Arsip Migo Berita

Indonesia & Ukraina : Pertemuan tete-a-tete atau empat mata


Migo Berita - Banjarmasin -
Indonesia & Ukraina : Pertemuan tete-a-tete atau empat mata. Sungguh Indonesia bahkan Dunia patut berbangga terhadap Pak Presiden NKRI Jokowidodo dan rombongan karena telah "Bertaruh Nyawa" untuk Perdamaian Dunia, khususnya "Peperangan" RUSIA dan UKRAINA. Agar tidak gagal paham, terus baca hingga tuntas berbagai artikel yang telah kita kumpulkan.

Jokowi dan Zelensky Bertemu 4 Mata di Istana Maryinsky Kyiv 

Kompas.com - 29/06/2022, 20:27 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com -
Presiden Joko Widodo tiba di Istana Maryinsky, Kyiv untuk menemui Presiden Volodymyr Zelensky pada Rabu (29/6/2022). Dilansir dari siaran pers Sekretariat Presiden, kedatangan Jokowi disambut Presiden Zelensky di pintu masuk istana sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Setelah penyambutan, kedua pemimpin negara tersebut masuk ke Istana untuk melakukan sesi foto bersama dan dilanjutkan pertemuan tete-a-tete atau empat mata. Turut mendampingi Presiden Jokowi yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Jokowi sebelumnya mengungkapkan, akan membawa misi untuk menghentikan peperangan dalam rencana pertemuannya dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Baca juga: Ungkap Kesan Dampingi Jokowi ke Ukraina, Iriana: Merinding Saya... “Saya akan mengunjungi Ukraina dan akan bertemu dengan Presiden Zelensky. Misinya adalah mengajak Presiden Ukraina, Presiden Zelensky untuk membuka peluang dialog dalam rangka perdamaian,” kata Jokowi saat memberikan keterangan pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (26/6/2022). Menurut Jokowi, sudah semestinya peperangan harus dihentikan. Jokowi mengatakan, upaya menghentikan perang juga untuk membuka kembali rantai pasok pangan yang sempat terhambat akibat peperangan tersebut.

Presiden Joko Widodo saat tiba di Istana Maryinsky, Kyiv untuk menemui Presiden Volodymyr Zelenskyy pada Rabu (29/6/2022). 

Presiden Joko Widodo saat tiba di Istana Maryinsky, Kyiv untuk menemui Presiden Volodymyr Zelenskyy pada Rabu (29/6/2022). Lihat Foto Presiden Joko Widodo saat tiba di Istana Maryinsky, Kyiv untuk menemui Presiden Volodymyr Zelenskyy pada Rabu (29/6/2022).(Dok. Sekretariat Presiden) 

Sumber Utama : https://nasional.kompas.com/read/2022/06/29/20270091/jokowi-dan-zelensky-bertemu-4-mata-di-istana-maryinsky-kyiv

Poin-poin yang Dibahas Jokowi Saat Bertemu Volodymyr Zelensky 

Jokowi membahas sejumlah isu saat bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Akbar Evandio Akbar Evandio - Bisnis.com 30 Juni 2022 | 05:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA --
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas sejumlah isu saat bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di Istana Maryinsky, Kyiv pada Rabu, 29 Juni 2022. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi kembali menyampaikan undangan secara langsung kepada Presiden Zelensky untuk berpartisipasi dalam KTT G20 pada November tahun ini di Bali. Jokowi juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus memperkokoh kerja sama bilateral dengan Ukraina. "Tahun ini adalah 30 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Ukraina. Saya menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama yang lebih baik," tandasnya. Jokowi menegaskan posisi Indonesia mengenai pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah. Meskipun masih sangat sulit dicapai, tetapi Jokowi juga tetap menyampaikan pentingnya penyelesaian damai dan mengatakan bahwa spirit perdamaian tidak boleh pernah luntur. "Dalam kaitan ini, saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelenskyy untuk Presiden Putin yang akan saya kunjungi segera," kata Jokowi dikutip, Kamis (30/6/2022). Jokowi juga menyampaikan kepeduliannya terhadap dampak perang bagi kemanusiaan. Dengan kemampuan yang ada, rakyat dan pemerintah Indonesia berusaha memberikan kontribusi bantuan termasuk obat-obatan dan komitmen rekonstruksi rumah sakit di sekitar Kyiv. Di samping itu, Jokowi juga mengatakan pentingnya Ukraina bagi rantai pasok pangan dunia. Menurutnya, semua usaha harus dilakukan agar Ukraina bisa kembali melakukan ekspor bahan pangan. "Penting bagi semua pihak untuk memberikan jaminan keamanan bagi kelancaran ekspor pangan Ukraina, termasuk melalui pelabuhan laut. Saya mendukung upaya PBB dalam hal ini," tegasnya. Sementara itu, Presiden Zelensky menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Presiden Joko Widodo ke Ukraina. Menurutnya, ini adalah kunjungan pemimpin negara Asia pertama ke Ukraina sejak invasi melanda Ukraina. "Terima kasih atas kehadiran Presiden Jokowi yang merupakan kunjungan pertama pemimpin Asia sejak invasi melanda Ukraina. Saya juga mengundang kalangan usaha Indonesia untuk berpartisipasi dalam rekonstruksi Ukraina pascaperang," ungkap Zelensky.

Presiden Jokowi tiba di Istana Maryinsky, Kyiv disambut oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di pintu masuk Istana pada Rabu sore sekitar pukul 15.00 waktu setempat, pada Rabu (29/6 - 2022) / Setpres 

Presiden Jokowi tiba di Istana Maryinsky, Kyiv disambut oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di pintu masuk Istana pada Rabu sore sekitar pukul 15.00 waktu setempat, pada Rabu (29/6 - 2022) / Setpres

Sumber Utama :  https://kabar24.bisnis.com/read/20220630/15/1549640/poin-poin-yang-dibahas-jokowi-saat-bertemu-volodymyr-zelensky

Zelenskyy Ungkapkan Rasa Terima Kasih ke Jokowi, Ini Detilnya 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Presiden Joko Widodo atas kedatangan ke Kiev dan mengharapkan peran Indonesia terhadap kebebasan negaranya. 

Nindya Aldila Nindya Aldila - Bisnis.com 30 Juni 2022 | 04:08 WIB
Bisnis.com, JAKARTA -
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Presiden Joko Widodo atas kedatangan ke Kiev dan mengharapkan peran Indonesia terhadap kebebasan negaranya. Hal itu seperti yang dikutip dari pernyataan resmi Kantor Presiden Ukraina pada Rabu (29/6/2022) waktu setempat. Seperti diketahui Presiden Jokowi tiba di Kiev menggunakan kereta yang disiapkan oleh Pemerintah Ukraina. Kunjungan pertama dilakukan ke kompleks Apartemen Lipky di Kota Irpin yang mengalami kerusakan parah akibat peperangan. Agenda dilanjutkan dengan pertemuan bersama Presiden Zelenskyy di Istana Maryinsky, Kiev, Ukraina. "Dan ini adalah kunjungan pertama dari pemimpin negara Asia ke Kiev sejak dimulainya peperangan Rusia skala penuh. Kami sangat mengapresiasinya dan berterima kasih kepada Anda," kata Zelenskyy. Zelenskyy meyakini besarnya peran Indonesia terhadap stabilitas dunia mengingat Presidensi G20 pada tahun ini dan salah satu pemimpin dalam asosiasi paling berpengaruh di dunia, Asean. "Ukraina sangat menghargai dukungan rakyat Indonesia dan dukungan Anda secara pribadi, Bapak Presiden, di masa perang untuk kebebasan dan kemerdekaan negara kita ini," kata Zelenskyy. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan undangan kepada pemimpin Ukraina untuk menghadiri KTT G20 pada November di Bali. Namun, Zelenskyy mengungkapkan partisipasinya akan bergantung pada situasi keamanan di Indonesia, mengingat Presiden Rusia Vladimir Putin akan hadir sebagai anggota G20. "Saya berterima kasih kepada Anda, Tuan Presiden, atas undangan pribadi untuk ambil bagian dalam KTT G20, dan, tentu saja, saya menerima undangan itu. Partisipasi Ukraina akan tergantung pada situasi keamanan di [Indonesia] dan pada komposisi peserta," ungkap Zelenskyy. Pada kesempatan yang sama, Presiden Jokowi mengungkapkan alasan utama mengupayakan pertemuan dengan Zelenskyy. “Saya sampaikan ke Presiden Zelenskyy bahwa kunjungan ini saya lakukan sebagai manifestasi kepedulian Indonesia terhadap situasi di Ukraina,” ujar Presiden Jokowi. Presiden Jokowi menegaskan prinsip perdamaian tidak boleh luntur dan pentingnya penyelesaian damai terhadap konflik yang terjadi antara Ukraina dan Rusia. Dia menitikberatkan pada penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah. Jokowi akan melanjutkan perjalanan ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin. Untuk itu, dia bahkan sudah menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelenskyy kepada Presiden Putin.
Presiden Jokowi tiba di Istana Maryinsky, Kyiv disambut oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di pintu masuk Istana pada Rabu sore sekitar pukul 15.00 waktu setempat, pada Rabu (29/6 - 2022) / Setpres 

Presiden Jokowi tiba di Istana Maryinsky, Kyiv disambut oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di pintu masuk Istana pada Rabu sore sekitar pukul 15.00 waktu setempat, pada Rabu (29/6 - 2022) / Setpres

Sumber Utama : https://kabar24.bisnis.com/read/20220630/19/1549632/zelenskyy-ungkapkan-rasa-terima-kasih-ke-jokowi-ini-detilnya?utm_source=Desktop&utm_medium=Artikel&utm_campaign=BacaJuga_1

Jokowi Beberkan Misi Utamanya Ke Ukraina Demi Perdamaian, Simak! 

Presiden Jokowi akhirnya buka suara terkait misi utamanya terbang ke Ukraina ialah demi perdamaian dunia. 

Pandu Gumilar & Akbar Evandio Pandu Gumilar & Akbar Evandio - Bisnis.com 29 Juni 2022 | 21:58 WIB
Bisnis.com, JAKARTA –
Presiden Jokowi akhirnya buka suara terkait misi utamanya terbang ke Ukraina ialah demi perdamaian dunia. Melalui unggahan Instagram, Presiden Jokowi menyatakan bahwa dia telah menemui Presiden Ukraina Zelensky. Meski tidak secara gambling mengatakan poin-poin pembicaaan, namun Jokowi menyatakan semua adalah tentang perdamaian. “Di meja bundar kecil ini, saya dan Presiden Zelenskyy berbincang di Istana Maryinsky, Kyiv. Perjalanan saya ke ibu kota Ukraina dan bertemu Presiden Zelenskyy semata-mata untuk membawa misi perdamaian,” ungkapnya Rabu malam (29/6/2022). Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya tiba di Istana Maryinsky, Kyiv disambut oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di pintu masuk Istana pada Rabu sore sekitar pukul 15.00 waktu setempat, pada Rabu, 29 Juni 2022. Setelah penyambutan, kedua pemimpin negara tersebut masuk ke dalam Istana untuk melakukan sesi foto bersama dan dilanjutkan pertemuan tete-a-tete. Turut mendampingi Presiden Jokowi yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Agenda pun berlanjut dengan sesi foto bersama Presiden Jokowi dengan Presiden Zelenskyy dilanjutkan dengan pengenalan masing-masing delegasi. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi terus mematangkan persiapan menjelang pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Maryinsky, Kyiv, Ukraina. Retno menyampaikan telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba untuk mematangkan pertemuan antara dua Kepala Negara tersebut “Tadi pagi saya telah bertemu juga dengan Menteri Luar Negeri Ukraina dan kita membahas persiapan terakhir sebelum kedua Presiden melakukan pertemuan bilateral pada siang hari ini,” ujar Menlu Retno dalam keterangannya di Kyiv.

Presiden Jokowi tiba di Istana Maryinsky, Kyiv disambut oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di pintu masuk Istana pada Rabu sore sekitar pukul 15.00 waktu setempat, pada Rabu (29/6 - 2022) / Setpres 

Presiden Jokowi tiba di Istana Maryinsky, Kyiv disambut oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di pintu masuk Istana pada Rabu sore sekitar pukul 15.00 waktu setempat, pada Rabu (29/6 - 2022) / Setpres

Sumber Utama : https://kabar24.bisnis.com/read/20220629/15/1549607/jokowi-beberkan-misi-utamanya-ke-ukraina-demi-perdamaian-simak?utm_source=Desktop&utm_medium=Artikel&utm_campaign=BacaJuga_2

Ini Curhat Zelensky Bertemu Jokowi, Puji RI & Maki ke Rusia

News - sef, CNBC Indonesia
30 June 2022 07:50

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Dalam kesempatan itu, Zelenksy mengucapkan terima kasih ke Jokowi yang telah datang ke Ukraina.

Ia mencatat hal itu sebagai kunjungan pertama Presiden Indonesia ke negara kita dalam sejarah hubungan diplomatik. Ia pun menekankan pentingnya peran Indonesia dan pribadi Jokowi di kancah internasional saat ini.

"Dan ini, omong-omong, adalah kunjungan pertama pemimpin negara Asia ke Kyiv sejak awal perang Rusia skala penuh. Kami sangat menghargainya dan berterima kasih kepada Anda," kata Zelensky saat melakukan pidato keduanya, Rabu (29/6/2022) malam waktu setempat, dikutip dari situs resmi kepresidenan Ukraina.

"Anda sekarang mewakili G20 di Kyiv, yang saat ini diketuai Indonesia. Salah satu asosiasi paling kuat di dunia, ASEAN, yang akan dipimpin negara Anda tahun depan," ujarnya lagi.

Menurutnya kedatangan RI merupakan langkah penguatan koalisi negara-negara anti perang global. Ia meyakini hal itu data memulihkan dan menjamin stabilitas dunia.

"Ukraina sangat menghargai dukungan rakyat Indonesia dan dukungan pribadi Anda, Tuan Presiden, di masa perang untuk kebebasan dan kemerdekaan negara kami ini," tegasnya. "Fasilitas ketua dan anggota G20 sangat penting untuk pemulihan perdamaian. Saya berterima kasih kepada Anda, Tuan Presiden, atas undangan pribadi untuk mengambil bagian dalam KTT G20, dan, tentu saja, saya menerimanya. Undangan, partisipasi Ukraina akan tergantung pada situasi keamanan di negara itu dan pada komposisi peserta," jelasnya sekaligus menjawab kehadirannya di G20.

Di kesempatan yang sama, ia pun meminta dunia memperhatikan Rusia. Di mana negara itu wajib mencabut blokade terhadap pelabuhan Ukraina guna melanjutkan ekspor produk pertanian domestik secara penuh.

"Rusia memeras dunia dengan kelaparan. Ini memblokir pasokan makanan dari Ukraina, yang memainkan peran menstabilkan pasar dunia. Puluhan juta ton gandum dari Ukraina harus sampai ke konsumen, khususnya masyarakat Indonesia," kata Zelensky lagi.

Sementara itu, kedua kepala negara juga mengumumkan kesepakatan untuk meluncurkan rezim bebas visa antara Ukraina dan Indonesia. Zelensky menyambut baik hal tersebut untuk mendorong ekonomi, pembangunan sosial, pendidikan, hubungan manusia.

Keduanya juga membahas prospek rekonstruksi pascaperang. Perusahaan Indonesia juga diharap bergabung dalam sejumlah proyek.

"Ini kabar baik. Ini penting bagi negara kita dari semua sudut pandang, untuk ekonomi, pembangunan sosial, pendidikan, hubungan manusia," ujarnya.

"Saya mengundang Indonesia, perusahaan-perusahaan Indonesia, para ahli untuk bergabung dalam implementasi proyek ini. Proyek ekonomi terbesar saat ini di Eropa," tambahnya.

Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di Istana Maryinsky, Kyiv, Ukraina, pada Rabu, 29 Juni 2022.

Sumber Utama : https://www.cnbcindonesia.com/news/20220630073202-4-351630/ini-curhat-zelensky-bertemu-jokowi-puji-ri-maki-ke-rusia

Jokowi Bawa Pesan 'Rahasia' ke Putin dari Zelensky?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
30 June 2022 07:15

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyelesaikan pertemuan dengan Preside Ukraina Volodymyr Zelensky di Istana Maryinsky, Kyiv, Ukraina, Rabu 29 Juni waktu setempat.

Dalam keterangan pers bersama Zelensky, Jokowi secara terang-terangan menawarkan diri kepada Presiden Zelensky untuk membawa pesan perdamaian saat pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. "Saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelenskyy untuk Presiden Putin yang akan saya kunjungi segera," kata Jokowi dikutip melalui keterangan resmi, Kamis (30/6/2022). Jokowi lantas menekankan posisi Indonesia mengenai pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah. Kendati masih sulit dicapai, Jokowi menegaskan spirit perdamaian tidak boleh pernah luntur.

Presiden Jokowi disambut oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Maryinsky, Rabu (29/6/2022). Setelah penyambutan, kedua pemimpin negara tersebut masuk ke dalam Istana dan memperkenalkan masing-masing delegasi. (Foto: Laily Rachev  - Biro Pers Sekretariat Presiden) 
Foto: Presiden Jokowi disambut oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Maryinsky, Rabu (29/6/2022). Setelah penyambutan, kedua pemimpin negara tersebut masuk ke dalam Istana dan memperkenalkan masing-masing delegasi. (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi menegaskan Ukraina merupakan salah satu rantai pasok pangan dunia. Jokowi menilai, upaya perdamaian perlu dilakukan agar ngara tersebut bisa kembali melakukan ekspor bahan pangan dalam rangka memenuhi kebutuhan dunia.

"Penting bagi semua pihak untuk memberikan jaminan keamanan bagi kelancaran ekspor pangan Ukraina, termasuk melalui Pelabuhan Laut. Saya mendukung upaya PBB dalam hal ini," jelasnya.

Jokowi sendiri akan kembali ke Polandia. Dari negara tersebut, Jokowi akan terbang melanjutkan kunjungan luar negerinya ke Moskow untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden Jokowi disambut oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di pintu masuk Istana Maryinsky, Rabu (29/6/2022).(Foto: Laily Rachev  - Biro Pers Sekretariat Presiden) 

 Foto: Presiden Jokowi disambut oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di pintu masuk Istana Maryinsky, Rabu (29/6/2022).(Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Sumber Utama : https://www.cnbcindonesia.com/news/20220630063042-4-351613/jokowi-bawa-pesan-rahasia-ke-putin-dari-zelensky

Blunder Surya Paloh Sebut Lebih Baik Tak Ada Pemilu Jika Timbulkan Perpecahan

Kalau ada satu partai yang paling gerak cepat soal pemilu 2024, mungkin Nasdem adalah salah satunya. Seolah sudah memiliki syarat yang cukup, Nasdem tawarkan duet Ganjar dan Anies. Bahkan Nasdem cukup cepat soal koalisi karena sedang menjajaki koalisi dengan Demokrat dan PKS.

Bahkan Surya Paloh dalam beberapa kesempatan memberikan pernyataan yang terdengar bijak. Saya ulangi lagi, pernyataan yang terdengar bijak.

Surya Paloh pernah mengatakan bahwa lebih baik tidak usah ada pemilu jika nantinya malah menimbulkan perpecahan bangsa Indonesia, saat meresmikan Kantor DPW Partai NasDem Provinsi Aceh, di Banda Aceh.

"Tapi, saya katakan sebagai Ketua Umum NasDem, untuk apa buat pemilu kalau bangsa ini harus terpecah?" ujarnya.

Menurut dia, pemilu harus dilaksanakan dengan syarat semua pihak yang terlibat menghormati perhelatan pesta demokrasi tersebut dengan menjaga keutuhan, serta merawat kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.

"Maka, kita perlu mengambil pelajaran dari pemilu sebelumnya agar kualitas pemilu ke depan ini jauh lebih baik dari apa yang sudah kita lalui," katanya.

Menurut Surya Paloh, harus diakui bahwa Pemilu 2019 meninggalkan kesedihan, kepedihan, dan luka di hati sebagian masyarakat Indonesia, bahkan menimbulkan trauma. Perpecahan terjadi tidak hanya di kalangan masyarakat, tapi hingga di lingkungan keluarga.

"Praktik polarisasi, pendiskreditan telah membawa ujaran yang tidak membesarkan hati, bahkan mengadu domba. Ini tidak boleh terulang," katanya.

Karena itu, dia meminta semua pihak agar dapat memiliki misi dan tanggung jawab serupa, baik partai maupun peserta pemilu legislatif harus mendorong pemilu lebih baik dan berkualitas, bukan merasa hebat atau paling benar sendiri.

"Posisi saat ini yang dibutuhkan bangsa, kelompok manapun itu, buang. Mari bersama membangun Indonesia," katanya lagi.

Ini yang saya maksud dengan pernyataan yang terdengar bijak, tapi arahnya salah. Kenapa?

Coba kita lihat lagi dari Pilkada DKI 2017. Siapa yang memainkan politik identitas? Kelompok yang mendukung Anies, kan? Politisasi ayat, mayat dan SARA masif terjadi di mana-mana, bahkan di rumah ibadah sekalipun. Kalau tidak memilih pemimpin yang mereka dukung, ancaman neraka menunggu. Kalau mendukung, hadiah surga sudah menunggu. Kalau masih bandel tidak mau mendukung, saat meninggal nanti jenazah tidak akan disalatkan. Brutal, tapi ini terjadi di lapangan. Spanduknya bertebaran di mana-mana.

Anies, tanpa melihat apakah dia terlibat atau tidak, kenyataannya sangat diuntungkan dengan kondisi ini, kan? Anies menang di saat yang pas.

Dan kemudian orang ini mau dicalonkan sebagai presiden? Kelompok yang memainkan politik identitas pasti akan kembali mendukungnya. Dan politik identitas akan kembali dimainkan.

Kenapa Nasdem mau mencalonkan orang ini sebagai capres? Bukankah ini aneh dan kontradiktif?

Ada asap karena ada api. Anies didukung kelompok sampah perusak persatuan ini karena ada penyebabnya. Salah satunya adalah Anies tidak berusaha melepaskan diri dari mereka, bahkan terkesan menikmati. Coba lihat, saat Rizieq baru pulang ke Indonesia dari Arab Saudi, Anies menyambangi kediamannya. Saat masih masa kampanye, dia pernah kumpul dengan siapa? Rizieq dkk.

Orang awam pun tahu soal ini. Kenapa Nasdem seolah tidak tahu apa-apa dan dengan entengnya menawarkan Anies ke publik?

Kalau bicara soal perpecahan, memang benar kalau Pilkada DKI 2017 dan Pilpres 2019 menimbulkan perpecahan. Nasdem mau hentikan itu, tapi kenapa mencalonkan orang yang jelas-jelas akan didukung kelompok perusak bangsa?

Harusnya bijak dengan mulai tidak mencalonkan orang yang berpotensi akan kembali menimbulkan perpecahan baik langsung maupun tidak langsung lewat dukungan kelompok lain.

Ibarat naik mobil, kalau ada supir bikin kacau, semua orang dilarang naik mobil? Pengacaunya yang harus disingkirkan, supaya perjalanan aman dan nyaman, tidak membahayakan yang lain.

Atau begini, tidak perlu lagi ada sekolah kalau banyak siswa banyak yang tawuran. Masuk akal? Yang diperbaiki harusnya adalah adalah sistem pembinaan siswa, atau sekalian binasakan kalau siswa tersebut tak bisa lagi dibina.

Paham, gak? Kalau pemilu bisa menimbulkan perpecahan, pelaku atau penikmat lebih baik disingkirkan saja. Lebih simpel.

Lihat saja elektabilitas Nasdem merosot jauh usai mengusung Anies sebagai capres. Itu sudah cukup jadi gambaran ke depan.

Bagaimana menurut Anda?

Blunder Surya Paloh Sebut Lebih Baik Tak Ada Pemilu Jika Timbulkan Perpecahan

Sumber Utama : https://seword.com/politik/blunder-surya-paloh-sebut-lebih-baik-tak-ada-8zpH0HCc3a

Ketika Maling Diwawancara, Muncul Di Banyak Media

Saya baru ingat. Ketika Saiful Jamil pertama keluar dari penjara, dia disambut meriah seperti atlet yang baru saja memenangkan medali.

Sontak masyarakat mengecam. Kenapa pelaku pelecehan seksual malah disambut sedemikian mulia nya? Padahal apa yang dia lakukan sebelumnya adalah kesalahan fatal.

Sementara trauma keluarga dan pihak yang dirugikan oleh Saiful Jamil mungkin masih belum selesai. Belum benar-Benar hilang. Lah kok muka pelaku pelecehan seksual itu malah muncul di mana-mana? Bukankah itu teror yang berlebihan? Contoh yang tak pantas dilakukan.

Tak hanya netizen dan masyarakat biasa, banyak tokoh juga menolak pemberitaan terkait Saiful Jamil. Sampai Gus Miftah pun ikut bersuara. Yang intinya sepakat, bahwa selebrasi keluar dari penjara tak layak dijadikan konten berita.

Setelah itu, stasiun teve yang sebelumnya menerima Saiful Jamil tanpa beban, satu persatu mulai memutus kontrak atau membatalkannya.

Muncul juga petisi boikot Saiful Jamil dari media.

Lalu hari ini, seorang maling yang merugikan negara sampai ratusan miliar rupiah, menaikkan anggaran dari 125 miliar menjadi 2.5 triliun, mukanya muncul di mana-mana. Di banyak media. Menjadi narasumber dan ditanyai pendapatnya.

Dia adalah Andi Malarangeng. Setelah keluar dari penjara, dia masuk lagi ke Demokrat dan menjabat posisi strategis, sekjen majelis tinggi partai.

Sebenarnya sudah lama dia muncul di media. Hanya saja belakangan, jadi lebih sering. Dan saya jadi bertanya-tanya, kenapa tidak ada penolakan?

Sebenarnya apa pentingnya kita mendengar pernyataan dari seorang maling? Ini kan ibarat di desa kita ada maling, ketangkep, lalu beberapa tahun setelahnya di maling malah menjadi perangkat desa. Lalu diliput media massa, ditanyai dengan hormat tentang masa depan desa.

Jelas itu adalah pemandangan yang gila. Dan di dunia nyata, di pedesaan, cerita semacam itu tak pernah terjadi.

Yang ada adalah, para maling itu mati atau minggat dari desa tempat tinggalnya. Pindah selamanya.

Tapi di tingkat elit, seorang maling bisa begitu dihormati. Seperti tak ada rasa malu. Seperti tak pernah ada masalah sebelumnya. Si maling Andi Malarangeng itu malah mewakili partai Demokrat.

Kenapa kita tidak kritis seperti saat menolak Saiful Jamil? Apakah mungkin sudah ada pembenaran? Bahwa korupsi itu biasa dan boleh dilakukan di negara ini?

Atau kah kita sudah lupa dengan maling berjamaah yang mengukir rekor korupsi paling dramatis di Indonesia? Atau kita menjadi masyarakat yang lebih mudah memaafkan untuk urusan uang?

Entahlah. Saya ga ngerti. Tapi mestinya media kita tak perlu lagi mengundang narasumber maling. Karena yang keluar dari mulutnya sangatlah tidak penting untuk kita dengar.

Emosi masyarakat terkait korupsi berjamaah itu masih ada. Ingatan kita masih sangat-Sangat jelas. Lalu Kenapa media sudah menampilkan lagi maling hambalang itu?

Ketika Maling Diwawancara, Muncul Di Banyak Media

Sumber Utama : https://seword.com/politik/ketika-maling-diwawancara-muncul-di-banyak-media-f7CyYzx9fb

Ruwetnya Ganjar Antara PDIP Dan Partai Nasdem

Sekarang ini Ganjar Pranowo menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah untuk kedua kalinya. Pengalamannya jadi anggota DPR RI 2 periode dan Gubernur Jawa Tengah cukup teruji sebagai pemimpin masyarakat sipil.

Mungkin hal tersebut yang menyebabkan elektabilitas Ganjar mentereng di survei bakal Capres 2024. Konsisten di tiga besar sebagai bakal Capres terkuat bersama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Bahkan dalam survei terakhir namanya berada di posisi puncak. Hal ini menyebabkan beberapa partai di luar PDI Perjuangan begitu tertarik untuk meminangnya. Apalagi kondisi Ganjar di PDI Perjuangan seolah diabaikan begitu saja. Salah satu partai yang berminat cukup serius meminangnya adalah Partai Nasdem.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan tetap PDIP usai namanya masuk dalam jajaran bakal calon presiden (bacapres) 2024 hasil rakernas Partai NasDem. Di sisi lain, Partai NasDem menganggap Ganjar tak menolak menjadi bacapres 2024.

Memang situasinya masih sangat cair belum ada keputusan apakah Ganjar jadi Capres di PDIP atau di partai lain. Semuanya masih sangat mungkin.

Partai NasDem sejak awal tentu saja tahu bahwa Ganjar itu kader PDIP. Dan memang Partai NasDem tidak pernah mempersyaratkan orang yang diusung itu harus jadi kadenya.

Partai NasDem tak melihat apakah bacapres 2024 mereka kader partai lain atau bukan. Contohnya saat Partai NasDem mencalonkan Jokowi sejak 2014 lalu menjadi capres.

Hingga kini Partai NasDem belum putuskan apapun, tidak otomatis tiga nama bacapres hasil rakernas NasDem itu dicalonkan. Sebab, tergantung tiga nama itu, yakni Andika Perkasa, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo mau dicalonkan atau tidak.

Partai Nasdem menganggap jika Ganjar belum menyatakan penolakan. Karena Ganjar belum menyampaikan penolakan baik berupa lisan maupun surat resmi ke Partai Nasdem.

Situasi Ganjar memang cukup ruwet. Elektabilitasnya dan popularitasnya sangat tinggi dan dia pun kader partai besar PDI Perjuangan. Tetapi uniknya jalan menuju pencapresan begitu terjal. Potensi dirinya diabaikan oleh PDI Perjuangan. Megawati malah mendorong Puan menjadi Capres, padahal elektabilitasnya sangat rendah.

Sinyal partai lain untuk menjadikan Ganjar Capres terbuka lebar. Tetapi Ganjar terhalang etika. Walaupun PDI Perjuangan membebaskan pilihan, tapi Ganjar tentu saja harus tahu etika. Dirinya selama ini dibesarkan oleh PDI Perjuangan dan Megawati.

Tetapi masalahnya dirinya seolah diabaikan begitu saja dengan potensi yang mentereng sekarang ini. Padahal jika saja PDI Perjuangan dalam Rakernas kemarin memutuskan jika Capres PDI Perjuangan ada Ganjar, maka akan lebih mudah.

Ganjar bisa lebih fokus untuk memperbaiki diri, sosialisasi dan PDI Perjuangan pun bisa lebih fokus untuk mendorong Ganjar. Pikiran Megawati memang sulit di tebak. Apakah kondisi Ganjar sekarang ini hanyalah permainan, strategi dari Megawati semata?

Kita tunggu saja sambil ngopi.

Ruwetnya Ganjar Antara PDIP Dan Partai Nasdem

Sumber Utama : https://seword.com/politik/ruwetnya-ganjar-antara-pdip-dan-partai-nasdem-IX81uje42Q

Ada seorang perempuan yang saya awalnya kagumi karena dia vokal dan frontal mengutarakan pemikirannya yang tajam. Sebagai cucu Bung Hatta, saya kira dia mendapatkan privilege untuk dikenal dan memaparkan pemikirannya yang keren.

Saya menganggap dia sebagai penerus kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam berpikir. Sebagai cucu dari wapres RI pertama, dia sudah jalan dengan sangat baik. Harus saya akui, orang ini sebetulnya memiliki pandangan yang sangat tajam baik soal peperangan.

Apalagi ditambah lagi bahwa dia lulusan luar negeri dengan bidang studi yang berkaitan dengan peperangan. Harus saya akui juga, adik Gustika ini memang cerdas. Memiliki pandangan yang sangat terbuka dan jujur soal perpolitikan di Indonesia. Saya kira kita perlu dukung hal ini bukan?

Tapi mungkin orang ini terpengaruh sama komunitasnya sehingga statement Jokowi dan Kementerian Luar Negeri soal Ukraina, dianggap memalukan, tak berbobot dan sampah. Sebetulnya apa sih yang dikatakan oleh Jokowi dan Kementerian luar negeri soal konflik di negara Utara tersebut?

Mari kita simak kalimat apa yang dikatakan oleh Joko Widodo dan statement resmi dari kementerian luar negeri soal konflik yang ada di Ukraina dan Rusia. Agar kita bisa sama-sama dengan akal sehat melihat statement dari negara sahabat kedua negara tersebut.

"Semua pihak yang terlibat harus menahan diri dan kita semua harus berkontribusi pada perdamaian. Perang tidak boleh terjadi... Saatnya kita memulihkan ekonomi dunia, mengantisipasi kelangkaan pangan, dan mencegah kelaparan... Bahwa penanganan krisis Ukraina harus dilakukan secara cermat agar bencana besar bagi umat manusia bisa dihindarkan. Tetapi, upaya perdamaian ini harus cepat dan tidak bisa ditunda-tunda..." kata Jokowi.

https://www.cnbcindonesia.com/news/20220224123222-4-317990/mengingat-lagi-pesan-jokowi-soal-perang-rusia-ukraina

Cucu Hatta Sebut Kalimat Jokowi dan Kemlu RI Soal Rusia Ukraina Memalukan dan Sampah

Bukan hanya secara pers release, Joko Widodo juga menuliskan statementnya di Twitter, media sosial yang digunakan oleh SJW untuk fitnah Jokowi. Di Twitter, Jokowi menuliskan hal ini. Silakan disimak saja.

Selain Joko Widodo, Gustika juga mengatakan bahwa statement dari Kementerian Luar Negeri Indonesia soal RI adalah sampah. Dia pakai istilah “crap”. Crap itu bisa diartikan sebagai sampah.

Pertama, prihatin atas eskalasi konflik bersenjata di wilayah Ukraina yang sangat membahayakan keselamatan rakyat dan berdampak bagi perdamaian di kawasan.

Kedua, pemerintah Indonesia mengingatkan agar kedua negara menaati hukum internasional dan piagam PBB terkait integritas terhadap wilaya teritorial dan kedaulatan suatu negara.

Ketiga, pemerintah Indonesia menegaskan kembali agar semua pihak tetap mengedepankan perundingan dan diplomasi untuk menghentikan konflik dan mengutamakan penyelesaian secara damai.

Keempat, KBRI Kiev telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelamatkan WNI di Ukraina sesuai dengan rencana kontingensi yang disiapkan.

Kalimat yang ada di atas ini adalah kalimat Jokowi dan kementerian luar negeri yang senada dengan Antonio Guteres, yang adalah Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa alias PBB. Saya kira, kalimat di atas adalah kalimat jelas yang mengedepankan perdamaian dan stop perang.

Buat saya, Joko Widodo dan Kementerian Luar Negeri RI ini sudah tepat dalam merespons atas persoalan Ukraina dan Rusia. Jadi memalukan dan sampahnya di mana, menurut cucunya Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta? Mungkin bisa jelaskan dengan rinci memalukannya di mana.

Saya menganggap orang ini adalah allies. Pandangan saya kepada Gustika masih sangat amat netral. Ketika dia bicara bahwa statement Jokowi dan Kemenlu dianggap memalukan dan sampah, saya kira dia punya alasan. Tapi kalau hanya statement tanpa penjelasan, itu bisa merupakan tudingan.

Ayo Gustika, saya yakin Anda bisa menjelaskannya dengan detail. Kami yakin sebagai cucu wakil presiden yang sekolah di luar negeri, apalagi ambil jurusan mengenai peperangan, bisa menjelaskan dengan detail. Bisa jauh melampaui Fadli Zon, Prabowo, Anies Baswedan dan lain-lainnya.

Tapi kalau tidak, ya jangan salahkan bunda mengandung jika rakyat Indonesia menganggap bahwa Gustika hanya bisa menuding tanpa kasih solusi, seperti SJW. Semoga saja Gustika ini kasih pandangan yang baiknya, agar nanti kalau sudah besar, bisa jadi orang yang berkontribusi, bukan hanya bicara.

Ayo kamu bisa! Semangat terus. Ganbatte!

Cucu Hatta Sebut Kalimat Jokowi dan Kemlu RI Soal Rusia Ukraina Memalukan dan Sampah

Sumber Utama : https://seword.com/politik/cucu-hatta-sebut-kalimat-jokowi-dan-kemlu-ri-soal-VGJBNbmc2Q

Datangi Ukraina Saat Perang, Jokowi Bungkam Mulut Cucu Hatta

Cucu Bung Hatta yang bernama Gustika Jusuf Hatta pernah mengatakan bahwa statement dari presiden dan juga menteri luar negeri mengenai peperangan Ukraina Rusia adalah omong kosong dan tak berisi.

Gustika Jusuf Hatta pernah mengatakan bahwa statement dari Indonesia terhadap peperangan ini rudimentary alias mentah. Saya sudah menuliskan hal ini di artikel sebelumnya dan mendapatkan reaksi yang cukup banyak dan bervariasi.

Ada yang setuju dengan opininya saya, ada juga yang tidak setuju dan membela Gustika Jusuf Hatta. Saya kira perbedaan pendapat di awal memang mungkin bisa dianggap normal dan bisa diterima.

Tapi sekarang presiden Joko Widodo membuktikan bahwa dirinya datang langsung ke lokasi perang dan akan mendatangi sekaligus dua negara dalam satu kali trip kunjungan. Selain ini bentuk efisiensi, kita juga bisa melihat keseriusan presiden di dalam menjalankan misi perdamaian dunia.

Baru presiden Jokowi yang menjadi satu-satunya presiden Indonesia yang pernah dua kali mendatangi lokasi peperangan sengit. Presiden lain belum ada yang begitu.

Yang pertama adalah Afghanistan saat di mana presiden Jokowi adalah satu-satunya presiden luar negeri yang dalam 20 tahun mengunjungi Afghanistan untuk pertama kalinya.

Dan yang kedua adalah kunjungan perdamaian ke Ukraina dan disusul ke Rusia. Presiden Joko Widodo bukan presiden kaleng-kaleng dan hanya sekedar mengumbar kata-kata seperti yang dituduhkan oleh social justice warrior Gustika Jusuf Hatta.

Saya menganggap awalnya perempuan ini adalah sosok aktivis yang cukup netral dalam melihat suasana dan situasi politik. Tapi lama kelamaan yang namanya bergaul dengan SJW, tentunya pengaruh yang nyinyir ke presiden Joko Widodo jauh lebih banyak.

Contohnya adalah Veronica Koman, Haris Azhar, Asfinawati, Bintang Emon, Najwa Shihab dan kawan-kawan yang kalian bisa namakan sendiri. Tipe-tipe orang yang kalau ngomong pakai logat Jakarta Selatan. Which is sok keminggris.

Mereka itu kelihatannya hanya bisa berbicara dan ngajak demonstrasi saja. Tapi waktu di tantang masuk ke dunia politik dan juga pemerintahan, mereka bakalan ngeles kayak bajaj.

Bagi saya apa yang dikatakan oleh Gustika Jusuf Hatta akan menjadi bullshit, jika dia tidak memberikan solusi maupun jawaban. Buat apa nyinyir ke presiden Joko Widodo jika mereka tidak bisa memberikan kontribusi apapun?

Omong kosong demi omong kosong yang justru menjadi hal yang keluar dari mulut mereka. Orang macam ini mau cucunya seorang penting sekalipun ya tidak akan jadi apapun jika tidak berkontribusi di dalam terjun langsung untuk menyelesaikan masalah.

Sampai sekarang dia bungkam tuh soal IG Story yang pernah diunggah soal nyinyiran kepada Jokowi dan menlu. Dijawab langsung pakai aksi.

Dan pada akhirnya di hari tua mereka mereka akan habis dimakan oleh zaman. Kita lihat dengan jelas bahwa presiden Joko Widodo adalah orang yang terjun langsung saat mendapatkan kesempatan untuk memperdamaikan dua negara yang sedang berkonflik.

Karena pertimbangan banyak bisa membuat presiden Joko Widodo datang. Fadli Zon pun seperti sampah politik juga nih orang. Dia yang mengatakan bahwa pengamanan presiden Joko Widodo rasanya berlebihan.

Padahal sudah jelas Jokowi harus dilindungi karena dia datang ke negara berkonflik. Fadli Zon ini juga seperti social justice warrior pegang payung sendiri aja nggak bisa. Ukraina dan Rusia adalah dua negara yang memiliki kepentingan untuk Indonesia.

Mereka merupakan supplier terbesar gandum dan energi ke Indonesia. Artinya jika perang terus berlanjut Indonesia juga ikutan rugi. Saya kira ini juga menjadi pertimbangan lain presiden Joko Widodo datang untuk memperdamaikan Ukraina dan Rusia.

Mau apapun motivasinya, kita melihat niat baik presiden Joko Widodo untuk memperdamaikan dua negara demi stabilitas dunia. Jadi gustika Jusuf apa secara otomatis dibungkam dan sekarang dia sibuk ngoceh-ngoceh soal RKUHP.

Harusnya dia tahu diri dan malu sehingga dia bisa memberikan apresiasi kepada presiden Joko Widodo dan minta maaf kepada rakyat Indonesia sudah pernah menganggap Indonesia spineless dengan statement stop peperangan antara Ukraina dan Rusia.

Lain kali kalau mau kritik Jokowi, sabar dulu, jangan banyak bacot di awal. Kalian besar nanti mau jadi seperti Rocky Gerung? Gustika Jusuf Hatta, ditunggu statement lanjutanmu. Kok kamu mirip Anies banget sih…

Jangan bikin malu datuk.

Datangi Ukraina Saat Perang, Jokowi Bungkam Mulut Cucu Hatta

Sumber Utama : https://seword.com/politik/datangi-ukraina-saat-perang-jokowi-bungkam-mulut-51kbvrUzvR

Demi Indonesia yang Lebih Baik, Guremkan Partai Demokrat Dan PKS

Kalau mau tahu apa bedanya partai ideologis dan partai oportunis, lihat saja PDIP dan NasDem.

PDIP ketika ada partai yang berbeda atau bertentangan ideologi dengannya langsung menolak berkoalisi dengan partai tersebut. Meskipun kalau seandainya mereka berkoalisi akan memberi keuntungan tersendiri bagi PDIP.

Bagi partai yang didirikan oleh Megawati itu, ideologi partai lebih penting untuk diperjuangkan daripada hanya sekedar meraup suara sebanyak-banyaknya.

Sedangkan NasDem kita tahu sendiri bagaimana polanya. Menjajaki koalisi dengan partai manapun. Tidak peduli apakah partai itu ideologinya berlawanan atau tidak, yang penting bisa memenuhi syarat presidential threshold 20 persen serta mendapat dukungan sebanyak-banyaknya. Plus dapat jatah kursi menteri.

Lihat saja yang dilakukan Om 'Paloh' Brewok belakangan ini. Kesana-kemari mencari kawan koalisi.

Termasuk mewacanakan mau mendukung Anies yang dekat dengan kelompok intoleran itu sebagai Capres.

-o0o-

Di samping itu, ada juga partai lain yang tidak layak didukung sama sekali yakni Partai Demokrat dan PKS

Kenapa demikian?

Berikut beberapa alasannya.

Pertama, Partai Demokrat.

Saat SBY berkuasa dulu, partai ini memelihara kelompok radikal. Lihat apa yang dilakukan oleh FPI kala itu, sewenang-wenang banget. Mulai dari melakukan aksi sweeping di tempat hiburan malam, merusak cafe dan bentrok dengan warga Kemang Jakarta Selatan, menyerang kampus Mubarak, mengancam pengelola TK Tunas Pertiwi di Jalan Raya Bungursari agar menghentikan kebaktian, melakukan penutupan paksa Gereja Kristen Pasundan Dayeuhkolot Bandung, mempersekusi jamaah Ahmadiyah, dan masih banyak lagi aksi tidak beradab lainnya yang dilakukan oleh FPI.

Tindakan biadab dan intoleran ini juga yang kemudian membuat beberapa orang mendesak agar Esbeye membubarkan FPI kala itu. Seperti Gus Dur, dll.

Sementara, Ketua Fraksi PDIP waktu itu Tjahjo Kumolo dan Ketua PKB mendesak agar SBY dan Kapolri Sutanto segera menindak Ormas anarkis itu secepatnya.

Tapi apa yang dilakukan oleh Esbeye?

Dia seperti tidak berdaya di hadapan Rizieq dan anak buahnya.

Bisa jadi karena takut sama ancaman Jubir FPI kala itu Munarman yang dengan tegas mengatakan akan menggulingkan SBY jika berani membubarkan FPI.

Jadilah FPI semakin kurang ajar terhadap kelompok-kelompok yang tidak sepaham dengannya. Seolah-olah negeri ini punya nenek mereka saja.

Itu baru FPI lho. Belum lagi HTI.

Di zaman Esbeye-lah organisasi anti Pancasila dan mau mendirikan khilafah itu tumbuh subur bak jamur di musim penghujan.

Mirisnya lagi, hanya di era Esbeye televisi milik negara TVRI menyiarkan acara muktamar khilafah HTI. Yang di acara itu mereka secara terang-terangan menyuarakan propaganda anti NKRI.

Di samping itu, salah seorang dedengkot HTI, Felix Siauw juga kerap diberi panggung di TVRI.

Pokoknya ngeri banget dah kala itu. Perongrong negara malah diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mempropagandakan ideologinya. Di televisi milik pemerintah pula.

Sungguh terlalu.

Pertanyaannya, kenapa bisa begitu?

Lagi-lagi soal kalkulasi politik. Kalau seandainya Esbeye berani membubarkan HTI, tidak memberi mereka panggung di TVRI serta mengecam tindakan mereka yang anti Pancasila itu, siap-siap saja Partai Demokrat ditinggalkan oleh sebagian pendukung.

Jadi, kura-kura begini, daripada perolehan suara Partai Demokrat berkurang, lebih baik memelihara Ormas yang membahayakan negara tersebut.

Dan kedua, jangan lupa, saat Esbeye berkuasa dulu, kader Partai Demokrat banyak banget yang korupsi. Mulai dari Ketuanya -Anas Urbaningrum, Anggota Dewan Pembina -Hartati Murdaya, Wasekjen -Jero Wacik, Ketua DPP -Sutan Batugana, Bendahara -M Nazarudin, dll.

Termasuk ada juga beberapa kepala daerah kader Partai Demokrat turut menikmati duit negara dengan jalan haram.

Jadi, ketika dapat kesempatan berkuasa, mereka manfaatkan betul untuk memperkaya diri sendiri.

Pertanyaannya, yang 'katakan tidak pada (hal) korupsi' ini mau disuruh berkuasa lagi?

Ouw, tidak semudah itu ferguso.

-o0o-

Sedangkan PKS kenapa tidak layak didukung.

Pertama, main isu SARA untuk mendapatkan suara di Pemilu. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Yenni Wahid di acara Mata Najwa kala itu bahwa PKS-lah partai yang pertama kali memulai memainkan isu SARA untuk menyerang lawan politik.

"Justru saya mau protes satu hal mas. Karena yang memulai isu SARA salah satunya adalah PKS. Jadi PKS juga harus bertanggung jawab soal itu," ujar Yenny.

Kedua, ini yang patut diwaspadai. Partai ini banyak dipilih oleh kelompok 212.

Kelompok inilah yang pada Pilkada DKI 2017 lalu main isu SARA untuk memenangkan Anies.

Bahkan karena begitu bejatnya mereka, sampai-sampai mengancam siapa saja yang tidak memilih Wan Anies, ketika dia meninggal dunia maka mayatnya tidak akan dishalatkan.

Padahal sudah sangat jelas bahwa hukum menyalatkan jenazah itu adalah fardhu kifayah. Yang artinya wajib. Meskipun itu bisa dilakukan oleh seorang saja.

Dan semua umat Muslim yang meninggal mesti dishalatkan terlebih dahulu sebelum dikubur tanpa memandang dia mendukung siapa di Pilkada.

Belum lagi PKS ini punya rekam jejak yang buruk yakni pernah dicap sebagai partai munafik. Yang mana kala itu partai dakwah tersebut menusuk SBY dari belakang alias mau enaknya saja.

Jatah kursi menteri mau tapi ketika ada kebijakan SBY yang tidak populer yakni menaikkan harga BBM malah PKS lepas tangan alias tidak mau mendukung.

Artinya apa? Kalau partai ini berkuasa, peluangnya untuk menusuk rakyat dari bekalang juga terbuka lebar. Karena SBY saja yang notabene jenderal yang konon katanya ahli strategi pernah mereka tusuk.


Kura-kura demikian gambaran Partai Demokrat dan PKS yang sebenarnya.

Dan itu juga yang menjadi alasan kenapa kedua partai tersebut layak diguremkan. Demi Indonesia yang lebih baik. Tanpa intoleran dan tanpa kemunafikan.

Demi Indonesia yang Lebih Baik, Guremkan Partai Demokrat Dan PKS

Sumber Utama : https://seword.com/politik/demi-indonesia-yang-lebih-baik-guremkan-partai-lz5ui51Y4y

2024 Tanpa Ganjar

Tahun 2024 masih jauh. Tapi para ketua umum partai politik telah kasak-kusuk ke sana kemari. Silaturahmi, begitu para elite itu menyebut pertemuan-pertemuan yang kian ke sini, kian intens digelar. Mereka tidak secara terbuka menyampaikan apa yang mereka bicarakan. Membahas tentang berbagai persoalan bangsa, itu jawaban yang acap mereka sampaikan.

Seolah-olah para pimpinan partai itu adalah orang yang paling peduli dengan nasib bangsa ini. Namun sekalipun begitu respons mereka kepada setiap orang yang menayakan, rakyat paham betul kalau yang mereka diskusikan sebenarnya bukanlah tentang persoalan bangsa. Namun tentang perkongsian, tentang kalkulasi politik, dan tentang kepentingan elektoral.

Kalau si A yang dimajukan jadi capres, apa untungnya untuk partai saya? Atau kalau si B yang merupakan kader Partai Anu itu yang saya dukung, apakah partai saya akan mendapat coattail effect? Dan berbagai pertanyaan lainnya yang harus dijawab segera. Semua disimulasikan. Dan menggelar pertemuan-pertemuan politik, merupakan salah satu cara mencari jawabannya.

Dari persamuhan para elite itu, maka lahirlah salah satu koalisi, dari beberapa koalisi yang ada saat ini muncul, yang dinamai Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang beranggotan Partai Golkar, PAN, dan PPP. Konon, koalisi itu didukung oleh Presiden Jokowi. Airlangga Hartarto menjadi salah satu tokoh yang rencananya akan dimajukan jadi capres. Namun KIB belum mengumumkan secara resmi siapa yang bakal diusung. Dan menurut saya, bukan Airlangga.

Lalu siapa? Dalam waktu dekat sepertinya belum akan dirilis. Mungkin saja akan diumumkan pada detik-detik terakhir sebelum pendaftaran calon presiden/wakil presiden ditutup. Saya melihat, titah Jokowi menjadi penentu utama siapa sosok yang akan diputuskan menjadi capres. Jokowi butuh kehati-hatian, selain harus menjaga silaturahmi yang baik dengan PDIP tentunya.

Maka sangat mungkin Jokowi bermain dua kaki. Satu kaki di KIB dan kaki satu lagi di PDIP. Saya melihat Jokowi sangat menghormati PDIP, partai yang telah membesarkan namanya dan yang telah mengusungnya menjadi calon presiden dua periode berturut-turut. Namun, calon yang rencananya akan dijagokan PDIP, Puan Maharani, nampaknya kurang “disenangi” oleh Jokowi. Dan “ketidaksenangan” itu sepertinya menjadi cikal-bakal lahirnya Koalisi Indonesia Bersatu.

Sementara PDIP, yang menjadi satu-satunya partai yang dapat mengusung pasangan calon presiden/wakil presiden tanpa harus berkoalisi dengan partai mana pun, masih dalam dilema. Apakah akan mengusung sang Putri Mahkota, Puan Maharani, yang menurut berbagai survei tingkat elektabilitasnya sangat rendah yang akan berakibat pada penurunan jumlah suara PDIP pada Pemilu nanti, atau akan mengusung “orang lain” yang bukan trah Soekarno: Ganjar.

Jika seandainya Ganjar yang akan dicalonkan, suara PDIP akan secara otomatis terdongkrak. Ganjar bersama Anies Baswedan dan Prabowo Subianto menjadi sosok yang paling diinginkan oleh mayoritas rakyat saat ini untuk menjadi presiden berikutnya pengganti Jokowi. Namun di sisi lain, hal itu akan menjadi sebuah “kekalahan telak” bagi Megawati.

Maka sepertinya, Megawati, sebagai pemegang hak prerogatif siapa calon presiden yang akan diusulkan dari PDIP, tidak akan mencalonkan Ganjar pada pilpres 2024 nanti. Dalam berbagai kesempatan, Megawati sering kali menyindir dan menyentil Ganjar sebagai kader yang bermanuver, kader yang bermain dua kaki, dan sindiran serta sentilan-sentilan lainnya. Tingkat popularitas dan elektabilitas Ganjar yang tinggi sangat tidak disenangi oleh Megawati.

Saya melihat, di tubuh PDIP (baca: Megawati), ada semacam pernyataan, “Jika tidak Puan, lebih baik tidak sama sekali sekalipun Ganjar berpeluang menang”. Jadi, sangat mungkin Ganjar akan “tak jadi apa-apa” pada pilpres nanti. Mega akan tetap mencalonkan Puan. Jika “tidak bisa” jadi capres, sedikit-dikitnya jadi cawapres. Dan Ganjar sepertinya sangat loyal kepada partai terlebih-lebih kepada Mega. Jadi sangat mungkin terjadi Ganjar akan menurut saja terhadap apa yang nantinya akan diputuskan oleh Mega.

Tapi ada pula yang mengusulkan Ganjar-Puan. Mungkin ini pilihan terakhir, sekalipun menurut saya kemungkinannya sangat kecil. Tetapi sekecil-kecilnya peluang harus tetap diperhitungkan. Jika pada akhirnya PDIP menerima usul itu, Ganjar akan diplot menjadi capres. Tetapi pada praktiknya, jika menang tentunya, Puanlah yang sesungguhnya “menjadi presiden”. Maka selama satu periode sangat cukup bagi Puan untuk menjadi calon presiden terkuat pada pilpres 2029.

Tapi jika hal itu tidak terjadi, Anies Baswedan yang akan diuntungkan. Saat ini, Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS sedang lagi mesra-mesranya. Beberapa kali ketua-ketua umum ketiga partai itu sudah bertemu. Nasdem sudah secara terbuka mengumumkan nama-nama yang akan dicalonkan: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Andika Perkasa.

Anies Baswedan sangat berpeluang dicalonkan. Selain menjadi salah satu pilihan Nasdem, PKS juga suda sejak lama menginginkan Anies jadi capres. Ganjar mungkin tidak jadi dicalonkan. Surya Paloh nampaknya tidak ingin hanya gara-gara Ganjar hubungannya dengan Megawati menjadi makin tak harmonis. Bagaimana dengan Andika? Ia juga berpeluang dicalonkan, namun ia masih kurang dikenal oleh rakyat. Pun elektabilitasnya masih amat rendah.

Jika akhirnya Anies yang nanti akan dicalonkan oleh Nasdem, Demokrat, dan PKS, maka AHY berpeluang besar mendampingi Anies. Maka Anies-AHY akan menjadi penantang bagi calon-calon lainnya. Prabowo sepertinya akan maju lagi. Mungkin saja Prabowo berpasangan dengan Puan. Gerindra dan PDIP sudah sejak lama memiliki hubungan yang sangat baik.

Atau mungkin juga Prabowo berpasangan dengan tokoh lain selain Puan. Lalu bagaimana dengan KIB, siapa yang akan dicalonkan? Saya belum bisa berpendapat. Tapi rasa-rasanya bukan Airlangga. Atau mungkin juga KIB akan bubar. Lalu partai-partai yang saat ini menjadi anggotanya akan melebur ke koalisi-koalisi yang ada, atau mungkin akan ada koalisi baru.

Nasdem, Demokrat, dan PKS sepertinya sudah mantap akan mengusung Anies-AHY. Akan ada pula Prabowo bersama pasangannya. Bisa jadi sebagian atau seluruh partai di KIB akan bergabung dengan Gerindra mendukung Prabowo, dan bisa jadi pula bergabung dengan PDIP mengusung calon presiden yang akan diputuskan oleh Megawati. Atau kemungkinan lain, PDIP, Gerindra, sebagian atau seluruh partai KIB bergabung melawan Koalisi Nasdem, Demokorat, PKS.

Lalu Ganjar ke mana? Sepertinya, sekali lagi, ia “tidak akan jadi apa-apa”.

2024 Tanpa Ganjar

Sumber Utama : https://seword.com/politik/2024-tanpa-ganjar-0VmEZcWdDD

Demokrat dan PKS, Dua Macan Ompong yang Bakal Nyungsep dan Melenting dari Senayan

Sejarah dan fakta mencatat partai Demokrat adalah partai yang menghalalkan segala cara demi meraih kekuasaan. Apapun mereka lakukan asalkan kekuasaan mereka langgeng, sehingga dinasti Yudhoyono bisa eksis berkuasa di negara ini di segala lini.

Selama sepuluh tahun lamanya rakyat Indonesia dikibulin oleh drama yang dimainkan oleh Istana Cikeas melalui wajah prihatin dan kantung mata tebal itu. Padahal, sesungguhnya yang terjadi adalah pemain watak yang terhebat sepanjang sejarah NKRI.

Selama satu dekade partai Demokrat berkuasa, radikalisme dan perilaku intoleran merajalela. FPI, HTI, dan ormas-ormas radikalisme yang intoleran dipelihara dan difasilitasi sedemikian rupa demi langgengnya kekuasaan trah Yudhoyono selama satu dekade.

Kita semua tertipu. Setelah berganti masa, sekarang baru sadar, melolong-lolong dan menjerit pilu sampai ke tingkap langit yang ketujuh. Kulit luar yang ditampilkan ternyata kamuflase belaka untuk menipu bangsa ini, memperkosa prikeadilan dan cita-cita luhur bangsa ini, khususnya untuk merawat empat pilar kebangsaan.

FPI, HTI, dan ormas-ormas radikal lainnya dipelihara sedemikian rupa secara masif, terstruktur dan rapi, menjual kewibawaan dan kedaulatan negara demi kekuasaan yang sifatnya semu di dunia yang fana ini.

Wibawa Kepresidenan menjadi tumbal kebiadaban hausnya kekuasaan. FPI dengan seenak udelnya bisa mengancam menurunkan Presiden. HTI dengan besar kepalanya mendeklarasikan eksistensi mereka melalui pertemuan akbar di Gelora Bung Karno yang dihadiri ratusan ribu simpatisan HTI. Apa itu tidak gila namanya.

Lalu kini mereka memainkan sandiwara sebagai korban politik demi meraih kembali kekuasaan yang mereka incar pada Pemilu 2024 mendatang. Sepuluh tahun berkuasa membuat mereka gila. Tentu saja kami rakyat sudah tidak mau ditololin lagi. Kami bukan kadrun yang bisa ditolol-tololin dengan pola permainan watak demi kekuasaan yang mereka incar.

Itulah akibatnya kalau jadi partai yang penuh dengan intrik dan drama, sombongnya pun setengah mati. Selama ini begitu jumawanya mereka dan begitu yakinnya mereka bahwa mereka punya kekuatan untuk menguasai negara ini pada tahun 2024 mendatang.

Begitu pula dengan PKS. Partai khilafah terselubung yang terus berupaya meracuni alam bawah sadar umat Muslim Indonesia dari masa ke masa. Berbagai gerakan-gerakan terselubung mereka mainkan baik itu di kampus-kampus, media sosial dan bahkan sampai tembus masuk ke instansi-instansi pemerintahan.

Mereka membius bangsa ini dengan gerakan khilafahisme secara modern melalui platform pendidikan, tausiah, podcast, dan lain sebagainya yang kesemuanya itu mereka bungkus dengan elegan untuk membawa bangsa yang besar ini menjadi bangsa pemuja khilafah.

Fakta dan sejarah mencatat di setiap pilgub maupun pilpres, PKS selalu membuka diri kepada siapapun yang ingin mereka dukung. Namun, tak ada yang datang mengemis dukungan mereka. Sebab, PKS adalah partai gurem. Bergandeng tangan dengan PKS adalah bunuh diri politik yang paling fatal bagi para politisi.

Kedekatan PKS dengan kaum islamis garis keras telah memperburuk citra mereka. Ditambah lagi, PKS adalah penggerak motor utama RUU APP (Anti Pornografi dan Pornoaksi) yang sangat ditolak masyarakat majemuk di negara yang besar ini.

Tak hanya itu saja, PKS adalah satu-satunya partai yang mengancam Allah agar mereka bisa menang Pilpres. Allah itu Maha Baik dan Maha Adil. Mereka-mereka yang punya niatan tidak baik terhadap bangsa ini akan dijegal dengan cara-Nya sendiri.

Propinsi-propinsi potensial yang dulu adalah kantong kunci suara PKS kini hanya tinggal kenangan. Yang lebih menyakitkan bagi Partai Allah Koalisi Mekkah itu, kantong suara mereka di Jawa Barat juga tumbang.

Mereka yang selama ini selalu merasa diri paling benar dan dipercaya oleh umat Islam hanya bisa melongo dan menganga sambil berbengong ria kok bisa umat Muslim yang dulu mendukung mereka kini pergi meninggalkan mereka.

Itulah akibatnya kalau punya niatan yang tidak baik terhadap bangsa yang majemuk dan plural ini. Apa yang mereka perjuangkan tidak akan berhasil, sebab tidak diridhoi Allah. Makanya mereka kena laknat Allah.

Sebab, negara kita dibangun dengan susah payah dengan darah dan air mata untuk menciptakan NKRI dengan segala keanekaragamannya, keberagamannya dan Bhinneka Tunggal Ika.

Demokrat dan PKS telah menuai apa yang telah mereka tabur. Hukum tabur tuai itu tak pernah ingkar janji. Makanya jangan heran Demokrat dan PKS adalah dua macan ompong yang bakal nyungsep dan melenting dari Senayan.

Sebab, apa yang mereka tabur itu yang akan mereka tuai. Barangsiapa menabur angin, maka ia akan menuai badai. Barangsiapa menabur badai, maka ia akan menuai bencana. Barangsiapa menabur bencana, maka ia akan menuai malapetaka. Itu saja clue-nya.

Demokrat dan PKS, Dua Macan Ompong yang Bakal Nyungsep dan Melenting dari Senayan

Sumber Utama : https://seword.com/politik/demokrat-dan-pks-dua-macan-ompong-yang-bakal-Vl14MyM9z3

Mau Koalisi Dengan Demokrat Dan PKS? Gak Takut Jadi Gurem?

Semua proses dalam kehidupan adalah proses mengasah diri. Karena itu akan membawa hikmahnya masing-masing, dengan catatan, kita bisa mengambil hikmahnya.

Perjalanan panjang bangsa pun seperti itu. Saat Nusantara lama, begitu mudah untuk digagahi karena tidak adanya persatuan setelah Majapahit runtuh. Keruntuhan yang disebabkan oleh terdegadrasinya sistem yang disebabkan oleh penokohan yang semakin lama semakin memudarkan kualitas seorang pemimpin atau raja dari generasi ke generasi.

Pada akhirnya, kesamaan nasib membuat bangsa kita bisa kembali bersatu. Tokoh-tokoh baru seperti Soekarno, Hatta dan lain sebagainya lebih mengutamakan sistem bersama-sama dengan membuat pilar-pilar kebangsaan untuk persatuan, sehingga membawa Indonesia menjadi negara yang merdeka karena kekokohan dari sebuah sistem yang sudah dipikirkan dengan baik lalu disepakati. Sebab, hakikat atau takdir manusia itu tercipta berbeda dari sejak dulu kala. Manusia terlalu jumawa jika ingin mengubahnya. Yang perlu kita lakukan adalah menerima dan mengambil irisan tengahnya.

Ketika Presiden Soekarno digantikan oleh Soeharto, pembatasan pun dibuat dengan sebutan Orde Lama dan Orde Baru, batasan yang bisa dilihat dari perbedaan pandangan dan keputusan geo politik. Hal itu diawali dari penandatanganan kerja sama oleh Presiden Soeharto dengan Amerika melalui Freeport yang dulu ditolak mentah-mentah oleh Presiden Soekarno.

Meskipun begitu, pilar-pilar pemersatu dalam Pancasila tetap dijaga ketat oleh pemerintahan di bawah Soeharto. Tetapi sayangnya, demokrasi sebagai sistem yang mengasah kedewasaan berfikir serta berpolitik tidak diberikan ruang dengan baik. Padahal, demokrasi dan Pancasila itu suatu kesatuan sistem. Jika salah satunya tidak dijaga dan diberi ruang, maka Demokrasi Pancasila yang menjadi dasar negara kita tidak sempurna dan mudah goyah.

Orde baru pun tumbang karena ketidak benaran penerapan sistem demokrasi. Sistem yang sudah dipikirkan matang-matang melalui objektivitas yang tinggi oleh pendiri bangsa ini. Sistem yang sudah dipikirkan bisa menopang seluruh elemen bangsa ini yang penuh dengan perbedaan.

Era Reformasi pun kita masuki. Di awal-awal, orang-orang lama dalam Orde Baru masih begitu kuat tangannya. Sehingga masih sulit lepas dari jeratan gurita Orde Baru yang membuat reformasi membutuhkan waktu untuk benar-benar memurnikan diri lepas dari era Orde Baru. Gudur dan Megawati pun bisa dikatakan menjadi korbannya.

Pada pemerintahan SBY. Beliau seperti melupakan pilar Pancasila yang harus dijaga, sehingga ruang publik dipenuhi propaganda ideologi lain selain Pancasila. Bahkan stasiun televisi pemerintah pun bebas digunakan untuk propaganda itu.

Selain televisi, ruang publik yang juga diisi dengan masa transisi teknologi digital pun sama saja. Konten-konten negatif terkait propaganda ideologi lain selain Pancasila pun bebas berkeliaran.

Saat itu, ruang publik diberikan kepada partai koalisi, yaitu PKS. Sedangkan SBY bisa dikatakan sebagai simbol dari partai Demokrat.

Masa pemerintahan SBY, negara kita diselamatkan oleh ruang demokrasi yang diberikan akibat masa transisi teknologi digital yang membawa dunia pada transparasi dan keterbukaan.

Era keterbukaan dan transparasi itulah yang menghancurkan kedua partai yang sudah berkolaborasi di dua priode pemerintahan negeri ini. Keterbukaan yang membuat banyak hal bisa dilihat dengan mudah. Dilihat dipahami dan ditelaah oleh para konstituennya.

Keterbukaan inilah yang membuat generasi dulu berbeda dengan generasi saat ini. Zaman dulu, kalau kita ingin melihat pola pikir seorang tokoh, maka caranya adalah dengan sering-sering ketemu dan ngobrol.Berbeda dengan saat ini, yang bisa dilihat dari tulisan dan video yang beredar di dunia maya.

Jejak partai Demokrat dan PKS sudah sulit untuk dipoles. Oleh sebab itu, merupakan keputusan yang bijak dari seorang Anies Mata dan Fahri Hamzah keluar dari PKS dan membuat partainya sendiri. Meskipun upaya itu sepertinya akan sia-sia karena mereka seperti memaksakan menggabungkan pemikiran lama yang terkesan usang dengan pemikiran baru yang penuh relevansi.

Jika kita mengacu pada hal di atas. Maka partai Demokrat dan PKS punya potensi tenggelam. Dan jika kita masih tetap berpatokan terhadap dasar tersebut, maka partai lain yang berusaha memaksakan diri untuk koalisi di tahun 2024 pun bisa tenggelam, sebab akan ada persepsi, partai tersebut punya kesamaan dengan kedua partai tersebut. Padahal, pangsa pasar partai Demokrat dan PKS memiliki jumlah yang tebatas. Jika kita mau mengelompokan konstituen dari dasar pola pikir yang ada di masyarkat.

Keputusan PDI P melalui pak Hasto pun sepertinya secara mendalam mempelajari itu. Sehingga dengan terbuka tanpa tedeng aling-aling dengan berani membuat pernyataan tidak akan berkoalisi dengan partai Demokrat dan PKS di pilpres mendatang.

Jika melihat dari hal di atas. Untuk pemerintahan ini pun kita bisa berpesan, bahwa Pancasila dan Demokrasi adalah suatu kesatuan. Kedua-duanya harus dijaga. Itu mungkin kenapa, pendiri bangsa ini menetapkan sistem yang bernama Demokrasi Pancasila. Pemikiran yang sudah digodok matang-matang. Dan kini diasah oleh sang waktu.

Terlepas dari itu semua, apapun yang terjadi nanti adalah proses kehidupan yang harus kita jalani. Biarlah hukum alam dari jagat ini yang membentuk peradaban dari waktu ke waktu. Kita sebagai manusia hanya berupaya. Meskipun untuk bertahan hidup, manusia akan selalu menemukan jalannya melalui berpikir mengikuti relevansi zaman. Karena itulah fitrah pikiran manusia yang dianugerahkan pada kita-. Itu menurut saya, bagaimana menurut anda? Jika berbeda pun tak apa. Udah ah, itu aja. 
Mau Koalisi Dengan Demokrat Dan PKS? Gak Takut Jadi Gurem?

Gegara Taruhan Alphard, Anies Anjlok Turun Level Vs Gibran Di Pilkada Jakarta!

Salah satu keuntungan politis menjadi gubernur ibu kota Jakarta adalah, seringnya jadi bahan berita di media. Karena itu posisi gubernur DKI Jakarta sangat diincar, bagi mereka yang ingin punya karir politik. Sejarah sudah membuktikan, bahwa posisi Gubernur DKI Jakarta telah menghantarkan seorang Jokowi menjadi Presiden RI.

Keuntungan akan tetap jadi keuntungan, jika berita-berita yang beredar isinya baik dan positif. Itu bisa dilihat di pengalaman Presiden Jokowi ya. Sebaliknya, keuntungan itu bisa jadi kerugian, jika berita yang beredar isinya jelek-jelek melulu. Ini yang terjadi pada Gubernur Anies.

Anies ini mudah sekali jadi berita media. Karena memang banyak kejadian di Jakarta. Yang sering terjadi kan banjir, macet dan polusi udara. Lalu soal minimnya fasilitas toilet dan septic tank yang dimiliki warga Jakarta. Bahkan ada berita yang mengagetkan soal ribuan balita kekurangan gizi Sumber.

Inget nggak? Anies sempat menggembar-gemborkan rumah DP 0 rupiah, ketika dia meresmikan pembangunannya. Tapi sesudah itu, yang keluar justru berita negatif. Bahwa jumlahnya tidak mencapai target, bahwa tidak laku, bahwa tidak tergapai oleh warga miskin, dan sebagainya.

Lalu ada lagi soal kelebihan bayar di mana-mana. Soal anggaran fantastis seperti anggaran lem aibon, sebesar 82 miliar rupiah. Tapi, nggak punya anggaran buat beli handuk, ember dan gayung buat melengkapi rumah sakit Covid, sampai bikin surat minta bantuan dana dari kantor kedubes di Jakarta Sumber. Ingat kan?

Mencari berita buruk soal Anies itu sangat gampang. Saya melihat berbagai komentar di video-video saya terdahulu, dari pendukung Anies. Yang menuduh bahwa apa yang saya sampaikan itu sebagai hoaks. Hoaks dari Hong Kong, maszeeh? Semua saya ambil dari berita media, kok. Kalau gak terima dengan beritanya, silakan tuntut medianya. Seperti cnnindonesia.com, detik.com, kompas.com, poskota.co.id, suara.com, dan sebagainya. Gampang kan?

Lanjut ya. Fokus kita kali ini juga berdasarkan pada berita yang sedang beredar. Soal taruhan mobil Alphard, oleh seorang pengamat politik, terkait peluang Anies jadi capres.

Beberapa hari lalu Anies Baswedan seperti mendapatkan angin surgawi. Partai NasDem memilih Anies sebagai bakal capres nomor satu untuk 2024. Anies pun hepi. Sudah ada partai politik yang terhubung dengan ambisinya. Partai politik memang punya peran sangat penting dalam pencapresan. Sebagai kendaraan politik, yang bisa mengusung Anies. Apakah berarti hanya tinggal selangkah lagi, maka Anies akan berhasil mewujudkan ambisinya?

Tidak semudah itu, mas bambaaaang…! Dalam berita terbaru, bahkan NasDem sendiri mengakui bahwa mereka tidak menjamin kalau Anies otomatis akan mendapatkan tiket capres. Karena NasDem masih mencari-cari teman koalisi Sumber. Hingga saat ini NasDem belum menentukan akan berkoalisi dengan partai mana. Sekali lagi ya, tanpa berkoalisi, NasDem tidak akan bisa mengusung capres Sumber. Kalaupun nanti dapat teman koalisi dan memenuhi ambang batas presidensial 20 persen, masih akan ada tarik menarik soal siapa yang bakal jadi capres/cawapres. Tergantung dengan siapa koalisinya.

Misal saja, NasDem bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu, yang terdiri dari Golkar, PAN dan PPP. Tidak mungkin Anies dijadikan capres, karena akan bentrok dengan Ketum Golkar, Airlangga Hartarto. Paling ya jadi cawapres. Itu pun kalau Anies punya modal yang kuat. Posisi cawapres ini pastinya juga diinginkan oleh kader PAN. Lalu bagaimana kalau nantinya KIB malah bergabung dengan PDIP? Ya sudah, Anies tidak akan mendapat tempat di sana.

Bagaimana dengan Gerindra? Kalau NasDem bergabung dengan koalisi Gerindra dan PKB? Anies juga sulit untuk mendapatkan tempat di sini. Wong sudah ada deklarasi Prabowo dan Cak Imin. Sementara Demokrat dan PKS, yang dekat dengan Anies, belum menentukan akan bergabung ke mana. Seandainya NasDem bergabung dengan Demokrat dan PKS, Anies masih ada kemungkinan akan jadi cawapres. Capres-nya ya AHY dong, masak ketum partai mau ngalah? Kira-kira begitu.

Jadi wajar saja, kemudian ada seorang konsultan dan pengamat politik, Hasan Nasbi, yang juga pendiri lembaga Cyrus Network, berani taruhan mobil terkait peluang Anies jadi capres 2024. Mobilnya jenis Alphard lho, mobil mevvah hehehe Sumber.

Kenapa Hasan Nasbi ini berani taruhan Alphard? Ada sejumlah alasan yang dia kemukakan. Salah satunya, kurang lebih seperti yang sudah saya paparkan tadi. Soal koalisi partai yang masing-masing sudah punya capres sendiri, selain Anies. Menurut Hasan, ada satu jalan jika Anies keukeuh mau jadi capres. Yakni jika Anies bergerak sendiri, merangkum partai-partai itu. Tetapi menurut Hasan, Anies tidak punya kemampuan macam itu.

Hasan juga menyebut soal tidak terlihat adanya dukungan dari Presiden Jokowi terhadap Anies nyapres. Ya iya lah, Presiden Jokowi sudah tahu tingkah polahnya Anies, serta ketidakmampuan Anies bekerja.

Kemudian, Hasan juga mengingatkan soal politik identitas, yang bakal jadi hambatan buat Anies di 2024. Politik identitas memang jadi andalan Anies di Pilkada DKI. Hingga saat ini, Anies masih belum lepas dari politik identitas. Seperti menggelar sholat Ied dan menggelar sepak bola bersama para ulama di stadion JIS. Sementara, kesuksesan Presiden Jokowi memimpin dan jadi presiden selama 2 periode, tanpa memainkan politik identitas, akan menohok Anies, jika tetap saja memakai politik identitas. Terus, kalau nggak main politik identitas, Anies mau pakai strategi apa lagi kan? Hehehe…

Yang terakhir, Hasan Nasbi mengingatkan soal berakhirnya masa jabatan Anies pada bulan Oktober nanti. Menghubungkannya dengan karakter masyarakat Indonesia. Jika orang masih punya jabatan, semua orang datang menemuinya. Namun, ketika jabatan itu berakhir, nyari teman ngopi pun susah, katanya Sumber. Nah, ini bener banget kan. Kenyataan yang kerap terjadi ya.

Dengan segala faktor itu, Hasan Nasbi pun berani bertaruh mobil Alphard. Lewat akun media sosialnya, Hasan menyatakan sudah ada pendukung Anies yang “salaman” dengannya. Pertanda menerima taruhan ini, dengan mobil Alphard baru Sumber Twitter. Mantap dong. Jadi juga nih taruhannya.

Kebayang kalau jadi Anies ya. Harga dirinya langsung ngedrop. Yang bikin taruhan kan seorang konsultan politik. Bukan orang awam. Nggak main-main juga. Analisanya pun masuk akal. Sepertinya banyak pula pihak yang sependapat dengannya. Tidak mengada-ada kok. Peluang Anies jadi capres memang menipis. Bahkan kalau mau jadi cawapres, Anies harus mampu mempersiapkan logistik yang besar. Kurang lebih seperti Sandiaga Uno dulu. Untuk biaya kampanye, Sandiaga mengakui sudah menghabiskan dana hingga 1,4 triliun rupiah Sumber. Kecuali, ada yang mau membantu Anies dari segi logistik. Itu pun tampaknya sangat kecil ya kemungkinannya.

Ketika akhirnya Anies tidak bisa jadi capres. Dan menyebabkan Hasan Nasbi menang satu mobil Alphard baru. Misalnya, hanya bisa diusung oleh NasDem, Demokrat dan PKS jadi cawapres saja. Apakah Anies mau? Kayak turun level gitu ya. Sekalian aja maju di Pilkada DKI lagi. Daripada malu hanya di level cawapres kan ya?

Menjelang akhir tahun 2021 silam, ada pengamat politik yang juga menyarankan agar Anies kembali saja maju di Pilkada DKI Jakarta 2024. Karena setelah habis masa jabatannya, akan sulit bagi Anies untuk menjaga stamina dan elektabilitasnya, untuk bisa meraih dukungan partai. Kembali ke Jakarta disebut merupakan pilihan rasional atau yang masuk akal buat Anies Sumber. Anies sendiri pernah mengakui bahwa dia berencana untuk berkampanye pada tahun 2022, seandainya Pilkada DKI Jakarta digelar pada tahun 2022 juga. Ya sama saja kan. Pilkada DKI Jakarta berikutnya digelar pada 2024. Ya sudah, silakan Anies maju lagi.

Maka kemungkinannya, lawan Anies nanti adalah Gibran. Soal Gibran maju Pilgub ini kan sudah mulai terdengar gaungnya. Sudah ada 2 ketua umum partai besar yang menyarankan Gibran maju Pilgub di DKI Jakarta atau di Jawa Tengah Sumber. Gibran juga sudah menoreh banyak prestasi. Sepak terjangnya bahkan sudah sampai ke tingkat internasional. Mas Wali ini sudah berhasil membawa UMKM ke Paris. Gibran juga mampu mengatasi berbagai serangan politis dengan elegan, kocak dan cerdas. Udah pas kan?

Oleh sebab itu, Anies ya siap-siap saja untuk bertarung dengan Gibran. Ini bukan lawan ecek-ecek lho. Anies juga bakal sulit memainkan politik identitas ke Gibran. Mungkin pilihan Anies nanti jadi cawapresnya AHY atau maju di Jakarta melawan Gibran. Keduanya sama saja sih. Bakal menurunkan level Anies.

Punya ambisi tinggi itu boleh-boleh saja. Tentu dengan melihat kemampuan diri. Apalagi jika ambisinya adalah menjadi pemimpin rakyat. Maka di dalam dirinya harus ada niat untuk bekerja dan mengabdi pada rakyat. Menjadi pelayan rakyat. Maka semua kegiatannya pun harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya buat rakyat. Sehingga di sisi lain, rakyat yang merasakan manfaat itu, akan berterima kasih dan tidak akan melupakan jasa sang pemimpin. Kalau sudah memenuhi syarat itu, ya silakan untuk lanjut nyapres. Kita lihat saja perkembangan selanjutnya ya.
Gegara Taruhan Alphard, Anies Anjlok Turun Level Vs Gibran Di Pilkada Jakarta!

Duet Ganjar-anies, Demokrat Ketakutan Ya Kalau Sampai Terwujud?

Partai Nasdem pernah mewacanakan duet pemersatu bangsa, yaitu Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Disebut duet pemersatu bangsa karena diyakini dapat menghentikan polarisasi dan politik identitas yang semakin lama semakin memprihatinkan. Anies dianggap mewakili kubu agamis, sedangkan Ganjar merepresentasikan kalangan nasionalis sehingga keduanya perlu disatukan.

Saya pribadi tak setuju, karena ini adalah usaha untuk melupakan sejarah kelam demokrasi di mana ada satu kelompok yang terang-terangan menggunakan politik identitas, menggunakan SARA bahkan sampai mempolitisasi mayat. Orang yang mati pun mau diancam juga. Ini adalah peristiwa yang sangat biadab dan kurang ajar.

Dan kalau sekarang ada yang berusaha meyakinkan kita untuk melupakan atau memaklumi atau merelakan, ini tidak masuk di akal sehat. Ini ibarat mencampurkan minyak ke dalam air sambil berharap keduanya larut menjadi larutan homogen. Ini tidak akan pernah terjadi.

Di sisi lain, Demokrat juga berkomentar terkait duet Anies-Ganjar.

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menanggapi berbeda soal duet pemersatu bangsa yang ditawarkan Partai Nasdem.

Kamhar menyoroti perlunya peningkatan derajat dan kualitas demokrasi demi menghentikan polarisasi politik. "Semestinya itu diwujudkan agar polarisasi yang bersumber dari eksploitasi terhadap politik identitas secara berlebihan bisa teratasi," kata dia.

Menurut Kamhar, menduetkan Anies dan Ganjar sebagai capres dan cawapres hanya jalan pintas menghentikan polarisasi akibat pesta politik. Mewujudkan duet Anies dan Ganjar sebagai representasi dua kutub politik yang selama ini dihadap-hadapkan sebagai pengejawantahan politik identitas, sama saja dengan melanggengkan politik identas itu sendiri.

"Jadi, tidak menyelesaikan persoalan," katanya.

Saya sedikit setuju. Menduetkan mereka berdua sama saja dengan kita seolah dipaksa untuk memaklumi dan melupakan apa yang sudah terjadi.

Tapi kalau Demokrat yang bicara, maka tafsir dan maksudnya bisa saja berbeda. Kita tahu, Demokrat mau mengusung AHY sebagai capres atau minimal cawapres. Sayang, partai ini tak cukup kuat untuk mengusung AHY tanpa koalisi. Hanya PDIP satu-satunya yang bisa.

Sempat ada analisis yang menyebutkan bahwa Demokrat, Nasdem dan PKS akan bergabung untuk membentuk koalisi dan mengusung capres. Bahkan ketiganya dikabarkan makin serius.

Sehingga, kalau Anies dan Ganjar diduetkan, maka AHY mau di taruh ke mana? Hahaha. Demokrat berkoalisi tapi tak dapat keuntungan apa pun, hahaha. Ini sama saja dengan pilpres 2019 di mana Demokrat dipaksa koalisi tapi tak dapat apa pun, hahaha. Dulu sempat terdengar kabar AHY akan jadi cawapres, sebelum ditikung dengan tragis di menit terakhir karena isu kardus.

Kalau AHY tak masuk hitungan, apakah Demokrat mau koalisi? Makanya Demokrat pasti protes kalau AHY tidak jadi, minimal, cawapres. Si Kamhar hanya berkomentar normatif, yang bisa jadi diartikan sebagai protes halus.

Takut ya AHY ditinggalkan lagi? Hahaha.

Saya paham kok kekhawatiran Demokrat. Apalagi kekhawatiran SBY yang pasti tidak akan bisa tenang sebelum mengantarkan anaknya ke puncak jabatan politik. Kering kekuasaan selama hampir 10 tahun, rasanya tidak nyaman. Ini mirip dengan post power syndrome.

Tapi saya hanya kasihan dengan Demokrat. AHY sampai detik ini bukan kuda hitam, alias tidak diperhitungkan meski namanya dikenal semua orang. Dipasangkan dengan Anies, juga bukan pilihan bagus.

Jika Ganjar out, Anies-AHY memang opsi paling bagus. Ini sebenarnya yang diinginkan Demokrat. Kalau bisa AHY-Anies. AHY yang jadi capres hahaha.

Demokrat hanya akan dikenang bukan karena hal baiknya. Coba lihat komentar orang mengenai Demokrat. Tak ada yang bagus. Candi Hambalang lah. Proyek mangkrak lah. Negara berjalan auto pilot lah. Kader banyak yang kena kasus lah. Slogan yang diplesetkan menjadi 'Katakan Tidak Pada(hal) Korupsi'.

Dengan prestasi semu ekonomi meroket era SBY, Indonesia sebenarnya ketinggalan dari negara lain. Kalau melihat lebih dalam, biasa saja sih. Dan euforia palsu ini mau dihidupkan lagi lewat AHY. No way lah. Sudah cukup 10 tahun disia-siakan. Jangan lagi sampai AHY menambah beban lanjutan. Lanjutkan? No way lah.

Dari cara dia memimpin partai Demokrat saja sudah terlihat memprihatinkan. Apalagi sampai disuruh memimpin negara. Jangan sampai deh.

Bagaimana menurut Anda?

Duet Ganjar-anies, Demokrat Ketakutan Ya Kalau Sampai Terwujud?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/duet-ganjar-anies-demokrat-ketakutan-ya-kalau-RcHPq01pTf

Prabowo yang Banyak Tertawa Setelah Bertemu AHY. Geli atau apa???...

Jangan-jangan bisa dikatakan bahwa orang yang paling sibuk menyambut pilpres 2024 nanti adalah Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Pria anak sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berakronim AHY itu beberapa hari belakangan diketahui rajin berkunjung kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai calon pengusung pasangan capres-cawapres 2024 mendatang. Sibuk.

Anies Baswedan yang "gubernur rasa presiden" saja tak sesibuk AHY. Begitu pula Ganjar, walaupun didukung relawan yang bejibun jumlahnya, juga tak membuatnya seribet AHY.

Tapi kan Anies dan Ganjar adalah pejabat publik? Jadi mereka terikat dengan peraturan? Lagi pula AHY kan memang ketum partai politik, jadi ya wajar bila harus banyak-banyak menjalin komunikasi dengan berbagai partai politik lainnya?

Mungkin betul! Tapi bila dibandingkan dengan ketum parpol lainnyapun, tetap saja AHY yang tersibuk. Cak Imin mungkin yang bisa menyaingi kesibukan AHY. Tapi sibuknya Cak Imin, walau masih samar, sudah terlihat hasilnya.

Kembali ke AHY, eberapa hari yang lalu, baru saja bertemu dengan Nasdem. Bos Nasdem, Surya Paloh, mengatakan bahwa telah menyepakati beberapa hal dan kemungkinan untuk berkoalisi cukup besar. Tapi secara diplomatis, Surya Paloh meyakinkan bahwa itu bukan terkait dengan masalah pencapresan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Deg!

Nah, Jum'at malam kemarin 24 Juni 2022, AHY diketahui menyambangi kediaman Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Silaturahmi dan diskusi kata AHY mengenai pertemuannya itu.

Setelah pertemuan, dikutip dari [TEMPO.CO](https://nasional.tempo.co/read/1605466/prabowo-terbahak-bahak-belum-mau-buru-buru-koalisi-dengan-ahy tempo.co), Prabowo Subianto beberapa kali tertawa terbahak-bahak. Prabowo juga meyakinkan bahwa belum ingin buru-buru membentuk koalisi dengan Demokrat.

"Apalagi yang kurang jelas? hahahah," kata Prabowo. Terkait peluang koalisi dengan Demokrat, "Hahaha, sudahlah kalian yang nebak, hahaha," kata Prabowo terbahak lebih kencang.

Tidak biasanya. Benar, tidak biasanya Prabowo banyak tertawa seperti itu. Bahkan ketika sudah terjadi kesepakatan –walau sementara-- dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Cak Imin-nya, Prabowo juga tidak segirang itu.

Ada apakah gerangan hingga Prabowo bisa tergelak seperti itu? Bahkan ketika tidak ingin terburu-buru bekerjasama dengan Demokrat yang baru saja ditemuinya?

Mari kita duga-duga. Pertama, Prabowo merasa geli atas AHY. Geli karena melihat AHY yang masih begitu cupu harus memimpin sebuah partai hingga pontang-panting begitu. Dengan risiko tidak laku lagi!

Prabowo bisa juga geli karena mungkin saja ada permintaan sebagai syarat untuk berkoalisi, yang terlalu berlebihan untuk ukuran partai medioker seperti Demokrat ini. AHY dan Demokrat bisa jadi minta yang enggak-enggak, yang tinggi-tinggi, yang berlebihan yang tidak selayaknya bagi sebuah partai yang datang belakangan yang ingin berkoalisi.

Kedua, Prabowo tergelak-gelak karena posisinya sekarang yang terasa terbalik bila dibandingkan dengan saat menjelang pilpres 2019 lalu. Waktu itu Prabowo harus menemui Demokrat hingga berkali-berkali, dan ketika Demokrat menunjukkan dukungannya pun terkesan terpaksa dan setengah-setengah.

Ketika kini Demokrat yang seakan-akan mengejarnya, ya pantas bila Prabowo tertawa lebar. Demokrat dan AHY yang bermanuver layaknya jurus mabok itu, tentu sedikit banyak membuat Prabowo puas. Kekalahannya atas SBY dulu seakan sedikit terbalas.

Akhirnya memang waktu menuju pilpres 2024 masih lama. Masih banyak yang bisa berubah. Masih banyak yang bisa terjadi.

Pertanyaannya masih sama, nasib AHY bagaimana?

Prabowo yang Banyak Tertawa Setelah Bertemu AHY.  Geli atau apa???...

Sumber Utama : https://seword.com/politik/a-hyPE3CSakG

Gus Miftah Sudah Benar, Ulama Memang Harus Menenangkan!

Yang termasuk tindakan konkrit dari beliau-beliau yang berkategori pemuka agama, ya memang hanya doa dan memberi pemahaman tentang agamanya, termasuk di dalamnya soal kepasrahan dan kesabaran. Bukan malah suruh nanggung makan-minum dan hidup orla*. Orang lain.

**

Bapak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, 12 gerai Holywings di Jakarta dicabut izin usahanya. Seperti menular, penutupan restoran itu merembet ke seluruh Indonesia. Bertambahlah pengangguran.

Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah pun mendoakan agar karyawan Holywings bisa dapat pekerjaan yang lebih baik. Tak lupa Gus Miftah mengingatkan untuk tidak khawatir dengan hidup mereka selanjutnya. Dan tetap percaya pada Tuhan.

"Maka jangan kita menjadi orang yang MTS, musrik tanpa sadar. siapa mereka? orang-orang yang meragukan rezeki dari Allah SWT. kita doakan temen-teman Holywings dapat pekerjaan yang lebih baik dan rezeki yang halal," kata Gus Miftah.

Sampai di sini ya memang tidak ada yang aneh. Tidak ada yang di jual. Juga tidak ada yang dimanfaatkan atau ditunggangi, tidak ada yang dipolitisasi.

Sudah.

Sebagai seorang ulama seharusnya ya memang begitu. Secara psikologis dan spiritual, mereka para karyawan Holywings memang harus diberi ketenangan.

Dipastikan saat ini mereka sedang kalut dan bingung. Bahkan bingung salah mereka sebenarnya apa, masalahnya sebenarnya apa?

Nah Gus Miftah datang dengan sadar dan tidak ingin memanfaatkan kekalutan eks karyawan itu. Gus Miftah tidak memancing di air keruh.

Tidak seperti "ulama-ulama" saat kasus Ahok 2016 lalu. Saat itu di tengah-tengah kemarahan masyarakat yang disulut oleh pernyataan Ahok yang dipotong, mereka malah memanfaatkannya, mempolitisasinya, demi mencapai tujuannya sendiri. Tujuan yang seringkali tidak sesuai dengan keulamaan mereka.

Bantuan doa serta motivasi kesabaran dan kepasrahan memang seharusnya yang diberikan oleh seorang ulama. Urusan hukum biar menjadi ranah praktisnya. Urusan ekonomi pun begitu juga.

Bukan berarti enak-enakan, tapi memang sesuai porsinya ya memang harus seperti itu. Sebagai ulama ya tidak harus provokatif, atau malah menjadi pimpinan demo. Sebagai ulama ya tidak musti bertindak seperti lembaga penampungan sosial atau Disnakertrans.

Memberi bantuan juga jangan seperti promotor (dalam artian yang negatif). Misalnya seperti Amerika Serikat yang membantu Palestina sebesar USD364 juta. Tapi persenjataan dan amunisi darinya yang berada di Israel senilai lebih dari US$ 1 miliar. Itu sama saja menjaga Palestina tetap ada tapi kemudian membiarkan Israel untuk menembakinya.

Belum lagi secara ekonomi, Amerika Serikat tetap dapat keuntungan dari penguasaan minyak dan efek dari kekisruhan yang berkepanjangan di Timur Tengah. Sementara secara politik, Amerika Serikat juga panen dari praktik politik identitas dan islamophobia. Dasar kafiroon….

Ah, kok kemana-mana.

Kembali ke Gus Miftah. Jelas apa yang disampaikan Gus Miftah terkait karyawan Holywings itu adalah kebaikan. Dan seharusnya sebuah kebaikan tidak perlu dijadikan masalah. Jangan memperuwet keadaan.

Gus Miftah Sudah Benar, Ulama Memang Harus Menenangkan!

Sumber Utama : https://seword.com/umum/gus-miftah-sudah-benar-ulama-memang-harus-Dg5C6ldILv

Silahkan klik Warga KalSel di "Waluhi OLIGARKI Daerah" atau Oligarki Pusat ?!!!

Klik Jejak Anies dan Intoleransi yang BERBAHAYA untuk Indonesia

Klik juga : Dunia HEBOH ... !!!

Silahkan klik Benturkan Agama !!! buat Cebong dan Kampret Berkelahi dan KADRUN Berjaya !!!

Klik RIBUT

klik juga "VIRAL" Film Lady Of Heaven dan VERSI LONDON (Syi'ah London, Sunni AS, HTI London Dll)

KELEBIHAN Bayar ?? VS Korupsi ... !!! 

Klik juga Saatnya Pakai Akal SEHAT, Bukan Pake Kata DUNGU !!!!!! 

Klik juga 2024 saatnya seluruh warga Banua Banjar KalSel turun memberikan suara !!!

Klik juga Politisisasi Agama menghasilkan HOAX yang Terpercaya !!! 

Warga Banua Banjar 2024 pengen yang Baru di parlemen KalSel !!!!

Dosen UNISKA yang terkesan Bela Edy Mulyadi dkk "Hina Kalimantan" bukan mewakili Anak Kalimantan dan DAYAK !!! 

Foto-foto BEM SI (Badan Executive Mahasiswa Seluruh Indonesia) dan simpatisannya ??!!??

DAYAK VIRAL : #MaafBolehSajaProsesHukumTetapBerjalan !!!!! 

Benang Merah DEMO di KalSel !!!

Silahkan klik ini juga : "Operasi Doktrin Terorisme ukhti FPI" : Muhammad Uhaib As’ad Ketua KAMI Kal-Sel sebut Rezim Sekarang "Tidak Berbeda" dengan Rezim ORBA ?!!!

Sebagai pelengkap klik ini juga ya : Fraksi PKS & Demokrat "Jangan Buang Badan" - DEMO : Muhammad Uhaib As’ad , Ahdiat Zairullah hingga Rocky Gerung

Info tambahan Klik juga Ade Armando Doa Kebaikan Untukmu : Cuci Otak "Anak Muda" akhirnya apapun SALAH tanpa AKHLAK

yang ini klik Saatnya PERCAYA TUHAN dan Jokowi !!! Demo 11 April 2022, MAHASISWA atau MAHASEWA ??!!! 

klik juga ini Demo 11 APRIL : Ustadz Ormas Terlarang HTI di "SANJUNG" di KalSel, ini buktinya !!! Benarkah kader Ormas Terlarang HTI !!!

klik ini Yang Batu Siapa ? Yang Tangan Siapa ? Apakah ormas Terlarang HTI dan FPI masih menggurita & "Mencuci otak" warga KalSel 

klik juga ini #JanganMaudiWALUHi

juga ini  Foto-foto BEM SI (Badan Executive Mahasiswa Seluruh Indonesia) dan simpatisannya ??!!??

yang ini juga klik #JokowiSelaluSALAH 

Jangan lupa klik ini juga  Mengenal Wakil Rakyat KALSEL dan Kota Banjarmasin 2019-2024

serta klik ini 2024 : Saatnya Partai baru SUKSES di KalSel hingga Indonesia !!!

klik juga Kalau PKS (Partai Keadilan Sejahtera) "Tumbang" dalam PEMILU 2019 akankah GARBI menjadi "Penggantinya" ??!!  

https://news.detik.com/berita/d-6028229/jenguk-ke-rs-grace-natalie-ungkap-kondisi-terkini-ade-armando

https://gusdurian.net/pernyataan-sikap-jaringan-gusdurian-mengutuk-segala-bentuk-kekerasan/

https://banjarmasin.tribunnews.com/2021/03/27/la-nyalla-mattalitti-dinilai-habib-banua-layak-jadi-presiden-ini-pertimbangannya  

Klik juga videonya dilink dibawah ini :

BONGKAR OTAK DALANG AKSI 11 APRIL

Di bantu share agar masyarakat tidak ikut ikutan🙏🙏 Salam Indonesia Damai

 

Re-post by MigoBerita / Kamis/30062022/11.32Wita/Bjm