Arsip Migo Berita

PAHAMI baru EKSEKUSI !!!!!


Migo Berita - Banjarmasin -
PAHAMI baru EKSEKUSI !!!!! 

Polri Ragu-ragu Ajukan Red Notice untuk Paul Zhang?

POLRI sepertinya sedang bingung dan ragu-ragu tentang rencananya untuk mengajukan Red Notice ke Interpol untuk Paul Zhang.

Berikut petikan berita dari Detik.com hari ini (21/4) "Kemarin dari hasil rapat imigrasi, dengan berbagai pertimbangan tetap kita upayakan mengajukan red notice ke Interpol. Nanti di Lyon akan dibahas apakah bisa masuk red notice atau tidak," ujar Kabareskrim Komjen Agus Andrianto di Mabes Polri, Rabu (21/4/2021).

"Ya mudah-mudahan kalau nanti red notice disetujui, kalau dia mau negara-negara yang masuk, Interpol akan menolak kalau misalnya yang bersangkutan masuk ke sana," ujarnya.

Sepertinya polisi Indonesia paham benar kalau Konstitusi Interpol (Artikel 3) melarang keras (strictly prohibited) Interpol untuk mengintervensi urusan AGAMA. Karena itu, hari ini Pak Agus Andrianto (Kabareskrim) dalam konferensi persnya tampak agak melemah, "Kita upayakan... bisa masuk atau tidak, ya mudah-mudahan disetujui"

Sepertinya, polisi sedang berpikir mencari cara untuk menjerat Paul Zhang. Saat ini polisi menjerat PZ dengan Pasal 28 (2) UU ITE, namun pasal ini harus ada topiknya, sekali lagi kalau topiknya tentang AGAMA, itu akan langsung ditolak oleh Interpol karena bertentangan dengan konstitus Interpol artikel 3.

Selain konstitusi Interpol, area kerja Interpol dibatasi oleh UNHR (Universal Declaration of Human Right), semua kebebasan yang dilindungi oleh UDHR tidak mungkin dilanggar oleh Interpol. Saya yakin POLRI paham benar bahwa kebebasan berbicara dan menyampaikan pendapat sangat dijaga dan dihargai di Eropa. Karena itulah keragu-raguan Polri sangat bisa dipahami.

Selain kesulitan-kesulitan di atas, saat ini Indonesia tidak mempunyai perjanjian ektradisi dengan negara-negara di Eropa, termasuk Jerman.

Bagaimana sekarang?

Masalah besar bagi Indonesia bukan Paul Zhang, ada masalah yang lebih mengancam, yaitu tumbuh suburnya ideologi Kilafah di Indonesia yang mengancam dasar negara kita, Pancasila. Hilangnya Pancasila dari PP 57 tahun 2021 adalah tanda besar dan serius ada oknum yang berusaha mengganti pancasila sebagai dasar negara. Karena itu tugas besar kita adalah bukan mengejar Paul Zhang, namun menjaga Pancasila agar tetap kokoh, sakti dan teguh sebagai filosofi hidup berbangsa dan benegara.

Beberapa hal praktis yang bisa dilakukan oleh POLRI dan Pemerintah Indonesia:

Pertama, untuk meredam Paul Zhang, ada baiknya POLRI dan pemerintah Indonesia urusi kesetaraan hidup beragama di Indonesia, misalnya tertibkan Yahya Waloni, UAS, Riziek Shihab, Munarman dan yang lain. Mereka sering menghina agama lain dan itu bukan rahasia lagi. Mengapa kepada mereka Polisi sepertinya tidak berdaya sedangkan dalam kasus Paul Zhang, Polri punya energi besar dan gerak cepan?

Jika mereka yang sering menghina agama lain ditertibkan dan ada keadilan hidup bergama di Indonesia, maka Paul Zhang tentu akan tenang dan memberitakan keyakinannya dengan tanpa harus teriak-teriak menuntut keadilan beragama.

Kedua, berikan kesempatan yang sama untuk beribadah, misalkan GKI Yasmin, pulihkan hak-hak mereka. Lindungi kebebasan beragama dan beribadah agama minoritas.

Ketiga, saat ini Indonesia sedang berduka karena banyak bencana, daripada anggaran negara dipakai untuk mengurus hal-hal yang meragukan, lebih baik kalau saat ini anggaran dipakai untuk menolong rakyat korban bencana di NTT dan di tempat lain. Masih banyak yang kekurangan makanan, obat dan pakaian.

Terakhir, POLRI jangan PHP ke masyarakat, kalau memang Red Notice tidak bisa didapat karena terbentur konstitusi Interpol, lebih baik jelaskan dengan gamblang agar masyarakat tidak berharap-harap cemas.

Tetap berdoa untuk Indonesia agar Pancasila tetap kokoh, kuat dan tidak tergoyahkan oleh ideologi Kilafah. Mengapa? Karena sejak 2015, negara-negara yang menganut ideologi Kilafah hidup dalam kesulitan besar, sehingga terjadi perpindahan penduduk dari Siria, Irak, Yordania, Timur Tengah secara besar-besaran ke Eropa. Mereka melihat Eropa sebagai tanah yang berlimpah susu dan madu dan mereka benar-benar aman di Eropa.

Keharmonisan hidup beragama di Indonesia tidak akan dicapai dengan cara menangkap dan menguhukum Paul Zhang, melainkan dengan cara menjamin kesetaraan kehidupan beragama di Indonesia. Umat mayoritas jangan merasa bebas melakukan apa saja dan umat minoritas jangan dibiarkan hidup dalam intimidasi.

Salam Bhineka Tunggal Ika, salam Pancasila.

Polri Ragu-ragu Ajukan Red Notice untuk Paul Zhang?

Sumber Utama : https://seword.com/umum/polri-ragu-ragu-ajukan-red-notice-untuk-paul-zhang-Sbeod2R0sE

Miris! Setelah Tsamara dkk, Kini Giliran Azmi Abubakar yang Mengundurkan Diri dari PSI

PSI saat ini bisa dibilang sedang mendapatkan cobaan berat. Pasalnya satu-persatu kader partai itu mengundurkan diri.

Padahal kader merupakan nyawa partai. Karena partai tanpa kader itu ibarat manusia tanpa jantung. Gak bisa hidup ferguso.

Beberapa partai yang masih punya kader saja ada yang hidup segan mati tidak mau. Seperti Partai Idaman, Partai Berkarya dan Partai Garuda. Apalagi partai yang tanpa kader.

Jadi kalau partai itu mau besar maka mau tidak mau mesti menambah jumlah kader. Bukan malah kader berkurang seperti PSI tersebut.

Lantas, siapa sajakah kader PSI yang sudah pergi meninggalkan partai yang berdiri pada 2014 silam itu?

Pertama, Tsamara Amany.

Sis Tsamara ini bisa dibilang politisi berbakat. Bayangkan saja di usianya yang baru 24 tahun, ia sudah dipercaya menjadi Jubir Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019 lalu. Ia juga pernah menjadi saksi dalam uji materi syarat calon independen dan turut mengajukan revisi UU Pilkada terkait dengan calon independen.

Di samping itu, Tsamara juga turut menggawangi berdirinya organisasi 'Perempuan Politik' bersama dua bestie-nya Gaby dan Nita.

Saat ikut nyaleg angota DPR-RI 2019 lalu sebenarnya perolehan suara Tsamara ini yang tertinggi kedua setelah Hidayat Nur Wahid. Hanya saja partainya tidak lolos parlemen threshold sehingga ia juga tidak berhasil masuk ke senayan.

Kalau seandainya dia nyalon DPR-RI lewat PDIP saja dulu, sis Tsamara ini sudah menjadi wakil rakyat sekarang bersama Hidayat Nur Wahid dari Dapil 2 DKI.

Dan berkat kepiawaiannya dalam berpolitik itu pula, ia mendapatkan beasiswa Fulbright untuk melanjutkan kuliah S-2 bidang Public Policy & Media Studies di New York University.

Nah, pada 18 April 2022 lalu Tsamara menyampaikan pernyataan yang mengejutkan yakni mundur dari PSI.

Memang sis Tsamara mengatakan alasan pengunduran dirinya itu karena ingin fokus menyuarakan kepentingan perempuan. Tapi tidak menutup kemungkinan alasan sebenarnya adalah ia melihat tidak ada prospek sama sekali berkarir di PSI.

Kedua, Sunny Tanuwidjaja

Bro Sunny ini bisa dibilang turut menggawangi berdirinya PSI pada 2014 silam. Dan ia juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pembina PSI.

Eh tiba-tiba meninggalkan partai yang dipimpin oleh Giring Nidji itu.

Alasannya karena memiliki perbedaan pandangan dengan PSI.

Padahal Sunny ini orangnya sangat paham lho soal politik. Ia merupakan doktor bidang politik dari Universitas Northern Illionis, Amerika Serikat dan pernah menjadi peneliti di Central for Strategic and International Studies (CSIS).

Oleh sebab itulah kala itu ia dipercaya menjadi staf ahli Ahok saat menjabat sebagai Wagub DKI.

"Sunny saat itu kerja di CSIS bidang politik. Suka mengkaji buku. Kami banyak bicara. Jadi teman ngobrol. Istilahnya jadi orang bertukar pikiran, perlu analisa, ada berita, memberikan pandangan-pandangan politik," ujar Ahok waktu itu.

Artinya apa? Keberadaannya serta keilmuannya sebenarnya sangat dibutuhkan oleh PSI.

Tapi sungguh sayang, sekarang Sunny tidak hanya meninggalkan PSI tapi juga menjadi pendukung Anies. Kwkwkwk

Ketiga, Surya Tjandra

Bro Surya ini merupakan kader PSI yang cukup potensial. Bahkan karena begitu menonjolnya dia, pernah ditunjuk menjadi Wakil Menteri Agraria oleh Jokowi.

Hanya saja posisinya tersebut digantikan oleh Raja Juli Antoni pada 15 Juni 2022 silam.

Nah, pasca direshuffle inilah Surya memilih berseberangan dengan PSI. Ia secara terang-terangan mengatakan mendukung Anies pada Pilpres 2024.

Padahal kita tahu sendiri PSI memposisikan diri kontra dengan Anies dan sudah menyatakan tidak akan mendukung Gubernur DKI itu.

Memang sih Surya belum secara resmi mengundurkan diri atau dipecat dari PSI. Tapi ketika dia memutuskan untuk berlawanan dengan partai itu maka secara de facto ia sudah bukan kader PSI lagi.

Dan keempat atau terakhir adalah Azmi Abubakar

Si Azmi ini sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPW PSI Banten. Kemudian ia ditunjuk menjadi Dewan Pembina DPP PSI.

Hingga pada Rabu, 31 Agustus 2022 lalu ia menyampaikan pernyataan yang cukup mengejutkan yakni mundur dari PSI.

"Sahabat semua, bersama ini saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Dewan Pembina DPP PSI periode 2019-2024 dan juga sebagai kader PSI," ujar Azmi melalui akun Twitternya @Azmiabubakar12

-o0o-

KeEmpat ANTUNG RIDUAN beliau KETUA DPD PSI Banjarmasin (Tambahan Pen)

Resmi mundur sejak tanggal 28 Agustus 2022 karena merasa kurang mumpuni, padahal Vokalis Grup Band The Moses asli Banjarmasin ini terbilang cukup membuat terkenal PSI di kota Banjarmasin khususnya dan umumnya di Kalimantan Selatan.

Lama-kelamaan kader PSI potensial habis kalau begini terus.

Atau dengan kata lain partai ini tidak lebih baik dari Partai Ummat yang juga banyak ditinggalkan kader.

Sudah saatnya Giring dkk berbenah total kalau tidak mau tenggelam dalam lautan luka dalam. Seperti Partai Idaman dan partai besutan Farhat Abbas -Partai Pandai.

Miris! Setelah Tsamara dkk, Kini Giliran Azmi Abubakar yang Mengundurkan Diri dari PSI

Sumber Utama : Tambahan Pen dan https://seword.com/politik/miris-setelah-tsamara-dkk-kini-giliran-azmi-6gzVALYVBv

Pergoki Pungutan Agamis untuk Murid SD, Ganjar Siap Ambil Tindakan Tegas

Aksi Ganjar menyelidiki program sekolah gratis untuk jenjang SD sampai SMA dengan menanyai anak-anak SD, mendapat sorotan dari warganet yang melihat tayangan itu. Fokus warganet tak hanya pada materi obrolan Ganjar dengan anak-anak sekolah itu, tapi juga reaksi muka yang terlihat menahan malu, dari sosok pria yang tampaknya adalah kepala sekolahnya.

Tak disebutkan di mana lokasi sekolah yang dimaksud, tapi tetap saja kita sudah bisa mendapat alasan untuk curiga bahwa aksi yang dapat disebut sebagai "pungutan agamis" berupa infaq itu mungkin saja terjadi di banyak sekolah negeri, tak hanya di Jawa Tengah.

Seharusnya kalau sekolah gratis, ya gratis saja. Tak boleh ada pungutan lagi, kecuali atas dasar kesepakatan dengan orangtua murid melalui rapat yang berlangsung secara demokratis dan fair. Apa pun namanya, jika sampai sekolah menarik pungutan di luar ketentuan resmi, ya tetap saja dapat disebut pelanggaran aturan.


Mungkin pihak sekolah merasa kalau iuran masih berbau istilah duniawi. Berbeda dengan infaq, yang mungkin akan mampu menyentuh sisi kerelaan hati hingga aksi berkorban karena ada aroma-aroma surganya. Entah bagaimana seandainya di sekolah itu apakah ada siswa-siswi non-muslim di sana, juga apakah seandainya ada, mereka diwajibkan pula memberi infaq atau dibebaskan memilih.

Pemakaian istilah agamis ini juga mungkin dijadikan semacam cara supaya pungutan bisa berjalan dengan lancar. Meski bertujuan baik sekalipun, sebenarnya pungutan di luar ketentuan atas nama apa pun tidak diperkenankan.

Hal yang menarik adalah sisi ketegasan Ganjar mendengar anak-anak ini tetap ditarik pungutan, karena dia berjanji akan "mengeksekusi" alias mengambil tindakan tegas.

Bisa jadi setelah ini akan ada pemeriksaan menyeluruh guna memastikan tidak ada pungutan liar di seluruh sekolah tingkat SD hingga SMA negeri di Jawa Tengah.


Apakah kita pantas terkejut dengan temuan pemberian "infaq" di sekolah negeri ini? Rasanya tidaklah ya, tapi kalau mau pura-pura kaget sedikit ya silakan saja. Kalau saya sih tidak kaget. Ayo kalau berani dibuktikan saja soal transparansi laporan keuangan sekolah sejak program Sekolah Gratis ini diberlakukan di sekolah negeri.

Kalau perlu Ganjar bisa bikin ajang penilaian laporan keuangan terbaik dari setiap jenjang sekolah, disertai sedikit "ancaman" kalau ada yang ketahuan pungli, maka pihak sekolah wajib mengembalikan semua uang dari orangtua siswa. Berani?

Pergoki Pungutan Agamis untuk Murid SD, Ganjar Siap Ambil Tindakan Tegas

Sumber Utama : https://seword.com/politik/pergoki-pungutan-agamis-untuk-murid-sd-ganjar-WQSAVw4eTL

Kerja 5 Tahun, Terima Uang Pensiun Seumur Hidup bahkan bisa Diwariskan. Super kan?

Kala itu, di tahun 2018, Wapres Jusuf Kalla pernah bilang:"Apa yang dibutuhkan sebagai anggota DPR? Kepintaran untuk berbicara, berdebat, diskusi.

Kalau anda ingin pintar berdebat dan diskusi, mau tidak mau harus belajar terus, membaca terus, jangan hanya baca majalah, musti baca buku, ikut diskusi supaya terhindar dari 4D; datang, duduk, diam, duit. Bisa-bisa 5D; ditangkap."

Kalau sekarang malah saya tambah satu D lagi, di tengah-tengah posisinya. Jadi 6 D. Datang, duduk, diam, dolanan HP (main twitter, instagram, nonton video esek-esek), terima duit, dan bisa ditangkap karena bermain anggaran dan bekerjasama dengan mitra komisi, biasanya. Asyik kan.

Pada Mei 2022 mencuat berita, anggota DPR Fraksi PDIP Harvey Malaihollo akhirnya diperiksa oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI terkait kasus diduga nonton porno saat rapat. Namun kasus Harvey pun diputuskan untuk dihentikan usai dinilai tidak berniat melakukan hal tersebut.

Judul di atas itu adalah khusus untuk anggota DPR yang terhormat. Ternyata, ada undang-undang yang entah usulan pemerintah atau DPRRI waktu itu, yang intinya, mereka hanya kerja 5 tahun tapi terima uang pensiunan yang dapat diwariskan secara turun temurun.

Boro-boro kerja. Lima tahun itu memang masa jabatan angota DPR-RI dalam satu periode. Selama lima tahun itu belum tentu lho mereka kerja. Yaitu tadi, mereka hanya datang, duduk, diam, dolanan HP, terima duit, dan kalau lagi apes ya ditangkap.

Kalau ada yang bilang uang pensiunan PNS, sekarang namanya Aparatur Sipil Negara (ASN) membebani APBN, ternyata masih belum seberapa bila dibandingkan yang diterima anggota DPR. Sebab, setiap anggota DPR akan mendapat uang pensiun seumur hidup meski hanya menjabat dalam satu periode atau selama 5 tahun.

Berdasarkan pasal 17-19, UU Nomor 12 tahun 1980 tentang Hak Keuangan/Administratif Pimpinan dan Anggota Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara serta Bekas Pimpinan Lembaga Tinggi/Tinggi Negara dan bekas anggota Lembaga Tinggi Negara, uang pensiunan tersebut bisa diwarisi kepada istri/suami hingga anak mereka.

"Pasal 17 mengatur, apabila penerima pensiun meninggal maka istri sah atau suami sah berhak mendapatkan uang pensiun. Kemudian, pasal 18 mengatur pemberian pensiun kepada janda/duda," tulis UU Nomor 12 tahun 1980, dikutip Jumat (26/8).

Sementara pasal 19 mengatur, jika pimpinan Lembaga Tinggi/Tinggi Negara dan bekas anggota Lembaga Tinggi Negara tidak punya suami/istri maka anak pertamanya sebelum berusia 25 tahun berhak mendapatkan hak pensiun.

"Dalam pasal 16 dijelaskan bahwa pembayaran uang pensiun dihentikan apabila yang bersangkutan meninggal dunia atau diangkat kembali menjadi Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara atau Anggota Lembaga Tinggi Negara," tulis aturan tersebut.

Alhasil, jika seorang mantan anggota DPR meninggal dunia, uang pensiunannya tetap mengalir jika masih memiliki istri/suami atau anak yang masih di bawah umur 25 tahun.

Sementara itu, jika diangkat kembali menjadi DPR atau Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara atau Anggota Lembaga Tinggi Negara lainnya, otomatis uang pensiun tersebut akan berhenti.

Biasanya, kalau anggota DPR itu hanya menjabat satu periode saja, dia bukanlah politisi, melainkan seorang pengusaha. Pokoknya orang kaya lah. Dia bisa menyogok petinggi partai untuk dapat tiket ke senayan.

Setelah itu dalam kampanyenya, mereka juga menghambur-hamburkan uang untuk membeli suara pemilih. Lha, yang pekerja partai beneran, karena tidak ada uang cukup untuk membeli suara, maka gagallah dia ke senayan.

Kalau UU ini dinilai memberat-bebani APBN, mengingat jumlah pensiunan anggota DPR-RI pasti ada ribuan, ya direvisi saja. Apa bisa? Oya, ya……. Ini kan menyangkut isi perut anggota dewan yang terhormat. Menkeu baru bisik-bisik saja, langsung sudah dipending.

Dengan kata lain, negara memberikan tunjangan kepada ribuan orang kaya yang pernah jadi angota DPR. Padahal, ibaratnya negara ‘menggarami’ lautan yang memang sudah asin lho. Rekeningnya pasti tidak akan pernah dilihat. Uang baru diambil kalau sudah ada acara yang tidak penting-penting amat.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti turut mengomentari hal tersebut. Melalui akun resmi Twitter-nya, Susi mengaku setuju terkait pemberitaan media mengenai beban yang ditanggung pemerintah terkait penyaluran dana pensiun DPR.

Pasalnya, anggota DPR tetap mendapatkan uang pensiun meski masa jabatannya hanya sekitar 5 tahun saja. Bukan hanya itu, dalam cuitan yang sama Susi mengusulkan agar menteri juga tidak perlu diberikan uang pensiun.

"Saya setuju seperti kami menteri juga tidak perlu diberi pension. (baru cek hr ini ada rek. di mandiri Taspen," ujar dia melalui akun Twitter @susipudjiastuti, dikutip Senin (29/8/2022).

Ternyata, masih banyak uang yang digelontorkan dengan tidak tepat sasaran ya? Orang kaya malah diurusi dan diberikan fasilitas pensiunan oleh pemerintah. Sementara, banyak rakyat yang masih megap-megap butuh tetesan uang untuk menyambung hidup dalam kesehariannya malah diabaikan.

Selalu saja ada ketimpangan.

Kerja 5 Tahun, Terima Uang Pensiun Seumur Hidup bahkan bisa Diwariskan. Super kan?

Sumber Utama : https://seword.com/umum/kerja-5-tahun-terima-uang-pensiun-seumur-hidup-scSmXq816G

Rizieq dan Bahar Peluk-pelukan, Sesama Eks Napi Harus Saling Dukung!

Ketika Bahar cium kaki Rizieq saya melihat bahwa adanya sebuah lelucon yang benar-benar dimunculkan oleh mereka. Dua-duanya itu adalah mantan narapidana kasus yang penyebaran hoax dan ujaran kebencian.

Saya kira ini adalah sebuah hal yang paling lucu bahkan ada orang-orang yang membawa-bawa nama Rasul untuk membenarkan tindakan kedua orang ini.

Selama ini kita melihat apa yang dikerjakan oleh Rizieq dan Bahar adalah ujaran kebencian dan juga kata-kata kasar yang sering kali keluar dalam bentuk ucapan makian di dalam dirinya.

Apalagi dengan rambut pirang yang nggak jelas dan bikin malu karena mirip dengan orang asing, Bahar ini kelihatannya sedang mencari muka dan mau jadi penerusnya Rizieq. Saya berharap mereka sudahlah cepat-cepat saja dapat bidadari daripada bikin onar di negara kesatuan republik Indonesia.

Karena bagi saya surga bukanlah tempat bagi radikalis yang suka maki-maki dan mendukung Anies Baswedan dengan menghalalkan segala cara. Rizieq dan Bahar peluk-pelukan seperti Teletubbies di markas Petamburan yang di mana saat itu TNI menyobek-nyobek baliho dari Rizieq yang berbau-bau radikal.

Kita tahu bersama-sama bahwa Rizieq ini masih ada kasus-kasus yang nyangkut di kepolisian dan sampai saat ini masih diproses. Banyak banget orang-orang dan kadal gurun yang meresponi Twitter peluk-pelukan antara Rizieq dan Bahar ini dengan gegap gempita.

Padahal saya yakin mereka itu adalah orang-orang yang sedang mengangkat nama Rizieq untuk menghancurkan NKRI. Kita tahu sendiri kasus di KM 50 yang membuat polisi harus mengambil tindakan tegas dan terukur kepada pendukung Rizieq, betul-betul terjadi dan sesuai dengan fakta.

Setahu saya pembenci pemakai dan provokator itu tidak mendapatkan tempat di surga. Saya nggak ngerti dari video itu bahar lagi mau cium kaki Rizieq atau ngapain ya deket-deket ke daerah perutnya Rizieq. Tapi ya nggak papa lah namanya usaha kan?

Banyak banget orang-orang yang menganggap Rizieq dan Bahar adalah pejuang agama. Padahal kelihatannya yang diperjuangkan itu adalah Prabowo. Cara-cara mereka mencoba untuk memenangkan Prabowo adalah cara-cara yang sangat kotor.

Lihat Rizieq saya jadi inget Firza. Sedangkan lihat Bahar saya jadi mengingat celana. Ya jelas bukan karena asumsi saya, tapi karena kata-kata yang mereka munculkan ini memang mengaitkan kepada celana dan juga Firza. Banyak banget yang katanya terharu melihat kedua orang ini peluk-pelukan seperti Teletubbies.

Padahal waktu saya lihat saya sih ketawa-tawa aja karena melihat eks narapidana dengan eks narapidana.Ya, gapapa lah, namanya saja usaha. Anggap saja mereka lagi mau bangun narasi untuk mengangkat Anies Baswedan yang bentar lagi mau dibuang ke tong sampah politik oleh rakyat Jakarta.

Rizieq dan Bahar Peluk-pelukan, Sesama Eks Napi Harus Saling Dukung!

Sumber Utama : https://seword.com/politik/rizieq-dan-bahar-peluk-pelukan-sesama-eks-napi-yunCTh5mqI

Berjuluk Ustadz Sejuta Umat, Tabligh Akbar UAS di Masjid Ar Raudhah Sungai Andai Dibanjiri Jamaah

TABLIGH akbar penceramah kondang, Ustadz Abdul Somad Batubara (UAS) di Masjid Ar Raudhah, Sungai Andai, dipadati ribuan jamaah, Kamis (1/9/2022) malam.

RIBUAN jamaah memutih baik di ruang induk maupun halaman Masjid Ar Raudhah demi mendengarkan tausyiah dari UAS. Bahkan, menyebar hingga ke komplek perumahan di kawasan padat penduduk di Banjarmasin Utara ini.

Ulama yang menyandang gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara ini kembali menekankan pentingnya pendidikan ilmu agama Islam bagi generasi penerus. Terkhusus di Banjarmasin dan Kalimantan Selatan.

“Sebab, ilmu agama itu bermanfaat bagi dirinya, keluarga dan warga masyarakat. Sebab, apapun profesi pekerjaan, tanpa dibekali ilmu agama, tentu tidak mendapatkan berkah,” ucap dosen UIN Sultan Syarif Kasim Riau dan STAI Al Azhar Pekanbaru ini.

Dalam kegiatan kemasyarakatan, UAS juga berharap agar giat bersedekah. Seperti berdonasi pembangunan masjid, lembaga pendidikan Islam, fasilitas sosial dan lainnya.

“Umat Islam harus maju. Nah, jika para dermawan muslim membantu lembaga pendidikan Islam maka harta yang dinafkahkan itu bermanfaat. Serta ilmu agama pun tegak,” kata UAS.

Jamaah membludak demi mendengarkan ceramah dari Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Ar Raudhah, Sungai Andai, Banjarmasin. (Foto Pemko Banjarmasin)
Sebelum UAS berceramah, lantunan ayat suci Alquran dibacakan qori Muhammad Rizky Soleh serta syair-syair maulid Alhabsyi. Jamaah membludak, tak hanya memenuhi halaman Masjid Ar Raudhah Sungai Andai, namun juga menyebar ke komplek perumahan. Apalagi, tabligh akbar UAS ini juga disiarakan secara live streaming via Youtube Ar Raudhah.“UAS merupakan ustadz sejuta umat. Kegiatan tabligh akbar ini memang untuk menyambung peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-496 tahun pada September ini,” ucap Walikota Ibnu Sina. Tak hanya jamaah dari Banjarmasin dan sekitarnya. Muhammad Taberani mengaku datang dari Gudang Hirang, Sungai Tabuk. “Kami senang dengan ceramah UAS yang tegas tapi juga humoris. Banyak wawasan dan ilmu agama Islam didapat dari cemarah UAS,” imbuhnya.
UAS
Tausyiah UAS di hadapan ribuan jamaah di Masjid Ar Raudhah Sungai Andai Banjarmasin

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/09/02/berjuluk-ustadz-sejuta-umat-tabligh-akbar-uas-di-masjid-ar-raudhah-sungai-andai-dibanjiri-jamaah/

Tak Disangka Megawati Ketum Partai Besar Takut Pada Orang ini

Setiap orang mempunyai ketakutannya masing-masing. Biasanya objek yang ditakutkan sering berbeda-beda terkadang di luar perkiraan masyarakat umum. Seperti aktor laga nasional bahkan internasional Iko Uwais. Bintang film The Raid yang melambungkan namanya di dunia ternyata mempunyai ketakutan tersendiri.

Tak disangka Iko Uwais dibalik kekejammnya dalam membantai musuh-musuhnya takut terhadap sesuatu yang tidak umum bahkan sepele. Kita tak menyangka jika seorang Iko takut terhadap kerupuk.

Betul sekali kerupuk yang sehari-hari menjadi teman makan kita. Makanan yang rasanya asin gurih berbentuk bundar serta harganya sangat murah. Entah bagaimana seorang aktor laga jago berkelahi malah takut pada kerupuk.

Ada lagi seorang pria muda yang dikenal sebagai pawang ular. Segala macam ular mulai dari yang biasa sampai yang berbisa luar biasa mematikan takluk ditangan pemuda ini. Dia adalah Panji Petualang.

Sering wara-wiri di televisi swasta nasional, membuatnya makin terkenal. Kemampuannya dan kedekatannya terhadap ular berbicara seperti King Cobra membuat kita ngeri. Tapi siapa sangka dibalik keahlian yang jarang dimiliki orang lain, ternyata Panji mempunyai ketakutan yang sepele.

Ternyata dan tak disangka Panji takut terhadap binatang kecil yang sama sekali tidak berbahaya. Bintang kecil musuh utama Panji adalah kecoa. Betul sekali binatang kecil yang sering berada di rumah-rumah warga ini ternyata binatang yang paling ditakuti Panji. Ada-ada saja ternyata.

Rasanya mayoritas masyarakat Indonesia tahu siapa perempuan istimewa ini. Beliau adalah salah satu tokoh nasional yang sangat disegani para pejabat negeri ini. Bahkan sangat banyak pejabat tinggi di Indonesia yang merupakan anak buahnya.

Beliau adalah Megawati Soekarnoputri Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Partai ini sangat besar dan tangguh bahkan mampu memenangkan dua pemilu berturut-turut yakni tahun 2014 dan 2019.

Banyak pejabat tinggi negeri ini merupakan anak buahnya. Ini bukan bualan apalagi hoaks. Bahkan Presiden Indonesia sekarang ini yakni Presiden Joko Widodo merupakan anak buah Megawati. Karena Jokowi merupakan kader PDI Perjuangan partai yang Megawati pimpin.

Megawati pernah terus terang bahwa hanya seorang yang dia takuti sedangkan yang lainnya tidak. Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengaku hanya takut kepada putrinya yang juga Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Menurut Megawati, Puan memang secara ketat memperhatikan kesehatannya. Pengakuan itu disampaikan Megawati saat memberikan sambutan di acara bertajuk 'Demo Memasak Tanpa Minyak Goreng', yang digelar di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (28/3/2022). Megawati hadir secara virtual.

Puan menurut Megawati me-lockdown dirinya agar tidak kemana-mana, tidak pergi jauh. Cukup menjalankan tugas kepartaian dari rumah karena masih adanya COVID-19 yang belum benar-benar sirna.

Hal ini tentu saja bukan takut secara harfiah benar-benar takut. Tapi takut karen menghargai dan menghormati rasa sayang putrinya demi kesehatan Megawati sendiri.

Tak Disangka Megawati Ketum Partai Besar Takut Pada Orang ini

Sumber Utama : https://seword.com/politik/tak-disangka-megawati-ketum-partai-besar-takut-NdOnTNtsZY

Pencegahan Kekerasan Seksual Harus Dibuat Segera

Seorang guru agama berinisial AM ditangkap oleh Polres Batang, Jawa Tengah karena mencabuli siswi-siswinya. Modus yang digunakan adalah adanya tes kejujuran untuk perekrutan pengurus OSIS.

“Dari pengakuan kepada kami, tersangka ini melakukan tindakan itu pada 20 siswa lebih. Ini baru pengakuan tersangka. Dari pengakuan tersangka, ia melakukan sejak bulan bulan Juni hingga Agustus di sekitar lingkungan sekolah,” kata Kasatreskrim Polres Batang, AKP Yorisa Prabowo seperti dikutip dari detik.com.

Dari olah TKP awal yang sudah dilakukan, guru agama ini melakukan perbuatan bejatnya di ruang OSIS, ruang kelas dan mushola sekolah. Sebagai pembina OSIS, guru agama ini menggunakan rayuan kepada siswi-siswinya yang ingin menjadi pengurus OSIS.

Sebelumnya diberitakan pula bahwa ada guru ngaji berinisial C yang ditangkap oleh Polres Cigudeg, Bogor. Dia ditangkap karena diduga melakukan pencabulan kepada 5 orang anak didiknya. Alasan yang digunakannya adalah agar muridnya cepat pintar.

Apakah anda kaget ketika membaca berita semacam itu? Saya sih tidak. Mungkin karena beberapa waktu lalu dijejali oleh berita pencabulan di pesantren maupun di sekolah Selamat Pagi Indonesia. Mungkin juga karena kasus pencabulan seperti ini seringkali dibicarakan hangat sesaat saja lalu menghilang tanpa tindak lanjut pencegahan.

Apakah anda heran ketika membaca rayuan pelaku yang sepertinya sederhana saja? Saya tidak heran. Ada relasi kekuasaan disana. Guru di pihak yang berkuasa sementara murid di pihak yang dikuasai. Alasan sekecil apa pun bisa membuat murid merasakan tekanan atau ketakutan untuk menolak. Itu pula yang terjadi dalam pelecehan seksual di pesantren dan tempat lain.

Apakah anda prihatin dengan berita semacam itu? Kalau saya sih prihatin. Kejadian yang sama terus berulang dan dilakukan oleh oknum-oknum yang seharusnya menjaga moral anak didiknya. Bagi saya, kasus pencabulan ini sama seperti kasus polisi tembak polisi. Polisi khan penjaga hukum tetapi malah melakukan perbuatan melanggar hukum. Guru khan seharusnya mendidik siswa tetapi ini malah merusak masa depan siswa.

Institusi kepolisian melakuan bersih-bersih setelah ada kasus polisi tembak polisi. Karena itulah, adanya kasus guru cabul, pengurus pondok pesantren cabul atau pun pemuka agama cabul seharusnya juga menjadi kesempatan untuk bersih-bersih institusi yang terkait. Jangan sampai kasus pencabulan yang dilakukan oknum ini hanya lewat begitu saja dan ramai lagi saat kembali terulang kasus yang sama.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa) harus turun tangan untuk mencegah pencabulan terhadap anak dan perempuan kembali terjadi. Kemenpppa bisa bekerjasama dengan kementerian lain yang terkait seperti kementerian pendidikan maupun kementerian agama atau kementerian lain yang terkait.

Harus ada produk hukum yang jelas yang mengatur sanksi para pelaku pencabulan, apalagi untuk pencabulan anak di bawah umur. Tidak cukup hanya dibina saja para pelaku tersebut. Selain itu, pengawasan kepada guru, dosen, pemuka agama maupun pihak lain yang mempunyai kekuasaan dalam instansi tertentu harus diperkuat.

Tentu saja pengawasan itu tidak bisa kalau hanya diserahkan kepada keluarga atau masyarakat. Perlu sistem pengawasan yang sistematis sehingga masyarakat pun bisa ikut berpartisipasi untuk mengawasi. Tugas negaralah untuk menciptakan sistem sementara masyarakat membantu dalam implementasi di lapangan.

Selain itu, anak-anak dan perempuan harus dibekali mental yang kuat untuk berani menolak dan melaporkan. Tindakan pencabulan bisa terjadi berulang-ulang karena korban seringkali tidak berani menolak atau melaporkan. Ada rasa malu dan takut untuk mengungkap secara utuh.

Malu karena bisa dipandang negatif oleh publik dan takut karena bisa jadi tidak dipercaya karena tidak mempunyai bukti. Karena itulah, mental anak dan perempuan harus ditingkatkan agar berani menolak atau melaporkan saat menjadi korban pelecehan seksual.

Tentu saja saya berharap tidak akan ada pencabulan lagi kepada siapa pun. Hanya saja, jika tidak ada tindakan jelas untuk pencegahan, rasanya kasus-kasus pencabulan akan terus ada.

Pencegahan Kekerasan Seksual Harus Dibuat Segera

Sumber Utama : https://seword.com/umum/pencegahan-kekerasan-seksual-harus-dibuat-segera-rWlmjjzBD8

Pergoki Pungutan Agamis untuk Murid SD, Ganjar Siap Ambil Tindakan Tegas

Aksi Ganjar menyelidiki program sekolah gratis untuk jenjang SD sampai SMA dengan menanyai anak-anak SD, mendapat sorotan dari warganet yang melihat tayangan itu. Fokus warganet tak hanya pada materi obrolan Ganjar dengan anak-anak sekolah itu, tapi juga reaksi muka yang terlihat menahan malu, dari sosok pria yang tampaknya adalah kepala sekolahnya.

Tak disebutkan di mana lokasi sekolah yang dimaksud, tapi tetap saja kita sudah bisa mendapat alasan untuk curiga bahwa aksi yang dapat disebut sebagai "pungutan agamis" berupa infaq itu mungkin saja terjadi di banyak sekolah negeri, tak hanya di Jawa Tengah.

Seharusnya kalau sekolah gratis, ya gratis saja. Tak boleh ada pungutan lagi, kecuali atas dasar kesepakatan dengan orangtua murid melalui rapat yang berlangsung secara demokratis dan fair. Apa pun namanya, jika sampai sekolah menarik pungutan di luar ketentuan resmi, ya tetap saja dapat disebut pelanggaran aturan.


Mungkin pihak sekolah merasa kalau iuran masih berbau istilah duniawi. Berbeda dengan infaq, yang mungkin akan mampu menyentuh sisi kerelaan hati hingga aksi berkorban karena ada aroma-aroma surganya. Entah bagaimana seandainya di sekolah itu apakah ada siswa-siswi non-muslim di sana, juga apakah seandainya ada, mereka diwajibkan pula memberi infaq atau dibebaskan memilih.

Pemakaian istilah agamis ini juga mungkin dijadikan semacam cara supaya pungutan bisa berjalan dengan lancar. Meski bertujuan baik sekalipun, sebenarnya pungutan di luar ketentuan atas nama apa pun tidak diperkenankan.

Hal yang menarik adalah sisi ketegasan Ganjar mendengar anak-anak ini tetap ditarik pungutan, karena dia berjanji akan "mengeksekusi" alias mengambil tindakan tegas.

Bisa jadi setelah ini akan ada pemeriksaan menyeluruh guna memastikan tidak ada pungutan liar di seluruh sekolah tingkat SD hingga SMA negeri di Jawa Tengah.


Apakah kita pantas terkejut dengan temuan pemberian "infaq" di sekolah negeri ini? Rasanya tidaklah ya, tapi kalau mau pura-pura kaget sedikit ya silakan saja. Kalau saya sih tidak kaget. Ayo kalau berani dibuktikan saja soal transparansi laporan keuangan sekolah sejak program Sekolah Gratis ini diberlakukan di sekolah negeri.

Kalau perlu Ganjar bisa bikin ajang penilaian laporan keuangan terbaik dari setiap jenjang sekolah, disertai sedikit "ancaman" kalau ada yang ketahuan pungli, maka pihak sekolah wajib mengembalikan semua uang dari orangtua siswa. Berani?

Pergoki Pungutan Agamis untuk Murid SD, Ganjar Siap Ambil Tindakan Tegas

Sumber Utama : https://seword.com/politik/pergoki-pungutan-agamis-untuk-murid-sd-ganjar-WQSAVw4eTL

Maskot Rasisme, Anies Baswedan Panik Menghitung Hari Pemecatan Dirinya!

Kita harus dukung gerakan masyarakat untuk membuang Anies Baswedan ke ujung karir politik. Saya melihat sudah terlalu banyak kerusakan-kerusakan yang dimunculkan karena sosok ini. Anies Baswedan adalah maskot dari intoleransi dan radikalisme yang ada di Indonesia.

Dia adalah simbol perpecahan dari negara kesatuan republik Indonesia yang dikenal dengan negara yang seharusnya penuh dengan keragaman dan toleransi. Namun orang ini sepertinya berselancar dengan nikmat di atas badai intoleransi yang sengaja dibesar-besarkan.

Menghancurkan karakter dari Basuki Tjahaja Purnama yang dikenal dengan nama panggilan Ahok. Padahal kalau mau dikata dia ini tidak bisa berbuat apa-apa karena memang rekam jejaknya adalah rekam jejak yang tidak baik.

Dipecat dari kursi menteri hanya dalam waktu kurang satu tahun, membuat kita bertanya-tanya apa tujuan presiden Joko Widodo. Saya pun saat itu bingung kenapa Jokowi membuang menteri yang baik.

Saya sempat ingin membela manusia rasis ini. Tapi saya memilih untuk diam karena percaya bahwa pilihan reshuffle dari presiden Joko Widodo adalah yang terbaik di tengah-tengah keadaan yang buruk. Rizal Ramli, Sudirman Said, dan juga Anies Baswedan masuk ke dalam nama-nama menteri yang direshuffle di awal-awal.

Membuat kita bertanya-tanya namun pada akhirnya memahami bahwa orang ini tidak bisa kerja dan memang diduga kuat menggunakan dana kementerian pendidikan untuk pamer-pameran di Frankfurt Jerman.

Tidak selesai sampai sana Anies Baswedan ternyata orangnya kelihatan banget pendendam. Dia mendekati Prabowo yang saat itu merupakan rival dari presiden Joko Widodo dan menggoda Prabowo agar bisa dijadikan calon gubernur DKI Jakarta dari Gerindra.

Kelihatannya dia sangat piawai memainkan emosi orang karena kita tahu sendiri bahwa Basuki Tjahaja purnama saat itu juga sudah keluar dari Gerindra, karena mau mendukung presiden Joko Widodo untuk kontestasi pilpres di tahun 2014.

Dan saya yakin banget bahwa Gerindra ini juga benci banget sama Ahok saat itu. Pada akhirnya Jusuf Kalla pun mengaku bahwa dia menjadikan Anies Baswedan sebagai kandidat dan menyodorkannya ke Prabowo.

Dan kita lihat sama-sama awal kehancuran DKI Jakarta mulai terbentuk di tahun 2016-2017. Rumah-rumah ibadat dijadikan sarang radikalisme dan dijadikan tempat pemujaran kebencian kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Singkat cerita Anies menang dan Ahok kalah. Kehancuran semakin lama semakin parah dan perpecahan terjadi timbul terus-menerus. Rizieq berkoar-koar keras-keras untuk memenjarakan Ahok.

Mesin-mesin politik rasis dan radikal terus memanaskan kontestasi Pilkada dengan tidak sehat. Akhirnya Pilkada berlangsung dengan sangat brutal dan tidak pernah tercatat di dalam sejarah sebelumnya bahwa orang radikal bisa menang di Indonesia.

Menjadi gubernur pada akhirnya membuat rakyat sadar bahwa dia harus dibuang segera ke ujung residu politik. Dulu kemenangan Anies Baswedan dirayakan oleh umat gurun. Tapi sekarang sebentar lagi kita akan merayakan Jakarta buang Anies Baswedan ke tempat buang residu politik.

Karir politiknya harus dihabiskan sesegera mungkin dan jangan sampai dia diusung menjadi calon presiden. Tapi saya rada-rada pesimis karena Rizieq dan Bahar sudah balik ke masyarakat untuk terus-menerus menyebarkan paham-paham yang tidak sesuai dengan prinsip kenegaraan kita.

Dan itulah hal yang disukai oleh Anies Baswedan tentunya. Buat saya memilih Ganjar Pranowo adalah hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar lagi. Karena selama ini Ganjar Pranowo mempertontonkan posisi yang begitu berseberangan dengan Anies Baswedan dan kelompok-kelompok kadal gurun.

Ganjar Pranowo mendedikasikan dirinya untuk negara ini dan tidak mau melihat latar belakang agama dari orang-orang yang dilayaninya. Tidak dengan sengaja bikin ribet rakyatnya dengan mengganti nama jalanan untuk kepentingan pribadi.

Buat saya kita harus memastikan sebagai rakyat indonesia bahwa Indonesia harus selamat. Semoga saja artikel ini bisa membukakan mata kita sama-sama agar terus mengedepankan rasa toleransi dan juga semangat untuk menghancurkan strategi-strategi Anies Baswedan dan juga memastikan dia tenggelam di dalam karir politiknya.

Karena prinsip dari pejuang kemerdekaan Indonesia adalah "merdeka atau mati". Jangan sampai perjuangan kemerdekaan kita yang sudah hampir 80 tahun ini direnggut oleh radikalisme dengan cara membangun sistem baru yang bernuansa Timur tengah yang terbukti menghancurkan negara-negara Timur tengah.

Rakyat Indonesia tidak butuh pengganti Jokowi tapi kita butuh penerus Jokowi. Yang pasti karakter Anies Baswedan tidak ada sama sekali di dalam kriteria penerus Jokowi.

Maskot Rasisme, Anies Baswedan Panik Menghitung Hari Pemecatan Dirinya!

Sumber Utama : https://seword.com/politik/maskot-rasisme-anies-baswedan-panik-menghitung-mpbsKgIRuo

Sungguh Konyol, Pengeroyok Ade Armando Cuma Divonis 8 Bulan Penjara

Belakangan ini, banyak vonis hakim yang terkesan salah kaprah dan tidak nyambung. Banyak yang vonisnya lebih ringan dari tuntutan JPU, dengan alasan yang kadang sangat sulit diterima akal tak sehat sekalipun.

Misalnya kasus Bahar Smith yang hanya divonis penjara selama 6 bulan 15 hari, padahal tuntutan JPU adalah 5 tahun penjara. Alasannya pun konyol dan lucu, karena Bahar Smith bersikap sopan selama persidangan. Mungkin ada yang aneh dengan hakimnya sehingga bikin vonis aneh seperti ini.

Begitu juga dengan kasud pengeroyokan terhadap Ade Armando. 6 pelaku ditangkap dan diadili. Akhirnya vonis pun dijatuhkan. Lagi-lagi hukumannya hanya 8 bulan penjara, pada JPU menuntut mereka dengan 2 tahun penjara.

Para terdakwa pasti puas dengan putusan ini. Mereka mengangguk menjawab pertanyaan hakim apakah mereka menerima. Sementara itu, JPU bakal memanfaatkan waktu selama 7 hari untuk pikir-pikir apakah mau menerima putusan atau mengajukan banding.

Alasannya pun klise, ada yang punya tanggungan keluarga, ada juga alasan karena sudah minta maaf dll. Alasan-alasan seperti ini menjadi hal yang biasa kita dengar sehari-hari.

Hukum seolah bisa ditentukan oleh permintaan maaf, sikap sopan dan alim, pakaian agamis atau faktor lainnya yang kadang sulit diterima.

Pegiat media sosial, Ade Armando, melalui kuasa hukumnya, Muannas Alaidid, tidak terima dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap enam pelaku pengeroyoknya. Menurut Ade, vonis yang dijatuhkan tidak masuk akal.

"Tidak masuk akal dan aneh korbannya jelas luka berat, kok pelaku hanya dihukum di bawah satu tahun penjara, di mana keadilannya?" kata Muannas.

Kalau sudah begitu, Jaksa harus mengajukan banding karena vonis ini tidak masuk akal. Ade Armando mengalami trauma panjang karena dia hampir tewas jika tidak terlambat diselamatkan saat itu. Dia bahkan mengalami luka parah yang bisa membahayakan keselamatannya. Telat sedikit saja, mungkin nasib Ade Armando bakal beda.

Dengan tindakan bengis seperti itu, hanya divonis 8 bulan penjara sama saja dengan lawakan. Vonis seperti hanya akan menambah peluang terjadi kasus serupa di masa yang akan datang. Ini sama saja memperbesar peluang orang untuk berbuat anarkis. Tidak ada efek jera. Cukup menyesal, minta maaf, nangis dan bersikap sopan selama disidang, maka vonis akan jadi ringan. Bahkan bisa diskon besar-besaran.

Bagaimana mereka yang minus akhlak ini bisa jera, kalau vonis hanya seringan itu? Dikurangi masa tahanan sebelum disidang, lalu menunggu 2/3 masa tahanan. Tutup mata, tanpa sadar sudah bebas dengan cepat. Di mana efek jera buat pelaku? Pelakuan enak seperti ini mengusik rasa keadilan.

Saya tidak bosan mengulangi apa yang pernah terjadi pada ibu-ibu di Sumut yang mengeluhkan suara toa, tapi dipenjara 1,5 tahun. Sedangkan pelaku pembakaran rumah ibadah hanya divonis sekian bulan saja. Di mana rasa keadilan?

Siapa yang akan takut berbuat anarkis dan menganiaya orang lain jika hukumannya bisa seringan ini? Apakah harus menunggu korban cacat permanen atau kritis barulah hukuman bisa berat?

Ada baiknya jaksa ajukan banding saja. Masih ada harapan untuk membalikkan keadaan. Salah ngomong aja bisa dipenjara dua tahun, masa bersikap anarkis dan mencelakai orang lain hanya dihukum hitungan bulan? Lawakan macam apa ini?

Kalau cuma menampar atau tidak melukai, masih bisa diterima kalau ada damai dan memaafkan. Tapi kalau menganiaya hingga luka parah? Rasanya orang paling bijak pun bakal ngamuk dan balas dendam.

Memang enak dianiaya dengan perasaan berkecamuk, tak tahu apakah akan selamat atau mati?

Makanya jangan heran banyak terdakwa yang stres ketika dipenjara. Apalagi para koruptor. Masih bisa senyum lebar dan dadah-dadah kepada wartawan layaknya sedang mengikuti kontes Miss Universe. Tak ada rasa bersalah sama sekali. Begitu bebas, wajah segar bugar dan seolah tidak pernah dihukum sama sekali.

Yah, mau bagaimana lagi, hukum di negara ini jarang yang bisa bikin efek jera dan takut. Penjara seolah bukan hidup yang menakutkan bagi mereka. Masuk ya masuk lah, gampang kok.

Bagaimana menurut Anda?

Sungguh Konyol, Pengeroyok Ade Armando Cuma Divonis 8 Bulan Penjara

Sumber Utama : https://seword.com/politik/sungguh-konyol-pengeroyok-ade-armando-cuma-Cv4bpgakQz

Pemko Banjarbaru Adakan Tabligh Akbar Bersama UAS

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Dibawah kepemimpinan HM Aditya Mufti Ariffin dan Wartono Banjarbaru benar-benar mewujudkan tagline-nya Maju, Agamis, dan Sejahtera (JUARA) Banjarbaru Insya Allah Juara.

Salah satunya adalah Agamis, berbagai kegiatan keagamaan selalu digaungkan dan dilaksanakan agar kehidupan beragama dan juga kerukunan beragama dikota ini menjadi kota yang Agamis.

Hari ini, Pemerintah kota Banjarbaru mendatangkan Ustadz Prof Abdul Somad Lc D.E.S.A PhD atau sering dipanggil UAS ini, untuk memberikan Tausiah Agama di Mesjid Agung Al-Munawwarah Banjarbaru, Kamis sore (1/9/2022).

Sehabis sholat Ashar, UAS datang bersama rombongan Walikota yang sudah ditunggu oleh ribuan Jamaah dari tadi. Para jamaah yang memadati ruang Induk serta altar halaman mesjid Al-Munawwarah berasal dari pelosok kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Banjarmasin bahkan ada yang dari Banua 6.


Setelah datang UAS beserta Walikota dan Wawali langsung memasuki mesjid sekaligus melaksanakan sholat Tahyatul Mesjid sebelum acara dimulai. Usai melakukan Sholat 2 rakaat kemudian langsung memulai acara dengan pembacaan ayat suci Alqur’an.

Kemudian sambutan dari Walikota Aditya Mufti Ariffin, dalam sambutannya Ovie sapaan akrab orang nomor satu di Kota banjarbaru ini mengucapkan terimakasih kepada semua pihak baik Forkopimda, PLN dan semua yang telah membantu terlaksananya acara ini.

“Hendaknya setelah Ustadz Abdul Somad memberikan Tausiah jangan hanya didengarkan tetapi di implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Jadi mari kita ambil hikmah serta ilmu yang disampaikan UAS,”tutup Ovie.

Sementara itu, UAS dalam menyampaikan Tausiahnya sempat berbincang dengan wakil walikota bahwa masyarakat kota Banjarbaru ini sangat heterogen, berbagai macam suku ada.

“Tetapi meskipun masyarakatnya Heterogen ada satu ikatan yang sangat kuat yaitu dua kalimat syahadat. Jadi tidak ada lagi perbedaan baik suku, keturunan atau warna kulit,”ujarnya.

UAS juga menyampaikan jangan saling mengejek siapa yang paling benar apakah ada yang memakai gamis, ada yang pakai sarung atau celana, tetapi menurutnya yang paling penting adalah menutup aurat.

“Saya datang kesini niatnya adalah silaturahmi, karena dengan silaturahmi akan dilapangkan rezekinya serta dipanjangkan umurnya, aamiin,”lanjut UAS.

Maka dari itu lanjut UAS, Silaturahmi adalah poin pertama yang dilakukan oleh semua orang. Dengan menyambung silaturahmi dengan turunan Rasulullah, para Habib penuh adab, sehingga kita akan bersama Rasulullah di akherat nanti.

“Begitu saya mengucapkan salam, kemudian diberikan jawaban Wa’alaikum Salam artinya keselamatan untuk saya, Warahmatullahi rahmat Allah hingga syurganya dan wabarakatuh, berkah ilmu, berkah hidup untuk saya,”paparnya.

Menurut UAS menjawab salam itu wajib, tetapi memberi salam itu sunat. Ada 3 hal yang tidak wajib menjawab salam yakni pertama ketika kita sedang sholat ada tamu mengucapkan salam maka kita keraskan bacaannya bukan dijawab, dan yang kedua saat imam sholat atau orang sholat pada akhir sholat diakhiri dengan salam dan yang ketiga yang memberi salam tidak seakidah dengan kita.

“Poin kedua adalah “Saling berbagi hadiah”, begitu kita diberi lalu pemberian itu kita pakai maka senang dan bahagialah yang memberi, begitu pula sebaliknya. Bahkan ketika kita memberitahukan kepada orang lain akan bertambah pula kebahagian orang yang memberi hadiah itu,”tandasnya.

Editor : Eddy Dharmawan


Sumber Utama : https://wartaniaga.com/2022/09/pemko-banjarbaru-adakan-tabligh-akbar-bersama-uas/

UAS Meriahkah Rangkaian HUT Banjarmasin ke 496

Wartaniaga.com, Banjarmasin-Meriahkan Hari Jadi Kota Banjarmasin yang ke-496, Pemko Banjarmasin menggelar Tabligh Akbar di Masjid Ar-Raudah, Jalan Sungai Andai, Banjarmasin Utara.

Tabligh Akbar ini diisi langsung oleh Ustadz Abdul Somad, serta sejumlah alim ulama di Banjarmasin.

Salah satu ulama tersohor di Indonesia ini mengatakan bahwa 496 tahun bagi salah satu kota itu tidak lah waktu yang mudah.

Menurutnya, dalam waktu yang hampir 500 tahun ini, kata utama yang selalu di utamakan adalah Baiman.

“Kenapa Baiman? Karena dalam penanggalan awalnya yakni masuk Islam di Banjarmasin,” tuturnya, Kamis (1/9) malam.

“Maka ketika pertama itu ditanggalkan dan disitulah kadar dia diakui oleh Allah SWT. Siapa yang tidak baiman gugurlah amalnya dan tidak dapat dijadikan bekal dihadapan Allah SWT,” sambungnya.

Kenapa selalu baiman yang selalu menjadi utama, karena siapa pun orang yang beriman, menurutnya pastilah orang tersebut beruntung.

“Mudah-mudahan di usia Kota Banjarmasin yang hampir 500 tahun ini bisa jadi kokoh pondasinya dan di generasi yang akan datang akan menjadi batuah,” ungkapnya.

“Kalau dari bahasa banjarnya itu batuah, tapi kalau kita tau itu adalah barokah. Seperti misalnya saja rumah, bagaimana bisa rumah itu bertahan selama 500 tahun? Itu karena selalu di jaga, maka itu menjadi barokahnya,” lanjutnya.

Sementara itu dalam tausyahnya ustadz yang akrab disapa UAS ini mengatakan bahwa walaupun orang itu miskin, tetapi kalau ia beriman, maka kemiskinannya itu hanyalah sementara.

“Sementaranya itu sampai kapan? Sampai malaikat maut datang,” ucapnya.

“Orang beriman ia tidak takut menghadapi hidup. Karena penyakit paling mengerikan bukan kemiskinan tetapi takut menjalani hidup,” tambahnya.

“Kasus bunuh diri paling banyak bukan di Indonesia, tetapi di luar negeri. Di sana banyak yang hidupnya tenang dan berlimpah harta, tetapi ia tidak berani menjalani hidup,” pungkasnya

Reporter : Syarif Wamen

Editor : Hani


Sumber Utama : https://wartaniaga.com/2022/09/uas-meriahkah-rangkaian-hut-banjarmasin-ke-496/2/

Rebut 68 Suara, Prof Achmad Alim Bachri Rektor ULM Terpilih Periode 2022-2026

GURU besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof Dr Achmad Alim Bachri merebut suara mayoritas dalam pemungutan suara Pemilihan Rektor (Pilrek) ULM periode 2022-2026.

SECARA mengejutkan, raihan suara Alim Bachri dengan nomor urut 1 (Prof Achmad) mendulang 68 suara dari Senat ULM dan perwakilan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) pada sidang pemungutan suara Pilrek ULM 2022 di Aula Rektorat ULM, Banjarmasin, Kamis (1/9/2022).

Praktis, suara awal Alim Bachri yang sebelumnya mengantongi 30 dukungan bertambah 38 suara. Mantan Wakil Rektor I ULM periode 2014-2018 ini ditetapkan sebagai pemenang Pilrek ULM. Dia menjadi Rektor ULM terpilih hasil pemungutan suara tahap kedua.

Sementara, rivalnya Wakil Rektor II ULM Bidang Umum dan Keuangan periode 2018-2022, Dr Ahmad Syamsu Hidayat justru mengalami penyusutan suara. Pada tahap pemilihan suara Senat ULM, dosen senior Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM merebut 30 suara, terkorting jadi 25 suara. Calon nomor urut 2 ini pun kehilangan 5 suara.

Sedangkan, pesaing lainnya, Wakil Rektor I Bidang Akademik ULM periode 2018-2022, Prof Dr H Aminuddin Prahatama Putra yang awalnya mengoleksi 8 suara, bertambah menjadi 10 suara.

Akhirnya, sidang senat dengan agenda pemungutan suara Pilrek ULM dipimpin Ketua Senat ULM, Prof Dr Muhammad Hadin Muhjad menetapkan Alim Bachri sebagai rektor terpilih. Hal ini ditandai dengan penandatangan berita acara yang diteken Ketua dan Sekretaris Senat ULM, kuasa Mendikbudristek dan saksi-saksi.

Meroketnya suara Alim Bachri dalam puncak Pilrek 2022 dengan pemungutan suara Senat ULM plus suara kuasa Mendikbudristek ini, langsung disambut dengan rasa syukur.

“Alhamdulillah. Ini amanah dan kepercayaan besar bagi saya untuk memajukan kampus perjuangan ini. Hasil suara ini terjadi secara alami,” ucap Alim Bachri kepada awak media, usai pemungutan suara Pilrek ULM, Kamis (1/9/2022).

Dia memastikan akan merangkul dan melibatkan mahasiswa. Berlatar belakang aktivis kampus, Alim Bachri sadar betul posisi mahasiswa sangat vital dalam kegiatan citivas akademika.

“Mahasiswa adalah sahabat saya. Jadi, para mahasiswa tidak usah khawatir, pasti saya akan libatkan untuk kemajuan ULM,” tegas doktor lulusan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini.

Alim Bachri menegaskan hal itu sudah tercover dalam visi-misinya sebagai calon Rektor ULM periode 2022-2026, sehingga komunikasi yang terjalin erat dengan mahasiswa, bisa membawa kampus tertua di Kalimantan menyongsong kemajuan ke depan.

“Saya pernah jadi mahasiswa dan aktivis mahasiswa. Jadi, saya tahu betul bahwa mahasiswa itu adalah aset universitas. Nama ULM bisa harum dan baik karena mahasiswa berprestasi,” tegas Ketua Ikatan Alumni Unhas Kalimantan Selatan ini.

Bagi Dewan Pakar Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kalsel ini, prestasi yang diraih perguruan tinggi juga bersumber dari hubungan harmonis antar civitas akademika. Terkhusus lagi jabatan rektor sebagai petinggi kampus untuk memotivasi mahasiswa agar berprestasi. “Untuk para pesaing saya dalam Pilrek ULM ini, tentu saja akan dirangkul. Sebab, sebagai pimpinan perguruan tinggi negeri, apalagi ULM merupakan organisasi besar butuh kerjasama dan sinergitas demi memberikan yang terbaik bagi institusi,” pungkas Ketua Dewan Pakar Majelis Ekonomi Muhammadiyah Kalsel ini.
Alim Bachri
Daftar perolehan suara tiga calon Rektor ULM dan Prof Dr Achmad Alim Bachri sebagai Rektor ULM terpilih.

 Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/09/01/rebut-68-suara-prof-achmad-alim-bachri-rektor-ulm-terpilih-periode-2022-2026/

Rekomendasi Penghentian Proyek Dermaga Apung Masih di Tangan Ketua DPRD Banjarmasin?

WAKIL Ketua DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi Golkar, Matnor Ali menegaskan jika sudah diputuskan dalam rapat lintas Komisi I, II dan III agar proyek jembatan (dermaga) apung penghubung Siring Patung Bekantan ke Kampung Ketupat, Sungai Baru, dihentikan harus ditaati pemerintah kota.

“MEMANG belum ada surat pemberhentian (rekomendasi penghentian) proyek jembatan apung. Namun, kemungkinan suratnya sudah masuk ke Ketua DPRD Banjarmasin,” ucap Matnor Ali kepada awak media di Banjarmasin, Kamis (29/8/2022).

Menurut dia, rekomendasi penghentian proyek berdasar rapat lintas komisi serta hasil peninjauan lapangan, maka proyek jembatan apung yang digarap senilai Rp 4,48 miliar dari pagu anggaran Rp 4,5 miliar, maka harus jadi keputusan dewan.

“Maka proyek dermaga (jembatan) apung itu harus dihentikan. Apalagi, tidak ada rencana kerja dan anggaran (RKA), tetapi tidak ada regulasi menunda di dalam RKA, ternyata digeser ke kegiatan lain, nah itu harus ditunda,” ucap mantan Sekretaris DPD Partai Golkar Banjarmasin ini.

Matnor Ali mencontohkan RKA penguatan tebing Muara Kelayan sebenarnya sudah masuk dalam APBD 2022. Ternyata, dipending pemerintah kota kemudian digeser ke proyek jembatan apung.

“Padahal, masalah penguatan tebing sungai di Muara Kelayan sangat urgen. Itu karena kami ingin ada kegiatan normalisasi sungai. Makanya, itu yang menjadi pertimbangan kita (menyetujui anggaran),” kata Matnor.

Beda, kata dia, dengan proyek jembatan (dermaga) apung yang diadakan Dinas PUPR Kota Banjarmasin  hanya berfungsi sebagai akses penghubung antara Siring Patung Bekantan ke Kampung Ketupat, Sungai Baru. “Jelas itu tidak urgen. Nah, itu pertimbangan kami untuk menghentikan proyek. Saya sendiri sepakat,” tegas Matnor.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah mengakui belum mendapat surat rekomendasi penghentian proyek dari DPRD Kota Banjarmasin. “Makanya, proyek dermaga (jembatan) apung itu tetap jalan dan dikerjakan pihak ketiga (kontraktor pelaksana). Ini agar bisa menyelesaikan waktu pengerjaannya,” kata mantan Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Provinsi Kalsel ini.
Jembatan Apung
Pengerjaan oleh para tukang untuk menyelesaikan proyek dermaga apung di bawah Jembatan Dewi, Banjarmasin

Rekomendasi Tak Digubris di Proyek Dermaga Apung, Ketua LSM Mamfus: Marwah DPRD Banjarmasin Dipertaruhkan!

REKOMENDASI penghentian berdasar hasil lintas Komisi I, II dan III DPRD Kota Banjarmasin tak diindahkan. Faktanya, proyek dermaga apung yang menghubungkan Siring Patung Bekantan ke Kampung Ketupat, Sungai Baru tetap berjalan.

TERLIHAT aktivitas para tukang tengah menggarap pelabuhan dari titian kayu ulin, termasuk ada tumpukan tiang untuk dermaga terapung di Sungai Martapura, kawasan Jembatan Dewi diletakkan di Jalan Piere Tendean.

Ketua LSM Masyarakat Memeperdulikan Fungsi Sungai (Mamfus), Anang Rosadi Adenansi mengatakan marwah DPRD Banjarmasin dipertaruhkan dalam proyek dermaga (jembatan apung) berpagu anggaran Rp 4,5 miliar lebih itu.

“Padahal, kalau sudah ada rekomendasi dari dewan, apalagi ditemukan pergeseran anggaran di APBD Banjarmasin 2022, jelas itu pelanggaran hukum. Penegak hukum sebenarnya sudah bisa masuk menelisik,” kata Anang Rosadi Adenansi kepada jejakrekam.com, Jumat (2/9/2022).

Mantan anggota DPRD Kalsel dari PKB ini mengatakan secara politik, DPRD Banjarmasin bisa menggunakan hak pengawasan (controlling) dan budget (anggaran), karena sumber proyek itu dari APBD.

“Seharusnya, rekomendasi DPRD itu ditindaklanjuti dengan membuat keputusan politik. Ya, seperti embargo untuk membahas anggaran, bukan malah adem ayem. Atau, misalkan tidak ikut bertanggungjawab dalam pembahasan anggaran di APBD. Itu langkah politik,” tegas Anang Rosadi.

Putra tokoh pers Anang Adenansi ini pun mengatakan izin pendirian dermaga apung itu kabarnya belum diterbitkan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III. Bahkan, juga melanggar garis sempadan sungai serta UU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, yang mencabut sebagian kewenangan pemerintah daerah dalam UU Pemda Nomor 23 Tahun 2014.

“Jelas, masalah Sungai Martapura merupakan sungai nasional yang jadi kewenangan dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan III. Aneh saja, ketika ada proyek seperti pernyataan DPRD terjadi pergeseran anggaran, kenapa tidak dihentikan. Ini menyangkut marwah DPRD Banjarmasin di mata publik,” tegas aktivis senior ini.

Senada itu, pengadu ke Inspektur Kota Banjarmasin, HM Rizani menduga proyek itu seperti kejar tayang karena diharuskan rampung pada 11 September, kemudian diresmikan berbarengan pada Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-496.

“Dari informasi yang kami dalami, saat ini untuk pemesanan dermaga apung di pabrik belum ada. Pemasangan tiang pancang untuk konstruksi dermaga apung belum terlihat di lapangan,” kata mantan pejabat Pemprov Kalsel ini.

Menurut Rizani, jika DPRD Banjarmasin sudah memutuskan berdasar rapat lintas komisi, terlebih lagi belum berdasar rencana kegiatan anggaran (RKA) maka patut dihentikan, berdasar ketentuan berlaku.

“Apalagi, pembangunan dermaga apung ini juga belum ada izin pembangunan dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan III. Jika rekomendasi DPRD Banjarmasin tak dihiraukan, apalagi kabarnya proyek itu berdasar arahan Walikota Ibnu Sina terus jalan, berarti rekomendasi dewan itu tak ada nilainya,” pungkas Rizani.
Dermaga Apung
Proyek dermaga atau jembatan apung penghubung siring Patung Bekantan ke Sungai Baru yang terus digarap

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/09/02/rekomendasi-tak-digubris-di-proyek-dermaga-apung-ketua-lsm-mamfus-marwah-dprd-banjarmasin-dipertaruhkan/  

Sudah Punya Perda Disabilitas, Mengapa DPRD-Pemkot Banjarmasin Kembali Godok Perda Serupa?

SUDAH punya belied lama, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas, ternyata Pemkot dan DPRD Banjarmasin kembali menggodok perda senapas.

PADAHAL, Perda Nomor 9 Tahun 2013 itu masih berumur 9 tahun karena ditetapkan sebagai lembaran daerah tahun 2013 di era Walikota Muhidin dan Sekda Kota Banjarmasin Zulfadli Gazali. Ini artinya, umur belied ini tidak terlampau tua.

Anehnya, ternyata perda serupa kembali ditetapkan dan disetujui DPRD Kota Banjarmasin bersama Walikota dalam rapat paripurna tingkat II di Gedung DPRD Banjarmasin, Kamis (1/9/2022).

Definisi penyandang disabilitas dalam Perda Nomor 9 Tahun 2013 dinyatakan adalah setiap orang yang mengalami gangguan, kelainan, kerusakan, dan/atau kehilangan fungsi organ fisik, mental, intelektual atau sensorik dalam jangka waktu tertentu atau permanen dan menghadapi hambatan lingkungan fisik dan sosial.

Perda lama ini memuat 12 bab dan 65 pasal yang mengatur ketentuan cukup rinci. Ternyata, Walikota Ibnu Sina dan Ketua DPRD Kota Banjarmasin Harry Wijaya mengeluarkan keputusan rapat paripurna dihadiri mayoritas fraksi di dewan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada panitia khusus (pansus) yang telah mengkaji raperda tersebut. Ini merupakan upaya dari Pemkot Banjarmasin untuk memberi salah satu hak yang harus ditunaikan dalam UUD 1945 tentang kesetaraan bagi penyandang disibilitas,” tutur Walikota Ibnu Sina.

Dia menjamin dengan adanya payung hukum itu maka pemberian hak bagi penyandang disibilitas tidak ada lagi diskriminasi.

“Apalagi, Banjarmasin merupakan kota pertama yang menuju kota inklusi di Indonesia. Jadi, Banjarmasin harus menjadi yang terdepan terkait dengan perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas,” ucap Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel.

Ibnu Sina mencontohkan saat job-fair atau pameran usaha kerja, maka perusahaan harus memberi kesempatan atau slot kepada penyandang disabilitas agar dapat diterima bekerja sesuai dengan kemampuan pastinya.

Sementara itu, Ketua Umum LSM Sasangga Banua Syahmardian mengaku bingung apakah perda yang baru itu merevisi perda era Walikota Muhidin atau malah menggodok perda baru di masa Walikota Ibnu Sina. “Jangan sampai ada kesan boros anggaran hanya membahas sebuah perda. Seharusnya, perda yang ada direvisi atau diperkuat lagi. Ini harus sejalan dengan visi-misi Banjarmasin Baiman,” imbuh Syahmardian.

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/09/02/sudah-punya-perda-disibalitas-mengapa-dprd-pemkot-banjarmasin-kembali-godok-perda-serupa/

BPJN Anggarkan Rp 2,5 Miliar Perbaiki Jembatan Paringin, SECI Kalsel Desak Penegak Hukum Segera usut

BALAI Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan tiba-tiba mengalokasikan anggaran segede Rp 2,5 miliar untuk perbaikan Jembatan Paringin. Padahal, jembatan itu masih dalam tahap pemeliharaan kontraktor pelaksana.

REAKSI keras datang dari LSM Sosial Ekonomi Cultural Indonesia (SEC) Kalimantan Selatan atas kebijakan BPJN Kalsel di bawah naungan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR itu.

“Kami menuntut keras agar kontraktor pelaksana Jembatan Paringin tahun anggaran 2021 bertanggungjawab. Diduga pembangunan yang sempat mangkrak hingga selesai itu diduga telah melanggar tahun anggaran,” ucap Ketua LSM SECI Kalsel, Didi Buhari kepada jejakrekam.com, Jumat (2/9/2022).

Aktivis yang akrab disapa H Odong ini mengungkapkan pengerjaan Jembatan Paringin pada 2021 silam diduga akibat lemahnya pengawasan, khususnya dari BPJN Kalsel.

“Faktanya, hasil atau kualitas dari penggarapan Jembatan Paringin itu rendah. Belum setahun, sebagian lantai beton ambruk. Kami mendesak agar aparat penegak hukum segera turun tangan. Dalam waktu dekat, kami akan melaporkan hal ini secara resmi ke institusi penegak hukum,” kata aktivis asal Amuntai ini.

Dengan pengusutan tuntas dari aparat penegak hukum, LSM SECI Kalsle yakni dugaan kerugian negara akan diungkap.

“Sebab, saat pengerjaan atau rehabilitasi Jembatan Paringin, LSM SECI Kalsel sudah melayangkan surat ke BPJN Kalsel. Ketika itu, kami mendeesak agar BPJN Kalsel serius menangani dan mengawasi proyek jembatan itu,” ucap H Odong.

Menurut dia, gara-gara kerusakan pada badan Jembatan Paringin kini berdampak dengan pengalihan jalur, termasuk ke wilayah Hulu Sungai Utara (HSU).

“Padahal, sekarang di Kabupaten HSU dan Tabalong tengah memperbaiki ruas jalan. Bahkan, ruas Jalan Pantai Hambawang-HSU belum tuntas pengerjaannya,” ucapnya.

Aksi aktivis Amuntai tergabung dalam Kompak-JA saat menggelar aksi blokade terhadap angkutan semen Conch di HSU. (Foto Dokumentasi JR)

Menurut H Odong, akibat pengalihan arus lalu lintas pada 2021 silam, dampak terasa bagi kabupaten tetangga, terkhusus HSU.

“Kami juga melihat BPJN Kalsel dan Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XV Provinsi Kalsel tidak serius dalam menangani dampak langsung dari angkutan industri semen di wilayah Tabalong,” ungkap H Odong.

Dia juga mendesak agar Satlantas Polres HSU dan penegak hukum lainnya bisa bertindak tegas atas angkutan semen atau truk yang melebihi tonase. Ini merupakan hasil kesepakatan bersama pada Desember 2021 lalu.

Senada itu, Ketua Pos Komando Perjuangan Rakyat (Pospera) HSU Rosihan Anwar mempertanyakan para pengampu kebijakan justru lebih mementingkan perusahaan dibandingkan kenyamaan hak pengguna jalan.

“Jika dasarnya itu berhitung duit, banyak mana pajak yang dipungut dari masyarakat sebagai pengguna jalan dengan angkutan semen Conch? Patut dipertanyakan bagaimana pengawasan dari pihak berwenang dalam hal ini BPJN Kalsel,” tegas Rosihan.

Menurut dia, dari awal, Pospera HSU telah mengusulkan agar angkutan semen Conch itu lebih baik diarahkan menuju ke Pelabuhan Kelanis, sehingga bisa mengantarkan pasokan semen dengan tongkang ke Pelabuhan Trisakti, bukan melintas di poros Hulu Sungai. “Jangan seenak perutnya memuat angkutan semen melebihi kapasitas atau kelas jalan. Sebab, kelas jalan yang ada di Hulu Sungai hanya kelas jalan B,” pungkas Rosihan. 
Jembatan Paringin
Kondisi lantai baja Jembatan Paringin yang dipasang darurat untuk lajur lalu lintas.

Banjarmasin Terima Penghargaan Daerah Tertib Ukur

KOTA Banjarmasin kembali masuk dalam salah satu kota yang dinilai telah memberikan perlindungan kepada konsumen, dan mendapatkan penghargaan dari Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan, sebagai Daerah Tertib Ukur tahun 2022.

PENGHARGAAN diterima langsung oleh Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda. “Ini adalah sebuah anugerah yang harus kita apresiasi, bahwa Kota Banjarmasin sudah memberikan perlindungan kepada para konsumennya terkait dengan timbangan dan lain sebagainya,” ujar H Ibnu Sina, Rabu (31/8/2022).

Adanya penghargaan ini diharapkan ke depannya bisa menjadi spirit bagi seluruh petugas di UPT Instalasi Kemetrologian agar terus mempertahankan prestasi yang sudah didapatkan. Sehingga seluruh ukuran timbangan di Kota Banjarmasin bisa tertib sesuai dengan ukuran, dan bisa dipertanggungjawabkan ke publik.

“Sehingga warga Kota Banjarmasin terlindungi dari kekeliruan ukuran timbangan, selamat dan sukses, mari kita pertahankan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut pula, Ibnu Sina berpesan untuk selalu melakukan kontrol lapangan terhadap timbangan. “Hendaknya Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin juga melakukan pemantauan terhadap harga pasar setiap hari.
Dengan adanya pemantauan tersebut, harga kebutuhan pokok di Kota Banjarmasin dapat terkendali,” jelasnya.

“Itu menjadi tugas kita bersama. Mudah-mudahan Kota Banjarmasin di usia yang ke-496 bisa memberikan pelayanan paling dasar, yaitu terkait dengan standar ukuran dalam bentuk kota tertib ukur,” pungkasnya.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perindustrian RI Veri Anggrijono menjelaskan, pemberian penghargaan Daerah Tertib Ukur dan Pasar Tertib Ukur kepada kota-kota di Indonesia itu, memiliki mekanisme penilaian.

“Untuk penghargaan daerah tertib ukur yang diberikan kepada kabupaten/kota, harus memenuhi kriteria yaitu alat ukur yang digunakan di wilayah kabupaten/kota telah ditera atau ditera ulang oleh Unit Metroilegal. Memiliki kinerja yang baik dan mampu menjaga tingkat akurasi ketelusuran, peralatan standar, serta memiliki terobosan atau inovasi dalam menyelenggarakan kegiatan metroilegal di daerah,” beber Veri Anggrijono.

Penghargaan serupa juga diberikan kepada 6 gubernur yakni dengan kategori penghargaan daerah peduli lindungan konsumen yaitu, Gubernur Kalimantan Timur, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Gubernur Bali, Gubernur Sumatera Utara dan Gubernur Kalimantan Barat.
Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan serahkan penghargaan Daerah Tertib Ukur tahun 2022, kepada Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, Rabu (31/8/2022).

Mengenal Lebih Dekat Flu (Demam) Tomat yang Mendera India

Oleh : IBG Dharma Putra

KEMAJUAN ilmu pengetahuan dan teknologi, jika tidak dikendalikan akan memunculkan dampak yang tidak bersahabat terhadap kehidupan manusia, khususnya terhadap lingkungan dan perilaku.

DI LAIN sisi, dampak baiknya muncul berupa berbagai rekayasa ilmu, khususnya kedokteran dan genetika, sehingga penyakit gampang terdeteksi dan kecacatan janin, dapat diketahui, sebelum dilahirkan.

Dampak baik dan buruk itu, membawa dunia pada berlipatan kesulitan, khususnya di bidang kesehatan. Berlipatnya beban sektor kesehatan, sebagai akibat dari belum tuntasnya pemberantasan penyakit lama, munculnya berbagai penyakit baru.

Kemudian, kembali merebaknya penyakit lama dengan wajah yang bermutasi dan anggaran kesehatan yang relatif tidak bertambah disertai dengan pengalokasian anggaran yang tidak sesuai kebutuhan nyata.

Kali ini, lembali merebak penyakit lama yang mungkin saja sudah mengalami mutasi yang ditandai dengan keributan kecil di India, karena adanya penyakit flu (demam) tomat.

Sebenarnya merupakan penyakit lama mirip flu, dan akan sembuh sendiri (self limiting disease)  dengan tanda umum demam muncul tiba tiba, disebabkan oleh enterovirus (virus hidup di usus manusia) disertai gejala lain yang menyertainya.

Demam muncul tiba-tiba. Artinya pagi harinya tidak teraba demam, tapi tiba tiba pada menjelang tengah hari mengeluh demam (mendadak). Bedanya dengan demam biasa, bahwa pada deman biasa, sejak pagi sudah teraba agak demam (sumer) dan demamnya semakin meningkat bersamaan dengan berjalannya waktu.

Flu (demam) tomat merupakan deman disertai ruam mirip campak. Cuma ruamnya sering melepuh kemerahan seperti tomat, ruam banyak terdapat dibadan dan lengan disertai dengan sariawan di mulut bagian depan serta hidung, sariawan juga ditemukan di dalam mulut, pada bagian langit langit, pipi, amandel dan tenggorokan.

Sariawan disertai dengan pembesaran kelenjar di leher. Ruam akan menghilang dalam 7 hingga 10 hari, didahului oleh ruam yang mengering, menjadi sisik ringan yang hilang setelah mandi. 

Tidak jarang disertai dengan melunaknya telapak tangan maupun telapak kaki disertai rasa kebas. Gejala flu pada umumnya, seperti mual, muntah, pusing, mencret (flu like symptom) sering ditemukan. Dikatakan bahwa gejala dari flu tomat mirip dengan penyakit chikungunya dan penyakit coxsakie virus. Untuk melengkapi pengetahuan tentang gejala flu tomat, sebaiknya diketahui juga gejala dari penyakit chikungunya.

Yakni, di samping gejala yang sama dengan gejala flu tomat di atas, akan disertai dengan linu persendian tangan serta kaki, khususnya lutut, pergelangan kaki dan pergelangan tangan. Linu berlangsung dalam hitungan hari, tapi bisa beebulan bulan. Linu sering diikuti oleh pembengkatan pesendian sehingga seakan lumpuh.

Bedanya dengan kelumuhan karena tidak ditemukan reflek patologis pada saat pemeriksaan saraf. Secara rerata, linu dan bengkak persendian, berlangsung dalam 1 hingga 10 hari. Penyakit coxsakie virus, di samping gejala yang sudah tertulis dalam flu tomat, berupa demam dan ruam, biasanya disertai dengan pegal linu di otot, disertai radang kemerahan pada putih mata, yang tak jarang disertai dengan bintik bintik perdarahan dibawah jaringan putih mata tersebut.

Dalam kondisi parah, disertai dengan kaku kuduk karena adanya radang otak dan nyeri dada sampai sulit bernafas karena adanya radang otot jantung. Kondisi parah berhubungan dengan adanya penyakit gula yang pengobatannya sudah tergantung denga insulin. Demam pada Penyakit Coxsakie, bisa berakhir dengan kejang demam pada 5 persen kasusnya.

Flu tomat, penyakit chikungunya dan penyakit coxsakie, termasuk jenis penyakit yang wajib dilaporkan setiap minggu bahkan setiap hari. Dengan catatan, jika ada kecendrungan meningkat terus, sebab potensial menjadi wabah walaupun implikasi dari penyakit ini sangat ringan.

Implikasi yang tidak berat berhubungan dengan karakter virusnya yang tak gampang menular, cukup gampang menimbulkan sakit tapi tidak berat dan daya timbul imunitas pada manusia sangat tinggi serta berlangsung lama.

Tidak ditemukan bukti penularan langsung pada penyakit chikungunya. Penyakit ditular pindahkan melalui gigitan nyamuk Aedes, spesies yang berbeda dengan Aedes pembawa virus DBD. Dengan masa inkubasi 3 sampai dengan 11 hari. Inkubasi adalah waktu dari saat masuknya virus kedalam tubuh sampai timbulnya gejala sakit (demam).

Sedangkan penyakit coxsakie virus menular melalui mekanisme droplet, dari cairan hidung serta mulut. Dia tetap menular selama virus masih ada di dalam usus ( terlihat pada pemeriksaan BAB). Masa inkubasi penyakit coxsakie virus,  berkisar pada 4 sampai dengan 6 hari.

Penyakit coxsakie virus berpotensi menular pada hewan di sekitar manusia tetapi belum pernah ditemukan penularan hewan kepada manusia.

Mirip dengan DBD, penyakit ini biasanya muncul di sepanjang musim kemarau basah, atau di akhir musim kemarau pada awal musim penghujan. Pada awalnya banyak menyerang orang dewasa, dewasa muda, khususnya perempuan, tetapi saat ini, banyak mengenai anak anak.

Pada anak, terjadinya kejang demam, wajib mendapat perhatian lebih. Berubahnya risiko terkena, kemungkinan akibat mutasi virusnya. Menjadi cukup jelas bahwa flu tomat sama dengan flu lain, implikasinya ringan dan akan sembuh sendiri, walaupun begitu tetap memerlukan kewaspadaan.

Kewaspadaan dimaksud adalah, jika ada yang terkena, penyakit chikungunya, perlu dilakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras, menutup, mengubur, memakai obat nyamuk dan tidur berkelambu.

Upayakan agar si sakit bisa diisolasi dan dihindarkan agar tidak tergigit nyamuk dan memeriksa semua orang serumah yang tinggal bersama sejak 14 hari sebelum sakit. Sedangkan jika terkena penyakit coxsakie virus, sama halnya dengan pada penyakit chikungunya, si sakit harus diisolasi dan jangan kontak erat, berjarak kurang dari 2 meter dari si sakit. Orang serumah dengan si sakit coxsakie tak perlu diinvestigasi.

Tindakan kombinasi di atas, disarankan bagi temuan flu tomat, dengan kewaspadaan paripurna meliputi.

1. PHBS, terutama banyak minum.

2. Vaksinasi dan tidur berkelambu.

3. Segera memeriksakan diri bila ada demam mendadak disertai munculnya ruam agar bisa dipastikan tindakan isolasinya. Dan yang terakhir, jangan lupa berdoa.

Penulis adalah Epidemiolog Banua

Mantan Direktur RSJD Sambang Lihum

Ketua Dewan Pengawas RS Idaman Banjarbaru

Flu Tomat
Penyakit flu tomat yang mengakibat ruam dan pembengkakan di tangan.

Sumber Utama : https://jejakrekam.com/2022/09/01/mengenal-lebih-dekat-flu-demam-tomat-yang-mendera-india/

PKS yang Selalu Gunakan Pendekatan Falsafah Makna Terbalik

Mudah ditebak, sebagai partai penyeimbang, demikian barangkali sebutan untuk PKS yang merupakan satu dari dua partai di luar pemerintah, bersikap kontra terhadap rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Adakah sikap ini telah melalui kajian mendalam, sebagaimana klaim pemerintah bahwa salah satu alasan kenaikan ini agar golongan ekonomi mampu tidak ikut-ikutan menyedot dana subsidi dan menjadi beban negara. Article

Sebagai bahan pembanding, karena PKS merupakan pengusung Gubernur Jakarta, apakah kebijakan Pemprov DKI yang dinilai kerap tidak menyentuh kepentingan warga secara mendasar, juga ada peran PKS di dalamnya? Pertanyaan ini penting disampaikan, agar mereka tidak sesat berpikir. Jangan sampai, hanya karena partainya tidak mengusung Presiden dan statusnya sebagai penyeimbang, penenntangan terhadap kebijakan pemerintah demikian tajamnya. Di sisi lain, karena seorang yang berperan sebagai pejabat publik merupakan buah dukungan PKS, tak peduli kebijakannya seburuk apa, mereka tak pernah mengangkatnya agar dibenahi.

Publik harus berani bersikap kritis, meskipun PKS mengklaim dalam rangka menunjukkan keberpihakan kepada kelompok tak mampu, mereka minta pemerintah tak membebani masyarakat lemah. Sikap mendua PKS inilah yang sebenarnya menjadi persoalan. Bukan pada inti persoalan, mereka menentang kebijakan pemerintah semata-mata karena berbeda dukungan, sementara mereka tahu maksud kebijakan itu demi menjaga subsidi untuk kaum lemah tidak digerogoti oleh kelompok lebih mampu.

Jika memang benar berpihak kepada kaum lemah, seharusnya sentil dulu pejabat yang kebijakannya tak berpihak kepada mereka, meskipun pejabat itu mendapat dukungan PKS. Di sinilah kita melihat PKS telah salah mengartikan kebijakan mana yang harus didukung dan mana yang harus dikritisi.

Kalau sudah salah dalam cara bersikap, boleh jadi kesalahan itu telah dilakukan sejak awal, yang dimaksud dengan argument ini, mereka seperti mencari celah demi mendapat dukungan electoral, sementara jika benar mereka berpihak kepada si lemah, bukankah seharusnya turut memastikan subsidi itu tepat sasaran? Dengan kata lain, mereka justru harus mendorong tercapainya tujuan penyaluran dana subsidi kepada yang berhak, bukan seperti sebelumnya yang menikmati porsi terbesarnya justru kalangan mampu.

Kalau sudah salah menempatkan diri, lalu publik harus bersikap seperti apa? Karena peran partai politik seharusnya menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan fungsinya. Dalam hal ini sepertinya PKS sudah melampaui aspek kewajaran dalam memerankan diri di struktur kekuasaan.

Gubernur Jakarta yang digadang-gadang maju sebagai capres pada pilpres 2024, ternyata dikritik oleh komunitas warganya sendiri yang menamakan diri “Kopaja”. Lucu saja, mereka sebenarnya mencintai Jakarta tanpa reserve, namun ada prasyaratnya yakni pemimpinnya mau bekerja untuk warga Jakarta.

Di sisi lain komunitas ini tentu saja memerlukan partner strategis untuk mendorong Pemprov menunaikan tugas mereka. Idealnya PKS sebagai kekuatan politik menyambut harapan Kopaja dan bersama-sama mendorong Gubernur yang didukungnya memenuhi janji politik ketika memenangkan pilkada 2017.

Hal yang mengherankan jika PKS bersikap seolah-olah Gubernur Jakarta telah banyak melakukan pembangunan, meskipun faktanya teriakan tak puas bertubi-tubi datang dari komunitas semacam Kopaja. Bahkan PKS justru mengalihkan pandangan ke Presiden yang sudah jelas menjalankan komitmennya. Adakah PKS telah mengingkari perannya sendiri?

Satu contoh lagi membuktikan bahwa PKS selalu pasang badan manakala datang kritikan kepada Gubernur andalannya itu. Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono memberi julukan ke Gubernur Anies Baswedan sebagai 'Bapak Perubahan Nama'. PKS membela Anies.

Kritikan fraksi PDIP tentu memiliki dalil sendiri, misalnya inisiatif Gubernur mengubah nama-nama jalan yang terkesan serba tanggung. Perubahan nama itu demikian mentahnya sehingga warga yang terdampak harus rela melakukan kegiatan ekstra. Mereka harus memperbarui KTP, KK atau kop surat, yang dipastikan memakan biaya. Adakah PKS melihat beban warga ini layak saja demi memanjakan keinginan pemimpin pujaan PKS?

Jika di pileg tahun 2024 kita masih menyaksikan PKS berdiri sebagai bemper buta, artinya bersuara asal lantang meskipun yang dikritisinya tidak layak diserang, bagaimana pemilih harus bersikap? Mungkin kita gunakan pepatah lama : “Teman sejati itu selalu memberi, bukan menyalahkan..”, mungkin kita perlu juga mengevaluasi, apakah PKS sudah layak sebagai teman sejati pemerintah?

PKS yang Selalu Gunakan Pendekatan Falsafah Makna Terbalik

Sumber Utama : https://seword.com/politik/pks-yang-selalu-gunakan-pendekatan-falsafah-makna-jjqds1Q6ob

Tanya Rakyat Pilih Gelora atau PDIP, Fahri Hamzah Dipermalukan Netizen!

Fahri Hamzah mempertanyakan jika pemilu 2024 malam ini pilih partai gelora atau PDI perjuangan. Dan sepertinya pertanyaan Fahri Hamzah di Twitter ini merupakan blunder terbesar dan akan menghancurkan partai gelombang rakyat yang ia bangun dengan sangat amat cepat runtuhnya.

Membandingkan partai gelora dengan PDIP perjuangan adalah hal yang sangat konyol dilakukan oleh Fahri Hamzah yang merupakan orang yang sudah enggak terpilih lagi jadi perwakilan rakyat di Indonesia.

Buat saya apa yang dilakukan Fahri Hamzah adalah hal konyol yang justru membuat gelora Asmara muncul saya kira Fahri Hamzah ini sedang halusinasi dan kebanyakan dengar orang-orang yang datang dari internal partai gelora.

Merasa partainya benar dan penting dia mau membandingkan dan membandingkan partai baru yang dia besut dengan partai besar yang sudah lama makan asam garam perpolitikan Indonesia. Dengan rekam jejaknya saya lihat partai gelora itu seperti partai keadilan sejahtera alias PKS yang sifatnya perjuangan.

PKS aja udah nggak betul gimana dengan PKS perjuangan. Partai elektabilitas nol koma, dengan nasib tidak akan dapat apapun di tahun 2024 adalah partai yang tidak jelas. Apa giri melihat ada Anis Matta yang ada di dalamnya.

Lelucon yang dimunculkan oleh Fahri Hamzah adalah lelucon nggak jelas dan nggak lucu sama sekali padahal dia seharusnya bisa melakukan cuitan yang jauh lebih berfaedah. Kalau saya jujur saya sih akan memilih PDI perjuangan kalau pilihannya hanya dua itu.

Malah jiwa saya semakin bergelora memilih PDI perjuangan ketika dibandingkan dengan partai gelora. Di PDIP ada orang-orang penting dan orang-orang yang sangat cerdas mewakili rakyat dan juga memperjuangkan hak-hak rakyat. Di sana ada Adian Napitupulu, Budiman Sudjatmiko, Ganjar Pranowo, Basuki Tjahaja Purnama, dan tokoh-tokoh penting lainnya di Indonesia.

Sedangkan di gelora mau ada apa? Tapi kalau saya bisa memilih selain dua partai itu, saya akan memilih partai yang mengusung Ganjar Pranowo untuk maju kepada pilpres 2024 nantinya. Dari dulu saya memang bukan simpatisan atau orang-orang yang mendukung partai politik tertentu di kontestasi Pilkada maupun pilpres.

Saya adalah tipe orang yang memilih tokoh bukan memilih partai atau melihat ketua umum partai. Pada saat 2016 silam saya mendukung PDIP perjuangan karena mereka mengusung pasangan yang sifatnya pluralis yang tidak berbasiskan agama tertentu.

Dan 2019 saya melabuhkan pilihan saya kepada partai solidaritas Indonesia alias PSI karena mereka mendukung presiden Joko Widodo dan beberapa kursi DPRD saya mencoblos partai demokrasi Indonesia perjuangan alias PDIP.

Meskipun pilihan saya tidak tembus ke DPR republik Indonesia, tapi setidaknya hati nurani saya bersih karena tidak memilih partai gelora ataupun partai dengan embel-embel agama karena pernah mendukung Anies Baswedan yang merupakan simbol rasisme dan terorisme di Indonesia.

Ya sudahlah gitu aja karena saya merasa sudah cukup pemikiran saya untuk membantah dan menjawab pertanyaan gak jelas Fahri Hamzah.

Tanya Rakyat Pilih Gelora atau PDIP, Fahri Hamzah Dipermalukan Netizen!

Sumber Utama : https://seword.com/politik/tanya-rakyat-pilih-gelora-atau-pdip-fahri-hamzah-fDO65kn0Sq

Ngeri! Jadi Ancaman Bagi Prabowo, Sandiaga Uno Mulai Diserang Elit Gerindra

Untuk saat ini memang ada 3 nama bakal Capres yang paling menonjol. Mereka adalah Gubernur DKI yang sebentar lagi lengser dari jabatannya Anies Baswedan, Gubernur Jateng -Ganjar Pranowo dan Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra -Prabowo.

Pertanyaannya, apa bukti kalau nama mereka paling menonjol? Selalu berada di posisi 3 besar elektabilitas tertinggi.

Sementara, Cawapres yang paling menonjol adalah Novel Bamukmin. Menonjol di kalangan Kadrun. Hehehe

Nah, karena elektabilitasnya tinggi ini pula yang membuat Prabowo Pede mendeklarasikan dirinya sebagai Capres 2024 pada 12 Agustus 2022 lalu.

Di samping itu, lawan terkuatnya yang pernah mengalahkannya dua kali di Pilpres yakni Jokowi sudah tidak bisa nyapres lagi. Hal ini juga yang menambah kepercayaan diri Om Prab bahwa dia akan memenangkan kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Dan memang kalau dibandingkan dengan Anies atau Ganjar, Prabowo ini lebih segalanya.

Pertama, dia punya partai. Sedangkan Anies tidak. Sementara Ganjar hanya kader partai doang.

Memang partainya PDIP partai terbesar saat ini. Tapi semua keputusan ada di tangan sang Ketua Umum Megawati. Termasuk Capres yang akan diusung, Mega-lah yang menentukan.

Celakanya Ibu Mega ini lebih cenderung mendukung anaknya Puan sebagai Capres/Cawapres dibandingkan Ganjar.

Kedua, Prabowo punya logistik banyak.

Meskipun sudah banyak habis duit pasca 3 kali ikut Pilpres ternyata harta Om Prab masih banyak juga. Berdasarkan laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Maret 2022 lalu, diketahui kekayaannya mencapai 2,03 triliun rupiah.

Itu baru yang dilaporkan. Belum lagi ditambah dengan yang luput dari laporan.

Cukup banget buat modal nyapres 2024.

Sedangkan Ganjar, kekayaannya hanya Rp 11 miliar dan Anies Rp 14,7 miliar.

Perlua bantuan/sumbangan dari pihak lain untuk mendanai kampanye Pilpres.

Dan ketiga, Prabowo menang pengalaman.

Bayangkan saja, orang sekali ikut Pilpres tahu betul seluk beluk pertarungan memperebutkan kursi RI-1 itu. Apalagi kalau sampai 3 kali berturut-turut.

Kalau ada pertanyaan seputaran Pilpres tanya-lah sama Prabowo, pasti dia bisa menjawab semua. Karena dia memang ahlinya dan banyak pengalaman di sana.

Termasuk bagaimana rasanya gagal jadi presiden, Om Prab tahu banget.

Dan bukankah guru terbaik itu adalah pengalaman?

Sementara Anies dan Ganjar pengalamannya baru sampai Pilgub saja. Gak lebih dari itu.

Hal inilah yang secara di atas kertas Prabowo mampu mengalahkan Anies dan Ganjar pada Pilpres 2024 mendatang.

-o0o-

Hanya saja, yang namanya rintangan itu pasti selalu ada.

Eh sekarang entah kenapa tetiba wakilnya di Pilpres 2019 lalu, Sandiaga Uno menyatakan siap nyapres juga.

Nah, berhubung si Sandi ini dan Prabowo sama-sama kader Gerindra, artinya ada matahari kembar di partai tersebut.

Kader Gerindra yang sudah bosan mendukung Om Prab kemungkinan besar akan mendukung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu. Kecuali M Taufik yang sudah menyatakan akan memenangkan Anies pada Pilpres 2024 mendatang.

Artinya apa? Sandi sekarang merupakan ancaman nyata bagi Prabowo.

Apalagi ia punya beberapa kelebihan. Seperti harta kekayaannya saja mencapai Rp 10 triliun. Tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi Parpol untuk mengusungnya. Terutama PKS dan PAN yang pada Pilpres 2019 lalu turut menikmati duit Sandi ini.

Dan dia masih muda yakni 53 tahun. Bandingkan dengan Prabowo yang sudah berusia 70 tahun atau sudah Lansia. Plus ganteng.

Prabowo ganteng juga sih,tapi itu tahun 80-an dulu. Sekarang kulitnya sudah keriput.

Memang kualitas Capres tidak ditentukan oleh usia dan rupa. Tapi tetap saja orang lebih cenderung tertarik kepada yang lebih muda dan lebih energik dibandingkan kakek-kakek. Meskipun si kakek tersebut belum punya cucu.

Belum lagi Prabowo sudah 3 kali ikut Pilpres. Banyak yang sudah bosan melihat mukanya. Kayak gak ada kerjaan lain saja selain nyapres.

Hal inilah yang membuat orang cenderung memilih Sandi dibandingkan Prabowo.

Namun kabar buruknya, sekarang kader Gerindra sudah mulai menyerang mantan Wagub DKI itu.

Salah seorang diantaranya yang mengungkapkan rasa ketidaksukaannya terhadap Sandi tersebut adalah Sekjen Partai Gerindra -Ahmad Muzani.

Anggota komisi 1 DPR itu mengatakan, Sandi tidak berkontribusi apa-apa terhadap partai dan tidak pernah ikut membesarkan partai. Sehingga tidak layak menjadi Capres.

"Kalau ada orang yang mau jadi presiden, tidak pernah membesarkan partai, enggak pernah mendatangi kantor partai, tidak pernah pasang bendera spanduk, tiba-tiba nongol mau jadi presiden, ketemu pasal berapa?," ungkap Muzani dengan nada sewot.

Loyalis Prabowo itu pun mengatakan, Partai Gerindra menjadi Parpol terbesar kedua saat ini berkat kerja keras Prabowo, bukan Sandi. Oleh sebab itu, seluruh kader Gerindra wajib satu suara mendukung Om Prab.

Asik. Hehehe

Tidak berhenti sampai di situ, Muzani juga mengusir Sandi dari Gerindra.

"Jika ada kader Gerindra yang tidak ingin ikut rombongan kereta (mendukung Prabowo sebagai Capres 2024), saya minta untuk turun sebelum kereta ini jalan," tuturnya

Mantan penyiar radio itu juga memperingatkan Sandi agar jangan sesekali mengganggu serta memecah belah Gerindra yang mendorong Prabowo maju sebagai Capres 2024.

"Jangan coba-coba ganggu kami untuk memecah belah jati diri kami. Seluruh kader Gerindra akan tetap berdiri di belakang Prabowo," ujar Muzani dengan nada penuh ancaman.

Begitupun dengan kader Gerindra yang lain Desmond Junaidi Mahesa, seperti tanpa bersalah menuding Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Gerindra Sandi sudah dimakan tikus. Kwkwkwk

"Nggak ada masalah. Kenapa nggak ada masalah? Mungkin dulu waktu dia masih pegang kartu anggota Gerindra, itu anggota Gerindra. Jangan-jangan kartu anggota Gerindra-nya dimakan tikus. Kalau sudah dimakan tikus jadi dia merasa bukan anggota Gerindra lagi. Jadi dia mau saja dicalonkan oleh PPP atau sudah pindah partai. Kan kita nggak ngerti," ungkap Desmond juga dengan nada tidak kalah sewotnya.

Itu baru Muzani dan Desmond lho yang bicara. Belum lagi Fadli Zon.

Kalau Om Zon sudah ngomong, pasti lambenya lebih pedas dari lambe dua kader Partai Gerindra tersebut.

Sepertinya Sandi harus belajar pura-pura budek alias pura-pura gak dengar omongan pengurus/elit Gerindra yang lain kalau serius mau nyapres.

Peluangnya ada, dan siapa tahu Prabowo sadar diri sehingga berubah pikiran untuk mengusung dirinya pada Pilpres 2024 mendatang.

Ngeri! Jadi Ancaman Bagi Prabowo, Sandiaga Uno Mulai Diserang Elit Gerindra

Sumber Utama : https://seword.com/politik/ngeri-jadi-ancaman-bagi-prabowo-sandiaga-uno-tT8wBwyxce

Bila Sandi Nyapres Bakal Didukung Kalangan Gen Z dan Kelompok Islam Non-NU

Sebelum menyulut emosi pengurus partai, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa buru-buru mengeluarkan jurus sarkasme guna menohok dengan keras Sandiaga Uno yang dikabarkan akan maju sebagai capres 2024.

Desmond menyindir Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Gerindra milik Sandiaga Uno sudah dimakan tikus. Jadi enteng saja dia pindah partai atau mau dicalonkan partai lain. Sandiaga menerima pinangan partai lain karena kepentingannya tidak tersalurkan di Gerindra. Dan dia punya duit.

“Ya bagi saya biasa aja, dia juga bukan pendiri partai, dia datang dengan kepentingannya, keluar dengan kepentingannya. Karena kepentingannya tidak tercapai dia pindah tempat lain juga tidak ada masalah.

Jadi kalau lihat Sandiaga Uno bukan hal luar biasa, kaya jailangkung aja datang tidak diundang pulang tidak diantar,” ujarnya.

Jabatan sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) , bagi orang politik merupakan ceruk pemilih yang tidak bakal digarap jagoan lain secara masif. Tiap hari, Sandi bisa ketemu ratusan orang kalangan Gen Z di berbagai kota.

Sehari dia bisa terbang dua tiga kali penerbangan dari satu propinsi ke propinsi lain, menuju berbagai kota dan kabupaten. Sebagai Menparekraf, Sandi mendatangi kalangan melek iptek rata-rata usia 26-an tahun yang pada umumnya berpendidikan menengah sampai pendidikan tinggi.

Berdasar Survei Penduduk BPS 2020, jumlah Gen Z yang ada saat ini mencapai 74,93 juta jiwa disusul dengan milenial sebanyak 69,38 juta jiwa. Dengan jumlah itu, Gen Z diperkirakan menjadi kelompok pemilih terbesar yang akan mendominasi dalam Pemilu 2024.

Untuk tidak memboroskan keuangan negara, perjalanan Sandi ke berbagai daerah guna menanamkan kepecayaan kepada masyarakat kreatif yang didatanginya, mungkin Sandi juga merogoh kocek sendiri. Dia punya uang triliunan.

Kalau Desmond Mahesa katakan Sandi kepentingannya tidak tersalurkan di Gerindra, sebaliknya di kemenparekraf kepentingannya benar-benar tersalurkan. Baik untuk memajukan pekerjaan dan usaha masyarakat kreatif yang didatanginya, sekaligus memuluskan kepentingan pribadi Sandi yang sejauh ini belum diketahui masyarakat secara luas.

Di ceruk pemilih Gen Z ini hanya Sandi sajalah yang menguasainya dan tiap hari bisa bertemu Gen Z yang berbeda pula. Belakangan baru diketahui bahwa Sandiaga pun pengin ikut kontestasi kepemimpinan nasional 2024.

Sekarang tinggal koalisi apa yang akan meminangnya, dan Sandi akan didudukkan sebagai kandidat RI-1 atau RI-2, kita lihat perkembangannya.

Di berbagai pemberitaan media kerap muncul Forum Ijtima Ulama dan Pemuda Islam Indonesia bareng mendeklarasikan dukungan buat Sandi untuk maju capres 2024.

Ini berarti ada ceruk Islam non-NU yang bisa dioptimalkan sebagai relawan. Kalau NU, tampaknya sudah digarap Erick Thohir.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menuturkan, dirinya pernah membuat riset pada Desember 2020 dengan simulasi Prabowo tak maju pilpres 2024. Mayoritas pemilih Prabowo lari ke Sandi ketimbang Anies Baswedan.

“Hasilnya hampir 96 persen pemilih Prabowo lebih memilih Sandiaga Uno. Basis pemilihnya mulai berdenyut kembali di berbagai tempat. Tak heran dalam survei PRC Sandi paling atas, disusul dengan kandidat lain seperti Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) dan Tri Rismaharini (Menteri Sosial RI),” lanjut dia.

Sandiaga Uno juga dinilai sebagai sosok fleksibel yang mudah diterima semua lapisan masyarakat. Yang kelihatan publik begitu. Berbeda dengan Anies Baswedan yang hanya didukung oleh basis-basis Islam tertentu yang itu-itu saja.

“Sandiaga Uno merupakan barang bagus. Sandiaga gampang dipoles, muda, moderat, dan dekat kelompok manapun, tidak pernah baper secara politik, santai, pengusaha, sekolahnya bagus, tingkat kepribadiannya juga bagus,” jelas Adi.

Di dunia politik yang tidak pernah berubah hanyalah kepentingan. Karenanya dibombardir dengan majas sarkasme kayak apapun, tampaknya dia tetap santuy-santuy saja.

Seperti saat pilpres 2019, Sandiaga bergabung di menit-menit terakhir sebelum penutupan pendaftaran dan setelah seluruh kepentingan anggota koalisi terakomodir.

Menurut Anda bagaimana?

Bila Sandi Nyapres Bakal Didukung Kalangan Gen Z dan Kelompok Islam Non-NU

Sumber Utama : https://seword.com/politik/bila-sandi-nyapres-bakal-didukung-kalangan-gen-z-uDbcGyi2HO

Klik juga KACAU atau Apa ??!!

Klik Sayap-Sayap Patah pro DENSUS 88 atau Anda Bela Teroris berbaju Agama !!?? 

Klik Mahasiswa DEMO terus ??!!! Memang punya SOLUSI?? atau Malah bikin rakyat tambah sengsara !!!!!

KLIK Ustadz Abdul Somad sang "Ustadz Kontroversial" kembali diundang Kepala Daerah di KalSel WARNING!! Politik Identitas Bermain, Benarkah??!! 

KLIK juga KalSel dalam Berita

Juga KLIK Kadrun itu Susah "Move On", Joget pun "SALAH" 

Klik ISTANA NEGARA 17an "Ojo dibandingke" VIRAL 

Klik Jangan BACA !!! 

KLIK di Amien Rais bilang "Gangguan Kejiwaan", ternyata Anaknya "Gangguan Jiwa", benarkah ??!!

Juga Klik Citayam Fashion Weeks : Koperasi 212 "penampung" Dana ACT..!!! Benar kah ini ???!!! Pendukung Anies & JIS gimana??

Klik Kenapa Pilih Ganjar ?!!!?

Klik Masih tentang ACT dan PKS, MANULIFE hingga BUMN serta Dana CSR

Klik juga ACT & PKS, Ustadz Bechi dan Gubernur Rasa Presiden !!!

Klik juga Mahasiswa "Bela Rakyat" atau "Bela Cukong yang membacking Mahasiswa" ..??!!!

Klik ACT (Aksi Cepat Tanggap) "TERBONGKAR" , VIRAL #JanganPercayaACT 

Klik juga VIRAL : Gabung PKS "HARAM" bagi GP Ansor !!!

Klik Super Hero Indonesia "Damaikan Dunia" !!!

Klik LITERASI , apa sih artinya ?? 

Klik Indonesia & Ukraina : Pertemuan tete-a-tete atau empat mata  

Silahkan klik Warga KalSel di "Waluhi OLIGARKI Daerah" atau Oligarki Pusat ?!!!

Klik Jejak Anies dan Intoleransi yang BERBAHAYA untuk Indonesia

Klik juga : Dunia HEBOH ... !!!

Silahkan klik Benturkan Agama !!! buat Cebong dan Kampret Berkelahi dan KADRUN Berjaya !!!

Klik RIBUT

klik juga "VIRAL" Film Lady Of Heaven dan VERSI LONDON (Syi'ah London, Sunni AS, HTI London Dll)

KELEBIHAN Bayar ?? VS Korupsi ... !!! 

Klik juga Saatnya Pakai Akal SEHAT, Bukan Pake Kata DUNGU !!!!!! 

Klik juga 2024 saatnya seluruh warga Banua Banjar KalSel turun memberikan suara !!!

Klik juga Politisisasi Agama menghasilkan HOAX yang Terpercaya !!! 

Warga Banua Banjar 2024 pengen yang Baru di parlemen KalSel !!!!

Dosen UNISKA yang terkesan Bela Edy Mulyadi dkk "Hina Kalimantan" bukan mewakili Anak Kalimantan dan DAYAK !!! 

Foto-foto BEM SI (Badan Executive Mahasiswa Seluruh Indonesia) dan simpatisannya ??!!??

DAYAK VIRAL : #MaafBolehSajaProsesHukumTetapBerjalan !!!!! 

Benang Merah DEMO di KalSel !!!

Silahkan klik ini juga : "Operasi Doktrin Terorisme ukhti FPI" : Muhammad Uhaib As’ad Ketua KAMI Kal-Sel sebut Rezim Sekarang "Tidak Berbeda" dengan Rezim ORBA ?!!!

Sebagai pelengkap klik ini juga ya : Fraksi PKS & Demokrat "Jangan Buang Badan" - DEMO : Muhammad Uhaib As’ad , Ahdiat Zairullah hingga Rocky Gerung

Info tambahan Klik juga Ade Armando Doa Kebaikan Untukmu : Cuci Otak "Anak Muda" akhirnya apapun SALAH tanpa AKHLAK

yang ini klik Saatnya PERCAYA TUHAN dan Jokowi !!! Demo 11 April 2022, MAHASISWA atau MAHASEWA ??!!! 

klik juga ini Demo 11 APRIL : Ustadz Ormas Terlarang HTI di "SANJUNG" di KalSel, ini buktinya !!! Benarkah kader Ormas Terlarang HTI !!!

klik ini Yang Batu Siapa ? Yang Tangan Siapa ? Apakah ormas Terlarang HTI dan FPI masih menggurita & "Mencuci otak" warga KalSel 

klik juga ini #JanganMaudiWALUHi

juga ini  Foto-foto BEM SI (Badan Executive Mahasiswa Seluruh Indonesia) dan simpatisannya ??!!??

yang ini juga klik #JokowiSelaluSALAH 

Jangan lupa klik ini juga  Mengenal Wakil Rakyat KALSEL dan Kota Banjarmasin 2019-2024

serta klik ini 2024 : Saatnya Partai baru SUKSES di KalSel hingga Indonesia !!!

klik juga Kalau PKS (Partai Keadilan Sejahtera) "Tumbang" dalam PEMILU 2019 akankah GARBI menjadi "Penggantinya" ??!!  

https://news.detik.com/berita/d-6028229/jenguk-ke-rs-grace-natalie-ungkap-kondisi-terkini-ade-armando

https://gusdurian.net/pernyataan-sikap-jaringan-gusdurian-mengutuk-segala-bentuk-kekerasan/

https://banjarmasin.tribunnews.com/2021/03/27/la-nyalla-mattalitti-dinilai-habib-banua-layak-jadi-presiden-ini-pertimbangannya  

Klik juga videonya dilink dibawah ini :

BONGKAR OTAK DALANG AKSI 11 APRIL

Di bantu share agar masyarakat tidak ikut ikutan🙏🙏 Salam Indonesia Damai

Re-post by MigoBerita / Sabtu/03092022/12.16Wita/Bjm

KACAU atau Apa ??!!


Migo Berita - Banjarmasin -
  KACAU atau Apa ??!!

Ketika Ibu Rosti Simanjuntak Mulai Tegar Menghadapi Peristiwa Pembunuhan Anaknya Yosua

Ibu Rosti Simanjuntak kini mulai tegar dalam menghadapi peristiwa kasus pembunuhan anaknya Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat, Jumat (8/7/2022) lalu. Lewat akun media sosial Facebook adiknya Rohani Simanjuntak, Rosti Simanjuntak, Rabu (31/8/2022) mulai tampak tegar menyapa warganet.

“Kondisi kakak kami Rosti Simanjuntak sudah mulai tegar. Meski kemarin tidak menonton proses rekonstruksi anaknya karena aliran listrik PLN mati. Tapi bersyukur juga aliran listrik PLN mati, karena kakak kami Rosti Simanjuntak belum sanggub melihat kronologis pembunuhan anaknya,” ujar Rohani Simanjuntak sembari menyapa warganet saat siaran langsung FB.

“Salam kami untuk semuanya, atas dukungan Doa sehingga kasus peristiwa pembunuhan anak kami bisa terungkap dengan jelas. Mohon dukungannya agar kasus pembunuhan anak kami terang semuanya. Juga kepada Polisi bekerja dengan bijaksana dan adil,” kata Rohani Simanjuntak, sembari menunjukkan wajah Rosti Simanjuntak dilayar FB.

Menurut Rohani Simanjuntak, kondisi Ibunda Yosua, Rosti Hutabarat sudah mulai tegar, namun kakinya masih lemas sehingga belum bisa mengajar di sekolah tempatnya bekerje sebagai Guru SD Suka Makmur, Sungai Bahar, Muarojambi.

Siaran langsung Rohani Simanjuntak bersama Rosri Simanjuntak ini disukai 3,2 ribu warganet, 1,7 ribu komentar memberikan penguatan dan semangat kepada Ibunda Yosua, Ibu Rosti Simanjuntak dan 20 ribu tayangan di layar FB.

Sementara itu ayah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Samuel Hutabarat mengaku kecewa dengan pihak kepolisian karena pihak pengacara keluarganya, Kamaruddin Simanjuntak dan Tim Penasehat Hukuk tidak diperbolehkan menyaksikan rekonstruksi pembunuhan Brigadir Yosua, Selasa (30/8/2022). Diketahui rekonstruksi tersebut dilakukan di rumah mantan Kadiv Propam Mabes Polri di Duren Tiga dan Sanguling, Jakarta Selatan. Dalam rekonstruksi dihadiri langsung para tersangka yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal dan sopir Putri Kuat Ma'ruf.

Kelima tersangka disangkakan dalam Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 Jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau selambat-lambatnya 20 tahun.

Keluarga Samuel Hutabarat/Rosti Simanjuntak

Penulis juga mengulik sedikit profile keluarga Samuel Hutabarat/ Rosti Simanjuntak. Samuel Hutabarat remaja memutuskan mempersunting Rosti Simanjuntak sebagai pasangan hidup.

Sekian lama membina bahtera rumah tangga, kedua pasangan ini akhirnya memiliki empat anak. Dua perempuan dan dua laki-laki. Anak pertama bernama Yuni Hutabarat, kedua Nofriansyah Yosua, ketiga Devi Hutabarat dan keempat Bripda Mahareza Putra Hutabarat.

Samuel Hutabarat lahir di tahun 1965, di Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Di tahun 1997, Samuel Hutabarat memutuskan menetap di Kecamatan Bahar, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi mengikuti istrinya Rosti Simanjuntak yang bertugas selaku Guru SD 74 Desa Suka Makmur, Muarojambi.

Samuel Hutabarat pernah bekerja kantoran. Namun itu tidak berselang lama. Dia akhirnya memutuskan banting setir menjadi petani sawit. Sehari-hari, Samuel Hutabarat bekerja sebagai seorang petani sawit. Pekerjaan yang tekun dia geluti ini untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga dengan empat anak. Bahkan dari hasil bertani, Samuel Hutabarat sukses menyekolahkan anaknya.

Sementara Itu, Rosti Simanjuntak lahir di Kecamatan Balige, Tapanuli Utara, pada tahun 1968. Sudah 20 tahun Rosti Simanjuntak mendedikasikan hidupnya sebagai pengajar (guru SD). Dia tercatat sebagai guru di SD 74 Suka Makmur, Sungai Bahar di Unit I, Muarojambi.

Rosti Simanjuntak menjadi guru di SD 74 (PNS) mengajar pada tahun 2003, dan terdahulunya di unit delapan dan pindah di sini SD 74 Suka Makmur itu di tahun 2003.

Di mata keluarga, Nofriansyah Yosua Hutabarat adalah sosok yang dikenal oleh keluarga orang paling ramah dan lembut. Yosua lahir di Kelurahan Tanjung Pinang, Kota Jambi, pada 20 November 1994.

Yosua Hutabarat dibesarkan di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi. Dia menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 74 Muarojambi, SMP Negeri 12 Muarojambi dan SMA Negeri 4 Muarojambi. Setelah lulus sekolah, dia mengikuti tes polisi di SPN Polda Jambi tahun 2012, hingga menjadi anggota Korps Brigade Mobil (Brimob).

Yosua Hutabarat, mulai berkarir sebagai polisi, khususnya di Korps Brimob sejak 2012. Dia mengikuti pelatihan di Pusat Pendidikan Brimob Watukosek, Pasuruan, Jawa Timur, selama 7 bulan.

Kemudian Yosua Hutabarat ditugaskan di Mako Brimob Batalyon B Pelopor di Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Jambi pada tahun 2013, yang terhitung rawan. Karena Yosua dipercaya sebagai penembak jitu atau sniper. Dia juga pernah dikirim ke Papua.

Usai bertugas di Mako Brimob Polda Jambi, Yosua Hutabarat kemudian bertugas pada Provos pada tahun 2016. Kurang lebih tiga tahun Yosua Hutabarat bertugas di sana. Pada tahun 2019 akhir, Brigadir Yosua Hutabarat ditarik Mabes Polri untuk menjadi ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

Sementara Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat seharusnya akan mengikuti wisuda sebagai sarjana Ilmu Hukum di Universitas Terbuka (UT) Jambi, di Jakarta pada Selasa (23/8/2022). Dia menempuh kuliahnya hingga 7 tahun di UT Jambi karena sering pindah tugas (BKO).

Namun impian Brigpol Yosua Hutabarat mengenakan toga ini pupus, usai ia menjadi korban pembunuhan di rumah dinas mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022) lalu.

Korban Pembunuhan Sang Jenderal

Seperti diberitakan sebelumnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat meninggal tak wajar (korban pembunuhan) di Rumah Dinas Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo pada Jumat 8 Juli 2022 pukul 17.00 WIB. Jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat telah dikebumikan di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Muarojambi, Provinsi Jambi, Senin (11/7/2022).

Kemudian pengangkatan jenazah atau ekshumasi Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Muarojambi, Provinsi Jambi, telah dilakukan Rabu (27/7/2022) pagi guna penyidikan kasus pembunuhan berencana.

Sebelum proses ekshumasi, dilakukan doa bersama yang dihadiri seluruh keluarga Samuel Hutabarat/Rosti Simanjuntak, Bripda Reza Hutabarat (adik almarhum), tim kuasa hukum keluarga Kamaruddin Simanjuntak, Nelson Simanjuntak, Martin Lukas Simanjuntak, Jhonson Panjaitan, Mansur Febrian, dan keluarga besar PBB Jambi serta pihak kepolisian yang hadir.

Usai proses ekshumasi dilanjutkan autopsi ulang jenazah Brigadir Yoshua di RSUD Sungai Bahar, Muarojambi, Provinsi Jambi, Rabu (27/7/2022) hingga Pukul 13.00 WIB. Autopsi ulang melibatkan sejumlah dokter forensik dari berbagai rumah sakit dan universitas yang dipimpin oleh Kepala Departemen Forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ade Firmansyah Sugiharto.

Kejanggalan meninggalnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat telah menyita perhatian publik sejak Senin (11/7/2022) hingga Kamis 1 September 2022, baik di media massa maupun sosial media.

“Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu,” (1. Yohanes 16:22). Tegarlah kembali Inang Rosti Simanjuntak. Anak-anak didikmu menunggumu di Sekolah. (***)

Ketika Ibu Rosti Simanjuntak Mulai Tegar Menghadapi Peristiwa Pembunuhan Anaknya Yosua

Sumber Utama : https://seword.com/umum/ketika-ibu-rosti-simanjuntak-mulai-tegar-f9dW4SBBCS

Anies – Puan Vs Prabowo – Ganjar?

Dinamika politik menjelang 2024 tampaknya semakin mengerucut saja ke hanya beberapa nama. Memang belum ada yang pasti sebelum para ketum parpol mendaftarkan nama-nama ke KPU.

Seperti 2019 lalu, semua menjadi jelas menjelang deadline ke KPU. Hanya saja, yang difokuskan ketika itu cuma menyangkut nama-nama cawapres. Sedangkan nama capresnya tetap: Jokowi dan Prabowo. Ketika Gerindra dan koalisi mengesahkan Sandiaga Uno, PDIP cs pun menetapkan KH Ma’ruf Amin, yang bahkan belum pernah disebut-sebut.

Tapi itulah politik, penuh intrik dan tentu saja perhitungan. Ibarat main catur antara dua orang yang kemampuannya setara, harus cermat mengamati langkah lawan. Salah sedikit, bisa ambyar. Seperti Roy Suryo yang selama ini merasa jago dan kebal hukum, namun ketika salah langkah, akhirnya kini benar-benar ambyar.

Untuk 2024, belum ada nama-nama pasti yang akan menjadi capres atau wakil. Mungkin baru Gerindra yang sudah sampai pada tahap penampakan menyangkut capres. Dalam rakernas belum lama ini, ketua umumnya, Prabowo Subianto hampir pasti akan maju ke gelanggang, walau sudah uzur.

Prabowo sebagai “pemilik” Gerindra memang punya banyak keuntungan dan kelebihan soal penetapan nama ini. Meski harus mencari minimal satu partai untuk memenuhi syarat ambang batas (presidential threshold), namun itu soal mudah.

Meski belum ada sosok-sosok yang sudah pasti, namun geliat dan manuver para ketum parpol sudah bisa diajukan sebagai gambaran. Paling tidak, sosok-sosok yang nanti tampil tidaklah jauh-jauh dari orang-orang yang selama ini sudah santer di publik.

Nasdem pasti sulit melepaskan Anies Baswedan. Dan berita tentang sowannya Puan Maharani ke Gondangdia, markas Nasdem, seolah memberikan gambaran yang semakin jelas dan terang. Sambutan Paloh yang sangat hangat dan antusias, bukan tidak mungkin menelorkan pasangan Anies – Puan.

Kok bisa? Sekali lagi, ini politik Bung. Muaranya adalah kekuasaan. Soal nasionalisme dan kepentingan rakyat dan bangsa yang lebih besar ke depan, itu hanya jargon semata. Ibarat aroma kentut yang menyengat sebentar lalu menghilang. Kekuasaan, dinasti, peluang bisnis, atau kepentingan strategis lainnya, itulah yang menjadi incaran utama, ternyata.

Seperti dikatakan tadi, politik itu ibarat permainan catur. Para pemain harus cermat dan jeli mengamati dan mempelajari setiap langkah lawan. Adapun para pemain yang dimaksud di sini, adalah Paloh, Prabowo, Megawati. Merekalah pemain utama, yang akan menjadi penentu.

Ketika Puan mendekat ke Nasdem -- di mana langkah Puan ini jelas sudah atas restu Megawati – hal ini pasti membuat Prabowo dan Gerindranya mulai berpikir dan bergerak. Faktor Puan yang elektabilitasnya tidak bagus-bagus amat, mungkin tidak terlalu masalah. Namun Anies yang selalu bertengger pada 3 besar di survei, dan memiliki basis massa militan sendiri, pasti mendapatkan sorotan utama.

PD-nya Megawati mengerahkan Puan, tampaknya berdasarkan hasil survei di mana PDIP sebagai partai masih menempati posisi teratas di dalam survei. Dan jika hanya berbekalkan hasil survei ini, Megawati jelas salah besar. Jargon bahwa “rakyat memilih sosok capres, bukan partai politik”, mestinya jadi pertimbangan utama Megawati dan parpolnya itu. Dan pada faktanya, keterpilihan Ganjar Pranowo justru semakin menguat. Adapun Puan, hanya karena digerakkan oleh mesin partai.

Puan memang sudah ada kemajuan, di mana lewat spanduk-spanduk terbarunya, dia sudah jelas dan tegas soal jati dirinya. Mandiri, tidak lagi bawa-bawa nama lain. Dalam spanduk-spanduk terbarunya, dia sudah mengatakan tentang dirinya yang akan menjadi calon presiden pada 2024. Dan menurutnya, keberadaan seorang perempuan Indonesia menjadi capres, itu layak menjadi kebanggaan bangsa.

Maka dengan melihat dinamika itu, di mana PDIP tampaknya memang sudah “serius” mengajukan Puan, dan mengabaikan kader terbaik Ganjar Pranowo, maka hadirnya Anies – Puan sudah bukan cuma andai-andai lagi. Dengan catatan, Paloh tidak akan melepaskan Anies.

Dengan hampir pastinya PDIP mengusung Puan sebagai cawapres bagi Anies, maka Prabowo harus menghitung siapa yang kira-kira yang bisa mengatasi Anies, dan mengail suara PDIP? Ganjar Pranowo, yang saat ini gubernur Jawa Tengah, adalah jawabannya.

Beberapa kali penulis mengatakan “hampir pasti”, yang artinya memang belum ada kepastian. Sebab kepastian itu baru terjadi jika nama-nama yang sudah ditetapkan partai dan koalisi siap didaftarkan ke KPU. Maka adanya perubahan atas analisis dan prediksi ini adalah keniscayaan.

Hanya saja, penulis memprediksi bahwa penentuan nama-nama ini akan alot hingga detik-detik terakhir menuju deadline yang ditetapkan KPU. Akan terjadi saling intip, dan tunggu. Bila akhirnya Nasdem duluan mengawinkan Anies – Puan, maka Gerindra akan merangkul Ganjar untuk cawapres Prabowo.

PDIP akan hati-hati, sebab jika sampai ada kesan bahwa Ganjar dibuang, maka tamatlah riwayat Banteng. Maka Ganjar tidak boleh buru-buru menerima lamaran orang lain sebelum PDIP benar-benar mengesahkan Puan untuk cawapres. Sebab jika Ganjar lebih dulu hengkang, PDIP akan tersenyum puas dan koar-koar bahwa Ganjar-lah yang sedianya mereka usung, namun tidak sabaran.

Dan situasi seperti ini akan sulit bagi Ganjar yang akan dituding partainya sebagai kader yang tidak setia, tidak sabaran, ambisius dan sebagainya itu. Padahal, kata partai nanti, Ganjar-lah sebenarnya yang akan diusung partai. Pokoknya akan ada narasi-narasi yang disesuaikan.

Tapi semoga saja Nasdem lebih dahulu mengesahkan Anies Puan, sehingga Ganjar pun diambil Prabowo, sehingga tepatlah prediksi dan analisis ini.

Anies – Puan Vs Prabowo – Ganjar?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/anies-puan-vs-prabowo-ganjar-phjcLC47Yo

Masih Mending Ganjar, Bagaimana Andai PDIP Melupakan Puan?

Bagai disambar petir di siang bolong andai PDIP mengucapkan 'selamat tinggal' pada Puan Maharani.

Istilah orang, hil yang mustahal kalau Puan ditinggalkan oleh PDIP.

Tetapi, ada kemiripan kiasan atas tahapan pra kualifikasi piala liga sepak bola. Apa Puan memulai debutnya dalam bursa bacapres, baik lewat survei maupun penjaringan aspirasi dari bawah ke atas terutama ditangani oleh PDIP itu sendiri.

Andai Puan akan terdepak dari PDIP karena tidak mencapai suara dukungan terbanyak dari masyarakat sebagai syarat merahi tiket untuk masuk babak bacapres itu terlepas dari dua hal.

Pertama, Puan sebagai Ketua DPP PDIP. Meski bukan satu-satunya kader terbaik, Puan memegang posisi strategis dalam partai. Kedua, seumur-umur dalam sejarah PDIP akan terjadi bak tendangan bola "bunuh diri" di gawang sendiri.

Secara internal, PDIP masih berlangsung melakukan proses seleksi calon presiden yang bakal diusung. "Ojo kesusu," ujar Presiden Jokowi di satu kesempatan.

Tidak bakalan balik badan PDIP kalau memang 'garis tangan' Puan dapat tiket bacapres berdasarkan bukti membanjirnya dukungan dari berbagai pihak terhadap dirinya.

Tetapi, keadaan dan kenyataannya lain?

Terbukti (ya, meski sementara, bisa mutar-mutar sebelum mendarat) dari sekian hasil survei belum kelihatan batang hidungnya Puan. Apalagi berbicara peringkat atau skor ke berapa.

Diluar alasan mengenai tidak mengandalkan elektibilitas, Puan pede saja karena sekitar dua tiga parpol sudah memberi sinyal padanya. Asyik kan?

Bukannya berita gembira, itu juga tidak lucu. Atau dianggap lucu yang tidak lucu. Puan tidak menertawi dirinya, pihak lainlah yang menertawakan dirinya lantaran parpol tidak cukup ambang batas presidensialnya.

Bukan soal PDIP sendirian sudah cukup memenuhi aturan main itu. Peluang dan isyarat untuk membangun bersama bangsa inilah dicoba oleh Puan pada parpol lain. Tidak heran, kalau Puan menjalin komunikasi politik dengan pucuk pimpinan parpol.

Lebih dari itu, Puan perlu tahan banting andai itu terjadi. Saat PDIP belum melihat jalan 'lenggang kangkung' untuk merahi tiket bacapres. Bukan juga soal masih lemahnya tangkapan radar elektabilitas, tetapi juga 'apa adanya' Puan belum semarak dari segala penjuru, atas bawah, dan kiri kanan dukungan yang melimpah terhadapnya.

Biar cepat asal selamat bagi Puan dengan ngebet nyapres. Meski masih "bola benjol" dukungan politik pada Puan menjadi pekerjaan rumah berat untuk memainkan "bola bundar utuh" hingga bisa masuk ke babak selanjutnya.

Menyangkut dapat atau tidak tiket capres, semuanya bergantung pada Puan.

Sudah bukan rahasia, keputusan tertinggi PDIP ada di tangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP sekaligus ibunda Puan. Taat organisasi partai atau pewarisan adalah soal lain. Padahal selama ini, tidak ada kamus PDIP ada "musuh dalam selimut," tiba-tiba bacapres PDIP terhadap dirinya "menguap" begitu saja.

Bagaiman suara bulat dan keputusan PDIP di setiap provinsi dan kabupaten/kota menjadi satu pertimbangan mengenai apa Puan yang paling menguat bacapresnya.

Memilih Puan atau bukan sangat dipengaruhi oleh PDIP. Masyarakat memilih banyak dipengaruhi oleh hasil olahan parpol pengusung. Tentu ada proses atau ada mekanismenya masing-masing.

Puan ingin kemana?

Lebih dari setahun, setiap rilis survei menunjukkan posisi Puan belum berada pada urutan tiga besar, dibandingkan dengan nama-nama lain yang mencuat di ruang publik.

Sudah maklum, pilpres masih sekitar dua tahun. Akankah Puan masih bersama PDIP untuk mengusung menjadi bacapres sebelum tahapan demi tahapan pilpres digelar?

Sementara itu, dari waktu ke waktu Puan belum bertengger di papan lima besar? Mujur-mujur masuk tiga besar. Kalau suara arus bawah juga belum mengarah pada dukungan yang melimpah di luar survei, bagaimana? Itu versi bacapres.

Apakah PDIP akan menunggu hingga berlumut-lumut dari satu musim kemarau ke musim hujan dan seterusnya? Begitulah politisi mesti matang perhitungan dan kecermatan secermat-cermatnya atas situasi terkini.

Mustahil melibatkan serial Satria Baja Hitam, lantas "berubah" sekejap mata. "PDIP lu lawan, gua kate juga ape." Saya meniru logat Betawi. Orang juga pada tahu, PDIP partainya wong cilik.

Apakah modal besar itu bikin Puan di lingkarĂ n PDIP akan "bertepuk sebelah tangan?" Jawabannya berpulang sama Puan sekaligus PDIP.

Tidak dipungkiri memang, bahwa jika hitung-hitung di luar kertas, maka peluang Puan untuk diusung oleh PDIP jauh lebih jumbo ketimbang Ganjar, lantaran Puan sebagai salah satu penentu kebijakan partai yang berpengaruh.

Dari kemarin juga, Ganjar Pranowo tahu diri kalau dirinya belum pasti PDIP mengusulkan sebagai bacapres. Kalau sekadar menyebut nama, Puan dan Ganjar di parpol lain pun menyuarakannya.

"Darah" PDIP yang mengalir dalam diri Puan tidak disangsikan lagi. Mindset, ideologi apalagi. Sayangnya, hingga saat ini (harapan, semoga menanjak tingkat keterpilihan atau dukungan arus bawah dan segala penjuru) elektibilitas semakin melaju. Sisa bagaimaa Puan perlu 'mengambil hati' atau menjadi dambaan setiap lapisan masyarakat.

Jika ditanya dengan siapa dan pada posisi apa Puan? Bisa kemungkinan capres atau wapres. Puan-Ganjar, tau bisa dibalik, Ganjar-Puan. Ada lagi, Prabowo-Puan. Presiden jokowi jika ditanya siapa yang kelak akan menggantikannya, 2024-2029, ya senyum manisa saja. Sinyal atau isyarat apalagi mengarahkan juga tidak.

Masih Mending Ganjar, Bagaimana Andai PDIP Melupakan Puan?

Sumber Utama : https://seword.com/politik/masih-mending-ganjar-bagaimana-andai-pdip-bGmSGHuqqR

Makna Dibalik Tindakan Jokowi Sering Kumpulkan Relawan

Jokowi mempunyai fisik yang kecil kerempeng dan terlihat biasa-biasa saja. Sepintas bagi yang tidak tahu mungkin tidak akan mengira jika Jokowi adalah seorang pejabat negara apalagi seorang Presiden.

Nyatanya dengan fisik yang kecil, Jokowi mampu menjadi Presiden negara sebesar Indonesia selama dua periode. Dengan fisik kecil mampu mengerjakan hal-hal yang besar dan mampu melakukan kegiatan yang banyak setiap harinya. Bahkan berpindah tempat dengan cepat di wilayah Indonesia yang luas ini dari Sabang sampai Merauke.

Di sela-sela kesibukannya sebagai Presiden, Jokowi masih sempat mengumpulkan dan menerima para relawan yang selama ini mendukung penuh Jokowi. Suami dari Ibu Iriana ini rajin mengumpulkan kelompok relawan pendukungnya dalam beberapa waktu belakangan ini.

Langkah Jokowi mengumpulkan relawan itu terlihat saat dia menghadiri acara Musyawarah Rakyat atau Musra di GOR Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Ahad, 28 Agustus 2022. Beberapa hari sebelumnya, Jokowi juga bertemu dengan kelompok relawan pendukungnya yaitu Bravo 5.

Jumat pekan lalu, Jokowi juga bertemu dengan Relawan Plat K di Istana Negara, Jakarta. Ada sekitar 32 orang yang diundang Jokowi, semuanya dari Relawan Plat K mewakili enam kabupaten di Jawa Tengah, yakni Jepara, Blora, Pati, Grobogan, Rembang, dan Kudus.

Pada akhir Juli lalu, Jokowi juga sempat mengumpulkan para relawan yang ikut mengusungnya pada Pilpres 2014 dan 2019 di Istana Bogor sepulang dari lawatan ke sejumlah negara di kawasan Asia Timur. Pertemuan di Istana Bogor itu dihadiri sekitar 30-an perwakilan kelompok relawan di antaranya Projo, Pospera, Sahabat Buruh Relawan Jokowi, Seknas Jokowi, Pena 98, KIB, Duta Jokowi, Kornas Jokowi, Bara JP, Solmed, RPJB, Pos Raya, GK Center, Almisbat, dan lainnya.

Sebenarnya apa sih maksud dari tindakan Jokowi yang sering bertemu dengan para pendukungnya?

Pertama, mungkin Presiden sedang unjug gigi. Walaupun tidak mempunyai partai dan tidak bisa lagi jadi Presiden, tetapi pendukungnya masih banyak. Sehingga daya tarik politik Jokowi masih dihargai dan diperhitungkan oleh tokoh partai politik lainnya.

Kedua, menjaga kekuatan politik selalu berada di sekitarnya. Dalam melakukan berbagai kebijakan Presiden memerlukan bantuan banyak pihak. Jokowi yang tak bisa lagi maju pada Pilpres 2024 tak ingin lengser begitu saja.

Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo itu ingin membangun kekuatan politik yang kuat karena dia tak memiliki partai politiknya sendiri. Jokowi ingin penerusnya nanti jika bisa mempunyai semangat yang sama dalam membangun NKRI.

Ketiga, momen silaturahmi dan apresiasi. Bertemu dengan para relawan yang telah banyak berjasa membantu Jokowi jadi orang nomor 1 sulit dilaksanakan. Nah momen sekarang waktunya untuk mengapresiasi mereka, minimal dengan bertemu langsung.

Keempat, berusaha mengarahkan para relawan untuk tetap berada di jalur yang Jokowi inginkan. Sehingga ketika nanti Jokowi sudah menemukan penerusnya yang dianggap paling tepat, para relawan bisa dikerahkan untuk membantunya.

Makna Dibalik Tindakan Jokowi Sering Kumpulkan Relawan

Sumber Utama : https://seword.com/politik/makna-dibalik-tindakan-jokowi-sering-kumpulkan-BdI0YBguH2

Sudah Bisa Diduga, Proyek Kalender DPR RI dengan Anggaran Selangit Akhirnya Dibatalkan

Proyek fantastis pengadaan kalender 2023 senilai Rp 955 juta akhirnya dibatalkan. Sekjen DPR Indra Iskandar, seperti dilansir laman Detikm.com akhirnya buka suara soal anggaran cetak kalender itu, yang rencana awalnya akan dicetak pada Desember 2024.

Sekadar info, semula DPR akan mencetak 5000 kalender meja dengan anggaran Rp 27.500 per eksemplar, sedangkan pengadaan kalender gantung senilai Rp 45.500 dengan jumlah 15 ribu eksemplar.

Tender yang diberi nama "Pencetakan Kalender DPR RI" dengan kode tender 739087 kalau dilihat di situs LPSE DPR RI itu mendapat reaksi keras dari netizen hingga sutradara dan komika Ernest Prakasa, yang dengan bahasa sindiran mengritik pengadaan kalender cetak di tengah hadirnya kalender digital yang biasanya ada di ponsel. Masa' ponsel anggota DPR nggak ada kalendernya? Hahahaha...!


Cuma, kalau mau mengulas pembatalan proyek semacam ini sebenarnya bisa dibilang "lagu lama" di kancah politik dan anggota parlemen kita yang (katanya) terhormat dan berpenghasilan melimpah itu. Siklusnya pun sudah jelas: bikin proyek tertentu, anggaran dikasih yang gede, trus kalau ketahuan publik dan diprotes, tinggal dibatalkan saja dengan alasan yang bisa dicari. Kalau tidak ketahuan bagaimana? Ya maju terus, gitu saja kok repot!

Sebenarnya kalau mau bikin kalender sebanyak itu ya buat apa, wong anggota DPR saja tidak sampai seribu orang. Kalau satu orang diberi sepasang kalender meja dan kalender dinding, ya buat apa juga seorang dijatah dua kalender. Kalau dilihat fungsinya kan sama saja. Apa salah satunya berisi tanggal merah yang lebih banyak, sambil diberi catatan khusus "Kalender Khusus DPR". Nggak begitu kan?

Jadi bagi saya sebenarnya nggak ada yang aneh sama keputusan pembatalan ini, karena sejak semula saya bisa menduganya. Justru yang aneh itu kalau mendadak anggota DPR meneruskan proyek ini, sambil menutup telinga mengabaikan keberatan suara rakyat yang (seharusnya) mereka wakili. Betul?

Ah, memikirkan proyek anggota DPR kita memang terkadang nggak habis pikir kok. Berulang kali kita dengar mereka bikin proyek dengan anggaran fantastis, tapi kinerja juga masih menjadi sorotan. Kehadiran saat rapat paripurna pun sampai periode yang sekarang masih belum maksimal. Apa nggak sekalian bikin proyek "Satu Kamar untuk Satu Anggota DPR" supaya kalau bekerja bisa maksimal karena pulangnya dekat? Hahaha...

Sudah Bisa Diduga, Proyek Kalender DPR RI dengan Anggaran Selangit Akhirnya Dibatalkan

Sumber Utama : https://seword.com/politik/sudah-bisa-diduga-proyek-kalender-dpr-ri-dengan-pv8vZayAmm

Setia pada Pernikahan, Itulah Pencegah AIDS yang Paling Jitu

Wagub Jabar baru saja muncul dengan sebuah statemen, berupa anjuran kepada kaum pria di wilayahnya supaya berpoligami, untuk menghindari AIDS.

AIDS adalah penyakit kelamin menular yang belum ada obatnya hingga kini. Jalur penularan yang tercepat, dan kasus terbanyak adalah lewat hubungan seksual. Maka seorang pria yang sering berhubungan seksual dengan banyak cewek (PSK), tanpa menggunakan kondom, rentan tertular. Sebab bisa saja PSK itu ada yang sudah terinveksi.

Selain karena kontak seksual, penularan juga bisa terjadi karena sebab lain, semisal darah penderita masuk ke luka orang lain lewat penggunaan alat cukur. Artinya penyakit ini menular bukan hanya karena hubungan seksual. Tapi memang kebanyakan lewat kontak badan (seksual) yang tidak pada tempatnya itu.

Namun yang menjadi konteks pada artikel ini adalah penularan lewat hubungan seksual antara pasangan yang tidak resmi. Maka oleh Wagub Jabar di atas, dianjurkan agar para pria berpoligami untuk menghindari penyakit kelamin tersebut.

Suatu saran yang sangat tergesa-gesa dan sama sekali tidak cerdas. Poligami memang dibolehkan oleh agama yang penganutnya mayoritas di negeri ini. Namun ada syaratnya, yakni hanya untuk yang mampu berlaku adil. Dan yang namanya “adil” ini sangat tidak sederhana untuk menerapkannya.

Bila dilihat dari konteksnya, saran di atas mungkin hanya ditujukan pada kaum lelaki yang suka “jajan”. Sebab jika seorang pria hanya setia pada seorang istri, maka dia tidak akan terkena penyakit itu. Namun di lain pihak, sang istri pun harus benar-benar steril.

Sebab apa gunanya seorang pria setia pada satu “lobang”, namun diam-diam pasangannya sering bermain “lobang” di belakang layar dengan seseorang yang bisa saja punya potensi menularkan AIDS.

So, bukanlah suatu jaminan bahwa pria yang sudah memiliki lebih dari satu istri, maka tidak akan terkena penyakit ini. Sebab seperti dikemukakan di atas, apabila pihak istri tidak bisa dijamin mutunya, maka suaminya bisa terkena juga.

Tapi bila ingin terhindar dari kemungkinan buruk ini, maka hal yang pertama tentu saja melakukan kontak seksual yang aman selamanya. Pastikan pasanganmu steril. Atau bagi yang “jajan”, harus menggunakan alat pengaman (kondom), meskipun ini tidak bisa menjamin 100%.

Jadi jika ingin terhindar dari penyakit yang diakibatkan kontak seksual ini, maka satu-satunya cara adalah setia pada hanya satu pasangan (suami – istri). Seorang suami hanya untuk seorang istri dan seorang istri hanya untuk seorang suami.

Dan selain itu, kedua belah pihak harus setia pada pasangan masing-masing, tidak ada WIL (wanita idaman lain) atau PIL (pria idaman lain) di antara kedua belah pihak. Pasangan benar-benar setia satu sama lain dalam suatu ikatan pernikahan yang suci dan sakral.

Kekristenan mengajarkan tentang hal ini. Pernikahan antara seorang pria (suami) dengan seorang wanita (istri), hanya boleh sekali seumur hidup. Seorang suami untuk satu istri, dan seorang istri hanya untuk satu suami. Tidak ada poligami atau poliandri.

Tapi sekali lagi, kedua belah pihak yang sudah disatukan dalam satu ikatan pernikahan itu, harus setia pada hanya pasangannya itu. Tidak ada kata cerai atau pisah. Sekali disatukan dalam pernikahan kudus, harus tetap satu selamanya.

Hanya maut (kematian) yang boleh memisahkan. Kalau istri/suami meninggal, bisa saja menikah lagi, namun syarat dan ketentuan tetap berlaku: satu suami untuk satu istri, dan sebaliknya.

Seperti itulah kekristenan menghormati dan menguduskan lembaga pernikahan itu, sekaligus juga memuliakan seorang wanita. Sebab pada dasarnya, secara naluriah, tak ada wanita yang mau berbagi cinta.

Beda dengan kaum pria pada umumnya, yang maunya ingin “mencicipi” yang lain. Maka tidak salah jika kaum lelaki dijuluki sebagai “buaya”, sebab nyatanya demikianlah adanya. Maka dengan demikian, pernikahan yang menuntut kesetiaan hanya pada satu pasangan ini, sangat berat bagi banyak orang, khususnya kaum lelaki.

Maka tidak bisa dijamin bahwa semua orang yang diikat dalam pernikahan kudus gerejawi itu akan “lolos”, sebab bagaimanapun juga, pernikahan adalah salah satu ujian menyangkut ketaatan pada perintah Tuhan.

Pasti ada yang gagal, tersandung dan terjerembap dalam dosa perzinahan. Tetapi pada sisi lain, justru di situlah “seni” tentang mengendalikan diri, menaklukkan keinginan daging, menundukkan nafsu syahwat.

Penulis sebagai seorang lelaki bukannya tidak pernah “tersiksa” dengan tuntutan ilahi ini. Apalagi ketika masih dalam usia “produktif”. Maunya setiap hari ganti pasangan, cari selingan, karena “rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau”.

Tapi semangat menaati agama, yang kita yakini sebagai petunjuk Tuhan dalam konteks mengendalikan dan menundukkan hawa nafsu, seolah memberi kita kekuatan ekstra untuk mengatasi segala godaan yang sangat massif itu.

Maka dengan terjalinnya relasi “satu untuk satu selamanya”, maka peluang hadirnya penyakit kelamin berbahaya semacam HIV-AIDS lewat kontak seksual pun teratasi dengan kudus. Itulah cara mengatasi masalah tanpa masalah.

Bukan dengan cara yang satu itu tadi: mengatasi masalah namun berpotensi mendatangkan masalah lain. Sebab ibaratnya, dengan memiliki dua tiga empat mobil, tidak lantas padam pula keinginan kita untuk memiliki mobil lain yang lebih mantap warna dan body-nya.

Maka hanya ada satu cara yang jitu: kendalikan, tundukkan hawa nafsumu, arahkan untuk mencintai satu mobil saja. Sebab pada dasarnya setiap kita diberikan kemampuan untuk itu. Kalau sudah terdoktrin dengan yang unlimited versi Jin Kafir, kita akan susah sendiri.

Setia pada Pernikahan, Itulah Pencegah AIDS yang Paling Jitu

Sumber Utama : https://seword.com/umum/setia-pada-pernikahan-itulah-pencegah-aids-yang-A7Zm7EZlHC

Nggak Usah Dijegal pun, Anies akan Terjungkal Sendiri

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menuturkan, Megawati tidak akan menggoyahkan koalisi partai politik yang saat ini sudah terbentuk.

Mengingat PDIP juga memiliki tiket untuk mengusung sendiri calon presiden kelak.

“Ketika Ibu Megawati nanti mengumumkan, yang terjadi bukan menggoyahkan, tapi menyatukan. Menyatukan untuk kepentingan bangsa dan negara.

Sehingga bandul politik itu akan bergeser menuju konsolidasi partai-partai politik. Itu yang diharapkan,” ujar Hasto saat ditemui di Kawasan Gelora Bung Karno, Minggu, 21 Agustus 2022.

Artinya, koalisi yang sudah terbentuk silakan berjalan saja. Tapi kini, bagaimana dengan koalisi yang belum juga terbentuk? Seperti calon koalisi Gondangdia yang dimotori Partai Nasdem beranggotakan PKS dan Demokrat? Ini yang menarik untuk diprediksi dan dikutak-katik.

Pengamat professional dan amatiran bisa membuat puluhan skenario apa yang bakal dijalankan PDIP kaitannya dengan koalisi yang belum atau bahkan mungkin tidak akan terbentuk itu.

Bila PDIP berjoged di sini, bisakah dituding menggoyahkan? Ya nggak lah. Barangnya saja belum ada. Apa yang akan digoyang dan digoyahkan? Emangnya rumput yang akan digoyang-goyang.

Orang yang paham permainan cantik ketum Megawati di panggung belakang jagad perpolitikan pasti akan ada yang berkeringat dingin.

Khususnya Anies Baswedan. Kenapa bisa? Kalangan yang paham politik akan menarik mundur peristiwa 8 tahun silam.

Di mana pada Pilpres 2014, berkat kepiawaian Mega bermanuver, PDIP yang menurunkan paslon Petugas Partai (Jokowi) – bukan Ketum Partai (Jusuf Kalla) telah berhasil menjungkalkan paslon Ketum-Ketum Partai (Prabowo Subianto, Ketum Gerindra – Hatta Radjasa, ketum PAN).

Bahkan ketika itu, ketum Golkar Aburizal Bakrie memilih berseberangan dengan Jusuf Kalla yang dedengkot Golkar. Ical, panggilan akrab ketum Golkar mendukung Prabowo - Hatta.

Melihat pengalaman tempo hari itu, Mega saya perkirakan akan tetap menjalankan strateginya, dengan menjodohkan Petugas Partai (entah Puan, entah Ganjar) dengan tokoh bukan ketua umum partai.

Setelah melalui proses meditasi dan permenungan yang mendalam, Mega saya prediksi akan melirik seorang bos partai yang jauh-jauh hari sudah meninggalkan ambisinya untuk ikut memperebutkan tampuk kepemimpinan nasional.

Dia adalah Surya Paloh, ketum Partai Nasdem. Sejak partai ini terbentuk, Pak Brewok tidak pernah mau atau tidak berani menerjunkan kadernya dalam kontestasi kepemimpinan nasional.

Mau dibilang tidak ksatria ya terserah kamu saja menilainya. Yang penting Nasdem ikut rombongan yang peluang menangnya relatif lebih besar.

Karena jelas-jelas bakal lepas dari tudingan menggoyahkan koalisi yang sudah terbentuk, artinya koalisi Gondangdia masih dalam wacana, maka dipanggillah Pak Brewok ke Tengku Umar, rumah pribadi Mega.

Alasan kedatangan Surya Paloh kan bisa dibuat senyaman mungkin ketika dicegat awak media. Misalnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Mbak Mega atas terpilihnya Nasdem sebagai Parpol pertama yang dikunjungi Puan Maharani dkk.

Sekali lagi ini skenario dari pengamat pinggiran. Sebagai skenario awal terjungkalnya Anies tanpa harus dijegal.

Sekjen Hasto dalam mengawali pertemuan yang sangat-sangat terbatas ini lebih dulu mengatakan bahwa, “Ibu Megawati ingin sekali menyatukan kepentingan bangsa dan negara.

Sehingga bandul politik itu akan bergeser menuju konsolidasi partai-partai politik. Itu yang diharapkan,” ujar Hasto dalam dialog imajiner saya.

Surya Paloh sebagai politisi kawakan pun dengan cepat menangkap apa yang disebutkan Sekjen PDIP Hasto. “Saya ikut sama yang Mbak Mega rancang saja.”

Tampaknya Megawati ingin mengulang sejarah perjodohan Petugas Partai dengan Tokoh bukan Ketum Partai. Maka ditawarkanlah posisi cawapres kepada Pak Brewok.

Dengan catatan, supaya mencari tokoh yang ideal bagi bangsa Indonesia. Ideal itu seperti apa? Ya, misalnya, sebagai negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia, carilah tokoh muslim-nasionalis yang mengedepankan ke-bhinekaan-an.

Kalau bisa tokoh itu dikenal luas masyarakat Indonesia. Seorang menteri mungkin yang dimaksudkan ketum PDIP. Juga diusahakan agar bisa merepresentasikan Indonesia secara utuh.

Carilah dari luar Jawa. Jagad perpolitikan Indonesia banyak memiliki pasangan jawa – luar jawa. Soekarno – Hatta. Soeharto – Adam Malik, SBY – JK. Jokowi juga pernah mengajak JK.

Dan yang terakhir dan tak kalah pentingnya adalah tokoh tersebut memiliki modal untuk mendukung logistik selama berlangsungnya kontestasi.

Itu semua cerita imajiner saya. Tapi saya perkirakan, ya kurang lebih seperti itu bila benar-benar terjadi pertemuan dua ketum partai nasionalis ini.

Setelah Pak Brewok memahami apa harapan dari Mbak Mega, pulanglah dia, kembali ke markas Gondangdia.

Dihadapan tim yang sangat-sangat kecil di markas partai, apa yang Surya Paloh sampaikan? Mari kita tebak-tebakan lagi dengan topik berbeda. Apa yang disampaikan Surya Paloh kepada jajarannya.

Seword-ers silakan membuat skenario sendiri. Sehingga skenario baru pun bakal bermunculan dengan derasnya.

Apakah Anies Bawedan bakal dijagokan Pak Brewok? Menurut Anda bagaimana. Kita hanya bisa tersenyum saja, saat ada orang yang terjungkal dan tidak mendapatkan tiket untuk jadi capres.

Cerita berikutnya bakal kian seru, mumpung janur kuning belum melengkung. Mari kita prediksi bareng-bareng, kita kutak-katik bareng, sampai dengan menit-menit terakhir 23 Nopember 2023 jam 00.00 wib, saat penutupan pendaftaran pasangan capre/cawapres.

Memprediksi jagad perpolitikan Indonesia memang seru.

Menurut Anda bagaimana?

Nggak Usah Dijegal pun, Anies akan Terjungkal Sendiri

Sumber Utama : https://seword.com/politik/nggak-usah-dijegal-pun-anies-akan-terjungkal-VtMOzSgE0t

Paul Zhang, Tersangka yang Memberkati Indonesia, Memberi Makan 2000 Orang Setiap Hari

Helloooo... masih ingat dengan Paul Zhang, sempat kontroversial karena mengaku nabi ke-26 dan ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama oleh Kepolisian republik Indonesia (POLRI), bahka POLRI sempat mengirim red notice ke Interpol yang bermarkas di Prancis.

Saya sempat cek di laman interpol dan tidak menemukan nama Paul Zhang dalam daftar orang yang dikejar oleh interpol. Kog bisa? Ini artinya permintaan red notice yang diajukan POLRI tidak diindahkan atau ditolak oleh interpol. Mengapa ditolak? Coba baca ulasannya di tulisan saya sebelumnya: https://seword.com/umum/polri-ragu-ragu-ajukan-red-notice-untuk-paul-zhang-Sbeod2R0sE.

Setelah lebih dari setahun, apa yang terjadi dengan Paul Zhang? Apakah masih pantas seorang Paul Zhang tetap ditersangkakan?

2 Juni tahun lalu, Wartakota.tribunnews.com menulis tentang Paul Zhang dengan judul besar "Jadi Buronan, Joseph Paul Zhang Tetap Galang Dana Buku Karta Brigjen TNI (Purn) Junius Lumban Tobing, bisa diakses di link: https://wartakota.tribunnews.com/2021/06/02/jadi-buronan-jozeph-paul-zhang-tetap-galang-dana-buku-karya-brigjen-tni-purn-junius-lumban-tobing.

Saya jadi kepo, benarkah seorang tersangka malah membiayai penerbitan buku tentang Pancasila? Dari penelusuran saya ke sumber yang valid, saya jadi lebih terheran-heran lagi, ternyata Paul Zhang bukan hanya membiayai penerbitan buku tentang Pancasila tetapi banyak melakukan amal kebaikan atau istilah saya, Paul Zhang telah menjadi berkat bagi Indonesia.

Menurut sumber tersebut, dalam setahun ini Paul Zhang bersama timnya telah dan terus memberi makan kepada kurang lebih 2000 orang miskin di Indonesia setiap malam. Kemungkinan Paul Zhang dan timnya telah membagikan makanan sebanyak 400 ribu bungkus sejak tahun lalu. Wow, pejabat mana di Indonesia yang konsisten memberi makan kepada 2000 orang setiap malam? Rasanya tidak ada.

Selain memberi makan kepada 2000 orang setiap malam, Paul Zhang, dibantu oleh para dermawan juga rutin menyelenggarakan baksi sosial (baksos) pelayanan kesehatan gratis setiap hari Sabtu di berbagai kota di Indonesia. Mereka mendanai penyediaan 2 buah ambulance untuk Indonesia, semua itu dibiayai dari penghasilan Youtube JPZ dan sumbangan para donatur.

Bukan hanya memberi makan dan baksos pelayanan kesehatan gratis, Paul Zhang juga aktif membuka doa di zoom untuk mendoakan orang-orang yang sakit dan orang yang sedang dalam pergumulan. Sebuah tindakan yang mulia. Selain itu, Paul Zhang juga terus mendoakan Bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang sejahtera, toleransi tinggi, bebas dari radikalisme, terorisme dan penyalahgunaan narkoba serta judi online.

Lahhh... ini bagaimana? Seorang tersangka yang berhati Pancasila dan konsisten mencintai bangsa dan negaranya. Apakah melihat semua yang telah dan sedang dilakukan oleh Paul Zhang, masihkah polisi terus akan membiarkan Paul Zhang tetap menjadi tersangka? Mengapa tidak diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3? Mungkinkah itu? Ini alasan sebuah perkara bisa diSP3.

Pertama, dihentikan karena tidak cukup bukti; Kedua, dihentikan karena persitiwa tersebut bukan tindak pidana; dan Ketiga, dihentikan demi hukum

Nah, silahkan polisi memilih alasan mana yang hendak dipakai. Coba lihat kembali alasan mengapa Paul Zhang ditersangkakan, bukankah lebih karena dorongan nafsu dan emosi para kadrun yang bilang darah Paul Zhang halal? Bukan karena cukup bukti, jadi polisi jangan merasa tidak enak hati.

Atau polisi bisa mengatakan bahwa apa yang dilakukan Paul Zhang bukan tindak pidana, buktinya permintaan red notice ke interpol tidak diindahkan, karena menurut interpol apa yang dilakukan oleh Paul Zhang bukan tindak pidana.

Kalau perkara ini di SP3, maka Paul Zhang dan timnya akan lebih leluasa untuk melakukan karya-karya yang lebih baik untuk terus memberkati Indonesia, mempromosikan pancasila dan memberi makan dan pelayanan kesehatan lebih banyak lagi.

Indonesia perlu orang seperti Paul Zhang, seorang yang punya hati agar Indonesia lebih sejahtera, lebih kuat dan tangguh menghadapi tantangan global di abad ini.

Paul Zhang, Tersangka yang Memberkati Indonesia, Memberi Makan 2000 Orang Setiap Hari

Sumber Utama : https://seword.com/umum/paul-zhang-tersangka-yang-memberkati-indonesia-cfWWK2wvfl

Amien Rais dan Nasib Keluarganya yang Miris

Keluarga Amien Rais saat ini sedang mengalami musibah yang tidak bisa dihindarkan dan berturut-turut terjadi di sejarah ini. Amien Rais adalah sosok yang menunggangi mahasiswa pada tahun 1998 saat ingin menurunkan Soeharto yang di anggap sebagai koruptor terbesar abad 20.

Gerakan mahasiswa yang begitu mulia pada akhirnya harus tercoreng sedikit karena ulah Amien Rais yang mau jadi pahlawan saat itu. Menunggangi kematian empat aktivis mahasiswa pada tahun 1998 membuat Amien Rais menjadi orang yang dianggap berjasa.

Tapi ternyata apa yang dikatakan oleh almarhum Gus Dur alias Abdurrahman Wahid bahwa Amien Rais adalah gelandangan politik saat ini sungguh nyata di dalam catatan sejarah kelam orang ini hidup. Kita melihat bagaimana Amien Rais begitu membenci perbedaan dan jiwa toleransinya sangatlah tipis setipis kertas.

Setelah menunggangi mahasiswa Amien Rais ini juga menunggangi para kaum radikal di Indonesia. Saat demonstrasi 411 dan 212 beberapa tahun yang lalu, Amien Rais ikut-ikutan mengatakan bahwa pemimpin bernama Ahok ini haram dipilih dan tidak boleh menjabat sebagai gubernur untuk periodenya yang kedua.

Bersama-sama dengan Rizieq Shihab, Amien Rais dan Anies Baswedan melancarkan serangan politik identitas di rumah-rumah ibadat yang dikomandoi oleh Eep. Tidak berhenti sampai sana, Amien Rais pun ikut-ikutan menunggangi demonstrasi penolakan hasil pemilu pada tahun 2019.

Protes-protes di Bawaslu yang berakhir ricuh dan muncul mobil-mobil ambulans Gerindra yang membawa demonstran, menjadi Kuda hitam yang ditunggangi oleh Amien Rais untuk menghajar Tito Karnavian yang saat itu merupakan kepala kepolisian republik Indonesia.

Dia mengatakan bahwa polisi bergerak seperti partai komunis Indonesia dan sampai sekarang dia tidak ditangkap karena hal itu. Padahal kita tahu saat itu isu partai komunis Indonesia adalah isu yang sangat amat panas dan sensitif untuk diucapkan. Apalagi menyematkannya ke dalam institusi kepolisian yang merupakan aparat keamanan.

Amien Rais dan Fadli Zon dan juga kawan-kawan pendukung Prabowo Subianto dan Anies Baswedan ini menjadi sosok yang begitu berbahaya dan berpotensi menghancurkan negara kesatuan republik Indonesia saat itu dan sampai saat ini.akan tetapi apa yang dikatakan oleh almarhum Gus Dur bahwa sekalinya gelandangan politik tetaplah gelandangan politik yang menghasilkan keluarga dan keturunan gelandangan juga.

Benar-benar miris nasib dari Amien Rais juga keluarga-keluarganya yang diturunkan oleh anak-anaknya. Anak Yamin Rais yang cewek kemakan hoax Ratna Sarumpaet digebukin padahal operasi plastik.

Anaknya yang cowok juga katanya mengalami gangguan kejiwaan dan depresi entah karena keluarganya rusak atau dirinya yang nggak bisa mengendalikan emosi.

Buat saya ini adalah hal yang sangat amat wajar dan tidak bisa dianggap sebagai hal yang berlebihan karena memang inilah yang menjadi nasib buruk dari orang yang selalu membawa dampak buruk bagi negara ini. Apa yang menjadi pembelajaran kita hari ini melihat keluarga Amien Rais yang begitu miris?

Sederhana saja yakni hiduplah baik-baik dan jadilah warga negara dan politisi yang berguna bagi bangsa ini bukan untuk mengisi kebutuhan pribadi melainkan mengisi negara ini dengan kontestasi yang begitu terhormat. Tapi apa daya Amien Rais sudah jatuh ke dalam kebencian yang begitu nyata kepada presiden Joko Widodo dan Ahok dan juga orang-orang baik lainnya.

Dan saya kira Tuhan itu adil dalam menyatakan keseimbangan dan timbal baliknya di dunia ini. Tidak ada yang bisa luput dari keadilan Tuhan dan juga begitu terpampangnya haribaannya.

Semoga saja dengan ini Kita sama-sama paham bahwa hidup itu harus menjadi berkat sebelum mendapatkan pelajaran dan mudarat dari Tuhan. Seperti yang dikatakan oleh dokter Terawan melalui lagu kristennya yakni hidup ini harus jadi berkat karena jika kita sudah tidak mampu berbuat apa-apa lagi setidaknya hidup kita sudah jadi berkat bagi orang lain.

Makanya nggak heran meskipun dia dihancurkan sebagaimanapun, dokter Terawan tetaplah berkat bagi Indonesia. Akhir kata jangan sampai kita menjadi sampah masyarakat yang pada akhirnya dibuang oleh Tuhan dan keluarga kita yang mendapatkan karma buruk dari apa yang kita kerjakan.

Lihat saja Anies Baswedan, anaknya sampai dihancurkan karakternya oleh pendukungnya sendiri yakni dokter tifa melalui argumen tolol soal jilbab atau enggak jilbab dari anaknya manusia keturunan Yaman ini. Karena apa?

Ya karena bapaknya yakni Anies Baswedan memainkan politik identitas yakni menggunakan agama dan juga kepercayaan dalam memenangkan Pilkada dengan cara kotor.

Namun saya percaya bahwa orang ini masih bisa berubah karena ketika nafas ada di sana kesempatan pun tetap ada.

Amien Rais dan Nasib Keluarganya yang Miris

Sumber Utama : https://seword.com/umum/amien-rais-dan-nasib-keluarganya-yang-miris-LzMb9PlilV

Kamaruddin Terlalu Berani, Tapi Demokrat Bisa Kepanasan Juga

Kalau ditanya apa yang paling mencolok dari kuasa hukum keluarga Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak, maka banyak yang akan menjawab bahwa orang ini terlalu cari sensasi. Diberikan panggung yang sudah besar lewat kasus pembunuhan terhadap Brigadir J yang sudah fenomenal dan diketahui seluruh rakyat Indonesia, tapi merasa masih belum cukup terkenal.

Dari awal Kamaruddin sudah banyak bikin pernyataan menghebohkan. Bahkan ucapannya melebar ke mana-mana, dan menyeret nama banyak orang.

Kalau saya bilang, orang ini terlalu berani bahkan tidak ada urat takutnya sama sekali. Mungkin ada sebagian yang hiperbola dan melebih-lebihkan, tapi mungkin itu hanya kiasan belaka. Dan faktanya sampai saat ini pernyataannya, bahkan yang kontroversial sekalipun, belum ada yang terbantahkan.

Kalau dirangkum, Kamaruddin sudah berdebat dan menyenggol banyak pihak, yaitu Ahok, Arteria Dahlan, Prof Hermawan, Patra Zen, Deolipa, hingga SBY. Sebenarnya ada banyak lagi. Dan ini membuktikan Kamaruddin menembak ke mana-mana hingga kena banyak orang.

Ada yang bilang Kamaruddin sudah melewati batas dan offside. Dikhawatirkan dia akan diserang balik dengan dahsyat hingga tersungkur. Tapi sebagai kuasa hukum, dia pasti sudah mempertimbangkan semua ucapannya.

Tapi, apa pun yang akan terjadi nanti, bukan urusan kita. Yang jelas, kita hanya perlu menyimak dan menikmati ke mana drama ini akan berakhir. Ini seperti film yang memiliki plot sangat rumit dan bercabang, mengalahkan luasnya film serial Game of Thrones.

Terkait tudingannya kepada SBY, saya ikutan tertarik.

Demokrat sampai kepanasan, mungkin sebentar lagi kebakaran jenggot. Bagaimana tidak, Demokrat sempat melayangkan Somasi karena pernyataan Kamaruddin yang menyinggung kasus Hambalang dan mengatakan bahwa SBY menyembah dan bersujud kepadanya.

Demokrat mengatakan ada sejumlah pasal yang diduga dilanggar Kamaruddin, antara lain Pasal 14 ayat 1 dan 2 serta Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Demokrat menyebut pernyataan Kamaruddin telah membuat keonaran di kalangan masyarakat. Demokrat menyebut pernyataan itu juga telah merugikan nama baik Demokrat.

Demokrat meminta Kamaruddin memberikan klarifikasi mengenai pernyataannya. Demokrat juga meminta Kamaruddin meminta maaf. Waktunya 3 × 24 jam.

Tapi hebatnya, Kamaruddin tidak gentar sama sekali. Dia mengaku belum terima surat somasi dari Demokrat. Karena itu, dia memastikan tidak akan meminta maaf karena itu adalah fakta. Dia justru membeberkan lebih jauh terkait persoalan sujud sembah SBY.

Dia menyebut ada sosok Jenderal bintang tiga yang diutus SBY untuk menghadap dirinya.

"Somasi saja jenderal bintang tiga mantan Wakasad, yang memimpin pertemuan di Lagoon Room Hotel Hilton/Sultan itu," kata Kamaruddin.

Tidak diketahui siapa nama jenderal tersebut. Utusan SBY menyembah dirinya terjadi pada 2011. Dia juga mengklaim jenderal itu tidak datang sendirian, melainkan rombongan.

"Jenderal yang diutus itu sampai sekarang kayaknya masih hidup. Jenderal bintang dan lain-lainnya masih hidup sampai sekarang," katanya.

Kalau ini benar, maka sungguh menarik karena kasus Hambalang bisa muncul fakta-fakta lain yang tidak kita ketahui sebelumnya.

Kita tunggu bagaimana langkah Demokrat ke depan. Andi Arief akan menanti jawaban Kamaruddin atas somasi Demokrat. Demokrat tak banyak bicara soal sosok jenderal bintang tiga yang diutus SBY untuk bertemu dengan Kamaruddin.

Soal somasi, Ahok dulu juga pernah sebal dengan pernyataan Kamaruddin. Tapi Kamaruddin juga tidak mau minta maaf. Sekarang kita buktikan lagi antara dia dan Demokrat, siapa yang lebih berani.

Kalau Kamaruddin merasa yakin, pasti takkan minta maaf. Begitu minta maaf, dia pasti akan diserang Demokrat. Tapi kalau dia tak minta maaf, lalu Demokrat juga tak berkutik, artinya memang terjadi sesuatu saat itu.

Artinya Kamaruddin pegang kartu As dan Demokrat tak berani melaporkan balik karena bisa terbongkar semua yang sempat disembunyikan. Bola panas ada di tangan Demokrat.

Saya tidak bela siapa pun, tapi tembakan Kamaruddin ke SBY sangat sayang untuk dilewatkan. Ini terkait Hambalang, yaitu kasus yang sangat memalukan nama SBY saat itu. Sampai-sampai sudah merasuk ke benak semua orang di mana ada sindiran, ingat SBY, ingat Hambalang.

Kita tunggu keberanian Kamaruddin selanjutnya.

Bagaimana menurut Anda?

Kamaruddin Terlalu Berani, Tapi Demokrat Bisa Kepanasan Juga

Sumber Utama : https://seword.com/politik/kamaruddin-terlalu-berani-tapi-demokrat-bisa-7SBnooWTsd

Lazimkah Ekspresi Marah Penguasa hingga Meminta Korban Nyawa?

Disclaimer, tulisan ini menggunakan beberapa pendekatan spiritual, khususnya Islam semata-mata karena pemahaman penulis sebagai pemeluk agama tersebur.

Ahmad Sahroni, Wakil ketua Komisi III DPR blak-blakan mengaku dirinya berteman dengan Ferdy Sambo, ketika mantan Kadiv Propam itu belum jadi apa-apa. Dan dia pun kenal secara dekat termasuk karakter dan kepribadiannya.

Lebih lanjut dikatakannya, ketika kasus pembunuhan Brigadir Joshua terkuak, Roni pun terkejut, kenapa teman yang dulu cenderung baik dan ramah itu, kini berubah total, dan bahkan tega menghilangkan nyawa orang kepercayaannya sendiri?

“Inilah contoh perilaku yang menjadi hasil akhir dari karir yang meningkat sangat cepat tanpa dibarengi manajemen kepribadian, dia lupa diri dengan kekuasaan yang dimilikinya”, demikian Sahroni berfilsafat, menjawab pertanyaan Deddy Corbuzier di acara podcast “Close The Door”.. (https://youtu.be/OBawymQUjYM)

Gambaran Sahroni tentang teman lamanya ini seakan menasbihkan bahwa seseorang bisa berubah drastic hanya dalam waktu singkat, hanya karena sebuah faktor trivial. Faktor dimaksud adalah Illah, istilah spiritual bagi mereka yang secara tak sadar memiliki Tuhan lain.

Barangkali inilah salah satu hal yang mendasari larangan manusia menyekutukan Tuhan. Bahkan dalam ajaran Islam, syirik masuk dalam kategori tak terampuni. Sikap angkuh, takabur, riya dan kebanggaan berlebihan, termasuk dalam kategori menyekutukan Tuhan, yang tidak terampuni, sesuai ajaran Islam.

Meskipun Ferdy Sambo tidak paham ajaran Islam, namun kita yakin ajaran agamanya juga memiliki tuntunan tentang masalah ini. Tuhan akan sangat murka jika makhluknya justru menuhankan selain Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kalau kita cermati lebih dalam, sebagaimana diulas dalam podcast tersebut, pembunuhan seorang yang dianggap mengganggu martabat si pelaku, terasa berlebihan, jika memang pemicunya semata-mata karena masalah itu. Pertanyaan yang mungkin akan lama menggantung, kenapa harus dibunuh? Apakah tidak cukup jika misalnya memberinya hukuman fisik biasa, atau dibawa ke ranah hukum?

Sangat masuk akal jika kita menilai si pelaku mungkin memiliki penyimpangan psikologis, sehingga dia cenderung mengeksploitasi kekuasaannya sedemikian rupa, agar tak ada seorang pun berani memancing kemarahan dirinya. Betapa beresikonya jika pribadi semacam itu dimiliki banyak pejabat atau pemilik superioritas.

Ada sebuah peristiwa yang bisa jadi terpicu oleh kejadian yang mirip dengan kejadian di Duren III ini. Penulis sekedar memberi ilustrasi, betapa pentingnya seorang penguasa di bidang apapun, di dalam dirinya terdapat kematangan emosi, agar terhindar dari potensi destruktif.

Publik mudah-mudahan dapat mengira-ngira kejadian manakah yang pemicunya mirip dengan pemicu kemarahan si pelaku pembunuhan Joshua. Ketika itu, seseorang terbunuh oleh dua eksekutor di jalanan dengan cara ditembak. Sungguh aneh karena hasil otopsi terkesan direkayasa. Seorang ahli forensik kala itu menjelaskan, bekas tembakannya menunjukkan dia ditembak dari jarak jauh, sementara eksekutor yang bertanggung jawab hanya berjarak beberapa meter dari posisi korban.

Ajaibnya, kasus ini menyeret beberapa sosok pejabat sebagai tersangka otak pembunuhan. Meskipun di pengadilan terdakwa menepis dakwaan jaksa, tetap saja dia divonis bersalah. Bukti yang belakangan diduga sumir, telah menggiring si pejabat ke jeruji besi.

Spekulasi pun beredar, diduga pemicu dari skenario dilibatkannya seorang otak pembunuhan itu, karena ada kaitannya dengan kemarahan seorang pejabat publik kepada sang terpidana yang diduga telah menyinggung kehormatannya. Spekulasi itu pun tetap tersimpan sebagai misteri hingga saat ini

Betapa tragis dua korban pembunuhan itu, hanya karena dipicu kemarahan si pemilik superioritas, mereka harus meregang nyawa. Jika Joshua memang menjadi satu-satunya target, namun yang terdampak dari upaya rekayasa kasus, mencapai puluhan apparat polisi menghadapi proses pemeriksaan.

Berbeda dengan kasus terdahulu, korban diduga hanyalah merupakan umpan untuk menyasar target utama. Namun betapa miris jika spekulasi itu terbukti benar, karena untuk menjadi pintu masuk sehingga si target dipenjarakan, si korban harus meregang nyawa.

Hikmah dari dua peristiwa pidana ini mungkin akan mengilhami kita, betapa rumitnya suasana hati mereka yang karena merasa berkuasa, namun dia menghadapi kenyataan yang membuatnya marah. Dalam hal ini kita perlu memahami betapa pentingnya upaya introspeksi, sebelum maksud jahat yang direncanakannya terlanjur menimbulkan korban. Manajemen emosi barangkali sangat berperan untuk mengendalikan pikiran negative, tidak hanya bagi mereka yang mudah menggerakkan orang lain, namun juga berlaku kepada setiap orang.

Lazimkah Ekspresi Marah Penguasa hingga Meminta Korban Nyawa?

Sumber Utama : https://seword.com/umum/lazimkah-ekspresi-marah-penguasa-hingga-meminta-LI66ZGDAuf

Jokowi Bikin Papua Football Academy di Stadion Kader Demokrat, SBY Auto Prihatin!

Presiden Joko Widodo datang ke Papua meresmikan sebuah akademi sepak bola yakni Papua football academy. Dia meluncurkan Papua football academy di stadion Lukas Enembe yang ada di Jayapura.

Kita tahu bersama-sama bahwa stadion Lukas Enembe adalah stadion yang diresmikan oleh gubernur Papua saat itu. Dia adalah kader dari partai Demokrat yang sempat lari ke Papua Nugini.

Dalam hal ini saya harus mengakui bahwa gerakan presiden Joko Widodo sangatlah cerdas dalam membangun narasi bahwa ada perbandingan yang cukup cadas dan begitu timpang antara Papua dan Hambalang.

Proyek olahraga terbesar yang sempat diwacanakan di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah proyek Hambalang. Di sana akan dibangun wisma atlet dan diharapkan memunculkan banyak sekali atlet-atlet berpotensi.

Tapi ternyata yang muncul adalah koruptor-koruptor yang ditangkap. Wisma Hambalang adalah sebuah rekam jejak buruk yang dimunculkan oleh presiden yang suka bawa perasaan dan sering prihatin.

Presiden Joko Widodo pun akhirnya mencoba untuk mencuci mukanya pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang begitu tercoreng buruk. Orang baik ini meresmikan Papua football academy yang akan membentuk kedisiplinan dan karakter yang baik dari anak-anak Papua yang berpotensi menjadi pesepakbola besar di Indonesia.

Presiden Joko Widodo sendiri yang membangun itu dan banyak sekali orang-orang yang bersyukur atas hal ini. Tapi pertanyaan saya kenapa harus di stadion Lukas yang merupakan kader Demokrat?

Pesan tersembunyi dan terselubung yang diberikan oleh presiden Joko Widodo adalah mempertontonkan gagalnya Susilo Bambang Yudhoyono dalam membangun Indonesia selama 10 tahun kemarin ini.

Yang dibangun bukan manusianya tapi yang dibangun adalah kerajaan Cikeas yang pada akhirnya harus tenggelam Karena kader-kader Demokrat yang gak beres dan banyak yang korupsi di eranya. Yang saya ngomong ini fakta loh bukan asal-asalan aja.

Pesepakbola di Indonesia masih banyak yang harus digali potensinya. Negara kita adalah negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia. Akan tetapi pelatihan-pelatihannya masih kalah jauh dengan negara-negara Eropa dan Amerika yang penduduknya relatif jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia.

Inilah yang menjadi ironi dari negara-negara Asia yang negaranya jarang bisa masuk ke piala dunia. Bahkan sepak bola Indonesia dan Korea Selatan pun jauh timpang. Sebenarnya nggak banyak orang-orang yang sadar bahwa negara Indonesia itu sebenarnya bisa berpotensi menguasai dunia.

Saya penasaran dengan presiden sebelum-sebelumnya yang seolah-olah tutup mata dan tutup telinga soal olahraga. Presiden Joko Widodo memiliki sensitivitas yang sangat amat tinggi di dalam menentukan lokasi dan tempat mencetak atlet-atlet berkelas dunia di Indonesia.

Di alam Papua yang indah dengan udara yang bersih membuat penggalian potensi akan menjadi semakin luar biasa.

Kemegahan stadion di Jayapura jauh lebih bagus daripada stadion yang dibangun oleh gubernur dungu rasis yang gak sebentar lagi dibuang oleh rakyat Jakarta yakni Anies Baswedan yang merupakan kader Demokrat juga dulunya.

Desain besar olahraga Nasional seharusnya bisa dilakukan sebaik-baiknya oleh para pemerintah daerah. Saya berharap bukan hanya latihan fisik yang dibangun di Jayapura football club melainkan juga pelatihan mental yang nggak sembarangan tackle orang sampai ada yang mati.

Terima kasih presiden Joko Widodo semoga panjang umur dan sehat selalu supaya bisa mempermalukan Susilo Bambang Yudhoyono. Bikin SBY malu dan mempermalukan orang ini dan partai-partainya sangatlah mudah.

Datang saja ke tempat mangkraknya dan foto-foto di sana seperti yang dilakukan presiden Joko Widodo. Langsung auto nangis dan bikin album baru mungkin?

Jokowi Bikin Papua Football Academy di Stadion Kader Demokrat, SBY Auto Prihatin!

Sumber Utama : https://seword.com/umum/jokowi-bikin-papua-football-academy-di-stadion-NA90fS1cjI

Lebay! Ada Patung Kucing Simbol Perjuangan di Kampung Susun yang Diresmikan Anies

Peresmian Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung perlu diapresiasi. Penyediaan tempat tinggal untuk warga merupakan kabar gembira. Yang menempati kampung susun di Cakung ini adalah warga Bukit Duri yang dulu mengalami penggusuran pada tahun 2016. Hanya saja keberadaan patung kucing di area kampung susun ini serta narasi yang mengikutinya menimbulkan pertanyaan dalam benak saya.

"Patung kucing ini gagasan karena waktu pas penggusuran, saya melihat di atas sanggar Ciliwung yang dihancurkan itu, ada satu ekor kucing bernama Libi milik anak-anak sanggar. Kucing itu melompat-melompat di antara terkaman backhoe,” kata tokoh masyarakat, Sandyawan Sumardi, seperti dikutip dari kompas.com.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa Libi dikira sudah mati tetapi esok harinya anak-anak melaporkan bahwa Libi masih hidup dan sedang duduk di lokasi sanggar yang sudah hancur. Setelah itu setiap hari setiap pukul 15.00 WIB, Libi selalu tidur di lokasi atau reruntuhan itu. Karena itulah, Libi dijadikan simbol perjuangan warga Bukit Duri yang tergusur.

“Ini kami jadikan simbol perjuangan, kesetiaan dan persistensi warga yang rindu sekali akan tempat tinggal yang manusiawi, yang penuh gotong royong,” ujar Sandyawan.

Sah-sah saja membuat monumen tetapi bagi saya narasinya berlebihan. Saya menduga mereka merasa menang karena usulan mereka soal kampung susun terwujud. Secara tegas, mereka memang menolak dipindahkan ke rusunawa tetapi meminta dibangunkan kampung susun yang manusiawi dan dikelola dengan koperasi berdaya guna. Bagi mereka, rusunawa tidak bisa mengganti tanah dan rumah yang mereka miliki. Skema kampung susun akan mengembalikan tanah dan rumah yang sudah digusur pada tahun 2016.

Benarkah mereka sungguh-sungguh memenangkan perjuangan soal kampung susun ini? Menurut saya kok tidak. Saat itu mereka menuntut agar kampung susun dibangun di Bukit Duri tetapi kampung susun ini berada di Cakung. Mereka meminta agar kampung susun bisa menjadi hak milik tetapi skema yang sekarang direncanakan dengan sistem sewa jangka panjang. Pengelolaan memang diserahkan kepada koperasi tetapi peraturannya pun belum ada.

Menurut saya, warga Bukit Duri yang menerima kampung susun di Cakung ini tidak konsisten dengan keberatan mereka pindah ke Rusunawa Rawa Bebek. Saat itu, mereka menolak pindah karena merasa Rusunawa Rawa Bebek jauh dan sistem menyewa tidak bisa mengembalikan rumah dan tanah mereka. Sebagai catatan, tidak semua warga Bukit Duri menolak pindah ke Rusunawa Rawa Bebek. Lebih banyak yang mau pindah daripada yang tetap bertahan di Bukit Duri.

Saya merasa pemenang sebenarnya adalah warga yang mau pindah sejak tahun 2016 karena mereka mereka sudah nyaman sejak lama. Warga Bukit Duri yang menerima kampung susun di Cakung ini justru mengalami kekalahan. Mereka harus pindah ke Cakung. Kampung susun tetap harus menyewa. Tempat tinggal pun baru didapatkan pada tahun 2022.

Karena itulah, saya merasa tidak perlu ada monumen patung kucing di kampung susun itu. Tidak ada hal yang layak untuk dijadikan monumen. Anehnya Pemprov DKI yang membangun kampung susun itu juga ikut saja keinginan warga Bukit Duri. Yah, mungkin karena tersandera janji politik yang tidak logis tetapi harus tetap dipenuhi demi menjaga citra dan suara untuk narasi politik ke depan.

Lebay! Ada Patung Kucing Simbol Perjuangan di Kampung Susun yang Diresmikan Anies

Sumber Utama : https://seword.com/umum/lebay-ada-patung-kucing-simbol-perjuangan-di-zOP39IpImb

Klik Sayap-Sayap Patah pro DENSUS 88 atau Anda Bela Teroris berbaju Agama !!?? 

Klik Mahasiswa DEMO terus ??!!! Memang punya SOLUSI?? atau Malah bikin rakyat tambah sengsara !!!!!

KLIK Ustadz Abdul Somad sang "Ustadz Kontroversial" kembali diundang Kepala Daerah di KalSel WARNING!! Politik Identitas Bermain, Benarkah??!! 

KLIK juga KalSel dalam Berita

Juga KLIK Kadrun itu Susah "Move On", Joget pun "SALAH" 

Klik ISTANA NEGARA 17an "Ojo dibandingke" VIRAL 

Klik Jangan BACA !!! 

KLIK di Amien Rais bilang "Gangguan Kejiwaan", ternyata Anaknya "Gangguan Jiwa", benarkah ??!!

Juga Klik Citayam Fashion Weeks : Koperasi 212 "penampung" Dana ACT..!!! Benar kah ini ???!!! Pendukung Anies & JIS gimana??

Klik Kenapa Pilih Ganjar ?!!!?

Klik Masih tentang ACT dan PKS, MANULIFE hingga BUMN serta Dana CSR

Klik juga ACT & PKS, Ustadz Bechi dan Gubernur Rasa Presiden !!!

Klik juga Mahasiswa "Bela Rakyat" atau "Bela Cukong yang membacking Mahasiswa" ..??!!!

Klik ACT (Aksi Cepat Tanggap) "TERBONGKAR" , VIRAL #JanganPercayaACT 

Klik juga VIRAL : Gabung PKS "HARAM" bagi GP Ansor !!!

Klik Super Hero Indonesia "Damaikan Dunia" !!!

Klik LITERASI , apa sih artinya ?? 

Klik Indonesia & Ukraina : Pertemuan tete-a-tete atau empat mata  

Silahkan klik Warga KalSel di "Waluhi OLIGARKI Daerah" atau Oligarki Pusat ?!!!

Klik Jejak Anies dan Intoleransi yang BERBAHAYA untuk Indonesia

Klik juga : Dunia HEBOH ... !!!

Silahkan klik Benturkan Agama !!! buat Cebong dan Kampret Berkelahi dan KADRUN Berjaya !!!

Klik RIBUT

klik juga "VIRAL" Film Lady Of Heaven dan VERSI LONDON (Syi'ah London, Sunni AS, HTI London Dll)

KELEBIHAN Bayar ?? VS Korupsi ... !!! 

Klik juga Saatnya Pakai Akal SEHAT, Bukan Pake Kata DUNGU !!!!!! 

Klik juga 2024 saatnya seluruh warga Banua Banjar KalSel turun memberikan suara !!!

Klik juga Politisisasi Agama menghasilkan HOAX yang Terpercaya !!! 

Warga Banua Banjar 2024 pengen yang Baru di parlemen KalSel !!!!

Dosen UNISKA yang terkesan Bela Edy Mulyadi dkk "Hina Kalimantan" bukan mewakili Anak Kalimantan dan DAYAK !!! 

Foto-foto BEM SI (Badan Executive Mahasiswa Seluruh Indonesia) dan simpatisannya ??!!??

DAYAK VIRAL : #MaafBolehSajaProsesHukumTetapBerjalan !!!!! 

Benang Merah DEMO di KalSel !!!

Silahkan klik ini juga : "Operasi Doktrin Terorisme ukhti FPI" : Muhammad Uhaib As’ad Ketua KAMI Kal-Sel sebut Rezim Sekarang "Tidak Berbeda" dengan Rezim ORBA ?!!!

Sebagai pelengkap klik ini juga ya : Fraksi PKS & Demokrat "Jangan Buang Badan" - DEMO : Muhammad Uhaib As’ad , Ahdiat Zairullah hingga Rocky Gerung

Info tambahan Klik juga Ade Armando Doa Kebaikan Untukmu : Cuci Otak "Anak Muda" akhirnya apapun SALAH tanpa AKHLAK

yang ini klik Saatnya PERCAYA TUHAN dan Jokowi !!! Demo 11 April 2022, MAHASISWA atau MAHASEWA ??!!! 

klik juga ini Demo 11 APRIL : Ustadz Ormas Terlarang HTI di "SANJUNG" di KalSel, ini buktinya !!! Benarkah kader Ormas Terlarang HTI !!!

klik ini Yang Batu Siapa ? Yang Tangan Siapa ? Apakah ormas Terlarang HTI dan FPI masih menggurita & "Mencuci otak" warga KalSel 

klik juga ini #JanganMaudiWALUHi

juga ini  Foto-foto BEM SI (Badan Executive Mahasiswa Seluruh Indonesia) dan simpatisannya ??!!??

yang ini juga klik #JokowiSelaluSALAH 

Jangan lupa klik ini juga  Mengenal Wakil Rakyat KALSEL dan Kota Banjarmasin 2019-2024

serta klik ini 2024 : Saatnya Partai baru SUKSES di KalSel hingga Indonesia !!!

klik juga Kalau PKS (Partai Keadilan Sejahtera) "Tumbang" dalam PEMILU 2019 akankah GARBI menjadi "Penggantinya" ??!!  

https://news.detik.com/berita/d-6028229/jenguk-ke-rs-grace-natalie-ungkap-kondisi-terkini-ade-armando

https://gusdurian.net/pernyataan-sikap-jaringan-gusdurian-mengutuk-segala-bentuk-kekerasan/

https://banjarmasin.tribunnews.com/2021/03/27/la-nyalla-mattalitti-dinilai-habib-banua-layak-jadi-presiden-ini-pertimbangannya  

Klik juga videonya dilink dibawah ini :

BONGKAR OTAK DALANG AKSI 11 APRIL

Di bantu share agar masyarakat tidak ikut ikutan🙏🙏 Salam Indonesia Damai

Re-post by MigoBerita / Kamis/01092022/13.16Wita/Bjm