Arsip Migo Berita

12 September 2022 DEMO bawa-bawa nama Rakyat ???!!!


Migo Berita - Banjarmasin -
12 September 2022 DEMO bawa-bawa nama Rakyat ???!!! yang ada hanya jadi "alat" dari para mafia yang anti pemerintahan Jokowidodo untuk "Menunggangi" Aksi tersebut, karena pertanyaan berikutnya dan mungkin saran : 1)Sudahkah yang mendemo punya solusi atas hal yang didemo??? atau hanya bisa berkoar-koar tanpa punya solusi yang ditawarkan tentu ini menjadi "Bumbu Baru" buat kalangan opisisi dari pemerintah untuk "Merongrong" kebijakan pemerintah dari sisi manapun... jadi ingat kata-kata fenomenal dari seseorang yang fenomenal silahkan tebak sendiri "Orang BODOH itu NURUT, Kalau PINTAR baru NGAJAR" ,2)Sudahkah yang mendemo mengkritik kebijakan daerah mereka masing-masing karena adanya otonomi daerah ??? Misal masalah air PDAM yang naik tapi kualitas pelayanan masih RENDAH (Contoh kasus, air PDAM masih KERUH, 3)Adakah pernah pendemo merasakan ada uang yang dikucurkan kepermintah daerah ternyata hanya jadi rebutan para "Mafia" yang menjadi raja-raja kecil didaerah, misal masalah gas 3kg bersubsidi yang nyata-nyata sudah jelas datanya siapa saja yang bisa boleh membeli malah jatuh kepada pihak yang tidak berhak, 4)Pernahkah para penDemo memikirkan kenapa DIAM ketika ada SPBU yang tiba-tiba mendadak tutup beberapa hari atau ada SPBU yang kedapatan menjual ke Pengecer berskala besar lewat "orang kecil" agar mendapatkan BBM yang lebih murah, 5)Jangan selalu membanding-bandingkan dengan MALAYSIA yang masih mampu menjual dengan harga murah dengan rakyatnya , itu sama saja dengan membandingkan dengan hal yang berbeda tidak apple to apple (Malaysia penduduk sekitar 30 jutaan, Indonesia 200juta lebih, analoginya satu keluarga punya anak satu dibandingkan dengan keluarga yang punya anak sepuluh... agar paham boleh liat video ini Klik AZA), 5)Koq bisa Singapura yang tidak punya mentah bisa menjual minyak ke Indonesia yang punya minyak mentah, buat para pecinta Rocky GErung yang selalu punya persamaaan dengan DUNGU karena kata tersebut yang selalu didengungkan, kita Indonesia dari Zaman Soeharto hingga zaman SBY tidak pernah membuat Kilang Minyak khusus untuk MEMBUAT minyak mentah menjadi PERTAMAX, PERTALITE dan lain sebagainya, akhirnya karena tidak punya maka kita menjual minyak mentah ketempat terdekat yaitu SIngapura, nah hal inilah harusnya yang didorong para pendemo, salah satunya sesegera mungkin pemerintah membuat Kilang Minyak yang siap produksi dan dijual, akhirnya minyak mentahnya tidak lagi djual tapi dibikin dan diolah sendiri alternatif lainnya cari minyak mentah dan bekerjasama dengan produsen yang menjual MURAH seperti Negara Republi Islam Iran yang SYIAH 12 Imam yang sangat Anti dengan Pemerintah AMERIKA, berani nggak??? Nah begitu harusnya DEMO punya sedikit solusi, 6)Daripada DEMO yang akhirnya membuat uang pengamanan buat demo terkuras habis dan itu berasal dari uang rakyat juga, mending duit pengamanan dimasukkan lagi ke kas pemerintah untuk menambah uang yang PRO dengan RAKYAT, 7)Wajib Memasang CCTV disetiap SPBU masing-masing satu alat kearah mesin pengisi BBM dan ada tempat tombol pengaduan baik berisi ucapan terimakasih atau keluhan, terus 8), 9), 10) dan seterusnya tambah aza lagi...... Agar tidak gagal paham, baca hingga tuntas berbagai artikel yang telah kita kumpulkan...

Menabur Sampah Plastik, Menuai Mikroplastik dalam Rantai Makanan di Barito Kalimantan selatan

Oleh : Ekspedisi Sungai Nusantara

TIM Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) berkolaborasi dengan Perkumpulan Telapak Badan Teritori Kalimantan Selatan, melakukan ekspedisi Sungai Kota Banjarmasin pada 26 Agustus 2022 hingga 1 September 2022.

EKSPEDISI sungai di Banjarmasin ini menyusuri Sungai Kuin, Sungai Martapura dan Sungai Barito, karena ketiga sungai ini adalah Daerah aliran sungai Barito, termasuk dalam sungai nasional karena hulunya ada di Kalimantan Tengah dan hilirnya di Kalimantan Selatan, dengan menggunakan perahu kelotok kami menyusuri sungai dengan melakukan uji kualitas air, uji mikroplastik dan pemetaan timbulan sampah di sungai.

Prigi Arisandi, peneliti ESN ini menjelaskan bahwa selain mengambil contoh air tim ESN juga mengambil 10 spesies ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat untuk kemudian diuji kadar mikroplastiknya.

 Tabel 1. Kandungan Mikroplastik dalam 10 Ikan DAS Barito Kalimantan Selatan Agustus 2022

No.Nama SampelJenis MikroplastikJumlah
FiberFilamenFragmenGranul
1.Ikan Patung4762073
2.Ikan Seluang 278118
3.Ikan Tembubuk2815025
4.Ikan Lompok38914061
5.Ikan Lais1251171135
6.Ikan Nila897024
7.Ikan Puyau71919752
8.Ikan Sili-sili3611121
9.Ikan Hadungan101341569
10.Ikan Senggiringan69361061

Dari tabel diatas terlihat bahwa kandungan mikroplastik terbanyak ditemukan dalam lambung ikan Lais (135 partikel mikroplastik dalam satu ekor), sedangkan kandungan mikroplastik paling sedikit ada pada ikan Seluang (18 partikel mikroplastik dalam satu ekor). Rata-rata kandungan mikroplastik dalam lambung ikan di DAS Barito adalah 53 partikel mikroplastik dalam satu ekor.

Tabel 2  Kandungan Mikroplastik dalam Air DAS Barito Banjarmasin Agustus 2022

No.Nama SampelJenis Mikroplastik
FiberFilamenFragmenGranulJumlah
1.Jembatan Banua Anyar, Sungai Martapura4817332
2.Tugu Bekantan Sungai Martapura27080250125
3.Jembatan Sungai Pengambangan547016
  173

Dari tabel 2 diketahui bahwa semua air sungai di DAS Barito telah tercemar Mikroplastik dengan rata-rata 56 partikel mikroplastik (PM) dalam 100 liter air. Kandungan mikroplastik terbanyak di ketahui ada pada lokasi sungai Martapura tepat didepan Patung bekantan yaitu sebanyak 125 PM/100 liter. “Mikroplastik adalah serpihan plastik berukuran kurang dari 5 mm yang berasal dari hasil pemecahan dari sampah plastik seperti tas kresek, Styrofoam, botol plastik, sedotan, alat penangkap ikan, popok dan sampah plastik lainnya yang dibuang di aliran sungai Barito, karena paparan sinar matahari dan pengaru fisik pasang surut maka sampah plastik ini akan rapuh dan terpecah menjadi remah-remah kecil,”

Direktur Eksekutif Inspirasi, Prigi Arsidandi menjelaskan bahwa ada tiga permasalahan :

  1. Minimnya layanan pengangkutan sampah dari rumah-rumah penduduk ke Tempat Pengumpulan sampah sementara. Secara umum kota/kabupaten di Indonesia hanya mampu melayani kurang dari 40% penduduk, sehingga 60% penduduk Indonesia tidak terlayani pengangkutan sampah, mereka umumnya membakar sampah, menimbun dan membuangnya ke sungai, tiap tahun Indonesia membuang 3 juta ton sampah plastik ke laut melalui sungai dan menjadikan Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik terbesar kedua setelah China.
  2. Minimnya kesadaran memilah sampah dan membuang sampah pada tempatnya, Indeks kepedulian lingkungan penduduk Indonesia masih rendah yaitu 0,56 dari skala 0-1, rendahnya kepedulian inilah yang menyebabkan penduduk Indonesia membuang sampah seenaknya, termasuk membuang sampah ke sungai
  3. Masifnya penggunaan Plastik sekali pakai, plastik sekali pakai seperti tas kresek, sedotan, Styrofoam, popok dan botol plastik masih massif digunakan di Kota Banjarmasin sehingga perlu pengendalian.
  4. Tidak efektifnya regulasi pengurangan penggunaan plastik, adanya regulasi pengurangan plastik sekali pakai tanpa adanya penegakan hukum hanya menjadi macan kertas.

Ancaman Baru Sungai Barito

Sebelumnya Penelitian National Research and Innovation Agency pada tahun 2008 menyebutkan bahwa perairan Muara Sungai Barito terkontaminasi Logam berat Merkuri (Hg), Timbal (Pb), cadmium ( Cd), dan Tembaga (Cu) meskipun kadarnya tidak melebihi baku mutu namun jika tidak ada upaya pengendalian dari Pemerintah maka akan ada potensi peningkatan kadar logam berat dalam air. Keberadaan mikroplastik dalam air DAS Barito sangat berbahaya bagi ekosistem Sungai Barito. 

Mikroplastik termasuk senyawa pengganggu hormon sehingga apabila masuk kedalam tubuh manusia akan mempengaruhi sistem hormon reproduksi dan metabolisme. “Salah satu dampah mikroplastik dalam tubuh manusia adalah diabetes mellitus, penurunan kualitas dan kuantitas sperma dan menopause lebih awal” ungkap Prigi Arisandi.

Lebih lanjut Prigi menjelaskan bahwa mikroplastik di air akan mengikat polutan di air seperti logam berat, pestisida dan detergen dalam air.

Prigi menjelaskan jika dalam air terdapat mikroplastik maka mikroplastik akan menyerap polutan dalam air, dalam Sungai Barito saat ini tercemar logam berat Hg, Pb, Cd dan Cu maka adanya mikroplastik akan menyerap dan mengikat logam berat, “ ungkap Prigi. Dia menjelaskan bahwa mikroplastik juga bisa menjadi media tubuh bakteri pathogen.

Dengan ditemukannya mikroplastik dalam tubuh ikan akan menjadi ancaman baru karena racun mikroplastik akan berpindah dari tubuh ikan pada tubuh manusia yang mengkonsumsi ikan. Keberadaan mikroplastik harus dikendalikan dengan :
  1. Mengendalikan dan menghentikan penggunaan plastik sekali pakai.
  2. Mengendalikan sampah plastik agar tidak masuk ke dalam sungai.

Berikut proses penyerapan logam berat oleh mikroplastik :

Laporan dari Tim Ekspedisi Sungai Nusantara dan Perkumpulan Telapak Badan Teritori Kalimantan Selatan. 

Sungai Barito
Pengambilan sampel air dan ikan dari Sungai Barito, Kalimantan Selatan oleh Tim Ekspedisi Sungai Nusantara bersama Perkumpulan Telapak Badan Teritori Kalsel.

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/09/02/menabur-sampah-plastik-menuai-mikroplastik-dalam-rantai-makanan-di-barito-kalimantan-selatan/

Orasi di Jalan Lambung Mangkurat, Massa PMII Kalsel Demo Tolak Kenaikan BBM

MASSA dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Selatan, bergerak. Mengenakan seragam jas almamater biru, massa duduk di Jalan Lambung Mangkurat, depan Gedung DPRD Kalimantan Selatan, Selasa (6/9/2022).

KADER organisasai mahasiswa yang berafiliasi dengan ormas Nahdlatul Ulama (NU) ini mengusung berbagai spanduk menolak kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Berbagai spanduk bertuliskan kritik kepada pemerintah seperti “Tolak BBM Naik”, “BBM Naik Rakyat Menjerit”, “APBN Untuk Rakyat Bukan Untuk Pejabat”, “Berantas Mafia Migas”, “BBM Naik Memang Benar Cuman Shoppe Aja Yang Masih Diskon,” diperlihatkan di hadapan anggota DPRD Kalsel yang datang menemui pengunjuk rasa.

Ketua PMII Kalsel, Khairul Umam meminta DPRD Kalsel untuk ikut menolak keputusan pemerintah pusat menaikkan harga BBM. Menurut Khairul, hal itu sangat berimbas tidak baik terhadap masyarakat.

“Kami minta agar DPRD Kalsel untuk lebih fokus bagaimana memberantas mafia BBM, terutama yang ada di Kalsel,” ucap Khairul Umam. “Sebenarnya bukan anggaran subsidi BBM yang besar, namun terlalu banyak kebocoran terkait mafia-mafia BBM yang merajalela,” katanya.

Khairul memastikan jaringan organisasi ekstra kampus ini akan mengawal komitmen DPRD Kalsel karena ikut menandatangani nota kesepahaman penolakan kenaikan BBM.

“Kami tidak ingin BBM dinaikkan namun bantuan tunai langsung (BLT) tidak tepat sasaran, pengawalan BBM harus dilakukan, jangan sampai penyaluran dilapangan tidak sesuai dengan data penerima BLT,” tegas Khairul Umam.

Anggota Komisi II DPRD Kalsel Noor Fajri dari Gerindra dan Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah dari Fraksi Persatuan Nurani Demokrat datang menemui para mahasiswa. Keduanya menegaskan DPRD Kalsel menerima aspirasi masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.

“Insya Allah nantinya setelah ada beberapa elemen masyarakat yang menyampaikan aspirasinya lagi, baru akan kita undang untuk duduk bersama menyamakan persepsi,” kata Noor Fajri.

Untuk pengamanan aksi mahasiswa dari PMII diturunkan sedikitnya 400 personel gabungan. Personel polisi ini terdiri dari Polres Batola, Polres Banjarbaru, Sabhara Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin.

“Kami melakukan pelayanan kepada adik-adik mahasiswa sebagai bentuk tugas kepolisian. Alhamdulillah penyampaian aspirasi berjalan dengan lancar, damai dan sukses,” kata Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo.

Demo PMII Kalsel
Aksi demonstrasi massa dari PMII Kalsel di Banjarmasin menolak kenaikan harga BBM.

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/09/06/orasi-di-jalan-lambung-mangkurat-massa-pmii-kalsel-demo-tolak-kenaikan-bbm/

Ahmad Ulya Hidayat; Kisah Sukses Urang Banjar Bekerja di Freeport Indonesia

JABATANNYA kini bergengsi. Berada di level papan tengah PT Freeport Indonesia (PTFI). Perusahaan bergerak di bidang eksplorasi, pertambangan dan pemprosesan dan pemasaran konsentrat tembaga, emas dan perak.

LOKASI tambangnya ada di dataran tinggi Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. Perusahaan multinasional ini pun memang sahamnya dimiliki konsursium Inalum dan Freeport-McMoRan asal Amerika Serikat.

Dari 30 ribu karyawan yang bekerja di holding perusahaan besar tambang, tersebutlah nama Ahmad Ulya Hidayat. Pria yang telah bekerja selama 25 tahun di PTFI kini menjabat Vice President Central Service.

Ulya merupakan pria asli berdarah Banjar. Lahir dan dibesarkan di Kampung Keramat, Pengambangan Banjarmasin. Usai lulus dari prodi teknik mesin Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Ulya pun melamar ke Freeport Indonesia di Papua.

“Alhamdulillah, sekarang saya sudah lebih dari 25 tahun bekerja di PT Freeport Indonesia. Saat ini, saya membawahi 16 ribu karyawan PT Freeport Indonesia,” ucap Ulya kepada jejakrekam.com, Sabtu (3/9/2022).

Sebagai Vice President Central Service PTFI, Ulya mengomando ribuan karyawannya dalam engineering, procurement dan construction (EPC) atau rekayasa, pengadaan dan konstruksi, terkhusus proyek pertambangan PTFI.

“Selain saya, memang ada beberapa urang Banjar (Banua) yang juga bekerja di PTFI di Papua. Jumlahnya memang bisa dihitung dengan jari,” kata menantu almarhum dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Gusti Mahfudz ini.

Menurut dia, selama ini ada pandangan buruk terhadap Papua terkait keamanan, justru di kawasan Tembagapura Papua jauh lebih aman. Ini karena, wilayah Papua terbentang luas. Saat ini, Papua terbagi dalam Papua Barat, Papu Tengah, Papua dan Papua Barat Daya.

Disinggung soal gaji atas jabatan yang diembannya itu, Ulya hanya menjawab singkat. “Alhamdulillah, gaji di atas rata-rata,” jawabnya singkat. Ketika rindu kampung halaman atau saat lebaran dan acara keluarga, Ulya mengaku selalu izin pulang ke Banjar.

Ahmad Ulya Hidayat (kanan) saat berfoto bersama Menteri BUMN Erick Thohir di Papua. (Foto Istimewa untuk JR)

Sebagai jebolan S2 Institut Teknologi Bandung (ITB) Operation Management, Ulya mengaku hampir tiap hari harus masuk terowongan tambang milik Freeport. Panjangnya hampir setara jarak Jakarta-Surabaya, 600 kilometer. “Ya, tiap hari harus masuk terowongan tambang dan berkeliling. Karena itu tugas kita sehari-hari, jadi santuy aja,” ucap Ulya.

Dengan gaji gede serta posisi mentereng yang masuk kalangan top, tak mengherankan jika Ulya pun dikenal petinggi negeri seperti Menteri BUMN Erick Thohir, bahkan juga Presiden Jokowi. Termasuk, CEO Freeport.

Pesan Ulya adalah warga Banua untuk mengejar mimpi lewat pendidikan. Maklum saja, Ulya menempuh jenjang pendidikan dari SD 9 November, SMPN 14 Banjarmasin hingga SMAN 2 Banjarmasin, baru kuliah di Yogyakarta dan Bandung. Berkat Ulya, beberapa warga Banjarmasin bisa meniru langkahnya bekerja di Freeport.

“Untuk di daerah Papua, khususnya perkotaan memang sangat jarang bertemu Urang Banjar. Ada memang, tapi bisa dihitung dengan jari. Selain bekerja di perusahaan, paling banter jadi pedagang di Papua. Ya, kalau bertemu dengan mereka, berbicara pakai bahasa Banjar,” beber Ulya.
Ahmad Ulya
Ahmad Ulya Hidayat, Vice President Central Service PTFI dengan latar belakang mobil Presiden Jokowi.

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/09/06/ahmad-ulya-hidayat-kisah-sukses-urang-banjar-bekerja-di-freeport-indonesia/

Naikkan Tarif 20 Persen Demi Bayar Air Baku, Ini Segudang Alasan PT Air Minum Intan Banjar

PENYESUAIAN tagihan rekening air leding yang diolah PT Air Minum Intan Banjar dengan cakupan layanan di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru, efektif berlaku per 1 September untuk pemakaian Agustus 2022.

KENAIKAN pembayaran tagihan rekening ini diumumkan lewat pengumuman Nomor 34/HUMAS-SDM/IX/2022 yang menyasar empat kelompok pelanggan PT Air Minum Intan Banjar. Dasar kenaikan tarif air leding ini mengacu ke Keputusan Bupati Banjar Nomor 188.45/360/KUM/2022 dan Keputusan Walikota Banjarbaru Nomor 188.45/257/KUM.2022.

Sorotan publik khususnya dari para pelanggan pun mengarah ke pabrik air milik kongsi Pemkab Banjar dan Pemkot Banjarbaru, termasuk saham dari Pemprov Kalsel. Tarif ‘pukul rata’ ala PT Air Minum Intan Banjar ini diberlakukan untuk pemakaian air kurang 10.000 liter (10 kubik) dipatok Rp 420 dan lebih dari 10 kubik dikenakan Rp 9 bagi pelanggan kelompok I dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sosial dan pendidikan.

Kemudian, kelompok II (pelanggan rumah tangga) berkisar Rp 9 hingga Rp 11. Pun, kelompok II (bisnis dan instansi swasta) dipatok Rp 11.50. Sedangkan, kelompok IV (pelanggan khusus non komersil, komersil dan industri) dibanderol Rp 15 hingga Rp 20.

Kenaikan tarif 20 persen ini dianggap memberatkan dibandingkan PT Air Minum Bandarmasih yang hanya menaikkan tarif 10 persen. Apa alasan PT Air Minum Intan Banjar? Direktur Umum PT Air Minum Intan Banjar H Abdullah Saraji mengatakan sudah 10 tahun, perusahaannya tidak melakukan penyesuaian tarif air.

“Kenaikan tarif air yang terjadi sekarang memang keputusan sulit dan terpaksa diambil demi menjamin operasional tetap bisa berlangsung,” ucap Saraji.

Dia berdalih penghitungan kenaikan tarif air itu sudah berdasar pertimbangan matang dan hati-hati. Karenanya, perbandingan antara tarif lama dan tarif baru tidak terpaut jauh.

“Tiap bulan PT Air Minum Intan Banjar juga harus bayar kepada penyedia air baku Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula dan Drupadi Tirta Intan mencapai Rp 3,2 miliar. Di satu sisi, ada sekitar 22 ribu pelanggan pemakaian air bersih nol kubik,” beber Saraji didampingi Kepala Bagian Hubungan Pelanggan (Hublang) H Untung Hartaniansyah, saat sosialisasi penyesuaian tarif air di Kantor PT AM Intan Banjar di Banjarbaru, Selasa (6/9/2022).

Sosialisasi penyesuaian taif air PT Air Minum Intan Banjar. (Foto Istimewa)

Menurut dia, atas dasar beban itu, PT Air Minum Intan Banjar membutuhkan ongkos yang cukup besar untuk menutupi biaya operasional.

Saraji juga berdalih penyesuaian tarif air PT Air Minum Intan Banjar mengacu ke regulasi Permendagri Nomor 21 Tahun 2020 mengatur standar kebutuhan pokok masyarakat untuk air bersih. Yakni, 10 meter kubik per bulan. Hal itu sama dengan 60 liter per orang per hari, atau sebesar satuan volume lainnya.

“Pada tarif lama itu malah dihitung tarif pemakaian ditambah beban tetap, jadi dihitung terpisah. Sedangkan untuk tarif sekarang, beban tetap yang dikenakan apabila pelanggan menggunakan air di bawah standar kebutuhan pokok per bulan sama dengan kebutuhan standar per bulan,” paparnya.

Ambil contoh, kata Saraji, pada tarif lama pelanggan dengan golongan RT A3 pemakaian 10 meter kubik dengan total tagihan misalnya Rp 54.600 ditambah biaya beban tetap Rp 20.000 menjadi total Rp 74.600.

Masih kata dia, tarif sekarang pelanggan dengan kelompok II (RT A3) pemakaian 10 meter kubik atau di bawah standar kebutuhan pokok per bulan dikenakan biaya tetap Rp 90.000 per bulan. Hingga, selisih tarif lama Rp 74.600 dan tarif baru Rp 90.000 yaitu hanya Rp 15.400.

“Nah, bagi pelanggan yang menggunakan di atas standar kebutuhan pokok atau 10 meter kubik, maka hanya diperhitungkan tarif pemakaian saja,” kata Saraji.

Dia mengklaim dari skema perhitungan justru lebih menguntungkan para pelanggan, karena tidak dikenakan biaya tetap. “Makanya, kami mengimbau agar pelanggan tetap bijak menggunakan air bersih, supaya tagihan tidak terlalu tinggi,” imbuh Direktur Umum PT AM Intan Banjar ini.

PT AM Intan Banjar
Sosialisasi kenaikan tarif air 20 persen oleh jajaran direksi PT Air Minum Intan Banjar di Banjarbaru.

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/09/06/naikkan-tarif-20-persen-demi-bayar-air-baku-ini-segudang-alasan-pt-air-minum-intan-banjar/

Beratkan Masyarakat, Massa Buruh Kalsel Siap Turun ke Jalan Tolak Kenaikan BBM

GELOMBANG aksi penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kian tinggi. Rencananya pada Senin (12/9/2022) nanti, massa buruh di Kalimantan Selatan (Kalsel) akan turun ke jalan.

KOORDINATOR Wilayah Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan (FSP KEP) Kalimantan Selatan, Syahrul memastikan pada pekan depan, massa buruh akan berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM bersubsidi.

“Saat ini, kondisi perekonomian masyarakat bekum mapan setelah masa pandemi Covid-19. Tentu, kami menolak tegas kenaikan harga BBM. Apalagi, dampaknya bagi buruh sangat terasa. Belum lagi, masalah kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) dan upah minimun provinsi (UMP) pada 2020 hingga 2021 belum sesuai harapan, dihantam lagi kenaikan harga BBM,” ucap Syahrul kepada awak media di Banjarmasin, Selasa (6/9/2022).

Sebagai bentuk solidaritas sesama buruh, mahasiswa dan aktivis yang turun ke jalan di Jakarta serta kota-kota lainnya di Indonesia, Syahrul memastikan massa buruh juga akan berdemonstrasi di Banjarmasin.

“Kami menunda dulu. Tapi pada Senin (12/9/2022) nanti, kami akan turun ke jalan. Kami menuntut pemerintah menurunkan harga BBM, menuntut Undang-undang Cipta Kerja Omnibuslaw dicabut dan UMK dan UMP dinaikkan dengan besaran 10 persen,” papar Syahrul.

Dengan adanya gelombang penolakan dari publik, Syahrul mengingatkan agar pemerintah segera mengevaluasi kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi. Dampaknya jelas akan memberatkan dan mempengaruhi berbagai sektor kehidupan di tengah masyarakat Indonesia.

“Walau klaim pemerintah ada pengalihan subsidi BBM ke bantuan tunai langsung (BLT). Kami menilai hal itu bukan langkah solutif atas masalah yang terjadi di masyarakat,” pungkas Syahrul.

Buruh
Koordinator Wilayah FSP KEP Kalimantan Selatan, Syahrul.

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/09/06/beratkan-masyarakat-massa-buruh-kalsel-siap-turun-ke-jalan-tolak-kenaikan-bbm/

Pemerintah Tak Peka Derita Rakyat, PKS Kalsel Tuntut Turunkan Harga BBM!

KETUA DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalsel, Ja’far bereaksi keras atas ketidakpekaan pemerintah terhadap kesulitan rakyat dengan menaikkan harga BBM bersubsidi.

“SECARA tegas, PKS menolak keras atas keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Kami meminta pemerintah segera menurunkan kembali harga BBM bersubsidi,” ucap Ja’far kepada jejakrekam.com, Selasa (6/9/2022).

Dia menilai kenaikan harga BBM belum tepat, karena dampak pandemi Covid-19 yang telah memasuki tahun ketiga masih dirasakan masyarakat.

“Dampak pandemi belum sepenuhnya hilang. Masyarakat masih berupaya untuk bangkit, ekonomi belum sepenuhnya pulih. Dampak kenaikan dan kelangkaan minyak goreng saja, masih dirasakan oleh rumah tangga dan perekenomian rakyat,” kata dia.

Bagi Ja’far, kenaikan harga BBM akan berimbas pada sejumlah sektor yang berkaitan. Kenaikan harga sembako dan berbagai kebutuhan dasar masyarakat tidak bisa dihindari. Ini lantaran biaya transportasi dan mobilisasi mengalami kenaikan dikarenakan imbas dari kenaikan harga BBM.

“Kita baru saja merasakan kenaikan harga LPG. Sekarang, harga BBM bersubsidi kembali dinaikkan oleh pemerintah. Ini pasti akan menimbulkan efek domino yang tidak kecil. Tentu kenaikan harga BBM akan diikuti dengan kenaikan harga-harga kebutuhan rakyat. Di mana hati nurani pemerintah?,” cecar Ja’far.Terkhusus di wilayah Kalsel, Ja’far menyebut saat ini para petani tengah dirundung masalah dengan serangan hama pada tanaman padi. “Ini juga menjadi pukulan berat bagi para petani. Belum lagi, dampak iklim tahun yang terjadi musim hujan, sehingga lahan persawahan hampir tergenang sepanjang tahun. Akibatnya, keasaman tanah naik,” ucap sarjana kehutanan ini.

Dengan kondisi itu, Ja’far mengatakan sangat mempengaruhi hasil panen. Bahkan, sebagian besar para petani di Kalsel terancam gagal panen. “Kondisi sekarang tentu bagi para petani di Kalsel yang menggarap tanaman padi sangat berat. Bagaimana mereka bisa mengembalikan modal, apalagi untung dengan kondisi hasil panen yang memprihatinkan,” tutur Ja’far.

Masih menurut dia, ditambah kenaikan harga BBM bersubidi yang naiknya tidak tanggung-tanggung, tentu menambah berat beban hidup para petani di Kalsel. “Sebagai wujud kepedulian PKS terhadap suara dan keresahan masyarakat, kami meminta agar pemerintah segera menurunkan kembali harga BBM bersubsidi,” pungkas Ja’far.
PKS
Ketua DPW PKS Kalimanan Selatan Ja'far.

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/09/06/pemerintah-tak-peka-derita-rakyat-pks-kalsel-tuntut-turunkan-harga-bbm/

Kenaikan Tarif Melebihi 20 Persen, DPRD Banjarbaru Bakal Panggil Kembali PDAM Intan Banjar

PERIHAL kenaikan tagihan rekening air leding yang diolah PT Air Minum Intan Banjar dengan cakupan layanan di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru, efektif berlaku per 1 September untuk pemakaian Agustus 2022 membuat Sekretaris Komisi I DPRD Banjarbaru angkat bicara.

AHMAD Nur Irsan Finazli menyebut DPRD Banjarbaru sebagai representasi rakyat, sudah memanggil PDAM Intan Banjar terkait rencana kenaikan tarif ini. Namun pihaknya tak bisa membendung alias membatalkan kenaikan tarif air ini, karena alasan yang rasional dari PTAM Intan Banjar.

“Hanya saja disini timbul masalah seakan naiknya bersamaan dengan kenaikan BBM dibulan Agustus ini. Ditambah kenaikan tarif ini ternyata berlipat-lipat. Saya sendiri dihubungi oleh masyarakat yang saya wakili, mereka kaget pembayaran air PDAM mengalami kenaikan yang sangat tinggi bahkan sampai 5 kali lipat dari sebelumnya,” ucapnya.

Irsan bilang, kenaikan yang sebelumnya dijanjikan hanya 20%, ternyata melebihi. Perlu disosialisasikan lebih masif lagi.

“Insyaallah, Fraksi KESAN (PKS dan PAN) akan mendorong dan menginisiasi memanggil kembali PDAM Iintan Banjar untuk menjelaskan hal ini ke kita. Seperti apa skema kenaikannya, bagi siapa saja kenaikan ini, terus bagaimana rasionalisasi hitungan kenaikan ini,” bebernya.

Karena menurutnya, sebagai pemilik saham PTAM Intan Banjar, penyertaan modal yang pihaknya miliki juga besar mencapai lebih 70 Miliar, wajar jika ia ikut dalam penentuan kebijakan terkait tarif ini.

“Saya secara pribadi dan sebagai ketua fraksi, menolak kenaikan harga BBM bersubsidi karena imbaskan atau multiplier effect nya pasti juga ke tarif semuanya,” imbuh Ketua Fraksi KESAN (Keadilan Sejahtera Amanat Nasional).

Adapun diketahui sebelumnya, tarif pelanggan dengan kelompok II (RT A3) pemakaian 10 meter kubik atau di bawah standar kebutuhan pokok per bulan dikenakan biaya tetap Rp 90.000 per bulan. Hingga, selisih tarif lama Rp 74.600 dan tarif baru Rp 90.000 yaitu hanya Rp 15.400.

Penyesuaian tarif air PT Air Minum Intan Banjar mengacu ke regulasi Permendagri Nomor 21 Tahun 2020 mengatur standar kebutuhan pokok masyarakat untuk air bersih. Yakni, 10 meter kubik per bulan. Hal itu sama dengan 60 liter per orang per hari, atau sebesar satuan volume lainnya.

Sekretaris Komisi I DPRD Banjarbaru Ahmad Nur Irsan Finazli

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/09/07/kenaikan-tarif-melebihi-20-persen-dprd-banjarbaru-bakal-panggil-kembali-pdam-intan-banjar/

Tarif Air Tidak Sebanding Dengan Membeli Paket Data Bulanan Yang Kuras Kantong

TERHITUNG 1 September 2022 penyesuaian tarif air di beberapa PDAM yang ada di Kalimantan Selatan telah diberlakukan, bahkan naiknya pun bervariasi sesuai klasifikasi. 

SEPERTI PT Air Minum Intan Banjar (Perseroda) yang 10 tahun tidak melakukan penyesuaian tarif air, hanya menaikkan Rp 15.400 bila pemakaian 10 meter kubik. Sehingga yang awalnya Rp 74 ribu menjadi Rp 90 ribu.

Diungkapkan Direktur Umum PT Air Minum Intan Banjar Abdullah Saraji, kepada jejakrekam.com, kenaikan itu tidak ada apa-apanya dibanding ongkos yang dikeluarkan masyarakat untuk membeli paket data (kuota) bulanan, yang kenaikannya mungkin lebih jauh menguras kantong.

“Penyesuaian tarif air ini memang harus dilakukan PT Air Minum Intan Banjar, sebab beban biaya operasional terlampau tinggi. Misal, kewajiban untuk membayar pihak Sistim Penyedia Air Minum (SPAM) Regional Banjarbakula sudah mencapai Rp 1,5 miliar, dan kepada Drupadi Tirta Intan sebesar Rp 1,7 miliar, sehingga  totalnya Rp 3,2 miliar perbulan,” ujarnya, Selasa (6/9/2022).

“Apalagi lebih dari 22 ribu pelanggan yang tidak menggunakan air atau 0 kubik, tentu ini membuat kerugian besar bagi PT Air Minum Intan Banjar,” katanya.

“Disamping itu, penyesuaian tarif air ini mengacu regulasi yang ditetapkan pemerintah melalui Permendagri Nomor 21 Tahun 2020, di mana standar kebutuhan pokok masyarakat untuk air bersih itu 10 meter kubik perbulannya, atau 60 liter perorang perhari, sehingga penyesuaian tarif itu tidaklah terlalu memberatkan,” bebernya. 

“Kenapa saya katakan tidak memberatkan, sebab pada tarif lama dihitung tarif pemakaian ditambah beban tetap dan dihitung terpisah. Sedangkan tarif sekarang,  beban tetap yang dikenakan apabila pelanggan menggunakan air di bawah standar kebutuhan pokok per bulan sama dengan kebutuhan standar perbulan, sehingga penyesuaian tadi hanya Rp 15.400,” ujarnya.

Bagi pelanggan yang menggunakan di atas standar kebutuhan pokok atau 10 meter kubik,  maka hanya diperhitungkan dari pemakaian, yang artinya akan lebih menguntungkan pelanggan, karena tidak dikenakan biaya tetap. “Kita berharap dan tetap mengimbau agar pelanggan tetap bijak menggunakan air bersih, agar tagihannya tidak terlalu tinggi,” ujarnya. 

Terpisah, salah satu pelanggan PT Air Minum Intan Banjar Rifai mengaku, tidak terlalu mempersoalkan penyesuaian tarif air sekarang, sebab perbulan cost yang dikeluarkannya berkisar Rp 100 ribuan. 

Meski begitu, dia mengharapkan agar penyesuaian tarif ini dapat memperbaiki kualitas layanan PT Air Minum Intan Banjar ke masyarakat, sehingga distribusi airnya lebih baik dan lancar kedepannya.

Abdullah Saraji, Direktur Umum PT Air Minum Intan Banjar

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/09/07/tarif-air-tidak-sebanding-dengan-membeli-paket-data-bulanan-yang-kuras-kantong/

Tolak Kenaikan Harga BBM, Ratusan Mahasiswa di Banjarbaru Akan Sambangi DPRD

RATUSAN mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa se-Banjarbaru dari berbagai kampus dan organisasi kepemudaan yang ada di Banjarbaru, akan bertandang ke Kantor DPRD Kota Banjarbaru besok pagi, Rabu (7/9/2022).

SATRIO Ajie, Koordinator Lapangan pada aksi besok menyampaikan pihaknya bersama-sama menolak harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melambung naik.

“Dari masyarakat Banjarbaru khususnya, kita bersama-sama menolak kenaikan harga BBM. Serta kita minta DPRD Kota dan pemerintah terkait untuk bisa mengawasi BLT BBM yang sudah dicanangkan pemerintah beberapa hari yang lalu,” ungkapnya kepada jejakrekam.com, Selasa (6/9/2022).

Dengan itu, Satrio bilang mereka akan membawa beberapa tuntutan yang secara garis besarnya yakni: meminta DPRD Kota Banjarbaru untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada DPRD Provinsi dan DPR RI perihal penolakan masyarakat akan kenaikan BBM.

Kemudian, lanjutnya meminta DPRD Kota dan pemerintah terkait untuk menindak tegas pihak-pihak yang bukan penerima BBM subsidi, serta meminta pemerintah terkait melalui DPRD untuk menaikan taraf hidup masyarakat saat ini.

“Karena naiknya harga BBM tidak diimbangi dengan pendapatan masyarakat saat ini,” tegas Satrio.

Adapun aksi besok akan dimulai sejak pukul 09.00 Wita dengan titik juang Halaman DPRD Kota Banjarbaru.

“Kepada ketua dewan semoga besok bisa turun untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Dan bisa menyampaikan aspirasi tersebut kepada pihak yang berwenang yakni DPRD Provinsi dan DPR RI,” harapnya.


Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/09/06/tolak-kenaikan-harga-bbm-ratusan-mahasiswa-di-banjarbaru-akan-sambangi-dprd/

Terapkan Perda, DPRD Banjarmasin Desak Pemkot Segera Bentuk Unit Layanan Disabilitas dan Inklusi Center

PERATURAN Daerah (Perda) Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disibilitas mencabut Perda Nomor 9 Tahun 2013. Belied ini telah disahkan DPRD Banjarmasin pada Kamis (1/9/2022) dan harus segera ditindaklanjuti pemerintah kota.

KETUA Pansus Perda Disabilitas DPRD Kota Banjarmasin, Noor Latifah mengakui muatan perda yang baru disahkan itu berbeda dengan perda lama.

“Lebih dari 50 bahkan 60 persen merupakan muatan baru, berbeda dengan Perda Nomor 9 Tahun 2013 yang masih mengacu ke UU Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Disabilitas. Sedangkan, perda yang baru disahkan DPRD bersama pemerintah kota berkonsideran dengan UU Penyandang Disabilitas Nomor 8 Tahun 2016,” ucap Noor Latifah kepada jejakrekam.com, Selasa (6/9/2022).

Definisi penyandang disabilitas dalam UU Nomor 8 Tahun 2016 adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

“Dengan adanya perda baru ini maka harus segera ditindaklanjuti pemerintah kota dengan menerbitkan Peraturan Walikota Banjarmasin sebagai aturan teknisnya,” ucap Lala, sapaan akrab politisi perempuan Partai Golkar ini.

Ia mengakui perda penyandang disabilitas itu sudah di-ujipublik-kan pada 2020, kemudian masuk dalam program legislasi daerah (prolegda) 2021.

“Banyak masukan dan aspirasi dari kalangan disabilitas yang diakomodir di perda baru itu. Seperti tuntutan adanya unit layanan disabilitas serta inklusi center, kemudian Komisi Daerah Disabilitas (KKD) di wilayah Kota Banjarmasin,” kata Lala.

Menurut dia, sebagai implementasi dari perda itu, harus diterapkan pemerintah kota dalam kebijakan dan upaya nyata. Salah satunya, seperti di bidang pendidikan yang memberi hak sama dan tanpa diskriminasi kepada para penyandang disabilitas.

“Pendataan bagi penyandang disabilitas harus dilakukan pemerintah kota. Tentu leading sectornya adalah Dinas Sosial bersama Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Jadi, para penyandang disabilitas yang putus sekolah harus bisa mengikuti program kejar paket A, B dan C, misalkan,” kata mantan Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin ini.

Lala memastikan DPRD Kota Banjarmasin akan mengawal penerapan perda penyandang disabilitas agar sesuai amanat dari peraturan perundang-undangan tersebut.

“Seperti di lingkungan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) hingga satuan pendidikan (sekolah) harus ada unit layanan disabilitas. Orang-orang yang ditempatkan di unit ini adalah benar-benar menguasai layanan disabilitas, seperti layanan penyandang disabilitas fisik, intelektual dan sensorik serta mental,” papar anggota Komisi II DPRD Banjarmasin ini.

Menurut Lala, skala penerapan perda penyandang disabilitas itu cukup luas, bukan hanya soal kesempatan mencari kerja saja seperti dalam job fair dalam penyediaan slot tenaga kerja yang direkrut.

Sementara itu, Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kalsel Hervita Liana mengeritik soal perda-perda yang muaranya masih mengekor ke Kemendagri.

“Faktanya, pemerintah daerah harus harmonisasi dengan berbagai undang-undang yang ada. Padahal, pihak Kemendagri sendiri belum terlalu fasih dengan UU Nomor 8 Tahun 2016 itu. Sebab, pemerintah pusat juga sering ketanggor (terjerat) masalah UU Penyandang Disabilitas,” kata advokat perempuan.

Menurut dia, selama ini UU Nomor 8 Tahun 2016 selalu dipakai sebagai panduan aturan, justru pada implementasinya malah merugikan kalangan penyandang disabilitas, terutama di skala daerah.

“Kalau sudah begitu, bagi kami kalangan penyandang disabilitas mau teriak ke mana lagi?” cecar Hervita.

Disabilitas
Ketua Pansus Perda Disabilitas DPRD Kota Banjarmasin, Noor Latifah.

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/09/06/terapkan-perda-dprd-banjarmasin-desak-pemkot-segera-bentuk-unit-layanan-disabilitas-dan-inklusi-center/

3 Oknum Polisi Dilaporkan Dugaan Pidana ke Polda Kalsel, Pihak Perusahaan Angkat Bicara

SETELAH melaporkan dugaan tindak pidana terhadap 3 oknum polisi ke Polda Kalsel, akhirnya pihak perusahaan angkat bicara terkait kasus dugaan perampasan barang berharga milik (YL 38 tahun), warga Jalan Gerilya, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin.

MEWAKILI PT PSP, Ibrahim menjelaskan tidak ada perampasan seperti yang dituduhkan YL, melainkan YL lah yang melakukan penggelapan ke perusahaan senilai Rp 3,2 miliar di PT GBS Sebamban yang merupakan anak perusahaan PT PSP.

Ibrahim menceritakan sejak Juli 2020, YL diminta perusahaan untuk datang ke kantor untuk dimintai penjelasan terkait uang perusahaan yang digelapkan. Namun YL tidak pernah datang. Justru YL baru datang pada Oktober 2020 ke kantor PSP, di Jalan Gatot, Kuripan, Kota Banjarmasin.

Hasil pertemuan siang itu berakhir dengan surat pernyataan. Mengutip surat bermaterai tersebut, YL mengaku telah mengambil uang tanpa seizin perusahaan. Kemudian, YL bersedia mengembalikan uang milik PT PSP dengan jangka waktu tiga bulan atau Januari 2021.

YL juga menyatakan siap menyerahkan aset senilai uang yang diambilnya ke perusahaan sebagai jaminan. “Bahwa apabila saya tidak memenuhi pernyataan di atas, saya siap ditindak melalui proses hukum penggelapan, penipuan dan pencurian,” ucap Ibrahim menirukan YL kepada lawyer Borneo Law Firm (BLF), legal PT PSP, ketika itu.

Dari Oktober sampai Januari, YL tetap bekerja seperti sedia kala. Dia mengurus unit dan alat-alat berat di side Sebamban, Kabupaten Tanah Bumbu, lanjutnya. YL hanyalah karyawan biasa. “Bukan penagih utang,” kata Ibrahim.

Sampai Januari, perusahaan terus berupaya menagih janji YL menyerahkan aset miliknya sebagai jaminan ke perusahaan. Berupa, sertifikat lahan di Puruk Cahu, Kalimantan Tengah, namun sertifikat tersebut ternyata milik keluarga istri YL.

Alih-alih membayar uang yang digelapkan. Dalam rentang waktu Januari sampai Juli 2021 PT PSP kembali mendapati temuan dugaan tindak penggelapan baru oleh YL, dengan modus menerima pembayaran sewa alat berat ke rekening pribadi YL mencapai Rp 2,8 miliar, “Kami semua punya buktinya,” tegas Ibrahim.

Pihak perusahaan kembali meminta YL untuk datang ke kantor PT PSP pada 6 Juli 2021 di ruangan berbeda. Lebih dulu hadir Kompol DH dan Aipda IR, kedatangan keduanya atas permintaan pihak perusahaan.

“Kami mau berkonsultasi mengenai rencana pelaporan penggelapan yang diduga dilakukan oleh YL, ini agenda yang terpisah dengan pertemuan YL,” imbuh Ibrahim.

Dalam pertemuan tersebut hadir pimpinan perusahaan HD dan tiga lawyer dari Borneo Law Firm. Sementara, Kompol DH dan Aipda IR berada di ruangan berbeda.

Ketika perusahaan mempertanyakan tagihan-tagihan penyewa alat berat yang tertunggak pembayarannya, serta yang sudah membayar namun masuk ke rekening YL, disitu ia tidak bisa menjelaskan. Dia hanya bisa tertunduk, kalaupun menjawab, jawabannya tidak nyambung. “Seperti berhalusinasi,” papar Ibrahim

Ketika YL menundukkan kepala itulah, Ibrahim melihat benda menyerupai pisau dari pinggang belakan. Ibrahim kemudian memanggil Kompol DH dan Aipda IR yang kebetulan berada di PT PSP dari ruangan sebelah untuk meminta bantuan. Saat digeledah, benar saja ditemukan sajam. “Kami tidak tahu dia datang bawa pisau,” ujarnya. 

Kompol DH dan Aipda IR turut curiga bahwa YL dalam pengaruh narkotika. Namun tak ditemukan barang bukti apapun, ketika dilakukan tes urine ternyata YL positif menggunakan narkoba.

“Saya sudah dua bulan lalu tidak lagi memakai narkoba pak,” ucap Ibrahim menirukan ucapan YL.

YL kemudian dibawa ke Polda Kalsel oleh Kompol DH dan Aipda IR. Ibrahim menyebut bahwa penggeledahan dilakukan setelah temuan pisau bukan ketika ia masuk ke ruang meeting.

“Kami memiliki semua bukti kejadian tersebut, kemudian barulah datang AKBP AB. Kedatangan beliau sebatas karena ada kabar temuan sajam yang dibawa YL oleh anak buahnya,” beber Ibrahim.

Masih menurut Ibrahim, YL kemudian menitipkan sejumlah barang ke perusahaan sebagai jaminan. Totalnya sebanyak 13 item. “13 item itu dititipkan ke perusahaan sebagai jaminan, termasuk 3 kartu kredit, sekali lagi bukan dirampas,” ujar Ibrahim seraya menunjukkan secarik surat titipan yang ditandatangani YL.

Setelah bebas dari tahanan, YL tidak pernah mampir ke kantor PT PSP. Walaupun, YL tahu bahwa semua barang yang dititipkan ada di perusahan.

“Cuma tidak pernah berinisiatif mengambil, hanya BPKB motor dan STNK Kawasaki Ninja yang diambil,” ujar Ibrahim, panjang lebar.

Terkait uang yang ada di ATM YL sebesar Rp 61 juta itu, Ibrahim mengatakan diambil setelah YL mengakui itu adalah milik perusahaan yang masuk ke rekening pribadinya. Kemudian YL memberikan pin ATM kepada perusahaan, uang ditarik secara tunai. Selanjutnya, uang tersebut dipakai oleh PT PSP membayar tunggakan gaji para karyawan GBS di Sebamban yang 15 hari belum gajian.

“Uang itu juga telah dikonfirmasi penyewa alat berat kami dan YL memberikan pin ATM kepada perusahaan lalu ditarik secara tunai, bahkan sebagian besar barang yang dipersoalkan itu atas nama perusahaan, jadi bagaimana bisa dikatakan kita melakukan perampasan?” tegas Ibrahim.

Karena tidak ada titik terang, akhirnya pihak PT PSP juga melaporkan dugaan tindak penggelapan yang dilakukan oleh YL. “Sebenarnya kami tidak mau, tapi karena persoalan ini sudah merembet ke mana-mana, maka sudah saatnya kami laporkan,” tegas Ibrahim.

Jawaban Kuasa Hukum YL

Kuasa hukum YL, Muhammad Isrof Pahrani menyatakan bahwa apa yang dikatakan pihak perusahaan adalah hak mereka untuk membela diri. “Itu kan versi mereka itu wajar saja pembelaan mereka kita lihat saja pembuktiannya seperti apa,” kata Isrof.

Isrof meyakini bahwa surat pernyataan pengembalian barang dan aset itu dibuat di Tahti. Dan saat itu klaiennya berada di bawah tekanan. “Surat penyerahan dibuat di Tahti. Dan itu sudah diakui terlapor. Informasinya saya dapat langsung dari Irwasda,” jelasnya.

Kuasa hukum YL, pengadu tiga oknum polisi yang dilaporkan dugaan perampasan aset ke Polda Kalsel. (Foto Istimewa)

Saat itu, kata Isrof, yang membawa draf surat pernyataan seroang pria berinisial A. “Klien kami setengah diancam. Karena tertekan, terpaksa mengikat apa kehendak mereka,” ujarnya.

Kemudian surat tersebut juga ditandatangani Aipda IR dan Ibrahim sebagi perwakilan perusahaan. “Aipda IR sebagai yang menyerahkan dan Ibrahim sebagai yang menerima,” jelasnya.

Lantas apakah benar, seperti dikatakan Ibrahim bahwa surat pernyataan penyerahan dua telpon genggam memang dibuat YL dan saat itu turut disaksikan legal dari perusahaan.

Isrof pun memastikan bahwa itu pernyataan mengada-ada. Dia yakin surat itu palsu. Tanda tangan klainya juga dipalsukan di sana. Bahkan surat tersebut tengah diuji di labotarium forensik.

“Bohong besar itu bang dan surat itu sudah kami laporkan dan kita lihat nanti hasil forensik apakah benar itu tulisan tangan dan tanda tangan YL,” kata Isrof.

Lebih jauh, Isrof menyatakan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan gugatan perdata untuk kasus ini. “Gugatan perdatanya sudah kami siapkan. Tinggal nunggu waktu. Nanti kita lihat perkembangannya,” ucap Isrof.

“Tapi kembali lagi kita lihat di pembuktian. Silahkan saja buktikan. Karena kami juga bisa membuktikan. Silakan saja dari perusahaan persinya seperti apa,” pungkasnya.

Mediasi
Pertemuan YL (tengah) dengan pihak perusahaan PT PSP, beberapa waktu lalu.

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/09/05/3-oknum-polisi-dilaporkan-dugaan-pidana-ke-polda-kalsel-pihak-perusahaan-angkat-bicara/

Ngakak, Pemotongan Kabel Juga Jadi Bahan Buat Anies Baswedan

Ada yang buat ngakak ketika Pemda DKI menertibkan kabel optik di daerah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Kabel optik yang semrawut di kawasan Jaksel memang menjadi perbincangan warga di sosmed beberapa bulan terakhir.

Menariknya pemotongan kabel yang semrawut itu menjadi sebuah acara yang wah, dengan acara seremonial yang dipimpin langsung oleh Gubernur seIndonesia Anies Baswedan.

Sebenarnya jika mau dipikir-pikir lagi tidak ada yang istimewa dari pemotongan kabel di salah satu daerah di Jakarta Selatan.

Lah di tempat lain. Penertiban Ini memang bentuk pelayanan publik, entah dilakukan oleh penyedia layanan atau operator dan merupakan kewajiban dari Pemda daerah setempat yang memberikan pelayanan berupa kota yang bersih dan sedap dipandang kepada warganya.

Kita juga sering liat mobil operator menertibkan kabel-kabel semrawut di pinggir jalan. Tidak ada yang istimewa dari hal itu.

Bak acara besar acara pemotongan dan penertiban kabel ini, seperti proyek ratusan triliun dengan panggung besar nan megah.

Anies pun memberi sambutan satu dua patah kata yang memang menjadi keahliannya.

"Kita tahu bahwa selama ini kabel-kabel ini bergerak di atas, sehingga menjadi pemandangan yang unik karena ini kalau difoto seperti bakmi hitam yang menggelantung di mana-mana. Saking sudah lamanya ini, sebagian dari kita sudah menganggap itu tidak masalah," kata Anies dalam sambutan, Senin (5/9/2022).

Luar biasa Anies mengatakan kabel-kabel ini bergerak di atas bagaikan bakmi hitam. Waduh penghinaan terhadap makanan Tionghoa nih. Coba kalau Anies bilang ini bagaikan rendang. Sudah pasti disomasi oleh perkumpulan masakan Rendang seIndonesia.

Tidak tanggung-tanggung berbagai wartawan dan media berita diundang untuk acara wah ini. Temanya: pemotongan kabel yang semrawut.

Turut hadir di lokasi, yakni PT Telkom Indonesia Tbk, PT Mora Telematika Indonesia, dan PT Link Net Tbk.

Kalau kita lihat di foto atas, Anies berfoto menggunakan helm proyek, yang entah apa tujuannya, padahal sekelilingnya tidak menggunakan helm proyek. Anies pun secara seremoni mengunting pita, eh kabel yang diiringi tepuk tangan hadirin.

Entah sudah kehabisan bahan atau tidak ada acara peresmian lagi, sehingga acara beginipun dibuat sebagai sebuah acara yang luar biasa.

Entah apa yang ada di benak pengagum Anies. acara gunting kabel ini pun menjadi ramai di sosial media. Misalnya di akun Instagram Anies Baswedan, salah satu pengagum Anies mengatakan "The real president", akun lain mengomentari "Gubernur rasa Presiden".

Entah lagi halu atau bagaimana, para pendukung Anies memuja Anies karena acara gunting-menggunting kabel menjadi tolak ukur Anies menjadi calon Presiden selanjutnya.

Bukankah bagi seorang teknisi operator lain yang sudah setiap hari menggunting kabel, apakah itu lantas menjadikan teknisi itu menjadi seorang calon presiden?

Atau jangan-jangan habis jadi Gubernur, Anies mau jadi teknisi nih. Bentuk pelayanan kepada masyarakat DKI.

Alangkah baiknya, disisa masa jabatan ini, Anies melakukan sesuatu yang lebih berguna lagi kepada warga DKI ketimbang acara seremonial seperti ini.

Ngakak, Pemotongan Kabel Juga Jadi Bahan Buat Anies Baswedan

Sumber Utama : https://seword.com/umum/ngakak-pemotongan-kabel-juga-jadi-bahan-buat-MAz3F5GEZk

Hotman Pertanyakan Kasus Pembunuhan Gontor, Pesantren Larang "Ortu" Bawa Ke Ranah Hukum

Penulis tidak menyangka kalau jurus "tutupi aib sesama" berlaku juga di pesantren besar dan modern, salah satunya di Pesantren Gontor. Di saat teknologi maju, bahkan sekelas gojek saja menyediakan telepon darurat jika terjadi kekerasan yang dialami driver maupun customer.

Sistem di pesantren modern yang juga tertutup, membuat kasus pencabulan, dan (kali ini) pembunuhan awalnya tertutupi. Bagi penulis ini adalah kesalahan besar ketika menganggap ada sebuah sistem yang sempurna, karena bagaimanapun yang menjalankan sistem tersebut adalah manusia yang tidak sempurna.

Karena itu ada yang namanya ilmu Social Enginering, ilmu ini mempelajari bagaimana cara mengexploitasi bagian lemah dalam sebuah sistem, yaitu manusianya. Jokowi harus meninjau ulang lagi dana abadi pesantren, mengingat banyaknya kesalahan sengaja yang dilakukan petinggi pesantren.

Mirisnya, pihak pesantren sudah berulang kali mencoba cuci tangan akan kasus yang terjadi di tempatnya tersebut. Awalnya mereka cuci tangan dengan cara yang cukup kasar, hingga akhirnya cara halus digunakan. Apa saja itu? Yuk kita bahas satu-satu!!

  • Pertama, pihak pesantren membohongi orang tua korban kalau anaknya meninggal karena kelelehan.

Soimah mengatakan, awalnya mendapat kabar dari ponpes bahwa anaknya meninggal karena kelelahan saat mengikuti Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum).

Namun, Soimah mendapatkan laporan dari Wali Santri lain yang menyebutkan bahwa AM bukan meninggal karena kelelahan. Pihak keluarga akhirnya meminta peti jenazah AM dibuka.

Komentar penulis : padahal kata pak ustad bohong itu adalah dosa, tapi kenapa pihak pesantren yang paham masalah agama (khatam) malah berbohong?.

Memang beberapa aliran ada yang menganggap kalau bohong demi kebaikan (taqiyah) itu tidak dosa, tentunya dengan syarat dan ketentuan berlaku. Tapi apakah menutupi kasus pembunuhan adalah berbohong demi kebaikan? Penulis rasa tidak ya.

  • Setelah bohong nya ketahuan, pihak pesantren coba cuci tangan dengan cara yang sedikit tricky, yaitu mengeluarkan langsung pelaku pembunuhan, alih-alih melaporkannya ke ranah hukum.

Menurut Noor (juru bicara pesantren), pada hari yang sama ketika korban meninggal, PMDG Ponorogo langsung mengeluarkan pelaku dari ponpes secara permanen dan langsung mengantarkan mereka kepada orangtua mereka masing-masing.

Komentar penulis : menurut penulis ini tricky, karena seolah pihak pesantren sudah bertindak, padahal tindakannya tidak tepat. Pihak pesantren tampaknya hanya memikirkan bagaimana kasus ini tidak membuat nama pesantren mereka jelek.

Dengan mengeluarkan pelaku, pihak pesantren mengira lembaganya bisa lepas (tidak terus dibawa-bawa) dari masalah pembunuhan di wilayahnya. Mereka ingin menggiring opini kalau ini hanya masalah hukum antara pelaku dan korban.

Akhirnya tindakan pesantren ini mendapat tanda tanya besar dari Hotman Paris, setelah orangtua korban menghubungi beliau.

"Sesudah viral di Hotman 911, pimpinan Pesantren Darussalam Gontor baru membuat tanggapan. Kenapa tidak lapor Polisi? Kenapa hanya pecat? Kenapa pelaku dikembalikan ke orang tua," tulis Hotman dalam akun Instagramnya, seperti dilihat detikcom, Selasa (6/9/2022).

Alih-alih meminta maaf karena sudah khilaf, pesantren Gontor malah mencoba cuci tangan untuk kesekian kalinya.

  • Juru bicara Gontor beralasan kalau orang tua korban ketika mendaftarkan anaknya, menandatangani kesepakatan tidak akan membawa ke ranah hukum.

“Dulu sebelum masuk ke Gontor ortu atau bapak telah menandatangani surat penyerahan anak ke pondok. Ada poin kesanggupan salah satunya tidak membawa ke ranah hukum,” kata Ustaz Noor Syahid.

Komentar penulis : kesepakatan macam apa ini? Kesepakatan seperti ini adalah cara ngeles yang biasa dilakukan (maaf) tukang tipu.

Pesilat sakti editan Chyntia Chandranaya ketika dipertanyakan kesaktiannya, mengancam dengan cara menantang sparing jalanan sampai mati, dengan tanda tangan di atas materai.

Dukun palsu ketika diminta pembuktian, mengajak Marcel Rhadival adu tembak, dengan perjanjian tidak akan menuntut jika ada yang meninggal.

Para penipu itu berusaha mengibuli mereka yang tidak paham hukum dan undang-undang di Indonesia. Dimana hukum turunan tidak boleh bertentangan dengan UU Dasar Republik Indonesia.

Artinya walaupun sudah perjanjian di atas materai berkekuatan hukum, tetap saja polisi bisa mengenakan pasal pembunuhan ketika ada korban, baik dalam kasus tarung jalanan sampai mati ataupun adu tembak sampai mati. Apalagi pembunuhan adalah delik biasa, bukan merupakan delik aduan.

Karena memang perjanjian semacam itu tidak berlaku di hukum negara kita, akhirnya para penipu tersebut terhindar dari melakukan pembuktian.

Padahal kalau memang sakti, pesilat bisa ikut MMA yang ada aturan dan wasitnya, lalu si dukun bisa saling tembak antara mereka yang ngaku sakti. Bukan malah petantang petenteng, menantang balik mereka yang tidak ngaku sakti.

Demikian pula dengan kasus pesantren Gontor. Walaupun ada perjanjian semacam itu, alangkah lebih baiknya jika terjadi pembunuhan, pihak pesantren langsung melapor ke polisi. Karena kalau tidak, maka jatuhnya sama dengan berusaha memanipulasi kasus pembunuhan.

Ini pesantren kan? Pesantren kok Sambo?

Hotman Pertanyakan Kasus Pembunuhan Gontor, Pesantren Larang "Ortu" Bawa Ke Ranah Hukum

Sumber Utama : https://seword.com/umum/hotman-pertanyakan-kasus-pembunuhan-gontor-yOj4qbjBsH  

Pesantren Kembali Jadi Sorotan, Santri Juga Manusia

Keluarga kami pernah mempunyai niat ingin memasukan putri kami setelah tamat SD ke pesantren. Pondok pesantren yang dituju adalah pondok pesantren rekomendasi dari teman. Tapi niat tersebut tidak jadi karena tidak mempunyai biaya.

Pondok pesantren rekomendasi teman tersebut, biaya pendaftarannya Rp. 10 juta, per bulan satu juta. Bagi kami sangat besar.

Beberapa teman putri kami ada yang masuk pesantren rekomendasi dari saudaranya. Tetapi hanya bertahan satu minggu. Alasannya karena lelah dari subuh sampai jam 11 malam ngaji terus. Mendengar itu kami hanya tersenyum simpul. Pesantren ya begitu sering ngaji. Sedangkan kami pengajian kurang dari dua jam saja sebulan sekali ngantuknya bukan main.

Pesantren merupakan tempat mendidik manusia agar berilmu agama tinggi dan berakhlak mulia. Tapi kita harus benar-benar sadar bahwa santri juga manusia.

Teringat waktu SMA, saya mempunyai teman sekelas santri dan sedang mondok di suatu ponpes. Mereka cerita jika dompetnya hilang ketika disimpan dilemari. Saya bingung “Lah kok di pesantren ada juga pencuri”. Teman saya hanya tertawa. Begitulah, santri juga manusia.

Pondok pesantren beberapa waktu belakangan sering menjadi perhatian publik. Sayangnya bukan karena prestasi tapi karena hal yang negatif. Perbuatan asusila yang dilakukan anak kiai, dilakukan pemilik pesantren dan sebagainya. Hal ini membuat miris hati ini.

Terbaru, kabar menyedihkan datang dari pondok pesantren ternama Gontor. Seorang santri AM diduga tewas karena dianiaya teman santrinya. Orang tua korban kecewa karena pihak pesantren awalnya melaporkan jika AM meninggal karena kelelahan.

Sejak awal pihak sekolah tidak jujur dan berupaya menutup-nutupi ihwal penyebab kematian kepada orangtuanya, dengan menyebut AM meninggal dunia karena kelelahan saat mengikuti kegiatan Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum).

Terungkapnya dugaan penyiksaan ini berawal dari kecurigaan Soimah, orangtua AM, setelah membuka peti jenazah anaknya. Pasalnya, di tubuh almarhum putranya terdapat beberapa luka yang diduga akibat penyiksaan atau penganiayaan oleh kakak kelasnya.

Tidak terima dengan penjelasan pihak pesantren, Soimah pun mengadukan persoalan ini kepada pengacara Hotman Paris yang kala itu tengah berada di Palembang. Hotman lantas mengunggah pengakuan Soimah di akun Instagram miliknya dan membuat kabar tersebut viral.

Pemerintah harus segera membuat regulasi pencegahan atau pengawasan kepada pondok pesantren agar tidak terjadi lagi peristiwa yang tidak diinginkan. Perbuatan asusila, penganiayaan merupakan perbuatan yang bertentangan dengan misi pendidikan, apalagi pendidikan di pondok pesantren.

Pondok pesantren sering dianggap tempat “suci”. Kini waktunya untuk berpandangan lebih bijaksana. Semua kemungkinan bisa saja terjadi baik pendidikan formal maupun di pondok pesantren. Untuk itu pemerintah harus membuat regulasi berupa pengawasan ketat terhadap pondok pesantren.

Jika tidak, dikhawatirkan pandangan masyarakat terhadap pondok pesantren perlahan-lahan akan berbeda dari positif menjadi negatif. Masyarakat akan memandang sinis terhadap pesantren dan kepercayaan publik kepada pendidikan pesantren akan turun drastis.

Pesantren Kembali Jadi Sorotan, Santri Juga Manusia

Sumber Utama : https://seword.com/umum/pesantren-kembali-jadi-sorotan-santri-juga-5ASiMM8yR2

Pilpres 2024 : Adakah Capres Yang Tidak Terlalu Politis?

Jabatan presiden sebuah negara adalah sebuah jabatan politis yang murni. Karena jabatan yang politis ini, seorang yang berniat menjadi presiden, dia tak bisa menjalankan tugas dan fungsinya seperti seorang direktur perusahaan swasta yang juga berkewajiban memajukan perusahaannya. Ada kata "politis" yang menggelayut di jabatan presiden, sebuah kata yang mengharuskan seorang presiden "fleksible" terhadap kata tersebut.

Jika kita mempersentasekan pekerjaan seorang presiden antara bekerja secara profesional untuk memajukan negara dan bekerja berdasarkan keputusan politik untuk menjaga keseimbangan situasi dalam dan luar negeri sambil memajukan negara, tentu sangat sulit untuk dilakukan. Pasalnya, setiap keputusan atas kebijakan yang dibuat oleh seorang presiden, tak lepas dari unsur politiknya. "Rongrongan" politik dalam negeri terlihat jelas pada kejadian penunjukan dan pengangkatan pejabat, baik pejabat menteri ataupun pejabat publik yang sedianya harus ditunjuk oleh presiden. Jari telunjuk partai-partai politik seakan berdesakan di dalam gelas untuk mengocek air didalamnya. Sementara "rongrongan" politik luar negeri, dipengaruhi oleh kepentingan politik dalam negeri. Saya ambil contoh keputusan 6 presiden mulai dari Soeharto hingga Jokowi dalam hal kepemilikan PT Freeport dan perusahaan lain milik Negera. Mengapa bisa demikian? Karena Presiden dalam bekerja harus dan wajib tunduk pada aturan dan undang-undang yang dibuat bersama dengan DPR, yang diisi oleh 560 orang anggota partai politik. Disinilah, politik hadir dalam pembangunan negeri.

Padahal sedianya, seluruh aturan dan undang-undang yang dibuat dan disahkan, dan seluruh perusahaan milik negara yang mengolah kekayaan alam negara dan SDMnya, sedianya adalah untuk pembangunan negara dan bangsa Indonesia. Partai Politik mungkin terlihat jelas, baik namanya, wajahnya, bentuknya, visi misinya. Tapi politik (tanpa kata partai) adalah kekuatan Politik hanya bisa dikira-kira, tapi tak pernah ada yang pasti, tak berwajah, tak bernama, tak berbentuk, tak ketahuan berapa banyak orang didalamnya, tak beralamat, tak bisa dikejar, tak bisa ditangkap, tak terlihat, bisa membawa kebaikan, bisa membawa kemudaratan. Politik... bisa terlihat seperti Malaikat, tapi bisa menjelma menjadi setan. Politik inilah yang tak mengijinkan presiden bekerja secara profesional murni. Politik tak mengijinkan presiden bekerja sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Jika presiden manut dan nurut pada politik, maka dia akan selamat bahkan diijinkan untuk dipilih kembali di periode berikutnya. Jika politik memandang presiden mengusik kenyamanan dirinya, dia bisa menggunakan alat-alatnya untuk "menertibkan" presiden.

Karenanya, sampai hari ini, tidak ada Presiden Indonesia yang bisa pas dengan keinginan seluruh rakyat Indonesia. Bukan karena tidak ada sosok yang pas, tetapi karena rakyat Indonesia yang belum dewasa.

Sekarang menghadapi Pilpres 2024, saya melihat kelucuan ketika ada yang menggadang-gadang sosok yang akan dimajukan sebagai calon Presiden Indonesia adalah sosok yang kalau digoogle dengan kata kunci "gubernur terbodoh se-dunia", nama itu muncul! Tidakkah rakyat Indonesia memiliki akal dan pikiran? Gus Dur yang matanya buta saja, masih bisa membuat sebuah gebrakan walaupunn dia dilengser. Tapi sosok yang selama 5 tahun diberi kewenenangan untuk menguji kemampuan membangun sebuah propinsi dan gagal, apa yang bisa diharapkan? Tapi itulah politik!

Kelucuan lain menghadapi Pilpres 2024 adalah munculnya nama anak muda yang dibesar-besarkan karena nama sang Bapak yang pernah menjadi Presiden Indonesia, yang terkenal dengan proyek-proyek mangkrak dan kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh 'kaki tangan' dan digadang-gadang akan maju di Pilpres 2024, apa yang bisa rakyat harapkan? Tapi itulah politik!

Lalu apa itu politik? Apakah politik sudah sama seperti Tuhan yang tidak terlihat tetapi ada dan kekuatannya terasa? Atau Dalang yang bisa mengatur sederetan wayang? No... politik bukan keduanya. Politik secara definisi adalah "cara mencapai tujuan". Satu kalimat dengan 3 kata, yang ketiga katanya berdiri sendiri-sendiri. Kata pertama "cara", apakah dibicarakan cara itu harus benar? tidak! Kata kedua "mencapai", apakah dibicarakan bagaimana untuk melakukan pencapaiannya? Tidak! Apalagi kata ketiga "tujuan", apa diketahui apa tujuan sebenarnya? Tidak! Tujuh puluh Tujuh tahun Indonesia merdeka, kita sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa pada dasarnya perpolitikan di Indoneisa tidak menginginkan Indonesia berubah maju dan pintar. Politik menginginkan Indonesia seperti negara Venezuela yang dikuasai mafia atau negara Suriah yang mudah untuk dihancurkan.

Jokowi adalah sosok Presiden Indonesia yang berhasil mengkadali politik. Jika hari ini Jokowi menjadi sosok Presiden Indonesia yang mampu memajukan Indonesia (dibandingkan dengan prestasi presiden Indonesia sebelumnya), itu karena dia mampu mengendalikan politik dengan baik. Padahal keberpihakannya pada rakyat begitu keras didiskreditkan oleh politik itu sendiri. Karenanya, selama 8 tahun Jokowi menjadi Presiden, jabatannya sebagai Presiden Indonesia terus digoncang dengan berbagai macam unjuk rasa yang tak jelas tujuannya. Gagal menggoncang jabatannya, sosok pribadi Jokowi sendiri digoncang oleh fitnahan, hujatan, pendiskreditan, dan tetap gagal. Politik gagal menghentikan Jokowi untuk membangun di bagian timur Indonesia. Rakyat Indonesia bagian timur itu secara serentak menjadi saksi atas kemurnian niat Jokowi untuk memajukan bangsa dan negara Indonesia. Kalau rakyat Sumatera dan Jawa, masih bersikap rakyat yang kufur nikmat.

Namun, terlepas dari sebesar apapun kekuatan politik yang menguasai Indonesia, jika rakyat Indonesia secara kolektif memiliki pemikiran, cita-cita dan harapan yang sama atas kemajuan negara ini untuk anak cucu kita di masa yang akan datang, sedianya pilihan presiden dijatuhkan pada sosok calon presiden yang bisa diperkirakan akan mampu membangun Indonesia secara pisik yang terwujud nyata.

Percaya atau tidak, ketika pembangunan pisik itu terwujud, pembangunan mental akan menyusul kemudian. Pembangunan mental tak bisa didirikan. Merevolusi mental harus dicetuskan, tapi tidak bisa dipaksakan.

Saya beri analogi yang sederhana. Tarzan yang dari bayi lahir di hutan, kemudian "dibawa" pindah ke kota dan tinggal di rumah yang besar. Dia disediakan seluruh fasilitas yang memenuhi standar peradaban manusia maju. "Dibawa" di sini artinya Tarzan tidak datang ke kota dengan sendirinya, tetapi ada orang lain yang membawa dia ke kota. Apakah setelah pindah ke kota dan tinggal di rumah besar Tarzan akan tetap liar atau dia berubah menyesuaikan lingkungan? Pada dasarnya Tarzan adalah manusia yang memiliki akal dan pikiran dan terlahir dari keluarga yang kaya raya, sama dengan rakyat Indonesia, yang juga manusia yang punya akal dan pikiran dan tercipta sebagai negara yang kaya raya.

Ah, mengapa saya harus jauh-jauh mengambil analogi cerita Tarzan? Kita bisa melihat rakyat Indonesia Timur yang berpuluh tahun diabaikan dan tidak dibangun, kemudian oleh Jokowi dibangunkan jalan-jalan, gedung-gedung, waduk-waduk, diberi jaringan palapa ring dan fasilitas umum lainnya. apakah semua pembangunan itu hanya mereka lihat tanpa digunakan? Tidak! Dan perlahan kehidupan yang katanya 'primitif' pun berangsur perlahan bergeser ke peradaban yang lebih baik.

Saya berharap, di Pilpres 2024 nanti, rakyat Indonesia sudah tidak lagi menggunakan kedaulatannya dalam memilih presiden dengan pola pikir politis. Rakyat Indonesia tak boleh gagal mewujudkan prediksi menjadi negara dengan ekonomi 5 besar dunia di 100 tahun Indonesia merdeka.

Lalu, saya sendiri akan memilih siapa calon presiden untuk Pilpres 2024? Ah, kalau saya sih menunggu instruksi Pak Jokowi. Dia milih siapa, itu yang saya pilih... KALAU pilihan Jokowi tidak terlalu politis dalam memilih calon presiden untuk 2024-2029.

Pilpres 2024 : Adakah Capres Yang Tidak Terlalu Politis?

Sumber Utama : https://seword.com/umum/pilpres-2024-adakah-capres-yang-tidak-terlalu-vYH97pRnRs

Sandiaga Siap Nyapres, Anies-AHY Makin Pusing

Musyawarah Rakyat atau Musra Indonesia yang digelar di Bandung beberapa hari lalu ternyata meninggalkan sebuah informasi yang cukup menarik.

Menurut hasil voting yang dilakukan oleh Musra, nama Jokowi berada di urutan pertama sebagai capres yang paling direkomendasikan.

Posisi kedua cukup mengejutkan. Posisi ketiga ditempati Ganjar, Prabowo di posisi keempat dan Anies di posisi kelima.

Sandiaga Uno, yang dalam beberapa survei tidak mencolok, tapi bisa muncul sebagai kandidat kuat dalam Musra Indonesia, bahkan bisa mengalahkan Ganjar dan Prabowo.

Sandiaga memang suka muncul di saat yang tidak terduga.

Sandiaga baru terjun ke politik, itu pun berawal dari peran sebagai juru bicara Prabowo pada pilpres 2014, karena pernah menjadi konsultan keuangan untuk grup bisnis milik Prabowo.

Singkat cerita, pada 2015 lalu dalam suatu pembicaraan yang cukup mendalam, Prabowo akhirnya memancing Sandiaga untuk terjun ke dunia politik.

Setelah berbicara dengan keluarganya, Sandiaga akhirnya mantap terjun ke politik dengan bergabung di Gerindra sejak pertengahan tahun 2015, saat dirinya mau maju di pencalonan Pilkada DKI Jakarta. Pertama kali bergabung, dia langsung menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra.

Bayangkan betapa powerfulnya Sandiaga, hingga Prabowo merayu dirinya dan melobi ibu dan istrinya agar terjun ke politik, hingga bisa langsung dapat jabatan tinggi di partai politik.

Sandiaga kembali membuat kejutan politik ketika diumumkan sebagai calon wakil presiden menemani Prabowo di Pilpres 2019. Itu pun terjadi di menit-menit terakhir.

Koalisi yang dipimpin Gerindra sempat memanas karena masing-masing partai koalisi mau mengusung cawapres pilihan mereka.

PKS dan PAN meminta Prabowo mematuhi Ijtimak Ulama yang memberi dua nama, yaitu Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad.

PKS ingin kadernya Salim Segaf, dipilih sebagai cawapres.

Sedangkan PAN terus meng-endorse Abdul Somad.

Partai Demokrat, yang bergabung belakangan, malah menawarkan AHY sebagai cawapres.

Dan akhrinya, malah Sandiaga Uno yang dipilih Prabowo. Ini mengejutkan dan di luar prediksi.

Menjelang pilpres 2024, entah kenapa nama Sandiaga mulai muncul lagi dengan cara yang mengejutkan. Namanya di posisi dua melalui voting Musra Indonesia. Kalau nama Jokowi dihilangkan, maka Sandiaga menjadi kandidat capres terkuat mengalahkan Ganjar, Prabowo dan Anies yang langganan posisi tiga besar di berbagai lembaga survei.

Bahkan, Sandiaga Uno tidak malu lagi mengungkapkan niatnya. Dia siap diusung sebagai calon presiden ketika ditanya awak media. Saat itu dia menghadiri acara silaturahmi bersama partai PPP di Jogja.

Tentu ini sebuah kode.

Kode yang membuat Gerindra sedikit panik atau bahkan tidak senang.

Buktinya, Ketua Harian Partai Gerindra mengingatkan Sandiaga untuk selalu mengedepankan etika ketimbang nafsu dalam berpolitik. Sandiaga sendiri masih menjadi kader Partai Gerindra dan Gerindra sudah resmi mengusung Prabowo sebagai calon presiden.

Sebenarnya bukan cuma Gerindra yang panik. Tapi Anies dan AHY seharusnya harus lebih panik.

Kenapa?

Setelah mengaku siap nyapres, Sandiaga mengaku dihubungi banyak partai di luar Gerindra.

Kode berikutnya adalah, Sandiaga bertemu dengan Ketua DPP Partai PKS Bidang Kepemudaan Gamal Albinsaid. Sandiaga bilang sudah punya hubungan dekat dengan PKS sejak lama.

Bahkan, Sandiaga bilang PKS adalah partai yang memperjuangkan aspirasi rakyat yang betul-betul membutuhkan suatu solusi cepat dan tanggap.

Seperti yang saya katakan tadi, Anies dan AHY harusnya makin meriang dan tak bisa tidur.

Anies hanya berpeluang diusung Nasdem, dengan syarat Nasdem berkoalisi dengan Demokrat dan PKS.

Katakanlah Sandiaga berhasil bikin PKS mendukungnya, maka antara Anies atau AHY harus gugur. Akan ada duet Anies-Sandiaga atau AHY-Sandiaga.

Salah satu harus tersingkir. Mereka tak boleh remehkan Sandiaga karena terbukti di pilpres 2019 banyak yang gigit jari ketika Sandiaga muncul di injury time sebagai cawapres Prabowo.

Dengan melihat ambisi Sandiaga saat ini, bukan tidak mungkin Anies dan AHY pun jadi korban dan tidak bisa nyapres. Apalagi bicara soal menjadi calon presiden, pasti butuh banyak logistik. Sandiaga pasti punya lebih dari cukup.

Anies dan AHY sudah cukup dipusingkan dengan Nasdem yang belum tentu mau usung mereka. Ditambah lagi Sandiaga yang bisa menghancurkan harapan mereka. Tapi kalau bicara siapa yang paling menyedihkan, maka Anies lah orangnya.

Demokrat ngotot usung AHY atau keluar dari koalisi. Misalkan PKS pun ngotot usung Sandiaga atau ancam keluar dari koalisi. Sisanya adalah Anies yang tak punya partai dan bisa dikorbankan.

Intinya, berkat Sandiaga, ada yang akan tersingkir. Dan itu urusan mereka, kita hanya menikmati saja.

Bagaimana menurut Anda?

Sandiaga Siap Nyapres, Anies-AHY Makin Pusing

Sumber Utama :  https://seword.com/politik/sandiaga-siap-nyapres-anies-ahy-makin-pusing-02Wr7eGJEY

Spektakuler, Walkot Depok Terbitkan Surat Edaran Mars dan Hymne Depok

Mungkin Depok begitu beruntung mendapatkan seorang pemimpin seperti Walkot Depok saat ini yaitu Mohammad Idris. Bahkan bisa dibilang, sangat bisa dibanggakan oleh warganya. Kalau Anies jago tata kata dan mengolah kata, maka Walkot Depok jago mengolah lirik sehingga terciptalah lagu Mars Depok Sejahtera dan Hymne Damai Depokku. Kedua lirik lagu tersebut ditulis olehnya. Sedangkan aransemen lagu dibuat oleh dua orang yang berbeda.

Baru-baru ini, dia menerbitkan surat edaran tentang pemakaian 'Mars Depok Sejahtera' dan 'Hymne Damai Depokku'. Mars tersebut dapat dinyanyikan pada acara tertentu.

Surat edaran itu bernomor 431/336-Hukum/Prokopim tentang Pemakaian Mars Depok Sejahtera dan Hymne Damai Depokku yang diteken pada 6 Juli 2022 sebagaimana. Semua perangkat daerah diminta mempedomani surat edaran tersebut.

"Agar semua perangkat daerah, camat, lurah, serta masyarakat Kota Depok mempedomani atau melaksanakan ketentuan penggunaan Mars Depok Sejahtera dan Hymne Damai Depokku," bunyi surat edaran yang diteken oleh Mohammad Idris.

Mars dan himne tersebut bisa dinyanyikan atau dikumandangkan pada acara hari besar nasional, peringatan hari jadi atau ulang tahun Kota Depok, hingga pada acara tertentu yang diselenggarakan Pemkot Depok atau masyarakat Depok.

"Kepada semua kepala perangkat daerah, camat, dan lurah dalam pelaksanaan kegiatan formal setelah dikumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pengumandangan lagu Mars Depok Sejahtera dan penutupan acara dikumandangkan lagu Hymne Kota Depok," katanya.

Sungguh, saya sangat speechless mendengar kabar ini. Ini kebijakan yang sangat membagongkan sekaligus mengguncang nalar. Apa urgensinya bikin lagu? Dan apa pentingnya bikin surat edaran untuk memutar lagu tersebut? Bukankah lebih gampang bikin surat edaran memutar lagu Indonesia Raya atau lagu wajib nasional?

Tipikal sosok dari PKS yang memang tidak ada kerjaan, dan kalau pun ada kerjaan, maka kerjaannya tak jelas. Bikin lagu itu salah satu contohnya.

Bilang aja mau banggakan lagu ciptaan sendiri. Gak sekalian bikin surat edaran agar lagunya harus diputar di Istana Negara atau wajib diputar jika ada peserta lomba yang memenangkan medali emas? Gak sekalian kirim surat edaran ke seluruh kepala negara di seluruh dunia untuk memutar lagu ini setiap pagi sebelum berangkat kerja atau beraktivitas?

Ada komentar yang cukup menohok dari netizen. Judulnya Mars Depok Sejahtera, tapi berbanding terbalik dengan kenyataan, Tidak pernah cek di lapangan, Depok malah jadi kota kumuh, makin macet dan semrawut. Tidak ada pembangunan baru yang signifikan di Depok. Warganya cuma dicekokin dengan jualan agama.

Ya mau gimana lagi, dari PKS gitu loh, partai yang memang suka jualan agama. Di pikirannya lebih penting agama ketimbang membangun kota. Coba Googling, partai mana yang bisa-bisanya imbau kader untuk poligami.

Macet tak diurus. Masalah tak segera diselesaikan. Bikin lagu lebih penting karena mungkin menyangkut kesejahteraan bersama.

Begitulah kalau salah pilih pemimpin, yang cuma bisa kerjakan hal tak penting bagi pembangunan dan kemajuan kota. Mungkin Depok sudah sangat maju melebihi kota-kota besar lainnya di Indonesia, sehingga wali kotanya tak ada tantangan lagi, makanya bikin lagu di waktu senggang.

Herannya lagi, 20 tahun PKS berjaya di Depok. Selama 4 periode, warganya tetap santai saja meski dipimpin usungan PKS. Warganya tetap tidak sadar meski pemimpinnya konyol seperti ini. Memang kalau sudah berurusan dengan agama, bakalan panjang urusannya. Nalar dan akal sehat tidak penting lagi. Agama lebih penting.

Kalau warga Depok masih belum bisa menyadari ini, memang sudah nasibnya seperti itu. Memang terbukti, 20 tahun dipimpin PKS, tapi warganya masih saja seperti katak dalam tempurung, merasa dunia luar lebih buruk dari Depok sehingga apa yang terjadi saat ini adalah yang terbaik.

Baru kali ini saya melihat ada pemimpin model begini. Separah-parahnya SBY bikin lagu, tak pernah dia bikin surat edaran agar lagunya dinyanyikan atau diputar pada acara tertentu. Wali Kota Depok ini, jauh lebih memprihatinkan, hehehe. Tanya deh sama warga di sana, kok mau milih pemimpin seperti itu.

Bagaimana menurut Anda?

Spektakuler, Walkot Depok Terbitkan Surat Edaran Mars dan Hymne Depok

Sumber Utama : https://seword.com/politik/spektakuler-walkot-depok-terbitkan-surat-edaran-3l18TQZNhR

Puan dan Ganjar Sama-sama Berkuda, Adu Kuat dan Cepat Menuju Kursi Capres PDIP?

Ketua DPR RI Puan Maharani hari ini Minggu, 4 September 2022, berkunjung ke rumah Prabowo Subianto di Hambalang. Seperti biasa bila dikunjungi oleh tamu yang dipandang penting, Prabowo selalu menyodorkan agenda spesialnya: berkuda bersama sang tamu. Putri Megawati Soekarnoputri itu pun diberi kesempatan untuk naik kuda kesayangan Prabowo.

Sementara di ketinggian pegunungan Dieng sana, pada hari yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menghadiri Dieng Culture Festival (DCF) 2022 di Candi Arjuna untuk mengikuti Kirab Budaya-Memotong Rambut Anak Gimbal. Ganjar mengikuti prosesi jamasan atau penyucian diri dari hal-hal kotor yang diikuti oleh 15 anak berambut gimbal. Pada acara tersebut kader PDIP itu memakai blangkon dan berkuda.

Pada hari yang sama, dua orang yang digadang-gadang sebagai bakal capres PDIP sama-sama naik kuda. Dua buah peristiwa yang dilakukan oleh dua orang pejabat publik pada hari yang sama, berasal dari partai yang sama dan melakukan hal yang sama, meskipun di tempat yang tidak sama. Apakah hal ini sebuah kebetulan? Bisa jadi. Bisa juga bukan.

Kuda sendiri dikenal sebagai binatang yang bertenaga kuat. Tak heran tenaganya dipakai sebagai satuan daya atau tenaga, horse power (tenaga kuda). Selain kuat, kuda juga dinilai sebagai binatang yang mampu berlari dengan cepat. Maka dari itu ia dilombakan dalam balapan, balapan kuda. Bahkan lomba balap kuda atau berkuda sudah lama masuk dalam cabang olahraga baik bertaraf nasional seperti PON maupun internasional seperti Sea Games, Asian Games dan Olimpiade.

Kalau begitu, apakah Puan dan Ganjar saat ini mulai balapan berkuda menuju ke tempat tertentu? Tepatnya menuju kursi capres PDIP? (Karena keduanya mempunyai potensi dan peluang besar untuk memasuki gelanggang Pilpres 2024).

Baik Puan maupun Ganjar mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Puan menduduki posisi strategis dalam kepengurusan struktural partai (PDIP). Ia seorang Ketua DPP, putri Ketua Umum partai, cucu ideologis sekaligus cucu biologis Soekarno, sosok karismatik yang menjadi inspirator perjuangan partai berlambang banteng itu. Namun Puan sangat lemah dari sisi elektabilitas. Ia belum mampu beranjak dari posisi papan bawah klasemen survei capres.

Sementara Ganjar sangat kuat pada sisi elektabilitas. Ia selalu masuk tiga besar survei bersama Prabowo dan Anies. Bahkan tak jarang ia mampu bertengger di puncak survei. Namun Ganjar amat lemah pada sisi kekuatan parpol. Ia hanya seorang kader biasa, tidak mempunyai posisi strategis dalam kepengurusan struktural partai. Seperti halnya Jokowi, Ganjar datang dari kalangan rakyat jelata. Ia tidak mempunyai darah biru kepartaian.

Dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, menarik untuk ditunggu siapa yang akan diusung PDIP sebagai capres dalam Pilpres 2024 nanti. Puan atau Ganjar?

Puan dan Ganjar Sama-sama Berkuda, Adu Kuat dan Cepat Menuju Kursi Capres PDIP?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/puan-dan-ganjar-sama-sama-berkuda-adu-kuat-dan-3tryV6eeQu

Anies Baswedan, Apakah Saksi Terakhir Kasus Dugaan Korupsi Formula E Yang Digiring KPK?

Ternyata... penyelidikan kasus korupsi Formula E ini sudah berjalan lama. KPK mulai merunut awal mula Formula E, yang digadang-gadang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Penelusuran itu dilakukan KPK dalam rangka penyelidikan dugaan korupsi balapan mobil listrik yang bakal digelar di Ancol, Jakarta Utara. Itu berita pada bulan Januari 2022!!! Artinya kasus dugaan korupsi atas anggaran pembangunan sirkuit dan penyelenggaraan Formula E sudah dimulai sebelumnya, atau sejak tahun 2021 atau tepatnya sejak 4 November 2021.

Siapa yang menjadi pelapor atas adanya dugaan korupsi di ajang Formula E ini? Masyarakat!!!

Apa pemicu yang membuat masyarakat melaporkan adanya dugaan korupsi di ajang Formula E ini? Dilansir oleh detik.com pada bulan januari 2022 terkait berita soal biaya komitmen Formula E yang disetor Pemprov DKI. Pasalnya, total commitment fee yang ditanggung APBD DKI berbeda jauh dengan commitment fee di kota-kota belahan dunia lain yang juga menyelenggarakan Formula E. Perbedaan commitment fee awalnya dipertanyakan oleh Fraksi Partai PSI DPRD DKI. Wakil Ketua Komisi E dari F-PSI Anggara Wicitra mengungkap total commitment fee yang ditanggung APBD DKI sebesar 122,102 juta pound sterling atau setara dengan Rp 2,3 triliun. Sementara itu, dalam penyelenggaraan Formula E di Montreal, Kanada, PSI menyebut biaya Nomination Fees for the City of Montreal sebesar C$ 151 ribu atau setara dengan Rp 1,7 miliar dan race fees sebesar C$ 1,5 juta atau setara Rp 17 miliar dengan total biaya sebesar Rp 18,7 miliar. Bahkan, menurut Anggara, penyelenggaraan Formula E di Kota New York, Amerika Serikat, tidak dikenai commitment fee.

Ini sudah menjadi pijakan awal yang cukup kuat bagi KPK untuk menindaklanjuti pelaporan masyarakat!!

Ingat! Suatu tindakan korupsi tidak bisa sembarangan dilaporkan tanpa adanya bukti awal yang cukup. Dan perlu diingat lagi bahwa tindakan seseorang melakukan korupsi "biasanya" tak akan meninggalkan jejak bukti. Tahukan kenapa dipakai istilah "sogokan" atau "menyogok"? Adalah transaksi yang tanpa bukti. Kalau menyogok pakai bukti, misalnya bukti transfer bank, atau bukti kwintansi telah diterima sejumlah uang dari si A ke si B untuk pemulusan suatu perkara. Nah kalau ada transaksi yang memiliki bukti, itu istilah yang dipakai adalah "pembayaran" bukan sogokan. Karenanya, hampir di setiap kasus korupsi, selalu ditemukan barang bukti sejumlah uang dalam bentuk hard cash.

Lanjut...

Pada permulaan penyelidikan, pada tahun 2021 itu, KPK memulainya dengan meminta keterangan dari Pemda DKI Jakarta bersama anggota TGUPP bidang hukum dan pencegahan korupsi, Bambang Widjojanto. Pada kesempatan itu Bambang Widjojanto menyerahkan berbagai dokumen penyelenggaraan Formula E kepada KPK, mulai dari proses persetujuan hingga persiapan penyelenggaraan.

Bulan April 2022, KPK sudah meminta keteragan dari pihak PT Jakarta Propertindo selaku penyelenggara Formule E. Namun jangan salah, uang yang digunakan bukan dari PT Jakpro, tetapi dari kas daerah. Jadi PT Jakpro di sini hanya sebagai penyelenggara bukan pemilik acara. Ibarat kamu menikah, hajatannya pakai Wedding Organizer.

Selain memanggil pihak PT Jakpro, KPK juga sudah memanggil pihak DPRD DKI Jakarta seperti Prasetyo Edi Marsudi, Syahrial dan Anggara Wicitra, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, sampai mantan wakil menteri luar negeri Dino Patti Djalal.

Ada 2 hal yang menjadi pelanggaran yang dilakukan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dan diselidiki olek KPK berkaitan dengan dugaan korupsi Formula E. Pertama, Anies diduga telah melanggar aturan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menyebutkan bahwa anggaran APBD tidak boleh digunakan untuk kegiatan yang bertujuan bisnis. Formula E itu murni bisnis, jiak mengacu pada aturan, pembiayaan kegiatan bisnis harus dibiaya oleh sektor swasta, jadi business to business dan bukan menggunakan APBD. Kedua, Anies melanggar ketentuan pejabat tidak boleh mengikat suatu kontrak yang menggunakan anggaran yang melewati masa jabatannya. Formula E yang disepakati Anies itu akan berlangsung selama tiga tahun yakni dalam kurun waktu 2022-2024, jabatan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta akan berakhri tahun 2022, malah dalam itungan hari Anies akan "diberhentikan" sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Pihak DPRD DKI Jakarta sendiri, sejak tahun 2021 telah meminta laporan keuangan Formula E saat sidang paripurna 2021 pada Pemprov DKI, namun saat itu Anies Baswedan tidak hadir dalam rapat paripurna pembahasan laporan pertanggungjawaban APBD DKI 2021 itu (Anies ga datang wkwkwkkw.....). Dan sampai sekarang laporan keuangan Formula E itu tidak pernah diberikan.

Hari ini, Rabu, 7 September 2022, Anies dipanggil KPK untuk dimintai keterangannya. Kita bisa menduga pertanyaan-pertanyaan apa yang akan ditanyakan KPK terkait semua hal yang diberitakan media yang saya rangkum di atas. Pertanyaan saya, apakah Anies adalah saksi terakhir yang dipanggil KPK terkait laporan keuangan Formula E? Saya tidak akan kaget jika Anies baru akan keluar dari gedung KPK nanti malam, bahkan besok subuh dengan menggunakan rompi sewarna dengan shopee. Karena jangan salah yah, laporan kejanggalan formula E ini dilakukan oleh masyarakat, jadi pemanggilan Anies Baswedan oleh KPK pun pasti dipantau oleh masyarakat, tak hanya masyarakat DKI, tapi masyarakat Indonesia!!

Sek.... kok bau masakan untuk selamatan yah....???

Anies Baswedan, Apakah Saksi Terakhir Kasus Dugaan Korupsi Formula E Yang Digiring KPK?

Sumber Utama : https://seword.com/umum/anies-baswedan-apakah-saksi-terakhir-kasus-dugaan-gyESHia6w0

Tingkah Menggelikan Kominfo: Minta Hacker Jangan Menyerang Hingga Blokir Kata Slebew

Selain seruan agar para hacker tidak melancarkan serangan oleh salah seorang petinggi Kominfo, kabarnya Kominfo yang kini seperti dipimpin oleh orang yang keliru itu juga memblokir kata slebew karena dianggap ada unsur pornografinya.

Kata slebew memang semakin ngetop gara-gara fenomena Citayam Fashion Week, dengan figur utama seorang wanita bernama Jeje, yang dikenal juga sebagai Jeje Slebew.

Jeje sendiri kabarnya mengaku bahwa bukan dia yang menciptakan kata slebew itu, meski dia juga tidak setuju kalau kata tersebut dinilai vulgar karena mengandung unsur pornografi. Kata slebew dianggap Jeje hanyalah kata gaul anak muda zaman now yang seharusnya nggak perlu dipermasalahkan.


Sejauh yang saya amati, fenomena munculnya istilah baru yang belakangan menghiasi lini media sosial hingga percakapan secara offline memang tak bisa dielakkan. Meski sebenarnya hal beginian bukanlah perkara yang baru. Beda zaman saja sepertinya, karena pas saya masih remaja dulu sudah ada fenomena wolak-walik kata, kata-kata yang ditambah, atau kata-kata singkat khas bahasa SMS yang agak sukar dimengerti oleh orang dewasa.

Beberapa waktu lalu juga pernah diributkan soal kata anjay, lalu belakangan kata ini seperti bertransformasi menjadi kata anjir atau kadang disingkat njeeerrr dalam obrolan sehari-hari. Pernah ramai dibahas juga singkatan BGST, yang sekilas orang akan berasumsi kata itu pastilah mengarah pada kata (maaf) "bangsat" tapi justru kabarnya punya singkatan BaGus Sopan Terpelajar.

Eh, tapi apa iya artinya beneran itu buat mewakili singkatan BGST tadi? Kok dengarnya saja agak janggal ya, bagi telinga sebagian orang. Namun, kalau kita mau lakukan pencarian artinya di mesin pencari Google misalnya, memang definisi itulah yang kerap muncul. Mau protes? Ya sekarepmu! Hahahaha...


Cuma begini sih. Saya lihat Kominfo ini agak lebay dengan mengurus perkara begituan, mengingat masih banyak kerjaan lain yang memerlukan perhatian dan terobosan agar Kominfo tidak semakin dipandang sebelah mata karena manusia-manusia di dalamnya dianggap tidak mampu mengemban tugas terkait komunikasi dan informasi di negeri ini.

Masa' sih kita kekurangan orang pintar buat mengisi slot pekerjaan di Kominfo, termasuk posisi sebagai Menkominfo-nya? Soal menangkal hacker yang memang erat kaitannya sama peretasan, mbok ya tidak usah mewek dan memelas gitu sih. Nanti malah diketawain sama hacker, yang justru bisa tambah semangat lakukan peretasan habis elit Kominfo bilang agar hacker jangan menyerang. Bagaimana menurut Anda?

Tingkah Menggelikan Kominfo: Minta Hacker Jangan Menyerang Hingga Blokir Kata Slebew

Sumber Utama : https://seword.com/politik/tingkah-menggelikan-kominfo-minta-hacker-jangan-auR7a5xf7q

Stop Being an Idiot Kata Hacker ke Kominfo

Kebocoran data 1,3 milyar pengguna seluler Indonesia mengagetkan kita semua. Data tersebut berisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta nomor telepon seluler yang diduga berasal dari registerasi SIM card tersebut dijual di internet seharga US$50.000,- dan sampai sekarang tidak ada pihak yang merasa bertanggungjawab atas kebocoran data tersebut.

Masing-masing pihak baik operator seluler atau Kominfo tidak ada yang mengakui bahwa data tersebut bocor dari pihak mereka. Lalu, hacker tersebut mendapatkan data tersebut dari mana? Apalagi pihak operator seluler atau Kominfo adalah pihak yang bertanggungjawab atas data tersebut. Bagaimana mungkin kesalahan tersebut dilimpahkan kepada masyarakat?

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate dari Partai Nasdem seakan gagap terkait kasus ini. Bagaimana tidak setiap jawaban dari Johnny G. Plate seakan keluar dari kontek pencurian data NIK dan nomor telepon seluler masyarakat Indonesia tersebut.

Menkominfo menyarakan masyarakat Indonesia untuk sering-sering mengganti password mereka. Tentu saja ini sangat menggelikan. Apa hubungannya mengganti password dengan pencurian data eks Registrasi SIM card tersebut?

Bahkan Menkominfo sepertinya tidak mengetahui kegunaan dari One Time Password (OTP), padahal dirinya adalah boss dari sebuah departemen yang mengurus informatika. Seorang boss kok tidak tahu kegunaan dari OTP? Bagaimana mungkin Johnny G. Plate untuk menyarankan masyarakat Indonesia untuk setiap saat mengganti OTP mereka?

Bukankah OTP itu bukan berasal dari masyarakat Indonesia sebagai pemakai sebuah aplikasi, tetapi OTP tersebut didapatkan dari pihak pengelola aplikasi. Dan digunakan juga hanya sekali pada saat menerima OTP tersebut dan OTP tersebut tidak bisa digunakan berkali-kali. Namanya juga One Time Password ya hanya bisa dipakai hanya sekali saja.

Hal yang gampang begini saja tidak dimengerti oleh Menkominfo, apa gunanya jabatan yang diemban selama ini? Bikin malu saja.

Jadi tidak heran jika hacker pencuri data eks Registrasi SIM Card tersebut menyebut Kominfo jangan bodoh.

"(Pesan untuk hacker) ya kalau bisa jangan nyerang lah. Karena tiap kali kebocoran data yang dirugikan ya masyarakat, kan itu perbuatan illegal access," jawab pria yang akrab disapa Semmy itu saat ditanya wartawan mengenai pesan yang ingin disampaikan ke hacker, sebagaimana dikutip KompasTekno dari YouTube KompasTV, Selasa (6/9/2022).

Namanya juga hacker, tentu pekerjaan mereka adalah mencuri data dan mendapatkan uang dari hasil pencurian data tersebut. Kok Kominfo meminta mereka untuk tidak mencuri data dan menganggap itu adalah akses illegal? Khan sudah tahu dari dulu bahwa kerjaan para hacker ya mencuri data dan mendapat keuntungan dari situ.

Jadi tidak heran jika hacker tersebut menyebut, ‘Jangan Bodoh’ kepada pemerintah Indonesia. Khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika.

My Message to Indonesian Goverment: Stop being an idiot" (pesan saya untuk pemerintah Indonesia: jangan bodoh). Tulis Bjorka disebuah forum.

Menurut saya, kemungkinan besar memang data eks Registrasi SIM Card Indonesia ini memang bocor dari Kominfo, karena tidak mungkin dari pihak operator seluler, karena operator seluler hanya memegang data pelanggan khusus nomor seluler mereka dan tidak mungkin memegang data pelanggan operator seluler lain.

Jadi menurut saya, Kominfo ini sangat memalukan. Bukan saja tidak bisa menjaga data pribadi masyarakat Indonesia, bossnya pun tidak paham tentang era digital saat ini.

Stop Being an Idiot Kata Hacker ke Kominfo

Sumber Utama : https://seword.com/umum/stop-being-an-idiot-kata-hacker-ke-kominfo-3yO0Pv5Wa3

Usai Masuk Gereja, Setelah Itu Anies Perlu Minta Maaf ke Masyarakat Indonesia?

Anies Baswedan masuk ke masjid, lalu beribadah (sembahyang) di sana? Itu sih sudah biasa. Hal yang luar biasa adalah ketika orang yang sama masuk ke gereja, lalu diberi panggung, dan bicara dengan gaya khasnya di sana. Momen yang semakin sempurna ketika di tubuhnya melekat kain putih panjang semacam stola, yang biasanya dipakai oleh hamba Tuhan atau majelis, lalu ada tulisan: Terima kasih Pak Anies.

Kita tidak tahu persis latar belakang undangan dan pemberian panggung untuk bicara sepatah dua patah kata bagi Gubernur DKI Jakarta yang sebentar lagi akan selesai menjabat itu, sampai ada perlakuan khusus bagi pejabat daerah yang satu ini. Kalau kita berpikiran positif, mungkin pernah ada jasa yang disumbangkan Anies buat gereja dengan merk sinode GBI (Gereja Bethel Indonesia) dan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) itu.

Boleh-boleh saja sih seandainya itu yang terjadi. Lagipula gereja seharusnya eh biasanya memang terbuka buat siapa saja masuk kok, baik untuk memberi sambutan, baca puisi, ikut memuji Tuhan, atau sekalian didoakan untuk "percaya Yesus" dan menjadi Kristen biar nggak nanggung gitu loh. Kan sudah ada di sana, istilahnya sudah dekat dengan pintu surga. Hehehe...

Seperti biasa aksi semacam ini sepi dari kritikan dan hujatan dari kalangan sendiri (baca: pendukung Anies), bahkan rasanya seorang mungkin Abdul Somad pun tak berani bersuara keras menyikapi adegan Anies masuk gereja itu. Aa Gym juga belum kedengaran suaranya. #BiarinAja


Bagi saya, momen masuknya Anies ke gereja ini perlu disambut baik, bahkan kita perlu dorong dia agar melangkah sedikit lebih masuk lagi dengan meneladani ajaran Kristus, dengan menjadi pembawa damai lewat tindakan meminta maaf kepada bangsa Indonesia.

Masih belum kering dari ingatan kita kan bagaimana keras dan sangarnya Pilkada DKI Jakarta 2017 silam, yang lewat strategi politisasi ayat dan mayat sukses mendudukkan sosok "Bapak Politik Identitas" itu menjadi orang nomor satu di seantero Jakarta.

Namun, sampai seminggu jelang nonaktifnya Anies pada 13 September 2022 nanti, rasanya belum ada permintaan maaf yang keluar dari Anies, terutama kepada Ahok-Djarot, masyarakat Jakarta (yang 42 persen), juga masyarakat Indonesia karena kubu Anies-Sandiaga waktu itu sudah memberi contoh buruk kepada masyarakat.

Kalaupun tidak minta maaf, setidaknya akuilah bahwa Pilkada 2017 itu dimenangkan kubu Anies-Sandiaga dengan cara yang sebaiknya jangan ditiru sampai kapanpun karena menjadi noda hitam proses demokrasi yang terpekat sejak pemilihan langsung diadakan di negeri ini. Tapi ya apa mau? Bagaimana menurut Anda?

Usai Masuk Gereja, Setelah Itu Anies Perlu Minta Maaf ke Masyarakat Indonesia?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/usai-masuk-gereja-setelah-itu-anies-perlu-minta-GMomJESQxB

Santri Tewas di Gontor Terus Ditelusuri: Ada Perjanjian Untuk Tidak Lapor Polisi?

Peristiwa penganiayaan yang berujung kematian santri AM mengoyak tirai yang sepertinya akan semakin besar.

Menurut kepolisian, pihak ponpes berjanji untuk membantu mengungkap kasus santri yang tewas dibawah dugaan penganiayaan. Terang saja, karena Hotman Paris sendiri yang turun tangan mengangkat kasus ini berkat aduan ibu AM. Dan sejauh ini, terdapat beberapa fakta baru. Diantaranya adalah bahwa korban tidak hanya AM, melainkan terdapat dua orang lagi yang mengalami luka serius.

Pelaku diduga dua orang santri senior. Penyebabnya membuat saya tidak habis pikir: kedua senior tersebut merupakan penanggungjawab acara kemah, dan ceritanya mereka menganggap korban melakukan kelalaian dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua pelaksana acara.

Sejak kapan cuma kelalaian di acara kemah saja harus membuat orang meninggal? Ini sama tidak masuk akalnya dengan ploncoan yang sampai mengambil nyawa tapi terus dilakukan dengan dalih bahwa ploncoan adalah latihan menguatkan mental dan karakter.

Saya awalnya ingin bertanya pada para terduga pelaku, “Kalian ini santri apa bukan? Kalian ini belajar atau cuma numpang mejeng di ponpes?” Tapi satu hal yang terkuak membuat saya terhenyak dan tidak bisa menyalahkan mereka sepenuhnya.

Ketika orangtua menyerahkan anak mereka untuk belajar di ponpes Gontor 1, terdapat perjanjian antara pihak ponpes dan orangtua bahwa bila terjadi apa-apa, maka pihak orangtua tidak akan lapor polisi. Perjanjian inilah yang menyebabkan pihak ponpes tidak segera melapor pada polisi. Sesuai dugaan, pihak ponpes tentu saja berkelit dengan mengatakan bahwa perjanjian itu bukan karena tidak percaya pada polisi, tapi hanya sekadar pernyataan bahwa orangtua mempercayakan anak mereka dengan ikhlas 'karena Allah' untuk belajar di ponpes tersebut.

Apa-apaan ini? Saya dan banyak orang yang pernah mengenyam bangku pendidikan rasanya tidak pernah dengar orangtua membuat perjanjian dengan pihak sekolah bahwa bila terjadi sesuatu, maka pihak orangtua tidak akan lapor polisi. Ini pondok pesantren dipercaya orangtua tidak hanya untuk menanamkan pendidikan agama, tapi juga keselamatan anak selama berada dalam asuhan mereka, dan orangtua diminta setuju dengan perjanjian irasional semacam itu? Apa tujuan mereka hingga meminta orangtua untuk setuju dengan perjanjian seperti itu?

Lebih lancang lagi, bisa-bisanya mereka membawa-bawa nama Tuhan untuk membuat perjanjian yang secara langsung meminta orangtua mempertaruhkan keselamatan anak mereka seperti itu?

Yang lebih membuat saya merinding, apakah selama ini terjadi banyak hal di balik pintu tertutup ponpes, yang membuat mereka sampai terpikir untuk meminta orangtua membuat perjanjian seperti itu dengan mereka? Mereka dengan tega memanfaatkan kepercayaan pihak orangtua yang tidak menaruh kecurigaan karena reputasi Gontor. Saya yakin orangtua AM beserta kedua korban lainnya, dan semua orangtua yang pernah mempercayakan anak mereka di ponpes dengan reputasi seperti Gontor, tentunya tidak akan berpikir macam-macam terhadap pesantren yang seharusnya menjaga dan memberikan pengetahuan agama terhadap anak mereka.

Saya tidak berani membayangkan amarah yang dirasakan Bu Soimah. Sudah seperti itu pihak ponpes masih berani ngeles? Sadar tidak kalau mereka hanya membuka kebohongan mereka sendiri? Karena jika memang kematian santri tidak termasuk dalam perjanjian tersebut, kenapa mereka tetap tidak menghubungi polisi?

Di samping itu, terang saja kalau perilaku ugal-ugalan tersebut dapat terjadi. Dengan adanya perjanjian seperti itu, tidak mengherankan bila para santri tersebut merasa seolah diberikan jaminan secara tidak langsung bahwa apa pun yang mereka lakukan, perbuatan mereka tidak akan sampai ke polisi, dan mereka tidak akan menghadapi konsekuensi apa-apa. Dan ini terbukti dengan pihak ponpes langsung mengeluarkan dan memulangkan para terduga pelaku dalam tempo tidak sampai satu jam setelah AM meninggal dunia.

Bisa terbayang apa yang terjadi bila Bu Soimah tidak membawa kasus ini ke Hotman Paris yang langsung mengangkat kasus ini? Kedua terduga pelaku melenggang dirumah masing-masing, pulang ke pelukan hangat kedua orangtua mereka tanpa merasakan konsekwensi terhadap perbuatan pidana mereka, sementara AM harus pulang ke peristirahatan terakhirnya tanpa bisa menatap wajah bangga orangtuanya meskipun hanya sekali lagi.

Kemenag, apa hal seperti ini diizinkan dalam praktek pengelolaan pesantren pada umumnya? Ada apa di balik pintu tertutup pesantren hingga pengeroyokan bisa terjadi, termasuk juga kasus pengeroyokan yang dilakukan 12 santri terhadap temannya di Ponpes Darul Quran Labuntaro yang juga mengakibatkan tewasnya korban? Apa semua bisa selesai dengan dugaan kurang pengawasan? Para pengajar dan staf ponpes sedang apa sampai bisa kecolongan hal-hal seperti ini?

Penemuan lebih jauh terkuak dari penelusuran polisi yang akhirnya mendapati benda-benda diantaranya sebuah pentungan. Dan ini konsisten dengan luka lebam di jasad korban. Yang lebih mengenaskan, pihak ponpes sengaja tidak jujur sedari awal kepada pihak keluarga AM mengenai penyebab kematian AM yang awalnya dikatakan bahwa korban jatuh kelelahan hingga meninggal. Kebohongan yang segera terbongkar ketika keluarga korban meminta kafan AM dibuka.

Astaga, kebenaran apa yang ingin pihak ponpes dustakan? Memangnya mereka pikir pihak keluarga AM sebodoh itu sampai percaya bahwa sekadar jatuh kelelahan bisa menghasilkan lebam-lebam dan luka berdarah yang menyebabkan kafan korban diganti hingga dua kali? Memangnya pihak keluarga tidak bisa membedakan mana kelelahan dan mana bekas penganiayaan?

Mirisnya, ketidakjujuran ini dilakukan dengan alasan untuk menjaga perasaan keluarga AM. Ditambah lagi, mereka berkelit dengan menyatakan kalau pengantar jenazah jujur dan memberitahukan kebenarannya di ruang tertutup. Yang tidak disebutkan adalah bahwa kebenaran itu keluar setelah ada desakan dari pihak keluarga dan bukan inisiatif mereka sendiri. Kenapa tidak bisa jujur saja dan terima kenyataan bahwa santri yang berada dalam tanggungjawab mereka tewas mengenaskan, bukannya ngeles dengan alasan sok terhormat ingin menjaga perasaan dan bersikap seolah mereka punya inisiatif memberitahukan kebenaran bukan karena terpaksa? Perasaan siapa yang harus dijaga sebenarnya?

Saya rasa kasus-kasus ini semakin terang membuktikan bahwa ponpes memang tidak bisa lagi dibiarkan beroperasi tanpa pengawasan dan sertifikasi yang benar. Saya tidak menyamaratakan, tapi besar kemungkinan kasus-kasus yang terbongkar belakangan ini tidak lebih dari puncak gunung es, dan kita tahu apa yang terdapat di bawah puncak itu. Apa perlu lebih banyak korban lagi sampai pihak-pihak terkait mau menerima bahwa segala sesuatu yang dibiarkan tanpa pengawasan sangat rentan melakukan penyimpangan?

Sebagaimana dalam tulisan saya sebelumnya tentang kasus ini, jangan biarkan kasus ini tenggelam. Jangan biarkan upaya Bu Soimah, kematian AM, dan kedua santri yang mengalami luka serius berakhir sia-sia.

Santri Tewas di Gontor Terus Ditelusuri: Ada Perjanjian Untuk Tidak Lapor Polisi?

Sumber Utama : https://seword.com/umum/santri-tewas-di-gontor-terus-ditelusuri-ada-Z1itC8d7Pc

Buzzer Anies Panik! Serang KPK Membabi Buta

Anies Baswedan dipanggil KPK terkait formula E. Besar keinginan saya agar orang ini cepat-cepat ditangkap. Kita mengetahui Formula E merupakan sebuah perlombaan ajang mobil listrik yang menghabiskan banyak sekali anggaran.

Pelaksanaannya sangat janggal dan rakyat merasa tidak sesuai dengan konteks Indonesia saat ini. Sarat kejanggalan. Banyak orang yang tidak puas dengan hal ini karena Formula E pajang mobil listrik nggak jelas itu membuat uang rakyat justru jadi habis dan tidak teralokasi dengan benar.

Adalah Anies Baswedan yang merupakan orang paling bisa diminta pertanggungjawaban dari kejanggalan-kejanggalan bayaran yang membengkak itu. Saat ini komisi pemberantasan korupsi sedang memeriksa Anies Baswedan dan saya masih pesimis akan hasil pemeriksaan tersebut.

Karena kita mengetahui rekam jejak KPK yang setelah ditinggal Antasari Azhar malah diisi oleh orang-orang seperti Novel Baswedan yang tidak punya integritas sama sekali menurut saya. Orang-orang KPK setelah Antasari Azhar di kriminalisasi di era Susilo Bambang Yudhoyono sudah tidak bisa dipercaya lagi meskipun sudah diganti oleh Firly Bahuri.

Beberapa kasus besar yang ditangani oleh KPK jalan di tempat dan sampai sekarang tidak pernah ada kelanjutannya lagi. Pelaporan-pelaporan terhadap Anies Baswedan pun juga jalan di tempat saat Novel Baswedan masih menjabat menjadi bos kecil di sana.

Apa yang menjadi kinerja KPK mulai berbau-bau politik dan siapa yang ditangkap hanyalah orang-orang yang dekat dengan Presiden Jokowi agar membuat nama Jokowi menjadi lebih tidak disukai oleh rakyat. Tapi saya merasa ada angin segar bahwa Anies Baswedan ini diduga kuat melanggar hukum.

Kenapa? Karena bazar buzzer dari Anies Baswedan mulai kepanasan seperti cacing yang dikasih air panas dan menggeliat nggak jelas di Twitter. Ketika ada berita Anies Baswedan akan dipanggil KPK terkait balapan gak jelas mobil listrik, mereka langsung membawa-bawa berita lama soal pimpinan KPK yang naik helikopter.

Dan mereka langsung menuding bahwa pimpinan KPK ini dapat fasilitas mewah saat datang ke sirkuit Mandalika. Biasanya orang kalau panik otomatis suka menyerang hal-hal yang sudah lama terjadi.

Cara mereka membela Anies Baswedan yang diduga kuat melanggar hukum dan bakalan ditangkap segera, justru membuat rakyat semakin curiga bahwa Anies Baswedan benar-benar punya masalah.

Yang paling kelihatan ketara banget adalah bagaimana orang ini membayar komitmen fee yang nggak jelas ke mana duitnya dan menguap begitu saja dengan nominal yang jauh lebih besar dari rata-rata negara lain. Gak heran kenapa mereka kayak babi buta yang menyerang KPK

Pertanggungjawabannya pun juga tidak jelas dan sekarang Formula E sirkuitnya sudah hancur lebur berantakan seperti tong sampah di tengah Ancol. Besar sekali harapan saya agar orang ini segera ditangkap dan rakyat Indonesia bisa bergembira tumpengan sambilan menunggu orang ini lengser dari kursi gubernur DKI Jakarta.

Karena kita tahu bahwa selain orang ini bermasalah dengan keuangan, dia juga bermasalah dengan politik identitas yang sudah jelas-jelas ia permainkan di DKI Jakarta untuk kemenangannya. Apalagi sekarang dia dinobatkan sebagai bapak kesetaraan oleh Gereja abal-abal.

Safari politiknya begitu mengerikan karena yang dimainkan adalah politik identitas yang bakalan merusak tenun kebangsaan. KPK jangan jadi pengecut sampai-sampai Anies Baswedan pun ditakuti.

Jangan kemakan sama kata-katanya karena kita tahu bahwa sudah banyak orang-orang penting di DKI Jakarta yang ditangkap dan saya duga itu dijadikan kambing hitam saja oleh atasannya.

Buzzer Anies Panik! Serang KPK Membabi Buta

Sumber Utama :  https://seword.com/umum/buzzer-anies-panik-serang-kpk-membabi-buta-35wgB0Kopu

Tumben BBM Naik di Tengah Hari Bolong, Pak Jokowi Bikin Tak Ada Antrian di SPBU Pertamina

Dari detikFinance, harga BBM subsidi hingga nonsubsidi dipastikan naik hari ini (03 September 2022). Harga Pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000/liter. Kemudian harga solar subsidi naik dari Rp 5.150 jadi Rp 6.800/liter. Pertamax juga ikut naik hari ini dari Rp 12.500 jadi Rp 14.500/liter. Pemerintah mengumumkan harga baru BBM ini berlaku mulai pukul 14.30 WIB.

Hadewww…., Pak Jokowi. Bisa ae naikin harga BBM pas tengah hari bolong tanpa didahului sebelumnya dengan antrian yang mengular di SPBU-SPBU Pertamina.

Dan, hanya di rezim Presiden Jokowi ini, pengumuman kenaikan BBM didengar langsung dan berlaku beberapa saat sesudah pengumuman tersebut. Kan, biasanya sebelum-sebelumnya pengumuman di malam hari dan berlaku di tengah malam di saat sebagian masyarakat Indonesia sedang tertidur, kemudian baru di pagi harinya tahu kalau harganya sudah berubah.

Apa yang dilakukan Pak Jokowi ini jelas sebuah kecerdikan tersendiri. Mengagetkan walaupun sebenarnya juga bukan sebuah kebijakan yang mengejutkan. Karena dengan sedemikian terbukanya dunia informasi saat ini, siapapun punya kesempatan yang sedemikian luas untuk mengetahui perkembangan harga minyak dunia. Siapapun juga punya kesempatan untuk dapat memahami kenapa harga minyak dunia menjadi seperti itu.

Mereka juga punya kesempatan untuk tahu bagaimana keadaan dan kebutuhan rakyat Indonesia akan BBM tersebut. Mereka juga dengan mudah mendapatkan informasi mengenai skema penjualan, distribusi, dan kebutuhan BBM di Indonesia saat ini. Mereka juga bisa paham terkait dengan keadaan keuangan dan perekonomian Indonesia serta dunia sekarang.

Jadi sudah seharusnya pengurangan subsidi seperti apa yang dilakukan pemerintah terkait BBM dapat dipahami dengan sebaik-baiknya, tanpa narasi tambahan yang dapat mengaburkan permasalahan yang sebenarnya. Tanpa isu tunggangan yang hanya menambah keruh keadaan.

Apa yang dilakukan Pak Jokowi juga menunjukkan keberanian pemerintahannya. Cukup yakin dengan pilihan kebijakkanya, tanpa perlu takut pada ancaman-ancaman yang dinyatakan oleh mereka yang berposisi berseberangan. Tentu setelah sebelumnya pemerintah telah menyiapkan bantalan agar pengurangan subsidi BBM ini tidak memberi pengaruh yang terlalu parah pada mereka yang berada di lapisan terbawah masyarakat Indonesia.

Akhirnya baru kali ini kenaikan BBM bersubsidi tanpa didahului dan dihiasi dengan antrian mengular di SPBU Pertamina. Walaupun untuk masalah demo-demo, yah bisa saja terjadi di besok-besok hari.

Eh, tapi kan di beberapa daerah sudah ada demo penolakan kenaikan BBM sebelumnya? Antriannya pun juga sudah sempat ada???....

Iya, tapi untuk masalah demo, kan belum ada Pak Gatot-nya????.........

Ingat, ini September!!!!

Rp 2.350,- × 40 liter = Rp 94.000,-. Hmmm… banyak juga.

Tumben BBM Naik di Tengah Hari Bolong, Pak Jokowi Bikin Tak Ada Antrian di SPBU Pertamina

Sumber Utama : https://seword.com/umum/pak-jokowi-sa-ae-tumben-bbm-naik-di-tengah-hari-iD6bspCINB

Klik juga BERSYUKUR kepada TUHAN SANG MAHA SEGALANYA, Emang yang DEMO sudah BERSYUKUR ???!!!

Klik PAHAMI baru EKSEKUSI !!!!!

Klik juga KACAU atau Apa ??!!

Klik Sayap-Sayap Patah pro DENSUS 88 atau Anda Bela Teroris berbaju Agama !!?? 

Klik Mahasiswa DEMO terus ??!!! Memang punya SOLUSI?? atau Malah bikin rakyat tambah sengsara !!!!!

KLIK Ustadz Abdul Somad sang "Ustadz Kontroversial" kembali diundang Kepala Daerah di KalSel WARNING!! Politik Identitas Bermain, Benarkah??!! 

KLIK juga KalSel dalam Berita

Juga KLIK Kadrun itu Susah "Move On", Joget pun "SALAH" 

Klik ISTANA NEGARA 17an "Ojo dibandingke" VIRAL 

Klik Jangan BACA !!! 

KLIK di Amien Rais bilang "Gangguan Kejiwaan", ternyata Anaknya "Gangguan Jiwa", benarkah ??!!

Juga Klik Citayam Fashion Weeks : Koperasi 212 "penampung" Dana ACT..!!! Benar kah ini ???!!! Pendukung Anies & JIS gimana??

Klik Kenapa Pilih Ganjar ?!!!?

Klik Masih tentang ACT dan PKS, MANULIFE hingga BUMN serta Dana CSR

Klik juga ACT & PKS, Ustadz Bechi dan Gubernur Rasa Presiden !!!

Klik juga Mahasiswa "Bela Rakyat" atau "Bela Cukong yang membacking Mahasiswa" ..??!!!

Klik ACT (Aksi Cepat Tanggap) "TERBONGKAR" , VIRAL #JanganPercayaACT 

Klik juga VIRAL : Gabung PKS "HARAM" bagi GP Ansor !!!

Klik Super Hero Indonesia "Damaikan Dunia" !!!

Klik LITERASI , apa sih artinya ?? 

Klik Indonesia & Ukraina : Pertemuan tete-a-tete atau empat mata  

Silahkan klik Warga KalSel di "Waluhi OLIGARKI Daerah" atau Oligarki Pusat ?!!!

Klik Jejak Anies dan Intoleransi yang BERBAHAYA untuk Indonesia

Klik juga : Dunia HEBOH ... !!!

Silahkan klik Benturkan Agama !!! buat Cebong dan Kampret Berkelahi dan KADRUN Berjaya !!!

Klik RIBUT

klik juga "VIRAL" Film Lady Of Heaven dan VERSI LONDON (Syi'ah London, Sunni AS, HTI London Dll)

KELEBIHAN Bayar ?? VS Korupsi ... !!! 

Klik juga Saatnya Pakai Akal SEHAT, Bukan Pake Kata DUNGU !!!!!! 

Klik juga 2024 saatnya seluruh warga Banua Banjar KalSel turun memberikan suara !!!

Klik juga Politisisasi Agama menghasilkan HOAX yang Terpercaya !!! 

Warga Banua Banjar 2024 pengen yang Baru di parlemen KalSel !!!!

Dosen UNISKA yang terkesan Bela Edy Mulyadi dkk "Hina Kalimantan" bukan mewakili Anak Kalimantan dan DAYAK !!! 

Foto-foto BEM SI (Badan Executive Mahasiswa Seluruh Indonesia) dan simpatisannya ??!!??

DAYAK VIRAL : #MaafBolehSajaProsesHukumTetapBerjalan !!!!! 

Benang Merah DEMO di KalSel !!!

Silahkan klik ini juga : "Operasi Doktrin Terorisme ukhti FPI" : Muhammad Uhaib As’ad Ketua KAMI Kal-Sel sebut Rezim Sekarang "Tidak Berbeda" dengan Rezim ORBA ?!!!

Sebagai pelengkap klik ini juga ya : Fraksi PKS & Demokrat "Jangan Buang Badan" - DEMO : Muhammad Uhaib As’ad , Ahdiat Zairullah hingga Rocky Gerung

Info tambahan Klik juga Ade Armando Doa Kebaikan Untukmu : Cuci Otak "Anak Muda" akhirnya apapun SALAH tanpa AKHLAK

yang ini klik Saatnya PERCAYA TUHAN dan Jokowi !!! Demo 11 April 2022, MAHASISWA atau MAHASEWA ??!!! 

klik juga ini Demo 11 APRIL : Ustadz Ormas Terlarang HTI di "SANJUNG" di KalSel, ini buktinya !!! Benarkah kader Ormas Terlarang HTI !!!

klik ini Yang Batu Siapa ? Yang Tangan Siapa ? Apakah ormas Terlarang HTI dan FPI masih menggurita & "Mencuci otak" warga KalSel 

klik juga ini #JanganMaudiWALUHi

juga ini  Foto-foto BEM SI (Badan Executive Mahasiswa Seluruh Indonesia) dan simpatisannya ??!!??

yang ini juga klik #JokowiSelaluSALAH 

Jangan lupa klik ini juga  Mengenal Wakil Rakyat KALSEL dan Kota Banjarmasin 2019-2024

serta klik ini 2024 : Saatnya Partai baru SUKSES di KalSel hingga Indonesia !!!

klik juga Kalau PKS (Partai Keadilan Sejahtera) "Tumbang" dalam PEMILU 2019 akankah GARBI menjadi "Penggantinya" ??!!  

https://news.detik.com/berita/d-6028229/jenguk-ke-rs-grace-natalie-ungkap-kondisi-terkini-ade-armando

https://gusdurian.net/pernyataan-sikap-jaringan-gusdurian-mengutuk-segala-bentuk-kekerasan/

https://banjarmasin.tribunnews.com/2021/03/27/la-nyalla-mattalitti-dinilai-habib-banua-layak-jadi-presiden-ini-pertimbangannya  

Klik juga videonya dilink dibawah ini :

BONGKAR OTAK DALANG AKSI 11 APRIL

Di bantu share agar masyarakat tidak ikut ikutan🙏🙏 Salam Indonesia Damai
 
 

Re-post by MigoBerita / Rabu/07092022/12.55Wita/Bjm

BERSYUKUR kepada TUHAN SANG MAHA SEGALANYA, Emang yang DEMO sudah BERSYUKUR ???!!!


Migo Berita - Banjarmasin -
BERSYUKUR kepada TUHAN SANG MAHA SEGALANYA

Pertemuan Kedua Orang ini Bisa Menghancurkan Koalisi yang Telah Ada

Koalisi merupakan suatu keniscayaan bagi partai politik yang ingin mengusung pasangan Capres dan Cawapres, kecuali partai politik yang raihan suaranya mampu memenuhi ambang batas 20% seperti PDI Perjuangan.

Berbagai strategi politik terus dilakukan agar bisa membentuk koalisi yang solid dan mampu mengantarkan kemenangan di Pemilu dan Pilpres yang akan datang. Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) merupakan koalisi yang paling awal terbentuk. KIB beranggotakan Partai Golkar, PAN dan PPP.

Kemudian muncul Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya yang terdiri dari Partai Gerindra dan PKB. Sedangkan poros Gondangdia yang terdiri dari Nasdem, Demokrat dan PKS masih melakukan pendekatan belum deklarasi resmi.

PDI Perjuangan sekarang ini sedang melakukan safari politik. Senin lalu Puan Maharani sebagai utusan khusus Megawati sudah bertemu dengan Surya Paloh Ketua Umum Partai Nasdem. Pertemuan ini dinilai cukup berbahaya bagi poros Gondangdia yang memang belum terbentuk secara resmi.

Minggu kemarin Puan melanjutkan safari politiknya bertemu dengan Partai Gerindra. Pertemuan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bisa mengubah peta koalisi Pemilu dan Pilpres 2024 jika ditindaklanjuti dengan kesepakatan serius.

Inti dari pertemuan Puan dan Prabowo di Hambalang adalah koalisi PDIP dan Gerindra. Sangat mungkin kedua partai ini akan bersatu melenggang menuju Pilpres 2024. PDI Perjuangan dan Partai Gerindra mempunyai kader sendiri yang sangat layak maju Capres.

PDIP memiliki suara mayoritas, bahkan jauh sekali meninggalkan parpol-parpol lain. Jika nantinya PDIP dan Gerindra sepakat berkoalisi, mereka akan mengusung Prabowo dan Puan.

Pasalnya, selain nama Prabowo yang masih bertengger di tiga besar mayoritas lembaga survei, tingkat elektabilitas Puan pun mulai merangkak naik dari tahun-tahun sebelumnya.

Hampir pasti Partai Gerindra dengan Prabowo, kemudian PDIP dengan Puan Maharani. maka orientasi akhirnya adalah mengusung Prabowo Subianto dan Puan Maharani. Koalisi ini akan sangat kuat, karena gabungan dua partai besar dan figur yang elektabilitasnya sangat memadai.

Di sisi lain, koalisi yang sudah terbentuk jauh hari seperti Koalisi Indonesia Bersatu masih sangat rapuh. Pembentukan koalisi ini seolah hanya untung-untungan sambil menunggu manuver yang dilakukan PDI Perjuangan.

Pendekatan PDIP ke poros/koalisi yang identik masih jadi bagian dari pemerintahan sekarang berpotensi mengubah komposisi anggota koalisi atau ada pula potensi merger koalisi dengan PDIP.

Menurut dia, safari politik Puan ini juga bisa dianggap sebagai upaya memecah sejumlah poros koalisi yang sudah terbentuk. Pasalnya, saat ini posisi PDIP merupakan partai dominan dan memegang kunci dalam hal pencapresan.

KIB yang sudah deklarasi resmi bisa saja hancur karena tergoda dengan manuver PDI Perjuangan. Apalagi poros lain yang hanya masih melakukan pendekatan tapi tak kunjung deklarasi. Poros Gondangdia bukan tidak mungkin gagal terbentuk, karena salah satu anggotanya, misalnya Nasdem malah bergabung dengan poros PDI Perjuangan.

Pertemuan Kedua Orang ini Bisa Menghancurkan Koalisi yang Telah Ada

Sumber Utama : https://seword.com/politik/pertemuan-kedua-orang-ini-bisa-menghancurkan-DvjyAvf0HF

Bagaimana Upaya Kita Antisipasi Generasi Penerus Ferdy Sambo?

Entah skenario apa yang dimainkan Putri Cendrawathi bersama Komnas HAM dan Komnas Perempuan dengan mengkondisikan dirinya sebagai korban kekerasan seksual oleh almarhum Brigadir Joshua. Adalah Wakil ketua LPSK yang membaca gelagat tak lazim dari cerita yang bersumber dari PC ini. Article Article

Sebagai ilustrasi tambahan, ahli psikologi forensic, Reza Indragiri, menyebutkan ada teori kuasa dalam tindak kekerasan seksual dari pelaku kepada korban.

Jika faktanya PC sebagai korban, justru tidak terkesan mengalami trauma luar biasa dan sempat berkomunikasi dengan Joshua yang nota bene adalah terduga pelaku kekerasan terhadap dirinya, suasana kejiwaan macam apa yang dirasakan PC saat itu? Apakah dia ingin menunjukkan dirinya wanita tangguh? Maka sangat logis jika LPSK menganggap ada yang tak masuk nalar di dalam dugaan kekerasan semacam itu. Pertanyaan selanjutnya mengenai rekomendasi Komnas HAM agar penyidik melakukan pemeriksaan ulang atas dugaan kekerasan seksual terhadap PC, apakah Komnas memiliki bukti empiris bahwa dugaan kekerasan seksual itu mengandung kebenaran?

Rasanya terlalu absurd jika Komnas HAM berpikir sesederhana itu. Yang paling mungkin diinginkan oleh Komnas HAM adalah hal sebaliknya, yakni memeriksa atas dugaan PC melakukan pengakuan palsu. Seperti diuraikan ahli psikologi forensik Reza Indragiri, dengan melihat indikasi PC tidak terguncang dengan kejadian yang dilaporkannya, kecil kemungkinannya seorang inferior seperti Brigadir Joshua melakukan tindak kekerasan kepada seorang superior seperti PC, kecuali jika sebaliknya, PC lah yang melakukan tindakan tersebut, atau kejadian itu dilakukan atas suka sama suka.

Bagaimanapun ngototnya Komnas HAM merekomendasikan pemeriksaan ulang terkait dugaan tak lazim ini, sesungguhnya ada hal yang jauh lebih penting, yakni pertanyaan tentang benar atau tidaknya temuan PPATK bahwa ada aliran dana dari rekening milik almarhum ke rekening salah satu tersangka, lebih jauh ada fakta lain, Joshua ternyata terdaftar sebagai tim Satgassus Merah Putih pimpinan Ferdy Sambo sejak seminggu sebelum kematiannya. Fakta ini diungkap Irma Hutabarat dengan harapan Polri menyelidiki kemungkinan big scandal yang dilakukan gerombolan oknum Polri pimpinan FS. Ketimbang mempersempit ruang pemeriksaan hanya urusan pelecehan yang terkesan sumir, fenomena Mafia di tubuh Polri ini rasanya sangat penting untuk menjadi entry point dalam upaya evaluasi integritas para terperiksa yang dilakukan Timsus Polri.

Imajinasi kitapun menerawang ke era masa lalu, ketika kekuasaan Orde Baru tak tersentuh oleh hukum positif. Jika kita ingin kasus-kasus misterius di masa Orde Baru tak terulang di era reformasi, maka setiap ada potensi ke arah yang sama, harus sekuat tenaga dieliminasi.

Jika fenomenanya terlanjur besar dan berurat berakar, bukan hal mustahil akan kembali lahir kekuatan ototitariat Orde Baru versi dua. Barangkali perlu juga dipikirkan, guna menghadapi aparatur hukum yang gemar mengkriminalisasi seseorang menggunakan otoritas kelompoknya, dibentuk institusi khusus. Bukankah KPK pada awalnya dimaksudkan mengatasi ketakberdayaan institusi hukum yang tumpul ke dalam?

Unit atau institusi khusus yang dimaksud di atas, mungkin perlu dibahas terlebih dulu di tingkat kementerian bersama legislative. Isu kerajaan Ferdy Sambo tidak boleh menancapkan kekuatannya lebih dalam, untuk maksud itulah institusi khusus itu dipikirkan. Syukur-syukur jika diilhami dari bagaimana dulu semasa Gus Dur dan dilanjutkan di era Megawati, KPK yang bertugas memerangi tindak pidana korupsi itu didirikan.

Selalu ada upaya ekstrim untuk menghadapi tantangan luar biasa, sebagaimana sebuah letusan gunung berapi menyemburkan lava yang berevolusi menjadi lahan subur, demikianlah perumpamaan yang bisa kita jadikan inspirasi. Bahwa upaya ekstrim berupa pembentukan institusi khusus guna melawan kekuatan Mafia di dalam institusi formal, agar mereka yang berpikir dirinya bisa bertindak di luar hukum positif untuk maksud melanggengkan kejahatan kaum kerah putih, mendapat lawan sepadan.

Namun sebelum berpikir terlalu jauh, kita pun perlu terlebih dulu mengevaluasi sistem pengawasan yang sudah ada. Efektifkah mekanisme pengawasan internal yang legacy ? Jika dinilai belum efektif, maka harus ada mekanisme penguatannya, seperti halnya KPK yang memiliki Dewan Pengawas. Institusi khusus yang dimaksudkan di atas, barangkali dibentuk dengan fungsi yang mirip Dewas di KPK.

Bagaimana Upaya Kita Antisipasi Generasi Penerus Ferdy Sambo?

Sumber Utama : https://seword.com/umum/bagaimana-upaya-kita-antisipasi-generasi-penerus-VDqV3T9KAK

Benarkah Mahasiswa WNI Meninggal Di Luar Negeri Bisa Pulang ke Tanah Air Free dengan SKTM?

Saya baru membaca tulisan kawan penulis Seword tentang mahalnya biaya pemulangan jenazah mahasiswa S3 yang meninggal di Korea Selatan. May he rests in peace. Kesimpulan dari tulisan tersebut adalah memohon bantuan pihak pemerintah, dalam hal ini kementerian Luar Negeri melalui kantor Kedutaan Besar RI di Seoul, agar dapat menyumbang atau meringankan biaya pengiriman jenazah tersebut ke Indonesia. Pada tulisan itu disebutkan bahwa media tirto.com pernah melansir berita tentang proses pemulangan jenazah yang ditanggung sepenuhnya oleh Kemlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) jika pihak keluarga menyatakan tidak mampu membiayai pemulangan jenazah. Dengan syarat, harus membuat surat pernyataan tidak mampu dan dikirimkan ke Kemenlu. Informasi ini bagi saya sangat tidak jelas, apakah yang dimaksud dengan surat pernyataan tidak mampu sama dengan surat keterangan tidak mampu atau SKTM?

Pernyataan di atas cukup menarik sebenarnya karena mampu memunculkan 1001 pertanyaan atas ketidakjelasan informasi yang disampaikan. Jika ternyata surat pernyataan tidak mampu yang dimaksud pada tulisan kawan saya itu sama dengan surat keterangan tidak mampu atau SKTM, pertanyaan yang muncul di kepala saya adalah, "Bilamana KBRI atau KJRI bisa menanggung penuh biaya pemulangan jenazah WNI ke Indonesia jika memiliki SKTM atau Surat Keterangan Tidak Mampu?".

Tentang Surat Keterangan Tidak Mampu atau SKTM

Tahukah kalian berapa banyak skandal yang muncul di kepala orang-orang yang tidak jujur atas SKTM ini? Banyak! Di Indonesia ini, bisa dipastikan tidak ada satu pun aturan atau undang-undang yang tidak diakali oleh segelintir orang. Bahkan, undang-undang yang belum disahkan pun, segelintir orang sudah memikirkan bagaimana cara untuk melanggarnya. Termasuk aturan tentang SKTM ini.

Banyak video-video parodi yang dibuat untuk menyindir orang mampu yang berhasil memiliki SKTM hanya demi untuk mendapatkan bantuan pemerintah, yang sedianya diberikan bagi fakir miskin. Banyak orang mampu, baik secara finansial maupun secara akal, yang tidak malu untuk berpura-pura miskin untuk mengakali mendapatkan bantuan sosial. Dan kita tidak bisa mengatakan "ya pemerintah harusnya begini atau begitu untuk mencegah adanya SKTM palsu".

Well... perlu dicatat yah kawan-kawan bahwa sebuah pelanggaran atas undang-undang atau aturan, HANYA BISA DINYATAKAN PELANGGARAN jika dilaporkan ke polisi, disidangkan di pengadilan sampai Hakim memutus "bersalah". Artinya, 1000 pelanggaran atas undang-undang atau aturan yang terjadi tetapi tidak dilaporkan, hanya diributkan saja, maka pelanggaran itu bukan merupakan sebuah pelanggaran, tapi menjadi sebuah kebiasaan, bahkan bisa menjadi sebuah kebudayaan.

Mungkin pembaca Seword sudah sangat paham, bahwa sampai hari ini saya masih berkutat memperkarakan pemalsuan nilai mata pelajaran pada ijazah kelulusan yang dikeluarkan oleh satu-satunya sekolah SPK eks. sekolah internasional di Yogyakarta. Secara pidana, MA telah menyatakan bahwa pihak sekolah telah nyata bersalah. Pelaku bahkan sudah selesai menjalankan 6 bulan masa hukuman. Tapi pihak sekolah masih menyangkal dengan melakukan upaya Peninjauan Kembali atau PK karena katanya memiliki novum atau bukti baru. Tapi ya saya hormati, karena pengajuan PK adalah hak mereka. Lucunya, di dalam novum tersebut menyatakan bahwa kedua mata pelajaran itu baru diterapkan sejak tahun 2018 atau setelah anak saya tidak lagi menjadi siswa sekolah tersebut. Kasus ini sudah saya jalani lebih dari 4 tahun dan masih berjalan sampai hari ini!!! Upaya pihak sekolah untuk menghindar dari putusan "bersalah" betul-betul all out, karena jika pelanggaran yang mereka lakukan terbukti dan inkrah, sanksi yang digariskan oleh Negara atas aturan pendidikan yang dilanggar sekolah internasional di Yogyakarta tersebut adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus mencabut ijin operasional sekolah tersebut.

Kasus saya di atas Itu contoh yang baik sekali bagaimana kita, rakyat jelata ini, harus mengeluarkan uang, waktu dan tenaga HANYA untuk membuktikan bahwa telah terjadi pelanggaran atas aturan dan undang-undang. Membuktikan sebuah pelanggaran adalah pelanggaran, modalnya selain 3 hal yang saya sebut di atas, ada 1 lagi yang paling penting, yaitu niat kuat untuk istiqomah. Karenanya, saya menyatakan di atas, kita tidak bisa mengatakan "pemerintah harusnya begini atau begitu untuk mencegah adanya SKTM palsu". Penjahat itu selalu lebih pintar dari orang yang dijahati kecuali dia melakukan tindakan "bumerang".

Okay back to masalah SKTM....

SKTM adalah surat yang menjadi HAK rakyat miskin atau tidak mampu, yang bisa digunakan untuk keperluan keringanan biaya yang dibebankan oleh instansi pemerintah seperti misalnya biaya sekolah, biaya rumah sakit atau biaya lainnya. Pihak swasta juga mungkin ada yang memberikan keringanan biaya dengan syarat SKTM ini tapi saya tidak tahu pasti.

Arti rakyat miskin menurut Badan Pusat Statistik (BPS) adalah orang atau seorang yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach) atau ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

Solusi agar rakyat yang masuk ke dalam katagori miskin ini dapat memenuhi kebutuhannya, pemerintah membuat aturan pengadaan SKTM, dengan syarat-syarat sebagai berikut :

  1. Surat pengantar dan keterangan RT/RW atau Kelurahan (untuk beberapa daerah ada juga yang meminta surat pengantar dilengkapi dengan keterangan dari 2 orang saksi)
  2. Fotocopy KTP dan KK (termasuk fotocopy KTP 2 orang saksi)
  3. Foto rumah yang bersangkutan dari posisi depan dan samping rumah masing-masing ukuran 5R
  4. Tanda lunas PBB Pas (sepertinya yang nomor 4 ini optional, mohon dikoreksi)

Cara membuat SKTM inipun sangat mudah dan tidak berbayar alias gratis.

Now back to permasalahan pengiriman jenazah mahasiswa dari Korea balik ke Tanah Air, apakah situasi dan kondisi dari keluarga si jenazah bisa masuk ke dalam katagori rakyat miskin yang berhak atas SKTM untuk mendapatkan bantuan KBRI atau KJRI atas biaya pemulangan jenazah ke Tanah Air? Rasanya sulit untuk membayangkan jika KBRI atau KJRI menyediakan dana untuk hal-hal seperti biaya pemulangan jenazah ini. Karena kalau ada, ini akan memicu pemikiran jahat segelintir orang mampu untuk mendapatkan fasilitas negara, misalnya jema'ah haji sudah mengantongi SKTM sebelum berangkat naik haji hanya untuk berjaga-jaga, jika ajal menjemput mereka di tanah suci, dengan SKTM tersebut, jenazah bisa dipulangkan.

Saya pikir bantuan KBRI atau KJRI atas penanggungan biaya penuh pemulangan jenazah dari luar negeri ke Tanah Air diberikan pada Tenaga Kerja Indonesia yang meninggal karena akibat sebuah kejadian pembunuhan misalnya, dengan catatan keberangkatan TKI ini benar-benar melalui kantor resmi TKI. Berita seperti ini pernah saya baca. Atau pemulangan jenazah WNI yang tidak berhasil diselamatkan oleh KBRI dari hukuman mati negara setempat. Ini juga pernah saya baca beritanya. Tapi kalau untuk pemulangan jenazah mahasiswa Indonesia dari luar negeri ke Tanah Air, apalagi tanpa adanya keterangan apakah mahasiswa ini pergi ke Korea Selatan untuk kuliah S3 ini atas biaya negara (beasiswa) atau bukan, saya belum pernah membaca atau mendengar beritanya.

Saran saya untuk keluarga Mahasiswa yang meninggal di Korea Selatan yang tidak mampu membiayai pemulangan jenazah ke Tanah Air adalah mempertimbangkan untuk meminta KBRI atau KJRI untuk menfasilitasi penguburan jenazah di Korea Selatan sesuai dengan syari'at agama mereka. Karena mendo'akan orang yang sudah meninggal tidak harus di depan kuburannya, bukan?

Benarkah Mahasiswa WNI Meninggal Di Luar Negeri Bisa Pulang ke Tanah Air Free dengan SKTM?

Sumber Utama : https://seword.com/umum/benarkah-mahasiswa-wni-meninggal-di-luar-negeri-MPkugPjdTw

Puan dan Ganjar Sama-sama Berkuda, Adu Kuat dan Cepat Menuju Kursi Capres PDIP?

Ketua DPR RI Puan Maharani hari ini Minggu, 4 September 2022, berkunjung ke rumah Prabowo Subianto di Hambalang. Seperti biasa bila dikunjungi oleh tamu yang dipandang penting, Prabowo selalu menyodorkan agenda spesialnya: berkuda bersama sang tamu. Putri Megawati Soekarnoputri itu pun diberi kesempatan untuk naik kuda kesayangan Prabowo.

Sementara di ketinggian pegunungan Dieng sana, pada hari yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menghadiri Dieng Culture Festival (DCF) 2022 di Candi Arjuna untuk mengikuti Kirab Budaya-Memotong Rambut Anak Gimbal. Ganjar mengikuti prosesi jamasan atau penyucian diri dari hal-hal kotor yang diikuti oleh 15 anak berambut gimbal. Pada acara tersebut kader PDIP itu memakai blangkon dan berkuda.

Pada hari yang sama, dua orang yang digadang-gadang sebagai bakal capres PDIP sama-sama naik kuda. Dua buah peristiwa yang dilakukan oleh dua orang pejabat publik pada hari yang sama, berasal dari partai yang sama dan melakukan hal yang sama, meskipun di tempat yang tidak sama. Apakah hal ini sebuah kebetulan? Bisa jadi. Bisa juga bukan.

Kuda sendiri dikenal sebagai binatang yang bertenaga kuat. Tak heran tenaganya dipakai sebagai satuan daya atau tenaga, horse power (tenaga kuda). Selain kuat, kuda juga dinilai sebagai binatang yang mampu berlari dengan cepat. Maka dari itu ia dilombakan dalam balapan, balapan kuda. Bahkan lomba balap kuda atau berkuda sudah lama masuk dalam cabang olahraga baik bertaraf nasional seperti PON maupun internasional seperti Sea Games, Asian Games dan Olimpiade.

Kalau begitu, apakah Puan dan Ganjar saat ini mulai balapan berkuda menuju ke tempat tertentu? Tepatnya menuju kursi capres PDIP? (Karena keduanya mempunyai potensi dan peluang besar untuk memasuki gelanggang Pilpres 2024).

Baik Puan maupun Ganjar mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Puan menduduki posisi strategis dalam kepengurusan struktural partai (PDIP). Ia seorang Ketua DPP, putri Ketua Umum partai, cucu ideologis sekaligus cucu biologis Soekarno, sosok karismatik yang menjadi inspirator perjuangan partai berlambang banteng itu. Namun Puan sangat lemah dari sisi elektabilitas. Ia belum mampu beranjak dari posisi papan bawah klasemen survei capres.

Sementara Ganjar sangat kuat pada sisi elektabilitas. Ia selalu masuk tiga besar survei bersama Prabowo dan Anies. Bahkan tak jarang ia mampu bertengger di puncak survei. Namun Ganjar amat lemah pada sisi kekuatan parpol. Ia hanya seorang kader biasa, tidak mempunyai posisi strategis dalam kepengurusan struktural partai. Seperti halnya Jokowi, Ganjar datang dari kalangan rakyat jelata. Ia tidak mempunyai darah biru kepartaian.

Dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, menarik untuk ditunggu siapa yang akan diusung PDIP sebagai capres dalam Pilpres 2024 nanti. Puan atau Ganjar?

Puan dan Ganjar Sama-sama Berkuda, Adu Kuat dan Cepat Menuju Kursi Capres PDIP?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/puan-dan-ganjar-sama-sama-berkuda-adu-kuat-dan-3tryV6eeQu

Data SIM Card Bocor, Menkominfo Malah Suruh Jaga NIK, Gimana Caranya?

Soal kebocoran data di dunia maya, sudah bukan hal yang mengagetkan kita lagi saat ini. Capek kita dengar data ini bocor, data itu bocor. Banyak banget yang bocor kayak pipa tua yang berlubang sana sini.

Yang terbaru ini cukup heboh. Ada kebocoran data pribadi dan sudah diperjualbelikan di salah satu situs hacker. Data tersebut adalah hasil registrasi ulang SIM Card yang diunggah oleh sebuah akun bernama Bjorka di forum breached.to.

Bjorka mengklaim memiliki lebih dari 1,3 miliar data registrasi kartu SIM atau sebanyak 87 GB yang berisi NIK, nomor telepon, operator seluler yang digunakan dan tanggal penggunaan. Dia juga membagikan 2 juta data sampel yang dikumpulkan dari 2017 hingga 2020. Ada nama beberapa operator seluler, yaitu Telkomsel, Indosat, Tri, XL, dan Smartfren.

Menurut pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, data nomor ponsel yang ada di dalam tangkapan layar tersebut valid, karena sudah mengecek ke beberapa nomor. Tapi data yang ada di sana hanyalah nomor ponsel dan NIK, tanpa KK.

Registrasi SIM Card yang dilakukan Kementerian Kominfo beberapa waktu lalu memerlukan data KK. Kemenkominfo juga bilang sumber kebocoran data tersebut bukan dari Kementerian tersebut. Mereka tidak memiliki aplikasi menampung data registrasi prabayar dan pascabayar.

Sedangkan menurut Pengamat Keamanan Siber, Pratama Persadha, kemungkinannya bukan dari operator. Data yang bocor tersebut berasal dari semua perusahaan operator seluler, bukan cuma satu operator saja

"Kalau dari operator sih sepertinya enggak ya, karena ini data dari semua operator. Yg punya data ini harusnya Kominfo, tapi sepertinya Kominfo barusan menyangkal," kata Pratama.

Aneh, bukan?

Memang kasus seperti ini sangat sensitif karena menyangkut data pribadi yang jumlahnya masif dengan file hingga 87 GB. Sudah pasti tidak akan ada yang mau mengaku kecuali sudah terjepit dan ada bukti kuat.

Ok, kita dengar dulu penjelasan dari Menkominfo Johnny G. Plate. Mohon yang masih kesal dengan menteri ini, silakan sabar dan jangan emosi.

Menteri ini malah mengimbau agar masyarakat menjaga data privasinya masing-masing, termasuk data NIK dan KK.

Caranya adalah dengan tidak sembarangan memberikan NIK kepada orang lain atau pihak ketiga. "Harus ada tanggung jawabnya. Jaga NIK kita sendiri," kata Johnny.

Sabar dulu yah. Belum selesai.

Menurut Johnny, masyarakat perlu memiliki kontrol akan data yang dimilikinya masing-masing. Tujuannya, agar NIK hanya digunakan untuk hal-hal yang dibutuhkan dan terpercaya. Jangan sampai persoalan itu manjadi ajang saling menyalahkan pihak satu sama lain.

Menteri satu ini memang luar biasa. Gimana caranya menjaga NIK? Satu-satunya cara hanyalah tidak berikan data ini ke siapa pun dengan alasan apa pun. Sedangkan sekarang ini, mau daftar nomor seluler saja harus pakai data NIK. Belum lagi aplikasi-aplikasi lain yang butuh KTP.

Kalau tidak berikan data NIK, tak bisa punya nomor seluler. Data diberikan, malah bocor. Jadi menkominfo yang terhormat, gimana caranya jaga NIK? Harus pakai brankas tahan api, atau KTP disimpan di brankas khusus di Bank Swiss?

Tapi kita fokus ke NIK saat daftarkan nomor seluler. Yang bocor saat ini adalah data NIK dan nomor ponsel saat registrasi. Pasti ada lembaga atau institusi besar yang menampung data sebesar ini.

Kalau data bocor dari aplikasi-aplikasi ponsel, boleh lah menkominfo ngomong seperti itu. Jangan sembarangan beri data pribadi.

Ini masalahnya data NIK untuk kartu SIM Card, yang mana data NIK adalah kewajiban. Jadi nanti kalau mau registrasi SIM Card, tidak usah berikan data KTP lagi? Asli, ini pernyataan yang tidak nyambung dan bikin bingung.

Logikanya simpel saja, kalau data yang bocor adalah NIK dan nomor seluler, maka sumber kebocorannya tidak jauh-jauh dari sistem di operator seluler atau lembaga lain yang terkait. Tak mungkin Kementerian Pariwisata atau Komnas HAM atau gerombolan 212 yang punya data sebesar ini. Gak nyambung.

Tinggal ditunggu saja hasil penelusurannya, apakah akan ketemu atau akan menguap seiring berjalannya waktu. Bocor lagi, bocor lagi.

Bagaimana menurut Anda?

Data SIM Card Bocor, Menkominfo Malah Suruh Jaga NIK, Gimana Caranya?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/data-sim-card-bocor-menkominfo-malah-suruh-jaga-G63UTZzJI5

Sudah Bisa Diduga, Proyek Kalender DPR RI dengan Anggaran Selangit Akhirnya Dibatalkan

Proyek fantastis pengadaan kalender 2023 senilai Rp 955 juta akhirnya dibatalkan. Sekjen DPR Indra Iskandar, seperti dilansir laman Detikm.com akhirnya buka suara soal anggaran cetak kalender itu, yang rencana awalnya akan dicetak pada Desember 2024.

Sekadar info, semula DPR akan mencetak 5000 kalender meja dengan anggaran Rp 27.500 per eksemplar, sedangkan pengadaan kalender gantung senilai Rp 45.500 dengan jumlah 15 ribu eksemplar.

Tender yang diberi nama "Pencetakan Kalender DPR RI" dengan kode tender 739087 kalau dilihat di situs LPSE DPR RI itu mendapat reaksi keras dari netizen hingga sutradara dan komika Ernest Prakasa, yang dengan bahasa sindiran mengritik pengadaan kalender cetak di tengah hadirnya kalender digital yang biasanya ada di ponsel. Masa' ponsel anggota DPR nggak ada kalendernya? Hahahaha...!


Cuma, kalau mau mengulas pembatalan proyek semacam ini sebenarnya bisa dibilang "lagu lama" di kancah politik dan anggota parlemen kita yang (katanya) terhormat dan berpenghasilan melimpah itu. Siklusnya pun sudah jelas: bikin proyek tertentu, anggaran dikasih yang gede, trus kalau ketahuan publik dan diprotes, tinggal dibatalkan saja dengan alasan yang bisa dicari. Kalau tidak ketahuan bagaimana? Ya maju terus, gitu saja kok repot!

Sebenarnya kalau mau bikin kalender sebanyak itu ya buat apa, wong anggota DPR saja tidak sampai seribu orang. Kalau satu orang diberi sepasang kalender meja dan kalender dinding, ya buat apa juga seorang dijatah dua kalender. Kalau dilihat fungsinya kan sama saja. Apa salah satunya berisi tanggal merah yang lebih banyak, sambil diberi catatan khusus "Kalender Khusus DPR". Nggak begitu kan?

Jadi bagi saya sebenarnya nggak ada yang aneh sama keputusan pembatalan ini, karena sejak semula saya bisa menduganya. Justru yang aneh itu kalau mendadak anggota DPR meneruskan proyek ini, sambil menutup telinga mengabaikan keberatan suara rakyat yang (seharusnya) mereka wakili. Betul?

Ah, memikirkan proyek anggota DPR kita memang terkadang nggak habis pikir kok. Berulang kali kita dengar mereka bikin proyek dengan anggaran fantastis, tapi kinerja juga masih menjadi sorotan. Kehadiran saat rapat paripurna pun sampai periode yang sekarang masih belum maksimal. Apa nggak sekalian bikin proyek "Satu Kamar untuk Satu Anggota DPR" supaya kalau bekerja bisa maksimal karena pulangnya dekat? Hahaha...

Sudah Bisa Diduga, Proyek Kalender DPR RI dengan Anggaran Selangit Akhirnya Dibatalkan

Sumber Utama : https://seword.com/politik/sudah-bisa-diduga-proyek-kalender-dpr-ri-dengan-pv8vZayAmm

Aksi Mahasiswa yang Terasa Makin Menyedihkan, Nggak Bisa Lebih Elegan?

Semakin ke sini, aksi massa yang dilakukan oleh sebagian mahasiswa kita tampak semakin menyedihkan. Jauh dari kesan intelek, yang seharusnya melekat dalam diri mereka. Namanya saja mahasiswa, tapi terkadang perilaku sebagian dari mereka seolah menunjukkan bahwa percuma saja mereka kuliah dan menyandang status (ibaratnya) "simbah"-nya para murid sekolah itu.

Lihat saja aksi massa terakhir yang menyuarakan perihal kenaikan BBM, yang salah satunya diwarnai aksi orasi yang menyebut Presiden Jokowi dengan cara tidak pantas. Kalau beneran kapasitas mahasiswa, masa' sih sampai berani ngatain pemimpin negerinya seperti itu? Wong dia saja pasti tidak mau kalau misalnya disebut atau dipanggil:

"Hey, Yunus kooo..."

Jadi, kenapa pula dia seenaknya sebut Pak Jokowi begitu? Mau berdalih khilaf, kelepasan, spontan, atau kesurupan sekalipun, bagi saya sudah tidak pantas dia begitu. Kalau saya sebagai rektor kampus, sudah pasti akan saya keluarkan karena sudah bikin malu almamater kampus. Itu kalau Si Yunus masih punya malu. Kalau nggak punya, ya wis alias sudahlah..nggak bisa diharapkan lagi.


Kita juga masih ingat bagaimana beberapa kali aksi massa mengatasnamakan mahasiswa yang tidak substantif alias melenceng dari tujuan seharusnya. Belum lagi kalau kita bicara soal aķsi massa yang tak jarang malah bikin susah orang lain, karena sampai menutup jalan, sehingga masyarakat yang mau berangkat dan pulang kerja, atau anak-anak yang mau pergi ke sekolah, eh jadi terhambat jalannya.

Kalau sejak muda saja sekadar sampaikan aspirasi malah bikin susah orang lain, besok kalau kebetulan sudah menjabat trus duduk di kursi empuk, apakah akan amanah dalam memperjuangkan suara rakyat seperti yang katanya mereka perjuangkan saat ini? Sorry to say ... rasanya kok mustahil, ya!

Bicara soal mahasiswa, saya kok lebih mengapresiasi para intelektual muda yang berjuang di jalur yang seharusnya, yakni terkait intelektual dan kreativitas, juga yang berkaitan dengan hobi dalam bidang tertentu. Ada yang jago matematika, karya ilmiah, atau jago debat .. lalu bertanding dan menang. Itu baru keren!

Kalau jagonya turun ke jalan, teriak-teriak sambil bakar ban, sesekali lampiaskan emosi dengan robohkan gerbang atau pagar, trus sebagian lagi memaki-maki pemerintah dan Presiden RI, yaelah ... gitu amat kualitas kalian, adik-adik mahasiswaku. Semoga saja kalian segera sadar diri, berbenah, dan mulai berjuang dengan cara yang lebih elegan ya.

Aksi Mahasiswa yang Terasa Makin Menyedihkan, Nggak Bisa Lebih Elegan?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/aksi-mahasiswa-yang-terasa-makin-menyedihkan-iBjgoZcdcK

Relawan, "Jokowi 3 Periode", dan Kebingungan Mereka

Apakah Pak Jokowi adalah presiden yang sempurna??

Jelas, tidak sulit untuk menjawabnya. Karena tentu saja jawabannya adalah: Tidak!

Apakah Pak Jokowi adalah presiden terbaik yang pernah dimiliki Indonesia????

Entahlah!

Namun bila kemudian mendasarkan pada adanya aspirasi "Jokowi tiga periode", bisa jadi jawaban dari pertanyaan di atas adalah "Iya". Presiden Jokowi yang begitu merakyat dan seakan menjadi refleksi paling nyata dari rakyat, sejauh ini memang menjadi berkah bagi Indonesia.

Tapi masa iya yang sebenarnya adalah seperti itu? Jokowi Tiga Periode semata hanya menunjukkan kehebatan Pak Jokowi?? Tidak ada maksud lain dari para relawan tersebut???

**

Menjelang berakhirnya jabatan Presiden Jokowi, kebingungan sepertinya sedang menjalari sebagian besar dari rakyat Indonesia. Terutama bagi mereka yang sedari awal menjadi simpatisan setia dari Pak Jokowi, menjadi penikmat dari pemerintahan Presiden ke-7 RI ini, baik dari tataran yang rendah hingga ke level elit negara.

Presiden Jokowi memang istimewa. Pengakuan keistimewaannya itu bisa hanya dimaknai sebagai sebuah fanatisme ketika datang dari mereka yang sedari awal memang menjadi pendukung. Namun ketika pengakuan tersebut datang dari mantan rival terberatnya, hal itu adalah sebuah bukti nyata yang tentunya tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

**

Terbaru dalam Musra Gabungan relawan Jokowi menghasilkan 10 nama bakal capres-cawapres yang mendapat perolehan suara tertinggi. Hasilnya Jokowi di urutan paling atas dengan jumlah 1.704 pemilih dari 5.721 orang. Sandiaga Uno di urutan kedua, disusul Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Sekilas terlihat begitu besar kecintaan mereka pada sosok Presiden Jokowi dari mereka. Bukti menjadi nama pilihan untuk presiden selanjutnya seakan begitu menggambarkan tingginya tingkat kepercayaan mereka itu.

Namun tunggu dulu, bisa jadi itu hanya merupakan perwujudan dari kebingungan mereka. Bingung akan eksistensi mereka ke depan pasca tanpa Pak Jokowi lagi.

Nah bisa jadi dari daftar nama pilihan mereka itu, sebenarnya ada maksud tersirat yang sedang mereka sampaikan. Atau jangan-jangan sebagian sudah ada yang tercapai maksudnya ya?

Yaitu maksud untuk mencari inang baru. Mencari 'emak' baru tempat 'menyusu'. Tuan baru sebagai tempat untuk bisa melanggengkan peran mereka.

Realistis saja, relawan jelas perlu kejelasan terkait kerelaannya nanti, selanjutnya harus diberikan kepada siapa. Relawan tetap perlu masa depan. Setidaknya kalau nanti harus ngambek lagi, ya ngambek-nya tetap tepat sasaran. Biar ada hasilnya, bukan hanya 'kerja bakti' saja.

**

Para relawan jelas bukan sekumpulan orang yang tidak tahu aturan. Juga bukan orang yang tidak up to date.

Setiap pihak kenegaraan yang terkait dengan kepemimpinan nasional sama sekali tidak ada gerakan untuk mengakomodasi keinginan 'Jokowi lagi' itu. Proses menuju suksesi juga berjalan sebagaimana mestinya.

Jadi….

Relawan, "Jokowi 3 Periode", dan Kebingungan Mereka

Sumber Utama : https://seword.com/politik/relawan-jokowi-3-periode-dan-kebingungan-iaBZWb67av

Reputasi Komnas Perempuan/Komnas HAM Dipertaruhkan dalam Isu Joshua Lecehkan Putri Sambo

Pengakuan Putri Cendrawathi tentang kekerasan seksual oleh almarhum Brigadir Joshua menjadi isu menarik. Seperti disampaikan Komnas HAM, ada dugaan kuat almarhum melakukan tindak kekerasan seksual terhadap PC sehingga memicu kemarahan FS sebagai motif pembunuhan.

Sementara itu LPSK menganggap pengakuan itu sulit dipahami. Alasannya karena setelah peristiwa itu, PC masih memanggil Joshua dan bahkan berbicara di kamar pribadinya. Menurut Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi, adalah hal unik bagi seorang korban seperti itu bukannya mengalami trauma dan bahkan depresi, tapi justru terkesan tidak membekas kepada suasana psikologisnya.

Article

Klik videonya disini https://youtu.be/56lNIjYuWBU

Keheranan Edwin Partogi sangat masuk akal karena dia masih menggunakan logika yang siapa pun akan merasakannya. Yang justru menjadi pertanyaan, kenapa Komnas HAM bersikap seakan-akan tindak kekerasan terhadap PC sangat meyakinkan?

Jangan-jangan Komnas HAM telah masuk ke perangkap yang dipasang para tersangka. Perangkap dimaksud ada kemungkinan berupa scenario mereka, atau berupa faktor X, sebagaimana sebelumnya komisioner LPSK mengaku dicoba diberi amplop (diduga berisi uang) setebal 1 cm oleh orang dekat Ferdy Sambo.

Kalau LPSK menolak amplop itu, kita tidak tahu bagaimana reaksi Komnas HAM untuk kejadian yang sama. Janggal bin ajaib saja, penyidik Bareskrim saja telah menyatakan tidak ditemukan tindak pidana kekerasan seksual, tiba-tiba Komnas HAM mengeluarkan pernyataan yang bertolak belakang.

Klik videonya disini https://youtu.be/AJ7pfrpxrsQ

Kritikan dan pengaduan tidak hanya dihadapi Komnas HAM, dalam acara televisi “Apa Kabar Malam/TVOne”, Komnas Perempuan dituding telah menjelma menjadi aliansi strategis Putri Cendrawathi, seperti tampak di tayangan video di atas.

Dalam teori disebutkan bahwa kekerasan seksual terdapat relasi kekuasaan. Si pelaku memiliki dominasi kepada korban. Jika dipaksakan bahwa Joshua melakukan tindakan itu, terhadap istri seorang jendral dan bahkan telah dianggap pengganti ibunya, usianya pun sudah 50 tahun, tentu saja sangat absurd untuk kita percayai.

Kecuali jika ceritanya dibalik, misalnya peran PC lah yang dominan, atau antara keduanya ada hubungan saling suka, sebagaimana diuraikan Reza Indragiri, ahli psikologi forensik pada acara yang sama.

Hiruk pikuknya cerita liar tentang hubungan Putri dengan Joshua sangat kontras jika dibandingkan dengan cerita versi pengacara keluarga Joshua, Kamaruddin Simanjuntak. Menurutnya ibu Putri senpat memotret Joshua sedang menyetrika pakaian anaknya dan foto itu dikirimkan via WA ke adik Joshua yang bernama Reza Hutabarat.

Sekali lagi kejanggalan itu muncul karena mana mungkin seorang korban tindak kekerasan seksual, memotret pelaku sedang menyetrika pakaian anak si korban. Itu pun jika kedua cerita yang cara pandangnya bertolak belakang ini dirangkai menjadi satu kesatuan.

Kenapa dirangkai menjadi satu? Karena kejadiannya digambarkan pada hari yang sama. Yang menjadi pembeda hanya pada aspek subjeknya. Versi PC megaku kepada Komnas HAM dan Komnas Perempuan terjadi tindak kekerasan oleh Joshua, sementara versi kedua, PC justru memuji-muji Joshua sebagai anak baik.

Guna memutus spekulasi liar tentang pengakuan PC yang diduga memanipulasi fakta, maka sangat logis jika mantan pengacara Eliezer, Deolipa Yumara mengadukan Komnas HAM dan Komnas Perempuan ke Polres Jakarta Selatan karena dugaan penggiringan opini publik yang menyesatkan.

Hal yang tak kalah menariknya adalah pernyataan aktivis Irma Hutabarat, yang menduga kembali dimunculkannya isu kekerasan seksual, guna dijadikan alat mengaburkan esensi persoalan sesungguhnya. Menurut Irma, cerita versi dua Komnas ini berpotensi membuat publik lelah dan akhirnya melupakan begitu saja peristiwa yang sebenarnya, yakni pembunuhan berencana Joshua Hutabarat.

Imajinasi kita tentu akan melebar ke banyak arah, karena isu kekerasan seksual ini tak bisa dikonfrontir dengan almarhum, kecuali barangkali ada praktisi yang mampu menembus alam gaib dan berdialog dengan almarhum secara metafisik.

Keberadaan Joshua yang tidak mungkin dikonfirmasi itulah yang menjadi keleluasaan PC untuk membuat cerita itu sekehendak hati, minimal menurut analisis kita sebagai orang awam. Namun jangan pula diabaikan, ada sosok-sosok yang mampu mematahkan pengakuan PC berdasarkan sain dan ilmu psikologi.

Berangkat dari pemahaman di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa cerita versi PC ini barangkali hanya mampu meredakan kegelisahan dirinya yang menanti dengan waswas, konsekwensi hukum yang bakal diterimanya, karena terlibat kasus pembunhan berencana.

Reputasi Komnas Perempuan/Komnas HAM Dipertaruhkan dalam Isu Joshua Lecehkan Putri Sambo

Sumber Utama : https://seword.com/umum/reputasi-komnas-perempuankomnas-ham-dipertaruhkan-AOD2QbLDDV

Santri Gontor Tewas Diduga Penganiayaan: Upaya Internalisasi Dibuyarkan Hotman Paris?

Ponpes Gontor 1 Jatim diterpa masalah.

Salah seorang santrinya yaitu AM, berusia 17 tahun, meninggal tak wajar. Kematiannya yang tidak wajar itu diikuti perilaku tidak wajar dari ponpes Gontor yang dipercaya oleh orangtua AM sebagai tempat untuk menimba ilmu agama.

Kematian AM kemudian membawa sang ibu, Soimah, bertemu Hotman Paris di Palembang 4 September lalu, dan kepada sang pengacara kondang tersebut, Bu Soimah membongkar ketidakwajaran yang meliputi kematian anaknya.

Menurut Bu Soimah, kematian putranya terjadi pada tanggal 22 Agustus lalu pukul 06.45 WIB, namun pihak keluarga baru dikabari pada pukul 10.00 WIB. Waktu itupun, pihak ponpes meminta untuk bicara pada ayah korban.

Dugaan penganiayaan dapat dimengerti dari cerita Bu Soimah beserta kerabat. Dari kerabat beliau diketahui bahwa ketika hendak dimakamkan, kain kafan AM terdapat darah, dan sempat diganti dua kali.

Bu Soimah menyatakan belum berani untuk melaporkan kepada polisi karena kasus ini bersangkutan dengan lembaga besar.

Ketakutan dan kekhawatiran yang wajar, karena siapa sih yang hari gini nggak paham pengaruh institusi ketika berhadapan dengan hukum? Apalagi ini pesantren dengan reputasi seperti Gontor?

Mendengar pengaduan ini, Hotman pun segera bergerak cepat dan menghubungi Kapolda Jawa Timur secara terbuka. Hasilnya? Sesuai dugaan, Ponpes Gontor buka suara, dan minta maaf.

Saya pribadi nggak yakin kalau mereka akan buka mulut kalau bukan karena Hotman Paris sendiri yang menghubungi Kapolda Jawa Timur secara terbuka. Hal ini sudah bisa terbaca dari perilaku aneh mereka ketika korban tewas.

Dilansir dari omongan yang lebih terlihat seperti percobaan ngeles dibandingkan permohonan maaf itu, terdapat tiga poin yang diutarakan pihak ponpes. Pertama, mereka minta maaf kepada pihak orangtua bila proses pengantaran jenazah dianggap tidak jelas dan terbuka. Kedua, mereka mengambil tindakan sendiri berdasarkan temuan tim pengasuhan santri, mereka mengakui adanya dugaan penganiayaan, dan mereka langsung menindak para santri yang terlibat dengan mengeluarkan dan memulangkan mereka ke orangtua masing-masing. Ketiga, pihak ponpes menyatakan siap untuk mengikuti segala bentuk upaya dalam rangka penegakan hukum terkait peristiwa wafatnya AM.

Terakhir, mereka menyatakan masih terus berusaha intens menjalin komunikasi dengan keluarga Almarhum AM untuk mendapatkan solusi-solusi terbaik dan untuk kemaslahatan bersama.

Sudah bisa terbaca keanehannya? Saya akan soroti beberapa poin baik dari pihak keluarga dan pernyataan ponpes sendiri. Dari awal, ketika mereka menunda sekitar 3 jam untuk menghubungi keluarga AM saja sudah terasa ada gelagat aneh. Yang kemudian dilanjutkan dengan pengantaran jenazah yang mereka akui sendiri tidak terbuka. Berikutnya adalah ke gercepan mereka yang menyelidiki sendiri dan langsung mengeluarkan sendiri para santri yang diduga terlibat tanpa melapor pada polisi. Kemudian, dari hari kejadian sampai sang ibu melapor pada Hotman Paris saja sudah berlangsung berapa lama? Yakin tuh tidak akan ada upaya pencemaran TKP dan penghilangan barang bukti?

Belum lagi yang membuat saya mengernyit heran, yaitu upaya penyelesaian secara damai seperti yang mereka ungkapkan secara tersirat di pernyataan mereka. Saya rasa semua sudah tahu apa arti dari “kami masih terus berusaha intens menjalin komunikasi dengan keluarga Almarhum AM untuk mendapatkan solusi-solusi terbaik dan untuk kemaslahatan bersama.”

Kok mereka masih punya muka untuk mencoba mencari ‘solusi-solusi terbaik untuk kemaslahatan bersama’ yang bisa ditebak sebenarnya untuk kemaslahatan mereka sendiri sebagai sebuah ponpes yang reputasinya dipertaruhkan dengan adanya kasus ini. Saya rasa masyarakat sudah banyak yang paham kalau berurusan dengan institusi dengan reputasi berpengaruh itu seperti apa.

Kalau mereka memang punya itikad baik, ketika penyelidikan internal sudah menemukan dugaan adanya penganiayaan yang menyebabkan nyawa melayang, harusnya mereka tahan santri terkait, hubungi pihak kepolisian dan para orangtua tanpa diminta. Saya kira, kalau sedari awal semua diproses terbuka, pihak ponpes akan terlihat lebih terhormat dan benar-benar terlihat menjunjung kejujuran, kebenaran, dan keadilan seperti dalam agama yang mereka ajarkan kalau tidak sembunyi-sembunyi seperti maling di tengah malam begitu.

Kembali lagi, saya tidak yakin mereka akan buka mulut kalau tidak berhadapan dengan nama besar Hotman Paris beserta para netizen yang dipastikan akan bereaksi dengan diangkatnya kasus ini oleh beliau.

Semakin hari, saya semakin merasa seolah semesta sedang berusaha membongkar hal-hal yang terjadi dibalik pintu-pintu yang tertutup dengan tidak berperasaan di depan ratapan para keluarga yang tidak berdaya ketika berurusan dengan sederet institusi dari pendidikan hingga keagamaan. Saya tidak mengatakan bahwa setiap institusi pendidikan baik agama maupun pendidikan formal lainnya dipastikan bermasalah semua, tapi adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri kalau berurusan dengan institusi berpengaruh, maka pihak yang tidak berdaya hanya dapat mengurut dada sementara institusi terkait bisa melenggang begitu saja.

Mungkin banyak yang menduga kasus ini akan dicoba untuk ditenggelamkan begitu saja. Tapi saya harap, kasus ini akan terus dikawal hingga tuntas. Tidak ada yang namanya kemaslahatan bersama ketika nyawa melayang. Kemaslahatan siapa yang dimaksud disini? Keluarga korban? Jelas tidak mungkin kan?

Bagi Polda Jawa Timur, Kemenag dan para pihak terkait beserta para netizen yang Budiman, tolong kawal kasus ini. Jangan sampai nyawa AM melayang sia-sia karena keadilan dipaksa bertekuk lutut dihadapan reputasi institusi pendidikan agama. Bu Soimah sudah memulai pencarian keadilan dengan membawa kasus ini kepada Hotman Paris yang kemudian segera merespon dengan terbuka. Jangan biarkan kasus ini tenggelam.

Santri Gontor Tewas Diduga Penganiayaan: Upaya Internalisasi Dibuyarkan Hotman Paris?

Sumber Utama : https://seword.com/umum/santri-gontor-tewas-diduga-penganiaayaan-upaya-msXnJDjbm8

Lebay! Anies Baswedan Disebut Bapak Kesetaraan Indonesia

Ketika Anies Baswedan meresmikan gereja, saya merasa biasa saja. Memang itu salah satu tugas gubernur maupun pejabat lainnya yakni meresmikan tempat ibadah di wilayahnya. Di tempat lain juga biasa jika ada pejabat meresmikan tempat ibadah. Tidak ada yang spesial dari berita Anies Baswedan meresmikan gereja.

Ketika berita Anies Baswedan meresmikan gereja itu diangkat terus oleh para pendukungnya untuk menunjukkan bahwa Anies adalah seorang pluralis, saya juga merasa biasa saja. Namanya saja pendukung. Pastilah mereka mencari jalan untuk meningkatkan popularitas yang didukungnya.

Kisah Anies di gereja itu tentunya menjadi bahan untuk menunjukkan bahwa Anies bukanlah bapak politik identitas. Selain itu, Anies digambarkan tidak hanya berpihak kepada orang Islam tetapi kepada seluruh umat beragama di Jakarta. Wajar-wajar saja sih kalau pendukung Anies melakukan itu. Mereka butuh berita seperti ini untuk “mencuci* Anies agar bersih dari isu berpolitik dengan menggunakan identitas salah satu agama.

Meski merasa biasa, saya penasaran dengan tanggapan para pentolan alumni 212. Tindakan pluralis seperti itu khan biasanya tidak mereka sukai. Menarik juga menunggu komentar Abdul Somad yang baru-baru ini bertemu Anies. Dia pernah mengatakan bahwa masuk tempat ibadah agama lain itu haram. Sampai sekarang saya masih belum mendengar komentar dari mereka.

Yang membuat saya merasa tidak nyaman adalah gelar yang diberikan kepada Anies sebagai Bapak Kesetaraan Indonesia. Gelar ini diberikan oleh jemaat Gereja Pentakosta di Indonesia Jemaat Yordan Gading Griya Lestari, Cilincing, Jakarta Utara. Gelar itu diberikan dalam peresmian gereja jemaat tersebut pada hari Sabtu, 3 September 2022.

Gelar yang sangat lebay menurut saya. Gelar yang tidak mempunyai dasar sama sekali. Kesetaraan macam apa yang sudah diupayakan oleh Anies di Indonesia? Ingat lho, gelarnya itu Bapak Kesetaraan Indonesia, bukan hanya di Jakarta. Ini khan sebuah gelar yang terlalu dibuat-buat.

Apa tujuan adanya pemberian gelar itu? Katanya sih untuk menunjukkan rasa terima kasih. Kalau mau berterima kasih ya sewajarnya sajalah, tidak perlu memberikan gelar yang terlalu dibuat-buat dan lebay. Selain gelar, Anies juga diberi selempang berwarna putih bertuliskan “Gereja-gereja DKI Jakarta” di bagian kanan dan “Terima Kasih Pak Anies” di bagian kiri.

Tulisan yang menurut saya juga lebay. Sejak kapan satu jemaat gereja lalu mewakili seluruh gereja di DKI Jakarta? Selempang itu menyerupai stola yang biasa digunakan oleh pastor atau pendeta saat memimpin peribadatan secara Katolik maupun Kristen. Mengapa harus dibuat menyerupai stola? Bukankah stola itu sebuah simbol penting dalam peribadatan Katolik dan Kristen? Apa ya tidak ada hadiah bentuk lain sehingga harus membuat selempang mirip dengan stola?

Pertanyaan semacam itulah yang membuat saya merasa tidak biasa dengan pemberian gelar dan hadiah yang lebay kepada Anies. Saya jadi merasa bahwa semua itu demi kepentingan politik Anies Baswedan. Dia dan pendukungnya memang pintar untuk memanfaatkan situasi untuk mengangkat citra Anies.

Ya, seperti inilah cara-cara mereka untuk mendapatkan dukungan bagi Anies Baswedan. Celakanya, jemaat gereja nampaknya tidak sadar jika dimanfaatkan. Kalau sadar berarti ya mereka menggunakan gereja sebagai kampanye politik dan itu tidak bisa dibenarkan. Tempat ibadah bukanlah tempat untuk berpolitik praktis.

Silahkan Anies Baswedan meresmikan gereja. Saya tidak akan mempermasalahkan dan pastinya merasa biasa saja. Sekali lagi, itu memang sudah tugasnya sebagai gubernur Jakarta. Hanya saja tidak perlulah disertai gelar-gelar lebay yang ujung-ujungnya untuk meningkatkan citra politiknya.

Lebay! Anies Baswedan Disebut Bapak Kesetaraan Indonesia

Sumber Utama : https://seword.com/umum/lebay-anies-baswedan-disebut-bapak-kesetaraan-Yumc6R5X9f

Janggalnya HMI Demo Gibran Soal Kenaikan Harga BBM di Solo

Ada yang menarik dari demonstrasi yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menentang kenaikan harga BBM di Solo Rabu (31/8/2022).

Sekali lagi demonstrasi sah-sah saja asal sesuai aturan yang berlaku, apalagi Indonesia merupakan negara demokrasi dimana setiap orang berhak menyuarakan pendapatnya.

Namun demonstrasi yang dilakukan oleh HMI di Solo beberapa waktu lalu terlihat janggal. Mengapa?

Mereka mendatangi Balai Kota untuk meyuarakan aspirasi kepada Walikota Solo, Gibran Rakabuming.

Mereka membawa spanduk antara lain bertuliskan "#GRUDUKANAKPresiden' dan 'BBM Naik Rakyat Tercekik'.

Ketua Umum HMI cabang Sukoharjo, Fierdha Abdullah Ali, mengatakan pihaknya sengaja berunjuk rasa di Balai Kota Solo sebagai simbol tempat yang pernah dipimpin Jokowi dan kini berlanjut kepada Gibran.

"Kenapa di sini karena kami ingin mengantar aspirasi langsung ke anak Jokowi. Solo mendapat privilege bahwa anak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia sudah menjadi wali kota. Kami melakukan aksi di sini simbolik di depan pelataran kantor yang didiami Jokowi, sekarang didiami anaknya," katanya usai aksi unjuk rasa.

Lah ini apa kaitannya bawa-bawa istilah anak Presiden, bukankah kebijakan menaikan harga bbm merupakan kebijakan pemerintah pusat. Lalu mengapa harus pakai istilah 'geruduk anak Presiden'?

Kenaikan harga bbm tidak ada kaitannya dengan pemerintah daerah, jadi bukankah demonstrasi itu tidak tepat sasaran. HMI menyampaikan itu semata karena Gibran anak Presiden yang kebetulan adalah Walikota Solo, lagipula selama ini Solo telah berhasil dipimpin oleh Gibran.

Sekali lagi motif dari demonstrasi ini terlihat janggal, apakah benar mereka menyuarakan suara rakyat Solo. Atau ada agenda politik tertentu.

Selain itu HMI tentu harus paham bahwa harga bbm di Indonesia ini masih termasuk paling murah jika dibandingkan dengan harga bbm di negara lain.

Lalu hampir secara berkala memang harga barang selalu naik. Itulah yang dinamakan inflasi, namun inflasi di jaman Jokowi masih relatif terkendali. Dibandingan meroketnya harga berbagai barang di sejumlah negara.

Selain itu jika memang harga bbm terus disubsidi pemerintah atau ditahan di harga saat ini. Mau sampai kapan? Rakyat sendiri yang nanti akan menerima akibatnya jika Pemerintah bangkrut. Apakah itu yang diinginkan oleh HMI?

Sekali lagi menyuarakan pendapat sah-sah saja. Tapi coba dilihat akar permasalahannya dan kemana itu ditujukan.

Mungkin silahkan saja HMI mau melakukan demo soal kenaikan harga bbm ini, tapi ngapain juga bawa-bawa Walikota Solo.

Coba apakah HMI juga akan mendemo Anies di Jakarta karena kenaikan harga bbm ini? Kan pasti tidak. Karena memang tidak ada urusannya pejabat daerah dengan kenaikan harga bbm ini.

Jika mau fair, ya mereka juga harus demo di seluruh balai kota di Indonesia juga dong kepada para pejabat daerah termasuk kepada Anies jika memang motifnya untuk menyuarakan suara rakyat. Coba, mau ga HMI demo Anies?

Dengan menguatnya isu kenaikan bbm nanti, patut diwaspadai adanya penunggang gelap yang mau membuat kericuhan.

Janggalnya HMI Demo Gibran Soal Kenaikan Harga BBM di Solo

Sumber Utama : https://seword.com/politik/janggalnya-hmi-demo-gibran-soal-kenaikan-harga-bbm-Y5JKQNX27H

Mahasiswa yang Memaki Jokowi Dianggap sebagai Aset Bangsa, Nggak Keliru Tuh?

Yunus Pasau, Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), ternyata tidak ditahan. Ia dipulangkan usai menjalani pemeriksaan terkait ucapan tidak senonoh (yang bagi saya kurang ajar) terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat demo penolakan kenaikan harga BBM.

Menurut lansiran laman Detik.com, pihak kepolisian mengatakan bahwa Yunus tak ditahan karena proses belajarnya di kampus terganggu. Selain itu, polisi juga berkata bahwa Yunus ini sebagai aset bangsa.

"Kami tidak ingin menghambat proses belajar mengajar yang bersangkutan di kampus, karena yang bersangkutan ini kan aset bangsa. Jadi tidak ditahan," ungkap Kapolda Gorontalo Irjen Helmy Santika dalam keterangannya, Sabtu (4/9/2022).

Meski begitu, kabarnya proses hukum tetap berjalan, tetapi status Yunus Pasau masih sebatas sebagai saksi. Hasil pemeriksaan juga menyatakan bahwa si Yunus Pasau ini mengaku tindakannya hanya spontanitas saja ketika orasi menolak kenaikan BBM.


Spontan? Spontan dari mana, bro! Apa yang terucap dari mulut seseorang itu dipengaruhi kondisi atau isi hatinya. Ini poin yang bikin saya kurang bisa menerima alasan "spontan", padahal mengarah pada ucapan yang kurang ajar.

Soal aset bangsa, bagi saya ini juga sama sekali kurang pas. Aset itu sesuatu yang berharga, sehingga perlu dipelihara, dirawat dengan baik, dan kalau terkait manusia bisa dilatih sedemikian rupa sehingga kelak berguna bagi kebaikan negeri ini.

Kalau yang disebut aset adalah mahasiswa yang berprestasi di ajang olimpiade matematika, jadi pemain basket di kompetisi IBL, memperkuat Timnas Indonesia usia muda, bolehlah mereka diperhatikan dengan baik. Kalau perlu dipastikan agar kelak mereka dapat mengharumkan nama bangsa atau didorong agar menjadi sosok yang hebat dan membawa kemajuan bagi negeri ini.

Lha mahasiswa model begini, yang menyampaikan aspirasi dengan cara yang jauh dari kesopanan dan adat ketimuran ini, mau dilihat dari sisi mananya kok bisa dibilang aset bangsa? Dalam hal ini, sorry to say kalau saya anggap polisi masih terlalu lunak bersikap, yang bisa membuat mahasiswa model Yunus Pasau ini akan menyepelekan, bahkan akan mengulang aksi serupa karena tidak ada efek jera yang diberikan.

Bagusnya mahasiswa seperti Yunus ini dibina saja ala militer, kalau memang polisi dengan mata batin bisa melihatnya sebagai aset bangsa. Atau mungkin ada menteri yang tertarik jadikan Yunus Pasau sebagai "Duta Demonstrasi" karena sudah viral namanya? Bagaimana menurut Anda?

Mahasiswa yang Memaki Jokowi Dianggap sebagai Aset Bangsa, Nggak Keliru Tuh?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/mahasiswa-yang-memaki-jokowi-dianggap-sebagai-aset-cx9B7393s1

Klik PAHAMI baru EKSEKUSI !!!!!

Klik juga KACAU atau Apa ??!!

Klik Sayap-Sayap Patah pro DENSUS 88 atau Anda Bela Teroris berbaju Agama !!?? 

Klik Mahasiswa DEMO terus ??!!! Memang punya SOLUSI?? atau Malah bikin rakyat tambah sengsara !!!!!

KLIK Ustadz Abdul Somad sang "Ustadz Kontroversial" kembali diundang Kepala Daerah di KalSel WARNING!! Politik Identitas Bermain, Benarkah??!! 

KLIK juga KalSel dalam Berita

Juga KLIK Kadrun itu Susah "Move On", Joget pun "SALAH" 

Klik ISTANA NEGARA 17an "Ojo dibandingke" VIRAL 

Klik Jangan BACA !!! 

KLIK di Amien Rais bilang "Gangguan Kejiwaan", ternyata Anaknya "Gangguan Jiwa", benarkah ??!!

Juga Klik Citayam Fashion Weeks : Koperasi 212 "penampung" Dana ACT..!!! Benar kah ini ???!!! Pendukung Anies & JIS gimana??

Klik Kenapa Pilih Ganjar ?!!!?

Klik Masih tentang ACT dan PKS, MANULIFE hingga BUMN serta Dana CSR

Klik juga ACT & PKS, Ustadz Bechi dan Gubernur Rasa Presiden !!!

Klik juga Mahasiswa "Bela Rakyat" atau "Bela Cukong yang membacking Mahasiswa" ..??!!!

Klik ACT (Aksi Cepat Tanggap) "TERBONGKAR" , VIRAL #JanganPercayaACT 

Klik juga VIRAL : Gabung PKS "HARAM" bagi GP Ansor !!!

Klik Super Hero Indonesia "Damaikan Dunia" !!!

Klik LITERASI , apa sih artinya ?? 

Klik Indonesia & Ukraina : Pertemuan tete-a-tete atau empat mata  

Silahkan klik Warga KalSel di "Waluhi OLIGARKI Daerah" atau Oligarki Pusat ?!!!

Klik Jejak Anies dan Intoleransi yang BERBAHAYA untuk Indonesia

Klik juga : Dunia HEBOH ... !!!

Silahkan klik Benturkan Agama !!! buat Cebong dan Kampret Berkelahi dan KADRUN Berjaya !!!

Klik RIBUT

klik juga "VIRAL" Film Lady Of Heaven dan VERSI LONDON (Syi'ah London, Sunni AS, HTI London Dll)

KELEBIHAN Bayar ?? VS Korupsi ... !!! 

Klik juga Saatnya Pakai Akal SEHAT, Bukan Pake Kata DUNGU !!!!!! 

Klik juga 2024 saatnya seluruh warga Banua Banjar KalSel turun memberikan suara !!!

Klik juga Politisisasi Agama menghasilkan HOAX yang Terpercaya !!! 

Warga Banua Banjar 2024 pengen yang Baru di parlemen KalSel !!!!

Dosen UNISKA yang terkesan Bela Edy Mulyadi dkk "Hina Kalimantan" bukan mewakili Anak Kalimantan dan DAYAK !!! 

Foto-foto BEM SI (Badan Executive Mahasiswa Seluruh Indonesia) dan simpatisannya ??!!??

DAYAK VIRAL : #MaafBolehSajaProsesHukumTetapBerjalan !!!!! 

Benang Merah DEMO di KalSel !!!

Silahkan klik ini juga : "Operasi Doktrin Terorisme ukhti FPI" : Muhammad Uhaib As’ad Ketua KAMI Kal-Sel sebut Rezim Sekarang "Tidak Berbeda" dengan Rezim ORBA ?!!!

Sebagai pelengkap klik ini juga ya : Fraksi PKS & Demokrat "Jangan Buang Badan" - DEMO : Muhammad Uhaib As’ad , Ahdiat Zairullah hingga Rocky Gerung

Info tambahan Klik juga Ade Armando Doa Kebaikan Untukmu : Cuci Otak "Anak Muda" akhirnya apapun SALAH tanpa AKHLAK

yang ini klik Saatnya PERCAYA TUHAN dan Jokowi !!! Demo 11 April 2022, MAHASISWA atau MAHASEWA ??!!! 

klik juga ini Demo 11 APRIL : Ustadz Ormas Terlarang HTI di "SANJUNG" di KalSel, ini buktinya !!! Benarkah kader Ormas Terlarang HTI !!!

klik ini Yang Batu Siapa ? Yang Tangan Siapa ? Apakah ormas Terlarang HTI dan FPI masih menggurita & "Mencuci otak" warga KalSel 

klik juga ini #JanganMaudiWALUHi

juga ini  Foto-foto BEM SI (Badan Executive Mahasiswa Seluruh Indonesia) dan simpatisannya ??!!??

yang ini juga klik #JokowiSelaluSALAH 

Jangan lupa klik ini juga  Mengenal Wakil Rakyat KALSEL dan Kota Banjarmasin 2019-2024

serta klik ini 2024 : Saatnya Partai baru SUKSES di KalSel hingga Indonesia !!!

klik juga Kalau PKS (Partai Keadilan Sejahtera) "Tumbang" dalam PEMILU 2019 akankah GARBI menjadi "Penggantinya" ??!!  

https://news.detik.com/berita/d-6028229/jenguk-ke-rs-grace-natalie-ungkap-kondisi-terkini-ade-armando

https://gusdurian.net/pernyataan-sikap-jaringan-gusdurian-mengutuk-segala-bentuk-kekerasan/

https://banjarmasin.tribunnews.com/2021/03/27/la-nyalla-mattalitti-dinilai-habib-banua-layak-jadi-presiden-ini-pertimbangannya  

Klik juga videonya dilink dibawah ini :

BONGKAR OTAK DALANG AKSI 11 APRIL

Di bantu share agar masyarakat tidak ikut ikutan🙏🙏 Salam Indonesia Damai
 

Re-post by MigoBerita / Selasa/06092022/12.23Wita/Bjm