Oh Piala Dunia : Yang Lolos ke Surga ada yang mampir dulu ke neraka.
Terus terang saya merasa bingung, nggak tahu harus berkata apa ketika ada relawan atau pendukung Anies mengadakan acara dengan backgorund spanduknya bertuliskan: DOA UNTUK MAROKO.
Seingat
saya, nggak ada hal urgent apa pun soal negara ini yang pantas
diberitakan atau dibuatkan acara sampai jauh di Indonesia, kecuali soal
sepak terjang Maroko di Piala Duni 2022.
Kudu
diakui Maroko memang mencuri perhatian di Qatar, bahkan mengalahkan
hebohnya pemberitaan kiprah Arab Saudi, Jepang, dan Korsel, hingga
kontestan Piala Dunia 2022 dari Benua Afrika lainnya. Sekilas
mengomentari permainan Maroko memang bagus. Mereka bermain cepat, berani
duel keras, dan semangat juangnya itu loh ... !
Nggak
heran kalau mereka bisa bikin terjungkal negara-negara kuat tradisi
sepak bolanya, meski akhirnya harus terima kenyataan kalah dari
Perancis. Namun, masih ada kans mengukir sejarah dengan menjadi tim
Afrika pertama yang menjadi juara ketga, kalau Sabtu malam (17/12) besok
Hakimi, dkk mampu mengalahkan Kroasia.
Ini
yang bikin saya nggak habis pikir. Sepak bola kok dipolitisasi, yang
mungkin disebabkan oleh kesamaan agama. Mungkin para pendukung Anies
merasa bahwa sepak bola ibarat perang agama kali ya. Nggak sekalian aja
bikin ultimatum sambil doa biar pantia surga menangkan Maroko:
Untungnya
Maroko nggak menang lawan Perancis kemarin. Kalau sampai menang,
apalagi juara, takutnya nanti dijadikan komoditas politik trus mendadak
Anies muncul di Qatar dan mengklaim berkat kepemimpinan dirinyalah,
Maroko bisa juara!
Menulis
ini, jadi ingat guyonan bernada sindiran seandainya Maroko menantang
Argentina di Final PD 2022, maka Tuhan disebut akan bingung akan
menjawab doa fans dari mana. Akan ada pertarungan sengit di langit
karena doa-doa dari dua kubu yang berbeda seperti kutub magnet yang
bertolakan kalau didekatkan. Jadi, mendingan Maroko yang "dibikin
kalah", supaya nanti jangan pula ada politisasi agama di Indonesia. Bisa
juga kan yang terakhir itu beneran terjadi? Hahaha...!
Ah,
pusing kita mikirin kaum yang terkesan mabok agama itu. Semakin ke sini
kok nggak semakin waras kelihatannya, tapi semakin parah kayak orang
yang habis obat. Jangan-jangan, itu kalau Maroko entah kapan misalnya
juara, pemimpin negaranya kalau ke sini akan didaulat jadi jurkam, pakai
onta eh pesawat jet pribadi ke mana-mana, trus disembah bak dewa dari
Afrika. Bagaimana menurut Anda?
Abas mah Bebas Mau Ngapain Juga
Politik
identitas telah terbukti digunakan dalam safari politik ala Abas sang
fenomenal. Anehnya, Abas bebas dari sanksi apapun dari Bawaslu,
alasannya adalah karena sang fenomenal belum ditetapkan secara resmi
sebagai capres. Tim sorak Abas ternyata cerdik atau lebih tepatnya
tengil bin curang. Mereka dengan segala cara memaksa rakyat tunduk
kepada itikad buruk para petualang kekuasaan.
Anies terbukti kampanye di Masjid judul video di klik disini https://youtu.be/_Wzi55ZO1Os
Dengan
dalih apapun, kampanye bertajuk safari yang dilakukan Abas bersama
Nasdem tidak boleh dianggap biasa, dan harus dicatat sebagai cela dalam
berkompetisi yang sehat. Publik wajib memberi nilai minus untuk kegiatan
tidak etis seperti itu. Kita bayangkan seandainya situasi menyeramkan
pada pilgub Jakarta tahun 2017 terulang di daerah-daerah, yang menjadi
taruhan adalah keutuhan bangsa ini.
Pengamat
politik Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam berharap Badan
Pengawas Pemilu (Bawaslu) bisa tegas soal pengawasan semua bakal calon
yang berpotensi bertarung di Pemilu 2024. Yakni, terkait dugaan kegiatan
mencuri start masa kampanye. Menurutnya, tidak adil jika tuduhan
bawaslu itu hanya disasarkan ke mantan gubernur DKI Jakarta Anies
Baswedan. Sebab, menurut Umam, ada banyak bakal calon yang saat ini jadi
pejabat. Mereka melakukan kegiatan tatap muka ke kelompok masyarakat.
Keberatan
Khoirul Umam tampaknya lebih kepada kecemburuan emosional, mengingat
gelagat serupa dianggapnya terjadi untuk pejabat publik lain.
Persoalannya, Abas memberi kesan dia memformalkan safari politiknya
dalam pusat-pusat aktifitas sosial, yang tampak disiapkan sebagaimana
kampanye dilaksanakan. Ini persoalan etika politik yang seharusnya
mendapat nilai minus dari Bawaslu.
Wakil
Ketua Umum NasDem Ahmad Ali meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)
mencabut pernyataan yang menyebut Anies Baswedan tidak etis dan
melakukan kampanye curi start bakal calon presiden 2024 dalam kegiatan
di Aceh beberapa waktu lalu. Ali mengatakan Bawaslu adalah lembaga
pengawas pemilu, bukan pengawas etik. Pernyataan ini juga sama
offsidenya, kalau Bawaslu tidak berwenang menyebut kegiatan itu sebagai
tidak etis, bisa saja dia menyebutnya dengan lebih vulgar, yakni
melanggar ketentuan berkampanye.
Sudah
beruntung karena pengaduan tentang pelanggaran itu dianggap belum
memenuhi bukti materil. Namun tetap saja bagi masyarakat, norma dalam
permainan apapun harus dijaga. Jika diabaikan, publik pasti mengerti
bagaimana memberi penilaian sekaligus dampak penilaian itu ketika masuk
ke bilik pemungutan suara nanti.
Poinnya,
mungkin calon kontestan lain belum secara terbuka melakukan kegiatan
sosialisasi karena menjaga etika tadi. Berbeda dengan pemilik rekam
jejak pelanggar norma, dia menganggap semuanya rata dan mudah diakali,
sebagaimana dahulu memperdaya warga yang dipimpinnya.
Sumber Utama : https://seword.com/politik/abas-mah-bebas-mau-ngapain-juga-ADAU6gipXd
Ketika Ketua MPR Bamsut Mau Coba-coba Lempar Batu Sembunyi Tangan
Narasi
Ketua MPR bahwa Pemilu Serentak 2024 diperhitungkan kembali, intinya
memang mengarah pada permintaan Jokowi bisa menjabat 3 periode. Anak SD
pun bisa menyimpulkan demikian. Tapi dia berkelit bahwa ke-simpulan itu
kejauhan, karena dia hanya mengajak berfikir belaka. Rupanya Bamsut
sedang coba-coba melempar batu sembunyi tangan ala Abunawas dari Bagdad.
Gara-gara
ucapan Ketua MPR Bamsut supaya Pemilu 2024 dipikir ulang, minggu ini
stasiun TV dan kanal Youtube masih rame dengan gorengan omongan Ketua
MPR. Rocky Gerung bilang, itu dibikin Istana. Hersubeno Point, Partai
Buruh siap people power. CNN kutip Arief Poyuono Gerindra: itu
pernyataan ngawur. Ubernya Refly Harun kutip omongan lama Bamsut: gedung
MPR bisa dibakar.
Berita
terakhir menyebutkan, rumah hadiah negara untuk Jokowi mantan presiden
sudah mulai dipersiapkan di daerah Colomadu Kabupaten Karanganyar. Itu
artinya, isyu presiden tiga periode mestinya sudah dikubur dalam-dalam,
sebab Presiden Jokowi yang hendak dijadikan “kelinci percobaan” sudah
berulangkali menolak dan mau pulang kampung. Alasannya, selain
melanggar konstitusi, itu usulan orang yang mau cari muka,
mempermalukan presiden sekaligus hendak menjerumuskannya.
Tragedi Orde Baru merupakan pengalaman pahit sekaligus berharga. Presiden Jokowi tak mau diplekotho
(dikibuli) seperti Pak Harto menjelang kejatuhannya Mei 1998. Menjelang
Pemilu 1997, seorang pembantu presiden kepercayaannya lapor pada Pak
Harto bahwa, “Rakyat masih menghendaki Bapak.” Begitu Pak Harto bersedia
dicalonkan kembali dan terpilih sebagai Presiden RI Maret 1998 , eh dua
bulan kemudian terpaksa lengser karena didemo mahasiswa bersama Amien
Rais.
M.Qodari
pencetus gagasan itu pertama kali, sudah jarang ngomong soal itu. Hanya
Apdesi dan Projo-nya Budi Arie Setiadi coba memanasi atau ngangetin
ibaratnya sayur. Kalau sayur lodeh, diangetin di hari ke-3 masih lezat.
Lha kalau isyu Jokowi 3 periode, mau coba ngangeti ya justru bikin
orang gebes-gebes! Tapi gara-gara Bamsut melempar gagasan dan narasi
–begitu istilah Anies– semacam itu akhirnya M. Qodari debat panas dengan
Feri Amsari pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas. Intinya,
Amsari tak ada alasan apapun yang bisa menunda Pemilu, sementara M.
Qodari sebaliknya.
Pemicu
bangkitnya kembali wacana presiden 3 periode adalah paparan survey
Poltracking Indonesia. Hanta Yuda mengatakan, kepuasan publik terhadap
pemerintahan Presiden Jokowi naik sampai 73,2 persen, sementara untuk
Wapres Ma’ruf Amin 64,7 persen. Oleh karenanya Bamsut kemudian menilai,
pemerintahan Jokowi-Ma'ruf terbukti mampu menangani dan tanggap cepat
dalam menghadapi berbagai tantangan.
Apalagi,
dalam menangani bencana alam yang akhir-akhir ini menimpa Indonesia.
Jokowi sukses menghadapi Covid-19, diselesaikan dengan baik dan diakui
oleh dunia. G20 terlaksana dengan baik berbagai kebijakan ekonomi dan
kebijakan lain juga baik, sehingga kita masih mampu bertahan di
pertumbuhan ekonomi 5 persen," jelasnya.
Ketua
MPR itu lalu mengatakan, Jokowi sangat tanggap dalam persoalan yang
terjadi. Saat gempa bumi dan bencana beliau turun langsung ke jalan.
“Artinya Jokowi dalam penilaian saya memiliki since of crisis yang
sangat tinggi dibanding degan pemimpin yang lainnya," sambung politikus
Golkar itu.
Setelah
bla bla bla……bicara ini itu tentang semua kinerja Presiden Jokowi,
Bamsut sampailah pada kata kunci: momentum penyelenggaraan Pemilu
serentak 2024 yang akan dilaksanakan pada 14 Febuari 2024 agar
diperhitungkan kembali. Apakah, momentum tersebut tepat atau tidak,
karena kita tahu bahwa pemilu sering memanaskan suhu nasional baik
menjelang, selama, hingga pasca pemilu.
Setelah
gagasan dan narasi Bamsut bikin heboh di TV dan Youtube, buru-buru dia
bikin pernyataan bahwa segala komentar berita-berita itu melintirnya
terlalu jauh. Yang minta pemilu ditunda siapa? “Saya hanya mengajak
berpikir. Masa berpikir saja tidak boleh," kata Bamsoet.
Bamsoet
beralasan, tahapan Pemilu 2024 sedang berjalan. Kecuali ada sesuatu hal
yang luar biasa sebagaimana diatur dalam konstitusi dan undang-undang
(UU), seperti faktor alam dan nonalam, perang dan lain-lain yang membuat
pemilu tidak bisa dilaksanakan seluruhnya atau sebagian. Lalu Bamsut
mengulang pernyataannya, "Saya kan hanya mengajak berpikir. Masa
berpikir saja tidak boleh?”
Jelas
boleh sekali! Tapi harus diingat, berpengaruh tidaknya omongan itu
tergantung siapa yang ngomong. Jika yang berpikir dan ngomong seperti
itu hanyalah Bambang Gentolet Srimulat, niscaya takkan berdampak
apa-apa. Tapi ini Bambang Susatyo yang Ketua MPR lho, penjaga pintu
terakhir konstitusi setelah MK.
Perhatikan kembali kata-kata Bambang Susatyo: Sehingga,
momentum Pemilu serentak di 2024 perlu diperhitungkan kembali, agar
proses yang tengah dilakukan pemerintah saat ini dapat berjalan dengan
baik. Dan juga melihat bagaimana kepuasan publik terhadap pemerintah
saat ini, apakah berkaitan dengan keinginan agar Presiden Jokowi terus
memimpin Indonesia.
Anak
SD dan madrasah pun tahu bahwa makna narasi tersebut adalah penundaan
pemilu. Tapi sudah bukan menjadi rahasia lagi, yang namanya politisi itu
gemar ngomong A tapi maksudnya B. Ibarat main bola, Bamsut sedang
melakukan tendangan pisang, sehingga banyak pihak yang kedandapan macam kiper yang salah baca larinya bola itu.
Oleh karenanya cara berkelit Bamsut itu sama saja bagaikan pepatah lama: lempar batu sembunyi tangan.
Ini cara berkelit gaya Abunawas dari kisah Seribu Satu Malam. Sebab
jika misalnya pemikirannya diterima dan Pemilu ditunda, otomatis dan
praktis jabatan Ketua MPR nambah lagi. Setahun dua tahun kan lumayan.
Ya semoga saja dugaan ini keliru.
Sumber Utama : https://seword.com/politik/ketika-ketua-mpr-bamsut-mau-coba-coba-lempar-batu-Gt0DJIeLO1
Sempat Menjanjikan Sekarang Partai ini Diujung Tanduk
Seiring
bergulirnya era refomasi bermunculan partai politik baru. Salah satunya
adalah Partai Solidaritas Indonesia. PSI adalah partai politik di
Indonesia yang didirikan pasca Pemilu tahun 2014. Partai ini pernah
melejit karena mengambil target partisipan kalangan anak muda,
perempuan, dan lintas agama.
Sayangnya
pada Pemilu 2019 PSI gagal masuk parlemen karena perolehan suara yang
tidak memadai. Perolehan suara PSI di bawah 4% sehingga pintu parlemen
masih tertutup bagi partai baru ini.
Menjelang
Pemilu 2024 setiap partai politik mempersiapkan segalanya demi meraih
suara rakyat sebanyak-banyaknya. Makin banyak makin baik, minimal cukup
untuk masuk parlemen.
Sayangnya
PSI malah diujung tanduk, menghadapi tantangan dan halangan yang sangat
berat. Sejumlah pentolan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memutuskan
hengkang dari partai sepanjang tahun ini. Beberapa kader memilih keluar
karena sudah tak sejalan dengan langkah politik partai.
Teranyar,
politikus Rian Ernest memutuskan mundur dari partai yang kini dipimpin
Giring Ganesha. Sebelumnya tercatat lima keder yang keluar, yakni
Tsamara Amany, Michael Victor Sianipar, Azmi Abubakar, Sunny
Tanuwidjaja, dan Surya Tjandra.
Alasan
mereka memutuskan keluar dari PSI mungkin karena sudah lelah dengan
kondisi partai yang sulit lolos ke DPR. Karena sejumlah pakar dan
lembaga survei juga memprediksi PSI bakal gagal menembus Senayan pada
Pemilu 2024.
Mundurnya
sejumlah pentolan akan berdampak besar terhadap nasib PSI lantaran
mereka merupakan magnet politik di PSI. Perolehan suara PSI pun bisa
merosot pada kontestasi politik mendatang.
Pemilu
2019 dengan full team dipenuhi politisi muda berbakat tetap tidak bisa
lolos ke Senayan, apalagi politisi berbakat itu satu persatu hengkang.
Tentunya semakin membuat PSI berat menghadapi pemilu 2024.
Alasan
tak kalah pentingnya adalah PSI saat ini tidak memiliki figur kuat
sebagai pemimpin. Sosok Giring Ganesha sebagai ketua partai tidak
membawa perubahan yang lebih baik pada PSI.
Giring
sebagai Ketum tidak memiliki rekam jejak kuat jadi aktivis politik.
Malah yang lebih menonjol sebagai anak band. Wibawa sebagai ketum partai
kurang greget. Masyarakat banyak yang menilai jika Giring belum layak
jadi Ketum partai politik.
Giring
sering melontarkan kritikan yang membabi buta sehingga masyarakat yang
mendengarnya cenderung antipati. Kritik harusnya berdasarkan fakta dan
data yang valid serta cerdas tidak asal ngomong.
PSI
butuh perombakan total, strategi politik, dan isu politik. Jika tak
segera berbenah bukan tak mungkin PSI bakal bedol desa, kader-kader
kuncinya pindah ke partai lain. PSI sekarang ini benar-benar berada di
ujung tanduk.
Sumber Utama : https://seword.com/politik/sempat-menjanjikan-sekarang-partai-ini-diujung-GiZARL9cu5
Lelang Jabatan, Menyisir Potensi Pekerja Idealis
Kritikan
paling vokal kepada pejabat Gubernur Heru Budi Hartono, sejauh ini
datang dari fraksi PKS atau politisinya. Mereka cenderung menganggap
Heru hanya fokus menghilangkan jejak sang mantan dalam berbagai
kebijakannya. Jawaban kita mungkin hanya sebatas apa yang memang
seharusnya dilakukan oleh seorang pejabat yang waras, yakni menetralisir
sesuatu yang keliru menjadi normal, sesuai kaidah keberpihakan untuk
warganya.
klik juga video Bersih-bersih orang Anies di Jakarta klik disini https://youtu.be/LQRPOVfyFMQ

Rekaman Berita : Alasan ASN Jakarta Enggan Ikut Lelang Jabatan
Ketua
Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono menyebut ada dua alasan besar
mengapa 239 ASN DKI enggan mengikuti lelang jabatan eselon II. Salah
satunya, para ASN merasa posisi tersebut rentan dicopot.
"Berbagai
argumen yang muncul dari pada ASN itu. Artinya, berbagai argumen itu
begini, salah satunya soal demosi itu. Kedua, soal peran TGUPP. Jadi
memang itulah yang membuat keengganan para ASN kita untuk ikut lelang
jabatan dalam rangka meniti karier mereka lebih tinggi," kata Gembong
saat dihubungi detikcom, Rabu (19/5).
Menurut
Gembong, dua penyebab ini sudah menjadi bisik-bisik di kalangan ASN
DKI. Gembong kerap menerima cerita demikian meski tidak menjadi aduan
resmi.
"Itu problem yang selama ini muncul dari para ASN dalam berbisik-bisik
gitu. Sifatnya bisik-bisik, mereka nggak berani vulgar juga,"
sambungnya.
Pemprov
DKI Jakarta melalui Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DKI
Jakarta Maria Qibtya juga sudah menyatakan 239 ASN yang tak mendaftarkan
diri untuk ikut lelang jabatan karena sejumlah alasan. Maria mengatakan
instruksi tersebut sifatnya wajib dilaksanakan. Dia menyebut ada 17
jabatan eselon 2 yang dilelang.
"Ada
beberapa yang kita tanyakan alasannya sakit, belum siap dokumennya, dan
lain-lain," ujar Maria, Senin (10/5/2021). Sementara itu, Anies
mengatakan pihaknya telah mewajibkan ratusan ASN tersebut untuk
mendaftar lelang jabatan eselon II. Namun nyatanya, mereka tidak juga
kunjung ikut seleksi.
Kejanggalan
dalam lelang jabatan era Abas tampaknya terletak pada lingkungan kerja
yang kurang kondusif. Misalnya Gubernur merekrut TGUPP yang tugasnya
tidak sebanding dengan Take home pay. Tentu saja setinggi
apapun jabatan seseorang, jika dikonversi ke dalam kompensasi ternyata
tidak seperti posisi lain yang jauh lebih nyaman, maka jawabannya harus
dikembalikan kepada pembuat kebijakan.
Memanjakan
mereka yang selalu siap pasang badan, dan menomor duakan pegawai yang
menjalankan tupoksi resmi, tampaknya menjadi gelagat ASN di era itu tak
bersemangat meniti tantangan lebih tinggi. Yang menjadi cermin kepada
calon pemimpin, soal begini seharusnya mengacu kepada pertimbangan
kepatutan dan bukan kepada kesukaan. Hukum sebab akibat selalu berlaku
di sembarang tempat dan waktu, maka untuk membuat permainan berjalan
seimbang, tidak boleh berlaku timpang.
Begini
jadinya jika hanya bersikap ramah kepada si penjilat, dan kejam kepada
yang setia, akhirnya marah dan kecewa menjadi taruhannya.
Sumber Utama : https://seword.com/umum/lelang-jabatan-menyisir-potensi-pekerja-idealis-jAC1pBEaKz
Drone Pandawa Di Langit Cianjur, Karya Anak Negeri Yang Tidak Peduli Nyinyir
Jum'at
siang (9/12) penulis berkesempatan mendatangi kota Cianjur, tepat 24
hari pasca terjadinya gempa bumi Magnitudo 5,6 yang meluluhlantakkan
daerah penghasil beras yang legendaris itu.
Di
desa Talaga, Kecamatan Cugeunang Kabupaten Cianjur kondisi rumah
penduduk secara kasat mata tinggal 50 persen berdiri utuh. Sisanya
roboh, setengah roboh atau rata dengan tanah.
Bagi
yang masih ingat, kecamatan Cugeunang sempat viral pada hari kedua pasca
gempa, atas aksi intoleransi pencopotan label gereja di tenda bantuan.
Tetapi ini lain kisah tidak untuk membahas kelompok intoleransi yang
tumbuh subur di daerah yang dikenal dengan nama tapal kuda.
Bersama
puluhan warga berbagai usia di desa Talaga korban gempa bumi, penulis
menjadi saksi sebuah benda berbaling-baling melayang di atas langit
membawa kotak berwarna biru. Benda melayang itu bukan helikopter atau
pesawat mata-mata layaknya film Hollywood, tetapi sebuah Drone (pesawat
tanpa awak)
Drone
Kargo berskala ringan bertuliskan Frogs Indonesia Come For Humanity
terbang menyeberangi lembah sepanjang kurang lebih 1 kilometer, membawa
bantuan obat-obatan bagi korban di salah satu lokasi terisolir.
Drone
berukuran 1 meter sukses mengangkut beban 3 kilogram, berjarak tempuh
radius 3 kilometer perjalanan pergi dan pulang. Benda inovatif tersebut
oleh pemiliknya diberi nama Pandawa. Entah karena terinspirasi dari
tokoh pewayangan, yang pasti di kerangka dan mesin Drone Pandawa tidak
ada tulisan huruf China yang biasa kita temui di grosiran produk-produk
futuristik keluaran Alibaba atau BabaAli.
Drone
Pandawa diciptakan oleh ide dan tangan terampil anak-anak muda dari
Yogyakarta yang tergabung dalam perusahaan berlabel Frogs Indonesia.
Frogs dalam terjemahannya artinya kodok, dan kodok di Indonesia
kaitannya dengan dunia medsos lumayan identik dengan hewan bernama
cebong. Apakah nama Frogs Indonesia terinspirasi dari fenomena cebong
dan kampret rasanya kita sudah tahu sama tahu kalau mau memakai ilmu
cucoklogi.
Kembali
ke laptop, eh salah... lapdrone, inilah prototype Drone ringan
pengangkut barang buatan dalam negeri yang siap dikembangkan
kemampuannya. 100 persen dikembangkan di laboratorium riset Frogs
Indonesia di Yogyakarta, tepatnya di kota Bantul.
Keberhasilan
anak-anak Frogs menerbangkan Drone pergi pulang membawa beban 3
kilogram melintasi lembah dengan kondisi angin dan cuaca yang sulit
diprediksi. Lalu kembali ke titik take-off secara akurat, bagi penulis
itu sebuah prestasi meskipun belum juara umum.
Peningkatan
kemampuan daya angkut dan jangkauan terbang lebih jauh hanya soal
teknik inovasi. Kalau hanya drone untuk syuting film atau bikin konten
YouTube sudah biasa. Drone pemetaan dan penginderaan jarak jauh, di
institusi militer dan kementerian perhubungan sudah lebih canggih
perangkatnya.
Ini Drone membawa beban, cuy. Karya anak-anak muda di negeri +62 yang getol berinovasi.
Kabar
mengejutkan yang diterima penulis dari sang founder Frogs Indonesia
yang tidak mau disebut namanya, bahwa mereka sudah tahap penyempurnaan
membuat drone yang mampu mengangkat 2 orang penumpang terbang di udara.
Bagi warga Jakarta catat ya, solusi kemacetan sebentar lagi terjawab
dengan hadirnya drone type passengers.
75 %
komponen utama manufacturing Drone milik Frogs Indonesia sudah mampu
diproduksi sendiri. Kabarnya hanya batere yang dan beberapa komponen
kecil yang masih impor dari luar. Teknik mapping dan sistem pengendalian
jarak jauh sudah bisa diprogram sendiri, suka-suka mereka sesuai
kondisi.
Keberhasilan
uji terbang Drone Kargo Pandawa membuka mata penulis -syukur-syukur
mata publik juga- tentang potensi anak-anak bangsa dalam menjawab
tantangan teknologi. Drone produk dalam negeri sudah siap berkolaborasi
dengan Pemerintah, salah satunya dalam rangka distribusi logistik
bencana alam.
Sebelum
"datang negara api" yang terkejut melihat kemampuan negara air
(maritim), melihat talenta mudanya sukses mengendalikan udara. Sebelum
Musk Elon tahu bahwa kita bisa juga jenius tidak hanya dia.
Sebelum celoteh kaum nyinyir merebak dan menebak kehadiran benda yang diduga produk kafir.
Teknologi
di tangan para inovator Frogs Indonesia tidak sekedar berbicara bisnis.
Tetapi bagaimana sebuah benda berbentuk Drone mampu menyelamatkan
banyak korban dengan efektifitas dan aksi nyata. Dilakukan dengan
kesadaran bahwa KITA BISA bukan sekedar slogan. KITA HEBAT bukan hanya
berupa stiker WhatsApp. Dan INDONESIA BERKARYA bukan omong kosong.
Itulah yang membedakan Drone dan K-Drone
Kalau
boleh penulis nitip pesan, BNPB, BPBD dan Basarnas yang menjadi garda
terdepan saat terjadi musibah bencana alam, buruan kontak anak-anak
Frogs Indonesia. Jangan sampai menyesal karya mereka justru dihargai
negara tetangga. Dari nama yang sudah bagus Drone Pandawa dirubah
menjadi Drone Kurawa gegara dirangkul mereka, nggak lucu banget kan?
Maju
terus (eh salah...)
Terbang terus Drone Pandawa Frogs Indonesia for Humanity. Kabar baik ini
disampaikan penulis bukan dalam rangka jualan Drone. Sekedar berbagi
kisah perjalanan dari Cianjur. Kondisi lokasi pasca gempa yang masih
ekstrim semoga tidak diperparah kelompok masyarakatnya yang sebagian
masih "ekstrem" pemahaman keyakinannya.
Gitu aja dulu
Sumber Utama : https://seword.com/techno/drone-pandawa-di-langit-cianjur-karya-anak-negeri-O9NtjCH9RS
Ketika Megawati Masih Bimbang
PDI
Perjuangan mengalami kemajuan dan kejayaan ketika berada di bawah
kepimpinan puteri Presiden pertama RI yakni Megawati Soekarnoputri.
Partai dengan logo kepala banteng moncong putih ini sukses di Pemilu
tahun 2014 dan 2019 dengan keluar sebagai juara.
Ditambah
suksesnya kader PDI Perjuangan yakni Joko Widodo menjadi Presiden
Republik Indonesia 2 periode. Pemilu 2024 pun tentu saja PDI Perjuangan
ingin mengulang kejayaan.
Seiring
makin dekatnya Pemilu 2024 yang Insya Allah akan dilaksanakan pada
bulan Februari PDI Perjuangan terus bersiap. Ketika partai politik lain
sudah melakukan manuver mencari mitra koalisi dan kandidat Capres, PDI
Perjuangan terlihat santai.
Sampai
saat ini Megawati sebagai pemegang hak veto belum mengumumkan siapa
Capres dari PDI Perjuangan. Sepertinya Megawati masih bimbang antara
Puan Maharani dan Ganjar Pranowo.
Berita
terbaru PDI Perjuangan batal menyelenggarakan Rakernas. Padahal
Megawati sempat menyebutkan jika Rakernas akan dilaksanakan di
penghujung tahun 2022.
Rakernas
biasanya dijadikan momen untuk mengumumkan sesuatu yang penting
termasuk penentuan Capres. Sebenarnya PDI-P sudah menggelar rakernas
pada Juni 2022. Namun, itu merupakan Rakernas II Tahun 2021 yang
tertunda akibat pandemi Covid-19.
Biasanya
Rakernas menjadi forum PDI-P mengambil keputusan-keputusan besar
partai. Dalam Rakernas III PDI-P 2013 misalnya, Megawati memberikan
isyarat akan mencalonkan Joko Widodo atau Jokowi sebagai capres pada
Pemilu 2014.
Benar
saja, beberapa hari setelah penugasan itu, Megawati mengumumkan Jokowi
sebagai capres PDI Perjuangan untuk Pemilu 2014. Lima tahun setelahnya,
dalam Rakernas PDI Perjuangan yang digelar 23 Februari 2018, Megawati
mengumumkan pencalonan Jokowi sebagai capres untuk Pemilu 2019.
Batalnya
rakernas sekarang ini karena beberapa alasan. Pertama karena kondisi
masyarakat Indonesia yang sedang prihatin. Peristiwa Kanjuruhan, gempa
di Cianjur serta wabah COVID-19 yang baru mereda membuat masyarakat
berada dalam situasi kurang baik.
Sehingga
tidak etis ketika masyarakat prihatin, malah menyelenggarakan Rakernas.
Untuk itu lebih baik dibatalkan atau ditunda. Karena jika dipaksakan
PDI Perjuangan seolah tidak berempati kepada masyarakat yang kesusahan
malah berbicara pencapresan.
Kedua,
penundaan rakernas juga tak lepas dari alasan pencapresan. Megawati
diduga masih bimbang dan belum memutuskan capres pilihannya untuk Pemilu
2024.
Bursa
pencapresan PDI-P pun disinyalir masih berkutat pada dua nama, antara
Ganjar Pranowo dan Puan Maharani. Isu persaingan internal antara Ganjar
dan Puan Maharani.
Namun,
pencapresan Puan tampaknya terganjal elektabilitasnya yang masih minim,
hanya di kisaran satu persen, bahkan kurang. Tingkat elektoral Ketua
DPP PDI-P itu tertinggal jauh dari Ganjar yang dalam survei berbagai
lembaga kerap bertengger di urutan pertama dengan elektabilitas tembus
20 persen lebih.
Kebimbangan
Megawati ini sangat wajar sehingga tidak segera menentukan Capres.
Selain itu waktu pendaftaran masih jauh sehingga masih banyak waktu bagi
Megawati untuk berpikir.
Sumber Utama : https://seword.com/politik/ketika-megawati-masih-bimbang-RLpqv4Piat
Nyinyir Tiada Henti, Rizal Ramli Disikat Ngabalin
Rizal
Ramli selain nyinyir tentang pernikahan Kaesang yang katanya lebih
megah dari acara Kesultanan Yogya. Dia menyindir, Presiden yang asalnya
rakyat biasa menjadi Sang Raja yang lebih hebat dari Sultan Jogja atau
Solo. Sweet revenge, begitu katanya.
Hebat
sih memang. Dia tidak hadir, tapi ikut nyinyir. Mulut orang ini mungkin
sudah sangat gatal sekali. Makin tua makin kayak bocah yang bandel.
Saya
setuju dengan logika Gibran. Kok Rizal Ramli bisa tahu detilnya, padahal
dia sendiri tidak hadir? Ini menandakan Rizal Ramli tidak hadir cuma
alasan doang, karena memang dendam dan mau nyinyir. Ini semakin
membuktikan kalau kualitas Rizal Ramli sangat jeblok.
Tidak
etis mengumumkan ketidakhadiran lewat media sosial, malah ikut nyinyir.
Double tidak etis. Yang menikah adalah Kaesang dan Erina. Yang sibuk
adalah keluarga Jokowi. Yang kepanasan kok Rizal Ramli.
Memang orang ini sudah diliputi dendam yang tidak bisa terobati lagi seumur hidup.
Beberapa
waktu lalu, Ali Mochtar Ngabalin juga mengkritik keras Rizal Ramli.
Dengan gaya frontal dan ceplas-ceplos, dia terang-terangan menyebut
Rizal Ramli adalah orang tua yang kekanak-kanakan. Rizal Ramli sama
sekali tak menunjukan sikap dewasa.
“Hay,
pak tua, umur itu soal angka saja, tapi dewasa itu soal sifat. Semua
orang bisa tua tapi tidak semua orang bisa dewasa,” kata Ngabalin dalam
sebuah unggahannya di akun Twitter.
Ini
adalah balasan saat merespon Rizal yang menuding Jokowi adalah pribadi
yang sangat pendendam. Dia menuding sikap Jokowi jauh lebih parah dari
Soeharto, sebab Jokowi menyimpan dendam secara personal.
Seolah
tidak puas, Ngabalin kembali menyentil Rizal Ramli. Kali ini Ngabalin
menyebut Rizal Ramli sama sekali bukan orang yang kritis,
pernyataan-pernyataan yang menyerang Presiden Jokowi hanyalah ekspresi
sakit hati karena dirinya pernah dipecat Jokowi dari jabatan Menteri
Koordinator Bidang Kemaritiman.
Menurut
Ngabalin, Rizal Ramli didepak Jokowi dari kabinetnya karena dia memang
tidak bisa bekerja untuk rakyat Indonesia. Seharusnya Rizal Ramli jangan
menyimpan dendam kesumat. Dia dipecat karena ketidakmampuan dalam
bekerja. Dia dipecat bukan karena faktor suka dan tidak suka, bukan
karena urusan pribadi.
"Kenapa
dipecat karena tidak bisa memimpin departemen yang dipercayakan. Jadi
bukan kritis tapi sakit hati yang luar biasa," katanya.
Justru
apa yang diperlihatkan Rizal Ramli adalah sosok yang pendendam. Dia
menuding Jokowi pendendam. Tapi sikap pendendam justru terlihat saat
diundang ke pernikahan Kaesang, dia tidak hadir, tapi kemudian nyinyir.
Upil di seberang lautan tampak dengan jelas, sedangkan kingkong di depan
mata tidak tampak sama sekali.
Kalau
kalian sering baca cuitannya atau menonton videonya, kalian pasti mual
dan mungkin sebagian dari kalian sudah pernah muntah mendadak. Gayanya
ngomong memang selangit. Dia tidak malu membuat persepsi bahwa dia itu
hebat, negara bisa dia selamatkan. Ada kesan dia itu bertindak
berdasarkan kebenaran sehingga dia dipecat. Pokoknya dia yang paling
suci deh, sedangkan yang memecat dianggap jahat, zalim dan pendendam.
Karakter
itu abadi. Mau disembunyikan dengan topeng apa pun, tetap cepat atau
lambat akan ketahuan aslinya. Seperti yang terjadi pada Rizal Ramli ini.
Dia merasa tidak berdosa, tapi gerak-gerik dan ucapannya membuktikan
dia ini licik, dengki dan pendendam.
Selama
ini ocehannya hanya berbasis sakit hati, bukan kritikan yang kritis.
Setiap ucapan yang keluar dari mulutnya, selalu tercampur dengan bumbu
dendam kesumat akibat dipecat sebagai menteri.
Jujur
saja, Jokowi banyak memecat dan memberhentikan pejabat. Tentu saja
banyak yang sakit hati. Ditambah lagi kelompok yang memang pada dasarnya
tidak senang dengan Jokowi. Mereka berkumpul jadi satu, sevisi misi,
senasib sepenanggungan, berkomplot dan berusaha meraih kekuasaan. Dan
mereka itu sekarang mendukung Anies.
Bisa
kalian bayangkan kalau mereka berkuasa? Ngeri pake banget, jauh lebih
ngeri ketimbang menonton film horor sendirian di tengah malam dengan
lampu dimatikan dan suara maksimum.
Mereka
adalah kelompok yang tidak bisa kerja, cuma jago cuap-cuap, bekas
pecatan yang artinya tidak bisa kerja. Kalau Anies menang, kalian bisa
bayangkan sendiri, orang-orang seperti apa yang akan memimpin negeri
ini.
Sekelas Jokowi saja masih banyak kekurangan, apalagi kalau mereka yang berkuasa? Gawat lah.
Bagaimana menurut Anda?
Sumber Utama : https://seword.com/politik/nyinyir-tiada-henti-rizal-ramli-disikat-ngabalin-0ADXAqZ1DQ
Carut Marut Kampung Susun Bayam Jadi Bukti JakPro Era Anies Harus Diaudit
Polemik
Kampung Susun Bayam (KSB) belum juga selesai. Masalah demi masalah
terus muncul sehingga warga tetap belum bisa menempati KSB. Kali ini,
masalah kepemilikan lahan yang menjadi kendala.
“Untuk
tanahnya itu masih berproses di BP (Badan Pembina) BUMD DKI Jakarta
dalam rangka inbreng. Pemprov akan meng-inbreng-kan tanah seluas 23
hektare ke Jakpro. Tapi harus tunggu persetujuan DPRD DKI. Jadi Dispora
sekarang masih mencatat sebagai aset kami,” kata Kepala Seksi Prasarana
dan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI, Fikri Hidayat
seperti dikutip dari kompas.com.
Inbreng
adalah proses penyerahan modal dalam bentuk aset. Dalam hal ini, pihak
Dispora DKI akan menyerahkan aset tanah tempat berdirinya KSB kepada PT
Jakarta Propertindo (JakPro). Proses ini dilakukan karena KSB termasuk
dalam kawasan Jakarta International Stadium (JIS) yang memiliki luas
total 23 hektare.
Mengapa
proses ini baru dilakukan sekarang? Bukankah JIS sudah dibangun lama?
Bukankah KSB sudah diresmikan sejak Oktober lalu? Mengapa proses inbreng
ini tidak dilakukan sebelum KSB atau JIS diresmikan? Mengapa ada janji
kepada warga bahwa KSB akan bisa segera ditempati kalau ada kendala ini?
Bisa
jadi masih banyak pertanyaan yang muncul berkaitan dengan kendala
kepemilikan ini. Yang jelas kendala ini membuktikan bahwa ada masalah
dalam sistem kerja di Pemprov DKI Jakarta, khususnya JakPro, di zaman
gubernur yang lengser Oktober lalu. Ini catatan penting karena JakPro
mempunyai banyak proyek besar di DKI Jakarta. Bisa saja proyek-proyek
besar itu bermasalah kan? Tanda-tandanya sih memang ada.
Ada
JIS yang sampai sekarang belum pernah dipakai untuk pertandingan
sepakbola resmi. Pagar tribun penonton pun rubuh ketika pertama kali
digunakan untuk pertandingan persahabatan. Sistem keamanan dan penonton
pun dipertanyakan sehingga JIS dianggap belum memenuhi standard FIFA.
Bukankah JIS dibangun dengan dana besar? Mengapa kualitasnya tidak
sesuai harganya?
Ada
pula pembangungan ITF Sunter yang tidak kunjung selesai. Dana sudah
diberikan kepada JakPro tetapi tidak ada perkembangan dalam pembangunan
tempat pengolahan sampah itu. Berbagai alasan dilontarkan untuk
menghindari cap mangkrak. Kemana dana yang sudah digelontorkan itu?
Yang
paling fenomenal tentu saja penyelenggaraan Formula E. Ajang
internasional yang disebut sukses luar biasa serta meraih untung besar
ini sampai sekarang belum ada laporannya. Balapannya sendiri sudah
selesai sejak bulan Juni 2022 tetapi laporannya tidak kunjung selesai.
Kalau sukses dan untung besar pasti laporan juga tidak susah kan? Dari sini saja sudah ada indikasi korupsi. Mengapa KPK tidak segera bertindak?
Permasalahan
di tiga proyek besar itu semakin menegaskan bahwa kinerja JakPro memang
buruk. Carut marut KSB hanyalah satu di antaranya. Rasanya perlu audit
berbagai proyek JakPro secara seksama agar semua jelas dan tidak
digunakan sebagai ajang pemoles diri mantan gubernur yang sedang sibuk
safari politik.
Kura-kura begitu menurut saya. Anda bagaimana?
Sumber Utama : https://seword.com/umum/carut-marut-kampung-susun-bayam-jadi-bukti-jakpro-pTvqeNjYIl
PSI Ditinggal Kader Elite? Salah! Justru PSI Lagi Dimurnikan!
Partai
solidaritas Indonesia tidak pernah kekurangan orang-orang tulus dan
baik. Partai ini juga tidak pernah kekurangan orang-orang pintar yang
memiliki hati besar dan rela berkorban untuk rakyat dan idealisme
Pancasila.
Belakangan
ini kita mendengar kabar bahwa banyak banget partai-partai lain yang
menciduk orang-orang pintar di PSI. Harus diakui memang itu terjadi dan
sudah ada hampir 10 orang yang keluar dari partai solidaritas Indonesia.
Mungkin
yang tidak terkenal juga banyak keluar dari partai solidaritas
Indonesia. Tapi sekali lagi menurut apa yang saya percayai bahwa partai
ini tidak pernah kekurangan orang-orang baik dan orang-orang pintar di
dalamnya.
Kita
harus tahu satu terminologi yakni consecration that is in English.
Consecration is the thing or the process of separation of bad things
from the mixtures so that the good substances remains.
Saya
tidak menemukan istilah yang tepat di dalam bahasa Indonesia. Tapi
mungkin istilah yang terdekat adalah proses pemurnian. PSI adalah partai
yang bisa dikatakan masih baru di dalam dunia politik di Indonesia.
Partai
ini menawarkan sebuah gagasan dan juga cara berpolitik praktis yang
begitu idealis. Tentu hal ini mengundang banyak decak kagum dari kaum
milenial pada saat itu tentunya.
Orang-orang
mulai melirik partai solidaritas Indonesia sebagai sebuah partai yang
merupakan think tank. Gudang pemikiran yang benar-benar membuat negara
ini punya harapan dan banyak sekali yang tertarik termasuk orang-orang
yang belum teruji idealisme politiknya.
Ratusan
ribu orang datang dan mendaftar sebagai anggota dan beberapa diseleksi
untuk menjadi politisi kepengurusan inti dari partai.
Proses rekrutmen dan seleksi pun dilakukan dengan sangat ketat lewat para penguji yang merupakan ahli di dalam bidangnya.
Akhirnya
orang-orang yang punya kapasitas pemikiran yang sesuai dengan rubrik
yang sudah diberikan oleh partai solidaritas Indonesia, tembus dan lewat
lolos sebagai kader partai.
Dan
saya kira waktu 5 sampai 10 tahun ini merupakan satu waktu yang menguji
ketahanan politik dari para kader partai yang sekarang mulai jenuh.
Sebenarnya
tidak ada yang salah dengan kejenuhan dan kebosanan di dalam partai
tersebut. Bosan itu wajar lah tapi saya kira ketika kebosanan itu
direspon dengan negatif artinya ada masalah di pribadi orang tersebut.
Tapi
memang pada akhirnya masalah di pribadi orang tersebut tidak bisa
menjadi dasar utama dari kita melabel orang tersebut baik atau
buruk.cuman kalau saya lihat sih beberapa orang yang keluar dari partai
solidaritas Indonesia bermasalah dengan konsep yang radix alias konsep
akarnya.
Permasalahan
ini cukup serius karena kita melihat bahwa mereka membuktikan sebuah
fakta bahwa yang keluar itu ternyata punya kepentingan dengan Anies
Baswedan yang merupakan tokoh politik yang memerankan peran antagonis di
Indonesia.
Sosok
Sengkuni versi 2 setelah Amien Rais adalah Anies Baswedan. Sengkuni ini
bukan orang bodoh tapi dia begitu pintar dan mahir melakukan strategi
yang sifatnya mengecoh dan merusak tatanan sebuah keteraturan berbangsa
dan bernegara.
Tapi
sekali lagi saya lega karena pada akhirnya orang-orang PSI yang keluar
bukan membuat PSI semakin sepi. Malah seharusnya orang-orang PSI
bersyukur karena partai ini sedang dimurnikan untuk menjadi partai yang
lebih dewasa dan lebih bersih tanpa adanya kepentingan apapun selain
kepentingan partai.
Kepentingan
partai PSI Saya yakin banget merupakan kepentingan untuk rakyat. Karena
selama ini kita tahu bahwa idealisme partai PSI adalah melayani rakyat
bukan melayani pantatnya penguasa dan politisi dan juga pemimpin yang
korup.
Biarlah
mereka keluar dan PSI semakin bersih. Saya nggak bilang mereka kotor ya
tapi saya mengatakan bahwa mereka tidak bisa sesuai dengan idealisme
partai.
Makanya
dari dulu saya selalu konsisten mengatakan bahwa PSI ini adalah PDIP
reborn. Kalau mau jujur kita melihat bahwa PDIP juga menuntut loyalitas
kader kan?
Ganjar
pranowo yang merupakan politisi terkenal dari PDIP pun ditegur karena
tidak sesuai dengan peraturan partai dalam berkata-kata khususnya dalam
merespons terkait pencapaian yang masih lama itu.
Anggap
saja keluarnya kader-kader PSI yang katanya pintar itu merupakan satu
proses pendewasaan partai. Yang rugi mereka secara pribadi. Bagaimanapun
juga mereka tidak pernah bisa menghilangkan identitas mereka sebagai
politisi yang lahir dari partai solidaritas Indonesia.
Ya
nggak apa-apa toh kalau mereka keluar? Siapa tahu kalau mereka
benar-benar masih tulus mereka bisa mengubah partai yang mereka masukan.
Karena dengar-dengar ada partai pendukung Anies Baswedan yang menjadi
pelabuhan berikutnya dari para politisi PSI yang keluar itu.
Dan
saya yakin kalau mereka tulus mereka akan berjuang untuk membuat seluruh
orang di partai tersebut buang Anies Baswedan karena Anies Baswedan
adalah produk rasisme intoleransi dan merupakan bibit teroris yang sudah
tidak bisa diragukan lagi fakta dan data validnya.
Sumber Utama : https://seword.com/politik/psi-ditinggal-kader-elite-salah-justru-psi-lagi-4GqW2417qJ
Juga Klik 14 Pebruari 2024 AYO Nyoblos !!!!!
Klik 2022 bisa apa? Tahun 2023, Ngapain?
Klik juga Teroris itu "memang Ada", Tapi Jiwa WARAS bangsa Indonesia dan KEBERANIANNYA juga ADA menghalaunya
Juga klik #KawinanRakyatAlaAnakPresidenJokowi
Klik MOVE ON : Aku yang Terzalimi atau Aku yang Tak diperdulikan Lagi ???
Klik 212 atau AHOK Day's hingga DraKor Piala Dunia 2022
Klik juga Ini Indonesia Bung...!!! Bukan Tafsir Kamu ??!!!
Juga Klik Saran Membangun tidak mesti menjadi CALEG, bisa aza menjadi Penasehat CALEG !!!
Klik #Pilihyang PlayingVictim : Ada apa dengan NasDem cs dan Anies ??!!
Klik Jangan Pilih GANJAR PRANOWO !!! Alasannya ???
Klik Bangga jadi Indonesia : NEXT penerus Jokowi Siapa?
Klik juga Dunia "Tipu-tipu"
Klik juga Siapa yang jadi "Bandar Oligarki" pada 2024
Klik juga Pilih Mana? Kerja-kerja-kerja atau Kata-kata-kata
Klik Ada apa dengan "Banjarmasin", koq "Tidak Baik-baik Saja" ??!!??
Klik Akhirnya Jokowi "MUNDUR" : KadRun cs "Senang" ??!!??
Klik Siapa bilang kita "BENCI" anies dan "CINTA" Ganjar, yg dicari PENERUS Jokowi !!!
Klik juga ANDA WARAS !!! Pemilik Tanah (Palestina) harus "BERBAGI" dengan Penjajah (Zionis Israel) dan ini yg disebut "SOLUSI DUA NEGARA"
Klik Saatnya "KadRun" berjaya di Indonesia
Klik juga Kerajaan Arab Saudi Wahabi Salafi : Maulid Nabi "DiLarang", Halloween "DiPerbolehkan" ???
Klik Memilih Pemimpin itu seperti ANIES ???!!!
Klik KEBOHONGAN atau Fakta
Juga Klik "Mengharap Jadi Presiden" atau Menjadi "Pemimpin Oligarki para Mafia" ???!!!
Klik Cukup "Jualan Agama", maka "Gampang Bodohi" masyarakat, Masa Sih ??!!
KLIK FAKTA atau HOAX kasus CHAT MESUM Habib Riziek dan Firza !!!!!
Klik juga Banua Banjar TerkiniKlik juga PETUNJUK !!! Jokowi penentu 2024
Klik Resesi Dunia : Berita Luar Negeri
Juga Klik Indonesia Memanggil !!! ... Tapi bukan jadi tahanan KPK ???
Klik juga di "PERANG BINTANG"
Juga Klik Banua Banjar Terkini !!!
Klik 2024 pertarungan Ideologi PANCASILA vs Ideologi Khilafah versi ormas terlarang !!!!!
Juga klik Sukseskan MTQ ke-29 , 10-19 Oktober 2022 di KalSel
Klik BLUNDER atau apa ?
Klik juga MAHSA AMINI & Politik Identitas di Indonesia .... !!!
Klik Ganjar "MELAWAN" Anies ???!!!???
Klik Peran "Mantan kader GOLKAR" tentukan Anies jadi CAPRES
Kaitan dengan mantan kader golkar klik disini
Klik juga "Pander Wara" (Ngomong Doang), gugat ibukota ke Banjarbaru, malah Gugatan dicabut duluan ??!!??
Bukti UAS selalu di Undang di birokrasi KalSel :
- https://apahabar.com/2020/03/tablig-akbar-di-hari-jadi-banjarbaru-pemkot-undang-uas-dan-guru-zuhdi/
- https://apahabar.com/2022/09/uas-ke-banjarmasin-harapan-harjad-ke-496/
- https://kalsel.antaranews.com/berita/323021/jamaah-padati-dakwah-subuh-uas-di-masjid-agung-al-anwar-marabahan
- https://www.beritapembaruan.id/2021/11/tiga-tahun-penantian-akhirnya-dai.html
- Video Ustadz Abdul Somad Anti NKRI & Dukung Khilafah, Pengurus HTI Riau
- Ustadz Abdul Somad hina salib kristen
Klik Politik Lagi ???!!!
Juga klik MUSUH Republik Islam Iran & Republik Indonesia "Sama", yaitu "HOAX"
Klik Fokus untuk Daerah Sendiri, karena daerah menjadi Baik dan Benar maka Negarapun menjadi BENAR
KLIK juga Belum 2024 "Sudah Panas", Rakyat Indonesia wajib "MIKIR"
Klik Memahami "Masalah" di KalSel
Juga Klik Turun Gunung atau ???
Klik BJORKA dianggap "PAHLAWAN" atau "PENJAHAT" ..???!!!
Klik juga Koq Tarif PDAM BISA NAIK ??? padahal dari 52 Kelurahan, cuma 8 Kelurahan yang SETUJU itupun "Bersyarat"
Klik 12 September 2022 DEMO bawa-bawa nama Rakyat ???!!!
Juga Klik DEMO bela Rakyat atau BELA para MAFIA ???!!!
Klik juga Indonesia kembali "BERJAYA", masa Jokowi lagi ??
Klik Tuntutan RAKYAT ??? atau Tuntutan yang ditunggangi para MAFIA !!!!!
Juga Klik Pengertian Istilah Baby boomers, X, Y, Z, dan Alpha
Klik juga BERSYUKUR kepada TUHAN SANG MAHA SEGALANYA, Emang yang DEMO sudah BERSYUKUR ???!!!
Klik PAHAMI baru EKSEKUSI !!!!!
Klik juga KACAU atau Apa ??!!
Klik Sayap-Sayap Patah pro DENSUS 88 atau Anda Bela Teroris berbaju Agama !!??
Klik Mahasiswa DEMO terus ??!!! Memang punya SOLUSI?? atau Malah bikin rakyat tambah sengsara !!!!!
KLIK Ustadz
Abdul Somad sang "Ustadz Kontroversial" kembali diundang Kepala Daerah
di KalSel WARNING!! Politik Identitas Bermain, Benarkah??!!
KLIK juga KalSel dalam Berita
Juga KLIK Kadrun itu Susah "Move On", Joget pun "SALAH"
Klik ISTANA NEGARA 17an "Ojo dibandingke" VIRAL
Klik Jangan BACA !!!
KLIK di Amien Rais bilang "Gangguan Kejiwaan", ternyata Anaknya "Gangguan Jiwa", benarkah ??!!
Juga Klik Citayam Fashion Weeks : Koperasi 212 "penampung" Dana ACT..!!! Benar kah ini ???!!! Pendukung Anies & JIS gimana??
Klik Kenapa Pilih Ganjar ?!!!?
Klik Masih tentang ACT dan PKS, MANULIFE hingga BUMN serta Dana CSR
Klik juga ACT & PKS, Ustadz Bechi dan Gubernur Rasa Presiden !!!
Klik juga Mahasiswa "Bela Rakyat" atau "Bela Cukong yang membacking Mahasiswa" ..??!!!
Klik ACT (Aksi Cepat Tanggap) "TERBONGKAR" , VIRAL #JanganPercayaACT
Klik juga VIRAL : Gabung PKS "HARAM" bagi GP Ansor !!!
Klik Super Hero Indonesia "Damaikan Dunia" !!!
Klik LITERASI , apa sih artinya ??
Klik Indonesia & Ukraina : Pertemuan tete-a-tete atau empat mata
Silahkan klik Warga KalSel di "Waluhi OLIGARKI Daerah" atau Oligarki Pusat ?!!!
Klik Jejak Anies dan Intoleransi yang BERBAHAYA untuk Indonesia
Klik juga : Dunia HEBOH ... !!!
Silahkan klik Benturkan Agama !!! buat Cebong dan Kampret Berkelahi dan KADRUN Berjaya !!!
Klik RIBUT
klik juga "VIRAL" Film Lady Of Heaven dan VERSI LONDON (Syi'ah London, Sunni AS, HTI London Dll)
KELEBIHAN Bayar ?? VS Korupsi ... !!!
Klik juga Saatnya Pakai Akal SEHAT, Bukan Pake Kata DUNGU !!!!!!
Klik juga 2024 saatnya seluruh warga Banua Banjar KalSel turun memberikan suara !!!
Klik juga Politisisasi Agama menghasilkan HOAX yang Terpercaya !!!
Warga Banua Banjar 2024 pengen yang Baru di parlemen KalSel !!!!
Dosen UNISKA yang terkesan Bela Edy Mulyadi dkk "Hina Kalimantan" bukan mewakili Anak Kalimantan dan DAYAK !!!
Foto-foto BEM SI (Badan Executive Mahasiswa Seluruh Indonesia) dan simpatisannya ??!!??
DAYAK VIRAL : #MaafBolehSajaProsesHukumTetapBerjalan !!!!!
Benang Merah DEMO di KalSel !!!
Silahkan klik ini juga : "Operasi
Doktrin Terorisme ukhti FPI" : Muhammad Uhaib As’ad Ketua KAMI Kal-Sel
sebut Rezim Sekarang "Tidak Berbeda" dengan Rezim ORBA ?!!!
Sebagai pelengkap klik ini juga ya : Fraksi PKS & Demokrat "Jangan Buang Badan" - DEMO : Muhammad Uhaib As’ad , Ahdiat Zairullah hingga Rocky Gerung
Info tambahan Klik juga Ade Armando Doa Kebaikan Untukmu : Cuci Otak "Anak Muda" akhirnya apapun SALAH tanpa AKHLAK
yang ini klik Saatnya PERCAYA TUHAN dan Jokowi !!! Demo 11 April 2022, MAHASISWA atau MAHASEWA ??!!!
klik juga ini Demo 11 APRIL : Ustadz Ormas Terlarang HTI di "SANJUNG" di KalSel, ini buktinya !!! Benarkah kader Ormas Terlarang HTI !!!
klik ini Yang Batu Siapa ? Yang Tangan Siapa ? Apakah ormas Terlarang HTI dan FPI masih menggurita & "Mencuci otak" warga KalSel
klik juga ini #JanganMaudiWALUHi
juga ini Foto-foto BEM SI (Badan Executive Mahasiswa Seluruh Indonesia) dan simpatisannya ??!!??
yang ini juga klik #JokowiSelaluSALAH
Jangan lupa klik ini juga Mengenal Wakil Rakyat KALSEL dan Kota Banjarmasin 2019-2024
serta klik ini 2024 : Saatnya Partai baru SUKSES di KalSel hingga Indonesia !!!
klik juga Kalau PKS (Partai Keadilan Sejahtera) "Tumbang" dalam PEMILU 2019 akankah GARBI menjadi "Penggantinya" ??!!
https://news.detik.com/berita/d-6028229/jenguk-ke-rs-grace-natalie-ungkap-kondisi-terkini-ade-armando
https://gusdurian.net/pernyataan-sikap-jaringan-gusdurian-mengutuk-segala-bentuk-kekerasan/
https://banjarmasin.tribunnews.com/2021/03/27/la-nyalla-mattalitti-dinilai-habib-banua-layak-jadi-presiden-ini-pertimbangannya
Klik juga videonya dilink dibawah ini :
BONGKAR OTAK DALANG AKSI 11 APRIL
Di bantu share agar masyarakat tidak ikut ikutan🙏🙏 Salam Indonesia Damai Re-post by MigoBerita / Sabtu/17122022/09.55Wita/Bjm