Arsip Migo Berita

Tampilkan postingan dengan label Batola / Kabupaten Barito Kuala (Marabahan). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batola / Kabupaten Barito Kuala (Marabahan). Tampilkan semua postingan

Ayo ke Barito Kuala #JembatanRumpiang #SelamatTahunBaru2022 #SelamatNatal

Migo Berita - Banjarmasin - Ayo ke Barito Kuala #JembatanRumpiang. Hemmm.. Tahun Baru 2022 hampir sampai dan akan segera meninggalkan tahun 2021. Sebelum membaca artikel tentang Jembatan Rumpiang yang menjadi Icon Jembatan di kota Marabahan. Seluruh Tim Migo Berita mengucapkan Selamat Tinggal Tahun 2021 dan Selamat Datang Tahun 2022 serta Selamat NATAL bagi yang merayakannya. BHINNEKA TUNGGAL IKA, walau kita warga Indonesia berbeda-beda akan tetapi kita satu jua, INDONESIA.

Jembatan Rumpiang / saksikan videonya disini

Jembatan Rumpiang adalah jembatan yang membentang di atas sungai Barito, Kota Marabahan, Kabupaten Barito Kuala. Jembatan ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 25 April 2008 (untuk video peresmiannya oleh SBY tersebut Admin Migo Berita kesusahan mencari, kalau pembaca ada yang punya silahkan tuliskan linknya di kolom komentar ya ^_^). Dengan hadirnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas dari kota Marabahan menuju Banjarmasin dan sebaliknya yang sebelumnya harus menggunakan kapal feri untuk menyeberangi Sungai Barito.


Pembangunan Jembatan Rumpiang dimulai sejak akhir tahun 2003, menggunakan dana baik dari APBN maupun APBD Kabupaten Barito Kuala dan Pemprov Kalimantan Selatan sebesar 174,5 miliar. Jembatan rumpiang sendiri memiliki total panjang bentang 753 meter dengan bentang utama sepanjang 200 meter menggunakan konstruksi pelengkung rangkap baja. Dari atas jembatan kita bisa menikmati pesona Sungai Barito yang indah.

Sumber Utama : https://baritokualakab.go.id/jempatan-rumpiang/


 

Wow! Sekarang Wisata Baru di Marabahan Cantik-cantik, Asyik untuk Spot Foto

KONTENKREATIPS.COM – Kabupaten Barito Kuala (Batola) terus berbenah. Di kala daerah lain jorjoran menonjolkan objek wisata masing-masing, Batola pun tidak ketinggalan.

Kini kabupaten di Kalimantan Selatan yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah itu, terus menggalakkan wisata agar menjadi destinasi bagi wisatawan lokal maupun luar kabupaten.

Salah satu wisata yang baru diresmikan berada di sekitar Marabahan, tepatnya di Desa Bagus.

Wisata ini persis berada di bawah Jembatan Rumpiang yang ikonik.

Dikutip kontenkreatips.com dari akun Instagram @marabahan_bungas, di tempat ini pengunjung bisa bersantai sambil menikmati Sungai Barito.

Salah satu tempat wisata di Marabahan yang menarik untuk dikunjungi. (ig @marabahan_bungas)

Wisatawan akan menemukan suasana yang nyaman telah disediakan tempat untuk bersantai.

Bagi yang berfoto tempat ini tidak kalah ciamik sebagai spot untuk dijadikan kenangan-kenangan.

Salah satu spot foto di objek wisata di Marabahan yang menarik untuk dikunjungi. (ig @marabahan_bungas)

Menawarkan pemandangan sungai barito serta jembatan rumpiang yang menjadi khas ikon kota Marabahan.

Bukan cuma itu, pengunjung juga bisa menikmati makanan, karena di sisi sudah tersedia kedai makanan. (*)

Jembatan Rumpiang, Marabahan, Batola. (ig @marabahan_bungas)

Foto: Jembatan Rumpiang, Marabahan, Batola. (ig @marabahan_bungas)

Sumber Utama : https://kontenkreatips.com/2021/01/03/wow-sekrangan-wisata-baru-di-marabahan-cantik-cantik-asyik-untuk-spot-foto/

Sabtu, 31 Juli 2021 16:01

Beragam Daya Tarik Wisata Jembatan Rumpiang: Tempat Swafoto Paling Asyik

Kian menawan Jembatan Rumpiang di Kabupaten Barito Kuala (Batola). Dipoles warna merah, jembatan yang diresmikan sejak 25 April 2008 itu kini kerap dijadikan tempat bersantai kawula muda di akhir pekan.

Jembatan Rumpiang sudah menjadi ikon sekaligus kebanggaan warga Ije Jela. Melintasi sungai Barito. Menghubungkan Batola menuju Banjarmasin.

Dari atas jembatan, bisa menyaksikan pemandangan menarik. Misalnya saat kapal tongkang pengangkut batu bara melintas. Terutama saat air sungai sedang naik, gunungan batu bara itu terlihat jelas dari atas jembatan.

Pemandangan lain seperti kearifan lokal warga yang mandi di batang, hamparan pertanian, tambat tongkang, hingga keramba ikan warga.

Daya tarik lain jembatan yang berada di Kecamatan Marabahan dan Cerbon ini berkat hadirnya RTH, landmark kincir angin, dan juga destinasi wisata sungai memukau dan menyejukkan hati.

Landmark Kincir Angin Ala Belanda

Landmark Kincir Angin tepat berada di samping oprit Jembatan Rumpiang. Kincir angin raksasa ala Negeri Belanda itu berdiri kokoh dengan kearifan lokal. Dibuat dari kayu Ulin. Jadi bagi yang mau melihat kincir angin seperti di Belanda, bisa datang ke lokasi ini.

Tempat paling pas untuk swafoto dengan latar belakang pemandangan langsung Jembatan Rumpiang secara utuh. Menjadi tempat swafoto yang asyik setelah menikmati pemandangan yang luar biasa di atas Jembatan Rumpiang.

Fitness Gratis di Kawasan RTH

Ruang Terbuka Hijau (RTH) Rumpiang berada di Kecamatan Cerbon ini tidak kalah dengan landmark kincir angin yang berada di seberangnya. RTH ini ramai dikunjungi warga setiap pagi dan sore hari. Apalagi saat akhir pekan, pengunjung terlihat lebih banyak. Kebanyakan dari mereka berfoto di tulisan 'I Love Marabahan', dan ikon media sosial seperti YouTube, Twitter, Facebook, dan WhatsApp.

Tempat ini menjadi andalan pengunjung untuk swafoto yang tentunya dengan latar belakang Jembatan Rumpiang yang kokoh. Tidak ketinggalan beberapa alat fitness disediakan di sana secara gratis. Tua hingga muda berolahraga bersama.

Bersantai di Gosong Rumpiang

Tidak jauh dari Jembatan Rumpiang, hanya sekitar 100 meter, terdapat tempat Wisata Gosong Rumpiang. Tepatnya berada di Desa Bagus, Kecamatan Marabahan. Sesuai namanya, gosong yang berarti endapan tanah atau pasir di tepi sungai. Wisata ini berada di tepi Sungai Barito. Menyuguhkan tempat bersantai yang teduh. Lengkap dengan gazebo di sepanjang sungai.

Di sini bisa menikmati makanan dan minuman yang dijual pedagang. Selain itu, juga ada tempat swafoto dengan latar Jembatan Rumpiang. Paling unik adanya gazebo di tengah-tengah pohon rambai. Menambahkan nuansa alam yang asri. Hanya saja, untuk menikmati wisata ini biaya masuk dikenakan Rp5 ribu per orang. (bar/dye/ema)


Sumber Utama : https://kalsel.prokal.co/read/news/42662-beragam-daya-tarik-wisata-jembatan-rumpiang-tempat-swafoto-paling-asyik.html

Catatan Tim MigoBerita :

*Bagi Anda yang menyukai Tantangan dan Memacu Adrenalin, sebenarnya ada wahana "tersembunyi" disamping Jembatan Rumpiang tersebut, yaitu "Menara Pantau", bagi Anda yang mengiginkan tantangan tersendiri bisa mencoba objek tersebut, dengan hanya berperahu sebentar kearah menara tersebut dengan biaya "Sukarela" ucap Muhammad Arsyad warga sekitar yang masih duduk di kelas IX (Sembilan) SMP 5 Marabahan (Desember 2021), maka Anda sudah diantar kearah Menara tersebut dan pulangnya ditungguin loh ^_^. Namun bagi Anda yang "Tidak Berani Ketinggian" atau Tidak suka Tantangan yang Memacu Adrenalin ini, Jangan Coba-coba ya ^_^.

Re-post by MigoBerita / Rabu/15122021/14.09Wita/Bjm

Kabupaten Batola bersama Banjar dan Kota Banjarbaru ikuti Banjarmasin jalankan PSBB

Ilustrasi dana bansos Covid-19. Foto-istimewa

Migo Berita - Banjarmasin - Akhirnya Kabupaten Batola bersama Banjar dan Kota Banjarbaru ikuti Banjarmasin jalankan PSBB setelah disetujui Menteri Kesehatan.
Semoga pemberlakuan PSBB ini juga cepat diselaikan dengan cepat demi memutus mata rantai Virus Corona Covid19. InsyaAllah....

PSBB Disetujui Kemenkes, Batola Marapatkan Barisan

apahabar.com, MARABAHAN – Setelah usulan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) disetujui Menteri Kesehatan, Barito Kuala pun langsung merapatkan barisan.
PSBB yang diusulkan Batola bersama Banjar dan Banjarbaru disetujui Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, melalui Surat Keputusan Nomor HK.01.07/Menkes/304/2020 tertanggal 11 Mei 2020.
Dalam putusan tersebut, ketiga daerah melaksanakan PSBB sesuai ketentuan peraturan Perundang-undangan. Kemudian mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.
Pemprov Kalsel, Pemkab Banjar dan Pemko Banjarbaru untuk waktu pelaksanaan,” ungkap Wakil Bupati Batola, H Rahmadian Noor, Selasa (12/5) pagi.
Wacana PSBB sendiri diusulkan Pemprov Kalsel, mengingat Batola bersama Banjar dan Banjarbaru merupakan tiga daerah penyangga Banjarmasin sebagai ibukota provinsi.
“Sebelum PSBB diusulkan, Batola sebenarnya sudah cukup siap. Di antaranya dengan pemeriksaan orang yang masuk ke Batola, pendirian pos-pos swadaya di zona merah, hingga pembatasan lalu-lintas ABK di Sungai Barito,” beber Rahmadi.
Sementara tindakan lain yang juga sedang berlangsung adalah penyaluran bahan pokok sebanyak 20 ribu paket senilai Rp200 ribu. Bantuan itu dimulai April hingga Juni 2020.
“Juga diterapkan imbauan protokol kesehatan dan pembagian jaring pengaman sosial untuk masyarakat yang terdampak. Pasca PSBB disetujui, otomatis upaya penanggulangan Covid-19 juga ditingkatkan,” tegas Rahmadi.
Di sisi lain, Polres Batola juga sudah membuat Tactical Floor Game (TFG) untuk mengantisipasi pelaksanaan PSBB.
Di antara rencana yang disiapkan adalah penempatan dan penguatan posko di perbatasan.
Adapun posko yang diperkuat adalah perbatasan Kalsel dengan Kalimantan Tengah di Anjir Pasar dan Tabukan serta dengan Tapin di Bakumpai.
Kemudian direncanakan penempatan posko baru di Alalak yang berbatasan dengan Banjarmasin. Kemudian Jejangkit dan Mandastana yang bertetangga dengan Banjar serta perbatasan Kalteng di Wanaraya.
Selain di darat, pengawasan perairan dilakukan Satpolair Polres Batola, terutama feri penyeberangan di Jelapat, Muara Tamban, Tabukan dan Kuripan.
Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Muhammad Bulkini
Pemeriksaan warga di perbatasan sudah diterapkan Barito Kuala, sebelum PSBB disetujui Menteri Kesehatan. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf
Pemeriksaan warga di perbatasan sudah diterapkan Barito Kuala, sebelum PSBB disetujui Menteri Kesehatan. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf
Sumber Berita : https://apahabar.com/2020/05/psbb-disetujui-kemenkes-batola-marapatkan-barisan/

Bantuan Sosial Tunai Disalurkan, PKM Kabupaten Banjar Dapat 600 Ribu Per Bulan

Pemkab Banjar mulai membagikan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Senin (11/5).
Kabupaten Banjar HM Hilman, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banjar H Ahmadi, Kepala Kesbangpol Aslam serta sejumlah karyawan dari Kantor Pos Martapura.
“Dengan adanya bantuan ini bisa dimanfaatkan masyarakat dengan sebaik-baiknya, demi memenuhi kebutuhan pokok, serta mematuhi arahan pemerintah dalam rangka persiapan Pemberlakuan Pembatas Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Banjar,” ucapnya.
Guru Khalil, sapaan akrabnya, mengimbau kepada masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19, masyarakat mesti menjalankan pola hidup bersih dan sehat, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan beribadah dirumah.
“Dengan adanya pandemi ini seharusnya semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, meningkatkan rasa empati dan simpati terhadap sesama, terutama bagi para muzakki, apalagi di bulan Ramadan yang penuh barokah ini,” tuturnya.
Reporter: Hendra Lianor
Editor: Puja Mandela
apahabar.com
Pemkab Banjar salurkan Bantuan Sosial Tunai kepada masyarakat terdampak Covid-19, Senin (11/5). Foto-istimewa.

Sumber Berita : https://apahabar.com/2020/05/bantuan-sosial-tunai-disalurkan-pkm-kabupaten-banjar-dapat-600-ribu-per-bulan/

Breaking News! PSBB Tiga Daerah di Kalsel Disetujui Kemenkes

apahabar.com, MARTAPURA – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tiga daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel), resmi disetujui oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Hal ini berdasarkan surat Menteri Kesehatan Nomor: HK. 01.07/Menkes/304//2020, yang ditandatangani Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, tertanggal 11 Mei 2020 di Jakarta.
Tiga daerah yang akan melaksanakan PSBB tersebut yaitu, Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Barito Kuala.
membenarkan keputusan Menkes tersebut.
“Iya benar, sudah disetujui. Kami baru dapat suratnya malam ini juga,” ujarnya kepada apahabar.com, via pesan WatsApp, Senin (11/5) malam.
Disinggung kapan akan diterapkan, dokter Dia, sapaan akrabnya mengatakan, hal ini akan dirapatkan dulu dengan tim Gugus Tugas.
“Jadi besok dulu kita bicarakan dengan Gugus Tugas,” pungkasnya.
Reporter: Hendra Lianor
Editor: Ahnad Zainal Muttaqin
Ilustrasi. Foto-Istimewa
Ilustrasi. Foto-Istimewa
Sumber Berita : https://apahabar.com/2020/05/breaking-news-psbb-tiga-daerah-di-kalsel-disetujui-kemenkes/

PSBB Banjarmasin, Belasan Kelurahan Masih Nol Kasus Positif Covid-19

apahabar.com, BANJARMASIN – Sejauh ini, dari total 53 kelurahan di Kota Banjarmasin, tidak semua terdapat warganya yang terkonfirmasi pasien positif Corona virus disease atau Covid-19.
Setidaknya ada 13 kelurahan dari data Gugus Tugas Percepatan Pengendalian dan Penanganan (GTP3) Covid-19 Banjarmasin, Senin (11/5).
Ada pun 13 kelurahan itu masing-masing yang tersebar di 4 dari 5 kecamatan Banjarmasin.
Dan terakhir, di Kecamatan Banjarmasin Selatan; Kelayan Timur dan Pekauman.
Namun, meskipun 13 kelurahan di 4 kecamatan itu tidak terkonfirmasi kasus positif Covid-19, bukan berarti bebas dari ancaman virus mematikan asal Wuhan China tersebut.
Sebab, dari data GTP3 Covid-19 Banjarmasin, dari sejumlah kelurahan itu terdapat Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
apahabar.com
Grafik sebaran kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin. Foto-Istimewa.
Lantas, bagaimana Pemerintah Kota Banjarmasin menanggapi data tersebut.
Menurut Juru Bicara GTP3 Covid-19 Banjarmasin Machli Riyadi, tidak terdapatnya kasus positif Covid-19 di 13 kelurahan tersebut, karena kesadaran masyarakat masih tinggi.
Termasuk dalam hal menjaga daya tahan tubuh agar lebih kuat.
Selain itu, kata dia, faktor kedisiplinan untuk menjaga jarak atau phsical distancing serta kebiasaan hidup bersih warganya disana dinilai, jauh lebih baik.
“Kami menghimbau kepada para lurah yang wilayahnya belum ada satu orang pun yang terpapar Covid-19 agar tetap mempertahankan perilaku hidup warganya yang demikian,” harap Machli, Senin malam.
Terlepas itu, Machli juga berpesan untuk daerah yang rawan atau baru terdapat kasus positif agar warganya tidak panik dan sanggup memanajemen stres yang lebih baik.
Kata Machli, jangan takut berlebihan, namun juga tidak menganggap remeh dan harus berdisiplin yang tinggi untuk mengurangi aktifitas di luar rumah dan jaga jarak.
Selain itu, sering-seringlah cuci tangan serta selalu memakai masker jika keluar rumah.
Seperti diketahui, Kota Banjarmasin telah memutuskan untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 21 Mei 2020.
Berdasarkan update Kasus Covid 19 Kota Banjarmasin Senin (11/5) pagi tadi, terdapat pengurangan kasus PDP sebanyak 2 kasus. Yakni, 1 kasus meninggal dari Kelurahan Alalak Utara
1 kasus yang pindah domisili dari Kelurahan Seiungai Miai ke Handil Bakti.
Kasus PDP yang meninggal telah diambil swabnya namun belum ada hasil pemeriksaannya.
Sehingga jumlah kasus PDP yg sebelumnya berjumlah 40 kasus sampai saat ini menjadi 38 kasus.
Namun, disamping itu juga ada kasus positif yang meninggal sebanyak 2 kasus yang berasal dari kelurahan Kelayan Barat dan Pekapuran Raya.
Ada pun total kasus positif berjumlah 88 kasus. 52 orang dirawat, 15 berhasil sembuh, dan 20 meninggal, luar wilayah 1, ODP 449, OTG 374.
“Penambahan kasus Covid 19 menandakan masih adanya proses penularan yang terjadi di lingkungan kita,” tulis Dinkes Kota Banjarmasin melalui akun instagram resminya, Senin.
apahabar.com
Grafik sebaran kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin. Foto-Istimewa.
Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Data sebaran kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin. Foto-Istimewa.
Data sebaran kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin. Foto-Istimewa.
Sumber Berita : https://apahabar.com/2020/05/psbb-banjarmasin-belasan-kelurahan-masih-nol-kasus-positif-covid-19/

Pemprov Kalsel Kucurkan Jaring Pengaman Sosial Rp 19 Miliar, Rp 100 Ribu Per KK

apahabar.com, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) secara resmi mengucurkan bantuan jaring pengaman sosial terdampak wabah (Covid-19) sebesar Rp 6,5 miliar pada enam kabupaten atau kota se- Kalsel.
“Dari 13 kabupaten atau kota, terdapat 6 daerah yang sudah melengkapi berkas,” ucap Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kalsel, Abdul Haris Makkie, Senin (11/5) sore.
Keenam kabupaten atau kota tersebut di antaranya Hulu Sungai Selatan (HSS) 802 KK, Tabalong 13.209 KK, Hulu Sungai Utara (HSU) 2.438 KK dan Kotabaru 12.457 KK. Untuk Banjarmasin 30.340 KK dan Banjarbaru 6.720 KK.
atau kota se Kalsel. “Adapun untuk total keseluruhan 13 kabupaten atau kota sebesar Rp 19 miliar,” tegasnya.
Angka ini melesat dari perencanaan awal yakni sebesar 70 persen menggunakan APBD kabupaten atau kota dan 30 persen provinsi.
Setelah dikalkulasikan, ternyata angka tersebut tak terlalu efektif dan banyak menimbulkan persoalan secara teknis.
Oleh sebab itu, Pemprov Kalsel melalui Gubernur Kalsel mengambil keputusan semua yang terdampak di kabupaten atau kota mendapat bantuan dari provinsi.
“Hanya saja besarannya tak seperti konsep awal. Seluruhnya mendapat Rp 100 ribu per bulan,” pungkasnya.
Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif
Ilustrasi dana bansos Covid-19. Foto-istimewa
Ilustrasi dana bansos Covid-19. Foto-istimewa
Sumber Berita : https://apahabar.com/2020/05/pemprov-kalsel-kucurkan-jaring-pengaman-sosial-rp-19-miliar-rp-100-ribu-per-kk/

Re-post by MigoBerita / Selasa/12052020/11.51Wita/Bjm

Handil Bakti ditutup total terhitung sejak 25 Februari 2019 hingga dua tahun lamanya

Kemacetan di Kayutangi Makin Parah Hingga Malam Hari

AKTIVITAS penutupan akses menuju Jembatan Sungai Alalak II yang terkoneksi antara kawasan Terminal Handil Bakti-Jalan Tembus Perumnas, Kayutangi Ujung, benar-benar memicu kemacetan parah, Jumat (1/2/2019) malam.
ANTREAN panjang mengular di sepanjang Jalan Brigjen H Hasan Basry dari arah Jembatan Sungai Alalak yang segera dibongkar hingga ke Bundaran Kayutangi, depan Masjid Hasanuddin Majedi, Jumat (1/2/2019) malam, dimulai pukul 19.41 Wita.


Volume kendaraan pun menumpuk di kawasan Kayutangi. Bergerak pun seperti merayap. Emosi para pengguna jalan pun terdengar, dari beberapa bunyi klakson bersahutan.
Kemacetan ini sudah terjadi sejak Jumat (1/2/2019) pagi, usai kawasan Terminal Handil Bakti ‘diblokade’, dengan memasang portal.  Penutupan ini untuk keperluan perbaikan penguatan baut rangka baja jembatan, hingga peninggian oprit Jembatan Sungai Alalak yang menurun tajam, serta pemasangan pagar pembatas.
BACA :  Jembatan Sungai Alalak II Ditutup, Macet Mengular Terjadi di Handil Bakti
Rencananya, Jembatan Sungai Alalak II akan digunakan sebagai akses alternatif, ketika nanti Jembatan Sungai Alalak sebagai jalur penghubung Jalan Brigjen Hasan Basry-Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti ditutup total terhitung sejak 25 Februari 2019 hingga dua tahun lamanya.
Pengamat tata kota dan wilayah asal Fakultas Teknik Uniska Muhammad Arsyad Al-Banjary, Adhi Surya Said mengungkapkan di kawasan Kayutangi Ujung wajib dibuatkan jembatan darurat, tidak lagi bisa berharap pada kemampuan daya tampung Jembatan Sungai Alalak II.
BACA JUGA :  Picu Stress Tinggi, Fenomena Leher Botol Bakal Terjadi di Kayutangi Ujung
“Jadi, selama dua tahun itu bisa dimuat jembatan kayu untuk akses sepeda motor, jika perlu bisa menahan beban mobil.  Jembatan darurat ini sangat penting, karena Jembatan Sungai Alalak II yang berbentuk single bridge difungsikan, tak akan mampu menahan volume kendaraan yang tinggi di kawasan Kayutangi dan Handil Bakti,” ucap Adhi Surya Said kepada jejakrekam.com, Jumat (1/2/2019) malam.
Menurut dia, akses dari kawasan Terminal Handil Bakti, bisa dihubungkan dengan jembatan darurat menuju kawasan Jalan Tembus Perumnas.
“Sedangkan, untuk angkutan barang besar, memang harus diarahkan ke Jalan Gubernur Syarkawi (Lingkar Utara) yang tembus ke Jalan Achmad Yani Km 17, Gambut. Semua angkutan besar dilarang masuk ke Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti,”  tutur magister teknik jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.
BACA LAGI :  Penutupan Jembatan Sungai Alalak Bakal Pengaruhi Distribusi Barang
Menurut dia, rekayasa lalu lintas yang diberlakukan juga tak bisa mengurai kemacetan, malah menambah volume kendaraan bermotor makin menumpuk. “Inilah hasilnya, kemacetan parah terjadi di kawasan Kayutangi. Bisa dibayangkan nanti, ketika Jembatan Sungai Alalak dibongkar dan dibangun jembatan baru dalam waktu dua tahun,” ucap dosen muda ini.
Untuk itu, Adhi Surya Said menyarankan agar semua pihak terkait baik Dishub Kalsel, Dishub Banjarmasin, Dishub Batola yang dibackup aparat Polda Kalsel, Polresta Banjarmasin dan Polres Batola, harus bertindak tegas di lapangan.
“Terutama, bagi armada angkutan berbadan besar, harus dilarang melintas di kawasan Kayutangi. Semua harus diarahkan ke Jalan Lingkar Utara,” imbuhnya.


Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2019/02/01/kemacetan-di-kayutangi-makin-parah-hingga-malam-hari/

Re-post by MigoBerita / Sabtu/02022019/11.16Wita/Bjm

Kontroversi Makam Syekh Muhammad Aminullah bin Tahmidillah dan Rekayasa Jalan menuju Handil Bhakti dan Banjarmasin

Makam Syekh Aminullah Dibongkar, Ternyata Isinya Kosong

KEBERADAAN makam yang dikeramatkan di wilayah Kelurahan Sungai Lulut, Simpang Berangas RT 01, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
MAKAM yang dipercaya tokoh agama bernama Syekh Muhammad Aminullah bin Tahmidillah ini terpaksa dibongkar. Ini dilakukan jajaran Kecamatan Sungai Tabuk bersama Danramil Sungai Tabuk, Kapolsek Sungai Tabuk, Lurah Sungai Tabuk, dan Satpol PP Kecamatan.
Saat pembongkaran yang berlangsung pada Rabu (9/1/2019) mulai pukul 10.00 Wita,  juga dihadiri Ketua Majelis Al Muzakarah, Habib Masrifani Assegaf, tokoh masyarakat dan ratusan warga setempat.
Prosesi pembongkaran makam selama 1,5 jam itu pun dikawal aparat keamanan dan dilakukan warga sekitar. Diawali dengan pencabutan nisan, hingga ke makam untuk mencari jasad yang terkubur di dalamnya.
 

BACA :  Kompleks Makam Sultan Suriansyah di Kuin Utara Tak Pernah Sepi Peziarah
“Pembongkaran ini untuk menjawab keraguan sebagian masyarakat atas makam yang dikeramatkan itu. Sebab, kuburan itu baru-baru ini ada dan dikeramatkan,” kata Camat Sungai Tabuk, Ahmad Fauzi kepada jejakrekam.com, Rabu (9/1/2019).
Camat Sungai Tabuk ini tak memungkiri keberadaan makam itu yang kemudian dikeramatkan dengan dibangunkan kubah, berdasar mimpin dari Habib Masrifani Assegaf.
“Beliau mengatakan dari mimpinya bahwa makam yang dipercaya Syekh Muhammad Aminullah bin Tahmdillah serta petunjuk yang ada,” ucap Camat Sungai Tabuk ini.

Agar pro dan kontra tak meruncing di tengah masyarakat Kelurahan Sungai Lulut dan sekitarnya, pembongkaran dijadikan solusi untuk menjawab semua keraguan dan keyakinan warga.
“Saat dibongkar, ternyata dalam kuburan ini tidak ditemukan jasad maupun batu nisan,” kata Ahmad Fauzi.
Dirinya pun  bersyukur suasana tetap kondusif di lokasi pembongkaran makam tersebut. Camat Sungai Tabuk ini mengimbau agar warga tetap tenang dan tidak mudah diprovokasi atas kejadian pembongkaran makam tersebut.
BACA JUGA :  Penuhi Janji, Paman Birin Mulai Proyek Renovasi Makam Datu Kalampayan
“Semua persoalan sudah dianggap selesai. Bahkan, kedua belah pihak yang semula mempersoalkan masalah makam itu sudah berdamai dan menerima keputusan itu,” tandas Ahmad Fauzi.
Sebelum dilakukan pembongkaran makam, pertemuan digelar di Kantor Kelurahan Sungai Lulut yang juga dihadiri unsur Muspika Sungai Tabuk.
Bahkan, Kapolsek Sungai Tabuk AKP Idit Aditya meminta agar kedua belah yakni yang menyakini makam keramat dan menyangkal keberadaannya tetap mengutamakan musyawarah dan menjaga ketertiban masyarakat.

Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2019/01/09/makam-syekh-aminullah-dibongkar-ternyata-isinya-kosong/

Jalan Cemara Raya dan Adhyaksa Diberlakukan Sistem Satu Arah

PENERAPAN rekayasa lalu lintas sistem satu arah akan diberlakukan di ruas Jalan Cemara yang terkoneksi dengan Jalan Brigjen H Hasan Basry dan Jalan Sultan Adam. Eksekusi kebijakan ini sejalan dengan penutupan Jembatan Sungai Alalak yang akan dibongkar dan dibangun jembatan baru pada 24 Februari 2019 nanti.
BELEID ini akan segera direalisasikan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin demi mengurangi tingkat kemacetan yang cukup parah di kawasan Kayutangi.
Kepala Dishub Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik mengatakan penerapan sistem satu arah di Jalan Cemara Raya juga akan berdampak pada ruas jalan lainnya seperti Jalan Adhyaksa.
“Jadi, para pengendara dari arah Marabahan (Batola) tidak bisa lagi memutar arah. Karena, Jalan Adhyaksa juga akan diberlakukan satu arah,” kata Ichwan Noor Chalik kepada jejakrekam.com, Jumat (11/1/2019).
BACA :  Wacana Ruas Jalan Satu Arah Munculkan Polemik
Tak hanya itu, Ichwan menegaskan bagi armada angkutan berupa truk maupun alat berat dipaksa untuk melalui jalan Lingkar Utara dan tidak diperbolehkan lagi untuk masuk ke dalam kota.
“Kami juga memastikan untuk lampu merah di Simpang Tiga Tulip Kayutangi bakal ditutup. Sebab, jika tidak ditutup, hal ini bisa terjadi penumpukan kendaraan yang berpotensi macet,” tutur Ichwan.
Mantan Kepala Satpol PP Banjarmasin ini mengutarakan di kawasan lampu merah (traffic light), tidak ada lagi pertigaan jalan. Dengan begitu, menurut Ichwan, pengendara dari dalam kota mau lewat ke Jalan Cemara Raya, harus memutar dulu melewati Bundaran Kayutangi.

“Rekayasa lalu lintas ini harus diberlakukan, jika tidak kawasan Kayutangi akan berpotensi kacau lalu lintasnya. Tentunya, akan terjadi penumpukan kendaraan bermotor yang semakin padat,” papar Ichwan.
BACA JUGA :  Akses Jembatan Alalak Ditutup Bulan Depan, Pengalihan Lalu Lintas Masih Tunggu Kepastian
Dia yakin dengan rekayasa lalu lintas yang tepat, maka kemacetan yang sering terjadi di kawasan Kayutangi bisa terurai. Ichwan pun hakkul yakin dampaknya akan terasa luar biasa untuk memperlancar arus lalu lintas.
“Bisa jadi, Dishub Banjarmasin bakal banyak mendapat protes. Apalagi, kita sudah ada niatan juga untuk menjadikan jalur satu arah di tempat itu,” ucap Ichwan.

Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2019/01/11/jalan-cemara-raya-dan-adhyaksa-diberlakukan-sistem-satu-arah/
 
Re-Post by MigoBerita / Rabu/16012019/10.53Wita/Bjm

"Musim Hujan" Demam Berdarah sudah serang Batola

Waspada, Puskesmas Semangat Dalam Sudah Terima Puluhan Penderita Demam Berdarah

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Musim hujan seperti sekarang, masyarakat hendaknya waspada penyakit demam berdarah.
Di Puskesmas Semangat Dalam sudah tercatat puluhan orang yang terkena demam berdarah.
Bahkan, bukan saja anak-anak yang terserang tapi juga orangtua.


Kepala Puskemas Semangat Dalam Hasbi, tidak membantah serangan demam berdarah.
Di Puskemas Semangat Dalam. Kata Hasbi, sudah tercatat sebanyak 19 orang terserang.
"Ini harus kita waspadai,"katanya.
Hasbi mengaku kesulitan, jika peran serta masyarakat kurang dalan memberantas demam berdarah.
Sebab. Aparat kesehatan sangat terbatas, termasuk dananya.
Waspada, Puskesmas Semangat Dalam Sudah Terima Puluhan Penderita Demam Berdarah
Aedes Aigipty, nyamuk penular demam berdarah 
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/12/14/waspada-puskesmas-semangat-dalam-sudah-terima-puluhan-penderita-demam-berdarah

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Kamis/14122017/16.35Wita/Bjm 

Bupati Batola memastikan akan melibatkan Kemenag dan Dinas Pendidikan, serta tokoh agama, ulama dan tokoh masyarakat, serta pihak terkait untuk Contoh Turki

Contoh Turki, Batola Ingin Terapkan Program Keagamaan

BUPATI Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani Aberani Sulaiman memastikan dalam periode kepemimpinannya lebih memperkuat program keagamaan bagi anak-anak sekolah, terutama menggalakkan mengaji dan shalat berjamaah. Ide itu muncul atas keberhasilan Turki yang semula mengalami krisis ekonomi, bisa keluar menjadi negara maju karena menerapkan sistem keagamaan yang baik.

PERNYATAAN ini diungkapkan Bupati Batola ini, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriyah di Masjid Nurhidayah, Tamban Km 8, Senin (11/12/2017). Untuk itu, mantan Ketua DPRD Kalsel ini mengajak agar seluruh tokoh agama dan masyarakat bisa turut terlibat dalam mendiskusikan formulanya.


“Kita belajar dengan negara Turki yang sekarang menjelma menjadi  enam negara yang kaya dan kuat dari sisi ekonomi dan pertahanan. Mengapa itu terjadi? Karena ada tiga program keagamaan yang berhasil diterapkan negara itu, seperti wajib mengaji, dan shalat Subuh berjamaah bagi laki-laki. Kemudian, bagi anak sekolah sebelum jam makan siang wajib membaca Al-qur’an, serta pengelolaan sedekah, zakat, dan sejenisnya hanya dilakukan oleh satu badan milik negara,” tutur Hj Noormiliyani AS.
Menurut dia, dalam skala kecil, Kabupaten Batola bsia mengadopsi program yang berhasil diterapkan Turki. Ia membayangkan jika nanti, akan lahir generasi penghafal Alqur’an di Batola. “Coba bapak dan ibu bayangkan, kalau satu anak dalam sehari mampu menghafal satu ayat saja, sejak TK  hingga SLTA berarti berapa banyak generasi yang hafal Alqur’an,” kata Noormiliyani.
Untuk memuluskan program itu, Bupati Batola memastikan akan melibatkan Kemenag dan Dinas Pendidikan, serta tokoh agama, ulama dan tokoh masyarakat, serta pihak terkait dalam membangun Batola yang  religius.(jejakrekam)
Penulis : Asyikin
Editor   : Didi GS
Foto     : Pemkab Batola
Contoh Turki, Batola Ingin Terapkan Program Keagamaan
Sumber Berita : http://jejakrekam.com/2017/12/12/contoh-turki-batola-ingin-terapkan-program-keagamaan/

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Rabu/13122017/10.12Wita/Bjm 

Karena persoalan Administratif, Jembatan "Runtuh" di Batola masih belum diperbaiki

Kenapa Ya, Jembatan yang Runtuh Belum Diperbaiki Juga?

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Jembatan Mandastana di Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola yang runtuh sampai sekarang belum dapat diperbaiki.
Bukan karena kontraktor tidak bertanggungjawab, tapi masih dalam proses administrasi yang belum selesai.


Kepala Dinas PU Batola Abdil Manaf mengakui rekomendasi dari tim sampai sekarang belum keluar.
"Harusnya sudah keluar tanggal 25 tadi," kata Manaf.
Karenanya, kontraktor yang bertanggung jawab tidak dapat memperbaiki, dan pihak kontraktor sudah membuat jembatan darurat disamping jembatan yang runtuh.
Kenapa Ya, Jembatan yang Runtuh Belum Diperbaiki Juga?
BANJARMASINPOST.co.id/irfani rahman
Proses pengeboran Jembatan Mandastana, beberapa waktu lalu. Foto dirilis Rabu (8/11/2017) 
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/12/04/kenapa-ya-jembatan-yang-runtuh-belum-diperbaiki-juga

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Senin/04122017/17.26Wita/Bjm

Rangkaian safari dakwah yang digelar oleh Dompet Peduli Umat Daarut Tauhiid (DPU DT) KalSel yang cabangnya berkantor di Pertokoan Handil Bakti, Batola hadirkan AA GYM di Banjarmasin

Subhanallah, Tak Hanya Berceramah, Aa Gym Juga Melakukan ini ke Satu Keluarga

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dai kondang KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym sedang berkunjung ke Banjarmasin.
Di sela-sela kunjungannya itu, rupanya dai asal Bandung, Jawa Barat itu menyempatkan waktunya berkunjung ke Masjid Hasanuddin Majedie, Jalan Brigjen H Hasan Basri, Banjarmasin, Sabtu (25/11/2017) pagi.
Tak sekadar menemui jemaah masjid itu, namun dia juga membimbing satu keluarga dari Pegunungan Meratus mengucapkan dua kalimat syahadat alias berislam.


Seorang warganet yang merupakan jemaah masjid itu mengabadikan momen tersebut berupa video dan beberapa gambar yang dipostingnya di Facebooknya, Fakhrazka Muttaqyn, Sabtu (25/11/2017) pukul 05.47 Wita.
Dilihat dari waktunya itu, sepertinya Aa Gym mengislamkan mereka usai pelaksanaan salat Subuh.
“Prosesi pengucapan 2 kalimat syahadat yang diucapkan oleh beberapa keluarga dari Pegunungan Meratus. Yang dipimpin langsung oleh KH. Aa Gym (KH. Abdullah Gymnastiar). Dan dilanjutkan Taushiyah oleh beliau. Barokallooh. Aamiin #shubuhberjamaah
#hasanuddinmadjedie
#banjarmasinbungas
#aagym
#6rabiulawwal1439h
#sabtu
#25november2017,” tulisnya.
Kepada BPost Online, dia mengatakan Aa Gym berada di masjid hingga pukul 06.30 Wita.
“Beliau sempat tausiyah juga tadi subuh,” ungkapnya.
Di video itu, tampak jemaah memenuhi masjid tersebut.
Video itu berdurasi satu menit, tampak Aa Gym berada di depan dekat mimbar membaca doa lalu membimbing mereka yang mau berislam itu mengucapkan dua kalimat syahadat.
“Asyhadu alla ilaaha illallaah,” ucap Aa Gym.
Tak lama, terdengar lamat-lamat suara seseorang mengikuti ucapan Aa Gym tersebut kemudian video berakhir.
Selain video itu, ada pula beberapa foto Aa Gym saat berceramah di depan jemaah masjid itu.
“Tausiayhnya tentang syukur sabar, saling menolong, selalu bersyukur dan mengucap alhamdulillaah di saat sehat maupun senang,” katanya.
Sebelumnya dikabarkan selama di Banjarmasin Aa Gym dijadwalkan mengisi tabligh akbar di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, pada hari ini Jumat (24/11) malam pukul 20.00-21.30 Wita.
Kemudian keesokan harinya pada Sabtu (25/11) subuh pukul 05.30-07.00 Wita mengisi kajian tauhid di Masjid Hasanudin Majedi, Kayutangi, Banjarmasin.
Ceramah di dua masjid diperuntukkan bagi masyarakat umum.
Kehadiran Aa Gym di Banjarmasin dalam rangkaian safari dakwah yang digelar oleh Dompet Peduli Umat Daarut Tauhiid (DPU DT).
Aa Gym adalah pembina DPU DT yang di Banjarmasin cabangnya berkantor di Pertokoan Handil Bakti, Batola.
Indreswati Kesuma Wardani, Kepala Cabang DPU DT Banjarmasin, menyampaikan dalam safari dakwah itu Aa Gym juga akan bersilaturrahim dengan donatur dan mitra DPU DT.
"Silaturrahim diadakan di Hotel Royal Jelita. Akan ada perkenalan DPU DT secara intensif kepada para donatur," jelasnya.
DPU DT adalah lembaga penghimpun infaq, zakat dan sedekah yang cabangnya tersebar di Indonesia. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan kepada yang berhak menerima.
KH Abdullah Gymnastiar
KH Abdullah Gymnastiar (Facebook/Fakhrazka Muttaqyn)
KH Abdullah Gymnastiar
KH Abdullah Gymnastiar (Facebook/Fakhrazka Muttaqyn)
KH Abdullah Gymnastiar
KH Abdullah Gymnastiar (Facebook/Fakhrazka Muttaqyn)
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/11/25/subahanallah-tak-hanya-berceramah-aa-gym-juga-melakukan-ini-ke-satu-keluarga?page=all

Re-Post by  http://migoberita.blogspot.co.id/ Sabtu/25112017/18.37Wita/Bjm

Inilah cerita Bupati Baru Barito Kuala Bunda Noormiliyani Anak mantan gubernur Kalsel (Aberani Sulaiman)

Noormiliyani Sejak Kecil Sudah Ingin Jadi Gubernur
PROKAL.CO, Impian untuk menjadi kepala daerah sudah dicita-citakannya sejak kecil. Sikapnya yang lembut namun kritis membentuk karakter dirinya. Anak mantan gubernur Kalsel (Aberani Sulaiman) ini setelah besar menjadi kepala daerah wanita pertama di Banua.
Noormiliyani berusia 58 tahun ini tidak hanya menjadi bupati wanita pertama di Batola tapi juga wanita pertama yang menjadi kepala daerah di Kalimantan Selatan. Dia juga tercatat sebagai wanita pertama yang menduduki kursi jabatan Ketua DPRD Kalsel setelah terpilih dengan suara terbanyak pada Pemilu Legislatif 2014 lalu.
Bunda-panggilan akrabnya, mengungkapkan pengalaman perjalanan hidupnya berkarier di dunia politik dan organisasi. Ayahnya, Aberani Sulaiman adalah mantan Gubenur Kalsel periode 1963-1969. Dari ayahnya ini, dia mewarisi darah politisi. Sejak kecil dirinya sering bertanya kepada bapaknya bagaimana menjadi seorang gubernur.


Jiwa kepemimpinan yang tubuh dalam dirinya mulai terbentuk sejak duduk di bangku SMP dan SMA. Isteri Bupati Batola Hasanuddin Murad dua periode ini sering terlibat dalam kegiatan aktivis dan organisasi di sekolah.
Pengalaman berorganisasi ini terus berkembang sejak kuliah di Universitas Lambung Mangkurat jurusan Fakultas Hukum Tata Negara. Setelah menempuh pendidikan di perguruan tinggi ternama di Banjarmasin pada 1986, ia terus aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan seperti KNPI, AMPI, dan FKPPI. “Jiwa kepemimpinan sudah ditanamkan sejak dini oleh ayah kepada kami. Karena itu saya selalu aktif berorganisasi,” ucapnya.
Kesibukannya sebagai seorang aktivis mempertemukan dirinya dengan Hasanuddin Murad yang pernah menjadi Dosen Hukum Tata Negara di Universitas Lambung Mangkurat. Dengan visi dan misi yang sama, akhirnya kedua pasangan ini memutuskan untuk menikah. Mungkin sudah nasibnya di politik, ibu satu anak ini menjadi isteri bupati sejak 2007.
Perjalanan karir politiknya mulai terlihat setelah suaminya yang pernah menjadi anggota DPR RI ini mengajak bergabung dalam kepengurusan Partai Golkar Kalsel. Tepatnya pada 2014, Partai Golkar mengeluarkan kebijakan agar menjadikan kader perempuan sebagai anggota legislatif.
Dengan dukungan suami, ia akhirnya mencalon sebagai anggota DPRD Kalsel dari daerah pemilihan Batola. Tidak disangka, ia terpilih menjadi anggota DPRD Kalsel dengan suara terbanyak pada Pemilu Legislatif 2014 dan menempatkannya sebagai Ketua DPRD Kalsel. “Sebelum mencalon saya sudah minta izin dan mendapat restu dari suami,” ucap wanita yang hari ulang tahunnya bertepatan dengan peringatan HUT RA Kartini.
Setelah dua tahun menjadi anggota legislatif, tawaran muncul dari Partai Golkar khususnya dari almarhum H Sulaiman HB. Waktu itu, dia masih menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kalsel agar dirinya mencalon sebagai Bupati Batola.
Dirinya sempat ragu, namun setelah mendapat dukungan dari suaminya dan arahan dari almarhum H Sulaiman HB ia akhirnya maju mencalonkan diri sebagai Bupati Batola berpasangan dengan Rahmadian Noor (keponakan suaminya) sebagai Wakil Bupati Batola. “Saya beranggapan waktu itu kesempatan tidak datang dua kali. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya maju mencalon hingga akhirnya terpilih menjadi Bupati Batola,” ucapnya yang mengaku dirinya tidak akan sampai pada posisi sekarang ini tanpa ada dukungan penuh suaminya, almarhum H Sulaiman HB, dan masyarakat Batola.
Sukses di organisasi dan politik, ternyata tidak membuat perempuan ini sombong. Ia ingin membuktikan kepada dunia bahwa kaum perempuan juga bisa berkarier dan sukses di dunia politik meski karir politik yang dijalaninya tersebut bukanlah hal yang mudah. Semua penuh perjuangan dan kerja keras. Politik tidak akan matang tanpa ada proses, jadi harus memperbanyak pengalaman dan wawasan.
Kepada generasi muda khususnya kaum perempuan, ia berharap langkahnya ini bisa menjadi contoh. Memang tidak mudah seorang perempuan meniti karir di dunia politik. “Semoga langkah saya ini bisa menjadi motivasi perempuan bahwa setiap orang mempunyai kemampuan yang sama dan kemauan yang sama,” ujarnya.
Meski sukses di bidang politik, namun ia tidak lupa akan kodratnya sebagai seorang ibu rumah tangga atau sebagai istri dari seorang suami. Ia dan suaminya sudah sama-sama tahu dengan tugas dan tanggungjawab yang dijalani.
Artinya kesuksesan ini bisa dicapai dengan saling percaya dan memberikan kebebasan satu dengan yang lainnya untuk berkarier tanpa mengabaikan kehidupan berumah tangga. Sehebat apapun jabatan perempuan. Bila sudah di rumah tetap melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri sekaligus ibu dari anak-anak.

EITSS JATUH: Noormiliyani menahan topinya yang hendak jatuh saat sibuk menerima selamat dari para tamu yang hadir dalam pelantikan.
Sumber Berita : http://kalsel.prokal.co/read/news/12130-noormiliyani-sejak-kecil-sudah-ingin-jadi-gubernur.html  

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Senin/06112017/17.44Wita/Bjm

Kepala Desa Lok Buntar, Kusairi "Bersitegang" dengan Ulama "Pengawas Dana Desa" Sugianor

http://perkumpulanidea.or.id/wp-content/uploads/2016/02/IDEA-DANA-DESA.jpgDifitnah, Warga Lok Buntar Sungai Tabuk Datangi Ulama Sugianor

KabarKalimantan, Marabahan – Puluhan warga Desa Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, mendatangi rumah ulama Sugianor A. Fajar ke Komplek Persada Baru II, III, dan IV Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Barito Kuala. Mereka ingin memberi dukungan moral atas dugaan isu penistaan, fitnah, dan penangkapan terhadap ulama Sugianor.
“Kami enggak terima seorang ulama dilecehkan dan dinistakan, karena ada pembekal yang bilang ulama (Sugainor) meresahkan masyarakat, itu enggak benar. Kami yang mengundang Ustad Sugianor untuk ceramah di desa,” kata seorang anggota BPD Desa Lok Buntar, Nasrullah ketika berkumpul di rumah Ustad Sugianor, Sabtu (21/10/2017). Warga turut mengacungkan KTP asli Lok Buntar sebagai penanda dukungan ke Sugianor.
Menurut Nasrullah, Kepala Desa Lok Buntar, Kusairi, justru yang membuat kisruh dan resah karena kedapatan menyelewengkan bantuan beras miskin sebanyak 905 kemasan pada 2013. Menginjak Januari 2014, ia mengatakan Kades Kusairi pernah meneken surat pernyataan mengundurkan diri setelah terungkap menggelapkan bantua raskin.

http://perkumpulanidea.or.id/wp-content/uploads/2016/02/IDEA-DANA-DESA.jpg
Persoalannya, kata Nasrullah, Bupati Banjar saat itu, Khairul Saleh, belum meneken SK pemberhentian Kusairi. Warga pun pernah menyegel kantor desa setelah kesal melihat ulah Kades Kusairi. Warga memang medesak Kusairi mundur ketimbang dilaporkan ke polisi.
“Bahkan tahun 2015 dan 2016 lalu, Inspektorat Kabupaten Banjar menemukan ada 10 item pengerjaan proyek Dana Desa yang bermasalah. Kalau Dana Desa ini, kami minta aparat hukum mengusut penyelewengannya di Lok Buntar,” kata Nasrullah disambut pekik puluhan warga Lok Buntar.
Menurut Nasrullah, Kades Kusari tertutup soal penggunaan Dana Desa dan jarang melibatkan peran BPD Lok Buntar. Adapun seorang warga lainnya, Murjani, menguatkan pengakuan Nasrullah tersebut. Murjani menuturkan, Kades Kusairi kerap bersikap arogan kepada warga desa. “Kami minta kades mundur dan polisi harus mengusut temuan penggunaan Dana Desa tahun 2015 dan 2016,” kata Murjani.
Sementara itu, Ulama Sugianor A. Fajar, terharu melihat inisiatif puluhan warga Lok Buntar yang memberi dukungan moral. Sugianor siap meladeni ancaman Kades Kusairi lewat kuasa hukumnya, Aspihani Ideris, yang ingin melaporkan balik ke polisi. Maklum, Sugianor lebih dulu melaporkan Kusairi ke Ditreskrimum Polda Kalimantan Selatan atas dugaan pencemaran nama baik, perusakan motor, dan penganiayaan.
“Silahkan kalau dilaporkan balik, saya siap hadapi. Saya minta penegak hukum, terutama kepada Bapak Kapolda, Bapak Kapolres, dan jajaran kepolisian, tuntasKan kasus ini dan kembalikan nama baik saya. Yang merusak kendaraan saya, mengancam saya, diproses secara hukum,” kata Sugianor disambut pekik puluhan warga,”Betul.”
Sugianor pun menampik omongan Kades Kusairi yang menuduhnya bikin resah warga 10 desa se-Kecamatan Sungai Tabuk. Sebab, kata Sugianor, warga dan kepala desa umumnya merespons positif dakwah keagamaan yang diinisiasinya. Melalui dakwah, Sugianor ingin mengigatkan aparatur desa mesti mengayomi warganya dan memanfaatkan Dana Desa sebaik-baiknya.
“Saya kenal Gubernur Sahbirin sudah lama, sejak masih sekcam. Saya bilang ke Gubernur, saya ingin iktikaf ke desa-desa karena banyak warga yang mengeluh soal penggunaan Dana Desa. Gubernur datang ke rumah saya. Perlu diingat, saya tidak minta upah dan uang. Saya pakai uang pribadi, itulah fungsi ulama, mengayomi umat,” kata Sugianor.
Ia tak keberatan kalaupun Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mencabut surat mandat yang pernah diteken. Toh, Sugianor tetap dakwah keagamaan ke desa-desa walau tanpa surat mandat itu.
“Ulama ini jangan hanya disuruh baca doa dan mensalatkan orang meninggal. Tugas ulama itu dunia dan akhirat, ingat itu! Allah paling murka dengan orang yang pandai urusan dunia, tapi tidak pandai urusan akhirat. Ulama ini enggak bisa dibikin-bikin, bukan saya yang minta. Warga yang memanggil saya ulama,” kata Sugianor.
Puluhan warga Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Banjar mendatangi rumah Ulama Sugianor, Sabtu (21/10/2017). Warga mengacungkan KTP sebagai bentuk dukungan asli warga Lok Buntar. Redkal.com/Diananta Putra
Sumber Berita : https://redkal.com/difitnah-warga-lok-buntar-sungai-tabuk-datangi-ulama-sugianor/

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Minggu/22102017/09.28Wita/Bjm 

Berbekal secarik kertas yang ditanda-tangani Gubernur, Ulama kelahiran Kandangan Sugianor jadi "Pengawas Dana Desa"

https://indonesiana.tempo.co/uploads/foto/2016/10/19/Marabahan.jpgHikayat Ulama Sugianor hingga Berujung Penistaan di Sungai Tabuk

KabarKalimantan, Marabahan – Satu unit rumah yang belum rampung pengerjaannya, itu cukup mencolok ketimbang rumah tetangga di kanan-kirinya. Aneka properti rumah semacam selambu, karpet, televisi layar datar, plus pendingin ruangan, terpampang di ruang tamu.
Rumah pribadi milik Sugianor A. Fajar, ini berdiri di lingkungan Komplek Persada Baru II, III, dan IV, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Barito Kuala. Di pelataran rumah ketika hari menjelang siang, Sabtu (21/10/2017), puluhan warga Desa Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, menyambangi si tuan rumah setelah muncul dugaan isu penganiayaan, penistaan, dan perusakan terhadap diri Sugianor.
Mereka datang memberi dukungan moral kepada si shohibul bait. Dalam satu pekan terakhir, nama Sugianor A. Fajar, mencorong dan mencuri perhatian khalayak di sekitaran Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Banjar.
Maklum, Sugianor– yang kerap diberi titel Abah Guru atau Ulama– membuat heboh karena ikut mengawasi Dana Desa lewat dakwah keagamaan dengan bekal secarik kertas mandat yang diteken Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor. “Ulama ini enggak bisa dibikin-bikin, bukan saya yang minta. Warga yang memanggil saya ulama,” kata Sugianor.

https://indonesiana.tempo.co/uploads/foto/2016/10/19/Marabahan.jpg
Lahir di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sugianor merintis dakwah setelah menimba ilmu agama dari satu ulama ke ulama lain di Kalimantan Tengah. Sugianor mengaku tak pernah mengenyam pendidikan khusus keagamaan di pondok pesantren. Adapun orang tua kandungnya tidak mewarisi darah seorang alim ulama atau tokoh agama.
“Saya hanya sekolah duduk, datang ke ulama-ulama. Saya sudah keliling ke empat provinsi di Kalimantan. Orang tua saya hanya warga biasa, bukan tokoh agama,’ kata pria yang punya sembilan anak kandung dari satu istri itu.
Berbekal ilmu agama non-formal, Sugianor keliling dari satu kampung ke kampung lain. Di tengah syiar agama itu, Sugianor kerap mendengar keluh-kesah warga desa soal penggunaan Dana Desa. Keluhan semacam ini membuat Sugianor meneguhkan diri iktikaf keliling desa mengawasi Dana Desa lewat ceramah agama.
Ia ingin mengingatkan aparatur desa agar mengayomi warganya dan memanfaatkan Dana Desa sebagaimana mestinya. “Ulama ini jangan hanya disuruh baca doa dan mensalatkan orang meninggal. Tugas ulama itu dunia dan akhirat, ingat itu! Allah paling murka dengan orang yang pandai urusan dunia, tapi tidak pandai urusan akhirat,” kata Sugianor berapi-api.
Tercetus ide pengawasan Dana Desa dibungkus misi dakwah, Sugianor lantas meminta restu kolega lamanya yang kini menduduki Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor. Lantaran karib lama, Sahbirin Noor meneken secarik kertas yang merestui Sugianor ikut mengawasi Dana Desa lewat dakwah.
Berbekal surat ini, Sugianor dan Rahmansyah, keliling ke-122 desa se-Kabupaten Barito Kuala. Kisruh baru muncul ketika Sugianor dakwah ke desa-desa yang masuk administrasi Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Sugianor membenarkan ada penolakan dari sebagian kecil kepala desa atas aktivitas dakwah tersebut.
“Tapi, yang menolak hanya Kades Lok Buntar, Kusairi. Kades dan warga lainnya menerima saya dengan tangan terbuka. Saya menolak dianggap bikin resah warga 10 desa. Padahal, saya enggak pernah tanya RAP dan item proyek. Ini bentuk fitnah dan penistaan terhadap ulama,” ujar Sugianor.
Adapun seorang anggota BPD Desa Lok Buntar, Nasrullah, menguatkan pengakuan Sugianor. Nasrullah dan puluhan warga lain justru membawa bukti valid soal pelanggaran yang pernah dibuat oleh Kades Kusairi. Kusairi, kata Nasrullah, sempat mengundurkan diri dari jabatan kades setelah kepergok menyelewengkan bantuan beras miskin pada 2013.
Mengutip surat pernyataan bertarikh 22 Januari 2014, Kusairi menyatakan undur diri sebagai kades dengan dua alasan: “Saya tidak dapat melaksanakan tugas sebagaimana yang diharapkan masyarakat dan ada pekerjaan atau kesibukan di luar daerah sehingga saya sering tidak berada di rumah”.
Ulama Sugianor Fajar bicara berapi-api menjelaskan sepak terjang dakwah agama, Sabtu (21/10/2017). Redkal.com/ Diananta Putra
Sumber Berita : https://redkal.com/hikayat-ulama-sugianor-hingga-berujung-penistaan-di-sungai-tabuk/

Re-Post by http://migoberita.blogspot.co.id/ Minggu/22102017/08.50Wita/Bjm