Arsip Migo Berita

KACAU atau Apa ??!!


Migo Berita - Banjarmasin -
  KACAU atau Apa ??!!

Ketika Ibu Rosti Simanjuntak Mulai Tegar Menghadapi Peristiwa Pembunuhan Anaknya Yosua

Ibu Rosti Simanjuntak kini mulai tegar dalam menghadapi peristiwa kasus pembunuhan anaknya Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat, Jumat (8/7/2022) lalu. Lewat akun media sosial Facebook adiknya Rohani Simanjuntak, Rosti Simanjuntak, Rabu (31/8/2022) mulai tampak tegar menyapa warganet.

“Kondisi kakak kami Rosti Simanjuntak sudah mulai tegar. Meski kemarin tidak menonton proses rekonstruksi anaknya karena aliran listrik PLN mati. Tapi bersyukur juga aliran listrik PLN mati, karena kakak kami Rosti Simanjuntak belum sanggub melihat kronologis pembunuhan anaknya,” ujar Rohani Simanjuntak sembari menyapa warganet saat siaran langsung FB.

“Salam kami untuk semuanya, atas dukungan Doa sehingga kasus peristiwa pembunuhan anak kami bisa terungkap dengan jelas. Mohon dukungannya agar kasus pembunuhan anak kami terang semuanya. Juga kepada Polisi bekerja dengan bijaksana dan adil,” kata Rohani Simanjuntak, sembari menunjukkan wajah Rosti Simanjuntak dilayar FB.

Menurut Rohani Simanjuntak, kondisi Ibunda Yosua, Rosti Hutabarat sudah mulai tegar, namun kakinya masih lemas sehingga belum bisa mengajar di sekolah tempatnya bekerje sebagai Guru SD Suka Makmur, Sungai Bahar, Muarojambi.

Siaran langsung Rohani Simanjuntak bersama Rosri Simanjuntak ini disukai 3,2 ribu warganet, 1,7 ribu komentar memberikan penguatan dan semangat kepada Ibunda Yosua, Ibu Rosti Simanjuntak dan 20 ribu tayangan di layar FB.

Sementara itu ayah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Samuel Hutabarat mengaku kecewa dengan pihak kepolisian karena pihak pengacara keluarganya, Kamaruddin Simanjuntak dan Tim Penasehat Hukuk tidak diperbolehkan menyaksikan rekonstruksi pembunuhan Brigadir Yosua, Selasa (30/8/2022). Diketahui rekonstruksi tersebut dilakukan di rumah mantan Kadiv Propam Mabes Polri di Duren Tiga dan Sanguling, Jakarta Selatan. Dalam rekonstruksi dihadiri langsung para tersangka yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal dan sopir Putri Kuat Ma'ruf.

Kelima tersangka disangkakan dalam Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 Jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau selambat-lambatnya 20 tahun.

Keluarga Samuel Hutabarat/Rosti Simanjuntak

Penulis juga mengulik sedikit profile keluarga Samuel Hutabarat/ Rosti Simanjuntak. Samuel Hutabarat remaja memutuskan mempersunting Rosti Simanjuntak sebagai pasangan hidup.

Sekian lama membina bahtera rumah tangga, kedua pasangan ini akhirnya memiliki empat anak. Dua perempuan dan dua laki-laki. Anak pertama bernama Yuni Hutabarat, kedua Nofriansyah Yosua, ketiga Devi Hutabarat dan keempat Bripda Mahareza Putra Hutabarat.

Samuel Hutabarat lahir di tahun 1965, di Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Di tahun 1997, Samuel Hutabarat memutuskan menetap di Kecamatan Bahar, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi mengikuti istrinya Rosti Simanjuntak yang bertugas selaku Guru SD 74 Desa Suka Makmur, Muarojambi.

Samuel Hutabarat pernah bekerja kantoran. Namun itu tidak berselang lama. Dia akhirnya memutuskan banting setir menjadi petani sawit. Sehari-hari, Samuel Hutabarat bekerja sebagai seorang petani sawit. Pekerjaan yang tekun dia geluti ini untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga dengan empat anak. Bahkan dari hasil bertani, Samuel Hutabarat sukses menyekolahkan anaknya.

Sementara Itu, Rosti Simanjuntak lahir di Kecamatan Balige, Tapanuli Utara, pada tahun 1968. Sudah 20 tahun Rosti Simanjuntak mendedikasikan hidupnya sebagai pengajar (guru SD). Dia tercatat sebagai guru di SD 74 Suka Makmur, Sungai Bahar di Unit I, Muarojambi.

Rosti Simanjuntak menjadi guru di SD 74 (PNS) mengajar pada tahun 2003, dan terdahulunya di unit delapan dan pindah di sini SD 74 Suka Makmur itu di tahun 2003.

Di mata keluarga, Nofriansyah Yosua Hutabarat adalah sosok yang dikenal oleh keluarga orang paling ramah dan lembut. Yosua lahir di Kelurahan Tanjung Pinang, Kota Jambi, pada 20 November 1994.

Yosua Hutabarat dibesarkan di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi. Dia menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 74 Muarojambi, SMP Negeri 12 Muarojambi dan SMA Negeri 4 Muarojambi. Setelah lulus sekolah, dia mengikuti tes polisi di SPN Polda Jambi tahun 2012, hingga menjadi anggota Korps Brigade Mobil (Brimob).

Yosua Hutabarat, mulai berkarir sebagai polisi, khususnya di Korps Brimob sejak 2012. Dia mengikuti pelatihan di Pusat Pendidikan Brimob Watukosek, Pasuruan, Jawa Timur, selama 7 bulan.

Kemudian Yosua Hutabarat ditugaskan di Mako Brimob Batalyon B Pelopor di Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Jambi pada tahun 2013, yang terhitung rawan. Karena Yosua dipercaya sebagai penembak jitu atau sniper. Dia juga pernah dikirim ke Papua.

Usai bertugas di Mako Brimob Polda Jambi, Yosua Hutabarat kemudian bertugas pada Provos pada tahun 2016. Kurang lebih tiga tahun Yosua Hutabarat bertugas di sana. Pada tahun 2019 akhir, Brigadir Yosua Hutabarat ditarik Mabes Polri untuk menjadi ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

Sementara Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat seharusnya akan mengikuti wisuda sebagai sarjana Ilmu Hukum di Universitas Terbuka (UT) Jambi, di Jakarta pada Selasa (23/8/2022). Dia menempuh kuliahnya hingga 7 tahun di UT Jambi karena sering pindah tugas (BKO).

Namun impian Brigpol Yosua Hutabarat mengenakan toga ini pupus, usai ia menjadi korban pembunuhan di rumah dinas mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022) lalu.

Korban Pembunuhan Sang Jenderal

Seperti diberitakan sebelumnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat meninggal tak wajar (korban pembunuhan) di Rumah Dinas Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo pada Jumat 8 Juli 2022 pukul 17.00 WIB. Jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat telah dikebumikan di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Muarojambi, Provinsi Jambi, Senin (11/7/2022).

Kemudian pengangkatan jenazah atau ekshumasi Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Muarojambi, Provinsi Jambi, telah dilakukan Rabu (27/7/2022) pagi guna penyidikan kasus pembunuhan berencana.

Sebelum proses ekshumasi, dilakukan doa bersama yang dihadiri seluruh keluarga Samuel Hutabarat/Rosti Simanjuntak, Bripda Reza Hutabarat (adik almarhum), tim kuasa hukum keluarga Kamaruddin Simanjuntak, Nelson Simanjuntak, Martin Lukas Simanjuntak, Jhonson Panjaitan, Mansur Febrian, dan keluarga besar PBB Jambi serta pihak kepolisian yang hadir.

Usai proses ekshumasi dilanjutkan autopsi ulang jenazah Brigadir Yoshua di RSUD Sungai Bahar, Muarojambi, Provinsi Jambi, Rabu (27/7/2022) hingga Pukul 13.00 WIB. Autopsi ulang melibatkan sejumlah dokter forensik dari berbagai rumah sakit dan universitas yang dipimpin oleh Kepala Departemen Forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ade Firmansyah Sugiharto.

Kejanggalan meninggalnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat telah menyita perhatian publik sejak Senin (11/7/2022) hingga Kamis 1 September 2022, baik di media massa maupun sosial media.

“Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu,” (1. Yohanes 16:22). Tegarlah kembali Inang Rosti Simanjuntak. Anak-anak didikmu menunggumu di Sekolah. (***)

Ketika Ibu Rosti Simanjuntak Mulai Tegar Menghadapi Peristiwa Pembunuhan Anaknya Yosua

Sumber Utama : https://seword.com/umum/ketika-ibu-rosti-simanjuntak-mulai-tegar-f9dW4SBBCS

Anies – Puan Vs Prabowo – Ganjar?

Dinamika politik menjelang 2024 tampaknya semakin mengerucut saja ke hanya beberapa nama. Memang belum ada yang pasti sebelum para ketum parpol mendaftarkan nama-nama ke KPU.

Seperti 2019 lalu, semua menjadi jelas menjelang deadline ke KPU. Hanya saja, yang difokuskan ketika itu cuma menyangkut nama-nama cawapres. Sedangkan nama capresnya tetap: Jokowi dan Prabowo. Ketika Gerindra dan koalisi mengesahkan Sandiaga Uno, PDIP cs pun menetapkan KH Ma’ruf Amin, yang bahkan belum pernah disebut-sebut.

Tapi itulah politik, penuh intrik dan tentu saja perhitungan. Ibarat main catur antara dua orang yang kemampuannya setara, harus cermat mengamati langkah lawan. Salah sedikit, bisa ambyar. Seperti Roy Suryo yang selama ini merasa jago dan kebal hukum, namun ketika salah langkah, akhirnya kini benar-benar ambyar.

Untuk 2024, belum ada nama-nama pasti yang akan menjadi capres atau wakil. Mungkin baru Gerindra yang sudah sampai pada tahap penampakan menyangkut capres. Dalam rakernas belum lama ini, ketua umumnya, Prabowo Subianto hampir pasti akan maju ke gelanggang, walau sudah uzur.

Prabowo sebagai “pemilik” Gerindra memang punya banyak keuntungan dan kelebihan soal penetapan nama ini. Meski harus mencari minimal satu partai untuk memenuhi syarat ambang batas (presidential threshold), namun itu soal mudah.

Meski belum ada sosok-sosok yang sudah pasti, namun geliat dan manuver para ketum parpol sudah bisa diajukan sebagai gambaran. Paling tidak, sosok-sosok yang nanti tampil tidaklah jauh-jauh dari orang-orang yang selama ini sudah santer di publik.

Nasdem pasti sulit melepaskan Anies Baswedan. Dan berita tentang sowannya Puan Maharani ke Gondangdia, markas Nasdem, seolah memberikan gambaran yang semakin jelas dan terang. Sambutan Paloh yang sangat hangat dan antusias, bukan tidak mungkin menelorkan pasangan Anies – Puan.

Kok bisa? Sekali lagi, ini politik Bung. Muaranya adalah kekuasaan. Soal nasionalisme dan kepentingan rakyat dan bangsa yang lebih besar ke depan, itu hanya jargon semata. Ibarat aroma kentut yang menyengat sebentar lalu menghilang. Kekuasaan, dinasti, peluang bisnis, atau kepentingan strategis lainnya, itulah yang menjadi incaran utama, ternyata.

Seperti dikatakan tadi, politik itu ibarat permainan catur. Para pemain harus cermat dan jeli mengamati dan mempelajari setiap langkah lawan. Adapun para pemain yang dimaksud di sini, adalah Paloh, Prabowo, Megawati. Merekalah pemain utama, yang akan menjadi penentu.

Ketika Puan mendekat ke Nasdem -- di mana langkah Puan ini jelas sudah atas restu Megawati – hal ini pasti membuat Prabowo dan Gerindranya mulai berpikir dan bergerak. Faktor Puan yang elektabilitasnya tidak bagus-bagus amat, mungkin tidak terlalu masalah. Namun Anies yang selalu bertengger pada 3 besar di survei, dan memiliki basis massa militan sendiri, pasti mendapatkan sorotan utama.

PD-nya Megawati mengerahkan Puan, tampaknya berdasarkan hasil survei di mana PDIP sebagai partai masih menempati posisi teratas di dalam survei. Dan jika hanya berbekalkan hasil survei ini, Megawati jelas salah besar. Jargon bahwa “rakyat memilih sosok capres, bukan partai politik”, mestinya jadi pertimbangan utama Megawati dan parpolnya itu. Dan pada faktanya, keterpilihan Ganjar Pranowo justru semakin menguat. Adapun Puan, hanya karena digerakkan oleh mesin partai.

Puan memang sudah ada kemajuan, di mana lewat spanduk-spanduk terbarunya, dia sudah jelas dan tegas soal jati dirinya. Mandiri, tidak lagi bawa-bawa nama lain. Dalam spanduk-spanduk terbarunya, dia sudah mengatakan tentang dirinya yang akan menjadi calon presiden pada 2024. Dan menurutnya, keberadaan seorang perempuan Indonesia menjadi capres, itu layak menjadi kebanggaan bangsa.

Maka dengan melihat dinamika itu, di mana PDIP tampaknya memang sudah “serius” mengajukan Puan, dan mengabaikan kader terbaik Ganjar Pranowo, maka hadirnya Anies – Puan sudah bukan cuma andai-andai lagi. Dengan catatan, Paloh tidak akan melepaskan Anies.

Dengan hampir pastinya PDIP mengusung Puan sebagai cawapres bagi Anies, maka Prabowo harus menghitung siapa yang kira-kira yang bisa mengatasi Anies, dan mengail suara PDIP? Ganjar Pranowo, yang saat ini gubernur Jawa Tengah, adalah jawabannya.

Beberapa kali penulis mengatakan “hampir pasti”, yang artinya memang belum ada kepastian. Sebab kepastian itu baru terjadi jika nama-nama yang sudah ditetapkan partai dan koalisi siap didaftarkan ke KPU. Maka adanya perubahan atas analisis dan prediksi ini adalah keniscayaan.

Hanya saja, penulis memprediksi bahwa penentuan nama-nama ini akan alot hingga detik-detik terakhir menuju deadline yang ditetapkan KPU. Akan terjadi saling intip, dan tunggu. Bila akhirnya Nasdem duluan mengawinkan Anies – Puan, maka Gerindra akan merangkul Ganjar untuk cawapres Prabowo.

PDIP akan hati-hati, sebab jika sampai ada kesan bahwa Ganjar dibuang, maka tamatlah riwayat Banteng. Maka Ganjar tidak boleh buru-buru menerima lamaran orang lain sebelum PDIP benar-benar mengesahkan Puan untuk cawapres. Sebab jika Ganjar lebih dulu hengkang, PDIP akan tersenyum puas dan koar-koar bahwa Ganjar-lah yang sedianya mereka usung, namun tidak sabaran.

Dan situasi seperti ini akan sulit bagi Ganjar yang akan dituding partainya sebagai kader yang tidak setia, tidak sabaran, ambisius dan sebagainya itu. Padahal, kata partai nanti, Ganjar-lah sebenarnya yang akan diusung partai. Pokoknya akan ada narasi-narasi yang disesuaikan.

Tapi semoga saja Nasdem lebih dahulu mengesahkan Anies Puan, sehingga Ganjar pun diambil Prabowo, sehingga tepatlah prediksi dan analisis ini.

Anies – Puan Vs Prabowo – Ganjar?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/anies-puan-vs-prabowo-ganjar-phjcLC47Yo

Masih Mending Ganjar, Bagaimana Andai PDIP Melupakan Puan?

Bagai disambar petir di siang bolong andai PDIP mengucapkan 'selamat tinggal' pada Puan Maharani.

Istilah orang, hil yang mustahal kalau Puan ditinggalkan oleh PDIP.

Tetapi, ada kemiripan kiasan atas tahapan pra kualifikasi piala liga sepak bola. Apa Puan memulai debutnya dalam bursa bacapres, baik lewat survei maupun penjaringan aspirasi dari bawah ke atas terutama ditangani oleh PDIP itu sendiri.

Andai Puan akan terdepak dari PDIP karena tidak mencapai suara dukungan terbanyak dari masyarakat sebagai syarat merahi tiket untuk masuk babak bacapres itu terlepas dari dua hal.

Pertama, Puan sebagai Ketua DPP PDIP. Meski bukan satu-satunya kader terbaik, Puan memegang posisi strategis dalam partai. Kedua, seumur-umur dalam sejarah PDIP akan terjadi bak tendangan bola "bunuh diri" di gawang sendiri.

Secara internal, PDIP masih berlangsung melakukan proses seleksi calon presiden yang bakal diusung. "Ojo kesusu," ujar Presiden Jokowi di satu kesempatan.

Tidak bakalan balik badan PDIP kalau memang 'garis tangan' Puan dapat tiket bacapres berdasarkan bukti membanjirnya dukungan dari berbagai pihak terhadap dirinya.

Tetapi, keadaan dan kenyataannya lain?

Terbukti (ya, meski sementara, bisa mutar-mutar sebelum mendarat) dari sekian hasil survei belum kelihatan batang hidungnya Puan. Apalagi berbicara peringkat atau skor ke berapa.

Diluar alasan mengenai tidak mengandalkan elektibilitas, Puan pede saja karena sekitar dua tiga parpol sudah memberi sinyal padanya. Asyik kan?

Bukannya berita gembira, itu juga tidak lucu. Atau dianggap lucu yang tidak lucu. Puan tidak menertawi dirinya, pihak lainlah yang menertawakan dirinya lantaran parpol tidak cukup ambang batas presidensialnya.

Bukan soal PDIP sendirian sudah cukup memenuhi aturan main itu. Peluang dan isyarat untuk membangun bersama bangsa inilah dicoba oleh Puan pada parpol lain. Tidak heran, kalau Puan menjalin komunikasi politik dengan pucuk pimpinan parpol.

Lebih dari itu, Puan perlu tahan banting andai itu terjadi. Saat PDIP belum melihat jalan 'lenggang kangkung' untuk merahi tiket bacapres. Bukan juga soal masih lemahnya tangkapan radar elektabilitas, tetapi juga 'apa adanya' Puan belum semarak dari segala penjuru, atas bawah, dan kiri kanan dukungan yang melimpah terhadapnya.

Biar cepat asal selamat bagi Puan dengan ngebet nyapres. Meski masih "bola benjol" dukungan politik pada Puan menjadi pekerjaan rumah berat untuk memainkan "bola bundar utuh" hingga bisa masuk ke babak selanjutnya.

Menyangkut dapat atau tidak tiket capres, semuanya bergantung pada Puan.

Sudah bukan rahasia, keputusan tertinggi PDIP ada di tangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP sekaligus ibunda Puan. Taat organisasi partai atau pewarisan adalah soal lain. Padahal selama ini, tidak ada kamus PDIP ada "musuh dalam selimut," tiba-tiba bacapres PDIP terhadap dirinya "menguap" begitu saja.

Bagaiman suara bulat dan keputusan PDIP di setiap provinsi dan kabupaten/kota menjadi satu pertimbangan mengenai apa Puan yang paling menguat bacapresnya.

Memilih Puan atau bukan sangat dipengaruhi oleh PDIP. Masyarakat memilih banyak dipengaruhi oleh hasil olahan parpol pengusung. Tentu ada proses atau ada mekanismenya masing-masing.

Puan ingin kemana?

Lebih dari setahun, setiap rilis survei menunjukkan posisi Puan belum berada pada urutan tiga besar, dibandingkan dengan nama-nama lain yang mencuat di ruang publik.

Sudah maklum, pilpres masih sekitar dua tahun. Akankah Puan masih bersama PDIP untuk mengusung menjadi bacapres sebelum tahapan demi tahapan pilpres digelar?

Sementara itu, dari waktu ke waktu Puan belum bertengger di papan lima besar? Mujur-mujur masuk tiga besar. Kalau suara arus bawah juga belum mengarah pada dukungan yang melimpah di luar survei, bagaimana? Itu versi bacapres.

Apakah PDIP akan menunggu hingga berlumut-lumut dari satu musim kemarau ke musim hujan dan seterusnya? Begitulah politisi mesti matang perhitungan dan kecermatan secermat-cermatnya atas situasi terkini.

Mustahil melibatkan serial Satria Baja Hitam, lantas "berubah" sekejap mata. "PDIP lu lawan, gua kate juga ape." Saya meniru logat Betawi. Orang juga pada tahu, PDIP partainya wong cilik.

Apakah modal besar itu bikin Puan di lingkarĂ n PDIP akan "bertepuk sebelah tangan?" Jawabannya berpulang sama Puan sekaligus PDIP.

Tidak dipungkiri memang, bahwa jika hitung-hitung di luar kertas, maka peluang Puan untuk diusung oleh PDIP jauh lebih jumbo ketimbang Ganjar, lantaran Puan sebagai salah satu penentu kebijakan partai yang berpengaruh.

Dari kemarin juga, Ganjar Pranowo tahu diri kalau dirinya belum pasti PDIP mengusulkan sebagai bacapres. Kalau sekadar menyebut nama, Puan dan Ganjar di parpol lain pun menyuarakannya.

"Darah" PDIP yang mengalir dalam diri Puan tidak disangsikan lagi. Mindset, ideologi apalagi. Sayangnya, hingga saat ini (harapan, semoga menanjak tingkat keterpilihan atau dukungan arus bawah dan segala penjuru) elektibilitas semakin melaju. Sisa bagaimaa Puan perlu 'mengambil hati' atau menjadi dambaan setiap lapisan masyarakat.

Jika ditanya dengan siapa dan pada posisi apa Puan? Bisa kemungkinan capres atau wapres. Puan-Ganjar, tau bisa dibalik, Ganjar-Puan. Ada lagi, Prabowo-Puan. Presiden jokowi jika ditanya siapa yang kelak akan menggantikannya, 2024-2029, ya senyum manisa saja. Sinyal atau isyarat apalagi mengarahkan juga tidak.

Masih Mending Ganjar, Bagaimana Andai PDIP Melupakan Puan?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/masih-mending-ganjar-bagaimana-andai-pdip-bGmSGHuqqR

Makna Dibalik Tindakan Jokowi Sering Kumpulkan Relawan

Jokowi mempunyai fisik yang kecil kerempeng dan terlihat biasa-biasa saja. Sepintas bagi yang tidak tahu mungkin tidak akan mengira jika Jokowi adalah seorang pejabat negara apalagi seorang Presiden.

Nyatanya dengan fisik yang kecil, Jokowi mampu menjadi Presiden negara sebesar Indonesia selama dua periode. Dengan fisik kecil mampu mengerjakan hal-hal yang besar dan mampu melakukan kegiatan yang banyak setiap harinya. Bahkan berpindah tempat dengan cepat di wilayah Indonesia yang luas ini dari Sabang sampai Merauke.

Di sela-sela kesibukannya sebagai Presiden, Jokowi masih sempat mengumpulkan dan menerima para relawan yang selama ini mendukung penuh Jokowi. Suami dari Ibu Iriana ini rajin mengumpulkan kelompok relawan pendukungnya dalam beberapa waktu belakangan ini.

Langkah Jokowi mengumpulkan relawan itu terlihat saat dia menghadiri acara Musyawarah Rakyat atau Musra di GOR Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Ahad, 28 Agustus 2022. Beberapa hari sebelumnya, Jokowi juga bertemu dengan kelompok relawan pendukungnya yaitu Bravo 5.

Jumat pekan lalu, Jokowi juga bertemu dengan Relawan Plat K di Istana Negara, Jakarta. Ada sekitar 32 orang yang diundang Jokowi, semuanya dari Relawan Plat K mewakili enam kabupaten di Jawa Tengah, yakni Jepara, Blora, Pati, Grobogan, Rembang, dan Kudus.

Pada akhir Juli lalu, Jokowi juga sempat mengumpulkan para relawan yang ikut mengusungnya pada Pilpres 2014 dan 2019 di Istana Bogor sepulang dari lawatan ke sejumlah negara di kawasan Asia Timur. Pertemuan di Istana Bogor itu dihadiri sekitar 30-an perwakilan kelompok relawan di antaranya Projo, Pospera, Sahabat Buruh Relawan Jokowi, Seknas Jokowi, Pena 98, KIB, Duta Jokowi, Kornas Jokowi, Bara JP, Solmed, RPJB, Pos Raya, GK Center, Almisbat, dan lainnya.

Sebenarnya apa sih maksud dari tindakan Jokowi yang sering bertemu dengan para pendukungnya?

Pertama, mungkin Presiden sedang unjug gigi. Walaupun tidak mempunyai partai dan tidak bisa lagi jadi Presiden, tetapi pendukungnya masih banyak. Sehingga daya tarik politik Jokowi masih dihargai dan diperhitungkan oleh tokoh partai politik lainnya.

Kedua, menjaga kekuatan politik selalu berada di sekitarnya. Dalam melakukan berbagai kebijakan Presiden memerlukan bantuan banyak pihak. Jokowi yang tak bisa lagi maju pada Pilpres 2024 tak ingin lengser begitu saja.

Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo itu ingin membangun kekuatan politik yang kuat karena dia tak memiliki partai politiknya sendiri. Jokowi ingin penerusnya nanti jika bisa mempunyai semangat yang sama dalam membangun NKRI.

Ketiga, momen silaturahmi dan apresiasi. Bertemu dengan para relawan yang telah banyak berjasa membantu Jokowi jadi orang nomor 1 sulit dilaksanakan. Nah momen sekarang waktunya untuk mengapresiasi mereka, minimal dengan bertemu langsung.

Keempat, berusaha mengarahkan para relawan untuk tetap berada di jalur yang Jokowi inginkan. Sehingga ketika nanti Jokowi sudah menemukan penerusnya yang dianggap paling tepat, para relawan bisa dikerahkan untuk membantunya.

Makna Dibalik Tindakan Jokowi Sering Kumpulkan Relawan

Sumber Utama : https://seword.com/politik/makna-dibalik-tindakan-jokowi-sering-kumpulkan-BdI0YBguH2

Sudah Bisa Diduga, Proyek Kalender DPR RI dengan Anggaran Selangit Akhirnya Dibatalkan

Proyek fantastis pengadaan kalender 2023 senilai Rp 955 juta akhirnya dibatalkan. Sekjen DPR Indra Iskandar, seperti dilansir laman Detikm.com akhirnya buka suara soal anggaran cetak kalender itu, yang rencana awalnya akan dicetak pada Desember 2024.

Sekadar info, semula DPR akan mencetak 5000 kalender meja dengan anggaran Rp 27.500 per eksemplar, sedangkan pengadaan kalender gantung senilai Rp 45.500 dengan jumlah 15 ribu eksemplar.

Tender yang diberi nama "Pencetakan Kalender DPR RI" dengan kode tender 739087 kalau dilihat di situs LPSE DPR RI itu mendapat reaksi keras dari netizen hingga sutradara dan komika Ernest Prakasa, yang dengan bahasa sindiran mengritik pengadaan kalender cetak di tengah hadirnya kalender digital yang biasanya ada di ponsel. Masa' ponsel anggota DPR nggak ada kalendernya? Hahahaha...!


Cuma, kalau mau mengulas pembatalan proyek semacam ini sebenarnya bisa dibilang "lagu lama" di kancah politik dan anggota parlemen kita yang (katanya) terhormat dan berpenghasilan melimpah itu. Siklusnya pun sudah jelas: bikin proyek tertentu, anggaran dikasih yang gede, trus kalau ketahuan publik dan diprotes, tinggal dibatalkan saja dengan alasan yang bisa dicari. Kalau tidak ketahuan bagaimana? Ya maju terus, gitu saja kok repot!

Sebenarnya kalau mau bikin kalender sebanyak itu ya buat apa, wong anggota DPR saja tidak sampai seribu orang. Kalau satu orang diberi sepasang kalender meja dan kalender dinding, ya buat apa juga seorang dijatah dua kalender. Kalau dilihat fungsinya kan sama saja. Apa salah satunya berisi tanggal merah yang lebih banyak, sambil diberi catatan khusus "Kalender Khusus DPR". Nggak begitu kan?

Jadi bagi saya sebenarnya nggak ada yang aneh sama keputusan pembatalan ini, karena sejak semula saya bisa menduganya. Justru yang aneh itu kalau mendadak anggota DPR meneruskan proyek ini, sambil menutup telinga mengabaikan keberatan suara rakyat yang (seharusnya) mereka wakili. Betul?

Ah, memikirkan proyek anggota DPR kita memang terkadang nggak habis pikir kok. Berulang kali kita dengar mereka bikin proyek dengan anggaran fantastis, tapi kinerja juga masih menjadi sorotan. Kehadiran saat rapat paripurna pun sampai periode yang sekarang masih belum maksimal. Apa nggak sekalian bikin proyek "Satu Kamar untuk Satu Anggota DPR" supaya kalau bekerja bisa maksimal karena pulangnya dekat? Hahaha...

Sudah Bisa Diduga, Proyek Kalender DPR RI dengan Anggaran Selangit Akhirnya Dibatalkan

Sumber Utama : https://seword.com/politik/sudah-bisa-diduga-proyek-kalender-dpr-ri-dengan-pv8vZayAmm

Setia pada Pernikahan, Itulah Pencegah AIDS yang Paling Jitu

Wagub Jabar baru saja muncul dengan sebuah statemen, berupa anjuran kepada kaum pria di wilayahnya supaya berpoligami, untuk menghindari AIDS.

AIDS adalah penyakit kelamin menular yang belum ada obatnya hingga kini. Jalur penularan yang tercepat, dan kasus terbanyak adalah lewat hubungan seksual. Maka seorang pria yang sering berhubungan seksual dengan banyak cewek (PSK), tanpa menggunakan kondom, rentan tertular. Sebab bisa saja PSK itu ada yang sudah terinveksi.

Selain karena kontak seksual, penularan juga bisa terjadi karena sebab lain, semisal darah penderita masuk ke luka orang lain lewat penggunaan alat cukur. Artinya penyakit ini menular bukan hanya karena hubungan seksual. Tapi memang kebanyakan lewat kontak badan (seksual) yang tidak pada tempatnya itu.

Namun yang menjadi konteks pada artikel ini adalah penularan lewat hubungan seksual antara pasangan yang tidak resmi. Maka oleh Wagub Jabar di atas, dianjurkan agar para pria berpoligami untuk menghindari penyakit kelamin tersebut.

Suatu saran yang sangat tergesa-gesa dan sama sekali tidak cerdas. Poligami memang dibolehkan oleh agama yang penganutnya mayoritas di negeri ini. Namun ada syaratnya, yakni hanya untuk yang mampu berlaku adil. Dan yang namanya “adil” ini sangat tidak sederhana untuk menerapkannya.

Bila dilihat dari konteksnya, saran di atas mungkin hanya ditujukan pada kaum lelaki yang suka “jajan”. Sebab jika seorang pria hanya setia pada seorang istri, maka dia tidak akan terkena penyakit itu. Namun di lain pihak, sang istri pun harus benar-benar steril.

Sebab apa gunanya seorang pria setia pada satu “lobang”, namun diam-diam pasangannya sering bermain “lobang” di belakang layar dengan seseorang yang bisa saja punya potensi menularkan AIDS.

So, bukanlah suatu jaminan bahwa pria yang sudah memiliki lebih dari satu istri, maka tidak akan terkena penyakit ini. Sebab seperti dikemukakan di atas, apabila pihak istri tidak bisa dijamin mutunya, maka suaminya bisa terkena juga.

Tapi bila ingin terhindar dari kemungkinan buruk ini, maka hal yang pertama tentu saja melakukan kontak seksual yang aman selamanya. Pastikan pasanganmu steril. Atau bagi yang “jajan”, harus menggunakan alat pengaman (kondom), meskipun ini tidak bisa menjamin 100%.

Jadi jika ingin terhindar dari penyakit yang diakibatkan kontak seksual ini, maka satu-satunya cara adalah setia pada hanya satu pasangan (suami – istri). Seorang suami hanya untuk seorang istri dan seorang istri hanya untuk seorang suami.

Dan selain itu, kedua belah pihak harus setia pada pasangan masing-masing, tidak ada WIL (wanita idaman lain) atau PIL (pria idaman lain) di antara kedua belah pihak. Pasangan benar-benar setia satu sama lain dalam suatu ikatan pernikahan yang suci dan sakral.

Kekristenan mengajarkan tentang hal ini. Pernikahan antara seorang pria (suami) dengan seorang wanita (istri), hanya boleh sekali seumur hidup. Seorang suami untuk satu istri, dan seorang istri hanya untuk satu suami. Tidak ada poligami atau poliandri.

Tapi sekali lagi, kedua belah pihak yang sudah disatukan dalam satu ikatan pernikahan itu, harus setia pada hanya pasangannya itu. Tidak ada kata cerai atau pisah. Sekali disatukan dalam pernikahan kudus, harus tetap satu selamanya.

Hanya maut (kematian) yang boleh memisahkan. Kalau istri/suami meninggal, bisa saja menikah lagi, namun syarat dan ketentuan tetap berlaku: satu suami untuk satu istri, dan sebaliknya.

Seperti itulah kekristenan menghormati dan menguduskan lembaga pernikahan itu, sekaligus juga memuliakan seorang wanita. Sebab pada dasarnya, secara naluriah, tak ada wanita yang mau berbagi cinta.

Beda dengan kaum pria pada umumnya, yang maunya ingin “mencicipi” yang lain. Maka tidak salah jika kaum lelaki dijuluki sebagai “buaya”, sebab nyatanya demikianlah adanya. Maka dengan demikian, pernikahan yang menuntut kesetiaan hanya pada satu pasangan ini, sangat berat bagi banyak orang, khususnya kaum lelaki.

Maka tidak bisa dijamin bahwa semua orang yang diikat dalam pernikahan kudus gerejawi itu akan “lolos”, sebab bagaimanapun juga, pernikahan adalah salah satu ujian menyangkut ketaatan pada perintah Tuhan.

Pasti ada yang gagal, tersandung dan terjerembap dalam dosa perzinahan. Tetapi pada sisi lain, justru di situlah “seni” tentang mengendalikan diri, menaklukkan keinginan daging, menundukkan nafsu syahwat.

Penulis sebagai seorang lelaki bukannya tidak pernah “tersiksa” dengan tuntutan ilahi ini. Apalagi ketika masih dalam usia “produktif”. Maunya setiap hari ganti pasangan, cari selingan, karena “rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau”.

Tapi semangat menaati agama, yang kita yakini sebagai petunjuk Tuhan dalam konteks mengendalikan dan menundukkan hawa nafsu, seolah memberi kita kekuatan ekstra untuk mengatasi segala godaan yang sangat massif itu.

Maka dengan terjalinnya relasi “satu untuk satu selamanya”, maka peluang hadirnya penyakit kelamin berbahaya semacam HIV-AIDS lewat kontak seksual pun teratasi dengan kudus. Itulah cara mengatasi masalah tanpa masalah.

Bukan dengan cara yang satu itu tadi: mengatasi masalah namun berpotensi mendatangkan masalah lain. Sebab ibaratnya, dengan memiliki dua tiga empat mobil, tidak lantas padam pula keinginan kita untuk memiliki mobil lain yang lebih mantap warna dan body-nya.

Maka hanya ada satu cara yang jitu: kendalikan, tundukkan hawa nafsumu, arahkan untuk mencintai satu mobil saja. Sebab pada dasarnya setiap kita diberikan kemampuan untuk itu. Kalau sudah terdoktrin dengan yang unlimited versi Jin Kafir, kita akan susah sendiri.

Setia pada Pernikahan, Itulah Pencegah AIDS yang Paling Jitu

Sumber Utama : https://seword.com/umum/setia-pada-pernikahan-itulah-pencegah-aids-yang-A7Zm7EZlHC

Nggak Usah Dijegal pun, Anies akan Terjungkal Sendiri

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menuturkan, Megawati tidak akan menggoyahkan koalisi partai politik yang saat ini sudah terbentuk.

Mengingat PDIP juga memiliki tiket untuk mengusung sendiri calon presiden kelak.

“Ketika Ibu Megawati nanti mengumumkan, yang terjadi bukan menggoyahkan, tapi menyatukan. Menyatukan untuk kepentingan bangsa dan negara.

Sehingga bandul politik itu akan bergeser menuju konsolidasi partai-partai politik. Itu yang diharapkan,” ujar Hasto saat ditemui di Kawasan Gelora Bung Karno, Minggu, 21 Agustus 2022.

Artinya, koalisi yang sudah terbentuk silakan berjalan saja. Tapi kini, bagaimana dengan koalisi yang belum juga terbentuk? Seperti calon koalisi Gondangdia yang dimotori Partai Nasdem beranggotakan PKS dan Demokrat? Ini yang menarik untuk diprediksi dan dikutak-katik.

Pengamat professional dan amatiran bisa membuat puluhan skenario apa yang bakal dijalankan PDIP kaitannya dengan koalisi yang belum atau bahkan mungkin tidak akan terbentuk itu.

Bila PDIP berjoged di sini, bisakah dituding menggoyahkan? Ya nggak lah. Barangnya saja belum ada. Apa yang akan digoyang dan digoyahkan? Emangnya rumput yang akan digoyang-goyang.

Orang yang paham permainan cantik ketum Megawati di panggung belakang jagad perpolitikan pasti akan ada yang berkeringat dingin.

Khususnya Anies Baswedan. Kenapa bisa? Kalangan yang paham politik akan menarik mundur peristiwa 8 tahun silam.

Di mana pada Pilpres 2014, berkat kepiawaian Mega bermanuver, PDIP yang menurunkan paslon Petugas Partai (Jokowi) – bukan Ketum Partai (Jusuf Kalla) telah berhasil menjungkalkan paslon Ketum-Ketum Partai (Prabowo Subianto, Ketum Gerindra – Hatta Radjasa, ketum PAN).

Bahkan ketika itu, ketum Golkar Aburizal Bakrie memilih berseberangan dengan Jusuf Kalla yang dedengkot Golkar. Ical, panggilan akrab ketum Golkar mendukung Prabowo - Hatta.

Melihat pengalaman tempo hari itu, Mega saya perkirakan akan tetap menjalankan strateginya, dengan menjodohkan Petugas Partai (entah Puan, entah Ganjar) dengan tokoh bukan ketua umum partai.

Setelah melalui proses meditasi dan permenungan yang mendalam, Mega saya prediksi akan melirik seorang bos partai yang jauh-jauh hari sudah meninggalkan ambisinya untuk ikut memperebutkan tampuk kepemimpinan nasional.

Dia adalah Surya Paloh, ketum Partai Nasdem. Sejak partai ini terbentuk, Pak Brewok tidak pernah mau atau tidak berani menerjunkan kadernya dalam kontestasi kepemimpinan nasional.

Mau dibilang tidak ksatria ya terserah kamu saja menilainya. Yang penting Nasdem ikut rombongan yang peluang menangnya relatif lebih besar.

Karena jelas-jelas bakal lepas dari tudingan menggoyahkan koalisi yang sudah terbentuk, artinya koalisi Gondangdia masih dalam wacana, maka dipanggillah Pak Brewok ke Tengku Umar, rumah pribadi Mega.

Alasan kedatangan Surya Paloh kan bisa dibuat senyaman mungkin ketika dicegat awak media. Misalnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Mbak Mega atas terpilihnya Nasdem sebagai Parpol pertama yang dikunjungi Puan Maharani dkk.

Sekali lagi ini skenario dari pengamat pinggiran. Sebagai skenario awal terjungkalnya Anies tanpa harus dijegal.

Sekjen Hasto dalam mengawali pertemuan yang sangat-sangat terbatas ini lebih dulu mengatakan bahwa, “Ibu Megawati ingin sekali menyatukan kepentingan bangsa dan negara.

Sehingga bandul politik itu akan bergeser menuju konsolidasi partai-partai politik. Itu yang diharapkan,” ujar Hasto dalam dialog imajiner saya.

Surya Paloh sebagai politisi kawakan pun dengan cepat menangkap apa yang disebutkan Sekjen PDIP Hasto. “Saya ikut sama yang Mbak Mega rancang saja.”

Tampaknya Megawati ingin mengulang sejarah perjodohan Petugas Partai dengan Tokoh bukan Ketum Partai. Maka ditawarkanlah posisi cawapres kepada Pak Brewok.

Dengan catatan, supaya mencari tokoh yang ideal bagi bangsa Indonesia. Ideal itu seperti apa? Ya, misalnya, sebagai negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia, carilah tokoh muslim-nasionalis yang mengedepankan ke-bhinekaan-an.

Kalau bisa tokoh itu dikenal luas masyarakat Indonesia. Seorang menteri mungkin yang dimaksudkan ketum PDIP. Juga diusahakan agar bisa merepresentasikan Indonesia secara utuh.

Carilah dari luar Jawa. Jagad perpolitikan Indonesia banyak memiliki pasangan jawa – luar jawa. Soekarno – Hatta. Soeharto – Adam Malik, SBY – JK. Jokowi juga pernah mengajak JK.

Dan yang terakhir dan tak kalah pentingnya adalah tokoh tersebut memiliki modal untuk mendukung logistik selama berlangsungnya kontestasi.

Itu semua cerita imajiner saya. Tapi saya perkirakan, ya kurang lebih seperti itu bila benar-benar terjadi pertemuan dua ketum partai nasionalis ini.

Setelah Pak Brewok memahami apa harapan dari Mbak Mega, pulanglah dia, kembali ke markas Gondangdia.

Dihadapan tim yang sangat-sangat kecil di markas partai, apa yang Surya Paloh sampaikan? Mari kita tebak-tebakan lagi dengan topik berbeda. Apa yang disampaikan Surya Paloh kepada jajarannya.

Seword-ers silakan membuat skenario sendiri. Sehingga skenario baru pun bakal bermunculan dengan derasnya.

Apakah Anies Bawedan bakal dijagokan Pak Brewok? Menurut Anda bagaimana. Kita hanya bisa tersenyum saja, saat ada orang yang terjungkal dan tidak mendapatkan tiket untuk jadi capres.

Cerita berikutnya bakal kian seru, mumpung janur kuning belum melengkung. Mari kita prediksi bareng-bareng, kita kutak-katik bareng, sampai dengan menit-menit terakhir 23 Nopember 2023 jam 00.00 wib, saat penutupan pendaftaran pasangan capre/cawapres.

Memprediksi jagad perpolitikan Indonesia memang seru.

Menurut Anda bagaimana?

Nggak Usah Dijegal pun, Anies akan Terjungkal Sendiri

Sumber Utama : https://seword.com/politik/nggak-usah-dijegal-pun-anies-akan-terjungkal-VtMOzSgE0t

Paul Zhang, Tersangka yang Memberkati Indonesia, Memberi Makan 2000 Orang Setiap Hari

Helloooo... masih ingat dengan Paul Zhang, sempat kontroversial karena mengaku nabi ke-26 dan ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama oleh Kepolisian republik Indonesia (POLRI), bahka POLRI sempat mengirim red notice ke Interpol yang bermarkas di Prancis.

Saya sempat cek di laman interpol dan tidak menemukan nama Paul Zhang dalam daftar orang yang dikejar oleh interpol. Kog bisa? Ini artinya permintaan red notice yang diajukan POLRI tidak diindahkan atau ditolak oleh interpol. Mengapa ditolak? Coba baca ulasannya di tulisan saya sebelumnya: https://seword.com/umum/polri-ragu-ragu-ajukan-red-notice-untuk-paul-zhang-Sbeod2R0sE.

Setelah lebih dari setahun, apa yang terjadi dengan Paul Zhang? Apakah masih pantas seorang Paul Zhang tetap ditersangkakan?

2 Juni tahun lalu, Wartakota.tribunnews.com menulis tentang Paul Zhang dengan judul besar "Jadi Buronan, Joseph Paul Zhang Tetap Galang Dana Buku Karta Brigjen TNI (Purn) Junius Lumban Tobing, bisa diakses di link: https://wartakota.tribunnews.com/2021/06/02/jadi-buronan-jozeph-paul-zhang-tetap-galang-dana-buku-karya-brigjen-tni-purn-junius-lumban-tobing.

Saya jadi kepo, benarkah seorang tersangka malah membiayai penerbitan buku tentang Pancasila? Dari penelusuran saya ke sumber yang valid, saya jadi lebih terheran-heran lagi, ternyata Paul Zhang bukan hanya membiayai penerbitan buku tentang Pancasila tetapi banyak melakukan amal kebaikan atau istilah saya, Paul Zhang telah menjadi berkat bagi Indonesia.

Menurut sumber tersebut, dalam setahun ini Paul Zhang bersama timnya telah dan terus memberi makan kepada kurang lebih 2000 orang miskin di Indonesia setiap malam. Kemungkinan Paul Zhang dan timnya telah membagikan makanan sebanyak 400 ribu bungkus sejak tahun lalu. Wow, pejabat mana di Indonesia yang konsisten memberi makan kepada 2000 orang setiap malam? Rasanya tidak ada.

Selain memberi makan kepada 2000 orang setiap malam, Paul Zhang, dibantu oleh para dermawan juga rutin menyelenggarakan baksi sosial (baksos) pelayanan kesehatan gratis setiap hari Sabtu di berbagai kota di Indonesia. Mereka mendanai penyediaan 2 buah ambulance untuk Indonesia, semua itu dibiayai dari penghasilan Youtube JPZ dan sumbangan para donatur.

Bukan hanya memberi makan dan baksos pelayanan kesehatan gratis, Paul Zhang juga aktif membuka doa di zoom untuk mendoakan orang-orang yang sakit dan orang yang sedang dalam pergumulan. Sebuah tindakan yang mulia. Selain itu, Paul Zhang juga terus mendoakan Bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang sejahtera, toleransi tinggi, bebas dari radikalisme, terorisme dan penyalahgunaan narkoba serta judi online.

Lahhh... ini bagaimana? Seorang tersangka yang berhati Pancasila dan konsisten mencintai bangsa dan negaranya. Apakah melihat semua yang telah dan sedang dilakukan oleh Paul Zhang, masihkah polisi terus akan membiarkan Paul Zhang tetap menjadi tersangka? Mengapa tidak diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3? Mungkinkah itu? Ini alasan sebuah perkara bisa diSP3.

Pertama, dihentikan karena tidak cukup bukti; Kedua, dihentikan karena persitiwa tersebut bukan tindak pidana; dan Ketiga, dihentikan demi hukum

Nah, silahkan polisi memilih alasan mana yang hendak dipakai. Coba lihat kembali alasan mengapa Paul Zhang ditersangkakan, bukankah lebih karena dorongan nafsu dan emosi para kadrun yang bilang darah Paul Zhang halal? Bukan karena cukup bukti, jadi polisi jangan merasa tidak enak hati.

Atau polisi bisa mengatakan bahwa apa yang dilakukan Paul Zhang bukan tindak pidana, buktinya permintaan red notice ke interpol tidak diindahkan, karena menurut interpol apa yang dilakukan oleh Paul Zhang bukan tindak pidana.

Kalau perkara ini di SP3, maka Paul Zhang dan timnya akan lebih leluasa untuk melakukan karya-karya yang lebih baik untuk terus memberkati Indonesia, mempromosikan pancasila dan memberi makan dan pelayanan kesehatan lebih banyak lagi.

Indonesia perlu orang seperti Paul Zhang, seorang yang punya hati agar Indonesia lebih sejahtera, lebih kuat dan tangguh menghadapi tantangan global di abad ini.

Paul Zhang, Tersangka yang Memberkati Indonesia, Memberi Makan 2000 Orang Setiap Hari

Sumber Utama : https://seword.com/umum/paul-zhang-tersangka-yang-memberkati-indonesia-cfWWK2wvfl

Amien Rais dan Nasib Keluarganya yang Miris

Keluarga Amien Rais saat ini sedang mengalami musibah yang tidak bisa dihindarkan dan berturut-turut terjadi di sejarah ini. Amien Rais adalah sosok yang menunggangi mahasiswa pada tahun 1998 saat ingin menurunkan Soeharto yang di anggap sebagai koruptor terbesar abad 20.

Gerakan mahasiswa yang begitu mulia pada akhirnya harus tercoreng sedikit karena ulah Amien Rais yang mau jadi pahlawan saat itu. Menunggangi kematian empat aktivis mahasiswa pada tahun 1998 membuat Amien Rais menjadi orang yang dianggap berjasa.

Tapi ternyata apa yang dikatakan oleh almarhum Gus Dur alias Abdurrahman Wahid bahwa Amien Rais adalah gelandangan politik saat ini sungguh nyata di dalam catatan sejarah kelam orang ini hidup. Kita melihat bagaimana Amien Rais begitu membenci perbedaan dan jiwa toleransinya sangatlah tipis setipis kertas.

Setelah menunggangi mahasiswa Amien Rais ini juga menunggangi para kaum radikal di Indonesia. Saat demonstrasi 411 dan 212 beberapa tahun yang lalu, Amien Rais ikut-ikutan mengatakan bahwa pemimpin bernama Ahok ini haram dipilih dan tidak boleh menjabat sebagai gubernur untuk periodenya yang kedua.

Bersama-sama dengan Rizieq Shihab, Amien Rais dan Anies Baswedan melancarkan serangan politik identitas di rumah-rumah ibadat yang dikomandoi oleh Eep. Tidak berhenti sampai sana, Amien Rais pun ikut-ikutan menunggangi demonstrasi penolakan hasil pemilu pada tahun 2019.

Protes-protes di Bawaslu yang berakhir ricuh dan muncul mobil-mobil ambulans Gerindra yang membawa demonstran, menjadi Kuda hitam yang ditunggangi oleh Amien Rais untuk menghajar Tito Karnavian yang saat itu merupakan kepala kepolisian republik Indonesia.

Dia mengatakan bahwa polisi bergerak seperti partai komunis Indonesia dan sampai sekarang dia tidak ditangkap karena hal itu. Padahal kita tahu saat itu isu partai komunis Indonesia adalah isu yang sangat amat panas dan sensitif untuk diucapkan. Apalagi menyematkannya ke dalam institusi kepolisian yang merupakan aparat keamanan.

Amien Rais dan Fadli Zon dan juga kawan-kawan pendukung Prabowo Subianto dan Anies Baswedan ini menjadi sosok yang begitu berbahaya dan berpotensi menghancurkan negara kesatuan republik Indonesia saat itu dan sampai saat ini.akan tetapi apa yang dikatakan oleh almarhum Gus Dur bahwa sekalinya gelandangan politik tetaplah gelandangan politik yang menghasilkan keluarga dan keturunan gelandangan juga.

Benar-benar miris nasib dari Amien Rais juga keluarga-keluarganya yang diturunkan oleh anak-anaknya. Anak Yamin Rais yang cewek kemakan hoax Ratna Sarumpaet digebukin padahal operasi plastik.

Anaknya yang cowok juga katanya mengalami gangguan kejiwaan dan depresi entah karena keluarganya rusak atau dirinya yang nggak bisa mengendalikan emosi.

Buat saya ini adalah hal yang sangat amat wajar dan tidak bisa dianggap sebagai hal yang berlebihan karena memang inilah yang menjadi nasib buruk dari orang yang selalu membawa dampak buruk bagi negara ini. Apa yang menjadi pembelajaran kita hari ini melihat keluarga Amien Rais yang begitu miris?

Sederhana saja yakni hiduplah baik-baik dan jadilah warga negara dan politisi yang berguna bagi bangsa ini bukan untuk mengisi kebutuhan pribadi melainkan mengisi negara ini dengan kontestasi yang begitu terhormat. Tapi apa daya Amien Rais sudah jatuh ke dalam kebencian yang begitu nyata kepada presiden Joko Widodo dan Ahok dan juga orang-orang baik lainnya.

Dan saya kira Tuhan itu adil dalam menyatakan keseimbangan dan timbal baliknya di dunia ini. Tidak ada yang bisa luput dari keadilan Tuhan dan juga begitu terpampangnya haribaannya.

Semoga saja dengan ini Kita sama-sama paham bahwa hidup itu harus menjadi berkat sebelum mendapatkan pelajaran dan mudarat dari Tuhan. Seperti yang dikatakan oleh dokter Terawan melalui lagu kristennya yakni hidup ini harus jadi berkat karena jika kita sudah tidak mampu berbuat apa-apa lagi setidaknya hidup kita sudah jadi berkat bagi orang lain.

Makanya nggak heran meskipun dia dihancurkan sebagaimanapun, dokter Terawan tetaplah berkat bagi Indonesia. Akhir kata jangan sampai kita menjadi sampah masyarakat yang pada akhirnya dibuang oleh Tuhan dan keluarga kita yang mendapatkan karma buruk dari apa yang kita kerjakan.

Lihat saja Anies Baswedan, anaknya sampai dihancurkan karakternya oleh pendukungnya sendiri yakni dokter tifa melalui argumen tolol soal jilbab atau enggak jilbab dari anaknya manusia keturunan Yaman ini. Karena apa?

Ya karena bapaknya yakni Anies Baswedan memainkan politik identitas yakni menggunakan agama dan juga kepercayaan dalam memenangkan Pilkada dengan cara kotor.

Namun saya percaya bahwa orang ini masih bisa berubah karena ketika nafas ada di sana kesempatan pun tetap ada.

Amien Rais dan Nasib Keluarganya yang Miris

Sumber Utama : https://seword.com/umum/amien-rais-dan-nasib-keluarganya-yang-miris-LzMb9PlilV

Kamaruddin Terlalu Berani, Tapi Demokrat Bisa Kepanasan Juga

Kalau ditanya apa yang paling mencolok dari kuasa hukum keluarga Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak, maka banyak yang akan menjawab bahwa orang ini terlalu cari sensasi. Diberikan panggung yang sudah besar lewat kasus pembunuhan terhadap Brigadir J yang sudah fenomenal dan diketahui seluruh rakyat Indonesia, tapi merasa masih belum cukup terkenal.

Dari awal Kamaruddin sudah banyak bikin pernyataan menghebohkan. Bahkan ucapannya melebar ke mana-mana, dan menyeret nama banyak orang.

Kalau saya bilang, orang ini terlalu berani bahkan tidak ada urat takutnya sama sekali. Mungkin ada sebagian yang hiperbola dan melebih-lebihkan, tapi mungkin itu hanya kiasan belaka. Dan faktanya sampai saat ini pernyataannya, bahkan yang kontroversial sekalipun, belum ada yang terbantahkan.

Kalau dirangkum, Kamaruddin sudah berdebat dan menyenggol banyak pihak, yaitu Ahok, Arteria Dahlan, Prof Hermawan, Patra Zen, Deolipa, hingga SBY. Sebenarnya ada banyak lagi. Dan ini membuktikan Kamaruddin menembak ke mana-mana hingga kena banyak orang.

Ada yang bilang Kamaruddin sudah melewati batas dan offside. Dikhawatirkan dia akan diserang balik dengan dahsyat hingga tersungkur. Tapi sebagai kuasa hukum, dia pasti sudah mempertimbangkan semua ucapannya.

Tapi, apa pun yang akan terjadi nanti, bukan urusan kita. Yang jelas, kita hanya perlu menyimak dan menikmati ke mana drama ini akan berakhir. Ini seperti film yang memiliki plot sangat rumit dan bercabang, mengalahkan luasnya film serial Game of Thrones.

Terkait tudingannya kepada SBY, saya ikutan tertarik.

Demokrat sampai kepanasan, mungkin sebentar lagi kebakaran jenggot. Bagaimana tidak, Demokrat sempat melayangkan Somasi karena pernyataan Kamaruddin yang menyinggung kasus Hambalang dan mengatakan bahwa SBY menyembah dan bersujud kepadanya.

Demokrat mengatakan ada sejumlah pasal yang diduga dilanggar Kamaruddin, antara lain Pasal 14 ayat 1 dan 2 serta Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Demokrat menyebut pernyataan Kamaruddin telah membuat keonaran di kalangan masyarakat. Demokrat menyebut pernyataan itu juga telah merugikan nama baik Demokrat.

Demokrat meminta Kamaruddin memberikan klarifikasi mengenai pernyataannya. Demokrat juga meminta Kamaruddin meminta maaf. Waktunya 3 × 24 jam.

Tapi hebatnya, Kamaruddin tidak gentar sama sekali. Dia mengaku belum terima surat somasi dari Demokrat. Karena itu, dia memastikan tidak akan meminta maaf karena itu adalah fakta. Dia justru membeberkan lebih jauh terkait persoalan sujud sembah SBY.

Dia menyebut ada sosok Jenderal bintang tiga yang diutus SBY untuk menghadap dirinya.

"Somasi saja jenderal bintang tiga mantan Wakasad, yang memimpin pertemuan di Lagoon Room Hotel Hilton/Sultan itu," kata Kamaruddin.

Tidak diketahui siapa nama jenderal tersebut. Utusan SBY menyembah dirinya terjadi pada 2011. Dia juga mengklaim jenderal itu tidak datang sendirian, melainkan rombongan.

"Jenderal yang diutus itu sampai sekarang kayaknya masih hidup. Jenderal bintang dan lain-lainnya masih hidup sampai sekarang," katanya.

Kalau ini benar, maka sungguh menarik karena kasus Hambalang bisa muncul fakta-fakta lain yang tidak kita ketahui sebelumnya.

Kita tunggu bagaimana langkah Demokrat ke depan. Andi Arief akan menanti jawaban Kamaruddin atas somasi Demokrat. Demokrat tak banyak bicara soal sosok jenderal bintang tiga yang diutus SBY untuk bertemu dengan Kamaruddin.

Soal somasi, Ahok dulu juga pernah sebal dengan pernyataan Kamaruddin. Tapi Kamaruddin juga tidak mau minta maaf. Sekarang kita buktikan lagi antara dia dan Demokrat, siapa yang lebih berani.

Kalau Kamaruddin merasa yakin, pasti takkan minta maaf. Begitu minta maaf, dia pasti akan diserang Demokrat. Tapi kalau dia tak minta maaf, lalu Demokrat juga tak berkutik, artinya memang terjadi sesuatu saat itu.

Artinya Kamaruddin pegang kartu As dan Demokrat tak berani melaporkan balik karena bisa terbongkar semua yang sempat disembunyikan. Bola panas ada di tangan Demokrat.

Saya tidak bela siapa pun, tapi tembakan Kamaruddin ke SBY sangat sayang untuk dilewatkan. Ini terkait Hambalang, yaitu kasus yang sangat memalukan nama SBY saat itu. Sampai-sampai sudah merasuk ke benak semua orang di mana ada sindiran, ingat SBY, ingat Hambalang.

Kita tunggu keberanian Kamaruddin selanjutnya.

Bagaimana menurut Anda?

Kamaruddin Terlalu Berani, Tapi Demokrat Bisa Kepanasan Juga

Sumber Utama : https://seword.com/politik/kamaruddin-terlalu-berani-tapi-demokrat-bisa-7SBnooWTsd

Lazimkah Ekspresi Marah Penguasa hingga Meminta Korban Nyawa?

Disclaimer, tulisan ini menggunakan beberapa pendekatan spiritual, khususnya Islam semata-mata karena pemahaman penulis sebagai pemeluk agama tersebur.

Ahmad Sahroni, Wakil ketua Komisi III DPR blak-blakan mengaku dirinya berteman dengan Ferdy Sambo, ketika mantan Kadiv Propam itu belum jadi apa-apa. Dan dia pun kenal secara dekat termasuk karakter dan kepribadiannya.

Lebih lanjut dikatakannya, ketika kasus pembunuhan Brigadir Joshua terkuak, Roni pun terkejut, kenapa teman yang dulu cenderung baik dan ramah itu, kini berubah total, dan bahkan tega menghilangkan nyawa orang kepercayaannya sendiri?

“Inilah contoh perilaku yang menjadi hasil akhir dari karir yang meningkat sangat cepat tanpa dibarengi manajemen kepribadian, dia lupa diri dengan kekuasaan yang dimilikinya”, demikian Sahroni berfilsafat, menjawab pertanyaan Deddy Corbuzier di acara podcast “Close The Door”.. (https://youtu.be/OBawymQUjYM)

Gambaran Sahroni tentang teman lamanya ini seakan menasbihkan bahwa seseorang bisa berubah drastic hanya dalam waktu singkat, hanya karena sebuah faktor trivial. Faktor dimaksud adalah Illah, istilah spiritual bagi mereka yang secara tak sadar memiliki Tuhan lain.

Barangkali inilah salah satu hal yang mendasari larangan manusia menyekutukan Tuhan. Bahkan dalam ajaran Islam, syirik masuk dalam kategori tak terampuni. Sikap angkuh, takabur, riya dan kebanggaan berlebihan, termasuk dalam kategori menyekutukan Tuhan, yang tidak terampuni, sesuai ajaran Islam.

Meskipun Ferdy Sambo tidak paham ajaran Islam, namun kita yakin ajaran agamanya juga memiliki tuntunan tentang masalah ini. Tuhan akan sangat murka jika makhluknya justru menuhankan selain Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kalau kita cermati lebih dalam, sebagaimana diulas dalam podcast tersebut, pembunuhan seorang yang dianggap mengganggu martabat si pelaku, terasa berlebihan, jika memang pemicunya semata-mata karena masalah itu. Pertanyaan yang mungkin akan lama menggantung, kenapa harus dibunuh? Apakah tidak cukup jika misalnya memberinya hukuman fisik biasa, atau dibawa ke ranah hukum?

Sangat masuk akal jika kita menilai si pelaku mungkin memiliki penyimpangan psikologis, sehingga dia cenderung mengeksploitasi kekuasaannya sedemikian rupa, agar tak ada seorang pun berani memancing kemarahan dirinya. Betapa beresikonya jika pribadi semacam itu dimiliki banyak pejabat atau pemilik superioritas.

Ada sebuah peristiwa yang bisa jadi terpicu oleh kejadian yang mirip dengan kejadian di Duren III ini. Penulis sekedar memberi ilustrasi, betapa pentingnya seorang penguasa di bidang apapun, di dalam dirinya terdapat kematangan emosi, agar terhindar dari potensi destruktif.

Publik mudah-mudahan dapat mengira-ngira kejadian manakah yang pemicunya mirip dengan pemicu kemarahan si pelaku pembunuhan Joshua. Ketika itu, seseorang terbunuh oleh dua eksekutor di jalanan dengan cara ditembak. Sungguh aneh karena hasil otopsi terkesan direkayasa. Seorang ahli forensik kala itu menjelaskan, bekas tembakannya menunjukkan dia ditembak dari jarak jauh, sementara eksekutor yang bertanggung jawab hanya berjarak beberapa meter dari posisi korban.

Ajaibnya, kasus ini menyeret beberapa sosok pejabat sebagai tersangka otak pembunuhan. Meskipun di pengadilan terdakwa menepis dakwaan jaksa, tetap saja dia divonis bersalah. Bukti yang belakangan diduga sumir, telah menggiring si pejabat ke jeruji besi.

Spekulasi pun beredar, diduga pemicu dari skenario dilibatkannya seorang otak pembunuhan itu, karena ada kaitannya dengan kemarahan seorang pejabat publik kepada sang terpidana yang diduga telah menyinggung kehormatannya. Spekulasi itu pun tetap tersimpan sebagai misteri hingga saat ini

Betapa tragis dua korban pembunuhan itu, hanya karena dipicu kemarahan si pemilik superioritas, mereka harus meregang nyawa. Jika Joshua memang menjadi satu-satunya target, namun yang terdampak dari upaya rekayasa kasus, mencapai puluhan apparat polisi menghadapi proses pemeriksaan.

Berbeda dengan kasus terdahulu, korban diduga hanyalah merupakan umpan untuk menyasar target utama. Namun betapa miris jika spekulasi itu terbukti benar, karena untuk menjadi pintu masuk sehingga si target dipenjarakan, si korban harus meregang nyawa.

Hikmah dari dua peristiwa pidana ini mungkin akan mengilhami kita, betapa rumitnya suasana hati mereka yang karena merasa berkuasa, namun dia menghadapi kenyataan yang membuatnya marah. Dalam hal ini kita perlu memahami betapa pentingnya upaya introspeksi, sebelum maksud jahat yang direncanakannya terlanjur menimbulkan korban. Manajemen emosi barangkali sangat berperan untuk mengendalikan pikiran negative, tidak hanya bagi mereka yang mudah menggerakkan orang lain, namun juga berlaku kepada setiap orang.

Lazimkah Ekspresi Marah Penguasa hingga Meminta Korban Nyawa?

Sumber Utama : https://seword.com/umum/lazimkah-ekspresi-marah-penguasa-hingga-meminta-LI66ZGDAuf

Jokowi Bikin Papua Football Academy di Stadion Kader Demokrat, SBY Auto Prihatin!

Presiden Joko Widodo datang ke Papua meresmikan sebuah akademi sepak bola yakni Papua football academy. Dia meluncurkan Papua football academy di stadion Lukas Enembe yang ada di Jayapura.

Kita tahu bersama-sama bahwa stadion Lukas Enembe adalah stadion yang diresmikan oleh gubernur Papua saat itu. Dia adalah kader dari partai Demokrat yang sempat lari ke Papua Nugini.

Dalam hal ini saya harus mengakui bahwa gerakan presiden Joko Widodo sangatlah cerdas dalam membangun narasi bahwa ada perbandingan yang cukup cadas dan begitu timpang antara Papua dan Hambalang.

Proyek olahraga terbesar yang sempat diwacanakan di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah proyek Hambalang. Di sana akan dibangun wisma atlet dan diharapkan memunculkan banyak sekali atlet-atlet berpotensi.

Tapi ternyata yang muncul adalah koruptor-koruptor yang ditangkap. Wisma Hambalang adalah sebuah rekam jejak buruk yang dimunculkan oleh presiden yang suka bawa perasaan dan sering prihatin.

Presiden Joko Widodo pun akhirnya mencoba untuk mencuci mukanya pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang begitu tercoreng buruk. Orang baik ini meresmikan Papua football academy yang akan membentuk kedisiplinan dan karakter yang baik dari anak-anak Papua yang berpotensi menjadi pesepakbola besar di Indonesia.

Presiden Joko Widodo sendiri yang membangun itu dan banyak sekali orang-orang yang bersyukur atas hal ini. Tapi pertanyaan saya kenapa harus di stadion Lukas yang merupakan kader Demokrat?

Pesan tersembunyi dan terselubung yang diberikan oleh presiden Joko Widodo adalah mempertontonkan gagalnya Susilo Bambang Yudhoyono dalam membangun Indonesia selama 10 tahun kemarin ini.

Yang dibangun bukan manusianya tapi yang dibangun adalah kerajaan Cikeas yang pada akhirnya harus tenggelam Karena kader-kader Demokrat yang gak beres dan banyak yang korupsi di eranya. Yang saya ngomong ini fakta loh bukan asal-asalan aja.

Pesepakbola di Indonesia masih banyak yang harus digali potensinya. Negara kita adalah negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia. Akan tetapi pelatihan-pelatihannya masih kalah jauh dengan negara-negara Eropa dan Amerika yang penduduknya relatif jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia.

Inilah yang menjadi ironi dari negara-negara Asia yang negaranya jarang bisa masuk ke piala dunia. Bahkan sepak bola Indonesia dan Korea Selatan pun jauh timpang. Sebenarnya nggak banyak orang-orang yang sadar bahwa negara Indonesia itu sebenarnya bisa berpotensi menguasai dunia.

Saya penasaran dengan presiden sebelum-sebelumnya yang seolah-olah tutup mata dan tutup telinga soal olahraga. Presiden Joko Widodo memiliki sensitivitas yang sangat amat tinggi di dalam menentukan lokasi dan tempat mencetak atlet-atlet berkelas dunia di Indonesia.

Di alam Papua yang indah dengan udara yang bersih membuat penggalian potensi akan menjadi semakin luar biasa.

Kemegahan stadion di Jayapura jauh lebih bagus daripada stadion yang dibangun oleh gubernur dungu rasis yang gak sebentar lagi dibuang oleh rakyat Jakarta yakni Anies Baswedan yang merupakan kader Demokrat juga dulunya.

Desain besar olahraga Nasional seharusnya bisa dilakukan sebaik-baiknya oleh para pemerintah daerah. Saya berharap bukan hanya latihan fisik yang dibangun di Jayapura football club melainkan juga pelatihan mental yang nggak sembarangan tackle orang sampai ada yang mati.

Terima kasih presiden Joko Widodo semoga panjang umur dan sehat selalu supaya bisa mempermalukan Susilo Bambang Yudhoyono. Bikin SBY malu dan mempermalukan orang ini dan partai-partainya sangatlah mudah.

Datang saja ke tempat mangkraknya dan foto-foto di sana seperti yang dilakukan presiden Joko Widodo. Langsung auto nangis dan bikin album baru mungkin?

Jokowi Bikin Papua Football Academy di Stadion Kader Demokrat, SBY Auto Prihatin!

Sumber Utama : https://seword.com/umum/jokowi-bikin-papua-football-academy-di-stadion-NA90fS1cjI

Lebay! Ada Patung Kucing Simbol Perjuangan di Kampung Susun yang Diresmikan Anies

Peresmian Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung perlu diapresiasi. Penyediaan tempat tinggal untuk warga merupakan kabar gembira. Yang menempati kampung susun di Cakung ini adalah warga Bukit Duri yang dulu mengalami penggusuran pada tahun 2016. Hanya saja keberadaan patung kucing di area kampung susun ini serta narasi yang mengikutinya menimbulkan pertanyaan dalam benak saya.

"Patung kucing ini gagasan karena waktu pas penggusuran, saya melihat di atas sanggar Ciliwung yang dihancurkan itu, ada satu ekor kucing bernama Libi milik anak-anak sanggar. Kucing itu melompat-melompat di antara terkaman backhoe,” kata tokoh masyarakat, Sandyawan Sumardi, seperti dikutip dari kompas.com.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa Libi dikira sudah mati tetapi esok harinya anak-anak melaporkan bahwa Libi masih hidup dan sedang duduk di lokasi sanggar yang sudah hancur. Setelah itu setiap hari setiap pukul 15.00 WIB, Libi selalu tidur di lokasi atau reruntuhan itu. Karena itulah, Libi dijadikan simbol perjuangan warga Bukit Duri yang tergusur.

“Ini kami jadikan simbol perjuangan, kesetiaan dan persistensi warga yang rindu sekali akan tempat tinggal yang manusiawi, yang penuh gotong royong,” ujar Sandyawan.

Sah-sah saja membuat monumen tetapi bagi saya narasinya berlebihan. Saya menduga mereka merasa menang karena usulan mereka soal kampung susun terwujud. Secara tegas, mereka memang menolak dipindahkan ke rusunawa tetapi meminta dibangunkan kampung susun yang manusiawi dan dikelola dengan koperasi berdaya guna. Bagi mereka, rusunawa tidak bisa mengganti tanah dan rumah yang mereka miliki. Skema kampung susun akan mengembalikan tanah dan rumah yang sudah digusur pada tahun 2016.

Benarkah mereka sungguh-sungguh memenangkan perjuangan soal kampung susun ini? Menurut saya kok tidak. Saat itu mereka menuntut agar kampung susun dibangun di Bukit Duri tetapi kampung susun ini berada di Cakung. Mereka meminta agar kampung susun bisa menjadi hak milik tetapi skema yang sekarang direncanakan dengan sistem sewa jangka panjang. Pengelolaan memang diserahkan kepada koperasi tetapi peraturannya pun belum ada.

Menurut saya, warga Bukit Duri yang menerima kampung susun di Cakung ini tidak konsisten dengan keberatan mereka pindah ke Rusunawa Rawa Bebek. Saat itu, mereka menolak pindah karena merasa Rusunawa Rawa Bebek jauh dan sistem menyewa tidak bisa mengembalikan rumah dan tanah mereka. Sebagai catatan, tidak semua warga Bukit Duri menolak pindah ke Rusunawa Rawa Bebek. Lebih banyak yang mau pindah daripada yang tetap bertahan di Bukit Duri.

Saya merasa pemenang sebenarnya adalah warga yang mau pindah sejak tahun 2016 karena mereka mereka sudah nyaman sejak lama. Warga Bukit Duri yang menerima kampung susun di Cakung ini justru mengalami kekalahan. Mereka harus pindah ke Cakung. Kampung susun tetap harus menyewa. Tempat tinggal pun baru didapatkan pada tahun 2022.

Karena itulah, saya merasa tidak perlu ada monumen patung kucing di kampung susun itu. Tidak ada hal yang layak untuk dijadikan monumen. Anehnya Pemprov DKI yang membangun kampung susun itu juga ikut saja keinginan warga Bukit Duri. Yah, mungkin karena tersandera janji politik yang tidak logis tetapi harus tetap dipenuhi demi menjaga citra dan suara untuk narasi politik ke depan.

Lebay! Ada Patung Kucing Simbol Perjuangan di Kampung Susun yang Diresmikan Anies

Sumber Utama : https://seword.com/umum/lebay-ada-patung-kucing-simbol-perjuangan-di-zOP39IpImb

Klik Sayap-Sayap Patah pro DENSUS 88 atau Anda Bela Teroris berbaju Agama !!?? 

Klik Mahasiswa DEMO terus ??!!! Memang punya SOLUSI?? atau Malah bikin rakyat tambah sengsara !!!!!

KLIK Ustadz Abdul Somad sang "Ustadz Kontroversial" kembali diundang Kepala Daerah di KalSel WARNING!! Politik Identitas Bermain, Benarkah??!! 

KLIK juga KalSel dalam Berita

Juga KLIK Kadrun itu Susah "Move On", Joget pun "SALAH" 

Klik ISTANA NEGARA 17an "Ojo dibandingke" VIRAL 

Klik Jangan BACA !!! 

KLIK di Amien Rais bilang "Gangguan Kejiwaan", ternyata Anaknya "Gangguan Jiwa", benarkah ??!!

Juga Klik Citayam Fashion Weeks : Koperasi 212 "penampung" Dana ACT..!!! Benar kah ini ???!!! Pendukung Anies & JIS gimana??

Klik Kenapa Pilih Ganjar ?!!!?

Klik Masih tentang ACT dan PKS, MANULIFE hingga BUMN serta Dana CSR

Klik juga ACT & PKS, Ustadz Bechi dan Gubernur Rasa Presiden !!!

Klik juga Mahasiswa "Bela Rakyat" atau "Bela Cukong yang membacking Mahasiswa" ..??!!!

Klik ACT (Aksi Cepat Tanggap) "TERBONGKAR" , VIRAL #JanganPercayaACT 

Klik juga VIRAL : Gabung PKS "HARAM" bagi GP Ansor !!!

Klik Super Hero Indonesia "Damaikan Dunia" !!!

Klik LITERASI , apa sih artinya ?? 

Klik Indonesia & Ukraina : Pertemuan tete-a-tete atau empat mata  

Silahkan klik Warga KalSel di "Waluhi OLIGARKI Daerah" atau Oligarki Pusat ?!!!

Klik Jejak Anies dan Intoleransi yang BERBAHAYA untuk Indonesia

Klik juga : Dunia HEBOH ... !!!

Silahkan klik Benturkan Agama !!! buat Cebong dan Kampret Berkelahi dan KADRUN Berjaya !!!

Klik RIBUT

klik juga "VIRAL" Film Lady Of Heaven dan VERSI LONDON (Syi'ah London, Sunni AS, HTI London Dll)

KELEBIHAN Bayar ?? VS Korupsi ... !!! 

Klik juga Saatnya Pakai Akal SEHAT, Bukan Pake Kata DUNGU !!!!!! 

Klik juga 2024 saatnya seluruh warga Banua Banjar KalSel turun memberikan suara !!!

Klik juga Politisisasi Agama menghasilkan HOAX yang Terpercaya !!! 

Warga Banua Banjar 2024 pengen yang Baru di parlemen KalSel !!!!

Dosen UNISKA yang terkesan Bela Edy Mulyadi dkk "Hina Kalimantan" bukan mewakili Anak Kalimantan dan DAYAK !!! 

Foto-foto BEM SI (Badan Executive Mahasiswa Seluruh Indonesia) dan simpatisannya ??!!??

DAYAK VIRAL : #MaafBolehSajaProsesHukumTetapBerjalan !!!!! 

Benang Merah DEMO di KalSel !!!

Silahkan klik ini juga : "Operasi Doktrin Terorisme ukhti FPI" : Muhammad Uhaib As’ad Ketua KAMI Kal-Sel sebut Rezim Sekarang "Tidak Berbeda" dengan Rezim ORBA ?!!!

Sebagai pelengkap klik ini juga ya : Fraksi PKS & Demokrat "Jangan Buang Badan" - DEMO : Muhammad Uhaib As’ad , Ahdiat Zairullah hingga Rocky Gerung

Info tambahan Klik juga Ade Armando Doa Kebaikan Untukmu : Cuci Otak "Anak Muda" akhirnya apapun SALAH tanpa AKHLAK

yang ini klik Saatnya PERCAYA TUHAN dan Jokowi !!! Demo 11 April 2022, MAHASISWA atau MAHASEWA ??!!! 

klik juga ini Demo 11 APRIL : Ustadz Ormas Terlarang HTI di "SANJUNG" di KalSel, ini buktinya !!! Benarkah kader Ormas Terlarang HTI !!!

klik ini Yang Batu Siapa ? Yang Tangan Siapa ? Apakah ormas Terlarang HTI dan FPI masih menggurita & "Mencuci otak" warga KalSel 

klik juga ini #JanganMaudiWALUHi

juga ini  Foto-foto BEM SI (Badan Executive Mahasiswa Seluruh Indonesia) dan simpatisannya ??!!??

yang ini juga klik #JokowiSelaluSALAH 

Jangan lupa klik ini juga  Mengenal Wakil Rakyat KALSEL dan Kota Banjarmasin 2019-2024

serta klik ini 2024 : Saatnya Partai baru SUKSES di KalSel hingga Indonesia !!!

klik juga Kalau PKS (Partai Keadilan Sejahtera) "Tumbang" dalam PEMILU 2019 akankah GARBI menjadi "Penggantinya" ??!!  

https://news.detik.com/berita/d-6028229/jenguk-ke-rs-grace-natalie-ungkap-kondisi-terkini-ade-armando

https://gusdurian.net/pernyataan-sikap-jaringan-gusdurian-mengutuk-segala-bentuk-kekerasan/

https://banjarmasin.tribunnews.com/2021/03/27/la-nyalla-mattalitti-dinilai-habib-banua-layak-jadi-presiden-ini-pertimbangannya  

Klik juga videonya dilink dibawah ini :

BONGKAR OTAK DALANG AKSI 11 APRIL

Di bantu share agar masyarakat tidak ikut ikutan🙏🙏 Salam Indonesia Damai

Re-post by MigoBerita / Kamis/01092022/13.16Wita/Bjm 

Sayap-Sayap Patah pro DENSUS 88 atau Anda Bela Teroris berbaju Agama !!??


Migo Berita - Banjarmasin -
Sayap-Sayap Patah pro DENSUS 88 atau Anda Bela Teroris berbaju Agama !!?? Kita Hidup di Indonesia yang menjunjung tinggi semua agama dan aliran kepercayaan yang ada dan legal di Indonesia, Jadi Jangan Hakimi Saudara sebangsa yang berbeda Agama atau Aliran dengan kita, selama dia cinta dan berjuang untuk NKRI Harga Mati, meyakini PANCASILA sebagai Ideologi dan berdasarkan UUD 45 yang ber BHINNEKA TUNGGAL IKA, InsyaAllah kita memang bersaudara sesama ummat manusia.

Sayap Sayap Patah Ditonton 500 Ribu Penonton, Apa Kabar Film "The Power Of Firza"?

Jujur saja penulis belum menonton film sayap-sayap patah dan mungkin tidak akan menonton. Tapi tentu penulis paham inti ceritanya karena based on true story, yaitu penyerangan teroris di Mako Brimob. Selain penulis juga sudah membaca resensi film tersebut.

Jadi di sini penulis tidak akan menilai apakah film ini bagus atau tidak. Namun menjadi lucu ketika penulis membaca serangan-serangan kepada film ini yang dilakukan oleh kadrun. Kita bahas beberapa serangan kadrun yang lucu tersebut!!

Pertama, film ini disebut film Islamophobia. Penulis langsung terkentut-kentut mendengar serangan murahan kadrun tersebut. Gimana ngga? Kadrun sendiri yang sering teriak "teroris tidak beragama", tapi kok begitu ada film yang bercerita tentang terorisme jadi Islamophobia? Harusnya atheisphobia karena teroris kan tidak beragama.

Apakah kadrun malu karena teroris tidak beragama tersebut ketika mati malah disholati oleh seiman dengan alasan Fardu Kifayah? Ya itu salahkan yang mensholatkan dong, kenapa teroris yang katanya tidak beragama malah disholatkan sesuai ritual agama Islam.

Kedua, katanya film sayap sayap patah menjiplak film asal India berjudul "broken wings". Padahal film asal India tersebut baru akan tayang belakangan, dan jika dilihat resensinya, maka film tersebut sama sekali bukan menceritakan soal aksi terorisme di kantor polisi. Silakan baca di sumber berikut ini.

Tapi wajar sih kalau ngawur. Karena biarpun yang menyebarkan hoax tersebut adalah Dosen Universitas IPB Bogor, kalau sudah jadi kadrun akan tetap saja bodoh walaupun dokter atau profesor sekalipun.

Padahal kalau mau sedikit mikir, masih ada film India yang memiliki beberapa kesamaan dengan film Denny Siregar tersebut. Contohnya Hotel Mumbai, yang menceritakan aksi terorisme di India oleh "teroris tidak beragama".

Walaupun bukan dilakukan di markas polisi, tapi sama-sama berbicara tentang terorisme. Cuma mungkin sayang nya secara judul berbeda jauh. Si pembuat hoax artinya sadar kalau kadrun adalah tipe orang bego yang setiap baca berita cuma lihat judul langsung coli otak. Hahahaha

Itulah dua serangan dari kadrun kepada film sayap-sayap patah. Apakah serangan tersebut berhasil? Bad News Is God News, justru dalam 1 minggu film tersebut sudah ditonton 500ribu orang.

Jangan lihat di aplikasi M-TIX seperti kadrun bego yang menyerang film ini ya, data 500ribu tersebut diinformasikan langsung oleh XXI. Mungkin tidak seberapa dibanding film-film Indonesia seperti pengandi setan, itu sebabnya pada aplikasi M-TIX ada beberapa studio yang terlihat kosong.

Tapi dibanding film 212 : The Power Of Firza, eh The Power Of Love besutan kadrun sih, film ini masih jauh lebih baik dari segi jumlah penonton.

Sayap Sayap Patah Ditonton 500 Ribu Penonton, Apa Kabar Film "The Power Of Firza"?

Sumber Utama : https://seword.com/umum/sayap-sayap-patah-ditonton-500-ribu-penonton-apa-NXxmv2sWtW

Gibran Memang Wali Kota yang Berbeda, Keluhan Jalanan Rusak pun Dibalasnya dengan Asyik

Jalanan rusak memang seperti menjadi masalah klasik di berbagai daerah, termasuk di Surakarta yang sekarang dipimpin Gibran Rakabuming Raka sebagai Wali Kota. Namun, sulung dari Presiden Jokowi ini seperti tahu benar cara merespons keluhan warganya dengan asyik, tapi tetap berupaya secepatnya menyelesaikan masalah yang dikeluhkan warganya.

Mau tahu cara asyik Gibran dalam merespons keluhan warganya? Semua bermula dari keluhan warga Surakarta yang menarik perhatian warganet di linimasa Twitter, dengan nama akun @sing_gasing yang menulis begini:

”Mulai perempatan klewer ke barat, mang (maksudnya: Anda) lewat jalur selatan sebelah kiri Pak, sampai perempatan lion fried blood (singosaren). Kalo bisa naik supra Pak, biar lebih kerasa vibes nya.”

Kalau pemimpin daerah lain mungkin hanya menganggap keluhan itu seperti angin lalu, tetapi tampaknya Gibran tidak begitu. Tak lama Gibran balas mencuit:

”Baik mbak. Akan saya coba lewat perempatan lion fried blood dengan menggunakan supra x fi.”


Asyik banget kan, cara jawab Gibran? Apakah sekadar pencitraan? Sepertinya kok tidak, karena tak lama setelah cuitan itu beredar, ada balasan dari pihak terkait bahwa proses perbaikan jalan akan segera dilakukan. Ya, semoga “si mbak” yang tadi ngecuit dengan istilah yang unik “lion fried blood” juga akan mewartakan kepada warga Twitter ketika jalan yang dimaksud sudah diperbaiki oleh Pemkot Surakarta melalui bagian yang memang bertugas membereskan persoalan soal jalanan yang rusak.

Bicara soal pemimpin muda yang cepat merespons keluhan warganya, Gibran tampaknya cocok disebut menjadi salah satu yang cukup responsif dan berupaya mencari solusi dari setiap masalah yang terjadi di kotanya.

Daaan … kalau pemimpin muda yang satu ini sudah niat beneran, seperti nggak ada takut-takutnya, lho! Ingat kan kasus pemukulan warga Surakarta oleh oknum Paspampres belum lama ini? Begitu mendapat laporan, Gibran kan langsung berkata akan mencari orangnya, lalu tak lama kemudian langsung terjadi pertemuan untuk mencari solusi bersama mengenai kejadian itu.

Ketika direspons negatif karena dianggap berlaku kasar saat menarik masker dari oknum Paspampres itu, Gibran dengan tegas dan berani justru menjawab bahwa orang itu sudah memukuli warganya. Keren sekali, bukan?


Jadi, kalau sekarang ada yang berkata kalau apa yang Gibran lakukan itu biasa saja, karena banyak kepala daerah lain yang melakukannya, saya cuma mau kasih jawaban: ”Tapi kan nggak seasyik cara Gibran menjawab lewat Twitter? Yeee….!”

Gibran Memang Wali Kota yang Berbeda, Keluhan Jalanan Rusak pun Dibalasnya dengan Asyik

Sumber Utama : https://seword.com/politik/gibran-memang-wali-kota-yang-berbeda-keluhan-45XNVswtjp

Mengomentari Pernyataan Kontroversi Pejabat di Jawa Barat

Mengetahui sosok Wakil Gubernur Jawa Barat sudah lumayan lama. Sejak beliau masih menjabat sebagai Bupati Kabupaten Tasikmalaya beritanya sudah sering menghiasi koran lokal di daerah Priangan.

Menjelang Pemilihan Gubernur tahun 2018 lalu, banyak spanduk mengenai keinginan Uu Ruzhanul Ulum menjadi Gubernur Jawa Barat. Terus terang waktu itu saya pesimis jika seorang Uu mampu jadi Gubernur Jawa Barat.

Selama memerintah Kabupaten Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum tidak mempunyai prestasi yang menonjol alias biasa saja. Prestasinya ya tidak korupsi, lumayan dari pada kepala daerah lain yang selama menjabat malah di tangkap KPK.

Tetapi takdir ternyata berkata lain. Walaupun tidak jadi Gubernur Jabar, Uu mampu jadi Wakil Gubernur. Menurut saya bukan karena prestasi seorang Uu bisa jadi Wakil Gubernur tapi lebih kepada keberuntungan.

Kang Emil atau Ridwan Kamil tidak punya calon lagi untuk mendampinginya sebagai Calon Gubernur. Pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum menang karena lebih kepada faktor Ridwan Kamil.

Kang Uu pernah mengeluarkan pernyataan yang menuai kontroversi. Terbaru pernyataannya tentang poligami menjadi perhatian masyarakat Jawa Barat.

Sebagaimana diketahui, fenomena HIV/AIDS kini tengah menghebohkan masyarakat Kota Bandung. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bandung membeberkan fakta, dari 5.943 kasus positif HIV di Bandung selama periode 1991-2021, 11 persen di antaranya ibu rumah tangga (IRT).

Menurut Uu, salah satu pemicunya adalah suami yang melakukan hubungan seks tidak menggunakan pengaman dengan pekerja seks. Selain IRT, 6,9 persen atau 414 kasus terjadi pada mahasiswa.

Menurut Wagub Jabar salah satu solusi agar suami tidak 'jajan sembarangan', suami tidak cukup dengan satu pasangan, agama Islam, menurutnya, mengizinkan suami berpoligami, dengan syarat dan sejumlah catatan besar, seperti harus mampu, adil, dan bijaksana.

Tentu saja hal ini memancing kontroversi. Karena poligami walaupun dibolehkan oleh Agama Islam tetapi masih tabu di kalangan masyarakat umum, khususnya kaum ibu. Alangkah lebih baiknya jika Kang Uu lebih hati-hati berbicara dalam masalah yang sensitif.

Masih banyak cara yang bisa diupayakan selain poligami, sebagaimana yang disampikan oleh Gubernur Jawa Barat. Seperti edukasi seks atau pengajian yang materi ceramahnya berkaitan dengan dosa zinah dan sebagainya.

Kontroversi Wagub Jabar yang lainnya adalah mengomentasi tentang perundungan. Uu pernah menganggap perundungan atau bullying hal biasa. Pernyataan itu dibuat saat menyikapi kasus perundungan kasus 'setubuhi kucing' yang korbannya meninggal dunia karena depresi.

Uu menyamakan perundungan dengan moyokan (menghina dengan nada bercanda dan tidak menyinggung) yang selama ini sering terjadi di masyarakat Jawa Barat. Seperti teman saya pernah moyokan teman yang lainnya.

“Kamu bekerja sedikit saja besoknya sakit, makanya makannya jangan sama kerupuk terus, kali-kali sama daging ayam”. Tapi teman saya yang dipoyokan malah tersenyum geli sambil garuk-garuk kepala walaupun tidak gatal.

Perundungan lebih kepada menghina, secara perkataan dan perbuatan serta jelas membuat tersinggung, tersakiti bagi objek perundungan. Tentu saja perundungan harus dicegah dan jangan sampai terjadi, oleh siapapun dan kapanpun. Pak Wagub harus bisa membedakan antara perundungan dengan moyokan.

Mengomentari Pernyataan Kontroversi Pejabat di Jawa Barat

Sumber Utama : https://seword.com/politik/mengomentari-pernyataan-kontroversi-pejabat-di-tzoAc5bnYW

Waketum MUI Bela Zavilda TV : Jika Ajakan Tak Masalah

Penulis sudah menduga kalau Anwar Abbas akan muncul mengomentari kasus Zavilda TV, Anwar Abbas tidak akan muncul hanya kalau ada kasus pencabulan yang dilakukan oknum ustad di Pesantren.

Seperti biasa Anwar menggunakan strategi membela dengan sok bijak dan sedikit pengalihan isu. Di sini penulis akan menggunakan jurus "menjawab orang bodoh dengan kebodohannya", karena cara ini adalah cara paling ampuh melawan argumen Munafikun seperti Anwar Abbas.

"Kalau yang dibuat oleh si pembuat konten itu hanya bersifat imbauan atau ajakan serta tidak ada unsur-unsur pemaksaan dan intimidasi, tentu tidak masalah," ucap Anwar Abbas saat dihubungi, Selasa (8/30/2022).

Komentar penulis : Anwar Abbas sedang berusaha memonopoli kebenaran, kebenaran hanya miliknya dan kelompoknya. Padahal Indonesia mengakui 6 agama resmi, dimana setiap pemeluk agama pasti meyakini agamanya paling benar.

Jadi kalau menurut Anwar Abbas selama hanya himbauan tidak masalah, asalkan tidak ada unsur pemaksaan dan intimidasi. Maka jika suatu saat ada umat agama lain mengajak Murtad umat Islam, janji tidak akan marah ya?

Harus janji dulu karena faktanya umat agama lain bagi-bagi Indomie kelompok si Abbas ini akan kelojotan setengah mati. Ada saksi Yehova bagi-bagi selebaran, langsung teriak-teriak kristenisasi tanpa cek aliran tersebut diakui kristen atau tidak. Diminta pakai topi santa, lalu datang FPI melakukan sweeping (untung saja sudah bubar ini ormas).

Kalau soal tidak ada pemaksaan dan intimidasi, Saifudin Ibrahim juga membahas Islam dengan supir tidak ada intimidasi, bahkan sangat santuy. Tapi kok ditangkap ya?

"Apalagi kalau yang bersangkutan dalam menyampaikan pesan dan ajakannya tersebut tidak mempergunakan bahasa yang kasar, tapi mempergunakan bahasa yang baik, sopan dan santun. Bahasanya pun jangan menyakiti hati yang diajak," ucapnya.

Komentar penulis : perhatikan yang dibold!! Ini adalah kalimat subjective, dimana Anwar Abbas tahu kalau ucapan seseorang menyakiti orang lain atau tidak?

Tidak perlu menggunakan kata-kata kasar. Kata-kata lembut namun menghakimi seperti menuduh orang yang tidak berhijab harus bertaubat saja itu sudah bisa menyakiti.

Tapi penulis akui kalau Anwar Abbas lihai juga. Dia pakai kalimat subjective, ya agar ketika ada yang melakukan hal sebaliknya kepada kelompok dia, maka si Abbas akan teriak-teriak kalau itu menyakiti umat Islam.

Memaksa orang lain pakai hijab bagi Anwar Abbas tidak menyakiti. Tapi nanti ketika misalnya ada yang meminta muslim pakai kalung salib, dia akan teriak "menyakiti umat Islam".

Tapi jangan kuatir, umat minoritas hanya pakai hal tersebut sebagai pengandaian doang kok. Karena kalau sampai itu terjadi beneran, semua juga tahu bahwa Anwar Abbas dan kelompoknya akan kesurupan.

"Di negeri ini seperti diketahui juga sudah ada UU nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi yang melarang orang menyajikan secara eksplisit ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan," katanya.

Komentar penulis : lagi-lagi Anwar Abbas berusuha memonopoli kebenaran. Bagi Anwar Abbas yang namanya tidak telanjang itu harus berpakaian seperti Ninja Pasir Sunagakure.

Padahal wanita yang dipaksa pakai cadar tidak sama sekali pamer bagian vital atau kelaminnya. Tapi maklum lah, Abbas dan kelompoknya kan lihat cewe berjilbab saja langsung ngaceng seperti oknum ustad di pesantren.

Jangankan lihat bokong atau payudara yang berbentuk, lihat rambut wanita saja mungkin mereka sudah ejakulasi dini. Jadi ya bagi mereka wanita harus berpakaian seperti Shinobi Pasir Sunagakure.

Tapi kalaupun mau dipaksakan si wanita berpakaian porno, maka Zavilda TV tetap akan kena pasal juga. Karena jelas-jelas dia memvideokan wanita tersebut, menyebarkannya di youtube bahkan dijadikan thumbnail.

Paragraf terakhir adalah satu-satunya jawaban serius penulis untuk menanggapi si Anwar Abbas. Ngelesnya kurang canggih bas!!

Waketum MUI Bela Zavilda TV : Jika Ajakan Tak Masalah

Sumber Utama : https://seword.com/umum/waketum-mui-bela-zavilda-tv-jika-ajakan-tak-hBqDsP1ok3

Uu Dan RK Saling Mempermalukan Diri Mereka

Sepertinya kaun kadal gurun memang memiliki agenda seperti penjajah Belanda dulu, yaitu melakukan pembodohan bangsa Indonesia.

Dalam melakukan aksi pembodohan bangsa Indonesia, penjajah Belanda melarang bangsa Indonesia dari kalangan biasa untuk mengenyam pendidikan, maka kadal gurun melakukan aksi pembodohannya dengan mengobok-obok pendidikan Indonesia dengan nalar-nalar sesat mereka. Walaupun kedua cara mereka jauh berbeda tetapi hasil akhirnya sama, yaitu membodohkan orang Indonesia. Sikap mereka pun sama, yaitu merasa lebih superior dari kelompok yang sudah ada.

Pada awal kronologi aksi mereka pun tidak jauh berbeda. Mereka sama-sama diterima oleh bangsa Indonesia, lama-lama menguasai dan menempatkan diri mereka lebih tinggi dari kita. Para Kadal Gurun di Indonesia merasa ke-Islam-an mereka lebih tinggi dan lebih mulia dibandingkan umat Islam Indonesia pada umumnya. Dengan atribut ke-agama-an yang mereka pakai, seperti janggut panjang, celaka cingkrang, baju tunik, untuk laki-laki, dan jilbab panjang dengan cadar untuk perempuan, mereka memperlihatkan diri seakan-akan sudah menjadi umat Islam yang paling suci yang tidak lagi berurusann dengan duniawi.

Berpoligami, menjadi salah satu ciri mereka pula. Para perempuan yang rela dipoligami memandang bahwa berbagi suami dengan perempuan lain adalah bagian dari ibadah tanpa memperhatikan apakah si laki-laki yang memoligami mereka sudah mampu untuk berkeadilan pada mereka atau tidak. Sementara si laki-laki berpoligami hanya dengan para perempuan yang memiliki kemampuan yang melebihi istri pertama dari sisi penampilan dan "keahlian". Sampai hari ini saya belum pernah mendengar atau membaca berita ada seorang laki-laki yang berpoligami dengan menikahi janda-janda tua yang miskin dan tidak cantik. Padahal, jika praktek poligami ini dilakukan seperti yang Rosulullah saw lakukan, niscaya, ini akan mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia. Karena pada umumnya, hanya laki-laki yang berkemampuan finansial lebih yang bisa berpoligami.

Kalau soal poligati bisa menjadi pemutus rantai penyebaran HIV/AIDS, baru Uu, Wakil Gubernur Jawa Barat, yang men-teori-kan demikian.

Yang menjadi penasaran saya adalah, apa motivasi Uu membuat pernyataan sebodoh itu? Ridwan Kamil yang menjadi atasanya, tak hanya menyatakan bahwa pernyataan Uu itu adalah sebuah pernyataan pribadi, tapi dia juga menyatakan ketidak setujuannya atas pernyataan Uu tersebut.

Ridwal Kamil benar-benar merasa perlu untuk mengungkapkan ketidak setujuannya atas pernyataan bodoh wakilnya. Karena biasanya, ketika seorang wakil atau pemimpin membuat pernyataan bodoh, maka pasangannya, akan hanya mengatakan "itu bukan pernyataan kolektif, itu pernyataan pribadi", titik. Jarang sekali ditambahkan dengan penegasan lanjutan tentang ketidak setujuannya.

Saya melihat aura 'malu dan marah' dari Ridwal Kamil atas pernyataan Wakil-nya. Padahal sejauh ini, walaupun jarang sekali terlihat Ridwak Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum bersama-sama, tapi Ridwal Kamil tidak pernah mendiskreditkan perkataan Uu. Pada unggahan status di akun media sosialnya, RIdwal Kamil bahkan menegaskan bahwa Pemprov Jabar tetap akan fokus pada kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan dalam penanggulangan HIV/AIDS dan IMS di Provinsi Jawa Barat.

Ridwal Kamil pantas merasa malu karena pernyataan bodoh Uu tentang poligasi adalah solusi untuk mengurangi HIV/AIDS. Sementara Uu jelas harusnya malu dengan pernyataan Ridwal Kamil yang menyatakan tidak setuju dengan pendapatnya atau dengan kata lain, pendapat Uu itu salah dan tidak berlaku baginya. Padahal HIV/AIDS ini sedang menyerang Jawa Barat, dimana sebagian besar penderitanya adalah ibu-ibu rumah tangga yang mendapatkan virus mematikan ini dari suami yang hobi "jajan" lalu membawa sampahnya ke rumah mereka.

Kadal gurun memang berkembang biak di Indonesia dan sulit untuk dihentikan karena ini adalah masalah kebebasan berkeyakinan pribadi yang dijamin undang-undang. Namun, ketika kebodohan itu dipaksakan pada orang lain, seperti kejadian di video pemaksaan jilbab di Malioboro, reaksi perlawanan umat Islam lain cukup signifikan. Terhadap pernyataan bodoh kadrun seperti Wakil Gubernur Jawa Barat, jangankan orang lain, Gubernur Jawa Barat sendiri secara terang-terangan melawan.

Untung Uu membuat pernyataan bodoh ini di penghujung jabatan, coba kalau pernyataan bodoh ini dia lakukan di awal masa jabatan, apa tidak akan pusing Ridwal Kamil harus bekerja dengan kadal gurun selama lima tahun ke depan?

Uu Dan RK Saling Mempermalukan Diri Mereka

Sumber Utama : https://seword.com/politik/uu-dan-rk-saling-mempermalukan-diri-mereka-fdkh4IMUOT

Sentra Patung Primitif Bantul Nyaris Mati. Kenapa Tidak ke Lapak Ganjar?

Tiga puluh tahun lalu ada sekitar 60 perajin di dusun Pucung Pendowoharjo Kabupaten Bantul DIY yang membuat patung primitif. Tapi sekarang tinggal 2 orang saja.

Patung kayu itu mirip buatan Asmat Papua. Pemda Bantul terkesan tidak peduli apalagi memberikan bimbingan dan mencarikan jalan keluar pemasarannya.

Patung berbahan kayu jati dan mahoni itu memiliki warna khas hitam. Pada awalnya, patung yang dibuat cukup besar. Tingginya sampai 2 meteran.

Tapi belakangan, tidak lagi sebagai hiasan, namun diaplikasikan sebagai tempat tisu, tempat handphone, tempat kartu nama hingga untuk asbak rokok. Sehingga lebih sederhana dan kemasannya lebih ringan dan praktis bila dikirim ke konsumen di luar kota Bantul.

Sekitar tahun 1990 sampai 2000-an memang sempat booming dan diekspor ke berbagai negara. Tapi pasar mancanegara dirusak sendiri oleh para perajin, gara-garanya main banting harga dan produknya banyak di klaim tidak memenuhi standar yang sudah disepakati.

Kalau berbisnis dengan orang luar negeri memang tidak boleh main-main. Sekali dikecewakan mereka tidak akan memesan lagi. Akhirnya banyak produk yang menumpuk di perajin.

Dan keadaan ini pasti tidak diketahui Pembina UMKM di Pemda Bantul. Kalau lagi booming saja waktu itu para pejabat pemda Bantul ramai-ramai ikut melepas container yang akan diberangkatkan ke luar negeri. Tapi pas, perajin hancur-hancuran seperti saat ini, tidak ada pejabat yang menampakkan batang hidungnya di dusun Pucung.

Pemda tampaknya tak cukup siap untuk mendampingi para perajin yang kesulitan memasarkan patung-patungnya di dalam negeri. Bahkan terkesan dibiarkan hidup enggan mati tak mau. Kini patung primitif yang masih ada itu merupakan stok lama dan beberapa perajin sudah berpindah haluan sebagai pembuat meja kursi kayu.

Bila pasar dalam negeri yang akan disasar, Lapak Ganjar sebenarnya dapat membantu pemasarannya. Sebab, lapak Ganjar juga terbuka bagi UMKM yang berwirausaha di DIY, Jatim, Jabar dan Bali.

Program yang dibuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ini memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk mempromosikan produknya melalui Instagram Story Ganjar Pranowo. Story yang terpilih akan dibagikan ulang oleh akun @ganjar_pranowo. Program Lapak Ganjar telah dimulai sejak 11 Juli 2020 dan masih berlangsung hingga kini.

Pemda Bantul coba dululah mempelajari program Lapak Ganjar ini. Kita tidak usah berpikir politik-politikan. Yang jelas, Ganjar Pranowo pasti banyak pengikutnya. Namanya saja usaha. Ini sebagai salah satu terobosan untuk memasarkan produk asal Bantul, khususnya patung primitif ‘mbah dukun berwajah serem’ yang memang unik.

Menurut Anda bagaimana?

Sentra Patung Primitif Bantul Nyaris Mati. Kenapa Tidak ke Lapak Ganjar?

Sumber Utama : https://seword.com/umum/sentra-patung-primitif-bantul-nyaris-mati-kenapa-bh6P3azJXg

Wahai Wagub Jabar, Yakin Nih Poligami Bisa Menekan Laju Pertambahan Kasus HIV?

Guna menekan laju kasus HIV di Kota Bandung, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengusulkan solusi yang sangat absurd, yaitu mendorong para suami agar berpoligami.

Mungkin ide brilian itu didasari oleh temuan bahwa menurut data faktual yang dirilis Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), terdapat 5.943 kasus positif HIV di Bandung selama periode 1991-2021 dan ibu rumah rangga (IRT) menyumbang angka 11 persen atau kisaran sekitar 600 orang.

"Daripada terkena penyakit itu, menurut saya, solusi menekan angka penyebaran HIV/AIDS adalah menikah bagi anak-anak muda dan berpoligami bagi yang sudah nikah," jelas Uu belum lama ini.

Berbeda dengan wakilnya, Wagub Jabar mengaku tidak sependapat dan lebih memilih tindakan preventif lainnya daripada menyarankan para suami buat berpoligami seperti usulan Wagub Uu Ruzhanul Ulum.


Entah apa yang di pikiran Uu ketika mengusulkan solusi poligami itu, yang mungkin terpengaruh oleh keyakinan pribadinya mengenai pria yang boleh beristri lebih dari satu.

Cuma mungkin Uu lupa, kalau seandainya ratusan IRT tadi kena HIV dari suaminya (masa' dari tetangga atau selingkuhannya?) lantas nambah istri lagi (katakanlah tiga wanita), bukankah nantinya yang kena atau tertular HIV menjadi empat orang? Kalau angka 600 tadi dikalikan, berapa lonjakan kasus HIV baru jika dipikirkan hal terburuknya?

Lagipula menikah (bagi yang jomblo) dan berpoligami rasanya bukan solusi satu-satunya buat menekan laju bertambahnya kasus HIV/AIDS di negeri ini, yang faktanya jumlahnya tidak semakin sedikit. Apakah para suami di Indonesia lantas diminta berpoligami ramai-ramai? #Mikir

Setahu saya penularan HIV tidak hanya melalui hubungan seksual, meskipun kegiatan yang seharusnya hanya boleh dilakukan pria/wanita dengan pasangan resminya itu tampaknya menjadi penyumbang kasus yang paling signifikan. Penggunaan jarum suntik bergantian juga menjadi potensi penularan HIV yang tak bisa diremehkan.


Bagi saya, jika belum terlanjur kena atau tertular, memastikan generasi muda memiliki pergaulan yang sehat (termasuk menjauhi hubungan seks sebelum menikah) dapat menjadi cara ampuh dalam menjaga diri dari potensi tertular HIV.

Sementara bagi suami, komitmen kesetiaan dengan istri nenjadi cara yang ampuh pula agar jangan sampai tertular HIV. Pilihan berpoligami sebaiknya dicoret, karena justru dapat menjadi sarana penularan baru jika sang suami sudah positif HIV.

Bicara soal kemampuan bersikap adil jika sampai berpoligami, bagi saya lebih nggak masuk akal lagi, karena beristrikan lebih dari satu orang tampaknya mustahil bisa bersikap adil karena pasti akan condong ke salah satunya.

Atau, kalau mau membuktikan teorinya, Kang Uu Ruzhanul Ulum mau memberi contoh dulu? Katanya kan seorang pemimpin itu perlu memberi teladan. Bagaimana menurut Anda?

Wahai Wagub Jabar, Yakin Nih Poligami Bisa Menekan Laju Pertambahan Kasus HIV?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/wahai-wagub-jabar-yakin-nih-poligami-bisa-menekan-k6acKGSB4U

Ketika Agama Kehilangan Tuhan

Menyentak! Itu kesan yang saya rasakan ketika membaca judul tulisan milik Muji Emha Harsono yang dilansir di media suluhnusantaranews.com. Baru hanya membaca judulnya saja, sudah terkesan. Betapa benar sekali kalimat 4 kata yang mampu mewakili pemikiranku tentang situasi dan kondisi manusia Indonesia yang begitu mengagungkan agama tapi berperilaku seakan Tuhan itu tidak ada.

Saya pikir, tulisan cerdas milik Muji Emha Harsono itu patut dibaca oleh banyak orang. Pandangannya tentang agama yang kehilangan tuhan begitu lugas dan mengena. Bagusnya, tulisan ini tidak menyudutkan siapapun atau agama apapun. Karena pada dasarnya setiap orang yang beragama pastinya mengaku percaya pada Tuhan. Tapi seseorang yang mengaku ahli agama sekalipun, kadang bisa membuat kita menggeleng-gelengkan kepala jika melihat kelakukan mereka. Dan tanpa kita sadari di dalam pikiran, kita bertanya, "Apa ga takut sama Tuhan waktu dia melakukan itu?". Lebih jauh dari itu, kalimat 4 kata itu juga mampu memotivasi kita untuk melihat diri sendiri, apakah dalam beragama kita masih berpegang pada Tuhan? Kita juga bisa menorehkan pandangan kita melihat agama yang kehilangan tuhan dari sudut pandang yang berbeda. Coba saja kalian klik di sini untuk membaca tulisan cerdas Milik Muji yang saya bicarakan di atas.

Beragama di jaman sekarang memang menjadi tantangan tersendiri. Seperti misalnya video yang tempo hari viral karena mempertontonkan seorang perempeuan bercadar yang memaksa perempuan lain yang berpakaian biasa untuk menutupi auratnya. Walaupun kemudian diketahui kalau video itu sepenuhnya adalah settingan, tetap saja tidak lucu. Siapa yang mau disasar, disindir dan disudutkan dengan konten video seperti itu? Karena keduanya sama-sama dihujat oleh netizen dari kubu masing-masing.

Seperti yang ditulis oleh Muji bahwa esensi beragama telah dilupakan. Agama kini hanya komoditi yang menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama, karena semua yang berbau agama telah didewa-dewakan, takkan pernah dianggap salah, tak pernah ditolak, dan jadi keperluan pokok melebihi sandang, pangan, papan. Agama jadi hobi, tren, dan bahkan pelarian karena tak tahu lagi mesti mengerjakan apa. Agama kini diperTuhankan, sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan.

Duh... betapa benarnya!!!

Seandainya para manusia yang ada di dalam yayasan Aksi Cepat Tanggap tak kehilagan Tuhan, mungkin tujuan mulia ACT akan tercapai dan ACT akan menjadi tonggak penyangga bagi orang-orang yang tertimpa kesusahan dan tidak sebaliknya dimana ACT menjadikan kesusahan orang-orang menjadi tonggak penyangga kehidupan mewah mereka.

Pada intinya, apa yang dituliskan oleh Muji Emha Harsono menggambarkan bahwa di negara yang menjadikan ketuhanan yang maha esa menjadi sila pertama dari dasar negara, setiap warna negara diwajibkan untuk memiliki agama. Dengan harapan bahwa agama setiap warga negara bisa membentuk Indonesia menjadi negara yang aman, sentosa dan sejahtera. Namun, ketika beragama tapi di lubuk hati sudah tak ada tuhan karena kehilangan tuhan, maka kehidupan mereka tak akan dibebani dengan masalah dosa dan pahala. Takkan pernah dianggap salah, tak pernah ditolak karena selalu dipandang benar, dan menjadi candu melebihi keperluan pokok sandang, pangan, papan.

Sedianya kita harus mulai menanamkan arti adanya tuhan di hati anak-anak dari sejak kecil agar setelah dewasa, anak-anak kita tak kehilangan Tuhan dalam beragama.

Ketika Agama Kehilangan Tuhan

Sumber Utama : https://seword.com/spiritual/ketika-agama-kehilangan-tuhan-9o7w14CK2p

Bodohnya Tidak Terselamatkan!! Wagub Jabar : Tekan Angka HIV/AIDS Dengan Poligami

Poligami memang boleh dalam Islam, tapi itupun banyak muslim yang berkata kalau poligami ada syarat-syaratnya dan tidak bisa sembarang. Lantas karena diperbolehkan apakah otomatis Poligami adalah solusi ajaib untuk mengatasi masalah HIV/AIDS?

Tapi karena berbau Islami maka solusi ini terlihat sangat meyakinkan. Hal ini menjadikan partner Ridwan Kamil menyarankan poligami sebagai solusi untuk mengurangi angka HIV/AIDS.

Sebab, kata UU, menikah dan poligami akan menjauhkan diri dari perbuatan zina.

Komentar penulis : half truth!! Manusia adalah mahluk yang tidak pernah puas, itu sebabnya walaupun sudah menikah, masih banyak saja yang "jajan" ke PSK.

Punya 1 istri, karena sering ke PSK lalu diberi solusi poligami dan mendapat 2 istri. Bagaimana kalau masih tidak puas? Ya ke PSK lagi, sampai mungkin nanti poligami lagi jadi 3 istri. Kalau 1 istri saja tidak puas dan ke PSK, maka akan selalu ada kemungkinan walaupun sudah punya 2 atau 3 istri.

Dalam ilmu psikologi berlaku hukum kepuasan menurun. Ketika kepuasan dengan 1 istri tidak cukup, maka pria akan menginginkan 2 istri. Ketika tidak mendapat 2 istri, maka PSK adalah solusinya. Begitu pula ketika sudah punya 2 istri (dan kepuasan menurun lagi), saat tidak cukup maka pria akan mencari PSK. Ini terus berulang jika si pria tidak bisa mengendalikan diri atau dikendalikan oleh keadaan, hukum dan norma.

Maka walaupun istri 1,2,3 atau 4 tidak menjamin seorang pria tidak zina selama pengendalian dirinya kurang. Sebaliknya jika pengendalian diri bagus, maka 1 istri pun cukup untuk membuat pria tidak ke PSK. Hanya masalahnya yang mampu mengendalikan "otong" ini mungkin termasuk langka saat ini.

Itu mungkin sebabnya poligami dibatasi maksimal 4 orang, karena kalau menuruti nafsu manusia ya mau poligami berapapun tidak akan cukup.

Menurut UU, terbukti bahwa perzinahan membawa banyak mudarat, mulai dari penyakit kelamin menular, hingga paling parah terjangkit penyakit HIV/AIDS.

Komentar penulis : tampaknya si UU ini tidak paham bagaimana pola penyebaran virus HIV/AIDS. Memangnya virus HIV/AIDS tanya dulu kepada korbannya "sampean sudah ijab kabul atau belum?"

Bagaimana kalau HIV/AIDS diderita pria akibat dari pola hidup masa lalu sebelum menikah? Kalau poligami, maka bukan cuma 1 orang istri tertular, tapi maksimal bisa 4 istri, malah lebih parah? Apalagi kalau jumlah istrinya seperti Syekh Puji? Makin parah coy!!

"Sekarang kan sedang viral di Bandung ternyata ibu-ibu banyak yang kena HIV/AIDS. Kedua, anak- anak muda banyak juga yang kena," kata Wagub Jabar dalam keterangan tertulis via WhatsApp kepada Kompas.com, Selasa (30/08/2022).

Komentar penulis : UU tahu tidak kalau banyak yang kena juga adalah LGBT? Sumber..

Perbandingan wanita : pria di Indonesia saat ini adalah mendekati 1 : 1. Bagaimana jika poligami diterapkan? Berikut hitungan kasarnya :

  • Jika poligami dengan 2 istri, maka akan ada 50 persen pria yang kehabisan stok.
  • Jika poligami dengan 3 istri maka akan ada 2/3 pria yang kehabisan stok.
  • Jika poligami dengan 4 istri, maka akan ada 75 persen pria kehabisan stok.

Nah pria yang kehabisan stok ini, karena tidak ada wanita, maka akan ada kemungkinan mereka berhubungan sesama pria. Karena bagaimanapun nafsu sex adalah alamiah, ketika stok wanita habis, maka sesama pria pun akan diembat.

Mau bukti? Tuh kasus sodomi di Pesantren karena pria lebih sering ketemu pria di sana.

Jadi poligami ini bukannya menyelesaikan masalah, malah menambah masalah bahkan bisa menambah jumlah LGBT seperti di Sumbar yang katanya provinsi Islami.

Makanya UU kalau punya pikiran itu jangan terlalu linear, sampean ini Wakil Gubernur loh. Kok bisa-bisanya bikin solusi bodoh, mengatasi masalah dengan masalah? Benar-benar tidak terselamatkan ini!!

Bodohnya Tidak Terselamatkan!! Wagub Jabar : Tekan Angka HIV/AIDS Dengan Poligami

Sumber Utama : https://seword.com/umum/bodohnya-tidak-terselamatkan-wagub-jabar-tekan-KtC7HPNgQ7

Zavilda TV Klarifikasi dan Minta Maaf, Harusnya Tak Usah Diberi Panggung

Sebuah video menggelikan menjadi viral karena konten tersebut berisi tentang permintaan seorang wanita bercadar kepada wanita lain agar memakai hijab saat berada di tempat umum.

Video ini diunggah oleh konten kreator Zavilda di kanal Youtube Zavilda TV.

Konten Youtubenya kerap menampilkan video sosial eksperimen dan rata-rata dia mengajak wanita untuk hijrah dan menutup auratnya.

Video ini sudah dihapus, tapi sudah keburu viral dan menyebar ke mana-mana. Yang membuat video ini dikritik habis-habisan adalah cara orang ini yang terkesan memaksa, bahkan terkesan suci sehingga berhak bicara soal murka Tuhan, azab atau apa pun lah itu. Seolah dia yang paling direstui Tuhan untuk menghakimi penampilan orang lain.

Di video itu, seorang perempuan bercadar menghampiri seorang wanita yang sedang duduk seorang diri di Malioboro.

"Alhamdulillah ada target cewek sexy Malioboro," tulis dalam keterangan video.

Zavilda kemudian meminta agar wanita yang sedang duduk itu mencoba memakai hijab. Permintaan itu ditolak.

"Kenapa kak? Coba sebentar aja ya?" kata Zavilda pantang menyerah.

Wanita dalam video yang diminta menutup aurat itu tetap tidak mau menerima ajakan Zavilda sambil tersenyum dan menolak secara halus.

"Kebetulan kan kakak Islam, berarti kakak punya kewajiban buat tutup aurat. Saya nggak maksa kakaknya 24 jam, di sini saya sebagai renungan kakaknya. Sebentar nanti dilepas lagi," kata Zavilda.

Wanita itu lebih memilih pergi karena tidak nyaman dengan ajakan Zavilda. Tapi Zavilda menahan wanita itu untuk pergi.

Wanita itu kemudian terlihat menghubungi seseorang dan menghindar dari Zavilda. Dan lagi-lagi Zavilda tetap meminta wanita itu menutup auratnya. "Tunggu sebentar ka mana tau kakak berubah pikiran. Ini lho kewajiban kakak," Zavilda tetap memaksa.

"Pernah nggak sih, ngerasa takut tiba-tiba kalau seandainya Allah manggil kita tiba-tiba. Napas kita udah nggak ada, pernah nggak mikir kayak gitu. Tapi kita masih belum punya amal yang siap. Ibadah kita masih kurang. Sedangkan kita, kita sama-sama pendosa, kita sama-sama pendosa 24 jam," katanya.

"Kita nggak bisa menghindari dosa. Tapi kayak gimana kalau seandainya Allah murka. Allah kan sudah kasih kesempatan, terutama kakaknya ya. Kakaknya sudah lalai sama kewajiban sudah ingkar sama kewajiban, tapi Allah kasih kesempatan, masih bisa nafas, masih bisa jalan-jalan ke sini ke Yogya, tapi kita lupa sama kewajiban kita," kata dia lagi.

Kalian pasti merasa geli, bukan? Kok bisa-bisanya ada orang yang bisa ngomong begitu.

Bukankah dia ini merasa seperti panitia surga, merasa paling suci dan berhak menceramahi orang lain? Siapa pun pasti akan risih dan tidak nyaman diceramahi seperti itu. Beragama itu tak boleh dipaksa. Semakin dipaksa, orang yang bersangkutan bisa makin tidak senang.

Karena sudah viral, akhirnya yang bersangkutan minta maaf dan klarifikasi. Dia menegaskan sudah meminta izin terlebih dahulu kepada wanita yang ada di video viral dan sudah sepakat untuk tayang di Youtube.

Sebenarnya simpel saja, kalau memang itu sudah ada kesepakatan dari yang bersangkutan, kenapa tidak bikin klarifikasi di awal video atau semacam disclaimer?

Apa karena kalau pakai disclaimer, videonya tidak menarik lagi? Orang-orang tidak mau nonton karena itu tidak real. Jadi semua itu hanya konten, kan? Konten Youtube ya ujung-ujungnya mungkin bermuara ke Adsense. Kalau tidak rame, mana bisa dapat penghasilan yang banyak, gitu, kan?

Lebih baik tak usah minta maaf apalagi klarifikasi kalau begitu caranya.

Dan satu lagi hal yang harus diperhatikan. Saya kadang agak heran dengan mudahnya para pemburu pansos mendapatkan panggung di negara ini. Masyarakat pun seolah tidak peduli. Heran aja sih, dikit-dikit viral. Sudah tahu pansos demi konten, untuk apa juga ditonton? Saya aja males nonton. Cukup baca berita dari media dan tahu inti permasalahannya.

Belajarlah skip hal-hal seperti ini. Jangan beri panggung menjadi besar. Saya sendiri menghindari hal-hal viral yang recehan.

Bagaimana menurut Anda?

Zavilda TV Klarifikasi dan Minta Maaf, Harusnya Tak Usah Diberi Panggung

Sumber Utama : https://seword.com/politik/zavilda-tv-klarifikasi-dan-minta-maaf-harusnya-A8hNaub5A3

Sambut September dengan Isu BBM Subsidi Naik, dan Bahaya Komunis (feat. Gatot Nurmantyo)

…. biasanya sih begitoooo….

**

Menjelang September yang kurang dari sepekan lagi, pemerintahan Presiden Jokowi dihadapkan pada permasalahan yang sedikit menyita pikiran. Betul, yaitu terkait dengan besaran subsidi BBM yang terus berpeluang membengkak. Sejauh ini besaran subsidi BBM yang telah dikeluarkan pemerintah adalah sebesar Rp. 502 triliun.

Be…. be be be beh …. Banyak amat!

Ya memang banyak. Walaupun begitu masih saja ada anasir-anasir yang mengatakan bahwa pemerintah telah menyengsarakan rakyatnya. Pemerintah tidak berpihak kepada rakyat. Dan lain sebagainya, yang tujuannya hanya satu, selalu berusaha menyudutkan pemerintahan Presiden Jokowi.

Yang menjadi masalah adalah besaran subsidi itu sudah masuk di "lampu kuning". Sudah hampir habis. Untuk subsidi Pertalite, kabarnya kuotanya akan habis di September ini. Sementara untuk jenis Solar, masih di bulan depannya yaitu Oktober 2022.

Bu Sri Mulyani sebagai bendahara negara, jelas puyeng. Pusing dengan cara bagaimana harus mengakali keadaan tersebut? Langkah apa yang harus diambil dengan cara yang paling tepat?

Kepusingan Bu SriMul semakin cenat-cenut mendapati kenyataan bahwa 86 persen subsidi yang dengan susah-payah dikeluarkan oleh negara itu, ternyata dinikmati oleh horang kayah. Oleh uwong sugih!

Hmmm…..

Kita tinggalkan sebentar Bu SriMul yang sedang puyeng itu. Kita sekarang ke Pak Gatot Nurmantyo.

Lho?????.....

Benar, ingat ini penghujung Agustus. Artinya menjelang September, di mana bulan itu merupakan waktu yang paling afdhol bagi Indonesia untuk berbicara tentang PKI dan komunis2-an.

Nah, bila berbicara tentang hal tersebut tentu tokoh yang paling berkompeten di bidang ini, tidak lain dan tidak bukan adalah yth Gatot Nurmantyo.

Ho oh.

Tanda-tanda sebagai bentuk pemanasan, kalau tidak salah, sudah terlihat. Setelah luamua tidak muncul, lha kok ndilalah beliyo-nya nongol. Mantan Panglima TNI itu diketahui bertemu dengan penceramah kondang, UAS, pada Minggu (21/8/2022) lalu.

Terus, memangnya kenapa?

Begini, agar Bu SriMul tidak terus-terusan pusing, salah satu opsi jalan keluarnya adalah menaikkan harga BBM subsidi tadi. Itu seperti yang sudah disampaikan Pak Luhut. Pak Jokowi pun sudah menyinggung bagaimana kemampuan bertahan subsidi ini akan mampu terus diberikan.

Nah, bila BBM bersubsidi kemudian dinaikkan, agak bisa dipastikan bahwa akan ada demo penolakan. Karena bertepatan dengan bulan September, ada kemungkinan dalam demo tersebut juga terselip teriakan dan spanduk anti PKI atau anti komunis.

Walaupun secara esensi ada yang bertolak belakang dari dua isu dalam satu demo tersebut, namun kita tahulah sepanjang apa nalar pikir mereka itu. Yang penting bisa turun jalan lagi, gerak badan lagi, kenyang lagi, dan moga-moga isi amplopnya menyesuaikan dengan tingkat inflasi saat ini.

Ditunggu yagesya….

Sambut September dengan Isu BBM Subsidi Naik, dan Bahaya Komunis (feat. Gatot Nurmantyo)

Sumber Utama : https://seword.com/umum/sambut-september-dengan-isu-bbm-subsidi-naik-dan-S9A6FbyOEs

Bejat! Si Penulis Annas Ini Sungguh Biadab Dan Tukang Fitnah

Biadab, tulisan sampah penuh fitnah dari seorang penulis yang bernama M Rizal Fadillah, tulisannya dimuat di website Annas, sebuah kelompok yang fokus menebarkan fitnah dan kebencian pada kelompok syiah, dan harapannya Indonesia akan menjadi berantakan seperti Suriah.

M Rizal Fadillah, selain menulis tentang mutah yang katanya adalah akidah syiah dan menghubungkannya dengan predator seks anak si Herry Wirawan, ternyata saya telusuri, ia juga menulis tentang Jenderal KASAD Dudung, yang sudah pasti sangat menjelek-jelekkan sang Jenderal karena telah berhasil menurunkan baliho fpi, seperti dendam atas kejadian penurunan baliho Rizieq, lalu si penulis Annas itu menghubungkannya ke masalah Papua, memberikan kesan bahwa Jenderal tidak berani pada KKB. Ini sudah pasti keliru.

Jelas saja si penulis Annas itu adalah kadrun garis laknat, bagaimana tidak, tanpa bukti langsung saja menuding bahwa si predator seks HW adalah syiah, dan katanya tidak heran jika ajaran syiah begitu. Benar-benar biadab kan?

Lantaran si penulis Annas ini tidak akan pernah menemukan kasus orang syiah yang mutah serampangan, maka ia kaitkan dengan predator seks, Herry Wirawan.

Si penulis Annas ini mungkin sudah lama berimajinasi tentang mutah yang begitu liar, dan mungkin saja ia juga ingin menikmati pesta seks tapi tak pernah menemukannya sesuai khayalannya, maka karena itulah, ia mengkambinghitamkan ajaran syiah dengan mutah.

Dengan bekal kitab-kitab fitnah dari Arab, diterjemahkan ke bahasa Indonesia lalu diyakini sebagai kebenaran. Nah kitab-kitab fitnah itu telah menyebar sejak pasca revolusi Iran, lalu Annas menjadikannya sebagai rujukan utama untuk bisa masuk ke dalam MUI, lalu melegalkan kebenciannya agar bebas melakukan tindakan kekerasan atau main hakim sendiri yang mereka sebut membela agama dari paham sesat.

Atau bahkan secara munafiq si Annas berkata mencintai NKRI dan berusaha menjaga NKRI, tapi justru mereka merongrong NKRI dengan cara menjelek-jelekkan penerintahan Jokowi dan para tokoh-tokoh yang tegas seperti Jenderal Dudung. Sungguh biadab kan? Inilah bahayanya mereka jika masih bebas di bumi NKRI.

Si penulis Annas itu jelas tidak pernah tahu bagaimana kelompok syiah itu, dia hanya merujuk pada kitab fitnah, dan tema-tema yang sudah lama beredar adalah itu-itu saja, mulai dari mutah dan yang lainnya. Tema mutah ini memang sering dibahas dan jadi perbincangan, namun faktanya, orang-orang syiah tidak sebodoh dengan otak kadrun yang kena doktrin bom bunuh diri, orang syiah tidak se-sembrono dan bahkan tidak sebejad si predator seks itu. Fitnah yang beredar memang begitu kejam dan biadab, seperti tulisan si Penulis Annas itu.

Selama saya bergaul dengan komunitas syiah, tidak pernah ada ditemukan kasus mutah seperti yang digambarkan oleh si penulis Annas itu. Jadi kalau mau dibuktikan, si penulis Annas saya tantang untuk masuk ke komunitas syiah untuk menelitinya. Bagaimana?

Mutah memang dibahas tapi bukan berarti menjadi akidah atau bahkan dijadikan kewajiban agama. Orang syiah tetap berusaha berpegang teguh pada Alquran dan sunnah keluarga Nabi atau ahlulbait nabi.

Jika ada orang syiah yang mengatakan bahwa mutah wajib dan dapat pahala seperti yang di tulis oleh si penulis Annas itu , maka itu bukan orang syiah, bahkan itu adalah orang paling bodoh, orang yang salah ngaji atau salah pengajian, masuk aliran sesat dan menyesatkan.

Orang syiah begitu sibuk bergelut dengan taddabur Quran, logika filsafat dan bahkan tasawuf ataupun irfan, sehingga inilah yang membuat komunitas syiah tak sempat menjawab serangan fitnah dari kaum keji seperti si penulis Annas itu, apalagi jumlah orang syiah tidaklah seberapa, maka kalau ada yang aneh-aneh kayak si Predator seks itu, maka mudah sekali terendus.

Apalagi doa-doa dalam amalan kelompok syiah bukan saja banyak, tapi doa-doanya juga ada yang panjang-panjang, sulit dihafal, tapi substansinya sangat dahsyat, bahkan jelas ciri ketauhidiannya. Maka mana ada waktu mencounter fitnah-fitnah yang dilontarkan kelompok Annas yang keji itu?

Bahkan orang-orang syiah aktif dalam taddabur Quran dan keilmuan penunjang keislaman dan hakikat hidup, maka waktu dan pikiran orang syiah sangat terkuras. Jadi biarlah saya menuliskan ini sebagai peluru buat si penulis Annas yang keji itu, yang telah mengaitkan si predator seks dengan ajaran syiah, biadab kan?

Si penulis Annas itu sudah pasti tidak objektif, menulis berdasarkan pesanan dan semacam ada agenda yang sedang dikerjakan, bahkan waktu penangkapan Farid Okbah yang sudah jelas-jelas anti syiah, malah tokoh Annas sendiri, lalu dibilang sebagai tokoh syiah, ini bukan ketidaksengajaan, apalagi dengan terjadinya kasus predator seks ini, lantas dituduh sebagai syiah dan ajarannya memang begitu. Mmmhhh...lag-lagi biadab!

Saya yakin, Densus 88 sudah punya bukti kuat tentang kelompok ANNAS ini, apalagi tokohnya sudah ditangkap. Saya yakin, intelejen negara sudah mengetahui bagaimana sepak terjang dari ANNAS ini dan berbagai afiliasinya. Tinggal tunggu tanggal mainnya saja. Kelompok Annas dan sekutunya sudah pasti sangat membahayakan NKRI

Sedangkan, kalau intelejen ingin mengetahui kelompok syiah yang tidak begitu banyak, tidak sulit didapatkan, dan karena itulah syiah bukan ancaman. Intelejen tidak perlu repot-repot menggali informasinya, karena mereka bisa datang ke perwakilan syiah yang ada di Jakarta, ada kok kantor resminya. Apa saja kegiatan mereka, sudah bisa direkam. Bahkan para pemirsa bisa menyaksikan para pengajian orang syiah secara online, baik di youtube maupun zoom, semua terbuka dan jelas bisa disaksikan apa saja yang dibahas.

Beda halnya dengan kelompok Annas dan jaringannya, kotak amal saja diselewengkan dan menjadi bahan bakarnya untuk mencetak makhluk kadrun dan serangan-serangan terorisme. Bahkan pernah tokoh kadrun si Bactiar Nasir terindikasi punya hubungan dengan kelompok pemberontak di Suriah, kelompok yang sealiran dengan isis.

Jadi si penulis Annas itu memang keji dan biadab terkutuk, bahkan laknat kan? Mencoba lari dari kenyataan dengan cara mengkambing hitamkan syiah.

Si penulis Annas tidak bisa menerima kenyataan bahwa sebenarnya di kelompok mereka ini cenderung menjadikan agama sebagai kedok atau topeng untuk memuluskan kejahatannya. Dan lagi-lagi syiah yang harus difitnah, syiah yang harus dijelekkan atas tindakannya yang terkutuk itu.

Mereka gemar nendeklarasikan diri sebagai pembela agama atau pembela Islam, mengaku sedang memurnikan tauhid, tapi apa lacur, semuanya hanya munafiq, laknat yang mencoba menutupi kebejatannya dengan cara-cara licik.

Maka itu, waspadalah dengan kelompok Annas ini dan para sekutunya, yang ciri-cirinya sok suci dan sok paling bertauhid, dan bahkan sok paling paham alquran dan paling baik hafalannya, namun sayangnya bacaan qurannya hanya sampai di tenggorokan, karena itulah yang bisa mereka lakukan adalah menyebar fitnah dan kebencian.

Bejat! Si Penulis Annas Ini Sungguh Biadab Dan Tukang Fitnah

Sumber Utama : https://seword.com/politik/bejat-si-penulis-annas-ini-sungguh-biadab-dan-b6wA3OwT4V

Waspadalah Kedok Agama! ANNAS Pintu Masuk TERORISME Dan Menampung Pedofil Laknat?

Ketika Farid Okbah diringkus Densus 88, beredar berita bahwa Farid Okbah adalah tokoh Syiah. Dan sudah pasti yang memberitakan itu adalah media tukang fitnah. Jika masyarakat awam yang tak paham apa itu wahabi dan syiah serta sunni, maka akan percaya begitu saja bahwa Farid Okbah adalah tokoh syiah, padahal tidaklah demikian, Farid Okbah nyata-nyata dan sangat jelas ada dalam barisan kelompok yang menamakan dirinya ANNAS (Aliansi Nasional Anti Syiah), maka masa sih anti syiah adalah tokoh syiah?

Masyarakat awam pasti jadi bingung dan bertanya-tanya “Apa sih itu syiah? Jadi yang mana syiah sih sebenarnya?” Dan tentu menguras waktu penjelasan demi penjelasan bahkan kalau pun penjelasannya berangkat dari sejarah islam, maka ini malah semakin panjang dan ini cocok untuk konsumsi kalangan akademik. Orang Awam hanya bisa melihat fakta bahwa Islam yang mana sih yang reseh dan mana yang kalem dan tidak bikin gaduh di negeri ini. Jadi itu saja sih sebenarnya yang akan dipahami masyarakat, ngak mau njelimet. Iya kan?

Sepertinya memang Farid Okbah sengaja diberitakan bahwa dia adalah tokoh syiah, karena ia akan dibuang dari perkumpulan para anti syiah, seharusnya mereka melindungi dan membela Farid Okbah, tapi ini diframing bahwa Farid Okbah sebagai syiah agar dibuang dari ANNAS lalu sekaligus memberikan image negatif kepada kelompok syiah. Sekali menyelam minum air, begitulah kira-kira maksud mereka.

Maka apapun yang mereka ingin capai akan melakukan segala cara, maka apakah pantas kelompok seperti itu tetap dibiarkan oleh pemerintah? Bebas melakukan segala fitnah dan menyebarkan kebencian? Apakah ANNAS ini tidak pernah diselidiki intelejen atau Densus 88? karena di ANNAS adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang akan membuat segala tindakan makar, yang sudah pasti akan mengacaukan negara ini, dan mereka ini licik, tak bisa dipegang kata-katanya, mereka menutupi ideologi ISIS-nya dengan lambang Garuda dan cinta NKRI, cobalah lihat website resmi ANNAS, penuh kepalsuan.

Nah perhatikan gambar di bawah ini, dimana Farid Okbah ada di dalam ANNAS, dan coba dicek ceramah-ceramah atau pernyataan orang-orang atau teman-teman Farid Okbah, isinya apa saja? Pasti serem-serem. Ngaku cinta NKRI tapi malah mau meruntuhkan Pancasila, ini kan jancuk! Ideologi teroris itu jelas pintu masuknya dari Wahabi, dan orang-orang yang bercokol di ANNAS itu mayoritas Wahabi, ini sudah jelas, tapi sayangnya mereka ini ingin nama wahabi bersih dengan cara memfitnah Syiah, benar-benar edan.

Article

Dan dugaan teman-teman pun ternyata benar, bahwa kasus Herry Wirawan pasti akan dibilang adalah orang syiah dan ternyata beredar memang. Herry Wirawan ini adalah seorang pimpinan pesantren yang sudah disidang atas kasus pencabulan atau bahkan menggauli santriwatinya hingga ada yang sudah melahirkan, perkaranya sudah terjadi dari tahun 2016, dan saat beritanya sudah viral ternyata sudah sidang ke-tujuh. Maka ini penuh tanda tanya besar, kenapa kasusnya baru viral sekarang? Dan apa kaitannya dengan framing bahwa Herry adalah syiah? Sepertinya memang agenda busuk yang sudah lama dirancang oleh kelompok teroris ini.

Mereka yang sepertinya terorganisir ini melakukan framing bahwa Herry Wirawan adalah penganut Syiah, bukanlah perkara kecil, tapi ada agenda yang nyata, asal tahu aja bahwa jumlah orang-orang syiah di Indonesia itu tidak banyak, dan bahkan satu sama lain sangat mudah saling kenal dan mudah sekali dilacak, dan nama Herry Wirawan ini tidak pernah ada dalam komunitas syiah atau pun dalam kajian-kajian yang membahas tentang 40 hadis akhlak Imam Khomeini, jadi benar-benar framing itu sangat buruk.

Rupanya, kelompok yang punya agenda horor atau terorisme ini sudah mulai kelabakan, mereka sudah mulai bingung, bahkan teman mereka sendiri, Farid Okbah, malah dituduh syiah, sebagaimana selama ini mereka membenci syiah, padahal Farid Okbah jelas sekali sebagai orang yang anti syiah, jadi mana mungkin adalah orang syiah? Fitnahnya tak kira-kira, mirip mengikuti jalur Hitler, yaitu kebohongan yang diulang terus menerus akan dianggap kebenaran. Beginikah orang yang mengaku Islam? Yang katanya bertauhid? Jancuk ini.

Jadi ANNAS ini adalah lembaga pintu masuk terorisme, sebagai wahabi yang menjadi pintu masuk teroris, maka seharusnya ANNAS ini segera dibubarkan sebagaimana HTI dan FPI yang sudah sangat meresahkan masyarakat. Sumber kegaduhan adalah dari mereka. ANNAS ini adalah kelompok yang tidak jauh beda dengan FPI dan HTI. Mereka merasa paling paham Islam, mereka merasa paling suci sehingga yang lain dikatakan kafir, sesat dan bahkan Abu Jibril, salah satu pentolan ANNAS ini mengatakan di atas panggung dengan teriakan lantang “Bunuh Bunuh!!! Halal Darahnya!!!” tapi lagi-lagi, Abu Jibril dan para gerombolannya bebas berkeliaran dan menebarkan kebencian sembari cuci otak melebarkan ideologinya yang sangat berbahaya itu.

Herry Wirawan bukanlah tokoh syiah, malah orang bejad ini terdeteksi sebagai aktivis ANNAS dibawah asuhan Athian Ali yang merupakan dedengkot anti Syiah. Maka sudah selayaknya, ormas seperti ANNAS ini harus segera digeledah dan semoga dibubarkan saja, sebab kelompok ini bisa memicu kebencian dengan cara membuka lebar-lebar pintu cara menjadi terorisme, bahkan menampung para pedofil tukang cabul santriwati pesantren dengan kedok agama. Berbahaya!!!

Semoga masyarakat bijak melihat ini, dan tidak terlalu gusar dengan istilah-istilah seperti syiah, wahabi dan lainnya sebagainya, yang paling penting diketahui dan dipelajari baik-baik adalah apakah seorang guru itu kelakuannya tidak bejad atau malah cuma kedok, pikiran masyarakat harus benar-benar tajam agar mudah melihat orang-orang yang bejad berkedok agama. 

Waspadalah Kedok Agama! ANNAS Pintu Masuk TERORISME Dan Menampung Pedofil Laknat?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/waspadalah-kedok-agama-annas-pintu-masuk-QX5PW9wp4z

FPI, ANNAS Dan Sejenisnya Adalah Produk Gagal Pendidikan? Terkait Aksi Persekusi

Aksi persekusi yang dialami oleh Habib Hadad Alwi, masih membekas sampai saat ini. Sebelumnya aksi-aksi persekusi ini sudah marak terjadi, dan itu menunjukkan betapa sombong dan arogannya orang-orang yang melakukan itu. Dan biasanya mereka memang berani kalau jumlahnya banyak. atau sendiri tapi merasa benar sehingga bebas mau menghukum orang lain yang berbeda.

Kalau saja tidak ada negara yang berdasarkan hukum. Maka aksi-aksi itu bisa lebih banyak dan akhirnya dunia ini akan sepi karena toh harus terjadi perang. Yang dipersekusi misalnya di kampungnya sendiri, pasti akan membela diri, maka terjadilah bentrokan. Dan yang punya senjata lengkap bisa dengan mudah melakukan aksi persekusinya. Cobalah lihat dulu sejarah DI/TII, yang begitu memegang senjata, rakyat sekampung yang tidak menurut padanya langsung diberanguskan. Itu pernah terjadi di Cibugel, Sumedang, Jawa Barat sekitar 60 tahun lalu.

Jadi para tukang nyinyir yang mengatakan bahwa isu Radikal hanyalah pengalihan isu, tampaknya mau membantu aksi intoleransi makin pecah, bukannya mencari solusi bagaimana aksi-aksi persekusi ini bisa redup atau bahkan hilang, justru sepertinya mereka membela. Jika ada aksi persekusi yang terjadi kemudian mereka diam, bisa saja termasuk dalam bagian orang-orang yang persekusi, diam berarti setuju apa yang telah dilakukan oleh orang-orang intoleran. Atau memang mereka juga adalah intoleran?

Sudah cukup jelas bahwa persekusi itu adalah tindakan awal sebelum terjadinya ekstrimisme hingga terorisme. kalau sudah punya kekuatan besar, maka bisa menjadi terorisme. Dan liciknya sih, pencipta teror ini justru mau dinilai sebagai pahlawan, yang menegakkan keadilan dan juga membela agama, tapi perbuatannya justru berkonspirasi dengan tindakan-tindakan batil.

Terorisme bisa berkembang jika aksi intoleransi dibiarkan kemudian ada kelompok atau bahkan negara lain yang memfasilitasi senjata dalam melancarkan aksi-aksi intolerannya. Bisa saja Mamarika memberikan akses agar senjata bisa masuk dan digunakan oleh para penggiat intoleran yang gemar persekusi. Kalau Itu terjadi, maka sudah bisa seperti di Suriah.

Nah, kalau di Indonesia, orang-orang seperti FPI, ANNAS, dan sebangsatnya diberikan senjata, maka apa yang terjadi? Saya yakin, aparat negara akan kewalahan. Meskipun negara juga punya persenjataan, tapi apakah tidak berpikir bahwa kerusakan yang ditimbulkan bisa begitu banyak jika terjadi bentrokan senjata yang sangat dahsyat? Akan banyak penderitaan jika dibandingkan nilai proyek yang berhasil didapat. Kalau Indonesia sudah porak-poranda, dan masih berkeliarannya para gerombolan teroris yang intoleran, pembangunan pasti sulit dilaksanakan.

Karena itulah harus waspada dan wajib bertindak tegas pada mereka yang sudah melakukan aksi-aksi persekusi. Bukankah sudah jelas hukumnya? Dan adapun FPI, kalau memang ormas ini sudah tidak sesuai dengan Pancasila, kan bisa langsung diberikan penalti, dan dibubarkan saja.

Pancasila sudah final, sudah cukup merekatkan segala macam perbedaan yang ada di negeri ini. Mau makar atau melakukan aksi-aksi separatis, sudah jelas-jelas pelanggaaran hukum. Yang melanggar wajib ditindak, wajib dihukum. Kalau tidak ditindak berarti ada yang tidak beres. Entah apakah negara ini lemah, ataukah ada kepentingan lain yang dikalkulasikan?

Tidak heran kalau di dunia pendidikan saat ini lewat Kementrian nampaknya akan memperkuat pendidikan dasar dan karakter bangsa yang berhubungan dengan sikap toleran. Sikap ini bisa masuk dalam pelajaran budi pekerti atau sejenisnya. Agama sebenarnya telah mengajarkan toleransi, tapi oleh beberapa “makhluk gurun ini” sudah mencitrakan agama sebagai yang menyeramkan. Teriak-teriak takbir tapi sekaligus mencaci maki dan memprovokasi. Nah, itulah yang dilakukan oleh orang-orang yang mempersekusi Hadad Alwi dan beberapa Ulama lain.

Bahkan baru-baru ini, Haidar Bagir, seorang Habib juga tapi tidak mau sekali disebut Habib sebagaimana Hadad Alwi dan Juga Quraish Shihab, pun terkena aksi persekusi. Beliau dipersekusi pada acara bedah buku yang berjudul “Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia”. Ini jelas-jelas acara yang sangat merangsang nalar dalam membangun manusia yang berkarakter, dan lewat jalur pendidikan yang tepat, manusia menjadi makhluk yang sangat terhormat dan mulia. Tanpa pendidikan yang tepat dan baik, maka hanya akan melahirkan orang-orang yang beringas dan sangat menyeramkan seperti hewan yang berebut makanan.

Yang memperkusi itu adalah dari kelompok ANNAS, pentolannya adalah Haikal Hasan dan juga Somad serta sederet orang-orang intoleran yang itu-itu saja. ANNAS ini konsen mengangkat isu Syiah untuk dijadikan bahan provokasi meledakkan gairah ummat jadi radikal intoleran. Dan tujuan mereka adalah bisa menciptakan konflik seperti di Suriah, tapi sayangnya tema syiah di Indonesia tidaklah terlalu sexy dan cepat basi, tapi bagi ANNAS, terus ciptakan kekacauan dan fitnah tentang syiah agar banyak ummat Islam di Indonesia jadi radikal intoleran.

Haidar Bagir sering dituduh syiah, padahal aslinya beliau ini sunni penggiat filsafat dan irfan atau tasawuf, sehingga ilmu itu bisa digunakannya dalam membangun manusia yang terdidik. Karena itulah metode pendidikan yang dibeberkan Haidar Bagir sangat cocok dalam menciptakan lingkungan keberagamaan yang penuh cinta. Karena agama itu adalah cinta, dan cinta itu adalah agama. Bukan aksi intoleran ekstrimis radikal hingga terorisme. Dan pastinya juga agama itu bukan aksi persekusi.

Jadi jika ada orang yang ahli pendidikan ditolak dan bahkan dipersekusi seperti Haidar Bagir ini, maka bisa jadi, si penolak ini adalah kebuntuan yang terjadi pada pikirannya yang disebabkan karena pernah belajar metode pendidikan yang salah arah, atau “Produk gagal”. Cobalah amati ceramah-ceramah seperti Bibieb Rizieq dan generasinya di atas panggung. Luapan kebencian dilegalkan. Ini jelas-jelas bukan pendidikan yang baik bagi bangsa, justru itu adalah racun yang sangat berbahaya, yang bisa menghancurkan bangsa tanpa pakai bahan kimia. Nauzubillah MinDzalik…

FPI, ANNAS Dan Sejenisnya Adalah Produk Gagal Pendidikan? Terkait Aksi Persekusi

Sumber Utama : https://seword.com/politik/fpi-annas-dan-sejenisnya-adalah-produk-gagal-1u2DyZmvsM

Lucu!! MUI dan ANNAS Ancam Kerahkan 3000 Orang Untuk Geruduk Acara Bedah Buku di Solo?

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Universalia (YLBHU) mengeluarkan rilis duduk perkara dan tanggapan atas ancaman pembubaran diskusi buku yang mengundang Cendekiawan Muslim Dr. Haidar Bagir di IAIN Solo, 9 Mei mendatang. Menurut YLBHU, per hari ini Rabu (03/05/17) Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), MUI dan Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) mendatangi pihak Rektorat IAIN Solo untuk menolak penyelenggaran acara diskusi dan bedah buku “Islam Tuhan, Islam Manusia”.

“Pihak penolak ini pun menyebarkan flyer (pamflet) yang isinya memboikot acara tersebut terutama menolak kehadiran Bapak Haidar Bagir yang mereka anggap sebagai gembong Syiah,” demikian keterangan tertulis dari YLBHU seperti yang dilansir dari media ini.

Siapa sebenarnya Dr. Haidar Bagir? Beliau adalah salah seorang pendiri dan Direktur Utama Kelompok Mizan, perusahaan penerbitan terbesar di Indonesia yang juga pernah memproduksi film-film hits seperti Laskar Pelangi, Garuda di Dadaku, 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta. Dr. Haidar Bagir adalah peminat filsafat, beliau meraih gelar doktor Filsafat Islam pada tahun 2005 dari Jurusan Filsafat Universitas Indonesia dengan disertasinya tentang “Perbandingan Pemikiran Mulla Sadra dan Heidegger”. Sebelumnya Haidar menamatkan sarjananya di Jurusan Teknik Industri ITB dan meraih gelar master dari The Centre for Middle-Eastern Studies, Harvard University, pada tahun 1992. (sumber)

Haidar Bagir adalah satu-satunya cendikiawan muslim di Indonesia yang namanya masuk ke dalam daftar “500 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia” berturut-turut selama tahun 2009-2015, yang disusun oleh ‘Prince Alwaleed Bin Talal Center for Muslim-Christian Understanding’ dari Universitas Georgetown dan The Royal Islamic Strategic Studies Center yang berpusat di Amman, Jordania. Artinya beliau merupakan tokoh muslim yang bahkan diakui di level dunia, dan itu semua dimentahkan oleh tudingan cap Syiah oleh kaum radikal, dimana sayangnya lembaga MUI yang terhormat ikut ambil bagian didalamnya.

Haidar Bagir dilahirkan di Pasar Kliwon, kota Surakarta pada tahun 1957 (sekarang berumur 60 tahun). Ayahnya bernama Muhammad Bagir bin Hasan al-Habshi, adalah seorang pedagang dan ustad Sunni yang terpandang dan disegani di kota Surakarta karena memiliki wawasan yang luas dan terbuka. Sangat menggelikan ketika seorang anak lokal kelahiran kota Surakarta yang sangat berprestasi dan sudah berbuat begitu banyak untuk kota, negara dan sesamanya bahkan ditolak di kampung halamannya sendiri oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS).

Rektor menanggapi penolakan itu dengan mengatakan pihaknya sudah bertekad bulat dan akan jalan terus melanjutkan acara karena ini bagian dari diskusi akademik yang tak boleh diintimidasi. Bahkan Rektor akan menjadi salah satu pembicara di acara tersebut.

Pihak penolak kemudian bernegosiasi dengan mengatakan acara tetap boleh diselenggarakan asal tanpa kehadiran Bapak Haidar Bagir. Pihak Rektorat sejauh ini mendiamkan dan belum memberikan sikap terkait tawaran pihak penolak.

“Bapak Haidar Bagir sendiri mengatakan siap untuk hadir dan mengatakan kepada pihak panitia tak perlu memikirkan keselamatan dirinya asal pihak IAIN selaku panitia siap melanjutkan acara,” katanya.

Di hari yang sama Polres mendatangi Warek (wakil rektor) III IAIN Solo dan mengatakan kecemasan, kekhawatiran dan memberi informasi adanya bahaya, karena 3000 orang akan datang menggeruduk acara. Pihak polisi ingin mengatakan bahwa sebaiknya acara dibatalkan saja.

“Sejauh ini peserta acara sudah cukup banyak. Sejumlah 500-an orang tercatat sudah mendaftar melalui WhatsApp untuk menghadiri acara,” katanya.

Dalam hal ini, YLBHU mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:

  1. Penting untuk memastikan apa keputusan akhir dari panitia (dalam hal ini YLBHU berkoordinasi dengan sumber kami yang segera akan menghubungi pihak Warek III). Jika panitia kukuh untuk memilih untuk terus jalan maka suka tidak suka polisi pasti mengamankan.Dalam sejumlah kasus polisi cenderung menakut-nakuti dan enggan mengambil risiko atau sekadar malas memikul tanggung jawab bekerja. Karena itu jika panitia sikapnya jelas dan bulat melanjutkan acara maka sebenarnya acara tergolong aman bahkan untuk menghadirkan Bapak Haidar Bagir.
  2. Sebaliknya, jika panitia gamang bahkan tidak siap untuk meneruskan acara dengan melibatkan narsum Bapak Haidar Bagir, maka kami tidak merekomendasikan Bapak Haidar Bagir untuk hadir.

Dalam petikan wawancara langsung dengan Haidar Bagir seperti yang tercantum disini, beliau berkata dengan tegas:

Saya bukan Syi’ah atau Sunni, atau Wahabi atau kelompok apa pun. Alhamdulillah saya Muslim, titik. Mungkinkah seseorang cukup menjadi Muslim tanpa embel-embel lain? Sangat mungkin. Sunni-Syi’ah adalah produk konflik politik masa paska Nabi wafat. Semasa Nabi hidup, Islam hanya satu. Maka tak ada salahnya jika kita memilih berislam seperti berislamnya masa Nabi kita.

Lucunya belum lama ini pada 30 Maret 2017, Ketua MUI KH Ma’ruf Amin membahas soal kelompok radikal, beliau berkata bahwa pemahaman agama yang radikal itu memang menimbulkan masalah kebangsaan. Lebih lanjut lagi menurut Ma’ruf Amin, pemahaman agama yang moderat memberikan penguatan terhadap masalah politik, kebangsaan, dan kenegaraan. Agama bisa memberikan penyelesaian masalah lewat solusi fiqih (sumber).

Ini sangat lucu, MUI sebenarnya berdiri di pihak mana? Moderat atau Radikal? Apa peran utama MUI di Indonesia selain memberi stempel Halal dengan bayaran yang mahal dan tidak pernah transparan dalam laporan keuangannya? Pabrik pembuat fatwa lucu, fatwa ‘pesanan’, fatwa suka-suka? Lembaga yang punya pengawal ormas sendiri dengan GNPF-MUI nya? Sudahlah, berhenti bertukar-tukar kulit dan membuat alasan terus menerus. Kalian bilang kelompok radikal itu pembuat masalah kebangsaan, tapi jelas di Solo ini kalian berafiliasi dengan kelompok-kelompok radikal dan ingin mengerahkan 3000 orang untuk menggeruduk acara diskusi dan bedah buku?

Sudah baca belum bukunya? Buku “Islam Tuhan, Islam Manusia” ini sangat bagus, mendidik, menginspirasi dan mengajarkan banyak nilai-nilai kebaikan. Buku ini juga banyak menekankan tentang toleransi dan mengajarkan kita untuk lebih bijaksana dalam menyikapi perbedaan dan keberagaman disekitar kita. Buku ini juga di apresiasi oleh banyak kalangan, termasuk Goenawan Mohamad, dan KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) yang tokoh NU. Juga oleh mantan ketum Muhammadiyah, Buya Syafi’i.

Sebagai catatan, YLBHU menerangkan bahwa:

  • Pihak penolak yakni DSKS yang di dalamnya ada beberapa ormas Islam, sejak lama punya sentimen kebencian terhadap mazhab Syiah bahkan kepada keberadaan sekolah Lazuardi (milik Bapak Haidar Bagir) yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan ajaran Syiah.
  • Pihak-pihak ormas Islam perlu turut menjaga dan menjamin acara akademik tersebut.
  • Apalagi bila Kapolres dan Wakapolres setempat dikabarkan baru menjabat posisi mereka kurang lebih dua bulan.

Sumber Utama : https://seword.com/umum/lucu-mui-dan-annas-ancam-kerahkan-3000-orang-untuk-geruduk-acara-bedah-buku-di-solo

Sesalkan Walikota Bandung Resmikan Gedung ANNAS, Kemenag: Posisi Negara Harusnya Memoderasi

Tim Okezone, Okezone · Selasa 30 Agustus 2022 15:54 WIB

JAKARTA - Staf Khusus Menteri Agama bidang Kerukunan Umat Beragama Nuruzzaman menyesalkan langkah Walikota Bandung, Yana Mulyana, meresmikan Gedung Dakwah Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) pada 28 Agustus 2022. Gedung ini berlokasi di Jalan R.A.A. Martanegara No.30 Turangga, Kota Bandung.

Menurut Bib Zaman, panggilan akrabnya, ormas dan paham keyakinan yang secara terang-terangan menebarkan kebencian jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar ajaran agama. Negara tidak semestinya memberikan dukungan, tapi memoderasi cara berfikir, sikap dan praktik keberagamaanya.

“Jadi menurut saya bukan pada tempatnya Walikota memfasilitasi bahkan mendukung pandangan dan sikap yang bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran agama. Posisi negara harusnya memoderasi,” tegas Bib Zaman di Jakarta, Selasa (30/8/2022).

Dikatakan Bib Zaman, relasi Sunni dan Syiah perlu disikapi secara arif. Organisasi Konferensi Islam (OKI) sendiri menyatakan bahwa syiah adalah bagian dari Islam. Bahkan, Grand Syekh Al Azhar Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb mengatakan bahwa umat Islam yang berakidah Ahlussunah bersaudara dengan umat Islam dari golongan Syiah.

“Sunny dan syiah adalah saudara,” itu pernah ditegaskan oleh Syekh Ath-Thayyeb saat bertemu para tokoh dan cendekiawan muslim di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, 22 Februari 2016.

Dalam kesempatan itu, lanjut Bib Zaman, Syekh Ath-Thayyeb mengatakan bahwa Islam mempunyai definisi yang jelas. Yaitu, bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, menegakkan salat, berpuasa, berzakat, dan beribadah haji bagi yang mampu.

Mereka yang melaksanakan lima hal pokok ini, maka dia muslim, kecuali mereka yang mendustakan. Grand Syekh bahkan menilai bahwa tidak ada masalah prinsip yang menyebabkan kaum Syiah keluar dari Islam.

“Saya menyesalkan langkah Walikota Bandung. Negara harus merajut keragaman masyarakat agar dapat hidup rukun dan damai. Terhadap perbedaan pandangan baik di internal agama maupun antaragama, posisi negara adalah memoderasi, memfasilitasi dialog, agar kerukunan tetap terjaga,” tandasnya. 

https: img.okezone.com content 2022 08 30 337 2657534 sesalkan-walikota-bandung-resmikan-gedung-annas-kemenag-posisi-negara-harusnya-memoderasi-05in0R7ZPb.jpg  
Stafsus Menteri Agama bidang Kerukunan Umat Beragama, Nuruzzaman/ Foto: Kemenag

Sumber Utama : https://nasional.okezone.com/read/2022/08/30/337/2657534/sesalkan-walikota-bandung-resmikan-gedung-annas-kemenag-posisi-negara-harusnya-memoderasi?page=2

Kemenag Kritik Wali Kota Bandung Resmikan Gedung ANNAS Anti Syiah
CNN Indonesia

Selasa, 30 Agu 2022 11:48 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
Staf Khusus Menteri Agama bidang Kerukunan Umat Beragama Nuruzzaman mengkritik kehadiran Wali Kota Bandung Yana Mulyana dalam peresmian Gedung Dakwah Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) di Jalan R.A.A. Martanegara Nomor 30 Turangga, Kota Bandung, pada 28 Agustus 2022.

Menurut Nuruzzaman, kehadiran Yana terkesan mendukung pandangan dan sikap yang bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran agama.

"Saya menyesalkan langkah Walikota Bandung. Negara harus merajut keragaman masyarakat agar dapat hidup rukun dan damai. Terhadap perbedaan pandangan baik di internal agama maupun antaragama, posisi negara adalah memoderasi, memfasilitasi dialog, agar kerukunan tetap terjaga," kata dia. Dia menilai ormas dan paham keyakinan yang secara terang-terangan menebarkan kebencian jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar ajaran agama.

Nuruzzaman mengatakan relasi antara Sunni dan Syiah perlu disikapi secara arif. Bahkan, Organisasi Konferensi Islam (OKI) menyatakan bahwa syiah adalah bagian dari Islam.

Tokoh Islam, Grand Syekh Al Azhar Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb bahkan mengatakan bahwa umat Islam yang berakidah Ahlussunah bersaudara dengan umat Islam dari golongan Syiah. Nuruzzaman menegaskan negara tidak semestinya memberikan dukungan terhadap ormas yang bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran agama. Negara harusnya memoderasi cara berpikir, bersikap, dan berpraktik dalam keberagaman.

"Jadi menurut saya bukan pada tempatnya wali kota memfasilitasi bahkan mendukung pandangan dan sikap yang bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran agama. Posisi negara harusnya memoderasi," ujarnya.
(rzr/tsa)



Sumber Utama : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220830113454-20-840774/kemenag-kritik-wali-kota-bandung-resmikan-gedung-annas-anti-syiah

Langkah Walikota Bandung Resmikan Gedung ANNAS Dinilai Bisa Suburkan Intoleransi

ASKARA - Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Yayan Sopyani Al Hadi, menyayangkan kehadiran Walikota Bandung Yana Mulyana dalam peresmian Gedung Dakwah Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) di Kota Bandung, Jawa Barat, pada 28 Agustus 2022 lalu. Yana juga memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. 

"Kang Yana bisa dinilai menyuburkan intoleransi," ungkap Yayan dalam keterangannya (Selasa, 31 Agustus 2022). 

Yayan mengingatkan bahwa memang hak berkumpul dan berserikat diatur dalam Pasal 28 E ayat (3) bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Namun hak berkumpul, berapat, dan berserikat dimaksudkan adalah tujuan damai sebagaimana Pasal 24 ayat (1) UU No. 39 Tahun 1999. Hak itu juga tidak boleh bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 sebagai jelas tertuang dalan UU Ormras. 

"Garis besar hak berkumpul itu tak boleh bertentangan dengan Pancasila dan tujuan damai. Tak boleh kita berkumpul atau berserikat untuk tujuan destruktif," kata Yayan.

Yayan menilai penggunaan kata "anti" pada entitas yang keberadaanya dijamin UU dan Pancasila sangat destruktif. Dan penggunaan kata ini bisa menimbulkan dan memicu perpecahan di tempat lain. 

"Ini bahaya. Bagaimana kalau di semua daerah bikin gerakan anti-antian. Misal anti wahabi, anti salafi atau anti tarekat ini atau tarekat itu. Beda misalnya dengan nama yang sangat konstruktif seperti Persatuan Islam, Persatuan Umat Islam atau Persaudaran Islam, ini kan sangat bagus dan konstruktif," ungkap Yayan. 

Hal lain, ungkap Yayan, kalau gerakan anti itu ditujukan untuk tindakan yang memang bertentangan dengan Pancasila, destruktif dan common sense. Seperti misalnya anti terorisme dan anti-kekerasan, sebab manusia yang punya akal sehat tentu anti terhadap dua hal ini. 

Hal kedua, lanjut Yayan, Indonesia sebagaimana dicetuskan para pendiri bangsa adalah negara untuk semua golongan, suku dan ras. Negara inu bukan hanya milik agama atau golongan tertentu. Tentu saja selama golongan itu tidak bertentangan dengan Pancasila dan demokrasi. 

"Kan lucu ada kelompok yang berteriak kebebasan berpendapat, lalu dia menari-nari untuk menegasikan pendapat lain. Teriak anti-demokrasi misalnya, padahal mereka bisa bebas karena lingkungan yang demokratis," demikian Yayan.

Langkah Walikota Bandung Resmikan Gedung ANNAS Dinilai Bisa Suburkan Intoleransi
Ketua Bamusi, Yayan Sopyani Al Hadi (Dok Peibadi)

Sumber Utama : https://www.askara.co/read/2022/08/31/30693/langkah-walikota-bandung-resmikan-gedung-annas-dinilai-bisa-suburkan-intoleransi

Wali Kota Bandung Dikecam Usai Resmikan Gedung ANNAS

- Selasa, 30 Agustus 2022 | 17:36 WIB

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Wali Kota Bandung Yana Mulyana menuai kecaman setelah meresmikan Gedung Dakwah Anti Syiah pada 28 Agustus 2022.

Gedung Aliansi Nasional Anti Syiah (Gedung ANNAS) ini berada di Jalan R.A.A. Martanegara No.30 Turangga, Kota Bandung.

Salah satu kecaman yang ditujukan kepada Wali Kota Bandung itu datang dari Setara Institute. Setara Insitute menilai peresmian gedung yang dilakukan Yana Mulyana merupakan langkah yang tidak tepat.

Karena, peresmian itu menandakan bahwa Pemkot Bandung memberikan dukungan pada golongan anti syiah yang bisa menimbulkan intoleransi di masyarakat.

"Setara Institute mengecam keras kehadiran Wali kota dan aparatur negara di Kota Bandung serta dukungan mereka terhadap ANNAS. Apa yang dilakukan oleh Wali Kota Bandung dan aparat pemerintah di Kota Bandung jelas merupakan keberpihakan nyata dan fasilitasi aktif kepada ANNAS," dikutip dari siaran resmi Setara Institute, Selasa, 30 Agustus 2022.

Dari data riset Setara Institute saat ini masih sering terjadi pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan pada kategori aktor non-negara.

Dengan adanya Wali Kota Bandung dalam peresmian ini seakan membingkai kelompok-kelompok yang menjadi objek gerakan ANNAS seperti tidak diakui negara.

Kehadiran dan apresiasi yang diberikan oleh Wali Kota Bandung telah mencederai rasa keadilan korban intoleransi, terutama komunitas syiah yang secara berulang menjadi korban intoleransi dan pelanggaran atas kebebasan beragama oleh ANNAS.
Wali Kota Bandung Yana Mulyana menuai kecaman setelah meresmikan Gedung Dakwah Anti Syiah pada 28 Agustus 2022. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar)
Wali Kota Bandung Yana Mulyana menuai kecaman setelah meresmikan Gedung Dakwah Anti Syiah pada 28 Agustus 2022. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar)

Sumber Utama : https://www.ayobandung.com/bandung-raya/pr-794306550/wali-kota-bandung-dikecam-usai-resmikan-gedung-annas

Sesalkan Wali Kota Bandung Resmikan Gedung ANNAS, Kemenag: Posisi Negara Harusnya Memoderasi

Oleh / Berita, Siaran Pers /

Staf Khusus Menteri Agama bidang Kerukunan Umat Beragama Nuruzzaman menyesalkan langkah Walikota Bandung Yana Mulyana meresmikan Gedung Dakwah Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) pada 28 Agustus 2022. Gedung ini berlokasi di Jalan R.A.A. Martanegara No.30 Turangga Kota Bandung.

Menurut Bib Zaman, panggilan akrabnya, ormas dan paham keyakinan yang secara terang-terangan menebarkan kebencian jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar ajaran agama. Negara tidak semestinya memberikan dukungan, tapi memoderasi cara berfikir, sikap dan praktik keberagamaanya.

“Jadi menurut saya bukan pada tempatnya Walikota memfasilitasi bahkan mendukung pandangan dan sikap yang bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran agama. Posisi negara harusnya memoderasi,” tegas Bib Zaman di Jakarta, Selasa (30/8/2022).

Dikatakan Bib Zaman, relasi Sunni dan Syiah perlu disikapi secara arif. Organisasi Konferensi Islam (OKI) sendiri menyatakan bahwa syiah adalah bagian dari Islam. Bahkan, Grand Syekh Al Azhar Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb mengatakan bahwa umat Islam yang berakidah Ahlussunah bersaudara dengan umat Islam dari golongan Syiah.

“Sunny dan syiah adalah saudara,” itu pernah ditegaskan oleh Syekh Ath-Thayyeb saat bertemu para tokoh dan cendekiawan muslim di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, 22 Februari 2016.

Dalam kesempatan itu, lanjut Bib Zaman, Syekh Ath-Thayyeb mengatakan bahwa Islam mempunyai definisi yang jelas. Yaitu, bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, menegakkan salat, berpuasa, berzakat, dan beribadah haji bagi yang mampu. Mereka yang melaksanakan lima hal pokok ini, maka dia muslim, kecuali mereka yang mendustakan. Grand Syekh bahkan menilai bahwa tidak ada masalah prinsip yang menyebabkan kaum Syiah keluar dari Islam.

“Saya menyesalkan langkah Walikota Bandung. Negara harus merajut keragaman masyarakat agar dapat hidup rukun dan damai. Terhadap perbedaan pandangan baik di internal agama maupun antaragama, posisi negara adalah memoderasi, memfasilitasi dialog, agar kerukunan tetap terjaga,” tandasnya.


Sumber Utama : https://jateng.kemenag.go.id/2022/08/sesalkan-wali-kota-bandung-resmikan-gedung-annas-kemenag-posisi-negara-harusnya-memoderasi/

Klik Mahasiswa DEMO terus ??!!! Memang punya SOLUSI?? atau Malah bikin rakyat tambah sengsara !!!!!

KLIK Ustadz Abdul Somad sang "Ustadz Kontroversial" kembali diundang Kepala Daerah di KalSel WARNING!! Politik Identitas Bermain, Benarkah??!! 

KLIK juga KalSel dalam Berita

Juga KLIK Kadrun itu Susah "Move On", Joget pun "SALAH" 

Klik ISTANA NEGARA 17an "Ojo dibandingke" VIRAL 

Klik Jangan BACA !!! 

KLIK di Amien Rais bilang "Gangguan Kejiwaan", ternyata Anaknya "Gangguan Jiwa", benarkah ??!!

Juga Klik Citayam Fashion Weeks : Koperasi 212 "penampung" Dana ACT..!!! Benar kah ini ???!!! Pendukung Anies & JIS gimana??

Klik Kenapa Pilih Ganjar ?!!!?

Klik Masih tentang ACT dan PKS, MANULIFE hingga BUMN serta Dana CSR

Klik juga ACT & PKS, Ustadz Bechi dan Gubernur Rasa Presiden !!!

Klik juga Mahasiswa "Bela Rakyat" atau "Bela Cukong yang membacking Mahasiswa" ..??!!!

Klik ACT (Aksi Cepat Tanggap) "TERBONGKAR" , VIRAL #JanganPercayaACT 

Klik juga VIRAL : Gabung PKS "HARAM" bagi GP Ansor !!!

Klik Super Hero Indonesia "Damaikan Dunia" !!!

Klik LITERASI , apa sih artinya ?? 

Klik Indonesia & Ukraina : Pertemuan tete-a-tete atau empat mata  

Silahkan klik Warga KalSel di "Waluhi OLIGARKI Daerah" atau Oligarki Pusat ?!!!

Klik Jejak Anies dan Intoleransi yang BERBAHAYA untuk Indonesia

Klik juga : Dunia HEBOH ... !!!

Silahkan klik Benturkan Agama !!! buat Cebong dan Kampret Berkelahi dan KADRUN Berjaya !!!

Klik RIBUT

klik juga "VIRAL" Film Lady Of Heaven dan VERSI LONDON (Syi'ah London, Sunni AS, HTI London Dll)

KELEBIHAN Bayar ?? VS Korupsi ... !!! 

Klik juga Saatnya Pakai Akal SEHAT, Bukan Pake Kata DUNGU !!!!!! 

Klik juga 2024 saatnya seluruh warga Banua Banjar KalSel turun memberikan suara !!!

Klik juga Politisisasi Agama menghasilkan HOAX yang Terpercaya !!! 

Warga Banua Banjar 2024 pengen yang Baru di parlemen KalSel !!!!

Dosen UNISKA yang terkesan Bela Edy Mulyadi dkk "Hina Kalimantan" bukan mewakili Anak Kalimantan dan DAYAK !!! 

Foto-foto BEM SI (Badan Executive Mahasiswa Seluruh Indonesia) dan simpatisannya ??!!??

DAYAK VIRAL : #MaafBolehSajaProsesHukumTetapBerjalan !!!!! 

Benang Merah DEMO di KalSel !!!

Silahkan klik ini juga : "Operasi Doktrin Terorisme ukhti FPI" : Muhammad Uhaib As’ad Ketua KAMI Kal-Sel sebut Rezim Sekarang "Tidak Berbeda" dengan Rezim ORBA ?!!!

Sebagai pelengkap klik ini juga ya : Fraksi PKS & Demokrat "Jangan Buang Badan" - DEMO : Muhammad Uhaib As’ad , Ahdiat Zairullah hingga Rocky Gerung

Info tambahan Klik juga Ade Armando Doa Kebaikan Untukmu : Cuci Otak "Anak Muda" akhirnya apapun SALAH tanpa AKHLAK

yang ini klik Saatnya PERCAYA TUHAN dan Jokowi !!! Demo 11 April 2022, MAHASISWA atau MAHASEWA ??!!! 

klik juga ini Demo 11 APRIL : Ustadz Ormas Terlarang HTI di "SANJUNG" di KalSel, ini buktinya !!! Benarkah kader Ormas Terlarang HTI !!!

klik ini Yang Batu Siapa ? Yang Tangan Siapa ? Apakah ormas Terlarang HTI dan FPI masih menggurita & "Mencuci otak" warga KalSel 

klik juga ini #JanganMaudiWALUHi

juga ini  Foto-foto BEM SI (Badan Executive Mahasiswa Seluruh Indonesia) dan simpatisannya ??!!??

yang ini juga klik #JokowiSelaluSALAH 

Jangan lupa klik ini juga  Mengenal Wakil Rakyat KALSEL dan Kota Banjarmasin 2019-2024

serta klik ini 2024 : Saatnya Partai baru SUKSES di KalSel hingga Indonesia !!!

klik juga Kalau PKS (Partai Keadilan Sejahtera) "Tumbang" dalam PEMILU 2019 akankah GARBI menjadi "Penggantinya" ??!!  

https://news.detik.com/berita/d-6028229/jenguk-ke-rs-grace-natalie-ungkap-kondisi-terkini-ade-armando

https://gusdurian.net/pernyataan-sikap-jaringan-gusdurian-mengutuk-segala-bentuk-kekerasan/

https://banjarmasin.tribunnews.com/2021/03/27/la-nyalla-mattalitti-dinilai-habib-banua-layak-jadi-presiden-ini-pertimbangannya  

Klik juga videonya dilink dibawah ini :

BONGKAR OTAK DALANG AKSI 11 APRIL

Di bantu share agar masyarakat tidak ikut ikutan🙏🙏 Salam Indonesia Damai

Re-post by MigoBerita / Rabu/31082022/13.11Wita/Bjm