatan lil alamin? Sudah jelas merekalah yang justru sesat dan menyesatkan.

Atau belajar dari kasus Ahok, ketika mereka berdemo, apa yang mereka ujarkan? Sudah pasti kebencian dan teriak-teriak “Bunuh Ahok...Bantai Ahok... “ dan masih banyak kata-kata sadis yang keluar dari mulutnya yang kotor.

Sungguh mereka tak pantas menobatkan dirinya kelompok yang paling islami, mereka kutu-kutu yang mencoba menggerogoti negara ini. Seharusnya negara sudah harus segera membuyarkan kekuatan mereka atau mematikan ideologi mereka, agar tidak menjadi penghalang kemajuan bangsa, yang berperikemanusiaan dan berkeadilan, atau ber-Pancasila. Jangan sampai Pancasila mereka ganggu-ganggu.

Maka dengan demikian, kelompok PA 212 yang juga merupakan gradasi dari khawarij ini, ketika mengatakan ingin berkerja sama dengan TNI, maka jangan pernah dipercaya, itu namanya pretttttt dahhh....!!! Itu hanya halusinasi di siang bolong. Untuk bisa membantu TNI atau Indonesia menjadi lebih baik, adalah dengan cara, tidak menjadi Khawarij atau PA 212 dan atau sejenisnya. Itu yang terbaik! Dan dijamin negara akan melaju menjadi negara yang hebat dan kuat, tidak mudah tunduk pada hegemoni negara penjajah!

Sumber Utama : https://seword.com/politik/wajib-tahu-pa-212-sejenisnya-adalah-gradasi-Xrs4Fr1bN4

Re-post by Migo Berita / Senin/07032022/12.33Wita/Bjm

KalSel Dukung Gus Yaqut HALAL injakkan kaki di Bumi ALLAH, beliau bicara Pengeras Suara bukan ADZAN !!!


Migo Berita - Banjarmasin -
KalSel Dukung Gus Yaqut, beliau bicara Pengeras Suara bukan ADZAN !!! Sekali lagi kita tahu bersama KalSel telah 2 (dua) kali memenangkan Prabowo di PILPRES, tahun 2014 dan 2019 dan pak Jokowi Kalah disini, itulah akhirnya kenapa "Genderang Anti Pemerintah" selalu disebarkan di KalSel oleh mereka pendukung Khilafah, khususnya para simpatisan ormas terlarang HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) dan FPI (Front Pembela Islam) serta para turunannya seperti komunitas 212 hingga komunitas yang selalu berlabel "AKSI BELA ... ". Mereka sebenarnya ingin Meng AHOK kan Gus Yaqut agar di penjara, Orangnya selalu sama, polanya selalu sama, mereka sebenarnya ANTI KEBIJAKAN pemerintahan Jokowi, walaupun Pak Prabowo dan Sandiaga Uno sudah ada di Kabinet Kerja Jokowi, oleh karena itulah mereka tidak lagi disebut 1 (Satu) Cebong atau 2 (Dua)Kampret akan tetapi disebut 3 (Tiga) , yaitu Persatuan Indonesia karena dua politik yang berseberangan akhirnya menyatu demi NKRI Harga Mati. Akan tetapi mereka yang masih tidak terima kenyataan tersebut (Prabowo-Sandi jagoannya bergabung ke Pemerintahan Jokowi) maka sekarang mereka disebut KADRUN (Kadal Gurun). Dan hingga saat ini mereka masih eksis [para simpatisan ormas terlarang HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) dan FPI (Front Pembela Islam) serta para turunannya seperti komunitas 212 hingga komunitas yang selalu berlabel "AKSI BELA ... "]. Mereka mungkin tidak akan suka disebut KADRUN, akan tetapi melihat kenyataan Pendukung Jokowi yang di meme kan disebut Cebong dan pendukung Prabowo yang disebut Kampret telah bersatu, maka mereka yang diluar tersebut sangat layak disebut KADRUN.



Khusus di KalSel, mereka tahu persis, warga Banua Banjar sangat loyal/setia kepada seseorang yang bersematkan status HABIB atau Keturunan Nabi, dengan berlindung dengan inilah maka orang percaya dan terpengaruh, seolah ketika mereka telah menyematkan diri sebagai HABIB lalu menjadi SUCI dan BENAR serta layak untuk di ikuti. Namun, ketika kemaren Jum'at 04 Maret 2022 mereka berdemo di KalSel, khususnya kota Banjarmasin, hanya SEDIKIT yang ikut, karena masyarakat KALSEL sudah mulai paham bahwa Otonomi Daerah telah menyebabkan para Penguasa Daerah telah secara langsung atau tidak langsung menjadi Raja Raja Kecil yang walaupun kelihatan mereka terlihat mendukung pemerintahan Jokowi, namun dalam akar rumput mereka masih menggemakan Anti Jokowi lewat "para KadRun", contoh Nyata adalah Aksi Bela Islam kemaren yang terang-benderang Menyerang Langsung Gus Yaqut Sang Menteri Agama yang besar di Organisasi Islam N.U (Nahdatul Ulama) dan beliau juga adalah mantan Pimpinan BANSER NU yang dulu pernah berhadap-hadapan dengan para Pengasong Khilafah Lewat Bendera Tauhid nya, padahal itu adalah Bendera Teroris ISIS, intinya walau Kalian DEMO, Kita Rakyat Banua Banjar Kalimantan Selatan sudah paham kemana arah Politik Kalian yaitu Ideologi KHILAFAH, baik itu disadari atau tidak oleh para Pendemo. (Jelas-jelas Menteri Agama Gus Yaqut sebut Pengeras Suara, malah dipelintir dengan Suara Adzan oleh para simpatisan dan komunitas Anti Pemerintah Jokowi). DAN INGAT !!! Warga Banua Banjar Kalimantan Selatan yaitu Bumi Lambung Mangkurat Menyambut Menteri Agama Gus Yaqut dan bukan MENOLAK beliau, Salam Persaudaraan Sesama Ummat Islam, Sesama Ummat Manusia, NKRI Harga Mati.

Demo Kanwil Kemenag Kalsel, Massa Pendemo Tuntut Menag Yaqut Minta Maaf!

SPANDUK bertuliskan “Yaqut Cholil Qoumas Haram!!! Berpijak Di Tanah Kalimantan Selatan” serta hal senada berisi kecaman dibawa massa pengunjuk rasa di Banjarmasin, Jumat (4/3/2022).

MASSA yang mengatasnamakan Aliansi Umat Islam Kalsel ini memprotes Surat Edaran Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Nomor 05 Tahun 2022. Mereka juga menuntut Menteri Agama, Yaqut Cholil Qhoumas diproses secara hukum.

Tuntutan ini mereka suarakan di depan Kantor Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel, Jalan DI Panjaitan, Banjarmasin. Massa juga mendesak bertobat dan meminta maaf atas pernyataannya membandingkan azan dengan gonggongan anjing.

Sebelum tiba di lokasi demonstrasi, sepanjang jalan dari Masjid Raya Sabilal Muhtadin yang menjadi titik kumpul di Jalan Sudirman, kemudian berjalan kaki menuju ke Jalan DI Panjaitan. Shalawat Asyghil dan takbir pun menggema dari massa aksi dengan corong pelantang suara. Massa pun tertib melaksanakan aksi dengan pengawalan ketat kepolisian.

“Kami minta Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta maaf secara terbuka di media cetak dan online. Kemudian, merevisi  SE Kemenag Nomor 5 Tahun 2022 yang mengatur tentang pengeras suara,” ucap Koordinator Aliansi Umat Islam Kalsel, Israruddin disambut takbir sebagai bentuk dukungan massa.

Bagi dia, pernyataan Menag Yaqut Cholil Qoumas dengan membandingkan pengeras suara dengan suara anjing merupakan perbuatan mungkar. Israrudin menyebut statement Gus Yaqut-sapaan akrab Menag tersebut tidak pantas, karena bisa menimbulkan benturan sesama umat Islam.

Massa pendemo mengatasnamakan Aliansi Umat Islam Kalsel saat berunjuk rasa di depan kantor Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel di Banjarmasin, Jumat (4/3/2022). (Foto Iman Satria)

 “Kali ini kami sengaja unjuk rasa dengan jumlah yang tidak banyak. Massa kami atur, karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” paparnya.

Para orator aksi pun bergantian menyampaikan orasinya. Seperti kezaliman akan terus ada, ketika orang baik diam. Dulu azan disandingkan dengan kidung perempuan, kini dibandingkan gonggongan anjing. “Besok apa lagi? Tangkap penista agama!’ begitu bunyi dari poster diusung para pendemo. Menjawab tuntutan massa, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel H Muhammad Tambrin berjanji akan menyampaikan surat pernyataan Aliansi Umat Islam Kalsel ke Kemenag di Jakarta. 

Demo massa umat Islam 

Massa aksi mengatasnamakan Aliansi Umat Islam Kalsel saat berunjuk rasa di depan kantor Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel di Banjarmasin, Jumat (4/3/2022).

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/03/04/demo-kanwil-kemenag-kalsel-massa-pendemo-tuntut-menag-yaqut-minta-maaf/

Daripada Urusi Azan, Pemuda Muhammadiyah Kalsel Ingatkan Menag Yaqut Jangan Bikin Gaduh

WAKIL Ketua Bidang Hikmah dan Hubungan Antar Lembaga PW Pemuda Muhammadiyah Kalsel, Ustadz Miftah Farid mengatakan ormasnya merasa terusik dengan pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.

PERNYATAAN Menag Yaqut terkait ucapannya yang membikin gaduh umat Islam secara umum, apalagi mengemuka soal membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing,” ucap Miftah Farid kepada jejakrekam.com, Sabtu (26/2/2022).

Dia menegaskan soal pengaturan pengeras suara (toa) berdasar Surat Edaran (SE) Menag Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Suara di Masjid dan Mushalla, justru Muhammadiyah telah lama mempraktikkannya.

“Jauh sebelum ada imbauan maupun surat edaran dari Menag, kami sudah menjalankan instruksi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara khusus untuk warga perserikatan Muhammadiyah. Yakni, untuk mengatur pengeras suara luar,” papar Miftah Farid.

Dia menegaskan hampir seluruh instruksi dari PP Muhammadiyah itu justru sama isinya dengan apa yang terdapat dalam SE Menag tersebut.

SE Menteri Agama yang dikeluarkan Kementerian Agama soal pengaturan pengeras suara masjid dan mushalla. (Foto Istimewa)

“Seharusnya Menag menahan diri terkait masalah azan yang dipermasalahkan dan dianalogikan dengan gonggongan anjing. Hal ini akan menjadi terkesan kurang bijak dalam memberikan imbauan terhadap umat muslim yang ada di negeri ini,” tegas Miftah.

Dia menyarankan agar Menag Yaqut lebih bijak mengurusi masalah lebih prioritas dibandingkan soal azan. “Banyak masalah umat yang bisa diprioritaskan, dari permasalahan kuota haji yang semakin lama antreannya sampai permasalahan perlindungan kepada ulama di negeri ini,” cetus Miftah.

Senada itu, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Kalsel Meldy Muzada Elfa berharap agar Menag Yaqut lebih hati-hati dalam berkomentar atau mengeluarkan pernyataan ke publik.

“Menag Yaqut merupakan pejabat publik. Saya pribadi memahami imbauan yang diberikan Menag tersebut,” kata dokter spesialis penyakit dalam RSUD Ulin Banjarmasin.

Wakil Direktur Rumah Sakit Islam Banjarmasin ini menegaskan masjid dan mushala yang dikelola Muhammadiyah justru sejak dulu telah melaksanakan SE pengaturan pengeras suara tersebut.

“Hanya saja, kami menilai analogi yang diungkapkan Menag Yaqut ini jelas kurang tepat, apalagi menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” pungkas Meldy.

Pemuda Muhammadiyah
Wakabid Hikmah dan Hubungan Lembaga Pemuda Muhammadiyah Kalsel Ustadz Miftah Farid dan Ketua PW Muhammadiyah Kalsel Meldy Muzada Elfa.

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/02/26/daripada-urusi-azan-pemuda-muhammadiyah-kalsel-ingatkan-menag-yaqut-jangan-bikin-gaduh/

Bukan Bandingkan Azan dengan Gonggongan Anjing, Ini Pembelaan dari Ketua PBNU

SOROTAN publik khususnya umat Islam tertuju ke sosok Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, gara-gara analoginya yang membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing, terus memantik reaksi keras.

KETUA Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan dan Hubungan Masyarakat, H Muhammad Tambrin pun angkat bicara. Dalam rekaman video berdurasi 05.49 menit dikutip jejakrekam.com, Sabtu (26/2/2022), Tambrin pun memberi testimosinya terhadap sosok Gus Yaqut yang merupakan Menteri Agama sekaligus Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor.

“Saya selaku Ketua PBNU Bidang Keagamaan dan Hubungan Masyarakat mengenal baik saudara Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang merupakan tokoh Pemuda Ansor yang mendunia serta kader ahli sunnah wal jamaah (aswaja),” kata Tambrin dalam testimoninya.

Di mata Tambrin, sosok Menag yang akrab disapa Gus Yaqut merupakan tokoh nasional terdepan yang melawan paham-paham radikalisme, melalui gagasan yang visioner lewat gerakan moderasi beragama di Indonesia.

“Kita juga mengenal Menag (Gus Yaqut) merupakan telada bagi pemuda dalam memberikan nilai-nilai Pancasila dan menjaga keuntuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Tambrin yang juga Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel ini.

Ia pun menjelaskan dirinya sebagai Ketua PBNU menyampaikan tanggapan terkait beredarnya pemberitaan di media massa berjudul Menag Bandingkan Toa Masjid dengan Gonggongan Anjing atau Menag Bandingkan Pengeras Suara Masjid dengan Gonggongan.

“Pemberitaan dari media massa dengan dua judul di atas itu sangat tidak enak dan tidak tepat. Menag sama sekali tidak membandingkan suara azan dengan suara anjing, tapi Menag sedang mencontohkan tentang pentingnya pengaturan pengeras suara,” beber Tambrin.
Tangkapan layar video pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Pekanbaru, Riau yang memantik reaksi publik khususnya umat Islam. (Foto Tangkapan Layar)

Mantan Sekretaris Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemenag RI ini menceritakan kronologi ketika Menag Gus Yaqut ditanya awak media mengenai Surat Edaran (SE) Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Suara di Masjid dan Mushalla dalam kunjungan kerjanya dan bertemu tokoh agama di Balai Serindit, Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Rabu (23/2/2022) lalu.

“Saat itu, Menag menjelaskan bahwa dalam hidup di masyarakat yang flural diperlukan toleransi, sehingga perlu pedoman bersama agar kehidupan harmoni, tetap terawat dan baik , termasuk tentang pengaduan kebisingan pengeras suara, apapun yang bisa membuat tidak nyaman!” beber Tambrin.

Masih menurut dia, dalam penjelasan Menag Gus Yaqut memberi contoh sederhana. Satu konteks membandingkan satu dengan yang lainnya.

“Makanya, beliau menyebut kata misal atau bayangkan. Jadi, Menag ketika itu mencontohkan suara yang terlalu keras, apalagi muncul secara dalam waktu yang bersamaan,” ucap Tambrin.

Atas fakta itu, Tambrin berkesimpulan jelas tidak pernyataan atau statement Menag Gus Yaqut yang membandingkan suara azan dengan suara anjing menggonggong.

“Hal itu hanya sekadar contoh sederhana terkait dengan suara apapun harus diatur agar tidak mengganggu orang lain. Dan, berulang-ulang, saya cermati dengan seksama pernyataan Menag tersebut tidak ada statement yang mencoba membandingkan suaa azan dengan gonggongan anjing,” tegas Tambrin.

Menurut dia, justru Menag Gus Yaqut menegaskan bahwa penting mengatur kebisingan pengeras suara atau toa. Hingga memberi contoh paling sederhana dan bukan untuk membandingkan kedua suara tersebut 

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi. Mari kita sama-sama memahami secara cermat dengan hati yang bersih, kalimat demi kalimat dan konteks yang disampaikan oleh Menag tersebut,” ucap Tambrin.

Tokoh NU Kalsel ini berharap  umat Islam bisa menjaga ukhuwah wathaniyah (kebangsaan) dengan mengutamakan pikiran dan sikap positif tidak sensitif dan reaktif demi keutuhan NKRI.

Ketua PBNU
Ketua PBNU Bidang Keagamaan dan Hubungan Masyarakat H Muhammad Tambrin.

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/02/26/bukan-bandingkan-azan-dengan-gonggongan-anjing-ini-pembelaan-dari-ketua-pbnu/

GP Ansor Kalsel Ajak Masyarakat Tak Terpancing soal Kebijakan Pengaturan Pengeras Suara Masjid

KETUA GP Ansor Kalimantan Selatan, Teddy Suryana, meminta masyarakat tidak mudah terpancing atas isu yang menyebut bahwa Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil melarang adzan dan menganalogikannya dengan gonggongan binatang.

TEDDY menilai pernyataan Gus Yaqut yang beredar di media sosial dan media massa hanya menjelaskan persoalan terkait pengaturan suara masjid, musala, atau langgar. Tidak sama sekali membahas larangan adzan apalagi menganologikan adzan dengan gonggongan binatang.

“Pengaturan pengeras suara itu pun sebenarnya diperlukan. Apalagi pada masyarakat yang majemuk. Seperti di Nusantara ini. Agar tidak menciptakan kebisingan yang berlebih, terlepas ini adalah wilayah muata lokal, tapi tetap harus ada rujukan atau regulasi yang mengaturnya,” kata Teddy.

Atas dasar itu, Teddy mewakili GP Ansor Kalsel pun mengajak masyarakat bisa menggunakan hati yang damai, rasional, dan jernih dalam menyikap setiap pemberitaan.”Jangan mudah terprovokasi yang mengara kepada kegaduhan. Memecah bela dengan persoalan framing politis,” ujarnya.

Teddy meyakini, Menag Yaqut tidak mungkin melakukan seperti apa yang telah dituduhkan.

“Gus Yaqut tahu betul syiar Islam sangat diperlukan. Akan tetapi toleransi juga harus terjaga dalam konteks kebangsaan dan pluralisme. Sekali lagi jangan mudah terprovokasi oleh orang-orang yang memang suka menciptakan kegaduhan di negeri ini,” katanya. 

Ketua GP Ansor Kalsel, Teddy Suryana.

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/02/26/gp-ansor-kalsel-ajak-masyarakat-tak-terpancing-soal-kebijakan-pengaturan-pengeras-suara-masjid/

Tersinggung Ucapan Menag Gus Yaqut, Komunitas Muslim Peduli Ancam Lapor ke Polda Kalsel

ANALOGI Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut yang membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing, terus menuai kecaman publik, khususnya umat Islam.

SEJUMLAH orang tergabung dalam Komunitas Muslim Peduli Kalimantan Selatan pun mengambil sikap tegas. Juru Bicara Komunitas Muslim Peduli Kalsel, Muhamad Riyadi menegaskan berdasar hasil rapat koordinasi di Banjarmasin, Sabtu (26/2/2022) diputuskan untuk mengambil sikap atas pernyataan Menteri Agama Gus Yaqut tersebut.

“Kami menolak ucapan Menteri Agama Gus Yaqut yang menganalogikan suara azan dengan gonggongan anjing. Pernyataan ini jelas-jelas menyinggung dan melukai perasaan kami sebagai umat Islam, khususnya di Kalsel,” kata Muhammad Riyadi kepada jejakrekam.com, Sabtu (26/2/2022).

Atas pernyataan Gus Yaqut itu, Riyadi memastikan para aktivis tergabung dalam Komunitas Muslim Peduli Kalsel akan menyampaikan protes keras melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalsel di Masjid Raya Sabilal Muhtadi, sebagai wadah organisasi umat Islam di Banua.

“Kami juga akan menyambangi kantor DPRD Provinsi Kalsel di Banjarmasin untuk menindaklanjuti aspirasi kami yang meminta agar memanggil Polda Kalsel terkait kasus pernyataan Menteri Agama tersebut,” kata Riyadi.

Ia menegaskan atas nama Komunitas Muslim Peduli Kalsel mendesak agar Menteri Agama Gus Yaqut segera meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam di Indonesia, terkhusus Kalsel.

“Kami mendesak Presiden Joko Widodo selaku atasan Menteri Agama Gus Yaqut untuk bertanggung jawab. Sebab, ucapan seorang menteri itu mewakili pemerintahan Joko Widodo, karena berada di bawah koordinasi Presiden RI,” tegas Riyadi.

Ia memastikan Komunitas Muslim Peduli Kalsel juga akan segera membuat laporan penistaan agama Islam yang dilakukan Menteri Agama Gus Yaqut ke Polda Kalsel.

“Kami meminta agar Polda Kalsel bisa menerima laporan kami terhadap dugaan penistaan agama yang dilakukan Menteri Agama Gus Yaqut. Ini sebagai bentuk protes sekaligus tindaklanjut dari statement Menteri Agama Gus Yaqut yang telah melukai perasaan umat Islam,” pungkas Riyadi.

Komunitas Muslim Peduli Kalsel
Komunitas Muslim Peduli Kalsel saat mengeluarkan pernyataan sikap di Banjarmasin.

Sumber Utama :https://jejakrekam.com/2022/02/26/tersinggung-ucapan-menag-gus-yaqut-komunitas-muslim-peduli-ancam-lapor-ke-polda-kalsel/

Shalawat Asyghil Menggema, Ratusan Personel Polisi Anti Huru Hara Duduk di Jalan

BERAGAM poster berisi kecaman diusung massa pendemo mengatasnamakan Aliansi Muslim Kalsel saat berunjuk rasa di depan kantor Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel, Jalan DI Panjaitan, Banjarmasin, Jumat (4/3/2022).

SHALAWAT Asyghil tercantum dalam kitab karya Habib Ahmad bin Umar Alhinduan Ba’Alawy (wafat 1122 Hijriyah) dibaca massa aksi dari depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin yang menjadi titik kumpul, usai shalat Jumat.

Shalawat yang dihimpun dalam kitab Alkawakib Almudhi’ah fi Zikris Shalah ‘ala Khairil Bariyyah, merupakan shalawat dan salam atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, dan sahabatnya. Tujuannya meminta kepada Allah agar umat Islam diselamatkan dari kejahatan orang-orang yang zalim. 

Bacaan shalawat itu adalah : Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad wa asyghilidz dzolimin bidz dzolimin wa akhrijna min bainihim salimin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’iin.

Artinya: “Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang dzalim dengan orang dzalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan limpahkanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat Nabi SAW.

Perwakilan massa pengunjuk rasa dari Aliansi Umat Islam Kalsel saat menyerahkan surat pernyataan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel HM Tambrin di Banjarmasin. (Foto Iman Satria)
Shalawat ini sering dibaca Imam Ja’far ash-Shadiq, yang hidup di akhir Dinasti Umayyah dan awal era Abbasiyyah yang penuh intrik dan konflik politik. Tak mengherankan, jika di masa kini shalawat yang juga disebut Shalawat Zhalimin, Shalawat Salimin, Shalawat Sibuk, dan penyematan lainnya sering dibacakan umat Islam. Termasuk, dalam aksi demonstrasi kal ini di Banjarmasin.

Untuk mengawal aksi massa Aliansi Umat Islam Kalsel, personel gabungan diterjunkan Polresta Banjarmasin. Bahkan, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumitro langsung turun tangan memimpin pasukan pengamanan aksi massa.

Dia memerintahkan agar 450 personel gabungan dari Polda Kalsel, Polresta Banjarmasin, Polres Barito Kuala (Batola) dan polsek terdekat agar lebih humanis terhadap ratusan massa aksi.

Ratusan personel kepolisian lengkap dengan seragam anti hura-hara diminta duduk di aspal Jalan DI Panjaitan, Banjarmasin, Jumat (4/3/2022).

“Saya perintahkan semua personel yang mengamankan aksi unjuk rasa ini agar berlaku humanis terhadap massa,” ucap Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo.

Dirinya mengapresiasi massa aksi yang kebanyakan mengenakan sarung usai shalat Jumat terlihat tertib, bahkan tidak menganggu pengguna jalan lain dari aksi longmarch di bawah mobil komando.

“Yang penting, aspirasi dari massa pengunjuk rasa ini bisa tersampaikan dengan baik di Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel. Makanya, personel kami minta untuk humanis dan duduk di jalan,” tegas perwira menengah Polda Kalsel ini.

Polisi Anti Huru Hara
Ratusan personel polisi anti hura hara duduk di jalan saat mengawal aksi massa di Jalan DI Panjaitan Banjarmasin.

Sumber Utama :https://jejakrekam.com/2022/03/04/shalawat-asyghil-menggema-ratusan-personel-polisi-anti-huru-hara-duduk-di-jalan/

SE Menag Tuai Pro Kontra, RMI PWNU Kalsel Ajak Masyarakat Tak Terprovokasi

KETUA Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Kalimantan Selatan, Zainal Ilmi, meminta masyarakat bersama-sama cermat dan secara utuh membaca Surat Edaran Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushalla

HAL ini ia tegaskan merespons sebagian masyarakat yang gagal paham dan tidak baca lengkap SE Menag tersebut.

“Mereka terprovokasi di media sosial sehingga ikut-ikutan menghujat menag, hal ini bisa memicu terjadinya konflik dan merusak tatanan ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariah yang selama ini berjalan dengan adem di negeri ini,” kata Zainal dalam siaran pers yang diterima, Kamis (3/3/2022).

“Kalau kita mau mempelajari SE Menag tersebut secara utuh, dengan kepala yang dingin dan hati yang lembut, niscaya hal ini tidak akan terjadi,” tambah Zainal.

RMI PWNU Kalsel yang merupakan Forum Asosiasi Pondok Pesantren NU mendukung SE tersebut dan siap menyosialisasikan sekaligus mengawal SE Menag Nomor 5 tahun 2022 tersebut ke seluruh pesantren di wilayahnya dan masyarakat.

“Kami menilai bahwa SE Menag ini adalah sebuah langkah yang sangat bagus sebagai aktualisasi dari program pemerintah tentang moderasi beragama, kita harus menghargai sesama menusia dan pemeluk agama lain dalam bingkai toleransi yang kita kenal dengan tasamuh, tawassuth dan i’tidal,” urai Zainal.

“Kami sangat yakin bahwa apa yang diucapkan menag Yaqut tidak ada maksud untuk menyinggung dan menyakiti hati siapapun, tapi niat beliau mulia untuk lebih menjaga persatuan dan kesatuan umat beragama yang beragam di negeri ini, supaya negeri ini tetap utuh dalam frame NKRI,” tegasnya.

Dijelaskan Zainal, dalam Surat Edaran tersebut menag tidak melarang menggunakan pengeras suara saat azan, tapi hanya mengatur volume suara agar maksimal 100 desibel dan mengatur waktu penggunaan disesuaikan waktu sebelum azan.

“Kami melihat informasi SE ini banyak belum diketahui masyarakat, terutama masyarakat kalangan bawah sehingga mudah terprovokasi dengan info yang menyesatkan,” kata dia.

Belajar dan kejadian ini, tambah Zainal, program moderasi beragama perlu segera disampaikan lebih masif ke semua kalangan, baik ke sekolah/madrasah, pesantren, perguruan tinggi termasuk masyarakat.

“Harapan kami agar masyarakat lebih memahami bagaimana seharusnya hidup rukun dan damai di negeri ini,” pungkas Zainal.


Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/03/03/se-menag-tuai-pro-kontra-rmi-pwnu-kalsel-ajak-masyarakat-tak-terprovokasi/

Subtansi di Balik Pro-Kontra SE Menag Soal Penggunaan Toa, Ini Ujar MUI Kalsel

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Lebih kurang dua minggu sudah, Surat Ederan (SE) Nomor 5 Menteri Agama (Menag) tentang Pedoman Penggunaan Suara di Masjid dan Musala yang diteken pada 18 Februari lalu menuai polemik di masyarakat. Ketua Bidang Dakwah MUI Kalsel, Dr H Sukarni, MAg meminta masyarakat memahami subtansi SE tersebut untuk kemaslahatan antar umat beragama.

Dia menyampaikan SE Menag itu merupakan tindak lanjut dari Instruksi Dirjen Binmas Islam Kemenag yang terbit pada tahun 1978. Di tahun 2022, ditindaklanjuti dengan peraturan lebih tinggi berupa Surat Edaran Menteri Agama.

“Secara substansial itu sesuatu yang baik, bagaimana hubungan antar agama, antar masyarakat bisa terwujud lebih harmonis. Sehingga semangat beragama itu tidak menimbulkan akses-akses negatif,” tuturnya kepada klikkalsel.com, Jumat (4/12/2022).

Mengenai subtansi SE Nomor 5 Menag itu, juga disampaikannya dalam khutbah Jumat di Masjid Al-Mukhlishin, Kecamatan Banjarmasin Timur. Dia mengatakan, SE tentang Pedoman Penggunaan Suara di Masjid dan Mushala bukan berarti mengeluarkan larangan tertentu bagi umat Islam.

“Sepanjang aturan pemerintah itu baik, kita ikuti dan itu sesuai dengan ajaran Tuhan di Surah An-Nisa ayat 59,” ucapnya.

Berikut isi surah An-Nisa Ayat 59.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” 

Dosen UIN Antasari ini menambahkan, Rahmatan lil Alamin juga dicerminkan dalam ajaran Islam yang telah dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW. Hal ini tercermin dalam kehidupan Rasulullah yang senantiasa berlaku baik pada setiap manusia, tanpa memandang jenis kelamin, suku, agama, dan golongan.

Sebab itu, dia berharap semangat beragama agar jangan sampai menyakiti dan mengganggu pihak yang berbeda, terlebih hidup bersama suasana damai.

Hal tersebut sebagaimana hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Thabrani.

مَنْ آذَى ذِمِّيًا فَقَدْ آذَانِيْ، وَمَنْ آذَانِيْ فَقَدْ آذَى اللهِ

“Barang siapa menyakiti seorang zimmi (Nonuslim yang tidak memerangi umat Muslim), maka sungguh dia telah menyakitiku. Barang siapa yang telah menyakitiku, maka sesungguhnya dia telah menyakiti Allah.”

Ada pun pedoman penggunaan pengeras suara masjid/musala terbaru berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Agama, sebagai berikut.

Waktu Shalat

A. Subuh
1. Sebelum azan memasuki waktunya, pembacaan Al-Qur’an atau sholawat/tarhim dapat menggunakan pengeras suara luar dalam jangka waktu paling lama sepuluh menit.

2. Pelaksanaan bacaan salat Subuh, dzikir, doa, dan kuliah Subuh menggunakan pengeras suara dalam.

B. Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya
1. Sebelum azan pada waktunya, pembacaan Al-Qur’an atau sholawat/tarhim dapat menggunakan pengeras suara luar dalam jangka waktu paling lama lima menit.

2. Sesudah azan dikumandangkan, gunakan pengeras suara dalam.

C. Jumat
1. Sebelum azan tiba, pembacaan Al-Qur’an atau sholawat/tarhim dapat menggunakan pengeras suara luar dalam jangka waktu paling lama sepuluh menit.

2. Penyampaian pengumuman mengenai petugas Jum’at, hasil infak sedekah Jum’at, pelaksanaan Khutbah Jum’at, salat, zikir, serta doa, menggunakan pengeras suara dalam.

Kegiatan Syiar Ramadhan, Gema Takbir Idhul Fitri, Idhul Adha dan Upacara Hari Besar Islam

1. Penggunaan pengeras suara saat bulan Ramadhan baik dalam pelaksanaan tadarus Al-Qur’an, menggunakan pengeras suara dalam

2. Takbir pada tanggal 1 Syawal di masjid/mushala dapat dilakukan menggunakan pengeras suara luar maksimal hingga pukul 22.00 selanjutnya bisa menggunakan pengeras suara dalam.

3. Pelaksanaan shalat Idhul Fitri dan Idhul Adha dapat menggunakan pengeras suara dalam.

4. Takbir Idhul Adha di hari Tasyrik pada tanggal 11 sampai dengan 13 Zulhijjah dapat dikumandangkan setelah shalat Rawatib menggunakan pengeras dalam.

5. Upacara peringatan hari besar islam atau pengajian menggunakan pengeras suara dalam. Kecuali mengundang tabligh dalam jumlah yang besar dan sampai keluar masjid boleh menggunakan pengeras suara luar.

“Bahwa jangan sampai kita ribut dengan polemik debat kusir soal pernyataan Menag, tetapi lupa dengan isi dalam edaran yang sebenarnya secara substansial sudah ada sejak tahun 1978 tersebut,” pungkasnya. (rizqon)

Editor: Abadi 

 

Unjuk rasa di Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan terkait polemik SE Menteri Agama Nomor 5 2022. 

Sumber Utama : https://klikkalsel.com/subtansi-di-balik-pro-kontra-se-menag-soal-penggunaan-toa-ini-ujar-mui-kalsel/2/

Massa Geruduk Kantor Kemenag Kalsel, Protes Pernyataan Menteri Agama

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Bela Islam Kalimantan Selatan (Kalsel), melakukan aksi damai di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kantor wilayah provinsi Kalsel, Jalan D.I. Panjaitan, Jumat (4/3/2022) siang.

Massa turun kejalan ini hanya ingin menyampaikan keluhan menanggapi pernyataan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas belum lama ini telah mengistilahkan adzan dengan suara anjing menggonggong.

Salah satu peserta aksi dalam orasinya menilai pernyataan menteri agama itu tidak pantas. Karena sebagai muslim, pernyataan itu adalah penghinaan.

“Seandainya dengan istilah lain kami sebagai umat muslim tidak akan tersinggung. Namun disamakan dengan anjing, orang Islam tahu adzan adalah sakral untuk memanggil orang sholat,” ujarnya.

Baca Juga : Sejarawan Ungkap Aturan Pengeras Suara Diperbarui Setelah 44 Tahun dan Asal Usul Toa

“Sementara, anjing dianalogikan binatang yang najis dan haram,” sambungnya.

Bahkan dalam aksi itu, para massa juga meminta agar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dicabut dari jabatannya, karena telah menyamakan adzan dengan gonggongan anjing.

Lutfi salah satu peserta aksi, mengatakan aksi ini adalah bentuk protes umat Islam yang menilai pernyataan menteri agama sudah tidak pantas.

“Seharusnya dipikirkan dulu sebelum berucap,” ujarnya.

Kemudian, ia juga berharap aturan nomor 5 tahun 2022 tentang aturan pengeras suara bisa dicabut.

Pantauan di lapangan, aksi tersebut dimulai pukul 14.00 Wita, yang mana massa memulainya dengan long march dari Masjid Sabilal Muhtadin ke Jalan D.I Panjaitan. Hingga berita ini ditulis massa masih melakukan orasi. (airlangga)

Editor: Abadi 

Puluhan Massa Aksi bela Islam berorasi didepan kantor Kemenag Kalsel

Sumber Utama : https://klikkalsel.com/massa-geruduk-kantor-kemenag-kalsel-protes-pernyataan-menteri-agama/

Menterinya Didemo, Kepala Kemenag Kalsel Tanggapi dengan Doa Ini

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pernyataan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas terkait suara azan yang dianalogikan gonggongan anjing menuai aksi unjuk rasa Gerakan Bela Islam Kalimantan Selatan (Kalsel).

Puluhan massa menggelar aksi demo di Depan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel, Jalan DI Panjaitan Banjarmasin, Jumat (4/3/2022).

Nah, usai mendengarkan tuntutan dan menerima aspirasi massa, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel H Muhammad Tambrin hanya menanggapi dengan doa.

“Semoga Banua Kalsel aman dan damai,” katanya saat diminta tanggapan oleh wartawan klikkalsel.com.

Sementara itu, Koordinator Gerakan Bela Islam Kalsel Israruddin meminta Kepala Kanwil Kemenag Kalsel jangan hanya sekedar menerima aspirasi. Namun yang telah disampaikan untuk dilanjutkan.

“Saya meminta ini bukan diterima tetapi dilanjutkan dan ditanggapi,” ucapnya usai menyerahkan aspirasi.

Diungkapkannya, pihaknya menuntut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mencabut kata-katanya, yang membandingkan suara adzan dengan gonggongan anjing.

Hendaknya, kata dia, meminta maaf kepada umat Islam dan bertaubat, sebab ini perbuatan yang mungkar,”

“Kami umat Islam Kalsel meminta menteri Agama untuk segera bertobat atas pernyataannya yang membuat umat Islam gaduh,” ketusnya. (azka)

Editor : Akhmad 

Aksi Demo Gerakan Bela Islam Kalimantan Selatan (Kalsel) di Depan Kantor Kanwil Kemenag Kalsel.

Sumber Utama : https://klikkalsel.com/menterinya-didemo-kepala-kemenag-kalsel-tanggapi-dengan-doa-ini/

Kapolresta Banjarmasin Apresiasi Demo di Kemenag Kalsel Berjalan Aman

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Aksi protes atas pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang dilakukan Gerakan Bela Islam Kalimantan Selatan (Kalsel), di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kantor wilayah provinsi Kalsel, Jalan D.I. Panjaitan, Jumat (4/3/2022) siang berlangsung lancar dan damai.

Hal itu mendapat apresiasi oleh Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana A Martosumito, seperti yang diucapkannya kepada awak media setelah aksi berakhir. Alhamdulilah kali ini penyampaian aspirasi berjalan lancar, mereka menyampaikan aspirasi kepada kemenag dengan kita fasilitasi sehingga aspirasi mereka tersampaikan dan berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Sebelumnya kata Kombes Pol Sabana A Martosumito bahwa pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan para pengunjuk rasa sebelum aksi, bahwa semua adalah saudara sesama umat islam dan warga Kota Banjarmasin Provinsi Kalsel. mang kita harus selalu humanis kepada siapapun juga seperti program Presisi Kepolisian Republik Indonesia yaitu prediktif, responsif dan transparansi berkeadilan,” sambungnya.

Adapun jumlah personil yang diturunkan, kata Kapolresta Banjarmasin untuk melakukan pengamanan dalam penyampaian pendapat itu kurang lebih sebanyak 450 personil.

“Kurang lebih 450 personel, itu terdiri dari beberapa Polres di wilayah kita dan dibantu oleh Polda Kalsel,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan, kepada personil yang turun saat aksi berlangsung pihaknya diminta untuk duduk sebagai bentuk penghargaan dari anggota kepada massa aksi.

Personil pengamanan aksi bela islam di depan kantor Kemenag Kalsel 
diminta duduk saat unjuk rasa berlangsung sebagai bentuk humanis

“Bahwa kita humanis, damai dan berkeluarga,” tutupnya. (airlangga)

Editor: Abadi 

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana A Martosumito kepada awak media mengapresiasi aksi bela islam di kantor Kemenag Kalsel berjalan lancar

Sumber Utama : https://klikkalsel.com/kapolresta-banjarmasin-apresiasi-demo-di-kemenag-kalsel-berjalan-aman/

“Rencana Jahat” Dibalik Kasus Menag

Apakah kita sadar jika kasus yang sekarang lagi viral mengenai Menteri Agama itu banyak dimanfaatkan oleh orang untuk kepentingan politik masing-masing?

Ada orang partai Demokrat seperti Roy Suryo yang melaporkan Yaqut Cholil Qoumas karena diduga membandingkan suara azan dan gonggongan anjing dalam sebuah wawancara di Pekanbaru, Riau beberapa hari lalu.

"Hari ini KRMT Roy Suryo bersama Kongres Pemuda Indonesia akan membuat Laporan Polisi terhadap YCQ yang diduga membandingkan suara Adzan dengan Gonggongan Anjing," kata Roy dalam keterangan resminya. Sumber 

Tetapi setelah dilaporkan balik oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Roy Suryo lalu berdalih bahwa dia ingin membantu masyarakat?

“Lucu ini sebenarnya. Karena sebenarnya saya itu ikhtiar ingin membantu masyarakat dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan video yang viral,” ujarnya, kepada Kompas TV. Sumber

Gimana logikanya melaporkan Menag lalu berdalih untuk membantu masyarakat?

Sudahlah Roy, mending urus saja saja masalah panci daripada “pansos” ingin melaporkan Menag ke Polisi.

Sederhananya, jika Roy Suryo melaporkan Menag ke Polisi, dia juga harus siap jika dilaporkan balik sekaligus sebagai pendidikan politik di masyarakat agar tidak sembarangan melaporkan orang lain.

Ada juga elit PKS bernama Jazuli Juwaini yang mengatakan pernyataan Menteri Agama sudah keterlaluan dan mendesak sang menteri menyampaikan permintaan maaf resminya kepada masyarakat, khususnya umat Islam.

PKS tidak usah ingin jadi “Pahlawan kesiangan” bagi umat Islam dalam kasus Menag ini, karena rakyat sudah muak dengan gaya politik kotor PKS yang katanya ingin membantu rakyat kecil terkait dengan kelangkaan minyak tetapi malah memanfaatkan kasus kelangkaan minyak goreng ini untuk merekrut anggota PKS yang baru sekaligus untuk mencari suara dalam Pemilu tahun 2024 nanti.

Apakah suara rakyat Indonesia dalam Pemilu nanti semurah harga 1 liter minyak goreng yang dijual oleh PKS?

Jangan katakan jika orang dalam video tersebut bukan kader PKS karena faktanya orang tersebut bernama Dedi Aroza yang merupakan Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor, Jawa Barat!

Article

Dalam video tersebut, terlihat jelas jika Dedi Aroza secara tegas mengatakan bahwa ibu-ibu yang mendapatkan minyak goreng murah tersebut adalah mereka yang jadi anggota (PKS). Bahkan dia juga mengingatkan ibu-ibu untuk komitmen dari sekarang memilih PKS pada saat Pemilu nanti.

Jadi, masih percaya jika PKS murni ingin membantu rakyat untuk mendapatkan minyak goreng murah?

Atau PKS hanya ingin mencari anggota partai baru dan suara dalam Pemilu nanti dengan kedok peduli nasib rakyat kecil?

Ada juga orang yang “mengharamkan” Menag menginjakkan kakinya di tanah Minang tetapi penulis salut dengan Menag karena tetap memberikan bantuan sebanyak Rp 2,3 miliar kepada masyarakat Minang khususnya yang berada di Pasaman Barat yang terkena musibah gempa! Sumber

Article

Yang terbaru, Gus Nur yang pernah divonis bersalah dengan hukuman 10 bulan penjara dan denda Rp 50 juta dalam kasus penghinaan terhadap NU, sekarang juga ikutan pansos terkait pernyataan Menteri Agama. Bahkan Gus Nur secara terang-terangan mempraktekkan suara adzan sambil menggonggong.

Article

Makanya tidak heran jika Ketua Advokasi dan Litigasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Dendy Zuhairil Finsa merespons dengan tegas tindakan Gus Nur tersebut.

“Justru Gus Nur yang menista agama. Dia yang mencontohkan azan dengan gonggongan anjing di menit 12.08 sampai 12.41,” kata Dendy dilansir dari JPNN.com. Sumber

PA 212 juga sudah mempersiapkan rencana aksi besar menuntut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk mundur terkait ucapannya yang dianggap kontroversial.

Demo lagi, demo lagi? Sampai kapan?

Memangnya mengumpulkan banyak orang dalam satu tempat untuk demo bisa dilakukan secara gratis?

Kami sebagai rakyat kecil sudah paham bagaimana kelakuan oportunis yang “menghalalkan” segala cara melalu demo berijilid-jilid dengan kedok bela agama, udah basi!

Jika memang Menag dianggap bersalah, ya dilaporkan saja ke Polisi biar proses hukum yang membuktikan, tetapi jika Menag tidak bersalah, ya harus jika dilaporkan balik.

Sebenarnya para oportunis hanya mencari kesalahan saja karena Menag merupakan bagian dari NU, ormas Islam terbesar di Indonesia yang menjadi musuh mereka karena NU masih sangat konsisten menjaga keutuhan NKRI ini.

Dan bukan kali ini saja Menag diserang, ini adalah kejadian yang kesekian kalinya.

Sejak Menjabat sebagai Menteri Agama, Menag sudah membuat aturan baru tentang sertifikat halal secara gratis yang membuat mereka yang selama ini “menikmati” hasil dari sertitifkat halal terganggu.

Apalagi pada awal tahun ini, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan Kementerian Agama (Kemenag) memiliki rencana untuk menerbitkan 10 juta sertifikat halal gratis bagi usaha mikro dan kecil (UMK) pada tahun 2022 ini. Bisa dibayangkan bagaimana “marahnya” mereka yang sudah menikmati uang sertifikat halal yang harusnya masuk ke kas negara tetapi malah masuk ke kantong pribadi mereka selama puluhan tahun ini?

Article

Jika sekarang mereka meminta Menag minta maaf dengan dalih bahwa meminta maaf itu bukan perbuatan yang hina, itu hanya jebakan politik seperti dalam kasus Ahok beberapa tahun lalu Ingat pernyataan Fadli Zon dalam kasus Ahok bahwa orang yang meminta maaf berarti mengakui kesalahannya, dan setelah itu maka orang tersebut harus diproses secara hukum dengan dalih setiap orang bersamaan kedudukannya di depan hukum.

Kita jangan lupa bahwa Menag saat ini yang bernama Yaqut Cholil Qoumas ini adalah adik kandung dari dari KH Yahya Cholil Staquf yang sekarang menjabat sebagai Ketua Umum PBNU yang juga pernah dihina oleh kader PKS beberapa tahun yang lalu.Sumber

Article

Bahkan Sastrawan Indonesia yang juga pendiri Majalah Tempo, Goenawan Mohamad menyesalkan makian politikus PKS terhadap Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf dengan kata kasar yang bisa menimbulkan kebencian dan pertumpahan darah.

“Seorang politikus PKS, Salman Alfarasi, menyebut K.H. Yahya Cholil Staquf “cecunguk”. PKS tak pantas membiarkan kadernya menggunakan makian kasar seperti itu. Pengalaman tahun 1960-an: kata-kata kasar menghambur bersama kebencian — dan akhirnya pertumpahan darah,” cuit Gonawan Mohamad melalui akun Twitter pribadinya @gm_gm. Sumber

KH. Yahya Cholil Staquf juga pernah dinyinyirin oleh kelompok 212 setelah beliau terpilih menjabat sebagai Ketum PBNU yang baru akhir tahun 2021 yang lalu. Sumber

Akhir kata, jangan mudah terpengaruh dengan narasi jahat para oportunis yang menyerang Menteri Agama saat ini dengan dalih membela agama dan umat karena mereka para oposan punya tujuan yang lebih besar dibalik permainan politik ini.

Bagaimana menurut Anda?

“Rencana Jahat” Dibalik Kasus Menag

Sumber Utama : https://seword.com/politik/rencana-jahat-dibalik-kasus-menag-dzqv2qS7RJ

PA 212 Mendapat Kehormatan Dari Kementerian Agama : Demonya Dikomentari Oleh Kemenag!

PA 212 mendemo Menteri Agama??? Ini menggelikan! Tapi ya begitulah, namanya juga usaha. Usaha untuk bisa tetap eksis, menjaga sisa-sisa kejayaan di masa lalu. Namun seberapa besar usaha PA 212 untuk itu, vibe yang dulu sangat kuat, sekarang sudah sama sekali hilang lang lang ditelan alam.

Dulu, jangankan mengusung tajuk unjuk rasa yang menterang, mengusung tajuk demo abal-abal saja, kita semua sudah khawatir. Ancaman-ancamanannya mengerikan. Setiap kali pemerintah harus menghadapi demonstrasi PA 212, mereka harus bermain sangat halus, sopan dan menurunkan puluhan ribu aparat kepolisian dan TNI. Namun sejauh ini, semua demo yang dilakukan oleh PA 212 selalu berjalan aman. Termasuk demo PA 212 yang melahirkan angka 212, yang diklaim dihadiri tidak kurang dari 7 juta orang. Tapi, saya dengar cerita dibalik panggung, amannya demo 212 itu karena Polri dan TNI menurunkan aparatnya dalam jumlah yang sangat banyak dan mereka berpakaian putih layaknya peserta demo. "Kita ditugaskan untuk mengawal peserta demo yang terlihat 'hyper aktif' baik hyper aktif tingkahnya ataupun mulutnya. Makanya demo 212 dulu aman, cuma pada duduk-duduk saja, sementara yang orasi, yang biarkan saja orasi..." katanya. Dan nyatanya demo 212 dulu memang berjalan aman, tak ada pengrusakan yang fatal dan semua pulang setelah menerima amplop uang dari Munarman.

Demo PA 212 hari ini mengusung tajuk "Aksi bela Islam", tajuk yang sama saat PA 212 mendemo mantan Gubernur DKI Jakarta di tahun 2017. Pada aksi bela Islam kali ini, PA 212 menuntut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta maaf atas pernyataannya, mengundurkan diri dan dipenjarakan. Mengerikan ga sih? Bukan... bukan tuntutan PA 212 yang mengerikan, tapi pihak yang mereka tuntut itu yang mengerikan. Bayangkan, seorang menteri Agama, ketua umum Gerakan Pemuda Ansor, seorang yang pemahaman Islamnya jauuuuh lebih luas dibanding peserta PA 212 tertua sekalipun. Tapi sekali lagi, bukan PA 212 jika tidak tampil beda.

Yang diributkan PA 212 katanya pernyataan Menteri Agama yang membandingkan suara Adzan dengan gonggongan anjing. "Pertama, kita menuntut dan meminta dengan hikmat kepada Pak Menteri Agama untuk bertobat kepada Allah dan meminta maaf kepada umat Islam. Karena apa yang dia ucapkan membandingkan kalimat suci dengan binatang yang bagi umat Islam najis dan tidak layak serta tidak layak diucapkan oleh pejabat publik, apalagi Menteri Agama," kata Slamet Am'arif ucapnya.

Coba bayangkan tanpa akal, bayangkan pakai dengkul saja, apa mungkin seorang Yaqut Cholil Qoumas, yang beragama Islam, saudara dari ketua Umum PBNU, yang sebagian besar rentang hidupnya dipakai untuk membela Islam dan NU, yang karena seluruh dan/atau sebagian dari alasan menjadikan dia seorang Menteri Agama, tiba-tiba membandingkan adzan dengan suara binatang? Jelas tidak mungkin. Berulang-ulang saya dengarkan lagi video saat Menteri Agama memberikan klarifikasi tentang Surat Edarannya, sangat jelas terdengar katanya "MISALNYA" lebih dari satu kali.

"Yang paling sederhana lagi, tetangga kita ini, kalau kita hidup dalam suatu kompleks MISALNYA, kanan depan belakang, melihara anjing semua. MISALNYA. Menggonggong dalam waktu yang bersamaan, kita ini terganggung tidak? Artinya apa? Suara-suara ini, apapun suaranya, ini harus kita atur supaya tidak menjadi gangguan..."

Dan setelah membaca surat edaran menteri agama tentang pengaturan suara toa mesjid ini, sedikitpun tidak saya temukan hal-hal yang sekarang ini ramai dibicarakan. Setiap mesjid ada pengeras suara dalam dan pengeras suara luar, itu sudah dari dulu. Penggunaan antara keduanya pun dulu dilakukan persis seperti yang tertulis di surat edaran. Penggunaan pengeras suara menjadi berlebihan terjadi sejak Indonesia mengalami over dosis agama Islam.

Tapi salutnya, walaupun dengan sangat kentara demo PA 212 hanya untuk mencari gara-gara, pihak Kementerian Agama, dengan baik hati, mau memberikan komentarinya. Apa bukan sebuah kehormatan tuh bagi PA 212??? Kalau saya jadi pihak Kementerian Agama, saya tidak akan menggubris demo artificial seperti itu. Untuk apa? Di jaman teknologi yang sangat canggih ini, video saat Menteri Agama mengucapkan kalimat-kalimat itu bisa dengan mudah ditemukan, didengarkan bahkan ditranskipkan. Jika PA 212 kemudian gagal paham dalam memahami kata MISALNYA dan menyimpulkan kata MISALNYA sebagai sebuah perbandingan, ya itu masalah rendahnya literasi mereka. Itu sebabnya saya bilang bahwa PA 212 mendapatkan kehormatan dari Kementerian Agama karena demo dikomentari dan diberi klarifikasi.

Sementara permintaan PA 212 pada pihak kepolisian untuk memproses laporan, silahkan saja dikawal kasusnya. Paling nanti di tahap klarifikasi akan ada pengupasan kalimat dan Polisi akan membuka kelas bahasa Indonesia bagi para peserta PA 212.

PA 212 Mendapat Kehormatan Dari Kementerian Agama : Demonya Dikomentari Oleh Kemenag!

Sumber Utama : https://seword.com/politik/pa-212-mendapat-kehormatan-dari-kementerian-agama-OqUTw0jJeP

Gus Yaqut dan Indonesia yang Tidak Perlu Analogi-analogian Dulu

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, beberapa waktu belakangan sedang menjadi sorotan, terkait pernyataan yang diduga membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing, maupun dari respon sesudahnya yang kemudian beliau berikan. Saking menariknya bahkan sampai dipolisikan dengan tuduhan penistaan agama segala.

Sebenarnya bukan baru pertama bagi Gus Yaqut, panggilan akrabnya, menghadirkan kontroversi. Sebelumnya sudah beberapa kali. Sementara dalam kapasitas sebagai pembantu Presiden, Gus Yaqut juga bukan menteri yang pertama yang menghasilkan kegaduhan atas pernyataannya. Bahkan sebagai Menteri Agama, Gus Yaqut juga bukanlah Menag pertama yang menghadirkan kontroversi.

Sebagai pembantu Presiden Jokowi, seharusnya Gus Yaqut cukup bisa belajar banyak dari para pembantunya yang lain, yang sudah duluan berkontroversi, dan dengan aneka kegaduhan yang timbul dari pernyataan-pernyataannya itu. Seharusnya Gus Yaqut tidak kekurangan contoh. Banyak!

Sebelumnya Indonesia sudah disuguhi kontroversi akibat pernyataannya dari Menteri Kesehatan, Menkominfo, Menkumham, Jubir Presiden, bahkan dari Presiden sendiri. Tapi di kemudian hari para menteri yang pernyataannya sempat mendatangkan kegaduhan tadi berhasil merendamnya dengan mengambil posisi "sedikit mundur ke belakang", menahan diri, dan tidak banyak berkomentar lagi ke publik.

Contohlah Pak Basuki sang Menteri PUPR itu, yang lebih banyak kerjanya daripada berpernyataan. Atau kalau tidak, contoh apa yang dilakukan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir. Beliau tidak jarang memberi mandat kepada Staf Ahlinya untuk sekadar memberi pernyataan ke publik. Atau seperti Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, yang punya juru bicaranya sendiri.

Dua contoh terakhir tersebut sebaiknya perlu dicoba oleh Gus Yaqut. Ada keuntungan bila hal tersebut dilakukan. Bila ada kesalahan pernyataan, yang akan di-bully jelas si juru bicara tadi. Kemudian sang Menteri tinggal muncul dengan pernyataan yang lebih benar, sehingga selain sebagai koreksi juga bisa berhasil menciptakan citra positifnya di hadapan masyarakat. Syaratnya satu, sang menteri haruslah komunikator yang baik, yang sat-set-sat-set, yang thas-thes-thas-thes, tidak bertele-tele, dan bisa bisa beranalogi yang tepat.

Nah, agaknya inilah yang kurang dari Gus Yaqut.

Analogi itu seharusnya untuk mempermudah dikarenakan adanya kemungkinan tingkat pemahaman yang berbeda-beda dari audiens yang dituju. Tapi melihat apa yang dilakukan Gus Yaqut, dari pernyataan terakhirnya yang menimbulkan kontroversi itu, justru analoginyalah yang malah menimbulkan masalah. Atau lebih tepatnya, dipaksakan untuk dipermasalahkan.

Ya seharusnya perlu disadari, saat ini Indonesia sedang dianugerahi dan diramaikan oleh adanya sebagian kaum yang super lebay, gagak pahaman, tukang pelintir, kangen demo, lagi pemarah. Mereka ini, urat syarafnya gampang panas persis seperti instalasi kabel listrik di rumah subsidi. Getas, yang bila tidak segera diatasi berpotensi membahayakan seluruh kompleks. 

Eh… malah beranalogi……

Belum lagi para pemburu pansos, yang tidak jarang rela potong sana-potong sini sebuah pernyataan, demi kepentingannya sendiri yang ujungnya ya itu tadi, kegaduhan. Parahnya, mereka itu –kelompok-kelompok itu– berkolaborasi.

Nah alangkah menyenangkannya bila menteri seperti Gus Yaqut ini, yang bersinggungan langsung dengan setiap keyakinan yang diyakini masing-masing rakyat Indonesia yang terkadang gemar bertafsir-tafsiran itu, mulai memilih untuk lebih berhemat kata-kata. To the point wae.

Kalau memang mau melarang ya larang saja, ndak perlu lagi analogi-analogian. Daripada membuat masyarakat harus mikir lagi soal analogi-analogian yang rawan pelintiran itu, yakin sajalah pada kemampuan masyarakat Indonesia untuk memahami larangan ataupun peraturan sepanjang diikuti dengan kuatnya alasan. Indonesia pasti bisa.

**

Nah bukannya mau lancang, berikut contoh koreksi atas pernyataan Gus Yaqut yang jadi biang keributan ini, agar menjadi lebih sederhana dan mengena!

"Iya itu kemarin kita terbitkan edaran pengaturan. Kita tak melarang masjid musala gunakan toa, tidak. Karena itu bagian syiar Agama Islam. Tapi ini harus diatur bagaimana volume sepikernya~~. Toanya enggak boleh kencang-kencang,~~ 100 db. Diatur bagaimana kapan mereka gunakan speaker itu sebelum Azan, setelah Azan. Ini tak ada pelarangan.

Aturan ini dibuat semata-mata agar masyarakat kita makin harmonis. Menambah manfaat dan mengurangi ketidakmanfaatan. Kita tahu di wilayah mayoritas muslim, hampir tiap 100-200 meter ada musala dan masjid. Bayangkan kalau kemudian dalam waktu bersamaan mereka nyalakan toanya di atas kaya apa? Itu bukan lagi syiar, tapi gangguan buat sekitarnya.

Kita bayangkan lagi, kita muslim, lalu hidup di lingkungan nonmuslim, lalu rumah ibadah saudara kita nonmuslim bunyikan toa sehari lima kali dengan kencang-kencang secara bersamaan itu rasanya bagaimana. Yang paling sederhana lagi, tetangga kita ini dalam satu kompleks, misalnya, kanan kiri depan belakang pelihara anjing semuanya, misalnya, menggonggong dalam waktu bersamaan, kita ini terganggu enggak?

Apapun suara itu kita atur agar tak jadi gangguan. Speaker di musala masjid monggo silakan dipakai, tapi diatur agar tak ada merasa terganggu. Agar niat penggunaan toa dan speaker sebagai sarana dan wasilah lakukan syiar bisa dilaksanakan tanpa mengganggu mereka yang tak sama dengan keyakinan kita.

Saya kira dukungan juga banyak atas hal ini. Karena alam bawah sadar kita mengakui pasti merasakan bagaimana suara bila tak diatur pasti mengganggu. Truk itu kalau banyak di sekitar kita, kita diam di satu tempat, kemudian ada truk kiri kanan belakang kita, mereka menyalakan mesin bersama-sama kita pasti mengganggu. Suara-suara yang tak diatur itu pasti jadi gangguan buat kita. Gitu ya,"

Seharusnya begitu saja cukup, agar kaum yang kebanyakan fa-fi-fu was-wes-wos itu tidak punya cukup bahan untuk selalu berusaha cari panggung!

Minyak goreng sawit langka, daging sapi mahal, tahu-tempe?....., gula?......

Gus Yaqut dan Indonesia yang Tidak Perlu Analogi-analogian Dulu

Sumber Utama : https://seword.com/umum/gus-yaqut-dan-indonesia-yang-tidak-perlu-analogi-6VTGqOMfum

*Dosen UNISKA yang terkesan Bela Edy Mulyadi dkk "Hina Kalimantan" bukan mewakili Anak Kalimantan dan DAYAK !!!
klik disini 

*Masyarakat Kalimantan VS "Oknum Polisi & Oknum Politisi" klik disini 

*Terbaru News (Habar Barita) Kalimantan Selatan !! klik disini

*Jangan salahkan PKS & Cina ??!!?? Apa salah PKS & Cina!!! Ada apa dengan Raffi Ahmad??!! , klik disini 

Rer-post by Migo Berita / Sabtu /05032022/12.51Wita/Bjm